Anda di halaman 1dari 32

SIAP UJIAN NASIONAL 2014

Disusun oleh

Imanuel Maniyeni, S. Pd

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

DIPERGUNAKAN UNTUK
KALANGAN SENDIRI

EDISI 2014

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Pengasih dan
Penyayang atas anugerah yang telah dilimpahkan kepada kami, sehingga dapat
menyelesaikan buku SIAP UJIAN NASIONAL 2014 FISIKA ini.
Untuk mempersiapkan Ujian Nasional 2014 berdasarkan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan, maka kami menyusun SIAP UJIAN NASIONAL 2014 FISIKA ini yang
disesuaikan dengan Standar Kompensi Lulusan (SKL) dan Kemampuan yang diuji.
Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa buku ini banyak mempunyai
kekurangan-kekurangan, besar harapan kami kepada rekan-rekan guru, para siswa atau
siapa saja dapat memberikan saran-saran untuk perbaikan sehingga buku ini dapat
menjadi lebih baik.
Terima Kasih.
Kupang, 25 Nopember 2014
Penyusun

ii

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I
Pengukuran dan Besaran Fisika
A. Pengukuran
B. Besaran Fisika
Bab II
Mekanika
A. Gerak Lurus
B. Hukum Newton tentang Gerak
C. Gravitasi
D. Titik Berat
E. Rotasi Benda Tegar
F. Usaha dan Energi
G. Elastisitas Benda
H. Hukum Kekekalan Energi Kinetik
I. Hukum Kekekalan Momentum
Bab III
Zat Alir / Fluida
A. Perpindahan Kalaor dan Azas Black
B. Azas Bernoulli
C. Persamaan Umum Gas Ideal
D. Energi kinetik Gas
E. Proses Termodinamika
Bab IV
Optika dan Gelombang
A. Alat Optik
B. Gelombang Elektromagnetik
C. Gelombang Berjalan
D. Interferensi dan Difraksi Cahaya
E. Intensitas dan Taraf Intensitas
F. Efek Doppler
Bab V
Listrik dan Magnet
A. Hukum Coulomb dan Medan Magnet
B. Kapasitas Kapasitor Keping Sejajar
C. Pengukuran Kuat arus dan tegangan Listrik
D. Hukum Ohm dan hukum Kirchoff
E. Medan Magnet Induksi
F. Gaya Lorentz
G. Induksi Faraday
H. Rangkaian R, L dan C
Bab VI
Fisika Modern
A. Teori Atom
B. Teori Kuantum Planck dan Radiasi Benda Hitam
C. Reaksi Inti Atom
D. Zat Radioaktif dan Radioiostop
Lampiran I : Bab VII Materi Tambahan
Lampiran II : SKL Fisika SMA 2009/2010
Lampiran II : SKL Fisika SMA 2010/2011
Daftar Pustaka

iii

i
ii
1
1
3
6
6
9
12
14
16
19
21
23
24
25
25
27
29
30
31
33
33
35
36
38
40
41
43
43
45
46
47
48
50
52
53
56
56
58
60
62
62
70

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

Bab I
PENGUKURAN dan BESARAN FISIKA
Standar Kompetensi Lulusan :
1. Memahami prinsip-prinsip pengukuran dan melakukan pengukuran besaran fisika secara
langsung dan tidak langsung secara cermat, teliti dan obyektif
Kemampuan yang diuji:
1.1. Membaca pengukuran alat ukur panjang (jangka sorong) dan menentukan ketelitian hasil
pengukuran sesuai alat ukur yang digunakan
1.2. Membedakan besaran skalar dan vektor secara menjumlah/mengurangkan besaran-besaran
vektor dengan berbagai cara
A. Pengukuran
Mengukur adalah membandingkan sesuatu yang diukur dengan sesuatu yang lain yang ditetapkan
sebagai satuan.
Berikut ini cara mengukur besaran panjang dengan beberapa alat ukur dengan ketelitian yang
berbeda
1. Mistar
Pada umumnya mistar mengukur panjang dengan skala sentimeter dan milimeter. Skala
terkecil mistar adalah 1 mm, atau 0,1 cm. Sementara itu ketelitian mistar adalah setengah dari
skala terkecil yaitu 1 mm = 0,5 mm atau 0,05 cm
Contoh pembacaan skala pada mistar
0

Hasil pengukuran dengan mistar adalah 1 cm + 6 mm = 16 mm


2. Jangka sorong
Jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter dalam dan luar benda dengan skala
terkecil 0,1 mm. Jangka srong memiliki dua bagian utama, yaitu rahang tetap dan rahang sorong.
Pada rahang tetap terdapat skala dalam cm dan mm sebagai skala utama. Pada rahang geser
terdapat 10 skala yang panjangnya 9 mm sebagai skala nonius. Selisih satu skala utama dengan
satu skala nonius sama dengan 1 mm 0,9 mm = 0,1 mm
Contoh pembacaan skala pada jangka sorong
Skala utama : 27 mm
2 cm
3 cm
Skala nonius : 0,6 mm
Hasil pengukuran
: 27,6 mm
0

10

3. Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur benda-benda yang cukup kecil. Skala terkecil
adalah 0,01 mm atau 0,001 cm. Bagian utama alat ini adalah sebuah poros berulir yang dipasang
pada silinder pemutar yang disebut budal. Pada ujung silinder pemutar ini terdapat garis-garis
skala yang membagi 50 bagian yang sama. Setiap 1 kali putaran, maka poros akan maju atau
mundur 0,5 mm. Dengan demikian, apabila silinder pemutar bergerak 1 skala, poros akan bergeser
sebesar 0,5 mm/50 = 0,01 mm atau 0,001 cm
Contoh pembacaan skala pada mikrometer sekrup
Skala utama : 4 mm
Skala nonius
: 0,20 mm
Hasil pengukuran : 4,20 mm

iv

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

Contoh Soal dan Pembahasan


1. Panjang suatu benda yang diukur dengan jangka 2.
Dari pengukuran pelat menggunakan
sorong (ketelitian 0,05 mm) diperlihatkan
micrometer sekrup didapatkan skala seperti
gambar di bawah ini.
pada gambar. Hasil pengukuran tersebut adalah
1 cm

2 cm

10

a.

Dari gambar dapat disimpulkan bahwa panjang


benda adalah....
a. 12,40 mm
d. 17,20 mm
b.
12,50 mm
e. 17,60 mm
c.
15,10 mm
Pembahasan
Skala utama
: 27 mm
Skala nonius
: 0,6 mm
Hasil pengukuran : 27,6 mm

3,07 mm
d. 3,70
mm

b.

3,12 mm
e. 6,70

mm
c.
Pembahasan
Skala utama
:
Skala nonius
:
Hasil pengukuran :

3,57 mm
3
mm
0,07 mm
3,07 mm

Soal Latihan
Kerjakan secara singkat dan jelas langkah-langkahnya!
1. Untuk mengukur tebal sebuah balok kayu
digunakan jangka sorong seperti gambar
3. Jika posisi garis skala rahang tetap dan rahang
sorong seperti gambar di bawah ini, maka
panjang pengukuran tersebut .

a. 0,05 cm
d. 5,30 cm
Tebal balok kayu adalah ...
b.
0,50
cm
e. 5,35 cm
a. 0,31 cm
d. 0,55 cm
c.
0,53 cm
b. 0,40 cm
e. 0,60 cm
4.
Gambar
di samping ini menunjukkan
c. 0,50 cm
pengukuran lebar balok dengan jangka sorong.
2. Untuk mengukur tebal sebuah balok kayu
digunakan angka sorong seperti pada gambar.

Lebar balok adalah.


a. 3,35 cm
d. 3,09 cm
10
b. 3,24 cm
e. 3,04 cm
c. 3,15 cm
5. Kedudukan skala jangka sorong ketika
dipergunakan untuk mengukur ketebalan pelat
Tebal balok kayu dituliskan secara lengkap
logam diperlihatkan seperti gambar.
untuk pengukuran tunggal adalah adalah ....
a. ( 0,80 0,005 ) cm d.( 0,86 0,005 ) cm
b. ( 0,84 0,005 ) cm e.( 0,88 0,005 ) cm
c. ( 0,85 0,005 ) cm
0

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

8. Perhatikan gambar di bawah

Tebal pelat logam adalah ....


a. 12 cm
d. 12,18 cm
b.
12,1 cm
e. 12,45 cm
c.
12,12 cm
6. Dari pengukuran diameter pipa menggunakan
jangka sorong didapatkan skala seperti pada
gambar. Hasil pengukuran tersebut adalah ....

Dari skala ini dapat diketahui hasil


pengukurannya adalah.
a. 12, 67 mm
d. 2,17 mm
b. 12, 17 mm
e. 2,15 mm
c. 2, 67 mm
9. Dari
pengukuran
pelat
menggunakan
micrometer sekrup didapatkan skala seperti
pada gambar. Hasil pengukuran tersebut adalah

a. 11,05 cm
d.
12,50 cm
b. 11,95 cm
e.
12,95 cm
c. 12,05 cm
7. Percobaan untuk menentukan volum benda
yang tidak bearaturan dengan menggunakan
gelas ukur, air, tali dan batu seperti pada
gambar berikut ini.
Sebelum
gelas ukur

a. 2,07 mm
d. 2,64
mm
b. 2,14 mm
e. 2,66
mm
c. 2,16 mm
10. Dari
pengukuran
pelat
menggunakan
micrometer sekrup didapatkan skala seperti
pada gambar. Hasil pengukuran tersebut adalah

Setelah

125mL
75 mL

air
batu

tali

Volume benda tersebut adalah ...


a. 50 mL
d. 125 mL
b. 75 mL
e. 150 mL
c. 100 mL

a. 1,14 mm
mm
b. 1,16 mm
mm
c. 1,24 mm

d.1,64
e.1,66

Kupang, 27 Oktober 2010


B. Besaran Fisika
1. Besaran Vektor
Massa, jarak, waktu dan volum adalah contoh besaran-besaran yang hanya memiliki besar dan
tidak memiliki arah, disebut besaran skalar. Besaran-besaran ini memenuhi hukum berhitung
Gaya, perpindahan, kecepatan dan percepatan adalah contoh besaran-besaran yang selain
memiliki besar juga memiliki arah, disebut besaran vektor. Besaran-besaran ini hanya memenuhi
aljabar vektor dan tidak memenuhi hukum-hukum berhitung
2. Penjumlahan dan Pengurangan Vektor
a. Metode Segitiga
Penjumlahan dua vektor dapat dilakukan secara grafis dengan menggunakan metode
segitiga, pangkal dari vektor berikutnya diletakkan pada ujung dari vektor sebelumnya. Vektor
resultan digambarkan dari pangkal vektor pertama ke ujung vektor terakhir.
A
A
B
-B
A
A+B
A-B
B

vi

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

b. Metode Jajaran Genjang


Penjumlahan vektor juga dapat dilakukan secara grafis dengan
menggunakan metode jajaran genjang. Dua vektor dengan pangkal
berimpit dilukis sebagai dua sisi yang berdekatan dari jajar genjang,
maka jumlah vektor adalah vektor diagonal yang pangkalnya sama
dengan pangkal kedua vektor penyusunnya.
Untuk vektor penyusun F1 dan F2 dan sudut maka besar resultan R adalah :
R=

F12 + F22 + 2F1 F2 cos

sedang arah vektor resultan R ditentukan dengan rumus sinus. sin =


F2

F2
sin
R

R=F1+F2

F1

c. Metode Poligon
Penjumlahan lebih dari dua vektor dapat dilakukan secara grafis dengan menggunakan metode
poligon, pangkal dari vektor berikutnya diletakkan pada ujung dari vektor sebelumnya. Vektor
resultan digambarkan dari pangkal vektor pertama ke ujung vektor terakhir.
A

C
A+B+C
d. Metode Analisis
Resultan lebih dari dua buah vektor dapat ditentukan secara efisien dengan metode analisis
atau metode vektor komponen.
Langkah-langkah penjumlahan vector dengan metode analisis
1) Buat sumbu krdinat cartesius dan lukis vector-vektor dalam koordinat cartesius dengan
titik tangkap pada pusat koordinat.
2) Uraikan vector-vektor atas komponen-komponennya pada sumbu x dan y
3) Hitunglah dan jumlahkan masing-masing komponen pada arah x dan y
Contoh Soal dan Pembahasan
3. Dua gaya masing-masing 20 N bekerja pada
a.
29 N
suatu benda. Sudut di antara kedua gaya itu
adalah 120o. Besar resultan gayanya adalah
b.
a.
10 N
d. 20 N
34 N
b.
14 N
e. 25 N
c.
c.
17 N
41 N
Pembahasan
d.
Diketahui : F1 =F2 =20 N; =120o
50
Ditanya : FR = ...?
e.
Jawab
:
61 N
2
2
FR= F1 + F2 + 2F1 F2 Cos
= 20 2 + 20 2 + 2.20.20. - 12
= 20 N

Pembahasan:
Diketahui : F1x=3 N; F1x=0 N;
F2x =3 N; F2y = 5N.
Ditanya : FR = ...?
Jawab
: FR= Fx2 + Fy2
= 6 2 + 5 2 = 36 + 25
= 61 N
Jawab: e

Jawab: a

4. Apabila tiap skala pada gambar di bawah ini 1


N, maka resultan gaya tersebut

vii

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

Soal Latihan
Kerjakan secara singkat dan jelas langkah-langkahnya!
1. Berikut disajikan diagram vektor F1 dan F2 !
6. Apabila tiap skala pada gambar di bawah ini =
2 N, maka resultan kedua gaya tersebut
Y (satuan :
adalah ........
2,5
2

F1

1,5

F2

F2

1
0,5
0

0
6

X (satuan : )

F1

F1 F2

Persamaan yang tepat untuk R =


adalah
a.
2 i + 2 j
d. 4 i + 2 j
b.
2 i + 4 j
e. 4 i + 4 j
c.
3 i + 4 j
2. Perhatikan gambar tiga buah vektor di bawah
ini.
F = 10 N
3

370
F2 = 8 N

F1 = 8 N

Besar resultan ketiga vektor adalah...


a. 10 N
d. 5 N
b. 8 N
e. 4 N
c. 6 N
3. Resultan ketiga
gaya
pada
gambar
di
bawah
ini
adalah ... .
a. 4 N
b.
8N
c.
12 N
d.
16 N
e.
20 N
4. Vektor A, B, dan C setitik tangkap, masingmasing panjangnya 5 cm.
Besar resultan ketiganya adalah .

a.

4 newton
d. 10 newton
b.
6 newton
e. 12 newton
c.
8 newton
7. Komponen vector gaya dalam arah sumbu-x
dan sumbu-y pada gambar di bawah masingmasing .
a.
b.
c.
d.
e.

Fx=4 N ; Fy = 4 3 N
Fx=4 N ; Fy = 4 2 N
Fx=4 3 N ; Fy = 4 N
Fx=4 2 N; Fy = 4 2 N
Fx=4 3 N ; Fy = 4 2
N
8. Sebuah vektor gaya F = 20
N bersudut 60
terhadap sumbu (X). Besar komponen vektor
pada sumbu Y adalah ........
a. 10 3 N
d. 30
N
b. 20 N
e. 60 N
c. 10 6 N
9. Perhatikan vektor-vektor berikut!
A

Vektor R merupakan hasil dari penjumlahan


secara polygon berikut :
R

Persamaan yang tepat untuk vektor R adalah ....


a. 0
a. R = A + B + C + D
d. R = A +
b. 5 cm
BC+D
c. 10 cm
b.
R = A B
d. 15 cm
C
+
D
e. R = A
e. 20 cm
B+CD
5. Dua vektor A dan B besarnya 40 dan 20 satuan.
c.
R = A B +
Jika sudut antar kedua vektor itu adalah 60o,
C+D
maka besar A - B adalah
Seorang anak berjalan lurus 2 meter ke
a.
20 satuan
d.
40 3 10.
barat, kemudian belok ke selatan sejauh 6
satuan
meter, dan belok lagi ke timur sejauh 10 meter.
b.
20 3 satuan
e. 60 satuan
c.
30 satuan
U
Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA
viii
B
T
S

Perpindahan yang dilakukan anak tersebut dari


posisi awal.
a. 18 meter arah barat daya
b.
14 meter arah selatan

c.
d.
e.

10 meter arah tenggara


6 meter arah timur
2 meter arah tenggara
Kupang, 28 Oktober 2010

ix

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

Bab II
MEKANIKA
Standar Kompetensi Lulusan :
2. Menjelaskan gejala alam dan keberanturannya dalam cakupan mekanika benda titik, benda
tegar, kekekalan energi, elastisitas, impuls dan momentum
Kemampuan yang diuji:
2.1 Menentukan besaran-besaran fisis gerak lurus
2.2 Menentukan berbagai besaran dalam hukum Newton dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari
2.3 Menentukan hubungan besaran-besaran fisis yang terkait dengan gaya gravitasi antar planet
2.4 Menentukan letak titik berat dari berbagai benda homogen
2.5 Menganalisis hubungan besaran-besaran yang terkait dengan gerak rotasi
2.6 Menjelaskan hubungan usaha dengan perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari dan
menentukan besaran-besaran yang terkait
2.7 Menjelaskan sifat elastisitas benda dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
2.8 Menentukan besaran-besaran yang terkait dengan hukum kekekalan energi mekanik
2.9 Menentukan besaran-besaran fisis yang terkait dengan hukum kekekalan momentum
A. Gerak Lurus
Gerak adalah peristiwa perubahan kedududukan benda terhadap titik acuan tertentu
1. Besaran-besaran fisis gerak Lurus
a. Kedudukan adalah letak suatu benda pada suatu waktu tertentu terhadap suatu acuan tertentu
b. Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh benda dalam selang waktu tertentu. Jarak
termasuk besaran scalar
c. Perpindahan adalah perubahan kedudukan suatu benda dalam selang waktu tertentu.
Perpindahan termasuk besaran vektor yang digambarkan sebagai segmen garis berarah dari
kedudukan awal menuju ke kedudukan akhir
d. Laju adalah besaran skalar yang didefinisikan sebagai jarak per satuan waktu.
e. Kecepatan adalah besaran vektor yang didefinisikan sebagai perpindahan per satuan waktu.
f. Percepatan adalah perubahan kecepatan per satuan waktu
2. Gerak Lurus Beraturan (GLB)
GLB adalah gerak suatu benda pada garis lurus dengan kecepatan tetap.
Grafik-grafik v terhadap t dan s terhadap t pada gerak lurus beraturan
v

s
t

Pada gerak lurus beraturan berlaku hubungan:


s = v. t dengan s = jarak/perpindahan (m),
v = kelajuan/kecepatam (m/s) dan
t = waktu (sekon)
3. Gerak Lurus Berubah beraturan (GLBB)
GLBB adalah gerak suatu benda pada garis lurus dengan kecepatan yang berubah secara tetap
atau gerak suatu benda pada garis lurus dengan percepatan tetap.
Grafik-grafik v terhadap t dan s terhadap t pada gerak lurus beraturan

Pada gerak lurus berubah beraturan berlaku hubungan:


t dengan s = perpindahan
t
t
(m),
s = vot + at2
v
o = kecepatan awal (m/s) ,v = kecepatan akhir (m/s)
v = vo+ a t
t = waktu (sekon)
v2 = vo2 + 2 a s
a = percepatan (m/s2)
4. Gerak Vertikal
x

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

Gerak vertikal adalah gerak lurus berubah beraturan yang arah geraknya vertikal dan
percepatan gravitasi bumi(a = g). Berikut ini beberapa jenis gerak vertikal
a. Gerak Jatuh Bebas
Gerak jatuh bebas adalah gerak dipercepat beraturan dengan kecepatan awal v0= 0
Pada gerak jatuh bebas berlaku hubungan:
dengan h = tinggi (m),
h = gt2
v = kecepatan akhir (m/s)
v=gt
t = waktu (sekon)
2
v = 2gh
g = percepatan gravitasi (m/s2)
b. Gerak vertikal ke Atas
Gerak vertikal ke Atas adalah gerak vertikal yang arahnya ke atas dengan kecepatan
awal v0 0
Pada gerak vertikal ke Atas berlaku hubungan:
dengan s = tinggi (m),
h = vot - gt2
vo = kecepatan awal (m/s) ,v = kecepatan akhir (m/s)
v = vo - g t
t = waktu (sekon)
2
2
v = vo - 2 g h
g = percepatan (m/s2)
c. Gerak vertikal ke Bawah
Gerak jatuh bebas adalah gerak dipercepat beraturan dengan keceapatan awal v0= 0
Pada gerak lurus beraturan beraturan beraturan berlaku hubungan:
dengan s = perpindahan (m),
s = vot + g t2
vo = kecepatan awal (m/s) ,v = kecepatan akhir (m/s)
v = vo+ g t
t = waktu (sekon)
2
2
v = vo + 2 g h
a = percepatan (m/s2)
Contoh Soal dan Pembahasan
5. Sebuah sepeda motor bergerak menurut grafik
6. Sebuah mobil bergerak dengan kelajuan 40
x-t sepeti pada gambar
km/jam selama 2 jam; 50 km/jam selama 1 jam
dan 20 km/jam selama 0,5 jam mempunyai
x (m)
kelajuan rata-rata sebesar
20
a.
31 km/jam
d. 45 km/jam
10
b.
35 km/jam
e. 55 km/jam
t (sekon)
c.
40 km/jam
0
20
Pembahasan:
Besar kecepatan rata-rata sepeda motor adalah
Diketahui : v1= 40 km/jam; t1 = 2 jam
a.
4,0 m/s
d. 0,5 m/s
v2= 50 km/jam; t2 = 1 jam
v3= 20 km/jam; t3 = 0,5 jam
b.
2,0 m/s
e. 0,25 m/s
Ditanya v = ....?
c.
1,0 m/s
Jawab
:
Pembahasan:
s1 + s 2 + s 3
v=
Diketahui : x1 =10 m/s: x2 =20 m/s; t =20 s
t1 + t 2 + t 3
Ditanya : v = ....?
80 km + 50 km + 10 km
Jawab
:
=
2 jam + 1 jam + 0,5 jam Jawab: c
10 m
v=
= 0,5 m / s
= 40 km/jam
20 s
Jawab: d
Soal Latihan
Kerjakan secara singkat dan jelas langkah-langkahnya!
1. Mobil massa 800 kg bergerak lurus dengan
b. perubahan kecepatan dikali selang waktu
kecepatan awal v0 selama 10 sekon menempuh
c. perubahan kecepatan dibagi selang waktu
jarak 150 meter dan kecepatannya menjadi 72
d. selang waktu dibagi perubahan kecepatan
km.jam-1. Nilai v0 adalah
e. kecepatan akhir dikurangi kecepatan awal
a.
-1
-1
10 m.s
d. 2 m.s
3. Suatu benda jatuh bebas dari ketinggian 10 m di
b.
8 m.s-1
e. 1 m.s-1
atas tanah. (g=10m/s2) Berapakah kecepatan
c.
5 m.s-1
benda pada saat ketinggiannya 5 m dari tanah?
2. Sebuah benda bergerak dengan kecepatan awal
a.
V0 dan kecepatan pada saat t sekon adalah Vt.
50
m/s
Maka benda mengalami percepatan sebesar ....
a. penjumlahan kecepatan dibagi selang waktu
Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA
xi

d. 10 m/s
b. 25

a.

10

b.

d. 30 km
15
km

m/s

c.
e. 4 m/s
c. 20 m/s
4. Tetesan oli yang jatuh dari mobil yang bergerak
lurus dilukiskan seperti pada gambar!
1.
7. Perhatikan grafik di bawah ini!

a (ms-2)

2.
3.
4.

km

v (ms-1)

e. 40 km
20 km

a (ms-2)

(1)

Yang menunjukkan mobil bergerak dengan


percepatan tetap adalah ....
a. 1 dan 3
d. 1,2 dan 3
b. 2 dan 3
e. 2,3 dan 4
c. 2 dan 4
5. Olahragawan berlari pada lintasan PQ QR
seperti pada gambar. Dari P ke Q, ditempuh
dalam waktu 20 sekon, sedangkan Q ke R
ditempuh dalam waktu 20 sekon.

t (s)

(3)

t (s)

a (ms-2)

a (m)

(4)

t (s)

(2)

t (s)

(5)

t (s)

Grafik yang berlaku untuk gerak lurus berubah


beraturan adalah grafik nomor ....
a. (1)
d. (3)
b. (2)
e. (5)
c. (3)
8. Gerak sebuah mobil menghasilkan grafik
hubungan antara kecepatan (v) terhadap waktu
(t) seperti pada gambar. Jarak yang ditempuh
Maka kecepatan rata-rata pelari tersebut adalah
mobil selama 4 sekon adalah .
a.
1 ms-1
v (m/s)
a.
400 m
d. 6 ms-1
30
b.
200 m
b.
2 ms-1
c.
160 m
10
e. 12 ms-1
d.
120 m
c.
4 ms-1
t (sekon)
e.
80 m 4
6. Seseorang
mengadakan
perjalanan
9. Grafik di samping menginformasikan sebuah
menggunakan mobil dari kota A ke kota - B,
mobil bergerak lurus berubah beraturan.
diperlihatkan oleh grafik di bawah ini, sumbu-Y
sebagai komponen kecepatan dan sumbu-X
v(ms-1)
sebagai komponen waktu, maka jarak yang
40
ditempuh kendaraan tersebut selama selang
waktu dari menit ke-30 sampai menit ke-120
20
adalah .....
10
2 4 6 8
t(s)
Jarak yang ditempuh mobil selama 4 sekon
adalah.
a. 200 m
d. 100 m
b. 160 m
e. 80 m
c. 120 m -1
v(km.jam )
10. GrafikA v-tB menunjukkan gerak sebuah sepeda
pada
50 suatu perlombaan
40

30

xii

20
10

Siap UjianCNasional 2014 FISIKA SMA


E

t (jam)
1 2 3 4 5 6 7 8

10

12. Grafik kecepatan (v) terhadap waktu (t) berikut


ini menginformasikan gerak benda.

Bagian grafik yang menunjukkan percepatan


paling besar adalah ...
a. AB
d. DE
b.
BC
e. EF
c.
CD
11. Sebuah mobil menempuh perjalanan dengan
grafik kecepatannya seperti berikut:
V

Jarak tempuh benda 5 detik terakhir adalah


a. 100 m
d. 140 m
b.
120 m
e. 150 m
c.
130 m

A
C

D
E

t
Dari grafik di atas, yang menunjukkan saat
mobil mengalami besar percepatan nol adalah ..
a.
AB
d. D
E
b.
BC
e. E F
c. C D
Kupang, 29 Oktober 2010
B. Hukum Newton tentang Gerak
1. Hukum I Newton
Hukum I Newton menyataan bahwa jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol
maka benda yang mula-mula diam akan diam, dan benda yang mula-mula bergerak akan terus
bergerak dengan kecepatan tetap.
Secara matematis F 0 atau setara dengan persamaan berikut Fx=0 dan Fy=0
2. Hukum II Newton
Hukum II Newton menyatakan bahwa percepatan suatu benda sebanding dengan resultan
gaya; searah dengan resultan gaya dan berbanding terbalik dengan massa benda.
a

F
m

atau

F ma

3. Hukum III Newton


Hukum III Newton menyatakan bahwa untuk dua benda A dan B saling berinteraksi, jika
benda A mengerjakan gaya pada benda B (disebut FAB) maka benda B akan mengerjakan gaya
pada benda A (disebut FBA), yang besarnya sama tapi arahnya berlawanan. FAB dan FBA disebut
pasangan aksi-reaksi, dan berlaku : FAB = - FBA
Ada tiga cirri pasangan gaya aksi reaksi, yakni
a. besar kedua gaya sama
b. kedua gaya mempunyai arah yang berlawanan
c. kedua gaya bekerja pada dua benda yang berbeda
4. Mengenal Berbagai Jenis Gaya
a. Gaya grafitasi/ Berat
Berat adalah gaya gravitasi (bumi) yang bekerja pada suatu benda. Berat termasuk besaran
vektor, memiliki satuan Newton dan nilainya bergantung pada lokasi di mana benda berada.
Hubungan berat (w) dan massa (m) dinyatakan oleh persamaan skalar w= mg.
b. Gaya gesekan
xiii

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

Bila dua benda bersentuhan maka akan timbul gaya kontak yang berarah sejajar bidang
sentuh, disebut gaya gesekan. Jika pada bidang sentuh itu tidak terjadi pergerakan benda 1
relatif benda 2 maka gaya gesekannya adalah gaya gesekan statis (fs). gaya gesekan statis
dapat bernilai 0 sampai mencapai maksimumnya fs maks . fs maks = s N
Jika pada bidang sentuh itu terjadi pergerakan benda 1 relatif benda 2 maka gaya
gesekannya adalah gaya gesekan kinetik (fk). Gaya gesekan kinetik dianggap bernilai tetap.
Gaya gesekan kinetik lebih kecil daripada gaya gesekan statis maksimum
c. Gaya normal
Jika dua benda bersentuhan maka akan timbul gaya normal. Gaya normal adalah gaya
kontak yang arahnya tegak lurus terhadap bidang sentuh antara permukaan kedua benda. Jika
tidak ada gaya luar yang bekerja pada benda maka;
Untuk bidang miring N = mg
Untuk bidang miring N = mg cos ,
dengan adalah sudut bidang miring terhadap horisontal
d. Gaya tegangan tali
Untuk masa tali dapat diabaikan dan benda-benda yang berhubungan dengan tali tidak
mengalami rotasi, maka tegangan sepanjang tali yang sama adalah sama
5. Penerapan Hukum Newton
a. Benda yang bergerak pada bidang datar yang licin
m

F= m. a

dengan

F
Fcos = m. a

F = gaya (N)
m = massa (kg)
a = percepatan (m/s)

b. Benda yang bergerak pada bidang datar yang kasar


m

F-f = m. a

dengan

f = N

F = gaya (N)
m = massa (kg)
a = percepatan (m/s)
f = gaya gesek (N)
N= gaya normal
= koefisien gesekan

c. Benda yang bergerak pada bidang miring


dengan
gaya normal N= m g cos
m
percepatan a = g sin

d. Benda yang dihubungkan dengan katrol yang licin


F=m.a
T = mA g mA a
T = mB g + mB a
a (mA+ mB) = (mA mB) g

mA

mB

F =m.a
T = mA a
T = mB g mB a
a (mA+ mB) = mB g

Contoh Soal dan Pembahasan


7. Sebuah balok massa 5 kg dilepas pada bidang
miring seperti pada gambar (g=10 m.s-2).
Y= 8

X=6

xiv

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

menempuh jarak 240 m selama 4 sekon.


Resultan gaya yang bekerja pada sepeda motor
adalah
a.
3000 N
d. 6000 N
b.
4000 N
e. 7000 N
c.
5000 N
Pembahasan
Diketahui : m= 200 kg; v0=0;st=240m; t=4 s.
Ditanya: F = ....?
Jawab: st= v0 t+ at2
240 m = 0 + a (4)2
a = 30 m/s2
F = ma
Jawab: d
=200 kg30 m/s2= 6000 N

Bila bidang miring licin, maka balok bergerak


dengan percepatan ....
a.
5 m.s-2
d. 16 m.s-2
b.
8 m.s-2
e. 40 m.s-2
c.
-2
10 m.s
Pembahasan
Diketahui : g = 10 m/s2; sin = 0,8
Ditanya: a= ...?
Jawab: a = g sin
= 10 m/s2 0,8
Jawab: e
= 8 m/s2
8. Sebuah sepeda motor bermassa 200 kg dari
keadaan diam mengalami percepatan tetap dan

Soal Latihan
Kerjakan secara singkat dan jelas langkah-langkahnya!
1.
Perhatikan gambar di bawah ini!
a. 12 N
d. 8 N

F1 = 24N

b. 10 N

45o

e. 6 N
c. 9 N
5. Dua buah benda Adan B masing-masing
bermassa 6 kg dan 2
Jika massa balok 4 kg dan antara balok dengan
kg diikat dengan tali
lantai tidak ada gesekan, maka balok tersebut
melalui
sebuah
dalam keadaan ....
katrol
seperti
a. diam (tidak bergerak)
gambar.
b. bergerak lurus berubah beraturan ke kanan
Jika gesekan tali
c. bergerak lurus berubah beraturan ke kiri
dan
katrol
d. bergerak lurus beraturan arah ke kanan
diabadikan dan g
e. bergerak lurus beraturan arah ke kiri
=10 ms-2, maka
2. Sebuah benda pada saat t = 0 detik bergerak
besar tegangan talinya adalah.
dengan kecepatan 50 m/s. Jika resultan dari
a. 15 N
d. 45 N
gaya-gaya yang bekerja pada benda sama
b. 25 N
e. 55 N
dengan nol, maka kecepatan benda tersebut
c. 30 N
setelah bergerak selama 10 detik adalah ....
a. 5000 m/s
d. 25
m/s
b. 500 m/s
e.
5
m/s
c. 50 m/s
3. Sebuah balok bermassa 2 kg terletak pada
bidang datar licin ditarik dengan gaya F1,
dan F2 seperti gambar di bawah ini. Besar dan
arah percepatan yang bekerja pada benda
adalah........
a. 1 ms-2, ke kiri
b. 1 ms-2, ke kanan
c. 2 ms-2, ke kiri
d. 2 ms-2, ke kanan
e. 2
ms-2, ke kanan
4. Sebuah benda bermassa 5 kg bergerak pada
bidang datar yang licin dengan kecepatan 8 m/s
dan bertambah menjadi 10 m/s setelah
menempuh jarak 10 m. Besar gaya mendatar
yang menyebabkan pertambahan kecepatan
benda tersebut adalah ....
F2 = 32N

F3 = 20N

xv

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

6. Sebuah benda meluncur dengan kecepatan 4


a. T2 dan F
m/detik pada permukaan bidang datar kasar
b. T1 dan T2
yang mempunyai koefisien gesekan kinetik 0,4.
c. W dan T1
Bila massa benda 2 kg dan percepatan gravitasi
d. T1 dan F
10 m/detik, maka benda akan berhenti setelah
e. T2 dan W
menempuh jarak ........
9. Seorang siswa menekan penghapus dengan
a. 1,0 m
gaya sebesar 5 N seperti gambar di bawah.
Jika massa penghapus 100 gram dan percepatan
gravitasi bumi 10 m/s2, maka gaya normal
yang diberikan papan tulis adalah .
d. 2,5 m
a. 1 N
b. 1,5 m
d. 5 N
b. 2,5 N
e. 5 3 N
c. 2,5 3 N
e. 3,0 m
10. Dua buah balok yang beratnya sama yaitu 50 N
c. 2,0 m
dihubungkan dengan seutas tali melalui sebuah
7. Dari gambar di bawah ini yang menunjukkan
katrol. Kedua bidang mempunyai koefisien
pasangan aksi-reaksi adalah ....
gesek sama 2,0 k. Bila massa tali serta gesekan
tali dengan katrol diabaikan, maka percepatan
gerak balok .

NA dan wA
d. NA dan FBA
NB dan wB
e. NB dan FAB
b.
FAB dan FBA
c.
8. Pasangan aksi-reaksi yang benar pada gambar
di samping adalah .
a.

a. 1,8 m s-2
b. 2 m s-2
c. 2 2 m s-2

d. 2 3 m s-2
e. 20 m s-2

Kupang, 30 Oktober 2010

xvi

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

C. Gravitasi
1. Hukum Gravitasi Newton
Hukum gravitasi umum Newton menyatakan bahwa gaya gravitasi antara dua buah benda
merupakan gaya tarik-menarik, yang besarnya berbanding lurus dengan massa benda 1 dan benda
2 serta berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya. Benda 1 mengalami gaya
gravitasi yang dikerjakan benda 2 ( diberi lambang F12 ). Benda 2 juga mengalami gaya gravitasi
yang dikerjakan benda 1 (diberi lambang F21 ). Kedua gaya ini merupakan pasangan aksi reaksi,
yaitu besarnya sama tetapi arahnya berlawanan.
Gm1 m 2
Hukum gravitasi umum Newton dinyatakan oleh F12 = F21 =
, dengan G tetapan
r2
umum gravitasi gravitasi dan r adalah jarak antara pusat kedua benda. Dalam hukum gravitasi
umum, setiap benda dianggap berbentuk bola seragam atau berupa partikel (titik materi).
Gaya gravitasi adalah besaran vektor sehingga resultannya harus dijumlahkan secara vektor.
2. Kuat Medan Gravitasi
Kuat medan gravitasi atau percepatan gravitasi adalah gaya gravitasi per satuan massa yang
dialami oleh suatu benda. Satuan percepatan gravitasi adalah N/kg atau m/s2.
F Gm
Kuat nedan gravitasi dirumuskan sebagai g = = 2 dengan m adalah massa benda yang
m
r
menghasilkan percepatan gravitasi dan r adalah jarak titik ke pusat benda m.
Percepatan gravitasi adalah besaran vektor sehingga resultannya harus dijumlahkan secara
vektor.
3. Hukum Keppler tentang Gerak Planet
a. Hukum I Keppler
Semua planet bergerak pada lintasan ellips mengitari Matahari dengan Matahari berada
pada salah satu titik api /fokus ellips
b. Hukum I Keppler
Suatu garis khayal yang menghubungkan matahari dengan planet menyapu luas juring
yang sama dalam selang waktu yang sama.
c. Hukum I Keppler
Perbandingan kuadrat periode (T) terhadap pangkat tiga dari setengah sunbu panjang
T2
ellips (R) adalah sama untuk semua planet. 3 = k
R
Contoh Soal dan Pembahasan
9. Sebuah benda di permukaan bumi beratnya 100 10. Berapakah besar gaya gravitasi yang bekerja
N. Kemudian benda tersebut dibawa ke sebuah
pada sebuah pesawat ruang angkasa yang
planet yng massanya 10 kali massa bumi dan
mempunyai massa 2500 kg dan mengorbit bumi
jari-jarinya 2 kali jari-jari bumi. Berat benda
dengan jari-jari orbit 13 106 m? (massa bumi
tersebut di permukaan planet tersebut adalah
5,98 1024 kg)
a. 25 N
d. 250 N
Pembahasan
b. 50 N
e. 500N
Diketahui :mp = 2500 kg
c. 100 N
mB =5,98 1024 kg
Pembahasan
r = 13 106 m
Diketahui:WB=100 N; mP=10mB; rP=2mB
G = 6,67 10-11 Nm2/kg2
Ditanya: WP= ...?
Ditanya: F= ...?
Gm P Gm B 10m B m B
Jawab:
:
:
Jawab: gP: gB = 2
=
( 2R ) 2 ( R ) 2
rP
rB2
Gm p m B
F =
gP = 52 gB
r2
WP = m.gP= m.
=

5
2

5
2

gB

WB=250 N

F=

Jawab: b

6,67 10 -11 2500 5,98 10 24

( 13 10 6 ) 2
= 5087,58 Na

xvii

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

Soal Latihan
Kerjakan secara singkat dan jelas langkah-langkahnya!
1. Data fisis planet A dibandingkan planet bumi
1
b.
ditunjukkan pada tabel berikut! (G=konstanta
3
gravitasi = 6,6710-11 N.m2.kg-2)
1
e.
BUMI
Planet A
27
Massa
M
0,5 M
1
c.
Jari-jari
R
2R
3
Berat benda di bumi 100 N, di bawa ke planet 6. Periode bumi mengelilingi matahari 1 tahun.
A, maka beratnya menjadi .....
Bila jari-jari lintasan planet mengelilingi
a.
12,5 N
d. 100 N
matahari 2 kali jari-jari lintasan bumi
b.
25 N
e. 125 N
mengelilingi matahari, maka periode planet
c.
75 N
tersebut adalah ....
2. Planet X bermassa 2M (M= massa bumi)
a. 0,4 tahun
d. 2,8
berjari-jari R (R= jari-jari bumi). Jika berat A di
tahun
permukaan bumi adalah w, maka berat berat A
b. 1,0 tahun
e. 5,6
di permukaan planet X adalah ....
tahun
a. 2,0 w
d. 3,6 w
c. 1,4 tahun
b. 2,5 w
e. 4,0 w
7. Jika kedudukan benda A adalah 12 R di atas
c. 3,0 w
permukaan bumi, sedangkan kedudukan benda
3. Gaya gravitasi yang bekerja pada sebuah
B adalah 2R di atas permukaan bumi (R=jaripesawat luar angkasa yang massanya 2000 kg
jari bumi), maka perbandingan kuat medan
dengan jarak orbit dua kali jari-jari bumi, jika
gravitasi medan gravitasi yang dialami benda A
percepatan gravitasi di permukaan bumi 9,8
dan B adalah ...
m/s2 adalah ....
a. 1 : 8
d. 4 : 1
a.
4900
N
b.
1:4
e. 8 : 1
d.
c.
2:3
16800 N
8. Titik A, B dan C terletak dalam medan gravitasi
b.
9600
N
bumi seperti pada digambar!
e.
19800 N
C
c.
12500 N
R
4. Dua bola A dan B memiliki massa dan garis
B
tengah yang sama (lihat gambar).
R
A

5m

Diketahui M = massa bumi, R = jari-jari bumi.


Kuat medan gravitasi di titik A sama dengan g
Jika kuat medan gravitasi di suatu titik sama
(N.kg -1). Perbandingan kuat medan gravitasi di
dengan nol, maka jarak titik tersebut dari kulit
titik A dan titik C adalah ....
bola A adalah ....
a. 3 : 4
d. 8 : 3
a. 1,0 m
b. 4 : 1
e. 9 : 1
d. 2,5 m
c. 8 : 1
b. 1,5 m
9. Tabel berikut ini merupakan data dari dua buah
e. 3,0 m
planet A dan B
c. 2,0 m
Planet A Planet B
5. Data fisis planet A, planet B dan Bumi terhadap
Massa
x
2x
matahari seperti pada tabel.
Diameter
3y
2y
Planet A Bumi Planet B
Dari data di atas, jika gA dan gB masing-masing
Massa (M)
0,5 M
M
2,0 M
adalah percepatan gravitasi di permukaan
Jari-jari (R)
0,5 R
R
1,5 R
planet A dan B maka gA: gB adalah .....
1 tahun
Periode (T)
......
.......
a. 1 : 9
d. 8 : 9
Perbandingan periode planet A dan B adalah ....
b. 2 : 9
e. 9 : 2
1
c.
3
:
2
a.
27
10. Sebuah benda beratnya di permukaan bumi 10
1
N. Benda itu dibawa ke suatu planet yang
d.
9
massanya 5 kali massa bumi dan jari-jarinya 2
1m

1m

xviii

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

kali jari-jari bumi, maka berat benda itu di


permukaan planet adalah ...
a. 8 N
d. 25 N

b. 10 N
e. 50 N
c. 12,5 N
Kupang, 31 Oktober 2010

D. Titik Berat
1. Kesetimbangan Partikel
Suatu partikel hanya mengalami gerak translasi, barada dalam kseimbangan statis bila mulamula partikel dalam keadaan diam dan memenuhi syarat.
Keseimbangan translasi F=0 ; Fx=0
Fy=0
2. Keseimbangan Benda Tegar
Suatu benda tegar berada dalam keseimbangan statis bila mula-mula benda dalam keadaan
diam dan memenuhi syarat
Keseimbangan translasi F=0 ; Fx=0
Fy=0
Keseimbangan rotasi
=0
3. Titik Berat
Titik berat atau pusat berat suatu benda adalah titik yang terhadapnya gaya-gaya berat pada
semua partikel benda itu menghasilkan torsi resultan nol. Oleh karena itu benda yang ditumpu
pada titik beratnya akan berada dalam keseimbangan statis. Pusat benda bisa terdapat di dalam
maupun di luar benda. Untuk percepatan grafitasi diabaikan titik berat berimpit dengan pusat
massa.
Koordinat titik berat (x,y) dihitung dengan rumus umum berikut
wi xi
wi yi
x
y
dan
wi
wi
Untuk benda dapat diwakili oleh massa partikel mi , maka wi diganti dengan mi
Untuk benda berbentuk volume pejal homogen dengan volum partikel Vi , maka wi diganti
dengan Vi
Untuk benda berbentuk luasan (bidang ) dengan luas partikel Ai , maka wi diganti dengan Ai
Untuk benda berbentuk kurva dengan panjang li , maka wi diganti dengan li

11. Perhatikan gambar di bawah

Contoh Soal dan Pembahasan


y .A + y 2 .A 2
y= 1 1
A1 + A 2
y=

2.20 + 5.7,5 40 + 37,5 77,5


=
=
= 2,8
20 + 7,5
27,5
27,5

jarak titik berat karton dihitung dari garis AB


adalah 2,8 cm
Jawab: d
Karton homogen ABCDE dengan ukuran AB =
EC = 8 cm, AE = BC = 4 cm,
ED = CD = 5 cm. Maka jarak titik berat karton
dihitung dari garis AB adalah ........
a. 1,5 cm
d. 2,8 cm
b. 2,0 cm
e. 4,5 cm
c. 2,5 cm
Pembahasan
Diketahui:
Bidang
x
y
A
I
2,5
2
20
II
2,5
5 7,5
Ditanya (x,y)
Jawab:

12. Koordinat titik berat bidang yang diarsir adalah


.
y
1
a.
,
4
8
3
b.
c.
d.

( )
( 43 ,4)
( 53 ,4)

2,4
( 73 ,4) 0

e.
Pembahasan
Diketahui:

Bidang
I
II

x
3
5

y
4
4

A
48
12

Ditanya (x,y)
Jawab:
xix

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

x 1 .A 1 + x 2 .A 2
A1 + A 2
3.48 - 5.12 144 - 60 84 7
x=
=
=
=
48 - 12
36
36 3
y1 .A 1 + y 2 .A 2
y=
A1 + A 2
4.48 - 4.12 192 - 48 144
y=
=
=
=4
48 - 12
36
36
Jawab: e
Koordinat titik berat 7 ,4 a
x=

(3 )

Soal Latihan
Kerjakan secara singkat dan jelas langkah-langkahnya!
1. Perhatikan gambar berikut! Koordinat titik 3. Gambar berikut adalah susunan benda pejal
berat benda adalah .... y (m)
homogen yang terdiri dari silinder pejal dan
a. (1 ; 2)
kerucut pejal. sumbu y
6
b. (1,5 ; 1,5)
c. (1,5 ; 2,5)
d. (2,5 ; 1,5)
2
30 cm
e. (2,5 ; 2,5)
2

x (m)
40 cm

2. Gambar di bawah menunjukkan selembar


karton homogen yang terdiri dari 2 bangun
yaitu bujur sangkar dan segitiga sama kaki.
6

Koordinat titik berat benda tersebut adalah ....


a. ( 20/3 ; 0 )
b. ( 16/3 ; 0 )
c. ( 14/3 ; 0 )
d. ( 10/3 ; 0 )
e. ( 8/3 ; 0 )

O (0,0)

sumbu x

20 cm

Koordinat titik berat susunan benda terhadap


titik O adalah ....
a.
( 0 ; 20 ) cm
d. ( 0 ;
35 ) cm
b. ( 0 ; 20,5 ) cm
e. ( 0 ;
50 ) cm
c. ( 0 ; 25 ) cm
4. Sebuah
bidang homogen ABCDE seperti pada
Y(cm)
8
E
(II)
C
gambar!
D

5
Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

xx
A
0

B
4

X (cm)

Koordinat titik berat bidang (simetris) terhadap


titik O adalah ....
a. (2 ; 4,0) cm
d. (2 ; 3,0) cm
Letak titik ordinat bidang diarsir terhadap sisi
b. (2 ;3,6) cm
e. (2 ; 2,8) cm
AB adalah ....
c. (2 ; 3,2) cm
4
3
6. Koordinat titik berat bidang yang diarsir
y
a. 1,
cm
d. 5,
cm
adalah ....
15
5
5
cm
8
4
3,
cm
13

b.

3,

c.

e. 5,

6
cm
13

a.
b.
c.
d.
e.

5. Perhatikan gambar bidang homogen di bawah!


Y (cm)
12
6
1

(1/3 , 4)
(4/3 , 4)
(5/3 , 4)
(6/3 , 4)
(7/3 , 4)
x
6

Kupang, 1 November 2010

X (cm)
0

xxi

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

E. Rotasi Benda Tegar


1. Momen Gaya
Torsi atau momen gaya () adalah ukuran keefektifan sebuah gaya yang bekerja pada suatu
benda untuk memutar benda tersebut terhadap suatu titik poros tertentu. Torsi atau momen gaya
dapat dihitung dari perkalian vektor r dan vektor F yang ditulis =rxF ; besar = r F sin dengan
=sudut antara r dan F: arah torsi sesuai dengan aturan putaran kanan tangan, yaitu berlawanan
arah jarum jam bertanda positif dan searah jarum jam bertanda negatif.
Besar torsi juga dapat dihitung dengan persamaan =l F, dengan l=lengan torsi adalah
panjang garis yang ditarik dari titik poros rotasi sampai memotong tegak lurus garis kerja gaya.
Karena itu =0 jika garis kerja gaya melalui titik poros rotasi.
O

= F l
2. Momen Inersia
Momen Inersia sistem partikel diformulasikan sebagai

I mi ri 2 m1 r12 m2 r22 ... mn rn2


i 1

dengan ri dalah jarak parikel ke i dari poros rotasi. Perhatikan momen inersia suatu benda
tergantung pada poros rotasinya. Makin tersebar massa benda, makin besar momen inersianya.
Apabila momen inersia benda terhadap pusat massa diketahui, maka momen inersia benda
terhadap sembarang sumbu yang paralel dengan sumbu pusat massa dapat dihitung dengan teori
sumbu paralel.
I p = Io + md2 (d adalah jarak titik O dan P)
Momen inersia benda tegar yang massanya terdistribusi kontinu dihitung dengan metode
I r 2 dm
integrasi
Untuk benda tegar teratur yang paling sering dijumpai, momen inersianya terhadap poros
rotasi yang melalui pusat massanya adalah
a. Tongkat I = 121 ML2 , L=panjang tongkat

d.

Silinder pejal I = 12 MR 2 , R= jari-jari silinder (contoh katrol, yoyo,


cakram)
Lingkaran tipis berongga I = MR 2 , R= jari-jari lingkaran (contoh
cincin)
Bila pejal I = 25 MR 2 , R= jari-jari bola (contoh: bola tolak peluru)

e.

Bola tipis berongga I =

b.
c.

2
MR 2 , R= jari-jari bola (contoh bola
3

sepak)
3. Momentum Sudut
Momentum sudut sistem partikel dengan kecepatan sudut adalah L=I ; L positif jika arah
putaran berlawanan jarum jam dan L negatif jika searah jarum jam. Jika lengan torsi r dan
kecepatan linier v diberikan, maka momentum sudut adalah L=m r v atau L=rxp dimana p=mv
Jika tidak ada resultan torsi luar yang bekerja pada benda ( luar=0) maka berlaku hukum
kekekalan momentum sudut, yaitu momentum sudut sistem adalah kekal.
Hubungan momentum sudut dengan momen gaya analog dengan momentum dengan gaya (F
dt= dp) yaitu dt = dL atau =

dL
(momen gaya merupakan funsi turunan momentum sudut
dt

terhadap waktu)
4. Dinamika Rotasi
Dalam menyelesaikan masalah dinamika rotasi, misalnya untuk gerak menggelinding (rotasi
dan translasi).Anda perlu mengenal gaya-gaya penyebab gerak translasi dan kemudian
menggunakan persamaan F=m.a. Anda juga perlu mengenal gaya-gaya penghasil rotasi yang
menyebabkan gerak rotasi dan kemudian menggunakan =I=Ia/R (karena =a/R)
Dalam dinamika rotasi dapat diselesaikan dengan menggunakan hukum kekekalan energi
mekanik
Em = EK tranlasi + EK rotasi + EP = konstan
= mv2 + I2 + mgh = konstan ,
dengan =v/R dan I bergantung pada bentuk benda yang menggelinding.

xxii

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

Analogi besaran besaran translasi dan rotasi


No
Translasi
Rotasi
1. Perpindahan Linier s
Perpindahan Sudut
2. Kecepatan Linier
v
Kecepatan Sudut
3. Percepatan Linier
a
Percepatan Sudut
4. Massa
m
Momen Inersia
5. Gaya
F
Momen Gaya
6. Hukum II Newton
F=ma Hukum II Newton
7. Momentum Linier
p=mv
Momentum Sudut
EKmv2 Energi Kinetik
8. Energi Kinetik
W=F.s Usaha
9. Usaha
P=F.v
10. Daya
Daya

=I
L=I
EK= I2
W=.
P=.

Hubungan
=s/R
v=r
a=
I=mr2
=rF
L=rp=rmv

5. Hubungan Roda-roda
a. seporos: arah melingkar sama; kecepatan sudut sama.
v1 v 2
1 = 2
=
r1
r2
b. bersinggungan: arah melingkar berlawanan ; kecepatan linear sama.
v1=v2;
r11 = r2 2
c. dihubungkan oleh sabuk: arah melingkar sama; kecepatan linear sama.
v1=v2;
r11 = r2 2

Seporos

bersinggungan

dihubungkan dengan sabuk

Contoh Soal dan Pembahasan


13. Pada batang homogen yang panjangnya L dan
14. Seorang penari balet berputar 3 putaran per
beratnya 200 newton, digantungkan beban 400
sekon dengan kedua lengannya direntangkan.
newton (lihat gambar).
Pada saat itu momen inersianya 8 kg m2.
Kemudian kedua lengannya dirapatkan
sehingga momen inersianya menjadi 2,4 kg m2.
Frekunsi putarannya menjadi
a. 10 rad/s
d. 24 rad/s
b. 12 rad/s
e. 48 rad/s
c. 20 rad/s
Besar gaya yang dilakukan penyangga pada
Pembahasan
batang adalah ........
Diketahui: 0 = 3 putaran per sekon
a. FA = 200 N , FB = 300 N
I 0 = 8 kg m2.
b. FA = 200 N , FB = 400 N
I 1 = 2,4 kg m2
c. FA = 200 N , FB = 600 N
d. FA = 400 N , FB = 200 N
Ditanya: 1 = ....?
e. FA = 440 N , FB = 300 N
Jawab:
Pembahasan
L0=L1I0 0 = I1 1
Diketahui: xA = L; xB = L ;
8 kg m2 3 putaran per sekon = 2,4 kg m2 1
Wb =200 N; WB= 400 N
1 = 10 putaran per sekon
Jawab: c
Ditanya: 1 = ....?
1 =20 rad/s
Jawab ; B=0
Wb L + WB L - FA.L =0 FA=200 N
A=0
FB.L Wb L WB L =0 FB=400 N
Jawab: b
2.
xxiii

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

Soal Latihan
Kerjakan secara singkat dan jelas langkah-langkahnya!
1.
Batang AB massa 2 kg diputar melalui titik A
b.
2
ternyata momen inersianya 8 kg.m

8,0

meter
e. 20

meter
6.

2.

3.

Bila diputar melalui titik pusat O (AO=OB),


momen inersianya menjadi .....
a.
2 kg.m2
d. 12 kg.m2
b.
4 kg.m2
e. 16 kg.m2
c.
2
8 kg.m
Posisi sudut suatu titik pada roda yang berputar
dapat dinyatakan sebagai fungsi waktu (t):
=(5+10t+2t2) dengan dalam rad dan t dalam
sekon. Besar kecepatan sudut pada waktu t=3
sekon adalah ...
a.
32 rad.s-1
d. 20 rad.s-1
b.
24 rad.s-1
e. 10 rad.s-1
c.
-1
22 rad.s
Batang homogen AB di paku di pusat massanya
dan diberi sejumlah gaya dengan kedudukan
0,5 F
seperti gambar.
P
Q
Ao1m o1m o1m o1mo B
30o

5.

7.

R
F

4.

Jadi nilai F = W dan sumbu rotasi di titik R,


maka keadaan batang AB akan ...
a. berotasi searah jarum jam
b. berotasi berlawanan arah jarum jam
c. berada dalam keadaan tidak bergerak
d. bergerak ke kanan
e. bergerak ke kiri
Seorang siswa melakukan percobaan dengan
mengikat sebuah bola dengan tali, kemudian
bola tersebut diputar melingkar horisontal di
atas kepala keadaannya terlihat seperti pada
gambar di bawah ini. Jika bola berputar tetap
dengan kecepatan sudut sebesar 5 rad/detik dan
g = 10 m/detik, maka massa beban sama
dengan ........ massa bola.
a. 2,5 kali
b. 5 kali
c. 10 kali
d. 15 kali
e. 25 kali
Sebuah belokan jalan datar dirancang untuk
dilalui mobil dengan kecepatan maksimum 10
ms-1. Diketahui koefisien gesekan antara ban
dan jalan 0,5 dan jari-jari ke lengkungan jalan R
m. Maka nilai R adalah ? (g =10 ms-2)
a.
7,5
meter
d. 15
meter

8.

9.

10.

xxiv

c.
10 meter
Sebuah gerinda melakukan 360 putaran tiap
menit. Pada gerinda tersebut terletak sebuah
partikel yang berjarak 10 cm dari poros gerinda.
Percepatan sentripetal partikel tersebut adalah ..
a.
1,2 2 m/s2
d. 120
2
2
m/s
b.
1,44 2 m/s2
e.
2
2
1440 m/s
c.
14,4 2 m/s2
Beberapa pernyataan terkait gerak rotasi suatu
benda:
(1) Pada kecepatan sudut yang tetap, bila
momen inersia diperbesar, maka momen
gayanya semakin besar.
(2) Pada percepatan sudut yang tetap, bila
momen inersia diperkecil, maka momen
gayanya semakin besar
(3) Besarnya momen inersia benda bergantung
pada besarnya momen gaya yang bekerja.
Pernyataan yang benar adalah ...
a. (1)
e. (1) dan (3)
b.
(2)
d. (2) dan (3)
c.
(3)
Dua buah roda A dan B saling bersinggungan.
Jika kecepatan sudut roda B 15 rad/s dan jarijari roda A = 1/3 x jari-jari roda B, maka
kecepatan sudut roda A adalah ....
a.
30
rad/s
d. 75
rad/s
b.
45rad/s
e. 90
rad/s
c.
60 rad/s
Besarnya momen gaya di titik A adalah .... Nm.
a. 50
b.
A
B
10 m
100
F = 10 N
c.
200
d.
500
e.
1000
Gaya F1 , F1 , F1 dan F1 bekerja pada
batang ABCD seperti pada gambar!
F1=10 N
F3=20 N
A

D
1m B

1m C
F2=15 N

F4=5 N

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

Jika massa batang diabaikan, maka besar


momen gaya yang bekerja pada putar di titik D
adalah ....
a. 18 N.m
d. 35 N.m
b.
20 N.m
e. 40 N.m
c.
30 N.m
Kupang, 2 November 2010
F. Usaha dan Energi
1. Usaha
Usaha didefinisikan sebagai hasil kali komponen gaya searah perpindahan (F) dengan besar
perpindahan yang dihasilkan (s)
W= F . s cos
Dengan adalah sudut antara vektor gaya F dan vektor perpindahan x
Usaha termasuk besaran skalar dengan satuan joule, sehingga usaha oleh berbagai gaya pada
suatu sistem dihitung secara aljabar biasa.
F
W=W1 +W2 +W3 +
Usaha oleh gaya yang berubah terhadap posisi
I
x
dengan grafik F-x dapat dihitung dari luas daerah
di bawah kurva. Untuk grafik di bawah maka W=
II
luas I- luas II
2. Usaha dan Energi Kinetik
Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha.
Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena geraknya (kecepatan), dinyatakan
oleh Ek= mv2
Teorema usaha energi kinetik : Usaha yang dilakukan oleh resultan gaya yang bekerja pada
suatu benda ( termasuk gaya berat ) sama dengan perubahan energi kinetik yang dialami benda
tersebut. Wresultan= Ek =Ek2-Ek1
3. Usaha dan Energi Potensial
Daya adalah laju melakukan usaha atau usaha yang dilakukan dalam suatu selang waktu
tertentu. tertentu. P

W
Satuan daya dalam SI adalah watt.
t

Gaya konservatif memiliki sifat bahwa usaha yang dilakukan untuk membawa suatu benda di
bawah pengaruh gaya ini tidak bergantung pada jalan/lintasan yang ditempuh, melainkan hanya
pada posisi awal dan posisi ahkir benda.
Contoh gaya konservatif adalah gaya grafitasi konstan F=m g; gaya elastik pegas F= kx;
dan -Gaya gravitasi Newton F =

GMm
r2

Perhatikan, gaya konservatif hanya merupakan fungsi posisi. Jika usaha yang dilakukan untuk
membawa suatu benda di bawah pengaruh suatu gaya bergantung pada pengaruh jalan yang
ditempuh, maka gaya itu adalah gaya tak konservatif.
Contoh gaya tak konservatif: gaya gesekan, gaya hambatan udara , gaya dorong
Energi potensial adalah energi yang berkaitan dengan posisi relatif antara dua partikel atau
lebih yang saling berinteraksi.
Energi potensial didefinisikan dari usaha yang dilakukan oleh gaya konservatif.
Wkonservatif = -Ep= -(Ep akhir - Ep awal)
Seperti halnya gaya konservatif, energi potensial juga merupakan fungsi posisi. Ada 3 macam
energi potensial yang dipelajari secara kuantitatif
1. Energi potensial gravitasi Ep=mgh. Sebagai acuan Ep = 0 atau h = 0 biasanya dipilih tanah,
lantai atau permukaan meja.
2. Energi potensial elastik Ep= kx2 dengan x = A sin t dan k=2m
3. Energi potensial gravitasi Newton E p =

GMm
sebagai acuan Ep=0 adalah titik yang
r

sangat jauh (r=~) dari pusat massa sumber.


Contoh Soal dan Pembahasan
15. Besar kerja yang dibutuhkan untuk
c. 4,5105 J
mempercepat mobil 1000 kg dari 20 m/s ke 30
Diketahui: m=1000 kg; v1=20 m/s; v2= 30 m/s
m/s adalah ...
Ditanya: W=......?
a. 2,5105 J
d. 5,5105 J
Jawab: W=Ek = m(v22- v12)
b. 3,5105 J
e. 6,5105 J
= 1000 kg ((30 m/s)2-(20 m/s)2)
xxv

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

= 2,5105 J
Jawab:a
16. Besar usaha yang dilakukan untuk
memindahkan benda bermassa 6 kg seperti pada
gambar
a. 1,2 J
m=6kg
b. 6 J
g= 10 m/s2
c. 12 J
h=2 m
d. 60 J
e. 120 J
Diketahui: m= 6 kg; g=10 m/s2; h= 2 m
Ditanya:W= .?

Jawab:W= mgh= 6 kg.10 m/s2.2 m Jawab:e


=120 J

Soal Latihan
Kerjakan secara singkat dan jelas langkah-langkahnya!
1. Sebuah benda bermassa 2 kg jatuh bebas dari
gedung yang tingginya 50 m. Usaha yang
dilakukan benda selama bergerak dari
d. 1, 2
ketinggian 50 m ke ketinggian 20 m ( g =
b.
10m.s-2) adalah ....
1,
2,
3
a. 300 J
d. 600 J
b. 400 J
e. 700 J
c. 500 J
2. Sebuah benda massa 2 kg bergerak dengan
e. 4
-1
kecepatan 2 m s . Beberapa saat kemudian
c. 1, 2, 4
benda itu bergerak dengan kecepatan 5 m s-1. 5. Mobil mainan bermassa 3 kg terletak pada
Usaha total yang dikerjakan pada benda selama
bidang horizontal yang licin. Bila gaya konstan
beberapa saat tersebut adalah .......
sebesar 9 N dikerjakan pada mobil yang
a.
bergerak dengan kecepatan awal 10m/s, maka
4 joule
kecepatan mobil setelah berpindah sejauh 50
meter adalah
a.
5 m/s
d. 20 m/s
b.
10 m/s
e. 25 m/s
d. 21 joule
c.
15 m/s
b. 9 joule
6. Sebuah benda m = 4 kg ditarik dengan gaya
F = 60
60 N
N (lihat gambar). Usaha yang dilakukan gaya
tersebut untuk memindahkan benda sejauh 5 m
e. 25 joule
adalah ........
60o
c. 15 joule
a.
3. Sepotong balok bermassa 20 kg berada dalam
40 Joule
keadaan diam pada bidang horisontal yang
licin. Kemudian balok dipukul hingga bergerak
dengan percepatan 0,8 m.s-2, usaha yang
d. 200 Joule
dilakukan balok pada 10 sekon pertama
b.
gerakannya adalah ....
75 Joule
a. 1.600 J
d. 64 J
b.
800 J
e.
6,4 J
c.
640 J
e. 300 Joule
4. Benda bermassa m mula-mula dalam keadaan
c. 150 Joule
diam kemudian diberi gaya F sehingga benda 7. Bola bermassa 0,25 kg ditekan pada pegas
bergerak dengan percepatan a dan kecepatan
dengan gaya F seperti gambar. Anggap g =10
akhir v serta berpindah sejauh s. Dari
m.s-2.
-1
v =0 m.s
keterangan ini dapat dibuat pernyataanpernyataan sebagai berikut:
h
1. Energi kinetik awal benda nol
F
2. Energi kinetik akhir = mv2
3. Energi kinetik awal = energi kinetik akhir

4. F.s = mv2
Pernyataan yang benar adalah
a.
1,
2,
3,
4
Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA
xxvi

Ketika gaya F dihilangkan, bola dilontarkan ke 9. Sebuah benda bermassa 4 kg mula-mula diam,
atas setinggi h meter. Jika energi untuk
kemudian bergerak lurus dengan percepatan 3
melontarkan bola sebesarnya 1,0 joule, maka
m/s2. Besarnya usaha yang diubah menjadi
tinggi h adalah ....
energi kinetik selama 2 sekon adalah
a. 50 cm
d. 25 cm
a.
2J
d. 32 J
b. 40 cm
e. 15 cm
b.
8J
e. 50 J
c. 35 cm
c.
18 J
8. Sebuah benda 2 kg bergerak pada permukaan 10. Seorang anak menarik benda bermassa 2 kg
licin dengan kecepatan 2 m/s. Dan dikerjakan
dengan gaya 80 N dengan membentuk 600
usaha sebesar 21 joule. Kecepatan akhir benda
terhadap horizontal. Maka usaha yang
tersebut adalah ........
dilakukan
oleh
anak
tersebut
untuk
a. 3 m/s
d. 6 m/s
memindahkan benda sejauh 5 m adalah...
b. 4 m/s
e. 7 m/s
a. 40 joule
d. 200 joule
b. 80 joule
e. 400 joule
c. 5 m/s
c. 120 joule
Kupang, 3 November 2010

xxvii

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

G. Elastisitas Benda
1.
Elastisitas
Elastistas adalah sifat suatu benda yang memungkinkan benda tersebut kembali pada ukuran
semula, setelah gaya yang mengubah bentuk benda tersebut ditiadakan. Setiap benda memunyai
batas elastisitas yang berbeda-beda. Jika suatu benda ditarik melebihi batas elastistasnya, maka
benda tersebut tidak kembali pada kedudukan semula. Benda tersebut mengalami perubahan
bentuk plastis.
2.
Kekuatan bahan
Untuk keperluan teknologi, kualitas suatu bahan harus diuji komposisi zat dan sifat mekanis
bahan. Empat sifat mekanis yang penting ialah kekuatan (strength), kekakuan (stiffness),
kelenturan (ductility) dan kekerasan (toughness)
Tegangan () adalah gaya (F) dibagi luas penampang (A)
tegangan =

luas

gaya
penampang

atau

F
A

Regangan (L)adalah pertambahan panjang (L) dibagi panjang awalnya (L0)


regangan =

3.

pertambahan panjang
panjang awal

e=

atau

L
L0

Hukum Hooke
Modulus elastis (modulus Young) suatu bahan (E) adalah tegangan () dibagi
regangannya(e). mod ulus

tegangan
regangan

atau E =

Jika gaya tarik tidak melampaui batas elastis pegas maka pertambahan panjang pegas
berbanding lurus dengan gaya tariknya. F= k x Pernyataan ini disebut hukum Hooke.
Prinsip pada susunan seri pegas adalah gaya tarik pada tiap pegas sama besar (F1=F2=. =
Fn). Susunan seri pegas mirip dengan susunan pararel resistor.
n
1
1
1
1
1
1
= = +
+ + ... +
k s i =1 k i k 1 k 2 k 3
kn
Prinsip pada susunan pararel pegas adalah pertambahan panjang tiap pegas sama besar (x1
= x2= = xn). Susunan pararel pegas mirip dengan susunan seri resistor.
n

k p = k i = k 1 + k 2 + k 3 + ... + k n
i =1

Contoh Soal dan Pembahasan


18. Dua kawat P dan Q masing-masing panjangnya
17. Sebuah logam mempunyai modulus Young 4
6
2
2
50 cm dan 80 cm ditarik dengan gaya yang
10 N/m , luas penampang 20 cm dan panjang
sama besar. Jika konstanta kawat P dan Q
5 m, tetapan gaya dari logam tersebut
masing-masing sebesar 200 N/m dan 300 N/m,
a.
400 N/m
d. 1600 N/m
maka perbandingan pertambahan panjang kawat
b.
800 N/m
e. 3200 N/m
P dan Q adalah
c.
1200 N/m
a.
1:1
d. 5 : 8
Pembahasan
6
2
2
b.
2
:
3
e. 8 : 5
Diketahui: E=410 N/m ;A=20 cm ; L= 5 m
c.
3:2
Ditanya:k= ...?
Pembahasan
E.A
L maka
Jawab: Jika F= k x dan F =
Diketahui:Lp= 50 cm; LQ= 80 cm
L
kp=200 N/m; kQ=300 N/m
E.A
k=
Ditanya: xP: xQ= ....?
L
Jawab:
6
-4
k=

E.A 4 10 20 10
=
L
5

=1600 N/m

xP: xQ=

Jawab: c

FP FQ
1
1
:
=
:
kP kQ
200 300

xP: xQ=3 : 2

Jawab: c

Soal Latihan
Kerjakan secara singkat dan jelas langkah-langkahnya!
xxviii

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

1. Pada percobaan elastisitas suatu pegas


b.
diperoleh data seperti tabel di bawah ini.
2,5 joule
Gaya (N)
Pertambahan panjang (m)
0,98
810-4
e. 10 joule
1,96
1610-4
c.
5,0 joule
2,94
-4
2410
5. Sebuah pegas bila diberi gaya 50 N dapat
3,92
3210-4
bertambah panjang 4 cm. Besar energi potensial
Dapat disimpulkan bahwa nilai konstanta pegas
pegas ketika diberi beban 125 N adalah ........
tersebut adalah ...
a. 6,25 J
a.
1.002 N.m-1
d. 1.245 N.m-1
b.
1.201 N.m-1
e. 1.250 N.m-1
c.
-1
1.225 N.m
d. 9,25 J
2. Tiga buah pegas disusun seperti pada gambar.
b.
7,25 J

Jika energi 2 joule meregangkan susunan pegas


sejauh 5 cm, maka nilai konstanta pegas (k)
dalam N/m adalah ....
k1
k1
k1
a.
200
600
900
b.
600
200
800
c.
600
300
200
d.
300
600
200
e.
300
200
600
3. Sepotong pegas yang digantung dan diberi
beban 0,1 kg, ternyata mengalami pertambahan
panjang sebesar 2 cm. Jika percepatan gravitasi
bumi 10 m/s, maka nilai konstanta pegas
tersebut adalah ....
a. 10 N/m

e. 10,25 J
c. 8,25 J

d. 45 N/m
b. 15 N/m

e. 50 N/m
c. 20 N/m
4. Tabel di bawah menggambarkan hasil
percobaan pegas yang salah satu ujungnya
diberi beban.

F menyatakan berat beban dan L menyatakan


pertambahan panjang. Hitunglah usaha yang
harus dilakukan untuk memperpanjang pegas
sejauh 10 cm?
a. 2,0 joule
d. 7,6 joule
xxix

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

6. Percobaan menggunakan pegas yang digantung


menghasilkan data sebagai berikut:
Percobaan F (N)
x (cm)
e. 5.000 N/m
1
88
11
2
64
8
c. 100 N/m
3
40
5
F= gaya beban pegas, x =pertambahanjang 8. Tiga buah pegas A, B dan C yang identik
dirangkai seperti gambar di bawah!
pegas. Dapat disimpulkan pegas memiliki
tetepan sebesar ....
a.
800 N.m-1
d. 0,8 N.m-1
A
B
b.
80 N.m-1
e. 0,08 N.m-1
c.
8 N.m-1
7.
Dari hasil percobaan yang dilakukan di
C
laboratorium pada sebuah pegas yang diberi
beban diperoleh hubungan antara beban yang
Jika ujung beban pegas C di gantung beban 1,2
digantungkan pada pegas terhadap pertambahan
N maka sistem mengalami pertambahan
panjang pegas tersebut seperti gambar grafik di
panjang 0,6 cm, konstanta masing-masing
bawah ini.
pegas adalah ....
a.
200 Nm-1
d. 360 Nm-1
b.
240 Nm-1
e. 240 Nm-1
c.
-1
300 Nm
9. Sebuah pegas saat diberi gaya sebesar 80 N
bertambah panjang 2 cm, maka pertambahan
Besarnya konstanta pegas adalah........
panjang pegas bila diberi gaya 140 N adalah
a.
a.
1,5 cm
d. 3,0 cm
10 N/m
b.
2,0 cm
e. 3,5 cm
c.
2,5 cm
10. Kawat X dan Y dibuat dari bahan yang sama. X
d. 1.000 N/m
memiliki diameter dua kali Y dan memiliki
panjang tiga kali Y. Perbandingan tetapan gaya
b. 5 N/m
kawat X dan Y adalah
a.
2:3
d. 4 : 3
b.
3:2
e. 4 : 9
c.
3:4
Kupang, 4 November 2010
H. Hukum Kekekalan Energi Kinetik
Jika pada suatu sistem hanya bekerja gaya-gaya dalam yang bersifat konservatif, maka energi
mekanik sistem pada posisi apa saja selalu tetap.
Em akhir = Em awal
Ep akhir +Ek akhir = Ep awal +Ek awal
Jika pada sistem bekerja gaya atau gaya-gaya tak konservatif, maka hukum kekekalan energi
mekanik dimodifikasikan menjadi teorema usaha energi mekanik: Usaha yang dilakukan oleh suatu
gaya atau gaya tak konservatif pada sutu partikel sama dengan perubahan energi mekanik total sistem;
Wtak konservatif = Em = Em akhir - Em awal
Contoh Soal dan Pembahasan
19. Sebuah benda bermassa 1 kg dilemparkan
20. Sebuah benda dengan massa 1 kg, dilemparkan
vertikal ke atas dengan kecepatan awal 20 m/s.
vertikal ke atas dengan kecepatan awal 40 m/s,
-2
Bila percepatan gravitasi g= 10 ms , maka
besarnya energi kinetik saat ketinggian benda
ketinggian benda pada saat EP=EK maks adalah
mencapai 20 m (g= 10 ms-2) adalah ...
a.
a.
5m
d. 20 m
300 J
d. 600 J
b.
b. 10 m
e. 25 m
400 J
e. 700 J
c.
c. 15 m
500 J
Diketahui: m=1 kg; v0=20 m/s; g= 10 ms-2
Diketahui: m=1 kg; v0=40 m/s; g= 10 ms-2
Ditanya:h= ...? EP=EK maks
Ditanya: EK= ....? h= 20 m
Jawab: EP=EK mak
Jawab:
m.g h = m v02
Ep A +Ek A = Ep B+Ek B
2
m. g h + Ek A = 0 = mvB2
v
400
Jawab: d
Jawab: d
h= 0 =
=20 m
EK= 600 J
2g
20
xxx

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA

Soal Latihan
Kerjakan secara singkat dan jelas langkah-langkahnya!
1. Sebuah peluru dengan massa 20 gram
ditembakkan pada sudut elevasi 60o dan
kecepatan 40 m.s-1 seperti gambar.
Ketika dilepas, balok meluncur tanpa gesekan
y (m)
sepanjang bidang miring. Kecepatan balok
ketika tiba di dasar bidang miring adalah ....
vx
a.
6 m.s-1
d. 12 m.s-1
v0
b.
8 m.s-1
e. 16 m.s-1
c.
-1
10 m.s
60o
4.
Pada
percobaan
di bawah ini, sebuah benda
x (m)
Jika gesekan dengan udara diabaikan, maka
dijatuhkan bebas dari ketinggian h dengan tanpa
energi kinetik peluru pada titik tertinggi adalah
kecepatan.
d.
A
0 joule
d. 12 joule
e.
4 joule
e. 24 joule
f.
8 2 joule
2. Sebuah balok bermassa m kg dilepaskan dari
B
h
puncak bidang miring yang licin seperti
h
gambar.

1/3 h

Perbandingan energi potensial dan kinetik


balok ketika berada di titik M adalah ....
a. Ep : Ek = 1 : 3
d. Ep : Ek = 2 : 3
b. Ep : Ek = 1 : 2
e. Ep : Ek = 3 : 2
c. Ep : Ek = 2 : 1
3. Sebuah balok ditahan di puncak bidang miring
seperti gambar.

h=5 m

Posisi B pada ketinggian h dari lantai.


Hitunglah perbandingan besar energi potensial
benda dengan energi kinetik benda pada posisi
B ........
a.
4
:
3

d. 1 : 3
b.
4

e. 1 : 4
c. 3 : 1
Kupang, 5 November 2010

I. Hukum Kekekalan 30
Momentum
o
Dalam suatu interaksi (antara dua benda atau lebih), momentum total sistem sesaat sebelum dan
sesudah interaksi adalah sama, asalkan hanya gaya-gaya interaksi antar benda dalam sistem (disebut
gaya dalam) yang bekerja terhadap sistem dan tidak ada gaya dari luar sistem interaksi yang bekerja.
Untuk sistem interaksi antara benda A dan B berlaku
mAvA + mBvB = mAvA +mBvB
Contoh interaksi yang sesuai dengan hukum kekekalan momentum adalah peristiwa ledakan,
tumbukan , penembakan proyektil dan peluncuran roket
Contoh Soal dan Pembahasan
21. Sebuah truk yang sedang berhenti ditabrak oleh
mtruk = 1.400 kg; mmobil = 600 kg
sebuah mobil yang berjalan dengan kecepatan
Ditanya: v = ?
72 km/jam. Setelah tabrakan kedua kendaraan
Jawab
itu berpadu satu sama lain. Jika massa truk
Hukum kekekalan momentum :
1.400 kg dan massa mobil 600 kg, kecepatan
mtruk vtruk + mmobil vmobil = (mtruk + mmobil) v
kedua kendaraan setelah tabrakan adalah ........
1.400 x 0 + 600 x 20 = (1.400 + 600) v
Pembahasan
0 + 12.000 = 2.000 v
Diketahui :
12.000 = 2.000 v
vtruk = 0 m/s; vmobil = 72 km/jam = 20 m/s
v = 12.000 : 2.000
v = 6 m/s
Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA
xxxi

22. Sebutir peluru bermassa 20 g ditembakkan dari


sepucuk senapan bermassa 4 kg. Jika senapan
tersentak ke belakang dengan kelajuan 0,2 m/s,
maka kelajuan peluru sesaat setelah
ditembakkan adalah
a.
10 m/s
d. 40 m/s
b.
20 m/s
e. 50 m/s
c.
30 m/s
3.
Pembahasan
4.
Diketahui:mp=0,02kg;ms=5 kg;

vs= -0,2 m/s; vs= vp= 0


Ditanya: vp = .?
Jawab:
mp vp+mpvp= mpvp+mpvp
0 = 0,02kg vp+ 5 kg (-0,2 m/s)
vp =50 m/s

Jawab:e

Soal Latihan
Kerjakan secara singkat dan jelas langkah-langkahnya!
c.
1. Bola A bermassa 0,4 kg bergerak dengan laju 6
1 12 m.s-1
-1
m.s dan menumbuk bola B bermassa 0,6 kg 3. Sebuah peluru karet berbentuk bola massanya
yang sedang bergerak mendekati bola A dengan
60 gram ditembakan horizontal menuju tembok
laju 8 m.s-1. Kedua bola tersebut bertumbukkan
seperti gambar.
tidak lenting sempurna. Laju bola setelah
50 ms-1
tumbukan adalah ...
a.
2,4 m.s-1 searah gerak bola B
v'
b.
2,5 m.s-1 searah gerak bola B
c.
1,4 m.s-1 searah gerak bola B
d.
2,4 m.s-1 searah gerak bola A
e.
2,5 m.s-1 searah gerak bola A
Jika bola dipantulkan dengan laju yang sama,
2. Dua bola A dan B mula-mula bergerak seperti
maka bola menerima impuls sebesar ...
pada gambar.
a. 12 N.s
d. 3 N.s
vA= 2 ms-1
vB= 1 ms-1
b. 6 N.s
e. 2 N.s
c. 5 N.s
1 kg
1 kg
4. Sebuah inti atom yang mula-mula bermassa m
tiba-tiba meledak menjadi dua bagian A dan B.
Apabila massa bagian A 4 kali massa nagian B,
perbandingan kecepatan A dan B sesaat ledakan
Kedua bola kemudian bertumbukan tidak
adalah
lenting sama sekali. Kecepatan bola A dan B
a.
1:3
d. 2 : 1
setelah tumbukan adalah ...
b.
1:
4
e. 4 : 1
1
a.
-1
-1
m.s
d.
2
m.s
2
c.
1:5
1
b.
-1
-1
1 m.s
e. 2 2 m.s
Kupang, 6 November 2010

xxxii

Siap Ujian Nasional 2014 FISIKA SMA