Anda di halaman 1dari 2

Shofiatur Rokhmaniah Smt IV

1. Apakah yang dimaksud INA CBGS?


INA CBGS adalah suatu sistem klasfikasi pasien yang memiliki empat karakteristik
utama yaitu
1. Pengumpulan secara teratur data pasien keluar perawatan (terutama data tentang
karakteristik pasien , pelayanan, serta pemberian layanan) yang digunakan untuk
mengklasifikasi pasien
2. Kelompok pasien (Kode INA CBGS),
3. Secara klonis bermakna dan
4. Secara ekonomi homogen atau mengkonsumsi sumber daya yang relative sama
besar
Keunggulan INA CBGS
Selain memudahkan perencanaan dan pengolakasian anggaran progam JKN,
sistem pembayaran ini juga memudahkan pihak rumah sakit dari segi perencanaan
(planning), pengelolaan (management), pengukuran keluaran (output) dan
pembadingan. Penerapan system INA CBGS juga dapat mendorong pihak rumah
sakit untuk dapat melakukan pelayanan kesehatan secara efektif , efisien, dan
sesuai degan kompetensinya.
2. Alat kesehatan yang tidak termasuk INA CBGS
Berikut ini adalah beragam jenis pemakaian alat kesehatan yang dapat ditagihkan pada
pelayanan BPJS
1. Alat kesehatan yang dapat diklaim kepada BPJS kesehatan adalah alat kesehatan diluar paket
INA CBGS yaitu alat kesehatan yang tidak termasuk dalam paket layanan yang didasarkan
kepada pengelompokan diagnosis penyakit dan digunakan secara tidak permanen diluar tubuh
pasien.
2. Alat kesehatan diluar paket INA CBGS ditagihkan langsung oleh fasilitas kesehatan ke BPJS
kesehatan
3. Alat kesehatan diuar paket INA CBGS adalah pelayanan yang dibatasi yaitu:
a. Pelayanan diberikan atas indikasi medis
b. Adanya plafon maksimal harga alat kesehatan
c. Adanya batasan waktu pengambilan alat kesehatan
4. Tariff alat kesehatan diluar paket INA CBGS meliputi:
Kacamata
1. PBI/Hak rawat kelas 3 sebesar Rp. 150. 000,00
2. Hak rawat kelas 2 sebesar Rp. 200.000,00
3. Hak rawat kelas 1 sebesar Rp. 300.000,00

Shofiatur Rokhmaniah Smt IV

Kacamata diberika paling cepat 2 tahun ekali atau indikasi medis mnimal Sferis 0.5D dan
slilndris 0.25D
Alat Bantu Dengar
Maksimal yang dijamin oleh BPJS sebesar Rp.1.000.000,00 dan diberikan paling cepat 5
tahun sekali atas indikasi medis
Protesa Alat Gerak
Maksimal yang dapat ditagihkan adalah sebesar Rp. 2.500.000,00 yang termasuk dalam
protesa alat gerak adalah kaki palsu, tangan palsu. Protesa gerak diberikan paling cepat 5
tahun sekali atas indikasi medis
Protesa gigi
Maksimal untuk ditagihkankepada BPJS adalah sebesar Rp. 1.000.000,00 dan diberikan
paling cepat 2 tahun skali atas indikasi medis untuk gigi yang sama. Sedangkan untuk full
protesa gigi maksimal Rp. 1.000.000,00 dan masing masing rahang maksimal Rp. 500.000,00
Korset Tulang Belakang
Pemberian korset maksimal Rp. 350.000,00 diberikan paling cepat 2 tahun sekali atas indikasi
medis
Collar Neck
Untuk pemberian Collar Neck pada pasien BPKS maksimal Rp. 350.000,00 diberikan paling
cepat 5 tahun sekali kepada pasien BPJS atas indikasi medis