Anda di halaman 1dari 21

Pre - Eklampsia

PRE EKLAMPSIA
Pendahuluan
Pre-eklampsia merupakan penyakit hipertensi yang khas dalam kehamilan,

terjadi pada

wanita hamil dan wanita dalam nifas yang tadinya normal. Pada tingkat tanpa kejang disebut
preeklampsi dan pada tingkat dengan kejang disebut eklampsi. (1,2,3,4,5,6,7)
Penyakit ini cukup sering dijumpai dan masih merupakan salah satu sebab dari kematian
ibu dan juga menjadi penyebab yang penting dari kelahiran mati dan kematian perinatal. (1,5,6)
Di Amerika Serikat misalnya 1/3 dari kematian ibu disebabkan penyakit ini.(5)
Pada umumnya preeklampsi dan eklampsi baru timbul pada kehamilan sesudah minggu
ke 20 dan makin tua kehamilan makin besar kemungkinan timbulnya penyakit tersebut. Kalau
tidak diobati atau tidak terputus oleh persalinan dapat menjadi eklampsi. Golongan penyakit ini
ditandai dengan hipertensi dan sering disertai proteinuri, edema, kejang, koma atau gejalagejala lain. Setelah persalinan, gejala-gejalanya berangsur hilang sendiri..(1,2,3,4,5,6)

Defenisi
Pre-eklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuri dan edema akibat
kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan.(7)

Etiologi
Etiologi penyakit ini sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Banyak teori-teori
dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. karena itu disebut
penyakit teori, namun belum ada memberikan jawaban yang memuaskan. Teori yang sekarang
dipakai sebagai penyebab pre-eklampsia adalah teori "iskemia plasenta".(1)

KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

Pre - Eklampsia

Klasifikasi
Pre-eklampsia terbagi kepada 2 golongan :((1,2,5,6)
PRE-EKLAMPSIA
Pre eklampsia
ringan
1. Tekanan darah 140/90 mmHg Atau

Pre eklampsia
berat
1. Tekanan darah 160/110 mmHg

kenaikan diastol 15 mmHg Atau

2. Proteinuria 5 gr/L

kenaikan sistol 30 mmHg

3. Oliguria, jumlah urine < 500 cc/24

2. Edema umum, kaki, jari tangan,


dan muka, atau kenaikan BB 1 kg
atau lebih perminggu.
3. Proteinuria kuantitatif 0,3 gr /L
Kualitatif 1 + atau 2 + pada urine.

jam.
4. Adanya

gangguan

cerebral,

gangguan virus dan rasa nyeri


epigastrum
5. Adanya edema paru dan sianosis

Klasifikasi Hipertensi dalam kehamilan meliputi :


I.

Hipertensi karena kehamilan (Pregnancy induced hypertension)


a. Tanpa proteinuri atau edema yang hebat dan menyeluruh
b. Adanya proteinuri atau edema yang menyeluruh (preeclampsia)
1.ringan
2. berat
c. Eklampsia

II.

Hipertensi kronik

III.

Hipertensi yang diperberat oleh kehamilan (pregnancy aggravated hypertension)


a. Superimposed preeklampsia
b. Superimposed eklampsia

IV.

Transient hypertension

V.

HDK yang tak tergolongkan (4,5,6)

KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

Pre - Eklampsia

Tabel 1 1
Gejala dan tanda Gejala dan tanda
yang selalu ada
kadang-kadang
ada
Tekanan
diastolik
> 90 mmHg pada
kohamilan < 20
minggu
Tekanan
diastolik
90-110
<
2C
minggu. Protenuria
< ++
Tekanan
diastolik
90-110 mmHg (2
pengukuran 4 jam)
pada kehamilan >
20
minggu
Proteinuria (-)
Tekanan
diastolik
90-1 10 mmHg (2
pengukuran berjarak
4
jam)
pada
kehamilan > 20
minggu Proteinuria
sampai ++
Tekanan
diastolik
10 mmHg pada
kehamilan > 20
mmg
Proteinuria +++

Diagnosis
kemungkinan
Hipertensi kronik

Hipertensi kronik
dengan
superimposed
pre-eklampsia
ringan
Hipertensi
dalam
kehamilan

Pre-eklampsia
ringan

Hiperfleksia Nyeri Pre-eklampsia berat


kepala (tidak hi
lang
dengan
analgetika biasa)
Penglihatan kabur
Oliguria (
400
ml/
24
jam)
Nyeri
abdomen
atas (epigastrium)
Edema paru
Kejang
Koma sama seperti Eklampsia
Tekanan diastolik gejala
pre

90 mmHg pada eklampsia berat


kehamilan > 20
minggu eklampsia
berat 20 minggu
Proteinuria ++
KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

Pre - Eklampsia

Faktor Predisposisi
A.

Maternal
1. Primigravida.
2. Riwayat pernah mengalami pre-eklampsia
3. Riwayat keluarga
4. Obesitas
5. Kehamilan pada umur < 20 tahun atau > 35 tahun
6. Diabetes mellitus
7. Kelainan ginjal

B.

Fetus
1.

Mola hidatidosa

2.

Kehamilan ganda

3.

Hidrops Fetalis (1,6)

Patofisiologi
Walaupun etiologinya belum jelas, namun hampir semua ahli sepakat bahwa
vasospasme merupakan awal dari kejadian penyakit ini.
Vasospasme bisa merupakan akibat dari kegagalan invasi trofoblas ke dalam lapisan otot
polos pembuluh darah, reaksi imunologis, maupun radikal bebas.yang kesemuanya akan
menyebabkan terjadinya kerusakan endotel, yang kemudian akan mengakibatkan gangguan
keseimbangan antara kadar vasokonstriktor (endotelin, tromboksan, angiotensin, dan lainlain) dan vasodilator (nitrikoksida,prostasiklin dan lain-lain) serta gangguan pada sistem
pembekuan darah. Vasokonstriksi yang meluas akan menyebabkan terjadinya perubahanperubahan pada banyak organ/sistem, antara lain :

Kardiovaskuler : 1. Hipertensi
2. Pengurangan Curah jantung (cardiac output)
3. Trombositopeni
4. Gangguan pembekuan darah

KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

Pre - Eklampsia

5. Perdarahan
6. Disseminated Intravascular coagulatio (DIC)
7. Pengurangan volume plasma
8. Permeabilitas pembuluh darah meningkat
9.Edema

Plasenta

1. Nekrosis
2. Pertumbuhan janin terhambat
3. Gawat janin
4. Solusio plasenta

Ginjal

1. Endoteliosis kapiler ginjal


2. Penurunan klirens asam urat
3. Penurunan laju filtrasi glomerulus
4. Oliguri
5. Proteinuri
6. Gagal ginjal

Otak

1. Edema
2. Hipoksia
3. Kejang
4. Gangguan pembuluh darah otak (cerebro vascular
accident)

Hati

1. Gangguan fungsi hati


2. Peningkatan kadar enzim hati
3. Ikterus
4. Edema, perdarahan, dan regangan kapsula hati

KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

Pre - Eklampsia

Mata

1. Edema papil
2. Iskemia
3. Perdarahan
4. Ablasio retina

Paru-paru :

1. Edema, iskemia,nekrosis
2. Perdarahan
3. Gangguan Pernafasan hingga apnu(1,6)

Penatalaksanaan
A. Pencegahan
Diperlukan banyak informasi mengenai bagaimana perkembangan preklampsia dan
eklampsia terjadi, sebelum diberikan rekomendasi untuk mencegah kondisi ini. Penelitian
telah dilakukan pada pasien dalam grup resiko tinggi untuk melihat apabila diberikan
suplementasi kalsium, aspirin atau suplementasi minyak ikan dapat menolong pencegahan
terjadinya preeklampsia. Yang terpenting, sudah jelas bahwa monitoring secara hati-hati
selama kehamilan sangat dibutuhkan untuk mendiagnosis preeklampsia secara dini.
Walaupun kadang-kadang pada monitoring yang teratur dapat berkembang meniadi
preeklampsia dan eklampsia tapi dengan monitoring yang ketat oleh para ahli dapat
menolong menurunkan komplikasi dari kondisi ini.

B. Penanganan

Preklampsia ringan

Banyak istirahat (baring/tidur miring)

Makanan cukup protein, rendah karbohidrat, rendah lemak dan garam

KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

Pre - Eklampsia

Sedativa ; phenobarbital 3 x 30 mg per hari/oral atau diazepam 3 x 2 mg per hari/oral


( 7 hari)

Roboransia (vitamin dan mineral)

Tidak boleh diberikan diuretikum atau anti hipertensi

Periksa ulang 1 x I minggu

Pemeriksaan laboratorium

Hemoglobin, hematokril, trombosit, asam urat, urine lengkap, fungsi hati, fungsi
gmjal.

Preeklampsia Berat pada kehamilan < 37 minggu


1. Jika janin belum menunjukkan tanda-tanda maturitas paru-paru dengan uji kocok dan
rasio L/S, maka penanganannya sebagai berikut :
Berikan suntikan Sulfas Magnesikus dengan dosis 8 gr IM kemudian disusul
dengan injeksi tambahan 4 gr IM seliap 4 jam (selama tidak ada kontraindikasi).
Jika ada perbaikan jalannya penyakit, pemberian Sulfas Magnesikus dapat
diteruskan lagi selama 24

jam sampai dicapai kriteria pre eklampsia ringan

(kecuali ada kontraindikasi).


Selanjutnya ibu dirawat, diperiksa dan keadaan janin dimonitor, serta berat badan
ditimbang seperti pada preeklampsia ringan, sambil mengawasi timbulnya lagi
gejala.
Jika dengan terapi di atas tidak ada perbaikan, dilakukan terminasi kehamilan
dengan induksi partus atau tindakan lain tergantung keadaan.
2.

Jika pada pemeriksaan telah dijumpai tanda-tanda kematangan paru janin, maka
penatalaksanaan kasus sama seperti pada kehamilan di atas 37 minggu.

Preeklampsia Berat pada kehamilan > 37 minggu.


1. Penderita dirawat inap :

Istirahat mutlak dan ditempatkan dalam kamar isolasi.

Berikan diit rendah garam dan tinggi protein.

Berikan suntikan Sulfas Magnesikus 8 gr IM, 4 gr di bokong kanan dan 4 gr di


bokong kiri.

KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

Pre - Eklampsia

Suntikan dapat diulang dengan dosis 4 gr setiap 4 jam.

Syarat pemberian MgSO4 adalah : refleks patella (+), diuresis 100 cc dalam 4 jam
terakhir, respirasi

16 kali per menit, harus tersedia antidotumnya yaitu Kalsium

Glukonas 10% dalam ampul 10 cc.

Infus Dextrosa 5% dan RL

2 Berikan obat antihipertensi : Injeksi kaptopril 1 amp IM dan selanjutnya dapat diberikan
tablet kaptopril 3 x 1/2 tablet alau 2 \ 1/2 sehari.
3.

Diuretika tidak diberikan kecuali tidak terdapat edema umum, edema paru, dan
kegagalan jantung kongestif. Untuk itu dapat disuntikkan 1 amp IV lasix.

4.

Segera setelah pemberian SM kedua, dilakukan induksi partus dengan atau amniotomi.
Untuk induksi dipakai oksitosin 10 satuan dalam 1 tetes.

5.

Kala II harus dipersingkat dengan ekstraksi vakum atau forsep, maka ibu dilarang
mengedan.

Jangan diberikan methergin post partum, kecuali bila terjadi perdarahan yang disebabkan
atonia uteri.

Pemberian Sulfas Magnesikus, kalau tidak ada kontraindikasi, kemudian diteruskan


dengan dosis 4 gr setiap 4 jam dalam 24 jam post partum

Bila ada indikasi obstetrik maka dilakujan SC.(2)

Skema Penatalaksanaan PE berat dengan kehamilan 37 minggu(4)


Istirahat/isolasi
Diet rendah Garam
Dauer kateter
IVFD D5%-RL= 2:1
SM Regim loading dose
4 gr 20% IV
8 gr 40% IM
Diulang 4 gr tiap
4jam

Ada perbaikan

Mencapai kriteria PER


- SM dihentikan
- Rawat seperti PER
- Monitoring Ibu dan anak
Belum mencapai PER
- SM diteruskan 1 x 24 jam
- Ulangi dari loading dose

Tidak ada perbaikan

Tidak ada perbaikan


Terminasi kehamilan

KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

Pre - Eklampsia

Skema penanganan PE berat dengan kehamilan 37 minggu(4)


Istirahat/isolasi
Diet rendah garam
Daeur kateter
IVFD D5%-RL =2:1
SM Regim loading dose
Tak terpenuhi
4 gr 20% IV
8 gr 40% IM

4 jam berikutnya

SM Regim maintenance 4 gr40%

Terminasi kehamilan
P. E Berat
Belum inpartu
Drips oksitosin
Tak dipenuhi

Inpartu
Pelvik skor 5

Kala I

Kala II

Fase laten

SC

Fase aktif

Dipercepat
EV/EF

Amniotomi
Drips oksitosin

Amniotomi
Amniotomi
Drips oksitosin Drips oksitosin

12 jam belum lahir

6 jam belum
fase aktif

6 jam belum
lengkap

SC

Prognosis
Tingginya angka kematian disebabkan oleh kurang sempurnanya pengawasan ante
natal, natal, terlambat datang untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Kematian ibu
biasanya disebabkan oleh perdarahan otak, dekompensasio kordis, gagal ginjal, aspirasi pada
KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

Pre - Eklampsia

saat kejang. Sedangkan kematian janin terutama karena hipoksia intrauterine dan
prematuritas.(1)

Daftar Rujukan
1. Wibowo B, Rachimhadhi T, Pre-eklampsia dan eklampsia. In: llmu Kehidanan FK-Ul,
Winkjosastro H, editor. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Edisi ketiga,
Jakarta; 1992 : 281-300.
2. Mochtar R. Toksemia Gravidarum. In: Sinopsis Obstetri, Obstetri Fisiologi, Obstetri
Patologi, Jilid I, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta; 1998: 198-203
3. Manila B. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta:2002, 34-41.
4. Panitia Standar Terapi Bagian Obgin FK-USU/RSU Dr. Pirngadi Medan. Pedoman
Diagnosis dan Terapi Obstetri Ginekologi, Medan, 1991 ; 41 -3 1.
5. Bagian Ilmu Kebidanan dan Kandungan FK Univ. Padjajaran Bandung, Ilmu
Kebidanan Patologi, Edisi 1981: 89-98.
6. Pritchard, MacDonald, Gant. Ilmu Kebidanan Williams, Edisi 17, Universitas
Airlangga, Surabaya, 1991 ; 609-27.
7. Mansjoer A, Triyanti K, et al, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi ketiga, Media
Aesculapius, FKUI, Jakarta, 1999; 270-73.

KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

10

Pre - Eklampsia

STATUS ORANG SAKIT


Anamnesis
No. MR

25 25 - 22

Nama

Ny. N

Umur

26 tahun

Status Perkawinan

Kawin

Suku / Bangsa

Jawa / Indonesia

Alamat

Jl. Karya Jaya Gg.Lembah No.2 Medan

Masuk RSUPM

16 Januari 2004

Waktu

01.05 WIB

Keluhan Utama :

Tekanan darah tinggi.

Telaah

Tekanan darah tinggi diketahui OS sejak 1 minggu yang lalu ketika

OS memeriksakan kehamilannya ke bidan dan kemudian dianjurkan ke


Rumah sakit. Pada kehamilan sebelumnya OS juga
pernah mengalami tekanan darah tinggi. Keluar darah dan lendir (+)
pada tanggal 15 Januari jam 22.00 wib, keluar air-air (+) pada tanggal
16 Januari 2004 jam 00.30 wib, sebanyak 3 kali ganti kain, warna
jernih, bau (-). Nyeri kepala (-), nyeri epigastrium (-), pandangan
kabur (-), mual-muntah (-)
RPT

Hipertensi (-), DM (-), Asma (-)

RPO

(-)

KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

11

Pre - Eklampsia

HPHT

07 04 03

TTP

14 01 04

Periksa Hamil
Trimester I

: Bidan 1 x

Trimester II

: Bidan 1 x

Trimester III

: Bidan 1 x

Riwayat persalinan : G3P2Abo


1.

,3700 gram, aterm, rumah sakit, EV, dokter, AH, umur 6 tahun

2.

,3400 gram, aterm, rumah sakit, SC, dokter, AH, umur 1,5 tahun

3.

Hamil ini.

STATUS PRESENT
Sensorium

: Compos mentis

Anemis

: (-)

Tekanan darah

: 160 / 110 mmHg

Sianosis

: (-)

Nadi

: 84 x / menit

Dispnoe

: (-)

Pernapasan

: 20 x / menit

Ikterik

: (-)

Edema

: (+)

Suhu

: 36,8 C

LABORATORIUM
HB

: 12 gr %

Ewitt : +++
PEMERIKSAAN FISIK
Cor

: dbn

Pulmo

: dbn

Hepar

: dbn

KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

12

Pre - Eklampsia

Lien

: dbn

Extremitas

: Edema (+) pada kedua tungkai

STATUS OBSTETRIKUS
-

Abdomen

: Membesar asimetris

TFU

: 2 jari dibawah Processus Xypoideus

Letak janin

: Kepala

Punggung janin

: Kanan

Turunnya kepala

: 4/5

DJJ

: 144 x / menit, teratur

Tanda tanda RUI

: (-)

EBW

: 3600 3800 gram

Krepitasi

: Tidak ada

His

: 2 x 25 /10 ,

PEMERIKSAAN DALAM
Tanggal : 16 Januari 2004, Jam 07.30 wib ( setelah diberikan SM regim Loading dose )
- Pembukaan

: 4 cm

- Effacement

: 100 %

- Bagian terbawah

: Kepala

- Presentasi

: Vertex

- Tali pusat menumbung

: Tidak

- Moulase

: Tidak ada

- Caput

: Tidak ada

- Ketuban

: Sudah pecah

- Air ketuban

: Jernih

KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

13

Pre - Eklampsia

- Turunnya bagian terdepan

:HI

- Skor pelvic

:>5

- Mekonium

: Tidak ada

Kesimpulan
- Umur kehamilan

: Post date 2 hari

- Letak anak

: Kepala

- Panggul

: Normal

- Kehamilan resiko tinggi

: (+)

- Perdarahan antepartum

: Tidak ada

Diagnosis Sementara
PEB + Previous SC 1x a/i PEB + MG + KDR (pd 2 hr) + PK + AH + Inpartu
Terapi

Rawat / tirah baring

IVFD RL 20 gtt/menit

Mengawasi VS, His, DJJ, Kemajuan persalinan

Kateter menetap

SM regim loading dose

: 20 % 20 cc IV
40 % 20 cc IM boka atau boki

Maintenance dose

Inj. Kalmoxillin 1 gr/12 jam

Rencana SC

: 40 % 10 cc (boka boki)

KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

14

Pre - Eklampsia

Laporan operasi
Laporan SCLC Pfanensteil a/i Prev. SC 1x a/i PEB + sterilisasi pameroy, Lahir bayi ,BB
3800 gr, PB 40 cm, AS 8/9/10 ( Tanggal 16 Januari 2004 jam 10.00 wib)

Ibu dibaringkan di meja operasi dengan infus dan kateter terpasang baik

Dilakukan tindakan antiseptik pada dinding abdomen, lalu ditutup dengan duk steril
kecuali lapangan operasi

Di bawah anestesi umum dilakukan insisi pfanensteil lapis demi lapis, kemudian otot
dikuakkan secara tumpul

Plika vesica uterine digunting secara konkaf ke kiri dan ke kanan disisihkan ke bawah
kearah blast

Dinding uterus diinsisi secara konkaf lapis demi lapis

Dengan meluksir kepala lahir bayi , BB 3800 gr, PB 48 cm, AS 8/9/10

Tali pusat diklem pada dua tempat dan digunting diantaranya

Plasenta dilahirkan dengan traksi terkendali dan penekanan pada fundus, kesan
lengkap

Kedua sudut kiri dan kanan tepi luka dijepit dengan oval klem

Kavum uteri dibersihkan dengan kasa steril terbuka, kesan bersih

Dilakukan sterilisasi pameroy pada kedua tuba kiri dan kanan

Uterus dijahit lapis demi lapis

Kavum abdomen dibersihkan sampai kesan bersih

KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

15

Pre - Eklampsia

Dinding abdomen di jahit lapis demi lapis

Luka operasi ditutup dengan kasa steril dan betadine

Liang vagina dibersihkan hingga bersih

KU ibu post operasi :mulai sadar

Pengawasan pasca operasi :

NPO sampai Peristaltik (+), flatus (+)

Mengawasi VS, Balance cairan dan tanda-tanda perdarahan

Mengecek Hb 2 jam post operasi jika Hb <8 gr % tranfusi 500 cc WB

Terapi

Tirah baring

IVFD RL D5% + Pitons 20-10-10, 30 gtt/I

SM Regim maintenance (24 jam post partum)

Inj. Ceftriaxon 1 gr/ 12 jam

Inj. Metronidazole 500 mg/ 12 jam

Inj. Forgesic 1 amp/ 8 jam

Hb 2 jam post operasi : 10 gr %

KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

16

Pre - Eklampsia

FOLLOW UP KALA NIFAS


Hari ke

NH 1

NH 2

NH 3

Tanggal

17 01 - 04

18 01 - 04

19 01 04

TD

130 / 90 mmHg

130 / 90 mmHg

120 / 90 mmHg

F. nadi

120 x / menit

100 x / menit

100 x / menit

F. napas

24 x / menit

20 x / menit

24 x / menit

Temperatur

37 C

36,3 C

36,5 0 C

Cor

Normal

Normal

Normal

Pulmo

Normal

Normal

Normal

Mammae

Normal

Normal

Normal

ASI

Belum ada

Banyak

Banyak

Luka episiotomi

Luka operasi

Tutup verban

Tutup verban

Kering

Flatus

Belum ada

Ada

Ada

Urine

500 cc

Cukup

Cukup

Defekasi

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Peristaltik

Lemah

Kuat

Kuat

FU

1 jari bawah pusat

2 jari bawah pusat

2 jari
pusat

Diet

MSS sore M1

M2

M2

bawah

KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

17

Pre - Eklampsia

Terapi

- Tirah baring

- Tirah baring

- IVFD RL 30gtt/i - IVFD RL 30 gtt/i


- SM regim

- Ceftriaxon 1gr/12j

- Ceftriaxon

- Metronidazole
/drips

1 gr/12j

- Tirah baring
- IVFD RL
30 gtt/i
- Ceftriaxon
1 gr/12j

- Metronidazole / - Inj.Forgesic (k/p)


drips

-Metronidazole

- Inj.Progesic
(k/p)

-Inj.Forgesic k/p

/drips

ANALISIS KASUS

Dilaporkan satu kasus Ny. N, umur 26 tahun, G 3P2Ab0, dengan keluhan Tekanan
darah tinggi diketahui OS sejak tanggal 16 Januari 2004 jam 01.05 wib, Pada kehamilan
sebelumnya OS juga pernah mengalami tekanan darah tinggi. Keluar darah dan lendir (+)
pada tanggal 16 Januari jam 00.30 wib, keluar air-air (+) pada tanggal16 Januari 2004 jam
00.30 wib, sebanyak 3 kali ganti kain, warna jernih, bau (-).
Dari hasil pemeriksaan obstetrikus maka OS didiagnosis dengan PEB + Previous SC
1x a/i PEB + MG + KDR (pd 2 hr) + PK + AH + Inpartu. Diagnosis diatas sesuai dengan
buku Standar Pelayanan Medis, DEPKES RI IDI tahun 1998, bahwa defenisi pre-eklampsia
adalah Timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan /atau edema akibat dari kehamilan
setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan disertai proteinuria dan
edema.
Dalam penanganan kasus ini, mengingat usia kehamilan > 37 minggu, ketuban sudah
pecah, usia kehamilan telah lewat waktu dari taksiran tanggal persalinan dan riwayat
persalinan operatif pada kehamilan sebelumnya, maka sesuai dengan tujuan pengobatan
preeklampsi yaitu mencegah terjadinya eklampsi, dan mengharapkan anak lahir dengan
18
KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

Pre - Eklampsia

kemungkinan hidup yang lebih besar serta menghindari hipertensi yang menetap diputuskan
untuk dilakukan SC.

PERMASALAHAN
-

Apakah penanganan pada pasien ini sudah benar ?

DAFTAR ISI
Halaman

Kata Pengantar . i
Daftar Isi .. ii
Pendahuluan...............................................................................................................................1
Defenisi

Etiologi.......................................................................................................................................1
Klasifikasi..........................................................................................................................2
Faktor Predisposisi.....................................................................................................................4
A.

Maternal......................................................................................................................4

B.

Fetus............................................................................................................................4

Patofisiologi...............................................................................................................................4
Penatalaksanaan.........................................................................................................................6
A. Pencegahan......................................................................................................................6
B. Penanganan......................................................................................................................6
Prognosis....................................................................................................................................9
KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

19

Pre - Eklampsia

Daftar Rujukan.........................................................................................................................10
Status Orang Sakit .. 11

ii

KATA PENGANTAR

Dengan rasa syukur penulis telah menyusun laporan kasus ini guna memenuhi
persyaratan Kepaniteraan Klinik Senior di bagian Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan
di Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan dengan judul Pre-Eklampsia .
Pada

kesempatan

ini

penulis

mengucapkan

banyak

terima kasih

kepada

Dr. Makmur Sitepu, Sp.OG. dan Dr. Johny Marpaung atas bimbingan dan arahannya selama
mengikuti Kepaniteraan Klinik Senior di Bagian Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan
Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan serta dalam penyusunan Laporan kasus ini.
Bahwasanya hasil usaha penyusunan laporan kasus ini

masih banyak kekurangannya,

tidaklah mengherankan karena keterbatasan pengetahuan yang ada pada penulis. Kritik dan
saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan guna perbaikan penyusunan laporan
kasus lain dikemudian hari.
Harapan penulis semoga Laporan kasus ini dapat bermanfaat dalam menambah
pengetahuan serta dapat menjadi arahan dalam mengimplementasikan penatalaksanaan kasus
Pre-Eklampsia di masyarakat.
KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

20

Pre - Eklampsia

Medan, Januari 2004


Penulis

KKS SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Dr. Pirngadi
Medan
Menny Sri MS

21