Anda di halaman 1dari 8

Sistem Saluran Pernapasan dalam

Kehidupan Manusia
Zeni Ansona
10.2012.192
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 11510
Zeni.ansona@civitas.ukrida.ac.id
Abstrak: Paru-paru merupakan salah satu organ yang termasuk didalam sistem pernapasan
manusia dan merupakan tempat pertukaran gas O2 dengan gas CO2. Paru-paru terbagi menjadi
dua yaitu paru-paru (pulmo) kanan dan kiri dan berada didalam rongga toraks. Pada setiap
paru-paru ini terdapat lobus. Paru kanan memiliki 3 buah lobus dan pulmo kiri memiliki 2
buah lobus. Didalam lobus inilah gas O2 dengan CO2 ditukar. Pertukaran kedua gas tersebut
terjadi akibat adanya mekanisme inspirasi atau menarik napas dimana O 2 masuk kedalam
paru-paru dan mekanisme ekspirasi atau menghela napas dimana CO2 dikeluarkan dari paruparu. Banyaknya jumlah udara yang dapat masuk dan dikeluarkan dari paru-paru ditentukan
dari volume dan kapasitas paru. Volume dan kapasitas ini dapat dihitung dengan alat
spirometri. Volume dari paru setiap orang berbeda-beda satu dengan yang lain. Volume pria
dengan wanita berbeda. Selain dilihat dari jenis kelamin, faktor-faktor seperti usia, tinggi
badan dan berat badan juga dapat mempengaruhi volume pernapasan seseorang.
Kata kunci: Paru-paru, inspirasi, ekspirasi, spirometri
Abstract: Lung is one organ that was included in the human respiratory system and is where
gas exchanges O2 with CO2 gas. The lungs are divided into two, namely the lungs
(pulmonary) and left and right are in the thoracic cavity. At each lung lobe was found. The
right lung has three lobes and fruit have 2 pieces left pulmonary lobes. In the lobe O 2 with
CO2 gas is exchanged. Exchange of gases are the result of inspiration or breathing mechanism
whereby O2 into the lungs and expiratory mechanism or where the CO 2 is exhaled from the
lungs removed. A large amount of air that can enter and expelled from the lungs is determined
from the volume and lung capacity. Volume and capacity can be calculated with a spirometry.
Volume of the lungs every person is different from one another. The volume of men and
women is different. In addition to views of gender, factors such as age, height and weight can
also affect a person's respiratory volume.
Key words: Lungs, inspiration, ekspiration, spirometry

Pendahuluan
Sistem respirasi manusia terbagi atas dua bagian yakni bagian konduksi dan bagian
respirasi. Bagian konduksi merupakan sistem yang menghantarkan O2 dari udara luar menuju
paru-paru. Bagian respirasi merupakan sistem dari pertukaran gas O 2 dengan CO2. Organ yang
termasuk kedalam bagian konduksi adalah hidung, faring, laring, trakea, bronkus principalis
sampai dengan bronkiolus terminalis. Bronkiolus respiratorius sampai dengan alveolus
merupakan bagian respirasi. Dapat dikatakan paru-paru termasuk kedalam bagian respirasi.
Paru-paru terbagi menjadi dua yaitu paru-paru (pulmo) kanan dan kiri dan berada didalam
rongga toraks. Pada setiap paru-paru ini terdapat lobus. Paru kanan memiliki 3 buah lobus
dan pulmo kiri memiliki 2 buah lobus. Didalam lobus inilah gas O 2 dengan CO2 ditukar.
Pertukaran kedua gas tersebut terjadi akibat adanya mekanisme inspirasi atau menarik napas
dimana O2 masuk kedalam paru-paru dan mekanisme ekspirasi atau menghela napas dimana
CO2 dikeluarkan dari paru-paru. Banyaknya jumlah udara yang dapat masuk dan dikeluarkan
dari paru-paru merupakan volume dan kapasitas paru. Volume dan kapasitas ini dapat
dihitung dengan alat spirometri. Volume dari paru setiap orang berbeda-beda satu dengan
yang lain. Volume pria dengan wanita berbeda. Selain dilihat dari jenis kelamin, faktor-faktor
seperti usia, tinggi badan dan berat badan juga dapat mempengaruhi volume pernapasan
seseorang.
Pulmo (Paru-paru)
Makroskopis
Selama hidup pulmo kiri dan kanan lunak, berbentuk seperti spons dan sangat elastis.
Jika rongga thorax dibuka volume pulmo segera mengecil sampai sepertiga atau kurang.
Pada anak-anak, paru berwarna merah muda, tetapi dengan bertambahnya usia pulmo
menjadi gelap dan berbintik-bintik akibat inhalasi partikel-partikel debu yang terperangkap
dalam fagosit pulmo. Pulmo terletak sedemikian rupa sehingga masing-masing paru terletak
di samping kanan dan kiri mediastinum. Masing-masing paru berbentuk kerucut dan
diliputi oleh pleura visceralis, dan terdapat bebas di dalam cavitas pleuralis masing-masing,
hanya dilekatkan pada mediastinum oleh radix pulmonis. Masing-masing paru mempunyai
apex pulmonis yang tumpul, yang menonjol ke atas ke dalam leher sekitar 1 inci di atas
clavicula. Pada basis pulmonis yang konkaf terdapat diafragma. Facies costalis yang konveks
disebabkan

oleh dinding thorax yang konkaf dan facies mediastinalis yang konkaf

merupakan cetakan pericardium.

Pulmo dexter sedikit lebih besar dari pulmo sinister dan dibagi oleh fissura obliqua
dan fissura horizontalis. Pulmonis dextra dibagi menjadi tiga lobus, yakni lobus superior,
lobusmedius, dan lobus inferior. Fissura obliqua berjalan dari pinggir inferior ke atas dan ke
belakang menyilang permukaan medial dan costalis sampai memotong pinggir posterior
sekitar 2,5 inci di bawah apex pulmonis. Fissura horizontalis berjalan horizontal menyilang
permukaan costalis setinggi cartilago costalis IV dan bertemu dengan fisura obliqua pada
linea axillaris media. Lobus medius merupakan lobus kecil berbentuk segitiga yang dibatasi
oleh fissura horizontalis dan fissura obliqua. Pulmo sinistra dibagi oleh fissura obliqua
dengan cara yang sama menjadi dua lobus, lobus superior dan lobus inferior. Pada pulmo
sinister tidak terdapat fissura horizontalis.

Gambar 1. Pulmo Sinister dan Dexter


Mikroskopis
Secara mikroskopis pulmo terdiri atas kumpulan alveolus dan bronkiolus. Bronkiolus
mempunyai ciri tidak mengandung

tulang rawan, kelenjar, dan kelenjar limfe. Hanya

terdapat lapisan adventisia tipis yang terdiri dari jaringan ikat. Bronkiolus besar dilapisi oleh
epitel bertingkat torak bersilia dengan sedikit sel goblet, pada brosnkiolus kecil sel goblet
hilang dan sel bersilia merupakan sel kubis. Di antara sel-sel kubis tersebar sel clara yang
berperan dalm pembentukan sekret bronkiolar. Bronkiolus respiratorius merupakan tempat
dimulainya pertukaran gas pada bronkus. Dindingnya dilapisi oleh epitel selapis gepeng dan
pada dindingnya diselingi alveolus.
Alveolus berbentuk polihedral atau heksagonal dengan letak yang saling berhimpitan
sehingga tidak semua alveolus memiliki dindingnya sendiri. Dinding alveolus merupakan
lapisan epitel selapis gepeng yang sangat tipis. Beberapa alveolus terkadang berkumpul
membentuk sakus alveolaris, celah menuju sakus ini disebut duktus alveolaris dengan dinding
yang tebal. Pada dinding alveolus terdapat stigma alveolaris, stigma ini berupa lubang yang
berfungsi untuk menghubungkan alveolus yang satu dengan yang lain.
3

Struktur Paru-Paru
Paru-paru merupakan organ elastis, berbentuk kerucut dan berada dalam rongga
thorak. Paru terdiri atas paru kiri dan paru kanan. Setiap paru memiliki, (1) apeks, (2)
permukaan costo-vertebral, (3) permukaan mediastinal dan (4) basis. Apeks merupakan
daerah yang mencapai sterna kosta ke-1, permukaan costo-vertebral adalah permukaan yang
menempel pada dinding dada, permukaan mediastinal yang menempel pada perkardium dan
jantung dan memisahkan paru kanan dengan kiri, dan basis terletak diatas diafragma.
Paru-paru dilapisi oleh suatu membran serosa yang disebut pleura.Pleura melapisi
paru-paru dalam dua lapisan yaitu lapisan viseral dan lapisan parietal. Pleura viseral
merupakan lapisan yang menempel erat pada permukaan paru dan masuk kedalam fissura
menyebabkan terpisahnya lobus satu dengan lainnya yang kemudian pleura viseral ini
kemudian melipat kembali di daerah tampuk dan membentuk pleura parietal yang melapisi
permukaan dalam dinding dada. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh kavum pleura yang
merupakan rongga diantara kedua lapisan ini. Rongga atau ruangan ini hanyalah ruang yang
tidak nyata dan diantara kedua pleura ini terdapat eksudat yang berfungsi sebagai pelumas
sehingga tidak terjadi gesekan antara paru-paru dengan dinding dada. Kedua lapisan ini juga
bersatu di hilus paru. Dimana hilus paru merupakan tempat masuknya alat-alat seperti
bronkus, arteri pulmonalis, vena pulmonalis, pembuluh limfe dan saraf. Selain kedua pleura
tersebut juga terdapat pleura kostalis yang melapisi iga-iga dan pleura diafragmatica yang
menutupi diafragma dan pleura servikalis yang terletak di bagian leher. Pleura tersusun atas
jaringan ikat fibrosa dengan serat elastin dan serat kolagen juga terdapat sel fibroblas. Paru
kiri terbagi menjadi dua buah lobus, yaitu lobus superior dan lobus inferior yang dipisahkan
oleh fissura oblique. Sementara paru kanan terbagi atas tiga lobus yaitu lobus superior, lobus
medius dan lobus inferior dimana antara lobus superior dengan lobus medius dipisahkan oleh
fissura horizontalis dan antara superior dan medius dengan inferior dipisahkan oleh fissura
oblique. Didalam setiap lobus ini terdapat cabang atau saluran udara yang bercabang dari
trakea yaitu bronkus. Terdapat beberapa bronkus, yang pertama yang merupakan percabangan
pertama dari trakea adalah bronkus principalis, yang kemudian masuk kedalam tiap lobus
paru menjadi bronkus lobaris. Pada paru kanan terdapat tiga bronkus lobaris, sedang di kiri
terdapat dua bronkus lobaris. Bronkus lobaris ini dipercabangkan lagi menjadi bronkus
segmentorum. Paru kanan memiliki 10 bronkus segmentorum dan pada paru kiri terdapat 8
bronkus segmentorum. Bronkus segmentorum kemudian bercabang menjadi bronkiolus
terminalis dan respiratorius.
4

Dari bronkus respiratorius ini berlanjut dengan duktus alveolaris kemudian sakus
alveolaris dan alveolus-alveolus. Alveolus pada tiap paru berjumlah sekitar 300-500 juta.
Pertukaran antara gas O2 dengan gas CO2 terjadi di alveolus. Alveolus merupakan kantung
kecil yang disusun oleh sel epitel selapis gepeng. Pada daerah sekitar alveolus terdapat serat
elastin yang memungkinkan alveolus untuk mengembang saat proses inspirasi dan menciut
disaat ekspirasi. Tetapi bila alveolus meregang berlebihan dapat menyebabkan pecahnya
alveolus, karena terdapat serat kolagen yang berfungsi sebagai pencegah regangan yang
berlebihan. Pada dinding alveolus terdapat sebuah lubang kecil berbentuk lonjong dengan
diameter 10-15 mikrometer yang disebut stigma alveolus. Stigma alveolus berfungsi sebagai
penghubung antara alveolus yang satu dengan yang lain. Pada dinding alveolus terdapat
beberapa sel yang dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop electron, antara lain sel
alveolar tipe 1, sel alveolar tipe 2, sel alveolar fagosit dan sel endotel kapiler.

Gambar1. Struktur Paru-Paru.


Mekanisme Kerja Paru-Paru
Tujuan utama bernapas adalah mendatangkan O2 ke darah di paru-paru dan membuang
CO2. O2 akan berdifusi dari alveoli kedalam darah sedang CO 2 akan berdifusi dari darah ke
alveoli. Ini merupakan suatu sistem dalam bernapas atau respirasi. Peristiwa menghirup udara
segar yang kaya akan oksigen merupakan proses inspirasi, sedangkan mengeluarkan udara
yang mengandung karbondioksida merupakan proses ekspirasi. Respirasi terjadi karena
terdapatnya perbedaan tekanan antara rongga pleura dengan paru. Proses pergerakan gas
kedalam dan keluar paru dipengaruhi oleh tekanan dan volume. Tekanan yang dimaksudkan
adalah tekanan intrapleura, tekanan luar (atmosfer), dan tekanan intra alveoli. Untuk volume
dipengaruhi oleh volume dari volume rongga thorak. Tekanan dan volume ini berubah
sepanjang aktivitas dari otot respirasi. Perubahan tekanan bergantung daripada perubahan
volume yang terjadi.

Selama inspirasi berlangsung otot disekitar daerah iga berkontraksi yaitu otot
intercostals eksterna. Kontraksi dari otot ini menyebabkan naiknya iga/costa keatas dan kea
rah depan. Pada saat yang bersamaan, diafrgama yang berbentuk menyerupai kubah
berkontraksi hingga bentuknya menjadi mendatar. Kontraksi dari kedua otot ini
meningkatakan volume dari rongga thorak. Dengan pertambahan volume, paru yang elastic
menjadi ikut teregang yang juga sekaligus mengakibatkan pertambahan volume saluran udara
dan volume alveoli. Pertambahan volume ini diikuti dengan penurunan tekanan intra alveoli
dan tekanan intrapleura sehingga kedua tekanan ini menjadi lebih rendah dari tekanan udara
luar dan udara yang bergerak dari tekanan yang lebih tinggi menuju tekanan yang lebih
rendah bebas masuk menuju alveoli didalam paru-paru. Setelah terjadi pertukaran gas maka
selanjutnya akan terjadi proses ekspirasi. Pada waktu respirasi otot intercosta eksternal dan
diafragma berelakasasi. Relaksasi dari keduanya menurunkan volume rongga thorak dan juga
sekaligus menurunkan volume paru-paru. Penurunan ini berdampak pada peningkatan
tekanan intrapleura dan tekanan intra alveoli menyebabkan tekanan luar menjadi lebih kecil
sehingga udara mengalir keluar dari alveoli dan paru.
Setelah udara masuk kedalam paru maka akan terjadi pertukaran gas. Di alveoli akan
terjadi proses difusi gas oksigen dan difusi dari karbondioksida. Kedua gas ini berdifusi dari
area bertekanan tinggi ke area dengan tekanan tinggi.

Gambar2. Proses Inspirasi dan Ekspirasi.


Pengendalian Respirasi
Kontrol saraf atas respirasi melibatkan tiga komponen berbeda: (1) faktor yang
menghasilkan irama inspirasi/ekspirasi; (2) faktor yang mengatur besar ventilasi (kecepatan
dan kedalaman bernapas) untuk memenuhi kebutuhan tubuh, dan (3) faktor yang
memodifikasi aktivitas pernapasan untuk tujuan lain. Pusat kontrol pernapasan yang terdapat
6

di batang otak menghasilkan pola bernapas yang berirama. Pusat kontrol pernapasan primer
(pusat respirasi medulla oblongata) terdiri dari beberapa

agregat badan saraf di dalam

medula yang menghasilkan sinyal ke otot-otot pernapasan. Selain itu, terdapat dua pusat
pernapasan lain yang terletak lebih tinggi di batang otak di pons, yakni pusat pneumotaksik
dan pusat apneustik. Kedua pusat di pons ini mempengaruhi sinyal keluar dari pusat
pernapasan di medula.
Individu menghirup dan menghembuskan napas secara ritmis karena kontrasi dan
relaksasi bergantian otot-otot inspirasi, yaitu dfiafragma dan otot intrerkostal eksternal yang
masing-masing dipersarafi oleh n. Phrenicus dan n. Intercostal. Badan-badan sel dari seratserat saraf yang membentuk saraf ini terletak di medula spinalis. Impuls yang berasal dari
pusat di medula berakhir di badan-badan sel neuron motorik ini. Ketika neuron motorik
diaktifkan maka neuron tersebut akan merangsang otot-otot pernapasan sehingga terjadi
inspirasi. Ketika neuron-neuron ini tidak menghasilkan impuls maka otot inspirasi melemas
dan terjadi ekspirasi.
Pusat pernapasan medulla oblongata terdiri dari dua kelompok neuron yang dikenal
sebagai kelompok respiratorik dorsal dan kelompok respiratorik ventral. Kelompok
respiratorik dorsal terdiri dari neuron inspiratorik yang serat-serat desendensnya berakhir di
neuron motorik yang menyarafi otot inspirasi. Ekspirasi diakhiri karena neuron-neuron
inspiratorik kembali mencapai ambang dan melepaskan muatan. Kelompok respiratorik
dorsal memiliki hubungan penting dengan kelompok respiratorik ventral. Kelompok
respiratorik ventral terdiri dari neuron inspiratorik dan neuron ekspiratorik, keduanya tetap
inaktif selama bernapas normal tenang. Bagian ini diaktifkan oleh kelompok respieatorik
dorsal sebagai mekanisme penguat selama periode-periode saat kebutuhan ventilasi
meningkat. Selama bernapas tenang tidak ada impuls yang dihasilkan di jalur desendens oleh
neuron ekspiratorik. Hanya ketika ekspirasi aktif barulah neuron ekspiratorik merangsang
neuron motorik yang menyarafi otot-otot ekspirasi.
Kelompok respirasi dorsal umumnya dianggap menghasilkan irama dasar ventilasi.
Namun, pembentukan irama pernapasan secara luas terletak di kompleks pra Botzinger, suatu
regio yang terletak dekat ujung atas pusat respiratorik medulla oblongata. Suatu anyaman
neuron di regio ini memperlihatkan aktivitas pemacu, mengalami potensial aksi spontan
serupa dengan yang terjadi di jantung. Pusat pernapasan di pons melakukan penyesuaian
halus terhadap pusat pernapasan di medulla oblongata untuk membantu menghasilkan
inspirasi dan ekspirasi yang lancar dan mulus. Pusat pneumotaksik mengirim impuls ke
kelompok respiratorik dorsal yang membantu menghambat neuron-neuron inspiratorik
7

sehingga durasi inspirasi dibatasi. Sebaliknya, pusat apneustik mencegah penghambatan


neuron-neuron inspiratorik sehingga dorongan inspirasi meningkat. Dengan sistem ini, pusat
pneumotaksik mendominasi pusat apneustik, membantu menghentikan inspirasi dan
membiarkan ekspirasi terjadi secara normal.Tanpa pusat pneumotaksik, pola bernapas akan
berupa tarikan napas panjang yang terputus mendadak dan singkat oleh ekspirasi.