Anda di halaman 1dari 20

Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...

(Louise Theresia) 84-103

UPAYA PENANGGULANGAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN


DI KABUPATEN KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Oleh: Louise Theresia
Dosen Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya
e-mail: theresia.louise@gmail.com

Abstrak: Kebakaran hutan dan lahan merupakan permasalahan yang rutin terjadi di
Indonesia setiap musim kemarau. Di masyarakat masih timbul persepsi bahwa timbulnya
asap di berbagai wilayah di Indonesia seluruhnya disebabkan oleh kebakaran hutan dan
lahan. Bencana yang diakibatkan oleh praktik pembakaran hutan dan lahan adalah
timbulnya polusi asap yang mengganggu berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat,
baik nasional maupun global, serta menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan
hidup. Gambut dan hutan di satu sisi merupakan anugerah bagi Kabupaten Katingan,
dan oleh karenanya keberadaannya perlu untuk dijaga melalui komitmen bersama dan
memanfaatkannya dengan bijak utamanya menghindarkan kerusakan yang lebih parah
dari bencana kebakaran hutan dan lahan. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh
Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Katingan hampir setiap tahunnya adalah
terjadinya kebakaran hutan yang pada umumnya perubahan kualitas udara mempunyai
pengaruh yang berarti terhadap kesehatan masyarakat. Kebakaran hutan yang cukup
besar menimbulkan dampak yang sangat luas disamping kerugian material kayu, non
kayu dan hewan. Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Katingan terjadi hampir tiap
tahun pada musim kemarau dan telah mengakibatkan bencana kabut asap yang
menimbulkan kerugiaan ekonomi, kerusakan ekosistem maupun pencemaran lingkungan.
Dalam rangka pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan kebakaran hutan dan
lahan perlu dibentuk Tim Koordinasi Terpadu Lintas Instansi di Kabupaten Katingan.

Kata Kunci: Penanggulangan, Kebakaran, Hutan dan Lahan, Kabupaten Katingan.

mengganggu transportasi baik darat,


LATAR BELAKANG MASALAH
sungai, danau, laut dan udara. Gangguan
asap karena kebakaran hutan Indonesia
Kebakaran hutan merupakan salah akhir-akhir ini telah melintasi batas
satu bentuk gangguan yang makin sering negara. Kebakaran hutan merupakan
terjadi. Dampak negatif yang ditimbulkan ancaman tersendiri bagi kabupaten
oleh kebakaran hutan cukup besar Katingan dan masyarakat secara khusus.
mencakup kerusakan ekologis, Hutan memegang peranan yang penting
menurunnya keanekaragaman hayati, bagi keseimbangan hidup di bumi.
merosotnya nilai ekonomi hutan dan Keberlangsungan dan keberlanjutan akan
produktivitas tanah, perubahan iklim hutan bukanlah sebuah pilihan tapi
mikro maupun global, dan asapnya merupakan keharusan. Namun, pada
mengganggu kesehatan masyarakat serta kenyataannya beberapa tahun belakangan

ISSN : 2085-4757 84
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

ini kerusakan dan pencemaran akibat dari bentuk gangguan yang makin sering
kebakaran hutan di Kabupaten Katingan terjadi di Kabupaten Katingan. Dampak
semakin meningkat. Angka statistik negatif yang ditimbulkan oleh kebakaran
menunjukkan fakta semakin berkurangnya hutan cukup besar mencakup kerusakan
areal hutan hari demi hari. Salah satu ekologis, menurunnya keanekaragaman
penyebabnya adalah kebakaran, baik itu hayati, merosotnya nilai ekonomi Hutan
terjadi secara alamiah maupun karena dan produktivitas tanah, perubahan iklim
campur tangan manusia. Kabupaten mikro maupun global dan asapnya
Katingan sebagai salah satu Kabupaten mengganggu kesehatan masyarakat serta
yang memiliki kawasan gambut terluas mengganggu transportasi baik darat,
536.312,844 Hektar dan 1.315.241,367 sungai, danau, laut dan udara.
Hektar hutan yang merupakan suatu Menurut Pasal 33 ayat (3) Undang-
anugerah sekaligus juga menuntut Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa :
komitmen untuk menjaga dan
memanfaatkan hutan serta sumber Bumi, air, dan kekayaan alam
dayanya dengan bijak. Utamanya yang terkandung di dalamnya
menghindarkan kerusakan yang lebih dikuasai oleh negara dan
parah dari bencana kebakaran hutan dan dipergunakan untuk sebesar-
lahan.1 besarnya kemakmuran rakyat .
Di dalam alinea ke-IV Pembukaan Penjelasan Pasal 33 ayat (3) Undang-
Undang-Undang Dasar Negara Republik Undang Dasar 1945 tersebut di atas bahwa
Indonesia Tahun 1945 menyebutkan, yang termasuk kekayaan alam mempunyai
Negara Republik Indonesia berkewajiban arti yang sangat penting di dalam
melindungi segenap bangsa dan seluruh kehidupan makhluk hidup sehinga hutan
tumpah darah Indonesia, memajukan merupakan sumber daya alam yang harus
kesejahteraan umum, mencerdaskan dilindungi dan mempunyai manfaat yang
kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan besar bagi seluruh kehidupan makhluk
ketertiban dunia yang berdasarkan hidup di bumi khususnya bagi manusia,
kemerdekaan, perdamaian abadi dan karena manusia pun tidak dapat hidup
keadilan sosial. Amanat pembukaan tanpa hutan mempunyai fungsi dan
Undang-Undang Dasar Negara Republik manfaat untuk kehidupan manusia.
Indonesia Tahun 1945 khususnya dalam Pembangunan yang memadukan
hal melindungi segenap bangsa dan lingkungan hidup, termasuk sumber daya
seluruh tumpah darah Indonesia, dalam alam, menjadi sarana untuk mencapai
hal perlindungan terhadap kehidupan dan keberlanjutan pembangunan dan menjadi
penghidupan termasuk perlindungan atas jaminan bagi kesejahteraan dan mutu
bencana. Pernyataan ini menguatkan hidup generasi masa kini dan generasi
bahwa rasa aman dan terlindungi dari masa depan. Pembangunan yang bijaksana
bencana adalah hak warga negara. harus dilandasi wawasan lingkungan,
Kebakaran Hutan merupakan salah satu sebagai sarana mencapai kesinambungan

1
Sambutan Bupati Katingan, 2014, Pada Workshop
Inter-Stakeholder Pencegahan dan Penanganan
Kebakaran Hutan serta Lahan, Menuju Zero Fires.

ISSN : 2085-4757 85
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

dan menjadi jaminan bagi kesejahteraan Mengingat pencemaran udara akibat


generasi sekarang dan mendatang.2 kebakaran hutan di wilayah Kabupaten
Pada prinsipnya pengelolaan hutan Katingan cukup meningkat, maka
melalui Undang-Undang Nomor 41 Tahun Pemerintah Daerah Kabupaten Katingan
1999 tentang Kehutanan ini bersifat mengeluarkan pernyataan Bupati Katingan
sentralistik, walaupun terdapat penyerahan Nomor : 050/383/EKSDA Tahun 2014
kewenangan operasional kepada Daerah. tentang Siaga Tanggap Darurat Api dan
Disamping bersifat sentralistik, Asap di Wilayah Kabupaten Katingan.
implementasi pengelolaan kehutanan Dimana sebaran titik api berdasarkan
dalam Undang-Undang ini juga dilakukan pantauan satelit NOAA18 pada tanggal 17
secara sektoral oleh Departemen September 2014 terdapat titik Hot Spot di
Kehutanan. Berdasarkan Undang-Undang wilayah Kabupaten Katingan sebanyak 342
Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan titik, Data kasus ISPA semakin meningkat
dalam Pasal 4 ayat (2) menyebutkan bahwa setiap bulannya, terakhir untuk bulan
penguasaan hutan oleh negara itu Agustus 2014 berjumlah 1.205 kasus dan
dilaksanakan oleh Pemerintah, dalam hal untuk bulan September 2014 sampai
ini Menteri Kehutanan (sektoral). dengan tanggal 17 September 2014
Pengurusan hutan mulai dari perencanaan berjumlah 690 kasus yang terdata.4
kehutanan, pengelolaan hutan, penelitian Berbagai upaya penanggulangan
dan pengembangan, pendidikan dan kebakaran hutan dan lahan yang telah
latihan, serta penyuluhan kehutanan, dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten
sampai kepada pengawasan, semuanya Katingan yaitu salah satunya
dilaksanakan oleh Menteri Kehutanan.3 mengefektifkan perangkat hukum dengan
Pada dasarnya penanggulangan dikeluarkannya Keputusan Bupati
kebakaran hutan telah diatur dengan jelas Katingan Nomor 660/105/KPTS/III/2014
di dalam Peraturan Menteri Kehutanan tentang Pembentukan Tim Koordinasi
Nomor : P.12/Menhut-II/2009 tentang terpadu Pencegahan, Pengendalian dan
Pengendalian Kebakaran Hutan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan, Lahan
Kabupaten Katingan Melalui Surat dan Pekarangan Kabupaten Katingan,
Keputusan Bupati Nomor Surat Pernyataan Bupati Katingan Nomor
660/87/KPTS/III/2012 juga telah 050/383/EKSDA tentang Siaga Tanggap
menunjuk Sususnan Keanggotaan Pos Darurat Api dan Asap Bencana Kebakaran
Simpul Komando Terpadu Pencegahan dan Lahan dan Hutan di wilayah Kabupaten
Pengendalian Kebakaran Hutan, Lahan dan Katingan, dan Instruksi Bupati Katingan
Pekarangan di Kabupaten Katingan. Nomor 050/397/EKSDA tentang
Pembentukan Satuan Tugas Pemadam
Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten
Katingan Tahun 2014 yang bertugas untuk
2
Otto Soemarwoto. Atur Diri Paradigma Baru
Pengelolaan Lingkungan Hidup, (Gadjah Mada
4
University Press, Yogyakarta), hlm. 85. Tim Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan,
3
Maria SW Sumardjono. April 2009. Makalah Lahan, dan Pekarangan Kabupaten Katingan, 2014,
Pengaturan Sumberdaya Alam di Indonesia: Sistem Laporan Evaluasi Tim Satuan Tugas
atau Subsistem, Disampaikan Di Depan Dosen dan Penanggulangan Kebakatan Hutan, Lahan dan
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Pekarangan di Wilayah Kabupaten Katingan
Mada, Yogyakarta, Hal. 14-16. Tahun 2014.

ISSN : 2085-4757 86
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

melakukan upaya penanggulangan dalamnya terdapat lahan gambut yang


kebakaran hutan, lahan dan pekarangan di menjadi Taman Nasional, yaitu Taman
wilayah Kabupaten Katingan dimana Nasional Sebangau yang ditunjuk sebagai
melibatkan dari Unsur TNI, POLRI dan taman nasional berdasarkan Keputusan
Instansi yang terkait. untuk membantu Menteri Kehutanan Nomor : SK. 423/Kpts-
pelaksanaan serta menginventarisasi II/2004 tanggal 19 Oktober 2004 dengan
keadaan dan kondisi bisa teratasi secara luasan 568.700 Hektar dan hampir seluruh
baik. Dengan diefektifkannya beberapa kawasannya adalah kawasan ekosistem
perangkat peraturan yang dikeluarkan gambut yang terletak di antara Sungai
dalam upaya pengendalian kebakaran Sebangau dan Sungai Katingan. 5 Didalam
hutan di Kabupaten Katingan Provinsi kawasan Taman Nasional Sebagau terdapat
Kalimantan Tengah akibat dari kebakaran ribuan kanal yang bisa mengganggu
hutan dan lahan yang terjadi tersebut dapat keseimbangan air di dalam gambut pada
dilakukan secara responsif dan saat musim kemarau karena sebagian
termanajemen sehingga kebakaran hutan gambut akan mudah terbakar bila
dan lahan tidak meluas ke daerah-daerah kandungan air di dalamnya terus menurun.
yang rawan kebakaran dan dapat ditangani Kebakaran hutan dan lahan gambut selama
oleh pihak-pihak yang terkait dengan baik musim kering dapat disebabkan atau dipicu
dan cepat. oleh kejadian alamiah dan kegiatan atau
Berdasarkan latar belakang tersebut kecerobohan manusia. Kejadian alamiah
diatas, maka penulis ingin mengangkat seperti terbakarnya ranting dan daun
permasalahan ini dengan judul Upaya kering secara serta-merta (spontan) akibat
Penanggulangan Kebakaran Hutan dan panas yang ditimbulkan oleh batu dan
Lahan di Kabupaten Katingan Provinsi benda lainnya yang dapat menyimpan dan
Kalimantan Tengah menghantar panas, dan pelepasan gas
metana (CH4) telah diketahui dapat
RUMUSAN MASALAH memicu terjadinya kebakaran.6
Perubahan tata guna lahan kehutanan
1. Bagaimana penanggulangan kebakaran di Provinsi Kalimantan Tengah, walaupun
hutan dan lahan di Kabupaten Katingan telah tercatat dalam hutan konversi yang
Provinsi Kalimantan Tengah ? telah menjadi kegunaan lain seperti Hutan
2. Bagaimana kendala-kendala Tanaman Industri (HTI) dan perkebunan
penanggulangan kebakaran hutan dan besar telah menghasilkan suatu sistem
lahan di Kabupaten Katingan Provinsi vegetasi homogen yang sangat rawan
Kalimantan Tengah ?
5
WWF, Prosiding Workshop Inter-Stakeholder
PEMBAHASAN Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan
serta Lahan, Menuju Zero Fires. Kasongan 2
Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Desember 2013.
6
Abdullah, M.J.,M.R. Ibrahim dan A.R. Abdul
Lahan di Kabupaten Katingan Provinsi Rahim. 2002. The Influenceof Forest Fire in
Kalimantan Tengah. Peninsular Malaysia: History, Root Causes,
Kabupaten Katingan sebagai salah Prevention, and Control. Makalah disajikan pada
satu Kabupaten yang memiliki kawasan Workshop on Prevention and Control of Fire in
konservasi gambut terluas di Indonesia di Peatlands, Tanggal 19-21 Maret 2002, Kuala
Lumpur, Malaysia.

ISSN : 2085-4757 87
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

terhadap kebakaran. Hal ini diperparah lagi kerusakan hutan setelah terjadi kebakaran
karena metode pembersihan lahan hutan dan hilangnya margasatwa, hutan yang
(land clearing), dalam rangka konversi terbakar berat akan sulit dipulihkan karena
tersebut, dilakukan dengan cara struktur tanahnya mengalami kerusakan,
pembakaran secara sengaja yang seakan hilangnya tumbuh-tumbuhan menyebabkan
memperoleh legitimasi secara ekonomis lahan terbuka, sehingga mudah tererosi dan
dan formal. Faktor-faktor ketidakjelasan tidak dapat menahan banjir.8
hak dan kepemilikan (property rights) Kebakaran hutan dan lahan gambut
serta jaminan kepastian (tenurial security) dapat berakibat langsung dan tidak
atas sumber daya alam juga menjadi salah langsung atas lingkungan di dalam tapak
satu pemicu pembukaan lahan dengan cara kejadian (on site effect) atau di luar tapak
pembakaran sengaja dalam skala besar.7 kejadian (off site effect). Akibat kebakaran
Kebakaran hutan di Kabupaten Katingan hutan dan lahan gambut antara lain adalah
Provinsi Kalimantan Tengah merupakan kehilangan lapisan serasah dan lapisan
permasalahan yang rutin terjadi pada setiap gambut, stabilitas lingkungan, gangguan
musim kemarau yang pada umumnya atas dinamika flora dan fauna, gangguan
disebabkan oleh faktor manusia, baik atas kualitas udara dan kesehatan manusia,
disengaja maupun karena kelalaian. kehilangan potensi ekonomi, dan gangguan
Dimana dampak dari kebakaran hutan atas sistem transportasi dan komunikasi.
tersebut akan menimbulkan asap yang Dampak utama kebakaran hutan dan lahan
merupakan kerugian bagi masyarakat gambut adalah asap yang mempengaruhi
Kalimantan Tengah. Hal ini salah satu jarak pandang dan kualitas udara.
penyebab pencemaran udara, degradasi
hutan dan terganggunya fungsi hutan di
Upaya yang Dilakukan Oleh Pemerintah
Provinsi Kalimantan Tengah. Kerugian
Daerah Kabupaten Katingan terhadap
yang ditimbulkan dari kebakaran hutan,
Penanggulangan Kebakaran Hutan dan
lahan dan pekarangan di wilayah
Lahan.
Kabupaten Katingan pada musim kering
cukup besar yang mengakibatkan Dalam rangka menjalankan amanat
degradasi hutan dan mengakibat Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999
perekonomian masyarakat terganggu oleh tentang Kehutanan seperti yang diatur di
kabut asap yang pekat. Dampak Kebakaran dalam Pasal 51, 77 dan Pasal 80 yang
Hutan, Lahan dan Pekarangan di wilayah selanjutnya diatur di dalam Peraturan
Kabupaten Katingan menimbulkan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2009 dan
dampak yang sangat luas disamping dalam rangka pelaksanaan atas Peraturan
kerugian material kayu, non kayu dan Pemerintah tersebut khususnya Pasal 22
hewan. Dampak negatif yang sampai saat s/d Pasal 25, maka telah diterbitkan
ini dirasakan adalah kabut asap dari sisa Peraturan Menteri Kehutanan Nomor
pembakaran selain menimbulkan kabut P.12/Menhut-II/2009 tentang Pengendalian
juga mencemari udara dan meningkatkan
gas rumah kaca. Dampak lain dari 8
Tim Satgas Penanggulangan Hutan, Lahan dan
Pekarangan Kabupaten Katingan, 2014, Laporan
7
Bustanul Arifin. 2001. Pengelolaan Sumber Daya Evaluasi Tim Satuan Tugas Penanggulangan
Alam Indonesia: Perspektif Ekonomi, Etika, dan Kebakaran Hutan, Lahan dan Pekarangan di
Praksis Kebijakan, Erlangga, Jakarta, Hal. 92. Wilayah Kabupaten Katingan Tahun 2014.

ISSN : 2085-4757 88
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

Kebakaran Hutan. Pada hakekatnya sumber daya baik itu manusia,


penanggulangan kebakan hutan telah diatur perlengkapan serta dana pada semua
dengan jelas di dalam Peraturan Menteri tingkatan mulai dari jajaran
Kehutanan Nomor : P.12/Menhut-II/2009 Kementerian Kehutanan hingga
tentang Pengendalian Kebakaran Hutan. instansi lain bahkan juga pihak swasta;
Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: b. Memantapkan koordinasi antara
P.12/Menhut-II/2009 tentang Pengendalian sesame instansi yang saling terkait.9
Kebakaran Hutan ini dimaksudkan untuk
memberikan pedoman dan arahan dalam Melalui Instruksi Bupati Katingan
kegiatan pengendalian kebakaran hutan, Pemerintah Nomor 050/397/EKSDA
sehingga dapat berjalan secara efektif dan tentang Pembentukan Satuan Tugas
efisien. Ruang lingkup kebijakan ini Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan di
meliputi (1) Pencegahan; (2) Pemadaman; Kabupaten Katingan Tahun 2014, dengan
(3) Penanganan Pasca yang dilakukan di : instruksi Bupati Katingan tersebut
(1) Tingkat Nasional; (2) Provinsi; (3) merupakan dasar pembentukan Tim Siaga
Kabupaten/Kota; (4) Unit/KPH; dan (5) Darurat Penanggulangan Kebakaran
Tingkat Pemegang Izin. Dalam hal Hutan, Lahan dan Pekarangan di wilayah
penanggulangan kebakaran hutan dan Kabupaten Katingan. Ada beberapa hal
lahan dalam Pasal 15 dan Pasal 16 yang dipersyaratkan menjadi pertimbangan
Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : untuk menentukan prinsip pencegahan
P.12/Menhut-II/2009 tentang Pengendalian dini, antara lain:10
Kebakaran Hutan yaitu dengan melakukan a. Ancaman kerusakan lingkungan yang
Pemadaman yang terdiri dari (1) sangat serius dan bersifat tidak dapat
Pemadaman Awal; (2) Pemadaman
dipulihkan;
Lanjutan; (3) Pemadaman Mandiri; (4) b. Ketidakpastian pembuktian ilmiah;
Pemadaman Gabungan; (5) Pemadaman c. Upaya pencegahan kerusakan
dari Udara. Upaya penanggulangan lingkungan;
kebakaran hutan ini tentunya harus sinkron
dengan upaya pencegahan. Sebab walau Upaya pencegahan dan
bagaimanapun, pencegahan jauh lebih baik penanggulangan yang telah dilakukan
dari menanggulangi. Ada beberapa cara selama ini ternyata belum memberikan
yang bisa dilakukan dalam rangka hasil yang optimal dan kebakaran hutan
mencegah kebakaran hutan khususnya masih terus terjadi pada setiap musim
yang disebabkan oleh perbuatan manusia, kemarau. Kondisi ini menurut penulis
yaitu : disebabkan oleh berbagai faktor antara
a. Memberdayakan sejumlah posko yang lain:
bertugas menanggulangi kebakaran
hutan di semua tingkatan.
9
Pemberdayaan ini juga harus disertai Sambutan Bupati Katingan Pada Pembukaan
Workshop Inter-Stakeholders Pencegahan dan
dengan langkah pembinaan terkait
Penanggulangan Kebakaran Hutan Serta Lahan,
tindakan apa saja yang harus dilakukan Menuju Zero Fires, Kasongan 2 Desember 2013.
jika kawasan hutan telah memasuki 10
Mas Ahmad Santosa, 1996, Aktualisasi Prinsip-
status siaga I dan siaga II; prinsip Pembangunan Berkelanjutan Dalam Sistem
Mengoptimalkan segala macam dan Praktik Hukum Nasional, Artikel Jurnal
Hukum Lingkungan, ICEL , Jakarta, Hal. 11.

ISSN : 2085-4757 89
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

(a) Kemiskinan dan ketidakadilan bagi menjadi sangat populer melalui Laporan
masyarakat pinggiran atau dalam Brundtland, Our Common Future.11
kawasan hutan; Dengan diberlakukannya Peraturan
Menteri Kehutanan Nomor P.12/Menhut-
(b) Kesadaran semua lapisan masyarakat
II/2009 tentang Pengendalian Kebakaran
terhadap bahaya kebakaran masih
Hutan, peraturan Menteri Kehutanan ini
rendah;
terbilang peraturan yang terbilang lengkap
(c) Kemampuan aparatur pemerintah secara vertikal termasuk menyangkut
khususnya untuk koordinasi, masalah kelembagaan yang khas/spesifik
memberikan penyuluhan untuk dalam mengendalikan kebakaran hutan dan
kesadaran masyarakat, dan melakukan lahan.
upaya pemadaman kebakaran semak Pemerintah Provinsi Kalimantan
belukar dan hutan masih rendah; Tengah diantaranya telah mengundangkan
(d) Upaya pendidikan baik formal maupun Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2003
informal untuk penanggulangan tentang Pengendalian Kebakaran Hutan
kebakaran hutan belum memadai. dan Lahan, pada Tanggal 20 Desember
2006 semua pimpinan daerah juga telah
Undang-Undang Nomor 32 Tahun menandatangani Deklasi Palangka Raya
2009 tentang Perlindungan dan tentang Pencegahan, Penanggulangan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup, Penindakan terhadap Pelaku Pembakaran
diperlukan upaya diperlukan diantaranya Hutan, Lahan dan Pekarangan. Di dalam
dengan cara pelestarian fungsi atmosfir Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007
melalu upaya mitigasi dan adaptasi tentang Penanggulangan Bencana Pasal 5
perubahan iklim. Untuk efektifitas upaya menyebutkan, bahwa :
pencegahan pencemaran dan/atau Pemerintah dan Pemerintah Daerah
kerusakan lingkungan hidup yang menjadi penanggung jawab dalam
berkaitan dengan kebakaran hutan dan/atau penyelenggaraan penanggulangan
lahan, telah ditetapkan Peraturan Menteri bencana, baik sebelum pada saat
Negara Lingkungan Hidup Nomor 10 maupun sesudah terjadinya kebakaran
Tahun 2010 tentang Mekanisme hutan dan lahan .
Pencegahan Pencemaran dan/atau Berdasarkan pasal tersebut, maka terbitnya
Kerusakan Lingkungan Hidup yang Surat Keputusan Bupati Katingan Nomor :
berkaitan dengan Kebakaran Hutan 660/105/Kpts/III/2014 tentang
dan/atau lahan. Sejak tahun 1980-an Pembentukan Tim Koordinasi Terpadu
agenda politik lingkungan mulai Pencegahan Pengendalian dan
dipusatkan pada paradigma pembangunan Penanggulangan Kebakaran Hutan, Lahan
berkelanjutan (Sustainable Development). dan Pekarangan Kabupaten Katingan yang
Mulai pertama, istilah ini muncul dalam merupakan bentuk dan langkah dari
World Conservation Strategy dari the pemerintah daerah dalam memberikan
International Union for the Conservatioan
of Nature, lalu dipakai oleh Lester R. 11
A.Sonny Keraf. Etika Lingkungan:
Brown dalam buku Building a Sustainable Teori-Teori Etika, Etika Lingkungan, Politik
Society (1981). Istilah tersebut kemudian Lingkungan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Kembali ke Kearifan Lokal, (Kompas, Jakarta,
2006), hlm. 166.

ISSN : 2085-4757 90
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

perlindungan kehidupan dan penghidupan Kebakaran Hutan dan Lahan di


bagi segenap masyarakat yang ada di Kabupaten Katingan.
dalamnya termasuk perlindungan atas
dampak-dampak dari kebakaran hutan dan Mengerahkan pasukan Gabungan
lahan sebagaimana yang diharapkan di yang berjumlah 210 orang dari unsur TNI,
dalam konstitusional yaitu Undang- POLRI, Satuan Polisi Pamong Praja,
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Anggota Pemadam Kebakaran, Polisi
Tahun 1945. Mengingat pencemaran udara Kehutanan dan TAGANA untuk
akibat kebakaran hutan, lahan dan membantu Kecamatan yang intensitas
pekarangan di wilayah Kabupaten kebakaran hutan dan lahan cukup tinggi.
Katingan cukup meningkat, maka Melakukan patroli 1 x 24 jam bersama
Pemerintah Daerah Kabupaten Katingan memantau ke lokasi rawan kebakaran,
mengeluarkan pernyataan Bupati Katingan melaksanakan penyuluhan kepada
Nomor : 050/383/EKSDA tentang siaga masyarakat dan menindak pelaku yang
tanggap Darurat Api dan Asap di Wilayah dengan sengaja membakar lahan. Adapun
Kabupaten Katingan. Dimana sebaran titik Personil gabungan untuk Tim Satuan
api berdasarkan pantauan satelit NOAA18 Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan,
pada tanggal 17 September 2014 terdapat Lahan dan Pekarangan untuk wilayah
titik Hot Spot di wilayah Kabupaten Kabupaten Katingan yang berjumlah 210
Katingan sebanyak 342 titik, Data kasus orang terdiri dari TNI, POLRI, Badan
ISPA semakin meningkat setiap bulannya, Kesbang, Pol dan Linmas kabupaten
terakhir untuk bulan Agustus 2014 Katingan, Dinas Kehutanan, Badan
berjumlah 1.205 kasus dan untuk bulan Lingkungan Hidup Kabupaten Katingan,
September 2014 sampai dengan tanggal 17 Dinsoskestran Kabupaten Katingan dan
September 2014 berjumlah 690 kasus yang dibantu Satgas Kecamatan yang terdiri
terdata. Surat Keputusan Bupati dari :
Katingan Nomor : 360/454/KPTS/X/2014
Tanggal, 08 Oktober 2014 tentang Tabel 1. Personil gabungan untuk Tim
Pembentukan tim dan sekretariat satuan Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran
tugas penanggulangan kebakaran hutan, Hutan, Lahan dan Pekarangan untuk
lahan dan pekarangan di Kabupaten wilayah Kabupaten Katingan.
Katingan Tahun 2014 agar Tim Satuan NO UNSUR JUMLAH
Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan,
1. POLRI
Lahan dan Pekarangan di Wilayah
Kabupaten Katingan di perpanjang - Kecamatan
terhitung dari tanggal 08 Oktober 2014 s/d Katingan
20 Oktober 2014. Dengan melibatkan dari Hilir
Unsur TNI, POLRI dan Dinas, Badan yang - Polres 5 orang
terkait. untuk membantu Pelaksanaan serta
menginfentarisasi keadaan dan kondisi bisa - Polsek 6 orang
teratasi secara baik dan efektif. - Kecamatan
Tewang
Personil Gabungan dan Penempatan Sangalang
Pasukan untuk Tim Penanggulangan

ISSN : 2085-4757 91
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

Garing - Kecamatan
Tewang
- Polres 4 orang
Sangalang
- Polsek 2 orang Garing
- Kecamatan - Antang 5 orang
Pulau Malan 2 orang
- Koramil
- Polres 5 orang - Kecamatan
- Polsek 3 orang Pulau Malan
- Kecamatan - Antang 5 orang
Katingan
- Koramil 1 orang
tengah
dibantu
- Polres 5 orang dari Kec.
- Polsek 6 orang Twg. S.
Garing
- Kecamatan
Kamipang - Kecamatan
Katingan
- Polres 2 orang Tengah
- Pospol 1 orang - Antang 5 orang
- Kecamatan - Koramil 2 orang
Tasik
Payawan - Kecamatan
Kamipang
- Polres 4 orang
- Antang
- Polsek 2 orang 2 orang
- Koramil 1 orang
Jumlah
45 Personil - Kecamatan
Personil
Tasik
2. TNI Payawan
- Kecamatan - Antang 2 orang
Katingan
Hilir Jumlah
34 Personil
Personil
- Antang 1 orang
3.
- Anggota 4 orang Badan
Pa Bung Kesbang, Pol
1015/Sam Dan Linmas
pit Kab.
Katingan
- Koramil 4 orang
- Kecamatan
Katingan

ISSN : 2085-4757 92
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

Hilir Samba
- Anggota 33 orang - Kecamatan
Satpol PP Kamipang
Kab.
- Anggota 5 orang
Katingan Satpol PP
- Anggota 29 orang Kab.
Damkar Katingan
Kasongan
- Kecamatan
- Anggota 3 orang Tasik
Pemadam Payawan
Kereng
- Anggota 4 orang
Pangi
Satpol PP
- Kecamatan Kab.
Tewang Katingan
Sangalang
Jumlah 101 Personil
Garing
personil
- Anggota 5 orang
4. Tim Tagana
Satpol PP
Kab. - Kecamatan 6 orang
Katingan Katingan
Hilir
- Anggota 5 orang
Damkar - Kecamatan 2 orang
Pendahara Tewang
Sangalang
- Kecamatan
Garing
Pulau Malan
- Kecamatan 2 orang
- Anggota 4 orang Pulau Malan
Satpol PP
Kab. - Kecamatan 2 orang
Katingan Katingan
Tengah
- Kecamatan
Katingan - Kecamatan Nihil
Tengah Kamipang
- Anggota 3 orang - Kecamatan 1 orang
Satpol PP Tasik
Kab. Payawan
Katingan 13 Personil
Jumlah
- Anggota 10 orang personil
Damkar
5. Dinas
Tumbang
Kehutanan

ISSN : 2085-4757 93
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

Kab. 18 Orang personil


Katingan
Jumlah 264 personil
- Kecamatan Personil
Katingan keseluruhan
Hilir
Sumber Laporan Evaluasi Tim Satuan
Jumlah 18 Personil Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan,
personil Lahan, dan Pekarangan di Wilayah
Kabupaten Katingan Tahun 2014.
6 Dinas
Kesehatan Dengan penempatan pasukan
4 orang
Kab. disetiap Posko Tim Satuan Tugas
Katingan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan
lahan sebagai Berikut :
- Kecamatan
1. Kecamatan Katingan Hilir dengan
Katingan
jumlah pasukan 144 orang yang
Hilir
ditempatkan di Pos Pemadam
Jumlah 4 orang Kebakaran Kasongan, terdiri dari :
personil a. Polres (6 orang).
b. Polsek (5 orang).
c. Antang (1 orang).
7. Satgas
d. Anggota Perwira Penghubung
Kecamatan
Katingan (4 orang).
- Kecamatan 31 orang e. Koramil (4 orang)
Katingan
Hilir f. Satuan Polisi Pamong Praja (33
orang).
- Kecamatan 4 orang g. Anggota Pemadam Kabakaran (29
Tewang
Sangalang orang).
Garing h. Anggota Pemadam Kebakaran
Kereng Pangi (3 orang).
- Kecamatan 2 orang
Pulau Malan i. Polisi Kehutanan (18 orang).
j. Taganan (6 orang).
- Kecamatan 4 orang k. Kesehatan (4 orang).
Katingan
Tengah l. Satgas Kecamatan (31 orang).

- Kecamatan 4 orangl 2. Kecamatan Tewang Sangalang Garing


Kamipang jumlah Pasukan 29 orang yang
- Kecamatan 4 orang ditempatkan di Rumah Jabatan Camat,
Tasik terdiri dari :
Payawan a. Polres, 4 orang.
49 orang b. Polsek, 2 orang.
Jumlah
c. Antang, 5 orang.

ISSN : 2085-4757 94
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

d. Koramil, 2 orang. 5. Kecamatan Kamipang jumlah Pasukan


e. Satuan Polisi Pamong Praja, 15 orang yang ditempatkan di
5 orang. Penginapan CIKIA Baun Bango,
terdiri dari :
f. Anggota Pemadam
a. Polres, 2 orang.
Kabakaran, 5 orang. b. Pospol, 1 orang.
g. Taganan, 2 orang. c. Antang, 2 orang.
h. Satgas Kecamatan, 4 orang. d. Koramil, 1 orang.
e. Satuan Polisi Pamong Praja, 5
3. Kecamatan Pulau Malan Jumlah orang.
Pasukan 24 orang yang f. Taganan, Nihil.
ditempatkan di Rumah Jabatan g. Satgas Kecamatan, 4 orang.
Camat Pulau Malan, terdiri dari ;
a. Polres, 5 orang. Untuk Pasukan dari Kecematan Tasik
b. Polsek, 3 orang. Payawan Pasukan yang berjumlah 11
c. Antang, 5 orang. orang telah ditarik ke Kabupaten untuk
membantu Pasukan yang ada di Kasongan,
d. Koramil Pendahara, 1
dikarenakan intensitas kebakaran hutan
orang. dan lahan di Kecamatan Tasik Payawan
e. Satuan Polisi Pamong Praja, sudah berkurang.
4 orang.
f. Taganan, 2 orang. 6. Kecamatan Tasik Payawan jumlah
g. Satgas Kecamatan, 2 orang. Pasukan 17 orang yang ditempatkan di
Aula Kecamatan Tasik payawan,
terdiri dari :
4. Kecamatan Katingan Tengah
a. Polres , 4 orang.
jumlah Pasukan 37 orang yang
b. Pospol, 2 orang.
ditempatkan di Pos pemadam
c. Antang, 2 orang.
Tumbang Samba dan Rumah
d. Satuan Polisi Pamong Praja, 4
Dinas UPTD Kehutanan, terdiri
orang.
dari :
e. Taganan, 1 orang.
a. Polres, 5 orang.
f. Satgas Kecamatan, 4 orang.
b. Polsek, 6 orang.
c. Antang, 5 orang. Jumlah titik api yang ada di Kabupaten
Katingan dari bulan Juli sampai dengan
d. Koramil, 2 orang.
September 2014.
e. Satuan Polisi Pamong Praja,
Adapun titik api berdasarkan
3 orang.
pantauan Hot Spot di Kabupaten Katingan
f. Anggota Pemadam berjumlah 378 titik api yang terdiri dari :
Kebakaran, 10 orang.
g. Taganan, 2 orang. 1. Untuk Bulan Juli 2014 jumlah titik Api
h. Satgas Kecamatan, 4 orang. terpantau di Kabupaten Katingan ada
12 titik api yang terpantau yang
diantaranya ;

ISSN : 2085-4757 95
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

a. Kec. Sanaman Mantikei ada 4 titik Hasil pantauan di lapangan luasan


api Hutan dan lahan yang terbakar di wilayah
b. Kec. Katingan Tengah ada 3 titik Kabupaten Katingan dengan intensitas
api kebakaran hutan dan lahan paling tinggi di
c. Kec. Pulau Malan ada 2 titi api beberapa Kecamatan mencakup Kec.
d. Kec. Tasik Payawan ada 3 titik api Katingan Hilir, Kec. Tewang Sangalang
Garing, Kecamatan Pulau Malan,
2. Untuk Bulan Agustus 2014 dengan Kecamatan Katingan Tengah, Kecamatan
jumlah titik api yang terpantau di Kamipang dan Kecamatan Tasik Payawan
Kabupaten Katingan ada 61 titik api 950 Hektar.
yang terdiri dari :
a. Kec. Katingan Hulu ada 3 titik api
Sarana dan Prasarana yang digunakan
b. Kec. Marikit ada 3 titik api
oleh Tim Satuan Tugas Penanggulangan
c. Kec. Sanaman Mantikei 3 titik api
Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah
d. Kec. Katingan Tengah 5 titik api
Kabupaten Katingan.
e. Kec. Pulau Malan ada 7 titik api
f. Kec.Tewang Sangalang Garing ada
3 titik api Adapun sarana dan Prasarana yang
g. Kec. Katingan Hilir ada 7 titik api digunakan oleh Tim Penanggulangan
h. Kec. Tasik Payawan ada 13 titik Kebakaran Hutan dan Lahan diwilayah
api Kabupaten Katingan yang tersebar di
i. Kec. Kamipang ada 10 titik api beberapa Kecamatan, terdiri dari :
j. Kec. Mendawai ada 1 titik api
k. Kec. Katingan Kuala 6 titik api 1. Untuk Kecamatan Katingan Hilir
peralatan yang digunakan, sebagai
3. Untuk Bulan September 2014 dengan berikut :
jumlah titik api yang terpantau di a. 1 Unit Mobil Pemadam Kebakaran
Kabupaten Katingan ada 305 titi api Tipe HINO PS 190 dengan
yang terdiri dari : Kapasitas 5000 Liter
a. Kec. Katingan Hulu ada 3 titik api b. 1 Unit Mobil Pemadam Kebakaran
b. Kec. Marikit ada 7 titik api Tipe Izusu Ps 120 dengan
c. Kec. Sanaman Mantikei 6 titik api Kapasitas 3000 Liter
d. Kec. Katingan Tengah 30 titik api c. 1 Unit Mobil Pemadam Kebakaran
e. Kec. Pulau Malan ada 66 titik api Tipe Mitsubishi Ps 120 dengan
f. Kec.Tewang Sangalang Garing ada Kapasitas 4000 Liter
15 titik api d. 1 unit Mobil Ranger
g. Kec. Katingan Hilir ada 31 titik api e. 2 unit Mesin Fortibel Penyuplai air
h. Kec. Tasik Payawan ada 49 titik f. 2 unit mesin Sedot tipe ROBIN
api g. 28 Rol selang tembak
i. Kec. Kamipang ada 63 titik api h. 3 buah Cabang penyambung selang
j. Kec. Mendawai ada 10 titik api kondisi tidak dapat melekat
k. Kec. Katingan Kuala 25 titik api dengan baik (bocor)

ISSN : 2085-4757 96
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

i. 3 buah stik/Nozzle kondisi tidak a. 2 unit mobil Pemadam Kebakaran


dapat melekat dengan baik merk Hino Ps. 120 dengan
(bocor) kapasitas masing-masing 3000
j. 3 buah mesin apung kerusakan di liter
bagian mesin b. 2 Unit mesin sedot Robin
2. Untuk Kecamatan Tewang Sangalang c. 6 rol slang tembak jenis Gambang
Garing peralatan yang digunakan, d. 2 rol selang plastic ukuran 50 meter
sebagai berikut :
a. 1 unit mobil Pemadam Kebakaran 5. Untuk Kecamatan Kamipang
Tipe HINO dengan 120 dengan peralatan yang digunakan, sebagai
kapasitas 3000 Liter berikut :
b. 2 buah Mesin Sedot jenis Robin 1 a. 2. Unit mesin Robin
Unit mesin Robin tidak berfungsi b. 2 rol Slang pompa air 3 in
dengan baik diakibatkan klip c. 2 rol slang pompa air 1 in
bocor d. 3 unit stik pompa air
c. 3 rol selang tembak jenis gabang e. 2 buah slang spiral ukuran 3 in
d. Selang spiral 2 in, panjang f. 1 buah saringan spiral
20 m g. 1 buah terpal
e. 1 lembar terpal sebagai 6. Untuk Kecamatan Tasik Payawan
penampung air peralatan yang digunakan, sebagai
f. 1 buah slang penghisap berikut ;
3. Untuk Kecamatan Pulau Malan a. 2. Unit mesin Robin
peralatan yang digunakan, b. 2 rol Slang pompa air 3 in
sebagai berikut : c. 2 rol slang pompa air 1 in
a. 1 unit mobil truk Box milik d. 3 unit stik pompa air
Dinas Sosial tenaga Kerja e. 2 buah slang spiral ukuran 3 in
dan Transmigrasi f. 1 buah saringan spiral
b. 2. Unit mesin Robin kondisi g. 1 buah terpal
1 unit mesin tidak berfungsi
dengan baik dikarenakan tali
Jumlah titik api yang ada di Kabupaten
stater putus
Katingan dari tanggal 01 Oktober 2014
c. 1 buah tong dengan
s/d 20 Oktober 2014.
kapasitas 1200 liter
d. 2 rol Slang pompa air 3 in Tabel 2. Titik api berdasarkan pantauan
e. 2 rol slang pompa air 1 in Hot Spot di Kabupaten Katingan
f. 3 unit stik pompa air berjumlah 500 (lima ratus) titik api.
g. 2 buah slang spiral ukuran 3
in
h. 1 buah saringan spiral
i. 1 buah terpal

4. Untuk Kecamatan Katingan Tengah


peralatan yang digunakan, sebagai
berikut :

ISSN : 2085-4757 97
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

Tanggal
No Kecamatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
Jumlah sumber dana lain yang tidak mengikat
1 Kec. Katingan Hulu - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 0 sesuai dengan peraturan perundangan;
2 Kec. Marikit - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 0
3 Kec. Sanaman Mantikei 1 6 - - - - - - - - - - - - - - - - 7
2. Kementerian Kehutanan wajib
4 Kec. Katingan Tengah 3 6 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 10 mengalokasikan dana dari APBN dan
5 Kec. Pulau Malan - 6 2 - - - - - - - - - - - - - - - 8
6 Kec. Twg. S Garing 1 2 - - - - - - - - - - - - - - - - - 3 sumber dana lain sesuai dengan
7 Kec. Katingan Hilir 3 5 - - - - 4 - - - - - - - - - - - - 12 peraturan perundangan untuk
8 Kec. Tasik Payawan 6 6 4 - - - 5 - - - - - - - - - - - - 21
9 Kec. Kamipang 9 9 12 1 - - 13 2 - - - 3 - - - 2 51 pengendalian kebakaran hutan yang
10 Kec. Mendawai 2 2 - - - - - - - - - 1 - - - - - - - 5 dilakukan oleh Brigdalkarhut
11 Kec. Katingan Kuala 9 11 5 - - - 1 2 7 7 1 2 - - - - - - - 45
12 Kec. Petak Malai - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 0 Manggala Agni;
13 Kec. Bukit Raya - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 0
Jumlah Titik Hot Spot Perhari 34
3. Pemerintah Provinsi dan
53 24 1 0 0 23 4 7 7 1 6 0 0 0 2 0 0 0
Jumlah Titik Hot Spot 162 Kabupaten/Kota yang wilayah
administrasinya rawan kebakaran hutan
Sumber : Laporan Evaluasi tim satuan wajib mengalokasikan dana dari APBD
tugas penanggulangan kebakaran hutan, dan sumber dana lain sesuai dengan
lahan dan pekarangan di wilayah peraturan perundangan untuk
Kabupaten Katingan tahun 2014. pengendalian kebakaran yang
dilakukan oleh aparat Pemerintah
Hasil data dan pantauan di lapangan Daerah, pihak terkait dan masyarakat
luasan hutan, lahan dan pekarangan yang di wilayahnya.
terbakar di wilayah Kabupaten Katingan
kususnya di wilayah Kecamatan Katingan Pendanaan untuk Tim Satuan Tugas
Hilir 500 (lima ratus) Hektar. penanggulangan Kebakaran Hutan, Lahan
dan Pekarangan di Kabupaten Katingan
bersumber dari Anggaran Pendapatan
Pendanaan Tim Satuan Tugas
Belanja daerah (APBD) Kabupaten
Penanggulangan Kebakaran Hutan,
Katingan Tanggap Darurat Siaga Bencana
lahan dan Pekarangan di Kabupaten
Kebakaran Hutan, Lahan dan pekarangan
Katingan.
Kabupaten Katingan Tahun 2014.
Harus disadari bahwa ongkos sosial
kerusakan lingkungan menjadi bagian Kendala-kendala yang Dihadapi dalam
penting dalam proses pengambilan Upaya Penanggulangan Kebakaran
keputusan untuk mewujudkan memperoleh Hutan dan Lahan di Kabupaten
keuntungan ekonominya, baik jangka Katingan Provinsi Kalimantan Tengah.
pendek maupun jangka panjang.12 Berdasarkan Surat Keputusan Bupati
Berkaitan dengan Penganggaran Katingan Nomor : 660/105/Kpts/III/2014
atau pendanaan, dalam Peraturan Menteri tentang Pembentukan Tim Koordinasi
Kehutanan Nomor : P.12/Menhut-II/2009 Terpadu Pencegahan Pengendalian dan
tentang Pengendalian Kebakaran Hutan Penanggulangan Kebakaran Hutan, Lahan
diatur sebagai berikut : dan Pekarangan Kabupaten Katingan
1. Biaya untuk melaksanakan kegiatan Koordinator Penanggulangan dan
pengendalian kebakaran hutan Pemadaman Kebakaran Hutan, Lahan dan
dibebankan pada APBN, APBD dan Pekarangan mempunyai tugas :
12
Ibid.

ISSN : 2085-4757 98
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

a. Menyusun rencana dan strategi penyuplai air dengan kapasitas 8000


penanggulangan kebakaran hutan, liter untuk memudahkan dalam
lahan dan pekarangan berdasarkan pemadaman dan jauhnya jarak yang
permintaan Ketua Tim Koordinasi; ditempuh mengingat keterbatasan
peralatan yang di gunakan saat ini;
b. Mempersiapkan dan mengecek
3. Untuk Posko Penanggulangan
seluruh sarana dan prasarana
Kebakaran Hutan dan Lahan
penanggulangan kebakaran hutan,
Kecamatan Pulau Malan yang dihadapi
lahan dan pekarangan melalui
sama halnya dengan Kecamatan
koordinasi dengan Camat dan
Tewang Sangalang Garing sulitnya
Kepala Desa;
menjangkau sumber air dari lokasi
c. Melaksanakan Pemadaman kebakaran lahan yang terbakar cukup jauh dan
di lapangan; dari Tim mendapatkan bantuan dari
d. Membuat laporan hasil pelaksanaan Dinas Sosial Kabupaten Katingan 1
penanggulangan kebakaran hutan, unit mobi truck box untuk mengangkut
lahan dan pekarangan; tong air dengan kapasitas 1200 liter
yang dibantu dari salah Perusahaan
e. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas yang berada diwilayah Kecamatan
kepada Ketua Tim Koordinasi. Pulau Malan untuk memudahkan Tim
Kendala yang dihadapi oleh Tim melakukan Pemadaman;
Penanggulangan Kabakaran Hutan dan 4. Untuk Posko Penanggulangan
lahan dilapangan jarak dari lahan terbakar Kebakaran Hutan dan Lahan di
ke sumber air tidak terjangkau mengingat Kecamatan Katingan Tengah kendala
sekarang musim kemarau, sehingga Tim yang dihadapi cukup jauhnya lokasi
harus bekerja lebih extra. Adapun kendala titik api sehingga tidak terjangkau
yang dihadapi dibeberapa Kecamatan dengan peralatan pemadam Kebakaran;
sebagai berikut : 5. Untuk Posko Penanggulangan
Kebakaran Hutan dan Lahan di
1. Untuk Kecamatan Katingan Hilir Kecamatan Kamipang kendala yang
kendala yang dihadapi keterbatasan dihadapi cukup jauhnya lokasi titik api,
peralatan Pemadam Kebakaran serta sehingga tidak terjangkau dengan
jauhnya lokasi hutan dan lahan yang peralatan pemadam kebakaran yang
terbakar sehingga menyulitkan tim digunakan;
bekerja untuk memadamkan secara 6. Untuk Posko Penanggulangan
efektif; Kebakaran Hutan dan Lahan di
2. Untuk Posko Penanggulangan Kecamatan Tasik Payawan kendala
Kebakaran Hutan dan Lahan di yang dihadapi adalah jauhnya lokasi
Kecamatan Tewang Sangalang Garing titik api mengingat keterbatasan
sulitnya mendapatkan sumber air, peralatan pemadam serta jauhnya
mengingat sekarang musim kemarau lokasi titk api dengan sumber air cukup
membuat sumber air yang terdekat jauh.
mengering dan melalui Dinas PU
Kabupaten Katingan membantu Di dalam alenia ke-IV Pembukaan
menurunkan 1 unit mobil tangki UUD 1945 diamanatkan bahwa Negara

ISSN : 2085-4757 99
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

Republik Indonesia berkewajiban untuk mengatasi kendala-kendala yang


melindungi segenap bangsa dan seluruh dihadapi dalam melakukan
tumpah darah Indonesia, memajukan penanggulangan kebakaran hutan dan
kesejahteraan umum, mencerdaskan lahan di Kabupaten Katingan Provinsi
kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan Kalimantan Tengah yaitu dengan
ketertiban dunia yang berdasarkan melaksanakan semangat Undang-Undang
kemerdekaan, perdamaian abadi dan Nomor 24 Tahun 2007 tentang
keadilan sosial. Bahwa amanat Undang- Penanggulangan Bencana diantaranya
Undang Dasar 1945 sebagaimana tersebut adalah :
diatas, khususnya untuk melindungi
1. Dengan mencegah kejadiannya, yaitu
segenap dan seluruh tumpah darah
Indonesia, dala hal perlindungan terhadap dengan sama sekali menghilangkan
kehidupan dan penghidupan termasuk atau secara signifikan mengurangi
perlindungan atas bencana. Ini menguatkan kemungkinan dan peluang terjadinya
bahwa rasa aman dan terlindungi dari fenomena yang berpotensi merugikan
bencana adalah hak warga negara. Pada tersebut;
Tahun 2007 telah diundangkan Undang- 2. Kalau tidak dapat dicapai, maka
Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang
strategi kedua adalah dengan
Penanggulangan Bencana yang cenderung
mengatur tentang bencana yang sifatnya melakukan berbagai cara untuk
mendadak (bencana geologi). Beberapa mengurangi besarnya dan keganasan
pertimbangan diundangkannya kebijakan kejadian tersebut dengan merubah
ini antara lain : berbagai karakteristik ancamannya,
1. Kewajiban Negara melindungi bangsa meramalkan atau mendeteksi potensi
Indonesian dengan tujuan untuk kejadian, atau mengubah sesuai unsur-
memberikan perlindungan terhadap
unsur structural dan non-struktural dari
kehidupan dan penghidupan termasuk
perlindungan atas bencana, dalam masyarakat;
rangka mewujudkan kesejahteraan 3. Kalau keniscayaan kejadian memang
umum, dan tidak dapat dihindarkan atau dikurangi,
2. Wilayah Indonesia memiliki kondisi maka strategi ketiga adalah dengan
geografis, geologis, hidrologis dan mempersiapkan pemerintah dan
demografis serta klimatologi yang
masyarakat untuk menghindari atau
memungkinkan terjadinya bencana,
baik yang disebabkan oleh faktor alam, merespon kejadian tersebut secara
faktor non-alam maupun faktor efektif sehingga kerugian dapat
manusia yang menyebabkan timbulnya dikurangi;
korban jiwa manusia, kerusakan 4. Strategi yang terakhir adalah dengan
lingkungan, kerugian harta benda, dan secepatnya memulihkan masyarakat
dampak psikologis yang dalam korban bencana dan membangun
keadaan tertentu dapat menghambat
kembali sembari menguatkan mereka
pembangunan nasional.
untuk menghadapi kemungkinan
Strategi yang dapat dilakukan oleh bencana masa depan. Jadi strategi
Pemerintah Daerah Kabupaten Katingan

ISSN : 2085-4757 100


Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

penanggulangan bencana bukan dan mempunyai fungsi yang bersesuaian


tidak terbatas pada respon kedaruratan dengan fungsi penaggulangan bencana.
saja. Untuk mengatasi kendala-kendala yang
dihadapi dalam rangka penanggulangan
Untuk menyelenggarakan
kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten
penanggulangan bencana di daerah dan
Katingan maka perlu menyandingkan Surat
dalam rangka melaksanakan ketentuan
Keputusan Bupati Nomor
Pasal 18 dan Pasal 19 Undang-Undang
660/105/KPTS/III/2014 dengan Peraturan
Nomor 24 Tahun 2007 tentang
Menteri Kehutanan Nomor : P. 12/Menhut-
Penanggulangan Bencana Pemerintah juga
II/2009 dan Peraturan Gubernur
telah menerbitkan Peraturan Kepala BNPB
Kalimantan Tengah Nomor 52 Tahun 2008
Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pedoman
agar mandat dari UUD 1945 dalam
Pembentukan Badan Penanggulangan
perlindungan warga dari bencana yang
Bencana Daerah. Berdasarkan Pasal 2 ayat
menjadi kewajiban pemerintah tidak ada
(1) Permendagri Nomor 48 Tahun 2008
yang terlewatkan.
tentang Pedoman Organisasi dan Tata
Kerja Badan Penanggulangan Bencana
Kesimpulan
Daerah yang dinyatakan bahwa setiap
Provinsi dibentuk BPBD Provinsi dan
a. Kebakaran hutan, lahan dan
disetiap Kabupaten/Kota dapat dibentuk
pekarangan di Indonesia terutama di
BPBD. Artinya pembentukan BPBD di
pulau Kalimantan dan Sumatra sering
Provinsi adalah wajib sementera di
terjadi sehingga menimbulkan dampak
Kabupaten/Kota merupakan pilihan (tidak
negatif berupa Kerusakan hutan yang
wajib). Dan pada ayat (2) dinyatakan
menimbulkan kerugian tidak ternilai,
bahwa pembentukan BPBD Provinsi dan
menimbulkan awan asap, kerusakan
BPBD Kabupaten/Kota ditetapkan dengan
keaneka-ragaman hayati (flora,fauna),
Peraturan Daerah. Pemerintah Provinsi
musnahnya sejumlah species, hutan
Kalimantan tengah telah membentuk
gundul, banjir, kekeringan, mengubah
BPBD dengan mengundangkan Peraturan
ekosistem, mempengaruh panas global.
Daerah Nomor 10 Tahun 2009 tentang
Dengan diterbitkannya Surat
Organisasi dan Tata Kerja Badan
Keputusan Bupati Katingan Nomor :
Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi
660/105/Kpts/III/2014 tentang
Kalimantan Tengah dan untuk
Pembentukan Tim Koordinasi Terpadu
operasionalisasi lebih lanjut telah
Pencegahan Pengendalian dan
diterbitkan Peraturan Gubernur
Penanggulangan Kebakaran Hutan,
Kalimantan Tengah Nomor 7 Tahun 2011
Lahan dan Pekarangan Kabupaten
tentang Tugas Pokok dan Fungsi Badan
Katingan, yang merupakan bentuk dan
Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi
langkah dari pemerintah daerah dalam
Kalimantan Tengah. Dalam Peraturan
memberikan perlindungan kehidupan
Kepala BPBD disebutkan, bahwa dalam
dan penghidupan bagi segenap
hal Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
masyarakat yang ada di dalamnya
tidak membentuk BPBD Kabupaten/Kota,
termasuk perlindungan atas dampak-
maka tugas fungsi penanggulangan
dampak dari kebakaran hutan dan
bencana diwadahi dengan organisasi yang
lahan sebagaimana yang diharapkan di

ISSN : 2085-4757 101


Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

dalam konstitusional yaitu Undang- Sehingga Tim harus bekerja


Undang Dasar Negara Republik lebih extra. Adapun kendala lain yang
Indonesia Tahun 1945. Mengingat dihadapi Tim Penggulangan Kebakaran
pencemaran udara akibat kebakaran Hutan dan Lahan dilapangan
hutan, lahan dan pekarangan di wilayah disamping keterbatasan peralatan
Kabupaten Katingan cukup meningkat, pemadam kebakaran
maka Pemerintah Daerah Kabupaten sehingga menyulitkan tim bekerja
Katingan mengeluarkan pernyataan untuk memadamkan secara efektif.
Bupati Katingan Nomor : Tim Penanggulangan Kebakaran
050/383/EKSDA tentang siaga tanggap Hutan, Lahan dan pekarangan di
Darurat Api dan Asap di Wilayah Wilayah Kabupaten Katingan sejak di
Kabupaten Katingan. Dimana sebaran perpanjang dari tanggal 06 Oktober
titik api berdasarkan pantauan satelit 2014 s/d 20 Oktober 2014 sudah
NOAA18 pada tanggal 17 September bekerja dengan semaksimal mungkin
2014 terdapat titik Hot Spot di wilayah untuk pemadaman api, akan tetapi
Kabupaten Katingan sebanyak 342 karena lahan yang terbakar cukup luas
titik, Data kasus ISPA semakin dan bergambut disamping keterbatasan
meningkat setiap bulannya, terakhir peralatan pemadam kebakaran serta
untuk bulan Agustus 2014 berjumlah jauhnya lokasi hutan dan lahan yang
1.205 kasus dan untuk bulan terbakar sehingga menyulitkan tim
September 2014 sampai dengan untuk memadamkan api.
tanggal 17 September 2014 berjumlah
690 kasus yang terdata. Surat DAFTAR PUSTAKA
Keputusan Bupati Katingan Nomor :
360/454/KPTS/X/2014 Tanggal, 08 Abdullah, M.J.,M.R. Ibrahim dan A.R. Abdul
Oktober 2014 tentang Pembentukan Rahim. 2002. The Influenceof Forest
tim dan sekretariat satuan tugas Fire in Peninsular Malaysia: History,
Root Causes, Prevention, and Control.
penanggulangan kebakaran hutan, Makalah disajikan pada Workshop on
lahan dan pekarangan di Kabupaten Prevention and Control of Fire in
Katingan Tahun 2014 agar Tim Satuan Peatlands, Tanggal 19-21 Maret 2002,
Tugas Penanggulangan Kebakaran Kuala Lumpur, Malaysia.
Hutan, Lahan dan Pekarangan di
Arifin Bustanul. 2001. Pengelolaan Sumber Daya
Wilayah Kabupaten Katingan di Alam Indonesia: Perspektif Ekonomi,
perpanjang terhitung dari tanggal 08 Etika, dan Praksis Kebijakan, Erlangga,
Oktober 2014 s/d 20 Oktober 2014. Jakarta.
Dengan melibatkan dari Unsur TNI,
POLRI dan Dinas, Badan yang terkait. Santosa Ahmad Mas, 1996, Aktualisasi Prinsip-
prinsip Pembangunan Berkelanjutan
untuk membantu Pelaksanaan serta Dalam Sistem dan Praktik Hukum
menginfentarisasi keadaan dan kondisi Nasional, Artikel Jurnal Hukum
bisa teratasi secara baik dan efektif. Lingkungan, ICEL , Jakarta.
b. Kendala yang dihadapi oleh Tim
Penanggulangan Kabakaran Hutan dan Sumardjono. SW Maria. April 2009. Makalah
Pengaturan Sumberdaya Alam di
lahan dilapangan, Sulitnya sumber air Indonesia: Sistem atau Subsistem,
dan jauhnya lahan yang terbakar. Disampaikan Di Depan Dosen dan

ISSN : 2085-4757 102


Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 9, No 2, September 2014 Upaya Penanggulangan ...(Louise Theresia) 84-103

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah


Gadjah Mada, Yogyakarta. Nomor 5 Tahun 2003 tentang
Pengendalian Kebakaran Hutan dan
Keraf Sonny. A. Etika Lingkungan: Teori-Teori
Lahan;
Etika, Etika Lingkungan, Politik
Lingkungan dari Ilmu Pengetahuan dan Surat Keputusan Bupati Katingan Nomor :
Teknologi Kembali ke Kearifan Lokal, 660/105/Kpts/III/2014 tentang
(Kompas, Jakarta, 2006), Pembentukan Tim Koordinasi Terpadu
Pencegahan Pengendalian dan
Sambutan Bupati Katingan Pada Pembukaan Penanggulangan Kebakaran Hutan,
Workshop Inter-Stakeholders Lahan dan Pekarangan Kabupaten
Pencegahan dan Penanggulangan
Katingan;
Kebakaran Hutan Serta Lahan, Menuju
Zero Fires, Kasongan 2 Desember 2013. Pemerintah Daerah Kabupaten Katingan
mengeluarkan pernyataan Bupati
Tim Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan, Katingan Nomor : 050/383/EKSDA
Lahan, dan Pekarangan Kabupaten Tahun 2014 tentang tentang Siaga
Katingan, 2014, Laporan Evaluasi Tim Tanggap Darurat Api dan Asap Bencana
Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Lahan dan Hutan di wilayah
Kebakatan Hutan, Lahan dan
Kabupaten Katingan;
Pekarangan di Wilayah Kabupaten
Katingan Tahun 2014. Instruksi Bupati Katingan Nomor 050/397/EKSDA
tentang Pembentukan Satuan Tugas
Soemarwoto Otto. Atur Diri Paradigma Baru Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan
Pengelolaan Lingkungan Hidup, (Gadjah di Kabupaten Katingan;
Mada University Press, Yogyakarta). Surat Keputusan Bupati Katingan Nomor :
WWF, Prosiding Workshop Inter-Stakeholder
360/454/KPTS/X/2014 Tanggal, 08
Pencegahan dan Penanganan
Kebakaran Hutan serta Lahan, Menuju Oktober 2014 tentang Pembentukan tim
Zero Fires. Kasongan 2 Desember 2013. dan sekretariat satuan tugas
penanggulangan kebakaran hutan, lahan
Peraturan Perundang-Undangan : dan pekarangan di Kabupaten Katingan
Tahun 2014.
Undang-Undang Dasar 1945 amandemen ke-IV;
Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang
Kehutanan;
Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Pengelolaan dan Perlindungan
Lingkungan Hidup:
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang
Penanggulangan;
Permendagri Nomor 48 Tahun 2008 tentang
Pedoman Organisasi dan Tata Kerja
Badan Penanggulangan Bencana Daerah;
Peraturan Menteri Kehutanan Nomor :
P.12/Menhut-II/2009 tentang
Pengendalian Kebakaran Hutan;
Peraturan Kepala BNPB Nomor 3 Tahun 2008
tentang Pedoman Pembentukan Badan
Penanggulangan Bencana Daerah.

ISSN : 2085-4757 103