Anda di halaman 1dari 10

CA MAMMAE

NAMA :
1.
2.
3.

Lina
Nurma
Icha

DEFINISI

Ca mamae merupakan penyakit yang


disebabkan karena terjadinya pembelahan
sel-sel tubuh secara tidak teratur sehingga
pertumbuhan sel tidak dapat di kendalikan
dan akan tumbuh menjadi benjolan tumor
(kanker) sel (Brunner dan Suddarth, 2005 ).
Ca mamae adalah suatu penyakit seluler
yang dapat timbul dari jaringan payudara
dengan manifestasi yang mengakibatkan
kegagalan untuk mengontrol proliferasi dan
maturasi sel (Brunner dan Suddarth, 2005 ).

KALSIFIKASI
Pembagian stadium menurut Portman yang disesuaikan aplikasi klinik yaitu:
1)

Stadium I
Tumor teraba dalam payudara, bebas dari stadium jaringan sekitarnya, tidak ada fixasi/
infiltrasi ke kulit dan jaringan yang di bawahnya (otot).

2)

Stadium II
Tumor terbebas dalam payudara, besar tumor 2,5-5 cm, sudah ada atau beberapa kelenjer
getah bening axila yang masih bebas dengan diameter kurang dari 2 cm.

3)

Staium III A
Tumor sudah meluas pada payudara, besar tumor 5-10 cm, tapi masih bebas di jaringan
sekitarnya, kelenjar getah bening axila masih bebas satu sama lain.

4)

Stadium III B
Tumor melekat pada kulit atau dinding dada, kulit merah, ada edema (lebih dari sepertiga
permukaan kulit payudara) ulserasi, kelenjar getah bening axila melekat satu sama lain atau
ke jaringan sekitarnya dengan diameter 2-5 cm.

5)

Stadium IV
Tumor seperti pada stadium I,II,III tapi sudah disertai dengan kelenjar getah bening axila
supra-klafikula dan metastasis jauh.

ETIOLOGI
Tidak satupun penyebab spesifik dari ca
mamae,sebaliknya serangkaian faktor genetik,
hormonal, dan kemungkinan kejadian lingkungan dapt
menunjang terjadinya kanker ini.
Faktor resiko yang tidak dapat di ubah (unchangable)
1) Umur
2) Menarche Usia Dini
3) Menoupause usia lanjut
4) Riwayat keluarga
5) Riwayat penyakit payudara jinak
6)
Obesitas dan konsumsi lemak tinngi
7) Penggunaan Hormone dan Kontrasepsi Oral
8) Riwayat Keterpaparan Radiasi

PATOFISIOLOGI
Di jelaskan WOC...

MANIFESTASI KLINIS

Timbul benjolan pada payudara yang dapat di raba dengan tangan,


makin lama benjolan makin keras dan bentuknya tidak beraturan.
Saat benjolan mulai membesar,barulah mulai terasa nyeri saat
ditekan, karena terbentuk penebalan pada kulit payudara.
Bentuk, ukuran, berat salah satu payudara berubah bentuk karena
terjadi pembengkakan.
Pembesaran kelenjar getah bening di ketiak atau timbul benjolan
kecil di bawah ketiak.
Bentuk atau arah puting berubah, misalnya puting susu tertarik ke
dalam yang tadinya berwarna merah muda berubah menjadi
kecoklatan.
Keluar darah, nanah, atau cairan encer dari puting susu pada
wanita yang tidak sedang hamil.
Luka pada payudara tidak sudah lama dan tidak sembuh walau
sudah diobati.
Kulit payudara seperti mengerut kulit jeruk (peuau dorange)
akibat dari neoplasma menyekat drainase limfatik sehingga terjadi

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Non Invasive
) Mammografi
) Ultrasound
) Computed Tomografi dan Magnetic
Resonance Imaging Scans
b) Invasiv
) Sitologi Aspirasi
) Core Needle Biopsy (CNB)
) Biopsy
a)

PENCEGAHAN

Pencegahan Primer
Pencegahan primer pada kanker payudara dilakukan pada
orang sehat yang sudah memiliki faktor resiko untuk
terkena kanker payudara. Pencegahan primer dilakukan
melalui upaya menghindari diri dari keterpaparan
berbagai faktor resiko dan melaksanakan pola hidup
sehat.

Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder ditujukan untuk mengobati para
penderita dan mengurangi akibat-akibat yang lebih serius
dari penyakit kanker payudara melalui diagnosa dan
deteksi dini dan pemberian pengobatan.

PENATALAKSANAAN
a. Penatalaksanaan Medis
Pembedahan/operasi
-Masektomi radikal (lumpektomi)
-Masektomi total (masetomi),
-Modified Mastektomi radikal,
Radioterapi
Kemoterapi
Terapi hormonal

KOMPLIKASI
Komplikasi
1.Limpedema
limfedema terjadi jika saluran limfe untuk
menjamin aliran balik limfe bersirkulasi
umum tidak berfungsi dengan kuat.
2. Sidroma hiperkalsemik
Sidroma hiperkalsemik terjadi jika kanker
menghasilkan hormon yang meningkatkan
kadar kalsium darah/ hormon yang secara
langsung mempengaruhi tulang.