Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN PERAKTEK RADIOLOGI LANJUT

Rangkaian Power Supply


A. Tujuan Praktek :
1. Agar mahasiswa dapat mengetahui fungsi dari alat tersebut
2. Agggar mahasiswa dapat memahami cara kerja power supply.
3. Agar mahasiswa dapat menganal komponen yang ada pada power supply.
4. Agar mahasiswa dapat mengetahui fungsi dan karakter dari masing-masing
komponen.

GAMBAR RANGKAIAN POWER SUPPLY


2

Ragkaian ini berfungsi untuk memberi distribusi tegangan pada seluruh


rangkaian pesawat.

Komponen atau bagian yang ada dalam power supplay :


1. Fuse / sekring :
Berfungsi sebagai pengaman.

2. Line Resistance ( R Mate)


Setiap pesawat mempunyai hambatan atau R yang diberikan oleh pabrik,
contohnya pada pesawat shimadzu R=0,04-0,08, resistance ini disebut R
internal ( R pesawat ). Sehinnga R line adalah tahanan atur yang berfungsi
untuk

mencocokkan

tahanan

pengkabelan

dengan

tahanan

yang

dibutuhkan pesawat.
R internal = R. mate (line) + R. Eksternal (pengkabelan).

3. Saklar:
Berfungsi sebagai alat untuk menyambung dan memutuskan tegangan dari
PLN.

4. Voltage compensator.
Alat ini berfungsi untuk mengkompensasikan nilai tegangan pesawat
apabila terjadi kenaikan / penurunan tegangan dari pln dengan cara: jika
terjadi kenaikan tegangan pln, maka jumlah lilitan di autotrafo ditambah
dan sebaliknya jika terjadi penurunan tegangan pln, maka jumlah lilitan
dikurangi agar menadapat perbandingan transformasi yang tetap sehingga
tegangan pada tiap lilitan tetap.

5. Voltage Indikator :
Alat ini berfungsi sebagai alat penunjuk tegangan yang berasal dari PLN
bila tegangan dari pln turun maka jarum indicator bergerak ke kiri dan bila
mengalami kenaikan tegangan jarum indicator bergerak kekanan.

6. Voltage regulator :
Untuk memilih tegangan PLN 110/220/380 v tergangtung

dengan

pesawat yang digunakan

7. Auto Trafo :
Alat untuk memindahkan daya listrik dari satu rangkaian ke rangkaian lain
dengan cara menaikkan atau menurunkan tegangan keseluruh pesawat.

8. KVP Selektor mayor :


Untuk memilih tegangan tinggi puluhan missal : 10 v,20 v,30 v,dst.

9. KVP Selektor minor :


Untuk memilih tegangan tinggi satuan missal : dari 1 9 volt.

Rangkaian Pemanas Filamen.


Tujuan Praktek :
1. Agar mahasiswa memahami cara kerja rangkaian pemanas filamen.
2. Agar mahasiswa memahami fungsi dari rangkaian pemanas filament.

Gambar rangkaian pemanas filamen

Stand by resistance

MA limiter

Stabilizer tegangan

MA
s.c.c
control

Trafo filamen

Rangkaian ini berfungsi untuk menyediakan elektron-elektron bebas akibat


terjadinya Termionic Emission pada tabung roentgen.
Rangkaian ini terdiri dari :

Rangkaian Stabilisator Tegangan.


Rangkaian ini berfungsi untuk menstabilkan tegangan rangkaian pemanas
filamen sehingga pengaruh fluktuasi tegangan PLN tidak mengakibatkan
terjadinya kerusakan yang signifikan pada filamen. Rangkaian ini terdiri
dari transformator step down dimana terdiri dari kumparan primer yang
disebut N1,kemudian kumparan sekunder yang terdiri dari N2 dan N3. N2
diparalel dengan C dan keluaran N2 disambung seri dengan N3.Inputnya
disebut EK1, Outputnya disebut dengan EK2.Ada 3 kemungkinan keadaan
pada stabilizer tegangan :

EK 1= EK 2 (PLN Normal)
Tegangan dari PLN normal atau sama dengan 220V maka pada kumparan
primer rangkaian stabilisator tegangan tegangan yang masuk adalah 110 V
dan keluaran pada sekundernya adalah 18V. Pada saat proses pengisian
kapasitor arus akan mendahului tegangan sebesar 900

karena

pada saat

pengisian capasitor akan terisi oleh arus sehingga C akan bermuatan.


Sedangkan pada lilitan transformator terjadi tegangan bolak balik terlebih
dahulu kemudian terjadi garis- garis gaya magnet yang kemudian terjadi
gaya gerak listrik (GGL) di sekunder.

Ec=I.Xc
E=I.R

Pada lilitan 3:
IXL3
EK2

E=I.R

Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa I.Xcdan I.X L2 berbeda fase dan
karena N2 dan C diparalel maka besarnya sama dan berbeda fase maka selisih
fasenya adalah nol, sehingga tegangan pada N2/C adalah tegangan yang keluar
melewati R dalam dan tidak melewati r impedansi.

E = I.Xc I.XL+ I.R


E = 0 + I.R
E = I.R
Sehingga nilai tegangan sekunder adalah besar tegangan dari N3 dijumlah dengan
besar tegangan di N2 (N2 = E = I x R)

I.XL3
EK2
EK2 = I .XL3 + E
E=I.R
EK 1> EK 2 ( kenaikan tegangan PLN)
Karena terjadi kenaikan tegangan PLN, maka tegangan pada N2 juga akan
mengalami kenaikan. Pada saat tersebut adalah masa transisi (perubahan), dimana
tegangan pada C msih tetap (tidak mengalami perubahan), sehingga antara tegangan pada
L dan tegangan pada C terjadi beda fase sebesar IX N 2 IXc (karena Xc lebih kecil),
sehingga besar keluaran pada L dan C (parallel) = IX N 2 IXc + I.R
Secara vektoris:
IXc

E=I.R
E(antara N2 dan C)
IX N 2

N3 juga ikut naik sehingga, Ek2=teg..N2-Teg.C + I.R + IX N 3


IXL3
EK2

E = I.R
E (pd N2 & C)
Ek2 =E (pada N3) + E (pada N2 dan C)
= IX N 3 + E (pada N2 dan C)
pada saat Ek1<Ek2 (tegangan dari PLN turun)

= IX N 2 IXc

terjadi beda fase antara C dan L, maka pada E = IXc IX N 2


sehingga Ek2 = E IX N 3
IXc
E(antara N2 & C)

= IXc IX N 2 I .R

E=I.R

IX N 2

N2 juga akan turun tegangannya, sehingga Ek2=Teg.C -Teg.N2 +I.R


IXN3

E=I.R
EK2= IXc - IXN2 + I.R + I.R + IXN3

Space Charge Compensator


Alat ini berfungsi untuk mengkompensasikan nilai arus tabung agar sesuai
dengan yang dipilih meskipun terjadi perubahan tegangan tinggi pada tabung
roentgen. Pemilihan dengan menggunakan kV selector. X-ray tube bekerja pada
daerah space charge compensator, pada daerah tersebut apabila kita menaikkan /
menurunkan tegangan tinggi maka electron-elektron yang akan ditarik ke anoda
akan berubah sesuai dayanya.

mA control
berfungsi untuk mengatur arus pemanas filament yang kemudian akan
digunkan sebagai penentu besarnya arus tabung yang digunakan. Alat ini
disambung seri dengan trafo filament, semakin besar voltage drop yang terjadi,
maka semakin berkurang arus yang disebabkan tahanan tersebut, sebaliknya
voltage drop yang semakin kecil maka arus tabung yang dihasilkan semakin besar.

Stand by Resistance
Berfungsi untuk memberikan pemanasan awal pada filament tabung
roentgen agar saat mainswitch on maka pada tabung tidak terjadi pemanasan yang
tinggi sehingga arus dari auto trafo/ mA control terlebih dahulu melalui tahanan.

Filament limiter (mA limiter)


Berfungsi untuk membatasi mengalirnya arus pemanas filament, agar
tegangan pemanas filament diatur esuai dengan kemampuan kapasitas filament

tabung roentgen sehingga pemberian tegangan tersebut dapat memberikan


pemanasan yang wajar / normal. Hal ini agar filament tabung roentgen lebih awet

Trafo filament
Berfungsi untuk step down filament, biasanya tegangan yang digunakan
adalah tegangan 110volt menjadi 12 v/18 v tergantung spesifikasi tabung.

Gambar rangkaian Power Supply dan Rangkaian Pemanas filamen :

Cara Kerja Rangkaian:


Tegangan dari PLN akan masuk kerangkaian power supply melalui fuse, kemudian
melalui resistance melewati voltage compensator. Pada voltage compensator jika terjadi
perubahan tegangan dari PLN, maka yang harus diatur adalah jumlah lilitannya agar
perbandingan transformasinya sesuai. Kemudian arus listrik dari voltage compensator
akan mengalir melalui line adjuster kemudian melalui resistance lalu menuju fuse dan

kembali ke sumber. Karena adanya arus yang mengalir melalui kumparan autotrafo, maka
akan timbul medan magnet dan timbul prubahan garis-garis gaya magnet (GGM).
Perubahan tersebut disebabkan ole perubahan pulsa sinus pada tegangan AC. Akibat
perubahan GGM tersebut maka akan timbul Gaya Gerak Listrik (GGL) dan timbullah
tegangan yang selanjutnya akan dialirkan ke semua rangkian pada pesawat roentgen.
Kemudian selanjutnya, rangkaian pemanas filamen mendapatkan tegangan dari power
supply. Arus akan mengalir melalui stabilisator tegangan (pada primer trafo), sehingga
terjadi perubahan GGM yang akan menimbulkan GGL dan terjadilah tegangan pada
sekunder trafonya. Selanjutnya capasitor akan terisi penuh sebesar 0,63 C. Setelah itu
arus akan mengalir melalui space charge compensator menuju mA selector lalu melewati
stand by resistance menuju mA limiter dan melewati kumparan primer trafo dan kembali
ke sumber (sekunder trafo stabilisator). Karena adanya arus yang mengalir melalui
kumparan maka timbullah perubahan GGM yang selanjutnya akan menimbulkan GGL
pada sekunder trafo filamen sehingga tegangan akan masuk di sekunder trafo filamen.
Selanjutnya arus akan masuk menuju filamen dan kembali menuju sekunder trafo
filamen. Sehinga akan terjadi termionic emission dan timbullah elektron-elektron bebas
dalam jumlah yang sangat banyak sehingga membentuk awan elektron.

Rangkaian keseluruhan pesawat roentgen konvensional


Teori dasar:
seperti telah pada praktek sebelumnya, secara fisik pesawat roentgen adalah suatu alat
yang dapat menghasilkan sinar-x yang terdiri dari control table, HTT-Tank, X-Ray tube,
dan pasien table (pada pesawat single tank). Secara elektronik, pesawat roentgen terdiri
dari komponen elektronik yang terdiri dari rangkaian :
1)

Rangkaian Power supply

2)

Rangkaian pemanas filament

3)

Rangkaian X-ray tube

4)

Rangkaian tegangan tinggi

5)

Rangkaian Timer

Gambar rangkaian pesawat roentgen konvensional secara keseluruhan:

Cara kerja rangkaian (proses terjadinya sinar-x):

Rangkian power supply akan memberikan tegangan ke trafo filament pada


rangkaian pemanas filament sehingga arus akan mengalir pada primer trafo
filament dan terjadi loop. Akibat adanya arus yang mengalir melalui komponen
atau medan inti maka akan timbul medan magnetdan timbul perubahan garisgaris gaya magnet (GGM). Perubahan GGM disebabkan oleh perubahan
tegangan AC (pulsa sinus) dari power supply. Perubahan GGM tersebut akan
menimbulkan Gaya Gerak Listrik (GGL) pada sekunder trafo filament. GGL
menyebabkan timbulnya tegangan pada sekunder trafo filament maka akan
timbul arus filament dan terjadi loop. Jika tegangan filament dinaikkan maka
arus filament pun juga akan ikut naik dank arena bahan filament terbuat dari
tungsten dengan nomor atom 74, maka pada titik tertentu jika tegangan filament
dinaikkan, arus filament akan tetap. Hal ini digambarkan sesaui dengan
kharakteristiknya berikut :

Arus filament ini menyebabkan adanya proses yang disebut termionic


emission sehingga pada filament akan terdapat electron bebas dalam jumlah
yang sangat banyak sehingga disebut awan electron.

Ketika proses preparation telah dilakukan (penentuan kV, mAS,serta timer)


maka rangakaian power supply akan terhubung dengan rangkaian tegangan
tinggi. Selanjutnya, trafo primer tegangan tinggi pada rangkaian tegangan
tinggi akan mendapatkan tegangan dari power supply, sehingga arus akan

mengalir pada primer trafo dan terjadi loop. Akibat adanya arus yang mengalir
melalui kumparan (medan inti) maka akan timbul medan magnet dan
menimbulkan Garis-Garis Gaya Magnet (GGM). GGM tersebut akan
berubah-ubah sesuai dengan perubahan pulsa sinus pada tegangan AC dari
power supply. Akibat perubahan GGM akan menyebabkan timbulnya GGL
pada primer trafo tegangan tinggi sehingga akan timbul tegangan pada
sekunder trafo. Tegangan tersebut akan menimbulkan arus dan terjadi loop.
Rangkaian tegangan tinggi akan memberikan beda potensial antara anode dan
katode. Saat anode mendapat polaritas (+) akan ada arus listrik mengalir dari
anoda menuju katoda dan kembali ke sekunder trafo tegangan tinggi. Selain
adanya arus listrik awan electron pada katoda akan tertarik ke anoda dan
menumbuk target. Karena pada anoda tedapat atom-atom maka electronelektron tersebut akan menumbuk atom target. Saat menumbuk atom target
tersebut ada electron yang menabrak inti atom (bremstrahlung) dan ada juga
electron yang menabrak electron elektron pada lintasan orbit kulit k, l, m,...
electron valensi yang menabrak electron pada kulit k maka electron tersebut
akan terpental keluar dan kulit k akan mengalami kekosongan, sehingga
electron pada kulit l akan transisi ke kulit k guna mengisi kekososngan
tersebut. Proses transisi tersebut akan mengeluarkan gelombang electromagnet
sebesar 0,1 Amstrong yang kemudian disebut dengan sinar-x.
Besarnya arus tabung ditentukan oleh besarnya tegangan tabung yang diberikan. Semakin
tinggi tegangan tabungnya semakin tinggi arus yang dihasilkan. Karena semakin besar
tarikannya semakin banyak elektron-elektron bebas yang tertarik. Hal ini sesuai dengan
karakteristik sebagai berikut :

Dari gambar kharakteristik tersebut dapat dilihat bahwa jika tegangan tabung dinaikkan
maka arus tabung pun juga akan tertarik. Sehingga mA yang sudah kita tetapkan besarnya
akan terpengaruh dan tidak sesuai dengan mA yang diatur. Pada titik tertentu akan
mencapai saturasi dimana jika tegangan dinaikan arus tidak akan berubah namun arus
tabung tidak bekerja pada daerah itu, hanya pada daerah space charge. Sehingga
diperlukan sebuah alat yang berfungsi untuk menanggulangi agar mA yang sudah
dihasilkan sesuai dengan yang kita atur, alat tersebut adalah space charge compensator
(SCC).

CCTV (close circuit television)

Tujuan Praktek :
1. Agar mahasiswa dapat memahami cara kerja rangkaian CCTV
2. Agar mahasiswa dapat memahami cara kerja dari masing-masing bagian
rangkaian.
3. Agar mahasiswa dapat memahami fungsi dari masing-masing bagian
rangkaian CCTV.
4. Agar mahasiswa dapat memahami Fungsi & mengetahui tombol-tombol yang
ada pada CCTV.

X-ray tube

Pasien

Image intensifier
Camera
Control TV

TV monitor

ADR
X-ray Generator

Automatic dose rate control.


Vidio Recorder

Pengertian CCTV (close circuit television)


Secara umum CCTV adalah seperangkat peralatan elektronik yang dirangkai
secara tertutup dan berfungsi untuk menampilkan gambar pada TV monitor.
Dalam bidang radiologi CCTV adalah suatu peralatan elektronik yang dirangkai
secara tertutup yang difungsikan untuk menampilkan gambar pada TV monitor. sehingga
dapat digunakan untuk pelaksanaan flouroscopy dan fotoseri.
CCTV terdiri dari :
1. explorator
2. image intensifier
3. kamera
4. central TV
5. TV monitor

Explorator
Secara mekanik explorator adalah tempat intensifier yang didalamnya dilengkapi
dengan pengaturan gerakan kaset.
Kaset yang digerakkan dengan mekanik, di dalam explorator ada kaset yang dapat
di gerakkan oleh penggerak mekanik agar bergerak pada posisi expose area ataupun free
area.

Ada beberapa tombol pada explorator adalah:


1
.

= Kompression

= Dekompression

2
.

3.

= Exposure
= Mesuring field/selection

4
.
.
5.

= Full field/survay

6.

= Split to half

7.

= Split to quarter

= Layer (heigh) menentukan


objek yang harus diambil

8.

9
.

= fluoroscopy

10.

= Screening KV

kedalam / ketebalan

11.
= Bucky exposure

12.

13.

= FFD / SID 150

::::::
::::::
::::
0,8:::

:::
;;;;;;;;;
;;

= Linier tomografi 0,8

.
14.

= Linier tomografi 1,2


1,2

= A ngiografi

15.

16.

= Colimation auto

17.
= Contrast
18.
= Brighness

19.

= Normal size

20.

= Zoom

Perlengkapan - perlengkapan lain CCTV:


Grid adalah yang beradiasi yang berfungsi untuk radiasi hambur dan radiasi
yang energinya lemah sehingga dapat mempertajamm gambar yang dihasilkan.
Kolimator adalah suatu alat yang berfungsi untuk menentukan luas lapangan
penyinaran.
Radiation shield adalah karet timah yang berfungsi untuk melindungi operator
dari radiasi hambur.
Bucky adalah alat yang menempatkan cassetetray, cassete, grid dan iontomat
chamber
Cassettedray adalah tempat meletakan cassete waktu membuat foto.
Iontomat chamber adalah kelengkapan automatic timer yang berfungsi untuk
merubah sinar x menjadi sinyal listrik.
Scander radiation adalah radiasi hambur yang menyebabkan kaburnya gambar.
Countras adalah ketajaman hasil gambar.
Brighness adalah menentukan terang gelapnya hasil gambar.
Normal size II adalah focus yang diterima atau yang dihasilkan kaburnya
gambar.

Zoom adalah lebar lensa yang merupakan berkas-berkas sinar tampak yang
ditangkap oleh kamera.

Prinsip kerja CCTV :


X-ray tube menghasilkan sinar x kemudian menembus pasient lalu di teruskan
ke image intensifier.
Pada image intensifier, x-ray di ubah menjadi cahaya tampak dan kemudian
diperkuat untuk lensa.
Pada lensa cahaya tersebut difokuskan dan mengenai kamera.
Cahay yang mengenai kamera ini akan di ubah menjadi sinyal listrik(elektrik
sinyal), dan di teruskan ke kontrol TV kemudian di teruskan ke TV monitor.
Pada monitor, kita dapat melihat gambar sesuai dengan objek yang di foto.

Keuntungan menggunakan CCTV :


1. Gambar dapat di lihat di tempat yang terang (tidak perlu diruang gelap).
2. Intensitas sinar x lebih kecil sehingga :
beban pesawat (tabung sinar x) berkurang.
Dosis radiasi yang diterima pasient lebih sedikit.
3. Hasil gambar dapat dilihat langsung.
4. Gambar dapat direkam dan sewaktu-waktu dapat dilihat kembali apabila
diperlukan (dengan fotoseri).

EXPLORATOR
Secara mekanik explorator yaitu tempat intensifier yang di dalamnya dilengkapi
dengan pengatur gerakan kaset.
Kaset yang di gerakkan dengan mekanik. Didalam explorator ada kaset yang
dapat digerakkan oleh penggerak meaknik agar bergerak pada posisi expose area ataupun
free area.

IMAGE INTENSIFIER
Berfungsi untuk mengubah sinar x menjadi cahaya tampak dan memperkuat
berkas-berkas cahaya sehingga gambar yang dihasilkan lebih tajam.
Image intensifier dilengkapi dengan input phosper 3 buah metal yang merupakan
3 elektroda berbentuk ring dan output phosper.
Image intensifier terdapat 3 buah elektron optik yaitu :
Elektron optik I
Untuk mempercepat jalannya elektron dari foto katoda ke output screen.
Elektron optik II
Memfokuskan berkas elektron menjadi elektron gun.
Elektron optik III
Merubah elektron gun menjadi berkas-berkas elektron yang luasnya sama dengan
luas output screen

GAMBAR IMAGE INTENSIFIER BUATAN SIEMENS


Elektron
optic II

Output
screen

O
B
J
E
K

Input screen

Elektron
optic I

Katoda
(electron
optic III)

Penguat gambar diatas berisi tabung persisi besi yang memiliki layar yang tembus
pandang dari sebuah cakram cermin timah hitam pada akhir penglihatan.
Cermin bersatu dengan lapisan kertas timah hitam yang terletak di dalam persisi
sehingga menjadi radiasi yang di perlukan gambar pada phospor input kira-kira
seperempat kali dari ukuran gambar phospor input.

Cara kerja image intensifier :

Saat sinar x mengenai input dari tabung elektron penguat gambar(yy), maka
akan diubah menjadi cahaya tampak oleh layar fluoresent.
Input yang dilengkapi dengan foto katoda akan menghasilkan elktron. Jumlah
elktron yang dihasilkan sesuai dengan cahaya tampak pada layar flouresent.
Elektron-elektron tersebut kemudian dipercepat oleh E1 dan diarahkan ke focus
oleh lensa elektrostatis E2. saat elektron ini sampai di daerah medan bebas yaitu
elektron E3. maka elektron ini akan menyebar ke layar output sehingga
menghasilkan cahaya tampak.

CAMERA
Berfungsi untuk mengubah cahaya tampak menjadi sinyal listrik.

GAMBAR CAMERA

Jenis-jenis kamera :
Vidicom
Vidicom mempunyai diameter plat penyetel sebesar 1 inchi, 2/3 atau 1,2 inchi.
Dalam tabung kamera ini sasaran yang peka cahaya atau plat bayangan di buat
dari trisulfida antimoni.

Plumbicon
Plumbicon Ini adalah merk buatan N.V. philips yang bentuknya kamera serupa
dengan vidicom, tetapi plat bayangan plumbicon terbuat dari oksida timbal (PbO).

Fokus Berkas
Elektron elektron dibuat mengumpul kesebuah berkas sempit oleh lensa
Elektrostatik didalam senapan dan oleh sebuah kumparan luar unutkpemokusan
magnetik. Perlambatan elektron elektron membuat mereka mengumpul ketengah
berkas. Disamping itu, arus dalam kumparan kumparan magnetik dapat disetel.
Kumparan fokus mengelilingi kumparan kumparan defleksi dalam rakitan ganda
sekeliling tabung.

a. Plumbicon
Plumbicon Ini adalah merk buatan N.V. philips yang bentuknya kamera
serupa dengan vidicom, tetapi plat bayangan plumbicon terbuat dari
oksida timbal (PbO).
b. Saticon.
Nama ini adalah merek dagang Hitachi Ltd. Pelat bayangan terbuat dari
selenum, arsenik dan tellurium.

c. Silicon vidicom.
Titik sambungan semikonduktor silikon digunakan untuk bahan sasaran
didalam silikon vidikom. Keuntungannya adalah sensitivitasnya yang
sangat tinggi untuk pemakaian dengan cahaya rendah.
d. Chalnicon.
Nama ini adalah merek dagang Toshiba elektrik Co.Ltd.
Sasarannya berupa sebuah susunan lapisan ganda yang rumit yang terdiri
dari oksida kaleng, cadmium selenida dan trisulfida arsebik. Tabung
kamera ini memiliki sensitivitas yang sangat tinggi.
e. Newvicom.
Nama ini adalah merek dagang Matsushita Electrik.
Sasaran terbuat dari lapisan selenium seng, tidak berbentuk (amorphous)
dan ditopang oleh trisulfida antimoni. Amorphous berarti suatu keadaan
fisis yang bukan dalam suatu bentuk yang pasti yakni, ekivalen dengan
cairan padat. Keuntungan Newvicom adalah sensitivitasnya yang sangat
tinggi dan respon spektral yang meluas kepanjang gelombang cahaya yang
panjang untuk merah infra.

Cara kerja camera :


1. Didalam tabung camera terjadi proses pemayaran/penyapuan/scanning sebagai
berikut :
a. Mula-mula filamen mendapat pemanasan sehingga terjadi thermionic emission.
Elektron-elektron yang di hasilkan akan ditarik ke bidang sasaran bagian dalam
faceplat yang dilengkapi bahan peka cahaya terbuat dari trisulfida antimoni.
b. Sebelum sampai sasaran elektron-elektron dikontrol oleh G1. dipercepat G2 dan
di fokuskanoleh G3. menjadi berkas titik yang disebut elektron gun.
c. Elektron gun ini akan menyapu seluruh permukaan bidang sasaran yang
digerakkan oleh rangkaian horizontal deflection dan rangkaian vertikal deflection.
d. Pada sekeliling bidang sasaran dilengkapi dengan kisi G4 yang merupakan
piringan mata jala halus dengan potensial 400 volt terhadap filamen/katodanya.
e. Tetapi karena sasaran diberi tegangan rendah (50volt) maka saat elektron gun mau
mendarat ke bidang sasaran terjadi pengereman sehingga akan mengurangi
terjadinya radiasi hambur, dan mendarat dengan sudut yang tegak lurus pada
semua titik permukaan.
2. trisulfida antimoni yang sifatnya peka cahaya ini adalah merupakan lapisan foto
konduktif. Tahananya akan berkurang sesuai dengan pertambahan cahaya yang
diterima dari image intensifier. Dengan kata lain cahaya yang datang akan dirubah
menjadi sinyal listrik.
3. kedepan menghadap cahaya dari yy adalah lapisan tipis tembus cahaya (transparan)
tetapi secara listrik bersifat menghantar.
4. cahaya yang telah dirubah menjadi sinyal listrik vidio akan diteruskan ke control
unit/central unit untuk diolah dan diproses menjadi sinyal gambar.

Central TV
Berfungsi untuk mengubanh sinyal listrik menjadi sinyal video.
TV monitor
Berfungsi untuk merubah sinyal video atau sinyal listrik menjadi gambar atau bayangan
pada monitor.

GAMBAR TV MONITOR

filamen

Kat
oda

G1

G2

G3

Cara Kerjanya TV Monitor


guna memahami cara kerja TV Monitor, lihat gambar dibawah ini. Gambar
tersebut adalah sebuah tabung elektron biasa yang didalamnya terdapat katoda, grid dan
anoda.
Sesudah katoda dipanasi oleh kawat pemanas maka akan terjadi emisi electron.
Elektron-elektronnya dan elektron-elektron tersebut akan ditarik oleh anoda karena diberi
tegangan positif sangat tinggi terhadap katoda. Pada layar anoda diberi suatu lapisan zat
yang apabila terkena benturan elektron-elektron akan berpendar.
Berpendarnya zat tersebut akan semakin terang apabila elektron yang menabrak
anoda ini jumlahnya persatuan waktu semakin banyak atau tenaga yang terdapat pada
elektron-elektron itu semakin besar. Akan tetapi elektron-elektron tersebut akan
menyebar dan membentuk bidang cahaya yang lebar dan redup.
Bidang cahaya yang lebar lagi redup itu perlu dibuat menjdi bintik yang tajam lagi
cerah. Guna mewujudkan hal tersebut maka pancaran electron yang keluar dai katoda ke
anoda harus dibuat menjadi berkas electron yang tipis dan kuat yang intensitasnya layer
sesui dengan kebutuhan.

ADR (automatic dose rate control)


ADR adalah suatu alat yang bekerja memberikan masukan ke power supplay
utamanya dan ke selektor Kv untuk mengatur atau menyeimbangkan besarnya KV yang
disesuaikan. Di automatic timer kalau objek gemuk berarti x-ray yang keluar dari objek
sedikit. Bila sedikit, berarti mA nya sedikit, yang mengakibatkan densitas yang
membangun gambar yang jelas tidak terpenuhi. Sehingga gambar menjadi buram. Cara

supaya densitas terpenuhi harus menaikkan Kv selektor dengan cara keluaran ADR di
hubungkan ke motor x-ray generator.

Gambar Automatic Dose Rad Control:

Cara Kerja Automatic Dose Rad Control


Pada awal fluoroscopy dan photo seri, dilakukan pengaturan besarnya kV, mAS
yang diperlukan. Misalnya untuk pemotretan photo torak, diperlukan kV sebesar 80 kV,
mAS =50. maka dilakukan pengaturan untuk nilai yang dibutuhakn tersebut pada control
table. Setelah paien berada diatas meja pasien, dan proses preparation telah selesai, lalu
dilakukan fluoroscopy (gambar pada monitor), jika sudah tepat posisi dan gambar yang
ingin dipotoseri, maka dilakukan photoseri pertama. Ketika ingin mengambiol gambar
pada posisi lan (misalnya posisi tubuh pasien miring), maka ketebalan objek akan
berbeda dengan ketebalan pada pemotretan pertama, sehingga besarnya kV yang
dibutuhkan juga kan berubah. Apabila X-Ray yang diterima terlalu tinggi (tidak tepat
untuk objek yang akan dipoto), maka control motor akan menggerakkan motor yang akan
menggerakkan kV selector secara otomatis.

Pick
up
tube

Video
amplif
ier

Control
amplifier

Vignetting
compens

Deflection
circuit
H

Signal
formation

Control
amp
dominant

Video
amplifier

Circle
produktion

Deflection
circuit
H

Deflection
circuit
V

Deflection
circuit
V

Pulse
generator
Catoda
x-ray
tube

Circle
produktion

camera

Keterangan :

Control unit

monitor

control amplifier = untuk mengendalikan gain atau penguatan yang terjadi.


Vignitting compens = untuk menahan/mengamankan sehingga tidak terjadi
interverensi sinyal dari luar.
Signal formation = sinyal yang memberi akses komponen-komponen pada tabung
CRT.
Control amp dominant = untuk mengontrol agar sinyal-sinyal dari pick up tube
agar lebih terfocus.
Pulse generator = memberikan sinyal supplay ke seluruh rangkaian/pembangkit
pulsa rangkaian-rangkaian yang ada di area tersebut.
Circle production = untuk memproduksi bentuk lingkaran yang terjadi pada
bidang sasaran pada camera agar dihasilkan hasil yang terfocus.
Vidio amplifier = sinyal-sinyal vidio berupa image.
Deflection circuit H = untuk mengontrol pergerakan elktron gun ke kanan dan ke
kiri.
Deflection circuit V = untuk mengontrol pergerakan elktron gun ke atas dan ke
bawah.
Pick up tube = untuk merubah cahaya tampak menjadi sinyal listrik, dilaksanakan
oleh face plate(bidang sasaran) yang terbuat dari bahan foto konduktif.

Cara kerjanya:
Didalam pick up tube,elektron elektron yang dihasilkan oleh filamen,kemudian
dikontrol oleh G1,di percepat oleh G2 dan difokuskan oleh G3 menjadi elektron gan
untuk menuju kebidang sasran bagian dalam. Pada bidang sasaran bagian dalam terjadi
scaning / penyapuan. Maksud dari scaning/ penyapuan adalah menabraknya berkas
elektron kebidang sasaran sesuai dengan polaritas horizontal dan vertikal defleksion.
Pada horizontal dan vertikal defleksion dilakkukan dan diolah oleh horizontal dan
vertikal defleksion circuit blok 2 & 3.blok sircuit production berfungsi untuk membentuk
lingkaran pada bidang sasaran dan sentral (control unit) sehingga objek yang tergambar
pada monitor dapat lebih terfokus.Sinyal listrik dari pick up tube kemudian dilakukan
oleh vidio amlifier untuyk diteruskan ke control unit. Amlifier brfungsi untuk mengatur
pennguatan sinyalnya ,vigniting conpents difokuskan untukpenyesuaian pembentukan

gambar pada kaca monitor sehinga dihasilkan bentuk objek yang cocok. Control
amplifier dominan berfungsi untuk memilih dosis radiasi yang pling sesuai dengan objek
yang dikehendaki.

PESAWAT RONTGEN KONDENSATOR DISCHARGE


Tujuan Praktek :
1. Agar mahasiswa dapat memahami cara kerja rangkaian pesawat rontgen
kondensator discharge.
2. Agar mahasiswa dapat mengetahui bagian-bagian rangkaian pesawat rontgen
kondensator discharge.

3. Agar mahasiswa dapat mengetahui fungsi dari masing-masing komponen


rangkaian pesawat rontgen kondensator discharge.

BLOK DIAGRAM PESAWAT RONTGEN KONDENSATOR


DISCHARGE

Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

autotransformator.
kompensator muatan ruang.
pemanas katoda.
pengatur tegangan grid.
rangkaian anoda putar.
pengatur waktu penyinaran pendek.
pengatur pengisian tegangan tinggi.
7a. Relay pengisian tegangan tinggi.
7b. Relay penghenti tegangan tinggi.
7c. Relay pengaman tegangan tinggi.
8. rangkaian tegangan tinggi.
9. tabung rontgen.
A. fuse
B. penyesuian tegangan(voltage compensator).
C. Kv regulator.
S1. saklar utama(line switch)
S2. saklar pengisian(charge push bottom)
S3 saklar persiapan(ready push buttom)
S4. saklar penyinaran(x-ray push buttom)
S5. saklar pemilihan waktu penyinaran.
a1. kontaktor self holding relay.
a2. kontaktor pengisi tegangan tinggi.
b. kontaktor penghenti pengisian tinggi.
c. kontaktor pengaman pengisi tegangan tinggi
d. kontaktor penyinaran

cara kerja :
1. pada saat S1 ditekan autotransformator mendapat tegangan sehingga terjadi
pemanasan pada katoda tabung & grid mendapat tegangan bias (-).
2. untuk menentukan waktu penyinaran atur S5. bila S5 diposisi S untuk penyinaran
dengan waktu singkat. Sedangkan bila S5 diposisi H untuk penyinaran dengan
densitas tinggi.
3. untuk memilih tegangan tabung rontgen atau Kv regulatornya penentuan besarnya
tegangan tabung rontgen sesuai dengan pelaksanaan radiografi.
4. S2 ditekan relay 7a akan bekerja sehingga kontaktor a1 & a2 terhubung dan
terjadi pengisian tegangan tinggi. Setelah terjadi pengisian arus feed back dari
rangkaian tegangan tinggi akan terhubung ke rangkaian pengisian tegangan tinggi,
relay 7b bekerja. Ketika 7b tidak bekerja, kontaktor b akan terputus sehingga
pengisian tegangan tinggi berakhir.
5. S3 ditekan rangkaian anoda berputar mendapat tegangan dan anoda pada tabung
rontgen berputar.
6. S4 on rangkaian pengatur tegangan tinggi tidak mendapat tegangan sehingga relay
pengatur tegangan tinggi tidak bekerja, sedangkan kontaktor d terhubung
sehingga katoda dan grid terhubung dan grid mendapat tegangan (+) dan terjadi
penyinaran.

RANGKAIAN PENGATURAN TEGANGAN


GRID PADA TABUNG RONTGEN
Cara kerja :
1. main switch on, AT bekerja ada arus yang mengalir dari AT sebelah kiri turun
ke Ry-2 terminal II, menuju Ry-5. pada kontaktor Ry-2 dengan melalui Ry4(3-4), Ry-9(1-4), Ry-10(1-4) dan Ry-13(3-7). Kemudian melalui Tr-6 dan
Ry-5 yang dipasang paralel lalu kembali menuju AT.
2. karena Tr-6 mendapat tegangan , Ry-5 energies. Ry-5 dan Tr-6 bekerja arus
mengalir dari D6 ke C9. bekerjanya Ry-5 menyebabkan kontaktor Ry-5
terbuka dan terjadilah pengisian kapasitor C9 yang arusnya melalui Tr6
menuju D6 lalu ke C9 dan kembali ke Tr-6 yang mengakibatkan katoda
mendapat polaritas (+) dari sisi positif kapasitor (C9). Dan grid mendapatkan
polaritas (-) dari sisi negatif kapasitor. Sehingga kalau anoda dan katoda sudah
terhubung dengan tegangan tinggi, karena grid(-) maka elktron tidak dapat
ditarik ke anoda sehingga expose belum terjadi.
3. saat push buttom ready ditekan maka Ry-3 bekerja. Menyebabkan kontaktor
Ry-3 menutup dan arus mengalir melewati kontaktor Ry-3(5-6). Sehingga Ry4, Ry-9,Ry-10 bekerja. Bekerjanya Ry-4, Ry-9, Ry-10 menyebabkan kontaktor
pada Ry-4, Ry-9, Ry-10 terbuka. Tetapi Ry-5 tetap bekerja karena kontaktor
Ry-13 masih terhubung. Tr-5 merupakan supplay filamen tabung rontgen
sehingga terjadi termionic emission dan terjadi awan elektron.
4. pada saat push buttom x-ray ditekan maka arus mengalir dari autotrafo ke
kontak x-ray melalui rectifier lalu ke R28,selenoid, kembali lagi ke rectifier ke
atas lewat Ry-3 lalu ke autotrafo. Dengan mengalirnya arus maka selenoid
akan memanas dan menyebabkan mikroswitch akan menutup. Setelah T=R.C.
5. menutupnya microswitch menyebabkan arus melewati AT yang lewat
penyearah tidak lagi turun ke23 tetapi ke D13, Ry-13, microswitch, rectifier,
Ry-3, AT.
6. dengan bekerjanya Ry-13 maka kontaktor Ry-13 (3-7) akan terbuka dan Ry-5
tidak bekerja lagi yang menyebabkan kontaktor Ry-5 menutup kembali dan
terjadi pengosongan capasitor melalui R19 karena pada capasitor C9
dikosongkan maka lama-kelamaan tegangan digrid dan dan dikathoda menjadi
sama (netral) akibatnya elektron-elektron bebas dikathoda akan ditarik
keanoda dan akan trjadi expose.

RANGKAIAN PENGATUR PENGISI TEGANGAN .

CARA KERJA:
1. transformasi (Tr1) selalu dlam keadaan on. Tegangan dari sekunder
transformasi (Tr1) akan disearahkan oleh rangkaian penyearah setengah
gelombang yaitu dioda (D1) dan condensator (C1) sebagai bypass
tegangan lebih, supaya sesuai dengan kebutuhan filamen tabung triratron.
Sedangkan kondensator (C2) dan (C4) akan diisi sampai nilai puncaknya
sama dengan (Va). Pada saat tersebut tegangan grid tabung triratron jauh
lebih negatif dibanding dengan tegangan pada katodanya, sehingga tabung
triratron (V1) dalam keadaan cut off.
2. apabila saklar charge buttom ditekan sesaat maka relay (Ry-1) akan
bekerja dan akan merubah kontak-kontak relay (Ry-1). Kontak-kontak
tersebut adalah kontaktor Ry-1(5-3) dan Ry-1(9-7) akan membuka,
mengakibatkan hubungan kondensator(C4) terpisah dari rangkaian
penyearah setengah gelombang. Sehingga katoda tabung triratron kini
mendapat sumber tegangan dari tegangan yang terkandung dalam
kondensator(C4). Dalam hal tersebut pada kontaktor Ry-1 (6-8)
terhubung. Sehingga transformator tegangan tinggi (Tr-4) mendapat
tegangan. Dengan demikian condensator (C7) dan (C8) akan diisi melalui
pengganda tegangan sehingga dengan demikian proses pengisian tegangan
tinggi berlangsung.
3. apabila tegangan anoda dari tabung rontgen telah mencapai harga
sedemikian rupa maka akan melalui elemen elemen feed back (R17), kV
meter, R6, R7 serta R5. pengaturan tegangan grid tabung thiratron (V1)
mendekati = kathodanya. Sehingga tabung thiratron (V1) akan menyala.
4. Dengan bekerjanya tabung thiratron (V1) akan menyebabkan nilai Ry-2
bekerja. Sehingga kontak-kontak relay Ry-2 akan berubah kedudukannya
antara lain kontak Ry-2 (3-7) akan terbuka. Sehingga memutuskan
hubungan yang menuju ke relay Ry-1 sehingga relay Ry-1 tidak bekerja
dan kontak kontaknya akan kembali seperti semula. Karena kontaktor Ry1 (6-8) terbuka maka pengisian tegangan tinggi berakhir.
5. Disamping itu juga kontaktor Ry-2 (8-11) akan terbuka sehingga relay Ry5 tidak bekerja dan kontaktor Ry-5 kembali terhubung maka tegangan grid
tabung rontgen kini menuju positif sehingga tabung rontgen bekerja
dengan kata lain terjadi penyinaran.
6. bersamaan dalam hal tersebut kontaktor Ry-2 (2-5) berubah keposisi 2-4
sehingga tabung rontgen akan bekerja selama tegangan anoda
mendapatkan polaritas positif sedangkan tegangan grid akan sama dengan
tegangan katodanya.
7. saat terjadi penyinaran tegangan anoda tabung akan turun sedemikian rupa
sehingga tegangan feedback menuju rangkaian pengatur grid akan ikut
turun. Jika tegangan grid maka tabung thiratron akan cutoff sehingga relay
(Ry-2) tidak bekerja dan kontak kontaknya akan kembali keposisi semula
oleh karena kontak Ry-2 (8-11) terhubung maka Ry-5 akan kembali
bekerja dan kontak Ry-5 akan kembali terbuka. Tegangan grid akan
mendapat bias negatif lagi sehingga tabung rontgen berhenti bekerja.

RANGKAIAN TEGANGAN TINGGI DAN RANGKAIAN


PENGONTROL TEGANGAN GRID

Rangkaian Tegangan Tinggi di lengkapi dengan :


1. Autotransformator
2. Tombol Charge
3. TR4 (HTT) / Transformator tegangan tinggi (step up)
4. Ry1 (Relay unutk menghidupkan TR4)
5. Dioda penyearah D4 & D5
6. Condensator tegangan tinggi C7 dan C3
7. Resistor (R15, R16, R17)
keluaran R17 diteruskan ke pengisi tegangan

CARA KERJA RANGKAIAN

Main switch on
Autotrafo (AT) mendapat supply
Tombol charge ditekan, Ry1 energize, kontak Ry1 (14- 15) & (6-8) menutup,
kontak itu merupakan self holding relay, menutupnya kontaktor Ry1
menyebabkan adanya arus mengalir dari titik A D4 R16 C8
ground dan ketitik B sehingga terjadi pengisian condensator (C6).
Titik B positif, arus mengalir dari titik 5 ground & C7 R15 D5
titik A, saat itu terjadi pengisian condensator C7 (tegangan tinggi) deengan
demikian tegangan pada anoda dan katoda merupakan penjumlahan dari C8 &
C7
C8 & C7 dihubung seri sehingga antara keduanya mendapat polaritas antara
C8 & C7.
Polaritas positif pada C8 membias + pada anoda, sedangakan polaritas negatif
pada C7 membias katoda sehingga besarnya tegangan anoda sama dengan
tegangan anoda C7 & C8.
Tegangan tinggi ini akan diumpan balikkan menuju pengatur tegangan tinggi,
sehingga terjadi pengisian capasitor merupakan hasil pengendalian dari
tegangan yang diukur / sesuai dengan tegangan yang diatur.

RANGKAIAN PENGAMAN BEBAN LEBIH


Rangakaian ini terdiri dari (dilengkapi):
1. Autotransformator
2. TR2, TR4, TR5
3. Triode X-ray tube
4. tabung thiratron
5. kV meter
6. Dioda penyearah (D4; D5; D6; D7; D9; D10)
7. Dioda Zener (Ze s)
8. tombol cahrge button
9. condensator tegangan tinggi C7, C8, C9, C10
10. relay (Ry1; Ry5; Ry12; Ry2)
11. Resistor (R12, R14, R15, R16, R17, R21, R22, R23, R24, R25)

Cara Kerja Rangkaian :

Tegangan kV diukur dari besarnay pengaturan kV selector (6,7,8 dari AT)


Saat main switch on, TR2 bekerja memberikan supply pada thiratron V2. katoda
diberika hubungan elbih (-) terhadap anodanya. Sebelumnya terjadi pemanasan
filamen pada A-B sehingga terjadi thermionic emission (elektron-elektron
terbebas dari ikatan atomnya).
Bias katoda diberi tegangan tetap dari dioda zener (Ze1) sebesar Vc
Tegangan grid thiratron mendapatkan tegangan dari umpan balik anoda melalui
R17 kV meter R21 R23 Grid thiratron
Saat tegangan anoda naik sedemikian rupa sehingga menyebabkan tegangan
mengatur grid V2 mendekati tegangan katodanya sehingga V2

Apabila tegangan tinggi C8 & C7 pada rangkaian tegangan tinggi dan rangkaian
pengaman beban lebih melebihi atau mengalami kerusakan, maka akan ada arus
balik melalui R17 kV meter R22 R23 Grid thiratron (v2) sehingga
grid bertambah (+). Energizenya thiratron V2 menyebabkan Ry12 bekerja arus
mengalir dari TR2 ke Ry12 bekerjanya Ry12, kontaktor 1-4 terbuka,
membukanya kontaktor 1-4 menyebabkan Ry1 energize, energizenya Ry1
menyebabkan kontaktor 6-8 terbuka, terbukanya kontaktor 6-8 menyebabkan tr4
tidak mendapat tegangan, dengan begitu akan menyebabkan tabung rontgen
tidak bekerja lagi.

RANGKAIAN TABUNG RONGEN CONDENSATOR


DISCHARGE

Rangkaian tabung rongen ini terdiri dari :


Tabung triode X ray tube.
C1 dan C2.
R9
Batteray E9
Saklar S
Tabung triode x ray tube ini akan bekerja jika antara grid dan katoda dihubung
singkat.

Cara kerja rangkaian:


1. kondensator C sudah terisi katoda dari triode x ray tube mendapat bias (+)dari
batteray E9 dan grid triode x ray tube mendapat bias (-) dari batteray E9.
sehingga terjadi thermionic emision tetapi masih ditahan oeh grid sehingga x
ray tube belum menghasilkan sinar X.( jika grid mendapat bias (-) maka
elektron dari katoda tidak dapat ditarik ke anoda).
2. Pada saat saklar S ditekan maka grid akan netral (grid grid katoda
dihubungkan singkat ) atau tidak ada beda polaritas besar tegangan tabung
antara anoda dan katoda adalah tegangan C1 + C2.
3. dalam hal ii anoda mendapat bias (+) dari tegangan C1 dan katoda mendapat
bias (-) dari tegangan C2 maka akan terjadi proses sinar X:
- elektront ditarik katoda ke anoda.
- Dengan demikian terjadi rangkaian tertutup dan terjadi arus tabung.
- Pada saat elektron di anoda ada elektron yang menumbuk ke init atom
(Breamstrahlung; yang menumbuk lapisan kulit K disebut K kharakteristik
- Akibat dari tumbukan elektron tersebut akan terjadi hole, hole tersebut
akan diisi oleh elektron diluarnya atau disekitarnya. Perpindahan elektron
tersebut akan mengakibatkan atau menimbulkan gelombang
elektromaghnetik. Untuk gelombang elektromaghnetik yang panjang
gelombangnya 0,1 1 amstrong disebut dengan Sinar-X

Pesawat terapi sinar x


Pesawat terapi sinar x mempunyai anoda diam/stasioner. Karena waktu
penyinaran pada umumnya agak lama (beberapa menit), maka tabung sinar x
memerlukan pendinginan yang baik. Untuk Kv yang rendah pendinginan dapat dilakukan
dengan udara. Pada tegangan anoda yang lebih tinggi pendinginan dilakukan dengan air
yang dialirkan dalam pipa selang melalui wadah tabung yang berisi minyak atau minyak
transformator dipompa dalam pipa selang melalui wadah tabung dan melalui tangki air
yang isinya selalu diperbaharui.
Sesuai dengan tegangan anoda, pesawat terapi sinar x dibagi dalam golongan:
1. terapi kontak
2. terapi superfisial
3. terapi medium
4. terapi orthovolt.
5. terapi supervolt.

1. Terapi kontak.
Pesawat rontgen terapi kontak berfungsi untuk penyembuhan/membunuh
penyakit.
Tegangan yang digunakan adalah 10 Kv-50kV.
Tabung sinar x mempunyai jendela dari mica berylium yang menyaring
radiasi ultraviolet dan meneruskan semua sinar x, termasuk yang paling
lemah.
Saringan dalam setara dengan 0,03 mm al dan arus tabung 2 mA.
Pendinginan dilakukan dengan udara yang dipompa melalui wadah tabung
yang berbentuk bumbung. Jarak penyinaran F.S.D mulai dari 2 cm-15 cm
tergantung pada aplikator yang digunakan.
Aplikator adalah selubung tabung untuk mengarahkan radiasi agar tertuju
pada penyakit yang ditentukan. Bentuknya disesui dengan rongga yang
ditumbuhi kanker.
Filter yang digunakan :
Inherent filter yang sudah ada dengan sendirinya. Untuk menyerap radiasi yang
lemah.
Additional filter adalah filter tambahan yang harus dipasang.

Karena keluaran dons sinar x pada jarak yang pendek (FSD 20mm) sangat besar, maka
Kv dikopal dengan saringan untuk menghindarkan kesalahan pemasangan saringan.
Untuk FSD 2cm pada : berbagai tegangan anoda diperoleh keluaran dosis kulit sbb:
10 Kv- 0 mm al : 10.400 rad/menit
15 Kv- 0,05 mm al : 9.430 rad/menit
20 Kv- 0,1 mm al : 11.000 rad/menit
30 Kv- 0,25 mm al : 9.100 rad/menit
40 Kv- 0,5 mm al : 7.900 rad/menit
50 Kv- 1 mm al : 3.400 rad/menit

2. Terapi superfisial
Fubgsi untuk terapi penyembuhan penyakit pada kulit, dengan penyinaran ke
kulit.

Spesifikasinya :
Besarnya tegangan beda potensial antara anoda dan katoda 40 Kv- 100Kv.
Pada tabungnya terdapat jendela berylium, terdapat saringan dalam 1 mm.
Aplikator(konus) terdiri dari berbagai bentuk dengan FSD 10 cm-30cm.
Menggunakan penyearah anoda grounding, anoda digroundkan sehingga
katoda lebih negatif dari anoda.
Sistem pendingin dengan menggunakan air, caranya air pendingin
dipompakan disamping pada dinding ruang penyinaran.
Suhu diluar selubung anoda pesawat terapi superfisial dibuat kira-kira sama
dengan suhu tubuh.
Anoda tersentuh pada kulit dengan objek yang akan disinar x-ray tube
didesain sedemikian rupa anodanya menjorok ke luar.

Gambar

Cara kerjanya:
Pada saat titik A(+), arus mengalir dari titik AmA
metergroundanodakatodaD2titik B(-).
Pada saat titik B(+), arus mengalir dari titik BmA
metergroundanodakatodaD1ke titik A(-).

3. Terapi medium
Pesawat sinar x untuk endoterapi. Pesawat ini dioperasikan pada kondisi
100Kv- 250 Kv dan 2,5 mA saringan dalam termasuk selubung pendingin setara
dengan 0,3 mm Cu. Diameter batang anoda termasuk selubung pendingin kirakira 15 mm, dapat dimasukkan ke dalam rongga tubuh. Karena FSD pendek,
maka keluaran radiasi cukup besar kira-kira 350 rad/menit pada jarak 5 cm.
Aplikator adalah selubung tabung untuk mengarahkan radiasi yang akan
diberikan. Bentuknya disesuikan dengan rongga tubuh yang ditumbuhi penyakit
seperti : kanker dan tumor.
Tersedia bermacam-macam aplikator yang bentuknya disesuikan dengan rongga
tubuh yang hendak diberikan radiasi.

4. Terapi orthovolt
Berfungsi untuk menyembuhkan penyakit yang diderita.
Tegangan tabung orthovolt dari 160 Kv sampai 300 Kv, biasanya digunakan
generator tegangan tinggi potensial konstan supaya berkas radiasi mempunyai
daya tembus yang baik dan keluaran dosis radiasi yang cukup besar arus tabung
dari 10 mA sampai 20 mA tergantung pada Kv yang digunakan.
Sistem pendingin dengan air secara langsung hanya memadai untuk tabung
sinar x dengan pembebanan rendah. Pada pesawat orthovolt kapasitas tinggi
digunakan sistem pendingin dengan minyak, bagian belakang batang anoda
berlubang, sebuah saluran terdapat sepanjang rongga.

Anoda menembus wadah tabung melalui sebuah mulut pipa(mozzle) minyak


dari suatu reservoir diluar pesawat ditekan oleh pompa listrik melalui pipa
selang dan mengalir melalui saluran ke belakang sasaran(target) dan anoda,
waktu minyak mengalir melalui bagian belakang anoda ia mengambil panas dan
mengalir keluar melalui ruang berongga B, masuk ke dalam wadah tabung,
akhirnya minyak beredar dalam wadah tabung melewati mulut pipa dan pipa
selang kedua kembali ke reservoir luar. Saklar pengaman menghindarkan
pembebanan tabung sinar x dengan tegangan tinggi, jika sistem pendingin tidak
berfungsi dengan sempurna dan suhu tabung mencapai suatu nilai yang
membahayakan.
Macam-macam konstruksi pesawat orthovolt:
Untuk penyinaran statis
Untuk penyinaran setengah rotasi oleh pendahuluan.
5. TERAPI SUPERVOLT
Tegangan tabung pada pesawat sinar x untuk terapi supervolt adalah dari 250
kV 350 kV.
Biasanay digunakan generator tegangan tinggi potensial konstan supaya
berkas radiasi mempunyai daya tembus yang baik dan keluaran dosis radiasi
yang besar.
Arus tabung dari 15 mA-25 mA, tergantung kV yang digunakan. Pesawat
jenis ini merupakan deep terapi karena khusus untuk bagian dalam tubuh .
contoh pada lambung, usus dan sebagainya.
Sistem pendingin menggunakan reservoir (penampung) minyak yaitu minyak
panas dan minyak dingin dan sebuah pipa yang berisi air.
Pada batang anodaterdapat logam, sebuah saluran terdapat sepanjang rongga
anoda dan menembus wadah tabung melalui sebuah mulut pipa. Minyak dari
suatu reservoirdiluar pesawat ditekan oleh pompa listrik melalui pipa selang
dan mengatur melalui saluran kebelakang sasaran (target) dab anoda.
Waktu minyak mengalir melalui belakang anoda. Ia mengambil panas dan
mengalir keluar melalui ruang rongga B. Masuk kedalam wadah tabung,
akhirnya minyak beredar didalam wadah tabung, melewati mulut pipa selang
kedua kembali ke reservoir luar.

PESAWAT RONTGEN FREKUENSI TINGGI


Tujuan Praktek :
1. Agar mahasiswa dapat mengetahui cara kerja rangkaian pesawat rontgen
frekuensi tinggi.

2. Agar mahasiswa mampu memahami fungsi dari masing-masing bagian yang ada
pada rangkaian pesawat rontgen frekuensi tinggi.

3. Agar mahasiswa mampu memahami cara kerja dari masing-masing blok


rangkaian pesawat rontgen frekuensi tinggi.

TEORI DASAR
Pesawat roentgen frekuensi tinggi adalah pesawat pesdawat roentgen yang system
kerjanya menggunakan frekuensi tinggi, pesawat ini membutuhkan tegangan 3 phasa
(380 volt). Pesawat roentgen ini berbeda dengan pesawat rontgen konvensional atau
karena pesawat rontgen ini telah menggunakan pengaturan secara computerize dengan
melalui keyboard.
Komponen utama pesawat rontgen ini adalah VCO (voltage control oscilator)
yang fungsinya untuk menghasilkan frekuensi tinggi, dimana frekuensi tinggi tersebut
digunakan sebagai trigger thiristor pada rangkaian inverter dan output inverter menjadi
input tegangan pada rangkaian HTT, dengan frekuensi yang dihasilkan adalah 7-13 kHz.

GAMBAR BLOK RANGKAIAN PESAWAT RONTGEN FREKUENSI


TINGGI

1. PREPARATION
Main switch on maka tegangan dari PLN masuk sebesar 380 volt (3 phase) yang
masu kerangkaian tegangan tinggi (HTT) dan pemanas Filamen.

Pengaturan mAs
a. Tegangan dari PLN masuk kerangkaian penyearah system bridge
(1a), pada rangkaian ini tegangan di searahkan sehingga
keluarannya menjadi tegangan searah gelombang penuh.
b. tegangan searah gelombang penuh masuk kerangkaian filter
(2a).output pada rangkaian filter ini diubah menjadi tegangan searah
dengan ripple.
c. Output dari rangkaian filter menjadi masukkan bagi rangkaian
inverter (3a).
d. mAs yang akan digunakan adalah 40 mAs, maka kita mengatur pada
control consul, jika perbandingan 10 mAs = 1 volt. Dengan
demikian pada Iro soll (VReff) yang digunakan adalah 4 volt.
e. rangkaian regulator (penguat differensial) digunakan unutk
membandingkan IRo ist dan IRo soll, dimana IRo ist dikendalikan
oleh rangkaian pengganti.
f. rangkaian pengganti disini dilengkapi dengan sensor (photo anoda)
maka lampu, jika lampu didekatkan ke sensor maka cahaya tampak
akan diubah menjadi sinyal listrik.
g. pada saat tegangan IRo soll lebih besar dari tegangan IRo ist maka
output dari regulator akan bernilai 1. output regulator akan diubah
ke VCO (voltagr ciontrol oscilator) menjadi frekuensi tinggi.
h. output dari rangkaian VCO merupakan trigger bagi Th1 dan Th2
serta Th3 dan Th4 pada rangkaian inverter
i. output dari rangkaian inverter yang merupakan tegangan yang
menyerupai tegangan AC.
j. tegangan pada primer maksimum 350 volt untuk 3 phasa,
transformator pemanas filament merupakan transformator step
down, tegangan yang masuk ke primer pemanas filamen
menimbulkan garis-garis gaya maghnet yang berubah setiap
waktunya, sehingga induksi lilitan sekunder menimbulkan gaya
gerak listrik dengan

d
dt , karena jumlah lilitan pada sekunder

lebih sedikit maka tegangan pada sekunder lebih kecil yaitu 24 volt.
k. tegangan dari trafo filament memberikan supply tegangan pada
filament tabung rontgen sehingga akan terjadi pemanasan filament
(Thermionic Emission) dan electron-elektron akan terbebas dari
ikatan atomnya sehingga menimbulkan awan electron disekitar
filament.

Pengaturan kV

a. teganagn dari PLN sebesar 380 volt masuk kerangkaian penyearah system
bridge (1), pada rangkaian ini tegangan dari PLN akan disearahkan
b. tegangan yang telah disearahkan masuk kerangkaian filter (2) pada
rangkaian filter tegangan yang telah disearahkan akan diubah menjadi
tegangan searah dengan ripple.
c. output dari rangkaian filter ini akan menjadi in[putan bagi rangkaian
inverter.
d. missal tegangan yang akan digunakan adalah 70 kV, maka kita mengatur
pada control consul. Jika perbandingan yang akan diginakan adalah 1 volt :
20 kV, maka kV soll kita memilih atau menggunakan tegangan sebesar 3.5
volt.
e. pada saat itu kV ist akan bernilai 0 volt maka output dari rangkaian regulator
adalah 3,5 volt. Output dari regulator akan masuk kerangkaian VCO
(voltage control oscilator) dan tegangan akan diubah menjadi frekuensi
tinggi 7-13 kHz.
f. output dari rangkaian inverter merupakan masukan bagi primer
transformator tegangan tinggi (3,5 volt) karena perbandingan P:S = 1V : 20
kV maka output dari sekunder transformator tegangan tinggi adalah 70 kV.
g. output transformator tegangan tinggi akan disearahkan oleh rangkaian filter
(6). Pada rangkaian filter (condensator) akan disimpan unutk memberi
supply pada tabung rontgen sehingga memberi beda potensial antara anoda
dan katoda, sementara itu melalui voltage devider R1 & R2, tegangan ini
diumpan balikkan menuju regulator selam kV soll lebih besar dari kV ist.
h. jika kV ist lebih besar dari kV soll maka VCO tidak aktif, rangkaian inverter
tidak aktif, HTT dan penyearah juga tidak aktif maka capasitor akan
membuang muatannya.
i. awan electron tertarik dari katoda ke anoda akibatnya terbentuk arus
electron yang berlawanan dengan arus tabung . saat itu electron ada yang
menumbuk inti atom (breamstrahlung) dan ada yang menumbuk kulit K (k
kgarakteristik), ion-ion yang tertubruk akan terpental ketempat lain dan diisi
kembali oleh partikel lain dari tempat lain. Perpinadahan partikel ini akan
mengakibatkan terjadinya gelombang elektromaghnetik. Unutk gelombang
elektromaghnetik yang panjangnya 0,1-1 Amstrong disebut sinar X,
sehingga terjadilah Expose.

RANGKAIAN INVERTER DAN


RANGKAIAN TEGANGAN TINGGI PADA PESAWAT
RONTGEN SISTEM FREKUENSI TINGGI
A.

RANGKAIAN INVERTER
Pada pesawat sinar-x frekuensi tinggi, rangkaian inverter merupakan bagian yang

penting karena di bagian inilah frekuensi tinggi dibangkitkan. Inverter adalah


kebalikan dari penyearah yaitu membuat tegangan searah menjadi tegangan bolakbalik.
Gambar Rangkaian Inverter:

Gambar pada periode pertama

Gambar pada periode kedua


Cara Kerja Rangkaian Inverter :
Thiristor Th1 berpasangan dengan Th2 bekerja bergantian

dengan Th3 yang

berpasangan dengan Th4. pada setengah periode pertama Th1 dan Th2 diberi pulsa triger
pada gate, sehingga firing.arus mengalir dari sumber tegangan negatif ke positif dengan
arah aliran sebagai berikut:
- sumber tegangan positif (+), th1,C5,ls ,th2, diteruskan

kesumber negatif.

Terjadi pengisian capasitor C5 hingga penuh . karena rangkaian osilator


membangkitkan arus balik, maka arus membalik tersebut mengalir melalui V2,R5,L5,
V1 dan terus keterminal positif. Arus balik digambarkan dengan garis putus-putus pada
gambar dan arah negatif pada gambar.
Pada saat ini capasitor C5 terjadi pengosongan muatan. Arus balik ini juga berfungsi
untuk mematikan Th1 dan Th2 yang firing .
Pada setengah periode berikutnya Th4 dan Th3 yang berpasangan bekerja
bergantian dengan Th1 dan Th2 pada setengah periode yang kedua ini Th4 dan Th3
diberi pulsa trigger pada gate sehingga firing.arus mengalir dan tegangan fositif dan
sumber tegangan negatif dengan arus sebagai berikut:
-

sumber tegangan positif ke Th4-R-L-C-Th3-sumber tegangan negatif dan tejadi


pengisian capasitor.pada saat terjadi arus balik maka capasitor C akan
mengosongkan muatannya dan beerfungsi untuk mematikam Th1 dan Th4 yang
firing karena rangkaian osilator membangkitkan arus balik maka akan mengalir dari

sumber negatif V4 C-L-R-V3 lalu menuju sumber tegangan fositif dan begitu
seterusnya secara bergantian antar Th1,Th2 dengan Th3 dan Th4.
Misalkan untuk melakukan foto torak dibutuhkan 80kv maka untuk diumpan balikan
kepenguat diperensial digunakan perbandingan 80kv : 1V. Jadi tegangan yang diumpan
balikan sebesar 0 Volt sampai 4 Volt muatannya berdasarkan pengisian condensator.
Gambar:
ctt:- voltage control osilator merupakan triger untuk thiristor pada rangkaian inverter:
-

volttage devider terbentuk oleh resistor sedemikian rupa sehingga perbandingannya


20kv:1v

kv sol: adalah merupakan pengaturan yang dijadikan tegangan referensi

bentuk pulsa pada pesawat rontgen frekuensi tinggi.

B.

RANGKAIAN TEGANGAN TINGGI

Keterangan rangkaian tegangan tinggi


Titk U dan V pada rangkaian tegangan tinggi dihubungkan dengan titik A dan B pada
rangkaian inverter.karna titik Udan V memerlukan perubahan tegangan dari kondisi
U(+), V(-) menjadi U(-),V(+) hal ini bisa diperoleh dari rangkain inverter yaitu pada titk
A,B:
A(+), B(-) =saat setengah periode pertama th1 dan th4 bekerja
A(-) , B(+)=pada saat setengah periode berikutnya th1 dan th4

bekeja begitu

seterusnya.
Gambar Rangkaian Tegangan Tinggi

cara kerja rangkain tegangan tinggi :

trafo TR1 dan TR2 bekerja bersamaan karna dihubung pararel .pada saat setengah
gelombang pertama saat U(+),V(-)maka titik A(+)dan titik B(-)karna arah arus
berlawanan dengan arah arus pada primer primer Tr1dan karna A dan B berada
pada sumber maka arus mengalir B(-) dan A(+).

Ini menyebabkan arus mengalir dari (melewati) A-V1-C1-B, saat ini capasitor c1
akan terisi .
Saat yang bersaman titik B1 mendapatkan (+) dan A1(+) ini menyebab kan C3 akan
terisi karna arus mengalir dari A1-V3-C3-B1-A1.
Pada saat setengah gelombang kedua yaitu U(-),V(+) maka titik A(-), B(+)pada Tr1,
ini menyebabkan C2 akan terisi karna arus mengalir dari (melaui) B-C2-V2-A-B.
Saat yang bersaman titik B1(+) dan A1(-). Pada Tr2. karna arus menglair melalui
B1-C4-V4-A1-Bakan menyebab kan capasitor C1,C2,C3,C4 dihubung seri dan
jumalah tegangan nya diberikan kepada tabung sinar-x .