Anda di halaman 1dari 5

LEMBAR TUGAS MANDIRI

PENGELOLAAN BENCANA-22
QBD-1
Kelompok 1
Nama

: Fariha Ulfah A.

NPM

: 1306377562

Fakultas

: Farmasi

Pendahuluan
Bencana adalah salah satu fenomena yang terjadi akibat adanya
perubahan ekosistem secara tiba-tiba. Perubahan ekosistem ini dapat
merugikan harta benda maupun kehidupan manusia. Kesadaran dan
kesiapan menghadapi bencana ini seharusnya sudah dimiliki oleh
masyarakat karena mengingat wilayah Indonesia merupakan daerah yang
mempuyai risiko terhadap bencana
Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia tentang
penanggulangan bencana pada Pasal 1, bencana adalah peristiwa atau
rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan
penghidupanmasyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam
maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan
lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Menurut WHO, bencana adalah
kejadian yang mengakobatkan kerusakan, gangguan ekologis, kematian, atau memburuknya
kesehatan yang memerlukan respon dari masyarakat luar.
Sedangkan berdasarkan Departemen Kesehatan Republik Indonesia, bencana adalah
kejadian pada suatu wilayah yang menyebabkan kerusakan ekologi, kerugian manusia, dan
memburuknya kesehatan dan pelayanan kesehatan sehingga memerlukan bantuan dari pihak
luar. Lain halnya dengan bencana sosial, bencana sosial merupakan bencana yang disebabkan
oleh manusia antara lain karena jurang perbedaan ekonomi, perbedaan paham politik di
masyarakat, diskriminasi, ketidakadilan, kelalaian maupun sempitnya wawasan dari
sekelompok masyarakat.

Banyak bencana alam yang terjadi di Indonesia, baik bencana alam yang terjadi secara
alami dan bencana alam yang terjadi karena ulah manusia maupun bencana sosial. Berikut
adalah beberapa contoh bencana yang terjadi di Indonesia:
Bencana alam yang terjadi secara alami

Gempa bumi
Tsunami
Gunung meletus
Tornado
Kekeringan

Bencana alam yang terjadi akibat ulah manusia

Banjir
Tanah longsor
Pencemaran limbah
Kebakaran hutan
Global warming

Bencana Sosial

Kemiskinan
Kelaparan
Pengangguran

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Pada tahun
2014, Indonesia mengalami kerugian materiil akibat banjir sekitar 12 triliun rupiah. Jakarta
merupakan kota yang sangat terkenal dengan bencana banjir di setiap tahunnya. Banyak
pihak-pihak yang dirugikan akibat bencana banjir ini. Bencana ini diakibatkan oleh perilaku
masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungannya. Kebanyakan dari mereka yang tidak
mematuhi aturan untuk membuang sampah di tempatnya. Selain itu, banyak pula
pembangunan gedung di wilayah Jakarta yang menutup daerah resapan air sehingga aliran air
tidak berjalan dengan baik dan mengakibatkan banjir.
Selain itu, tanah longsor dan kebakaran hutan juga merupakan bencana alam yang
diakibatkan oleh ulah manusia. Penebangan liar terjadi di beberapa hutan di Indonesia,
akibatnya saat musim hujan datang terjadilah tanah longsor karena tidak ada resapan air dari
pohon dan mengakibatkan rapuhnya permukaan tanah.
Ancaman adalah suatu kondisi, secara alamiah maupun karena ulah
manusia yang berpotensi menimbulkan kerusakan atau kerugian dan
kehilangan jiwa manusia. ancaman berpotensi menimbulkan bencana,

tetapi tidak semua ancaman menjadi bencana. Ancaman juga dibagi


menjadi 2, yaitu:

Ancaman yang disebabkan secara alami


Seperti anging puyuh, letusan gunung berapi pada saat suhu
awan panas, kekeringan dan gempabumi sebelum datangnya

tsunami.
Ancaman yang disebabkan secara non alami
Seperti degradasi lingkungan dan wabah penyakit.

Risiko adalah potensi yang dapat terjadi selama proses


penanggulangan bencana. Umumnya dikarenakan fasilitas lokasi yang
berdekatan dengan tempat yang beresiko tinggi seperti dekat dengan
gunung merapi, dekat sungai, hutan dan sebagainya. Hal tersebut
menyebabkan kekhawatiran untuk terjadinya kejadian ikutan pasca
bencana. Sedangkan kerentanan adalah kumpulan berbagai kondisi dan
kelemahan yang berpengaruh dalam suatu komunitas individual, rumah
tangga, dan organisasi.
Dalam menanggulangi berbagai bencana yang terjadi di Indonesia,
pemerintah mengeluarkan peraturan yang mengatur penanganan
bencana. Berikut adalah undang-undang yang terkait:
a. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2007
Tentang Penanggulangan Bencana
Ketentuan:

Penyelenggaraan penanggulangan bencana merupakan tanggung


jawab dan wewenang pemerintah dan pemerintah daerah, yang
dilaksanakan secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan

menyeluruh.
Penyelenggaraan penanggulangan bencana dilaksanakan dengan
memperhatikan masyarakat yang antara lain mendapatkan
bantuan pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan sosial,
mendapatkan pendidikan dan keterampilan dalam
penyelenggaraan penanggulangan bencana, berpartisipasi dalam
pengambilan keputusan.

Kegiatan penanggulangan bencana dilaksanakan dengan


meberikan kesempatan secara luas kepada lembaga usaha dan
lembaga internasional.

b. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


145/MENKES/SK/I/2007 Tentang Pedoman Penanggulangan
Bencana Bidang Kesehatan
Kebijakan yang ditetapkan dalam penanggulangan bencana bidang
kesehatan adalah:
1. Dalam penanggulangan bencana bidang kesehatan pada
prinsipnya tidak dibentuk sarana prasarana secara khusus, tetapi
menggunakan sarana dan prasarana yang telah ada, hanya
intensitas kerjanya ditingkatkan dengan memberdayakan semua
sumber daya Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi serta
masyarakat dan unsur swasta sesuai dengan ketentuan dan
peraturan yang berlaku.
2. Dalam hal terjadinya bencana, pelayanan kesehatan dan
pemenuhan kebutuhan sarana kesehatan, tenaga kesehatan, obat
dan perbekalan kesehatan yang tidak dapat diatasi olehh Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota setempat, maka Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota terdekat harus memberi bantuan, selanjutnya
secara berjenjang merupakan tanggung jawab Dinas Kesehatan
Provinsi dan Pusat.
c. Peraturan Presiden Republik Indonesia Noor 8 Tahun 2008
Tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana
d. Peraturan Menteri Nomor 64 Tahun 2013 Tentang
Penanggulangan Krisis Kesehatan Pasal 15
Penyelenggaraan penanggulangan Krisis kesehatan
mengikuti siklus penanggulangan bencana dengan
penyesuaian yang mepiputi tahap prakrisis kesehatan,
tanggap darurat krisis kesehatan, dan pasca krisis
kesehatan dengan penekanan pada upaya mencegah

kejadian Krisis Kesehatan yang lebih parah atau buruk

dengan memperhatikan aspek pengurangan risiko bencana.


Penyelenggaraan penanggulangan krisis kesehatan pada
tahap pra krisis kesehatan ditujukan untuk peningkatan

kapasita sumber daya kesehatan.


Penyelenggaraan penanggulangan krisis kesehatan pada
tahap tanggap darurat krisis kesehatan ditujukan untuk

mengurangi risiko kesehatan akibat bencana.


Penyelenggaraan penanggulangan krisis kesehatan pada
tahap pasca krisis kesehatan ditunjukan untuk
mengembalikan fungsi pelayanan kesehatan akibat
bencana.

Daftar Pustaka
Coppola, D. (2007). Introduction to International Disaster Management. Amsterdam:
Butterworth Heinemann.
PERATURAN MENTERI NOMOR 64 TAHUN 2013
Schneid TD, Colins L. Disaster Management and Preparedness: New York:
2001. [e-book]
UU Republik Indonesia No. 24 Th 2007