Anda di halaman 1dari 14

Kelompok

: 5 (Lima)

Tanggal

: 6 Juni 2013

MODUL II : PERENCANAAN, PROSES PRODUKSI DAN PEMASARAN


MANAJAMEN AKUAKULTUR
TOPIK II
: ASPEK PRODUKSI PERIKANAN, KOMODITAS BUDIDAYA
DAN SISTEM MANAJEMEN SAMPAI KE PEMASARAN

Pengantar Teori Praktikum


Akuakultur dapat didefinisikan menjadi campur tangan atau upaya-upaya
manusia untuk meningkatkan produktivitas perairan melalui kegiatan budidaya yaitu
mencakup pemeliharaan untuk memperbanyak (reproduksi), menumbuhkan (growth),
serta meningkatkan mutu biota akuatik sehingga diperoleh keuntungan (Martini,
2009).
Pengelolaan budidaya air itu dapat diklasifikasi menurut urutan tingkat
intensitasnya, atau secara kasar berdasarkan kuantitas organisrne per unit (padat
penebaran = stocking rate). Pengelolaan perikanan itu bertujuan untuk
mempertahankan hasil maksimum dari sumber perairan dengan cara pengendalian
dan pengusahaan yang dikerjakan oleh manusia. Sedang pengelolaan budidaya air itu
bertujuan dan mempertahankan hasil maksimum dari sumber perairan dengan cara
mencegah atau menekan, karakteristik-karakteristik lingkungan alami yang merusak
atau yang merugikan (Selamet, 2009).
Aspek produksi sangat memerlukan kegiatan manajemen untuk memperoleh
hasil yang baik. Hal-hal ini yang berkaitan dengan asoek produksi perikanan, teknis
budidaya.

Tujuan
Setelah menyelesaikan praktikum ini, mahasiswa mampu melakukan dengan
benar:
a. Agar mampu melakukan pemilihan komoditas budidaya, dan menerapkan
sistem manajemen yang baik sampai ke pemasaran dengan memperhatikan
fungsi dari manajemen itu sendiri.
b. Agar mampu mengisi kuesioner tentang aspek produk perikanan, komoditas
budidaya dan sistem manajemen sampai ke pemasaran.
Kompetensi
Melakukan pemilihan komoditas budidaya, dan menerapkan sistem
manajemen yang baik sampai ke pemasaran dengan memperhatikan fungsi dari
manajemen itu sendiri.
Prosedur Kerja
a.

b.

c.
I.

Bahan
Produk perikanan dari lokasi praktikum
Alat
Sepeda motor (5 buah per 5 orang)
Lembar kuisioner (5 buah per 5 orang. @ 5 lembar)
Alat tulis
Metode dan hasil pengamatan

Ikan di Tambak dan Aspek Produksi Perikanan


a. Jenis ikan apa saja yang ada di tambak yang anda survei ?
Lokasi 1 : Lele dumbo, Gurami, Bawal, Nila gesit
Lokasi 2 :Black Moly, Guppy, Cupang, Mas pedang, Mas Koi, Komet,
Mickey Mouse.
b. Berasal dari mana benih ikan yang anda survei ?
Lokasi 1 : Blang bintang, Bibit sendiri
Lokasi 2 : Medan, Dan dari hasil perkawinan sendiri.
c. Bagaimana proses pengangkutan ikan yang anda survei?

Lokasi 1 : Proses pengangkutan ikan dilokasi 1 dibawa/angkut


menggunakan dengan pick up dan becak.
Lokasi 2 : Proses pengangkutan ikan dilokasi 2 dipaketkan dan
diangkut menggunakan becak
d. Bagaimana proses penanganan ikan yang anda survei?
Lokasi 1 : Jika bibit sehat maka ikan akan dikarantina kurang lebih 1
minggu, sedangkanuntuk ikan yang sakit kurang lebih 2
minggu
Lokasi 2 : Pada lokasi ini ikan akan dimasukkan kedalam kolam terpal
e. Apakah penanganan ikan anda survei menimbulkan kontaminasi pada
ikan/produk perikanan?
Lokasi 1 : Penangganan ikan pada usahnya terjadinya persaingan antar
individu
Lokasi 2 : Penangganan ikan pada usaha ini menyebabkan ikan-ikan
tersebut mengalami strees
f.

Bagaimana kondisi peralatan yang digunakan ditambak yang anda


survei?.
Peralatan apa saja yang digunakan?
Lokasi 1 : kondisi peralatan yang digunakan masih layak untuk
digunakan namun masih secara tradisional. Untuk pada
usaha ini,peralatan yang digunakan meliputi :
Serok,Mesin pompa air)
Lokasi 2 : Kondisi peralatan yang digunakan juga masih layak
digunakan dan masih secara tradisional,peralatan yang
digunakan adalah Aerator,busa filter.

g. Bagaimana kondisi tambak tempat anda survei?


Lokasi 1 : Kondisi tambak pada usaha ini masih kurang terawat,selain
itu masih ada beberapa kolam yang tidak dimanfaatkan
Lokasi 2 : Kondisi tambak pada usaha ini terawatt dengan baik,ikanikan yang dibudidayakan tergolong sehat,apabila ada ikan
sakit penangganannya dilakukan secara tepat
h. Berapa jumlah produksi dalam satu kali panen pada tambak yang anda
survei?

Lokasi 1 : jumlah produksinya mencapai 250 kg/panen,yang berarti


dalam 1 bulan bisa melakukan 2 hingga 2 kali panen
Lokasi 2 : Jumlah produksi ikan cupang mencapai kurang lebih 1000
juvenil ikan cupang yang dilakukan 2 kali dalm 1 minggu

II.

Komoditas budidaya

a. Komoditas apa saja yang ada pada tanbak yang anda survei?
Lokasi 1 : Komoditas yang ada ditambak ini adalah untuk ikan Konsumsi
Lokasi 2 : Komoditas yang ada ditambak ini adalah untuk ikan hias
b. Bagaimana sifat komoditas yang anda survei?
Pada kedua lokasi yang dilakukan survey,sifat komoditas adalah
Komoditas Pasar Lokal.
c. Apakah komoditas yang anda survei tidak tergantung musim?
Pada hasil survey yang dilakukan, kedua usaha ini tidak tergantung
pada musim, tetapi komoditas tergantung pada cepat dan lamanya
pembenihan
d. Seberapa jauh jarak lokasi tambak yang anda survei ke konsumen?
Lokasi 1 : Jauh lokasinya meliputi : Sekitar 5 Km Banda Aceh dan Aceh
Besar
Lokasi 2 : Jauh lokasi ke konsumen pada usaha ini meliputi daerah Aceh
Besar, Banda aceh sekitar 10 Km dan Lhokseumawe.
e. Bagaimana penanganan komoditas yang anda survei? Apakah mudah rudak
dan beresiko tinggi?
Lokasi 1 : Setelah dilakukan survey pada lokasi usaha ini,penangganan yang
dilakukan kurang baik yang mengakibatkan susutnya komoditas

Lokasi 2 : Menurut survey yang dilakukan, pada usaha ini penangganannya


dilakukan secara sesuai prosedur,ikan yang telah sampai akan
langsung dilakukan aktimitasi
f. Bagaimana perputaran modal dari tambak yang anda survei?
Lokasi 1 : Perputaran modal pada usaha ini
Lokasi 2 : Perputaran modal usaha yang digeluti oleh Pak Acong, Hasil dari
penjualannya digunakan sebagai tambahan modal usaha dan
digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

III.

Sistem manajemen sampai ke pemasaran

a. Bagaimana sistem perencanaan dari tambak yang anda survei?


Lokasi 1 : Dari hasil survey pada usaha ini telah direncanakan dengan
baik,sehingga mendapatkan hasil yang diinginkan.
Lokasi 2 : system perencanaan pada usaha ini,kolam yang dibuat dilakukan
secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. Dan untuk
kedepannya akan menambah jumlah kolam.
b. Bagaimana sistem transportasi dari tambak yang anda survei?
Dari hasil survey yang dilakukan system transportasi dari usaha kedua
lokasi usaha tersebut dengan menggunakan angkutan darat,karena mudah
dalam melakukan transportasinya
c. Bagaimana sarana dari tambak yang anda survei?
Lokasi 1 : Sarana pada usaha yang bertempat di Panggo, masih secara
tradisional, yang meliputi : Kolam, Gudang, Sumur bor, Mobil
angkutan sebagai sarana transportasi
Lokasi 2 : Sarana pada usaha yang digeluti Pak Acong juga masih secara
tradisional, Kolam, sarana listrik, Becak sebagai sarana
transportasi
d. Bagaimana sarana listrik dan irigasi dari tambak yang anda survei?
Lokasi 1 : Dari survey yang dilakukan, pada usaha ini sarana listrik bagus,
sarana listrik yang digunakan meliputi : Sanyo, Lampu, sumur

bor dan peralatan lain yang diperlukan. Kecuali lampu


penerangan untuk kolam yang tidak tersedia. Pada usaha ini
tidak menggunakan sarana irigasi.
Lokasi 2 : Dari survey yang dilakukan pada usaha yang bertempat di
peulanggahan sarana listriknya sangat baik, listriknya tersedia
sepanjang waktu.
e. Bagaimana standar pada tambak yang anda survei untuk menjaga mutu
produksi?
Lokasi 1 : Sangat baik, karena kualitas air selalu terjaga dan diganti setiap 15
hari dengan volume pergantiannya setengah dari air kolam
Lokasi 2 : Baik, disini lebih mengutamakan kualitas produksi karena usaha
ikan hias
f. Berapa banyak jumlah tenaga kerja dari tambak yang anda survei?
Lokasi 1 : 2 orang
Lokasi 2 : tidak ada, di urus sendiri oleh pemilik usaha
g. Berapa harga jual produk dari tambak yang anda survei?
Lokasi 1 : Tergantung dari jenisnya, untuk ikan lele dijual ke penampung
dengan harga Rp 18.000,00/kg. Untuk ikan nila, dan bawal di
jual dengan harga 25.000/ Kg
Lokasi 2 : Harganya bervariasi mulai dari Rp 2.000,00-Rp 70.000,00
h. Berapa lama perputaran modal terjadi pada tambak yang anda survei?
Lokasi 1 : 1 bulan Rp. 3.000.000, dengan modal pertama Rp. 80.000.000
Lokasi 2 : Perputaran modal usaha yang digeluti oleh Pak Acong, Hasil dari
penjualannya digunakan sebagai tambahan modal usaha dan
digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
i. Hasil panen dari tambak yang anda survei di pasarkan/didistribusikan
kemana saja?
Lokasi 1 : lokasinya meliputi : Sekitar Banda Aceh dan Aceh Besar
Lokasi 2 : lokasi ke konsumen pada usah ini meliputi daerah Aceh
Besar,Banda aceh dan Lhokseumawe.
Deskripsi lokasi tambak (meliputi alamat, keadaan lokasi tambak, berapa banyak
sampel produk yang diambil):

Alamat Tambak Lokasi 1


Alamat Tambak Lokasi 2
Keadaan Tambak Lokasi 1
Keadaan Tambak Lokasi 2
Jumlah Sampel Lokasi 1
Jumlah Sampel Lokasi 2

: Pango, Kota Banda Aceh


: Peulangkahan, Kota Banda Aceh
: Terkesan kurang terawat
: Sudah bagus, tetapi tidak higienis
: 4 Sampel ( Lele, Nila, Bawal, dan Gurami)
: 8 Sampel (Black Moly, Guppy, Cupang, Mas
pedang, Mas Koi, Komet, Mickey Mouse.

Table 1. Jenis komoditas perikanan ditambak


No
1.
2.

Nama
sampel
Ikan
Lele
Ikan
Nila

Nama ilmiah
sampel
Clarias
Batracus
Oreochromis
Niloticus

Panjang
sampel
(cm)

Berat
sampel
(gr)

18 cm

1 ons

15 cm

1 ons

Lokasi sampling
Pango, Kota Banda
Aceh
Pango, Kota Banda
Aceh

Lokasi
penangkapan/
budidaya
Pango, Kota
Banda Aceh
Pango, Kota
Banda Aceh

Gambar komoditas perikanan/shellfish

..............

.............

Analisa Usaha Budi Daya Perikanan di Tambak Pango, Kota Banda Aceh
1. Investasi
Harga
80000000
Total 80000000

penyusutan
8000000
8000000

2. Biaya Operasional
Jenis
a. Benih lele
b. Benih Gurami
c. Benih Ikan Mas
d. Benih Bawal
e. Benih Nila
f. Karyawan
g. Usus ayam
h. Pellet
Total

Jumlah
57600
6720
13440
8960
8960
2
2700
1800

3. Biaya Tetap
Rp 8.000.000 + Rp 31.428.000
Total Biaya : Rp 65.172.000
4. Penerimaan

harga / satuan
300
250
300
300
200
1800000
5000
7000

Total harga
Rp 17.280.000
Rp 1.680.000
Rp 4.032.000
Rp 2.688.000
Rp 1.792.000
Rp 3.600.000
Rp 13.500.000
Rp 12.600.000
Rp 57.172.000

Hasil panen
a. Ikan Lele
b. Benih Gurami
c. Benih Ikan Mas
d. Benih Bawal
e. Benih Nila
Total

Harga
11520
960
1920
1280
1120

18000
17000
18000
18000
14000

Rp 207.360.000
Rp 16.320.000
Rp 34.560.000
Rp 23.040.000
Rp 15.680.000
Rp 296.960.000

5. Laba Operasional
Rp 239.788.000
6. Laba Bersih sebelum Pajak
Rp 231.788.000
7. Laba Bersih dalam 1 tahun
Rp 927.152.000
8. Arus Kas
Rp 239.788.000
9. Rentabilitas Ekonomi
Rp 137.172.000

= 174.8 1

Layak usaha

10. Rasio Perbandingan R/C


Hasil produksi /total biaya

3.556558031 1

Layak usaha

11. Jangka waktu Pengembalian


137172000

0.572055316

12. Titik Impas BEP


a. Ikan Lele
b. Benih Gurami
c. Benih Ikan Mas
d. Benih Bawal
e. Benih Nila

3620.666667
3833.647059
3620.666667
3620.666667
4655.142857
3870.157983 Nilai Rata - rata

Titik Harga
a. Ikan Lele

5657.291667

b. Benih Gurami
c. Benih Ikan Mas
d. Benih Bawal
e. Benih Nila

67887.5
33943.75
33943.75
58189.28571
39924.31548 Nilai Rata - rata

Analisa Usaha Budi Daya Perikanan di Tambak Peulangkahan, Kota Banda Aceh
1. Investasi
-

Kolam

60 petak

= Rp 11.000.000

Aertaor

34 @30.000

= Rp 1.020.000

Toples

122 @ 8000

= Rp

Tabung O2

1 @1500.000

= Rp 1.500.000

Induk ikan cupang

50 passang @70.000 = Rp 3.500.000

Induk ikan gupy

50 pasang @25.000

= Rp 1.250.000

Moly

50 psang @25.000

= Rp 1.250.000

Mas pedang

50 pasang @100.000 = Rp 5.000.000

Sanyo

1 @600.000

= Rp

600.000

Sawo besar

5 @ 12.000

= Rp

60.000

Sawo kecil

5@ 1.500

= Rp

7.500

Busa filter

2@25.000

= Rp

50.000

Selang

5@10.000

= Rp

50.000

Becak

2@ 4.000.000

= Rp 8.000.000

975.000

Ember
Total

5@ 35.000

= Rp
175.000
= Rp 34.438.500

2. Biaya operasional
- Ongkos pengiriman ikan 24 x 60.000
- Transportasi penjualan 90 hari x 5000(Per 3 bulan)
- Listrik 3 bulan x 200.000
- Uhasa mencari pakan alami per 3 bulan 12x5000
- Biaya tak terduga
Total

= Rp 1.440.000
= Rp 450.000
= Rp 600.000
= Rp 60.000
= Rp 700.000
= Rp 3.250.000

3. Biaya Tetap
Penyusutan 10% investasi
Total biaya = 2+3

Rp. 3.443.850
Rp. 6.693.850

4. Penerimaan
Hasil panen cupang 50 Pasang @ 50= 2.500 10000
Hasil panen Gupy 40 @ 50
= 2000 x 1000
Hasil Black moly 60@50
= 2000 1000
Total

= Rp 25.000.000
= Rp 2.000.000
= Rp 4.500.000
= Rp 52.500.000

NB:

Cupang

= 50/10

Gopy

= 10/1.000

Moly

= 10/100

Total =

5.000

x100

= 10.000

=5.000

= 1000
x1.500 =

2.4000
250
7650 harga/ unit

5. Laba Operasional
Penerimaan Biaya operasiona (4-2) = Rp. 51.500.000-3.250.000

= Rp.48.250.000
6. Laba bersih sebelum pajak
Penerimaan-total biaya = 51.500.000-6.693.850= Rp.44.806.150
7. Laba bersih dalam 1 tahun (4 Kali panen)
Rp 44.806.150 4 = Rp 179.224.600
8. Arus khas
Laba bersih sebelum pajak + penyusutan

= Rp. 44.806.150 + 3.443.850


= Rp 48.250.000

9. Rentabilitas Ekonomi
Laba Operasional
100%
Investasi + Biaya Operasiona
= 48.250.000 100%
34.438.500+3.250.000
= 48.250.000 100%
37.688.500
= 1.28 %

10. Rasio perbandingan antara penerimaan dan biaya ( R/C )


51.500.000
6.693.800
= 7,6 > 1 Layak usaha
11. Jangka Waktu Pengembalian
Investasi + Biaya Operasional
Arus Kas
= 34.438.500 + 3.250.000
48.250.000
= 37.688.500
48.250.000

= 0,78 bulan
12. Titik Impas BEP ( Break Event Point )

BEP Harga
Total Biaya
Harga / Unit ( Kg )
= 6.693.850
7650
= 875,01 ekor
Total Biaya
Total Produksi
= 6.693.850
200 ekor
= 33469.25

Pembahasan
Kondisi peralatan yang digunakan masih layak untuk digunakan namun
masih secara tradisional. Untuk pada usaha ini,peralatan yang digunakan meliputi :
Serok,Mesin pompa air). Kondisi peralatan yang digunakan juga masih layak
digunakan dan masih secara tradisional,peralatan yang digunakan adalah
Aerator,busa filter. Menurut survey yang dilakukan,pada usaha ini penangganannya
dilakukan secara sesuai prosedur,ikan yang telah sampai akan langsung dilakukan
aktimitasi. Dari hasil survey yang dilakukan system transportasi dari usaha kedua
lokasi usaha tersebut dengan menggunakan angkutan darat,karena mudah dalam
melakukan transportasinya.

Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat di ambil dari hasil pengamatan dalam survey
praktikum ini adalah sebagai berikut :
-

Usaha Budidaya ikan hias yang ada di pelangkahan cendrueng usaha yang
bersifat bisnis keluarga biasa yang lebih mementingkan keuntungan dari pada
efek samping yang di hasilkan, misalnya perhitungan modal.

Daftar Pustaka
Martini,

Nyoman Dian.2009.
UNDIKSHA.

Dasar-Dasar

Budidaya

Perairan.

Singaraja:

Selamet, Bejo. 2009. Dasar-Dasar Budidaya Perairan. Singaraja: UNDIKSHA.

Nilai Praktek
:..
Draft
:..
Nama dan paraf asisten :......................................

Nilai akhir
:............................................
.