Anda di halaman 1dari 13

A.

PENGERTIAN TUMBANG
Pertumbuhan adalah perubahan dalam ukuran atau nilai-nilai yang
memberikan ukuran tertentu dalam kedewasaan.
(Ilmu kesehtan anak Nelson, 1990 hal : 14)
Pertumbuhan merupakan bertambah jumlah dan besarnya sel di seluruh
bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur.
(Whalley dan Wong, 2000)
Perkembangan adalah bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang
dapat dicapai melalui tumbuh kematangan dan belajar.
(Whalley dan Wong, 2000)
Jadi, pertumbuhan dan perkembangan adalah perubahan nilai dan ukuran
fisik seseorang yang disertai perubahan bentuk dan fungsi pematangan organ
mulai dari aspek sosial, emosional dan intelektual.
B. TAHAPAN TUMBUH KEMBANG
Tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan adalah :
1.

Masa Pranatal atau Masa Intra Uterin (masa janin dalam kandungan)
Masa ini dapat dibagi menjadi 2 periode :
a.

Masa embrio adalah sejak konsepsi sampai umur kehamilan 8


minggu. Ovum yang telah dibuahi dengan cepat menjadi suatu
organisme, terjadi diferensiasi yang berlangsung cepat, berbentuk
sistem organ dalam tubuh.

b.

Masa fetus adalah sejak umur 9 minggu sampai kelahiran.


Masa ini terdiri dari dua periode:
1. Masa fetus dini, sejak usia 9 minggu sampai dengan trimester
kedua kehidupan intra uterin, terjadi percepatan pertumbuhan,
pembentukan jasad manusia sempurna dan alat tubuh telah
terbentuk dan mulai berfungsi.
2. Masa fetus lanjut, apda trimester akhir pertumbuhan berlangsung
pesat dan adanya perkembangan fungsi-fungsi. Pada masa ini
terjadi transfer imunoglobulin G (Ig G) dari darah ibu melalui

plasenta. Akumulasi asam lemak esensial seri Omega 3, Omega 6


pada otak dan retina.
3.

Masa Postnatal atau Masa Setelah Lahir, terdiri dari beberapa


periode :
a.

Masa Neonatal (0-28 hari), terjadi adapatasi terhadap


lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah, serta mulainya berfungsi
organ-organ tubuh lain.

b.

Masa bayi, dibagi menjadi 2 bagian :


1. Masa bayi dini (1-12 bulan) pertumbuhan yang pesat dan proses
pematangan berlangsung secara kontinyu terutama meningkatnya
sistem syaraf.
2. Masa bayi akhir (1-2 tahun), kecepatan pertumbuhan mulai menurun
dan terdapat kemajuan dalam perkembangan motorik dan fungsi
ekskresi.

c.

Masa prasekolah (2-6 tahun), pada saat ini pertumbuhan


berlangsung dengan stabil, terjadi perkembangan dengan aktifitas jasmani
yang bertambah dan meningkatnya ketrampilan dan proses berpikir.

d.

Masa sekolah atau masa pubertas (wanita : 6 10 tahun,


laki-laki : 8 12 tahun), pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan
masa prasekolah, ketrampilan dan intelektual makin berkembang, senang
bermain berkelompok dengan jenis kelamin yang sama.

e.

Masa edolesensi atau masa remaja (wanita : 10-18 tahun,


laki-laki : 12 20 tahun), anak wanita 2 tahun lebih cepat memasuki masa
remaja dibanding anak laki-laki. Pada masa ini terjadi percepatan
pertumbuhan berat badan dan tinggi badan yang pesat dan disebut
Adolescent Growth Sport. Pada masa ini juga terjadi pertumbuhan dan
perkembangan dari alat kelamin dan timbulnya tanda-tanda kelamin
sekunder.

C. CIRI-CIRI PERTUMBUHAN

Secara garis besar terdapat 4 kategori perubahan sebagai ciri pertumbuhan,


yaitu :
1.

Perubahan ukuran
Terlihat pada pertumbuhan fisik dengan bertambahnya umur akan terjadi
pula penambahan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, organ tubuh
seperti jantung, paru-paru, atau usus akan bertambah besar sesuai
peningkatan kebutuhan tubuh.
Tabel 1 : Berat badan dan panjang rata-rata bayi berumur 0 1 tahun
(Sumber : Liem Jay Tie, dkk : weight and height of native and chinese
infant in Batavia. Indian J. Pediat, 5 : 1, 1938).

2.

Umur

Laki-laki
Berat

Panjang

Perempuan
Berat
Panjang

(minggu)
0

(g)
3000

(cm)
49,0

(g)
2900

(cm)
48,5

3850

53,1

3800

52,4

4650

55,9

4400

52,5

12

5400

58,9

5000

58,2

16

5900

61,2

5500

60,3

20

6350

63,0

6000

62,1

24

6700

64,4

6250

63,4

28

6950

65,9

6550

64,9

32

7200

66,9

6750

66,3

36

7500

68,1

6950

67,7

40

7600

68,9

7100

68,3

44

7700

70,0

7300

69,0

48

7700

71,1

7400

69,9

52

7800

73,4

7500

70,8

Perubahan proporsi
Proporsi tubuh bayi baru lahir sangat berbeda dibandingkan tubuh anak
ataupun orang dewasa. Pada bayi baru lahir, kepala relatif mempunyai

proporsi yang lebih besar dibanding dengan umur-umur lainnya.


Perubahan proporsi tubuh mulai usia 2 bulan sampai dewasa (25 tahun).

3.

Hilangnya ciri-ciri lama


Selama proses pertumbuhan terdapat hal-hal yang terjadi perlahan-lahan
seperti

menghilangnya

kelenjar

timus,

lepasnya

gigi

susu

dan

menghilangnya refleks-refleks primitif.


4.

Timbulnya ciri-ciri baru


Timbulnya ciri-ciri baru ini adalah sebagai akibat pematangan fungsifungsi organ. Perubahan fisik yang penting selama pertumbuhan adalah
munculnya gigi tetap yang menggantikan gigi susu yang telah lepas, dan
munculnya tanda-tanda seks sekunder seperti tumbuhnya rambut pubis dan
aksila, tumbuhnya buah dada pada wanita.

D. CIRI-CIRI PERKEMBANGAN
1.

Perkembangan Mental
a.

Bayi yang masih menyusu (0 1 tahun)


Besar kecilnya rasa percaya yang diperoleh bayi sebagian besar
tergantung pada bakatnya sendiri dan sebagian lagi pada sikap orangorang di sekitarnya. Dalam tingkat ini perasaannyalah yang terpenting.
Seorang anak yang sangat rentan akan dapat membedakan rangsang
yang diterimanya dengan baik, seperti suhu, makanan, waktu
perawatan, dan keadaan seseorang yang merawatnya.

b.

Umur 1 4 tahun
Anak mulai memahami perbedaan antara dirinya dan dunia luar
dengan lebih jelas. Kesadaran bahwa ia merupakan seorang manusia
juga mulai timbul. Anak mulai mengalami pertentangan dengan orang
tua, terutama ibunya, karena anak hanya mengenal kepentingan dirinya

sendiri dan tidak mengenal kepentingan orang lain. Masa ini


dinamakan Berkeras kepala (kopigheids periode).
c.

Umur 5 7 tahun
Bila perkembangan anak pada tahap sebelumnya berlangsung dengan
baik, maka selanjutnya anak dapat masuk ke Taman Kanak-kanak.
Masa ini juga ditentukan oleh faktor-faktor yang ada pada anak dan
oleh keadaan dunia lurnya. Faktor yang terpenting ialah perbedaan
waktu dan kemahiran mengerjakan sesuatu. Dengan demikian dapat
dilihat bahwa ada seseorang anak yang melakukan ketrampilan
mempunyai peranan penting karena sebagian dari mainan dan
aktivitasnya di Taman Kanak-kanak memerlukan ketrampilan.

d.

Umur 7 11 tahun
Pada tahap ini mula-mula anak laki-laki dan perempuan akan bermain
bersama-sama, tetapi setelah masuk Sekolah Dasar akan tampak
mereka berpisah. Anak perempuan lebih menyukai gerombolan yang
besar.

e.

Umur 11 19 tahun (Pubertas dan Remaja)


Dalam masa ini terjadi proses pemantangan seksual dan hal ini
diperlukan untuk membentuk ciri-ciri kelakuan dalam pergaulan antara
anak-anak berlainan jenis kelamin. Selain proses ini, juga persamaan
hak dari orang tua merupakan hal yang penting. Persamaan hak ini
membawa perubahan terakhir dalam keseimbangan antara keadaan
masih tergantung dengan kemampuan berdiri sendiri. Hubungan
dengan teman-teman sebaya penting, karena hubungan ini akan
memberikan rasa aman dan kepastian kepada remaja dan merupakan
hubungan yang tidak diperoleh di dalam rumah.

2. Perkembangan sosial
Setelah anak menjadi sosial aktif, terdapat hubungan antara ia dan
teman-temannya yang sebaya. Jai makin lebih berarti teman sebaya
dalam kehidupan anak, maka akan kurang berarti hubungannya dengan
orang dewasa yang semula sangat dekat dengannya.

E. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN


PERKEMBANGAN
1.

Faktor Internal
a.

Perbedaan ras / etnik / bangsa


Bila seseorang dilahirkan sebagai ras Eropa maka tidak mungkin ia
memiliki faktor herediter ras orang Indonesia atau sebaliknya. Tinggi
badan tiap bangsa berlainan, pada umumnya ras orang kulit putih
mempunyai ukuran tungkai yang lebih panjang daripada ras orang
Mongol.

b.

Keluarga
Ada kecenderungan keluarga yang tinggi-tinggi dan keluarga yang
gemuk-gemuk.

c.

Umur
Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa prenatal, tahun
pertama kehidupan dan masa remaja.

d.

Jenis Kelamin
Wanita lebih cepat dewasa daripada anak laki-laki. Pada masa pubertas
wanita umumnya lebih cepat daripada laki-laki dan kemudian setelah
melewati masa pubertas laki-laki akan lebih cepat.

e.

Kalainan genetic
Sebagai salah satu contoh : Achondroplasia yang menyebabkan
dwarfisme, sedangkan sindroma Marfan terdapat pertumbuhan tinggi
badan yang berlebihan.

f.

Kelainan kromosom
Kelainan

kromosom

umumnya

ditandai

dengan

kegagalan

pertumbuhan seperti sindroma Downs dan sindroma Turners.


2.

Factor Eksternal
a.

Faktor Pranatal
1)

Gizi

Nutrisi ibu hamil terutama dalam trimester akhir kehamilan akan


mempengaruhi pertumbuhan janin. Gizi ibu yang jelek sebelum
terjadinya kehamilan maupun pada waktu sedang hamil lebih
sering menghasilkan bayi BBLR atau lahir mati dan jarang
menyebabkan cacat bawaan. Di samping itu dapat pula
menyebabkan hambatan pertumbuhan otak janin, anemia pada bayi
baru lahir, infeksi, abortus dan sebagainya.
2)

Mekanis
Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kelainan congenital
seperti club foot, palsi fasialis, dislokasi panggul.

3)

Toksin / zat kimia


Aminopterin dan obat kontrasepsi dapat menyebabkan kelainan
palatoskisis. Demikian pula dengan ibu hamil yang perokok berat
atau peminum alkohol kronis sering melahirkan bayi BBLR, lahir
mati, cacat atau retardasi mental. Keracunan logam brat pada ibu
hamil, misalnya karen makan ikan yang terkontaminasi mercuri
dapat menyebabkan mikrosefali dan palsi serebralis.

4)

Endokrin
Diabetas mellitus dapat menyebabkan makrosomia, kardiomegali,
hyperplasia adrenal.

5)

Radiasi
Paparan radium dan sinar rontgen dapat menyebabkan kelainan
pada janin seperti mikrosefali, spina, bifida, retardasi mental, dan
deformitas anggota gerak, kelainan congenital mata, kelainan
jantung.

6)

Infeksi
Infeksi pada trimester pertama dan kedua oleh TORCH
(Toksoplasma, Rubella, Sitomegalo virus, Herpes simpleks), PMS,
serta penyakit virus lainnya dapat menyebabkan kelainan pada
janin seperti katarak, bisu, tuli, mikrosefali, retardasi mental,

campak, polio, varicela, HIV, malaria, hepatitis dan kelainan


jantung congenital.
7)

Kelainan imunologi
Eritoblastosis fetalis timbul atas dasar perbedaan golongan darah
antara janin dan ibu, sehingga ibu membentuk antibody terhadap
sel darah merah janin, kemudian melalui plasenta masuk ke dalam
peredaran darah janin dan akan menyebabkan hemolisis yang
selanjutya mengakibatkan hiperbilirubinemia dan kern icterus yang
akan menyebabkan kerusakan jaringan otak.

8)

Anoksi embrio
Anoksia embrio yang disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta
menyebabkan pertumbuhan terganggu.

9)

Psikologi ibu
Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah satu kekerasan
mental pada ibu hamil dan lain-lain.

b.

Faktor Persalinan
Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala dan asfiksia
dapat menyebabkan kerusakan pada jaring otak.

c.

Faktor Pasca Natal


1) Gizi
Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan yang
adekuat.
2) Penyakit kronis/kelainan congenital
Tuberculosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakibatkan
retardasi pertumbuhan jasmani
3) Lingkungan fisis dan kimia
Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya sinar matahari,
paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu (Pb, Mercuri, rokok,
dan lain-lain) mempunyai dampak yang negative terhadap
pertumbuhan anak.
4) Psikologis

Hubungan anak dengan orang sekitarnya. Seorang anak yang tidak


dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu merasa
tertekan akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan
perkembangannya.
5) Endokrin
Gangguan hormone, misalnya pada penyakit hiotiroid akan
menyebabkan anak mengalami hambatan pertumbuhan. Difisiensi
hormone pertumbuhan akan menyebabkan anak menjadi kerdil.
6) Sosio-ekonomi
Kemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan,
kesehatan. lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan, akan
menghambat pertumbuhan, anak.
7) Lingkungan pengasuhan
Pada

lingkungan,

pengasuhan,

interaksi

ibu

anak

sangat

mempengarahi tumbuh kembang anak.


8) Stimulasi
Perkembangan memerlukan rangsangan stimulasi khususnya dalam
keluarga, misalnya dalarn penyediaan alat mainan, sosialisasi anak,
keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak,
perlakuan ibu terhadap perilaku anak.
9) Obat-obatan
Pemakaian

kortikosteroid

jangka

lama

akan

menghambat

pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang


terhadap susunan saraf pusat yang menyebabkan terhambatnya
produksi hormon pertumbuhan.
F. TEORI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK
1. Perkembangan psikoseksual (Freud)
a. Fase oral (0 11 bulan)
b. Fase anak (1 3 tahun)
c. Fase falik (3 6 tahun)

d. Fase laten (6 12 tahun)


e. Fase Genital (12 18 tahun)
2. Perkembangan Psikososial (Erikson)
a. Percaya versus tidak percaya (0 1 tahun)
b. Otonomi versus rasa malu dan ragu (1 3 tahun)
c. Inisiatif versus rama bersalah (3 6 tahun)
d. Industri versus inferiority (6 12 tahun)
e. Identitas dan kerancuan peran (12 18 tahun)
3. Perkembangan kognitif (plaget)
a. Tahap sensoris - motorik ( 0 - 2 tahun)
b. Pra operasional ( 2 - 7 tahun)
c. Concrete operational (7 - 11 tahun)
d. Formal opei-ation (11 - 15 tahun)
G. MASALAH TUMBUH KEMBANG ANAK
1. Gagal tumbuh ( Failure to thrive)
Merupakan kegagalan untuk tumbuh dimana sebenarnya anak tersebut
lahir dengan cukup bulan akan tetapi dalam pertumbuhan dan
perkembangan selanjutnya mengalami kegagalan pertumbuhan fisik
dengan malnutrisi dan retardasi perkembangan sosial atau motorik. Faktor
yang mempengaruhinya adalah gangguan psikososial dimana anak tidak
mendapatkan kasih sayang dari orang tua.
2. Gangguan makan
Gangguan makan pada anak sering kita jumpai pada masyarakat yang
belum memahami prosedur pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak,
Gangguan makan pada anak yang sering kita temukan seperti penolakan
makan, gangguan regurgitasi pada masa bayi, anoreksia nervosa, pika, dan
bulimia.
3. Gangguan tidur

Gangguan tidur dalam hal ini adalah gangguan tidur teror dan gangguan
tidur berjalan (somnambulisme). Gangguan tidur teror ditandai dengan
anak kadang-kadang sering menangis pada tengah malam, menjerit,
merinth. Gangguan tidur berjalan merupakan keadaan berulang bangkit
dari tempat tidur dan berjalan sewaktu tidur.
4. Enuresis fungsional
Merupakan gangguan dalam pengeluaran uri involunter pada waktu siang
atau malam hari pada anak yang berumur lebih dari 4 tahun tanpa ada
kelainan fisik maupun penyakit organik. Hal ini terjadi karena kegagalan
dalam toilet training.
5. Enkopresis fungsional
Merupakan gangguan dalam pengeluaran tinja yang tidak terkontrol yang
terjadi berulang-ulang tanpa adanya konstipasi ataupun penyebab organik
pada anak umur lebih dari 4 tahun. Kondisi demikian dapat disebabkan
karena kondisi psikologis pada anak karena kegagalan dalam melakukan
BAB.
6. Gagap
Merupakan gangguan dalam arus bicara pada anak yang ditandai dengan
adanya pengulangan suara, suku kata, atau terjadi bloking dalam bicara.
Gagap dapat terjadi karena faktor psiologis.
7. Retardasi
Merupakan gangguan dalam perkembangan dimana terjadi gangguan
dalam fungsi intelektual yang subnormal adanya perilaku adaptif sosial
dan timbul pada masa perkembangan yaitu di bawah umur 18 tahun dan
dapat dilihat dengan tes IQ. Retardasi mental ringan dengan taraf IQ 50
70, retardasi mental sedang dengan taraf 35 49, retardasi mental berat
dengan taraf IQ 20 34, retardasi mental sangat berat IQ < 20. Retardasi
mental dapat disebabkan oleh faktor genetik, faktor ibu selama hamil
dimana terjadi gangguan di dalam gizi atau penyakit pada ibu seperti
rubella, atau adanya virus lain atau juga faktor setelah lahir dimana dapat

terjadi kerusakan otak apabila terjadi infeksi seperti terjadi menigitis,


ensefalitis, dll.

8. Austisme
Dikenal dengan sindrom keanner dengan memiliki gejala tidak mampu
bersosialisasi, mengalami kesulitan menggunakan bahasa, berperilaku
berulang-ulang. Dapat secara singkat dikatakan bahwa autisme merupakan
suatu keadaan anak dapat berbuat semaunya sendiri baik cara berpikir atau
berperilaku.