Anda di halaman 1dari 8

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian


Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan
tujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan kesiapan reproduksi
terhadap sikap remaja tentang seks bebas di SMK Negeri 1 Mandrehe Barat
Kabupaten Nias Barat 2014.
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
3.2.1 Lokasi Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di SMK Negeri 1 Mandrehe Barat
Kabupaten Nias Barat.
3.2.2 Waktu Penelitian
Waktu penelitian akan dilaksanakan pada tangal Januari sampai dengan
Februari 2015.
3.3 Populasi dan Sampel
3.3.1 Populasi
Populasi penelitian ini adalah siswa pelajar SMK Negeri 1 Mandrehe Barat
Kabupaten Nias Barat yaitu sebanyak 196 orang.
3.3.2 Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti (Arikunto,
2008). Metode sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Random
Sampling yaitu menentukan jumlah sampel secara acak. Mengingat jumlah

32

33

populasi yang banyak dan waktu penelitian yang sangat terbatas maka peneliti
mengambil jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 66 orang.
Rumus yang dingunakan dalam pengambilan sampel yaitu
n=

N
1+ N ( d2 )

n=

196
2
1+196( 0,1 )

n=

196
1+196( 0,01)

n=

196
1+1,96
n=

196
2,96

n=66
Keterangan :
N = Besar Populasi
n = Besar Sampel
d = Derajat penyimpangan dari populasi yang diinginkan
Berdasarkan rumus diatas maka jumlah sampel penelitian adalah sebanyak
66 orang yaitu pelajar di SMK Negeri 1 Mandrehe Barat Kabupaten Nias Barat.
3.4 Metode Pengumpulan Data
3.4.1 Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh sendiri oleh peneliti dari hasil
pengukuran, pengamatan, survei dan lain-lain. Pengumpulan data primer
dilakukan dengan menggunakan metode kuisioner yang terdiri dari karakteristik
responden dan pertanyaan yang di isi sendiri oleh responden.

34

3.4.2

Data sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari pihak lain, badan atau

instansi lain yang rutin mengumpulkan data. Data sekunder pada penelitian ini
diperoleh dari SMK Negeri 1 Mandrehe Barat Kabupaten Nias Barat.
3.5 Instrumen Penelitian
Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner yang terdiri dari identitas
responden dan pertanyaan untuk tingkat pengetahuan kesiapan reproduksi remaja
dan sikap remaja terhadap seks bebas.
3.6 Etika Penelitian
Masalah etika penelitian keperawatan merupakan masalah yang sangat
penting dalam penelitian. Masalah etika yang perlu diperhatikan menurut Hidayat
(2009) adalah :
1. Informed Consent
Informed Consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan
responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan. Tujuan
Informed consent adalah meminta persetujuan kepada responden untuk
menjadi sampel penelitian dengan menandatangani lembar persetujuan.
2. Anonymity (Tanpa Nama)
Anonymity merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam
penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau
mencantumkan nama responden pada lembar kuesioner. Peneliti hanya
menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yang
akan disajikan.
3. Confidentiality (Kerahasiaan)
Confidentiality merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan
kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah

35

lainnya. Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaannya


oleh penelitian.
3.7 Defenisi Operasional
Defenisi operasional merupakan penjelasan semua variabel dan instilah
yang akan digunakan dalam penelitian secara operasional sehingga akhirnya
mempermudah pembaca dalam mengartikan makna penelitian (Setiadi, 2007).
1. Remaja adalah individu yang berumur 15-18 tahun yang berada di SMK
Negeri 1 Mandrehe Barat Kabupaten Nias Barat..
2. Tingkat pengetahuan adalah kemampuan menjawab dan mengetahui
tentang kesiapan reproduksi, dan perilaku seks.
3. Sikap adalah pemikiran seseorang atau pandangan dari seseorang yang
dapat memperngaruhi remaja dalam melakukan hubungan dengan remaja
lainnya.
4. Seks bebas adalah segala tingkah laku remaja yang didorong oleh hasrat
seksual.

3.8 Aspek Pengukuran


3.8.1
Aspek Pengukuran Tingkat Pengetahuan Kesiapan
Reproduksi Remaja
Pengukuran tingkat

pengetahuan

kesiapan

reproduksi

remaja

menggunakan kuesioner dan memberi skor untuk setiap jawaban yang disediakan.
Kuesioner terdiri dari 10 pertanyaan. Jika responden menjawab Ya skornya 1
dan bila jawabannya Tidak skornya 0.

36

Skor terendah yang dicapai adalah 0 dan skor tertinggi adalah 10. Maka
penilaian skor untuk kategori tingkat pengetahuan kesiapan reproduksi remaja
adalah:
1. Baik, jika skor
: 6 - 10
2. Kurang, jika skor : 0 - 5
3.8.2 Aspek Pengukuran Sikap Remaja Terhadap Seks Bebas
Mengetahui sikap remaja terhadap seks bebas dapat diukur dengan
menggunakan skala Likert (Sugiyono, 2010) yaitu setiap jawaban dihubungkan
dengan pernyataan sikap yang diungkapkan dengan kata-kata.
1. Untuk penyataan positif
Sangat Setuju
(SS) = Skor 4
Setuju
(S)
= Skor 3
Tidak Setuju
(TS) = Skor 2
Sangat Tidak Setuju (STS) = Skor 1
2. Untuk pernyataan negatif
Sangat Setuju
Setuju
Tidak Setuju
Sangat Tidak Setuju

(SS)
(S)
(TS)
(STS)

=
=
=
=

Skor 1
Skor 2
Skor 3
Skor 4

Rata-rata skor dapat ditentukan dengan rumus (Arikunto, 2002):

Keterangan:
x
: Rata-rata
x : Jumlah Skor Semua Responden
n : Jumlah Responden
Berdasarkan rumus mean diatas, maka skor untuk kategori sikap adalah:
x
Sikap Positf =Skor > rata-rata (mean)
x
Sikap Negtif =Skor < rata-rata (mean)
3.9 Pengolahan dan Teknik Analisa Data
3.9.1
Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan setelah pengumpulan data dilaksanakan dengan
maksud agar data yang dikumpulkan memiliki sifat yang jelas.

37

Data yang diperoleh kemudian diolah dengan langkah-langkah berikut :


1. Editing
Editing

adalah pemeriksaan data yang telah dikumpulkan utnuk

menyesuaikan terhadap apa yang seharusnya, baik pengisian kuesioner


maupun terhadap ukuran-ukuran dan kejelasan yang harus dilakukan sedini
mungkin.
2. Coding
Coding adalah memberi kode pada jawaban-jawaban responden atau
ukuran-ukuran yang diperoleh dari umti analisis sesuai dengan rancangan
awal.
3. Scoring
Scoring adalah menghitung skor yang diperoleh setiap responden
berdasarkan jawaban atas pernyataan yang diajukan.
4. Tabulating
Tabulating adalah proses yang akan dilakukan untuk menghitung setiap
variabel berdasarkan kategori-kategori yang telah ditetapkan sebelumnya
3.9.2

sesuai dengan tujuan penelitian (Zaluchu, 2010).


Teknik Analisa Data
1. Analisa Univariat
Teknik analisa data dilakukan dengan melihat hasil penelitian tabel-tabel

distribusi frekuensi, dengan menggunakan rumus, (Nursalam, 2008) :


Frekuensi=

2. Analisa Bivariat

Jumla h data h asil per h itungan


x 100
Total data yang di h itung

38

Analisa data kemudian dilanjutkan menggunakan uji statistic Chi-Square


dengan tingkat kemaknaan = 0,05 dengan rumus sebagai berikut :
(Arikunto, 2006).
2=

d f

( fof h)
fh

= (b-1) (k-1)

Keterangan :
x2

= Chi-Square

fo

= Frekuensi yang diperoleh dari sampel

fh

= Frekuensi yang diharapkan dalam sampel sebagai pencerminan dari


frekuensi yang diharapkan dalam tabel.

d f

= Derajat kebebasan

= Baris

= Kolom
Menguji penerimaan atau penolakan hipotesis penelitan ini maka dapat

dilihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa :


1. Ho ditolak dan Ha diterima, nilai probabilitas

p < 0,05, maka ada

pengaruh tingkat pengetahuan kesiapan reproduksi terhadap sikap remaja


tentang seks bebas di SMK Negeri 1 Mandrehe Barat Kabupaten Nias
Barat.
2. Ho diterima atau ditolak, yaitu nilai probabilitas p > 0,05, maka tidak ada
pengaruh tingkat pengetahuan kesiapan reproduksi terhadap sikap remaja

39

tentang seks bebas di SMK Negeri 1 Mandrehe Barat Kabupaten Nias


Barat.