Anda di halaman 1dari 8

Komunikasi verbal

P : Selamat siang
pak

Komunikasi non
verbal
P : Kontak mata,
memberi salam ,
mendekati klien
K : Kontak mata baik,
lama dan memberi
salam

Analisa berpusat
pada klien
Agak tercengang dan
sedikit terkejut
disapa oleh perawat

Analisa berpusat
pada perawat
Berharap klien mau
diajak berkenalan

Rasional

Klien tetap duduk,


menatap perawat

Berharap dapat
melanjutkan bincangbincang

Untuk menimbulkan
rasa percaya bagi
klien terlebih

P senang karena K
masih ingat pada

K mulai ingat
peristiwa minggu lalu

Sudah terasa adanya


hubungan saling

Ucapan salam
sebagai tanda awal
dari terjadinya
hubungan saling
percaya

K : Selamat siang
mas
P : Masih tetap
tersenyum
K : diam
P : sesuai janji saya
kemarin hari ini kita
ketemu lagi
Bagaimana pak,
sudah dilakukan tarik
nafas dalam, pukul
kasur bantal, bicara
yang baik serta
berdoa?
K: sudah mas ..

P: apa yang
dirasakan setelah

P : masih tetap
tersenyum
K : Tersenyum

K : suara jelas dan


kontak mata
P : mendengrakan
dan kontak mata
P : Kontak mata dan
tersenyum ramah

melakukan latihan
secra teratur ?

K: sudah enakan mas

P: Bagaimana kalo
sekarang kita
berbincangbincang?
K: Boleh..

P: Bagamana kalo
ditempat kemarin ?

K: Ok mas ditempat
kemarin

P: Berapa lama
bapak mau kita
berbincang-bincang..

K : Memperhatikan
perawat, kelihatan
masih sedikit ragu
P : kontak mata dan
mendengarkan
K : kontak mata dan
suara jelas
P: kontak mata dan
tersenyum ramah
K: Menoleh ke kiri
K : Melihat ke arah P
dan menjawab
singkat lalu
menunduk lagi
P : Memandang K
P: mengajak klien ke
tempat laiin
K: klien meng
angguk-anggukan
kepala
K : Melihat ke kanan
dan menjawab
singkat lalu
menunduk lagi
P : Memandang K
P: kontak mata
K: menjawab dan
menoleh ke kanan

pada latihan
sebelumnya
walaupun masih
samar-samar

percaya sehingga
klien terasa
terlindungi

P senang walaupun
jawaban singkat dan
respon K belum
menunjukkan
ketertarikan

K tertarik untuk
ngobrol dengan P

Mau berbincangbincang dengan


perawat

P senang karena k
mau diajak ke tempat
lain

K menjawab dengan
sekedarnya

Mau di ajak ke
tempat lain

Diam dan masih


mikir

Perawat berharap
klien kooperatif dan
bicara dengan jelas

Orientasi waktu,
tempat dan orang
cukup baik

K : kurang lebih 20
menit mas..?

P : Kontak mata dan


tersenyum ramah
K : kontak mata

P : ok, bapak sudah


dapat obat dari
dokter?

P : kontak mata,
sikap terbuka dan
tersenyum
K : kontak mata dan
bicara jelas

K : sudah mas

K : kontak mata
P : koantak mata dan
tersenyum

P : Brapa macam
obat yang bapak
minum ?

P: Kontak mata dan


sikap terbuka dan
memperhatikan klien
K : bicara jelas,
melihat ke kanan

K: 3 macam mas

P : Warnanya apa
saja?

K : Orange, Putih,
dan merah jambu
mas

K : menjawab dengan
tepat dan ada
kontak mata
P : kontak mata
P : kontak mata dan
memperhatikan klien
K : melihat ke atas
dan tersenyum
P : kontak mata dan
tersenyum
K : kontak mata
bersahabat

Klien bisa menjawab


dengan jelas

P senang karena k
mau menjawab

Klien bisa diajak


berbincang bincang

Menilai klien
menyebutkan
macam-macam obat

P senang karena k
bisa menjawab
dengan benar

Klien menjadi lebih


tau

Mnilai klien
menyebutkan warna
obat

P senang Klien bisa


menyebutkan warnawarna obat

Klien bisa
menyebutkan warnawarna obat

P: Bagus! Jam
berapa bapak
minum?
K: Jam 7 malam mas

P: Bagus! obatnya
ada 3 macam pak,
yang warnanya
orange namanya CPZ
gunanya agar pikiran
tenang, yang putih
ini namanya THP
agar rileks, dan yang
merah jambu ini
namanya HLP agar
pikiran teratur dan
rasa marah
berkurang.
Semuannya ini harus
bapak minum 3 kali
sehari jam 7 pagi,
jam 1 siang, dan jam
7 malam, Bila nanti
setelah minum obat
mulut bapak terasa
kering, untuk
membantu
mengatasinya bapak

P : kontak mata dan


memperhatikan klien
K : konytak mata baik
P : tersenyum dan
meperhatikan klien
K : dengan antusias
langsung menjawab

Menilai klien
menyebutkan jam
berapa minum obat

Klien bisa
menyebutkan jam
berapa minum obat

Klien bisa
menyebutkan jam
berapa minum obat

P : kontak mata,
tersenyum,
memperhatikan
tingkah laku klien
dan membuka diri
K: Kontak mata
bersahabat klien
merasa mengerti

Berharap klien bisa


mengerti dengan
penjelasan yang
diberika oleh perawat

Klien bisa
mengetahui
informasi yang
diberikan oleh
perawat

Supaya klien bisa


mengerti dan mau
menjalankannya

K: menjawab dengan
jelas dan melihat ke

bisa minum air putih


yang tersedia di
ruangan
K: ia mas

perawat
P: kontak mata

P: Bila terasa mata


berkunang-kunang,
bapak sebaiknya
istirahat dan jangan
beraktivitas dulu
K: ia mas

P : Memperhatikan
tingkah laku klien,
kontak mata
K : menganggukan
kepala
K : Menoleh P
sebentar lalu
menunduk lagi
P : Tersenyum

Klien dapat mengerti


dengan baik

Klien bisa beristirahat

Agar pasien bisa


beristirahat dengan
baik

P: nanti di rumah
sebelum minum obat
ini bapak lihat dulu di
label kotak obat
apakah benar nama
bapak tertulis disitu,
berapa dosis yang
harus diminum, jam
berapa saja harus
diminum. Baca juga
apakah nama
obatnya sudah
benar? Disini minta
obatnya pada suster
kemudian cek lagi
apakah benar
obatnya!

P : Kontak mata,
memperhatikan
tingkah laku klien
K : Kontak mata
bersahabat

Klien dapat mengerti


dengan baik

Klien bisa
mengetahui obatnya
sudah benar atau
salah

Suapaya klien bisa


mengetahui dengan
baik dan benar

P : kontak mata dan


tersenyum
K : serius dan melihat
ke bawah

K: ia mas
P: jangan pernah
menghentikan
minum obat sebelum
berkonsultasi dengan
dokter ya pak?
Karena dapat terjadi
kekambuhan
K: ia mas
P: sekarang kita
masukan waktu
minum obatnya
kedalam jadual ya
pak?

K: ia mas..

P: Bagaimana
perasaan bapak
setelah kita
bercakap-cakap
tentang cara minum
obat yanng benar?
K: saya merasa dapat
mengetahui cara
minum obat yang

P : Kontak mata
bersahabat,klien
sudah merasa ada
hubungan
K : suara jelas

Klien dengan senyum

Berharap ada respon

Mengharapkan ada

dan dengan tatapan

balik yang positif

interaksi antara klien

mata mendengar apa

dara klien

dengan perawat

K mencoba percaya
pada apa kata P

Perawat mencoba
myakinkan klien

Memberikan jadual
obat yang sesuai
kepada klien

Klien dapat
mengetahui cara
minum obat yang
benar

Klien bisa mengerti


dan memahami cara
minum obat yang
benar

Mengetahui respon
yang akan diberikan

yang dikatakan
perawat

K : Memandang P
P : Memperhatikan
P : Kontak mata,
memperhatikan klien
K : Klien
mendengarkan
dengan serius saat
perawat mengajukan
pertanyaan
K : Kontak mata,
kadang menunduk
P : kontak mata dan
tersenyum
P : Kontak mata,
tersenyum pada klien
K : Tersenyum,
kooperatif

P : kontak mata dan


tersenyum
K :Kontak mata baik,

tepat

bicara pelan sambil


tersenyum

P: Coba bapak
sebutkan lagi jenis
obat yang bapak
minum!

P : Kontak mata dan


tersenyum
K : diam dan kadang
ad kontak mata

K : jenisnya ada CPZ,


THP dan HLP.

P: Terus bagaimana
cara minum obat
yang benar pak?
K: caranya dengan
minum 3 kali sehari
jam 7 pagi, jam 1
siang, dan jam 7
malam
P: Nah, sudah berapa
cara mengontrol
perasaan marah
yang kita pelajari ?
K : sudah 5 mas

Berharap klien bisa


menjawab
pertanyaan dari
perawat

Klien bisa tau obat


apa saja yang
diberikan oleh
perawat

Supaya klien bisa tau


mengenai obatobatan yang
diberikan oleh
perawat

P : Kontak mata dan


tersenyum
K: diam dan melihat
ke bawah
P: kontak mata dan
memperhatikan klien
K: suara jelas pelan
dan ada kontak mata

Berharap klien bisa


menjawab
pertanyaan dari
perawat

Berharap klien dapat


mengingatnya

Agar pasien dapat


minum obat dengan
tepat waktu

P : kontak mata
K : klien
mendengarkan
dengan serius saat
mengajukan
pertanyaan
P : kontak mata

Klien mampu
mengingat apa yang
telah dipelajarinya
walaupun sedikit
lama

Berharap klien dapat


mengigatnya

Untuk menimbulkan
rasa percaya diri bagi
klien

P : memperhatikan
gerakan dan katakata klien
K : suara jelas, pelan
dan sedikit kontak
mata

K : kontak mata
P : Sekarang kita
tambahkan njadwal
kegiatannya dengan
minum obat. Jangan
lupa laksanakan
dengan teratur ya.
K : ia mas

P: kontak mata dan


memperhatikan klien
K : klien
mendengarkan dan
ada kontak mata

Berharap klien bisa


minum obat dengan
teratur

Berharap klien tidak


lupa untuk minum
obat

Supaya klien tidak


lupa

Perawat senang jika


klien mau minum
obat dengan teratur

Klien kooperatif

Klien menjadi lebih


tau tentang minum
obat dengan benar

P :kontak mata dan


tersenyum
K : kontak mata lama
dan bicara pelan
P: Baik, besok kita
ketemu kembali
untuk melihat sejauh
mana bapak
melaksanakan
kegiatan dan sejauh
mana dapat
mencegah rasa
marah. Sampai
jumpa
K : ia mas

P : Kontak mata,
memperhatikan klien
K : Klien
mendengarkan
dengan serius

P : Mendengarkan
klien
K: kontak mata