Anda di halaman 1dari 14

BAB 5

LANDASAN PENELAAHAN
ILMU

Landasan
Pengembangan Ilmu

Ontologis

Epistemoligis

Aksiologis

Apa?

Bagaimana

Mengapa/Untuk
Apa?

Realitas

Metodologi

Tujuan/Nilai

Ontologi Ilmu:
Objek apa yang ditelaah ilmu?
Bagaimana wujud yang hakiki dari objek
tersebut?
Bagaimana hubungan antara objek tadi
dengan daya tangkap manusia (berpikir,
merasa dan mengindra) yang
membuahkan pengetahuan?
3

Epistemologi Ilmu:
Bagaimana proses yang memungkinkan
ditimbanya pengetahuan yang berupa
ilmu?
Bagaimana Prosedurnya?
Hal-hal apa yang disebut kebenaran itu?
Apa kriterianya?
Cara/teknik/sarana apa yang membantu
kita dalam mendapatkan pengetahuan
yang berupa ilmu?
4

Aksiologi Ilmu:
Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu
digunakan?
Bagaimana kaitan antara penggunaan tersebut
dengan kaidah-kaidah moral?
Bagaimana penentuan objek yang ditelaah
berdasarkan pilihan moral?
Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang
merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan
norma-norma moral/profesional?

Hubungan Antara Persoalan


Aktivitas dan Pengetahuan Filsafat
Persoalan Filsafati

Proses Akal Budi

Metafisis

Komprehensif,
Spekulatif

Epistemologis

Analisis,
Interpretasi

Aksiologis

Deskripsi,
Preskripsi

Pengetahuan
Filsafati
Pandangan
Dunia
Sistem
pemikiran,
kebenaran
filsafat
Kearifan hidup

STRUKTUR PENGETAHUAN MANUSIA


STRUKTUR ALAT

STRUKTUR
REALITAS

STRUKTUR
KEILMUAN

Intuisi,nurani,rasio,nal Transenden
uri,indera

Ilmu agama

Imajinasi/intusi,
nurani, rasio,
naluri,indera

Human

Ilmu filsafat

Naluri, nurani, rasio,


indera

Relasi antar manusia

Ilmu sossial,budaya,
ekonomi,politik, dsb

Rasio, naluri inderai

Proses,sebabmusabab kejadian,
asalmula dan
prospek alam
semesta

Ilmu empirik,ilmu
hayat,ilmu
Fisika,ilmu kimia,
dsb

Naluri

Bios(hidup jasmani)

Mempertahankan
hidup dan
kelangsungan
kehidupan jasmani

Indera

Fisiko-kemis

Pengetahuan
sederhana atas
benda-benda

ONTOLOGI

Ontologi: Yunani-onta:sst yg sungguh2 ada,


kenyataan yang sesungguhnya.
logos:studi tentang,teori yang membicarakan.
Hakikat yg ada/being:obyek yang
konkrit&objek yang abstrak: manusia,
dunia&Tuhan.
Keberadaan:segi
jumlah/kualitas=monisme,dualisme&pluralisme.
sifat/kualitas=spiritualisme&materialisme
proses,kejadian/perubahan=mekanisme&
teleologis.
Hubungan parts dg whole= aggregat whole:mandiri
mechanic whole:fungsional
organic whole:mutlak
9

Ada 2 faham metafisik: realisme=kenyataan dalam


objektivitasnya yang ada=materi/benda. Diindra
Idealisme=kenyataan bersifat
kerohanian yg ada=abstrakberpikir,bernalar&intuisi.
Ontologi ilmu:ciri2 esensial dari objek ilmu yang berlaku
umum.
Asumsi Dasar:postulat&teori ahli
-dunia itu ada&kita dapat mengetahui bahwa dunia
itu benar ada
-dunia empiris itu dapat diketahui oleh manusia
melalui panca indra
-fenomena2 yang terdapat didunia ini berhubungan
satu sama lain scr causal
10

EPISTEMOLOGI
EpistemologiYunani:episteme=pengetahuan/kebenaran
logos=pikiran,kata/teori
Pengetahuan:proses tindakan manusia:Kesadaran
(subjek)-objek
Sumber Pengetahuan pengalaman indera,
nalar,intuisi, keyakinan,otoritas,wahyu.
Penalaran: deduktif=prinsip2 umum
Induktif=prinsip2 khusus
Metode Ilmiah penentuan masalah, penetapan
kerangka masalah, perumusan hipotesis,
verifikasi hipotesis, teori ilmiah.
11

AKSIOLOGI
Aksiologi: axios=nilai , Logos=ilmu/teori
Persoalan Nilai=keutamaan/keluhuran
hidup manusia
- kebaikan, kebenaran, keindahan
Subjekivisme:persoalan konkrit, makanan
Objekivisme:persoalan abstrak, moralitas
Intersubjektif: relasi
Nilai & Fakta= nilai hal2 yang
didambakan/cita2kan, normatif.
fakta=memastikan, kognitif
12

Hubungan ilmu dengan Nilai


- Positivisme:tanpa ikatan nilai apapun
(ilmiah)
- Kritik Ideologi:ilmu harus diabdikan kepada
tujuan ideologi manusia
- Otonomi Rasional: ilmu berhak berkembang,
tujuan yang bertanggung jawab
Ilmu harus bebas nilai (hanya pertimbangan satu
nilai yaitu kebenaran)
-tokohnya:J.bronowski, v.reisskop, M.richter
Ilmu harus taut/gayut nilai (pertimbangan nilai etik
kesusilaan)
-tokohnya; F.bacon, daoed yoesoef,
C,A.peursen

13

Dibidang Etika tanggung jawab sosial


seorang ilmuwan bukan lagi memberi
informasi namun memberi contoh.
Berpihak pada kemanusiaan yg besar:
Kemanusiaan tdk mengenal batas
geografis, sistem politik/sistem
kemanusiaan; mengatasi golongan, ras,
sistem kekuasaan, agama & rintangan2
sosial.
Bagaimana dg Nuklir & revolusi Genetik?
14