Anda di halaman 1dari 9

BAB III

METODELOGI PERCOBAAN

3.1 Waktu dan tempat


Praktikum pembuatan pakan buatan dilaksanakan pada tanggal 25 Mei
2013, dilanjutkan dengan pengamatan uji Fisik pakan tanggal 29 Mei 2013, dan
dilakukan uji Biologi dari tanggal 31 Mei sampai dengan tanggal 20 Juni 20013,
praktikum dilaksanakan di Laboratorium Kelautan dan Perikanan Universitas
Syiah Kuala, Banda Aceh. Sedangkan uji Kimia (Proksimat) dilakukan di Balai
Riset dan Standarisasi Industri Banda Aceh.
3.2 Alat dan bahan
Tabel 1. Alat dan bahan pembuatan pakan buatan

No

Alat dan Bahan

Jumlah

Mesin ekstruder (pencetak pelet)

1 unit

Baskom

7 unit

Ember besar

1 unit

Ayakan

1 unit

Terpal

1 unit

Tepung ikan

117,57 gram

Tepung usus ayam

235,15 gram

Tepung daun singkong

352,73 gram

10

Dedak halus

2.995,54 gram

11

Tepung kanji

998,51 gram

12

Minyak makan

250 gram

13

Vitamin

25 gram

14

Mineral (NaCl)

25 gram

15

Air

Secukupnya

[Type the company name]

Tabel 2. Alat dan bahan uji Fisik


No

Alat dan Bahan

Jumlah

Gelas ukur

3 unit

Pakan buatan hasil praktikum

50 gram

Air

Secukupnya

Tabel 3. Alat dan bahan uji Biologi


No

Alat dan Bahan

Jumlah

Akuarium

2 unit

Timbangan

1 unit

Penggaris

1 unit

Bibit ikan lele

20 ekor

Air

Secukupnya

3.3 Cara kerja


3.3.1 Cara kerja pembuatan pakan buatan
1. Dihaluskan bahan-bahan sampai menjadi bubuk/tepung.
2. Diayak semua bahan dan dimasukkan ke dalam masing-masing baskom
secara terpisah berdasarkan jenis bahan.
3. Dimasukkan bahan satu per satu berdasarkan takaran bahan yang paling
sedikit sampai bahan yang takarannya paling banyak sambil diaduk hingga
semua bahan tercampur rata.
4. Ditambahkan air secukupnya sampai adonan menggumpal, tetapi juga
jangan kelebihan air (adonan cair) karena jika adonan cair tidak dapat
dicetak dan pakan akan rusak.
5. Dimasukkan adonan pakan ke dalam mesin pencetak pelet sedikit demi
sedikit.
6. Pakan siap dijemur.

[Type the company name]

3.3.2 Cara kerja uji Fisik


1. Dimasukkan air kedalam masing-masing gelas ukur sebanyak 500 ml.
2. Dimasukkan pelet kedalam gelas ukung r yaberisi air untuk diamati daya
apung pakan dan dicatat hasilnya. Pengamatan dilakukan 3 kali ulangan.
3. Diamati daya tahan pakan dalam air sampai pakan hancur dan dicatat
hasilnya dari ketiga ulangan.
3.3.3 Cara kerja uji Biologi
1. Disiapkan 2 buah akurium dan masing-masing akuarium diisi air dengan
ketinggian 20 cm. Satu akurium untuk perlakuan pakan buatan dan satu
akurium lainnya untuk perlakuan pakan komersil (kontrol).
2. Dimasukkan benih ikan lele ukuran 5 sampai 9 cm sebanyak 10 ekor ke
masing-masing akurium dan diamati perkembangannya (panjang dan
berat) ikan selama 3 minggu kedepan.
3. Diberi pakan buatan dan pakan komersil untuk masing-masing perlakuan
4.

sebanyak 3% dari berat tubuh ikan.


Diganti air akurium seminggu sekali.

[Type the company name]

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Tabel 4. Hasil uji fisik pakan buatan
No

Uji Fisik

Ulangan I

Ulangan II

Ulangan III

Ketinggian air (gelas ukur)

500 ml

500 ml

500 ml

Daya apung

6 menit, 15

16 menit, 34 detik

32 detik

detik
3

Daya tahan dalam air

49 menit, 24 detik

18 menit, 2

10 menit, 33 detik

detik
4

Bau pakan

Dedak (Nabati)

Dedak (Nabati)

Dedak (Nabati)

Warna pakan

Hijau Pucat

Hijau Pucat

Hijau Pucat

Tabel 5. Hasil uji biologi pakan buatan dan pakan komersil (kontrol)
Pakan Buatan
Ikan
sampe

Pakan Komersil (kontrol)

Panjang

Panjan

Berat

Awal

g Akhir

Awal

Berat

Panjan

Panjan

Akhir
Awal

Akhir

Berat

Berat

Awal

Akhir

5 cm

8 cm

2 gram

3 cm

6 cm

7 cm

2 gram

3 cm

9 cm

6 gram

6 cm

7 cm

2 gram

3 cm

6 cm

8 cm

2 gram

3 cm

6 cm

9 cm

2 gram

4 cm

6 cm

2 gram

6 cm

9 cm

2 gram

4 cm

7 cm

3 gram

7 cm

9 cm

3 gram

4 cm

7 cm

3 gram

7 cm

10 cm

3 gram

6 cm

7 cm

8 cm

3 gram

4 cm

7 cm

10 cm

3 gram

6 cm

8 cm

9 cm

4 gram

5 cm

7 cm

11 cm

3 gram

7 cm

[Type the company name]

8 cm

9 cm

4 gram

5 cm

8 cm

11 cm

4 gram

7 cm

10

8 cm

10 cm

4 gram

6 cm

8 cm

11 cm

4 gram

7 cm

Keterangan : (*) = Ikan sampel mati

4.2 Hasil uji kimia


Hasil uji protein telah terlampir di lampiran.
4.3 Analisa Data Uji Biologi
3 x Berat ratarata ikan x Jumlah total ikan
Rumus :
3
Persentase pakan buatan

3 x 3,3 gram x 10 ek 0 r
3

= 0,33 gram (sekali

makan)
Persentase pakan komersil =

3 x 2,8 gram x 10 ek 0 r
3

= 0,28 gram (sekali

makan)

4.4 Analisa data dengan metode bujur sangkar latin


Meramu pakan ikan dengan metode bujur sangkar latin
- Membuat pakan ikan dengan kadar protein 16%, menggunakan bahan
baku terdiri dari tepung ikan, tepung usus ayam (jeroan), tepung daun
-

singkong, tepung kanji dan dedak halus.


Metode formulasi pakan dengan metode bujur sangkar latin, berdasarkan
kelompok bahan baku dibagi dua yaitu :
1. Bahan baku protein basal (Kadar protein < 20 %)
2. Bahan baku protein suplemen (Kadar protein > 20 %)

Pengelompokkan bahan baku yang telah dipilih berdasarkan kadar protein


dari setiap bahan baku, yaitu :

Bahan baku protein basal:


Tepung kanji (6,29 %)
[Type the company name]

Dedak halus (13,63 %)


Bahan baku protein suplemen:

Tepung ikan (62,99 %)


Tepung Usus ayam (60,00 %)

[Type the company name]

Tepung daun singkong (27,6 %)

Protein basal = 6,29 % + 13,63 % = 19,92 %

Nilai rata-rata bahan baku protein basal = 36,23 / 2 = 9,96 %


Protein suplemen = 62,99 % + 60,00 % + 27,6 % = 150,59 %

Nilai rata-rata bahan baku protein suplemen = 150,59 / 3 = 50,19 %

Metode bujur sangkar latin


Protein basal 9,96 %

34,19 %

Protein suplemen 50,19 %

6,04 % +
40,23 %

Perhitungan Komposisi setiap bahan baku yang telah disusun :

Protein basal

= 34,19 % / 40,23 % = 84,98 %

Protein suplemen = 6,04 % / 40,23 % = 15,01 %

Penambahan Vitamin, mineral dan minyak


Vitamin : 0,5 %/100 x 5 kg = 0,025 kg = 25 gram
Mineral : 0,5 %/100 x 5 kg = 0,025 kg = 25 gram
Minyak : 5 %/100 x 5 kg = 0,25 kg = 250 gram +
300 gram

Jadi 5.000 gram - 300 gram = 4.700 gram

Perbandingan komposisi bahan baku protein suplemen 1: 2 : 3


-

Tepung ikan

= 1/6 x 15,01 % x 4.700 gram = 117,57 gram

Tepung usus ayam

= 2/6 x 15,01 % x 4.700 gram = 235,15 gram

Tepung daun singkong = 3/6 x 15,01 % x 4.700 gram = 352,73 gram

Perbandingan omposisi bahan baku protein basal 1 : 3


-

Dedak halus

= 1/4 x 84,98 % x 4.700 grm = 2.995,54 gram

Tepung kanji

Maka persentasenya adalah :


Tepung ikan
= 15,01/3 x 62,99 %
Tepung usus ayam
= 15,01/3 x 60,00 %
Tepung daun singkong = 15,01/3 x 27,6 %
Tepung kanji
= 84,98/2 x 12,27 %
Dedak halus
= 84,98/2 x 13,63 %

= 3/4 x 84,98 % x 4.700 gram = 998,51 gram

= 3,15%
= 3,00%
= 1,38%
= 2,67%
= 5,79%+
15,99%

LAMPIRAN

1. Tabel harga bahan baku


N0 Jenis bahan

Harga

Jumlah (kg)

Harga jadi (Rp)

Tepung ikan

Rp. 30.000

0,11

Rp. 4.500

Tepung usus ayam

0,23

Rp. 5.000

Tepung daun singkong

0,35

Rp. 3.000

Tepung kanji

Rp. 6.500

0,99

Rp. 6.500

Dedak halus

Rp. 2.500

2,99

Rp. 7.000

Minyak makan

Rp.10.000

0,25

Rp. 2.500

vitamin

0,025

Rp. 4.000

Mineral (garam dapur)

Rp. 4.000

0,025

Total

Jadi, harga pellet yang bisa dijual = Rp. 6.500 / kg.

Rp. 32.500