Anda di halaman 1dari 47

Penulis

: Tiyas Abror Huda


Dr. Noor Fadiawati, M.Si.
Lisa Tania, S.Pd., M.Sc.

Perancang Cover

: Tiyas Abror Huda

Ilustrator

: Tiyas Abror Huda

Tahun Terbit

: 2015

Assalaamualaikum Wr. Wb.


Alhamdulillahirabbilalamin banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang
kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah SWT tuhan seru sekalian alam atas segala
berkat, taufik, serta

hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat

menyelesaikan produk pengembangan e-book interaktif pada materi termokimia berbasis


representasi kimia ini dengan baik.
Selama penyelesaian produk pengembangan ini tidak terlepas dari dukungan banyak
pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih terutama Gambar
kepada 1Dosen
Cover

Pendidikan Kimia FKIP Universitas Lampung Dr. Noor Fadiawati, M.Si. dan Lisa Tania, S.Pd.,
M.Sc. yang
telah
bersedia
membimbing penulis serta Dra. Ila Rosilawati, M.Si. yang
Ketentuan
Pidana
Sanksi
Pelanggaran
bersedia memberi masukan kepada penulis sehingga produk ini dapat diselesaikan.
Pasal 72
Penulis berharap
produk
pengembangan e-book interaktif pada materi termokimia
Undang-Undang
Republik
Indonesia
Nomor
19 Tahun
2002
berbasis
representasi
kimia ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Penulis
Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1987
menyadari bahwa tak masih ada kesalahan-kesalahan dalam pengembangan. Oleh
tentang Hak Cipta
karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi
1. Barang
siapa dengan
dan tanpa
hak mengumumkan
memperbanyak
suatu
kesempurnaan
produk sengaja
ini. Sehingga
bermanfaat
luas guna atau
mewujudkan
pendidikan
ciptaan atau memberikan izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1
Indonesia yang lebih baik dari sebelumnya.
(satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana
penjara
paling lama Wr.Wb.
7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00
Wassalaamualaikum
(lima miliar rupiah).
Bandar Lampung,
Juni 2015
2. Barang siapa dengan sengaja menyerahkan, menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau
menjual kepada umum sesuatu ciptaan barang atau hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak
Terkait sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling
lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta
Tim Penyusun
rupiah).

COVER LUAR............................................................................................................i
COVER DALAM...................................................................................... ii
IDENTITAS E-BOOK INTERAKTIF...........................................................................iii
KATA PENGANTAR..................................................................................................iv
DAFTAR ISI..............................................................................................................v
I. PENDAHULUAN
A. Deskripsi............................................................................................................ 1
B. Petunjuk Penggunaan E-book Interaktif............................................................ 1
C. Manfaat Penggunaan E-book Interaktif.............................................................. 2
II. URAIAN MATERI
A. TERMOKIMIA
1. Hukum Kekekalan Energi...............................................................................5
2. Sistem dan Lingkungan..................................................................................5
3. Kalor dan Kerja...............................................................................................9
4. Eksoterm dan Endoterm................................................................................11
5. Persamaan Termokimia..................................................................................14
6. Entalpi dan perubahannya.............................................................................15
B. ENTALPI MOLAR
1. Entalpi Pembentukan Standar........................................................................15
2. Entalpi Peruraian Standar..............................................................................16
3. Entalpi Pembakaran Standar..........................................................................16
4. Berbagai Entalpi Molar Lain...........................................................................16
C. PENENTUAN ENTALPI REAKSI
1.Penentuan Kalor Reaksi Berdasarkan Percobaan............................................18
2.Penentuan Kalor Reaksi Berdasarkan Hukum Hess.........................................25
3. Penentuan Kalor Reaksi Berdasarkan Data Entalpi Pembentukan.................28
4. Penentuan Kalor Reaksi Berdasarkan Data Energi Ikatan..............................39
D. ENERGI BAHAN BAKAR
1. Pengertian Bahan Bakar................................................................................33
2. Jenis-Jenis Bahan Bakar.................................................................................33
E. RANGKUMAN
II. PENUTUP
Soal Soal Bab Termokimia.................................................................................... 37
DAFTAR PUSTAKA

Dalam e-book interaktif ini anda akan mempelajari tentang termokimia yang merupakan
bagian dari ilmu kimia yang mempelajari tentang perubahan energi yang menyertai reaksi
kimia. Salah satu terapan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari ialah reaksi kimia dalam tubuh
kita dimana produksi dari energi-energi yang dibutuhkan atau dikeluarkan untuk semua tugas
yang kita lakukan. Pembakaran dari bahan bakar seperti minyak dan batu bara dipakai untuk
pembangkit listrik. Bensin yang dibakar dalam mesin mobil akan menghasilkan kekuatan yang
menyebabkan mobil berjalan. Bila kita mempunyai kompor gas berarti kita membakar gas
metan (komponen utama dari gas alam) yang menghasilkan panas untuk memasak. Dan
melalui urutan reaksi yang disebut metabolisme, makanan yang dimakan akan menghasilkan
energi yang kita perlukan untuk tubuh agar berfungsi. Hampir semua reaksi kimia selalu ada
energi yang diambil atau dikeluarkan.
Dalam termokimia ini akan dibahas tentang pengertian termokimia yang meliputi energi
yang dimiliki setiap zat, azas kekekalan energi, entalpi dan perubahan entalpi, reaksi eksoterm,
reaksi endoterm, persamaan termokimia, entalpi molar, dan perhitungan perubahan entalpi
berdasarkan Hukum Hess, data perubahan entalpi pembentukan, data energi ikatan,

Dalam e-book interaktif ini anda akan mempelajari materi termokimia. Pembahasan materi
termokimiadalam e-book interaktif ini akan diawali dengan konsepdasar termokimia, termasuk
pengertian kalor reaksi, selanjutnya akan dibahas cara penentuan kalor reaksi, sedangkan
pada bagian akhir akan dibahas kalor dari berbagai jenis reaksi bahan bakar serta
penerapannya dalam bidang industri. Semua materi tersebut diupayakan untuk diawali dengan
fenomena dalam kehidupan sehari-hari mengacu pada kompetensi yang terdapat dalam
kurikulum 2013. Materi-materi tersebut dikemas dengan tampilan yang menarik dan dilengkapi
dengan gambar, animasi serta video yang akan mendukung materi sehingga akan membantu
Anda untuk lebih mudah mempelajari konsep materi dalam e-book interaktif termokimia ini.

Berikut adalah tata cara penggunaan e-book interaktif


1. Bacalah daftar isi e-book interaktif dengan cermat dan teliti.
2. Bacalah pendahuluan yang mewakili isi dalam e-book interaktif ini dengan cermat dan teliti.
3. Bacalah petunjuk penggunaan e-book interaktif dengan cermat dan teliti sehingga kalian
dapat menggunakan e-book interaktif ini dengan maksimal dan mendapatkan manfaatnya.
4. Pada bagian indikator, jika Anda ingin mengetahui indikator apa saja yang perlu dicapai
dalam materi ini maka silahkan klik pada kotak indikator, jika tidak maka boleh dilewati.
5. Pelajari isi materi dalam e-book interaktif ini secara urutan dan utuh sehingga diperoleh
pemahaman yang maksimal.
6. Setiap sub materi dalam e-book interaktif ini akan dilengkapi dengan gambar, animasi atau
video. Untuk dapat melihatnya silahkan kalian klik pada masing-masing kotak gambar,

atau video.
7. Setiap sub materi akan dilengkapi dengan kolom pertanyaan dan kolom jawaban atau
kolom hasil identifikasi. Kolom pertanyaan kalian baca setelah kalian mengamati fenomena
berupa peristiwa, gambar, animasi, atau video. Selanjutnya, kalian dapat mengisi jawaban
kalian dari pertanyaan tersebut dalam kolom jawaban atau kolom hasil identifikasi dengan
cara mengetik jawaban kalian dalam kolom tersebut. Kalian harus mengetik jawaban agar
selanjutnya kalian dapat mengetahui penjelasan detail dari materi.
8. Setiap sub materi dilengkapi dengan rangkuman, jika kalian ingin membaca rangkumannya
silahkan kalian klik pada kotak rangkuman untuk dapat memunculkan rangkuman
materinya.
9. Setiap sub materi dilengkapi dengan latihan soal dan di akhir materi dilengkapi soal
evaluasi untuk menguji kemampuan kalian setelah mempelajari materi, latihan soal
maupun soal evaluasi tersebut sudah dilengkapi dengan tampilan hasil skor kalian sehingga
kalian dapat mengetahui sudah sejauh mana pemahaman kalian terhadap materi yang
sudah kalian pelajari.
10. Bacalah sumber belajar lainnya yang berhubungan dengan materi termokimia dalam
e-book interaktif ini untuk mendapatkan pengetahuan tambahan.

E-book interaktif termokimia memiliki berbagai manfaat bagi peserta didik yaitu sebagai
berikut.
1. Peserta didik dapat lebih aktif berinteraksi dengan sumber belajar berupa e-book interaktif
ini.
2. Belajar menjadi lebih menarik karenae-bookinteraktif dapat dipelajari di luar kelas dan di
luar jam pembelajaran, serta mudah dibawa kemana saja.
3. Peserta didik dapat lebih memahami materi termokimiw karena materi yang disampaikan
dilengkapi dengan fenomena dalam kehidupan sehari-hari beserta gambar, animasi atau
video yang mendukung materi.
4. Berkesempatan menguji kemampuan diri sendiri dengan mengerjakan latihan dan evaluasi
yang disajikan dalam e-book interaktif.
5. Mengembangkan kemampuan peserta

didik

dalam

berinteraksi

langsung

dengan

lingkungan dan sumber belajar lainnya.


6. Menambah keterampilan intelektual pendidik dan peseta didik.
7. Meningkatkan kemampuan Teknologi Informasi dan Komunikasi baik oleh pendidik maupun
peserta didik.

Gambar 2 Jenis-Jenis
Sistem

Azas Kekekalan Energi


Entalpi Molar
Penentuan Entalpi
Reaksi
Energi Bahan Bakar

Video 2 Peluncuran
Roket

Pembakaran hidrogen menghasilkan


banyak api/panas.Yang kita sebut
kalor.Darimanakah asal kalor
tersebut?Apakah kalor tersebut
manghilang begitu saja?Kemanakah
kalor itu pada akhirnya?Temukan
jawabannya pada e-book ini.

Termokimia adalah cabang dari ilmu kimia yang mempelajari tentang kalor reaksi. Pada
bagian pertama dalam bab ini akan dibahas beberapa konsep dasar termokimia, termasuk
pengertian kalor reaksi, selanjutnya akan dibahas cara penentuan kalor reaksi, sedangkan
pada bagian akhir akan dibahas kalor dari berbagai jenis reaksi bahan bakar.

Matahari yang diciptakan oleh Tuhan yang Maha Esa memberikan keuntungan bagi
manusia dan makhluk hidup lainnya. Matahari dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi,
antara lain sebagai pembangkit listrikdan tenaga panas. Untuk keperluan sehari-hari,
contohnya pada saat kamu menggunakan energi panas untuk menjemur baju, energi untuk
berjalan ke sekolah, membantu orang tua di rumah, dan bersepeda. Berikut adalah video
yang dapat kalian klik untuk melihatnya.

Video 3 Proses Pemanfaatan Energi Matahari dalam Kehidupan Sehari-hari


Apakah energi dapat berubah menjadi bentuk energi yang lainnya? Saat kamu ingin
memperoleh informasi dari radio, kamu menggunakan baterai yang terpasang untuk
mengalirkan arus listrik ke radio. Kemudian, radio dapat mengeluarkan bunyi dengan adanya
aliran arus listrik sehingga kamu dapat mendengarkan dan memperoleh informasi yang
diinginkan. Ternyata, energi listrik yang terdapat pada radio dapat berubah menjadi energi
bunyi. Energi listrik merupakan bentuk energi yang paling mudah diubah ke bentuk energi
lain yang berguna. Contoh ini menunjukkan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan tidak
dapat dimusnahkan. Energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.
Pernyataan itu energi ini merupakan hukum pertama termodinamika. Hukum ini menyatakan
jika suatu benda mengalami perubahan yang akhirnya kembali ke keadaan awal, perubahan
energi keseluruhannya adalah nol.Jadi, energi benda adalah tetap.

Sebelum kamu mempelajari sub materi selanjutnya, kamu perlu memahami tentang
sistem dan
lingkungan. Gambar uraian singkat tentang definisi
sistem dan lingkungan.
Apakah yang sedang
dilakukan Ferdi ? Ferdi sedang memberikan makan
ayam jantannya yang diberi nama Jago. Jago
ditempatkan di dalam kandang berupa kurungan
sederhana yang terbuat dari bilah-bilah bambu,
sedangkan binatang lain, yaitu dua ekor kambing
dan dua ekor angsa dibiarkan bebas berkeliaran di
halaman
belakang
rumah.
Jika
kamu
Gambar 3 Ilustrasi Sistem dan Lingkungan memerhatikan Jago yang berbeda dalam kurungan,
Jago dan
kurungannya menjadi pusat perhatian atau sistem, sedangkan Ferdi, dua ekor kambing, dan
dua ekor angsa menjadi lingkungan yang membatasi system.
Hal yang sama juga
dapatdilakukan jika kamu memerhatikan dua angsa.
Dua ekor angsa menjadi pusat
perhatian atau sistem, sedangkan Ferdi, Jago, kurungan ayam dan dua ekor kambing menjadi
lingkungan yang membatasi sistem. Masih Belum paham??

Sederhananya lagi, mari perhatikan rumah kalian masing masing dan disekitarnya ada
rumah rumah tetangga kalian. Ketika rumah kalian adalah sebuah sistem, maka rumah
rumah tetangga kalian adalah lingkungan. Sebaliknya, jika rumah rumah tetangga kalian
dinamakan sistem maka rumah kalian dinamakan lingkungan.

Silahkan mengecek kunci jawaban di halaman berikutnya !


KATA MOTIVASI
Tingkatkanlah motivasi belajar anda, agar anda bisa mengerjakan tugas-tugas
pekerjaan anda dengan mudah.

PEMBAHASAN

Berdasarkan pertukaran energi dan materi sistem dapat dibedakan menjadi tiga jenis,
yaitu sebagai berikut.

Baiklah, Jika sudah mengisi jawaban di kotak dialog di atas, Selanjutnya kita sesuaikan
dengan teori berikut ini.
Berdasarkan pertukaran energi dan materi sistem dapat dibedakan menjadi tiga jenis,
yaitu sebagai berikut.

Sistem dikatakan terbuka jika antara sistem dan lingkungan dapat mengalami
pertukaran materi dan energi. Pertukaran materi artinya ada hasil reaksi yang dapat
meninggalkan sistem (wadah reaksi). Sebagai contoh adalah gambar (a) gelas kopi

Sistem dikatakan tertutup jika antara sistem dan lingkungan tidak dapat terjadi
pertukaran materi, tetapi dapat terjadi pertukaran energi. Sebagai contoh adalah
gambar (b) gelas kopi yang tertutup.

Sistem dikatakan terisolasi, jika tidak terjadi pertukaran materi maupun energi dengan
lingkungannya. Sebagai contoh adalah air panas dalam botol termos. Sebagai contoh
gambar (c) sebuah termos.
Sudah Pahamkah
Kalian
?
Selanjutnya
untuk menguji kepahaman kalian, Silahkan kerjakan soal evaluasi interaktif

berikut ini ! (video 4 Reaksi Pita Magnesium dengan Larutan HCl)

CHARGER ILMU YUK !!!

Tahun 1593, Galileo Galilei membuat termometer yang pertama kali. Termometer buatan
Galileo terdiri dari sebuah labu bulat dengan leher yang panjang, gelas penampungan seperti
gelas beaker , air, dan udara.
Alat sederhana ini disebut termoskop.Prinsip kerjanya
memanfaatkan pemuaian dan penyusutan udara dalam labu bulat akibat pengaruh suhu di
sekitarnya.Keadaan tersebut menyebabkan permukaan air dalam pipa labu ikut berubah dan
dijadikan indicator perubahan suhu. Model thermometer tersebut memiliki kelemahan karena
hanya digunakan untuk rentang skala suhu yang pendek dan sifat air yang mudah menguap akan
membuat pengukuran suhu tidak akurat.
Sejak itu, alat ukur suhu dan skalanya terus berkembang. Skala Fahrenheit yang diciptakan oleh
Gabriel Daniel Fahrenheit mengacu pada suhu normal tubuh manusia.Skala celcius yang
diciptakan oleh Anders Celcius merupakan skala yang mengacu pada titik beku dan titik didih
air.Oleh karena itu, pengukuran suhu yang dilakukan bersifat relatif. Skala suhu yang dapat
digunakan untuk umum dan ilmiah dikenal dengan nama Kelvin.
Sumber : Wibowo, Tedy, 2004

Di Kehidupan seharihari, Kita membutuhkan energi untuk beraktifitas baik aktifitas yang
ringan maupun berat begitu juga dalam reaksi kimia selalu melibatkan energi.Dalam
percobaan kimia, energi ada yang dibutuhkan ada juga yang dibebaskan.Selanjutnya,
pertukaranenergi antara sistem dan lingkungan dapat berupa kalor (q) atau bentuk energi
lainnya yang secara kolektif kita sebut kerja (w).
Salah satu bentuk kerja yang sering menyertai reaksi kimia adalah kerja tekanan-volume,
yaitu kerja yang berkaitan dengan pertambahan atau pengurangan volume sistem.Sistem
memiliki sejumlah energi tertentu.Energi yang tersimpan dalam sistem disebut energi
dalam.Nilai energi dalam (E) dari suatu zat tidak dapat diukur. Namun, hal itu tidak menjadi
masalah karena dalam termodinamika, kita hanya akan berkepentingan dengan perubahan
energi dalam. Karena besarnya energi dalam tidak dapat ditentukan, yang dapat ditentukan

sebagai nilai adalah perubahan energi dalamnya ( E ).Perubahan energi dalam ( E ),


yaitu selisih anatar energi-energi dalam produk (Ep) dengan energi pereaksi (Er).
( E ) = Ep - Er
Selanjutnya kita akan mempelajari pengertian kalor reaksi dalam kaitannya dengan energi
dlam pereaksi dan energi dalam produknya. Perubahan energi dalam yang menyertai reaksi
adalah E = E E . Perubahan energi dalam tersebut akan muncul sebagai kalor dan/atau
1

.. (1)

kerja.

. (2)

E=q ( kalor ) +w (kerja)

Tanda untuk kalor dan kerja ditetapkan sebagai berikut :


Sistem menerima kalor, q bertanda positif (+).
Sistem membebaskan kalor, q bertanda megatif (-).
Sistem melakukan kerja, w bertanda negatif (-).
Sistem menerima kerja, w bertanda positif (+).
Dalam hal ini, q kita sebut kalor reaksi ( qreaksi).Sekarang, marilah kita perhatikan jika
reaksi berlangsung pada sistem tertutup dengan volume tetap. Jika berlangsung pada
volumetetap V =0 , berarti sistem tidak melakukan kerja (w=0). Hal itu berarti bahwa
semua perubahan energi dalam yang menyertai reaksi akan muncul sebagai kalor.
reaksi pada volume tetap dinyatakan dengan qv.
Dari pers (2)
E

Jika

E=q ( kalor ) +w (kerja)

= q(pada volume tetap) + 0


E=q

(3)

Hal itu berarti bahwa semua perubahan energi dalam yang menyertai reaksi akan muncul
sebagai kalor.
Bagaimana jika reaksi berlangsung dalam sistem terbuka dengan tekanan tetap? Dalam
hal seperti itu, maka sistem mungkin melakukan atau menerima kerja tekanan volume
sehingga w tidak sama dengan nol (0). Oleh karena itu, kalor reaksi dapat berbeda dari
E . Jika kalor reaksi pada tekanan tetap dinyatakan dengan q maka :
p,

E = qp+ w
qp = E w
Rumus untuk kerja adalah (w = PV);
E = qp+ PV

. (4)

qp = E - PV
Karena P tetap maka PV = (PV) dan persamaannya sebagai berikut.
qp = (E - PV)
E, P dan V adalah fungsi keadaan.Oleh karena itu, E - PV juga merupakan fungsi keadaan.
Fungsi ini dinamakan entalpi dan diberi simbol H. Jadi, suatu reaksi kimia yang berlangsung
dalam keadaan tekanan tetap dapat dituliskan sebagai berikut.

qp

H = E PV

. (5)

H= qp

Berdasarkan persamaan tersebut dapat dikatakan bahwa kalor yang dipertukarkan antara
sistem dan lingkungan pada keadaan tekanan tetap adalah sama dengan perubahan entalpi
sistem.
Perubahan entalpi sistem suatu reaksi ditentukan oleh keadaan awal (reaktan) dan
keadaan akhir (produk).
H= qp
H

reaksi

=H

reaktan

Hproduk

Sekarang, kita mempunyai besaran untuk menyatakan kalor reaksi yang berlangsungpada
tekanan tetap, yaitu sama dengan perubahan entalpinya.
Reaksi pada tekanan tetap

: qreaksi

= H

Reaksi pada volume tetap

: qreaksi

= E

Oleh karena sebagian besar reaksi berlangsung pada tekanan tetap, yaitu tekanan
atmosfir, maka kalor biasanya dinyatakan sebagai perubahan entalpi (H).

a. Eksoterm
Apa yang kamu lakukan menjelang malam saat berkemah? Kamu akan membuat api
unggun supaya badanmu hangat dan menghindari binatang liar ke tempat berkemah.
Mengapa badanmu merasa hangat jika duduk di dekat api unggun? Jika kamu duduk di
dekat api unggun, badanmu merasa hangat karena sistem, yaitu api unggun melepaskan
kalor ke lingkungan. Peristiwa seperti itu merupakan contoh reaksi eksoterm.Tahukah
anda? Pada saat proses respirasi dan dekomposisi tumbuhan menjadi kompos juga
merupakan reaksi eksoterm yang mana keduanya mengalami pelepasan kalor.
Menariknya lagi, kalian tahu kembang api? Hiasan langit yang sering terlihat pada malam
tahun baru juga merupakan contoh reaksi eksoterm yaitu pada saat terjadi ledakan
kembang api yang menghasilkan panas. Salah satu contoh reaksi kimianya adalah reaksi
antara pita Mg dengan larutan HCl pada Video 4 pada materi sistem dan lingkungan.

Diagram perubahan entalpi pada reaksi eksoterm dapat dilihat pada Gambar (5).
Berdasarkan gambar (5.1) disimpulkan bahwa H berharga negatif (-) jika produk
mempunyai harga entalpi yang lebih rendah atau kecil dari reaktan.Secara singkat konsep
reaksi eksoterm dapat digambarkan seperti gambar 5.2.

Sumber : Maria & Dyah

Sumber : Maria & Dyah

Gambar 5.1 Diagram perubahan entalpi pada


reaksi eksoterm

Gambar 5.2 Perpindahan kalor dari sistem ke


lingkungan

Gambar 5 Perubahan Entalpi Pada Reaksi


Eksoterm

Selanjutnya jawablah pertanyaan berikut ini.

b. Endoterm

(Contoh 1) Pada musim hujan, sebaiknya kamu tidak lupa membawa payung dan jaket
saat meninggalkan rumah. Payung berguna untuk melindungi kepala dan tubuh dari guyuran
air hujan. Jaket melindungi langsung tubuh dari kontak langsung dengan hawa dingin.
Mengapa saat hujan turun, tubuhmu merasa kedinginan?. (Contoh 2) Apakah kalian tahu
contoh yang lain? Selanjutnya kalian pasti tahu apa itu es batu, Bagaimana es batu jika
didiamkan di udara luar? Ya, pasti meleleh, mengapa bisa begitu ? Jawablah di kotak dialog
berikut ini !
KATA MOTIVASI
Jaga terus motivasi anda untuk belajar. Jaga seakan-akan hidup mati anda
tergantung padanya.

Pada (contoh 1) Sistem, yaitu hawa dingin saat hujan turun menyerap kalor yang berasal
dari tubuhmu yang berperan sebagai lingkungan di luar sistem.
Peristiwa tersebut
merupakan contoh reaksi endoterm. Pada (contoh 2) sistem yaitu es batu yang menyerap
kalor yang berasal dari udara yang berperan sebagai lingkungan.

Diagram perubahan entalpi pada reaksi endoterm dapat dilihat pada gambar 6.
Berdasarkan gambar 6.1 disimpulkan bahwa H berharga positif (+) jika produk mempunyai
harga entalpi yang lebih tinggi atau besar dari reaktan. Secara singkat reaksi endoterm
dapat digambarkan seperti gambar 6.2 disampingnya.

ENTALPI

H
1

Sumber : Maria & Dyah

Sumber : Maria & Dyah

Gambar 6.1 Diagram perubahan entalpi


pada reaksi endoterm

Gambar 6.2 Perpindahan kalor dari


lingkungan ke sistem

Gambar 6 Perubahan Entalpi Pada Reaksi Endoterm

Selanjutnya jawablah pertanyaan berikut ini.

tahun.
gudang

James Prescott Joule lahir di kota Salford, 24 Desember 1818. Pertama kali, Joule
diajarkan oleh Orang tuanya sebelum dibimbing oleh John Dalton saat usianya 16
Akhirnya Joule mulai mengadakan penelitian di laboratorium yang berada di
bawah tanah milik ayahnya di rumah.
Sekitar tahun 1840, para ilmuwan telah menyadari bahwa panas, listrik, magnet,
perubahan kimia, dan energi gerak saling berhubungan. Joule telah

membuktikannya
dengan melakukan percobaan antara tahun 1837 dan 1847. Ia menyatakan seuatu yang
tidak dapat dipungkiri, yaitu prinsip konservasi energi dan kesetaraan antara panas dan bentuk lain energy.
Konservasi energi merupakan pengantar unutk menemukan Hukum Kedua Termodinamika dan konsep
entropi. Joule meninggal dunia tanggal 11 Oktober 1889 di Sale dan dimakamkan di Westminster Abbey.

Untuk lebih memahami reaksi eksoterm dan endoterm dengan mengerjakan soal evaluasi
berikut :

Anda tentu sudah tahu bukan tentang persamaan kimia ? Ya, persamaan kimia adalah
rumusan reaksi, berisi rumus kimia zat-zat pereaksi dan zat-zat hasil reaksi. Nah, apa yang
dimaksud dengan persamaan termokimia? Persamaan termokimia adalah persamaan reaksi
yang mengikutsertakan perubahan entalpinya.
Contoh persamaan termokimia :
N2(g) + O2(g)

NO2(g)

C(s) + 2 H2(g) + O2(g) CH3OH(l)


H2O(1) H2(g) + O2(g)

= +33,8 kJ/mol

Hfo

= -238,6 kJ/mol

Hd = +285,8 kJ/mol

C2H2(g) + 5/2 O2(g) 2 CO2(g) + H2O(g)

Hc = -1256 kJ/mol

2 NaOH(aq) + H2SO4(aq) Na2SO4(aq) + H2O(aq)

Hno = - 57,27 kJ/mol

KATA MOTIVASI
Jadikan diri anda senang dalam belajar, sehingga anda selalu termotivasi dalam
belajar, sehingga anda dimudahkan dalam belajar.

Umumnya, reaksi kimia banyak dilakukan dalam keadaan tetap dan bukan dalam keadaan
volume tetap. Persamaannya dapat dituliskan sebagai berikut.

E = qp + W
Jika tekanan eksternal tetap, persamaannya sebagai berikut.
E = qp + W
E = qp - PV
qp = E + PV
Karena P tetap maka PV = (PV) dan persamaannya sebagai berikut.

qp = (E + PV)
E, P dan V adalah fungsi keadaan. Oleh karena itu, E + PV juga merupakan fungsi
keadaan. Fungsi ini dinamakan entalpi dan diberi symbol H. Jadi, suatu reaksi kimia yang
berlangsung dalam keadaan tekanan tetap dapat dituliskan sebagai berikut.
H = E + PV
H= qp
Berdasarkan persamaan tersebut dapat dikatakan bahwa kalor yang dipertukarkan antara
sistem dan lingkungan pada keadaan tekanan tetap adalah sama dengan perubahan entalpi
sistem. Perubahan entalpi sistem suatau reaksi ditentukan oleh keadaan awal (reaktan) dan
keadaan akhir (produk).
H= qp
Hreaksi= Hreaktan Hproduk

Kita telah melihat bahwa entalpi reaksi bergantung pada jumlah zat yang bereaksi. Dalam
pencatatan data termokimia, diperlukan cara tertentu yang mengaitkan jumlah kalor dengan
jumlah zat yang terlibat. Untuk keperluan itulah didefinisikan besaran entalpi molar. Entalpi
molar dikaitkan pula dengan jenis reaksinya, seperti reaksi pembentukan, peruraian, dan
pembakaran.
Perubahan entalpi pada pembentukan 1 mol zat langsung dari unsur-unsurnya disebut
entalpi molar pembentukan atau entalpi pembentukan. Jika pengukuran dilakukan pada
keadaan
standar (298K, 1 atm) dan semua unsur-unsurnya dalam bentuk standar, maka perubahan
entalpinya disebut entalpi pembentukan standar (H f). Entalpi pembentukan dinyatakan
dalam kilojoule per mol (kJ Mol -1). Yang dimaksud dengan bentuk standar dari suatu unsur
adalah bentuk yang paling stabil dari unsur itu pada keadaan standar (298 K, 1 atm). Untuk
unsur yang mempunyai bentuk alotropi, bentuk standarnya ditetapkan berdasarkan
pengertian tersebut.
Misalnya, karbon yang dapat berbentuk intan, grafit, atau fullerene, bentuk standarnya
adalah grafit, karena grafit adalah bentuk karbon yang paling stabil pada 298 K, 1 atm.
Contoh:Perubahan entalpi pembentukan standar dari kristal ammonium klorida adalah
sebesar -314,4 kJ mol-1. Persamaan termokimia dari pernyataan tersebut adalah:
H2 (g) + O2 (g) H2O (g) Hf0= -241,8 kJ/mol
Reaksi peruraian merupakan kebalikan dari reaksi pembentukan. Oleh karena itu, sesuai
dengan azas kekekalan energi, nilai entalpi peruraian sama dengan entalpi pembentukannya,
tetapi tandanya berlawanan.
Contoh:Jika Hf0H2O(g) =-241,8 kJ mol-1, maka Hd0 H2O(g) = +241,8 kJ mol-1. Persamaan
termokimianya adalah:
H2O(g) H2(g) + O2(g)

Hd0 H2O(g) = +241,8 kJ mol-1

Reaksi suatu zat dengan oksigen disebut reaksi pembakaran.Zat yang mudah terbakar
adalah unsur karbon, hidrogen, belerang, dan berbagai senyawa dari unsur tersebut.
Pembakaran dikatakan sempurna jika :
- Karbon (C) terbakar menjadi CO2persamaan kimianyaC(s) + O2(g)CO2(g)
- Hidrogen (H) terbakar menjadi H2O persamaan kimianya H2(g) + O2(g)H2O(g)
- Belerang (S) terbakar menjadi SO2persamaan kimianya S(s) + O2(g)SO2(g)
Perubahan entalpi pada pembakaran sempurna 1 mol suatu zat yang diukur pada 298 K,
1 atm disebut entalpi pembakaran standard an dinyatakan dengan H c. Entalpi pembakaran
juga dinyatakan dalam kJ mol-1.
Contoh:Perubahan entalpi pembakaran standar dari karbon adalah sebesar -393,5 kJ mol -1.
Persamaan termokimia dari pernyataan tersebut adalah:
C(s) + O2(g) CO2(g) Hc0 = -393,5 kJ mol-1
Selain entalpi molar yang telah dibahas di atas, masih terdapat berbagai entalpi molar
lain, seperti entalpi penetralan, entalpi peleburan, entalpi penguapan, dan entalpi pelarutan.
Entalpi penetralan adalah perubahan entalpi pada penetralan asam (H +) oleh basa (OH-)
membentuk 1 mol air.Entalpi pengenceran standar adalah besarnya kalor yang diserap atau
dilepaskan ketika larutan atau zat diencerkan dengan batas konsentrasi tertentu pada
keadaan standar.Entalpi pelarutan adalah perubahan entalpi pada pelarutan 1 mol zat.Semua
entalpi molar dnyatakan dalam kJ mol-1.
Contoh persamaan termokimianya adalah sebagai berikut :
Entalpi penetralan

HCN (aq) + KOH (aq)


Entalpi pelarutan

KCN(aq) + H2O(l) Hon= -12 kJ/mol

NaCl(s) + aq NaCl (aq) Hos = +4 kJ/mol

Misalkan anda diminta menentukan jumlahkalor yang dihasilkan pada pembakaran secarik
kertas, bagaimanakah anda melakukannya?
Kalor reaksi dapat ditentukan melalui
percobaan, yaitu dengan kalorimeter. Namun demikian, penentuan kalor reaksi melalui
percobaan bukanlah pekerjaan yang mudah. Henry Hess, seorang ahli kimia dari Rusia
kelahiran Swiss, menemukan cara lain untuk dapat menentukan kalor reaksi, yaitu
berdasarkan data termokimia yang ada, jadi tidak harus melalui percobaan. Kita akan
membahas penentuan kalor reaksi, melalui percobaan dan berdasarkan penemuan Hess.
Sebelum masuk ke materi, mari kita membaca tentang Henry Hessberikut di edukimia.

Germain
Henry
Hess adalah
ahli
kimia
berkebangsaan Swiss.
Dia
lahir
pada
tanggal 7 Agustus 1802 di Geneva, Swiss dan meninggal saat 30 Novembertahun 1850 di St.
Petersburg, Rusia. Sejak 1829,
dia
sudah
menjadi guru
besar
di universitas serta sekolah artileri di St. Petersburg. Dia banyak melakukan penelitian di bidang
kimia organik, kimia mineral, dan termokimia. Penelitian awal adalah tentang mineral juga gas
alam yang ditemukan di wilayah dekat Baku. Dia pernah menemukan oksidasi gula untuk
menghasilkan asam saccharic. Selanjutnya ketika 1834, Hess mempublikasikannya karyanya di
bidang kimia yang mana kemudian hal tersebut dijadikan sebuah patokan di Rusia selama
bertahun-tahun. Pada tahun 1840, dia membuat sebuah rumusan yang kemudian dikenal
sebagai hukum Hess, hukum termokimia mengenai asas-asas panas yang konstan.

Setelah mempraktekkan ilmu kedokteran selama beberapa tahun di Irkutsk, Rusia, Hess menjadi
seorang profesor kimia pada tahun 1830 di Technological Institute, Universitas of St. Petersburg.
Di Rusia, di mana dia tinggal selamahidupnya, dia disebut dengan German Ivanovich Gess. Dia
melanjutkan studike University of Dorpat (sekarang Tartu, Estonia) tahun 1825 lalu berkunjung
Mari lanjut ke materi !!!
ke laboratory of Berzelius in Stockholm. Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Germain_Henry_Hess

Cara penentuan kalor reaksi dengan menggunakan termokimia disebut kalorimetri.Data


H
reaksi
yang
terdapat
pada
table-tabel
umumnya
ditentukan
secara
kalorimetris.Kalorimetris adalah suatu sistem terisolasi (tidak ada pertukaran materi maupun
energi dengan lingkungan di luar kalorimeter).
Dengan demikian, semua kalor yang dibebaskan oleh reaksi yang terjadi di dalam
kalorimeter, tidak ada yang terbuang ke luar kalorimeter. Dengan mengukur kenaikan suhu
di dalam kalorimeter, kita dapat menentukan jumlah kalor yang diserap oleh air serta
pernagkat kalorimeter berdasarkan rumus :

qp = m x c x T
qbom= C x T

dengan,

q
m
c
C
T

=
=
=
=
=

jumlah kalor
massa air (larutan) di dalam kalorimeter
kalor jenis air (larutan) di dalam kalorimeter
kapasitas kalor dari bom kalorimeter
kenaikan suhu larutan (kalorimeter)

Berikut ini adalah video 5 tentang praktikum kalorimeter sederhana, Silahkan pelajari
tatacara percobaan yang dapat kalian lihat. (sumber : https://www.youtube.com/watch?
v=4SodlF9Q5z0)

Apa yang dapat kalian dapat setelah melihat video di atas ? Tulislah di kolom berikut ini.

Selanjutnya, mari kita lihat mengetahui lebih dalam tentang Kalorimeter.


adalah animasi/video tentang kalorimeter biasa (A) dan kalorimeter boom (B).

Berikut ini

A. Animasi kalorimeter sederhana virtual yang dapat digunakan sebagai alat ketika tidak
dapat praktikum di LAB

B. Video Kalorimeter Boom (https://www.youtube.com/watch?v=xB_AbgpdG4E)

KATA MOTIVASI
Waktu dan tenaga yang anda habiskan untuk belajar, akan selalu melahirkan
sesuatu yang berguna bagi kehidupan anda.
Setelah melihat edu kimia di atas, serta materi sebelumnya bahwa kalorimeter adalah
salah satu contoh sistem terisolasi, dapat disimpulkan bahwa tidak ada kalor yang

terbuangke lingkungan, sehingga kalor reaksi sama dengan kalor yang diserap oleh air
(larutan) dan bom, tetapi tandanya berbeda.
Qreaksi = -(qair + qbom)
Desain dari suatu contoh kalorimeter yang biasa digunakan untuk menentukan kalor dari
reaksi-reaksi pembakaran ditunjukkan pada gambar atau video di atas yang disebut dengan
Kalorimeter biasa dan kalorimeter bom.Perbedaannya yaitu pada kalorimeter bom terdiri dari
sebuah bom tempat berlangsungnya reaksi pembakaran, biasanya terbuat dari bahan
stainless steel dan sejumlah air atau suatu larutan yang dibatasi dengan wadah kedap panas.
Selanjutnya, Marilah kita perhatikan panduan praktikum berikut hasil percobaannya.

Ada dua tahap prosedur penentuan kalor penetralan HCl-NaOH yang dapat dilihat dibawah ini
:
1. Prosedur Percobaan :
Siswa mengukur temperatur 25 ml H2Odalam gelas kimia menggunakan termometer
Siswa memanaskan 25 ml H2O pada pembakar bunsen hingga temperatur naik 10 oC
lalu memasukkan ke dalam kalorimeter yang berisi H2O dingin
Siswa mencampurkan dan mengaduk-aduk kedua nya dalam kalorimeter.
1
Siswa mencatat suhu selama 5 menit dengan selang waktu 2 menit pada tabel hasil
percobaan.
Setelah di dapat tetapan kalorimeter, selanjutnya menentukan kalor penetralan HCl-NaOH:
2. Prosedur percobaan :

Siswa mengukur temperatur 20 ml HCl dalam kalorimeter menggunajkan termometer


Siswa mengukur temperatur 20 ml NaOH menggunakan termometer
Siswa mencampurkan dan mengaduk-aduk kedua larutan dalam kalorimeter.
1
Siswa mencatat suhu selama 5 menit dengan selang waktu 2 menit pada tabel hasil

percobaan.
Menghitung H reaksi berdasarkan percobaan.

KATA MOTIVASI
Belajar akan memberikan anda pemahaman baru, sehingga anda bisa bisa
menghadapi tantangan baru yang membentang di depan.

Berikut adalah data hasil praktikum penentuan kalor penetralan HCl dan NaOH

Pembahasan :
1. Penentuan Tetapan Kalorimeter
Pada percobaan pertama,kami memasukkan 25 mL air dengan suhu normal kedalam
kalorimeter. Kami mengukur temperaturnya (T 1)yakni sebesar 31 C atau sebesar 304 o K.
Setelah itu kami memanaskan air sebanyak 25 mL sampai temperaturnya naik 10 C dari
suhu T1 atau hingga suhu air (T2) itu mencapai 41 C atau 314 K. Selanjutnya

kami

mencampurkan air yang telah dipanaskan tadi dengan air dingin yang ada dalam kalorimeter.
Lalu kami aduk hingga keduanya bercampur. Kita mengukur suhu campuran (T) tersebut
yakni

sebesar

36

atau

309 K. Tahap berikutnya kami menghitung nilai dari kalor yang diserap oleh air dingin (q 1)
dengan menggunakan rumus: Q1= mair dingin x cair x (T- T1) dengan catatan massa jenis () air
dianggap konstan yakni 1 gr / mL dan kalor jenis (c) air sebesar 4,2 J / K.
Kami akan memperoleh nilai dari Q 1 sebasar 525 J. Kami juga menghitung kalor yang
dilepas oleh air panas (q2) dengan menggunakan rumus : Q2=mair panas x cair x (T- T2). Dan kita
akan mempooleh nilai Q2 sebesar -525 J dan Q3 = jumlah dari Q1 dan Q2 sebesar -1050 J.
Dengan demikian kami dapat menghitung tetapan kalorimeter dengan mengunakan rumus :

K=

q3
T T 1

Maka kita akan memperoleh tetapan kalorimeter sebesar -210 J / oK dengan perhitungan
sebagai berikut :
Perhitungan
Diketahui: mair dingin= 25mL= 25gram
mairpanas= 25mL=25gram
T1=31oC= 304 K
T2= 41oC= 309 K
Ditanya: K
Jawab:
a. q1= mair dingin x kalor jenis air x kenaikan suhu
= 25 gram x 4,2 J/gram K x (309-304) K
= 525 J
b. q2= mair panas x kalor jenis air x penurunan suhu
= 25 gram x 4,2 J/gram K x (309-314) K
= -525 J
c. q3= q2-q1
= -525-525
= -1050 J
d.

K=

q3
( T T 1 )

1050
309304

= -210 J/k
2. Kalor Penetralan HCl NaOH
Dalam percobaan yang ketiga ini pada awal percobaan kami memasukkan HCl dengan konsentrasi
0,5 M sebanyak 25 mL kedalam kalorimeter. Kami mengukur suhu HCl itu dan kami peroleh suhu (T 5)
sebesar 31C atau 304 K. Suhu HCl. Selanjutnya kami mengambil NaOH dengan konsentrasi 0,5 M
sebanyak 25 mL dan mengatur suhunya agar sama dengan suhu HCl. Lalu masukkan NaOH tersebut
ke dalam kalorimeter yang di dalam telah terdapat HCl. Kami mengaduk agar kedua larutan itu
tercampur dan Kami mengukur suhu campurannya (T 6) sebesar 33 C atau 306oK. Reaksi antara HCl
dan NaOH adalah sebagai berikut:
HCl

NaOH

NaCl

H 2O

Setelah itu kami menghitung kalor penetralan HCl NaOH. Caranya adalah awalnya kami hitung
mol HCl dan NaOH yang beraksi dengan cara mengalikan Molaritas dengan volume larutan,maka
kami akan mengetahui mol NaCl yang terbentuk. Selanjutnya kami hitung massa NaCl yang terbentuk
dengan cara mengalikan mol NaCl yang terbentuk dengan massa molekul relatif (Mr) NaCl. Kami akan
mendapatkan massa NaCl sebesar 51,5 gram. Kemudian kami menghitung kalor yang diserap larutan
(q7) dengan cara mengalikan massa larutan NaCl dengan kalor jenis larutan dan kenaikan suhu
larutan. q7 = mlarutan x clarutan x T. Maka kami memperoleh q7 sebesar 380,07 J. kemudian kami
menghitung kalor yang diserap kalorimeter (q 8 ) dengan cara mengalikan tetapan kalorimeter dengan
perubahan suhu. q8 = k x (T6 T5).

Maka kami mendapatkan kalor yang diserap kalorimeter (q 8) sebesar -420 J. Dengan diketahuinya
q7 dan q8 maka kami dapat menghitung kalor yang dihasilkan sistem reaksi (q 9) dengan cara
menambahkan kalor yang diserap larutan (q 7) dan kalor yang diserap kalorimeter (q 8). Maka kami
memperoleh kalor yang dihasilkan sistem reaksi (q 9) sebesar -39,93 J. Dengan demikian kami dapat
menghitung kalor penetralan yang dihasilkan dalam satu mol larutan (Hn). Caranya yaitu dengan
membagi kalor yang dihasilkan sistem reaksi (q 9) dengan jumlah mol NaCl yang terbentuk. Maka kami
memperoleh kalor penetralan (Hn) sebesar -45,375 J/mol.

H n=

q9
mol larutan NaCl

Perhitungan
Diketahui:
mNaCl= 51,5 gram
Mol NaCl= 0,88 mol
Mr NaCl= 58,5
Massa jenis larutan 1,03 gram/ml
Kalor jenis larutan= 3,09 J/gram K.
T6= 33oC= 306 K
T5= 31oC= 304 K
Ditanya:
Hn?
Jawab:
q7= mlarutan x kalor jenis larutan x kenaikan suhu
= 51,5 gram x 3,69 J/gram K x (306-304) K
= 380,07 J
q8= K x (T6-T5)
= -210J/K x (306-304)
= -420 J
q9= q7+q8
= 380,07 J + (-420 J)
= -39,93 J

39,93
0,88

= -45,375 J/mol

Sebagai uji pemahaman, tentukanlah kalor penetralan Zn-CuSO 4 berikut ini.

Pembahasan

Hukum Hess berkaitan dengan reaksi reaksi yang dapat dilangsungkan menurut dua
atau lebih cara (lintasan). Contohnya, yaitu reaksi antara karbon (grafit) dengan oksigen
membentuk karbon dioksida.
Misalkan, kita mempunyai 1 mol karbon dan 1 mol
oksigen.Kedua zat ini dapat bereaksi membentuk 1 mol karbon dioksida. Reaksinya dapat
dilangsungkan menurut dua cara sebagai berikut,

Cara-1 : reaksi satu tahap


Satu mol karbon direaksikan dengan 1 mol oksigen, sehingga membentuk 1 mol
karbondioksida.

C(s) + O2 (g) CO2(g)

H = -394 kJ/mol

Cara-2 : Reaksi dua tahap


Tahap 1 : satu mol karbon mula-mula direaksikan dengan mol oksigen (setengah mol
oksigen masih tersisa) sehingga terbentuk 1 mol karbon monoksida.
C(s) + O2(g) CO(g)

H = -111 kJ/mol

Tahap 2 : gas karbon monoksida yang terbentuk pada tahap 1 direaksikan dengan mol
oksigen yang tersisa, sehingga terbentuk 1 mol karbon dioksida.
CO(g) + O2(g) CO2(g)H = -283 kJ/mol

Jika tahap 1 dan tahap 2 dijumlahkan, maka sama dengan hasil reaksi satu tahap yaitu Satu
mol karbon direaksikan dengan 1 mol oksigen, sehingga membentuk 1 mol karbon dioksida.
Tahap-1

: C(s)

+ O2(g) CO(g) H = -111 kJ/mol

Tahap-2

: CO(g)

+ O2(g) CO2(g)H = -283 kJ/mol

C(s)

+ O2(g)

CO2(g) H = -394 kJ/mol

Selanjutnya pada tahun 1940, Henry Hess menemukan bahwa kalor reaksi dari kedua cara di
atas adalah sama.
Cara -1 :C(s)

+ O2(g)

CO2(g) H = -394 kJ . (1)

Cara -2 :
Tahap-1

: C(s) + O2(g) CO(g) H = -111 kJ ..(2)

Tahap-2

: CO(g) + O2(g) CO2(g)H = -283 kJ ..(3)


+

C(s)

+ O2(g)

2C(grafit) +
2O2(g)
Keadaan
H1 =

CO2(g) H = -394 kJ

H1 =
-788 kJ
Lintasa
n-1
2CO(g)
+ O2(g)
Lintasa

2CO2(g)
H3 = Keadaaan

Gambar 7 Siklus reaksi pembakaran karbon menurut dua lintasan

Gambar 7 tentang siklus reaksi pembakaran karbon menurut dua lintasan. Lintasan-1:
langsung membentuk 2 molekul gas CO 2. Lintasan-2 : mula-mula membentuk 2 molekul gas
CO dan 1 molekul gas oksigen, kemudian membentuk 2 molekul gas karbon dioksida. H
reaksi tindak tidak kergantung pada lintasan, Hf=H2 + H3
Diagram Tingkat Energi Reaksi Pembakaran Karbon Membentuk CO2 Menurut Dua Lintasan.

Gambar 8 Diagram Tingkat Energi Reaksi Pembakaran Karbon


Membentuk CO2 Menurut Dua Lintasan

Hess menyimpulkan penemuannya dalam suatu hukum yang kita kenal sebagai Hukum
Hess: Kalor reaksi hanya bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir, tidak pada
lintasan. Sebagai ilustrasi adalah gambar berikut ini.

Di mana menurut Hess, perjalanan seseorang


yang berwarna biru berbeda dengan berwarna
merah yang lebih berkelok-kelok untuk menuju
puncak gunung. Meskipun begitu, Hukum Hess
pada penentuan kalor reaksi hanya bergantung
pada keadaan awal dan akhir tanpa melihat
keadaan apapun.
Dengan kata lain, Kalor reaksi total sama dengan jumlah kalor tahap-tahap reaksinya.
Hukum Hess dapat dinyatakan dalam bentuk diagram siklus atau diagram tingkat energi.
Diagram siklus dan diagram tingkat energi untuk pembakaran karbon yang dibahas di atas
dapat dilihat pada Gambar7 dan Gambar 8.
Berdasarkan Hukum Hess, kalor reaksi dapat ditentukan secara tidak langsung, artinya
tidak melalui suatu percobaan, tetapi dari kalor reaksi-reaksi yang berhubungan. Caranya

dengan menyusun reaksi-reaksi yang telah diketahui perubahan entalpinya. Sehingga


penjumlahannya sama dengan reaksi yang akan ditentukan perubahan entalpinya. Dalam
hal ini, menyusun dapat berarti mengalikan koefisien atau membalik arah reaksi (produk
menjadi pereaksi).
Perhatikan contoh soal berikut ini.
Diketahui
(1)H2(g) + F2(g) 2HF(g)
(2)C(s) + 2F2(g) CF4(g)
(3)2C(s) + 2H2(g) C2H4(g)

H = -537 kJ
H = -680 kJ
H = 52,3 kJ

Tentukan entalpi reaksi :


(4)C2H4(g) + 6F2(g) 2CF4(g) + 4HF(g)

H = ?

Jawab :
Perubahan reaksi (4) dapat ditentukan dengan menyusun reaksi (1), (2), dan (3), sehingga
penjumlahannya sama dengan reaksi (4) tersebut.
Reaksi (1): Acuannya adalah HF. Oleh karena koefisien HF pada reaksi 4 adalah 4, maka
koefisien reaksi (1) harus dikali dua.
Reaksi (1) disusun menjadi : 2H2(g) + 4F2(g) 4HF(g)

Reaksi (2) :

H = -1074 kJ

Acuannya adalah CF4. Oleh karena koefisien CF4 pada reaksi (4) adalah 2, maka
koefisien reaksi (2) harus dikali dua.

Reaksi (2) disusun menjadi : 2C(g) + 4F2(g) 2CF4(g)

H = -1360 kJ

Reaksi (3) : Acuannya adalah C2H4. Koefisien C2H4pada reaksi (3) dan reaksi (4) sudah sama,
tetapi reaksi (3) perlu dibalik, sehingga C2H4berada di ruas kiri.
Reaksi (3) disusun menjadi : C2H4(g) 2C(s) + 2H2(g)

H = -52,3 kJ

Selanjutnya, ketiga reaksi tersebut dijumlahkan.


2H2(g) + 2F2(g) 4HF(g)
2C(s) + 4F2(g) 2CF4(g)
C2H4(g) 2C(s) + 2H2(g)

H = -1074 kJ
H = -1360 kJ
H = - 52,3 kJ
+

C2H4(g) + 6F2(g) 2CF4(g) + 4HF(g)

H = -2486,3 kJ

Untuk menguji pemahaman anda, silahkan kerjakan soal evaluasi berikut ini.

Kalor reaksi dapat juga ditentukan berdasarkan data entalpi pembentukan zat pereaksi
dan produknya.Dalam hal ini, zat pereaksi dianggap terlebih dahulu terurai menjadi unsurunsurnya, kemudian unsur-unsur itu bereaksi membentuk zat produk.
Contoh : penentuan entalpi reaksi pembakaran metanol. Reaksi ini dapat digambarka
dengan diagram siklus sebagai berikut.

CH4O(l) + 3/2
O2(g)

H = -726,9 kJ/mol

(Pereaksi)

CO2(g) + 2
H2O(l)

(Produk)

Dari reaksi tersebut, berikut adalah data entalpi reaksi :


HfoCH4O(l) = entalpi pembentukanCH4O(l)
HfoO2(g)
= entalpi pembentukan O2(g)

= -238,6 kJ/mol
= 0 kJ/mol

HfoCO2(g) = entalpi pembentukan CO2(g)


Hfo H2O(l) = entalpi pembentukan H2O(l)

= -393,5 kJ/mol
= -286 kJ/mol

a. Pengertian energi ikatan


Di kelas X, Anda telah mempelajari gaya-gaya yang mengukuhkan atomatom dalam
molekul, yaitu adalah ikatan kovalen. Untuk memutuskan suatu ikatan kovalen diperlukan
energi.Energi ikatan didefinisikan sebagai energi yang diperlukan untuk memutuskan 1
mol ikatan dari suatu molekul wujud gas. Energi ikatan dinyatakan dalam kilojoule per
mol (kJ mol -1) dengan lambing D. Energi dari berbagai ikatan diberikan pada table
berikut.

KATA MOTIVASI
Semakin banyak ilmu yang anda pelajari, semakin besar peluang anda untuk
menerima hasil yang lebih besar.
Tabel energi berbagai jenis ikatan (dalam kJ mol-1)
C-H
C-C
C-N

413
348
293

Ikatan Tunggal
N-H 391
O-H 463
N-N 163
O-O 146
N-O 201
O-F
190

F-F

155

Cl-F

253

C-O
C-F
C-Cl
C-Br
C-I
C-S
Si-H
SiSi
Si-C
Si-O

358
485
328
276
240
259

N-F
N-Cl
N-Br
H-H
H-F
H-Cl
H-Br
H-I

323
226

272
200
243
436
567
431
366
299

O-Cl
O-I
S-H
S-F
S-Cl
S-Br
S-S

203
234
339
327
253
218
266

Cl-Cl

242

Br-F
Br-Cl
Br-Br

237
218
193

I-Cl
I-Br
I-I

208
175
151

301
368
Ikatan Ganda
N=N 418
O=O 495
N
941
N

C=C 614
C C 839
C=N 615
C N 891

S=O
S=S

323
418

C=O 799
C O 107
2
b. Energi Ikatan Rata-rata
Molekul biner yang terdiri dari tiga atau lebih atom mempunyai dua atau lebih ikatan.
Untuk molekul seperti itu digunakan pengertian energi ikatan rata-rata.
Metana (CH4), sebagai contoh, mengandung 4 ikatan C-H. pemutusan ikatan C-H satu
per satu dari molekul CH4 memerlukan energi yang berbeda.
CH4(g) CH3(g) + H(g)
CH3(g)CH2(g)+ H(g)
CH2(g)CH(g)+ H(g)
CH(g)C(g)+ H(g)

H
H
H
H

=
=
=
=

p kJ
q kJ
r kJ
skJ

pqr
s

Energi ikatan C-H dalam CH4, merupakan rata-rata dari ikatan C-H tersebut, yaitu sama
dengan (p + q + r + s)/4. Untuk memutuskan keempat ikatan dalam CH 4 diperlukan 1.664
kJ, maka energi ikatan rata-rata C-H dalam CH4 adalah 1.664 kJ/4 mol = 416 kJ mol-1.
Menentukan H reaksi berdasarkan data energi ikatan :
dapat dianggap berlangsung dalam dua tahap, yaitu:
1. Pemutusan ikatan pada pereaksi
2. Pembentukan ikatan pada produk.

Reaksi kimia antarmolekul

Misalnya, reaksi antara gas klorin dengan gas hidrogen membentuk gas hidrogen
klorida dapat dianggap berlangsung dalam dua tahap, sebagai berikut:

Sesuai Hukum Hess, perubahan entalpi reaksi (H) gas hidrogen degan gas klorin sama
dengan H tahap-I + H tahap-II. Adapun H tahap-I = energi ikatan pada pereaksi
(yang putus), sedangkan H reaksi tahap-II = - energi ikatan pada produk (yang
terbentuk). Oleh karena itu, H reaksi = energi ikatan pada pereaksi (ikatan yang
putus) dikurangi dengan energi ikatan pada produk (ikatan yang terbentuk).
Ho = Eikatan yang putus - Eikatan yang terbentuk

Entalpi reaksi yang dihitung berdasarkan data energi ikatan rata-rata sering berbeda
dari entalpi reaksi yang dihitung berdasarkan data entalpi pembentukan standar.
Misalnya, berdasarkan data entalpi pembentukan standar, entalpi reaksi pada
pembakaran metana membentuk gas karbon dioksida dan uap air adalah -802,3 kJ mol -1,
sedangkan berdasarkan data energi ikatan adalah -808 kJ mol-1.
Dalam hal ini, harga yang lebih benar adalah entalpi yang dihitung berdasarkan data
entalpi pembentukan. Perbedaan tersebut terjadi karena energi ikatan yang terdapat
dalam data adalah energi ikatan rata-rata. Seperti diuraikan sebelumnya, energi ikatan
yang sama (ikatan C-H sebagai contoh) sedikit berbeda antara senyawa yang satu dengan

senyawa yang lain. Jadi, energi ikatan C-H yang digunakan untuk menjawab pertanyaan
tersebut bukanlah ikatan C-H dalam CH4 melainkan energi ikatan rata-rata C-H.

1. Pengertian Bahan bakar

Bahan bakar yaitu bahan yang apabila dibakar dapat meneruskan proses pembakaran
dengan sendirinya, disertai pengeluaran kalor. Ada beberapa bahan bakar yang digunakan
pada kendaraan. Beberapa diantaranya berisikan racun dan zat kimia yang mudah terbakar,
dan ini harus ditangani dengan berhati-hati. Gunakan tipe bahan bakar yang sesuai agar
tidak terjadi kesalahan, karena ini dapat menyebabkan kerusakan bekerjanya komponen.
Bahaya bakar utama dewasa ini adalah bahan bakar fosil, yaitu gas alam, minyak bumi,
dan
batu bara. Bahan bakar fosil itu berasal dari pelapukan sisa organisme, baik tumbuhan
ataupun hewan. Pembentukan bahan bakar fosil ini memerlukan waktu ribuan sampai jutaan
tahun. Bahan bakar fosil terutama terdiri atas senyawa hidrokarbon, yaitu senyawa yang
hanya terdiri atas karbon dan hidrogen.
Minyak bumi adalah cairan yang mengandung ratusan jenis senyawa, terutama alkana,
dari metana hingga yang memiliki atom karbon mencapai lima puluhan. Dari minyak bumi
diperoleh bahan bakar LPG, bensin, minyak tanah, kerosin, solar, dan lain-lain.
2. Jenis-jenis Bahan Bakar
Berdasarkan materinya jenis-jenis bahan bakar yaitu:
A. Bahan Bakar Padat
Bahan bakar padat merupakan bahan bakar berbentuk padat, dan kebanyakan
menjadi sumber energi panas. Misalnya uranium, kayu dan batubara. Energi panas yang
dihasilkan bisa digunakan untuk memanaskan air menjadi uap untuk menggerakkan
peralatan dan menyediakan energi.
B. Bahan Bakar Cair
Bahan bakar yang berbentuk cair, paling populer adalah bahan bakar minyak atau
BBM. Selain bisa digunakan untuk memanaskan air menjadi uap, bahan bakar cair biasa
digunakan untuk kendaraan bermotor. Karena bahan bakar cair seperti Bensin bisa
dibakar dalam karburator dan menjalankan mesin. Macam-macam bahan bakar cair
antara lain : bensin, solar, minyak tanah, spirtus, alkohol dan lain-lain.
C. Bahan Bakar Gas
Bahan bakar gas ada dua jenis, yakni Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquid
Petroleum Gas (LPG.CNG pada dasarnya terdiri dari metana sedangkan LPG adalah
campuran dari propana, butana dan bahan kimia lainnya. LPG yang digunakan untuk
kompor rumah tangga, sama bahannya dengan Bahan Bakar Gas yang biasa digunakan
untuk sebagian kendaraan bermotor.
Seiring majunya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, para ilmuwan berlomba-lomba
melakukan inovasi sehingga menciptakan bahan bakar yang ramah lingkungan dan
terwujudnya bahan bakar yang aman terhadap bumi.Minat menggunakan bahan bakar
alternatif untuk mobil atau truk yang terus tumbuh pada dasarnya dimotivasi oleh tiga
pertimbangan berikut ini:
1. Bahan bakar alternatif umumnya menghasilkan lebih sedikit emisi kendaraan
yang berkontribusi terhadap kabut asap, polusi udara dan pemanasan global;

2. Sebagian besar bahan bakar alternatif tidak diturunkan dari bahan bakar
fosil yang merupakan sumber daya yang terbatas.
3. Bahan bakar alternatif dapat membantu negara memenuhi kebutuhan
energi secara lebih mandiri.
Ada delapan bahan bakar alternatif yang paling potensial.Beberapa darinya sudah
banyak digunakan, dan yang lainnya masih berupa bahan bakar eksperimental atau
belum tersedia secara luas. Semuanya memiliki potensi yang tinggi sebagai bahan
bakar alternatif murni atau campuran untuk bensin dan diesel.
1. Etanol Sebagai Bahan Bakar Alternatif
Etanol adalah bahan bakar alternatif berbasis alkohol yang dibuat dengan cara
fermentasi dan penyulingan dari tanaman seperti jagung atau gandum. Etanol
dapat dicampur dengan bensin untuk meningkatkan kadar oktan bahan bakar dan
meningkatkan kualitas emisi.
2. Gas Alam Sebagai Bahan Bakar Alternatif
Gas alam merupakan bahan bakar alternatif yang bersih dan sudah tersedia bagi
banyak orang di banyak negara melalui berbagai fasilitas penyedia gas alam untuk
di rumah dan bisnis. Ketika digunakan pada kendaraan bertenaga gas - mobil atau
truk yang dirancang khusus - gas alam menghasilkan jauh lebih sedikit emisi
berbahaya daripada bensin atau diesel.
3. Listrik Sebagai Bahan Bakar Alternatif
Listrik dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif, seperti dengan
menggunakan baterai.Kendaraan listrik mendapatkan sumber tenaganya dari
baterai yang dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik standar. Bahan bakar ini
menghasilkan tenaga tanpa ada pembakaran ataupun polusi, namun sebagian dari
sumber tenaga ini masih tercipta dari batu bara dan meninggalkan gas karbon.
4. Hidrogen Sebagai Bahan Bakar Alternatif
Hidrogen dapat dicampur dengan gas alam untuk membuat bahan bakar alternatif
untuk kendaraan.Hidrogen juga digunakan pada kendaraan yang menggunakan
listrik sebagai bahan bakarnya.Walaupun begitu, harga untuk penggunaan hidrogen
masih relatif mahal.

KATA MOTIVASI
Orang tua kerja untuk menghidupi anaknya, anaknya sekolah agar mendapatkan
kehidupan yang lebih layak di kemudian hari. Dengan belajar dan mendapatkan nilai baik
adalah cara jitu pelajar untuk membahagiakan orang tuanya.

5. Propana Sebagai Bahan Bakar Alternatif

Propana yang juga disebut sebagai bahan bakar gas cair atau LPG adalah produk
sampingan dari pengolahan gas alam dan penyulingan minyak mentah. Propana
sudah banyak digunakan sebagai bahan bakar untuk kegiatan memasak dan
pemanas, propana juga merupakan bahan bakar alternatif yang populer bagi
kendaraan. Propana menghasilkan emisi yang lebih sedikit dibandingkan bensin,
dan sudah tersedia infrastruktur yang sangat maju untuk transportasi,
penyimpanan dan distribusi propana.
6. Biodiesel Sebagai Bahan Bakar Alternatif
Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang berbasis minyak nabati atau
lemak hewan, salah satu bahkan bakunya berupa limbah minyak makan dari
restoran. Mesin kendaraan dapat dikonversi untuk dapat membakar biodiesel
dalam bentuk murni, dan biodiesel juga dapat dicampur dengan diesel
konvensional untuk digunakan pada mesin yang tidak dimodifi kasi. Biodiesel
aman, biodegradable, dan dapat mengurangi polusi udara.
7. Metanol Sebagai Bahan Bakar Alternatif
Metanol juga dikenal sebagai alkohol kayu, dapat digunakan sebagai bahan bakar
alternatif pada kendaraan yang didesain berbahan bakar M85, campuran 85 persen
metanol dan 15 persen bensin, tapi saat ini perusahaan mobil sudah banyak yang
tidak lagi memproduksi kendaraan berbahan bakar metanol. Namun, metanol bisa
menjadi bahan bakar alternatif yang penting di masa depan.
8. P-Series Sebagai Bahan Bakar Alternatif
P-Series merupakan perpaduan bahan bakar etanol, gas alam cair dan
methyltetrahydrofuran (MeTHF). P-Series merupakan bahan bakar yang bersih dan
beroktan tinggi. Penggunaannya pun sangat mudah jika ingin dicampurkan tanpa
ada proses dengan teknologi lain. Akan tetapi, hingga sekarang belum ada
produsen kendaraan yang menciptakan kendaraan dengan bahan bakar fl eksibel.

Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jilid I. Jakarta: Erlangga.
Maria Suharsini dan Dyah Saptarini. 2007. Kimia dan Kecakapan Hidup. Jakarta : Ganeca
Exact.
Purba, Michael. 2006. Kimia Untuk SMA Kelas XI . Jakarta : Erlangga.
S, Johnson. 2003. Soal & Pembahasan Kimia. Jakarta : Erlangga.
Syukri, S. 1999. Kimia Dasar I. Bandung : ITB.

www.katamotivasi.com
http://katabijakbagus.com/
www.id.wikipedia.org
www.youtube.com