Anda di halaman 1dari 6

MOMEN INERSIA BENDA

Agustin Eka B. R (1912012021/642012007), Abednego (192012032), Andreas T


(642012015/192012038), Anastasia Iin L (192012023)
I. PENDAHULUAN
Tujuan dilakukannya eksperimen:
1. Dapat memahami konsep momen inersia
benda.
2. Dapat menentukan momen inersia benda.

L1 r1 p1 m1r1v1
L1 r1 p1 r1
Atau

L1 m1r12 ............................(2.1)
Hipotesa terhadap apa yang diteliti:
1. Momen inersia satu benda dengan benda
lainnya berbeda-beda
2. Periode osilasi suatu benda ketika
disimpangkan
mempengaruhi
momen
inersianya.
II. DASAR TEORI
Momen Insesia Benda
Sebuah sistem yang terdiri dari tiga buah
m1 , m2 , dan m3
partikel
dengan
massa
membentuk suatu benda tegar seperti tampak
pada Gambar 1.1

Dengan cara yang sama untuk m2 dan m3

L2 m2 r22
L3 m3r33
Besarnya
dituliskan

momentum

sudut

total

dapat

L L1 L2 L3
L ( m2 r12 m2 r22 m3r32 )
L I..........................................(2.2)
Dengan

I m2 r12 m2 r22 m3r32


Yang dapat dituliskan
3

I mi ri 2
i 1

Persamaan (2.2) menunjukkan hubungan antara


L, I dan . hubungan ini mirip dengan
hubungan antara momentum linier p, m dan v
pada gerak translasi, p mv . Jadi besaran I
identik dengan massa m pada gerak translasi
dan disebut momen inersia benda tegar.
Gambar 1.1 Sistem benda tegar dengan tiga
partikel berputar dengan sumbu di 0
Apabila m1 berada pada posisi r1 dan bergerak
rotasi dengan kecepatan sudut , memiliki
kecepatan linier v1 = r1 , momentum sudut
partikel tersebut.

Untuk suatu sistem N partikel yang


membentuk benda tegar, momen inersianya
adalah
3

I mi ri 2 ..........................................(2.3)
i 1

Untuk suatu benda tegar dengan distribusi


massa yang kontinyu, suatu elemen massa m1
yang beranjak r1 dari sumbu putar, momen
inersia benda dapat dituliskan
N

Dari persamaan

I0

T 2 ..............................(1.6)
2 0
4

dan persamaan (2.4) . Momen Inersia benda

I ri m
2

yang terpasang pada Alat momen Inersia dapat

i 1

Apabila m1 diambil sangat kecil, momen


inersia dapat dituliskan

T2
1 I 0 ............................(2.5)
2
T0

I r 2 dm

III. METODOLOGI

Dengan dm adalah elemen massa.


Dari persamaan momen inersia di atas, kita
dapat menghitung momen inersia untuk berbagai
benda, seperti ditunjukkan pada tabel dibawah :
NO. Nama Benda

diketahui dengan persamaan:

Letak sumbu

A. Alat dan bahan


1. 1 Buah Bola pejal
2. 1 buah silinder pejal

Momen
Inersia

3. 1 buah piringan 213

1.

Silinder Pejal

Pada sumbu
silinder

2.

Silinder Pejal

Pada diameter
pusat

mR
ml

4
12

Silinder
Berongga

Pada sumbu
silinder

m 2 2
R 1 +R 2
2

Bola Pejal

Pada
diameternya

2mR 2
5

B. Prosedur/langkah-langkah Eksperimen:

Pada
diameternya

2mR 2
3

1. Ditimbang semua benda yang akan


dihitung momen inersianya, kemudian
dicatat hasilnya pada Tabel 2.2

Bola Berongga

mR 2
2
2

4. 1 buah piringan 174


5. 1 buah kerucut pejal
2

Apabila sebuah benda di pasangkan pada Alat


Moment Inersia, kemudian diasosiasikan pada
periode osilasinya adalah

T2

4 2
I I 0 ............................(2.4)

Dengan T adalah periode osilasi dan I adalah


momen inersia benda.

6. 1 buah stopwatch
7. 1 buah jangka sorong ketelitian
8. 1 buah mistar ketelitian

2. Diukur tinggi dan diameter masingmasing benda, kemudian cacat kembali


pada Tabel 2.2
3. Dipasangkan bola pejal pada alat momen
inersia.
4. Disimpangakan bola tersebut sebesar
1800 , kemudian lepaskan sehingga
berosilasi lalu dicatat waktu 10 getaran
dan klik tombol mulai di stopwacth
kemudian catat setelah 10 kali getaran.
5. Ditekan tombol reseat untuk megenolkan
kembali nilai yang tampil dilayar.

6. Diulangi langkah 4-5 sebanyak 10 kali,


kemudian dicatat hasil lalu dimasukkan
ke Tabel 2.3

dilakukan langkah 4 sampai dengan 7


untuk setiap benda, kemudia dicatat hasil
tersebut pada Tabel 2.3.

7. Dihitung waktu 10 getaran rata-rata,


kemudian dihitung perioda getarannya,
kemudian
dicatat
hasilnya
lalu
dimasukkan pada Tabel 2.3
8. Diganti bola pejal dengan benda yang
sesuai urutan (silinder, silinder pejal 213
dan 714, kerucut pejal ) pada Tabel 2.3.

Tabel 2.2 Dimensi dan momen inersia benda


No.

Nama Benda

Massa

Dia luar

Tinggi

( kg )

(m )

(m )

1.

Bola pejal

0,50721

0,111

0,111

2.

Silinder pejal

0,51042

0,084

0,155

3.

Piringan 213

0,51507

0,08

0,03

4.

Piringan 714

0,51276

0,223

0,021

5.

Kerucut pejal

0,50817

0,148

0,129

Tabel 2.3 Perioda untuk setiap benda

Nama
Benda

Waktu 10 getaran (s)


T (s)

t1

t2

t3

t4

t5

t6

t7

t8

t9

t10

trat

Bola pejal

08,26

08,15

08,37

08,18

08,32

08,31

08,21

08,32

08,28

08,27

08,26

0,826

Silinder
pejal

07,48

07,32

07, 39

07, 48

07,53

07,30

07,55

07,30

07,51

07,38

07,42

0,742

Silinder
pejal 213

14,62

14,85

14,73

14,84

14,84

14,78

14,59

14,77

14,71

14,81

14,75

1,475

Silinder
pejal 714

18,19

18,15

18,31

18,24

18,15

18,14

18,19

18,09

18,16

18,28

18,19

1,819

Kerujut
pejal

09,78

09,77

09,67

09,62

09,62

09,75

09,65

09,51

09,61

09,71

09,67

0,971

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Sub 1 perhitungan

PERHITUNGAN
Dihitung momen inersia benda secara
teori.
2. Dengan persamaan (2.5) dihitung momen
inersia untuk masing-masing benda.
3. Dibandingkan hasil no. 1 dengan hasil
no. 2. Dihitung kesalahan relatifnya

1.

Nama Benda

I teori

Perioda diri,

T0 0, 4017 s
Momen inersia diri, I0 0,38kg m 2

T2
(s)

(kg m 2 )
Bola pejal

6,35 104

0,682

Silinder Pejal

4,5 104

0,550

Silinder Pejal 213

1, 03 104

2,175

Silinder Pejal 714

31,5 104

3,308

Kerucut Pejal

8,34 102

0,942

KSR

(kg m 2 )

(%)

VI. DAFTARPUSTAKA
Catatan :
Nilai T0 dan I 0
diisi dari
sebelummya (Percobaan MI-02)

KSR

[1] ........
percobaan

I teori I
100% ,
kesalahan relatif
I teori

terhadap teori

B. Sub 2 pembahasan
Jawab pertanyaan!!!!
Cari materi pembahasan
................

V. KESIMPULAN
Beris iuraian yang manyatakan apakah tujuan
dari praktikum ini tercapai.....

[2] ........
[3] ........

Cara Pembuatan Tabel


Tabel 1. Hubungan antara parameter x dan y
Parameter x
Bahan A
Bahan B
Bahan C
Bahan D

Parameter y
Nilai 1
Nilai 2
Nilai 3
Nilai 4

Cara Pembuatan Gambar

Gambar 1. Diagram alat/Hubungan antara X dan


Y
Cara mensitasi

Dafta rpustaka disusun berdasarkan urutan


kemunculannya di dalam makalah.

Dalam mensitasi di dalam makalah, gunakan


angka arabic yang dikurung ketika
mencantunkan pustaka, contoh: [1]

Untuk referensi lebih dari satu, gunakan


[...,...,...] atau [...-...], contoh: [2,3,4] atau [24]

Cara Penulisan Daftar Pustaka


Berikut ini adalah contoh penulisan daftar
pustaka berdasarkan sumbernya.

TATA CARA PENULISAN


Setiap simbol dari besaran Fisika ditulis
miring/italic
Pemberian Lampiran
Jikapunyalampiran:

1. Pustaka yang diambil dari jurnal yang


dipublikasikan:
[1] S. K. Srivastava and K. Kaur, Stability of
Impulsive Differential Equation with any
Time Delay,International Journal of
Innovation and Applied Studies, vol. 2, no.
3, pp. 280286, 2013.

B. JudulLampiran 2

[2] O. V. Adeoluwa, O. S. Aboderin, and O. D.


Omodara, An Appraisal of Educational
Technology Usage in Secondary Schools in
Ondo
State
(Nigeria), International
Journal of Innovation and Applied Studies,
vol. 2, no. 3, pp. 265271, 2013.

Isi lampiran 2

2. Pustaka yang diambil dari buku:

A. JudulLampiran 1
Isi lampiran 1

[3] Balanis, Antenna Theory: Analysis and


Design, 2nd Ed. Wiley India Pvt. Limited,
2007.
[4] C. Tichi, Electronic Hearth: Creating an
American Television Culture. Oxford
University Press, 1991.
[5] [12] A. R. Jennings, Financial Accounting.
Cengage Learning EMEA, 2001.
3. Pustaka yang diambil dari buku yang sudah
diedit:
[6] Mettam, G. R., and Adams, L. B., How to
prepare an electronic version of your article,
In: B. S. Jones, and R. Z. Smith
(Eds.), Introduction to the electronic age,
New York: E-Publishing Inc, pp. 281-304,
1994.
[7] O'Neil, J. M., and Egan, J., Men's and
women's gender role journeys: A metaphor
for healing, transition, and transformation,
In: B. R. Wainrib (Ed.), Gender issues
across the life cycle, New York, NY:
Springer, pp. 107-123, 1992.
4. Pustaka yang diambil dari web:
Smith, Joe, One of Volvo's core values, 1999.
[Online]
Available:
http://www.volvo.com/
environment/index.htm (July 7, 1999).

Anda mungkin juga menyukai