Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada dasarnya merokok itu sangat berbahaya bagi kesehatan. Tetapi,
masyarakat khususnya kaum remaja banyak mengkonsumsi rokok sebagai
kebutuhan pokok. Sepertinya antara rokok dengan masyarakat tidak dapat di
pisahkan, padahal mereka mengetahui tentang bahaya merokok bagi
kesehatan. Akan tetapi mereka menganggap remeh akan bahaya merokok.
Sekitar 40% pengguna rokok didominasi oleh kalangan remaja, ini
sungguh memprihatinkan. Generasi muda yang kita banggakan telah tercemar
oleh rokok, yang lebih banyak dampak negatifnya dari pada manfaatnya.
Padahal pada tiap bungkus rokok telah dicantumkan peringatan tentng bahaya
merokok bagi kesehatan. Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan
jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.
Sebenarnya pemerintah telah berupaya mengatasi tentang larangan
merokok namun sampai sekarang belum juga tampak hasilnya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Rokok
Rokok adalah silinder dari kertas panjang antara 70 hingga 120 mm
( bervariasa tergantung Negara ) dengan diameter 10 mm yang berisi daun-daun
tembakau yang telah di cacah. Rokok di bakar pada salah satu ujungnya dan
dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan
kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa
tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan
kesehatan yang memeperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang
ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung
( walaupun pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali di patuhi ).
Manusia di dunia yang merokok untuk yang pertama kalinya adalah
bangsa indian di amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dawa atau roh.
Pada abad 16, ketika bangsa eropa menemukan benua amerika, sebagian dari para
penjelajah eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian
membawa tembakau ke eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di
kalangan bangsawan eropa. Tapi berbeda dengan bangsa indian yang merokok
untuk keperluan ritual. Di eropa orang merokok hanya untuk kesenangan sematamata. Abad 17 para pedagang sepanyol masuk ke turki dan saat itu kebiasaan
merokok mulai masuk ke Negara-negara islam.
Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok menyebabkan
kecanduan, disamping menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung,
penyakit pernafasan, efek buruk bagi kelahiran, dan emfisema.
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa
lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung
bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar
perokok yang bukan perokok.

2.2 Zat-Zat yang Terkandung dalam Rokok


1.

Nikotin
Zat ini mengandung candu bisa menyebabkan seseorang ketagihan
untuk trus menghisap rokok.
Pengaruh bagi tubuh manusia
a.
Menyebabkan kecanduan atau ketergantungan merusak jaringan
otak

2.

b.

Menyebabkan darah cepat membeku

c.

Mengeraskan dinding arteri

Tar
Bahan dasar pembuatan aspal yang dapat menempel pada paru-paru
dan bisa menimbulkan iritasi bahkan kanker
Pengaruh bagi tubuh manusia

3.

a.

Membunuh sel dalam saluran darah

b.

Meningkatkan produksi lendir diparu-paru

c.

Menyebabkan kanker paru-paru

Karbon Monoksida
Gas yang bisa menimbulkan penyakit jantung karena gas ini bisa
mengikat oksigen dalam tubuh.
Pengaruh bagi tubuh manusia

4.

a.

Mengikat hemoglobin, sehingga tubuh kekurangan oksigen

b.

menghalangi transportasi dalam darah

Zat Karsinogen
Pengaruh bagi tubuh manusia
a.

5.

Memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh

Zat Iritan

Pengaruh bagi tubuh manusia


a.

Mengotori saluran udara dan kantung udara dalam paru-paru

b.

Menyebabkan batuk.

Sebagaimana kita ketahui zat-zat asing berbahaya yang dihisap oleh


perokok tersebut adalah zat yang terkandung dalam dalam asap rokok
dan ada 4000 zat kimia yang terdapat dalam sebatang rokok, 40
diantaranya tergolong zat yang berbahaya misalnya : hidrogen sianida
(HCN) , arsen, amonia, polonium, dan karbon monoksida (CO). Zat
kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas 85 % dan
partikel
2.3 Bahaya yang Ditimbulkan karena Merokok
1.

Bahaya merokok pada perokok aktif dan pasif

Besarnya bahaya merokok sebenarnya bukan tidak disadari oleh para


perokok, karena pada setiap bungkus rokok kini terdapat peringatan wajib
dari pemerintah yang berbunyi: MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN
KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN
KEHAMILAN DAN JANIN. Tetapi, seringkali kuatnya ketergantungan
terhadap rokok membuat orang tidak mau berhenti mengisapnya. Menurut
penelitian, ternyata yang akan menerima efek negatif dari rokok tersebut
bukan hanya perokok aktif saja, akan tetapi perokok pasif pun akan menerima
akibat negatif dari rokok tersebut. Dan justru efek yang diterima oleh perokok
pasif akan jauh lebih berbahaya lagi ketimbang perokok aktifnya.
Adapun beberapa bahaya yang di timbulkan oleh rokok antara lain
a.

Kanker Paru

Diketahui sekitar 90 persen kasus kanker paru diakibatkan oleh rokok. Hal ini
karena asap rokok akan masuk secara inhalasi ke dalam paru-paru. Zat dari
asap rokok ini akan merangsang sel di paru-paru menjadi tumbuh abnormal.

Diperkirakan 1 dari 10 perokok sedang dan 1 dari 5 perokok berat akan


meninggal akibat kanker paru.
b.

Kanker Kandung Kemih

Kanker kandung kemih terjadi pada sekitar 40 persen perokok. Studi


menemukan kadar tinggi dari senyawa 2-naphthylamine dalam rokok menjadi
karsinogen yang mengarah pada kanker kandung kemih.
c.

Kanker Payudara

Perempuan yang merokok lebih berisiko mengembangkan kanker payudara.


Hasil studi menunjukkan perempuan yang mulai merokok pada usia 20 tahun
dan 5 tahun sebelum ia hamil pertama kali berisiko lebih besar terkena kanker
payudara.

d.

Kanker Serviks

Sekitar 30 persen kematian akibat kanker serviks disebabkan oleh merokok.


Hal ini karena perempuan yang merokok lebih rentan terkena infeksi oleh
virus menular seksual.
e.

Kanker Kerongkongan

Studi menemukan bahwa asap rokok merusak DNA dari sel-sel esofagus
sehingga menyebabkan kanker kerongkongan. Sekitar 80 persen kasus kanker
esofagus telah dikaitkan dengan merokok.
f.

Kanker Pencernaan

Meskipun asap rokok masuk ke dalam paru-paru, tapi ada beberapa asap yang
tertelan sehingga meningkatkan risiko kanker gastrointestinal (pencernaan).
g.

Kanker Ginjal

Ketika seseorang merokok, maka asap yang mengandung nikotin dan


tembakau akan masuk ke dalam tubuh. Nikotin bersama dengan bahan kimia
berbahaya lainnya seperti karbonmonoksida dan tar menyebabkan perubahan
denyut jantung, pernapasan sirkulasi dan tekanan darah. Karsinogen yang
disaring keluar dari tubuh melalui ginjal juga mengubah sel DNA dan
merusak sel-sel ginjal. Perubahan ini mempengaruhi fungsi ginjal dan
memicu kanker.
h.

Kanker Mulut

Tembakau adalah penyebab utama kanker mulut. Diketahui perokok 6 kali


lebih besar mengalami kanker mulut dibandingkan dengan orang yang tidak
merokok, dan orang yang merokok tembakau tanpa asap berisiko 50 kali lipat
lebih besar.
i.

Kanker Tenggorokan

Asap rokok yang terhirup sebelum masuk ke paru-paru akan melewati


tenggorokan, karenanya kanker ini akan berkaitan dengan rokok.
j.

Serangan Jantung

Nikotin dalam asap rokok menyebabkan jantung bekerja lebih cepat dan
meningkatkan tekanan darah. Sedangkan karbon monoksida mengambil
oksigen dalam darah lebih banyak yang membuat jantung memompa darah
lebih banyak. Jika jantung bekerja terlalu keras ditambah tekanan darah
tinggi, maka bisa menyebabkan serangan jantung.
k.

Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Sebagian besar penyakit jantung koroner disebabkan oleh rokok dan akan
memburuk jika memiliki penyakit lain seperti diabetes melitus.
l.

Aterosklerosis

Nikotin dalam asap rokok bisa mempercepat penyumbatan arteri yang bisa
disebabkan oleh penumpukan lemak. Hal ini akan menimbulkan terjadinya
jaringan parut dan penebalan arteri yang menyebabkan arterosklerosis.
m.

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Kondisi ini menyebabkan aliran darah terhalangi sehingga membuat


seseorang sulit bernapas, dan sekitar 80 persen kasus PPOK disebabkan oleh
rokok. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya emfisema (sesak napas
akibat kerusakan pada kantung udara atau alveoli) dan bronkitis kronis (batuk
dengan banyak lendir yang terjadi terus menerus selama 3 bulan).
n.

Impotensi

Bagi laki-laki berusia 30-an dan 40-an tahun, maka merokok bisa
meningkatkan risiko disfungsi ereksi sekitar 50 persen. Hal ini karena
merokok bisa merusak pembuluh darah, nikotin mempersempit arteri
sehingga mengurangi aliran darah dan tekanan darah ke penis. Jika seseorang
sudah mengalami impotensi, maka bisa menjadi peringatan dini bahwa rokok
sudah merusak daerah lain di tubuh.
o.

Gangguan medis lainnya

Beberapa gangguan medis juga bisa disebabkan oleh rokok seperti tekanan
darah tinggi (hipertensi), gangguan kesuburan, memperburuk asma dan
radang saluran napas, berisiko lebih tinggi mengalami degenerasi makula
(hilangnya penglihatan secara bertahap), katarak, menjadi lebih sering sakitsakitan, menimbulkan noda di gigi dam gusi, mengembangkan sariawan di
usus serta merusak penampilan.

2.

Bahaya asap rokok bagi ibu hamil, janin dan bayi

Selain bagi perokok pasif yang dalam keadaan normal, asap rokok lebih
berbahaya bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Akibat dari asap
rokok tersebut antara lain:
a.

Keguguran pada janin yang dikandung

b.

Kematian janin di dalam kandungan

c.

Pendarahan pada plasenta dan terjadi pembesaran lebih dari 30 persen

d.

Berat badan janin berkurang sekitar 20-30 persen dari normal

e.

Bayi yang lahir prematur dalam keadaan kesehatan yang tidak stabil

Asap rokok lebih berbahaya lagi jika dihisap oleh bayi, akibatnya adalah:
a.

Mengalami gangguan dan penyakit pernafasan

b.

Terganggunya perkembangan kecerdasan anak, baik motorik maupun

kognitif
c.

Terjangkitnya penyakit telinga

d.

Bisa meningkatkan resiko penyakit leukimia sebanyak dua kali lipat

e.

Meningkatkan resiko kanker otak hingga 22 persen

f.

Bayi akan lebih mudah lelah karena oksigen yang tidak terserap

sempurna
g.
3.

Sindrom kematian secara mendadak


Bahaya merokok untuk anak usia sekolah

Kita dapat menemui di jalan-jalan, baik di kota besar dan kota kecil dimana
para pelajar dengan santainya merokok seolah itu bukan perbuatan yang
buruk. Anda dapat menemukan mereka di berbagai tempat, seperti kafe,
terminal, kendaraan umum atau bahkan di sekitar sekolah mereka sendiri.
Orang yang mengerti dan sadar tentang kesehatan pastinya akan prihatin
8

dengan keadaan seperti ini. Merokok itu jelas merugikan kesehatan, namun
selain itu ada kerugian lainnya, yakni masalah ekonomi. Para pelajar pada
umumnya adalah orang-orang yang masih tergantung secara ekonomi kepada
orang tua. Hal ini tentu saja akan menambah berat beban yang harus
ditanggung orang tua. Terlebih saat ini banyak juga wanita dan remaja putri
yang merokok.
Faktor utama yang menjadi penyebab pelajar merokok adalah lingkungan.
Masa remaja yang penuh dengan rasa ingin tahu membuat mereka ingin
mencoba banyak hal. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, rokok
mengandung nikotin yang mengakibatkan kecanduan. Maka sekali merokok,
akan sulit untuk berhenti, kecuali ada kemauan yang keras dan bantuan dari
lingkungan. Hal yang kedua ini tentu tidak akan didapatkan ketika para
pelajar berada dalam lingkungan perokok. Bahkan banyak diantara para
pelajar yang menganggap bahwa pria yang tidak merokok itu tidak jantan.
Hal inilah yang menyebabkan para pelajar banyak yang menjadi perokok,
dikarenakan rokok merupakan salah satu dari ajang mereka untuk
mengaktualisasikan diri mereka. Sebagai simbol bahwa mereka adalah orang
gaul dan eksis.

2.4 Upaya Penanggulangan Bahaya Rokok bagi Kesehatan.


Betapa sulitnya memberantas kebiasaan merokok. Hampir semua
orang mengetahui bahwa racun nikotin yang terdapat dalam asap rokok
membahayakan bagi kesehatan. Bukan hanya untuk perokok itu sendiri
melainkan juga untuk orang-orang disekitarnya yang ikut menghisap asap
tersebut (perokok pasif). Selain itu, asap rokok juga mengganggu hubungan
sosial antara perokok dan bukan perokok.
Menurut Sarlito Wirawan Sarwono (Psikologi Lingkungan,1992)
orang-orang yang merokok tidak mau menghentikan kebiasaannya karena
beberapa alasan, antara lain:
Faktor kenikmatan (kecanduan nikotin).
Status ( simbol kelaki-lakian).
Mengakrabkan hubungan sosial sesama perokok.
9

Pengendalian masalah rokok sebenarnya telah diupayakan diantaranya


melalui penetapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dibeberapa tatanan dan
sebagian wilayah Jakarta, Kota Bogor, Kota Cirebon dan sebagainya.Begitu
juga beberapa lintas sektor seperti Departemen Perhubungan dengan
menetapkan penerbangan pesawat menjadi penerbangan tanpa asap rokok,
Departemen Pendidikan Nasional menetapkan sekolah menjadi kawasan
tanpa rokok, serta beberapa Pemda yang menyatakan tempat kerja sebagai
kawasan tanpa asap rokok.
Kawasan Tanpa Rokok adalah ruangan atau arena yang dinyatakan
dilarang untuk kegiatan produksi, penjualan, iklan, promosi, ataupun
penggunaan rokok. Penetapan Kawasan Tanpa Rokok merupakan upaya
perlindungan masyarakat terhadap risiko ancaman gangguan kesehatan
karena lingkungan tercemar asap rokok. Penetapan Kawasan Tanpa Rokok
perlu diselenggarakan di tempat umum, tempat kerja, angkutan umum, tempat
ibadah, arena kegiatan anak-anak, institusi pendidikan dan tempat pelayanan
kesehatan.
Tujuan umum dari Kawasan Tanpa Rokok adalah menurunkan angka
kesakitan dan kematian akibat rokok. Sedangkan tujuan khusus penetapan
Kawasan Tanpa Rokok adalah :
Mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan

nyaman.
Memberikan perlindungan bagi masyarakat bukan perokok.
Menurunkan angka perokok.
Mencegah perokok pemula.
Melindungi generasi muda dari penyalahgunaan Narkotika,

Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA).


Disamping itu, manfaat penetapan Kawasan Tanpa Rokok adalah :
Bermartabat, yakni menghargai dan melindungi hak asasi

bukan perokok.
Ekonomis.
Meningkatkan produktivitas.
Mengurangi beban biaya hidup.
Menurunkan angka kesakitan.

10

Menciptakan tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja,


institusi pendidikan, arena kegiatan anak-anak, tempat ibadah

dan angkutan umum yang sehat, aman dan nyaman.


Dari keterkaitan berbagai aspek yang ada dalam permasalahan
merokok, maka penanggulangan masalah merokok bukan saja menjadi
tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan tanggung jawab berbagai sektor
yang terkait dengan minimal menetapkan Kawasan Tanpa Rokok di tempat
kerja masing-masing. Penetapan Kawasan Tanpa Rokok diberbagai tatanan
dapat diwujudkan melalui penggalangan komitmen bersama untuk
melaksanakannya. Dalam hal ini peran lintas sektor sangatlah penting untuk
menentukan keberhasilan dari penetapan Kawasan Tanpa Rokok sebagai
salah satu upaya penanggulangan bahaya rokok.
Rendahnya kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok menjadi
alasan sulitnya penetapan Kawasan Tanpa Rokok yang ditunjukkan dengan
keadaan hampir 70% perokok di Indonesia mulai merokok sebelum umur 19
tahun. Bahkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) 2003
meyebutkan usia 8 tahun sudah mulai merokok.
Mungkin hanya itu yang dapat saya berikan dan pesan saya jangan
anda pernah mencoba sesuatu dari hal yang bersifat negatif sekecil apapun.
Namun anda harus mencoba hal-hal yang bersifat positif. Mari kita STOP
MEROKOK.

BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Rokok adalah produk berbahaya yang didalamnya terdapat banyak
zat kimia yang berbahaya. Merokok dapat mengakibatkan munculnya
penyakit yang berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Ada banyak
sekali penyakit yang di akibatkan oleh rokok diantaranya adalah penyakit
jantung, kanker paru-paru dll. Merokok itu tidak hanya merugikan bagi

11

pelakunya saja, tapi juga bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.


Sehingga rokok ini sangat merugikan, baik bagi pelaku sendiri maupun
bagi orang lain di sekitarnya. Kegiatan merokok bisa diatasi dengan
berbagai macam cara diantaranya dengan mengisi waktu luang dan
berolahraga yang teratur, dan tentu yang paling penting adalah bulatnya
tekad bagi seorang perokok untuk berhenti merokok.
3.2 Saran
Setelah membaca makalah ini, semoga para perokok aktif dapat
tersadarkan akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera
meninggalkan kebiasaan merokoknya, supaya kesehatan mereka tetap
terjaga dan nantinya menjadikan tubuh mereka sehat bugar dan terhindar
dari penyakit yang mengancam jiwa mereka.

12