Anda di halaman 1dari 43

oligohidroamnion

OLIGOHIDROAMNION

Jessica Lepianda
11-2011-192
Koas Obsgyn RSPAD Gatot Soebroto
Periode: 22 oktober 29 desember 2012

oligohidramnion

Page 1

oligohidroamnion
DAFTAR ISI
Daftar Isi
BAB I Kata Pengantar
BAB II - Status Rekam Medik (CMBM) Pasien Obstetri Ginekologi
Identitas Pasien
Data Dasar
Pemeriksaan Fisik
BAB III - Cairan Amnion
Embriologi Cairan Amnion
Cairan Amnion
Absorbsi Cairan
Perubahan Cairan Amnion Selama Kehamilan
Pengukuran Volume Cairan Amnion
BAB IV - Oligohidramnion
Pendahuluan
Definisi
Epidemiologi
Etiologi
Faktor Resiko
Diagnosis
Manifestasi Klinis
Patofisiologi
Penatalaksanaan
Komplikasi
Prognosis
Daftar Pustaka

oligohidramnion

Page 2

oligohidroamnion
BAB I
Kata Pengantar

egala puji dan syukur penyusun panjatkan ke Tuhan Yang Maha Esa, yang
dengan pertolongan-Nya, tugas yang berjudul oligohidramnion ini dapat
selesai disusun. Tugas ini disusun sebagai sarana diskusi dan pembelajaran,
serta diajukan guna memenuhi persyaratan penilaian di Kepaniteraan Klinik

Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot
Soebroto, Jakarta.
Penghargaan dan rasa terima kasih disampaikan kepada Dr. Bayu Agus Widianto,
SpOG yang telah memberikan dorongan, bimbingan dan pengarahan dalam pembuatan
tugas ini. Penyusun juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam menyelesaikan tugas ini.
Penyusun menyadari bahwa dalam tugas ini masih jauh dari sempurna, baik
mengenai isi, susunan bahasa, maupun kadar ilmiahnya. Hal ini disebabkan oleh
keterbatasan pengetahuan dan pengalaman dari penyusun dalam mengerjakan tugas ini.
Oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan tugas ini.
Semoga dapat memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk
pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Jakarta, November 2012

Penyusun

oligohidramnion

Page 3

oligohidroamnion
BAB II
Status Rekam Medik (CMBM) Pasien Obstetri
Ginekologi
IDENTITAS PASIEN
No. CM

3998**

Tanggal masuk

28/10/2012

Jam masuk

10.20

Istri
Nama pasien

Ny. S.M

Tempat/Tanggal lahir

Jakarta, 07/12/2012

Umur

30 tahun

Pendidikan

S1

Pekerjaan

Karyawan swasta

Suku

Jawa

Agama

Islam

Golongan darah

Suami
Nama

Tn. E.S

Umur

34 tahun

Pendidikan

SMA

Pangkat

Kesatuan

Suku

Jawa

Agama

Islam

Golongan darah

Alamat rumah

Bogor

oligohidramnion

Page 4

oligohidroamnion
DATA DASAR
Keluhan Utama
G2P1A0 Hamil 40 minggu 4 hari, belum mulas
Keluhan Tambahan
Keluar flek darah semenjak hari jumat (26/10/2012) pagi, dan rasa ngilu di
bagian sekitar vagina
Riwayat Penyakit Sekaran
Pasien datang ke VK dengan keluhan belum mulas, kehamilan sudah 40
minggu lebih 4 hari. G2P1A0. Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) pasien: 18
januari 20120, Tafsiran Persalinan (TP): 24 oktober 2012. Keluar flek darah
semenjak hari jumat pagi atau 2 hari sebelum pasien datang ke vk dan pasien
mengeluh adanya rasa ngilu di bagian vagina. Gerakan janin aktif, keluhan
mual dan muntah serta pusing disangkal oleh pasien. Dari hasil USG trimester
I pada tanggal 31 maret 2012 (usia kehamilan 11 minggu) maka didapatkan
bahwa saat ini usia kehamilan sesuai, yaitu 41 minggu 4 hari.
Perangai Pasien
Pasien kooperatif

oligohidramnion

Page 5

oligohidroamnion
Pain scale

Riwayat Haid
Menarche

oligohidramnion

12 tahun

Page 6

oligohidroamnion
Lamanya haid

5 7 hari

Siklus

teratur

Banyaknya

3 kali ganti pembalut

Dysmenorrhea

negative

Riwayat KB
Pasien pernah menggunakan KB suntik setelah kelahiran anak pertama,
selama 5 tahun. Terakhir suntik: november 2012.
Riwayat Pernikahan
Sudah 6 tahun menikah (tahun 2006)
Riwayat Obstetri
1.

C, anak perempuan, usia 5 tahun, dilahirkan secara normal, sehat. BBL:

3000 gram
2.

Kehamilan saat ini

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat alergi, diabetes melitus, hipertensi, dan alergi disangkal oleh pasien.
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat alergi, diabetes melitus, hipertensi, dan alergi disangkal oleh pasien.
Catatan Selama Asuhan Antenatal
Pasien rutin periksa kehamilan di RSIA Hermina

oligohidramnion

Page 7

oligohidroamnion

PEMERIKSAAN FISIK
Diperiksa oleh

Pada tanggal:

28/10/2012

Jam

10.30

Jessica Lepianda & Lisan Cendana/dr. Yuwono

Status Generalis
Keadaan umum

Kesadaran

Compos Mentis

Tampak Sakit Ringan

Tinggi badan:

150 cm

Berat badan :

50 kg (sebelum hamil)
56 kg (sekarang)

IMT

BB/(TB)2
50/(1.5)2
50/2.25

oligohidramnion

= 22.2 Gizi baik (normal)


Page 8

oligohidroamnion

Klasifikasi nilai IMT


IMT

Status Gizi

Kategori

< 17.0

Gizi Kurang

Sangat Kurus

17.0 - 18.5

Gizi Kurang

Kurus

18.5 - 25.0

Gizi Baik

Normal

25.0 - 27.0

Gizi Lebih

Gemuk

> 27.0

Gizi Lebih

Sangat Gemuk

sumber : Departemen Kesehatan RI

Tekanan Darah

110/80 mmHg

Frekuensi Nadi

78x/menit, teratur/tidak teratur

Pernafasan

24x/menit. teratur/tidak teratur

Suhu tubuh

36C

Kepala

Normocephali

Mata

Kojungtiva anemis -/-. Sklera ikterik -/-

Leher

Tidak ada pembesaran KGB

Thorax

Paru
Suara nafas vesikuler, wheezing -/-. Rhonki -/-

oligohidramnion

Page 9

oligohidroamnion
Jantung
BJ I/II reguler, murmur -, gallop
Abdomen
Striae gravidarum +, mulas

STATUS OBSTETRI/GINEKOLOGI
Periksa luar

Tinggi Fundus Uteri 33cm


Punggung kiri
DJJ 134 dpm
v/u tenang
TBS : 3155 gram

Inspekulo

Portio licin,
OUE tertutup
Fl (-), Flx (-)

Periksa dalam

VT = portio licin, OUE tertutup, tebal 3cm,


Kepala HI

PELVIMETRI KLINIS (khusus ibu hamil 34-36 minggu atau inpartu)


Promontorium tidak teraba
LI 1/3 1/3
Dinding samping lurus
Sakrum konkaf
DI >9.5
AP >90

oligohidramnion

Page 10

oligohidroamnion
Kesan

Panggul normal sedang

PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSTIK


USG

Janin Presentasi Kepala Tunggal Hidup

BPD

9.3

UC

31.6

AC

33.3

FL

7.34

ILA

TBS

3250 gram

SDAU

2.2

Kesan

aterm, JPKTJ, oligohidramnion

DIAGNOSIS KERJA
IBU
G2P1 hamil 41 minggu, belum inpartu, dengan oligohidramnion
JANIN
Janin Tunggal Hidup Presentasi Kepala

PROGNOSIS
IBU

Bonam

JANIN

Bonam

PENATALAKSANAAN AWAL

oligohidramnion

Page 11

oligohidroamnion
Rencana Diagnostik
Rdx/

- Observasi tanda vital, his, djj/jam


- CTG
- Cekl DPL, UL, GDS, BTCG
- Observasi tanda-tanda kompresi tali pusat

Rencana Terapi
Rdx/

- Terminasi kehamilan ~ FDJP


>6 pervaginam
Kc 1x24 jam mulai tangga 29/10/2012
<6 perabdominam
- Motivasi KB : IUD

Rencana Pendidikan
Menjelaskan saat ini sudah 41 minggu air ketuban sudah berkurang, masih bisa dicoba untuk partus
spontan

oligohidramnion

Page 12

oligohidroamnion

oligohidramnion

Page 13

oligohidroamnion

oligohidramnion

Page 14

oligohidroamnion

oligohidramnion

Page 15

oligohidroamnion

oligohidramnion

Page 16

oligohidroamnion

oligohidramnion

Page 17

oligohidroamnion

BAB III
CAIRAN AMNION
EMBRIOLOGI KAVUM AMNION
Amnion : selaput tipis pada hasil konsepsi yang terbentuk mulai hari ke 8
pasca konsepsi dan membentuk kantung kecil yang menutupi permukaan
dorsal embryonic disc. Secara bertahap menyelubungi embrio yang tumbuh.
Cairan amnion : Cairan ketuban atau cairan amnion adalah cairan yang
memenuhi rahim. Cairan ini ditampung di dalam kantung amnion yang disebut
kantung ketuban atau kantung janin. Cairan ketuban diproduksi oleh buah
kehamilan, yaitu sel-seltrofoblas, kemudian akan bertambah dengan produksi
cairan janin, yaitu air seni janin. Sejak usia kehamilan 12 minggu, janin mulai
minum air ketuban dan mengeluarkannya kembali dalam bentuk air seni. Jadi
ada pola berbentuk lingkaran atau siklus yang berulang.

oligohidramnion

Page 18

oligohidroamnion
Gambar 1. Embriologi cavum amnion diambil dari http://reproduksiumj.blogspot.com/2011/09/gangguanvolume-cairan-amnion.html pada tanggal 2 november 2012

CAIRAN AMNION
Di dalam ruang yang diliputi oleh selaput janin yang terdiri dari lapisan amnion
dan korion, terdapat likuor amnii atau yang sering kita sebut air ketuban.
Volume likuor amnii pada hamil cukup bulan adalah 1000-1500 ml, warnanya
putih, agak keruh, serta mempunyai bau yang khas (agak amis) dan manis.
Cairan ini memiliki berat jenis 1,008 dan terdiri atas 98% air. Sisanya terdiri
atas garam anorganik serta bahan organik dan bila diteliti benar, terdapat
rambut lanugo (=rambut halus yang berasal dari bayi), sel-sel epitel, dan
verniks kaseosa (= lemak yang meliputi kulit bayi). Protein ditemukan ratarata 2.6% g per liter, sebagian besar sebagai albumin. 2
Terdapat lesitin dan sfingomielin sangatlah penting untuk mengetahui apakah
janin

memiliki

paru

paru

yang

sudah

siap

untuk

berfungsi.

Dengan

peningkatan kadar lesitin permukaan alveolus paru-paru diliputi oleh zat yang
dinamakan surfaktan dan merupakan syarat untuk berkembangnya paru-paru
dan untuk bernafas. Untuk menilai hal ini dipakai perbandingan antara lesitin
dan sfingomielin.2
Kadang-kadang pada partus warna air ketuban ini menjadi agak kehijauan
karena

sudah

tercampur

dengan

mekonium

(kotoran

pertama

yang

dikeluarkan bayi dan mengandung empedu). Berat jenis likuor akan menurun
berdasarkan dengan tuanya umur kehamilan.2
Pada usia < 8 minggu, cairan amnion dihasilkan oleh transudasi cairan
melalui amnion dan kulit janin

oligohidramnion

Page 19

oligohidroamnion

Pada usia 8 minggu, janin mulai menghasilkan urine yang masuk


kedalam rongga amnion. Urine janin secara cepat menjadi sumber
utama

produksi

cairan

amnion.

Saat

menjelang

aterm,

janin

menghasilkan 800 1000 ml urine

Paru janin menghasilkan sejumlah cairan 300 ml per hari saat aterm,
namun sebagian besar ditelan sebelum masuk ruang amnion.

Gambar 2. Embriologi cavum amnion diambil dari


http://reproduksiumj.blogspot.com/2011/09/gangguan-volume-cairan-amnion.html pada tanggal 2 november
2012

oligohidramnion

Page 20

oligohidroamnion
ABSORBSI CAIRAN

Pada usia kehamilan < 8 minggu, cairan amnion transudatif direabsorbsi


secara pasif

Pada usia kehamilan 8 minggu, janin mulai melakukanproses menelan.


Proses ini secara cepat akan menjadi mekanisme utama absorbsi cairan
amnion. Menjelang aterm, melalui proses menelan terjadi absorbsi
cairan sebesar 500 100 mL per hari

Absorbsi cairan amnion dalam jumlah sedikit juga terjadi melalui


selaput amnion dan masuk kedalam aliran darah janin. Menjelang aterm
, jalur ini melakukan absorbsi sebesar 250 ml.

Sejumlah kecil cairan amnion melintas membran amnion dan masuk ke


aliran darah ibu sebesar 10 ml per hari pada usia kehamilan menjelang
aterm.

PERUBAHAN VOLUME CAIRAN AMNION SELAMA KEHAMILAN : Pada usia


kehamilan 34 minggu, volume cairan amnion mencapai maksmial ( 750 -800
mL) dan setelah itu akan menurun sehingga pada usia kehamilan 40 minggu,
volume cairan amnion 600 ml. Dan melewati usia 40 minggu, jumlah cairan
amnion akan terus menurun.

oligohidramnion

Page 21

oligohidroamnion

Gambar 3. Embriologi cavum amnion diambil dari


http://reproduksiumj.blogspot.com/2011/09/gangguan-volume-cairan-amnion.html pada tanggal 2 november
2012

oligohidramnion

Page 22

oligohidroamnion

Gambar 4. Rasio lesitin dan sfingomielin diambil dari buku ilmu kebidanan YBP-SP edisi 2002 halaman 74
pada tanggal 2 november 2012

oligohidramnion

Page 23

oligohidroamnion
FUNGSI CAIRAN AMNION
1. Sebagai pelindung bagi janin terhadap trauma darim luar
2. Melindungi talipusat dari tekanan
3. Memungkinkan pergerakan janin secara bebas sehingga mendukung
perkembangan sistem muskuloskeletal janin
4. Berperan dalam perkembangan paru janin
5. Melumasi kulit janin
6. Mencegah korioamnionitis pada ibu dan infeksi janin melalui sifat
bakteriostatik
7. Membantu mengendalikan suhu tubuh janin

PENGUKURAN VOLUME CAIRAN AMNION

Pemeriksaan

dengan

ultrasonografi

adalah

metode

akurat

untuk

memperkirakan volume cairan amnion dibandingkan pengukuran tinggi fundus


uteri .
Penentuan AFI amniotic fluid indexadalah metode semikuantitatif untuk
memperkirakan volume cairan amnion.

oligohidramnion

Page 24

oligohidroamnion

Gambar
cairan amnion diambil dari

oligohidramnion

Page 25

5.

Pengukuran

oligohidroamnion
http://reproduksiumj.blogspot.com/2011/09/gangguan-volume-cairanamnion.html pada tanggal 2 november 2012

Gambar 6. Pengukuran cairan amnion berdasarkan empat kuadran. dikutipdari Gilbert

AFI adalah jumlah dari kantung amnion vertikal maksimum dalam cm pada
masing-masing empat kuadran uterus. AFI normal pada usia kehamilan lebih
dari 20 minggu : 5 20 cm
Mulai dari awal bulan kelima, janin menelan cairan amnionnya sendiri dan
diperkirakan janin meminum cairan amnionnya 400ml/hari yaitu sekitar
separuh dari jumlah totalnya. Urin janin masuk ke dalam cairan amnion setiap
hari pada bulan kelima, tetapi urin ini sebagian besar adalah air, karena
plasenta saat itu berfungsi sebagai tempat pertukaran sisa-sisa metabolisme.
Pada saat lahir, membran amniokorion membentuk gaya hidrostatik yang akan
membantu melebarkan saluran leher rahim.3

oligohidramnion

Page 26

oligohidroamnion

Gambar 7. Janin di dalam rahim. Diambil dari http://posyandu.org/pendidikan/saat-kehamilan.html?start=10


pada tanggal 2 november 2012

BAB IV
OLIGOHIDRAMNION
PENDAHULUAN
Pada keadaan normal, volume cairan amnion meningkat hingga sekitar 1L
atau sedikit lebih pada minggu ke-36, tetapi setelah itu akan berkurang. Pada
postmatur, mungkin akan hanya tersisa 100 hingga 200ml atau kurang.
oligohidramnion

Page 27

oligohidroamnion
Volume cairan ketuban meningkat selama masa kehamilan, dengan volume
sekitar 30 ml pada 10 minggu kehamilan dan puncaknya sekitar 1 L di 34-36
minggu kehamilan.
Sekitar

8%

wanita

hamil

memiliki

cairan

ketuban

terlalu

sedikit.Oligohidramnion dapat terjadi kapan saja selama masa kehamilan,


walau padaumumnya sering terjadi di masa kehamilan trimester terakhir.
Sekitar

12%

wanitayang

masa

kehamilannya

melampaui

batas

waktu

perkiraan lahir (usia kehamilan42 minggu) juga mengalami oligohidramnion,


karena jumlah cairan ketuban yangberkurang hampir setengah dari jumlah
normal pada masa kehamilan 42 minggu.4
Pada beberapa kasus yang jarang, volume cairan amnion mungkin turun jauh
di bawah batas normal dan kadang-kadang berkurang hingga hanya beberapa
ml cairan kental. Berkurangnya volume cairan ini disebut oligohidramnion dan
secara sonografis didefinisikan sebagai indeks cairan amnion (AFI) 5 cm atau
kurang. Penyebab keadaan ini belum diketahui secara pasti. Akan tetapi
secara umum, oligohidramnion yang terjadi pada awal kehamilan jarang
dijumpai dan sering memiliki prognosis buruk. Sebaliknya, berkurangnya
volume cairan mungkin akan cukup sering ditemukan pada kehamilan yang
berlanjut melewati aterm. Resiko penekanan tali pusat, dan distres janin
meningkat akibat berkurangnya cairan amnion pada semua persalinan,
apalagi pada kehamilan postmatur. 1

DEFINISI
Oligohidramnion adalah suatu keadaan abnormal dimana volume cairan
amnion kurang dari normal. Volume ketuban normal seharusnya mencapai
oligohidramnion

Page 28

oligohidroamnion
300-500ml, tetapi pada kasus oligohidramnion volume air ketuban kurang dari
normal. (Linda K.Brown dan V. Ruth Bennett)
Oligohidramnion adalah suatu keadaan dimana air ketuban kurang dari
normal, yaitu kurang dari 500 cc atau setengah liter. (Rustam Mochtar)
Pada suatu keadaan tertentu banyaknya air ketuban berkurang dari normal.
Bila sampai kurang dari 500 cc maka akan disebut sebagai oligohidramnion.
Biasanya cairannya kental, keruh, berwarna kuning kehijau-hijauan. 2
Oligohidramnion merujuk pada jumlah cairan amnion yang lebih sedikit
(kurang dari 400ml).3
Oligohidramnion adalah kondisi di mana cairan ketuban terlalu sedikit, yang
didefinisikan sebagai indeks cairan amnion (AFI) di bawah persentil 5. Volume
cairan ketuban meningkat selama masa kehamilan, dengan volume sekitar 30
ml pada 10 minggu kehamilan dan puncaknya sekitar 1 L di 34-36 minggu
kehamilan.5
EPIDEMIOLOGI
Sekitar 8% wanita hamil memiliki cairan ketuban yang terlalu sedikit.
Oligohidramnion dapat terjadi kapan saja selama kehamilan,

tetapi pada

umumnya sering terjadi pada trimester akhir masa kehamilan. Sekitar 12%
wanita yang masa kehamilannya melampaui batas waktu perkiraan lahir (usia
kehamilan 42 minggu) mengalami oligohidramnion karena jumlah cairan
ketuban yang berkurang hampir setengah dari jumlah normal pada masa
kehamilan. Di Amerika Serikat, oligohidroamnion merupakan komplikasi pada
0.5 5.5% kehamilan. Severe oligohidramnion terjadi pada 0.7% kehamilan. 4

oligohidramnion

Page 29

oligohidroamnion
ETIOLOGI
Penyebab pasti oligohidroamnion belum diketahui sepenuhnya. Mayoritas
wanita hamil yang mengalami oligohidramnion tidak diketahui pasti apa
penyebabnya. Penyebab oligohidramnion yang telah diketahui adalah cacat
bawaan

janin

mengelilingi

dan

janin

bocornya kantung/ membran


dalam

rahim.

Sekitar

7%

cairan
bayi

ketuban

yang

yang

mengalami

oligohidramnion mengalami cacat bawaan, seperti gangguan ginjal dan


saluran kemih karena jumlah urin yang diproduksi janin berkurang.
Masalah lain yang juga berhubungan dengan oligohidramnion adalah tekanan
darah tinggi, diabetes, SLE, dan masalah karena pengobatan yang dilakukan
untuk

menangani

tekanandarah

tinggi,

yang

dikenal

dengan

nama

angiotensin-converting enxyme inhibitor (contohnya captopril), dapat merusak


ginjal janin dan menyebabkan oligohidramnion parah dan dapat menyebabkan
kematian janin. Wanita yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi yang
kronis seharusnya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli kesehatan
sebelum

merencanakan

kehamilan

untuk

memastikan

bahwa

tekanan

darahnya dapat tetap terawasi baik dan pengobatan yang mereka gunakan
aman diminum selama masa kehamilan.

ABSORBSI KURANG atau KEHILANGAN CAIRAN MENINGKAT


Ketuban Pecah Dini (50% kasus oligohidramnion)
PENURUNAN PRODUKSI AMNION
Kelainan kongenital ginjal (agenesis ginjal, displasia ginjal) dan
paparan terhadap ACE inhibitor yang akan menurunkan output
ginal janin
Obstruksi orifisium urethra eksterna janin
oligohidramnion

Page 30

oligohidroamnion
Insufisiensi

uteroplasenta

(solusio

plasenta,

preeklampsia,

sindroma postmaturitas) menurunkan perfusi ginjal dan produksi


uribne
Infeksi kongenital Defek jantung janin NTDs, sindroma twin to
twin tranfusion, efek obat NSAID.

FAKTOR RESIKO OLIGOHIDRAMNION


Wanita dengan kondisi-kondisi di bawah ini memiliki insiden oligohidramnion
yang tinggi:
1.

Anomali kongenital ( misalnya : agenosis ginjal, sindrom potter ).

2.

Retardasi pertumbuhan intra uterin.

3.

Ketuban pecah dini ( 24-26 minggu ).

DIAGNOSIS

Kecurigaan terjadinya oligohidramnion adalah bila tinggi fundus uteri


lebih rendah dari

yang diharapkan

Pemeriksaan Ultrasonografi ditemukan:


- Jumlah cairan amnion < 300 ml
- Ukuran kantung amnion vertikal 2 cm tidak ada
- AFI < 95 persentile untuk usia kehamilan tertentu
- Pada kehamilan aterm AFI < 5 cm

MANIFESTASI KLINIS

oligohidramnion

Page 31

oligohidroamnion
1.

Uterus tampak lebih kecil dari usia kehamilan dan tidak ada ballotemen

2.

Ibu merasa nyeri di perut pada setiap gerakan janin

3.

Sering berakhir dengan partus prematur

4.

Bunyi jantung janin sudah terdengar mulai bulan kelima dan terdengar

lebih jelas
5.

Persalinan lebih lama daripada biasanya

6.

Pada saat his akan terasa sakit sekali

7.

Bila ketuban pecah, air ketuban yang keluar sedikit sekali bahkan tidak

ada yang keluar

oligohidramnion

Page 32

oligohidroamnion

PATOFISOLOGI

Gambar 8. Patofisiologi terjadinya oligohidramnion diambil dari http://tutorialkuliah.files.wordpress.com/2009/01/aef.jpg?


w=450&h=443 pada tanggal 2 november 2012

Fisiologi normal
AFV (Amniotic Fluid Volume)

meningkat secara bertahap pada kehamilan

dengan volume sekitar 30ml pada kehamilan 10 minggu dan mencapai


puncaknya sekitar 1L pada kehamilan 34-36 minggu. AFV menurun pada akhir
trimester pertama dengan volume sekitar 800ml pada minggu ke-40.
Berkurang lagi menjadi 350 ml pada kehamilan 42 minggu dan 250 ml pada
oligohidramnion

Page 33

oligohidroamnion
kehamilan 43 minggu. Tingkat penurunan sekitar 150 ml/minggu pada
kehamilan 38-43 minggu.
Mekanisme perubahan tingkat produksi AFV belum diketahui dengan pasti
meskipun diketahui berhubungan dengan aliran keluar-masuk cairan amnion
pada proses aktif. Cairan amnion mengalami sirkulasi dengan tingkat
pertukaran sekitar 3600ml/jam.
3 faktor utama yang mempengaruhi AFV:
1.

Pengaturan fisiologis aliran oleh fetus

2.

Pergerakan air dan larutan di dalam dan yang melintasi membran

3.

Pengaruh maternal pada pergerakan cairan transplasenta

Patofisiologi
Secara umum, oligohidramnion berhubungan dengan:
-

Ruptur membran amnion / Rupture of Amniotic Membranes (ROM)

Gangguan congenital dari jaringan fungsional ginjal atau yang disebut

obstructive uropathy
Keadaan keadaan yang mencegah pembentukan urin atau
masuknya urin ke kantong amnion
Fetal urinary tract malformations, seperti renal agenesis, cystic
dysplasia dan atresia uretra
-

Reduksi

kronis

dari

produksi

urin

penurunan perfusi ginjal

oligohidramnion

Page 34

fetus

sehingga

menyebabkan

oligohidroamnion
Sebagai

konsekuensi

dari

hipoksemia

yang

menginduksi

redistribusi cardiac output fetal


Pada growth-restricted fetuse, hipoksia kronis menyebabkan

kebocoran aliran darah dari ginjal ke organ-organ vital lainnya.


Anuria dan oliguria
Post-term gestation
Unknown
Penurunan efisiensi fungsi plasenta, namun belum diketahui secara

pasti
Penurunan aliran darah dari ginjal fetus dan penurunan produksi urin
fetus

PENATALAKSANAAN
Supaya volume cairan ketuban kembali normal, pada umumnya akan
dianjurkan ibu hamil untuk menjalani pola hidup sehat, terutama makan
makanan dengan asupan gizi berimbang. Pendapat bahwa satu-satunya cara
untuk memperbanyak cairan ketuban adalah dengan memperbanyak porsi
dan frekuensi minum adalah salah. Dan tidak benar bahwa kurangnya air
ketuban membuat janin tidak bisa lahir normal sehingga harus dioperasi atau
perabdominam. Bagaimanapun juga, melahirkan perabdominam merupakan
pilihan terakhir pada kasus oligohidramnion.
Ibu hamil juga direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan USG setiap
minggu bahkan lebih sering untuk mengamati apakah jumlah cairan ketuban
terus berkurang atau tidak. Jika indikasi berkurangnya cairan ketuban tersebut
terus menerus berlangsung, disarankan supaya persalinan dilakukan lebih
awal dengan bantuan induksi untuk mencegah komplikasi selama persalinan
dan kelahiran.

oligohidramnion

Page 35

oligohidroamnion
Jika wanita mengalami oligohidramnion di saat-saat mendekati persalinan,
dapat dilakukan tindakan memasukan laruran salin kedalam rahim. Cara ini
dipercaya mampu mengurangi komplikasi selama persalinan dan kelahiran,
juga untuk menghindari persalinan perabdominam

KOMPLIKASI
Mekanisme atau patofisiologi terjadinya oligohidramnion dapat dikaitkan
dengan adanya sindroma potter, dimana keadaan tersebut merupakan suatu
keadaan kompleks yang berhubungan dengan gagal ginjal bawaan dan
berhubungan

dengan

oligohidramnion

(cairan

ketuban

yang

sedikit).

Oligohidroamnion menyebabkan bayi tidak memiliki bantalan terhadap dinding


rahim. Tekanan dari dinding rahim menyebabkan gambaran wajah yang khas
(wajah Potter). Selain itu karena ruang di dalam rahim sempit, maka anggota
gerak tubuh akan menjadi abnormal atau mengalami kontraktur dan terpaku
pada posisi abnormal. Oligohidroamnion juga menyebabkan terhentinya
perkembangan paru-paru (paru-paru hipoplastik) sehingga pada saat lahir
paru-paru tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pada sindroma potter,
kelainan yang utama adalah gagal ginjal bawaan baik karena kegagalan
pembentukan ginjal atau yang disebut agenesis ginjal bilateral ataupun karena
penyakit ginjal lainnya yang akan menyebabkan ginjal gagal berfungsi. Dalam
keadaan normal, ginjal membentuk cairan ketuban sebagai urin dan tidak

oligohidramnion

Page 36

oligohidroamnion
adanya cairan ketuban menyebabkan gambaran yang khas dari sindroma
potter.
Gejala sindrom Potter berupa:
1.

Wajah Potter (kedua mata terpisah jauh, terdapat lipatan epikantus,

pangkalhidung yang

lebar, telinga yang rendah dan dagu yang tertarik ke

belakang).
2.

Urine tidak terproduksi

3.

Gawat pernafasan

Pulmonary hypoplasia
Oligohydrominios
Twisted skin (wrinkly skin)
Twisted face (Potter facies)
Extremities defects
Renal agenesis (bilateral)

oligohidramnion

Page 37

oligohidroamnion

Gambar 9. Sindroma potter diambil dari

http://doctorsgates.blogspot.com/2010/10/mnemonic-for-features-

of-potter.html pada tanggal 2 november 2012

oligohidramnion

Page 38

oligohidroamnion

Gambar 10. Potter syndrome diambil dari http://razi.ams.ac.ir/AIM/0473/006.htm pada tanggal 2 november
2012

Hipoplasia paru
Hipoplasia paru dilaporkan berkaitan dengan oligohidramnion awitan dini dan
terjadi pada sekitar 15% janin dengan oligohidramnion yang teridentifikasi
selama dua trimester pertama. Pada kehamilan ini, terdapat beberapa
kemungkinan yang dapat menyebabkan hipoplasia paru. Pertama, penekanan
pada toraks dan pengembangan paru
Kedua, tidak adanya gerakan bernafas janin akan mengurangi aliran masuk
cairan ke paru.
Ketiga

dan

yang

paling

diterima

mengusulkan

bahwa

pada

keadaan

oligohidramnion terjadi kegagalan menahan cairan amnion atau peningkatan


aliran keluar disertai dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan

oligohidramnion

Page 39

oligohidroamnion
paru. Oleh karena itu, jumlah cairan amnion yang dihirup oleh janin normal
berperan penting dalam pertumbuhan paru. 1

PROGNOSIS
Prognosis oligohidramnion tidak begitu baik terutama bagi janin. Hanya
separuh janin yang dapat bertahan hidup. Sering terjadi persalinan prematur
dan

kematian

perlekatan

neonatus.

antara

Oligohidramnion

amnion

dan

bagian

dilaporkan
bagian

janin

berkaitan

dengan

sehingga

dapat

menyebabkan cacat serius termasuk amputasi. Selain itu dengan tidak adanya
cairan

amnion,

janin

akan

mengalami

tekanan

dari

semua

sis

dan

menunjukkan penampilan yang aneh disertai cacat muskuloskeletal seperti


pada jari tubuh.1,2

oligohidramnion

Page 40

oligohidroamnion

DAFTAR PUSTAKA

1.
Leveno J, Kenneth et all. Oligohidramnion; dalam buku Panduan Ringkas
Obstetri
Williams. Edisi ke-21. Jakarta: EGC; 2009. 120-123
2.
Wiknjosastro, Hanifa. Penyakit serta kelainan plasenta dan selaput janin;
dalam buku: Ilmu Kebidanan. Edisi ketiga. Jakarta: YBP-SP; 2002.339-361
3
Sadler, TW. Selaput Janin dan Plasenta; dalam buku: Embriologi
Kedokteran LANGMAN.
Edisi ke-7. Jakarta: EGC; 2000. 101-121.
4.
Rustam, mochtar.1998. Sinopsis Obstetri; obstetri fisiologi,
obstetri patologi edisi ke 2.
Jakarta:EGC
5.
Chamberlain G, editor. Obstetrics by ten teacher. 16 Th ed. New
York:Oxford University
Press;1995.Gilbert WM. Amniotic fluid
dynamics.NeoReviews 2006;7;e292-e299
6.
Wiknjosastro, Hanifa. Plasenta dan Likuor Amnii; dalam buku: Ilmu
Kebidanan. Edisi
ketiga. Jakarta: YBP-SP; 2002. 66-76
7.

http://kamuskesehatan.com/arti/oligohidramnion/

8.
http://reproduksiumj.blogspot.com/2011/09/gangguan-volume-cairanamnion.html
9.

http://razi.ams.ac.ir/AIM/0473/006.htm

10.
http://doctorsgates.blogspot.com/2010/10/mnemonic-for-features-ofpotter.htm

oligohidramnion

Page 41

oligohidroamnion

Thank You

oligohidramnion

Page 42