Anda di halaman 1dari 8

25.mekanisme splenomegaly ?

1. Infeksi
Pada kasus infeksi bakterial yang bersifat akut, ukuran limpa sedikit membesar.
Pembesaran terjadi akibat peradangan yang menyebabkan peningkatan infiltrasi
sel-sel fagosit dan sel-sel neutrofil. Jaringan atau sel-sel yang mati akan dicerna
oleh enzim, sehingga konsistensi menjadi lembek, apabila disayat mengeluarkan
cairan berwarna merah, bidang sayatan menunjukkan warna merah merata.
Permukaan limpa masih lembut dan terlihat keriput. Peradangan dapat meluas
sampai dengan kapsula limpa yang disebut sebagai perisplenitis dengan atau tanpa
disertai abses.
Pada infeksi kronis non-pyogenik, pembesaran yang terjadi melebihi ukuran limpa
pada infeksi akut. Konsistensi mengeras, bidang sayatan memperlihatkan
adanya lymphoid aggregates, pulpa merah banyak mengandung sel-sel fagosit
yang didominasi oleh sel plasma.
2. Gangguan Sirkulasi
Gangguan sirkulasi dapat menyebabkan kongesti buluh darah pada limpa. Keadaan
kongesti limpa ini dapat disebabkan oleh 2 kondisi utama, yaitu gagal jantung
kongestif (CHF/Congestive Heart Failure) dan sirosis hati (Hepatic Cirrhosis). Kondisi
gagal jantung (dilatasi) menyebabkan kongesti umum/sistemik buluh darah balik,
terutama vena porta hepatika dan vena splenik. Keadaan ini mengakibatkan
tekanan hidrostatik vena meningkat dan mengakibatkan terjadinya pembesaran
limpa. Pada kondisi sirosis hati, aliran darah pada vena porta mengalami obstruksi,
karena terjadi fibrosis hati. Keadaan seperti ini menyebabkan peningkatan tekanan
hidrostatik vena porta dan vena splenik, sehingga menyebabkan pembesaran
limpa. Pembesaran limpa yang diakibatkan oleh sirosis hati ini dapat disertai
penebalan lokal pada kapsula.
3. Degenerasi dan Storage Disease
Lesio tipe ini jarang ditemukan. Contohnya: Amiloidosis, Lipid Storage Disease dan
kelainan glycogen storage.
4. Neoplasma/tumor
Dapat bersifat primer dan sekunder. Pada kondisi primer, sel-sel onkogenik limpa
secara primer tumbuh menjadi sel tumor. Kondisi sekunder pada umumnya terjadi
karena pengaruh pada saat penyebaran (metastatik) sel tumor limfoma dan
leukemia.
5. Kelainan Sel Darah

Pembesaran limpa akibat kelainan darah dapat disebabkan oleh produksi sel-sel
darah abnormal (contohnya pada kasus anemia hemolitika yaitu idiopathic
trombositopenia), pada leukemia dan limfoma, serta pada gagal sumsum tulang
kronis karena fibrosis atau infiltrasi sekunder sel tumor.

26.beda hepatitis dengan anemia hemolitik ??


Anemia hemolitik
Kadang kadang Hemolosis terjadi secara tiba- tiba dan berat, menyebabkan krisis
hemolotik, yang menyebakan krisis hemolitik yang di tandai dengan:
Demam
Mengigil
Nyeri punggung dan lambung
Perasaan melayang
Penurunan tekana darah yang berarti
Secara mikro dapat menunjukan tanda-tanda yang khas yaitu:
1. Perubahan metabolisme bilirubin dan urobilin yang merupakan hasil pemecahan
eritrosit. Peningkatan zat tersebut akan dapat terlihat pada hasil ekskresi yaitu urin
dan feses.
2. Hemoglobinemia : adanya hemoglobin dalam plasma yang seharusnya tidak
ada karena hemoglobin terikat pada eritrosit. Pemecahan eritrosit yang berlebihan
akan membuat hemoglobin dilepaskan kedalam plasma. Jumlah hemoglobin yang
tidak dapat diakomodasi seluruhnya oleh sistem keseimbangan darah akan
menyebabkan hemoglobinemia.
3. Masa hidup eritrosit memendek karena penghancuran yang berlebih.
4. Retikulositosis : produksi eritrosit yang meningkat sebagai kompensasi
banyaknya eritrosit yang hancur sehingga sel muda seperti retikulosit banyak
ditemuka

Kalau hepatitis ??
Fase Pre Ikterik

Keluhan umumnya tidak khas. Keluhan yang disebabkan infeksi virus berlangsung
sekitar 2-7 hari. Pertama kali timbul adalah penurunan nafsu makan ( nausea ) ,
mual, muntah,nyeri perut kanan atas (ulu hati). Badan terasa pegal-pegal terutama
di pinggang, bahu dan malaise, lekas capek, suhu badan meningkat sekitar 39oC
berlangsung selama 2-5 hari, pusing, nyeri persendian. Keluhan gatal-gatal
mencolok pada hepatitis B.
2.

Fase Ikterik

Urine berwarna seperti teh pekat, tinja berwarna pucat, penurunan suhu badan
disertai dengan bradikardi. Ikterus pada kulit dan sklera yang terus meningkat pada
minggu pertama, kemudian menetap dan baru berkurang setelah 10-14 hari.
Kadang-kadang disertai gatal-gatal seluruh tubuh, rasa lesu dan lekas capai
dirasakan selama 1-2 minggu.
3.

Fase Penyembuhan

Dimulai saat menghilangnya tanda-tanda ikterus, rasa mual, rasa sakit di ulu hati,
disusul bertambahnya nafsu makan, rata-rata 14-15 hari setelah timbulnya masa
ikterik. Warna urine tampak normal, penderita mulai merasa segar kembali, namun
lemas dan lekas capai.

27.indikasi spleknotomi??
Indikasi untuk splenektomi
Indikasi dilakukannya splenektomi dapat dilihat sebagai berikut.
1. Elektif :
- Kelainan hematologis
- Bagian dari bedah radikal dari abdomen atas
- Kista/tumor limpa
- Penentuan stadium limfoma (jarang dikerjakan)
2. Darurat:
- Trauma
Pendekatan terhadap limpa yang ruptur berbeda dari suatu splenektomi elektif. Pasien yang
mengalami trauma limpa harus ditangani pertama kali dengan protokol ATLS (advanced trauma life

support) dengan kontrol jalan napas,pernapasan dan sirkulasi. Bilas peritoneum atau pemeriksaan
radiologis harus digunakan untuk menilai cedera abdomen sebelum operasi

28.selain tindakan splenoktomi utk anemia hemolitik??


Penatalaksanaan / Pengobatan
Lebih dari 200 jenis anemia hemolitik ada, dan tiap jenis memerlukan perawatan
khusus. Oleh karena itu, hanya aspek perawatan medis yang relevan dengan
sebagian besar kasus anemia hemolitik yang dibahas di sini.
1. Terapi transfusi
Hindari transfusi kecuali jika benar-benar diperlukan, tetapi mereka mungkin
penting bagi pasien dengan angina atau cardiopulmonary terancam status.
Administer dikemas sel darah merah perlahan-lahan untuk menghindari stres
jantung.
Pada anemia hemolitik autoimun (AIHA), jenis pencocokan dan pencocokan
silang mungkin sulit. Gunakan paling tidak kompatibel transfusi darah jika ditandai..
Risiko hemolisis akut dari transfusi darah tinggi, tetapi derajat hemolisis tergantung
pada laju infus.. Perlahan-lahan memindahkan darah oleh pemberian unit setengah
dikemas sel darah merah untuk mencegah kehancuran cepat transfusi darah.
Iron overload dari transfusi berulang-ulang untuk anemia kronis (misalnya,
talasemia atau kelainan sel sabit) dapat diobati dengan terapi khelasi. Tinjauan
sistematis baru-baru ini dibandingkan besi lisan chelator deferasirox dengan lisan
dan chelator deferiprone parenteral tradisional agen, deferoxamine. 10

2. Menghentikan obat
Discontinue penisilin dan agen-agen lain yang dapat menyebabkan hemolisis
kekebalan tubuh dan obat oksidan seperti obat sulfa (lihat Diet).
Obat yang dapat menyebabkan hemolisis kekebalan adalah sebagai berikut (lihat
Referensi untuk daftar lebih lengkap):
Penisilin

Sefalotin
Ampicillin
Methicillin
Kina
Quinidine
Kortikosteroid dapat dilihat pada anemia hemolitik autoimun.

29.paien apa saja terjadi anemia hemolitik??

Perdarahan hebat

Akut (mendadak)

Kecelakaan

Pembedahan

Persalinan

Pecah pembuluh darah

Penyakit Kronik (menahun)

Perdarahan hidung

Wasir (hemoroid)

Ulkus peptikum

Kanker atau polip di saluran pencernaan

Tumor ginjal atau kandung kemih

Perdarahan menstruasi yang sangat banyak

Berkurangnya pembentukan sel darah merah

Kekurangan zat besi

Kekurangan vitamin B12

Kekurangan asam folat

Kekurangan vitamin C

Penyakit kronik

Meningkatnya penghancuran sel darah merah

Pembesaran limpa

Kerusakan mekanik pada sel darah merah

Reaksi autoimun terhadap sel darah merah

Hemoglobinuria nokturnal paroksismal

Sferositosis herediter

Elliptositosis herediter

Kekurangan G6PD

Penyakit sel sabit

Penyakit hemoglobin C

Penyakit hemoglobin S-C

Penyakit hemoglobin E

Thalasemia (Burton, 1990).

30.peran perawat??
Awasi tanda vital kaji pengisian kapiler, warna kulit/membrane mukosa, dasar
kuku.

Tinggikan kepala tempat tidur sesuai toleransi.

Awasi upaya pernapasan ; auskultasi bunyi napas perhatikan bunyi adventisius.

Selidiki keluhan nyeri dada/palpitasi.

- Hindari penggunaan botol penghangat atau botol air panas. Ukur suhu air mandi
dengan thermometer.
- Kolaborasi pengawasan hasil pemeriksaan laboraturium. Berikan sel darah
merah lengkap/packed produk darah sesuai indikasi.
-

Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi.

Berikan transufi darah sesuai indikas

Kaji riwayat nutrisi, termasuk makan yang disukai


-

Observasi dan catat masukkan makanan pasien

Timbang berat badan setiap hari.

Berikan makan sedikit dengan frekuensi sering dan atau makan diantara waktu
makan
Observasi dan catat kejadian mual/muntah, flatus dan dan gejala lain yang
berhubungan
Berikan dan Bantu hygiene mulut yang baik ; sebelum dan sesudah makan,
gunakan sikat gigi halus untuk penyikatan yang lembut. Berikan pencuci mulut yang
di encerkan bila mukosa oral luka.

Kolaborasi pada ahli gizi untuk rencana diet.

Kolaborasi ; pantau hasil pemeriksaan laboraturium

Kolaborasi; berikan obat sesuai indikasi

Kaji kemampuan ADL pasien.

Observasi tanda-tanda vital sebelum dan sesudah aktivitas.

Berikan lingkungan tenang, batasi pengunjung, dan kurangi suara bising,


pertahankan tirah baring bila di indikasikan
Rencanakan kemajuan aktivitas dengan pasien, termasuk aktivitas yang pasien
pandang perlu. Tingkatkan tingkat aktivitas sesuai toleransi.
-

Gunakan teknik menghemat energi,

Anjurkan pasien untuk mengehentikan aktivitas bila palpitasi, nyeri dada, nafas
pendek, kelemahan, atau pusing terjadi