Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

TEKNIK PEMBERIAN OKSIGEN

DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK 2
ANISA DELLA

: 9993974335

JUMHADI VINDO

: 9993899980

NANDA TRISANDI

: 9993931615

NORLIANA

: 9976438237

SRI REZKA ERNANDA


WANDA AULIA S.

: 9993623985

: 9993163324

KELAS : X PERAWAT KESEHATAN 3


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 MURUNG PUDAK
PROGRAM KEAHLIAN PERAWAT KESEHATAN
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala
limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis ini. Sungguh
suatu kesyukuran yang memiliki makna tersendiri, karena walaupun dalam keadaan terdesak,
kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Dalam penulisan karya tulis ini, kami mencoba membahas tentang Teknik Pemberian Oksigen.
Apa yang kami lakukan dalam karya tulis ini, masih jauh yang diharapkan dan isinya masih
terdapat kesalahan kesalahan baik dalam penulisan kata maupun dalam menggunakan ejaan
yang benar. Oleh karena itu, kritikan dan saran yang sifatnya membangun, kami harapkan
sehingga makalah ini menjadi sempurna.

Tabalong, 19 Februari
Penyusun
Kelompok 2

DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR .....

DAFTAR ISI.....

ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pemberian Oksigen.....

2.2 Tujuan Pemberian Oksigen...

2.3 Indikasi....

2.4 Prosedur Kerja


2.4.1 Kateter Nasal.

2.4.2 Nasal Kanula.

2.4.3 Masker Oksigen....

2.5 Tata Kerja...

2.6 Perhatian.

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan..

DAFTAR PUSTAKA
ii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Oksigen merupakan unsur yang paling dibutuhkan bagi kehidupan manusia. Tidak
makan atau tidak minum mungkin masih akan memberikan toleransi yang cukup panjang
hinga sampai pada keadaan fatal, tetapi sebentar saja manusia tidak mendapatkan oksign
maka akan langsung fatal akibatnya.Tidak hanya untuk bernafas dan mempertahankan
kehidupan, oksigen juga sangat dibutuhkan untuk mtabolisme tubuh. Oksigen juga bias
dijadikan sarana untuk mengatasi berbagai macam penyakit.
Oksigen ialah salah satu komponen gas yang unsure vital dalam proses
metabolism tubuh, untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel tubuh. Secara
normal elemen ini diperoleh dengan cara menghirup udara ruangan dalam setiap kali
bernafas. Penyampaian O2 ke jaringan tubuh ditentukan oleh interaksi sistem
respirasi,kardiovaskuler,dan keadaan hematologis.
Prosedur kerja pada pemberian oksigen ada beberapa cara antara lain :
a. Kateter nasal
b. Kanula nasal
c. Masker oksigen
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari pemberian oksigen?
2. Apa yang menjadi tujuan dari pemberian oksigen ?
3. Apa yang menjadi indikasi dari pemberian oksigen ?
4. Bagaimana prosedur kerja dari pemberian oksigen ?
5. Bagaimana tata kerja dalam pemberian oksigen ?
6. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam pemberian oksigen ?

2
1.3 Tujuan
1. Agar kita mengetahui pengertian dari pemberian oksigen.
2. Agar kita mengerti tujuan dari pemberian oksigen.
3. Agar kita mengetahui indikasi pemberian oksigen.
4. Agar kita mengetahui prosedur pemberian oksigen.
5. Agar kita mengetahui tata kerja pemberian oksigen.
6. Agar kita mengetahui apa yang perlu diperhatikan dalam pemberian oksigen.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pemberian Oksigen


Pemberian terapi oksigen adalah suatu tata cara pemberian bantuan gas oksigen
pada penderita yang mengalami gangguan pernapasan ke dalam paru yang melalui saluran
pernapasan dengan menggunakan alat khusus.
Pemberian oksigen berupa pemberian oksigen ke dalam paru-paru melalui saluran
pernapasan dengan menggunakan alat bantu oksigen. Pemberian oksigen pada klien dapat
melalui 3 cara, yaitu melalui kateter nasal , kanula nasal, dan masker oksigen.
2.2 Tujuan Pemberian Oksigen
1. Memenuhi kekurangan oksigen.
2. Membantu kelancran metabolisme
3. Sebagai tindakan pengobatan.
4. Mencegah hipoksia.
5. Mengurangi beban kerja alat nafas dan jantung.
2.3 Indikasi
Terapi ini dilakukan pada penderita :
1. Dengan anoksia atau hipoksia
2. Dengan kelumpuhan alat-alat pernapasan
3. Selama dan sesudah dilakukan narcose umum.
4. Mendapat trauma paru
5. Tiba-tiba menunjukkan tanda-tanda shock. Dispeneu, cyanosis,apneu.
6. Dalam keadaan koma

4
Persiapan alat:
1. Tabung oksigen beserta isinya.
2. Regulator dan flow meter.
3. Botol pelembab.
4. Masker atau nasal prong
5. Slang penghubung.
Persiapan pasien :
- Memberitahu pasien tentang tindakan yang akan dilakukan
Persiapan lingkungan :
- Menutup pintu , jendela, dan memasang sampiran.
2.4 Prosedur Kerja
2.4.1 Kateter Nasal
1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
2. Cuci tangan.
3. Atur aliran oksigen sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan, biasanya 1-6 L
/mnt. Kemudian obsevasi humidifier dengan melihat air bergelembung.
4. Atur posisi dengan semi-fowler.
5. Ukur kateter nasal dimulai dengan lubang telinga sampai ke hidung dan berikan
tanda.
6. Buka saluran udara dari tabung oksigen.
7. Berikan minyak pelumas (vaselin/jeli).
8. Masukkan kedalam hidung sampai batas yang ditentukan.
9. Lakukan pengecekkan kateter apakah sudah masuk apa belum, dengan menekan
lidah pasien menggunakan spatel (akan terlihat posisinya di belkang uvula).
10. Fiksasi pada daerah hidung.
11. Periksa kateter nasal setiap 6-8jam.
12. Kaji cuping, septum, dan mukosa hidung serta periksa kecepatan aliran oksigen tiap
6-8 jam.

5
2.4.2 Kanula Nasal
1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
2. Cuci tangan.
3. Atur aliran oksigen sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan, biasanya 1-6
L/mnt. Kemudian observasi humidifier pada tabung dengan adanya gelembung air.
4. Pasang kanula nasal pada hidung dan atur pengikat untuk kenyamanan pasien.
5. Periksa kanula tiap 6-8 jam
6. Kaji cuping, septum, dan mukosa hidung serta periksa kecepatan aliran oksigen tiap
6-8 jam.
7. Catat kecepatan aliran oksigen rute pemberian dan respon klien.
8. Cuci tangan setelah prosdur yang dilakukan.
2.4.3 Masker Oksigen
1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
2. Cuci tangan.
3. Atur posisi dengan semu-fowler.
4. Atur aliran oksigen sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan, biasanya 610L/mnt. Kemudian observasi humidifier pada tabung air dengan adanya
gelembung
5. Tempatkan masker oksigen di atas mulut dan hidung pasien dan atur pengikat untuk
kenyamanan pasien.
6. Periksa kecepatan tiap 6-8 jam, catat kecepatan aliran oksigen, rute pemberian , dan
respon klien.
7. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.
2.5 Tata Kerja
1. Tabung oksigen dibuka dan diperiksa isinya.
2. Cuci tangan sebelum dan sesudah melaksanakan tindakan.
3. Hubungkan nasal prong atau masker dengan selang oksigen ke botol pelembab.
4. Pasang ke penderita

6
5. Atur aliran oksigen ssuai dengan kebutuhan.
6. Setelah pemberian tidak dibutuhkan lagi, lepas nasal prong atu masker dari penderita.
7. Tabung oksigen di tutup.
8. Penderita di rapikan kembali.
9. Peralatan dibereskan.
2.6 Perhatian
- Amati tanda-tanda vital sebelum selam dan sesudah pemberian oksigen.
- Jauhkan hal-hal yang dapat membahayakan , misalnya : api, yang dapat menimbulkan
kebakaran.
- Air pelembab harus diganti setiap 24 jam dan isi sesuai batas yang ada pada botol.
- Botol pelembab harus disimpan dalam keadaan bersih dan kering bila tidak dipakai.
- Nasal prong dan masker harus dibersihkan, didesinfeksi dan disimpan kering.
- Pemberian oksigen harus hati-hati terutam apada penderita penyakit paru kronis karena
pemberian oksigen yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan hipoventilasi,hypercarbia
diikuti penurunan kesadaran.
- Terapi oksigen sebaiknya di awali dengan aliran 1-2 L/mnt, kemudian dinaikkan pelanpelan sesuai kebutuhan.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pemberian oksigen adalah suatu tata cara pemberian oksigen pada penderita yang
mengalami gangguan pernapasan ke dalam paru-paru melalui saluran pernapasan dengan
menggunakan alat bantu oksigen. Pemberian oksigen digunakan pada pasien yang
mengalami trauma paru , anoksia atau hipoksia. Pemberian oksigen bertujuan untuk
memenuhi pasien yang kekurangan oksegen.

DAFTAR PUSTAKA

http://Teguhsubianto.Blogspot.com/2009/07/Prosedur-pemberian-oksigen-02.html, di unduh 10
september 2011-09-11
http://razimaulana.wordpress.com/2008/11/02/terapi-oksigen, di unduh 10 september 2011
Hidayat,A.aziz alimul dan Musrifatul uliyah.2005.Kebutuhan Dasar manusia.Buku kedokteran