Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS PROSES INTERAKSI

Nama Klien

: Tn. A

Nama mahasiswa :yovita upsan

Status Interaksi P-K : Ke-4 (fase perkenalan)

tanggal

: 16 maret

Lingkungan

Jam

: 09.00

: Di ruangan kamboja

(klien dalam kondisi tenang , posisi duduk,

Bangsal

: kamboja

berhadapan dengan perawat)


Deskripsi Klien

penampilan klien bersih, wajahh bersih rambut rapi,


dan klien sudah mandi
Tujuan(orientasi pada K) : Dapat mengenal halusinasi
Komunikasi verbal

P:Selamat siang pak?

Komunikasi
Non- Verbal
P:Tersenyum
sambil duduk di
samping klien

Analisa
berpusat pada
perawat
Merasa ragu
dengan K apakah
masih mengingat
atau tidak.

Analisa berpusat
pada klien
Merasa kaget
melihat P.

Rasional

Pada awal interaksi


harus didahului atau
di mulai dengan
membina hubungan
saling percaya

K:menatap
kearah dan
tersenyum
K: selamat siang !

P: tetap
tersenyum
K: tersenyum

Merasa senang
karna K mau
menjawab salam.

Merasa senang
sehingga
menjawab dengan
ramah.

P:

P: duduk
berhadapan dan
bertanya dengan
nada bersahabat.

Berharap klien
masih ingat
dengan perawat
dan bersedia
berbincangbincang.

Bersedia
berbincangbincang dengan
perawat.

Bagaimana perasaan
bapak

siang ini?,

apakah bapak masih


ingat dengan saya?
hari ini kita

K:tersenyum dan
mendengar apa

Pertanyaan terbuka
mendorong pasien
untuk
mengungkapkan
perasaannya

akan berbincang
bincang tentang

yg di bicarakan
oleh P

halusinasi.
K: I K: Iya bolehdan
saya masih kenal kok
sus
P:senang karna
K masih
mengenal
PP: P: Kalau boleh tahu
apa bapak sering
mendengar suarasuara yang tidak jelas?
K K: ia sus,saya selalu
mendengar suarasuara sus.

Merasa senang
karna K masih
mengenal.

Merasa senang
dengan kehadiran
P.

K: tersenyum

P: bertanya
dengan hati-hati
K: berpikir dan
menjawab.

Berharap dapat
melanjutkan
pembicaraan.

Klien duduk
berhadapan dan
terlihat curiga.

P : Apa yang
dikatakan oleh suarasuara itu?
K : Saya mendengar
suara-suara laki-laki
yang melarang untuk
tidur dan mengancam
akan membunuh
P : Kapan suara-suara
itu bapak dengar?

P: Kontak mata
dipertahankan

Berharap dapat
mengetahui isi
halusinasi klien

Untuk
mengetahui jenis
halusinasi klien

Untuk mengetahui
jenis halusinasi klien

Klien menjawab
dengan percaya
diri.

K:Mendengarka
n apa yang
dikatakan oleh
perawat

K : Sore-sore suster
P : bertanya
dengan hati-hati
P : Berapa kali dalam
sehari bapak
mendengar suarasuara itu?

K : Menjawab
dengan suara
yang jelas

K : Biasanya 3-4
kali

P:Mendengarkan

Berharap dapat
melanjutkan
pembicaraan.

Menanyakan

Menjawab
dengan penuh
percaya diri dan
tegas

Untuk mengetahui
waktu halusinasi klien

Untuk mengetahui

P : Pada saat apa


bapak mendengar
suara-suara itu?
K : Saat baringbaring sendirian
P:Apa yang bapak
rasakan saat
mendengar suarasuara itu?

apa yang
dikatakan oleh
klien
K : Menjawab
dengan suara
yang jelas
P:
Mendengarkan
apa yang
dikatakan klien

Menanyakan
respon klien
terhadap
halusinasinya

Menjawab
dengan penuh
percaya diri

Menjawab
dengan penuh
percaya diri

frekuensi halusinasi
klien

Untuk mengetahui
situasi yang
menimbulkan
halusinasi klien

K: Menjawab
dengan suara
yang jelas

K : Saya membanting
barang-barang,
mengamuk dan merasa P: perawat
menanyakan
ketakutan
dengan suara
yang jelas
P: Apa bapak mau
saya ajarkan cara
mengontrol
halusinasi?

situasi yang
menimbulkan
halusinasi klien

Berharap dapat
melanjutkan
pembicaraan.

K: tatapan pada
P dan fokus pada
pertanyaa.

Klien duduk
berhadapan dan
menceritakan
dengan serius dan
tegas.

Untuk mengetahui
respon klien saat
mengalami halusinasi

K : Mau suster
P : Cara pertama
yaitu dengan cara
menghardik yaitu
tutup telinga dan
katakan saya tidak
mau dengar kamu.
Coba bapak
praktekkan.

P:tersenyum
bertanya dengan
hati-hati

K: tersenyum
dan menjawab.

K : Klien
P: mengajarkn
mengatakan saya
cara mengontrol
menutup telinga bila
dengan tegas.
mendengar suarasuara dan katakan saya
tidak mau dengar
kamu.
K: fokus pada
perawat dan

Berharap K
mendengar dan
mau mengikuti

Merasa senang
sehingga
menjawab dengan
ramah.

Memberikan
pujian
Kepada klien atas Merasa senang
kemampuan yang karena mendapat
dimilikinya
pujian.

Untuk mengetahui
kesediaan klien untuk
berbincang-bincang

Untuk mengetahui
kesediaan klien untuk
berbincang-bincang

P:Bagus Sekali.
Bagaimana kalau
latihan ini kita
masukkan dalam
jadwal kegiatan harian
bapak?

mendengar yang
di katakan
perawat.

K : Ya, kasih masuk


saja suster.

P: Bagaimana
perasaan Bapak
setelah berbincangbincang dengan saya?
K : Senang suster

P:coba bapak ulangi


apa yang kita
bicarakan tadi?

P: merasa senang
dan berharap
dapat berbica
dengan K lebih
dalam lagi.

K: tersenyum
dan mau
mengikuti saran
P

Berharap klien
bersedia untuk
menghilngkan
halusinasi
dengan
mengikuti latihan
harian

K: cara menghardik
halusinasi,saya tutup
telinga dan katakan
saya tidak mau
mendengarkanmu.

P: tersenyum dan
kontak mata di
pertahankan
Berharap dapat
melanjutkan
K: tersenyumdan perbincangan.
menjawab.

P: wah bagus sekali

P:bertanyadengn hati-hati
dengan raut
wajah ingin
mendapatkan
jawaban

K: terima kasih.

K: fokus pada
perawat dan
menjawab
pertanyaan

Menanti apakah
pasien dapat
menjawab
pertanyaan.

Bersedia untuk
mengikuti latihan
harian.

Duduk di depan
P dan terlihat
senang.

Dengan tegas
dapat menjawab
pertanyaan.

Dengan adanya pujian


dan latihan harian
dapat memotivasi
klien untuk
bersemangat
menghilangkan
halusinasi.

Untuk mengetahui
perasaan klien setelah
berbincang-bincang.

Untuk mengetahui
konsentrasi pasien
terhadap
perbincangan ini.

dengan tegas.
P: P
P:nanti bapak ingatingat lagi apa yang
kita bicarakan tadi.

K : Iya suster

P:merasa
senang,Kontak
mata
dipertahankan
K:tersenym

dan
menjawab
dengan tegas.

senang dan
memberikan
pujian.

Senang dengan
pujian yg di
berikan

P:tersenyum dan
berbicara dengan
nada bersahabat.
P:

K:tersenym dan
menjawab dengn
tegas.

Berharap dapat
melnjutkan
pembicaraan

Dengan tegas
dapat menjawab
pertanyaan.

Dengan memberikan
pujian dapat
meningkatkan
semangat pasien.

Untuk mengetahui
keiginan pasien untuk
menghilangkan
halusinasinya.