Anda di halaman 1dari 6

RANGKUMAN LC LECTURE 39

MATI DAN PERUBAHAN SETELAH MATI


BY DR. M ZAENURI S HIDAYAT, SPF, MSIMED
A. DIMENSI MANUSIA
1. Individu (Somatic)
2. Kumpulan dari berbagai macam sel (Cellular)
Kematian harus dipandang dari dua dimensi tersebut.
B. PENGERTIAN HIDUP DAN MATI
Human life continous for as long its vital functions, distinguished from
the simple of the organs, manifest themselves without, or even with the
help of artificial process by Paus Pius XII
Allahlah yang mewafatkan jiwa-jiwa manusia dan Allah pula yang
memegang jiwa manusia saat tidur QS Azzumar
HIDUP dan RUH : TIDAK IDENTIK
Awal konspesi-120 hari: Kehidupan ADA, Ruh BELUM ADA
Ruh ada setelah 120 hari pasca konsepsi
HIDUP
Berfungsinya berbagai organ vital
(paru, jantung, dan otak)
Sebagai satu kesatuan yang utuh

MATI
Berhentinya secara permanen
fungsi berbagai organ vital
Ditandai oleh berhentinya konsumsi
oksigen

Ditandain oleh adanya konsumsi


oksigen

C. PENENTUAN KEMATIAN
a. Konsep Konvensional
Dipakai untuk kasus kematian biasa. Permanent cessation of heart
beating and respiration is death. Fs spontang pernapasan dan jantung
telah berhenti secara pasti by PB IDI, 1990

b. Penemuan alat bantu hidup


Dipakai untuk kasus-kasus luar biasa e.g pasien yang dipasang
respirator. Pasien yang dipersiapkan untuk donor. Keracunan, sengatan
listrik, gangguan metabolisme, hipotermi dll. Bila terbukti telah terjadi
kematian batang otak by PB IDI, 1990
D. PEMERIKSAAN
FS PARU
Auskultasi
Tes Winslow
Tes Cermin
Tes Bulu Burung

FS JANTUNG
Auskultasi
Tes Magnus
Tes Icard
Insisi arteri radialis

E. DASAR PEMIKIRAN
1. Diagnosis brean death terlalu luas
2. Proses brain death tidak terjadi secara serentak namun bertahap
3. Brainstem merupakan bagian otak yang paling tahan terhadap
anoksia dibanding korteks dan thalamus, serta mengatur fungsi
vital terutama pernapasan
F. PENENTUAN MBO
1. Sudahkah ditemu prasyarat? Apakah pasien koma dan mendapat
ventilasi buatan? Adakah kerusakan otak struktural?
2. Sudahkah diteliti adanya kriteria penolakan?
3. Adakah tanda-tanda: refleks batang otak negatif? Henti nafas
menetap (sewaktu dilepas dari ventilator?
4. Bila ya, pasien dapat dinyatakan mati, ventilator memberi ventilasi
kepada sesosok mayat. Maka dari itu ventilator harus segera
dihentikan
5. Pasien mati ketika batang otak dinyatakan mati, bukan sewaktu
mayat dilepas dari ventilator dan jantung berhenti berdenyut
6. Diagnosis mati batang otak, tidak diperlukan EEG atau angiograf
7. Bila pasien merupakan donor organ, ventilator dan segala terapi
diteruskan sampai organ yang dibutuhkan diambil
G. KRITERIA DIAGNOSTIK
- Hilangnya semua respon terhadap sekitarnya
- Tidak ada gerakan otot serta postur
- Tidak ada refleks pupil dan kornea
- Tidak ada respon motorik dari syaraf kranial terhadap rangsangan
- Tidak ada refleks menelan atau batuk saat ET dimasukkan ke laring
- Tidak ada refleks vestibulo okularis terhadap rangsangan air es
yang dimasukkan ke dalam lubang telinga
- Tidak ada napas spontan ketika respirator dilepas untuk waktu cukup
lama walaupun pCO2 sudah melampai ambang rangsang napas
(50torr) baru boleh dilakukan paling cepat 6JAM setelah onset koma.
HARUS diulang lagi paling cepat 2JAM dari tes pertama
H. KESUKARAN DIAGNOSTIK MBO

HASIL PEMERIKSAAN
1. Pupil terfiksasi
2. Refleks okulo-vestibular (-)

3. Tidak ada nafas


4. Tak ada aktifitas motor

5. EEG: isoelektrik

I.

KEMUNGKINAN KAUSA
Obat anti kolinergik
Obat pelumpuh otot
Penyakit sebelumnya
Obat penekan vestibular
Penyakit sebelumnya
Henti nafas pasca
hiperventilasi
Obat pelumpuh otot
Obat pelumpuh otot
Locked in state
Obat sedativa
Obat sedativa
Anoksia
Hipotermia
Ensefalitis
trauma

PERUBAHAN SESUDAH MATI


a. Perubahan pada darah
1. <24H penurunan pH darah [penumpukan co2, glikogenolisis,
glikolisis, penumpukan asam laktat, pemecahan asam amino dan
lemak]
2. >24H peningkatan pH darah [proteolisis secara enzimatis yang
menyebabkan kenaikan kadar ureum]
3. Kadar glukosa darah akan menurun
b. Perubahan pada kulit muka
Fungsi jantung STOP Sirkulasi STOPdarah pada kapiler kulit turun
ke vena yang lebih besar di bawah kulitMUKA PUCET
c. Relaksasi Otot
Kematian otaktonus otot HILANGDilatasi IRIS dan SPINGTER ANI,
jatuh RAHANG BAWAH, kolaps DADA [stadium ini disebut Relaksasi
PRIMER, Relaksasi SEKUNDER terjadi setelah Kaku Mayat]
d. Perubahan pada Mata
Pandangan kosongrefleks cahaya negativekornea mengering1012 jam kornea mengeruhtekanan bola mata menurun
e. Penurunan Suhu
Metabolisme tubuh berhentisuhu mayat turun menyesuaikan suhu
sekitarnya melalui Radiasi, Konduksi, Pancaran
f.

Lebam mayat dan mekanismenya


Sirkulasi berhenti(gaya grafitasi bumi) darah mengumpul pada
lokasi bagian bawah tubuh
Ini terjadi 1-2 jam, namun tergantung pada variasi individual.
Warna:
1. Merah keunguan/kebiruan
2. Merah kecoklatan: methHB, anilin, khlorat

3. Merah terang (cherry pink appearance:CO)


Cara Mendiagnosis: tekan dengan jarihasil memucat = <4H atau
tidak memucat = >4H
Faktor pengaruh: penyakit KRONIS dan Anemia
g. Kaku Mayat

(maaf editor ini saya letakkan slidenya karena saya gak paham
bagaimana mengungkapkannya dengan kata-kata hehehe)
Proses timbulnya kaku mayat dimulai dari
Palpebra

2-3 JAM

Dagu
Leher

6-8 JAM

Rea
d
by
this
way

Punggung
Kaki

Stay: 36-48
JAM

Kaku Mayat di-PERTAHANKAN Relaksasi Sekunder dari Rahang


sampai Kaki
Faktor Pengaruh:
1. Persediaan glikogen otot
2. Aktivitas sebelum mati
3. Suhu udara
4. Umur
Kondisi Mirip Kaku Mayat
Cadaveric Spasm, Heat Stiffening, Freezing
h. PEMBUSUKAN DAN MODIFIKASINYA
Mekanisme: OTOLISA DAN MIKRO ORGANISME [Cl. Welchii]

1. Otolisa
Sel mati EnzymNukleoprotein Sitoplasma Dinding Sel
LUNAK
Morphology of Necrotic Death: A normal cell begins to
SWELL before LOSING its MEMBRANE INTEGRITY LYSING
SPILLING its contents into the surrounding area
2. Mikro Organisme [Clostridium Welchii : kiye nama bakteri bukan
wong loh ya hahahahaha]
Cl. Welchii adalah FLORA NORMAL saat masih hidup @rectum. Saat
MATI daya tahan tubuh NEGATIF Cl Welchoo menghasilkan gas
H2S menyebabkan BAU BUSUK dan PEMBENGKAKKAN
TANDA TANDA PEMBUSUKKAN
1. Vena terjadi pelebaran (arborescen pattern)
2. Perut mengembang
3. Muka bengkak
4. Scrotum bengkak
5. Mata menonjol
6. Lidah terjulur
7. Kulit terdapat BULA
8. Kuku lepas
9. Rambut Rontok
Waktu Pembusukkan pada ALAT DALAM
CEPAT
LAMBAT
SANGAT LAMBAT

Otak, Hati, Lambung


Esofagus, Paru, Jantung
Prostat, Rahim

FAKTOR PENGARUH KECEPATAN PEMBUSUKAN

1. Faktor Luar
a. Mikro organisme
b. Suhu
c. Kelembabab udara
d. Media
2. Faktor Dalam
a. Umur
b. Sebab kematian
c. Keadaan mayat

MODIFIKASI PEMBUSUKKAN
1. MUMIFIKASI
a. Tanda-tanda
1. Mayat menjadi kecil
2. Kering
3. Mengkerut
4. Coklat hitam
5. Tidak berbau

b. Syarat
1. Udara kering
2. Kelembaban rendah
3. Suhu tinggi
4. Bakteri (-)
2. SAPONIFIKASI
a. Tanda-tanda
1. Warna keputihan
2. Perabaan lunak
3. Berbau tegik
4. Susunan anatomi tidak utuh
b. Syarat
1. Udara hangat
2. Kelembaban tinggi
3. Basah
4. Pada kulit berlemak
J. FORENSIK ENTOMOLOGI
SIKLUS LARVA: 1 HARI 3-4 MINGGU
0-3 hari
4-7 hari
8-18 hari
19-30 hari
>30 hari

Lalat
Larva lalat dan kumbang
Dinding perut terburai [semut, kecoa. Lalat,
kumbang]
Lembab: tubuh basah dan lengket
Kering: tubuh mengering (kumbang dan tungau)
Tulang, kulit dan rambut menyerupai tanah
disekitarnya dan sangat BERBAU

SELESAI
Nb. Editor tolong dicek lagi ya mbok ada yang
salah atau penulisannya ngawur. Satu lagi di ppt
39 ini slide ke 27 belum saya cantumkan soalnya,
gak ngerti itu faktor buat apa. Mohon dikoreksi
makasiiih, maaf telat.