Anda di halaman 1dari 12

SUNDAY, APRIL 18, 2010

PERAWATAN SALURAN AKAR


PENDAHULUAN
Masyarakat yng semakin maju dan taraf hidup yang semakin meningkat
membuat masyarakat mengerti dan menyadari tentang pentingnya
kesehatan terutama kesehatan gigi. Gigi berlubang besar dapat terjadi
pada setiap orang. Masyarakat sekarang bila mengalami gigi yang
berlubang tidak harus dilakukan pencabutan tapi dapat dipertahankan
selama mungkin didalam rongga mulut dengan dilakukan perawatan
saluran akar.
Perawatan saluran akar dapat dilakukan pada gigi sulung maupun gigi
permanent. Perawatan saluran akar adalah melakukan pembersihan dan
preparasi saluran akar yang kemudian diberi bahan pengisi saluran akar.
PEMBAHASAN
Pulpitis irreversible: keradangan pulpa yang disebabkan oleh adanya
iritasi dengan atau tanpa gejala.
Tanda - tanda :
- Nyeri spontan
- Karies profunda, perforasi
Pulpitis adalah peradangan pada pulpa gigi, biasanya disebabkan oleh
infeksi bacterial dalam karies gigi, fraktur gigi, atau kondisi lain yang
mengakibtakan pajanan pulpa terhadap invasi bakteri.
Tanda tanda :
- Nyeri spontan
- Profunda
Factor-faktor yang dapat menyebabkan pupitis adalah iritan kimiawi,
factor termis, dan perubahan hiperemik.
Gangren pulpa: kematian jaringan pulpa akibat invasi kuman kedalam
ruang pulpa (dan saluran akar)
Tanda - tanda :
- Gigi non-Vital
- Terdapat Fistula (rongga anatomis yang berisi pus)
- Karies profunda, perforasi
2. Rencana Perawatan

Perawatan Saluran Akar


Gigi Permanen
Fase-fase Perawatan Endodontik :
Preparasi Akses:
Fase yang paling penting dari aspek teknik perawatan akar.

Merupakan kunci untuk membuka pintu bagi keberhasilan tahap


pembersihan, pembentukan dan obturasi saluran akarnya.
Tujuan:
- Membuat akses yang lurus.
- Menghemat preparasi jaringan gigi.
- Membuka atap ruang pulpa.

Teknik Akses Preparasi Cavity Entrance


- Outline Form Cavity Entrance

Proyeksi R.Pulpa ke permukaan gigi di bagian cingulum untuk


gigi anterior atau oklusal untuk gigi posterior.

Tujuan: Untuk membuat akses yang lurus, menghemat


preparasi jaringan gigi, membuka atap R.Pulpa.
Saluran Akar Tunggal
Preparasi dimulai dengan round bur no 2 atau 4 atau tapered
fissure diamond bur dengan arah tegak lurus pada permukaan enamel
samapimenembus jaringan dentin dan diteruskan sampai atap pulpa
terbukan dengan kedalaman 3mm.

Setelah itu arah bur diubah menjadi sejajar sumbu gigi sampai
menembus R.Pulpa sehingga ditemukan lubang saluran akar yang terletak
pada dasar R.pulpa yang disebut orifice.

Gunakan tapered fissure no 2 atau 4 untuk membentuk dinding


cavity entrance divergen ke arah oklusal atau insisal samapi jarum miller
dapat masuk dengan lurus, setelah terasa tembus maka orifice dicari dengan
menggunakan jarum miller.

- Menghilangkan tanduk pulpa menggunakan round diamond bur


dengan gerakan menarik keluar kavitas sehingga cavity entrance terbentuk
dengan baik dan alat preparasi dapat dimasukkan ke dalam saluran akar
dengan bebas.Masukkan jarum ektirpasi, diputar searah jarum jam dan
ditarik keluar, diulang lagi sampai jaringan pulpa dicabut.
Saluran Akar Ganda

Pembutan cavity entrance menggunakan round bur no1 atau


tapered fissure diamond bur pada tengah fossa di bagian oklusal atau endo
access.

Setelah kedalaman preparasi mencapaidentin, preparasi dilanjutkan


menggunakan fissure diamond bur sampai ditemukan orifice ke 3 saluran
akar.

Pada gigi berakar ganda, bila atap pulpa belum terbuka maka cari
orifice yang paling besar terlebih dahulu, kemudian atap pulpa diangkat
dengan bur sesuai letak orifice.

Menghilangkan tanduk pulpa menggunakan round diamond bur


dengan gerakan menarik keluar kavitas, sehingga cavity entrance terbentuk

dengan baik dan alat preparasi dapat dimasukkan ke dalam saluran akar
dengan bebas.
Penentuan Panjang Kerja.
Panjang Kerja: Panjang dari alat preparasi yang masuk ke dalam saluran
akar pada waktu melakukan preparasi saluran akar.
Menentukan panjang kerja dikurangi 1mm panjang
sebenarnya, untuk menghindari:
- Rusaknya apical constriction (penyempitan saluran akar di apical).
- Perforasi ke apical.

gigi

Cara melakukan DWP (Diagnostic Wire Photo)


Masukkan jarum miller atau file nomor kecil yang diberi stopper dengan
guttap perca pada batas panjang gigi rata-rata (lihat tabel) dikurangi 1-2
mm lalu dilakukan foto R.
Pembersihan dan Pembentukan Saluran Akar.
Pembersihan:

Debridement: Pembuangan Iritan dari sistem saluran akar.

Tujuan: Membasmi habis iritan tersebut walaupun dalam kenyataan


praktisnya hanyalah sebatas pengurangan yang signifikan saja.

Iritan: bakteri, produk samping bakteri, jaringan nekrotik, debris


organik, darah dan kontaminan lain.
Pembentukan Saluran Akar:
- Membentuk saluran akar melebar secar kontinyu dari apeks ke arah
korona.
- Pelebaran:
Saluran akar harus cukup besar untuk melakukan debridement yang baik
dan dapat memanipulasi serta mengendalikan instrumen dan meterial
obturasi dengan baik tapi tidak sampai melemahkan gigi serta
meningkatkan peluang terjadinya kesalahan prosedur.
- Ketirusan
Ketirusan hasil preparasi harus cukup sehingga instrumen penguak dan
pemampat gutta perca dapat berpenetrasi cukup dalam.
- Kriteria
Saluran akar siap menerima obturasi baik dengan kondensasi lateral
maupun vertikal, saluran akar harus berbentuk corong ke arah korona
dan dalam ukuran cukup besar sehingga instrument pemampat dan
penguak dapar masuk cukup dalam.
Ekstirpasi Pulpa
Menggunakan jarum ekstirpasi, reamer ataupun miller.
Gigi sulung

Tujuan perawatan
- Gigi bertahan dalam mulut dengan keadaan non patologis
- Gigi dapat berfungsi kembali
- Mencegah tanggal premature
- Menghilangkan rasa sakit
- Fungsi normal (kunyah, waktu tanggal yang normal)
- Menciprakan lingkungan RM yang sehat
- Menghilangkan keluhan pasien
Hal yang harus dipahami
- Morfologi gigi sulung
- Cara pemeriksaan yang baik : rontgen foto
- Mecam macam kelainan pulpa
- Pengetahuan tentang bahan dan obat obatan
- Pertimbangan kesehatan umum penderita
Tahap tahap perawatan endotektomi
- Membuat foto untuk diagnose dan rencana perawatan
- Menyiapkan file, paper point
- Melakukan devitalisasi untuk gigi yang masih fital
- Untuk gigi non vital dilakukan pre sterilisasi
- Open bur, mengambil atap pulpa, mencari orifice
- DWF ; tentukan panjang kerja
- Preaparasi saluran akar dengan file, irigasi, foto preparasi
- Sterilisasi memakai paper point, obat, kapas steril, tumpatan
sementara. Sterilisasi ulang, sampai paper point kering dan tidak berbau
- Pengisian pasta Zn Oxide Eugenol
- Foto pengisian
- Basis Zn PO4
- Control 2 minggu kemudian, apabila tidak ada keluhan, dapat ditumpat
tetap.
Indikasi :
- Saluran akar lurus, tidak bengkok
- Tidak ada obliterasi saluran akar
- Saluran akar jelas
- Kerusakan belum mengenai bifurkasi
- Resorbsi < panjang akar gigi Pulpektomi - Resorbsi > panjang
akar gigi Pulpotomi.
TEKNIK PERAWATAN SALURAN AKAR
Gigi Permanen
Teknik Konvensional:
1. Teknik konvensional yaitu teknik preparasi saluran akar yang
dilakukan pada gigi dengan saluran akar lurus dan akar telah tumbuh
sempurna.

2.
3.

Preparasi saluran akar menggunakan file tipe K

Gerakan file tipe K-flex adalah alat diputar dan ditarik. Sebelum
preparasi stopper file terlebih dahulu harus dipasang sesuai dengan
panjang kerja gigi. Stopper dipasang pada jarum preparasi setinggi
puncak tertinggi bidang insisal. Stopper digunakan sebagai tanda batas
preparasi saluran akar.

4.

Preparasi saluran akar dengan file dimulai dari nomor yang paling
kecil. Preparasi harus dilakukan secara berurutan dari nomor yang
terkecil hingga lebih besar dengan panjang kerja tetap sama untuk
mencegah terjadinya step atau ledge atau terdorongnya jaringan
nekrotik ke apical.

5.

Selama preparasi setiap penggantian nomor jarum preparasi ke


nomor yang lebih besar harus dilakukan irigasi pada saluran akar. Hal
ini bertujuan untuk membersihkan sisa jaringan nekrotik maupun
serbuk dentin yang terasah. Irigasi harus dilakukan secara bergantian
anatar H2O2 3% dan aquadest steril, bahan irigasi tyerakhir yang
dipakai adalah aquadest steril.

6.

Bila terjadi penyumbatan pada saluran akar maka preparasi diulang


dengan menggunakan jarum preparasi yang lebih kecil dan dilakukan
irigasi lain. Bila masih ada penyumbatan maka saluran akar dapat
diberi larutan untuk mengatasi penyumbatan yaitu larutan largal,
EDTA, atau glyde (pilih salah satu).

7.

Preparasi saluran akar dianggap selelsai bila bagian dari dentin yang
ter infeksi telah terambil dan saluran akar cukup lebar untuk tahap
pengisian saluran akar.
Teknik Step Back
a. Yaitu teknik preparasi saluran akar yang dilakukan pada saluran akar
yang bengkok dan sempit pada 1/3 apikal.
b. Tidak dapat digunakan jarum reamer karena saluran akar bengkok
sehingga preparasi saluran akar harus dengan pull and push motion, dan
tidak dapat dengan gerakan berputar.
c. Dapat menggunakan file tipe K-Flex atau NiTi file yang lebih fleksibel
atau lentur.
d. Preparasi saluran akar dengan jarum dimulai dari nomor terkecil:
No. 15 s/d 25 = sesuai panjang kerja
File No. 25 : Master Apical File (MAF)
No. 30 = panjang kerja 1 mm MAF
No. 35 = panjang kerja 2 mm MAF
No. 40 = panjang kerja 3 mm MAF
No. 45 = panjang kerja sama dengan no. 40 dst
e. Setiap pergantian jarum file perlu dilakukan pengontrolan panjang
kerja dengan file no. 25, untuk mencegah terjadinya penyumbatan
saluran akar karena serbuk dentin yang terasah.
f. Preparasi selesai bila bagian dentin yang terinfeksi telah terambil dan
saluran akar cukup lebar untuk dilakukan pengisian.

Teknik Balance Force


a. Menggunakan alat preparasi file tipe R- Flex atau NiTi Flex
b. Menggunakan file no. 10 dengan gerakan steam wending, yaitu file
diputar searah jarum jam diikuti gerakan setengah putaran berlawanan
jarum jam.
c. Preparasi sampai dengan no. 35 sesuai panjang kerja.
d. Pada 2/3 koronal dilakukan preparasi dengan Gates Glidden Drill (GGD)
- GGD #2 = sepanjang 3 mm dari foramen apical
- GGD #3 = sepanjang GGD #2 2 mm
- GGD #4 = sepanjang GGD #3 2 mm
- GGD #5 = sepanjang GGD #4 2 mm
- GGD #6 = sepanjang GGD #5 2 mm
e. Preparasi dilanjutkan dengan file no. 40 s/d no.45
f. Dilakukan irigasi
g. Keuntungan balance force :
Hasil preparasi dapat mempertahankan bentuk semula
Mencegah terjadinya ledge dan perforasi
Mencegah pecahnya dinding saluran akar
Mencegah terdorongnya kotoran keluar apeks
Teknik Crown Down Presureless
a. Teknik disebut juga dengan teknik step down, merupakan modifikasi
dari teknik step back.
b. Menghasilkan hasil yang serupa yakni seperti corong yang lebar
dengan apeks yang kecil (tirus).
c. Bermanfaat pada saluran akar yang kecil dan bengkok di molar RA dan
RB.
d. Saluran akar sedapat mungkin dibersihkan dengan baik sebelum
instrument ditempatkan di daerah apeks sehingga kemungkinan
terjadinya ekstruksi dentin ke jaringan periapeks dapat dikurangi.
e. Menggunakan instrument nikel-titanium, baik yang genggam maupun
digerakkan mesin.
Teknik Step Down
Gigi Sulung
Teknik Konvensional
Prosedur Teknik Konvensional pada Gigi Sulung sama seperti Tehnik
Konvensional pada Gigi Permanen.
Irigasi Saluran Akar
Tujuan
Untuk mengeluarkan sisa jaringan nekrotik, serbuk dentin, dan kotorankotoran lain yang terdapat di saluran

Irigasi dilakukan setiap :


- Pergantian file pada saat preparasi saluran akar
- Pada saat akan melakukan perbenihan
- Sterilisasi saluran akar
Bahan irigasi yang digunakan
- H2O2 3%
- Aquadest steril
- NaOCl
Alat irigasi yang digunakan :
- Spuit 2,5 cc dengan jarum yg dibengkokan dan ujungnya ditumpulkan
- Alat irigasi yang dipakai harus diberi tanda untuk membedakan isi cairan
irigasi yang dipakai
- Alat irigasi disimpan dalam botol tertutup berisi alkohol 70% agar tetap
terjaga sterilisasinya
Cara irigasi :
Jarum irigasi dimasukkan kedalam saluran akar. Jarum irigasi yang
masuk kedalam saluran akar tidak boleh terlalu besar sehingga membuntu
saluran akar yang akan mengakibatan cairan irigasi yang disemprotkan tidak
mengalir keluar.

Bahan irigasi disemprotkan secara perlahan-lahan ke dalam saluran


akar

Bahan irigasi digunakan secara bergantian. Bahan irigasi yang


terakhir disemprotkan ke dalam saluran akar harus aquadest steril.

Menghisap cairan irigasi yang keluar dengan cotton roll atau saliva
ejector atau section. Tidak boleh terkontaminasi dengan saliva.

Setelah irigasi, saluran akar dikeringkan dengan menggunakan


paper point. Tidak boleh pakai hembusan udara
Bahan dan Obat-obatan Sterilisasi
Obat-obatan Sterilisasi Perawatan Saluran Akar

ChKM ( Chlorophenol Kamfer Menthol ) sebagai desinfektan ,


antibakteri dengan spectrum luas.

Cresophene

Cresatin

Formokresol

TKF ( Tri Kresol Formalin )

Eugenol ( sebagai sedative . digunakan untuk mengurangi rasa sakit


yang dikombinasikan pada saat dilakukan devitalisasi .

Preparat poliantibiotik :
Grossman :
- Penisilin ( efektif terhadap gram (+)

- Streptomysin ( efektif terhadap gram ()


- Sodium kapsilat ( efektif terhadap jamur )
Kombinasi antibiotik kortikosteroid :
- Kortikosteroid ( mengurangi keradangan periapikal .)
- Antibiotik ( membunuh bakteri ex : septomixine dan ledermix .)
Bahan devitalisasi
- Arsen ( As2O3 ) ( digunakan pada gigi permanen.)
- Caustinerf Pedodontique / forte ( digunakan pada gigi sulung.)
- TKF ( Tri Kresol Formalin )
Medikamen Intrakanal yang biasa digunakan :
Golongan Fenol :
- Eugenol
- CMCP ( Camphorated Monoparachlorophenol )
- Parachlorophenol ( PCP )
- Camphorated parachlorophenol ( CPC )
- Metakresilasetat ( cresatin )
- Kresol
- Creosote ( beechwood )
- Timol
Aldehid :
- Formokresol
- Glutaraldehid
Halida :
- Natrium hipoklorit
- Iodine kalium iodida
Steroid
Hidroksida
Antibiotik
Kombinasi

kalsium

Perbenihan
Prosedur perbenihan

Pasien dikontrol lebih dulu:

Siapkan papper point (minta di perawat) acotton pellet. Masukkan


papper point dan cotton pellet ke dalam Glassbead sterilisator dan ditutup,
nyalakan, biarkan sampai lampu pada glassbead sterilisator menjadi hijau
(Ready). Papper point dan cotton pellet siap digunakan. Buka alat glassbead
sterilisator.

Hasil Perbenihan negatif, saluran akar dapat diisi dengan memperhatikan


ketentuan sebagai berikut:

Tidak ada keluhan pasien

Tidak ada gejala klinik

Tidak ada eksudat dalam saluran akar (cek dari papper point yang
terdapat dalam saluran akar caranya ulaskan papper point pada glass lab.
Bila tidak berbekas, berarti bisa dilakukan pengisian), papper point diulaskan
di glass lab.

Tumpatan sementara masih baik


Hasil pembenihan positif, maka dilakukan sterilisasi ulang sampai hasil
pembenihan negatif.
Bahan Pengisian Saluran Akar
Gigi Sulung
Zinc oxide eugenol paste
Iodoform paste
Calcium hydroxide
Gigi Permanen
Siller berbasis OSE
Keuntungan :
Riwayat keberhasilan berlangsung lama; kualitas positif mengalahkan
aspek negatifnya (mewarnai gigi, waktu pengerasan sangat lambat, tidak
adhesive, larut).
Formula Grossman
Bubuk :
- ZnO (badan semen) 42 bagian
- Resin stabelit (konsistensi dan waktu pengerasan) 27 bagian
- Bismuth subkarbonat 15 bagian
- BaSO4 (keradiopakkan) 15 bagian
- Na-barat 1 bagian
Cairan : Eugenol

Masalah yang ada pada formula ini adalah waktu pengerasan sangat
lambat, > 2 bulan.
Plastik

Epoksi tersedia dalam formula bubuk cairan (AH26).

Sifat yang dimiliki : antimikroba, adhesi, waktu kerja yang lama,


mudah mengaduknya, dan kerapatan yang sangat baik.

Kekurangannya : mewarnai gigi, relative tidak larut dalam pelarut,


agak sedikit toksik jika belum mengeras dan agak larut pada cairan mulut.
Hidroksida kalsium (CaOH)2

Siller Ca(OH)2 yang telah diperkenalkan adalah siller yang Ca(OH)2


nya diinkoporasikan ke dalam basis OSE atau basis plastiknya.

Ionomer Kaca
Material ini memiliki keuntungan bisa beradhesi ke dentin sehingga
diharapkan bisa mencapai kerapatan yang baik di apeks dan korona dan
biokompatibel. Tapi, kekerasan dan ketidaklarutannya menyukarkan
perawatan ulang jika diperlukan dan menyukarkan pembuatan pasak.

SYARAT SYARAT BAHAN PENGISI SALURAN AKAR


1. Bahan harus dapat dengan mudah dimasukkan ke saluran akar.
2. Harus menutup saluran kea rah lateral dan apical.
3. Harus tidak mengerut setelah dimasukkan.
4. Harus kedap terhadap cairan.
5. Harus bakterisidal atau paling tidak harus menghalangi
pertumbuhan bakteri.
6. Harus radiopak.
7. Tidak menodai struktur gigi.
8. Tidak mengiritasi jaringan periapikal atau mempengaruhi struktur
gigi.
9. Harus steril atau dapat segera disterilkan dengan cepat sebelum
dimasukkan.
10.Bila perlu dapat dikeluarkan dengan mudah dari saluran akar.
PENYEBAB UTAMA KEGAGALAN
a. Hilangnya kerapatan apeks (Apical Seal)

Sisa iritan di dalam saluran akar

Perkolasi
b. Hilangnya kerapatan korona (Coronal Seal)

Iritan dari rongga mulut

Restorasi
c.
Hilangnya
d. Panjang obturasi

Obturasi berlebih

Restorasi

Obturasi terlalu pendek


e. Saluran akar lateral
f. Fraktur akar vertical
g. Pembersihan yang tidak memadai
h. Adanya penyakit pulpa
i. Saluran akar yang tidak diobati
Tehnik Pengisian Saluran Akar
Gigi Sulung
Teknik single cone

kerapatan

lateral

Teknik pengisian saluran akar untuk teknik preparasi secara konvension


Tahapan :

Pencampuran pasta saluran akar petunjuk pabrik

Pasta diulaskan pada jarum lentulo dan guttap point untuk


kemudian dimasukan kedalam saluran akar yang telah dipreparasi jarum
lentulo sesuai panjang kerja dan diputar berlawanan jarum jam.

Guttap point ( trial foto disterilkan dengan alcohol 70% dan


dikeringkan

Kering ( diulas dengan pasta ) masuk ke dalam saluran akar.

Guttap point di potong 1-2mm dibawah orifice dengan ekskavator


yang ujungnya telah di panaskan dengan Bunsen burner hingga membara.
Gigi Permanen
Teknik Kondensasi Lateral
Dengan teknik preparasi saluran akar secara step back
Sering digunakan hampir semua keadaan kecuali pada saluran akar yang
sangat bengkok / abnormal
Tahapan :

Pencampuran pasta

Guttap point ( trial foto disterilkan 70% alcohol dan dikeringkan

Guttap point nomor 25 (MAF) diulasi dengan pasta ke saluran akar


sesuai dengan tanda yang telah dibuat dan ditekan kea rah lateral
menggunakan spreader.

Ke dalam saluran akar diberi guttap tambahan, setiap memasukan


guttap di tekan ke arah lateral sampai saluran akar penuh dan spreader tidak
dapat masuk dalam saluran akar

Guttap point dipotong 1-2mm dibawah orifice dengan eskavator


yang telah dipanasi
Teknik Kondensasi Vertical (Gutta perca panas)
Untuk pengisian saluran akar dengan teknik step back.
Menggunakan pluger yang dipanaskan, dilakukan penekanan pada guttap
perca yang telah dilunakan dengan panas kearah vertical dan dengan
demikian menyebabkan guttap perca mengalir dan mengisi seluruh lumen
saluran akar
Tahapan :

Suatu kerucut guttap perca utama sesuai dengan instrument


terakhir yang digunakan dipaskah pada saluran dengan cara step back

Dinding saluran dilapisi dengan lapis tipis semen

Kerucut disemen

Ujung koronal kerucut dipotong dengan instrument panas

Pembawa panas segera didorong ke dalam 1/3 koronal guttap


perca. Sebagian terbakar oleh plugel bila diambil dari saluran akar.

Condenser vertical dengan ukuran yang sesuai dimasukan dan


tekanan vertical dikenakan pada guttap perca yang telah dipanasi untuk
mendorong guttap perca yang menjadi plastis ke arah apikal

Apikalis panas berganti oleh pembawa panas dan condenser


diulangi sampai guttap perca plastis menutup saluran aksesori besar dan
mengisi luman saluran dalam 3 dimensi foramen apikal. Bagian sisa saluran
diisi dengan potongan tambahan guttap perca panas.
Metode seksional (teknik plugger)
Dapat digunakan untuk mengisi saluran kea rah apikal dan lateral
Teknik menggunakan suatu bagian kerucut guttap perca untuk mengisi
suatu bagian 1/3 saluran akar / ujung apikal
Tahapan :

Dinding saluran akar dilapisi semen

Pluger saluran dimasukan sampai 3-4mm dari apeks dipanaskan


dalam sterilitator garam panas (1011)

Kerucut guttap perca dipotong beberapa bagian sesuai dengan


ukuran saluran yang telah dipreparasi dengan panjang 3-4mm

Potong apikal ditempelkan pada pluger yang telah dipanasi,


dimasukan ke dalam saluran pada kedalaman yang sebelumnya telah diukur
dan ditekan kea rah vertical

Pluger dilepas dengan hati-hati untuk mencegah ke luarnya bagian


guttap perca yang dimasukan

Dibuat radiograf untuk memeriksa posisi dan kesesuaian bagian


yang dikondensasi

Bagian berikutnya dimasukan kedalam eukaliptol, dipanaskan tinggi


diatas nyala api dan ditambahkan pada bagian sebelumnya dengan tekanan
vertical untuk memampatkan pengisi
Metode kompaksi

Menggunakan panas untuk mengurangi viskositas guttap perca dan


menaikan plastisitasnya

Digunakan untuk pengisi saluran yang lurus

Menggunakan metode step back


Metode Inverted cone

Digunakan terbatas pada gigi dengan saluran kecil, berkelok-kelok,


yang tidak dapat diisi dengan kerucut guttap perca secara lepas
Metode Role Gutta perca

Untuk mengisi saluran kecil bahan tersebut yang bengkok

DAFTAR PUSTAKA
1. Walton dan Torabinejad, 2008, Ed.3, Prinsip dan Praktik Ilmu
Edodontia, lilia Juwono, Jakarta, EGC hal 204-266
2. Grosman, 195, Ed.11 Ilmu Endodontic dalam Praktek, Rafiah Abiyono,
Jakarta,EGC, Hal:196-264