Anda di halaman 1dari 1

Sebelum

memulai

pemberian

berbagai

pengobatan,

seorang

klinisi

seharusnya

mempertimbangkan apakah gejala insomnia yang dialami pasien membutuhkan pengobatan atau
tidak, dengan melihat keparahan gejala tidur, gejala siang hari, dan kesulitan-kesulitan yang
dialami sehari-hari. Tujuan pengobatan juga perlu didiskusikan. Sebagai contoh, pasien
seharusnya dapat mengenali berbagai variasi derajat kualitas tidur dan merupakan hal yang
normal dan mungkin masih dirasakan bahkan setelah pengobatan. Permasalahan tidur dan
aktivitas sehari-hari seharusnya menjadi lebih baik setelah pengobatan. Pengobatan seharusnya
tidak hanya berfokus pada hasil kuantitatif, seperti durasi tidur dan kedalaman tidur, tetapi juga
berfokus pada hasil kualitatif, seperti aktivitas sehari-hari. Pengobatan psikologi dan perilaku
cocok diterapkan pada hampir seluruh kasus insomnia kronik. Pendekatan sederhana yang
berfokus pada edukasi dan prinsip berperilaku dapat memberi dampak peningkatan positif pada
beberapa kasus. Pengobatan perilaku tidur atau pendekatan kognitif mungkin juga cocok
diterapkan untuk karaterik individu tertentu. Pengobatan farmakologi dapat diberikan ketika
insomnia menyebabkan gejala lebih berat dan memburuk. Efek medikasi dan efek samping
farmakoterapi harus didiskusikan dengan pasien. Pada kebanyakan kasus, pengobatan awal
dengan BzRA kerja cepat merupakan pilihan pertama. BzRA lini dua kerja cepat atau lambat
dapat dicoba tergantung dari respon pengobatan awal. Pada kasus tidak adanya respon terhadap
terapi atau riwayat penyalahgunaan obat-obatan, antidepresan sedative dosis rendah mungkin
dapat diberikan.