Anda di halaman 1dari 36

N AV I G A S I

BISNIS
T E R P E R C AYA
Kamis, 2 Juli 2015

Tahun XXX No. 10165 Terbit 36 halaman

0,13%

IHSG
4.904,06

0,25%

1/7/2015

BI-27
415,77
1/7/2015

1,09%

Hang Seng
26.250,03

0,46%

30/6/2015

Nikkei
20.329,32

0,42%

1/7/2015

STI
3.331,14

USD
13.331,00

0,01%

1/7/2015

0,52%

1/7/2015

EUR
14.842,15

SGD
9.900,13

0,06%

1/7/2015

JPY(100)
10.880,31

0,14%

1/7/2015

1/7/2015

INFLASI JUNI DI BAWAH EKSPEKTASI

Waspadai Potensi Dampak El Nino


JAKARTA Tingkat inflasi Juni berada di bawah
ekspektasi pasar yakni tercatat hanya 0,54%, atau
relatif lebih rendah dibandingkan dengan bulanbulan puasa sebelumnya. Namun, pemerintah
diingatkan untuk mewaspadai potensi dampak
anomali cuaca (El Nino).
Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan
menghadiri satu acara di Jakarta, belum
lama ini. Dia menilai kebijakan pelonggaran LTV dan penurunan suku bunga bagi
UMKM membuka peluang untuk memacu
pertumbuhan bisnis.

22

Editor's Choice
Kendati penyerapan anggaran belanja modal pemerintah
baru 9,4% pada 29 Juni 2015,
Wakil Presiden Jusuf Kalla tetap
menargetkan realisasi 100%
pada akhir 2015.

Sri Mas Sari


sri.massari@bisnis.com

Inflasi bulan lalu hanya lebih tinggi dari Juni 2014, tetapi lebih rendah
dari Juni 2010-2013. Dibandingkan
dengan bulan puasa beberapa
tahun terakhir yang jatuh pada JuliAgustus pun, inflasi kali ini lebih
rendah. Inflasi yang lebih melemah
setidaknya terlihat pada kelompok
makanan jadi dan transportasi.
Konsensus pasar memperkirakan
inflasi Juni menguat 0,67% dari
0,5% pada bulan sebelumnya, berdasarkan estimasi median dalam
survei Bloomberg. "Saya melihat
pengaruh daya beli yang melemah

BI tetap pada kecenderungan kebijakan moneter


ketat seiring dengan
tantangan eksternal yang
rumit.
Relaksasi makroprudensial cukup menolong,
tetapi dampaknya terbatas
terhadap konsumsi.

2
0,62

0,55

0,43

Perkembangan Inflasi Juni (%)


2010

2011

Sumber: BPS

51 50,5

Bisnis/Dedi Gunawan

Kebijakan Pelonggaran LTV:

1,03
0,977

52,4

2012

2014

2013

52,7

50,7

51,1
49,2
itu mungkin ada, dan kita melihat
50,1
49,5
48 48,5 47,5
47,8
bahwa betul-betul ekonomi 2015
46,7
HSBC Indonesia
ini harus dijaga pada semester II,"
47,6
kata Gubernur Bank Indonesia Agus
47,1
Manufacturing
46,4
Martowardojo, Rabu (1/7).
PMI 2014-2015
Pelemahan daya beli itu pula yang
membuat perlambatan ekonomi kian Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun
serius. Agus melihat pertumbuhan
14 Sumber: HSBC, Nikkei, Markit Purchasing Managers Index, diolah.
15
Bisnis/Ilham Nesabana
ekonomi paruh pertama tahun ini
Lemahnya konsumsi rumah
tidak terlalu menggembirakan dan lah kelompok bahan makanan, a.l.
berharap konsumsi pemerintah dan daging ayam ras, telur ayam ras, tangga kali ini lebih dominan karena inflasi inti menunjukkan tekanan
investasi terakselerasi pada paruh beras, ikan segar, dan gula.
Kelompok bahan makanan meng- yang rendah meskipun mendekati
kedua sehingga efeknya menetes
alami inflasi 1,6% yang berkon- Lebaran, musim di mana kita biasapada konsumsi masyarakat.
Sekalipun inflasi relatif rendah, tribusi 0,33% terhadap inflasi Juni. nya terjadi puncak konsumsi, jelas
bank sentral tetap pada kecenderung- Sementara itu, inflasi kelompok Dian.
Ekonom Bank of America Merrill
an kebijakan moneter ketat seiring makanan jadi tercatat 0,55% dan
memberi andil 0,09% terha- Lynch Hak Bin Chua berpendapat
dengan tantangan eksternal
dap inflasi. "[Sebesar] 60% relaksasi makroprudensial memang
yang rumit, khususnya terOP Redam
inflasi berasal dari bahan cukup menolong, tetapi dampaknya
kait dengan perkembangan
Inflasi Juni
makanan," ujar Kepala BPS terbatas terhadap konsumsi karena
ekonomi Amerika Serikat,
9
permintaan sedang lesu.
Suryamin.
harga komoditas, dan konEkonom PT Bank Danadisi di Tiongkok.
Jadi, secara umum stance mone- mon Indonesia Tbk Dian Ayu DAMPAK EL NINO
ter kita masih akan sama [ketat]," Yustina menilai perlambatan ekoSementara itu, dalam risetnya,
nomi telah menahan tingkat inflasi tiga ekonom Morgan yakni Stanley
tutur Gubernur BI.
Badan Pusat Statistik pada Rabu pada level rendah. Pelemahan kon- Deyi Tan, Zhixiang Su dan Ju Yu Lee
(1/7) mengumumkan pendorong sumsi rumah tangga, tecermin pada mengingatkan kewaspadaan otoritas
utama inflasi sepanjang Juni (ber- inflasi inti yang stabil 5,04%, akibat terkait dengan potensi dampak anosamaan dengan bulan puasa) ada- terpapar oleh depresiasi rupiah.
mali cuaca (El Nino), yang membu-

KEWAJIBAN PAKAI RUPIAH

BI Masih Beri
Pelonggaran
Direktur Utama

PT Pelayaran Nasional
Indonesia (Pelni) Elfien
Goentoro (kanan) bertukar
naskah kerja sama pengangkutan bahan bakar
minyak dan minyak mentah
dengan Direktur Pemasaran
PT Pertamina (Persero)
Ahmad Bambang (kiri) disaksikan Direktur Utama
Dwi Soetjipto (kedua kanan)
dan Menteri BUMN Rini
Soemarno di Jakarta, Rabu
(1/7). Selain itu, Pertamina
juga menjalin sinergi dengan PT Pupuk Indonesia
(Persero) antara lain dalam
pengembangan pabrik
petrokimia berbasis gas
bumi dan batu bara.

Proyek Senilai US$38 Miliar


Andalkan Asing
7
Asabri & Bumiputera
Tanggung Klaim

21

BISI Raih Kontrak 10.000 Ton


Benih Padi Inbrida
28
Ciputra Batasi Pengembangan
Rumah Mewah
29
13 Maskapai Terancam
Setop Terbang
30

Bisnis/Dwi Prasetya

HARGA MINYAK ANJLOK

Investasi Migas Turun Rp44,2 Triliun


Fauzul Muna
redaksi@bisnis.com

Jadwal Puasa
& Imsakiah 1436 H

Kamis, 2 Juli 2015


Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Jumat, 3 Juli 2015
Imsak
Subuh

12.00
15.21
17.52
19.06
04.32
04.42

Untuk Jakarta & sekitarnya

Eceran:

Rp9.000

2015

52,7

KERJA SAMA BUMN

Nilai DPP Dinaikkan


Jadi Rp200 Juta

0,54
0

JAKARTA Kontraktor kontrak kerja


sama migas (KKKS) berbondong-bondong memotong biaya investasi sepanjang
tahun ini sehingga turun 14% menjadi
US$20,2 miliar dari rencana sebelumnya
US$23,6 miliar.
Gunawan Sutadiwirja, Kepala Deputi
Pengendalian Perencanaan Satuan Kerja
Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas),
mengatakan revisi rencana kerja dan
anggaran (work plan and budget/WP&B)
telah rampung dilakukan.
Hasil dari revisi WP&B tersebut, investasi yang dilakukan KKKS sepanjang tahun ini turun US$3,4 miliar atau Rp44,2
triliun (Rp13.000/US$) menjadi US$20,2
miliar. Investasi [migas] turun tahun
ini, katanya, Rabu (1/7).
Dia menjelaskan penurunan investasi
berdampak pada anjloknya produksi minyak pada tahun ini dari 850.000 barel
per hari menjadi 828.000 barel per hari.

Redaksi & Marketing


(021) 57901023

at inflasi bulanan pada Mei dan Juni


lebih tinggi ketimbang sebelumnya.
"Dampak El Nino cukup kuat bisa
memberikan dorongan inflasi hingga 0,8%-0,9% pada bulan berjalan
dibandingkan pada bulan tanpa El
Nino, baik untuk bahan pangan
mentah maupun olahan, ungkap
mereka dalam Headline
Inflation
Slightly
Higher; Core Inflation
Stable.
Kendati daya beli
masyarakat pada Juni
2015 melemah, kondisi sektor manufaktur Indonesia pada
bulan tersebut ternyata menunjukkan perkembangan dibandingkan
dengan posisi bulan sebelumnya.
Data Markitsebuah lembaga riset ekonomi dan bisnis internasionaldalam hasil risetnya bertajuk
Nikkei Indonesia Manufacturing Purchasing Managers Index menyebutkan indikator Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) pada
Juni tercatat mencapai 47,8 atau naik
tipis dari bulan sebelumnya 47,1.
Kendati demikian, indeks di
bawah 50 menunjukkan tidak ada
ekspansi dan cenderung resesi, di
mana kondisi ini telah berlangsung selama sembilan bulan terakhir. Hasil survei menunjukkan
penurunan pemesanan baru baik
dari klien domestik maupun ekspor
terus berlangsung sehingga aktivitas
produksi masih dalam level rendah.
Pollyanna De Lima, Ekonom Markit, menjelaskan data PMI pada Juni
menunjukkan pertumbuhan manufaktur Indonesia terus mengalami
kontraksi. (Arys Aditya/M. Abdi Amna)

Produksi gas juga turun dari 6.592 juta


kaki kubik per hari (MMscfd) menjadi
6.402 MMscfd.
Selain itu, target pengeboran juga
mengalami penurunan. Pengeboran
sumur pengembangan anjlok dari 778
sumur menjadi 603 sumur. Sementara
workover (kerja ulang) turun dari 1.392
sumur menjadi 1.354 sumur. Di luar itu,
pengeboran sumur eksplorasi juga anjlok
dari 205 sumur menjadi 184 sumur.
Tak hanya itu, kegiatan survei seismik 3D juga turun dari 7.588 kilometer
menjadi 5.995 kilometer. Berbeda dengan yang lain, kegiatan survei 2D justru
mengalami peningkatan dari 2.388 km
menjadi 96.012 km. Naik ya survei 2D.
Gunawan melanjutkan PT Pertamina
EP menjadi KKKS yang memotong kegiatan paling banyak. Anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut memotong kegiatan pengeboran sumur pengembangan
dari 126 sumur menjadi hanya 37 sumur.
Menurutnya, Pertamina EP memotong sumur sebanyak itu lantaran harga minyak
yang anjlok drastis dari tahun lalu.
sirkulasi@bisnis.co.id
iklan@bisnis.co.id
redaksi@bisnis.co.id

Selain itu, biaya produksi sumur


Pertamina EP juga lebih tinggi dibandingkan dengan sumur milik KKKS yang lain.
Hal ini terjadi lantaran produksi sumur
milik Pertamina EP terbilang rendah, yakni hanya 150 barel per hari.
Gunawan menegaskan pengurangan
kegiatan pengeboran sumur tahun ini
tidak akan berdampak banyak pada produksi minyak asalkan Lapangan Banyu
Urip di Blok Cepu mampu berproduksi
maksimal hingga 205.000 barel per hari.
Menurutnya, pengurangan kegiatan
pengeboran justru berdampak pada produksi tahun depan. Dia memperkirakan
produksi tahun depan berada di kisaran
830.000 bph.
Sementara itu, Wakil Kepala SKK Migas
M.I. Zikrullah membenarkan pengurangan kegiatan pengeboran sumur tahun
ini akan berdampak pada penurunan
produksi minyak tahun depan.
Berdasarkan catatan Bisnis, Kementerian ESDM dan Komisi VII menyepakati
besaran target lifting minyak sebesar
830.000 bph dalam RAPBN 2016.

epaper.bisnis.com

@Bisniscom

perjanjian tertulis yang


menggunakan valas dan dibuat sebelum 1 Juli 2015 tetap berlaku sampai dengan
JAKARTA Bank In- berakhirnya perjanjian sedonesia memberikan ke- panjang bersifat detail dan
longgaran terhadap ke- tidak terdapat perubahan.
Adapun
penggunaan
wajiban penggunaan mata
uang rupiah yang mulai sanksi terhadap perusahaberlaku pada 1 Juli kepada an yang tidak memenuhi
pelaku usaha yang mengi- kewajiban penggunaan
rimkan surat permohonan. mata uang rupiah ini akan
Direktur Eksekutif De- diberlakukan sejak dikelupartemen Pengawasan Sis- arkannya penolakan atas
tem Pembayaran BI Eny permohonan yang diajuV. Panggabean mengatakan kan ke BI.
Tidak akan kami kenabank sentral berwenang
memberikan persetujuan kan sanksi kepada perusakepada pelaku usaha se- haan yang mengirimkan
suai Pasal 10 ayat 3 dan surat apabila surat penoPasal 16 Peraturan Bank In- lakan belum keluarkan.
donesia No.17/3/PBI/2015. Setiap permohonan akan
kami putuskan
Persetujuan tercase by case, jelas
sebut dilakukan
Sektor
Direktur Departeatas dasar permoEnergi Raih
honan yang diaju- Kelonggaran men Komunikasi
BI Peter Jacobs.
kan untuk tetap
27
Pemerintah medapat menggunanyatakan
tetap
kan valas terkait
proyek infrastruktur stra- akan menggunakan valuta
asing
tanpa
harus
me
minta
tegis dan karakteristik tertentu yang memerlukan izin ke BI untuk pembayaran
penyesuaian, seperti sis- kontrak proyek infrastruktem, pembukuan, strategi tur strategis. Untuk proyek
bisnis, evaluasi terhadap strategis yang dilakukan
proses bisnis dan keuangan pemerintah mendapat peperusahaan.
ngecualian, tutur Dirjen
Kami perkenankan se- Perbendaharaan Kemenkeu
lama ada planning. Misal Marwanto Harjowiryono,
travel agent membutuhkan Selasa (30/6).
adjust sistem akuntansi
Dirjen Anggaran Kemendari valas ke rupiah, ujar- keu Askolani menyatakan
nya, Rabu (1/7).
sejauh ini tidak ada keluhPada penutupan perda- an dari kementerian yang
gangan kemarin, nilai tu- belanja infrastrukturnya
kar rupiah menguat naik besar. Kalau ada kewajib0,1% menjadi Rp13.324 an seperti itu, tentu akan
per dolar AS dengan kurs kami pelajari, ujar Sekjen
tengah BI Rp13.331.
Kementerian PU-Pera TauSelain itu, BI juga me- fik Widjojono. (Surya Rianto/
mungkinkan kontrak atau Sri Mas Sari)
Annisa Sulistyo Rini
& Yanita Petriella
redaksi@bisnis.com

wwwbisniscom

www.bisnis.com

Kamis, 2 Juli 2015

TAJUK

Mendorong
Pengembangan
Kinerja Bursa

ejak akhir pekan lalu, setelah dikukuhkan dalam rapat


umum pemegang saham, manajemen bursa yang baru
di bawah pimpinan Tito Sulistio mulai bertugas untuk
periode 2015-2018.
Tito mengganti direktur utama sebelumnya yang dijabat
oleh Ito Warsito. Sebagaimana dalam setiap pergantian manajemen, kita tentu menaruh harapan yang besar kepada
Tito dan kawan-kawan untuk terus meningkatkan kinerja
bursa.
Menarik untuk dicermati ketika manajemen BEI yang
baru memberi penekanan pada upaya peningkatan nilai
perdagangan (trading value) di bursa.
Apalagi, dititik dari sisi ini, bursa efek kita masih berada
jauh di belakang dibandingkan dengan sejumlah bursa di
negara lain, termasuk dengan bursa-bursa tetangga.
Sebagai perbandingan adalah dengan bursa Thailand.
Saat ini, kapitalisasi pasar (market capitalisation) BEI
dengan Thailand hanya berselisih 12%, namun terkait
trading value, bursa Thailand melebihi kita hampir empat
kali lipat. Kondisi yang hampir sama juga terjadi bila dibandingkan dengan bursa-bursa tetangga lain.
Padahal, demi kepentingan para stake holder (pemangku
kepentingan) di bursa efek yang terdiri dari emiten, investor, pialang dan bursa, nilai perdagangan yang tinggi merupakan hal yang sangat signifikan bagi mereka.
Karena melalui volume perdagangan tinggi, para investor
dan pialang mendapatkan keuntungan, demikian juga bursa
memperoleh pemasukan yang optimal, dan emiten yang sahamnya ramai ditransaksikan mendapatkan manfaat yang besar
bila harus melakukan lagi pencarian dana dari pasar modal.
Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nilai transaksi, manajemen bursa baru merancang berbagai gebrakan.
Yang segera dilakukan dalam waktu dekat, yaitu mengubah
fraksi harga dan meningkatkan dana jaminan investor menjadi Rp200 juta dari sebelumnya Rp25 juta.
Upaya meningkatkan nilai perdagangan merupakan hal yang
mendesak, terutama mengingat kinerja perusahaan sekuritas
yang kurang optimal. Dari sekitar 115 perusahaan sekuritas
yang beroperasi sekarang ini, enam sekuritas di-suspend, 25
merugi, dan 28 sekuritas lagi mengalami nasib tak menentu.
Karena itu, tidak ada cara lain, kita mesti terus mendorong manajemen baru BEI untuk melakukan pembenahan
dengan penekanan pada peningkatan nilai perdagangan.
Terkait peningkatan transaksi, manajemen BEI menetapkan target agar dalam tiga sampai lima tahun ke depan,
nilai transaksi harian bisa meningkat menjadi Rp15 triliun
dari saat ini yang hanya sebesar Rp7 triliun.
Sebuah janji yang tidak mudah dipenuhi. Banyak hal
yang harus dikerjakan. Selain perubahan fraksi dan peningkatan nilai penjaminan bagi investor, manajemen bursa
harus meningkatkan jumlah emiten yang berkualitas, baik
itu dari perusahaan BUMN, maupun perusahaan-perusahaan besar lain yang potensial didorong untuk go public.
Tentu saja, perusahaan-perusahaan kecil sekelas UKM
juga harus diberi kesempatan yang sama untuk mencari
dana di pasar modal. Dengan demikian, salah satu tujuan
utama berdirinya pasar modal, yaitu untuk mencapai pemerataan, bisa menjadi kenyataan.
Patut dicatat bahwa yang paling banyak memanfaatkan
dana murah di pasar modal hingga saat ini adalah para
konglomerat. Hanya segelintir perusahaan mereka yang go
public bersama emiten BUMN sudah menguasai hampir
setengah dari kapitalisasi pasar di bursa.
Tentu saja, struktur ini harus segera diubah. Bursa efek
harus bisa mendorong mereka go public dan menyediakan
fasilitas perdagangan bagi saham-saham dari perusahaan
kecil tersebut.
Selain itu, dari sisi demand, manajemen BEI harus serius
melakukan sosialisasi dan promosi untuk meningkatkan
basis pemodal lokal. Ini janji dari setiap manajemen bursa
yang hasilnya tidak pernah memuaskan.
Manfaat dari basis pemodal lokal yang kuat itu sangat
signifikan bagi sebuah bursa. Selain, karena alasan pemerataan, yaitu makin banyak orang yang bisa mengambil
untung dari kegiatan bertransaksi di pasar modal, basis
pemodal lokal sangat penting bagi sebuah stabilitas bursa.
Dengan basis pemodal lokal yang kuat, bursa domestik
menjadi lebih stabil karena tidak gampang dikendalikan
pemodal asing yang setiap saat bisa keluar dan masuk di
bursa berdasarkan sentimen perekonomian global.
Tentu saja pekerjaan besar ini tidak bisa hanya diserahkan kepada manajemen bursa. Adalah tugas pemerintah melalui Otoritas
Demi kepentingan
Jasa Keuangan (OJK)
para stake holder,nilai
bersama segenap pelaku bursa untuk
perdagangan yang tinggi
terus bahu membahu
merupakan hal yang samembantu manajengat signifikan.
men bursa. Semoga
bursa efek kita terus
Patut dicatat bahwa
maju sehingga bisa
yang paling banyak memenopang kegiatan
manfaatkan dana murah
pembangunan di nedi pasar modal adalah
geri ini secara optipara konglomerat.
mal.

OPINI

Pemerintah harus melakukan reformasi struktural untuk


mengatasi defisit neraca berjalan yang menjadi sumber utama
pelemahan rupiah.
BAYU KARIASTANTO
Pengajar STEI Tazkia, alumus STAN & GRIPS-Tokyo

Melawan Perlambatan Ekonomi

ren pertumbuhan
ekonomi Indonesia
terus berlanjut sampai
kuartal pertama 2015 di
mana ekonomi hanya
tumbuh 4,7%. Lead
indicator seperti konsumsi semen
nasional maupun penjualan kendaraan bermotor belum menunjukkan
akan adanya perbaikan pertumbuhan
ekonomi di kuartal kedua.
Konsumsi semen nasional Mei
2015 secara year on year turun 7,9%,
padahal pada periode yang sama
2014, konsumsi semen nasional
tumbuh 6,6%. Begitupun penjualan
kendaraan bermotor, data Gaikindo
menunjukkan penjualan mobil periode Januari-Mei 2015 turun 16%
dibandingkan periode yang sama
tahun lalu.
Data lebih muram terlihat dari data
penjualan sepeda motor yang mencerminkan daya beli kelas menengah
di Indonesia. Penjualan sepeda motor
Mei 2015 turun 10% dibandingkan
April 2015 atau turun 36% secara
year on year.
Melihat data tersebut, prediksi
pertumbuhan ekonomi 2015 yang
telah dikoreksi turun oleh Bank
Indonesia menjadi sebesar 5%-5,4%
pun akan sulit tercapai. Jika tidak
adanya langkah-langkah luar biasa
yang dilakukan oleh pemerintah,
saya memperkirakan pertumbuhan
ekonomi tahun 2015 hanya akan berada di 4,5%-4,9%.
Pertumbuhan tersebut tentunya
tidak cukup untuk Indonesia yang
tengah menikmati bonus demografi, di mana setiap tahunnya kita
harus menyediakan 2 juta lapangan
kerja baru. Jika setiap 1% pertumbuhan ekonomi dapat menciptakan
sekitar 300.000-350.000 lapangan
kerja baru, kita butuh pertumbuhan
sekitar 6% untuk tidak menambah
jumlah angka pengangguran kita
yang sudah tinggi.
Tentunya kita harus segera berhenti untuk mengkambinghitamkan
faktor eksternal seperti kenaikan
suku bunga the Fed ataupun krisis
Yunani sebagai faktor utama perlambatan perekonomian kita. Pasalnya,
data menunjukkan jika suatu negara

tidak memiliki masalah fundamental


dalam perekonomiannya, ketidakpastaian di pasar keuangan global
berpengaruh relatif kecil terhadap
perekonomian negara tersebut.
Untuk mengatasi perlambatan
perekonomian ini, pemerintah dan
BI perlu segera melakukan langkahlangkah terobosoan. Pertama, prioritas pertama adalah menjaga daya
beli masyarakat.
Ini adalah resep klasik dari John
Maynard Keynes hampir satu abad
lalu yang masih relevan sampai saat
ini. Dengan menjaga daya beli, permintaan atas barang dan jasa tetap
terjaga sehingga ekonomi akan
mampu tetap berproduksi.
Pelemahan rupiah telah menyebabkan harga bahan makanan meningkat karena tingginya ketergantungan
kita terhadap impor bahan makanan
(gandum, kedelai, jagung, dll.),
sedangkan mayoritas pendapatan
masyarakat bawah digunakan untuk
membeli bahan makanan.

Pemerintah perlu memberikan


bantuan atau segera merealisasikan
program padat karya untuk meningkatkan penghasilan kelompok ini.
Secara teori, transfer kepada
masyarakat bawah akan memberikan
efek multiplier secara cepat dan besar
(kelompok yang memiliki marginal
propensity to consume yang tinggi),
sehingga sering digunakan untuk
memberikan stimulus dalam resesi.
Dalam kondisi seperti ini, pemerintah harus mengkaji ulang
rencana pencabutan subsidi listrik
dengan daya 450-900 watt dan elpji
3 kg yang sebagian besar dinikmati
oleh kelas menengah dan bawah.
Pengenaan pajak atas layanan publik
seperti jalan tol dan listrik juga tidak
tepat direalisasikan saat ini, karena
akan menakan konsumsi masyarakat

Setiap artikel yang dikirim ke redaksi hendaknya diketik dengan spasi ganda maksimal 5.000
karakter, disertai riwayat hidup (curriculum vitae) singkat tentang diri penulis juga dilengkapi
foto terbaru. Artikel yang masuk merupakan hak redaksi Bisnis Indonesia dan dapat
diterbitkan di media lain yang tergabung dalam Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI).

lebih dalam lagi.


Terlebih, rencana tersebut diluncurkan saat APBN direncanakan
akan diguyurkan untuk program
elitis seperti dana aspirasi dan dana
desa yang kemungkinan hanya
dinikmati oleh segelintir kelompok
elit. Tentunya ini mencederai rasa
keadilan masyarakat.

REFORMASI STRUKTURAL
Langkah kedua, pemerintah harus
melakukan reformasi struktural
untuk mengatasi defisit neraca berjalan yang menjadi sumber utama
pelemahan rupiah. Pelemahan mata
uang pada umumnya akan memberikan stimulus untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi melalui kenaikan ekspor dan penurunan impor,
sehingga banyak negara menjaga
mata uangnya agar terus melemah.
Namun, hal ini tidak terjadi di
Indonesia. Tingginya utang luar negeri khususnya utang luar negeri
swasta yang telah mencapai US$167
miliar menciptakan
balance sheet
effect yang
lebih

besar. Pelemahan rupiah menyebabkan utang perusahaan di neraca


akan membesar sehingga menggerus
modal dan mengurangi ruang untuk
melakukan investasi dan pengembangan usaha. Alih-alih memberikan
stimulus ekonomi, pelemahan rupiah
justru menyebabkan pertumbuhan
semakin tertekan.
Rencana Kementerian Keuangan
untuk mengenakan pajak tambahan
atas produk-produk impor yang
bersifat konsumtif seperti smartphone
perlu didukung karena secara cepat
akan dapat dirasakan dampaknya
dalam current account.
Dari sisi pengumpulan devisa,
insentif atas sektor-sektor yang berorientasi ekspor juga harus dilakukan, bahkan perlu dipertimbangkan
untuk melakukan moratorium

Apabila lebih dari 1 minggu artikel yang diterima belum diterbitkan tanpa pemberitahuan lain
dari redaksi, penulis berhak mengirimkannya ke media lain. Setiap tulisan yang dimuat merupakan pendapat pribadi penulis.

PEMBACA MENULIS
PUBLIK MENGADU, KPI
SEDANG APA?
Kinerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai regulator dunia penyiaran tidak maksimal. KPI
abai dalam menyerap aspirasi warga dan ini berarti
membiarkan ada hak publik yang tak terpenuhi.
Padahal, KPI diamanatkan oleh Undang-Undang
Penyiaran agar berfungsi mewadahi aspirasi serta
mewakili kepentingan masyarakat akan penyiaran.
Penilaian ini bisa dilihat antara lain dari banyaknya keluhan warga atas tayangan Pesbukers
(ANTV) dan Ganteng-Ganteng Serigala (SCTV)
yang tidak ditanggapi secara serius oleh KPI.
Sejauh data yang bisa diakses dari situs KPI, setidaknya ada delapan aduan untuk Ganteng-Ganteng
Serigala dan 12 aduan untuk Pesbukers.
Pada aplikasi Rapotivi, Pesbukers dan Ganteng-

pelarangan ekspor bahan mentah.


Dalam jangka panjang, upaya bersama untuk meningkatkan daya saing
produk nasional mutlak dibutuhkan.
Langkah ketiga untuk melawan
perlambatan perekonomian, pemerintah harus menunjukkan komitmen yang kuat untuk menghilangkan hambatan-hambatan investasi.
Data World Competiteveness Index
2014-2015 menunjukkan hambatan terbesar yang dialami investor
untuk berinvestasi di Indonesia
adalah korupsi, ketidakkonsistenan
kebijakan, dan birokrasi. Saat ini
pasar menerima sinyal melemahnya
komitmen pemerintah melakukan
pemberantasan korupsi dan melakukan reformasi birokrasi.
Langkah keempat, Bank Indonesia
perlu menjaga volatilitas nilai tukar.
Volatilitas rupiah saat ini dianggap
sudah terlalu tinggi. Dari Mei 2013,
standar deviasi nilai tukar rupiah
mencapai Rp860, naik tajam dari
volatilitas rupiah periode Gubernur
BI Darmin Nasution (2009-2013)
yang hanya Rp379, bahkan jika dibandingkan periode Burhanudi Abdullah
(2003-2008) yang hanya
Rp448.
Ada persepsi bahwa
saat ini BI enggan menjaga volatilitas rupiah.
Dengan
Bisnis/Yayan Indrayana
tingginya
volatilitas rupiah, dunia usaha
akan kesulitan menyusun rencana
bisnis dan melakukan investasi.
Tingginya volatilitas rupiah juga
membuat nilai riil rupiah menjadi
jauh lebih rendah. Bukankah nilai
suatu aset keuangan selalu dihitung
berdasarkan risk dan return-nya?
Terlepas dari hal tersebut, kita
juga harus mengapresiasi langkah
BI untuk mengeluarkan kebijakan
pelonggaran aturan tentang loan to
value (LTV) ratio untuk kredit properti dan kendaraan bermotor serta
pelonggaran loan to deposit ratio
(LDR) perbankan, yang saya yakin
akan mampu memberikan stimulus
pada perkonomian. Pengumuman
sudah dilakukan, tentunya kita
berharap kebijakan tersebut segera
dapat diimplementasikan.

Surat-surat harus dilengkapi dengan identitas pribadi

Ganteng Serigala juga menjadi dua judul tayangan yang paling banyak diadukan warga. Dari
169 aduan yang masuk sejak FebruariMei
2015, 21,3% aduan mengeluhkan GantengGanteng Serigala dan 14,2% aduan mengeluhkan
Pesbukers.
Keluhan publik yang disampaikan baik melalui Rapotivi maupun situs KPI merentang dari
kekerasan hingga penistaan agama. Sebagian besar
warga yang mengadu mengkhawatirkan dampak
dua tayangan tersebut pada anak.
Seorang warga bernama Aminah Sri Ramadhani,
misalnya, mengaku terganggu dengan tayangan
ini. Pada kolom aduan di situs KPI, ia menyesalkan tayangan Pesbukers yang dinilai melecehkan
tokoh agama Hindu, Arjuna, dengan menjadikannya bahan lawakan.
Meski telah menjadi kerisauan bersama, KPI

tidak pernah tampak dengan serius menjalankan


tugasnya. KPI memang sudah beberapa kali memberikan sanksi, tapi toh tidak ada peningkatan
kualitas sanksi. Sejak 19 Febuari 2014 hingga kini,
sanksi KPI atas Pesbukers, misalnya, tidak beranjak
dari peringatan dan teguran tertulis (1 buah peringatan dan 4 buah teguran tertulis).
Fakta itu mengherankan, mengingat KPI sebenarnya mempunyai mekanisme sanksi yang bertingkat:
teguran tertulis pertama, terguaran tertulis dua, pembatasan durasi, hingga penghentian sementara.
Dengan kinerjanya semacam itu, tampak dengan
jelas disfungsi lembaga yang dibiayai oleh pajak
ini. KPI telah mengabaikan hak publik, utamanya
anak, atas tontonan yang sehat.
Muhamad Heychael
Direktur Remotivi

Wartawan Bisnis Indonesia selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima atau meminta imbalan apa pun dari narasumber berkaitan dengan pemberitaan.

Pemimpin Umum: Prof. Dr. H. Sukamdani S. Gitosardjono


Wakil Pemimpin Umum: Ahmad Djauhar
Pemimpin Perusahaan: Soebronto Laras
Wakil Pemimpin Perusahaan:
Haryadi B. Sukamdani

Presiden Direktur: Lulu Terianto


Direktur Produksi & Pengembangan Produk:
Ahmad Djauhar
Direktur Pemberitaan: Arif Budisusilo

Pemimpin Redaksi: Arif Budisusilo


Wakil Pemimpin Redaksi: Y. Bayu Widagdo,
Adhitya Noviardi
Redaktur Pelaksana: Abraham Runga Mali,
Aprilian Hermawan, Chamdan Purwoko,
M. Rochmad Purboyo

Pemimpin Redaksi: Y. Bayu Widagdo


Redaktur Pelaksana: Setyardi Widodo,
Eries Adlin, Inria Zulfikar

Staf Redaksi: Anggara Pernando, Akhirul Anwar, Amandha Kusumawardhani,


Ana Noviani, Annisa Margrit, Annisa Sulistyorini, Ardhanareswari HP, Arys Aditya,
Ashari Purwo AN, Dara Aziliya, David Eka Issetiabudi, Deliana Pradhita Sari,
Destyananda Helen Christyanti, Demis Rizky Gosta, Dewi Andriani,
Dimas Novita Sari, Dini Hariyanti, Duwi Setiya Ariyanti,
Fatia Qanitat, Farodlilah Muqoddam, Fitri Sartina Dewi, Gloria Natalia Dolorosa,
Irene Agustine, John A. Oktaveri, Kahfi, Kurniawan Agung Wicaksono, Lavinda,
Lili Sunardi, Lingga Sukatma, M. Abdi Amna, M. Taufiqur Rahman,
Novita Sari Simamora, Nurudin Abdullah, Nurul Hidayat, Reni Efita Hendry,
Rezza Aji Pratama, Riendy Astria, Rio Sandy Pradana,
Sri Mas Sari, Sukirno, Surya Rianto, Tegar Arif Fadly, Thomas Mola,
Wan Ulfa N. Zuhra, Yanita Petriella, Yodie Hardiyan.
Fotografer: Abdullah Azzam, Dedi Gunawan, Dwi Prasetya, Endang Muchtar,
Nurul Hidayat.

Redaktur: Achmad Aris, Anggi Oktarinda, Bambang Supriyanto, Diena Lestari, Fahmi Achmad,
Firman Hidranto, Firman Wibowo, Gajah Kusumo, Galih Kurniawan, Hendra Wibawa, Lutfi Zaenudin,
Maria Yuliana Benyamin, M. Taufikul Basari, Maftuh Ihsan, Nurbaiti, Rahayuningsih, Ratna Ariyanti,
Roni Yunianto, Sepudin, Stefanus Arief Setiaji, Surya Mahendra Saputra, Tomy Sasangka,
Yayus Yuswoprihanto, Zufrizal.

Artistik: Yayan Indrayana (Asisten Redaktur), Husin Parapat, Ilham Nesabana,


Radityo Eko Budi, Tutun Purnama
DIVISI USAHA & ANAK PERUSAHAAN
GM Pemasaran & Penjualan : Hery Trianto
GM Promosi & Pengembangan Usaha: Asep Mh. Mulyana
GM Event Organization: Yunan Hilmi
GM Bisnis Indonesia Resource Centre: Rahmon Amri
GM Bisnis Indonesia Konsultama (BIK): Hery Trianto

Redaktur Bisnis.com: Andina Wulandari, Andika Anggoro Wening, Anugerah Perkasa, Bastanul Siregar,
Bunga Citra Arum, Gita Arwana Cakti, Hendry T. Asworo, Ismail Fahmi, Linda Teti Silitonga,
Mia Chitra Dinisari, Martin Sihombing, M. Syahran W. Lubis, Moh. Fatkhul Maskur, Nancy Yunita,

GM Bisnis Indonesia Sibertama : Shoni Fata M.

Rustam Agus, Saeno, Taufik Wisastra, Yusran Yunus, Yusuf Waluyo Jati

Manajer e-Commerce & Social Media: Sutarno

Sekretaris Redaksi: Indyah Sutriningrum

Manajer Marketing Digital: Nur El Fathi

GM Monetisasi Digital: Lahyanto Nadie


Manajer Iklan: Lisa Endah Yuliastuti

Manajer Sirkulasi: Sumarja


Penerbit: PT JURNALINDO AKSARA GRAFIKA

Manajer Pusat Dokumentasi: Iin Solihin

Wisma Bisnis Indonesia Lt 5 - 8, Jl.KH.Mas. Mansyur 12A, Karet Tengsin, Jakarta Pusat 10220

Manajer Layanan Data & Tabel : Erlan Imran

KANTOR PERWAKILAN
Bali: M. Rheza Adrian (Kepala Perwakilan), Feri Kristianto, Ema Sukarelawanto
Jl. Hangtuah No. 18 Sanur Denpasar Bali 80227, Telp. 0361-7446604,
Fax. 0361-284110
Bandung: Hilman Hidayat (Kepala Perwakilan), Fajar Sidik (Redaktur), Abdallah Giffar, Ajijah,
Yanto Iskandar, Rachman (Fotografer)
Jl. Buah Batu No. 46B Bandung 40261,Telp. 022-7321627, 7321637, 7321698
Fax. 022-7321680
Balikpapan: Siti Munawaroh (Kepala Perwakilan), Rachmad Subiyanto (Redaktur),
Balikpapan Superblok, Jl. Jend. Sudirman Stal Kuda Blok A/18, Balikpapan,
Telp. 0542-7213507 Fax. 0542-7213508
Medan: Master Sihotang (Kepala Perwakilan), Febriany D.A. Putri, Yosep Pencawan
Kompleks Istana Bisnis Center, Medan Maimun, Jl. Brigjen. Katamso No. 6
Medan,Telp. 061-4554121/ 4553035 Fax.061-4553042
Makassar:Donald Banjarnahor (Kepala Perwakilan), Amri Nur Rahmat
Jl. Metro Tanjung Bunga Mall GTC Makassar GA-9 No. 16, Makassar,Telp. 0411-8114203
Fax. 0411-8114253
Manado: Herdiyan (Kepala Perwakilan), Lukas Hendra.
Jl. Piere Tendean, Kawasan Megamas Blok Megasmart 2 No. 12, Manado,
Telp./Fax.0431-8821804
Palembang: Irsad (Kepala Perwakilan), Dinda Wulandari, Ringkang Gumiwang
Jl. Basuki Rahmat No. 6 Palembang,Telp. 0711-8880353, 5611474 Fax. 0711-5611473
Pekanbaru: Asep Dadan Muhanda (Kepala Perwakilan)
Ruko Royal Platinum No. 89 P Jl. SM Amin, Arengka 2, Pekanbaru,
Telp. 0761-8415055(hunting),0761-8415077 Fax. 0761-8415066
Semarang: Roberto A. M. Purba (Kepala Perwakilan), Pamuji Tri Nastiti (Redaktur),
Oktaviano Donald Baptista.
Jl. Sompok Baru No. 79 Semarang, Telp. 024-8442852 Fax. 024-8454527
Surabaya: A. Faisal Kurniawan (Kepala Perwakilan) Miftahul Ulum, Wahyu Darmawan
(Redaktur), Peni Widarti, Wike Dita Herlinda
Jl. Raya Berbek No. 45 Sidoarjo, Telp. 031-8673151 Fax. 031-8678324
Solopos: Bambang Natur Rahadi (Pemimpin Perusahaan), Suwarmin (Pemimpin Redaksi)
Jl. Adisucipto No. 190, Telp. 0271-724811 Fax. 0271-724833
Harian Jogja: M Noor Korompot (Wakil Pemimpin Perusahaan), Anton Wahyu Prihartono
(Pemimpin Redaksi)
Jl. A.M Sangaji No. 41, Jetis, Jogja, Telp. 0274-3155882, Fax. 0274-564440

Tarif Iklan (Rp/mmk)


Umum
Jenis Iklan
Hitam Putih
Berwarna
Display Khusus(Prospektus/
Neraca/RUPS/Peng Merger) ...............28.000 ............45.000
Display Umum...........................................43.000 ........... 60.000
Display Hal. 1 .......................................................... ..........150.000
Banner atas Hal. 1 ................................................ .......... 170.000
Advertorial Hal. 1 .................................................. .......... 170.000
Creative Ad .................................................57.000 ............78.000
Advertorial Hal. Dalam...........................45.000 ............62.000
Kolom*.........................................................32.000 ........................
Baris** .........................................................25.000 ........................
*) Minimum 1 kolom x 50mm, **) Minimum 3 baris

Bisnis Indonesia Weekend


Display Umum...........................................32.000 ............45.000
Advertorial .................................................34.000 ........... 46.000

Spesifikasi
Jenis Iklan
Hitam Putih
Kemitraan,
38.000
Iklan Layanan
Masyarakat (PSA), Politik,
Hari Besar, Kasus Hukum,
Lelang/Tender, Dukacita,
Pernikahan, Hotel, Resto
& Cafe,Pendidikan, Seminar,
dan Lowongan

Berwarna
53.000

Eksposisi (Perkavling)

Rp12 Juta

Rp10 Juta

Harga Langganan

Rp200.000 per bulan

UTAMA

Kamis, 2 Juli 2015

MIMPI PROGRAM HILIRISASI

3
SPEKTRUM

Berkaca dari
Fenomena Go-Jek
Anggi Oktarinda
anggi.oktarindo@bisnis.com

Bisnis/Dedi Gunawan

Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk Tedy Badrujaman berbicara


pada diskusi emiten bicara industri dan buka puasa bersama di Jakarta,

Rabu (1/7). Diskusi tersebut mengangkat tema Antam: Menyemai Mimpi


dari Program Hilirisasi

DANA PERLINDUNGAN INVESTOR

Nilai DPP Dinaikkan


Jadi Rp200 Juta
JAKARTA Investor bakal kian merasa aman
bertransaksi di pasar saham Indonesia. Sebab,
dana perlindungan pemodal bakal dinaikkan
dari Rp25 juta menjadi Rp200 juta.
Gloria N. Dolorosa
gloria.natalia@bisnis.com

Tito Sulistio, Direktur Utama


Bursa Efek Indonesia, mengatakan otoritas bursa akan berusaha
menaikkan dana perlindungan
pemodal (DPP) untuk tiap investor pada satu kustodian menjadi
Rp200 juta. Pada tiga bulan mendatang otoritas bursa akan mengajukan proposal penaikan DPP.
Saya akan coba fokus naikkan
menjadi Rp200 juta. Ini salah
satu hal konkret untuk menjaga
keamanan dana investor, tutur
Tito kepada Bisnis, Selasa (30/6).
Yoyok Isharsaya, Direktur
Utama PT Penyelenggara
Program Perlindungan Investor
Efek Indonesia (P3IEI), membenarkan kemungkinan dinaikkannya DPP untuk investor menjadi
Rp200 juta. Penaikan ini bertujuan meningkatkan kepercayaan
investor di pasar saham.
Sedang kami godok. Semakin
tinggi, semakin bagus. Tapi,
jangan sampai dimanfaatkan
orang untuk membobol. Harus
ada perhitungan dengan formula
yang pas, katanya.
Saat ini, batasan tertinggi
untuk tiap pemodal pada satu
kustodian dalam rangka pembayaran ganti rugi kepada pemodal
dengan menggunakan DPP
senilai Rp25 juta. Sementara itu,
batasan tertinggi untuk tiap kustodian dalam rangka pembayaran
ganti rugi kepada pemodal dengan menggunakan DPP sebesar
Rp50 miliar.
Aturan itu terangkum dalam
Surat Keputusan Anggota
Dewan Komisioner Otoritas
Jasa Keuangan yang terbit akhir
Desember 2013.
Selama 1 Januari 2014 hingga
31 Desember 2015, DPP hanya

Pada tiga bulan


mendatang otoritas
bursa akan mengajukan
proposal penaikan DPP.
Revisi penaikan DPP
sebaiknya disertai
dengan revisi ketentuan
fraksi harga saham.
memberikan ganti rugi kepada
pemodal yang tercatat sebagai
nasabah Perantara Pedagang Efek
(PPE) yang mengadministrasikan
rekening efek nasabah dan anggota bursa efek BEI.
Terhadap aset pemodal, ganti
rugi diberikan terbatas hanya
pada aset pemodal berupa saham
yang masuk dalam Penitipan
Kolektif LPP dan dicatatkan di
BEI.
DPP bisa menjadi obat penghilang kekhawatiran pemodal
bila pemodal kehilangan aset
akibat fraud, seperti pembobolan atau penyelewengan, yang
dialami anggota bursa. Contoh
kasus yakni penggelapan dana
nasabah yang dilakukan PT
Sarijaya Permana Sekuritas pada
2009.

Pemodal
yang Asetnya
Dilindungi
1. Menitipkan asetnya dan memiliki

rekening efek pada kustodian


2. Memiliki subrekening efek pada

Lembaga Penyimpanan dan


Penyelesaian (LPP)
3. Memiliki nomor tunggal identitas

pemodal (SID)

Kondisi Penanganan
Klaim Pemodal
yang Kehilangan Aset

PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR

Balikpapan Bidik Local Bond

1. Terdapat kehilangan aset pemodal


2. Kustodian tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan aset

pemodal yang hilang


3. Bagi kustodian berupa perantara pedagang efek yang mengad-

ministrasikan efek dinyatakan tidak dapat melanjutkan kegiatan


usahanya dan dipertimbangkan izin usahanya dicabut oleh OJK
4. Bagi bank kustodian dinyatakan tidak dapat melanjutkan kegiatan

usahanya sebagai bank kustodian dan dipertimbangkan persetujuan bank umum sebagai kustodian dicabut oleh OJK.
Sumber: P3IEI

rinciannya, kata Jurgan.


DPP berasal dari iuran PPE.
Tiap PPE harus menyetor iuran
awal Rp100 juta saat menjadi
anggota P3IEI. Tiap anggota
RINCIAN
dipungut iuran tahunan 0,001%
Jurgan Usman, Group
dari rerata
Managing DirectorKebijakan Direksi Baru BEI
bulanan
Investment PT
selengkapnya, akan tayang dalam
total nilai
Reliance Capital
rubrik
Policy
Talk
edisi
Senin
(6/7).
aset nasaManagement,
bah PPE
menilai baik
pada tahun sebelumnya.
rencana penaikan DPP kepada
Menurut Jurgan, revisi penaikinvestor. Bila jadi naik, terkikis
an DPP sebaiknya disertai dengpula kekhawatiran investor bila
an revisi ketentuan fraksi harga
dana investasinya lenyap.
saham. Ketentuan yang berlaku
Secara umum baik. Cuma
saat ini tidak meningkatkan
rinciannya seperti apa. Apakah
transaksi ritel yang biasanya
dengan penaikan DPP, di saat
condong ke day trading.
bersamaan minimum balance
Meningkatkan transaksi
juga naik? Jadi, harus dilihat

BISNIS/M. RAUSHAN

paling gampang kembalikan ke


normal. Lima kelompok harga
lebih efektif ketimbang saat ini
tiga kelompok, kata Jurgan.
Cara meningkatkan keamanan bertransaksi lewat penaikan
DPP menjadi salah satu cara BEI
untuk menambah jumlah investor. Menurut Tito, saat ini dari
400.000 investor tercatat, hanya
20.000 investor aktif bertransaksi.
Targetnya, tiap tahun bertambah 20.000 investor baru serta
30-40 emiten baru. Tito berharap
tiap broker menambah minimal
10 investor dari tiap cabang
saban bulan.
Kalau itu jadi diterapkan,
minimal ada 4.000 investor baru
dalam satu tahun, ujarnya.

PRODUKSI PADI 2015

Diproyeksi Tertinggi Sepanjang Sejarah


JAKARTA Produksi padi
pada tahun ini diprediksikan
naik 6,64% menjadi 75,55 juta
ton gabah kering giling (GKG)
yang merupakan pencapaian
tertinggi sepanjang sejarah.
Angka Ramalan (Aram) I
Badan Pusat Statistik mencatat
produksi padi tahun ini diproyeksi naik 4,70 juta ton atau 6,64%
dibandingkan dengan realisasi
tahun lalu 70,85 juta ton.
Peningkatan produksi juga
dialami oleh kedelai dan jagung.
Program upaya khusus (upsus)
pemerintah dinilai menjadi faktor
utama peningkatan produksi
ketiga komoditas tersebut, yang
ditargetkan swasembada pada
akhir 2017.
Kenaikan produksi padi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen 0,51 juta ha atau
3,71% menjadi 14,31 juta ha
serta kenaikan produktivitas 0,15
ton per ha atau 2,82% menjadi

5,28 ton per ha.


Sementara itu, produksi jagung
pada tahun ini diperkirakan
20,67 juta ton pipilan kering
naik 1,66 juta ton atau 8,72%
dibandingkan dengan tahun lalu
19,01 juta ton.
Peningkatan produksi diperkirakan terjadi karena kenaikan
luas panen seluas 160.480 ha
atau 4,18% menjadi 3,997 juta
ha serta kenaikan produktivitas
2,16 kuintal per ha atau 4,36%
menjadi 51,7 kuintal per ha.
Produksi kedelai pada tahun
ini diperkirakan 998.870 ton biji
kering, meningkat 43.870 ton
atau 4,59% dibandingkan dengan tahun lalu 995.000 ton.
Kenaikan produksi kedelai
diperkirakan terjadi karena
kenaikan luas panen 24.670 ha
atau 4,01% menjadi 640.351
ha serta kenaikan produktivitas
0,09 kuintal per ha atau 0,58%
menjadi 1,35 kuintal per ha.

Kepala BPS Suryamin mengatakan peningkatan ketiga


komoditas secara bersamaan
itu merupakan yang pertama
kali terjadi. Bahkan, produksi
padi 75,5 juta ton merupakan
pencapaian tertinggi selama
ini.
Menurutnya, peningkatan produksi yang signifikan ini terjadi
karena adanya upsus dari pemerintah yang mulai dilakukan
sejak akhir tahun lalu.
Dari sisi pengairan, diberi
pompa air untuk antisisipasi
kekeringan. Kemudian bangun
irigasi supaya airnya bisa sepanjang tahun yang akan pengaruh
ke berapa kali panen, katanya
usai konferensi pers, Rabu (1/7).
Deputi Bidang Statistika
Produksi BPS Adi Lumaksono
mengatakan pembangunan irigasi memang belum memberikan
dampak terhadap produksi tahun
ini. Pasalnya, pembangunan

irigasi itu masih berlangsung


hingga saat ini.
Namun, lanjutnya, peningkatan produksi ketiga komoditas ini
terjadi karena bantuan pompa air
untuk antisipasi kekeringan serta
penyaluran pupuk dan bibit yang
tepat waktu.
Penyelewengan pupuk
sekarang sudah dibantu oleh
TNI. Mungkin sekarang masih
ada [penyelewengan] tapi sudah
berkurang.
Terkait dengan El Nino, menurut Adi, fenomena itu bisa saja
menurunkan realisasi produksi
tahun ini. Namun, lanjutnya,
pemerintah perlu segera mengantisipasi adanya gejala tersebut.
Dugaan sementara ini El
Nino moderat, tidak begitu terpengaruh. Namanya prediksi bisa
saja nanti jadi berkurang. Tapi
pemerintah sudah ada penyediaan pompa air untuk itu. (Ihda
Fadila)

ingkat kepadatan jalanan Ibu


Kota memang sudah dalam taraf
sulit dicerna akal sehat. Pernah
suatu kali, saya harus menempuh perjalanan dari Kp. Melayu ke Tebet
dalam 1,5 jam. Padahal, dalam kondisi
normal, paling hanya perlu waktu 10
menit. Sungguh bikin pening dan harus
banyak-banyak mengucap sabar.
Dua bulan lalu, ketika terjebak dalam
kemacetan panjang tak bertepi di kawasan Kemang, saya iseng-iseng mencoba
Go-Jek. Itulah perkenalan pertama saya
dengan aplikasi untuk memesan ojek
secara on line itu.
Serupa taksi, armada Go-Jek dilengkapi
dengan argo sehingga tidak perlu tawarmenawar seperti ketika berhadapan dengan ojek konvensional. Perjalanan pun
jadi lebih singkat karena Go-Jek dapat
menembus kemacetan.
Belakangan, layanan yang saya
kenal dua bulan lalu itu menjadi buah
bibir. Pemicunya, Promo Ceban yang
digelar perusahaan. Konsumen cukup
membayar Rp10.000 untuk diantar ke
mana saja selama masih dalam radius 25
Km. Kelebihan sisa pembayaran, yang
seharusnya menjadi beban konsumen,
disubsidi oleh perusahaan.
Promo yang semula hanya berlaku
hingga awal Ramadan itu diperpanjang
sebanyak dua kali. Pertama, hingga pertengahan Ramadan. Kemudian, hingga
akhir Ramadan. Hasilnya dapat ditebak,
masyarakat pun berbondong-bondong
mencoba layanan ini.
Tak pelak lagi, masyarakat pun berbondong-bondong mengunduh aplikasi
Go-Jek demi menjajal layanan jasa transportasi yang tergolong baru ini.
Di tengah tarif ojek umum yang seringkali ajaib, kehadiran promo tersebut bak
oase di padang pasir bagi para pengguna
jasa ojek. Sebetulnya, perusahaan penyedia layanan jasa transportasi alternatif ini
bukan anak kemarin sore. Sejak 2011,
Go-Jek telah berdiri.
Hanya saja, pengoperasiannya masih
manual. Kemudian, pada 2014, sang
CEO Nadiem Makarim berinovasi dengan
membuat aplikasi pemesanan. Go-Jek
menggebrak pada 2015 ketika sistem baru
itu diluncurkan. Sejak itu, tercatat sudah
500.000 orang mengunduh Go-Jek.
Banyak di antara mereka yang hampir
setiap hari memanfaatkan jasanya, meski
ada pula yang hanya menggunakannya

sekali-kali. Kini, coba lah tengok ke


luar saat sedang berkendara di jalanan.
Kehadiran pengemudi motor berhelm dan
berjaket hijau dengan tulisan Go-Jek di
bagian belakang mudah sekali ditemukan.
Hampir selalu, para pengemudi itu
saling menyapa satu sama lain, meskipun
tidak saling mengenal. Dari sisi armada,
jumlah pengemudi yang menjadi rekanan Go-Jek juga naik signifikan. Pada
bulan lalu, sebelum ada Promo Rp10.000,
jumlah pengemudi Go-Jek hanya 7.000
orang. Kini, total tercatat lebih dari
10.000 pengemudi Go-Jek.
Setiap hari, ratusan orang memenuhi
kantor Go-Jek di Jl. Wolter Monginsidi,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka
berbondong-bondong hendak mendaftar
sebagai pengemudi baru Go-Jek. Tak
kurang dari 200 jumlahnya. Mereka tidak
hanya berasal dari kalangan tukang ojek
konvensional, tetapi juga dari profesi lain,
bahkan karyawan swasta.
Iming-iming kenaikan penghasilan
menggiur mereka. Bukan isapan jempol
apabila pengemudi Go-Jek dapat mengantongi pendapatan sebanyak Rp3 juta,
Rp4 juta, Rp5 juta, bahkan lebih dari
Rp6 juta per bulan. Angka yang cukup
lumayan, terutama bagi mereka yang
sebelumnya berprofesi sebagai tukang
ojek konvensional dengan pendapatan
tidak tentu setiap harinya.
Alurnya sebetulnya wajar saja. Tarif
promo yang miring membuat para pengguna berbondong-bondong mencoba Go-Jek,
membuat permintaan terhadap jasa transportasi ini semakin tinggi, sehingga pendapatan pengemudi pun naik.
Fenomena Go-Jek sebetulnya dapat
mulai disimak melalui posting-an yang
beredar di ranah maya. Sejak sebulan
terakhir, mudah rasanya menemukan
pembicaraan maupun sekadar mention
tentang layanan ini. Umumnya bernada
positif, meski tidak jarang yang membandingkannya dengan GrabBike, layanan
sejenis yang merupakan pengembangan
dari GrabTaxi asal Malaysia.
Namun, kemunculan Go-Jek bukannya
tanpa ekses. Kehadirannya yang dianggap
menghambat sumber pendapatan memicu resistensi dari tukang ojek konvensional. Sempat muncul insiden penolakan
dan intimidasi skala ringan terhadap
pengemudi Go-Jek. Bahkan, di sejumlah
area terpasang spanduk yang terangterangan menolak kehadiran Go-Jek di
lingkungan tersebut.
Itu hanya sekelumit kehebohan sosial
yang ditimbulkan Go-Jek. Terlepas dari
pro dan kontra akan layanan baru ini,
sesungguhnya fenomena Go-Jek mengungkapkan satu arti. Betapa masih
peliknya persoalan transportasi di Ibu
Kota. Betapa pemerintah masih kesulitan
menyediakan layanan jasa transportasi
memadai bagi warganya. Dan, betapa
warga sudah rindu dengan layanan jasa
transportasi yang cepat, bebas macet, dan
bertarif miring.

BALIKPAPAN Pemerintah Kota


Balikpapan akan menerbitkan obligasi
daerah untuk menutupi kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur yang
berpotensi mencapai Rp8,5 triliun.
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi
mengatakan pihaknya sedang mengkaji
proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang dianggap layak untuk dibiayai
dengan pinjaman dari pihak ketiga,
termasuk melalui penerbitan obligasi
daerah.
Pemkot Balikpapan sebelumnya sempat
menunda penerbitan surat utang daerah
karena kebutuhan dana pinjaman kala itu
dianggap belum mendesak.
Kami maunya ya segera, tapi kami
juga masih harus mempelajari prosedurnya. Pemda kan tidak biasa berutang.
Kami masih harus penuhi persyaratan
sebelum mengajukan penerbitan obligasi
daerah, tuturnya, Rabu (1/7).
Dia mengatakan Pemkot Balikpapan
telah menerima peringkat A dari PT
Pemeringkat Efek Indonesia dan mengantongi opini Wajar Tanpa Pengecualian
dalam audit terakhir laporan keuangan
pemerintah daerah dari BPK.
Namun, pemkot masih harus mendapatkan izin dari DPRD Kota Balikpapan
dan menentukan proyek-proyek pemba-

ngunan infrastruktur yang nantinya


menghasilkan pendapatan bagi APBD
atau menghasilkan revenue, sehingga
dianggap layak untuk dibiayai melalui
pinjaman dana dari pihak ketiga.
Menurutnya, pengkajian proyek-proyek
yang dianggap layak tersebut penting
dilakukannya dengan hati-hati agar tak
membebani keuangan daerah. Selain itu,
pembayaran utang juga akan dilakukan
dengan revenue yang dihasilkan.
Misalkan pembangunan jaringan
pipa PDAM, penyediaan jaringan listrik,
pembangunan coastal road segmen dua
yang dikerjakan pemkot, pembangunan
Stadion Balikpapan, atau pembangunan
Jembatan Teluk Balikpapan, ungkapnya.
Rizal memperkirakan, untuk pembiayaan
pembangunan jaringan pipa PDAM, pihaknya membutuhkan dana senilai Rp500
miliar, Rp2 triliun untuk penyediaan jaringan listrik, Rp4 triliun-Rp5 triliun untuk
pembangunan jembatan, Rp1 triliun untuk
penyelesaian pembangunan stadion.
DPRD Kota Balikpapan menyatakan
belum membahas rencana pengajuan
penerbitan obligasi daerah secara detail
bersama Pemkot Balikpapan. Wakil Ketua
I DPRD Thohari Azis mengisyaratkan
kesetujuannya terhadap skema pembiayaan ini. (Nadya Kurnia)

NPF MULTIFINANCE

Belum Ada yang Tembus 5%


JAKARTA Otoritas Jasa Keuangan
menyatakan hingga Mei 2015 seluruh
perusahaan pembiayaan mencatatkan non
performing financing di bawah 5%.
Dumoly F. Pardede, Deputi Komisioner
Pengawas IKNB II OJK, mengatakan seluruh multifinance memiliki non performing financing (NPF) di bawah ketentuan
maksimal kendati kondisi makroekonomi
belum signifikan dalam mendukung
industri pembiayaan.
Belum ada yang di atas 5% pada Mei
2015, katanya kepada Bisnis, Rabu, (1/7).
Suwandi Wiratno, Ketua Asosiasi
Perusahaan Pembiayaan Indonesia,
mengatakan NPF industri multifinance
cenderung rendah di kisaran 1,6% sampai Mei 2015. Angka itu lebih tinggi
ketimbang rasio NPF posisi akhir tahun
lalu yang tercatat 1,41%. Namun, dia
menegaskan NPF rata-rata yang dicatatkan
industri masih tergolong aman.
Masih terjaga lah. Kalau dipecah,
mungkin semua jenis pembiayaan hampir
sama berkontribusinya [pembiayaan konsumen, sewa guna usaha, anjak piutang,
kartu kredit], ujarnya.
Sampai April 2015, kata Suwandi, terdapat 200 perusahaan pembiayaan dengan
aset sebesar Rp427 triliun.
Suwandi yang juga Direktur Utama

PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL)


mengatakan NPF perusahaannya sedikit
meningkat dari posisi tahun lalu, tetapi
masih dapat dikelola dengan baik.
Hingga Mei 2015, NPF CSUL berada
kisaran 1,8-1,9%. Dia mengatakan kenaikan NPF dipicu alat berat.
Masih di bawah 2%, kenaikan per
bulan hanya sekitar 0,1%-0,2%. Masih
bisa kami tangani, katanya.
Menurutnya, CSUL fokus dalam strategi
collection dan peninjauan secara berkala
untuk mengendalikan NPF. Dia mengatakan CSUL mulai merambah masuk ke
pembiayaan konsumen khususnya mobil
bekas sejak Mei 2015.
Suwandi menuturkan CSUL gencar
mendiversifikasikan pembiayaan sewa
guna usaha (SGU) dari sektor pertambangan ke sektor lainnya yang memiliki
NPF cenderung stabil, yakni infrastruktur
dan perkebunan.
Tahun 2012, portofolio di sektor pertambangan mencapai 70%. Saat ini sudah
berkurang menjadi 30% saja.
Jahja Anwar, Direktur Operasional PT
Clipan Finance Indonesia Tbk., mengatakan
NPF memang cenderung naik sejak tahun
lalu. Menurutnya, NPF perseroan stabil di
posisi 0,7% tetapi membengkak hingga
1,2% di akhir 2014. (Irene Agustine)

MAKROEKONOMI

DINAMIKA

DIRUT TTM DIKENAI GIJZELING


JAKARTA Ditjen Pajak
(DJP) kembali melakukan tindakan paksa badan (gijzeling)
pada seorang penanggung
pajak dengan nilai tunggakan
Rp1,2 miliar.
Kepala Kanwil DJP Banten
Catur Rini Widosari mengatakan
penanggung pajak itu merupakan Direktur Utama dari PT
TTM dengan nama inisial TJ
yang tidak memiliki itikad baik
untuk membayar tunggakan
pajaknya kendati secara kemampuan sebenarnya masih
bisa melunasi.

3 STAF AHLI MENKEU DILANTIK

Dia terdaftar di KPP


Pratama Tangerang Barat. Itu
sudah final karena upaya hukum
yang dimiliki karna dia sudah
ajukan banding dan peninjauan
kembali. Itu juga ditolak. Jadi
sudah final sebenarnya,
ujarnya, Selasa (30/6).
Saat ini TJ dikurung di
Lembaga Pemasyarakatan
Kelas IIA Salemba. Gijzeling
ini dilakukan berdasarkan
Surat Izin Penyanderaan dari
Menteri Keuangan No. SR-1781/
MK.03/2015 per 24 Juni 2015.
(Bisnis/kaw)

JAKARTA Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro


resmi melantik tiga sosok staf
ahli Menkeu yang membantu
dirjen pajak sebagai penguatan
kelembagaan lewat DJP Plus
sebelum pembentukan Badan
Penerimaan Negara mulai
berjalan.
Ketiganya merupakan calon
Dirjen Pajak yang gugur di
tahap Tim Penilai Akhir dalam
seleksi terbuka beberapa waktu
lalu. Ketiga nama tersebut yakni
pertama, Ken Dwijugiasteadi
akan membantu Dirjen Pajak

Kamis, 2 Juli 2015

BEA CUKAI AKAN FOKUS DWELLING TIME

Sigit Priadi Pramudito saat ini,


Ken membidangi peraturan dan
penegakan hukum pajak.
Kedua, Suryo Utomo akan mengemban tugas sebagai Staf Ahli
Menkeu bidang Kepatuhan Pajak.
Ketiga, Puspita Wulandari
akan menangani bidang
pengawasan pajak.
Mengingat tugas berat
dengan target tinggi, maka,
kehadiran tiga deputi DJP
diharapkan bisa mengoptimalkan DJP tahun ini dan tahun
berikutnya, kata Menkeu di
Jakarta, Rabu (1/7). (Bisnis/kaw)

JAKARTA Direktur Jenderal


Bea dan Cukai Heri Pambudi
menjanjikan akan memperbaiki
'dwelling time' dengan
melakukan koordinasi dengan
kementerian dan lembaga lain.
"Dwelling time akan menjadi
salah satu fokus saya nanti.
Perbaikan ini kami lakukan
dengan koordinasi dan tidak
akan saling menuding," ujar
Heru seusai dilantik oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Rabu (1/7).
Dia mengatakan dwelling
time di Ditjen Bea dan Cukai

memerlukan waktu 0,6 hari,


sehingga relatif sudah baik.
Meski demikian, dia berupaya
mempersingkat lagi menjadi
0,5 hari sesuai dengan target
melalui jalur prioritas untuk
perusahaan yang akan diperbesar antara 50%-100%.
Selain itu, pihaknya kan
melakukan pendampingan
di lapangan dan mendorong
pemanfaatan fasilitas yang ada
seperti pemberian persetujuan
pemberitahuan pendahuluan
sehingga dapat mempersingkat
dwelling time. (Antara)

INFLASI JUNI 2015

PROSPEK PAJAK

Penerimaan Diprediksi
90% dari Target
JAKARTA Sejalan dengan pemangkasan
kembali proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun
ini di 5,2%, penerimaan dari pos pajak atas
konsumsi diproyeksikan sekitar 90% dari target
APBNP 2015 sebesar Rp576,5 triliun.
Kurniawan A. Wicaksono
Kurniawan.agung@bisnis.com

Dirjen Pajak Sigit Priadi Pramudito mengatakan outlook tersebut sudah akan menjadi capaian
maksimal di tengah kondisi perekonomian yang masih tumbuh
melambat. Apalagi, beberapa konsumsi barang seperti produk otomotif, rokok, dan rumah menunjukkan angka penurunan.

Selisih antara target dengan realisasi


penerimaan pajak pada
tahun ini diperkirakan
mencapai Rp100 triliun.
Pengampunan pajak
kemungkinan belum
bisa diimplementasikan
tahun ini.
Penerimaan PPh nonmigas tahun ini lebih
banyak dipengaruhi program reinventing policy.

Tidak bisa [digenjot] lagi,


[angka] itu mentok karena kondisi
ekonominya seperti ini. Lihat saja
pejualan mobil lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, ujarnya
seusai menghadiri rapat kerja laporan semester I dengan Banggar
DPR, Rabu (1/7).
Terkait dengan kebocoran PPN
dari faktur pajak fiktif, lanjutnya,
sebenarnya tidak terlalu besar
dari total penerimaan pos ini.
Menurutnya, angka kebocoran
dari faktur fiktif yang sekarang
mulai diantisipasi dengan faktur
elektronik hanya sekitar 5% dari
keseluruhan penerimaan PPN.
Di depan Banggar DPR, pemerintah menyampaikan proyeksi
penerimaan pajak dari pos tersebut
pada semester I/2015 senilai
Rp183,7 triliun atau hanya 31,9%
dari target APBNP. Angka itu masih
melambat dengan pertumbuhan
hanya tumbuh 0,5% dibandingkan
capaian tahun lalu Rp182,7 triliun.
Atas estimasi capaian tersebut,
outlook penerimaan negara dari
sisi perpajakan (termasuk bea dan

Realisasi Penerimaan Pajak Semester I


Pos (Rp Triliun)

2014
APBNP Realisasi
PPh Migas
83,9
44,5
Pajak Nonmigas 988,5
414,7
228,2
a. PPh Nonmigas 486,0
b. PPN
475,6
182,7
c. PBB
21,7
0,9
d. Pajak lainnya
5,2
2,9

2015
APBNP Proyeksi
49,5
27,0
1.244,7
450
629,8
263,1
576,5
183,7
26,7
0,6
11,7
2,5

Sumber: Kemenkeu, 2015

cukai) hanya mencapai 92% dari


pagu Rp1.489,3 triliun. Sigit berujar
outlook 92% itu juga berlaku di
penerimaan pajak yang menjadi
tanggung jawab Ditjen Pajak (DJP).
Dengan demikian, tahun ini
shortfall, merupakan selisih antara realisasi dengan target pajak
(minus PPh migas) bisa nyaris
Rp100 triliun atau kembali mencetak rekor tertinggi setelah tahun
lalu juga mencatatkan rekor di
level Rp94 triliun.

TAX AMNESTY
Sigit berujar realisasi 92%
tersebut di luar kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty)
yang saat ini masih dalam pembahasan. Dia masih ragu kebijakan
itu bisa berlangsung tahun ini karena hingga saat ini sekitar 30%
dari beberapa pihak, termasuk beberapa aparat penegak hukum.
Dari pos pajak penghasilan
(PPh) nonmigas, ujarnya, capaian
akhir tahun masih bisa berada

di level 95% dari target APBNP


2015 Rp629,8 triliun. Pada paruh
pertama tahun ini, pos PPh
nonmigas diproyeksi mencatatkan
penerimaan Rp263,1 atau 41,8%
dari pagu. Capaian itu tumbuh
sekitar 15% dari capaian semester
I/2014 senilai Rp228,2 triliun.
Sigit mengungkapkan peningkatan penerimaan PPh nonmigas
tahun ini lebih banyak dipengaruhi program reinventing policy
yang menjadi bagian dari Tahun
Pembinaan Pajak. Selain itu, upaya
dari sisi pemeriksaan dan penagihan rutin juga berpengaruh.
Sebelumnya, Menteri Keuangan
Bambang Brodjonegoro mengaku
performa penerimaan dari PPN
kuartal II masih sangat sulit tumbuh signifikan.
Kendati demikian, pihaknya masih
cukup optimistis akan peningkatan
performa dari pajak atas konsumsi
tersebut karena otoritas pajak akan
menerapkan faktur pajak elektronik
untuk Jawa dan Bali.

RAKER DENGAN BANGGAR

Bisnis/Dwi Prasetya

Kepala Badan

Pusat Statistik Suryamin, memberikan penjelasan mengenai inflasi


di Jakarta, Rabu (1/7). Inflasi sampai Juni 2015 mencapai 7,26% (year-on-year) dengan
kenaikan harga bahan makanan memberikan dorongan terbesar.

AUDIT BPK

APBN 2014 Disahkan


JAKARTA Rancangan UU Pertanggungjawaban APBN 2014 yang menjadi
babak akhir pengelolaan keuangan negara oleh pemerintah pada tahun lalu disahkan menjadi undang-undang setelah
seluruh fraksi di DPR memberikan
persetujuan.
Namun, dalam pandangan fraksi-fraksi
tersebut, mayoritas perwakilan partai
memberi catatan kepada pemerintah
agar tidak mengulangi kesalahan yang
sama dan meminta pemerintah era Joko
Widodo untuk lebih hati-hati dalam
pengelolaan APBN.
Hal ini khususnya terkait penurunan
jumlah kementerian/lembaga yang
mendapat opini wajar tanpa pengecualian
(WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan.
Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan
(LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah
Pusat (LKPP) 2014, BPK mencatat dari 87
entitas K/L yang diperiksa sebanyak 25
K/L gagal meraih WTP dan LKPP 2014
sendiri juga mendapat opini WDP.
Perinciannya, dari 25 K/L yang tidak
mendapat opini WTP tersebut, sebanyak
18 K/L mendapat opini Wajar Dengan
Pengecualian (WDP) dan sisanya Tidak
Memberikan Pendapat (TMP).
"Sesuai dengan audit BPK, pengelolaan
APBN 2014 belum memenuhi kepatuhan
terhadap peraturan perundang-perundangan, khususnya untuk Ditjen Pajak.
Selain itu, BPK menemukan APBN tidak
efisien," kata Daniel Lumban Tobing
dari Fraksi PDIP dalam rapat paripurna,

Kamis (1/7).
Andi Taufan Tiro, anggota DPR dari
Partai PAN, mendesak pemerintah
melalui Kementerian Keuangan selaku
Bendahara Umum Negara untuk memberi hukuman dari sisi anggaran bagi
K/L yang mendapatkan opini TMP atau
disclaimer selama dua tahun beruntun.
Sementara itu, sejumlah fraksi juga
membahas realisasi makroekonomi
APBN 2014 yang meleset dari target dan
asumsi.
Zulfadhli, anggota DPR dari Partai
Golkar, menyatakan pada tahun-tahun
mendatang, pemerintah harus menyusun
asumsi di APBN yang lebih realistis dan
terukur.
Menurutnya, asumsi yang tidak realistis
akan berakibat pada perencanaan dan
eksekusi anggaran yang tidak kredibel.
Dia menambahkan, setelah melakukan
penganggaran, pemerintah perlu menjaga sumber-sumber pertumbuhan
tradisional serta mencari sumber baru.
Bambang Haryo S., anggota DPR
dari Parta Gerindra, menuturkan laju
pertumbuhan ekonomi pada 2014 yang
hanya 5% menunjukkan ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola risiko
yang ditimbulkan oleh berbagai situasi
eksternal.
Dia menuturkan rasio gini yang cenderung meningkat dan pelebaran ketimpangan antarwilayah juga menjadi
tugas berat pemerintah dalam pelaksanaan APBN berikutnya. (Arys Aditya)

BELANJA INFRASTRUKTUR
ANTARA/M Agung Rajasa

Gubernur Bank

Indonesia Agus Martowardojo (kanan) menjabat


tangan Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani (kiri) sebelum rapat
kerja dengan Badan Anggaran di gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/7). Rapat

kerja tersebut membahas penyampaian pokok-pokok laporan semester I


dan Prognosis Semester II Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2015 dan
pembentukan Panja Perumus Kesimpulan.

PERUBAHAN SKEMA PENYALURAN

Jumlah Pelanggan Listrik Subsidi Turun 50%


JAKARTA Jumlah pelanggan
listrik bersubsidi diperkirakan bisa
berkurang separuh posisi saat ini
yang mencapai 44,6 juta pelanggan
jika skema subsidi langsung ke
masyarakat miskin diterapkan tahun depan.
Pada saat ini jumlah pelanggan
listrik 450 volt ampere (VA) mencapai 22,7 juta rumah tangga dan
900 VA mencapai 21,9 juta rumah
tangga, menurut data Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi
dan Sumber Daya Mineral. Tarif
kedua golongan itu selama ini masih disubsidi.
Pelaksana Tugas Kepala Badan
Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara
menyebutkan jumlah orang yang
berada di bawah garis kemiskinan
sekitar 29 juta jiwa. Dengan asumsi satu keluarga terdiri atas lima
orang, maka terdapat enam juta
rumah tangga miskin.
Ditambah dengan jumlah orang

rentan miskin, maka jumlah penerima subsidi sesungguhnya 15,5


juta rumah tangga miskin atau
sama dengan penerima raskin.
Suahasil mengatakan pemerintah akan mempersempit perbedaan
data yang lebar antara jumlah
pelanggan listrik subsidi saat ini
dengan data penduduk miskin.
Meskipun demikian, pemerintah
menunggu hasil pendataan program perlindungan sosial (PPLS)
terbaru yang sekarang sedang dilakukan Badan Pusat Statistik.
"Kami memiliki data yang dipakai untuk beberapa program.
Yang kami lakukan sekarang adalah
meningkatkan akurasinya," kata
Suahasil saat rapat kerja dengan
Badan Anggaran, Selasa (30/6).
Menurutnya, skema subsidi
listrik langsung ke orang miskin
masih dimatangkan kendati cara itu
bukan hal yang baru. Pemerintah
selama ini menyalurkan raskin

berdasarkan data pemegang kartu


keluarga sejahtera.
Jika subsidi langsung ini berlaku
tahun depan, maka anggaran subsidi listrik 2016 bisa jauh berkurang dari pagu sementara yang
disepakati pemerintah dan DPR
senilai Rp67 triliun-Rp71 triliun.
"Soal belanja subsidinya jadi
berapa, itu tergantung data rumah
tangga yang nanti berhak mendapat
subsidi listrik," tutur Suahasil.
Anggota Banggar dari Fraksi
PDI Perjuangan Syukur Nababan
mempertanyakan apakah subsidi
listrik yang besar selama ini benarbenar subsidi atau muncul karena
inefisiensi PLN.
"Saya ilustrasikan seperti ini.
Biaya sebenarnya 60. Tapi garagara inefisiensi, biaya jadi 100. Lalu
dijual 90, dan bilang itu disubsidi
10. Jangan sampai kita bicara
subsidi seolah-olah menyubsidi
masyarakat tidak mampu, padahal

kita menyubsidi inefisiensi."


Namun, anggota Banggar dari
Fraksi PKS Ecky Awal Muharram
pun mengungkapkan hal serupa.
PLN masih berkutat dengan
persoalan susut jaringan dan biaya
pemeliharaan yang tidak efisien.
Perbaikan semestinya dilakukan
di tubuh PLN, bukan mencabut
subsidi pada golongan pelanggan
450 va dan 900 va yang menurut
PKS sebenarnya kelompok yang
layak menerima subsidi.
Menurut Ecky, perubahan menjadi subsidi langsung yang berimplikasi pada kenaikan tarif pada
sebagian pelanggan justru akan
melukai pertumbuhan ekonomi.
"Penurunan daya beli masyarakat
cukup akut. Kalau pemerintah
memberlakukan skema tarif listrik baru dengan subsidi langsung,
pasti akan menaikkan inflasi, makin memperlambat pertumbuhan,"
ujarnya. (Sri Mas Sari)

Wapres Dorong
Penyerapan Anggaran
JAKARTA Wakil Presiden Jusuf Kalla
tetap menargetkan realisasi penyerapan
anggaran bisa mencapai 100% hingga
akhir tahun ini, meskipun penyerapan
anggaran belanja modal pemerintah baru
9,4% pada 29 Juni 2015,.
Kalla menuturkan pemantauan realisasi penyerapan belanja infrastruktur
pemerintah dilakukan setiap pekan
melalui Tim Percepatan Realisasi Anggaran. Adapun megaproyek infrastruktur,
seperti pembangkit listrik 35.000 MW
dipantau langsung oleh Wapres.
"Iya, harus 100% akhir tahun. Bagaimana dong? Terkecuali yang multiyears," tutur JK di kantornya, Rabu
(1/7). Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menyebut realisasi
penyerapan anggaran belanja modal
pemerintah baru terealisasi 9,4% pada
29 Juni 2015. Angka tersebut naik dibandingkan realisasi pada 15 Mei 2015 yang
tercatat baru 3,7% atau Rp10,2 triliun.
Belanja modal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan
(APBNP) 2015 adalah Rp290,3 triliun.
Menurut Wapres, tim kerja itu tidak
hanya memantau realisasi penyerapan
anggaran pemerintah, tetapi juga mendalami hambatan penyerapan anggaran,
apakah disebabkan oleh pembebasan

lahan, perizinan, atau masalah lainnya.


Pada kesempatan yang sama, Menteri
Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan realisasi belanja modal sebesar 9,4% merupakan
bagian dari pembayaran uang muka
kontrak proyek-proyek infrastruktur.
Adapun pembayaran termin I, II, III,
dan seterusnya tergantung pada perkembangan fisik proyek.
"Sebenarnya tidak terlalu mengkhawatirkan, tetapi Wapres minta dipercepat," tuturnya. Sofyan enggan menetapkan target penyerapan belanja modal
per kuartal.
Namun, menurutnya, target maksimal
realisasi belanja modal pada tahun ini
sebesar 95%.
Untuk mendorong realisasi belanja
infrastruktur pemerintah, Sofyan mengungkapkan rencana penerbitan Peraturan Presiden antikriminalisasi pengambil kebijakan guna mempercepat
pembangunan.
"Hambatan-hambatan kan ketakutan
orang itu. Kita sedang mendraf Perpres
untuk memfasilitasi dan mempercepat
pembangunan infrastruktur dan pembangunan di daerah, supaya orang jangan takut gitu loh," tutur Sofyan. (Ana
Noviani)

EKONOMI GLOBAL

Kamis, 2 Juli 2015

KANAL

AS RESTUI PEMBELIAN DIRECTTV


WASHINGTON Otoritas
Amerika Serikat dikabarkan akan
merestui rencana akuisisi AT&T
Inc. terhadap DirecTV US$48,5
miliar pada pekan depan.
Kedua perusahaan termasuk
dalam daftar perusahaan terbesar dalam industri penyiaran di
AS. Departemen Keadilan (DoJ)
telah menyelesaikan kajiannya
terhadap rencana itu. Kini, tinggal menunggu keputusan dari
Komisi Komunikasi Federal
(FCC).
Menurut sumber Bloomberg,
Rabu (1/7) FCC dijadwalkan me-

Reuters/ara)

Uni Eropa Cari


Jalan Keluar
ATHENA Yunani akhirnya mengalami gagal
bayar atau default setelah
usahanya di menit-menit
terakhir tidak membuahkan hasil. Namun, Zona
Euro tidak menyerah
mencari solusi sebelum
referendum diadakan,
sehingga memberi harapan kepada pasar.
Dana Moneter Internasional (International
Monetary
Fund/IMF)
mengonfirmasi Negeri
Para Dewa tidak melakukan pembayaran utangnya senilai 1,6 miliar euro
sesuai dengan jadwal
yang telah disepakati.
Oleh karena itu, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde akan melaporkannya ke dewan
pemberi pinjaman global
bahwa Yunani menunggak yang merupakan istilah resmi untuk default.
Yunani dapat menerima pendanaan di masa
yang akan datang dari
pemberi pinjaman global
jika tunggakan tersebut
telah diselesaikan, kata
juru bicara IMF Gerry
Rice, Rabu (1/7).
Dia membenarkan Pemerintah Perdana Menteri
Yunani Alexis Tsipras

CREDIT BANK OF MOSCOW LEPAS SAHAM

rampungkan evaluasinya setidaknya pada pekan depan. Pada


saat dimintai komentarnya,
baik juru bicara AT&T maupun
FCC enggan berbicara. Begitu
pula dengan DoJ yang belum
menyampaikan tanggapannya.
Rencana penggabungan
AT&T dan DirectTV diumumkan
pada Mei tahun lalu. Kombinasi
keduanya akan menciptakan
perusahaan tv berbayar di Negeri Paman Sam. Aksi itu diperkirakan bakal mendapat restu
dari para regulator. (Bloomberg/

KRISIS YUNANI

meminta perpanjangan
pelunasan.
Sekitar 11 jam sebelum
batas akhir pembayaran, Athena mengajukan
penawaran perpanjangan
bailout internasional dan
pendanaan selama dua
tahun.
Sadar dengan apa yang
terjadi jika pemilik utang
terbesar itu keluar dari
Zona Euro, para pejabat
blok bermata uang tunggal tidak menyerah untuk
mencari solusi.
Eurogroup mengatakan
akan membicarakan permintaan pinjaman dan
restrukturisasi utang pada
hari ini, Rabu.
Meskipun begitu, masih belum jelas seberapa
banyak kesepakatan yang
akan tercapai. Mengingat
ke percayaan
antara
Athena dan para pemilik
modal Eropa terkoyakkoyak setelah lima bulan
melakukan perundingan
yang cukup sengit.
Hubungan keduanya
juga semakin memburuk
ketika Yunani menolak
proposal yang ditawarkan
oleh kreditur dan memilih melakukan referendum. (Reuters/Bloomberg/
Yudi Supriyanto)

MOSKWA Credit Bank of


Moscow melempar sahamnya ke pasar senilai US$13,2
miliar rubel atau setara dengan
US$238 juta dan tercatat sebagai penawaran publik perdana
(IPO) terbesar di Rusia dalam
lebih dari setahun terakhir.
Berdasarkan pernyataan
resmi perseroan dalam situsnya, Rabu (1/7) bank tersebut
menjual sahamnya seharga
3,62 rubel per lembar sehingga
membentuk kapitalisasi pasar
senilai 70,2 miliar rubel.
Adapun, penjualan saham itu

SYDNEY Meskipun sektor manufaktur di


sejumlah negara belum menggembirakan,
sejumlah data perekonomian di China dan
Jepang justru memberi harapan tentang perbaikan prospek perekonomian di dua negara
terbesar di Asia tersebut.
Ardhanareswari
ardhanareswari@bisnis.com

Sektor jasa China mencatatkan


kenaikan sepanjang Juni, sedangkan sederet perusahaan raksasa asal Jepang membukukan
pertumbuhan belanja modal tertinggi selama 10 tahun terakhir.
Meskipun, sektor manufaktur
masih cenderung suram.
Kendati demikian, serangkaian data yang dirilis, Rabu (1/7)
membangun ekspektasi pasar
bahwa laju pertumbuhan eko-

Keyakinan bisnis dan


rencana belanja modal
perusahaan di Jepang
dilaporkan meningkat.
Industri manufaktur
di China dinilai masih
membutuhkan dukungan kebijakan moneter
yang lebih longgar.

nomi global akan mulai membaik pada paruh kedua tahun ini.
Namun, secara keseluruhan proyeksi ekonomi masih muram terlebih pascakebangkrutan Yunani
yang berisiko bagi Uni Eropa dan
kekhawatiran terhadap fluktuasi
tajam di pasar saham China.
Aktivitas pabrik di Negeri
Panda itu tumbuh tipis sepanjang
bulan lalu meski tak setinggi
estimasi para ekonom.
Hal itu memberi sinyal perekonomian mulai merangkak
naik secara perlahan setelah pemerintah dan otoritas moneter
menyuntikkan stimulus berupa
pemangkasan suku bunga dan
aliran likuiditas yang lebih massif.
Data purchasing managers
index (PMI) sektor manufaktur
China selama Juni stagnan pada
level 50,2 atau tak bergerak dari
bulan sebelumnya sementara
PMI jasa justru naik menjadi
53,8 dari 53,2 pada Mei. Indeks
50 atau lebih menunjukkan akse-

Menit terakhir tawaran Yunani kepada kreditur internasional


untuk memberikan bantuan keuangan pada hari Selasa lalu
tidak cukup untuk menyelamatkan negara tersebut menjadi
negara maju pertama yang default terhadap pinjaman Dana
Moneter Internasional.

INDUSTRI PERBANKAN JEPANG

Sumitomo Akan Akuisisi


Unit Finansial GE
TOKYO Sumitomo Mitsui
Financial Group Inc. akan mengakuisisi unit usaha General Electric
Co. senilai lebih dari US$2 miliar.
Menurut
seorang
sumber
Bloomberg, pengumuman aksi korporasi itu paling cepat dirilis pada
Selasa (30/6) waktu setempat.
Namun, ketika dikonfirmasi, juru
bicara Sumitomo Mitsui Takashi
Morita mengatakan perusahaan
belum membuat keputusan apapun.
Sumitomo Mitsui memang menjadi salah satu perusahaan Jepang
yang tertarik dengan aset-aset GE
setelah perusahaan asal Amerika
Serikat itu memutuskan mengurangi
unit bisnis non-intinya, termasuk
unit bisnis yang bergerak di bidang
finansial.
Adapun Sumitomo, bank tersebut
berambisi melebarkan sayapnya
demi memacu pertumbuhan mengingat prospek industri perbankan
di negara asalnya tak terlalu cerah.
Menciutnya jumlah populasi dan
marjin yang kian kecil membuat
bisnis perbankan di Negeri Matahari
Terbit itu tak terlalu menarik.
Ekspansi bisnis ke luar negeri

AFSEL JUAL SAHAM DI VODAFONE


JOHANNESBURG Afrika
Selatan memutuskan untuk
menjual saham yang dimilikinya
di unit Vodafone Group Plc.
Afrika senilai 28,7 miliar rand
atau setara dengan US$2,4
miliar. Hal ini dilakukan untuk
menaikkan pendanaan perusahaan listrik negara Eskom
Holdings SOC Ltd.
Departemen Keuangan
Nasional mengatakan pemerintah menjual 13,91% saham yang
dimilikinya di Vodacom Group
Ltd. kepada pengelola keuangan terbesar di Afrika, Public

Investment Corp. (PIC)


Penjualan saham Vodacom
adalah pilihan yang paling
mungkin untuk memastikan
pemerintah mendapatkan uang
dan menyuntikkannya ke Eskom
untuk meningkatkan utilitas,
kata Departemen Keuangan,
Rabu (1/7). Selain itu, tawaran yang diberikan PIC sama
dengan penetapan harga yang
dilakukan oleh institusi lainnya.
Hingga saat ini Afrika telah
memberikan paket bailout
senilai 23 miliar rand kepada
Eskom. (Bloomberg/116)

Sinyal Cerah dari China & Jepang

Reuters/Alexandros Avramidis

menunggu di luar kantor cabang


National Bank untuk menerima uang pensiun mereka di
utara kota Thessaloniki, Yunani, Rabu (1/7). Sejumlah kantor
cabang National Bank di Yunani dibuka pada hari Rabu untuk
memungkinkan pensiunan menerima uang pensiun mereka.

dimulai di Moscow Exchange


pada jam 10 waktu setempat.
Penjualan itu sekaligus menguji minat pasar terhadap saham
perbankan terutama setelah
otoritas moneter Rusia melambungkan suku bunga acuan
hingga dua kali lipat pascapencaplokan Krimea tahun lalu.
Berdasarkan catatan Bloomberg, IPO Credit Bank of Moscow merupakan yang terbesar
sejak aksi Lenta Ltd. yang
berhasil menghimpun dana investor hingga US$952 juta pada
Februari 2014. (Bloomberg/ara)

BELANJA MODAL

ANTRE MENGAMBIL PENSIUN

Pensiunan antre

adalah cara yang efektif. Langkah


untuk membeli aset-aset yang mendukung upaya tersebut akan meningkat, kata analis dari Deutsche Bank
AG Yoshinobu Yamada.
Pasar merespons positif kabar ini
ditandai dengan kenaikan saham
perseroan sebesar 0,2% di Tokyo.
Sepanjang 2015, saham bank terbesar kedua di Jepang itu terapresiasi
24%.
Sebelumnya, laporan dari Wall
Street
Journal
menyebutkan
Sumitomo Mitsui mengalahkan
Apollo Global Management LLC dan
Ares Management LP untuk mengakuisisi unit bisnis GE itu.
Namun, juru bicara GE di Tokyo
Sumito Koike enggan memberikan
penjelasan terkait hal tersebut. Pada
Mei, GE diperkirakan mendapatkan sekitar US$30 miliar dari hasil
penjualan aset. Adapun, perseroan
menargetkan divestasi aset itu akan
menghasilkan dana hingga US$200
miliar.
Direktur Eksekutif Jeffrey Immelt
mengatakan pihaknya tengah fokus
di sektor industri a.l. produksi mesin
jet, turbin, dan peralatan medis

sebagai bisnis intinya. Adapun, unit


finansialnya di Eropa adalah salah
satu aset yang menjadi prioritas
perusahaan untuk dilepas.
Strategi ini bertujuan agar pengelolaan bisnis GE lebih mudah untuk
mengejar target pertumbuhan. Pada
awal pekan ini, GE juga menyatakan telah menjual bisnis manajemen kendaraannya pada Element
Financial Corp asal Kanada dengan
nilai US$6,9 miliar.
Di samping melepas aset, GE juga
memperkuat bisnis intinya dengan
aksi akuisisi salah satunya Alstom
SA, perusahaan asal Prancis yang
bergerak di bidang permesinan dan
teknik. Namun, rencana itu terganjal restu dari Komisi Eropa yang
mengkhawatirkan kesehatan persaingan usaha jika akuisisi tersebut
terlaksana.
Kendati demikian, Direktur
Eksekutif Alstom Patrick Kron optimistis Uni Eropa, melalui Komisi
Eropa, akan menyetujui rencana itu.
Saya yakin [akan disetujui]. Tak
ada alasan rencana A ini tak berhasil, katanya. (Bloomberg/Reuters/
Ardhanareswari)

Proyeksi PDB Jepang & China


7,7

China

7,7

1,7

2012

7,4

7,1

1,6

2013

1,1
2014

2015

Sumber: Global Economic Prospect, Juni 2015, Bank Dunia

lerasi di sektor terkait.


Hal serupa terjadi di Jepang,
aktivitas di pabrik di negara itu
tak banyak bergerak tetapi laporan lain justru menunjukkan
penguatan cukup signifikan pada
permintaan ekspor. Sementara itu,
sebuah survei yang dirilis Bank
of Japan (BoJ) menyatakan keyakinan bisnis dan rencana belanja modal perusahaan terakselerasi.
Pada saat kedua perekonomian terbesar di dunia menunjukkan hal positif, hal itu memberi
semangat. Data ini juga datang
menyusul sejumlah sinyal positif
dari Amerika Serikat (AS), kata
Kepala Ekonom CommSec Craig
James.
Meski demikian, laporan data
dari sejumlah negara di Asia
a.l. Korea Selatan, Taiwan, dan

Jepang

6,9

1,7

2016

takkan terlalu berpengaruh pada


peningkatan ekspor dari Asia seperti sebelumnya.

STIMULUS EKONOMI

1,2
2017
Bisnis/Ilham Nesabana

Indonesia menunjukkan secara


keseluruhan kondisi saat ini masih menantang bagi sebagian
besar perekonomian regional.
Sementara itu, ketidakpastian
terkait dengan nasib Yunani juga
turut menggerus keyakinan dan
optimisme pasar Asia. Meskipun
Negeri Para Dewa itu hanya mewakili 2% dari total perekonomian Zona Euro, investor mengkhawatirkan efek beruntun yang berisiko mengguncang negara lain.
Adapun, di AS data tentang
aktivitas pabrik juga diekspektasikan meningkat. Hal itu juga
memperkuat prospek bahwa Federal Reserve (the Fed) menaikkan suku bunga atau Fed funds
rate mulai September tahun ini.
Namun, perbaikan ekonomi Negeri Paman Sam saat ini juga

Sementara itu, para analis dari


ANZ menilai indikator manufaktur yang relatif tetap menunjukkan bahwa perekonomian
China membutuhkan kebijakan
moneter yang lebih longgar lagi.
Ke depannya, kami memandang
bahwa pemangkasan suku bunga
lebih lanjut masih perlu, tulis
analis ANZ Liu Li-Gang dan Zhou
Hao dalam sebuah kajiannya.
Agak berbeda dari China dan
Jepang, data perekonomian Korea
Selatan masih suram. Ekspor tercatat ambruk selama enam bulan
berturut-turut sedangkan sektor
manufaktur melambat tajam.
Kondisi itu diperparah dengan penyebaran Middle East Respiratory Syndrome (MERS) di
Negeri Ginseng. Pemerintah bereaksi dengan mengumumkan
paket stimulus fiskal pada perekonomian senilai US$13 miliar
pekan lalu.
Pasar juga mewaspadai volatilitas pasar saham China yang
sangat tajam belakangan ini.
Indeks saham gabungan China
ambruk 20% setelah mencapai
puncaknya pada tengah bulan
lalu. Otoritas bahkan mengkaji
penundaan sejumlah aksi korporasi hingga pasar modal kembali
stabil. (Reuters)

R E A D E R'S C H O I C E

Kamis, 2 Juli 2015

PENDANAAN INFRASTRUKTUR

Nada Tinggi Menteri Rini


Antara/Widodo S Jusuf

Nada bicara Menteri Badan Usaha Milik Negara


(BUMN) Rini M. Soemarno meninggi. Raut wajahnya sedikit berubah saat disinggung pinjaman
dari lembaga keuangan China yang nilainya jika
dirupiahkan setara dengan Rp665 triliun.
Ana Noviani & Sukirno
redaksi@bisnis.com

aat itu, Sabtu (20/6),


Rini kedatangan tamu
para petinggi perusahaan
pelat merah di rumah
dinasnya kawasan Jl.
Widya Chandra IV
No.15. Rini menjamu bos BUMN
dalam acara buka puasa bersama.
Sejak sore, puluhan bos BUMN
sudah berkumpul di kediamannya.
Sebelum waktu berbuka puasa tiba,
Rini dan puluhan bos BUMN mengadakan bincang-bincang santai.
Sejatinya, dalam acara itu wanita
kelahiran Maryland Amerika Serikat 9 Juni 1958 itu, lebih banyak
membahas soal dwelling time di

Pelabuhan Tanjung Priok. Momentumnya tak lama setelah Presiden


Joko Widodo protes dengan persoalan dwelling time yang tak kunjung
usai.
Di sela-sela ceritanya, ada pertanyaan yang diarahkan kepada Rini
terkait pinjaman siaga (stand by
loan) dari China Development Bank
(CDB) dan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC).
Pertanyaan itu diarahkan menanggapi banyak respons yang menyebut Kementerian BUMN tengah
menggadaikan perusahaan pelat
merah dengan adanya pinjaman
tersebut.
"Kok takut dikuasai China itu
loh, BUMN kita kuat, BUMN kita
pintar. Kita di Indonesia, bagaimana

kita bisa dikuasai orang lain? Harusnya kita yakin bahwa kita punya
kemampuan menguasai tempat kita
sendiri," katanya berapi-api.
Rini geram terhadap penilaian sejumlah pihak yang menuding pinjaman dari China akan membuat
BUMN dikuasai oleh Negeri Tirai
Bambu.
"Jadi begini, dari China ingin
betul kerja sama dengan Indonesia itu berjalan dengan lancar.
Oleh karena itu, mereka melalui
pemerintahannya, yakni National Development Reformation
Commission [NDRC], mengatakan,
oke BUMN saya yang bisa jadi
partner Anda adalah yang ini," jelasnya.
Menurutnya, masyarakat tidak
perlu takut karena pinjaman dari
lembaga keuangan China itu seperti
utang-utang yang dilakukan oleh
BUMN sebelumnya.
Pinjaman dari CDB dan ICBC,
sambungnya, merupakan standby
loan yang dapat ditarik kapan saja
sesuai dengan kesepakatan.
Dia menilai, pembangunan proyek infrastruktur di Tanah Air selalu membutuhkan dana pinjaman

yang tidak sedikit.


Dana fasilitas utang yang disediakan oleh CDB dan ICBC itu,
katanya, tidak berbeda dengan pendanaan yang selama ini dilakukan
oleh perusahaan-perusahaan pelat
merah. Misalnya, PT Pelindo II
beberapa waktu lalu telah merilis
obligasi global (global bonds) senilai US$1,6 miliar setara dengan
Rp21,28 triliun.
Penyerapan global bonds yang diterbitkan Pelindo II itu dinilai merupakan sebuah kepercayaan investor
internasional terhadap perusahaan
BUMN. Kerja sama antarnegara
dinilai lebih mudah ketimbang masing-masing BUMN harus mencari
pendanaan sendiri.

BERTEMU PRESIDEN
Keseriusan China dalam mendukung pembangunan infrastruktur
di Tanah Air disampaikan pula oleh
Alhadad Pte. Ltd., perusahaan yang
berafiliasi dengan BUMN China.
Usai bertemu Presiden Joko Widodo
pada Kamis (25/6), Chairman Alhadad Pte Ltd. J.A.K. Alhadad menyatakan minat berinvestasi guna
mendukung proyek-proyek infra-

BUMN yang Direncanakan Menerima Pinjaman CDB (Rp miliar)


PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.

5,92
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

4,06
PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)

3,76
PT Tambang
PT
Tambang Batubara
Batubara Bukit
Bukit Asam
Asam (Persero)
(Persero) Tbk.
Tbk.

1,6
PT Pelindo II (Persero)

1,6
PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

1,6
PT Angkasa Pura II (Persero)

0,47
Sumber: BUMN, diolah

Bisnis/Ilham Nesabana

struktur pemerintah.
Rini geram dengan
Sebagai gambaran, dalam Angpihak yang menuding
garan Pendapatan dan Belanja
pinjaman dari China akan
Negara Perubahan (APBNP) 2015,
membuat BUMN dikuasai
belanja tiga kementerian yakni
oleh Negeri Tirai Bambu.
Kementerian Pekerjaan Umum &
Perumahan Rakyat, Kementerian
Sektor infrastrukPerhubungan, dan Kementerian
tur yang dibidik adalah
Pertanian mencapai Rp216,3 trijalan tol, pelabuhan,
liun.
pembangkit listrik, pengKetiga kementerian itu diolahan air, dan peruharapkan mampu menjadi motor
mahan rakyat.
bagi kegiatan pembangunan infrastruktur jalan, pelabuhan, serta
meningkatkan sarana prasarana
(Persero) Tbk. senilai US$1,6 miliar.
pertanian.
"Kami menawarkan pinjaman
Selain itu, PT Wijaya Karya
komersial untuk proyek infrastruk(Persero) Tbk. juga diproyeksikan
tur pemerintah mungkin lebih dari
membutuhkan pembiayaan dari
US$20 miliar dalam bentuk soft
CDB senilai US$4,06 miliar, PT Peloan," kata Alhadad.
labuhan Indonesia I (Persero) seTawaran itu menjawab langkah
nilai US$3,76 miliar, PT Pelindo II
yang telah ditempuh Kementerian
(Persero) senilai US$1,6 miliar, dan
BUMN dalam menjalin kerja sama
PT Angkasa Pura II (Persero) senilai
dengan lembaga keuangan China.
US$0,47 miliar.
Menurutnya, investasi tersebut
Rini menambahkan, selain pemakan ditarik dari pinjaman kobiayaan untuk tujuh perusahaan
mersial ICBC. Lantas, dana tersebut
BUMN tersebut, CDB juga mediinvestasikan kepada BUMN karya nyediakan dana bagi PT Perusahaan
dan pemegang proyek-proyek infra- Listrik Negara (Persero) senilai
struktur lainnya.
US$10 miliar. Pinjaman tersebut
"Kami akan terlibat dalam proakan digunakan untuk program
yek itu. Misalnya, untuk proyek
percepatan pembangunan megapembangkit lisrik, PLN kontribusi
proyek pengadaan listrik PLN.
investasi sebesar 10%-15%, kami
Dari ICBC, sambungnya, BUMN
investasi dalam bentuk loan sebedisediakan dana US$20 miliar.
sar 85% kepada PLN. Kami yang
BUMN yang akan mengantongi
bangun pembangkit listriknya unpinjaman tersebut berjumlah 6-7
tuk PLN," tuturnya.
perusahaan, termasuk PLN. Rini beAlhadad menambahkan
lum bersedia memerinci
sektor infrastruktur yang
proyek-proyek yang akan
dibidik perusahaan yang
didanai dari pinjaman
berbasis di Singapura ini
ICBC tersebut.
adalah jalan tol, pelabuhan,
"Proyeknya ada banyak,
pembangkit listrik, pengsebagian besar power
olahan air, dan perumahan
plant, ada pelabuhan,
rakyat.
pertambangan, feronikel," ungkapSebagai tindak lanjut dari minat
nya.
tersebut, Alhadad Pte. Ltd. ingin
Staf Ahli Kementerian BUMN
menjajaki kerja sama teknis dengan Sahala Lumban Gaol mengatakan
kementerian dan BUMN terkait,
hingga saat ini, baru ada tiga perterutama BUMN Karya seperti PT
usahaan pelat merah yang telah
Hutama Karya, PT Adhi Karya
mengajukan kebutuhan proyek.
Tbk., PT Waskita Karya Tbk., PT
BUMN tersebut akan diajukan kePerusahaan Listrik Negara (PLN),
pada ICBC untuk mengantongi
dan PT Pelabuhan Indonesia (Pedana pinjaman senilai total US$20
lindo).
miliar.
"Kami menjajaki kontraktor lokal
Perusahaan milik negara itu
dan mitra lokal untuk bergabung
mayoritas bergerak pada sektor
dengan kami. Kami menyadari
infrastruktur. Dia belum bersedia
bahwa proyek ekonomi Presiden Jo- memerinci BUMN yang akan
kowi dan ingin berpartisipasi dalam mengantongi pinjaman ICBC
proyek-proyek itu," imbuhnya.
maupun proyek yang telah
Berdasarkan perhitungan pediajukan kepada pemerintah.
merintah, rencana pengembangan
"ICBC ada tujuh proyek, nanti
ekonomi Indonesia pada 2015-2019, mereka yang menilai menggunakan
sejumlah BUMN membutuhkan
prosedur perbankan.
dana investasi US$23,8 miliar
untuk membiayai 16 proyek.
CATATAN EDITOR
Menurut Rini, pemerintah
hanya akan mengajukan dana
Tema laporan Readers Choice selanjutpinjaman yang disediakan oleh
nya, kami mengajukan beberapa topik
CDB senilai US$20 miliar, sesuai
sebagai
berikut:
penawaran yang disampaikan
Polri Usul Anggaran Penyidikan Ditambah
Alhadad.
Properti Dibuka untuk Asing
Tujuh BUMN yang direncana Peremajaan Alutsista, Masihkah Sekadar
kan mengantongi pinjaman dari
Wacana?
CDB untuk membangun proyek Yunani dan Nasib Pasar Keuangan
Untuk memilih topik yang Anda inginkan,
proyek raksasa. Di antaranya
silahkan ikuti polling Readers Choice
adalah PT Adhi Karya (Persero)
tersebut
di http://www.bisnis.com/pollingTbk. senilai US$1,6 miliar, PT
weekly.
Aneka Tambang (Persero) Tbk.
Redaksi
sebesar US$5,92 miliar, dan PT
Tambang Batubara Bukit Asam

INFRASTRUKTUR

Kamis, 2 Juli 2015

 BUKU BIRU 20152019

Proyek US$38 Miliar Andalkan Asing


JAKARTA Sebanyak 60 proyek senilai US$38,14 miliar masuk
dalam rancangan Buku Biru atau daftar pinjaman atau hibah luar
negeri periode 20152019 yang disusun oleh Bappenas.
Fitri Sartina Dewi & Ana Noviani
redaksi@bisnis.co.id

Sejumlah Proyek yang Masuk


dalam Buku Biru 2015-2019

Menteri Koordinator bidang Perekonomian


Sofyan Djalil mengatakan proyek-proyek tersebut, terdiri dari proyek infrastruktur, jalan,
jembatan, air minum, pengolahan sampah,
penanggulangan kawasan kumuh, irigasi,
suplai air bersih, bendungan, pelabuhan,
proyek pembangkit listrik, hingga proyek
infrastruktur sosial, seperti pembangunan
rumah sakit.
Paling banyak proyek listrik, proyek pekerjaan umum, dan perhubungan, tuturnya
seusai rapat di Kantor Wakil Presiden, Rabu
(1/7).
Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
M. Basoeki Hadimoeljono, Menteri ESDM
Sudirman Said, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PPN/Kepala Bappenas Andinof
Chaniago, Menteri Perhubungan Ignasius
Jonan, dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Sofyan menyebut total nilai proyek yang
akan didanai lewat pinjaman lembaga pembiayaan multilateral mencapai US$38,14 miliar.
Adapun lembaga pembiayaan multilateral
yang turut dalam pendanaan proyek-proyek
Blue Book 20152019, antara lain Bank
Dunia, ADB, IDB, AIIB, JICA, JBIC, dan Koica.
Pinjaman dari lembaga multilateral itu
bersifat utang dalam APBN, tetapi bunganya
diklaim relatif kecil.
Jumlah yang sudah direncanakan
Bappenas untuk Blue Book itu US$38 miliar,
ujar Sofyan.
Menko menegaskan proyek-proyek itu
harus dipersiapkan dengan baik sehingga
utang dari lembaga donor dapat segera dicairkan dan proyek bergulir. Dengan demikian,
eksekusi proyek-proyek itu tidak lamban atau
mandek.
Yang paling penting itu bagaimana project

 Pinjaman dari lembaga multilateral bersifat utang dalam APBN.


 Pemerintah telah melakukan
promosi dan pemasaran di sejumlah negara.

Jalan,

Irigasi,

Jembatan,

Air bersih,

Air minum,

Bendungan,

Pengolahan
sampah,

Pelabuhan,
Pembangkit listrik,

Penanggulangan
kawasan kumuh,

Rumah sakit.

Sumber: Bappenas

Bisnis/Ilham Nesabana

preparation karena selama ini, hambatannya


adalah proyeknya ada, dananya ada, tapi
persiapannya tidak matang, lanjut Sofyan.
Untuk itu, pemerintah akan mengharuskan lembaga pembiayaan menyiapkan dana
untuk persiapan proyek, mulai dari studi
awal, studi kelayakan, studi lingkungan,
hingga detail engineering design (DED).
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala
Bappenas Andrinof Chaniago mengatakan
draf Blue Book seharusnya sudah diluncurkan, tetapi sejumlah masukan harus dikoordinasikan dengan kementerian/lembaga
teknis.
Format baru yang diakomodasi dalam Blue
Book 20152019, antara lain penekanan
pada persiapan proyek dan skema pemecahan proyek pemerintah-lembaga pinjaman.
Yang jelas dua minggu ini kita selesaikan
menambahkan hal baru ini. Kalau sudah oke,
kita launching, tuturnya.

RESPONS SWASTA
Pada awal pekan ini, Andrinof mengatakan
pemerintah masih menunggu ketertarikan
swasta untuk terlibat dalam pembiayaan 32
proyek infrastruktur potensial dengan skema
kerja sama pemerintah dan swasta.
Berdasarkan salinan Keputusan Menteri
PPN/Kepala Bappenas No. Kep. 82/M.
PPN/HK/05/2015 tentang Penetapan Daftar
Rencana Proyek Infrastruktur 2015, terdapat
total 38 proyek Kerjasama Pemerintah dan
Swasta (KPS) atau public private partnership.

Dari 38 proyek KPS tersebut, 6 proyek


dikategorikan proyek KPS yang siap ditawarkan, dan 32 proyek yang masih dalam
proses pengkajian dengan kategori 8 proyek
KPS dinyatakan prospektif dan 24 proyek KPS
potensial.
Andrinof menuturkan pemerintah saat ini
masih menunggu adanya minat swasta untuk
melakukan pengkajian kepada 32 proyek
KPS yang berstatus prospektif dan potensial.
Sebanyak 32 dinyatakan belum siap karena belum selesai pengkajiannya. Kita masih
menunggu adanya minat swasta untuk melakukan proses kajian, kata Andrinof, Senin
(30/6).
Dia menuturkan proses pengkajian yang
masih perlu dilakukan, antara lain adalah
analisis mengenai dampak lingkungan
(amdal), perhitungan finansial dan aspek
teknis lainnya.
Menurutnya, pemerintah akan berupaya
mendorong swasta untuk lebih berperan aktif
dalam pembangunan infrastruktur untuk
meringankan beban pemerintah dalam pengadaan anggaran infrastruktur yang berasal
dari APBN.
Dengan demikian, pemerintah dapat lebih
fokus dalam menggunakan anggaran untuk
pembangunan infrastruktur di luar Pulau
jawa, khususnya untuk proyek-proyek infrastruktur yang aspek finansialnya kurang
layak sehingga membutuhkan dukungan

JAKARTA PT Sarana Multi Infrastruktur


membukukan komitmen pembiayaan Rp7,4
triliun sepanjang semeser pertama 2015.
Direktur Pembiayaan SMI Edwin Syahruzad
mengatakan komitmen pembiayaan pada semester I/2015 meningkat sebesar 60,57%
jika dibandingkan dengan periode yang sama
pada 2014 lalu yaitu Rp4,6 triliun.
Komitmen pembiayaan Rp7,4 triliun
diberikan untuk proyek senilai Rp65,1 triliun atau naik 40,84% dari nilai proyek
paruh pertama 2014 yang sebesar Rp46,2
triliun, katanya, Rabu (1/7).
Dengan demikian, imbuhnya, diperoleh
efek berganda sebanyak 8,8 kali atas pembiayaan yang diberikan oleh SMI untuk
Semester I/2015.
Edwin menuturkan kontribusi terbesar
dalam pembiayaan SMI berasal dari sektor
energi dan sektor konektivitas.
Menurutnya, kontribusi pada sektor
konektivitas yang meliputi pengerjaan pro-

Antara/Fikri Yusuf

tersebut terus dikebut untuk memberikan kenyamanan saat


dilalui para pemudik.

 JALAN NASIONAL

Pemerintah Ambil Alih


8.448 Km Jalan Daerah
JAKARTA Pemerintah mengambil alih penanganan 8.448 kilometer
jalan daerah menjadi jalan nasional
dengan komitmen kemantapan 98%
hingga 2019.
Dirjen Bina Marga Kemeneterian
Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat Hediyanto W. Husaini mengatakan panjang jalan nasional
sebelumnya adalah 38.569 km dengan kemantapan hingga 2014 mencapai 94%. Berdasarkan SK lama, target kemantapan jalan nasional tahun
ini dapat naik 1% menjadi 95%.
Namun demikian, sesuai dengan Kepmen PUPR No. 290/
KPTS/M/2015 tanggal 25 Mei 2015,
panjang jalan nasional bertambah
8.448 km yang berasal dari jalan
provinsi, kabupaten/kota, atau yang
tidak berstatus. Dengan penambahan tersebut, jumlah panjang jalan
nasional kini menjadi 47.017 km.
Dengan total panjang yang baru,
berarti persentase kemantapan jalan
nasional juga menjadi lebih rendah
karena kebanyakan yang ditambah itu kondisinya belum mantap.
Tahun ini kemantapan baru 86%,
katanya, Rabu (1/7).
Berdasarkan rencana strategis

Kondisi Jalan Nasional 2013


Kondisi
Baik
Sedang
Rusak ringan
Rusak berat
Total

Panjang (km)
19.600,32
14.809,68
2.506,21
1.653,61
38.569,82

%
50,82
38,40
6,50
4,29
100

Sumber: Ditjen Bina Marga, 2014

20152019, katanya, target kemantapan jalan nasional di 2019 mendatang ialah 98%. Dengan demikian,
untuk mencapai target kemantapan
jalan nasional tersebut, setiap tahun
kebutuhan peningkatan kemantapan setidaknya 3%.
Hediyanto mengatakan program pemantapan jalan nasional yang baru
tersebut akan masuk dalam program
penanganan jalan nasional 2016. Target
kemantapan jalan nasional untuk 2016
setidaknya mencapai 89%.
Sementara itu, alokasi anggaran
Ditjen Bina Marga berdasarkan pagu
indikatif untuk menangani program
penyelenggaraan jalan hanya sekitar
Rp46,44 triliun. Jumlah ini jauh
lebih kecil dari kebutuhan anggar-

Meskipun demikian, dia optimistis akan


semakin banyak pihak swasta yang mengutarakan minatnya dan merealisasikan kerja
sama dalam pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia.
Apalagi, pemerintah saat ini juga telah
melakukan sejumlah perbaikan untuk menggenjot pertumbuhan investasi di Indonesia
seperti percepatan pembebasan lahan dan
kemudahan dalam mengurus perizinan investasi melalui pelayanan terpadu satu pintu.
Kita harapkan akan semakin banyak
swasta yang berminat, dan seluruh proyek
skema KPS yang ada dalam daftar saat ini
bisa dikerjakan seluruhnya, tuturnya.

Pembiayaan SMI Meningkat 60%

 PERBAIKAN JALAN

Pekerja melakukan pengaspalan jalur mudik di kawasan


Geneng, Ngawi, Jawa Timur, Rabu (1/7). Pengaspalan dan
perbaikan jalan penghubung antara Surabaya-Yogyakarta

Antara

pendanaan dari pemerintah.


Untuk lebih menarik minat swasta dalam
pengerjaan proyek-proyek infrastruktur di
Indonesia, imbuhnya, pemerintah telah melakukan promosi dan pemasaran di sejumlah
negara untuk menarik minat investor.
Namun, Andrinof menegaskan bahwa
pemerintah tidak dapat memaksa pihak
swasta untuk menanamkan modalnya.
Kita sudah melakukan upaya, berikutnya
hanya tinggal menunggu minat swasta. Kalau
masih belum ada swasta yang berminat,
proyeknya tidak akan masuk daftar prioritas
dan akan masuk ke dalam daftar tunggu saja
sampai ada yang berminat, ujarnya.

an yang diperkirakan mencapai


Rp79,22 triliun.
Hediyanto mengatakan dengan keterbatasan anggaran tersebut, pemerintah terpaksa menunda sejumlah
program terkait dengan penanganan
jalan. Meski demikian, menurutnya,
program peningkatan kemantapan
jalan dan pembangunan jalan baru
tetap menjadi prioritas.
Yang harus kita utamakan adalah
jalan yang baru ditransfer menjadi
jalan nasional. Kenaikan 2% itu
lebih banyak pada jalan nasional
yang baru. Yang sementara kita
tunda adalah pelebaran-pelebaran
jalan. Lebih efektif kita membangun
jalan baru dari pada melebarkan
yang lama, katanya.
Adapun rencana strategis penyelenggaraan jalan 20152019 ditaksir
membutuhkan anggaran mencapai
Rp278 triliun. Nilai tersebut dibutuhkan untuk membangun jalan tol
1.000 km, pembangunan jalan nasional 2.650 km, pemeliharaan jalan
nasional 47.017 km, pembangunan
fly over/under pass pada perlintasan
kereta api dan kota metropolitan 15
km, dan dukungan jalan subnasional
500 km. (Emanuel B. Caesario)

yek jalan dan jembatan melonjak dua kali


lipat dari 2014 sebesar 11% menjadi 22%
pada 2015.
Lebih lanjut, Edwin menjelaskan pada
semester I/2015 ini ada beberapa proyek
yang mendapat fasilitas pembiayaan dari
SMI sudah mulai beroperasi, seperti jalan
tol CikopoPalimanan yang beroperasi
pada Juni 2015 dan proyek pembangkit listrik tenaga uap 2 X 12,5 MW di Gorontalo.
Berdasarkan penjelasannya, saat ini portofolio proyek-proyek yang dibiayai SMI
mencakup sektor ketenagalistrikan 33%,
transportasi 33%, minyak dan gas 19%,
jalan 14%, telekomunikasi 7%, air bersih
5%, dan irigasi 2%.
Saat ini, SMI memiliki aset sebesar
Rp20,3 triliun. Aset tersebut diperoleh
dari pengalihan aset milik Pusat Investasi
Pemerintah sebesar Rp18,3 triliun ke SMI,
dan penyertaan modal negara Rp2 triliun.
Saat ini, SMI berproses untuk bertran-

sformasi menjadi Lembaga Pembiayaan


Pembangunan Indonesia (LPPI) atau
yang lebih dikenal dengan sebutan Bank
Infrastruktur yang ditargetkan terbentuk
pada 2017.
Dengan adanya pengalihan aset PIP, SMI
nantinya juga melaksanakan fungsi-fungsi
yang sebelumnya dilaksanakan oleh PIP,
yaitu memberi fasilitas pinjaman kepada
daerah.
Sebagai tindak lanjut dari keputusan
UU APBN-P No. 3/2015, Otoritas Jasa
Keuangan juga telah memberikan izin perluasan sektor pembiayaan yang meliputi
infrastruktur sosial, seperti infrastruktur
perkotaan, fasilitas pendidikan, kesehatan,
pariwisata, dan pemasyarakatan.
Kemudian, efisiensi energi terbarukan,
seperti geotermal, energi tenaga surya,
dan energi tenaga angin, serta pembiayaan
untuk rolling stock kereta api. (Fitri Sartina
Dewi)

REGIONAL

Kamis, 2 Juli 2015

PENGECORAN AKHIR

Gubernur

PERDA KETENAGAKERJAAN

Jabar Siap Revisi


BANDUNG Dinas
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat siap
merevisi Peraturan Daerah
tentang Ketenagakerjaan
menyusul adanya evaluasi
dari Kementerian Dalam
Negeri.
Kepala Disnakertrans
Jabar Hening Widiatmoko
mengatakan, berdasarkan
laporan, Kemendagri meminta adanya revisi terhadap 17 dari 108 pasal pada
Perda tentang Ketenagakerjaan.
Beberapa isi pasal yang
diminta direvisi sesuai
arahan dari Kemendagri
antara lain muatan lokal
penempatan tenaga kerja,
magang, dan pelatihan,
ujarnya, Rabu (1/7).
Dari 17 pasal yang direkomendasikan untuk direvisi, katanya, akan difasilitasi sehingga nantinya
ditargetkan dapat menyempurnakan isi atas Perda
tentang Ketenagakerjaan.
Dia menjelaskan Perda Ketenagakerjaan itu
sengaja disusun oleh pemerintah provinsi sebagai
aturan pelaksana di daerah
sebagai turunan UndangUndang Nomor 13 Tahun
2003 tentang Ketenagakerjaan.
Dengan demikian, berbagai permasalahan mendasar yang belum terakomodir dalam Perda
Ketenagakerjaan akan terselesaikan sesuai dengan
arah pembangunan hubungan industrial yang
harmonis.
Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung
mengaku tidak memiliki
rencana untuk merevisi Perda Ketenagakerjaan yang
dianggap oleh sebagian
pihak belum mengakomodasi kepentingan tenaga
kerja menjelang digelarnya
Masyarakat
Ekonomi
Asean (MEA) 2015.
Kepala Disnaker Kabupaten Bandung Rukmana
menjelaskan, perda yang
ada saat ini belum mendesak untuk diubah lantaran
sudah memuat kompetensi
sekaligus mengatur perlindungan tenaga kerja lokal
dari serbuan tenaga kerja

asing.
"Selain itu, perda tenaga
kerja mengacu pada UU
No.13/2003
tentang
Ketenagakerjaan dan dibuat
untuk melengkapinya,"
katanya.
Dengan kata lain, pembuatan perda memang didesain untuk menutupi
apa yang belum diatur
dalam undang-undang.
Dia mencontohkan, seperti
soal Tunjangan Hari
Raya (THR) yang setiap
tahun agar perusahaan
melaksanakan kewajibannya yang tidak diatur
secara jelas melalui undang-undang.
Menurutnya, masalah
MEA merupakan sepenuhnya kebijakan pemerintah
pusat termasuk di dalamnya menyangkut soal pentingnya peningkatan kompetensi pekerja dengan
cara memperbanyak sertifikasi terhadap pekerja di
berbagai sektor.
"Selain itu, juga soal
pengaturan soal pembatasan tenaga kerja asing.
Kalau masalah ini tenaga
kerja asing ini tak dibatasi
dikhawatirkan akan mengancam pasar tenaga kerja
lokal," ujarnya.
Terkait
peningkatan
kompetensi pekerja lokal,
Pemkab Bandung tengah
membangun balai latihan kerja (BLK) yang
rencananya akan digunakan untuk pelatihan berbagai keterampilan tenaga
kerja, seperti perbengkelan,
menjahit, tata boga, agribisnis, hingga bahasa.
Di balai tersebut, masyarakat akan dilatih untuk
mengembangkan
keterampilan kerja sesuai dengan minat ataupun latar
belakang disiplin ilmu
masing-masing.
Keberadaan BLK, menurut
Rukmana, saat ini mutlak
dibutuhkan agar para tenaga kerja memiliki keterampilan kerja yang andal.
Apalagi, tingkat pengangguran di Kabupaten Bandung saat ini masih tinggi,
yakni sekitar 8% dari total
angkatan kerja sebanyak 2
juta orang. Angka tersebut
masih di atas standar
nasional. (k6/k29/k57)

Sulawesi Selatan
Syahrul Yasin Limpo
(ketiga kanan), Walikota
Makassar Moh Ramdhan
Pomanto (kedua
kanan) dan pemilik
hotel Williyanto Tanta
(kedua kiri) bersama
sama membenamkan
paku emas ke dalam
campuran beton pada
acara pengecoran akhir
(topping off) The Rinra
Hotel di Makassar, Rabu
(1/7). Hotel dengan tinggi
15 lantai yang berada di
kawasan pantai Losari
tersebut memiliki 250
kamar dengan nilai investasi Rp250 miliar.

JASA CHC

Layanan TPKS
Tumbuh 8,1%

Bisnis/Paulus Tandi Bone

E-FAKTUR

Jatim Buru
Realisasi 100%
SURABAYA Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pajak Jawa Timur I optimistis target penerimaan
Rp39 triliun tahun ini bakal tercapai bersamaan
dengan penerapan e-faktur di Jawa dan Bali per 1
Juli 2015.
Wike D. Herlinda
wike.dita@bisnis.com

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat


DJP Jatim I Teguh Pribadi Prasetyo
mengatakan sampai dengan paruh
pertama tahun ini, kanwilnya baru
membukukan penerimaan sekitar
Rp14,4 triliun.
Masih ada satu semester lagi.
Dengan adanya e-faktur, target penerimaan harus tercapai 100% karena
DJP bertanggung jawab terhadap
73% komponen APBN. Diharapkan
kasus faktur fiktif juga musnah,
katanya, Rabu (1/7).
Bagaimanapun, Teguh mengaku
mandatori e-faktur cukup susah diterapkan di kanwil DJP yang khusus
membawahi wilayah Surabaya itu.
Sebab, ungkapnya, tingkat kepedulian wajib pajak (WP) masih sangat

rendah.
Dia mengungkapkan dari total
15.452 pengusaha kena pajak (PKP)
di Kanwil DJP Jatim I, baru 7.906
yang sudah mengajukan e-faktur
dan 7.832 yang telah disetujui per
30 Juni 2015. Tepatnya, masih ada
sekitar 33% WP yang tidak mengindahkan imbauan DJP.
Tantangannya adalah menaikkan
atensi WP yang sangat rendah. Mindset
mereka harus diubah. Contohnya saja
di KPP Mulyorejo; dari 300 undangan
konseling e-faktur, tidak sampai 100
WP yang datang, papar Teguh.
Dia menambahkan selama tahun
pembinaan WP berjalan sampai
dengan 31 Desember 2015, DJP Jatim
I masih akan menggunakan caracara persuasif untuk menaikkan
tingkat kepatuhan. Namun, setelah
itu DJP secara nasional akan melakukan penegakan hukum.
Sementara itu, di Jawa Tengah, sebanyak 4.100 Pengusaha Kena Pajak
(PKP) bersiap menggunakan faktur
pajak berbentuk elektronik tersebut.

Penerapan e-faktur di
Surabaya tidak mudah
dilakukan sebab tingkat
kepedulian WP sangat
rendah.

BIMBINGAN TEKNIS

Banyak PKP tidak


paham dengan sistem
e-faktur yang terakses
secara online.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jateng I Dasto


Ledyanto mengatakan selama ini
sosialisasi kepada PKP menggunakan e-faktur terus dilakukan. Bah-

kan, pegawai pajak di masing-masing Kantor Pelayanan Pajak telah


memberikan bimbingan teknis
kepada pengusaha yang masuk
kategori PKP.
Dia mengakui masih banyak pengusaha di wilayah ini belum masuk
kategori PKP karena secara omzet
per tahun belum mencapai Rp4
miliar. Namun demikian, pegawai
DJP Jateng I terus melakukan pendataan secara masif agar tidak terjadi penyalahgunaan yang mengakibatkan kerugian negara.
Fakta di lapangan, kata dia, pengusaha sebagian tidak paham dengan sistem baru yang terakses secara online. Selain itu, sebagian dari
pengusaha belum familiar dengan
perangkat penunjang seperti komputer maupun penggunaan aplikasi
smartphone.
Menurutnya, pemberlakuan efaktur merupakan wujud peningkatan layanan Ditjen Pajak bagi PKP
dengan tujuan memberikan kemudahan, kenyamanan dan keamanan
dalam melaksanakan kewajiban
perpajakan khususnya pembuatan
faktur pajak.
Manfaatnya, e-faktur pajak tidak
diharuskan dicetak, permintaan
nomor seri faktur pajak disediakan
secara online via website Ditjen
Pajak, terangnya.
Dasto menerangkan PKP yang
telah diwajibkan membuat e-Faktur
tapi tidak membuat e-faktur dan
tidak mengikuti tata cara yang telah
ditentukan, akan dikenakan sanksi
administrasi berupa denda sebesar
2% dari Dasar Pengenaan Pajak
sesuai Pasal 14 ayat 4 UU Ketentuan
Umum dan Tata Cara Perpajakan.
(Muhammad Khamdi/Abdalah Gifar/k6)

SEMARANG Terminal
Peti Kemas Semarang,
anak usaha PT Pelabuhan
Indonesia III (Persero),
mencatatkan peningkatan
realisasi bongkar muat
kontainer hingga 8,1%,
pada semester I/2015 seiring bertumbuhnya aktivitas sektor industri dan
relokasi sejumlah pabrik
ke Jawa Tengah.
Pada enam bulan pertama tahun ini, realisasi handling atau bongkar muat
TPKS di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang mencapai 318.246 twentyfoot
equivalent units (TEUs)
pada semester I/2015.
Plh. General Manager
TPKS Agus Budi Irianto
mengatakan total produksi
tersebut meningkat dibandingkan dengan periode
yang sama pada 2014 yang
tercatat sebesar 294.446
TEUs.
Pada semester pertama
2015 TPKS mencatatkan
peningkatan throughput
hingga 8% dibandingkan
periode yang sama tahun
lalu. Ini merupakan prestasi yang layak untuk diapresiasi karena terminal
lain belum sesignifikan
ini, ujarnya di sela-sela
perayaan hari jadi TPKS
yang ke-14, Selasa (30/6).
Agus menjelaskan peningkatan tersebut terutama didorong oleh relokasi
sejumlah industri ke Jawa
Tengah. Di samping itu,
ungkapnya, sejumlah pabrik baru di Jateng mulai
beroperasi dan terus meningkatkan volume eskspor-impor barang melalui
TPKS.
Karena itu, pihaknya
optimistis mampu merealisasikan target yang dipatok meningkat di kisaran
12%-15% pada tahun ini.
Ada beberapa pabrik
yang pindah dari Tangerang dan tempat lain,
ada peningkatan barang-barang untuk pembangunan, kemudian pabrik baru sudah mulai
ekspor-impor, misalnya

1 April ada yang dari


Jepara, katanya.
Data yang dihimpun
Bisnis menunjukkan pada
tahun ini, TPKS dipatok
target handling peti kemas
hingga 660.000 TEUs atau
naik di kisaran 15% dari
capaian bongkar muat
pada 2014, yakni sebanyak 575.671 TEUs.
Dengan begitu, hingga
Semester I/2015, TPKS
telah
merealisasikan
48,22% dari total target
bongkar muat barang.
Adapun, secara triwulanan realisasi bongkar
muat di TPKS pada kuartal II/2015 meningkat
hingga 10% dibandingkan
dengan triwulan I/2015,
yakni dari 151.464 TEUs
menjadi 166.782 TEUs.
Pada tiga bulan pertama kuartal I/2015, TPKS
masing-masing membukukan container handling
sebesar 52.308 TEUs,
47.759 TEUs dan 51,397
TEUs. Realisasi bulanan
rata-rata meningkat pada
triwulan berikutnya, yakni 54.263 TEUs, 57.194
TEUs, dan 55.325 TEUs.
Untuk meningkatkan
produksi, terhitung sejak
1 Juli 2015, TPKS juga
mulai menerapkan uji
coba job order online bagi
pengguna jasa kontainer
di Pelabuhan Tanjung
Emas.
Manager Operasi TPKS
Edy Sulaksono menuturkan terkait realisasi uji
coba sistem yang dimulai
1 Juli 2015 itu, pihaknya
sudah melakukan beberapa kegiatan sosialisasi.
Kegiatan itu, jelasnya,
dilakukan baik dengan
mengundang perwakilan
masing-masing perusahaan ekspedisi muatan kapal
laut, depo kontainer, maupun mengunjungi pelayaran dan kantor bea cukai
untuk penataan sistem.
Operasionalisasi ini
nantinya akan memudahkan mengurus perijinan
terkait ekspor dan impor,
ujarnya. (Oktaviano D.B. Hana)

BONGKAR PASAR KLEWER

Pekerja
menggunakan

alat berat membongkar


puing sisa bangunan
Pasar Klewer, Solo, yang
terbakar akhir tahun lalu,
Rabu (1/7). Pembersihan
sisa puing bangunan
tersebut ditargetkan
selesai pada pekan
depan.

JIBI/Ivanovich Aldino

TERMINAL 3 ULTIMATE

Ditarget Rampung Tepat Waktu


MALANG
PROPERTI
TANAH DIJUAL

Kavling Tanah Bumi Tejowangi Purwosari-Malang


cash & kredit. berhadiah motor. nol jalan aspal.
Hub Yanti 081330381179, Firdaus 081257711437

TANGERANG Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta di


Tangerang, Banten diyakini beroperasi sesuai target pada triwulan
II/2016.
Direktur Utama PT Angkasa Pura
II (Persero) Budi Karya Sumadi mengatakan progress pembangunan
kini telah menyentuh tahap penyelesaian 78% sampai dengan akhir
triwulan pertama tahun ini.
Kehadiran Terminal 3 Ultimate
yang diharapkan mampu mendongkrak pamor Bandara SoekarnoHatta. Pendapatan [dari bandara
ini] setara 70% total pendapatan
dari 13 bandara yang kami kelola,
tutur Budi kepada Bisnis, belum
lama ini.
Terminal itu diklaim bakal lebih
bagus ketimbang bandar udara di
Malaysia dan Thailand. AP II agak-

nya mencurahkan seluruh perhatian


untuk merealisasikan fasilitas ini.
Tahun ini, perseroan memprioritaskan pengerjaan fasilitas ini dibandingkan proyek lain, seperti pembangunan rel kereta bandara.
Terminal 3 Ultimate didesain
mampu menampung sekitar 25 juta
penumpang. Luas infrastruktur ini
mencapai 370.000 meter persegi
(m2). Bangunan berkonsep modern ini dirancang Woodhead asal
Australia.
AP II membagi pembangunan Terminal 3 Ultimate dalam dua tahap.
Fase awal ditargetkan kelar pada
Mei 2016 dengan orientasi utama kepada penyelesaian bangunan.
Namun, keseluruhan pengembangannya baru tuntas pada
Desember 2016.
Pada saat terminal itu mulai ber-

operasi, kapasitas tampung Soekarno-Hatta juga bertambah menjadi 4550 juta penumpang setiap
tahun.
Penyelesaian terminal itu harus
didukung infrastruktur jaringan listrik dan air, ucap Budi.
Guna menyokong realisasi Terminal 3 Ultimate sesuai rencana, AP
II juga melakukan peningkatan kapasitas dan jaringan ketenagalistrikan di Soekarno-Hatta. Proses tender proyek ini memenangkan joint
operation Nindya-Aria.
Kepala Sekretaris Perusahaan dan
Legal PT Angkasa Pura II (Persero)
Agus Haryadi menyatakan joint
operation Nindya-Aria menargetkan
proyek berlangsung selama 647 hari.
Itu terhitung sejak tanggal yang
ditetapkan dalam surat perjanjian
atau kontrak, katanya. (Dini Hariyanti)

REGIONAL

Kamis, 2 Juli 2015

9
BELANJA KEBUTUHAN LEBARAN

STABILITAS HARGA PANGAN

OP Redam Inflasi Juni


JAKARTA Pelaksanaan operasi pasar di berbagai daerah termasuk DKI Jakarta dipandang
sukses meredam angka inflasi selama periode
Juni 2015.
Feni Freycinetia
redaksi@bisnis.com

Kepala Badan Pusat Statistik


DKI Jakarta Nyoto Widodo mengatakan pergerakan Pemerintah
Provinsi DKI, Bulog, dan beberapa
institusi swasta untuk menggelar
operasi pasar membuat harga
beberapa komoditas pangan stabil
dan tak naik signifikan.
Operasi pasar yang dilakukan
pemerintah dan swasta yang
dilakukan selama puasa hingga
Lebaran dapat menurunkan harga
komoditas. Harga beras di pasar
cenderung stabil meski daging
sapi, daging ayam, dan cabai
merah mengalami kenaikan,
ujarnya di kantor BPS DKI, Rabu
(1/7).
Berdasarkan data BPS DKI, tingkat inflasi di Jakarta pada Juni
2015 mencapai 0,35%. Angka ini
turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(year on year/yoy) yakni 0,41%.
Inflasi di Ibu Kota Negara juga
lebih rendah 19 poin ketimbang
tingkat inflasi nasional yang mencapai 0,54%.
Dia menuturkan Pemprov
DKI harus menggelar operasi
pasar atau pasar murah bahan
kebutuhan pokok selama periode puasa-Lebaran secara simul-

Inflasi di DKI Jakarta sepanjang bulan lalu


mencapai 0,35%, turun
41 bps secara yoy.
TPID tetap harus
mewaspadai kemungkinan inflasi tinggi
menjelang Lebaran.

tan. Menurutnya, Pemprov DKI


sebaiknya memastikan pasar
murah yang dilaksanakan tepat
sasaran.
Karena itu, dia meminta
Pemprov DKI, Bulog, dan institusi
swasta lain untuk terus melaksanakan operasi pasar hingga
seminggu sebelum hari raya
(H-7).
Badan Pusat Statistik (BPS)
Jabar mencatat indeks harga
konsumsi (IHK) gabungan Jabar
yang meliputi 7 kota yaitu Kota
Bandung, Kota Cirebon, Kota
Tasikmalaya, Kota Bekasi, Kota
Bogor, Kota Sukabumi, dan Kota
Depok mengalami kenaikan dari
118,07 di Mei 2015 menjadi 118,67
pada Juni 2015 lalu. Dengan
demikian terjadi inflasi sebesar
0,51%.
Sementara itu, Kepala Bidang
Statistik Distribusi BPS Jabar
Dody Gunawan mengatakan laju
inflasi Juni di provinsi itu mencapai 0,73% dan secara yoy tercatat
sebesar 6,51%. Namun, diakui
Dody, nilai inflasi tersebut masih
aman terkendali di mana biasanya
pada Ramadan bisa mencapai di
atas 1%.
Dari pantauan IHK Juni 2015
di Jabar, seluruh kota mengalami
inflasi yaitu paling besar Kota
Tasikmalaya dan Kota Bandung.
Namun, ini bisa kami bilang
masih dalam kisaran aman terkendali karena pemerintah memberikan langkah antisipasif yang
baik seperti operasi pasar, katanya di Bandung.
Dia mengatakan langkah antisipasi pemerintah seperti menganggarkan operasi pasar sejak
awal tahun yang menawarkan
barang tahan lama seperti semba-

ko dengan harga terjangkau, menjadi shock therapy bagi pedagang


untuk tidak menawarkan harga
terlalu tinggi.
Menurutnya, pedagang akan
enggan menaikan harga yang terlalu tinggi karena merasa masih
akan bersaing dengan operasi
pasar.
Daya beli masyarakat yang
sedang lemah juga sedikit berpengaruh pada pasar. Datangnya
Ramadan dan musim masuk
sekolah yang bersamaan, secara
tidak langsung menuntut masyarakat untuk memilih prioritas
yang lebih penting.
Akhirnya, banyak harga komoditi menurutnya tidak bergerak di
mana pada bulan ini diperkirakan
hanya 85 komoditas yang harganya bergerak fluktuatif. Padahal,
pada bulan-bulan biasanya, ratarata terdapat 200 komoditas yang
harganya biasa bergerak.
Banyak penyebabnya, ekonomi yang dinilai sedang lesu
dan masa masuk anak sekolah.
Pedagang juga akhirnya memilih
menahan harga agar lebih stabil
dan mendorong daya beli.

TETAP WASPADA
Kendati laju inflasi pada Juni
2015 di sejumlah daerah rerata di
bawah ekspektasi, Tim Pengendali
Inflasi Daerah dinilai tetap harus
mewaspadai kemungkinan inflasi
tinggi menjelang Lebaran.
Pengamat ekonomi Sumut
Gunawan Benjamin mengatakan
inflasi tertolong karena pada
pekan kedua Ramadan, sejumlah
harga barang kebutuhan pangan
khususnya hortikultura membaik,
seperti bawang merah. Adapun,
belakangan dia menilai harga
pangan di pasar cukup stabil.
Selain itu, bentuk kerja sama
Tim Pengendali Inflasi Daerah
(TPID) dengan Bulog Divre
Sumut dalam melakukan operasi
pasar juga dinilai memberikan
kontribusi yang cukup baik untuk
meredam kenaikan harga.
Tapi TPID perlu waspada kare-

na menjelang Lebaran, konsumsi


masyarakat cenderung kembali
meningkat. Selain itu, TPID juga
harus mengendalikan ekspektasi
masyarakat akibat status Gunung
Sinabung dan El Nino yang mempengaruhi cuaca akhir-akhir ini,
ucapnya di Medan.
Selain itu, Gunawan mengatakan Bulog Sumut sebaiknya
segera merealisasikan penyaluran raskin agar menekan potensi
kenaikan harga beras pada bulan
ini. Tak hanya itu, TPID juga
diminta untuk memantau harga
daging dan ikan, kendati harga
beberapa jenis ikan pada Juni
2015 justru menurun.
Pastikan pasokan bahan
pangan mencukupi menjelang
Lebaran. Pada bulan ini kuncinya masih tentang pengendalian
harga bahan pangan. Jika hal tersebut sudah dapat dikendalikan
maka kontribusi kenaikan harga
dari kebutuhan masyarakat di
luar pangan hanya berkontribusi
0,3%0,4%, sehingga inflasi
bisa digiring di bawah 0,7%,
tambahnya.
Gunawan juga menuturkan
TPID dan Pertamina harus memastikan tidak ada lagi kelangkaan
pasokan bahan bakar khususnya
LPG.
Kepala Perwakilan Bank
Indonesia Wilayah Sumut Difi A.
Johansyah mengatakan sejauh ini
dampak dari penaikan status dan
kekeringan yang terjadi di Karo
dan sekitar Gunung Sinabung
belum signifikan. Pasalnya, dari
berbagai jenis hortikultura hanya
cabai merah dan bawang merah
yang mengalami inflasi tinggi.
Memang belum kelihatan, dan
kami fokus pada dua komoditas
ini dulu. Kalau hortikultura yang
lain ikut naik saya kira ini karena
Ramadan. Ini hal yang biasa, tapi
kami tetap akan memperlancar
arus distribusi kebutuhan masyarakat di Sumut. (k31/k24/k26/k14/
k12/Febriany D.A. Putri/Dinda Wulandari/
Oktaviano D.B. Hana/Nadya Kurnia/Lukas
Hendra)

KONFERENSI WANITA BUDDHIS INTERNASIONAL

Antara/Anis Efizudin

Sejumlah Bhiksuni bersama umat Budha berjalan mengelilingi candi

Borobudur pada acara Konferensi Wanita Buddhis Internasional Sakyadhita


di Candi Borobudur Magelang, Jateng, Rabu (1/7). Sedikitnya seribu
wanita Buddhis dari 45 negara mengikuti acara tersebut yang bertujuan

menggabungkan perempuan Buddhis dari berbagai negara dan tradisi yang


berbeda, untuk mempromosikan kesejahteraan dan membawa manfaat bagi
kemanusiaan.

Jabar Bidik AS dan Eropa


apa adanya. Karena bantuan
peralatan mesin dari pemerintah
biasanya diberikan kepada orangorang tertentu saja, ujarnya.
Disinggung mengenai masih
minimnya volume kopi yang
diekspor, diakuinya hal itu disebabkan tidak adanya pembinaan
yang dilakukan pemerintah, terutama terkait pemasaran ke negara non-tradisional.
Selama ini kopi asal Jabar khususnya diekspor melalui Medan
dan Surabaya. Karena memang
hanya lewat dua daerah tersebut
kebanyakan kopi dijual ke luar
negeri, sebutnya.
Dia meminta pemerintah lebih
serius dalam melakukan pembinaan petani kopi agar mereka
memiliki kemampuan dan pemahaman yang tak kalah hebat
dibandingkan petani dari negara
lain.
Selain itu juga masalah bantuan seharusnya bisa lebih tepat
sasaran lagi. Karena selama ini
banyak bantuan justru tidak tepat
sasaran, paparnya.
Di samping itu, kalangan eks-

portir kopi di Jabar meminta


pemerintah menggenjot produksi
specialty coffee. Hal itu menyusul
kian tingginya permintaan kopi
jenis tersebut dari luar negeri.
Wakil Ketua Asosiasi Eksportir
Kopi Indonesia (AEKI) Jabar Iyus
Supriatna mengatakan selama
ini kopi spesial di Jabar hanya
mampu diekspor 60 ton per
tahun, sementara potensi kopi
mencapai 15.000 ton per tahun
dari luas areal lahan 15.000 ha.
Syarat untuk memproduksi
kopi spesial cukup sulit, karena
petani harus melakukan rangkaian proses produksi yang panjang dengan sentuhan teknologi
modern, katanya.

JAVA PREANGER
Iyus mengungkapkan jenis
kopi spesial dari Jabar yang paling
diminati dunia internasional
yaitu Java Preanger, yang sudah
menembus pasar Jepang, Eropa,
dan Amerika Serikat.
Dia menyebutkan saat ini harga
jual kopi reguler sekitar Rp50.000Rp55.000 per kg, sedangkan

masih dua minggu lagi, warga mulai memadati pasar tersebut untuk berbelanja busana dan
aneka kebutuhan Lebaran.

ANGKUTAN MUDIK

Penumpang Bus
Diprediksi Turun 5%
PALEMBANG Pemprov Sumatra
Selatan memprediksi jumlah penumpang
bus di Sumatra Selatan turun 5% menjadi
578.758 orang pada tahun ini, menyusul
banyaknya pemudik yang memilih menggunakan moda transportasi lainnya.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi
dan Informatika Sumatra Selatan Nasrun
Umar mengatakan menurunnya jumlah
penumpang bus tersebut antara lain
disebabkan banyaknya angkutan umum
penumpang berpelat hitam yang beroperasi.
Jumlah bus saat ini sebanyak 21.260 bus,
atau sekitar 637.800 kursi. Saya kira jumlah
ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pemudik, katanya, Selasa (1/7).
Nasrun menilai turunnya penumpang
bus tersebut juga disebabkan kian besarnya minat pemudik melalui jalur udara.
Dia memprediksi total pemudik yang
menggunakan transportasi udara bakal
naik 10% menjadi 172.970 orang, dari
sebelumnya sebayak 156.824 orang.
Meski demikian, lanjutnya, pihaknya
tidak serta merta menambah jumlah
penerbangan. Pasalnya, kapasitas transportasi udara di Sumatra Selatan saat
ini masih cukup untuk melayani para
pemudik, sehingga penambahan jumlah
penerbangan belum diperlukan.
Kapasitas transportasi udara di Sumatra
Selatan saat ini cukup besar, yakni sekitar
312.230 kursi atau tumbuh 59% dari
tahun lalu. Jadi saya kira kapasitas transportasi saat ini sudah lebih dari cukup,
tuturnya.
Meski demikian, Pemprov juga menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi
lonjakan penumpang bus, a.l. pertama,
menggerakkan mobil cadangan. Kedua,

menambah rute angkutan kota dalam


provinsi (AKDP). Ketiga, menggerakkan
mobil pariwisata, kelas ekonomi, dan
kelas nonekonomi.
Terkait moda kereta api, Pemprov
Sumatra Selatan memperkirakan kenaikan penumpang pada arus mudik tahun
ini naik tipis sekitar 4%, menjadi 119.191
orang dari tahun sebelumnya sebanyak
114.607 orang.
Di sisi lain, Nasrun mengaku lonjakan penumpang justru bakal terjadi di
angkutan penyeberangan PalembangMuntok via air. Dia memprediksi jumlah
penumpang feri bakal naik hingga 30%
menjadi 30.376 orang dari tahun sebelumnya 23.366 orang.
Menurutnya, Sumatra Selatan setidaknya membutuhkan penambahan dua
kapal feri untuk melayani lonjakan para
pemudik tersebut. Pasalnya, kapasitas
kapal feri yang ada saat ini hanya enam
kapal feri, atau sekitar 21.328 kursi.
Oleh karena itu, kami meminta kepada
Kementerian Perhubungan terkait kekurangan armada penyeberangan kapal feri
ini. Apabila tidak ditambah, kemungkinan
besar bakal terjadi penumpukan penumpang, ujarnya.
Kabid LLAJ dan Perkeretaapian Dishub
Sumatra Selatan Sudirman menuturkan
pihaknya akan menyiapkan 11 mobil derek
yang ditempatkan di sejumlah kabupaten/
kota guna menunjang kelancaran arus
mudik.
Penyebaran mobil derek itu akan difokuskan pada beberapa titik kemacetan dan
kerawanan yang ada di Sumsel. Jadi kalau
ada mobil mogok, maka langsung diatasi,
sehingga tidak menyebabkan kemacetan
nantinya. (Ringkang Gumiwang)

PERBAIKAN NPL

Bank DKI Diberi Tenggat


Waktu 6 Bulan

EKSPOR KOPI

BANDUNG Peluang pasar


ekspor kopi khusus jenis arabika
atau specialty coffee asal Jawa
Barat untuk masuk ke Eropa dan
Amerika Serikat kian terbuka
dengan mengejar standar kualitas
internasional.
Ketua Asosiasi Petani dan Pengusaha Kopi Jawa Barat (AP2KJB)
Enjang Rohmana menyatakan
dari sisi bahan baku, buah kopi
dari Jabar memiliki kualitas yang
tidak diragukan lagi. Namun,
untuk mendapatkan specialty coffee, faktor lain turut berpengaruh.
Setiap pohon kopi jenis arabika bisa dijadikan specialty,
cuma masalahnya tergantung
dari pengolahan saja dan juga
peralatan yang digunakan petani
kopi bersangkutan, katanya,
Rabu (1/7).
Luas areal pertanian kopi untuk
jenis arabika di Jabar saat ini
tercatat mencapai 120.000 hektare
(ha), di mana pada kemarau ini
merupakan musim panen bagi
komoditas tanaman kopi.
Kami terkendala oleh fasilitas
musim pengolahan yang masih

Antara/Yustinus Agyl

Calon pembeli memadati Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (1/7). Meski Lebaran

untuk kopi spesial mencapai


Rp70.000 hingga Rp98.000 per
kg.
Jika petani mampu memproduksi kopi spesial ini, maka margin keuntungan yang didapatkan
akan bertambah dibandingkan
memproduksi kopi biasa, ujarnya.
Kepala Kantor Perwakilan
Bank Indonesia Provinsi Jawa
Barat Rosmaya Hadi mengatakan
pihaknya mewakili West Java
Incorporated (WJI) telah menjajaki ekspor produk UMKM ke
Belgia dan Singapura, termasuk
untuk produk kopi.
Menurut dia, produk-produk
UMKM dari Jabar masih harus
menuntaskan tantangan sertifikasi ataupun standardisasi global karena ketatnya pengawasan
produk dan makanan, terutama
untuk masuk pasar Eropa.
Ini yang akhirnya harus kita
dorong, kesiapan UMKM kita, dari
segi kapasitas produksi mengikuti
permintaan dari pasar luar negeri,
serta dari sisi kualitasnya, ujarnya. (Abdalah Gifar/k29/k6)

JAKARTA Pemprov DKI meminta PT


Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta
segera menurunkan rasio kredit macet
(non performing loan/NPL) dalam tempo
enam bulan.
Kepala Badan Pengelola Keuangan
dan Aset Daerah (BPKAD) Heru Budi
Hartono menyatakan Pemprov DKI akan
mempercepat perbaikan NPL dengan cara
menyuntikkan modal.
Enam bulan terakhir ini memperbaiki
kredit-kredit macet itu agar dijaga NPL,
dan tidak naik terus, ungkapnya.
Pemprov DKI juga meminta Bank DKI
mempercepat realisasi information technology (IT) banking dan penambahan
jumlah ATM. Heru sudah menyiapkan
125 lokasi titik ATM baru sebagai langkah
peningkatan teknologi.
Saya sebagai Kepala BPKAD sudah
menyiapkan 100-125 lokasi titik ATM di
seluruh DKI, masing-masing satu ATM.
Heru mengatakan Gubernur DKI Basuki
Tjahaja Purnama ingin perbaikan Bank
DKI bisa dilakukan secepatnya. Pemprov
DKI memahami investasi IT terbilang
mahal karena dapat mencapai Rp2 triliun
sampai Rp2,5 triliun.
Namun, pihaknya siap mengambil langkah tersebut dengan cara menggunakan

anggaran dari penyertaan modal pemerintah (PMP).


Kalau mau kejar Rp2 triliun boleh,
di luar penyesuaian NPL. Jadi biaya itu
hanya untuk mendesain IT karena Bank
DKI belum punya sistem transaksi di
Internet, paparnya.
Direktur Utama Bank DKI Kresno
Sediarsi mengatakan program prioritas
yang akan dikejar oleh jajaran direksi baru
adalah menurunkan kredit macet.
Beberapa pekerjaan rumah direksi baru
Bank DKI selain menurunkan NPL adalah
melepaskan saham perdana (initial public
offering/IPO) dan naik menjadi BUKU IV.
Yang jelas target utama kami adalah
menurunkan NPL Bank DKI, paparnya.
Mantan Direktur Bank Mandiri tersebut
masih harus meninjau kembali sektorsektor kredit yang dapat dimasuki oleh
Bank DKI. Apalagi, direksi dan komisaris
masih harus beradaptasi dengan kondisi
perusahaan.
Kalau secara teori harus lakukan
restrukturisasi utang, penagihan, bahkan
pelelangan. Namun, kalau strategi teknisnya tidak bisa dijabarkan sekarang. Saya
harus cek dulu dalamnya [Bank DKI]
secara jelas, katanya. (Feni Freycinetia & Gloria
F.K. Lawi)

SPORT

10

Kamis, 2 Juli 2015

KAMIS PAHING, 2 JULI 2015

Pemain Argentina,

Gonzalo Higuain
(9), mendapat selamat dari rekan setim seusai
mencetak gol pada semional Copa America
2015 di Estadio Municipal Alcaldesa Ester Roa
Rebolledo, Concepcion, Rabu (1/7) WIB.

Graos: Rahmanto Iswahyudi

JIBI/Solopos/Reuters

Kami
sangat
senang bisa
berada di onal lain
sebuah turnamen
penting dalam
waktu kurang dari
setahun.

ARGENTINA

6-1

PARAGUAY

FINAL IDEAL

GERARDO
MARTINO

Lionel Messi tidak mencetak gol namun dinobatkan


sebagai man of the match.
Gerardo Martino percaya diri menyambut laga onal
melawan Chile.

Gaya
Angel
Di Maria
merayakan
gol ke gawang
Paraguay
di Estadio
Municipal
Alcaldesa
Ester Roa
Rebolledo,
Concepcion,
Rabu (1/7) WIB.

CONCEPCIONArgentina
mewujudkan skenario onal
ideal di Copa America 2015.
Argentina menggulung
Paraguay 6-1 di babak
empat besar dan akan
menantang tuan rumah
Chile di partai puncak,
Minggu (5/7) dini hari
WIB.

JIBI/Solopos/Reuters

Triyono
redaksi@jibinews.co

`
LIONEL MESSI

Simpan Gol untuk


Final?

CONCEPCIONArgentina melenggang
mulus ke final Copa America 2015 seusai
menggebuk Paraguay 6-1 di babak semifinal,
Rabu (1/7) pagi WIB. Namun, tak satu
pun dari setengah lusin gol tim berjuluk
Albiceleste itu yang lahir atas nama Lionel
Messi.
Ya, entah apa yang terjadi dengan kapten
Timnas Argentina itu. Messi seolah mendapat
kutukan seusai mencetak gol di laga
pembuka Grup B melawan tim yang
sama, Paraguay, Minggu (14/6) lalu. Saat
itu, bintang berjuluk La Pulga tersebut
mengukir gol dari titik putih pada menit
ke-36 dan membawa timnya unggul 20 di babak pertama. Tetapi, Paraguay
mampu bangkit dan memaksakan skor
imbang 2-2 di akhir laga.
Sesudah laga itu, Argentina telah
melalui empat laga lain. Namun, Messi
tak pernah lagi menjebol gawang lawan.
Catatan itu seolah melengkapi kinerja
buruk dirinya di ajang Copa America.
Dari keterlibatan di tiga penyelenggaraan
dan 15 laga di mana La Pulga bermain
di turnamen kontinen itu pada 2007,
2001, dan 2011, ia sejauh ini hanya
mampu mencetak tiga gol.
Tetapi, bukan berarti Messi minim
kontribusi, terutama di ajang Copa America
2015, dan lebih spesifik lagi di pertandingan
semifinal melawan Paraguay. Meski gagal
mencetak gol, bintang Barcelona itu mengukir
tiga assist dan terlibat dalam lima dari
enam gol Argentina ke gawang Justo Villar.
Tidak aneh bila Pelatih Argentina, Gerardo
Martino, tak segan menyanjung Messi.
Pelatih yang juga pernah bekerja dengan
Messi di Barcelona itu pun tidak ragu
mengatakan tidak ada masalah Messi tidak
mencetak gol sepanjang ia berkontribusi
untuk kemenangan Albiceleste.
Jika Messi membuat operan yang berujung
gol, maka tidak akan ada masalah. Apa yang
lebih penting adalah ia merespons kepada
apa yang diminta dalam pertandingan. Bagiku
tidak ada yang perlu dikhawatirkan, ujar
Martino dilansir Soccerway, Rabu.
Dia merasa bahagia dan tidak ada
masalah. Messi tidak perlu selalu menjadi

Argentina membantai
Paraguay dalam pertemuan
di Estadio Municipal
Alcaldesa Ester Roa
Rebolledo, Concepcion,
Chile, Rabu (1/7) pagi
WIB. Angel Di Maria
menyumbangkan dua
gol untuk Albiceleste,
julukan Argentina, dan
ditambah empat gol
lain yang dibagi rata
Marcos Rojo, Javier
Pastore, Sergio Aguero,

`
KONSENTRASI TIM

Paraguay
Langsung
Fokus Peru

Lionel Messi
JIBI/Solopos/Reuters

pencetak gol tim untuk mendapatkan


kebahagiaan, lanjutnya.
Argentina bakal menantang Chile di final
Copa America 2015, Minggu (5/7) dini
hari WIB. Menarik untuk ditunggu apakah
Messi memang dikutuk untuk tidak lagi
mencetak gol seusai laga pembuka Grup B
melawan Paraguay, atau justru ia sengaja
menyimpan gol-golnya untuk dikeluarkan
di partai puncak. (Triyono/JIBI)

Ekspresi pemain

Paraguay setelah
Gonzalo Higuain (tidak terlihat)mencetak
gol di Estadio Municipal Alcaldesa Ester Roa
Rebolledo, Concepcion, Rabu (1/7) WIB.

JIBI/Solopos/Reuters

serta Gonzalo Higuain.


Lionel Messi gagal mencetak gol dalam
laga itu. Namun bintang Barcelona
tersebut justru menjadi man of the
match. Hal itu tidak lepas dari peran La
Pulga, julukan Messi, yang mengukir
tiga assist dan berkontribusi dalam
lima dari enam gol Argentina.
Di final Copa America 2015, pertemuan
Albiceleste melawan Chile menjadi
laga yang dinanti-nantikan mengingat
status kedua tim sebagai favorit juara.
Di final, Argentina yang juga runnerup Piala Dunia 2014 Brasil dinilai lebih
berpeluang memenangi gelar juara.
Terlebih, tim asuhan Gerardo Martino
itu bakal mengusung motivasi berlipat
untuk mengakhiri puasa gelar mereka
dalam 22 tahun terakhir.
Optimisme serupa menaungi bintang
dan kapten Argentina, Lionel Messi.
Striker 28 tahun itu mengungkapkan
saat ini waktu yang tepat bagi Argentina
untuk menjuarai Copa America. Hal
yang paling penting adalah mencapai
tujuan pertama untuk lolos ke final.
Sekarang setelah lolos kami akan berjuang
merebut kemenangan [melawan Chile
di final], ujar Messi sebagaimana
dilansir sports.yahoo.com, Rabu.
Kepercayaan diri Messi dan Albiceleste
memang beralasan. Anak buah Gerardo

CONCEPCIONParaguay enggan meratapi


kekalahan telak 1-6 dari Argentina dalam
perebutan tiket final Copa America 2015,
Rabu (1/7) pagi WIB. Tim berjuluk Albirroja
itu langsung bersiap menantang Peru dalam
perebutan tempat ketiga, Sabtu (4/7) pagi
WIB.
Pelatih Paraguay, Ramon Diaz, mengakui
Argentina layak lolos ke partai puncak dan
menantang Chile dalam duel perebutan
gelar juara, Minggu (5/7) dini hari WIB.
Namun, manajer 68 tahun itu menilai
Paraguay juga tampil bagus meski harus
kebobolan setengah lusin gol dalam 90
menit.
Paraguay dan Argentina sebelumnya bertemu
di laga pembuka Grup B, Minggu (14/6). Saat
itu, Albirroja sempat tertinggal 0-2 melalui
gol-gol Sergio Aguero dan Lionel Messi,
namun mampu bangkit dan menyamakan
skor menjadi 2-2 di akhir laga.
Skenario hampir mirip sepertinya akan
terulang dalam pertemuan
di semifinal
di Estadio Municipal
Alcaldesa Ester Roa

Martino sebelumnya hanya mencetak


empat gol dalam empat laga namun
penampilan raksasa Amerika Selatan
itu meningkat pesat di semifinal.
Kemenangan 6-1 menjadi pertanda
bagus menyambut pertandingan final,
Minggu.

Turnamen Penting
Kami sangat senang bisa berada di
final lain sebuah turnamen penting
dalam waktu kurang dari setahun,
ujar Martino mengenang sukses tim
melaju ke final Piala Dunia tahun
lalu, dilansir Soccerway.
Ini bukan Piala Dunia namun
turnamen yang sangat penting [untuk
Argentina]. Kami akan bekerja keras
melawan Chile di final, tim tampil
bagus hari ini dan sangat baik dalam
penyelesaian akhir, lanjutnya.
Tambahan enam gol membuat
Argentina telah mengukir 10 gol di
ajang Copa America 2015 atau nyaris
mengimbangi produktivitas Chile. Chile
tampil sebagai salah satu favorit juara
karena berlaga di kampung halaman
sendiri dan mampu tampil impresif
di lapangan. Tim tuan rumah bahkan
menjadi skuat tersubur dengan total
13 gol dari lima laga atau 2,6 gol per
laga secara rata-rata. (JIBI)

Rebolledo, Concepcion, Chile, Rabu. Richard


Ortiz dkk. lebih dulu tertinggal oleh gol-gol
Marcos Rojo dan Javier Pastore pada menit
ke-15 dan ke-27 dan mampu memperkecil
ketertinggalan melalui gol Lucas Barrios
dua menit menjelang turun minum.
Namun, yang terjadi di babak kedua
sungguh di luar dugaan. Alih-alih mencetak
gol penyeimbang, gawang Justo Villa justru
dibobol hingga empat kali. Ramon Diaz
mengatakan Albirroja sudah berjuang
maksimal dan kini saatnya mengalihkan
perhatian kepada laga lain melawan Peru,
dua hari ke depan.
Hari ini lawan [Argentina] menunjukkan
potensi dan permainan berkelas mereka,
namun saatnya bagi kami untuk memikirkan
Peru. Kami akan berjuang melakukan yang
terbaik untuk merebut tempat ketiga, ujar
Diaz dilansir Soccerway, Rabu.
Kami berjuang mendapatkan hasil terbaik,
namun ini adalah awal sebuah proses dan
masih banyak yang harus kami lakukan.
Tim menunjukkan dedikasi, kerja keras,
dan saya bangga akan tim ini. Saya ingin
berterima kasih kepada semua orang dan
kami akan berjuang merebut tempat
ketiga, lanjutnya.
Sebelumnya, Peru gagal melenggang
ke final karena dijegal tuan rumah
Chile di babak empat besar. Chile
menang 2-1 dan berhak lolos ke
partai puncak. Peru akan menantang
Paraguay dalam perebutan tempat
ketiga di Estadio Municipal Ester
Roa Rebolledo, Concepcion, Sabtu.
(Triyono/JIBI)

HUKUM BISNIS

Kamis, 2 Juli 2015

KLAUSUL

AS TUNTUT NOVARTIS US$3,3 MILIAR


MANHATTAN Pemerintah
Amerika Serikat menuntut
US$3,3 miliar terhadap Novartis
AG lantaran perusahaan melakukan suap untuk meningkatkan penjualan dua resep obat.
Pemerintah AS mengklaim
sejumlah apoteker mengajukan ribuan klaim penggantian
kepada Medicare dan Medicaid
untuk dua obat yakni Exjade
dan Myfortic.
Gugatan tersebut menuntut
ganti rugi dan denda perdata
terhadap produsen obat dalam
kasus yang akan disidangkan di

New York pada November. AS


akan memaparkan nominalnya
dalam sidang pada Senin.
AS mengklaim Novartis merujuk pasiennya kepada apotek
khusus dan membayar suap
dalam bentuk potongan harga.
Adapun, potongan tersebut
menjadikan apotek merekomendasikan obat kepada pasien dan
penjualan Novartis meningkat.
Bloomberg melaporkan dalam
lamannya, Rabu (1/7), skema
tersebut melanggar statuta
False Claims Act and AntiKickback. (Bloomberg/rsp)

PERSOALAN GAJI DIRUT

Permohonan
Kepailitan Berau
Coal Dicabut
JAKARTA Perkara kepailitan PT Berau Coal dinyatakan berakhir setelah
Eko Santoso Budianto selaku pemohon mencabut
permohonan.
Ketua majelis hakim
Masud mengatakan pemohon telah mengajukan surat pernyataan pencabutan
permohonan sejak Selasa (30/6). Eko juga menyatakan pencabutan tersebut di muka persidangan.
Menyatakan sah pencabutan perkara kepailitan
yang dilakukan oleh pemohon, kata Masud dalam
amar putusan yang dibacakan, Rabu (1/7).
Dalam kesempatan yang
sama, kuasa hukum pemohon Andi Simangunsong
mengatakan alasan utama
pencabutan tersebut karena
Eko akan mendapatkan penugasan untuk mengisi jabatan di salah satu badan
negara.
Saya belum bisa menyebutkan nama badannya,
nanti ada pengumuman
resminya, kata Andi kepada Bisnis.
Dia menambahkan pihak badan negara tersebut
meminta Eko fokus pada
pekerjaannya. Proses kepailitan maupun perkara
lain dinilai berisiko menghambat penyelesaian tugas
tersebut.
Andi mengaku baru ditunjuk oleh Eko pada Selasa lalu karena dalam
permohonan kepailitan

menggunakan jasa Noor


Rachmat sebagai kuasa
hukum. Dia hanya diberi
kuasa untuk mencabut
permohonan kepailitan di
Pengadilan Jakarta Pusat.
Dia menuturkan majelis
telah memberikan penetapan pencabutan, tinggal
masalah administrasi saja.
Secara terpisah, Head
Legal dan Corporate Secretary PT Berau Coal Tbk. Ari
Achmad Effendi mengaku
lega atas pencabutan tersebut. Pihaknya tidak perlu
mengikuti proses kepailitan yang mempunyai banyak risiko.
Alhamdulillah, perkara kepailitan ini sudah
dicabut, ujar Ari.
Dia membenarkan telah
siap untuk mengajukan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang
(PKPU) sebagai jawaban
atas permohonan kepailitan.
Berdasarkan pasal 229
ayat 3 Undang-undang No.
37/2004 tentang Kepailitan
dan PKPU menyatakan
bahwa permohonan PKPU
harus diputuskan terlebih
dahulu apabila permohonan kepailitan diperiksa
pada saat bersamaan.
Perkara yang teregistrasi
dengan No. 17/Pdt.Sus/
Pailit/2015/PN.Niaga.Jkt.Pst
tersebut dilayangkan sejak
19 Juni 2015. Tunggakan
pembayaran gaji dan pesangon menjadi salah satu
utang dalam permohonan
tersebut. (Rio Sandy Pradana)

KARTEL HARGA E-BOOK

Apple Terancam
Bayar Denda
MANHATTAN Selangkah lagi Apple Inc. mesti
membayar kembali US$400
juta ke pembaca buku elektronik setelah kalah dalam
upaya untuk membatalkan
putusan pengadilan yang
menyatakan perusahaan
bersekongkol mengatur
harga e-book.
Sebuah pengadilan banding federal mempertajam
putusan pengadilan sebelumnya yang menyatakan
Apple memainkan peran
sentral dalam persekongkolan dengan lima penerbit
untuk mengatur harga buku
elektronik.
Departemen Kehakiman
AS mengklaim bahwa tahun
lalu perusahaan telah setuju
untuk membayar US$400
juta kepada konsumen dan
sejumlah negara bagian jika
mereka kalah di tingkat
banding, ditambah U$50
juta biaya pengacara.
Apple belum mengatakan apakah akan meminta peninjauan atau kasasi
ke Mahkamah Agung AS.
Jika keputusan ini dilaksanakan, maka total yang
harus dibayar Apple mencapai 4,4% dari perkiraan
keuntungan perusahaan
untuk kuartal ini.
Kegagalan Apple dalam
membatalkan putusan pengadilan sebelumnya di
antaranya karena pernyataan sang pendiri Steve Jobs.
Pemerintah berpendapat
bahwa Jobs, yang meninggal pada 2011, mengungkapkan perusahaannya

mengincar pemimpin pasar e-book Amazon.com


Inc. dengan cara yang tidak
adil.
Apple menemukan jalan yang mudah untuk
membuka lewat aplikasi
iBookstore, tetapi melakukannya dengan memastikan bahwa harga e-book di
pasar akan naik ke tingkat
tertentu. Sejumlah penerbit bergabung dalam pengaturan harga itu, kata
hakim Circuit AS Debra
Ann Livingston.
Apple yang berbasis
di Cupertino, California
menolak klaim persekongkolan. Apple tidak bersekongkol untuk mengatur
harga e-book dan putusan
ini tidak mengubah fakta,
kata mereka, Senin (30/6).
Salah satu hakim Dennis
Jacobs berbeda pendapat
dalam putusan itu. Ia setuju dengan Apple bahwa
mereka secara legal membentuk harga untuk bersaing dengan Amazon.
Apple memasuki pasar
e-book pada 2010, memperkenalkannya lewat aplikasi iBookstore sebagai
fitur yang dapat digunakan pada iPad. Namun,
pada 2012 pemerintah AS
menggugat Apple dan lima
penerbit terbesar di negara itu lantaran praktik
pengaturan harga.
Caranya, harga ditentukan oleh penerbit, dan
bukan oleh pengecer atau
retailer. (Bloomberg/M. Taufikul
basari/Wam Ulfa N.Z.)

11

GOOGLE KALAH DI JERMAN


FRANKFURT Sebuah pengadilan banding di Jerman
telah memutuskan bahwa situs
berbagi video milik Google,
Youtube, harus mencegah pengguna dari bahan yang melanggar hukum hak cipta setelah
video tersebut diposting.
Dalam kasus yang dilayangkan
oleh organisasi pelindung hak
cipta Jerman, Gema, pengadilan
banding menyatakan menolak
banding oleh Youtube.
Pengadilan mengatakan layanan seperti Youtube tidak
harus aktif mencari aktivitas

TERGUGAT MANGKIR, SIDANG DITUNDA

ilegal oleh pengunanya.


Namun, jika penyedia layanan tersebut telah menyadari
pelanggaran hukum yang jelas,
maka mereka harus menghapus
konten tersebut, kata pengadilan dalam putusannya.
Selain itu, penyedia platform
juga harus mengambil tindakan
pencegahan untuk menghindari
pelanggaran atas hak cipta.
Seorang juru bicara Google
di Jerman mengatakan akan
menunggu tinjauan lebih lanjut
untuk mengambil langkah berikutnya. (Reuters/mtb)

JAKARTA Proses persidangan sengketa antara PT


Berau Coal Energy Tbk. (BRAU)
dengan serikat pekerjanya kembali tertunda karena mangkirnya
para tergugat.
Pada persidangan yang
digelar pada Rabu (1/7) hakim
menunda sepekan lagi karena
pengadilan belum bisa menghadirkan para tergugat.
Direktur BRAU Keith John
Downham sebagai tergugat I,
Paul Jeremy Martin Fenby yang
juga Direktur BRAU sebagai tergugat II, dan Komisaris Utama

BRAU Mangantar S. Marpaung


sebagai tergugat IV kembali
mangkir dari persidangan.
Majelis hakim yang dipimpin
Sarpin Rizaldi mengatakan
akan melakukan panggilan
ulang kepada tiga tergugat itu.
Karena tidak datang maka
diperintahkan untuk dipanggil sekali lagi. Panggilan akan
dilakukan dengan peringatan.
Sarpin menyatakan panggilan hanya akan dilakukan pada
tergugat I, II, dan IV, sedangkan
tergugat lainnya tidak akan
dipanggil lagi. (Bisnis/wun)

PEDULI PRODUK ASLI

Sekretaris

Jenderal Masyarakat
Indonesia Anti
Pemalsuan (MIAP)
Justisiari P Kusumah
(kanan) didampingi
Direktur Kerjasama
dan Promosi Direktorat
Jenderal Hak Kekayaan
Intelektual Kementerian
Hukum dan HAM
Parlagutan Lubis
(kedua kanan) dan
Anggota MIAP Ricky
M Safir (kedua kiri)
berbincang kepada
pengendara motor seusai
memberikan tajil dan
produk asli di Jakarta,
Rabu (01/7). Melalui tajil
simpatik peduli asli untuk
konsumen Indonesia ini,
MIAP berharap dapat
mengajak masyarakat
untuk peduli dan tanggap
terhadap peredaran
produk bajakan di
Pasaran.

Bisnis/Rahmatullah

SENGKETA KERJA SAMA

SCI Perkarakan Telkomsel


JAKARTA PT Telekomunikasi Seluler
(Telkomsel) dituntut membayar ganti rugi
senilai Rp1,06 tiriliun oleh mitra kerjanya, PT
Sarana Cipta Intinusa (SCI) dengan tuduhan
perbuatan melawan hukum.
Wan Ulfa Nur Zuhra
wan.ulfa@bisnis.com

Gugatan tersebut dilayangkan


oleh SCI ke Pegadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (1/7).
Kuasa hukum SCI Abdur Rachman Iswanto mengatakan kliennya mengalami kerugian materiil senilai Rp60,26 miliar dari
kerja sama yang dijalin dengan
Telkomsel.
Uang tersebut telah kami bayarkan ke sejumlah vendor, akan
tetapi pihak Telkomsel tak kunjung membayarkannya kepada
kami, ujarnya usai mendaftarkan perkara perdata tersebut.
Ada sekitar empat vendor yang
telah menerima pembayaran
dari SCI.
Iswanto menjelaskan, sengketa

antara SCI dan Telkomsel bukan


hanya persoalan pembayaran
utang, tetapi juga soal cara
Telkomsel membayar vendor-vendornya. Dia menyebutnya dengan
istilah transaksi berantai.
Jadi, Telkomsel menggunakan
vendor yang satu untuk melakukan pembayaran ke vendor satunya lagi. Metode pembayaran
itu berputar seperti rantai. Itu
sebabnya SCI menggugat dengan
tuduhan perbuatan melawan
hukum, bukan wanprestasi.
Kalau arahnya wanprestasi,
terlalu naif. Apalagi dilihat dari
konstruksi kerjanya. Ini tindakan melawan hukum, katanya.
Dalam petitumnya, penggugat
juga menuntut ganti rugi immateriil senilai Rp1 triliun.
Kasus ini bermula ketika pada

Juli 2013, SCI mulai menjalin


kerja sama dengan Telkomsel.
Awal Juli 2013, Direktur SCI
Bambang Hanifa mendapat informasi bahwa Telkomsel membutuhkan mitra untuk pembelian
dan pembayaran barang dan jasa
kepada pihak ketiga.
Informasi itu didapat dari
Okki Subagio yang merupakan
penghubung antara SCI dengan
Telkomsel. Dia mengenalkan
Bambang kepada Sylvin Wulandari, RAM Support Jabotabek
Jabar Telkomsel. Dalam perkara
ini, Okki tercatat sebagai tergugat III dan Sylvina sebagai tergugat II.
Sylvina kemudian mengirim
e-mail terkait dengan Berita
Acara Negosiasi dan Kesepakatan
(BANK) dengan nama transaksi Pengadaan Kegiatan Loyalty
untuk Pelanggan Corporate.
Pada 30 Juli 2013 dilakukan
pertemuan pertama kali di kantor Telkomsel antara Bambang
dan Sylvina guna melakukan kesepakatan atas proyek tersebut.

KEJANGGALAN
Menurut Irwandi, kejanggalan mulai terlihat ketika vendor

yang menerima order adalah


vendor yang berbeda dari yang
telah ditunjuk Telkomsel. Hal itu
sempat disanggah oleh Bambang
bahwa vendor penerima order
adalah sama dengan vendor yang
ditunjuk oleh Telkomsel sesuai
dengan SPK/BANK Telkomsel.
Keanehan lain, sambungnya,
tampak ketika pekerjaan selesai.
Pembayaran ternyata dilakukan
dari vendor rekanan Telkomsel
yang lain bukan langsung dari
Telkomsel. Saat diklarifikasi,
dikatakan hal tersebut lazim
terjadi dalam alur pembayaran
Telkomsel, ungkapnya.
Dia menyebutkan, Telkomsel
juga beberapa kali melakukan
keterlambatan pembayaran. Namun sejak September 2014, Telkomsel tidak lagi melakukan
pembayaran hingga saat ini,
padahal pihak penggugat telah
mengirimkan somasi sebanyak
dua kali.
Bambang kemudian mengadakan pertemuan dengan Medda
Heptriasti S selaku VP Corporate
Finance Telkomsel. Bambang
menjelaskan, pada pertemuan
itu Telkomsel menyatakan bahwa transaksi yang dilakukan

SCI mengklaim
rugi materiil Rp60,26
miliar dari kerja sama
dengan Telkomsel.
Telkomsel belum
memberikan tanggapan resmi.
selama ini bukan merupakan
model transaksi yang benar dalam Telkomsel. Transaksi yang
dilakukan Sylvina selaku RAM
Support Telkomsel juga disebut
sebagai tindakan pribadi.
Sylvina sudah dilaporkan
ke Mabes Polri pada 10 Juni
2015 dengan LP No. Pol: LP/16/
VI/2015/Bareskrim dalam perkara tindak pidana penipuan.
Saat ini perkara tersebut sedang
dalam tahap pemeriksaan berita
acara.
Dihubungi terpisah, Vice President Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati
menyatakan pihaknya belum mengetahui detail persoalan tersebut
dan belum bisa berkomentar.
Saya harus cek ke tim legal
kami dulu, katanya. Sampai berita
ini diturunkan, belum ada tanggapan lebih lanjut dari Telkomsel.

BERSTATUS PKPU SEMENTARA

Medika Sarana Harus Susun


Proposal Perdamaian

GUGAT HAK CIPTA

Calon pembeli

Bloomberg/ Michael Nagle

melihat produk sepatu Nike yang dipajang di dekat foto mantan


pebasket Michael Jordan, di sebuah toko di New York, Amerika Serikat, belum lama ini.
Gugatan seorang fotografer New York terhadap Nike Inc. atas foto Michael Jordan kandas
di Pengadilan Federal Oregon. Majelis hakim menolak gugatan terkait dengan tuduhan
penggunaan hak cipta tersebut.

JAKARTA Pihak PT Medika Sarana


Trisaka Tiara Lestari (MSTTL) harus segera menyusun rencara perdamaian setelah permohonan restrukturisasi dua
mantan dokternya dikabulkan majelis
hakim.
Kuasa hukum para pemohon Bayu
Saputra mengapresiasi putusan majelis
hakim tersebut. Menurutnya, kewajiban
termohon sudah bisa dikategorikan sebagai utang dan memenuhi salah satu
syarat permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).
Putusan itu sudah sesuai dengan harapan kami, kata Bayu kepada Bisnis,
Rabu (1/7).
Dalam persidangan, ketua majelis
hakim Baslin Sinaga mengatakan tagihan
para pemohon berupa gaji dan pesangon
merupakan utang yang jatuh tempo dan
dapat tagih.
Selain itu, majelis juga menilai pihak
termohon selaku perusahaan yang membawahi RS Tiara telah lalai dalam memenuhi pembayaran tunggakan hak karyawannya.
Mengabulkan permohonan PKPU pemohon terhadap termohon, kata Baslin
dalam amar putusan yang dibacakan,
Selasa (30/6).
Majelis mempertimbangkan putusan

Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)


dan penolakan permohonan kasasi
oleh Mahkamah Agung. Inti kedua putusan tersebut pihak termohon wajib
membayarkan sisa gaji dan pesangon
kedua pemohon setelah di-PHK.
Namun, sejak putusan PHI tersebut
pada Desember 2013 hingga kini, pembayaran tersebut belum mereka penuhi.
Majelis hakim juga mengangkat tim
pengurus yang terdiri dari Egga Indragunawan dan Yandri Sudarso.
Secara terpisah, kuasa hukum termohon Manuarang Manalu kecewa terhadap
putusan majelis. Pihak termohon merasa
masih memiliki kemampuan bayar atas
klaim tagihan para pemohon.
Kami bukannya tidak mau bayar,
tetapi kan butuh waktu karena
perusahaan tengah mengalami kesulitan
keuangan, ujarnya. Dia berharap proses
PKPU ini tidak berujung pada kepailitan.
Dalam perkara No. 48/PKPU/2015/
PN JKT. PST tersebut Erry Budiono dan
Ardiwinata selaku dokter sekaligus direksi RS Tiara, Tangerang mendesak
Medika Sarana untuk merestrukturisasi
utangnya. Kedua pemohon telah
dibebastugaskan secara sepihak sejak
Agustus 2013 dan menuntut hak senilai
Rp480 juta. (Rio Sandy Pradana)

VARIA

12

Pemulangan Jenazah: Prajurit


TNI AU berjaga disamping peti
jenazah korban jatuhnya pesawat
Hercules C-130 saat proses pengembalian jenazah di Lanud Soewondo
Medan, Sumatra Utara, Rabu (1/7).
Sebanyak 39 jenazah prajurit dari
TNI AU dan TNI AD diterbangkan ke
sejumlah kota untuk dikembalikan
pada keluarganya masing-masing.

Kamis, 2 Juli 2015

UJI KELAYAKAN PANGLIMA TNI

Antara/Septianda Perdana

BELASUNGKAWA MUSIBAH HERCULES

Gatot Janji
Peremajaan
Alutsista
JAKARTA Jenderal TNI
Gatot Nurmantyo berjanji
melakukan modernisasi
alat utama sistem pertahanan negara jika diberi
mandat menjalankan tugas
sebagai Panglima TNI.
Penegasan itu disampaikan Gatot saat menjalani
uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Panglima
TNI di Komisi I DPR pada
Rabu (1/7).
Modernisasi alutsista itu
perlu segera dilakukan karena sangat penting untuk
menghadapi tantangan TNI
yang semakin kompleks,
katanya.
Selain itu, Gatot juga
mengaku akan fokus untuk
menguatkan internal TNI
yang terbagi dalam tiga
matra, serta menanggulangi segala macam aksi
yang mengancam kesatuan
Indonesia. Selain itu, Gatot
ingin mengembalikan TNI
dekat dengan rakyat.
Dalam uji kelayakan
dan kepatutan, sejumlah
anggota Komisi I meminta
TNI berkomitmen menguatkan intelijen di sejumlah
kawasan yang mempunyai
risiko konflik cukup tinggi. Selain itu, mereka juga
meminta calon Panglima
TNI untuk menguatkan
hubungan dengan pemerintah dan DPR.
Isu mengenai peremajaan
alutsista mencuat setelah
Selasa (30/6) pesawat Hercules C130 jatuh di Medan, Sumatra Utara. Pesawat naas dua
menit setelah bertolak dari
Pangkalan Udara (Lanud) Suwondosebelumnya ditulis
Landasan Udara menuju
Tanjung Pinang.
Wakil Presiden Jusuf
Kalla menilai revitalisasi
alat utama sistem persenjataan (alutsista), termasuk
pesawat militer, harus memperhitungkan kebutuhan
dan anggaran negara.
Kalla menuturkan pesawat
militer, seperti jenis Hercules,
memiliki kriteria umur, jam
terbang, dan pemeliharaan
teknis. Menurutnya, pesawat

berumur 40 tahun belum


tentu semua komponennya
sudah usang. Pasalnya,
mesin dan sparepart lainnya mengalami penggantian
pada kurun waktu tertentu.
Dia memastikan pemerintah akan memberikan santunan kepada seluruh korban jatuhnya pesawat Hercules C130 milik TNI AU.
JK menuturkan dalam
peristiwa kecelakaan pesawat komersial, santunan
kepada korban biasanya
ditanggung oleh pihak
maskapai dan perusahaan
asuransi. Namun, karena
pesawat yang jatuh merupakan pesawat militer, maka
pemerintah akan memberikan santunan kepada seluruh korban.
Menurut Wapres, dengan status kejadian sebagai
musibah, pemerintah akan
menyalurkan santunan
melalui Kementerian Sosial.
Sementara itu, tim Disaster
Victim Identification (DVI)
Polri bertolak ke Sumatra
Utara guna membantu evakuasi dan identifikasi korban
kecelakaan Pesawat Hercules
C130 milik TNI AU.
Kemarin [Selasa] sore
kita kirim tujuh orang, satu
komandan satuan, dua ahli
DNA, dua ahli forensik,
dan dua ahli ontodologi
forensik, kata Kapusdokes
Brigjen Pol. Arthur Tampi
di Mako Brimob, Kelapa
Dua, Depok, Jawa Barat.
Selain itu guna menunjang
evakuasi di lapangan telah
disiapkan pula posko DVI di
Rumah Sakit Adam Malik,
Medan, Sumatra Utara.
Pihaknya juga telah menyiapkan 141 kantong jenazah
untuk mengangkut para korban dan bagian-bagian tubuh.
Kantong ini bukan berarti jumlah jenazah tapi
bagian-bagian tubuh yang
terpisah. Sudah meminta
antemortem ke keluarga
korban, katanya.
Arthur menambahkan tidak
ada batas waktu dalam upaya
evakuasi. (Ana Noviani/Ashari
Purwo/Dika Irawan)

Presiden Joko
Widodo (keempat kanan)

didampingi Wakil Presiden


Jusuf Kalla (kanan) memberikan keterangan kepada
media seusai menjadi inspektur upacara dalam upacara peringatan HUT ke-69
Polri di Mako Brimob Kelapa
Dua, Depok, Jawa Barat,
Rabu (1/7). Dalam kesempatan tersebut Presiden
mengungkapkan belasungkawa atas musibah jatuhnya
pesawat Hercules milik TNI
di Medan.
Antara/Akbar Nugroho Gumay

REFORMASI KEPOLISIAN

Polri Harus Berangus Makelar Kasus


JAKARTA Presiden Joko Widodo memerintahkan Kepolisian Republik Indonesia memberantas praktik mafia hukum atau makelar
kasus karena dinilai menghambat upaya
penegakan hukum serta tidak memberikan
jaminan keadilan bagi masyarakat.
Dika Irawan
redaksi@bisnis.com

Perintah Presiden itu disampaikan saat memberi sambutan dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-69 di Mako Brimob
Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat
pada Rabu (1/7).
Menurut Presiden Jokowi,
diperlukan sikap profesionalisme
Polri dalam menegakkan hukum,
termasuk meningkatkan pelayanan masyarakat dengan cara memperpendek proses birokrasi yang

berbelit-belit.
Tingkatkan kualitas layanan ke masyarakat, layanan yang
panjang dipangkas, manfaatkan
online untuk hapus percaloan,
jelasnya.
Polri diminta untuk membuka
diri menerima masukan dari
masyarakat, termasuk bekerja
sama dengan aparat penegak
hukum lainnya.

BENTUK TIM KHUSUS


Kapolri Jenderal Pol. Badrodin
Haiti menyatakan telah beru-

paya memberantas praktik mafia


hukum di internal kepolisian, dan
membentuk tim khusus guna
memberangus mafia hukum.
Ini kan bagian dari pemberantasan mafia hukum. Ini
sudah kita upayakan kita sudah
lakukan semaksimal mungkin,
kata Badrodin.
Dia berharap usaha pemberantasan dapat segera membuahkan hasil sebagaimana arahan
Presiden Joko Widodo untuk
memberantas makelar khusus
(markus) di kepolisian. Mudahmudahan segera ada hasilnya,
katanya.
Kabareskrim Komjen Pol.
Budi Waseso mengemukakan
pendapat serupa dengan penjelasan lebih spesifik, menurut
dia markus harus dibersihkan
karena kedekatan personil Polri
dengan seseorang dapat menjadi
markus.
Misalnya, saya punya temen
deket, bisa jadi makelar, dia bisa
menyalahgunakan kewenangan

PEROMBAKAN KABINET

Masihkah Mempan Diplomasi Meja Makan?


Stefanus Arief Setiaji
arief.setiaji@bisnis.com

ebelum terpilih sebagai


Presiden ke-7 RI, Joko
Widodo tak pernah lupa
dengan strateginya saat
memindahkan pedagang kaki lima
dari kawasan Monumen Banjarsari
ke Pasar Notoharjo saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Kisah sukses itu sesekali juga
diceritakannya ketika diundang
dalam berbagai forum seminar
dan diskusi, saat menjabat sebagai
Gubernur DKI Jakarta.
Satu yang lupa diceritakan Jokowi
adalah diplomasi meja makan
dengan mengajak para pedagang
kaki lima (PKL) bertandang ke rumah dinasnya di Solo, mengajak
mereka bicara dari hati ke hati sembari menikmati hidangan.
Sukses diplomasi meja makan
di Solo yang kemudian dibawa ke
Jakarta, rupanya kurang begitu
mempan di Istana.
Sejak menduduki kursi
Presiden, jalan pemerintahan
Presiden Jokowi bersama Wakil
Presiden Jusuf Kalla hampir tak
pernah tenang. Serangan dari
lawan politik yang tergabung
dalam Koalisi Merah Putih (KMP)
praktis tak kunjung reda.
Hanya saja, dalam iklim demokrasi serangan dari partai yang
menempatkan diri sebagai oposisi,
tentu menjadi wajar. Setiap kerja
kabinet tentu menjadi bahan
kritikan bagi kelompok ini.
Agak kurang masuk akal
apabila serangan terhadap pemerintahan Jokowi-JK justru datang
dari parpol yang tergabung di
Koalisi Indonesia Hebat (KIH).
Padahal KIH itulah yang kompak
mengusung Jokowi-JK dalam
Pemilihan Presiden (Pilpres) Juli
tahun lalu.
Sejatinya,dalam urusan diplomasi meja makan Jokowi tak
kehilangan peran. Beberapa kali,
Jokowi bersama petinggi KIH ter-

lihat menikmati hidangan dalam


satu kegiatan di Kota Solo.
Bahkan, saat Ramadan tahun
ini, Presiden juga turut menghadiri acara buka puasa bersama
yang berlangsung di kediaman
Ketua Majelis Permusyawaratan
Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan.
Dalam acara itu, hadir para
petinggi KMP seperti Ketua Umum
Partai Gerakan Indonesia Raya
(Gerindra) Prabowo Subianto,
Ketua Umum Partai Golkar
Aburizal Bakrie, Ketua Umum
Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Anis Matta, serta bos MNC Group
Hary Tanoesudibjo.
Dalam teori politik, pertemuan
itu mengandung banyak makna.
Ada yang menyebut Presiden
Jokowi sedang membangun
komunikasi dengan lawan politik
agar tak terlalu galak mengkritisi
kebijakan pemerintah.
Bisa juga sinyal yang dikirim
Presiden Jokowi merupakan bagian
dari ajakan bergabung dalam pemerintahan sebagai mitra koalisi.
Kalau toh para lawan politik
itu memilih jalur di luar pemerintahan, itu sah saja. Dan, apabila
muncul kritik dari lawan politik,
tentu saja dalam bahasa politik
langkah itu disebut sebagai bentuk check and balances.
Hanya saja, menjadi pertanyaan
besar jika gangguan pemerintahan
justru datang dari partai-partai
pengusung Jokowi-JK yang pada
Pilpres 2014 begitu mati-matian
dan solid memberi dukungan.
Seperti apa yang dipertontonkan
ke publik belakangan ini. Parpol
pendukung Jokowi-JK yang seolaholah merusak irama pemerintahan.
Menteri-menteri dibuat tak tenang
bekerja karena berbagai isu reshuffle yang dihembuskan.
Seorang Akbar Faisal politisi
asal Partai Nasional Demokrat
(Nasdem) yang dua pekan lalu
bicara soal curahan hati tersangka
pembunuh bocah kecil Engeline,
Agustinus Tay, tiba-tiba sudah

menggiring opini baru.


Akbar bermanuver lagi dengan
membeberkan transkrip pernyataan salah satu menteri Jokowi-JK
yang dinilai menghina Presiden.

PARTAI PENDUKUNG
Tak hanya Akbar, anggota DPR
dari PDI Perjuangan Masinton
Pasaribu juga sempat mengumbar
pernyataan ke publik bahwa ada
seorang menteri perempuan Kabinet
Kerja di bidang ekonomi yang menjelek-jelekan performa Presiden.
Pertanyaan besarnya tentu saja,
kenapa politisi layer kedua yang
jelas-jelas dari partai pengusung
pemerintah, banyak mengumbar
borok pemerintahan? Bahkan,
tanpa filter dari petinggi parpol.
Agenda menghalangi kerja
pemerintahan yang nampaknya
sengaja diciptakan oleh koalisi
pemerintahan boleh disebut
berhasil. Kalau parpol pendukung
pemerintah saja sudah menebar
duri siapa lagi yang bisa dipercaya bahwa jalan Kabinet Kerja
mulus tanpa friksi?
Di tengah kondisi ekonomi yang
mengalami kontraksi, membidik
kinerja kabinet perekonomian
dengan alasan amburadul dapat
menjadi senjata ampuh. Apalagi,
parpol koalisi juga sudah dengan
terbuka menyiapkan kader-kader
untuk mengisi pos menteri.
Politik dan ekonomi memang
beririsan. Apalagi di negeri ini
sebagian petinggi politiknya
memiliki lini-lini bisnis dan ekonomi. Dalam posisi saat ini, pilihan Presiden dan Wapres menata
ulang komposisi kabinet adalah
menyelamatkan pemerintahan
dan dukungan politik.
Tentu saja, pilihan itu atas
dasar kinerja para menteri yang
memang dianggap tak mampu
menyesuaikan sasaran dan ritme
kerja, bukan atas dasar agenda
politik yang sengaja diciptakan
melahirkan kegaduhan politik.
Hingga kemarin, sejumlah politisi

yang tergabung dalam KMP mengaku belum ada pembicaraan perihal


perombakan Kabinet Kerja dengan
pemangku pemerintah meski diisukan bakal mendapat jatah menteri.
Ketua Umum Partai Amanat
Nasional (PAN) Zulkifli Hasan
mengaku belum ada pembicaraan
Presiden Jokowi maupun Wapres
Jusuf Kalla mengenai isu jatah
menteri.
Yang jelas, sampai saat ini,
kami masih menjadi partai
diluar pemerintah, tegasnya di
Kompleks Gedung Parlemen,
Senayan, Jakarta, Rabu (1/7).
Menurutnya, perombakan
menteri dalam setiap kabinet itu
merupakan hak prerogatif dari
Presiden. Jadi tidak ada hubungannya dengan partai pendukung
ataupun partai oposan. Itu semua
terserah Presiden.
Hanafi Rais, Wakil Ketua Umum
PAN yang juga menjabat sebagai
Wakil Ketua Komisi I DPR, juga
mengaku belum ada pembicaraan
tentang tawaran posisi menteri.
Tapi, bukan tidak mungkin
akan ada pembicaraan mengenai hal ini dalam waktu dekat.
Mungkin [pembicaraan tersebut
digelar] setelah Lebaran, katanya.
Menurutnya, usai Lebaran
merupakan waktu yang paling
tepat untuk membicarakan hal itu
dengan Presiden ataupun dengan
partai-partai pendukungnya yang
tergabung dalam KIH.
Hal senada diungkap oleh Ketua
Fraksi Partai Gerindra Ahmad
Muzani. Dalam pertemuan terakhir,
petinggi KMP sama sekali tidak
membahas soal adanya kemungkinan masuk kabinet kerja yang akan
di-reshuffle oleh Presiden Jokowi.
Ya, mengurus negara memang
tak bisa disamakan dengan
memindahkan pedagang kaki
lima. Penuh intrik, friksi, kepentingan politik dan motif ekonomi.
Semoga kebiasaan Jokowi berdiplomasi di meja makan masih
mempan. (Ashari Purwo)

saya. Makanya Kita harus awasi


dan tertibkan, katanya.
Sementara itu, Komjen Pol.
Budi Waseso menepis tuduhan adanya upaya kriminalisasi
terhadap pimpinan Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dia mengungkapkan kasus
yang menimpa Ketua KPK nonaktif Abraham Samad dan Wakil
Ketua KPK non-aktif Bambang
Widjajanto bukan rekayasa.
Kalau dulu dikatakan kriminalisasi, sekarang kan sudah
terbukti kalau saya tidak rekayasa. Saya tidak kriminalisasi.
Buktinya, mereka praperadilan
juga kalah, pemberkasan jalan,
udah ada yg p21, katanya.
Saat acara buka puasa bersama Presiden dan Wakil Presiden
di Markas Besar Polri, Jakarta
Selatan, Badrodin menyampaikan ucapan terima kasih kepada
Presiden karena telah menaikkan remunerasi seluruh anggota
Polri.
Kebijakan ini akan mendo-

Diperlukan sikap
profesionalisme Polri
dalam menegakkan
hukum, termasuk meningkatkan pelayanan
masyarakat.
Kapolri menyatakan
telah berupaya memberantas praktik mafia
hukum di internal
Kepolisian.
rong anggota Polri untuk lebih
meningkatkan kinerja. Terima
kasih pada pimpinan lembaga,
para menteri kabinet kerja, termasuk pimpinan TNI dan aparat
penegak hukum, katanya.
Selain itu, Badrodin mengemukakan Hari Bhayangkara
bukan hari lahir kepolisian,
namun Hari Kepolisian Nasional
yang didasari atas Peraturan
Presiden No 11 SP 1946 tanggal
1 Juli yang menyatukan seluruh
unsur kepolisian.

UJI KELAYAKAN CALON PANGLIMA TNI

Antara/M Agung Rajasa

Calon Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyapa wartawan sebelum meng-

ikuti uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Panglima TNI, di gedung DPR, Senayan,
Jakarta, Rabu (1/6). Dalam paparannya, Gatot mengungkapkan TNI akan efektif dan efisien
dalam melaksanakan tugasnya menghadapi kondisi global, regional, tantangan bangsa ke
depan dan akan menargetkan TNI dalam upaya Minimum Essential Force (MEF) mengantisipasi konflik sengketa wilayah dengan negara tetangga.

MARKET

13

Indeks Tertekan: Karyawan meng-

amati pergerakan indeks harga saham


gabungan (IHSG), di salah satu sekuritas di
Jakarta, belum lama ini. IHSG mengalami
pelemahan tipis 0,13% ke level 4.904,06 pada
akhir perdagangan.

Kamis, 2 Juli 2015

2,22%

Pertanian
2.076,53
1/7/2015

0,39%

Pertambangan
1.114,31
1/7/2015

0,28%

REKOMENDASI
BAHANA SECURITIES

ecara teknikal, indeks terkoreksi disertai volume


dan belum mampu break MA20-nya. Stochastic,
RSI dan MACD flat. Hari ini, Kamis (2/7), IHSG
diperkirakan mixed cenderung menguat di kisaran
4.875-4.955 dengan saham-saham yang dapat
diperhatikan a.l. PGAS, PWON, LPPF, BWPT, dan
WSKT.

SINARMAS SEKURITAS

ada hari ini, Kamis (2/7), IHSG diprediksi bergerak


mixed melemah di kisaran level 4.885-4.922
dengan sahamsaham yang dapat diperhatikan, a.l.
AALI, WTON, AISA, dan WIKA.

RELIANCE SECURITIES

ndeks harga saham gabungan pada hari ini, Kamis


(2/7) diprediksikan kembali mixed menguat terbatas
dengan range pergerakan 4.875-4.980. Sahamsaham yang dapat diperhatikan diantaranya ASII,
SMGR, BBNI, BBRI, CPIN, ICBP, INDF, dan LPCK.

DISCLAIMER
Keputusan untuk melakukan transaksi jual, beli atau investasi saham lainnya sepenuhnya merupakan tanggung jawab
pembaca. Perusahaan pialang yang membuat rekomendasi
saham dan harian Bisnis Indonesia tidak bertanggung jawab
terhadap keputusan yang diambil, dengan mengacu pada rekomendasi saham di kolom ini. Dalam melakukan investasi,
pembaca membuat penilaian independen.

Industri Dasar
423,69
1/7/2015

0,64%

Aneka Industri
1.213,60
1/7/2015

0,11%

Bisnis/Endang Muchtar

Ind. Konsumsi
2.163,83
1/7/2015

(OJK) Fadillah Kartikasari (dari kiri) berbincang dengan


Dirut PT Asia Raya Kapital Tri Agung Winantoro, Komisaris
Syafii Antonio, dan Dirut PT Permodalan BMT Ventura Saat

1/7/2015

0,57%

Infrastruktur
1.039,47
1/7/2015

0,19%

Keuangan
702,78
1/7/2015

0,61%

Perdagangan
913,37
1/7/2015

0,05%

Manufaktur
1.230,15
1/7/2015

TLKM Pantang Menyerah


JAKARTA Di tengah minimnya dukungan
politik, PT Telekomunikasi Indonesia
(Persero) Tbk. bersikeras menukar saham PT
Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dengan
saham PT Tower Bersama Infrastructure
Group Tbk, salah satunya dengan cara
memperpanjang waktu untuk syarat
penutupan.
Yodie Hardiyan
yodie.hardiyan@bisnis.com

Dua emiten itu, Telkom dan


Tower Bersama sepakat memperpanjang Tanggal Pemenuhan
Syarat-syarat Penutupan menjadi
30 September 2015 dari rencana
awal 31 Desember 2014 dan
kemudian mundur lagi hingga
Selasa (30/6).
Vice President Investor Relation
Telkom Andi Setiawan mengatakan perjanjian penukaran saham
bersyarat antara perseroan dan

Tower Bersama dalam rangka


pertukaran saham Mitratel dengan saham Tower Bersama
belum selesai.
Dalam rangka pertukaran
saham Mitratel dengan saham
TBIG sebagaimana telah diumumkan pada 10 Oktober 2014
masih dalam proses pemenuhan
sya rat-syarat
pemenuhan
(closing conditions) sesuai perjanjian, papar Andi dalam keterangan tertulis kepada para
investor, Rabu (1/7).
Apabila rencana transaksi

Bisnis/Endang Muchtar

Suharto, di Jakarta, Rabu (1/7). Mereka beramah tamah


selepas memperkenalkan produk investasi syariah reksa
dana penyertaan terbatas Asia Raya Mikro Syariah.

PELAMBATAN SEKTOR KONSUMER

Unilever Pertahankan Harga Jual


JAKARTA Di tengah tren
pelambatan sektor konsumer
dan ritel, PT Unilever Indonesia
Tbk. memilih tidak menaikkan
harga lagi sepanjang semester
pertama 2015 dan berupaya
memaksimalkan portofolio produk
serta mempertahankan margin.
Direktur dan Corporate Secretary
Unilever Indonesia (UNVR) Sancoyo
Antarikso mengatakan tahun ini
pihaknya baru mengerek harga
pada 1 Maret sebesar 1%, didorong
oleh penguatan dolar AS. Menurut
dia, 55% bahan baku UNVR sangat
terkait nilai tukar rupiah karena
menggunakan valas. Sampai
sekarang tidak ada kenaikan lagi,
ujarnya, Selasa (30/6).
Perseroan mengaku terus memantau situasi pasar dan belum
memutuskan apakah akan kembali
mengerek harga pada paruh kedua
2015. UNVR mengaku mempertimbangkan daya beli masyarakat dan
turunnya harga komoditas, yang
mengompensasi naiknya dolar AS.
Tahun lalu, UNVR dua kali
menaikkan harga yakni 4%-5%
pada kuartal I/2014 dan 5% pada
kuartal III/2014.
Perseroan mengaku melakukan
sejumlah strategi untuk mempertahankan kinerja. Sancoyo

Properti
498,59

SHARE SWAP MITRATEL

REKSA DANA SYARIAH

Direktur Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan

0,62%

menuturkan pihaknya memaksimalkan penetrasi dan akses 39


merek yang dimiliki agar tetap bisa
memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kami juga lakukan banyak inovasi yang sifatnya marginal creative,
untuk jaga margin, ungkapnya.
Namun, Sancoyo enggan menyebutkan besaran margin yang dipertahankan.
Mengacu pada laporan keuangan
Maret 2015, margin perseroan
mengalami pertumbuhan. Margin
kotor meningkat menjadi 51,02%
dibandingkan posisi periode yang
sama tahun sebelumnya yang
sebesar 48,21%, margin usaha naik
menjadi 22,23% dari 21,37%.
Adapun margin bersih tumbuh
131 basis poin (bps) dari 15,59% ke
level 16,9%.

BELANJA MODAL TETAP


Meski demikian, UNVR tetap
menganggarkan belanja modal yang
nilainya hampir sama dengan tahun
lalu, yakni sebesar Rp1,2 triliun.
Hingga kuartal I/2015, realisasinya
tercatat sebesar Rp400 miliar.
Sumber dananya dari kas internal,
pinjaman perbankan, serta induk
perusahaan. Capital expenditure
(capex) tersebut digunakan untuk
pemeliharaan dan perawatan alat,

serta penambahan kapasitas produksi terutama di segmen makanan.


Selain itu, perseroan juga
menyiapkan 50 varian baru dari
berbagai produk eksisting untuk
diluncurkan tahun ini.
Analis PT DBS Vickers Securities
Indonesia Edwin Lioe dan Andy
Sim menilai pertumbuhan ekonomi
yang tidak secepat perkiraan dan
kenaikan BBM akan berakibat pada
melambatnya kinerja UNVR tahun
ini.
Pergeseran di komposisi pendapatan, Rupiah yang lemah, dan kenaikan biaya yang diteruskan ke
konsumen merupakan faktor yang
akan menyebabkan kontraksi margin, papar keduanya dalam riset
yang dirilis pekan lalu.
DBS Vickers memerkirakan
margin bersih perseroan pada
periode 2014-2017 akan turun, dari
16,6% menjadi 14,3%.
Menurut Edwin dan Andy, dalam
tiga sampai dengan empat tahun
terakhir pendapatan perseroan
sudah mengalami penurunan meski
beberapa kali dilakukan kenaikan
harga jual. Hal ini menunjukkan
volume penjualan melemah.
Biaya royalti yang terus meningkat
juga diyakini bakal menggerus laba
bersih UNVR. (Annisa Margrit )

Telkom dan Tower


Bersama sepakat
memperpanjang
tanggal pemenuhan
syarat-syarat
penutupan menjadi 30
September 2015.
Sehari sebelumnya,
Menteri BUMN Rini
Soemarno, mengaku
mendapatkan laporan lisan dari dewan
direksi dan komisaris Telkom soal pembatalan rencana tukar
guling.
Pada perdagangan
kemarin, harga saham
TBIG amblas 4,07%
sementara TLKM
turun sebesar 0,34%.
share-swap ini dilanjutkan maka
bertentangan dengan pernyataan
kuasa pemegang saham mayoritas Telkom yakni Menteri BUMN
Rini Soemarno ketika menjawab
pertanyaan Komisi VI DPR pada

Selasa (30/6).
Sebelumnya, Rini menyatakan
telah mendapatkan laporan lisan
dari dewan direksi dan komisaris
Telkom terkait pembatalan rencana transaksi tukar guling
saham Mitratel kepada emiten
berkode saham TBIG itu.
Komisi VI DPR sendiri kembali
berencana memanggil jajaran
manajemen Telkom pada Kamis
(2/7) untuk melanjutkan rapat
dengar pendapat pada Kamis
(25/6) dimana sejumlah anggota mencecar Direktur Utama
Telkom Alex Sinaga.
Bisnis belum dapat memperoleh informasi lebih rinci dari
pihak pengawas dewan direksi
setelah menghubungi sejumlah
Komisaris Telkom seperti Hendri
Saparini, Parikesit Suprapto dan
Rinaldi Firmansah.
Sementara itu, pelaku pasar
menilai transaksi tukar guling
saham perusahaan menara yang
dimiliki Telkom itu akan sulit
sesuai harapan tanpa adanya dukungan dari DPR dan Dewan
Komisaris.
Kami merasa [persoalan ini]
telah menjadi lebih berhubungan

dengan politik ketimbang alasan-alasan ekonomi. Jadi, ini akan


kembali lagi kepada kemampuan untuk berurusan engan DPR
dan pemangku kepentingan
lainnya, tulis publikasi PT Indopremier Securities.
Harga saham TBIG sendiri amblas 4,07% pada penutupan perdagangan Rabu (1/7) di harga
Rp8.875 per lembar dibandingkan dengan Rp9.225 pada perdagangan sehari sebelumnya. Saham
TLKM juga turun sebesar 0,34%.
Telkom sendiri telah menandatangani kesepakatan transaksi untuk pembelian 13,7%
saham Tower Bersama setelah
adanya peningkatan modal melalui penerbitan saham baru.
Pembelian saham Tower Bersama itu ditukar dengan saham
Telkom di Mitratel.
Pada tahap awal, Telkom akan
menukar 49% sahamnya di
Mitratel atau setara sekitar 290
juta saham baru di Tower Bersama. Sebaliknya, Telkom akan
mendapatkan 5,7% saham di
emiten berkode saham TBIG
yang telah ditingkatkan melalui
penerbitan saham baru.

MARKET

14
PORTOFOLIO

AKUISISI ARMS OLEH ACE BERJALAN MULUS


Anak usaha Sinarmas itu
menawarkan untuk membeli
saham ARMS dengan harga
56 pence per saham dengan
nilai total US$208 juta. ACE
akan menjadi pemegang saham
mayoritas ARMS.
Beberapa pemegang saham
yang setuju adalah Rotschild yang
memegang 17,21% dan Ravenwood Company Acquisition Limited yang menggenggam 23,81%.
Perwakilan Sinarmas Fuganto
Widjaja menuturkan dengan
persetujuan ini maka seluruh
persyaratan yang diperlukan
telah dipenuhi. (Bisnis/ama)

JAKARTA Rencana Grup


Sinarmas mengakuisisi Asia
Resource Minerals Plc. (ARMS)
berjalan mulus setelah mayoritas pemegang saham perusahaan batu bara itu menyetujui
penawaran yang diberikan.
Dalam pernyataan resmi,
Rabu (1/7), Asia Coal Energy
Ventures Limited (ACE)
mengatakan sebanyak 68,2%
pemegang saham ARMS menerima penawaran pembelian
saham yang diajukan. ACE
telah mengalahkan penawaran
dari Nathaniel Rotschild, yang
mengajukan US$100 juta.

JSMR & WSKT KELUARKAN


RP180 MILIAR AKUISISI CSJ
JAKARTA PT Jasa Marga
(Persero) Tbk. dan PT Waskita
Karya (Persero) Tbk. (WSKT)
mengeluarkan dana Rp180 miliar untuk mengambil alih saham
milik PT Thiess Contractors
Indonesia di PT Cinere Serpong
Jaya, yang merupakan pemegang konsesi atas pengerjaan
proyek tol Cinere-Serpong.
Dalam keterangan resmi,
Jasa Marga (JSMR) mengumumkan telah membeli 1,37
juta saham milik Thiess yang
mewakili 55% dari total saham

yang dikeluarkan oleh Cinere


Serpong Jaya (CSJ) dengan
harga sebesar Rp110 miliar.
Dengan adanya pengambilalihan saham tersebut, komposisi
saham di CSJ akan berubah.
Jasa Marga akan memiliki saham
sebesar 55%, ungkap Corporate
Secretary JSMR David Wijayatno
seperti dikutip dari keterbukaan
informasi, Rabu (1/7).
Sementara itu, WSKT menyuntik modal kepada anak usahanya
PT Waskita Toll Road sebesar
Rp70 miliar. (Bisnis/fat)

Kamis, 2 Juli 2015

ENRG BAYAR UTANG US$40 JUTA


JAKARTA PT Energi Mega
Persada Tbk. membayar utang
sebesar US$40 juta kepada
Mitsubishi Corporation dan
Japan Petroleum Exploration
Co. Ltd., sebagai upaya
memangkas beban.
Direktur Utama Energi Mega
Persada (ENRG) Imam Agustino
menyebutkan sejak Desember
2013 hingga Juni 2015 pihaknya
sudah melunasi fasilitas pinjaman
senilai lebih dari US$279 juta.
Dari jumlah itu, US$202,95 juta di
antaranya dibayarkan tahun lalu.
Dia menuturkan langkah
pembayaran utang dilakukan

setelah lima tahun terakhir


kinerja perseroan meningkat,
lewat kenaikan produksi dan
harga jual gas. Fokus utama
kami saat ini adalah pelunasan
fasilitas pinjaman dalam neraca
perusahaan, yang diharapkan
dapat berdampak terhadap
menurunnya beban bunga
pinjaman, papar Imam dalam
pernyataan resmi, Rabu (1/7).
Pembayaran tersebut dilakukan
pada 30 Juni 2015. Dengan
pembayaran ini, maka outstanding
pinjaman ENRG kepada Mitsubishi
dan Japan Petroleum Exploration
US$152,02 juta. (Bisnis/ama)

 INVESTASI REKSA DANA

 AKUISISI LINK NET

Saatnya Pilih Saham Defensif

XL Kaji Kongsi
dengan ISAT

JAKARTA Para manajer  AKSI JUAL ASING


investasi disarankan untuk
meracik ulang portofolio
reksa dananya dengan
memilih saham defensif atau
menggunakan strategi lain
untuk mengantisipasi koreksi
yang lebih dalam lagi.
Riendy Astria
riendy.astria@bisnis.com

Sepanjang semester I/2015, kinerja


return reksa dana saham terkoreksi cukup
dalam. Bila sepanjang semester I/2014
reksa dana saham mampu menorehkan
return hingga 16,8%, sepanjang semester
I/2015 reksa dana tersebut hanya bisa
mencatat return -9,55%.
Kinerja tersebut underperform atau lebih
rendah dibandingkan dengan pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG)
yang tercatat -6,05%.
Analis PT Infovesta Utama Vilia Wati
mengatakan kinerja reksa dana saham
yang anjlok pada Juni 2015 mendorong
kinerja reksa dana saham sepanjang tahun
berjalan (year to date/ytd Juni) ikut merosot. Kinerja return reksa dana saham
sepanjang Juni tercatat -7,17%.
Menurutnya, kinerja reksa dana saham
yang kian tertekan sepanjang Juni disebabkan oleh kinerja bursa saham yang
juga anjlok cukup dalam pada periode
tersebut.
Selama Juni, IHSG terkoreksi hingga
5,86% akibat masih dibayangi oleh sentimen negatif.
Adapun, beberapa sentimen yang diduga
turut menekan kinerja IHSG pada Juni antara lain adalah rilis data inflasi yang melonjak
tinggi, tekanan jual investor asing yang
masih belum mereda, serta belum adanya
kesepakatan penyelesaian utang Yunani.
Terkait dengan perlu atau tidaknya
perubahan portofolio reksa dana saham
menyusul penurunan pada bursa saham,
Vilia menilai hal tersebut tergantung pada
strategi manajer investasi (MI) dalam
mengelola reksa dananya.
Dia menyarankan MI dapat mengurangi
porsi saham yang dimiliki dan menambah
porsi kas atau beralih ke saham-saham
yang lebih defensif untuk mengurangi

 Kinerja return reksa dana


saham sepanjang Juni tercatat -7,17%.
 Infovesta berencana mengoreksi target kinerja reksa
dana tahun ini.

Bisnis/Abdullah Azzam

Karyawan melintas di dekat logo Bursa Efek Indonesia di Jakarta,


beberapa waktu lalu. IHSG terperosok ke zona merah di menit-menit
terakhir perdagangan Rabu (1/7), setelah seharian bergerak menguat.
IHSG kemarin ditutup melemah 0,13% ke level 4.904,06. Indeks
risiko fluktuasi reksa dana.
Namun di sisi lain, penurunan bursa
saham juga dapat dimanfaatkan oleh MI
untuk mengoleksi saham-saham yang
memiliki prospek baik dan valuasinya
murah.
Selain itu, perubahan portofolio juga
perlu disesuaikan dengan kebijakan reksa
dana yang dikelola. Misalnya, beberapa
reksa dana memiliki kebijakan investasi
pada kapitalisasi saham tertentu, atau
sektor saham tertentu, katanya kepada
Bisnis, Rabu (1/7).
Pada intinya, lanjut Vilia, perlu tidaknya perubahan underlying asset portofolio,
perlu disesuaikan dengan strategi jangka
panjang reksa dana.
Hanif Mantiq, Senior Fund Manager
PT BNI Asset Management (BNI AM),
mengatakan strategi BNI AM saat ini lebih
memilih investasi di saham-saham yang
defensif, terutama saham blue chips dan
sektor consumer.
Selain itu, pada semester II/2015 BNI
AM juga akan berinvestasi di sahamsaham sektor konstruksi.
Karena pada semester II diprediksi
akan banyak realisasi proyek-proyek infrastruktur pemerintah, jelas Hanif kepada
Bisnis, Rabu (1/7).
Berdasarkan data Infovesta, dua produk
reksa dana saham milik BNI AM, yakni BNI

kemarin pagi dibuka menguat 0,27% ke level 4.924,07 dan sempat


naik hingga 0,44% ke level 4.932,43 sebelum jatuh ke level terendah
di penutupan.

AM Dana Berkembang dan BNI AM Dana


Saham Inspiring Equity Fund memiliki
return negatif sepanjang semester I/2015
ini. Return BNI AM Dana Saham Inspiring
Equity Fund tercatat -6,65% dan return BNI
AM Dana Berkembang -11,78%.
Kalau di pasar saham turun naik tiap
tahun sekitar 20% itu masih normal. Saat
ini kami memandang volatilitas masih
normal, jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Direktur PT
Batavia Prosperindo Asset Manajemen Lilis
Setiadi mengatakan pihaknya terus mengkaji portofolio pada produk reksa dananya
setiap saat mengikuti kondisi market dan
perekonomian dalam dan luar negeri.
Menurutnya, pengkajian portofolio
merupakan proses berkelanjutan yang
dilakukan manajer investasi.
Dia memperkirakan pada semester II
pasar saham mulai recovery. Hal ini didukung oleh kebijakan pemerintah yang
mulai merealisasikan belanja infrastruktur. Semester II saya pikir akan masuk
ya, katanya.

KOREKSI TARGET
Melihat kondisi pasar saat ini, Infovesta
berencana mengoreksi target kinerja reksa
dana tahun ini. Sebelumnya, PT Infovesta
Utama memperkirakan kinerja reksa dana
saham tahun ini mencapai 11%-14%,

reksa dana campuran 9%-11%, reksa dana


pendapatan tetap 7%-8%, dan reksa dana
pasar uang 6%-7%.
Perkiraan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu.
Kemungkinan [revisi] ada. Namun
kami masih menunggu rilis data laporan
keuangan dan data ekonomi per Juni,
kata Vilia.
Pada sisi lain, di luar reksa dana saham,
kinerja reksa dana pendapatan tetap tercatat mencetak kinerja yang lebih baik
dibandingkan dengan reksa dana saham.
Hal ini akibat kinerja bursa obligasi baik
surat utang negara (SUN) maupun korporasi yang secara umum masih mencatatkan kenaikan selama semester I.
Sepanjang Juni 2015, kinerja reksa dana
pendapatan tetap terkoreksi tipis 0,05%,
sedangkan kinerja sepanjang semester I
tercatat 1,86%. Menurutnya, portofolio
reksa dana pendapatan tetap saat ini
masih lebih didominasi oleh SUN ketimbang obligasi korporasi.
Obligasi korporasi memang cenderung
lebih stabil salah satunya disebabkan oleh
transaksi obligasi korporasi yang relatif
lebih jarang akibat kecenderungan investor untuk memegang hingga jatuh tempo
sehingga obligasi korporasi relatif lebih
tidak responsif terhadap kondisi pasar
dibandingkan dengan SUN, jelas Vilia.

JAKARTA PT XL
Axiata Tbk. membuka
kemungkinan untuk bekerja sama dengan PT
Indosat Tbk. (ISAT) guna
mengakuisisi sebagian
saham PT Link Net Tbk.
Presiden Direktur XL
Axiata Dian Siwarini mengatakan ketertarikan
perseroan untuk memiliki saham di anak usaha
PT First Media Tbk. itu
sebagai bagian dari rencana untuk berbisnis koneksi tetap.
Saat ini kami terbuka
dengan beberapa opsi,
termasuk membangun
bersama operator lain,
ujarnya, Rabu (1/7).
First Media berencana
melepaskan 33,82% sahamnya di perusahaan
penyedia layanan fiber to
the home (FTTH) ini.
Rencana ini memancing ketertarikan sejumlah perusahaan seperti
XL Axiata, Grup MNC,
dan Indosat. Nilai Link
Net dikabarkan mencapai
US$500 juta.
Menurut Dian, valuasi
sebesar US$500 juta ini
terlalu besar. Pasalnya, ang
ka tersebut merepresentasikan 12 kali nilai
EBITDA emiten berkode
LINK ini.
Mengacu pada laporan
kinerja keuangan XL pada
2014, beban keuangan
anak usaha Axiata Berhad ini sebenarnya masih
menggunung. Jumlah kewajiban jangka pendek
mencapai Rp15,3 triliun,
sedangkan kewajiban
jangka panjang sebesar
Rp34,3 triliun. Utang perseroan yang membengkak ini merupakan imbas
dari aksi akuisisi PT Axis

Telecom beberapa waktu


lalu.
Presiden
Direktur
Indosat Alexander Rusli
mengaku belum melakukan banyak hal untuk
mengakuisisi Link Net.
Pasalnya, proses due diligence baru akan dilakukan pada Agustus. Kendati demikian, pihaknya
tidak menampik ketertarikannya terhadap perusahaan ini.
Terkait dengan opsi kolaborasi bersama XL, Alexander mengaku belum
pernah membicarakan
hal tersebut. Itu [kolaborasi dengan XL] ide yang
lucu dan menarik untuk
dipertimbangkan, ujarnya belum lama ini.
Kemungkinan sinergi
antara XL dan Indosat
untuk mengakuisisi Link
Net ini bukan tidak mungkin terealisasi. Apalagi
keduanya juga telah menjalin kerja sama di bidang
infrastruktur jaringan.
Alexander menuturkan
minat perseroan untuk
memiliki saham LINK karena ingin memperbesar
layanan FTTH. Apalagi
Link Net dianggap sebagai
salah satu penyedia layanan Internet rumahan
yang sudah cukup mapan.
Indosat sebenarnya su
dah mengandalkan produknya IM2 untuk menggarap bisnis Internet rumahan.
Alexander mengatakan
pihaknya akan mengkaji
berbagai kemungkinan
untuk mendanai aksi
korporasi tersebut. Selain
mencari pinjaman, ada
juga opsi untuk tukar
guling saham. (Rezza Aji
Pratama)

 EFEK GEJOLAK PASAR

Kinerja Broker
Kian Tertekan
JAKARTA Laba perusahaan efek pada kuartal
II diprediksi semakin
tertekan seiring dengan
kondisi pasar saham dan
kebijakan otoritas yang
kurang mendukung.
Berdasarkan masingmasing laporan keuangan perusahaan efek pada
kuartal I/2015, sejumlah
perusahaan efek atau
sekuritas
mengalami
penurunan laba.
Sebut saja PT Panin
Sekuritas Tbk. Perseroan
hanya meraup laba bersih
Rp84 miliar pada kuartal
I/2015. Padahal, pada
periode yang sama tahun
sebelumnya
berhasil
meraih Rp136,22 miliar.
Begitu juga dengan
PT Mandiri Sekuritas
yang hanya mencatat
laba yang diatribusikan
kepada pemilik entitas
induk senilai Rp19,36
miliar atau turun 25,9%
dari periode yang sama
tahun lalu yang mencapai Rp26,16 miliar.
Sementara itu, laba periode berjalan PT Bahana
Securities juga merosot
menjadi Rp23,58 juta
dari sebelumnya Rp9,49
miliar.
Meski
demikian,
penurunan laba tidak
terjadi pada PT Trimegah
Securities Tbk. Sepanjang
kuartal I lalu perseroan
berhasil membukukan
laba Rp14,83 miliar atau
naik 59% dari periode
yang sama tahun lalu
senilai Rp9,27 miliar.
Namun, tingginya volatilitas pasar saham saat ini
terlihat sudah menggang-

gu nilai transaksi perdagangan saham perseroan


Stephanus Turangan,
Direktur Utama PT
Trimegah
Securities
Tbk., mengatakan kondisi pasar saham saat
ini akan mengganggu
kinerja broker yang pada
akhirnya memungkinkan
menekan laba perusahaan. Apalagi, saat ini kondisi pasar saham terlihat
belum mereda sehingga
ada potensi tertekan lebih
dalam.
Iya benar akan sangat
mempengaruhi. Bisa dilihat juga nilai transaksi
turun, kata Stephanus
melalui pesan singkatnya kepada Bisnis, belum
lama ini.
Ketua Umum Asosiasi
Perusahaan Efek Indonesia
(APEI) Susy Meilina memprediksi kinerja para broker semakin tertekan pada
kuartal II ini.
Menurutnya, bila melihat kinerja para broker
sejak tahun lalu hingga
sekarang terus merosot.
Misalnya, dari sisi laba
terus tergerus.
Lihatnya jangan hanya
dari botttom line, broker
itu 75% kinerjanya merah,
profit turun banyak, kami
butuh perubahan. Fee itu
juga sudah sangat rendah,
kami terlalu di-push,
kata Susy.
Adapun, yang membuat kinerja broker tertekan
selama ini disebabkan
sejak berlakunya aturan
fraksi harga yang baru
dan adanya persaingan
fee antarbroker. (Riendy
Astria)

KORPORASI

Kamis, 2 Juli 2015

AKUISISI TOL CINERE-SERPONG

15

BLOK SOUTH SESULU

PGAS Mulai Eksplorasi Tahun Depan

Bisnis/Nurul Hidayat

Antrean kendaraan

di tol Cibubur, Jakarta Timur,


belum lama ini. PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mengeluarkan dana total sebesar Rp110 miliar untuk mengambil
alih saham milik PT Thiess Contractors Indonesia di PT
Cinere Serpong Jaya, yang merupakan pemegang konsesi atas pengerjaan proyek tol Cinere-Serpong. Dalam

keterangan resmi, Jasa Marga (JSMR) mengumumkan


telah membeli 1,37 juta saham milik Thiess yang mewakili
55% dari total saham yang dikeluarkan oleh Cinere
Serpong Jaya (CSJ) dengan harga sebesar Rp110 miliar.

STRATEGI BISNIS MDLN

Kian Fokus Garap


Lahan Industri
Bisnis kawasan industri kini menjadi sorotan utama
bagi PT Modernland Realty Tbk. Di saat penjualan
lahan perusahaan lain melambat, Modernland
bergerak anomali, dan memimpin pergerakan
pasar. Sanggupkah perseroan menjaga momentum
pertumbuhan tersebut?
Fatia Qanitat
fatia.qanitat@bisnis.co.id

engacu pada data


yang diterbitkan
oleh Colliers
International
Indonesia,
penjualan lahan
industri dari anak usaha perseroan
PT Modern Industrial Estate
(Modern Cikande) pada kuartal
I/2015 mencapai 33 hektare.
Jumlah tersebut jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan kawasan
industri lainnya.
Delta Silicon yang dimiliki
oleh PT Lippo Cikarang Tbk.
membukukan penjualan 17,28
hektare, Greenland International
Industrial Centre (GIIC) yang
berada di bawah bendera Sinarmas
Land membukukan penjualan
sembilan hektare. Lalu, penjualan
lahan industri milik PT Surya
Semesta Internusa Tbk. sebesar 6,4
hektare.
Bahkan, hingga semester I/2015,
penjualan lahan di Modern Cikande
telah mencapai 135 hektare, atau
93% dari target sepanjang tahun
sebesar 145 hektare.
Untuk pengembangan bisnis
tersebut, emiten berkode saham
MDLN itu telah mempersiapkan
investasi yang tidak sedikit. Tak
tanggung-tanggung, perseroan
merogoh kocek hingga Rp2 triliun
untuk akuisisi lahan yang akan
dimanfaatkan sebagai kawasan
industri baru.
Direktur Keuangan Modernland
Realty Freddy Chan mengatakan
seluruh dana tersebut akan
digunakan untuk mengakuisisi
lahan di kawasan industri yang
terletak di Modern Cikande dan
Modern Bekasi.
MDLN memiliki kawasan
industri yang telah dikembangkan
di Modern Cikande, Serang,
dengan luas 900 hektare. Perseroan
memiliki izin hak guna bangunan
(HGB) hingga 2.175 hektare di area

tersebut.
Selain itu, MDLN juga telah
memiliki izin HGB untuk lahan
seluas 1.300 hektare, yang akan
dikembangkan untuk proyek
Modern Bekasi Residential &
Industrial Park, di kawasan timur
Jakarta. Proyek tersebut merupakan
proyek terbaru yang tengah
dipersiapkan saat ini.
Direktur MDLN Andy K.
Natanael melanjutkan perseroan
menargetkan akan mengakuisisi
lahan dengan luas 1.300 hektare
hingga 2016. Adapun total
cadangan lahan perseroan tercatat
mencapai 1.594 hektare.
Dia menuturkan ke depannya
MDLN ingin memiliki porsi
yang seimbang dalam perolehan
pendapatan baik dari residensial
maupun kawasan industri. Untuk
tahun ini, kontribusi pendapatan
masih akan didominasi oleh
penjualan dari residensial dengan
kisaran 60%, kawasan industri
30%, serta hotel dan komersial 10%.
Menurut Kiswoyo Adi Joe, analis
PT Investama Mandiri, salah satu
hal yang perlu diperhatikan oleh
perseroan saat masuk di sisi timur
Jakarta melalui proyek Modern
Bekasi adalah persaingan yang
cukup tinggi di area tersebut.
Bekasi memang sudah menjadi
pusat dari kegiatan industri.
Infrastruktur yang sudah memadai
menjadi keuntungan. Agar bisa
bersaing, MDLN harus memastikan
bagaimana mengelola kawasan
industri yang dimilikinya nanti.
Dari sisi fasilitas yang diberikan
dan harga yang ditawarkan,
ujarnya saat dihubungi Bisnis.

LEBIH BAIK
Dia menuturkan saat ini
MDLN semakin fokus dalam
pengembangan kawasan industri.
Melihat potensi ke depan,
Kiswoyo menilai perkembangan
kawasan industri akan lebih baik
dibandingkan dengan properti

Kinerja Keuangan PT Modernland Realty Tbk.


Ulasan
Penjualan (Rp Miliar)
EBITDA (Rp Miliar)
EPS (Rp)
Pertumbuhan EPS (%)
PER (x)
EV/EBITDA
Yield (%)

2013
1.844
1.061
196
359,1
2,1
5,0
0,0

2014
2.840
1.239
577
-71
8,1
4,7
1,1

2015*
3.489
1.472
62
10
8,3
4,4
0,5

2016*
4.508
2.136
111
78,3
4,7
3,1
0,6

Keterangan: *Proyeksi; EBITDA: earning before interest, tax, depreciation, and amortization
(laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi), EPS: earning per share (laba per
saham); PER: price-earnings ratio (perbandingan harga saham terhadap laba per saham);
EV/EBITDA: enterprise value/ EBITDA (nilai perusahaan terhadap laba sebelum bunga,
pajak, depresiasi, dan amortisasi).

Pemegang Saham
AA Land Pte. Ltd. Singapura
PT Bumi Perkasa Permai
Masyarakat di bawah 5%
Total
Sumber: Deutsche Bank

(%)
28,80
7,16
64,04
100,00

Pergerakan
Harga Saham

Rp488
26/3/15

Sumber:
Bloomberg

15 Jan

Rp590
15/5/15

13 Feb

16 Mar

15 Apr

Rp505
15 Mei

30 Jun
BISNIS/TUTUN PURNAMA

MDLN menargetkan
mengakuisisi lahan
dengan luas 1.300
hektare hingga 2016.
Perkembangan
kawasan industri akan
lebih baik dibandingkan
dengan properti
residensial.
residensial yang cukup terhambat
saat ini.
Dia meyakini permintaan
terhadap lahan industri akan
membaik ke depannya. Selain
itu, kebijakan pemerintah untuk
mendorong tumbuhnya pabrik
manufaktur diharapkan dapat
berjalan efektif.
Soo Choong Lim, analis JP
Morgan, menuturkan dalam
risetnya bahwa penjualan lahan
industri MDLN pada 2014 melonjak
hingga 139% dibandingkan
dengan penjualan pada 2013.
Bila sebelumnya penjualan lahan
industri sebesar Rp461 miliar, pada
2014 naik hingga Rp1,1 triliun.
"Keberadaan dari klien potensial
bisa mengangkat lagi penjualan
lahan pada tahun ini. Dengan
jumlah cadangan lahan yang
memadai, perusahaan dapat mengatur langkah akuisisi lahan yang
sesuai dengan kondisi arus kas."
Dia berharap perseroan dapat
menjaga margin di kisaran 60%,
kendati melakukan penjualan lahan
dalam jumlah besar. Sebagian besar
dari penjualan lahan dilakukan
oleh PT Chareon Pokphand
Indonesia Tbk. (CPIN). Pada tahun
ini, CPIN membeli lahan seluas 94
hektare di Modern Cikande.
Dalam mengakuisisi lahan
industri, Soo menyebutkan terdapat
berbagai tantangan agar MDLN
dapat menghasilkan margin yang
sehat. Bila mengacu pada tahun
lalu, harga jual lahan industri
untuk bidang besar senilai
Rp700.000/m2 dan bidang kecil
Rp1,2 juta/m2.
Artinya, sambungnya, MDLN
harus dapat mencari lahan
baru dengan harga Rp100.000Rp120.000/m2, dengan biaya
pengembangan infrastruktur
Rp140.000-Rp200.000/m2.
"Untuk bisa mempertahankan
penjualan dengan kisaran 110
hektare-120 hektare/tahun,
perusahaan harus bisa mengisi
kebutuhan lahan dengan akuisisi
lahan baru. Di Bekasi, perusahaan
masih dalam tahap konsolidasi,
sehingga penjualan masih ditopang
oleh Modern Cikande," ujarnya.
Hingga September 2014, Soo
menuliskan perseroan telah mengakuisisi 780 hektare lahan di
Modern Cikande, dan memiliki
cadangan lahan 314 hektare.
Sementara di Bekasi, lahan yang
telah diakuisisi seluas 489 hektare.
Sayangnya, jajaran direksi MDLN
selalu menolak menjawab jika
ditanyakan mengenai penguasaan
lahan saat ini. Luasannya tidak
bisa kami sebutkan. Berbahaya,
nanti spekulan bisa masuk. Begitu
seloroh manajemen perseroan jika
diungkit tentang perkembangan
proses akuisisi lahan.
Bagaimanapun, keberlangsungan
bisnis ini sangat tergantung dari
sejauh mana perseroan dapat
menguasai lahan yang ada. Semoga
saja perseroan benar-benar bisa
memenuhi target untuk menambah
lahan baru 1.300 hektare.

JAKARTA PT Perusahaan Gas


Negara (Persero) Tbk. menargetkan
cadangan gas sebesar 500 miliar kaki
kubik yang baru ditemukan di lepas
pantai Kalimantan Timur bisa mulai
dieksplorasi pada tahun depan.
Direktur Utama Perusahaan
Gas Negara Hendi Prio Santoso
mengatakan melalui anak usahanya
PT Saka Energi Indonesia perseroan
menemukan cadangan gas baru di
wilayah kerja South Sesulu, lepas
pantai Kalimantan Timur.
Di blok yang 100% dimiliki oleh
anak usahanya ini cadangan gas
yang tersedia diperkirakan mencapai
500 miliar kaki kubik.
Sekarang kami sedang mengurus
beragam sertifikasinya. Untuk bisa
sampai di tahap eksplorasi biasanya
butuh waktu 1 tahun, ujarnya,
Selasa (30/6).
Hendi
menjelaskan
tahun
ini
perseroan
akan
fokus
mengembangkan
infrastruktur.
Adapun anggaran belanja modal

yang disiapkan tahun ini mencapai


US$500 juta. Menurut catatan Bisnis,
angka ini lebih rendah dari capital
expenditure yang dianggarkan pada
awal tahun sebesar US$800 juta.
Hendi menjelaskan beragam
proyek infrastruktur gas yang
diprioritaskan antara lain pipa transmisi dan jaringan gas rumah tangga.
Selain itu, pihaknya juga akan
menggunakan dana tersebut untuk
eksplorasi penambahan cadangan di
hulu.
Terkait dengan perlambatan
ekonomi pada awal tahun ini, Hendi
menuturkan tren ini juga berdampak
pada industri gas nasional. Dia memprediksi permintaan gas pada semester I tahun ini merosot hingga 10%.
Menurut Hendi, dari 22 segmen
konsumen
gas,
penurunan
permintaan yang paling terasa adalah
sektor industri kimia dasar seperti
bahan bangunan dan semen. Hal
ini terutama dipicu oleh lambatnya
eksekusi infrastruktur pemerintah.

Secara nasional permintaan gas


turun 10%. Kami menguasai sekitar
80% jaringan gas ini jadi dampaknya
ke penjualan perusahaan juga tidak
terlalu berbeda, tambahnya.
Hendi menuturkan selain dari
sektor konstruksi, konsumen gas
terbesar juga datang dari sektor
kelistrikan. Sayangnya, proyek
pembangunan pembangkit listrik
tahap awal sebesar 10.000 mega watt
juga tidak berjalan mulus. Hal ini
membuat serapan gas untuk kebutuhan kelistrikan juga masih minim.
Guna menyiasati penurunan
permintaan tersebut pihaknya
mendorong berbagai pihak untuk
mengalihkan bahan bakar dari
minyak menjadi gas bumi. Apalagi
saat ini Indonesia masih harus
mengimpor sekitar 1 juta barel per
hari untuk memenuhi kebutuhan
minyak. Padahal, produksi gas bumi
yang belum dimanfaatkan ekuivalen
dengan 1,2 juta barel minyak per
hari. (Rezza Aji Pratama)

DATA EMITEN

16

Kam

2 Ju 20 5

BURSA EFEK INDONESIA, 1 JULI 2015


Perusahaan

Sbl.

Harga Saham
Ttg.
Trd.

/
Ptp. (poin)

Transaksi
Volume
Nilai

PERTANIAN
P

2P
W

W
M

W
M

M
M
M

PERTAMBANGAN
m

M
M
W

M
M

M
M

MM
2P

3P
M

&G

B m

m&M
M
M

4P

INDUSTRI DASAR DAN KIMIA


S m
M
M
M
W
2K
M

W
m

M
M

M
W

W
M

M
4Km

5P

&K m

M
M

6P

7K

&P

8P

&K

M
M

ANEKA INDUSTRI
M

&A

2O m

K m

M
M
M
M

M M
3T
M

&G

M
5K

Sbl.

Harga Saham
Ttg.
Trd.

/
Ptp. (poin)

Transaksi
Volume
Nilai

PER

Jual

Minat
Volume
Beli

Volume

INAF .........Indofarma Tbk. ................................................................196 ..........198 .......... 195 ............ 197 .........1.............27.400 ................5.350.300 .......-7,65 ...........197 .............1.400 ........195 .............7.100
KAEF ........Kimia Farma Tbk. ..............................................................995 .......1.000 .......... 985 ............ 985 ..... -10...........204.200 ............201.984.000 ......31,15 ...........990 .............1.200 ........985 ...........96.800
KLBF ........Kalbe Farma Tbk. ..........................................................1.675 .......1.690 ....... 1.645 ......... 1.650 ..... -25......29.166.600 .......48.520.940.500 ......39,62 ........1.655 .............2.500 .....1.650 ......2.856.200
MERK .......Merck Tbk..................................................................122.000 ...............- ...............- ..... 122.000 ......... -.......................- ...............................- ........13,6 ....125.000 .............2.000 ...120.000 ................700
PYFA ........Pyridam Farma Tbk ..........................................................121 ..........122 .......... 122 ............ 122 .........1..................100 .....................12.200 ......14,47 ...........122 .............9.900 ........120 .........131.600
SCPI .........Merck Sharp Dohme Pharma Tbk. ..............................29.000 ...............- ...............- ....... 29.000 ......... -.......................- ...............................- ........1,25 ................- .....................- .............- .................... SIDO ........Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk .......................565 ..........570 .......... 555 ............ 565 ......... -........3.352.900 .........1.899.475.000 ......17,95 ...........565 .........427.800 ........560 .............2.500
SQBB .......Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk ..........................10.500 ...............- ...............- ....... 10.500 ......... -.......................- ...............................- ........0,53 ................- .....................- .............- .................... SQBI .........Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk ........................315.000 ...............- ...............- ..... 315.000 ......... -.......................- ...............................- ........1,52 ....315.000 ................200 .............- .................... TSPC ........Tempo Scan Pacific Tbk. ...............................................2.000 .......1.995 ....... 1.955 ......... 1.990 ..... -10...........297.000 ............587.647.500 ........9,65 ........1.990 ...........32.100 .....1.965 ...........22.500
4.Kosmetik & Barang Keperluan Rumah Tangga
MBTO .......Martina Berto Tbk ...........................................................145 ..........145 .......... 145 ............ 145 ......... -...............4.000 ...................580.000 ......44,36 ...........149 ................600 ........144 ................100
MRAT .......Mustika Ratu Tbk. ............................................................259 ...............- ...............- ............ 259 ......... -.......................- ...............................- ......17,54 ...........268 ...........22.100 ........247 ...........14.000
TCID .........Mandom Indonesia Tbk. .............................................19.800 .....19.800 ..... 19.800 ....... 19.800 ......... -...............1.500 ..............29.700.000 ......15,98 ......19.800 .............2.600 ...17.250 .............1.000
UNVR .......Unilever Indonesia Tbk. ..............................................39.500 .....40.450 ..... 39.800 ....... 40.000 .....500........1.035.100 .......41.575.320.000 ......56,53 ......40.175 ................100 ...40.000 .........220.900
5.Peralatan Rumah Tangga
CINT .........Chitose Internasional Tbk .................................................342 ..........350 .......... 338 ............ 338 ....... -4........4.689.900 .........1.593.899.500 ......10,25 ...........338 .........398.200 ........337 .........162.000
KDSI .........Kedawung Setia Industrial Tbk. .......................................290 ...............- ...............- ............ 290 ......... -.......................- ...............................- ........3,19 ...........339 ................200 ........291 ................500
KICI ..........Kedaung Indah Can Tbk ..................................................260 ..........254 .......... 245 ............ 254 ....... -6...............1.100 ...................270.400 ........4,14 ...........254 .............2.000 ........236 .............4.500
LMPI .........Langgeng Makmur Industri Tbk. ......................................133 ..........135 .......... 132 ............ 134 .........1.............11.400 ................1.513.800 ......62,41 ...........136 ...........10.000 ........134 ................500
1.Properti & Real Estate
APLN ........Agung Podomoro Land Tbk .............................................377 ..........380 .......... 375 ............ 375 ....... -2........2.404.900 ............902.887.600 ......12,74 ...........376 ...........22.300 ........375 ...........20.000
ASRI .........Alam Sutera Realty Tbk. ..................................................575 ..........585 .......... 555 ............ 560 ..... -15......38.332.800 .......21.775.039.000 ........9,81 ...........565 ......1.213.500 ........560 ......4.694.300
BAPA ........Bekasi Asri Pemula Tbk. .....................................................50 ...............- ...............- .............. 50 ......... -.......................- ...............................- ........4,75 .............50 ...........19.500 .............- .................... BCIP .........Bumi Citra Permai Tbk .....................................................800 ..........805 .......... 795 ............ 800 ......... -......54.849.000 .......43.824.667.000 ......38,12 ...........800 .........170.200 ........795 .........181.300
BEST ........Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk .....................................400 ..........406 .......... 397 ............ 399 ....... -1......15.065.400 .........6.034.942.500 ......12,75 ...........400 .........211.000 ........399 ...........99.700
BIPP .........Bhuwanatala Indah Permai Tbk. .......................................103 ..........105 .......... 101 ............ 103 ......... -...........438.400 ..............44.671.700 ......15,39 ...........103 ...........30.000 ........102 ...........60.000
BKDP .......Bukit Darmo Property Tbk .................................................92 ...............- ...............- .............. 92 ......... -.......................- ...............................- .....-55,38 .............92 ......1.646.000 ..........90 ...........50.000
BKSL ........Sentul City Tbk. ..................................................................96 ............98 ............ 95 .............. 95 ....... -1......47.029.500 .........4.528.699.100 .....-74,62 .............96 ......2.947.500 ..........95 ......2.244.900
BSDE ........Bumi Serpong Damai Tbk. ............................................1.670 .......1.690 ....... 1.660 ......... 1.660 ..... -10......12.972.700 .......21.728.786.000 ......10,04 ........1.665 ...........25.000 .....1.660 .........221.400
COWL ......Cowell Development Tbk .................................................615 ..........630 .......... 615 ............ 620 .........5........7.342.600 .........4.572.493.500 .....-11,92 ...........620 .........130.400 ........615 .........591.300
CTRA ........Ciputra Development Tbk. ...........................................1.265 .......1.280 ....... 1.245 ......... 1.250 ..... -15........3.347.200 .........4.210.803.000 ........20,8 ........1.255 ...........28.500 .....1.250 .............9.700
CTRP ........Ciputra Property Tbk .......................................................570 ..........580 .......... 560 ............ 565 ....... -5...........644.400 ............364.997.500 ......27,97 ...........565 ...........27.600 ........560 .........225.400
CTRS ........Ciputra Surya Tbk. ........................................................2.675 .......2.700 ....... 2.640 ......... 2.670 ....... -5.............59.100 ............157.323.000 ......10,15 ........2.700 ................500 .....2.670 ...........44.500
DART ........Duta Anggada Realty Tbk. ...............................................775 ..........720 .......... 710 ............ 720 ..... -55...............3.600 ................2.582.000 ........6,06 ...........760 ................400 ........710 .............1.000
DILD .........Intiland Development Tbk. ...............................................570 ..........580 .......... 565 ............ 575 .........5........5.118.500 .........2.936.609.500 ......12,34 ...........575 .........322.900 ........570 .............2.500
DMAS .......Puradelta Lestari Tbk .......................................................220 ..........220 .......... 212 ............ 213 ....... -7........9.756.700 .........2.078.840.900 ..............- ...........214 .........350.000 ........213 .........170.600
DUTI .........Duta Pertiwi Tbk ............................................................6.100 .......6.100 ....... 6.100 ......... 6.100 ......... -...............4.000 ..............24.400.000 ......24,06 ........6.500 .............6.000 .....6.100 ...........16.000
ELTY .........Bakrieland Development Tbk. ...........................................50 ............50 ............ 50 .............. 50 ......... -..................100 .......................5.000 .....-12,83 .............50 ..547.868.200 .............- .................... EMDE .......Megapolitan Developments Tbk.......................................149 ..........167 .......... 139 ............ 150 .........1........5.586.000 ............868.941.900 ........4,78 ...........151 ...........30.000 ........150 ...........56.800
FMII ..........Fortune Mate Indonesia Tbk ............................................445 ...............- ...............- ............ 445 ......... -.......................- ...............................- ........21,8 ...........440 ...........15.000 ........430 .............5.000
GAMA ......Gading Development Tbk...................................................50 ............50 ............ 50 .............. 50 ......... -..................600 .....................30.000 ......25,95 .............50 ....16.578.700 .............- .................... GMTD ......Gowa Makassar Tourism Development Tbk. .................9.450 ...............- ...............- ......... 9.450 ......... -.......................- ...............................- ........5,48 ........9.300 .............1.000 .....8.000 ................200
GPRA .......Perdana Gapura Prima Tbk ..............................................265 ..........264 .......... 260 ............ 263 ....... -2...............1.500 ...................393.500 ........27,7 ...........263 ...........29.500 ........260 ................100
GWSA ......Greenwood Sejahtera Tbk ...............................................132 ..........137 .......... 132 ............ 134 .........2.............20.800 ................2.787.500 ........3,83 ...........134 ................400 ........133 .............5.600
JRPT .........Jaya Real Property Tbk. ...................................................955 ..........950 .......... 950 ............ 950 ....... -5.............25.100 ..............23.845.000 ........15,3 ...........950 ...........19.000 ........900 ...........10.000
KIJA .........Kawasan Industri Jababeka Tbk. .....................................262 ..........262 .......... 258 ............ 259 ....... -3......16.322.000 .........4.228.433.900 ......16,33 ...........259 ......3.556.300 ........258 .........105.800
KPIG .........MNC Land Tbk ..............................................................1.435 .......1.450 ....... 1.425 ......... 1.450 .......15...........323.100 ............465.467.000 ......19,26 ........1.450 .........371.100 .....1.445 ...........18.000
LAMI ........Lamicitra Nusantara Tbk. .................................................270 ..........285 .......... 285 ............ 285 .......15..................100 .....................28.500 ........4,78 ...........285 ...........11.400 ........240 .............5.800
LCGP ........Eureka Prima Jakarta Tbk .................................................565 ..........570 .......... 555 ............ 570 .........5......49.781.500 .......27.882.582.500 ...-427,41 ...........570 .........457.500 ........565 .............5.000
LPCK ........Lippo Cikarang Tbk ......................................................9.100 .......9.200 ....... 9.000 ......... 9.000 ... -100...........137.500 .........1.249.917.500 ........5,69 ........9.075 .............4.500 .....9.000 ...........10.200
LPKR ........Lippo Karawaci Tbk. ......................................................1.180 .......1.205 ....... 1.130 ......... 1.155 ..... -25......51.088.100 .......60.193.375.500 ......15,97 ........1.160 .........264.200 .....1.155 ...........39.300
MDLN ......Modernland Realty Ltd. Tbk ............................................525 ..........525 .......... 505 ............ 505 ..... -20........8.346.700 .........4.254.270.500 ........8,72 ...........510 .........200.000 ........505 ......2.311.300
MKPI ........Metropolitan Kentjana Tbk ..........................................17.000 ...............- ...............- ....... 17.000 ......... -.......................- ...............................- ......39,23 ......17.100 ...........63.000 ...16.900 ...........36.000
MMLP ......Mega Manunggal Property Tbk .......................................845 ..........840 .......... 835 ............ 840 ....... -5...........274.100 ............229.123.500 ..............- ...........840 .........306.700 ........835 .........100.000
MTLA .......Metropolitan Land Tbk. ....................................................393 ..........393 .......... 391 ............ 393 ......... -.............18.100 ................7.109.200 ......12,47 ...........393 ...........37.200 ........391 .............5.400
MTSM ......Metro Realty Tbk. ............................................................700 ...............- ...............- ............ 700 ......... -.......................- ...............................- ......39,89 ...........700 ......3.884.900 .............- .................... NIRO ........Nirvana Development Tbk ...............................................213 ..........213 .......... 195 ............ 211 ....... -2........9.199.600 .........1.942.361.700 ......50,78 ...........212 ...........20.000 ........211 .........347.200
OMRE ......Indonesia Prima Property Tbk ..........................................340 ...............- ...............- ............ 340 ......... -.......................- ...............................- .......-16,1 ................- .....................- ........320 .............1.000
PLIN .........Plaza Indonesia Realty Tbk. ..........................................3.500 ...............- ...............- ......... 3.500 ......... -.......................- ...............................- ......52,45 ........3.600 ................200 .....2.755 ................100
PPRO ........PP Properti Tbk ...............................................................187 ..........195 .......... 188 ............ 189 .........2......71.501.800 .......13.663.810.100 ..............- ...........190 ......5.615.300 ........189 ......2.420.300
PUDP .......Pudjiadi Prestige Tbk. .......................................................404 ...............- ...............- ............ 404 ......... -.......................- ...............................- ......96,23 ...........406 ................200 ........319 .............2.000
PWON ......Pakuwon Jati Tbk. ...........................................................430 ..........433 .......... 418 ............ 418 ..... -12......87.625.100 .......37.133.113.600 ......11,29 ...........419 ...........55.000 ........418 ......8.888.900
RBMS .......Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk. ......................................84 ............78 ............ 78 .............. 78 ....... -6..................100 .......................7.800 .....-25,58 .............84 .............1.900 ..........80 .............1.700
RDTX ........Roda Vivatex Tbk...........................................................6.000 .......5.800 ....... 5.800 ......... 5.800 ... -200..................400 ................2.320.000 ........5,68 ................- .....................- .............- .................... RODA .......Pikko Land Development Tbk ..........................................420 ...............- ...............- ............ 420 ......... -.......................- ...............................- ........19,6 ...........419 .........409.000 ........350 ................100
SMDM ......Suryamas Dutamakmur Tbk. ............................................117 ...............- ...............- ............ 117 ......... -.......................- ...............................- ........6,08 ...........118 .............5.000 ........108 ...........10.000
SMRA .......Summarecon Agung Tbk. .............................................1.635 .......1.660 ....... 1.600 ......... 1.610 ..... -25......27.612.600 .......44.764.169.500 ......23,49 ........1.620 .........253.500 .....1.610 ......1.064.400
TARA ........Sitara Propertindo Tbk .....................................................476 ..........477 .......... 474 ............ 474 ....... -2......75.680.000 .......36.013.298.500 ....871,32 ...........475 .........892.400 ........474 ......3.021.200
2.Konstruksi Bangunan
ACST ........ACSET Indonusa Tbk ....................................................4.700 .......4.675 ....... 4.675 ......... 4.675 ..... -25.............10.000 ..............46.750.000 ......48,23 ........4.675 ...........24.300 .....4.450 .............8.800
ADHI ........Adhi Karya (Persero) Tbk. ..............................................2.020 .......2.070 ....... 2.010 ......... 2.040 .......20......13.182.300 .......26.933.402.000 ......86,43 ........2.040 .........921.000 .....2.035 ...........82.400
DGIK ........Nusa Kontruksi Enjiniring Tbk...........................................112 ..........112 .......... 110 ............ 111 ....... -1...........297.200 ..............33.175.200 ......13,89 ...........111 .............1.500 ........110 ...........53.500
NRCA .......Nusa Raya Cipta Tbk.........................................................925 ..........950 .......... 905 ............ 935 .......10........1.761.500 .........1.642.331.000 ........9,49 ...........935 ...........34.400 ........930 .........105.600
PTPP ........PP (Persero) Tbk ............................................................3.470 .......3.515 ....... 3.440 ......... 3.440 ..... -30........6.858.600 .......23.785.049.000 ......44,52 ........3.445 .........110.000 .....3.440 ...........27.500
SCBD ........Danayasa Arthatama Tbk. .............................................1.700 .......1.700 ....... 1.700 ......... 1.700 ......... -..................100 ...................170.000 ......45,49 ........2.125 .............1.200 .....1.700 ................100
SSIA .........Surya Semesta Internusa Tbk............................................965 ..........980 .......... 960 ............ 965 ......... -........1.529.000 .........1.481.927.000 ........5,57 ...........970 .............4.100 ........965 ...........92.300
TOTL ........Total Bangun Persada Tbk. ...............................................825 ..........845 .......... 820 ............ 830 .........5...........312.200 ............260.392.000 ........13,5 ...........830 .........107.500 ........825 .............8.000
WIKA ........Wijaya Karya (Persero) Tbk. ..........................................2.505 .......2.590 ....... 2.515 ......... 2.570 .......65........9.872.800 .......25.322.066.000 ..............- ........2.575 ...........17.500 .....2.570 ...........58.400
WSKT .......Waskita Karya (Persero) Tbk .........................................1.520 .......1.565 ....... 1.515 ......... 1.565 .......45......46.157.800 .......71.297.318.000 ..............- ........1.570 .........604.400 .....1.565 ......3.336.100

KEUANGAN

4A

Perusahaan

Volume

1.Energi
KOPI ........Mitra Energi Persada Tbk ................................................790 ..........800 .......... 785 ............ 795 .........5...........267.400 ............211.808.500 ...-413,72 ...........795 ................200 ........785 .............7.300
LAPD ........Leyand International Tbk. ...................................................50 ...............- ...............- .............. 50 ......... -.......................- ...............................- .......-9,58 .............50 ....13.601.800 .............- .................... PGAS ........Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. .........................4.315 .......4.350 ....... 4.280 ......... 4.280 ..... -35........6.191.700 .......26.628.094.500 ......18,15 ........4.300 ................600 .....4.280 .........292.600
2.Jalan Tol, Pelabuhan, Bandara & Sejenisnya
CMNP ......Citra Marga Nusaphala Persada Tbk..............................2.215 ...............- ...............- ......... 2.215 ......... -.......................- ...............................- ........10,4 ........2.240 ................100 .....2.220 ................100
JSMR ........Jasa Marga (Persero) Tbk. .............................................5.475 .......5.550 ....... 5.400 ......... 5.500 .......25........6.462.700 .......35.522.700.000 ......28,38 ........5.525 .........159.900 .....5.500 ...........10.600
META .......Nusantara Infrastructure Tbk. ..........................................200 ..........218 .......... 194 ............ 197 ....... -3......91.738.000 .......17.987.747.100 ......16,71 ...........197 .........263.800 ........196 .........612.200
3.Telekomunikasi
BTEL .........Bakrie Telecom Tbk.............................................................50 ...............- ...............- .............. 50 ......... -.......................- ...............................- .......-0,53 .............50 ..146.170.100 .............- .................... EXCL ........XL Axiata Tbk ................................................................3.685 .......3.710 ....... 3.595 ......... 3.595 ..... -90........2.370.000 .........8.589.517.500 .....-10,12 ........3.605 ...........20.000 .....3.595 ...........97.600
FREN ........Smartfren Telecom Tbk ......................................................61 ............62 ............ 60 .............. 61 ......... -...........413.300 ..............25.212.200 .......-0,49 .............62 ...........68.000 ..........61 ...........19.800
INVS .........Inovisi Infracom Tbk .........................................................117 ...............- ...............- ............ 117 ......... -.......................- ...............................- ........3,82 ................- .....................- .............- .................... ISAT ..........Indosat Tbk. ..................................................................4.000 .......4.050 ....... 4.000 ......... 4.050 .......50.............59.000 ............236.295.000 .....-12,08 ........4.050 .............1.100 .....4.000 ...........11.500
TLKM .......Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. ......................2.930 .......2.950 ....... 2.920 ......... 2.920 ..... -10......53.547.000 .....157.300.975.000 ......19,29 ........2.930 ......1.000.000 .....2.920 ......2.001.600
4.Transportasi
APOL ........Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. .......................................58 ...............- ...............- .............. 58 ......... -.......................- ...............................- .......-1,08 ................- .....................- .............- .................... ASSA ........Adi Sarana Armada Tbk ...................................................144 ..........144 .......... 134 ............ 136 ....... -8...........800.000 ............109.326.700 ........5,64 ...........136 .........198.900 ........134 ...........23.300
BBRM .......Pelayarang Nasional Bina Buana Raya Tbk ......................125 ...............- ...............- ............ 125 ......... -.......................- ...............................- ..1245,02 ...........125 ................200 ........107 ................100
BIRD .........Blue Bird Tbk .................................................................7.950 .......7.950 ....... 7.900 ......... 7.950 ......... -...............1.300 ..............10.275.000 ......22,28 ........7.950 ................900 .....7.900 ................100
BLTA .........Berlian Laju Tanker Tbk ....................................................196 ...............- ...............- ............ 196 ......... -.......................- ...............................- .......-4,61 ................- .....................- .............- .................... BULL ........Buana Listya Tama Tbk........................................................95 ............98 ............ 95 .............. 96 .........1...........754.100 ..............72.586.600 .......-1,06 .............97 .............2.000 ..........96 ...........10.600
CANI ........Capitol Nusantara Indonesia Tbk ......................................264 ...............- ...............- ............ 264 ......... -.......................- ...............................- ......19,66 ................- .....................- .............- .................... CASS ........Cardig Aero Services Tbk .............................................1.250 ...............- ...............- ......... 1.250 ......... -.......................- ...............................- ......20,27 ........1.250 ...........72.800 .....1.200 ................500
CMPP .......Rimau Multi Putra Pratama Tbk. ......................................126 ..........127 .......... 121 ............ 121 ....... -5...............2.500 ...................313.900 ..........0,6 ...........139 .............2.500 ........121 .............2.000
CPGT ........Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk .............................61 ............66 ............ 62 .............. 64 .........3......13.568.400 ............874.209.400 .......-0,87 .............65 ......1.098.200 ..........64 ...........47.100
GIAA ........Garuda Indonesia (Persero) Tbk .......................................445 ..........450 .......... 441 ............ 450 .........5........1.902.600 ............846.608.500 ......19,55 ...........450 .........260.800 ........448 ................700
HITS .........Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. ............................705 ..........705 .......... 705 ............ 705 ......... -...........163.300 ............115.126.500 ......120,5 ...........710 .........122.900 ........705 ...........71.200
IATA .........Indonesia Transport & Infrastructure Tbk ...........................56 ............56 ............ 55 .............. 55 ....... -1........1.851.700 ............102.300.100 .......-5,81 .............56 .........748.000 ..........55 .........141.100
INDX ........Tanah Laut Tbk .................................................................465 ..........476 .......... 457 ............ 464 ....... -1.............66.900 ..............31.275.400 ........3,51 ...........464 ...........45.500 ........463 .............1.100
KARW ......ICTSI Jasa Prima Tbk ........................................................390 ..........380 .......... 375 ............ 375 ..... -15...............3.500 ................1.317.500 .......-9,04 ...........385 .............3.000 ........375 ...........25.700
LEAD ........Logindo Samudramakmur Tbk ..........................................265 ..........266 .......... 254 ............ 260 ....... -5........1.171.200 ............304.215.600 ........11,7 ...........260 ...........89.100 ........255 ...........22.500
LRNA ........Eka Sari Lorena Transport Tbk .........................................271 ..........280 .......... 264 ............ 265 ....... -6...........209.400 ..............55.855.500 ......35,08 ...........265 ...........19.200 ........264 .............6.000
MBSS .......Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. .......................................740 ..........800 .......... 730 ............ 730 ..... -10...........836.700 ............617.853.500 ........4,35 ...........750 .............2.000 ........725 .........129.400
MIRA ........Mitra International Resources Tbk .....................................50 ...............- ...............- .............. 50 ......... -.......................- ...............................- ....-31250 .............50 .........409.900 .............- .................... NELY ........Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk .........................................128 ...............- ...............- ............ 128 ......... -.......................- ...............................- ........10,3 ...........156 ................200 ........128 ................100
PTIS ..........Indo Straits Tbk ................................................................790 ...............- ...............- ............ 790 ......... -.......................- ...............................- .......-10,8 ...........895 ................100 ........730 .............5.000
RAJA ........Rukun Raharja Tbk. .......................................................1.005 .......1.005 .......... 990 ......... 1.000 ....... -5...........596.000 ............593.253.500 ........7,67 ........1.005 .........293.000 ........990 .........213.600
RIGS .........Rig Tenders Indonesia Tbk. ..............................................210 ..........210 .......... 200 ............ 200 ..... -10...............1.000 ...................204.400 .....-18,14 ...........199 .............9.700 ........181 .............4.100
SAFE ........Steady Safe Tbk ...............................................................138 ..........125 .......... 125 ............ 125 ..... -13..................500 .....................62.500 ........5,84 ...........136 ................700 ........125 .........100.000
SDMU .......Sidomulyo Selaras Tbk......................................................268 ...............- ...............- ............ 268 ......... -.......................- ...............................- ........14,8 ...........264 ...........12.600 .............- .................... SMDR .......Samudera Indonesia Tbk. .............................................7.625 .......7.725 ....... 7.600 ......... 7.600 ..... -25...............1.600 ..............12.205.000 ........4,56 ........7.600 .............1.200 .....7.525 ................500
SOCI .........Soechi Lines Tbk ...............................................................565 ..........575 .......... 560 ............ 565 ......... -...........646.200 ............367.524.000 ........6,26 ...........570 .........611.000 ........565 .........732.000
TAXI .........Express Transindo Utama Tbk ..........................................995 .......1.025 ....... 1.000 ......... 1.005 .......10........3.281.700 .........3.321.676.000 ......26,53 ........1.010 .........201.000 .....1.005 .........336.400
TMAS .......Pelayaran Tempuran Emas Tbk. .....................................1.650 .......1.660 ....... 1.610 ......... 1.650 ......... -.............27.800 ..............44.970.500 ........7,83 ........1.650 .........198.600 .....1.645 .............1.000
TPMA .......Trans Power Marine Tbk ...................................................325 ...............- ...............- ............ 325 ......... -.......................- ...............................- ......22,06 ...........320 ................400 ........244 ...........15.000
TRAM .......Trada Maritime Tbk.............................................................50 ............50 ............ 50 .............. 50 ......... -...........268.300 ..............13.415.000 ......22,85 .............50 ....59.319.500 .............- .................... WEHA ......Panorama Transportasi Tbk ..............................................212 ..........212 .......... 211 ............ 212 ......... -........1.722.200 ............364.303.100 ..............- ...........213 ...........75.800 ........212 ...........42.200
WINS ........Wintermar Offshore Marine Tbk ......................................328 ..........344 .......... 325 ............ 332 .........4...........264.200 ..............86.751.500 ..............- ...........332 .............2.300 ........326 ...........20.000
ZBRA ........Zebra Nusantara Tbk ........................................................201 ..........203 .......... 200 ............ 201 ......... -........7.260.700 .........1.462.058.400 ..............- ...........202 .........185.000 ........201 .........136.500
5.Konstruksi non bangunan
BALI .........Bali Towerindo Sentra Tbk .............................................2.900 .......2.870 ....... 2.825 ......... 2.870 ..... -30.............17.600 ..............50.115.500 ......34,61 ........2.875 .............5.000 .....2.600 .............5.000
*BUKK ......Bukaka Teknik Utama Tbk. ............................................1.105 .......1.320 ....... 1.130 ......... 1.155 .......50........2.066.200 .........2.552.878.500 ........1,42 ........1.180 .............2.500 .....1.155 ...........29.200
IBST ..........Inti Bangun Sejahtera Tbk..............................................3.540 ...............- ...............- ......... 3.540 ......... -.......................- ...............................- ......19,62 ........3.395 ................500 .....3.000 .........100.000
INDY ........Indika Energy Tbk. ...........................................................315 ..........316 .......... 311 ............ 313 ....... -2........2.362.900 ............740.076.100 ........2,84 ...........313 ...........11.300 ........312 ...........40.500
SUPR ........Solusi Tunas Pratama Tbk ...........................................10.000 ...............- ...............- ....... 10.000 ......... -.......................- ...............................- ......93,11 ......10.000 .............1.300 .....8.500 .............1.400
TBIG .........Tower Bersama Infrastructure Tbk ................................9.225 .......8.925 ....... 8.700 ......... 8.850 ... -375........7.075.700 .......62.492.947.500 ......33,18 ........8.850 ...........84.600 .....8.800 ...........42.400
TOWR ......Sarana Menara Nusantara Tbk ......................................4.000 ...............- ...............- ......... 4.000 ......... -.......................- ...............................- ......60,47 ........3.995 ................100 .....3.855 .............2.500
TRUB ........Truba Alam Manunggal Engineering Tbk. ...........................50 ...............- ...............- .............. 50 ......... -.......................- ...............................- .......-4,85 ................- .....................- .............- .................... -

m&S

Minat
Volume
Beli

INFRASTRUKTUR, UTILITAS, DAN TRANSPORTASI

&K

Jual

PROPERTI DAN REAL ESTAT

3P

PER

M W

1.Bank
AGRO .......Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk ..............................95 ............96 ............ 94 .............. 96 .........1...........488.600 ..............46.182.900 ..............- .............96 ...........72.600 ..........94 ...........18.700
AGRS .......Bank Agris Tbk ................................................................121 ..........121 .......... 121 ............ 121 ......... -...............2.400 ...................290.400 ......58,45 ...........129 ...........85.500 ........121 ...........17.700
BABP ........Bank MNC Internasional Tbk. ............................................75 ............78 ............ 74 .............. 75 ......... -........5.809.100 ............444.548.900 .....-20,46 .............76 .........140.100 ..........75 .........127.800
BACA .......Bank Capital Indonesia Tbk. ............................................200 ..........201 .......... 199 ............ 199 ....... -1......11.332.500 .........2.268.731.900 ......16,91 ...........201 .........140.100 ........199 .........135.800
BAEK ........Bank Ekonomi Raharja Tbk. ...........................................2.100 ...............- ...............- ......... 2.100 ......... -.......................- ...............................- ......84,04 ................- .....................- .............- .................... BBCA .......Bank Central Asia Tbk..................................................13.500 .....13.650 ..... 13.500 ....... 13.500 ......... -........7.197.500 .......97.715.522.500 ......19,99 ......13.575 .............3.300 ...13.500 ......1.082.200
BBKP ........Bank Bukopin Tbk. ...........................................................660 ..........660 .......... 650 ............ 655 ....... -5........5.557.100 .........3.638.609.000 ........8,11 ...........655 ......1.992.700 ........650 .........996.200
BBMD .......Bank Mestika Dharma Tbk ............................................1.610 ...............- ...............- ......... 1.610 ......... -.......................- ...............................- ........27,5 ........1.610 .............5.000 .....1.450 ................100
BBNI .........Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. ..........................5.300 .......5.375 ....... 5.275 ......... 5.300 ......... -......25.175.000 .....133.643.027.500 ........9,07 ........5.325 .........278.400 .....5.300 .........325.000
BBNP .......Bank Nusantara Parahyangan Tbk. ................................2.320 ...............- ...............- ......... 2.320 ......... -.......................- ...............................- ........16,1 ................- .....................- .............- .................... BBRI .........Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. .........................10.350 .....10.600 ..... 10.350 ....... 10.550 .....200......27.222.800 .....285.993.005.000 ......10,63 ......10.575 .........295.000 ...10.550 .........153.800
BBTN ........Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk............................1.190 .......1.200 ....... 1.180 ......... 1.190 ......... -........7.283.300 .........8.668.843.500 ......11,16 ........1.190 ......1.615.300 .....1.185 ...........71.000
BBYB ........Bank Yudha Bhakti Tbk ......................................................85 ............87 ............ 85 .............. 86 .........1.............46.700 ................4.021.700 ..............- .............87 ...........20.500 ..........86 ...........24.200
BCIC .........Bank Mutiara Tbk ...............................................................50 ...............- ...............- .............. 50 ......... -.......................- ...............................- .......-2,14 ................- .....................- .............- .................... BDMN ......Bank Danamon Indonesia Tbk. .....................................4.300 .......4.340 ....... 4.200 ......... 4.225 ..... -75........1.986.700 .........8.458.390.500 ........15,4 ........4.245 ...........28.000 .....4.225 .............1.100
BEKS ........Bank Pundi Indonesia Tbk...................................................80 ............80 ............ 78 .............. 79 ....... -1...........310.000 ..............24.259.700 .......-7,06 .............79 ...........35.100 ..........78 ................100
BINA ........Bank Ina Perdana Tbk ......................................................260 ..........278 .......... 266 ............ 278 .......18..................400 ...................108.800 ......37,67 ...........278 ................500 ........268 ...........10.000
BJBR ........BPD Jawa Barat dan Banten Tbk ......................................820 ..........835 .......... 820 ............ 825 .........5........3.504.900 .........2.904.175.000 ........5,14 ...........830 .........713.400 ........825 ......1.364.500
BJTM ........Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk ...................476 ..........484 .......... 473 ............ 481 .........5...........846.600 ............406.329.000 ..........6,9 ...........482 ...........19.300 ........481 .............2.700
BKSW .......Bank QNB Kesawan Tbk ..................................................434 ..........451 .......... 425 ............ 449 .......15...............6.100 ................2.649.000 ......89,48 ...........449 .............3.800 ........382 ................500
BMAS .......Bank Maspion Indonesia Tbk ...........................................328 ...............- ...............- ............ 328 ......... -.......................- ...............................- ......50,44 ...........327 ................200 ........280 ...........15.000
BMRI ........Bank Mandiri (Persero) Tbk. ........................................10.050 .....10.125 ....... 9.975 ....... 10.000 ..... -50......17.084.700 .....172.000.127.500 ......11,24 ......10.075 .........142.100 ...10.000 .........387.300
BNBA .......Bank Bumi Arta Tbk. .........................................................172 ..........173 .......... 173 ............ 173 .........1..................100 .....................17.300 ........7,63 ...........171 .............1.200 ........161 ................100
BNGA .......Bank CIMB Niaga Tbk .......................................................675 ..........700 .......... 665 ............ 675 ......... -...........563.900 ............381.219.000 ......50,76 ...........690 .............1.500 ........680 ...........10.000
BNII ..........Bank Internasional Indonesia Tbk. ...................................182 ..........190 .......... 182 ............ 183 .........1.............36.400 ................6.651.000 ......11,03 ...........187 .............5.000 ........183 .............2.400
BNLI .........Bank Permata Tbk. .......................................................1.600 .......1.600 ....... 1.600 ......... 1.600 ......... -...............3.000 ................4.800.000 ........8,29 ........1.600 ...........37.300 .....1.570 .............5.000
BSIM ........Bank Sinarmas Tbk ..........................................................375 ..........374 .......... 371 ............ 374 ....... -1...........446.100 ............166.840.600 ......33,63 ...........380 ................200 ........375 ...........20.100
BSWD .......Bank of India Indonesia Tbk ..........................................1.450 .......1.450 ....... 1.450 ......... 1.450 ......... -..................200 ...................290.000 ........8,81 ........1.800 ................300 .....1.305 .............4.000
BTPN ........Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. .......................3.425 .......3.455 ....... 3.425 ......... 3.425 ......... -...............4.400 ..............15.155.500 ......10,36 ........3.490 ................200 .....3.425 .............6.700
BVIC .........Bank Victoria International Tbk. ......................................117 ..........119 .......... 119 ............ 119 .........2..................200 .....................23.800 ........3,44 ...........117 .........100.000 ........106 ...........10.000
DNAR .......Bank Dinar Indonesia Tbk ................................................128 ..........131 .......... 130 ............ 131 .........3.............15.600 ................2.042.500 ......30,37 ...........148 ................700 ........131 ................400
INPC .........Bank Artha Graha Internasional Tbk. .................................75 ............77 ............ 75 .............. 77 .........2.............31.800 ................2.447.200 ........5,16 .............77 ...........65.500 ..........75 ...........31.900
MAYA .......Bank Mayapada Internasional Tbk. ...............................1.750 .......1.795 ....... 1.700 ......... 1.700 ..... -50...........485.800 ............868.987.000 ......16,83 ........1.700 .............7.500 .....1.650 .............1.000
MCOR ......Bank Windu Kentjana International Tbk. .........................298 ..........306 .......... 298 ............ 306 .........8...........124.600 ..............37.953.000 ......24,12 ...........303 ................600 ........301 ...........20.100
MEGA ......Bank Mega Tbk. ............................................................2.500 .......2.545 ....... 2.450 ......... 2.545 .......45..................200 ...................499.500 ......11,67 ........2.600 ................100 .....2.275 ................700
NAGA ......Bank Mitraniaga Tbk.........................................................144 ...............- ...............- ............ 144 ......... -.......................- ...............................- ......87,04 ...........150 ................500 ..........94 ................500
NISP .........Bank OCBC NISP Tbk. ...................................................1.240 ...............- ...............- ......... 1.240 ......... -.......................- ...............................- ........9,46 ........1.320 ................100 .....1.135 ................700
NOBU ......Bank Nationalnobu Tbk ...................................................750 ..........765 .......... 760 ............ 760 .......10........1.244.900 ............949.785.000 ....239,72 ...........760 .............9.800 ........755 ................300
PNBN .......Bank Pan Indonesia Tbk .................................................1.100 .......1.090 ....... 1.065 ......... 1.065 ..... -35...........270.700 ............289.986.000 ........10,8 ........1.075 ...........50.000 .....1.065 ...........50.000
PNBS ........Bank Panin Syariah Tbk.....................................................265 ..........271 .......... 263 ............ 265 ......... -...........209.600 ..............56.255.900 ......34,94 ...........267 .............1.900 ........265 .............7.200
SDRA ........Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. ....................1.195 ...............- ...............- ......... 1.195 ......... -.......................- ...............................- ........5,89 ........1.195 ................100 .............- .................... 2.Lembaga Pembiayaan
ADMF .......Adira Dinamika Multi Finance Tbk. ...............................4.900 .......4.900 ....... 4.750 ......... 4.750 ... -150.............28.100 ............134.478.000 .............6 ........4.750 .............2.100 .....4.725 ................200
BBLD ........Buana Finance Tbk. .......................................................1.150 ...............- ...............- ......... 1.150 ......... -.......................- ...............................- ......17,07 ........1.150 .........500.000 .....1.130 .............2.000
BFIN .........BFI Finance Indonesia Tbk. ...........................................2.600 .......2.600 ....... 2.600 ......... 2.600 ......... -...........230.000 ............598.000.000 ........6,75 ........2.600 .............5.000 .....2.050 .............2.500
BPFI .........Batavia Prosperindo Finance Tbk......................................560 ...............- ...............- ............ 560 ......... -.......................- ...............................- ......18,71 ...........570 ...........10.200 .............- .................... CFIN .........Clipan Finance Indonesia Tbk. .........................................352 ..........356 .......... 354 ............ 356 .........4...........635.800 ............225.219.100 ........3,38 ...........363 .............4.800 ........356 .............1.000
DEFI .........Danasupra Erapacific Tbk .............................................1.430 ...............- ...............- ......... 1.430 ......... -.......................- ...............................- ......21,46 ........1.440 ................400 .............- .................... HDFA .......Radana Bhaskara Finance Tbk ..........................................235 ...............- ...............- ............ 235 ......... -.......................- ...............................- ........9,31 ................- .....................- ........190 ................100
IBFN .........Intan Baruprana Finance Tbk ...........................................330 ..........335 .......... 330 ............ 335 .........5.............75.000 ..............24.957.000 ......15,18 ...........330 .........200.000 ........296 ................100
IMJS .........Indomobil Multi Jasa Tbk .................................................401 ..........420 .......... 391 ............ 420 .......19..................300 ...................123.100 ........15,7 ...........420 .............9.700 ........391 ................300
MFIN ........Mandala Multifinance Tbk. ...............................................945 ..........930 .......... 920 ............ 930 ..... -15...........733.500 ............682.055.000 ........5,73 ...........930 ...........26.500 ........910 .............5.000
MGNA ......Magna Finance Tbk ............................................................83 ...............- ...............- .............. 83 ......... -.......................- ...............................- ........18,7 .............84 .........152.400 ..........83 .........152.300
TIFA ..........Tifa Finance Tbk................................................................180 ..........180 .......... 160 ............ 180 ......... -...............1.700 ...................276.000 ........6,89 ...........179 .............1.000 ........161 ................900
TRUS ........Trust Finance Indonesia Tbk .............................................397 ...............- ...............- ............ 397 ......... -.......................- ...............................- ......16,37 ...........400 .............1.000 .............- .................... VRNA .......Verena Multi Finance Tbk ........................
W M
W
M
3P
E
M

6E
M

7
M

INDUSTRI BARANG KONSUMSI


M

&M
W

M
4A
M

M
M

M
M

M
M

M
M
M

5
M
M
2R
M
M
M
M
WM
W
3F m

M
M

MM

M
Bersambung ke Hal. 17

Kam

DATA EMITEN

2 Ju 20 5

17

BURSA EFEK INDONESIA, 1 JULI 2015 (SAMBUNGAN DARI HAL. 16)


H

M
m

PERDAGANGAN, JASA, DAN INVESTASI


1.Perdagangan Besar Barang Produksi
AIMS ........Akbar Indo Makmur Stimec Tbk .......................................420 ...............- ...............- ............ 420 ......... -.......................- ...............................- .....-24,87 ................- .....................- .............- .................... AKRA .......AKR Corporindo Tbk. ....................................................5.925 .......5.900 ....... 5.800 ......... 5.825 ... -100........2.072.500 .......12.090.295.000 ......19,43 ........5.825 .........101.000 .....5.800 .........287.900
APII ..........Arita Prima Indonesia Tbk.................................................300 ...............- ...............- ............ 300 ......... -.......................- ...............................- ......15,14 ...........300 ...........20.000 .............- .................... BMSR .......Bintang Mitra Semestaraya Tbk .......................................180 ...............- ...............- ............ 180 ......... -.......................- ...............................- .......-15,8 ...........183 ................100 .............- .................... CLPI ..........Colorpak Indonesia Tbk. ..................................................585 ..........595 .......... 585 ............ 590 .........5.............17.100 ..............10.139.500 ........3,01 ...........595 .............6.200 ........585 .............3.200
CNKO ......Exploitasi Energi Indonesia Tbk ..........................................70 ............73 ............ 70 .............. 70 ......... -........1.397.700 ..............99.046.200 .......-4,97 .............71 .........200.000 ..........70 .........192.300
DSSA ........Dian Swastika Sentosa Tbk ..........................................12.900 ...............- ...............- ....... 12.900 ......... -.......................- ...............................- .....-33,76 ................- .....................- ...12.950 ................100
EPMT .......Enseval Putera Megatrading Tbk...................................2.900 ...............- ...............- ......... 2.900 ......... -.......................- ...............................- ......20,58 ........3.100 ...........10.000 .....2.900 .........232.500
FISH .........FKS Multi Agro Tbk. ......................................................1.710 ...............- ...............- ......... 1.710 ......... -.......................- ...............................- ......10,94 ........1.760 .............1.000 .....1.700 .............1.000
GEMA ......Gema Grahasarana Tbk. ..................................................340 ..........346 .......... 335 ............ 340 ......... -.............19.500 ................6.623.600 ........2,93 ...........340 ...........13.200 ........339 ................100
GREN .......Evergreen Invesco Tbk ....................................................141 ..........142 .......... 141 ............ 142 .........1........3.292.900 ............465.817.300 ..3471,88 ...........142 ...........88.700 ........141 .........105.100
HEXA .......Hexindo Adiperkasa Tbk. .............................................2.695 .......2.735 ....... 2.695 ......... 2.695 ......... -...............6.100 ..............16.493.500 ......21,19 ........2.695 .............3.000 .....2.655 .............1.000
INTA .........Intraco Penta Tbk. ...........................................................295 ..........297 .......... 291 ............ 296 .........1........1.273.100 ............375.162.800 .......-3,09 ...........296 .........221.100 ........291 ...........16.100
INTD ........Inter Delta Tbk ................................................................380 ...............- ...............- ............ 380 ......... -.......................- ...............................- ......40,15 ................- .....................- .............- .................... ITTG .........Leo Investments Tbk...........................................................82 ...............- ...............- .............. 82 ......... -.......................- ...............................- ..............- ................- .....................- .............- .................... JKON .......Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. ..........................955 ...............- ...............- ............ 955 ......... -.......................- ...............................- ....3060,9 ...........950 ...........10.000 ........880 ...........20.000
KOBX .......Kobexindo Tractors Tbk....................................................163 ...............- ...............- ............ 163 ......... -.......................- ...............................- ....244,74 ...........162 .............2.900 ........147 ................500
KONI ........Perdana Bangun Pusaka Tbk.............................................329 ...............- ...............- ............ 329 ......... -.......................- ...............................- .......-5,85 ...........330 ...........37.500 .............- .................... LTLS .........Lautan Luas Tbk. ...............................................................765 ..........795 .......... 750 ............ 750 ..... -15...........408.100 ............315.326.000 ........9,32 ...........780 .............5.000 ........750 .........110.500
MDRN ......Modern Internasional Tbk.................................................439 ..........439 .......... 439 ............ 439 ......... -...............2.100 ...................921.900 ........35,2 ...........435 .............1.000 ........425 ...........30.000
MICE ........Multi Indocitra Tbk. .........................................................303 ..........306 .......... 300 ............ 303 ......... -.............72.600 ..............21.996.500 ........5,79 ...........305 ................600 ........303 ...........36.000
MPMX ......Mitra Pinasthika Mustika Tbk............................................610 ..........615 .......... 605 ............ 605 ....... -5...........301.200 ............183.625.000 ........5,57 ...........610 .............3.700 ........605 ...........66.400
OKAS .......Ancora Indonesia Resources Tbk. .......................................90 ............87 ............ 86 .............. 86 ....... -4.............23.600 ................2.044.600 .......-4,55 .............95 .............5.000 ..........87 ...........14.800
SDPC ........Millennium Pharmacon International Tbk. .........................77 ............76 ............ 76 .............. 76 ....... -1..................100 .......................7.600 ........6,59 .............78 ................100 ..........76 ...........44.300
SQMI ........Renuka Coalindo Tbk .....................................................1.590 ...............- ...............- ......... 1.590 ......... -.......................- ...............................- ....206,47 ........1.550 .............5.000 .............- .................... TGKA .......Tigaraksa Satria Tbk. ....................................................4.650 ...............- ...............- ......... 4.650 ......... -.......................- ...............................- ......24,26 ........4.700 ................500 .............- .................... TIRA .........Tira Austenite Tbk ........................................................1.500 ...............- ...............- ......... 1.500 ......... -.......................- ...............................- ....225,55 ................- .....................- .............- .................... TMPI .........Sigmagold Inti Perkasa Tbk .............................................449 ..........451 .......... 449 ............ 450 .........1......37.779.800 .......16.987.297.400 ....476,85 ...........450 .............4.400 ........449 .........183.200
TRIL ..........Triwira Insanlestari Tbk. ......................................................50 ............50 ............ 50 .............. 50 ......... -..................300 .....................15.000 .......-8,23 .............50 .........998.300 .............- .................... TURI .........Tunas Ridean Tbk. ............................................................675 ..........675 .......... 670 ............ 675 ......... -...........783.800 ............528.521.000 ........12,7 ...........675 .........276.400 ........670 .........419.400
UNTR .......United Tractors Tbk. ...................................................20.375 .....20.600 ..... 20.025 ....... 20.025 ... -350........1.009.600 .......20.569.512.500 ......11,41 ......20.475 .............2.000 ...20.025 .........190.500
WAPO ......Wahana Pronatural Tbk ......................................................75 ............77 ............ 77 .............. 77 .........2.............10.700 ...................823.900 ..............- .............78 .............5.000 ..........76 ...........10.000
WICO .......Wicaksana Overseas International Tbk. ..............................55 ............58 ............ 56 .............. 58 .........3.............68.900 ................3.930.900 ..............- .............58 ...........30.500 ..........57 ...........10.000
2.Perdagangan Eceran
ACES ........Ace Hardware Indonesia Tbk ...........................................645 ..........655 .......... 640 ............ 645 ......... -........2.951.100 .........1.902.112.500 ......19,94 ...........645 .........619.300 ........640 .........118.600
AMRT .......Sumber Alfaria Trijaya Tbk. ..............................................595 ..........600 .......... 595 ............ 595 ......... -...........112.200 ..............66.868.000 ...-159,33 ...........605 .............3.500 ........585 .............1.000
CENT ........Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk. ......................150 ..........170 .......... 150 ............ 150 ......... -..................600 .....................92.400 ..............- ...........152 .............3.600 ........150 .............6.900
CSAP ........Catur Sentosa Adiprana Tbk. ...........................................415 ..........417 .......... 416 ............ 416 .........1........8.313.500 .........3.466.051.300 ........15,4 ...........416 .........294.500 ........415 .........225.000
ECII ..........Electronic City Indonesia Tbk .......................................1.290 .......1.200 ....... 1.115 ......... 1.195 ..... -95...............3.200 ................3.683.000 ......21,35 ........1.195 ................800 .....1.130 ................100
ERAA ........Erajaya Swasembada Tbk .................................................590 ..........605 .......... 570 ............ 580 ..... -10......47.794.600 .......28.066.391.000 ........5,95 ...........585 .........911.700 ........580 .........168.800
GLOB .......Global Teleshop Tbk ......................................................1.150 .......1.140 ....... 1.000 ......... 1.140 ..... -10...............5.700 ................5.930.000 ....296,81 ........1.140 ................500 .....1.120 ................100
GOLD .......Golden Retailindo Tbk .....................................................255 ..........225 .......... 225 ............ 225 ..... -30...............1.900 ...................427.500 ......21,68 ...........255 ................900 ........225 ................100
HERO .......Hero Supermarket Tbk. ................................................1.850 .......1.815 ....... 1.800 ......... 1.800 ..... -50...............1.800 ................3.243.500 .....-56,72 ........1.885 ................500 .....1.800 .............6.700
KOIN ........Kokoh Inti Arebama Tbk ...................................................408 ..........380 .......... 380 ............ 380 ..... -28...............3.300 ................1.254.000 ......45,09 ...........400 .........100.000 ........380 ................700
MAPI ........Mitra Adiperkasa Tbk. ..................................................5.525 .......5.450 ....... 5.375 ......... 5.400 ... -125...........226.400 .........1.226.285.000 ......60,47 ........5.400 .............2.700 .....5.375 .............4.300
MIDI .........Midi Utama Indonesia Tbk ...............................................785 ..........785 .......... 750 ............ 785 ......... -.............16.500 ..............12.602.500 ......33,14 ...........800 .........339.000 ........785 ...........23.500
MPPA .......Matahari Putra Prima Tbk. .............................................2.950 .......3.135 ....... 2.995 ......... 3.100 .....150........8.669.700 .......26.928.682.500 ......51,09 ........3.105 .............2.000 .....3.100 .........130.400
RALS ........Ramayana Lestari Sentosa Tbk. .......................................690 ..........695 .......... 685 ............ 685 ....... -5...........742.100 ............511.012.500 ....207,45 ...........690 .........135.100 ........685 ......1.004.000
RANC .......Supra Boga Lestari Tbk.....................................................385 ..........380 .......... 380 ............ 380 ....... -5.............15.200 ................5.776.000 ........32,8 ...........383 .............5.500 ........377 .............2.500
RIMO ........Rimo International Lestari Tbk .........................................190 ...............- ...............- ............ 190 ......... -.......................- ...............................- .....-18,61 ................- .....................- .............- .................... SKYB ........Skybee Tbk .......................................................................420 ...............- ...............- ............ 420 ......... -.......................- ...............................- .....-48,62 ................- .....................- .............- .................... SONA .......Sona Topas Tourism Industry Tbk. .................................3.700 ...............- ...............- ......... 3.700 ......... -.......................- ...............................- ......20,36 ........4.000 .............5.000 .....3.300 .............2.800
TELE .........Tiphone Mobile Indonesia Tbk .........................................970 ..........980 .......... 965 ............ 970 ......... -........4.160.100 .........4.042.819.000 ........20,2 ...........975 ...........30.000 ........970 .........559.400
TKGA .......Permata Prima Sakti Tbk ..............................................1.800 ...............- ...............- ......... 1.800 ......... -.......................- ...............................- .......-4,83 ................- .....................- .............- .................... TRIO .........Trikomsel Oke Tbk ........................................................1.945 ...............- ...............- ......... 1.945 ......... -.......................- ...............................- ...........78 ........1.920 ...........14.000 .....1.460 ...........10.000
3.Restoran, Hotel & Pariwisata
BAYU ........Bayu Buana Tbk ............................................................1.200 ...............- ...............- ......... 1.200 ......... -.......................- ...............................- ......11,25 ........1.150 .............4.000 ........970 ................500
BUVA .......Bukit Uluwatu Villa Tbk ....................................................525 ..........525 .......... 525 ............ 525 ......... -...............5.000 ................2.625.000 .....-34,42 ...........525 ...........15.000 ........520 ...........20.000
FAST .........Fast Food Indonesia Tbk. ..............................................1.540 ...............- ...............- ......... 1.540 ......... -.......................- ...............................- ......86,64 ........1.550 ...........18.300 .....1.540 .............5.000
GMCW .....Grahamas Citrawisata Tbk. ...............................................860 ...............- ...............- ............ 860 ......... -.......................- ...............................- .......-1,67 ................- .....................- .............- .................... HOME ......Hotel Mandarine Regency Tbk. ........................................183 ..........205 .......... 198 ............ 203 .......20........2.641.200 ............533.503.800 .....-28,08 ...........215 .............2.000 ........198 ................100
HOTL ........Saraswati Griya Lestari Tbk .............................................134 ..........143 .......... 130 ............ 130 ....... -4..................600 .....................80.600 ....228,23 ...........130 .............9.700 ........127 .........100.100
ICON ........Island Concepts Indonesia Tbk ........................................495 ...............- ...............- ............ 495 ......... -.......................- ...............................- ......15,14 ...........485 .............2.000 ........410 .............1.000
INPP .........Indonesian Paradise Property Tbk. ..................................350 ..........339 .......... 339 ............ 339 ..... -11.............16.000 ................5.424.000 ......35,02 ...........340 ...........95.000 .............- .................... JIHD .........Jakarta International Hotels & Development Tbk.............790 ...............- ...............- ............ 790 ......... -.......................- ...............................- ......19,21 ...........790 .............1.000 ........760 ................200
JSPT .........Jakarta Setiabudi Internasional Tbk. ................................750 ...............- ...............- ............ 750 ......... -.......................- ...............................- ........8,58 ................- .....................- .............- .................... MAMI .......Mas Murni Indonesia Tbk ...................................................50 ...............- ...............- .............. 50 ......... -.......................- ...............................- ....120,66 .............50 ....18.084.700 .............- .................... -

M
m

MAMIP .....Mas Murni Tbk (Preferen) ................................................600 ...............- ...............- ............ 600 ......... -.......................- ...............................- ........0,19 ................- .....................- .............- .................... PANR ........Panorama Sentrawisata Tbk. ...........................................535 ..........540 .......... 530 ............ 540 .........5........3.559.000 .........1.895.104.500 ........19,6 ...........540 .........117.500 ........535 .........103.700
PDES ........Destinasi Tirta Nusantara Tbk ..........................................170 ...............- ...............- ............ 170 ......... -.......................- ...............................- ......13,52 ...........220 ................100 .............- .................... PGLI .........Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk. ............................69 ...............- ...............- .............. 69 ......... -.......................- ...............................- ..............- .............69 .............1.900 ..........62 ...........20.000
PJAA ........Pembangunan Jaya Ancol Tbk. .....................................2.560 .......2.460 ....... 2.350 ......... 2.460 ... -100...............1.200 ................2.931.000 ......118,2 ........2.460 ...........20.900 .....2.350 ................100
PNSE ........Pudjiadi & Sons Tbk. ........................................................457 ...............- ...............- ............ 457 ......... -.......................- ...............................- ..9849,14 ...........441 ................100 ........401 ................100
PSKT ........Red Planet Indonesia Tbk. ................................................960 ..........985 .......... 985 ............ 985 .......25...............1.300 ................1.280.500 .....-21,95 ...........995 ................500 ........985 .............1.200
PTSP .........Pioneerindo Gourmet International Tbk. ......................8.500 ...............- ...............- ......... 8.500 ......... -.......................- ...............................- ....430,18 ........8.700 ................100 .............- .................... SHID .........Hotel Sahid Jaya International Tbk. .................................413 ..........413 .......... 400 ............ 400 ..... -13.............39.000 ..............16.018.600 .....-18,89 ...........400 .............6.000 ........399 .............5.700
4.Advertising, Printing & Media
ABBA .......Mahaka Media Tbk. ...........................................................50 ...............- ...............- .............. 50 ......... -.......................- ...............................- .......-8,81 .............50 ...........32.800 .............- .................... BLTZ .........Graha Layar Prima Tbk .................................................4.200 .......4.350 ....... 4.300 ......... 4.350 .....150...............2.100 ................9.035.000 .....-30,17 ........4.500 .............1.100 .....4.350 ................900
EMTK .......Elang Mahkota Teknologi Tbk ....................................11.100 .....11.600 ..... 11.600 ....... 11.600 .....500..................300 ................3.480.000 ......29,55 ......11.600 .............5.900 ...10.000 .............2.300
FORU .......Fortune Indonesia Tbk .....................................................710 ..........700 .......... 610 ............ 660 ..... -50.............10.400 ................6.815.000 .....-18,32 ...........690 .............8.000 ........625 ................200
JTPE .........Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. .............................................264 ..........264 .......... 260 ............ 264 ......... -...........100.200 ..............26.212.300 ......24,94 ...........264 ...........50.900 ........260 .............4.300
LINK .........Link Net Tbk .................................................................5.075 .......5.050 ....... 4.995 ......... 5.025 ..... -50........1.592.000 .........7.990.987.500 ......26,35 ........5.050 .............6.900 .....5.025 .............1.700
LPLI ..........Star Pacific Tbk .................................................................530 ..........525 .......... 525 ............ 525 ....... -5...........175.500 ..............92.137.500 ........0,47 ...........525 ...........10.000 ........520 .............5.000
MDIA ........Intermedia Capital Tbk ..................................................4.000 ...............- ...............- ......... 4.000 ......... -.......................- ...............................- ......37,39 ........3.950 ...........50.000 .....3.500 ................100
MNCN ......Media Nusantara Citra Tbk ............................................1.940 .......1.965 ....... 1.880 ......... 1.905 ..... -35........8.669.400 .......16.511.738.500 ......13,67 ........1.905 .........333.900 .....1.900 .........102.000
MSKY .......MNC Sky Vision Tbk .....................................................1.450 .......1.400 ....... 1.250 ......... 1.300 ... -150........2.783.200 .........3.588.520.500 .......-49,1 ........1.305 .............1.000 .....1.300 .........221.500
SCMA .......Surya Citra Media Tbk. ..................................................2.875 .......2.885 ....... 2.800 ......... 2.800 ..... -75........5.049.300 .......14.247.449.000 ......31,53 ........2.820 ................500 .....2.800 ......1.888.900
TMPO .......Tempo Intimedia Tbk. ......................................................101 ..........101 ............ 95 ............ 101 ......... -.............94.800 ................9.228.000 .......-3,11 ...........101 ...........14.100 ........100 .........119.100
VIVA .........Visi Media Asia Tbk ..........................................................451 ..........453 .......... 437 ............ 437 ..... -14........8.063.700 .........3.542.673.000 ..............- ...........437 .........335.900 ........436 .........190.000
5.Kesehatan
MIKA ........Mitra Keluarga Karyasehat Tbk ..................................24.000 .....24.500 ..... 24.025 ....... 24.400 .....400........1.765.900 .......43.047.200.000 ......58,78 ......24.400 ...........24.100 ...24.300 ................500
SAME .......Sarana Meditama Metropolitan Tbk .............................2.715 .......2.720 ....... 2.640 ......... 2.655 ..... -60...........276.200 ............744.167.500 ......56,69 ........2.655 .............2.000 .....2.650 .............5.300
SILO .........Siloam International Hospitals Tbk ..............................14.400 .....14.500 ..... 14.200 ....... 14.450 .......50........2.068.700 .......29.884.505.000 ....120,95 ......14.500 .............1.900 ...14.400 ................200
SRAJ ........Sejahteraraya Anugerahjaya Tbk .....................................285 ..........261 .......... 237 ............ 241 ..... -44...........642.700 ............166.186.500 .....-25,41 ...........246 .............1.500 ........241 ...........18.100
6.Jasa Komputer & Perangkatnya
ASGR .......Astra Graphia Tbk. ........................................................2.200 .......2.150 ....... 1.995 ......... 1.995 ... -205...............1.400 ................2.819.000 ......14,16 ........2.100 ...........12.000 .....1.995 ...........22.300
DNET .......Indoritel Makmur Internasional Tbk ..................................930 ..........930 .......... 925 ............ 930 ......... -...........207.200 ............192.660.000 ......80,47 ...........930 .........722.700 ........920 .............6.600
LMAS .......Limas Indonesia Makmur Tbk ............................................50 ...............- ...............- .............. 50 ......... -.......................- ...............................- ........2,24 .............50 ......4.862.000 .............- .................... MLPT ........Multipolar Technology Tbk ............................................1.025 .......1.030 ....... 1.015 ......... 1.025 ......... -........1.391.900 .........1.430.689.000 ........26,9 ........1.025 .............8.600 .....1.020 ................400
MTDL .......Metrodata Electronics Tbk. ..............................................700 ..........705 .......... 685 ............ 700 ......... -...........123.800 ..............86.256.000 ........7,14 ...........700 ...........45.100 ........690 .............8.300
7.Perusahaan Investasi
ABMM ......ABM Investama Tbk ......................................................2.995 ...............- ...............- ......... 2.995 ......... -.......................- ...............................- .......-5,83 ........2.980 .............4.900 .....2.400 .............2.000
BHIT .........MNC Investama Tbk ........................................................265 ..........267 .......... 263 ............ 267 .........2........7.447.500 .........1.973.252.500 ......53,38 ...........267 .........395.100 ........265 .........230.000
BMTR .......Global Mediacom Tbk. ..................................................1.170 .......1.185 ....... 1.135 ......... 1.135 ..... -35........5.242.700 .........6.063.845.500 ......44,28 ........1.150 .............2.500 .....1.135 .........169.500
BNBR .......Bakrie & Brothers Tbk .......................................................50 ............50 ............ 50 .............. 50 ......... -..................100 .......................5.000 .......-3,87 .............50 ..681.310.900 .............- .................... BRMS .......Bumi Resources Minerals Tbk ............................................91 ............93 ............ 87 .............. 89 ....... -2......34.206.100 .........3.091.696.700 .-2293,81 .............90 ......2.892.000 ..........89 ......1.275.800
MLPL ........Multipolar Tbk. ................................................................625 ..........635 .......... 620 ............ 630 .........5........3.420.700 .........2.153.133.000 ......21,02 ...........630 ...........71.600 ........625 .........920.300
MYRX .......Hanson International Tbk..................................................740 ..........735 .......... 725 ............ 735 ....... -5......78.579.200 .......57.716.003.500 ..1790,94 ...........735 .........658.700 ........730 .........601.900
MYRXP .....Saham Seri B Hanson International Tbk. ............................50 ............52 ............ 51 .............. 51 .........1...........118.500 ................6.120.200 .....-14,47 .............52 .........224.300 ..........51 .............3.900
PLAS ........Polaris Investama Tbk ...................................................1.585 .......1.590 ....... 1.585 ......... 1.590 .........5......25.187.700 .......39.968.569.000 ....2918,5 ........1.590 ...........50.400 .....1.580 .........239.800
POOL .......Pool Advista Indonesia Tbk. .........................................2.995 ...............- ...............- ......... 2.995 ......... -.......................- ...............................- ....571,78 ........2.995 ................300 .............- .................... SRTG ........Saratoga Investama Sedaya Tbk ...................................4.985 .......4.985 ....... 4.985 ......... 4.985 ......... -.............15.000 ..............74.775.000 ....384,86 ........4.985 .............2.600 .....4.550 .............1.000
8.Lainnya
DYAN .......Dyandra Media International Tbk .......................................95 ..........100 ............ 93 .............. 95 ......... -........1.114.200 ............106.561.400 .......-9,06 .............96 ...........56.400 ..........95 .........202.100
MFMI .......Multifiling Mitra Indonesia Tbk. .......................................235 ..........202 .......... 202 ............ 202 ..... -33..................100 .....................20.200 ......13,08 ...........248 ................900 ........202 ...........54.900
Jenis transaksi

Volume

Jumlah

Frekuensi

Transaksi Perdagangan ................................................ 3.431.619.900 ............. 3.036.587.651.600 ..............187.561


B. Negosiasi ................................................................. 1.386.418.197 ................ 954.867.958.131 .....................379
C. Pasar Tunai................................................................................ 900 .............................. 832.500 .........................2
Jumlah perdagangan saham non reguler ..................... 1.386.419.097 ................ 954.868.790.631 .....................381
Total Saham ................................................................. 4.818.038.997 ............. 3.991.456.442.231 ..............187.942
B. Negosiasi ........................................................................... 314.695 ......................... 15.737.380 .......................11
C. Pasar Tunai.................................................................... 29.336.100 .................... 2.209.076.000 ..................1.090
Jumlah perdagangan bukti right non reguler ................... 29.650.795 .................... 2.224.813.380 ..................1.101
Total perdagangan bukti right .......................................... 29.650.795 .................... 2.224.813.380 ..................1.101
Transaksi perdagangan warrant reguler .............................. 6.625.000 ....................... 244.908.300 .....................474
Total perdagangan warrant................................................. 6.625.000 ....................... 244.908.300 .....................474
Total perdagangan (01/07/2015) ................................. 4.854.403.692 ............. 3.993.969.921.011 ..............189.526

INDEKS BURSA GLOBAL

INDEKS BISNIS-27
Perdagangan saham anggota Indeks BISNIS-27, 1 Juli 2015.

Perkembangan indeks bursa global hingga 1 Juli 2015.


25-Juni-15

26-Juni-15

29-Juni-15

30-Juni-15

No. Kode

1-Juli-15

Nama

Sebelum Penutupan Perubahan

Frekuensi

Volume

Nilai (Rp)

1......AALI ....... Astra Agro Lestari Tbk ...........................................22.950 .......23.750..............800............3,49 ........1.482 ............. 640.700 .......... 15.113.392.500

Asia Tenggara

Jakarta Composite Index (IHSG)..............4.920,04


Kuala Lumpur Composite Index ..............1.716,81
Strait Times Index (Singapura) .................3.349,87
SET (Bangkok) .........................................1.519,47
PSEi (Manila) ............................................7.581,91

...........4.923,00
...........1.710,47
...........3.320,90
...........1.518,03
...........7.622,05

.............4.882,58
.............1.691,92
.............3.280,18
.............1.511,19
.............7.567,38

2......ADRO .... Adaro Energy Tbk .......................................................760 ............755................ -5...........-0,66 ........1.991 ........ 17.910.800 .......... 13.646.335.000

.............4.910,66 ..............4.904,06
.............1.706,64 ..............1.727,96
.............3.317,33 ..............3.331,14
.............1.504,55 ...................LIBUR
.............7.564,50 ..............7.575,15

3......AKRA ..... AKR Corporindo Tbk. ...............................................5.925 .........5.825............ -100...........-1,69 ...........632 .......... 2.072.500 .......... 12.090.295.000

Indeks BISNIS-27

4......ASII ........ Astra International Tbk ............................................7.075 .........7.025.............. -50...........-0,71 ........3.327 ........ 26.153.500 ........ 183.868.770.000
5......BBCA ..... Bank Central Asia Tbk ............................................13.500 .......13.500..................0............0,00 ........2.453 .......... 7.197.500 .......... 97.715.522.500

Asia & Pasifik

6......BBNI ...... Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ......................5.300 .........5.300..................0............0,00 ........4.156 ........ 25.175.000 ........ 133.643.027.500

Nikkei-225 (Tokyo) .................................20.771,40 .........20.706,15 ...........20.109,95 ...........20.235,73 ............20.329,32


Hang Seng (Hong Kong) ........................27.145,75 .........26.663,87 ......

7......BBRI ....... Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk .....................10.350 .......10.550..............200............1,93 ........5.637 ........ 27.222.800 ........ 285.993.005.000

418,02
415,77

8......BDMN .... Bank Danamon Indonesia Tbk .................................4.300 .........4.225.............. -75...........-1,74 ........2.178 .......... 1.986.700 ............ 8.458.390.500
9......BMRI ...... Bank Mandiri (Persero) Tbk ....................................10.050 .......10.000.............. -50...........-0,50 ........4.103 ........ 17.084.700 ........ 172.000.127.500

11,06

10....BMTR ..... Global Mediacom Tbk ..............................................1.170 .........1.135.............. -35...........-2,99 ........2.491 .......... 5.242.700 ............ 6.063.845.500

M m

11....BSDE...... Bumi Serpong Damai Tbk.........................................1.670 .........1.660.............. -10...........-0,60 ........2.431 ........ 12.972.700 .......... 21.728.786.000

O
N

12....CPIN ...... Charoen Pokphand Indonesia Tbk ...........................2.750 .........2.775................25............0,91 ........2.378 .......... 3.892.400 .......... 10.890.382.000

Amerika

13....CTRA...... Ciputra Development Tbk ........................................1.265 .........1.250.............. -15...........-1,19 ........1.283 .......... 3.347.200 ............ 4.210.803.000

D
&
N
&
M

14....GGRM .... Gudang Garam Tbk ................................................45.100 .......45.025.............. -75...........-0,17 ........1.752 ............. 457.400 .......... 20.655.097.500

23/6 24/6 25/6 26/6 29/6 30/6 1/7

15....ICBP ....... Indofood CBP Sukses Makmur Tbk .......................12.475 .......12.350............ -125...........-1,00 ........2.082 .......... 1.739.500 .......... 21.582.665.000

m
m

Tanggal

Eropa

17....INTP ....... Indocement Tunggal Prakarsa Tbk .........................20.875 .......20.950................75............0,36 ........1.718 .......... 1.053.400 .......... 22.071.047.500

18-Jun-15...........................................419,43

18....ITMG ...... Indo Tambangraya Megah Tbk ...............................12.850 .......12.850..................0............0,00 ...........738 ............. 238.400 ............ 3.087.660.000

19-Jun-15...........................................424,02

19....KLBF ...... Kalbe Farma Tbk ......................................................1.675 .........1.650.............. -25...........-1,49 ........4.671 ........ 29.166.600 .......... 48.520.940.500

22-Jun-15...........................................420,45

20....LPKR ...... Lippo Karawaci Tbk ..................................................1.180 .........1.155.............. -25...........-2,12 ........2.593 ........ 51.088.100 .......... 60.193.375.500

23-Jun-15...........................................418,02

21....MNCN.... Media Nusantara Citra Tbk ......................................1.940 .........1.905.............. -35...........-1,80 ........2.942 .......... 8.669.400 .......... 16.511.738.500

M
m

OM
M

m
m
w

Timur Tengah & Afrika

D MG

22....PGAS ..... Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk ....................4.315 .........4.280.............. -35...........-0,81 ........2.585 .......... 6.191.700 .......... 26.628.094.500

24-Jun-15...........................................418,84

23....PTBA ...... Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk ..........8.400 .........8.300............ -100...........-1,19 ........1.671 .......... 1.086.700 ............ 9.130.345.000

25-Jun-15...........................................414,63

24....SCMA..... Surya Citra Media Tbk ..............................................2.875 .........2.800.............. -75...........-2,61 ........2.866 .......... 5.049.300 .......... 14.247.449.000

26-Jun-15...........................................416,57

25....SMGR..... Semen Indonesia (Persero) Tbk ..............................12.000 .......12.000..................0............0,00 ........2.932 .......... 3.078.200 .......... 37.071.575.000

29-Jun-15...........................................413,85

26....TLKM ..... Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk ..................2.930 .........2.920.............. -10...........-0,34 ........5.474 ........ 53.547.000 ........ 157.300.975.000

01-Jul-15 ............................................415,77

Sumber: BEI

VOLUME TERBESAR TRANSAKS WARAN

NDEKS SAHAM SEKTORAL

20 SAHAM TERBESAR D BEL NVESTOR AS NG

m
29 6

Em

30 6

W
W
W
W
W
W
W
W
W
W
W
W
W
W
W
W
W
W
W
W

m
m

M
Q
M
m
N
m
m
m

MN
B

Sbl

Pntp

Prb

P u

V um

MN

20 SAHAM TERBESAR D JUAL NVESTOR AS NG

m
M

m
m

N
m
G
M

Gm

mm

m
m

M U m

m
M

w
A

m
M

m m

mm

W
w
N
m

m m

G
D

Nilai

BWPT ......Eagle High Plantations Tbk..................................411...........430 .........19 ......426.975.200 .....182.284.346.700


BBRI.........Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. ............10.350..... 10.550 .......200 ........27.222.800 .....285.993.005.000
TLKM.......Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. .........2.930........2.920 ........-10 ........53.547.000 .....157.300.975.000
KLBF ........Kalbe Farma Tbk. ..............................................1.675........1.650 ........-25 ........29.166.600 ........48.520.940.500
BBNI ........Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk..............5.300........5.300 ...........0 ........25.175.000 .....133.643.027.500
BMRI........Bank Mandiri (Persero) Tbk.............................10.050..... 10.000 ........-50 ........17.084.700 .....172.000.127.500
LPPF ........Matahari Department Store Tbk. ...................16.550..... 15.800 ......-750 ..........2.929.600 ........48.062.545.000
PWON.....Pakuwon Jati Tbk. ................................................430...........418 ........-12 ........87.625.100 ........37.133.113.600
SMRA ......Summarecon Agung Tbk. .................................1.635........1.610 ........-25 ........27.612.600 ........44.764.169.500
BUMI .......Bumi Resources Tbk. ..............................................60.............59 ..........-1 ......222.295.500 ........13.118.690.800
MYRX ......Hanson International Tbk.....................................740...........735 ..........-5 ........78.579.200 ........57.716.003.500
SRIL..........Sri Rejeki Isman Tbk..............................................303...........308 ...........5 ......166.724.000 ........51.379.918.600
ASII ..........Astra International Tbk......................................7.075........7.025 ........-50 ........26.153.500 .....183.868.770.000
MPPA.......Matahari Putra Prima Tbk. ................................2.950........3.100 .......150 ..........8.669.700 ........26.928.682.500
ENRG ......Energi Mega Persada Tbk......................................56.............60 ...........4 ......271.182.300 ........16.190.322.700
BIPI ..........Benakat Integra Tbk. ..............................................80.............89 ...........9 ......190.855.700 ........16.229.360.600
MNCN.....Media Nusantara Citra Tbk...............................1.940........1.905 ........-35 ..........8.669.400 ........16.511.738.500
SMGR ......Semen Indonesia (Persero) Tbk. .....................12.000..... 12.000 ...........0 ..........3.078.200 ........37.071.575.000
SCMA ......Surya Citra Media Tbk.......................................2.875........2.800 ........-75 ..........5.049.300 ........14.247.449.000
SSMS .......Sawit Sumbermas Sarana Tbk. .........................1.845........1.850 ...........5 ........41.187.700 ........76.461.150.000

Kode Emiten

m
M

M m

20 SAHAM PENCETAK LABA TERBESAR


Volume

20 SAHAM TERAKTIF
Kode Emiten

30-Jun-15...........................................416,83

27....UNTR ..... United Tractors Tbk ................................................20.375 .......20.025............ -350...........-1,72 ........2.595 .......... 1.009.600 .......... 20.569.512.500

Sumber: Bloomberg

Indeks

16....INCO...... Vale Indonesia Tbk ..................................................2.710 .........2.700.............. -10...........-0,37 ...........815 .......... 2.961.800 ............ 8.064.086.000

Sbl

Pntp

Prb

Volume

20 SAHAM MERUGI TERBESAR


Nilai

FPNI.......Lotte Chemical Titan Tbk. ........................................87...............99 ...........12 ................1.200 .................117.700


VOKS.....Voksel Electric Tbk..................................................800.............890 ...........90 ..............71.000 ............62.750.000
BIPI ........Benakat Integra Tbk.................................................80...............89 .............9 .... 190.855.700 .....16.229.360.600
SMAR ....Smart Tbk.............................................................4.500......... 4.995 ........ 495 ................2.700 ............13.467.000
HOME ...Hotel Mandarine Regency Tbk..............................183.............203 ...........20 .........2.641.200 ..........533.503.800
ENRG ....Energi Mega Persada Tbk........................................56...............60 .............4 .... 271.182.300 .....16.190.322.700
PKPK .....Perdana Karya Perkasa Tbk .....................................57...............61 .............4 ............398.300 ............24.448.900
BINA......Bank Ina Perdana Tbk. ...........................................260.............278 ...........18 ................... 400 .................108.800
LAMI......Lamicitra Nusantara Tbk. .......................................270.............285 ...........15 ................... 100 ................... 28.500
MLIA......Mulia Industrindo Tbk ............................................635.............670 ...........35 ..............20.000 ............12.600.000
WICO.....Wicaksana Overseas International Tbk. ..................55...............58 .............3 ..............68.900 ..............3.930.900
MPPA.....Matahari Putra Prima Tbk. ..................................2.950......... 3.100 ........ 150 .........8.669.700 .....26.928.682.500
CPGT .....Cipaganti Citra Graha Tbk. ......................................61...............64 .............3 .......13.568.400 ..........874.209.400
IMJS.......Indomobil Multi Jasa Tbk.......................................401.............420 ...........19 ................... 300 .................123.100
BWPT ....Eagle High Plantations Tbk....................................411.............430 ...........19 .... 426.975.200 ..182.284.346.700
DSNG ....Dharma Satya Nusantara Tbk.............................3.250......... 3.400 ........ 150 .........1.166.000 .......3.887.776.500
BUKK.....Bukaka Teknik Utama Tbk...................................1.105......... 1.155 ...........50 .........2.066.200 .......2.552.878.500
EMTK.....Elang Mahkota Teknologi Tbk. .........................11.100.......11.600 ........ 500 ................... 300 ..............3.480.000
SIAP.......Sekawan Intipratama Tbk ......................................193.............201 .............8 .... 361.341.100 .....71.014.696.100
DOID .....Delta Dunia Makmur Tbk.........................................80...............83 .............3 .......14.786.700 .......1.251.239.500

Kode Emiten

Sbl

Pntp

Prb

Volume

20 PIALANG TERAKTIF
Nilai

SRAJ ......Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk..........................285 .........241...........-44.............642.700 ..............166.186.500


PALM.....Provident Agro Tbk.............................................595 .........510...........-85...............50.900 ................25.967.500
MFMI.....Multifiling Mitra Indonesia Tbk...........................235 .........202...........-33.....................100 ....................... 20.200
GOLD ....Golden Retailindo Tbk. .......................................255 .........225...........-30..................1.900 .....................427.500
CEKA.....Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. ........................1.470 ......1.300.........-170..................8.100 ................10.530.000
UNIC......Unggul Indah Cahaya Tbk................................1.515 ......1.350.........-165..................5.800 ..................8.287.500
MSKY ....MNC Sky Vision Tbk.........................................1.450 ......1.300.........-150..........2.783.200 ...........3.588.520.500
SAFE......Steady Safe Tbk...................................................138 .........125...........-13.....................500 ....................... 62.500
ASGR.....Astra Graphia Tbk. ...........................................2.200 ......1.995.........-205..................1.400 ..................2.819.000
PANS .....Panin Sekuritas Tbk. .........................................5.125 ......4.710.........-415...............52.800 ..............249.605.500
ECII ........Electronic City Indonesia Tbk. .........................1.290 ......1.195...........-95..................3.200 ..................3.683.000
RBMS.....Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk. ........................ 84 ...........78.............-6.....................100 ..........................7.800
DART .....Duta Anggada Realty Tbk. .................................775 .........720...........-55..................3.600 ..................2.582.000
FORU.....Fortune Indonesia Tbk ........................................710 .........660...........-50...............10.400 ..................6.815.000
KOIN .....Kokoh Inti Arebama Tbk .....................................408 .........380...........-28..................3.300 ..................1.254.000
ASSA .....Adi Sarana Armada Tbk......................................144 .........136.............-8.............800.000 ..............109.326.700
SMMT....Golden Eagle Energy Tbk................................1.810 ......1.710.........-100.............174.500 ..............297.760.500
ASDM....Asuransi Dayin Mitra Tbk. ................................1.050 ......1.000...........-50..................3.300 ..................3.300.000
RIGS.......Rig Tenders Indonesia Tbk..................................210 .........200...........-10..................1.000 .....................204.400
ARTA......Arthavest Tbk ......................................................233 .........222...........-11..................2.400 .....................535.400

Kode

Pialang

Frekuensi

Volume

Nilai

ML ........Merrill Lynch Indonesia ............................. 41.964 ..........174.634.252 ........649.692.996.880


CS.........Credit Suisse Securities Indonesia ............ 35.109 ..........190.205.700 ........560.835.799.400
YU ........CIMB Securities Indonesia ........................ 11.636 ..........914.764.234 ........429.362.080.320
CG........Citigroup Securities Indonesia .....................9.159 ............79.827.200 ........387.899.377.500
DR ........RHB OSK Securities Indonesia.....................7.856 ..........293.294.167 ........366.804.603.800
MS........Morgan Stanley Asia Indonesia ...................8.742 ............95.414.636 ........335.333.602.796
ZP.........Maybank Kim Eng Securities .......................9.155 ..........140.502.606 ........282.615.069.174
CC ........Mandiri Sekuritas....................................... 15.417 ..........339.042.900 ........256.192.683.800
KZ ........CLSA Indonesia.............................................6.532 ............81.260.600 ........247.896.845.100
KS.........Kresna Graha Sekurindo Tbk. ......................2.743 ..........560.596.600 ........232.632.406.600
RX ........Macquarie Capital Securities Indonesia ......5.601 ..........110.062.400 ........217.065.724.930
DB ........Deutsche Securities Indonesia .................. 16.451 ............87.953.900 ........216.838.346.300
AK ........UBS Securities Indonesia..............................9.058 ............95.144.200 ........208.545.866.800
CP ........Valbury Asia Securities .................................6.614 ..........635.597.400 ........204.311.399.700
BK ........J.P Morgan Securities Indonesia .................8.052 ............52.072.986 ........196.766.197.710
YP.........Daewoo Securities Indonesia.................... 23.792 ..........318.457.167 ........192.659.212.800
SM........Millenium Danatama Sekuritas ....................1.094 ..........323.788.900 ........191.331.244.900
NI .........BNI Securities ...............................................8.729 ..........271.451.100 ........142.570.959.016
LS .........Reliance Securities Tbk.................................3.531 ..........340.674.100 ........135.594.305.600
DX ........Bahana Securities .........................................5.679 ............57.176.210 ........123.437.765.830
Sumber: BEI

DATA REKSA DANA

18
Nilai aktiva bersih dan hasil investasi berbagai reksa dana hingga 1 Juli 2015.
Nama /jenis
Reksadana

Nilai aktiva
bersih per
unit

30 hari 1 tahun Riil 1 th


terakhir terakhir terakhir

KUSTODIAN BANK CIMB NIAGA


Pendapatan Tetap

(Rp)

Nama /jenis
Reksadana

Hasil investasi dalam

(%)

(%)

(%)

BNI AM Dana Berbunga Tiga .......................................................................1.808,97..............0,88..............9,71..............8,63


BNI AM Dana Syariah...................................................................................2.384,15..............0,18..............5,08..............4,04
Danamas Pasti..............................................................................................2.747,75..............0,49..............6,17..............4,05
Danamas Stabil ............................................................................................2.605,85..............0,58..............7,26..............4,60
Danareksa Pendapatan Prima Plus ...............................................................1.301,42..............0,24..............7,85..............7,85
I - HAJJ Syariah Fund ...................................................................................2.519,34.............-0,31..............7,17..............5,58
Lautandhana Fixed Income ..........................................................................1.887,93.............-0,73..............0,81............ -0,69
Mega Dana Ori Dua .....................................................................................1.501,51..............0,24............11,38..............9,17
Pacific Fixed Fund ........................................................................................1.219,88..............0,78..............3,93..............0,88
Prospera Obligasi ........................................................................................2.773,80..............0,39..............4,93..............2,85
Prospera Obligasi Plus .................................................................................2.896,34.............-0,88..............1,82............ -2,17
Reksa Dana Mega Asset Mantap Plus ..........................................................1.180,96..............0,39............12,01..............8,72
Reksa Dana Mega Dana Pendapatan Tetap ....................................................875,63..............0,22............11,37..............8,09
Reksa Dana ORI ...........................................................................................1.631,13..............0,13..............6,40..............4,30
Reksa PG Sejahtera ......................................................................................2.484,96..............0,80..............7,70..............5,57
Reksadana Bahana Investasi Prima...............................................................1.228,06..............0,72..............3,60..............2,06
Riau Income Fund ........................................................................................1.692,50.............-5,97.............-0,92............ -2,89
Sam Sukuk Syariah Sejahtera .......................................................................1.470,76..............0,69..............8,30..............8,30
Simas Danamas Instrumen Negara...............................................................1.536,17..............0,36..............6,78..............6,78
Simas Danamas Mantap Plus........................................................................1.992,32..............0,57..............7,25..............5,13
TRIM Dana Tetap 2.......................................................................................1.791,99..............0,57..............6,98..............5,92

Nilai aktiva
Hasil investasi dalam
bersih per
unit
30 hari 1 tahun Riil 1 th
terakhir terakhir terakhir

(Rp)

(%)

(%)

Nama /jenis
Reksadana

Nilai aktiva
Hasil investasi dalam
bersih per
unit
30 hari 1 tahun Riil 1 th
terakhir terakhir terakhir

(Rp)

(%)

Maybank GMT Dana Fleksi ..........................................................................2.478,01.............-4,86.............-5,13............ -7,01


Maybank GMT Dana Unggulan ....................................................................1.204,81.............-0,69..............5,64..............1,50
Panin Dana Syariah Berimbang ....................................................................1.002,24.............-6,52..............0,83............ -1,64
Pratama Berimbang ( D/H Platinum Berimbang ) .........................................4.241,75.............-6,46..............4,06..............2,51
RD Avrist Balanced - 'Amar Syariah ................................................................948,35.............-4,94.............-8,48.......... -10,29
RD Avrist Balanced - Cross Sectoral ................................................................795,64.............-5,03.............-3,08............ -5,00
RD BNP Paribas Spektra (D/H Fortis Spektra)..............................................1.318,96.............-3,90..............1,77............ -1,22
RD CIMB Principal Balanced Growth Syariah ...............................................1.003,18.............-4,69..............0,49............ -1,50
Reksa Dana Batavia Prima Ekspektasi ..........................................................3.412,44.............-4,97..............3,72..............3,72
Reksa Dana CIMB-Principal Balanced Growth ..............................................2.625,71.............-1,38.............-8,65.......... -10,68
Reksa Dana CIMB-Principal Balanced Strategic Plus ....................................1.133,07.............-4,80..............2,51..............0,48
Reksa Dana Equator Alpha ..........................................................................1.110,02..............0,14..............3,54............ -0,52
Reksa Dana Maestroberimbang ...................................................................4.614,48.............-4,32..............4,56..............3,26
Reksa Dana PNM Syariah .............................................................................2.914,35.............-3,85.............-4,73............ -7,50
Reksa Dana Panin Dana Bersama .................................................................5.196,64.............-7,15..............3,35..............0,83
Reksa Dana Prima ........................................................................................1.236,80..............0,10..............6,38..............5,32
Reksadana Pratama Syariah Imbang ...............................................................974,57.............-5,94....................-................... SAM Dana Bersama ............................................

Kamis, 2 Juli 2015

(%)

(%)

Nama /jenis
Reksadana

(%)

Nilai aktiva
bersih per
unit

(Rp)

Hasil investasi dalam


30 hari 1 tahun Riil 1 th
terakhir terakhir terakhir

(%)

(%)

(%)

Dana Pensiun Lembaga Keuangan

Pasar Uang

KUSTODIAN BCA
Pendapatan Tetap

Exchange Traded Fund


Terproteksi
Saham

Saham
BNI AM Dana Berkembang ..........................................................................2.154,50.............-9,77.............-5,39............ -6,33
Dana Ekuitas Andalan ..................................................................................4.157,00.............-7,08..............2,15............ -9,87
Danareksa Mawar Ekuitas Plus........................................................................895,78.............-6,05..............0,00..............0,00
Lautandhana Equity .....................................................................................1.663,76.............-7,36.............-1,54............ -3,00
Lautandhana Equity Progresif ......................................................................1.061,36.............-7,13............12,04............10,37
Lautandhana Saham Syariah ........................................................................1.025,95.............-6,45.............-4,56............ -5,97
Mega Asset Maxima........................................................................................888,45.............-7,42...........-12,21.......... -16,47
Panin Dana Teladan.........................................................................................960,11.............-3,44..............0,00..............0,00
Prospera Dana Berkembang ...........................................................................985,65..............0,00..............0,00..............0,00
Reksa Dana Cipta Beta Equity ........................................................................906,23.............-6,43..............0,00..............0,00
Reksa Dana Cipta GTWS Equity ......................................................................923,52.............-6,07..............0,00..............0,00
Reksa Dana Cipta Prima ...............................................................................1.003,50..............0,35..............0,00..............0,00
Reksa Dana EMCO Growth Fund .................................................................1.108,35.............-7,47...........-12,06.......... -12,06
Reksa Dana EMCO Mantap ..........................................................................5.856,34.............-7,89...........-12,82.......... -14,96
Reksa Dana Mega Dana Capital Growth .........................................................933,02.............-5,57.............-9,20.......... -13,61
Reksa Dana Millenium Berkembang................................................................908,27.............-5,66.............-9,14............ -9,14
Reksa Dana Millenium Equity .......................................................................2.702,17.............-7,17.............-8,57............ -8,57
Reksa Dana Pratama Equity .........................................................................2.093,78.............-7,49..............6,37..............4,79
Reksa Dana Simas Saham Unggulan.............................................................1.302,62.............-7,60..............7,32..............7,32
Reksadana Mega Asset Greater Infrastructure ............................................1.226,85.............-7,98.............-2,73............ -7,45
SAM Sharia Equity Fund ..............................................................................1.199,02.............-7,09.............-6,05............ -6,05
Simas Danamas Saham.................................................................................1.623,05.............-6,82..............2,42..............2,42
TRIM Kapital ................................................................................................8.643,79.............-6,41..............4,86..............1,24
TRIM Kapital Plus .........................................................................................3.051,14.............-6,85..............0,33............ -3,13

Pasar Uang

Campuran

Terproteksi

Pasar Uang

Indeks

KUS OD AN S ANDARD CHAR ERED BANK


P

Campuran

Terproteksi

AAA Amanah Syariah Fund ..........................................................................2.368,33.............-3,11.............-0,52............ -2,00


AAA Balanced Fund .....................................................................................4.210,70.............-3,16..............0,01............ -1,96
Bahana Kombinasi Arjuna ............................................................................3.413,93.............-3,44..............4,70..............2,12
Danamas Fleksi ............................................................................................3.064,31..............0,58..............7,26..............4,60
Mega Dana Kombinasi ....................................................................................919,00.............-3,38...........-11,83.......... -14,43
Prospera Balance .........................................................................................3.239,67.............-6,73..............2,95............ -1,08
Reksa Dana Harvestindo Maxima........................................................................0,00..............0,00..............0,00..............0,00
Reksa Dana Mega Asset Strategic Total Return ..............................................986,46.............-4,75.............-5,10............ -7,89
Reksa Dana Simas Satu Prima ......................................................................1.141,83.............-5,90.............-3,15............ -6,47
Sam Dana Berkembang..............................................................................12.614,49.............-4,95.............-4,75............ -4,75
Sam Syariah Berimbang ...............................................................................1.922,97.............-5,68.............-0,27............ -0,27
Simas Satu....................................................................................................5.245,14.............-4,85.............-4,84............ -8,11
STAR Balanced .............................................................................................2.427,52.............-0,60..............5,50..............3,92

Pasar Uang
Danamas Rupiah ..........................................................................................1.093,59.............-3,64..............1,87..............1,87
Danamas Rupiah Plus ...................................................................................1.128,58..............0,41..............5,13..............5,13
Mega Asset Multicash ..................................................................................1.177,95..............0,97..............8,10..............8,10
Reksa Dana Cipta Dana Cash .......................................................................1.003,90..............0,00..............0,00..............0,00
Reksa Dana Mega Dana Kas ........................................................................1.235,49..............0,80..............7,90..............7,90
Riau Liquid Fund ..........................................................................................1.085,65.............-2,94..............1,89..............1,89
TRIM KAS 2.................................................................................................1.172,20..............0,60..............7,52..............7,52

Terproteksi
Reksa Dana Batavia Proteksi Gemilang 6.....................................................1.013,28..............0,74..............0,00..............0,00
Reksa Dana Terproteksi BNI-AM Proteksi XLIV ............................................1.002,73.............-1,62..............0,00..............0,00
Reksa Dana Terproteksi BNI-AM Proteksi XLV ................................................985,30.............-1,39..............0,00..............0,00
Reksa Dana Terproteksi Cipta Proteksi III ....................................................1.003,88..............0,00..............0,00..............0,00
Reksa Dana Terproteksi Mega Asset Terproteksi 2 ......................................1.023,31..............0,00..............0,00..............0,00
Reksa Dana Terproteksi Mega Dana Terproteksi VIII....................................1.011,68..............0,46..............0,04............ -3,42
Reksa Dana Terproteksi Mega Dana Terproteksi X .........................................984,45..............0,29..............0,75............ -2,75
Reksa Dana Terproteksi Mega Dana Terproteksi XI ........................................989,43..............0,36.............-2,55............ -5,93
Reksa Dana Terproteksi Mega Dana Terproteksi XIII....................................1.005,91..............0,53..............0,00..............0,00
SAM Dana Obligasi Terproteksi Dua ............................................................1.029,34.............-0,43..............0,00..............0,00

Penyertaan Terbatas
AAA Multisectoral Fund.....................................................................5.210.051.687,01..........0,23..............0,11..............0,11
RDPT Bowsprit Infrastructure Fund I (30/04/15) ................................5.001.516.884,26..........0,00..............0,00..............0,00
RDPT Bahana Construction Fund 1 (20/04/15).................................................1.006,11.........-1,49..............0,00..............0,00

KUSTODIAN BANK DANAMON

Saham
Reksa Dana Sentra Dana Ekuitas..................................................................1.515,83..............0,72..............0,00..............0,00
Reksa Dana Pacific Equity Progresif Fund .......................................................936,31.............-0,50..............0,00..............0,00
Reksa Dana Simas Syariah Unggulan...............................................................956,51.............-9,23..............0,00..............0,00
Reksa Dana BNI-AM Dana Saham Inspiring Equity Fund..............................1.022,34.............-8,15..............0,37..............0,37
Reksa Dana Pacific Equity Growth Fund ......................................................1.015,85..............0,16..............3,02..............3,02
Reksa Dana Millenium Dynamic Equity Fund ..............................................1.146,22.............-6,50.............-2,70............ -2,70
Campuran
Reksa Dana Simas Syariah Berkembang.......................................................1.007,22.............-3,20..............0,00..............0,00
Reksa Dana Mega Asset Madania Syariah....................................................1.002,82.............-3,82..............0,84..............0,84
Terproteksi
Reksa Dana Terproteksi Insight Terproteksi Syariah 1 ( 30/06/15 ) ..............1.007,88..............0,52..............0,19..............0,19
Reksa Dana Terproteksi Danareksa Proteksi III ( 23/02/15 ) .........................1.023,03..............0,89..............8,19..............8,19
Reksa Dana Terproteksi Danareksa Proteksi VIII ( 29/05/15 ).......................1.012,49..............2,15..............5,72..............5,72
Premier Proteksi IV ( 30/06/15 )...................................................................1.173,85..............1,27..............9,50..............9,50
Penyertaan Terbatas
RDPT Danareksa Sinergi BUMN II ( 26/01/15 )...................................5.093.322.901,52..........2,59..............4,47..............0,00
RDPT Danareksa BUMN Fund 2013 - Infrastruktur 3 (30/06/15 ).......5.037.942.607,68..........0,84..............0,82..............0,00
RDPT Danareksa BUMN Fund 2014 - Infrastruktur 4 ( 30/06/15 )......4.999.030.171,99.........-1,72.............-0,10..............0,00
RDPT Danareksa BUMN Fund 2014 - Infrastruktur 5 ( 30/06/15 )......5.104.031.889,92..........0,81..............0,00..............0,00

KUSTODIAN DEUTSCHE BANK


Pendapatan Tetap
AmObligasi Jibor 1 Year Plus .......................................................................1.101,57..............0,44..............4,79..............2,72
BNP Paribas Maxi Obligasi ..........................................................................1.245,65..............0,26..............9,43..............5,14
CIMB-Principal Strategic IDR FI Fund...........................................................1.074,01..............0,24..............7,31..............5,19
CIMB-Principal Strategic USD FI Fund ............................................................1,0055.............-0,45..............2,20..............0,17
First State Ind. Bond Fund ...........................................................................2.578,02.............-0,12..............7,04..............2,84
First State Ind. Short Tenor Bond Fund........................................................1.005,10..............0,41....................-................... Maestrodollar..................................................................................................1,5433.............-0,68..............2,91............ -0,11
Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II ..............................................................971,74..............0,33..............4,44..............4,44
Mandiri Investa Dana Syariah.......................................................................2.812,35..............0,46..............5,12..............2,79
Mandiri Investa Dana Utama ........................................................................1.862,90..............0,42..............5,60..............3,51
Mandiri Investa Keluarga .............................................................................1.119,45..............0,79..............6,56..............4,45
Mandiri Investa Obligasi Selaras ..................................................................1.024,87..............0,31.............-0,12............ -0,12
Manulife Obligasi Negara Indonesia II .........................................................1.629,30..............0,13..............6,82..............2,63
Manulife Obligasi Unggulan.........................................................................2.013,00..............0,43..............7,60..............3,38
Manulife Pendapatan Bulanan II...................................................................1.056,28..............0,35..............2,94............ -1,10
Maybank GMT Dana Kencana ......................................................................1.583,15..............1,29..............9,34..............5,05
Maybank GMT Dana Obligasi Plus ...............................................................2.751,58..............0,91..............7,58..............7,58
Maybank GMT Dana Pasti 2 .........................................................................1.855,97..............0,67..............6,41..............6,41
PNM Dana Sejahtera II .................................................................................1.332,75..............0,43..............2,60..............2,60
Panin Dana Utama Plus 2 .............................................................................1.878,52..............0,57..............7,39..............7,39
Reksa Dana PNM Amanah Syariah ...............................................................1.894,76..............0,31..............5,75..............3,66
Schroder Dana Andalan II ............................................................................1.045,59..............0,37..............5,24..............4,72
Schroder Dana Mantap Plus II ......................................................................1.982,65..............0,28..............7,70..............5,56
Schroder USD Bond Fund (USD) .....................................................................1,4107.............-0,39..............1,45............ -0,56
Syailendra Liberty Fund ..................................................................................1,0301.............-0,45..............3,02..............0,98
Tugu Mandiri Mantap...................................................................................1.133,86..............0,89..............6,47..............4,36

Saham
Archipelago Equity Growth..........................................................................1.390,67.............-3,23.............-1,97............ -3,91
BNP Paribas Astro...........................................................................................0,8513.............-8,99...........-12,90.......... -16,28
BNP Paribas Ekuitas (D/H Fortis Ekuitas ) ..................................................16.859,73.............-7,32.............-0,26............ -4,14
BNP Paribas Inspira......................................................................................1.288,22.............-7,20..............2,95............ -1,09
BNP Paribas Maxi Saham ( D/H Fortis Maxi Saham )....................................1.639,75.............-7,27.............-2,89............ -5,76
BNP Paribas Pesona (d/h Fortis Pesona) ....................................................23.586,34.............-6,72..............0,32............ -2,87
BNP Paribas Star..........................................................................................1.318,32.............-8,10.............-0,98............ -5,79
Batavia Dana Saham ..................................................................................48.809,29.............-6,57..............0,52............ -1,46
Batavia Dana Saham Optimal.......................................................................2.432,88.............-7,46..............0,22............ -3,73
Batavia Dana Saham Syariah ........................................................................1.828,20.............-6,20..............1,60............ -0,41
Cipta Syariah Equity.....................................................................................2.096,00.............-5,67..............4,26..............1,19
Dana Pratama Ekuitas ( D/H Platinum Saham ) ............................................8.483,76.............-6,68..............4,63..............3,07
First State Indoequity High Conviction Fund ...............................................1.117,53.............-8,27.............-2,19............ -6,02
First State Indoequity Opportunities Fund - USD ...........................................0,8732.............-8,53...........-14,53.......... -17,89
First State Indoequity Sectoral Fund ...........................................................5.120,02.............-7,87.............-1,32............ -5,19
First State Indoequity Value Select Fund .....................................................1.413,34...........-10,37.............-8,10.......... -11,70
GAP Equity Fund .........................................................................................1.250,70.............-6,61.............-0,40............ -3,33
GAP Value Fund ...........................................................................................1.068,66.............-7,24.............-8,07.......... -10,78
Mandiri Asa Sejahtera .....................................................................................891,62.............-8,40.............-9,00.......... -17,66
Mandiri Investa Atraktif Syariah ...................................................................1.247,01.............-6,88.............-1,05............ -3,25
Mandiri Investa Ekuitas Syariah....................................................................1.164,66.............-7,49.............-0,97............ -2,93
Mandiri Investa UGM Endowment Plus........................................................2.275,91.............-6,61..............3,06..............0,77
Manulife Dana Saham ................................................................................10.973,51.............-7,21.............-2,55............ -6,37
Manulife Greater Indonesia Fund....................................................................1,0194.............-7,58...........-12,34.......... -15,78
Manulife Institutional Equity Fund ...............................................................1.126,49.............-7,42.............-0,86............ -4,75
Manulife Saham SMC Plus...............................................................................817,49.............-9,64.............-8,96.......... -12,53
Maybank GMT Dana Ekuitas ........................................................................3.033,10.............-6,67.............-7,25............ -7,25
PNM Saham Agresif ........................................................................................788,65.............-9,40.............-8,14.......... -12,16
Panin Dana Maksima ..................................................................................66.240,27.............-8,21..............0,05............ -1,93
Panin Dana Syariah Saham ...........................................................................1.082,25.............-8,58.............-1,78............ -3,73
Pratama Saham ............................................................................................5.554,82.............-7,46..............1,95............ -0,07
Prospera Bijak .................................................................................................716,89.............-6,76..............2,48............ -1,54
RD Avrist Equity - 'Amar Syariah.....................................................................919,68.............-7,78...........-13,71.......... -15,41
RD Avrist Equity - Cross Sectoral ....................................................................741,64.............-7,75...........-10,14.......... -11,92
RD Mandiri Investa Ekuitas Dinamis .............................................................1.163,32.............-8,62...........-11,67.......... -13,42
RD Narada Saham Indonesia........................................................................1.088,69.............-7,68..............0,69............ -2,27
RD Pratama Investa Mandiri Saham ................................................................778,19.............-7,18....................-................... RD Premier Ekuitas Makro Plus ....................................................................1.043,24.............-6,76..............1,14............ -0,86
RD Sucorinvest Sharia Equity Fund .................................................................951,75.............-5,90.............-8,96.......... -11,64
Reksa Dana Pratama Dana Ultima Saham .......................................................884,63.............-7,15....................-................... Reksa Dana Axa Citradinamis .....................................................................4.512,18.............-7,21..............2,02..............0,76
Reksa Dana CIMB-Principal Equity Aggressive.............................................2.987,72.............-7,13.............-0,63............ -2,84
Reksa Dana CIMB-Principal Islamic Equity Growth Syariah ..........................1.536,04.............-7,38..............0,46..............0,46
Reksa Dana Corfina Grow-2-Prosper Rotasi Strategis ..................................1.034,90.............-6,44.............-7,42.......... -12,36
Reksa Dana Grow-2-Prosper ........................................................................2.469,32..............0,77..............3,16............ -0,90
Reksa Dana Phillip Prime Equity .....................................................................838,45.............-6,42....................-................... Reksa Dana Pratama Dana Optimum Saham...................................................868,52.............-7,78....................-................... Reksa Dana RHB OSK Alpha Sector Rotation ..............................................1.441,44.............-6,81..............2,82............ -1,21
Reksadana Pratama Syariah ............................................................................946,68.............-7,56....................-................... Reksadana Prospera BUMN Growth Fund .....................................................927,47.............-6,46....................-................... Rencana Cerdas .........................................................................................12.440,35.............-6,99..............4,05..............0,99
SAM Indonesian Equity Fund .......................................................................1.852,15.............-8,19.............-6,48............ -7,41
Schroder Dana Prestasi Plus.......................................................................26.359,08.............-7,51..............6,12..............3,52
Semesta Dana Saham...................................................................................1.016,83.............-8,98..............1,50............ -0,51
Sucorinvest Equity Fund ..............................................................................1.092,07.............-6,47..............2,16..............0,16
Syailendra Equity Opportunity Fund............................................................3.177,82.............-6,24.............-4,41............ -7,25
Trim Syariah Saham ......................................................................................1.559,13.............-6,64..............1,57..............1,57
Campuran
Archipelago Balance Fund ...........................................................................1.029,13..............2,36..............6,78..............4,67
BNP Paribas Dana Investa (D/H Fortis Dana Investa) ...................................2.952,34.............-4,94..............2,32............ -0,19
BNP Paribas Equitra ( D/H Fortis Equitra ) ...................................................3.423,89.............-1,28..............4,41..............0,32
BNP Paribas Integra.....................................................................................1.017,41.............-3,61..............0,95............ -1,03
Batavia Dana Dinamis ..................................................................................5.965,17.............-4,04.............-0,21............ -0,71
Cipta Balance ...............................................................................................1.201,79.............-5,26...........-25,28.......... -27,48
Cipta Syariah Balance ..................................................................................1.703,84.............-4,58.............-4,13............ -6,95
Citragold......................................................................................................2.043,27.............-2,67..............4,15..............1,09
First State Ind. Balanced Fund .....................................................................2.548,91.............-2,76..............2,95............ -1,09
Garuda Satu .................................................................................................5.168,11.............-1,58.............-2,19............ -5,56
Mandiri Investa Aktif....................................................................................3.339,94.............-3,84..............3,16..............1,11
Mandiri Investa Syariah Berimbang..............................................................2.747,10.............-3,06..............3,48..............1,43
Manulife Dana Campuran II..........................................................................2.369,79.............-3,41..............1,91............ -2,09

Exchange Traded Fund


Indeks

PG Indeks BISNIS-27 ...........................................1.120,70........-6,78 ....-3,23....-5,14

Reksadana PG Indeks BISNIS-27

Indeks

1.120,70

KUSTODIAN CITIBANK
AXA MaestroObligasi Plus ...........................................................................1.145,69..............0,35..............7,54..............6,21
BNP Paribas Dolar Plus ...................................................................................0,9906.............-0,02..............0,11............ -2,85
BNP Paribas Obligasi Plus (d/h Fortis Obligasi Plus) ....................................1.313,59..............0,26............10,25............ -0,25
BNP Paribas Omega.....................................................................................1.127,06..............0,63..............7,81..............6,74
BNP Paribas Prima Asia USD...........................................................................0,9996.............-1,17..............2,88............ -1,15
BNP Paribas Prima II (d/h Fortis Prima II) .....................................................1.861,49..............0,09..............7,70..............5,59
BNP Paribas Prima USD ..................................................................................1,0531.............-1,30..............2,41............ -1,60
BNP Paribas Proxima ...................................................................................1.085,10..............0,55....................-................... Bahana Income Bond Fund ..........................................................................1.020,33..............0,90....................-................... Batavia Dana Obligasi Andalan ....................................................................1.116,52..............0,29..............8,37..............6,23
CIMB-Principal Income Fund A.....................................................................2.015,21.............-0,77..............3,00..............1,97
Cipta Bond ...................................................................................................1.176,41..............0,72............21,52............20,31
Danareksa Melati Dollar..................................................................................0,1925.............-0,43..............8,16..............6,55
Danareksa Melati Dollar (Rp) .......................................................................2.566,15....................-....................-................... Danareksa Melati Pendapatan Tetap............................................................1.053,05..............0,74..............8,08..............8,08
Danareksa Melati Pendapatan Tetap II.........................................................1.342,11..............0,39..............9,08..............9,08
Danareksa Melati Pendapatan Tetap V ........................................................1.020,79..............0,45............10,58..............8,93
Danareksa Melati Platinum Dollar AS..............................................................1,0819.............-0,49..............3,18..............0,14
Danareksa Melati Platinum Dollar AS (Rp) .................................................14.423,47....................-....................-................... Danareksa Melati Premium Dollar...................................................................1,1947.............-1,36..............2,56............ -0,46
Danareksa Melati Premium Dollar (Rp) ......................................................15.926,92....................-....................-................... MRS Bond Kresna ........................................................................................1.699,34..............0,78..............7,91..............3,67
Mandiri Investa Dana Pendapatan Optimal 2...............................................1.060,27..............0,67..............7,12..............4,99
Mandiri Obligasi Utama ...............................................................................1.011,43..............0,57....................-..............0,00
RD SAM Sukuk Syariah Berkembang ..............................................................959,46..............0,14....................-................... Schroder Dana Obligasi Mantap ..................................................................1.171,92..............0,43..............7,76..............7,76
Schroder IDR Bond Fund III..........................................................................1.032,13..............0,63..............7,59..............5,46

Saham
Aberdeen Indonesia Equity Fund.................................................................1.863,76.............-4,90..............2,71..............0,68
Axa Maestrosaham.......................................................................................1.127,04.............-7,24..............4,12..............0,04
BNP Paribas Infrastruktur Plus (d/h Fortis Infrastruktur Plus).......................2.727,67.............-7,91.............-5,77............ -8,77
BNP Paribas Solaris (d/h Fortis Solaris) ........................................................1.944,93.............-8,57.............-8,93.......... -12,50
Bahana Icon Syariah ........................................................................................932,93.............-6,04....................-................... CIMB-Principal Indo Domestic Equity Fund.....................................................893,61.............-7,98.............-1,87............ -1,87
Dana Ekuitas Prima ......................................................................................4.234,50.............-7,87.............-1,18............ -3,62
Danareksa Mawar ........................................................................................8.215,15.............-6,50..............0,81............ -0,69
Danareksa Mawar Fokus 10 .........................................................................1.370,08.............-9,56.............-5,92............ -8,74
Danareksa Mawar Komoditas 10 ....................................................................671,83.............-6,44.............-7,31.......... -10,09
Danareksa Mawar Konsumer 10 ..................................................................1.560,95.............-6,64..............4,43..............1,30
Danareksa Syariah Saham (30/06/2015)..........................................................962,54.............-5,97....................-................... First State IndoEquity Peka Fund.................................................................1.632,55.............-7,87.............-2,87............ -6,68
Mandiri Dynamic Equity ...............................................................................1.016,77.............-8,32.............-6,09............ -7,95
Mandiri Investa Equity ASEAN 5 Plus ..........................................................1.170,37.............-6,42..............4,19..............2,12
Mandiri Investa Equity Dynamo Factor ........................................................1.153,22.............-8,45..............1,16............ -1,81
Mandiri Investa Equity Movement ...............................................................1.001,13.............-8,69.............-2,86............ -4,78
Mandiri Saham Atraktif ................................................................................1.214,72.............-7,28..............1,44............ -0,57
Manulife Saham Strategi Unggulan.................................................................915,26.............-9,10.............-8,44.......... -12,89
Schroder 90 Plus Equity Fund ......................................................................1.768,25.............-7,69..............4,50..............4,50
Schroder Dana Prestasi ..............................................................................31.507,08.............-8,01..............5,81..............3,46
Schroder Dana Prestasi Dinamis ..................................................................1.352,60.............-7,22..............3,02..............3,02

27/9/12

KUSTODIAN BANK PERMATA


Pendapatan Tetap

Saham

Saham
Campuran

Pasar uang
Terproteksi

Campuran

Pasar Uang

Penyertaan Terbatas

KUSTODIAN BANK MANDIRI

Terproteksi

Pendapatan Tetap

Saham

Campuran
Bahana Quant Strategy................................................................................1.133,73.............-7,06.............-1,67............ -4,56
Danareksa Anggrek Fleksibel.......................................................................3.272,32.............-4,71..............1,64............ -0,36
Danareksa Syariah Berimbang .....................................................................5.460,72.............-3,98.............-0,56............ -2,04
First State Indonesian USD Balanced Plus Fund..............................................0,9103.............-6,54.............-7,09.......... -10,74
MRS Flex Kresna ..........................................................................................1.605,61.............-2,77..............2,63............ -1,39
Mandiri Aktif ................................................................................................1.178,53.............-3,58..............4,26..............2,20
Mandiri Investa Dynamic Balanced Strategy ................................................1.145,53.............-3,50..............6,56..............4,71
Manulife USD Aggressive Balance ..................................................................0,9083.............-5,56.............-9,12.......... -13,54
Schroder Dana Campuran Progresif .............................................................1.226,53.............-3,55..............5,77..............1,15

Campuran

Pasar Uang
Bahana Likuid Syariah ..................................................................................1.034,57..............0,57....................-................... Bahana Liquid USD .........................................................................................0,9771.............-0,02....................-................... Danareksa Seruni Pasar Uang II ...................................................................1.154,92..............0,71..............6,57..............6,57
Danareksa Seruni Pasar Uang III...................................................................1.144,96..............0,54..............6,38..............6,38
RD Mandiri Kapital Syariah ..........................................................................1.039,88..............0,57....................-................... Terproteksi
Aberdeen Proteksi Capital Plus I (30/06/15) ...................................................987,08..............0,54..............4,95.......... -11,68
Bahana F Optima Protected Fund 53 (30/06/15) .........................................1.059,63..............0,49..............5,72..............5,72
Bahana F Optima Protected Fund 54 (30/06/15) .........................................1.058,86..............0,49..............5,68..............5,68
Bahana F Optima Protected Fund 72 (30/06/15) ............................................966,22..............0,75..............8,90..............4,63
Bahana F Optima Protected Fund 73 (30/06/15) .........................................1.012,84..............0,78....................-..............0,00
Bahana F Optima Protected Fund 77 (30/06/15) .........................................1.004,53..............0,22....................-..............0,00
Bahana F Optima Protected Fund 80 (30/06/15) .........................................1.000,71..............0,56....................-................... Bahana Reksa Panin Terproteksi A XVIII (30/06/15) .....................................1.372,18..............0,96............12,74..............4,15
Bahana Reksa Panin Terproteksi XIV (30/06/15) ..........................................1.453,30..............0,96............12,74..............4,15
Bahana Reksa Panin Terproteksi XV (30/06/15) ...........................................1.488,70..............0,96............12,74..............4,15
Batavia Proteksi Prima 20 (01/07/15)...........................................................1.237,01..............0,76..............9,32..............9,32
CIMB-Principal CPF XII (30/06/15) ...............................................................1.000,32..............0,72..............8,45..............8,45
Danareksa Proteksi IX (30/06/15) ................................................................1.003,12..............0,30............10,21............10,21
Danareksa Proteksi X (29/06/15) .................................................................1.003,33..............0,33............11,26............11,26
Danareksa Proteksi XI (04/06/15) ................................................................1.006,79..............0,60..............9,31..............9,31
Danareksa Proteksi Stabil (30/06/15)..............................................................996,73..............0,84..............9,32..............9,32
Danareksa Proteksi XII (22/06/15) ...............................................................1.003,81..............2,57..............9,84..............9,84
Danareksa Proteksi XIII (25/06/15)..................................................................997,02..............0,84..............8,51..............8,51
Danareksa Proteksi XVII (12/06/15) ................................................................995,08..............0,64..............8,20..............8,20
RDT CIMB-Principal CPF CB XVII (30/06/15) ................................................1.021,94..............0,26....................-..............0,00
RDT CIMB-Principal Islamic Sukuk III Syariah (30/06/15) ..............................1.019,27..............0,52..............7,36..............7,36
RDT Mandiri Dolar (30/06/15).........................................................................0,9958.............-0,37....................-................... RDT Mandiri Investa Capital Protected Dollar Fund (30/06/15) ......................1,0060.............-0,78....................-..............0,00
RDT Mandiri Seri 15 (30/06/15) ...................................................................1.006,88..............0,39....................-................... RDT Mandiri Seri 17 (30/06/15) ...................................................................1.014,64..............0,50....................-................... RDT Mandiri Seri 18 (30/06/15) ...................................................................1.026,78..............1,38....................-................... RDT Mandiri Seri 19 (30/06/15) ......................................................................990,33..............0,69....................-................... RDT Mandiri Syariah Seri 12 (30/06/15).......................................................1.018,66..............0,53....................-................... Schroder Regular Income Plan IX (15/06/15) ..................................................954,94..............0,45..............5,99..............5,99
Schroder Regular Income Plan VIII (15/06/15) .............................................1.150,79.............-3,32..............5,04..............5,04

Pasar Uang

Terproteksi

Exchange Traded Fund


Premier ETF LQ-45..........................................................................................863,42.............-7,38..............2,17..............2,17

Indeks

Indeks
Danareksa Indeks Syariah ............................................................................2.808,38.............-6,04..............0,07............ -2,85

Dana Investasi Real Estate

KUSTODIAN HSBC

2,93

1.000,00

Pendapatan Tetap

Penyertaan Terbatas

Pendapatan Tetap

KUSTODIAN BRI

Pendapatan Tetap

(Rp)

(%)

(%)

(%)

KUSTODIAN BANK BUKOPIN


Saham

Saham
Saham

Campuran
Pasar Uang

Campuran

Terproteksi

KUSTODIAN BANK SAUDARA

Campuran
Indeks

Saham

Data dapat dikirim ke litbang@bisnis.co.id, datatabel@bisnis.com dan fax No. 021-57901025. Bisnis Indonesia tidak memungut biaya apa pun untuk publikasi data Insurance dan Reksa Dana.

1/7/15

UNITLINKED & REKSA DANA

Kamis, 2 Juli 2015

Nilai aktiva bersih dan hasil investasi berbagai reksa dana hingga 1 Juli 2015.
Nama /jenis
Reksadana

Nilai aktiva
bersih per
unit

Nilai aktiva
Hasil investasi dalam
bersih per
unit
30 hari 1 tahun Riil 1 th
terakhir terakhir terakhir

Nama /jenis
Reksadana

Hasil investasi dalam


30 hari 1 tahun Riil 1 th
terakhir terakhir terakhir

(Rp)

(%)

(%)

19

Nilai aktiva
Hasil investasi dalam
bersih per
unit
30 hari 1 tahun Riil 1 th
terakhir terakhir terakhir

Nama /jenis
Reksadana

(%)

(Rp)

(%)

(%)

Nama /jenis
Reksadana

Nilai aktiva
bersih per
unit

(Rp)

(%)

Hasil investasi dalam


30 hari 1 tahun Riil 1 th
terakhir terakhir terakhir

(%)

(%)

(%)

KUSTODIAN DBS INDONESIA


Pendapatan Tetap

RD Aberdeen Dana Pendapatan Riil (d/h: RD NISP Dana Pendapatan Riil) .............1.124,93 ..................0,09 ...............6,55 ............... 0,22
Reksa Dana Batavia Dana Obligasi Optimal............................................................1.061,58 ..................0,92 ...............0,00 ............... 0,00

Saham
Reksa Dana OSO Sustainability Fund .........................................................................953,73 .................-8,44 ..............-8,63 ............ -11,35

Penyertaan Terbatas

Campuran
Reksa Dana Brent Bluechip Flexi (07/01/15) ...........................................................1.047,02 .................-0,78 ...............0,00 ............... 0,00

Pasar Uang

Campuran

Reksa Dana Maybank Gmt Syariah Money Market Fund (27/05/15) .......................1.004,86 .................-0,69 ...............0,00 ............... 0,00
Reksa Dana Equator Dana Kas ................................................................................1.151,48 ..................0,41 ...............6,13 ............... 6,13
BNIAM Dana Lancar Syariah ...................................................................................1.146,83 ..................0,55 ...............7,97 ............... 7,97
BNIAM Dana Lancar Likuid Dollar (USD) ....................................................................1,0173 ..................0,10 ...............0,00 ............... 0,00
BNIAM Dana Pasar Uang Syariah Amerta ...............................................................1.048,42 ..................0,58 ...............0,00 ............... 0,00
BNIAM Dana Pasar Uang Kemilau...........................................................................1.064,75 ..................0,59 ...............0,00 ............... 0,00

Pasar Uang

Terproteksi

KUSTODIAN BNI

BNIAM Proteksi XXXV (30/06/15)...........................................................................1.015,39 ..................0,37 ...............7,23 ............... 6,69


BNI-AM Proteksi XLI (30/06/15)..............................................................................1.014,94 ..................0,47 ...............0,00 ............... 0,00
BNIAM Proteksi XLIII (30/06/15) .............................................................................1.025,61 ..................0,47 ...............0,00 ............... 0,00
BNIAM Proteksi XLVIII (30/06/15) ...........................................................................1.008,79 ..................0,45 ...............0,00 ............... 0,00
BNIAM Proteksi XLIX (30/06/15) ............................................................................1.014,19 ..................0,59 ...............0,00 ............... 0,00
BNIAM Proteksi L (30/06/15) .....................................................................................997,71 ..................0,13 ...............0,00 ............... 0,00
BNIAM Proteksi LI (30/06/15) .................................................................................1.002,48 ..................0,00 ...............0,00 ............... 0,00
BNIAM Proteksi LIV (30/06/15) ...............................................................................1.013,71 ..................0,77 ...............0,00 ............... 0,00
BNIAM Proteksi LV (30/06/15) ................................................................................1.003,25 ..................0,00 ...............0,00 ............... 0,00
Emco Terproteksi Syariah (01/07/15) ......................................................................1.006,60 ..................0,44 ...............5,35 ............... 4,31
RDT Maybank GMT CPF 1 (30/06/15) .....................................................................1.127,58 ..................1,10 ...............9,83 ............... 9,81
RDT Maybank GMT CPF 2 (30/06/15) .....................................................................1.023,81 ..................0,54 ...............0,00 ............... 0,00
Mandiri Seri 3 (30/06/15) ........................................................................................1.013,28 ..................1,21 ...............8,66 ............... 8,66
Mandiri Seri 16 (30/06/15) ......................................................................................1.030,34 ..................1,83 ...............0,00 ............... 0,00
Mandiri Seri 21 (30/06/15) ......................................................................................1.007,51 ..................0,44 ...............0,00 ............... 0,00
Mandiri Seri 22 (30/06/15) ......................................................................................1.019,20 ..................0,63 ...............0,00 ............... 0,00
Mandiri Seri 25 (30/06/15) ......................................................................................1.004,24 ..................0,00 ...............0,00 ............... 0,00
Aberdeen Proteksi Income Plus XV (d/h: NISP Proteksi Income Plus XV) (30/06/15).....................970,27 ..................0,35 ...............4,47 ............... 3,43
Aberdeen Proteksi Income Plus XVI (d/h: NISP Proteksi Income Plus XVI) (30/06/15).....................974,82 ..................0,00 ...............0,00 ............... 0,00
RHB OSK USD Capital Protected Fund III (15/06/15).................................................1,0154 ..................0,37 ...............4,51 ............... 3,98
RHB OSK Capital Protected Fund 19 (04/05/15) ....................................................1.000,81 ..................0,34 ...............8,20 ............... 7,66
RHB OSK Capital Protected Fund 28 (29/06/15) ....................................................1.013,93 ..................0,93 ...............0,00 ............... 0,00
RHB OSK Capital Protected Fund 29 (15/06/15) ....................................................1.004,45 ..................0,53 ...............0,00 ............... 0,00
RHB OSK Capital Protected Fund 30 (26/06/15) ....................................................1.001,99 ..................0,24 ...............0,00 ............... 0,00
RHB OSK Capital Protected Fund 31 (12/06/15) ....................................................1.025,13 ..................1,40 ...............0,00 ............... 0,00
RHB OSK Capital Protected Fund 32 (16/06/15) .......................................................990,83 .................-0,01 ...............0,00 ............... 0,00
RDT OSO Dana Terproteksi II (30/06/15) ...............................................................1.206,07 ..................0,25 ...............8,26 ............... 8,26
RDT OSO Dana Terproteksi III (01/07/15) ...............................................................1.021,39 ..................1,19 .............10,58 ............. 10,58
RDT Bahana Primera Protected Fund 85 (30/06/15) ...............................................1.005,73 ..................1,35 ...............0,00 ............... 0,00
RDT Bahana Primera Protected Fund 87 (30/06/15) ...............................................1.002,86 ..................0,49 ...............0,00 ............... 0,00
RDT Bahana Primera Protected Fund 88 (30/06/15) ...............................................1.000,31 .................-0,18 ...............0,00 ............... 0,00
RDT Bahana Primera Protected Fund 89 (30/06/15) ...............................................1.010,89 ..................0,50 ...............0,00 ............... 0,00
RDT Bahana Primera Protected Fund 91 (30/06/15) ...............................................1.003,11 ..................0,00 ...............0,00 ............... 0,00
RDT Bahana Primera Protected Fund 93 (30/06/15) ...............................................1.000,85 ..................0,00 ...............0,00 ............... 0,00
RDT Bahana Primera Protected Fund 95 (30/06/15) ...............................................1.000,00 ..................0,00 ...............0,00 ............... 0,00
Batavia Proteksi Cemerlang 3 (30/06/15) ...............................................................1.006,31 ..................0,78 ...............0,00 ............... 0,00
Batavia Proteksi Cemerlang 9 (30/06/15) ...............................................................1.011,84 ..................0,00 ...............0,00 ............... 0,00

Pendapatan Tetap

(Rp)

(%)

(%)

(%)

Saham

Penyertaan Terbatas

Campuran

Terproteksi

Pasar Uang
Terproteksi

KUSTODIAN BII

Pendapatan Tetap
Danamas Dollar (Rp) .............................................................................................20.931,16 ..................0,29 ...............3,61 ............... 3,61
Danamas Dollar (USD)................................................................................................1,5700 ..................0,29 ...............3,61 ............... 3,61
Investasi Reksa Premium .........................................................................................2.022,23 .................-1,91 ...............2,64 ............... 2,64
MNC Dana Dollar (Rp)...........................................................................................14.618,86 .................-0,92 ...............4,45 ............... 4,45
MNC Dana Dollar (USD) .............................................................................................1,0965 .................-0,92 ...............4,45 ............... 4,45
Makara Prima ..........................................................................................................2.037,44 .................-1,45 .............12,06 ............. 12,06
Aberdeen Pendapatan Optima ...............................................................................1.147,39 .................-0,47 ...............8,57 ............... 8,57

Pernyataan Terbatas

Saham

KUSTODIAN BANK MEGA

OSO Syariah Equity Fund ..........................................................................................955,57 .................-7,90 ..............-6,30 .............. -6,30


GAP Equity Focus Fund .............................................................................................986,77 ..................0,00 ...............0,00 ............... 0,00

Pendapatan Tetap

Campuran
Harvestindo Istimewa ................................................................................................977,37 .................-0,20 ..............-1,90 .............. -1,90
Reksadana Keraton .......................................................................

Terproteksi

30/6/15

INSURANCE LINKED

Jual

PT BNI Life Insurance

Harga per unit


PT Prudential Life Assurance
1/7/15

AJ Manulife Indonesia

Jual

29/6/15

30/6/15

29/6/15

COMM AUD Balance Fund ...............................................1,1009................1,0984


CommLink Dynamic Strategic Fund ...............................1.106,51.............1.104,15
CommLink Aggressive Fund...........................................2.213,06.............2.201,40
CommLink Aggressive Plus Fund ...................................1.340,72.............1.333,22
CommLink Conservative Fund........................................1.454,74.............1.450,69
CommLink Moderate Fund.............................................2.087,87.............2.081,43
COMM IDR Growth Portfolio ............................................931,34................925,55
COMM IDR Income Portfolio ............................................996,85................994,83
Allianz Life Indonesia

M
M
M
M
M
M
M

M
30/6/15

30/6/15

29/6/15

Grouplink Equity Fund....................................................1.346,48.............1.338,45


Grouplink Fixed Income Fund ........................................1.298,94.............1.296,68
Grouplink Corprate Fund A ............................................1.564,23.............1.558,78
Grouplink Money Market Fund ......................................1.354,79.............1.354,55
Smartwealth Balanced Fund...........................................1.622,99.............1.619,95
Smartwealth Equity Fund ...............................................2.075,92.............2.069,01
Smartwealth Fixed Income Fund....................................1.497,98.............1.497,00
Smartwealth Money Market Fund .................................1.406,45.............1.406,27
Smartwealth Sectoral Equity Fund....................................794,53................793,45
30/6/15

Jual

Beli

M
M

M
M
M
M

PT AXA Life-Indonesia

30/6/15

Jual

Beli

M
M
M
PT AXA Mandiri Financial Services

M
M
M
M
M
M
M

30/6/15

Jual

Beli

M
M

M
M

PT Great Eastern Life Indonesia

Beli

Smartlink Rupiah Balanced Fund....................................2.975,15.............2.826,39


Smartlink Rupiah Balanced Plus Fund ............................1.680,20.............1.596,19
Smartlink Rupiah Deposit Fund......................................1.195,05.............1.135,30
Smartlink Rupiah Equity Fund ........................................2.507,61.............2.382,23
Smartlink Rupiah Fixed Income Fund.............................2.940,82.............2.793,78
Smartlink Guardia Dana Pendapatan Tetap...................1.044,36................992,14
Smartlink Rupiah Money Market Fund ..........................2.601,42.............2.471,35
Smartlink Dollar Managed Fund .......................................1,8738................1,7802
Smartwealth Equity Infrastructure Fund ........................1.108,20.............1.052,79
Smartwealth Equity Indoasia Fund.................................1.336,40.............1.269,58
Smartwealth Equity Indoasia Fund (USD) .........................0,1001................0,0951
Smartwealth Equity Small Med Cap Fund ........................998,75................948,81
Smartwealth Equity Performa Fund...............................1.512,15.............1.436,54
Smartwealth Equity Indoconsumer Fund.......................1.030,46................978,94
Smartwealth Equity IndoGlobal Fund ............................1.006,33................956,01
Smartwealth Liquiflex Lq45 ............................................1.069,04.............1.015,59
Allisya Rupiah Balanced Fund.........................................2.079,74.............1.975,76

BNI Life Insurance Syariah

30/6/15

Equity Life Indonesia

30/6/15

29/6/15

Stable Link .......................................................................4.295,65.............4.294,78


Safe Link Plus...................................................................1.841,73.............1.841,30
Steady Fund ....................................................................3.002,13.............2.999,10
Steady Fund USD...............................................................0,1675................0,1677
Managed Fund ................................................................2.241,28.............2.235,15
Equity Fund .....................................................................1.348,97.............1.342,18
PT A.J. Central Asia Raya

30/6/15

30/6/15

29/6/15

PT Tokio Marine

30/6/15

29/6/15

TM Cash Fund .................................................................1.091,64.............1.091,51


TM Equity Aggressive Fund ...........................................1.041,76.............1.035,01
TM Balanced Fund .............................................................994,39................990,93
TM Bond Fund ................................................................1.000,45................998,05
TM Equity Fund...............................................................1.012,46.............1.007,99
TM Sybond Fund.............................................................1.937,44.............1.937,34
TM Sycash Fund ..............................................................2.463,07.............2.462,71
TM Syequity Fund ...........................................................2.330,94.............2.318,30
TM Symanaged Fund......................................................1.364,88.............1.360,84
TM USD Managed Fund ....................................................1,0354................1,0349
PT Panin Dai-Ichi Life

29/6/15

26/6/15

Panin Rp Cash Fund ........................................................2.188,24.............2.207,34


Panin USD Cash Fund ........................................................0,1402................0,1402
Panin Rp Managed Fund ................................................4.991,15.............5.026,11
Panin USD Managed Fund ................................................0,2108................0,2115
Panin Rp Equity Fund....................................................12.588,44...........12.729,37
Panin Rp Fixed Income Fund ..........................................1.607,68.............1.613,71
Panin Special Balanced Fund ..........................................1.015,98.............1.023,40
Panin Special Equity Fund ..............................................1.021,83.............1.033,06
Panin Syariah Rp Cash Fund ...........................................1.806,56.............1.805,60
Panin Syariah Rp Managed Fund ...................................2.127,74.............2.149,97
Panin Syariah USD Managed Fund ...................................0,0106................0,0106
Panin Syariah Rp Equity Fund.........................................2.581,14.............2.611,47
Panin MUL Rp Conservative Fund..................................1.924,58.............1.931,88
Panin MUL Rp Moderate Fund.......................................2.493,74.............2.511,74
Panin MUL Rp Aggressive Fund .....................................2.875,37.............2.898,80
Panin MUL USD Aggressive Fund ...................................12,7288..............13,1110
Panin SRC USD Moderate Fund ......................................10,6526..............10,6873
PT AJ Sequis Life

30/6/15

29/6/15

Rupiah Equity Fund............................................................902,07................898,05


Rupiah Managed Fund ......................................................928,21................925,01
Rupiah Stable Fund............................................................966,99................964,63
Rupiah Cash Fund ...........................................................1.467,77.............1.467,51
USD Stable Fund............................................................170,8100............170,8700
Rupiah Golden Fixed Income Fund ...............................2.009,88.............2.009,42
Rupiah Golden Equity Fund............................................2.985,65.............2.974,37
Rupiah Golden Managed Fund ......................................2.606,88.............2.605,37
Syariah Rupiah Balanced Fund ..........................................970,13................967,51
Rupiah Dynamic Fund ........................................................988,70................988,42

30/6/15

29/6/15

29/6/15

SLFI Hasanah Equity Fund ..............................................1.690,72.............1.676,97


SLFI Aggressive Multi Plus Fund ....................................2.275,64.............2.261,57
SLFI Salam Equity Fund ..................................................1.318,56.............1.308,28
SLFI Salam Balanced Fund..............................................1.372,48.............1.368,86
SLFI Maxi Fund 1.............................................................1.130,00.............1.125,65
SLFI Xtra Prima fund .......................................................1.895,05.............1.892,77
SLFI Xtra Progressive Fund.............................................1.412,62.............1.412,45
SLFI Xtra Aggressive Fund .............................................1.681,56.............1.671,79
SLFI Xtra Dynamic Fund .................................................1.625,04.............1.623,89
SLFI Aggressive Fund ...................................................11.899,94...........11.834,55
SLFI Moderate Fund .......................................................6.688,33.............6.664,07
SLFI Conservative Fund ..................................................2.732,85.............2.725,27
SLFI Maxi USD Fund ..........................................................2,5621................2,5582
SLFI Maxi Fund 3.............................................................1.060,70.............1.055,18
SLFI Maxi Fund 4.............................................................1.099,36.............1.093,41
SLFI Salam Amanah............................................................951,24................947,91
PT AJ Adisarana Wanaartha

30/6/15

29/6/15

WAL Equity Fund ............................................................1.211,45.............1.162,62


WAL Fixed Income Fund.................................................1.184,58.............1.183,20
WAL Balance Fund ..........................................................1.052,68.............1.049,50
PT Zurich Topas Life

30/6/15

29/6/15

Zurichlink Rupiah Money Market ...................................1.133,23.............1.133,05


Zurichlink Rupiah Fixed Income......................................1.024,49.............1.022,06
Zurichlink Rupiah Flexible ...............................................1.101,81.............1.098,08
Zurichlink Rupiah Equity .................................................1.149,62.............1.144,61
Zurichlink Amani Equity Fund............................................851,62................852,15
PT A.J. Bumi Asih Jaya

26/6/15

25/6/15

Asih Fixed Income...........................................................3.789,22.............3.789,22


Asih Mixed Fund .............................................................4.153,52.............4.151,29
Asih Equity Fund .............................................................2.238,45.............2.240,17
Asih Student Fund ..........................................................3.945,20.............3.942,97
PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG

30/6/15

29/6/15

30/6/15

29/6/15

30/6/15

29/6/15

30/6/15

29/6/15

30/6/15

29/6/15

M
PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri

M
M
M

PT Central Asia Financial

M
M

PT Asuransi Mega Life

M
M
M
M
M
M
M
M
M
M
W

PT Asuransi Jiwa Recapital

29/6/15

CSL Link Ekuitas Fund.....................................................1.377,39.............1.369,53


CSL Link Ekuitas Syariah Fund ........................................1.564,37.............1.552,58
CSL Link Berimbang........................................................1.348,37.............1.343,76
CSL Link Pasar Uang .......................................................1.277,02.............1.276,77
CSL Link Premier III .........................................................1.079,87.............1.074,64
CSL Link Premier I ...........................................................1.122,96.............1.117,54
CSL Link Premier II ..........................................................1.098,80.............1.093,35
CSL Link Premier IV.........................................................1.053,74.............1.049,87
CSL Link Premier V..........................................................1.045,78.............1.041,43
CSL Link Premier VI.........................................................1.056,21.............1.052,50
CSL Link Premier VII........................................................1.065,81.............1.061,41
CSL Link Premier VIII .......................................................1.014,83.............1.010,64
CSL Link Premier IX............................................................893,23................889,45
CSL Link Premier X..........................................................1.133,26.............1.127,68
CSL Link Dinamis ................................................................958,07................953,51
PT Sun Life Financial Indonesia

30/6/15

PT Asuransi Takaful Keluarga

30/6/15

29/6/15

B-Life Syariah Stabil ........................................................2.473,99.............2.467,55


B-Life Syariah Berimbang................................................1.732,90.............1.723,61
B-Life Syariah Optimal ....................................................1.878,10.............1.866,63
B-Life Syariah Fixed Income............................................1.689,91.............1.689,55
B-Life Syariah Managed Fund.........................................1.021,45.............1.016,63
B-Life Syariah Equity Fund..............................................1.079,46.............1.071,94
B-Life Stabil Syariah ........................................................1.862,82.............1.857,96
B-Life Kombinasi Syariah ................................................1.217,24.............1.213,59
B-Life Agresif Syariah ......................................................1.124,37.............1.119,93

PT CIMB Sunlife

M
M

M
M

PT Avrist Assurance

30/6/15

B-Life Link Dana Stabil ....................................................1.756,55.............1.752,35


B-Life Link Dana Selaras..................................................1.833,28.............1.827,17
B-Life Link Dana Maxima ................................................1.819,46.............1.810,94
B-Life Link Dana Cemerlang ...........................................1.338,41.............1.335,47
B-Life Link Dana Kombinasi ............................................1.315,82.............1.312,73
B-Life Link Dana Aktif .....................................................1.611,82.............1.605,19
B-Life Spectra Link Dana Stabil Plus...............................1.558,74.............1.555,06
B-Life Spectra Link Dana Selaras Plus ............................1.777,65.............1.771,73
B-Life Spectra Link Dana Maxima Plus ...........................2.102,16.............2.091,72
Dana Mapan .......................................................................923,55................921,73
Dana Agresif.......................................................................861,22................856,33
Dana Mantap...................................................................1.050,32.............1.050,53
Dana Mantap 2 ...............................................................1.045,99.............1.019,02
Dana Mantap 3 ...............................................................1.032,14.............1.031,89
Dana Mantap 4 ...............................................................1.019,98.............1.019,28
Dana Mantap 5 ...............................................................1.018,99.............1.014,08
Dana Mantap 6 ...............................................................1.007,74.............1.007,49
Dana Mantap 7 ...............................................................1.012,55.............1.012,31
Dana Mantap 8 ...............................................................1.002,66.............1.002,43
B-Life Spectra Link Dana Secure USD ...............................1,2739................1,2726

Carlisya Pro Safe .............................................................1.229,85.............1.229,64


Carlisya Pro Mixed ..........................................................1.679,19.............1.672,08
Carlisya Pro Fixed............................................................1.317,94.............1.317,67
CARLink Pro-Flexy...........................................................1.226,66.............1.220,42
Carlink Pro-Fixed.............................................................2.676,31.............2.675,74
Carlink Pro-Mixed ...........................................................2.679,73.............2.673,99
Carlink Pro-Safe...............................................................2.089,16.............2.088,75
Century Pro-Fixed ...........................................................1.836,38.............1.835,95
Century Pro-Mixed..........................................................2.088,29.............2.076,18

M
M
M
M
M

29/6/15

Investra Balanced Syariah ...............................................1.433,71.............1.430,02


Investra Dynamic Strategic Fund....................................1.053,70.............1.051,57
Investra Equity Dynamic Fund........................................1.586,12.............1.578,25
Investra Equity Syariah....................................................1.898,89.............1.882,25
Investra Investra Balanced Progressive Fund ................3.442,69.............3.428,63
Investra Investra Investra Bond Fund.............................2.433,40.............2.427,06
Investra Investra Equity Fund .........................................4.742,18.............4.717,29
Investra Investra Money Market Fund ...........................1.746,23.............1.746,01
Investra USD Balanced Fund .............................................0,8780................0,8737
Platinum Bond Fund ..........................................................992,46................989,86
Platinum Dynamic Strategic Fund ..................................1.085,89.............1.083,66
Platinum Equity Dynamic Fund ......................................1.032,05.............1.026,02
Platinum Equity Fund......................................................1.068,22.............1.062,37
Platinum Money Market Fund........................................1.136,62.............1.136,48
30/6/15

29/6/15

M
M
M
M

Beli

30/6/15

30/6/15

Jual

AIA Financial IDR Balanced Syariah Fund ......................1.352,98.............1.350,21


IDR China India Indonesia Equity Fund ..........................1.500,63.............1.488,14
AIA Financial IDR Cash Syariah Fund .............................1.258,51.............1.258,35
PT AIA Financial Dynamic Syariah ..................................991,49................988,19
AIA Financial IDR Equity Syariah Fund...........................1.130,11.............1.124,70
PT AIA Financial - Growth Equity Syariah .........................989,63................985,40
AIA Financial - IDR Prime Equity Fund ...........................1.002,70................999,03
AIA Financial - IDR Fixed Income Fund ..........................1.042,45.............1.041,30
AIA Financial-Dana Berkah Fund ....................................1.528,07.............1.527,84
AIA Financial-IDR Equity Fund......................................13.572,96...........13.521,94
AIA Financial-Money Market Fund.................................1.593,42.............1.593,21
AIA Financial-IDR Fixed Income Fund ............................3.002,17.............2.992,21
AIA Financial-USD Fixed Income Fund..............................2,4914................2,4869
AIA Financial IDR Balanced Fund.................................1.677,46.............1.672,33
Commonwealth Life

PT AXA Financial Indonesia

1/7/15

Pro - Invest Rupiah Fund.............................................................................3.281,26


Pro - Invest US$ Fund ....................................................................................1,5140
Manulife Dana Ekuitas ....................................................8.122,48.............7.960,03
Manulife Dana Ekuitas USD ...............................................0,9818................0,9621
Manulife Pend. Tetap Korporasi .....................................1.863,21.............1.825,95
Manulife Pend. Tetap Negara.........................................2.042,47.............2.001,62
Manulife Pend. Tetap Dollar ..............................................1,2770................1,2515
Manulife Dana Pasar Uang .............................................1.629,51.............1.596,92
Manulife Dana Berimbang ..............................................1.973,85.............1.934,37
M D Ekuitas Indonesia - China ........................................1.614,48.............1.582,19
M D Ekuitas Indonesia - China ...........................................0,1211................0,1187
M D Ekuitas Indonesia - India .........................................1.428,46.............1.399,89
M D Ekuitas Indonesia - India ............................................0,1071................0,1050
Manulife Dana Ekuitas Syariah .......................................2.478,80.............2.429,22
Manulife Dana Berimbang Syariah .................................1.455,66.............1.426,55
Manulife Dana Ekuitas Optima Syariah..........................1.091,80.............1.069,96
Manulife Dana Pasar Uang Syariah ................................1.150,07.............1.127,07
Manulife Dana Ekuitas Small-Mid Capital ......................1.228,40.............1.203,83
Manulife Dana Ekuitas Small-Mid Capital USD .................0,8208................0,8044
Signature Link - Adventurous .......................................12.557,79...........11.929,90
Signature Link - Balanced ...............................................7.016,57.............6.665,74
AIA FINANCIAL (d/h AIG LIFE)

30/6/15

PRUlink Rupiah Cash Fund..................................................................2.982,78 ..................2.981,97


PRUlink Rupiah Fixed Income Fund ...................................................4.433,63 ..................4.417,38
PRUlink US Dollar Fixed Income Fund .................................................. 2,8275 .....................2,8232
PRUlink Rupiah Managed Fund..........................................................7.601,26 ..................7.591,70
PRUlink Rupiah Managed Fund plus ..................................................2.523,29 ..................2.526,01
PRUlink Rupiah Equity Fund .............................................................14.222,25 ................14.283,64
PRUlink Rupiah Equity Fund plus .......................................................1.099,96 ..................1.103,61
PRUlink Rupiah Indonesia Greater China Equity Fund ......................1.228,19 ..................1.227,42
PRUlink US Dollar Indonesia Greater China Equity Fund ..................... 0,0921 .....................0,0921
PRUlink Rupiah Infrastructure & Consumer Equity Fund ..................... 982,64 .....................983,91
PRUlink Syariah Rupiah Managed Fund .............................................2.001,11 ..................2.002,08
PRUlink Syariah Rupiah Cash & Bond Fund .......................................1.553,84 ..................1.551,30
PRUlink Syariah Rupiah Equity Fund ..................................................2.106,93 ..................2.112,88
PRUlink Syariah Rupiah Infrastructure & Consumer Equity Fund.................. 988,11 .....................991,75

1/7/15

Beli

29/6/15

Arthalink Aggressive......................................................1.312,63.............1.306,81
Arthalink Dynamic..........................................................1.775,69.............1.769,67
Arthalink Fixed Income ..................................................1.171,88.............1.169,08
Ekalink - Super Aggressive .............................................1.546,32.............1.538,19
Ekalink - Super Dynamic .................................................1.389,49.............1.385,44
Ekasejahtera Secure Fund ..............................................1.164,63.............1.164,45
Excellink - Aggressive Fund ............................................3.205,88.............3.185,22
Excellink - Dynamic .........................................................3.188,69.............3.178,20
Excellink - Dynamic Dollar Fund ........................................1,1505................1,1505
Excellink - Fixed Income Fund ........................................2.731,28.............2.730,76
Excellink - Secure Dollar Income Fund ..............................1,1012................1,1012
Excellink Aggressive Syariah ..........................................1.640,38.............1.631,62
Excellink Dynamic Syariah ..............................................1.700,58.............1.695,83
Excellink Fixed Income Syariah..........................................940,87................940,87

PT ACE Life Assurance

30/6/15

Jual

Beli

30/6/15

29/6/15

ACE Rupiah Equity Fund ................................................2.679,02.............2.667,10


ACE Rupiah Managed Fund ...........................................2.034,42.............2.027,43
ACE Rupiah Stable Fund.................................................1.500,15.............1.496,52
ACE Syariah Balanced Fund ...........................................1.079,84.............1.077,01
ACE Rupiah Equity Fund II.................................................870,02................867,13
ACE Rupiah Equity Fund III................................................914,30................910,90
ACE Rupiah Equity Fund IV ...............................................889,94................886,55
ACE Rupiah Money Market Fund...................................1.044,15.............1.043,92
ACE USD Stable Fund........................................................1,0911................1,0909
Generali Indonesia

30/6/15

29/6/15

Generali Equity................................................................2.067,42.............2.056,60
Generali Fixed Income ....................................................2.178,92.............2.178,97
Generali Money Market..................................................1.334,57.............1.334,37
Generali Equity I..............................................................1.206,45.............1.200,22
Generali Fixed Income I ..................................................1.279,26.............1.278,69
Generali Money Market I................................................1.267,37.............1.267,23
Generali Equity II.............................................................1.121,29.............1.114,90
Generali Fixed Income II .................................................1.538,05.............1.537,25
Generali Money Market II...............................................1.187,82.............1.187,72
Generali Equity IV ..............................................................991,61................986,63
Generali Fixed Income IV................................................1.086,67.............1.086,12
Generali Money market IV..............................................1.120,31.............1.120,16
Generali Equity V ............................................................1.035,83.............1.030,53
Generali Fixed Income V.................................................1.089,77.............1.089,34
Generali Money market V...............................................1.133,93.............1.133,77
PT Astra Aviva Life

30/6/15

29/6/15

Aviva Balanced ................................................................1.119,50.............1.115,32


Aviva Fixed Income .........................................................1.138,12.............1.135,80
Aviva Fixed Income Dollar .................................................1,0640................1,0637
Aviva Growth...................................................................1.149,03.............1.142,95
Aviva Secure ....................................................................1.207,20.............1.207,00
AVA Asian Opportunities Fund .......................................975,62................972,03
AVA Balanced Dollar Fund ..............................................1,0017................1,0015
AVA Balanced Plus Fund .................................................998,08................994,91
AVA European Opportunities Fund ..............................1.047,54.............1.044,39
AVA Fixed Income Dollar Fund .......................................0,9993................0,9991
AVA Fixed Income Plus Fund..........................................1.088,39.............1.085,69
AVA Growth Plus Fund ................................................976,15................972,72
AVA Infrastructure Opportunities Fund ...........................870,57................867,70
AVA Small Cap Equity Fund .........................................978,38................974,86
AVA Secure Fund
.................................................1.032,55.............1.032,37
AJB Bumiputera 1912

26/6/15

PT Asuransi Jiwa Syariah


Amanah Jiwa Giri Artha

29/6/15

Artha Agressif .................................................................1.175,40.............1.168,75


Artha Berimbang.............................................................1.096,86.............1.096,70
Artha Selaras ......................................................................970,81................970,92
Artha Stabil .....................................................................1.060,46.............1.060,21
Finansial Wiramitra Danadyaksa

30/6/15

29/6/15

FWD Sprint Balanced Fund ............................................2.959,34.............2.949,08


FWD Sprint Equity Fund...............................................31.558,01...........31.438,03
FWD Sprint Fixed Income Fund .....................................1.045,23.............1.045,08
FWD Sprint Money Market Fund ...................................1.143,12.............1.142,84
FWD Sprint USD Bond Fund .............................................1,4102................1,4098
Hanwha Life Insurance Indonesia

PT Asuransi CIGNA

30/6/15

29/6/15

HLI-Balanced ...................................................................1.039,36.............1.037,34
HLI-Equity ........................................................................1.134,74.............1.129,96
HLI-Fixed .........................................................................1.081,17.............1.079,09

30/6/15

29/6/15

MNC Life Assurance

30/6/15

29/6/15

MNC Life Assurance Dinamis IDR............................1.383,63...........1.373,46


MNC Life Assurance Aman IDR ...............................1.269,39...........1.269,28
MNC Life Assurance Berimbang IDR.......................1.410,98...........1.393,49
MNC Life Assurance Konservatif IDR ......................1.167,38...........1.167,22
MNC Link Pasti .........................................................1.030,48...........1.030,31
MNC Link Aktif ............................................................957,56..............953,60
MNC Link Serasi ..........................................................965,12..............961,47
Asuransi Jiwasraya

30/6/15

29/6/15

JS Link Pendapatan Tetap........................................1.064,83...........1.062,28


JS Link Berimbang....................................................1.059,15...........1.055,34
JS Link Ekuitas ..........................................................1.021,57...........1.017,48
JS Link Pasar Uang ...................................................1.070,44...........1.070,30
30/6/15

Jual

Beli

Js Link Balanced Fund ..............................................1.865,29...........1.857,34


Js Link Equity Fund ..................................................2.070,10...........2.062,03
Js Link Fixed Income Fund.......................................1.372,79...........1.369,53
PT Asuransi Jiwa Kresna

30/6/15

29/6/15

CIGNA Money Market ............................................1.708,04...........1.707,76


CIGNA Fixed Income ............................................1.870,37...........1.866,42
CIGNA Equity ..........................................................2.565,20...........2.551,57
CIGNA Capital Link (Batch 1) .....................................1,0120..............1,0113
CIGNA Capital Link 1 (Batch 2) ..................................0,9993..............0,9993
CIGNA Capital Link 2 (Batch 3) ..................................0,9986..............0,9986
CIGNA Capital Link 3 (Batch 4) ..................................0,9853..............0,9852
CIGNA Capital Link 4 (Batch 5) ..................................0,9928..............0,9919
CIGNA Capital Link 5 (Batch 6) ..................................1,0053..............1,0044
CIGNA Capital Link 6 (Batch 7) ..................................1,1779..............1,1760
CIGNA Capital Link 7 (Batch 8) ..................................1,1769..............1,1737
CIGNA Dynamic Click ..............................................1.115,63...........1.115,02
CIGNA Equity Growth Fund ....................................1.035,02...........1.030,55
CIGNA Equity Value Fund........................................1.008,43...........1.001,56
CIGNA Equity Small Mid Cap Fund............................932,81..............928,00
CIGNA Bond Secure Fund .......................................1.016,85...........1.016,89
CIGNA Balanced Dynamic Fund ..............................1.083,59...........1.080,06
CIGNA Equity Growth Fund III ...................................960,71..............957,75
CIGNA Balanced Dynamic Fund II ..............................926,72..............913,98
CIGNA Equity Growth Fund II ....................................944,34..............938,87

25/6/15

BPlink Dana Prestasi IDR.................................................1.144,61.............1.141,61


BPlink Dana Terpadu IDR................................................1.045,97.............1.045,56
BPlink Dana Ekuitas IDR..................................................1.147,40.............1.148,01
BPlink Dana Likuid IDR....................................................1.213,99.............1.213,76

30/6/15

Avrist Link Advantage Plus USD Fund........................1,0347..............1,0285


Avrist Link Advantage Plus USD 10 Fund ..................0,9782..............0,9782
Avrist Link Advantage Plus USD 11 Fund ..................0,9899..............0,9899
Avrist Link Advantage Plus USD 2 Fund ....................0,9549..............0,9503
Avrist Link Advantage Plus USD 3 Fund ....................1,1614..............1,1567
Avrist Link Advantage Plus USD 4 Fund ....................1,0055..............1,0013
Avrist Link Advantage Plus USD 5 Fund ....................1,0821..............1,0737
Avrist Link Advantage Plus USD 6 Fund ....................1,0371..............1,0276
Avrist Link Advantage Plus USD 7 Fund ....................0,9457..............0,9417
Avrist Link Advantage Plus USD 8 Fund ....................0,9516..............0,9516
Avrist Link Advantage Plus USD 9 Fund ....................0,9678..............0,9678
Avrist Link Access IDR Fund.....................................3.234,52...........3.233,94
Avrist Link Advised IDR Fund ..................................3.345,80...........3.330,97
Avrist Link Aggressive IDR Fund..............................3.002,26...........2.989,12
Avrist Link Assured IDR Fund...................................2.588,93...........2.580,86
Avrist Link Assured USD Fund ....................................1,4210..............1,4189
Avrist Link Growth Fund ..........................................5.875,83...........5.849,67
Avrist Link Moderate Fund ......................................4.424,59...........4.406,30
Avrist Link Secured IDR Fund ..................................2.696,09...........2.695,99
Avrist Link Treasure Plus USD Fund ............................1,6944..............1,6937
Avrist Link Asia Fund ...................................................1,0007..............0,9979
Avrist Assurance Link Asia 2 Fd ..................................0,9980..............0,9968
Avrist Link Prime Invest 001b Fund.........................2.712,12...........2.707,50
Avrist Link Prime Invest 001b Fund (Hwm) .............2.849,76...........2.849,76
Avrist Link Prime Invest 002b Fund.........................2.486,62...........2.481,49
Avrist Link Prime Invest 002b Fund (Hwm) .............2.607,75...........2.607,75
Avrist Link Prime Invest 003a...................................2.646,53...........2.646,05
Avrist Link Prime Invest 003b Fund.........................2.139,53...........2.135,89
Avrist Link Prime Invest 003b Fund (Hwm) .............2.255,77...........2.255,77
Avrist Premium Investa Dollar Link .............................1,1248..............1,1234
Avrist Link Advantage Premier USD 1 Fund ..............0,9090..............0,9111
Avrist Link Advantage Premier USD 10 Fund ............0,8672..............0,8673
Avrist Link Advantage Premier USD 11 Fund ............0,8995..............0,9004
Avrist Link Advantage Premier USD 12 Fund ............0,9782..............0,9794
Avrist Link Advantage Premier USD 2 Fund ..............0,8561..............0,8561
Avrist Link Advantage Premier USD 3 Fund ..............0,8873..............0,8873
Avrist Link Advantage Premier USD 4 Fund ..............0,9869..............0,9869
Avrist Link Advantage Premier USD 5 Fund ..............0,9510..............0,9510
Avrist Link Advantage Premier USD 6 Fund ..............0,9549..............0,9549
Avrist Link Advantage Premier USD 7 Fund ..............0,9849..............0,9849
Avrist Link Advantage Premier USD 8 Fund ..............0,9932..............0,9932
Avrist Link Advantage Premier USD 9 Fund ..............0,9715..............0,9716
Avrist Link Asya Equity IDR Fund ............................3.544,75...........3.520,07
Avrist Link Asya Cash IDR Fund ...............................3.030,55...........3.030,00
Avrist Link Asya Balanced IDR Fund ........................2.605,61...........2.591,92
Avrist Prime Protection Link USD (26&25/6/15) ...........1,1535..............1,1600
Avrist Managed Fund (26&25/6/15)........................1.950,98...........1.948,51
Avrist Money Market Fund (26&25/6/15) ...............2.073,64...........2.073,22

30/6/15

29/6/15

Protecto City Ultima.................................................1.190,80...........1.184,88


Protecto Fixed Kresna..............................................1.215,86...........1.210,85
Bringin Life

30/6/15

29/6/15

Bringin Darlink Aman ...............................................1.033,86...........1.033,77


Bringin Darlink Stabil................................................1.034,66...........1.032,61
Bringin Darlink Dinamis............................................1.036,51...........1.033,67
Bringin Darlink Agresif .............................................1.096,19...........1.091,53
Bringin Darlink Amanah ..............................................962,15..............958,65
PT Asuransi Jiwa Mega Indonesia

30/6/15

29/6/15

Mega Prima Link Protected Fund...................................1.135,56.............1.135,55


PT Asuransi Jiwa Indosurya Sukses

30/6/15

29/6/15

Indosurya Life Balanced Fund............................................987,37................985,51


Indosurya Life Equity Fund ................................................964,45................960,85
Indosurya Life Fix Income Fund......................................1.015,03.............1.013,48

D ATA O B L I G A S I & S U K U B U N G A

20

INDONESIA BOND PRICING AGENCY (IBPA)-IGSYC

GABUNGAN TRANSAKSI HARIAN OBLIGASI

Kam

Bond Name

Trade
Date

Price

Daftar seluruh transaksi obligasi yang dilaporkan melalui BEI pada 1 Juli 2015.

INDONESIA GOVERNMENT SECURITIES YIELD CURVE

Bond Name

Trade
Date

m
%

Y ELD

m
%

N
W

Sumber: www.ibpa.co.id

TRANSAKSI HARIAN OBLIGASI KORPORASI


Daftar transaksi Obligasi Korporasi yang dilaporkan melalui BEI pada 1 Juli 2015
Bond Name

Trade
Date

Price Vol. (Bio) Value *)


IDR

Yield

Coupon Rating

(Bio) IDR

TRANSAKSI HARIAN OBLIGASI PEMERINTAH


Daftar transaksi Obligasi Pemerintah yang dilaporkan melalui BEI pada 1 Juli 2015.
Bond Name

Trade
Date

Price

Volume

Value *)

Yield

Coupon

(Bio) IDR (Bio) IDR

Vol. (Bio)

Value

IDR

(Bio) IDR

Yield

Coupon

Rating

Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap III


Tahun 2012 Seri C .................................................................................................01-Jul-15.............98,90 ............5,00 .................. 4,95 ...............9,30 ..............8,75................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Adira Finance tahap II Tahun 2013 Seri B ..................01-Jul-15...........101,65 ......... 10,00 ................10,17 ...............9,14 ............10,50................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Adira Finance Tahap III Tahun 2014 Seri B .................01-Jul-15...........102,45 ............0,50 .................. 0,51 ...............9,05 ............10,50................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Adira Finance Tahap I Tahun 2013 Seri C...................01-Jul-15.............99,60 ............1,00 .................. 1,00 ...............8,47 ..............7,85................idAAA
Obligasi Berkelanjutan III Adira Finance Tahap I Tahun 2015 Seri A..................01-Jul-15...........100,00 ......... 50,00 ................50,00 ...............9,50 ..............9,50................idAAA
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Adira Finance Tahap II Tahun 2014 Seri A......01-Jul-15...........100,57 ............1,00 .................. 1,01 ......................- .................... -..........idAAA(sy)
Obligasi Berkelanjutan I Agung Podomoro Land Tahap I Tahun 2013 ..............01-Jul-15.............98,44 ............8,00 .................. 7,88 ...............9,86 ..............9,25.....................idA
Obligasi II Agung Podomoro Land Tahun 2012 ..................................................01-Jul-15.............99,94 ............8,00 .................. 8,00 ...............9,40 ..............9,38.....................idA
Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank I
Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2012 Seri B..................................01-Jul-15.............99,25 ......... 15,00 ................14,89 ...............8,42 ..............6,50................idAAA
Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank I
Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2013 Seri B.................................01-Jul-15.............98,37 ......... 10,25 ................10,08 ...............8,32 ..............6,40................idAAA
Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank II Tahap V
Tahun 2015 ("Obligasi") Seri B .............................................................................01-Jul-15...........100,50 ............0,50 .................. 0,50 ...............8,79 ..............9,00................idAAA
Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank II Tahap I Tahun 2014 Seri C ........01-Jul-15...........100,25 ......... 15,00 ................15,04 ...............9,10 ..............9,25................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga Tahap II Tahun 2013
Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri A....................................................................01-Jul-15...........100,20 ......... 10,00 ................10,02 ...............8,20 ..............8,75................idAAA
Obligasi I Bank CIMB Niaga Tahun 2011 Seri B ..................................................01-Jul-15...........100,00 ......... 10,00 ................10,00 ...............8,30 ..............8,30................idAAA
Obligasi Subordinasi II Bank CIMB Niaga Tahun 2010 .......................................01-Jul-15.............99,90 ......... 10,00 .................. 9,99 .............10,87 ............10,85..............AA(idn)
Obligasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap II Tahun 2012 Seri A ............................01-Jul-15.............99,80 ......... 10,00 .................. 9,98 ...............8,22 ..............7,60................idAAA
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Permata Tahap II Tahun 2012.........01-Jul-15.............96,00 ......... 12,00 ................11,52 .............10,53 ..............9,40................idAA+
Obligasi Subordinasi II Permata bank Tahun 2011.............................................30-Jun-15...........100,02 ............2,00 .................. 2,00 .............10,99 ............11,00................idAA+
Obligasi Berkelanjutan I Bank BTPN Tahap I Tahun 2011 Seri B........................01-Jul-15...........100,97 ............5,00 .................. 5,05 ...............8,86 ..............9,90..............AA(idn)
Obligasi Berkelanjutan II FIFA dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I
Tahun 2015 Seri B..................................................................................................01-Jul-15...........101,00 ............0,60 .................. 0,61 ...............8,84 ..............9,25................idAAA
Obligasi Negara Th.2006 Seri FR0035 ................................................................01-Jul-15...........124,61 ............6,40 .................. 7,97 ...............8,18 ............12,90..........................Obligasi Negara Th. 2006 Seri FR0036 ...............................................................01-Jul-15...........112,01 ............5,22 .................. 5,85 ...............8,06 ............11,50..........................Obligasi Negara Th. 2006 Seri FR0040 ...............................................................01-Jul-15...........118,60 ............0,65 .................. 0,77 ...............8,26 ............11,00..........................Obligasi Negara Th. 2007 Seri FR0043 ...............................................................01-Jul-15...........110,60 ......... 40,00 ................44,24 ...............8,23 ............10,25..........................Obligasi Negara Th. 2007 Seri FR0045 ...............................................................01-Jul-15...........111,75 ............8,00 .................. 8,94 ...............8,55 ..............9,75..........................Obligasi Negara RI Seri FR0052...........................................................................01-Jul-15...........118,19 ............1,30 .................. 1,53 ...............8,36 ............10,50..........................Obligasi Negara RI Seri FR0053...........................................................................01-Jul-15...........100,65 ............2,00 .................. 2,01 ...............8,11 ..............8,25..........................Obligasi Negara RI Seri FR0054...........................................................................01-Jul-15...........110,00 ............2,00 .................. 2,20 ...............8,36 ..............9,50..........................Obligasi Negara RI Seri FR0055...........................................................................01-Jul-15...........100,00 ............3,73 .................. 3,73 ...............7,36 ..............7,38..........................Obligasi Negara RI Seri FR0056...........................................................................01-Jul-15...........101,00 ............2,00 .................. 2,02 ...............8,23 ..............8,38..........................Obligasi Negara RI Seri FR0058...........................................................................01-Jul-15...........102,25 ............0,10 .................. 0,10 ...............8,00 ..............8,25..........................Obligasi Negara RI Seri FR0060...........................................................................01-Jul-15.............97,70 ......... 15,00 ................14,66 ...............7,64 ..............6,25..........................Obligasi Negara RI Seri FR0061...........................................................................01-Jul-15.............93,35 ............5,00 .................. 4,67 ...............8,29 ..............7,00..........................Obligasi Negara RI Seri FR0062...........................................................................01-Jul-15.............75,60 ............0,50 .................. 0,38 ...............8,75 ..............6,38..........................Obligasi Negara RI Seri FR0063...........................................................................01-Jul-15.............85,15 ............0,98 .................. 0,84 ...............8,22 ..............5,63..........................Obligasi Negara RI Seri FR0064...........................................................................01-Jul-15.............82,75 ............3,00 .................. 2,48 ...............8,33 ..............6,13..........................Obligasi Negara RI Seri FR0065...........................................................................01-Jul-15.............82,00 ............0,20 .................. 0,16 ...............8,62 ..............6,63..........................Obligasi Negara RI Seri FR0066...........................................................................01-Jul-15.............93,45 ......... 15,00 ................14,02 ...............7,84 ..............5,25..........................Obligasi Negara RI Seri FR0068...........................................................................01-Jul-15.............99,60 ............3,00 .................. 2,99 ...............8,42 ..............8,38..........................Obligasi Negara Seri FR0069 ...............................................................................01-Jul-15.............99,85 ......... 30,00 ................29,96 ...............7,92 ..............7,88..........................Obligasi Negara Seri FR0070 ...............................................................................01-Jul-15...........101,00 ......... 10,00 ................10,10 ...............8,21 ..............8,38..........................Obligasi Negara Seri FR0071 ...............................................................................01-Jul-15...........105,50 ......... 47,60 ................50,22 ...............8,32 ..............9,00..........................SBSN RI Seri IFR-0001...........................................................................................01-Jul-15...........100,55 ......... 31,00 ................31,17 ...............6,83 ..............0,00..........................Obligasi Berkelanjutan I Indomobil Finance
Dengan Tingkat Bunga Tetap Thp II Tahun 2013 Seri C .....................................01-Jul-15.............97,90 ............8,00 .................. 7,83 ...............9,76 ..............8,50.....................idA
Obligasi Berkelanjutan II Indomobil Finance
dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2015 Seri C ...................................01-Jul-15...........102,00 ............0,50 .................. 0,51 ...............9,61 ............10,25.....................idA
Obligasi Indofood Sukses Makmur VII Tahun 2014 ............................................01-Jul-15...........101,50 ......... 10,00 ................10,15 ...............9,66 ............10,13................idAA+
Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap I Tahun 2014 Seri A ..............................01-Jul-15...........101,75 ............0,50 .................. 0,51 ...............9,19 ............10,00................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 Seri A .............................01-Jul-15...........100,25 ......... 10,00 ................10,03 ...............8,27 ..............8,55................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap I Tahun 2014 Seri B ..............................01-Jul-15...........102,50 ......... 10,00 ................10,25 ...............9,60 ............10,30................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 Seri C ............................30-Jun-15...........100,60 ......... 10,00 ................10,06 ...............9,84 ............10,00................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I OCBC NISP Tahap II Tahun 2015 Seri C ......................01-Jul-15...........101,20 ............0,50 .................. 0,51 ...............9,27 ..............9,80................idAAA
Obligasi Negara Republik Indonesia Seri ORI009 ..............................................01-Jul-15.............98,80 ............0,40 .................. 0,40 .............10,70 ..............6,25..........................Obligasi Negara Republik Indonesia Seri ORI010 ..............................................01-Jul-15...........100,15 ............1,00 .................. 1,00 ...............8,38 ..............8,50..........................Obligasi Negara Ritel Seri ORI011.......................................................................01-Jul-15...........100,50 ............0,05 .................. 0,05 ...............8,26 ..............8,50..........................SBSN RI Seri PBS006.............................................................................................01-Jul-15.............99,80 ............2,00 .................. 2,00 ......................- .................... -..........................Obligasi I Pupuk Indonesia Tahun 2014 Seri B ....................................................01-Jul-15...........101,50 ......... 10,00 ................10,15 ...............9,49 ..............9,95............AAA(idn)
Obligasi Berkelanjutan I Bank Panin Tahap I Tahun 2012 ...................................01-Jul-15.............97,50 ......... 10,00 .................. 9,75 ...............9,30 ..............8,15..................idAA
Sukuk Ijarah TPS Food I Tahun 2013 ....................................................................01-Jul-15.............97,97 ............1,50 .................. 1,47 .............11,11 .................... -...............idA-(sy)
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Adira Finance Tahap I Tahun 2015 Seri A......01-Jul-15...........100,00 ............3,50 .................. 3,50 ......................- .................... -..........idAAA(sy)
Sukuk Mudharabah I Bank Nagari Tahun 2010 ...................................................01-Jul-15...........100,97 ............1,00 .................. 1,01 ......................- .................... -................idA(sy)
Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN12150710............................................01-Jul-15.............99,90 ......... 20,00 ................19,98 ...............8,45 .................... -..........................Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN12150806............................................01-Jul-15.............99,49 ............3,49 .................. 3,47 ...............5,50 .................... -..........................Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN12150903............................................01-Jul-15.............98,87 ......... 50,00 ................49,43 ...............6,75 .................... -..........................Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN12151001............................................01-Jul-15.............98,47 ......... 36,35 ................35,80 ...............6,50 .................... -..........................Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN12151105............................................01-Jul-15.............97,76 ......... 50,00 ................48,88 ...............6,70 .................... -..........................Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN12160304............................................01-Jul-15.............95,94 .......100,00 ................95,94 ...............6,30 .................... -..........................Surat Berharga Syariah Negara Seri SPNS08102015.........................................01-Jul-15.............98,22 ......... 50,00 ................49,11 ...............6,80 .................... -..........................Surat Berharga Syariah Negara Seri SPN-S 11092015.......................................01-Jul-15.............98,72 ......... 50,00 ................49,36 ...............6,75 .................... -..........................Sukuk Negara Ritel Seri SR-004 ...........................................................................01-Jul-15.............98,90 ............0,05 .................. 0,05 .............11,41 .................... -..........................Sukuk Negara Ritel Seri SR-005 ...........................................................................01-Jul-15.............98,00 ............0,30 .................. 0,29 ...............9,22 .................... -..........................Sukuk Negara Ritel Seri SR-006 ...........................................................................01-Jul-15...........101,13 ......... 66,00 ................66,75 ...............8,03 .................... -..........................Sukuk Negara Ritel Seri SR-007 ...........................................................................01-Jul-15...........100,00 ............0,25 .................. 0,25 ...............8,25 ..............8,25..........................Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 ................................................01-Jul-15...........103,00 ............2,00 .................. 2,06 .............11,30 ............12,25.....................idA
Obligasi Berkelnjutan I WOM Finance Tahap I Tahun 2014 Seri B.....................01-Jul-15.............99,00 ............0,25 .................. 0,25 .............11,60 ............11,00..............AA(idn)
Obligasi Berkelanjutan I ADHI Tahap I Tahun 2012 Seri A ..............................................-.............94,99 ..................- .........................- ......................- ..............9,35.....................idA
Obligasi Berkelanjutan I ADHI Tahap II Tahun 2013 Seri A ..............................................-.............95,00 ..................- .........................- ......................- ..............8,10.....................idA
Obligasi Berkelanjutan I ADHI Tahap I Tahun 2012 Seri B................................................-.............97,19 ..................- .........................- ......................- ..............9,80.....................idA
Obligasi Berkelanjutan I ADHI Tahap II Tahun 2013 Seri B...............................................-.............86,59 ..................- .........................- ......................- ..............8,50.....................idA
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I ADHI Tahap I Tahun 2012........................................-.............97,48 ..................- .........................- ......................- .................... -................idA(sy)
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I ADHI Tahap II Tahun 2013.......................................-...........100,00 ..................- .........................- ......................- .................... -................idA(sy)
Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap III Tahun 2012 Seri B......-.............99,88 ..................- .........................- ......................- ..............7,75................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I Adira Dinamika Multi Finance Tahap I Tahun 2011 Seri C ......-.............99,96 ..................- .........................- ......................- ..............9,00................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Adira Finance Tahap IV Tahun 2014 Seri A ..............................-...........100,77 ..................- .........................- ......................- ..............9,60................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Adira Finance Tahap IV Tahun 2014 Seri B...............................-...........102,25 ..................- .........................- ......................- ............10,50................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Adira Finance II Tahun 2013 Seri C...........................................-...........104,95 ..................- .........................- ......................- ............11,00................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Adira Finance Tahap III Tahun 2014 Seri C ...............................-......................- ..................- .........................- ......................- ............10,75................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Adira Finance Tahap IV Tahun 2014 Seri C ..............................-...........104,00 ..................- .........................- ......................- ............10,75................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Adira Finance Tahap I Tahun 2013 Seri D.................................-.............99,20 ..................- .........................- ......................- ..............8,90................idAAA
Obligasi Berkelanjutan III Adira Finance Tahap I Tahun 2015 Seri B ................................-......................- ..................- .........................- ......................- ............10,25................idAAA
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Adira Finance Tahap II Tahun 2014 Seri B ..............-......................- ..................- .........................- ......................- .................... -..........idAAA(sy)
Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 ........................................................................-...........100,00 ..................- .........................- ......................- ..............9,80................A-(idn)
Obligasi TPS Food I Tahun 2013 ........................................................................................-.............97,03 ..................- .........................- ......................- ............10,25....................idAObligasi I AKR Corporindo Tahun 2012 Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri A................-.............95,50 ..................- .........................- ......................- ..............8,40.................idAAObligasi I AKR Corpindo Tahun 2012 Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri B ...................-.............93,50 ..................- .........................- ......................- ..............8,75.................idAAObligasi Berkelanjutan I Sumber Alfaria Trijaya Tahap II Tahun 2015 Seri A ...................-...........100,00 ..................- .........................- ......................- ..............9,70.............AA-(idn)
Obligasi Berkelanjutan I Sumber Alfaria Trijaya Tahap II Tahun 2015 Seri B ...................-...........100,00 ..................- .........................- ......................- ............10,00.............AA-(idn)
Obligasi Berkelanjutan I Sumber Alfaria Trijaya Tahap I Tahun 2014 ...............................-.............98,50 ..................- .........................- ......................- ............10,50.............AA-(idn)
Obligasi Berkelanjutan I ANTAM Tahap I Tahun 2011 Seri A ..........................................-.............94,37 ..................- .........................- ......................- ..............8,38.....................idA
Obligasi Berkelanjutan I ANTAM Tahap I Tahun 2011 Seri B ..........................................-.............89,15 ..................- .........................- ......................- ..............9,05.....................idA
Obligasi I Agung Podomoro Land Tahun 2011 Seri B ......................................................-...........101,74 ..................- .........................- ......................- ............11,00.....................idA
Obligasi Berkelanjutan I Agung Podomoro Land Tahap II Tahun 2014 ...........................-.............99,50 ..................- .........................- ......................- ............12,25.....................idA
Obligasi Berkelanjutan I Agung Podomoro Land Tahap III Tahun 2014 ..........................-.............99,85 ..................- .........................- ......................- ............12,50.....................idA
Obligasi Berkelanjutan I Agung Podomoro Land Tahap IV Tahun 2015 ("Obligasi") .....-...........100,00 ..................- .........................- ......................- ............11,25.....................idA
Obligasi APOL II Tahun 2008 Seri A...................................................................................-.............36,10 ..................- .........................- ......................- ............12,00.....................idD
Obligasi APOL II Tahun 2008 Seri B ...................................................................................-...............6,00 ..................- .........................- ......................- ............12,50.....................idD
Obligasi Berkelanjutan I Astra Sedaya Finance
Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2013 Seri B...............................................-.............99,35 ..................- .........................- ......................- ..............7,75................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I Astra Sedaya Finance Tahap I Tahun 2012 Seri C.....................-.............97,50 ..................- .........................- ......................- ..............8,60................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Astra Sedaya Finance
dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap IV Tahun 2014 Seri A ..............................................-...........100,35 ..................- .........................- ......................- ..............9,60............AAA(idn)
Obligasi Berkelanjutan II Astra Sedaya Finance
Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2013 Seri B................................................-...........100,17 ..................- .........................- ......................- ..............9,50................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Astra Sedaya Finance
dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2014 SeriB ................................................-...........102,15 ..................- .........................- ......................- ............10,50............AAA(idn)
Obligasi Berkelanjutan II Astra Sedaya Finance
dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap IV Tahun 2014 Seri B...............................................-...........101,50 ..................- .........................- ......................- ............10,50............AAA(idn)
Obligasi Berkelanjutan II Astra Sedaya Finance
Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Thn 2013 Seri C ....................................................-.............99,10 ..................- .........................- ......................- ..............7,75................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Astra Sedaya Finance
Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2013 Seri C................................................-...........100,08 ..................- .........................- ......................- ..............9,75................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II Astra Sedaya Finance
dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2014 SeriC ................................................-...........102,65 ..................- .........................- ......................- ............10,60............AAA(idn)
Obligasi Subordinasi Bank Capital I Tahun 2014 Dengan Tingkat Bunga Tetap.............-...........100,05 ..................- .........................- ......................- ............12,00................idBBBObligasi I Bank UOB Indonesia Tahun 2015 Seri A ...........................................................-...........100,35 ..................- .........................- ......................- ..............8,60............AAA(idn)
Obligasi I Bank UOB Indonesia Tahun 2015 Seri B ...........................................................-...........100,55 ..................- .........................- ......................- ..............9,40............AAA(idn)
Obligasi I Bank UOB Indonesia Tahun 2015 Seri C ...........................................................-...........100,10 ..................- .........................- ......................- ..............9,60............AAA(idn)
Obligasi Subordinasi I Bank UOB Indonesia Tahun 2014 .................................................-...........100,00 ..................- .........................- ......................- ............11,35..............AA(idn)
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Bukopin Tahap I Tahun 2012........................-.............91,76 ..................- .........................- ......................- ..............9,25.....................idA
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Bukopin Tahap I Tahun 2015.......................-......................- ..................- .........................- ......................- ............12,00....................idASukuk Subordinasi Mudharabah Berkelanjutan I Bank Muamalat Tahap I Tahun 2012 ..-...........100,00 ..................- .........................- ......................- .................... -................idA(sy)
Sukuk Subordinasi Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II Bank Muamalat Tahun 2013 -.............80,62 ..................- .........................- ......................- .................... -................idA(sy)
Obligasi I Bank Riau Kepri Tahun 2011 ..............................................................................-...........101,00 ..................- .........................- ......................- ............10,40.................A(idn)
Obligasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2012...................................................-.............85,80 ..................- .........................- ......................- ..............7,90..................idAA
Obligasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2013 ..................................................-.............88,82 ..................- .........................- ......................- ..............7,90..................idAA
Obligasi XII Bank BTN Tahun 2006 ....................................................................................-...........102,56 ..................- .........................- ......................- ............12,75..................idAA
Obligasi XIV Bank BTN Tahun 2010...................................................................................-...........100,85 ..................- .........................- ......................- ............10,25..................idAA
Obligasi XV Bank BTN Tahun 2011....................................................................................-...........100,02 ..................- .........................- ......................- ..............9,50..................idAA
Obligasi Berkelanjutan I BCA Finance
Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2013 Seri B................................................-.............98,85 ..................- .........................- ......................- ..............7,50................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I BCA Finance
Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Thn 2014 Seri B ..................................................-...........101,53 ..................- .........................- ......................- ............10,00................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I BCA Finance
Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2013 Seri C................................................-.............96,45 ..................- .........................- ......................- ..............7,60................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I BCA Finance Tahap I Tahun 2012 Seri D ...................................-.............98,00 ..................- .........................- ......................- ..............7,70................idAAA

SUKU BUNGA DASAR KRED T


%

R US$

N m

20 5 %

3B

6B

Bond ID

Maturity

Freq.

Tot. Vol.

Tot. Val.*)

(Bio) IDR

(Bio) IDR

..................... 4,95
................... 50,77
..................... 5,62
................... 19,91
................. 100,00
..................... 2,01

M
M
M
M
M
M
M
M
M
M

SUKU BUNGA ANTARBANK


2B

T B

J BOR R

O
ON

7H

R
B

20 5

3B

6B

2B

7 Hari

1 Bln

3 Bln

6 Bln

12 Bln

7 Hari

1 Bln

3 Bln

6 Bln

12 Bln

M N
mm w
m

m
m

M
M
N
O
O

m
O

m
m

M
M
M

O
M

S
B

3B

JIBID Rp (Kuotasi Individu Bid Rate)

6B

m
m

2B

B
M N
mm w
m

M
N m

3B

6B

2B

M
m

m
M
M

m m M
m
m
N

m
N

Last

JIBOR Rp (Kuotasi Individu Offer Rate) O/N

M
M
M
M
M
M
M
N
N
O

Low

%
%
%

m
m

High

M
M

Rating

M
M

M N

Coupon

ADMF01CCN3 ..........................................27-Sep-17 ............98,90 ...........98,90 ...........98,90 ...........1.................5,00


ADMF02BCN2 ..........................................24-Okt-16 ..........101,65 .........101,40 .........101,65 ...........5...............50,00
ADMF02BCN3 ..........................................14-Mei-17 ..........102,45 .........102,20 .........102,45 ...........2.................5,50
ADMF02CCN1 ..........................................01-Mar-16 ............99,60 ...........99,45 ...........99,60 ...........4...............20,00
ADMF03ACN1 ..........................................30-Jun-18 ..........100,00 .........100,00 .........100,00 ...........2.............100,00
ADMFSM1ACN2 ......................................22-Nop-15 ..........100,59 .........100,57 .........100,57 ...........2.................2,00
APLN01CN1 .............................................27-Jun-18 ............98,44 ...........98,42 ...........98,44 ...........

Yield

RINGKASAN TRANSAKSI HARIAN OBLIGASI

(Bio) IDR

Daftar ringkasan transaksi obligasi yang dilaporkan melalui BEI pada 1 Juli 2015.

Value

IDR

Obligasi Berkelanjutan II BCA Finance


Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2015 Seri A ................................................-...........100,27 ..................- .........................- ......................- ..............8,25................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II BCA Finance
Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2015 Seri B.................................................-.............98,30 ..................- .........................- ......................- ..............8,50................idAAA
Obligasi Berkelanjutan II BCA Finance
Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2015 Seri C.................................................-.............98,90 ..................- .........................- ......................- ..............9,00................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I MNC Kapital Indonesia Tahap I
Tahun 2013 Dengan Tingkat Bunga Tetap ........................................................................-...........100,03 ..................- .........................- ......................- ............12,00.................idBBB
Obligasi Subordinasi II Bank DKI Tahun 2011....................................................................-...........101,37 ..................- .........................- ......................- ............11,00...................idA+
Obligasi VI Bank DKI Tahun 2011 Seri B............................................................................-...........101,30 ..................- .........................- ......................- ..............9,90.................idAAObligasi II Bank Danamon Tahun 2010 Seri B ...................................................................-...........100,35 ..................- .........................- ......................- ..............9,00................idAAA
Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank I Tahap I Tahun 2011 Seri B .......................-...........102,52 ..................- .........................- ......................- ..............7,75................idAAA
Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank I Tahap I Tahun 2011 Seri C .......................-.............96,35 ..................- .........................- ......................- ..............8,50................idAAA
Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank II Tahap III Tahun 2014 Seri A ....................-...........100,00 ..................- .........................- ......................- ..............8,25................idAAA
Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank II Tahap IV Tahun 2015 Seri A....................-......................- ..................- .........................- ......................- ..............9,25................idAAA
Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank II Tahap V Tahun 2015 ("Obligasi") Seri A -...........100,21 ..................- .........................- ......................- ..............8,25................idAAA
Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank II Tahap I Tahun 2014 Seri B ......................-.............99,55 ..................- .........................- ......................- ..............8,50................idAAA
Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank II Tahap III Tahun 2014 Seri B ....................-.............99,50 ..................- .........................- ......................- ..............9,25................idAAA
Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank II Tahap IV Tahun 2015 Seri B....................-......................- ..................- .........................- ......................- ..............9,75................idAAA
Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank II Tahap III Tahun 2014 Seri C ....................-...........100,42 ..................- .........................- ......................- ..............9,75................idAAA
Obligasi Brkelanjutan Indonesia Eximbank II Tahap V Tahun 2015 ("Obligasi") Seri C ..-...........101,50 ..................- .........................- ......................- ..............9,50................idAAA
Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank II Tahap II Tahun 2014 ................................-......................- ..................- .........................- ......................- ..............9,25................idAAA
Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank II Tahap I Tahun 2014 Seri D......................-...........101,65 ..................- .........................- ......................- ..............9,75................idAAA
Obligasi Bank Ekspor Indonesia IV Tahun 2009 Seri D.....................................................-...........104,20 ..................- .........................- ......................- ............12,75................idAAA
Obligasi Indonesia Eximbank I Tahun 2010 Seri C ...........................................................-...........100,04 ..................- .........................- ......................- ..............9,60................idAAA
Obligasi Indonesia Eximbank I Tahun 2010 Seri D...........................................................-...........101,58 ..................- .........................- ......................- ............10,00................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I BFI Finance Indonesia Tahap II Tahun 2013 Seri C ...................-.............99,85 ..................- .........................- ......................- ..............9,00...............A+(idn)
Obligasi Berkelanjutan II BFI Finance Indonesia Tahap II Tahun 2015 Seri A ..................-.............99,84 ..................- .........................- ......................- ..............9,88...............A+(idn)
Obligasi Berkelanjutan II BFI Finance Indonesia Tahap I Tahun 2014 Seri B....................-......................- ..................- .........................- ......................- ............11,00...............A+(idn)
Obligasi Berkelanjutan II BFI Finance Indonesia Tahap II Tahun 2015 Seri B...................-......................- ..................- .........................- ......................- ............10,50...............A+(idn)
Obligasi Berkelanjutan II BFI Finance Indonesia Tahap I Tahun 2014 Seri C ...................-...........102,30 ..................- .........................- ......................- ............11,50...............A+(idn)
Obligasi Berkelanjutan II BFI Finance Indonesia Tahap II Tahun 2015 Seri C...................-...........100,00 ..................- .........................- ......................- ............10,88...............A+(idn)
Obligasi I BII Finance Tahun 2012 Seri C............................................................................-.............99,05 ..................- .........................- ......................- ..............8,00............AA+(idn)
Obligasi II BII Finance Tahun 2013 Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri A.........................-.............99,05 ..................- .........................- ......................- ..............7,75............AA+(idn)
Obligasi II BII Finance Tahun 2013 Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri B.........................-.............95,00 ..................- .........................- ......................- ..............8,25............AA+(idn)
Obligasi I Bima Multi Finance Tahun 2013 Seri B ..............................................................-...........100,00 ..................- .........................- ......................- ............11,65.............(Idr)BBB
Obligasi VII Bank Jabar Banten Tahun 2011 Seri B...........................................................-...........100,95 ..................- .........................- ......................- ............10,20.................idAAObligasi VII Bank Jabar Banten Tahun 2011 Seri C...........................................................-...........102,25 ..................- .........................- ......................- ............10,40.................idAAObligasi III Bank Lampung Tahun 2012..............................................................................-.............97,53 ..................- .........................- ......................- ..............9,45....................idAObligasi Berlian Laju Tanker III Tahun 2007 .......................................................................-.............10,00 ..................- .........................- ......................- ............10,35.....................idD
Obligasi Berlian Laju Tanker IV Tahun 2009 Seri B ............................................................-.............10,00 ..................- .........................- ......................- ............15,50.....................idD
Obligasi Berlian Laju Tanker IV Tahun 2009 Seri C............................................................-.............12,53 ..................- .........................- ......................- ............16,25.....................idD
Obligasi I Bank Maluku Tahun 2011 Seri C ........................................................................-...........101,89 ..................- .........................- ......................- ............10,70.................A(idn)
Obligasi Subordinasi Rupiah Bank Mandiri I Tahun 2009 .................................................-...........103,75 ..................- .........................- ......................- ............11,85................idAA+
Obligasi Global Mediacom I Tahun 2012 Seri A................................................................-...........102,01 ..................- .........................- ......................- ..............9,75...................idA+
Obligasi Global Mediacom I Tahun 2012 Seri B ................................................................-...........101,00 ..................- .........................- ......................- ............10,50...................idA+
Obligasi Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga Tahap I Tahun 2012
Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri A..................................................................................-.............99,68 ..................- .........................- ......................- ..............7,35................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga Tahap I Tahun 2012
Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri B ..................................................................................-.............97,15 ..................- .........................- ......................- ..............7,75................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga Tahap II Tahun 2013
Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri B ..................................................................................-.............98,00 ..................- .........................- ......................- ..............9,15................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga Tahap II Tahun 2013
Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri C ..................................................................................-.............98,50 ..................- .........................- ......................- ..............9,75................idAAA
Obligasi Subordinasi I Bank CIMB Niaga Tahun 2010 ......................................................-...........101,50 ..................- .........................- ......................- ............11,30..............AA(idn)
Obligasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap I Tahun 2011 Seri B ...........................................-.............99,70 ..................- .........................- ......................- ..............8,75................idAAA
Obligasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap II Tahun 2012 Seri B ..........................................-.............98,10 ..................- .........................- ......................- ..............8,00................idAAA
Obligasi Subordinasi I Bank BII Tahun 2011 ......................................................................-...........101,75 ..................- .........................- ......................- ............10,75................idAA+
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap I Tahun 2011 .................................-...........100,03 ..................- .........................- ......................- ............10,00................idAA+
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap II Tahun 2012.................................-...........100,00 ..................- .........................- ......................- ..............9,25................idAA+
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank BII Tahap I Tahun 2014.................................-...........100,02 ..................- .........................- ......................- ............11,35..................idAA
Obligasi Berkelanjutan I Bank Permata Tahap I Tahun 2013 Seri B .................................-...........101,75 ..................- .........................- ......................- ............10,50................idAAA
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Permata Tahap I Tahun 2012 .......................-.............94,75 ..................- .........................- ......................- ..............8,90................idAA+
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Permata Tahap I Tahun 2013.......................-...........108,71 ..................- .........................- ......................- ............12,00................idAA+
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Permata Tahap II Tahun 2014......................-...........107,35 ..................- .........................- ......................- ............11,75..................idAA
Obligasi I Bank NTT Tahun 2011 Seri C .............................................................................-...........100,64 ..................- .........................- ......................- ............10,80....................idAObligasi I Bank NTT Tahun 2011 Seri D .............................................................................-...........110,00 ..................- .........................- ......................- ............11,50....................idAObligasi Batavia Prosperindo Finance I Tahun 2013
Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri B ..................................................................................-...........100,00 ..................- .........................- ......................- ..............9,50.................idBBB
Obligasi Batavia Prosperindo Finance I Tahun 2013
Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri C ..................................................................................-.............99,73 ..................- .........................- ......................- ............10,75.................idBBB
Obligasi I Brantas Abipraya Tahun 2015............................................................................-...........100,01 ..................- .........................- ......................- ............11,50..............idBBB+
Obligasi Subordinasi I Bank Nagari Tahun 2010 ...............................................................-.............99,50 ..................- .........................- ......................- ............10,90....................idAObligasi Subordinasi II Bank Nagari Tahun 2012 ..............................................................-.............96,59 ..................- .........................- ......................- ............10,15....................idAObligasi VI Bank Nagari Tahun 2010..................................................................................-...........100,31 ..................- .........................- ......................- ..............9,88....................idAObligasi Berkelanjutan I Bumi Serpong Damai Tahap I Tahun 2012 Seri A.....................-...........100,29 ..................- .........................- ......................- ..............8,00.................idAAObligasi Berkelanjutan I Bumi Serpong Damai Tahap I Tahun 2012 Seri B .....................-.............98,86 ..................- .........................- ......................- ..............9,25.................idAAObligasi Berkelanjutan I Bumi Serpong Damai Tahap I Tahun 2012 Seri C .....................-...........100,00 ..................- .........................- ......................- ..............9,50.................idAA-

SUKU BUNGA DEPOS TO

Price

Vol. (Bio)

2 Ju 20 5

M
M
N
O
O

W
mm w
M

N
M
m
N

mm m
m
m

B
m

m
2

m
m

m
m

m
m

SBDK
m
@
m
02 5 90 025

Penjaminan LPS 15 Mei 2015 s/d 14 September 2015 (Dalam %)

O/N

21

A S U R A N S I & P E M B I AYA A N

Kamis, 2 Juli 2015

GUGAT JAMINAN PENSIUN

KECELAKAAN PESAWAT HERCULES

Asabri & Bumiputera


Tanggung Klaim
JAKARTA PT Asuransi Sosial Angkatan
Bersenjata Republik Indonesia dan Asuransi Jiwa
Bersama Bumiputera 1912 memastikan akan
membayar pertanggungan dan santunan bagi
prajurit yang tewas dalam kecelakaan Hercules
C-130B di Medan.
Anggara Pernando
anggara.pernando@bisnis.com

Masriadi, Sekretaris Perusahaan


PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri),
menuturkan pihaknya telah menyiapkan uang pertanggungan bagi
seluruh prajurit yang menjadi korban.
Namun, dia belum dapat memperkirakan jumlah uang yang akan
dibayarkan. Meski demikian dia
menegaskan berapapun klaim yang
masuk akan dibayar. Menurutnya,
besaran santunan akan diketahui
setelah keluarnya surat dari Panglima TNI tentang jumlah prajurit
yang menjadi korban.
Kami turut berduka, setiap prajurit yang tewas akan menerima
santunan Rp100 juta sesuai peraturan, kata Masriadi kepada Bisnis di
Jakarta, Rabu (1/7).
Dia menuturkan pertanggungan
asuransi yang dibayar Asabri hanya
untuk prajurit. Adapun bagi keluarga prajurit ataupun masyarakat
sipil yang menumpang di pesawat,
perusahaan hanya akan memberikan santunan untuk membantu pemakaman.
Asuransi umum yang akan memberikan pertanggungan bagi prajurit
dan kru pesawat yakni Asuransi
Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera
1912.
Madjdi Ali, Direktur Utama AJB
Bumiputera, menjelaskan perusahaannya menanggung prajurit TNI

Angkatan Udara yang menjadi korban untuk produk natural death.


Menurutnya, untuk pilot uang pertanggungannya Rp250 juta, copilot
Rp200 juta sedangkan prajurit dan
pegawai di lingkungan TNI AU akan
mendapatkan santunan Rp25 juta.
Pertanggungan hanya terbatas di
lingkungan TNI AU, kata Madjdi.
Puspita Pratiwi, Kepala Komunikasi AJB Bumiputera menjelaskan
selain menerima pertanggungan,
anak prajurit yang menjadi korban
juga akan mendapatkan beasiswa
pendidikan.
Budi Sulistijo, Sekretaris Perusahaan PT Jasa Raharja, menjelaskan
para penumpang sipil tidak dapat
menerima santunan dari perusahaan. Hal itu didasarkan pada peraturan yang ada.
Jasa Raharja menjamin penumpang umum yang diangkut penerbangan reguler, katanya.
Jika penerbangan reguler, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 77/2011 Pasal 3 butir
A, penumpang yang meninggal
dunia dalam pesawat sipil karena kecelakaan atau kejadian yang
semata-mata ada hubungan dengan
pengangkutan udara diberikan ganti
kerugian Rp1,25 miliar per penumpang.
Pada Selasa (30/6), setelah
lepas landas dari Pangkalan Udara
Soewondo, Medan, pesawat Hercules
C-130B dengan nomor penerbangan
A-1310 jatuh menimpa permukiman warga. Berdasarkan pernyataan

Petikan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM 77


Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara
Pasal 3
Jumlah ganti kerugian terhadap penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap atau
luka-luka sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a ditetapkan sebagai berikut :
a. penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena akibat
kecelakaan pesawat udara atau kejadian yang semata-mata ada hubungannya
dengan pengangkutan udara diberikan ganti kerugian sebesar
Rp.1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) per penumpang.
b. penumpang yang meninggal dunia akibat suatu kejadian yang sematamata ada hubungannya dengan pengangkutan udara pada saat proses
meninggalkan ruang tunggu bandar udara menuju pesawat udara atau
pada saat proses turun dari pesawat udara menuju ruang kedatan
gan di bandar udara tujuan dan/atau bandar udara persinggahan (transit) diberikan ganti kerugian sebesar
Rp. 500.000.000,0
Sumber: Kementerian Perhubungan

BISNIS/TUTUN PURNAMA

Setiap prajurit yang tewas dalam kecelakaan itu


akan menerima santunan
Rp100 juta dari Asabri.
Penumpang yang
meninggal dunia dalam
pesawat sipil dalam penerbangan reguler akibat
kecelakaan diberikan
ganti kerugian Rp1,25
miliar.
resmi militer terdapat 12 kru dan
101 penumpang di dalam pesawat.
Jumlah peserta Asabri hingga
Desember 2014 tercatat sekitar 1,1
juta orang. Berdasarkan laporan
keuangan perusahaan hingga akhir
tahun perusahaan memiliki aset
Rp11,98 triliun jumlah ini meningkat dari capaian sebelumnya Rp9,50
triliun.
Pendapatan perusahaan sepanjang
2014 sebesar Rp2,12 triliun. Dari
jumlah ini Rp970,62 miliar merupakan pendapatan premi, sedangkan
sisanya Rp1,14 triliun merupakan
hasil investasi serta Rp12,84 miliar
tergolong pendapatan lainnya.
Tahun lalu beban perusahaan tercatat Rp1,88 triliun dengan perincian Rp1,74 triliun untuk pembayaran
klaim dan manfaat serta Rp133,13
miliar untuk biaya umum dan
administrasi. Tahun lalu perusahaan
memperoleh laba operasi Rp247,22
miliar, sedangkan laba komprehensif setelah ditambahkan pendapatan
lainnya menjadi Rp527,42 miliar.

AIRASIA
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan
Malang menyatakan klaim asuransi sebagian besar korban AirAsia
QZ8501 yang jatuh pada Desember
2014, asal Malang sudah dibayar.
Tinggal sebagian kecil ahli waris
yang belum mengajukan klaim
karena berbagai alasan.
Kepala Kantor OJK Malang Indra
Krisna mengatakan sebagian klaim
asuransi belum dibayar karena
belum ada pengajuan klaim. Dia
menduga ahli waris korban AirAsia
belum mengajukan klaim karena
kesulitan menentukan siapa yang
paling berhak penerima.
Kesulitan itu terutama dialami
bagi korban yang kehilangan keluarga inti. Jadi suami-istri serta
anak semuanya menjadi korban,
kata Indra di Malang, Selasa (30/6).
Jika pun tersisa anak, katanya,
masih tidak mudah. Hal itu terjadi
jika anak korban lebih dari satu
sehingga harus dipilih siapa yang
dinyatakan berhak. (k24)

ASURANSI PERTANIAN

Petani menanam

padi di Kabupaten Gowa,


Sulawesi Selatan, belum
lama ini. Kementerian
Pertanian tengah
memfinalisasi beleid
turunan mengenai
pelaksanaan asuransi
pertanian yang akan
diterbitkan dalam bentuk
Peraturan Menteri
Pertanian.
Bisnis/Paulus Tandi Bone

PEMBIAYAAN ELEKTRONIK

Home Credit Incar Rp600 Miliar


JAKARTA Perusahaan pembiayaan PT Home Credit Indonesia
menargetkan dapat meraup pembiayaan baru hingga Rp600 miliar
sampai akhir tahun ini.
Jaroslav Gaisler, Direktur Home
Credit Indonesia, mengatakan target
tersebut dipatok setelah pembiayaan
smartphone terus meningkat serta
adanya rencana ekspansi jaringan
pembiayaan.
Kami berencana ekspansi kota,
selain itu brand Samsung dapat memacu empat kali pembiayaan kami
sampai saat ini, katanya, Rabu
(1/7).
Sejauh ini, kata Gaisler, pihaknya
meraup rata-rata pembiayaan Rp40
miliar45 miliar per bulan. Sampai
akhir tahun ini, dia menargetkan
dapat bertambah hingga Rp60 miliar
per bulan.
Dia mengatakan pembiayaan
smartphone masih mendominasi
portofolio perusahaannya hingga 80%, sedangkan 20% sisanya
merupakan pembiayaan furnitur
dan lain-lain. Perusahaan yang baru
menjalankan bisnisnya di Indonesia
pada 2012 ini juga mengandalkan
produk baru yakni easy cover untuk
menarik pembiayaan baru.

Gaisler menjelaskan easy cover


merupakan program yang memberikan proteksi dari kerusakan atau
kecelakaan berupa cairan kepada
barang elektronik nasabah, seperti smartphone, laptop, dan tablet.
Produk hasil kerja sama dengan
Tecprotec itu dinamakan Accidental
and Liquid Damage (ADLD).
Dia menuturkan pihaknya mendapatkan suntikan modal dari induk
usaha PPF Group sebesar Rp440
miliar untuk rencana ekspansi,
belanja modal teknologi informasi
dan pembiayaan tahun ini.
Sampai akhir tahun kami harapkan suntikan modal bertambah jadi
Rp600 miliar, katanya.
Gaisler mengatakan pihaknya
menjangkau seluruh nasabah dari
berbagai tingkat ekonomi, mulai
dari nasabah yang bankable maupun yang yang tidak bankable.
Tahun ini, komposisi nasabah
bankable mencapai 65% sedangkan
nasabah unbankable mencapai 35%.
Kendati banyak nasabah yang belum
memiliki pengalaman mengambil
kredit, Gaisler mengatakan rasio
kredit bermasalah perusahaannya
cenderung rendah di angka 0,9%.
Kami tetap berhati-hati, tetapi

salah satu caranya kami memberikan edukasi literasi keuangan kepada nasabah sehingga risiko pembiayaan bisa ditekan, ujarnya.
Saat ini, pihaknya memiliki lebih
dari 78.000 pelanggan dan 1.000
titik penjualan. Home Credit juga
menyediakan pembiayaan pinjaman
langsung non-tunai di gerai ritel
kepada nasabah.
Asosiasi Perusahaan Pembiayaan
Indonesia sebelumnya memperkirakan pertumbuhan aset industri pembiayaan sepanjang semester I/2015
berada di kisaran 5%9% atau lebih
rendah dari pertumbuhan semester
I/2014 sebesar 14%.
Suwandi Wiratno, Ketua APPI
mengatakan beberapa faktor seperti
menurunnya penjualan kendaraan
bermotor sejak awal tahun, masih
belum membaiknya sektor komoditas serta melambatnya perekonomian Indonesia membuat pertumbuhan aset masih berada di kisaran
moderat sampai semester I/2015.
Dengan beberapa faktor itu
mungkin pertumbuhan masih
tertekan di bawah 10%, kemungkinan sama dengan pertumbuhan
aset April 2015 sebesar 7% year on
year, katanya. (Irene Agustine)

Bisnis/Dedi Gunawan

Pekerja menjahit

pakaian di sebuah pabrik garmen di


Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu. Kalangan buruh
berencana akan berunjuk rasa menggugat penetapan program
Jaminan Pensiun BPJS Ketenagarakerjaan yang secara resmi

beroperasi 1 Juli 2015. Mereka memprotes sikap pemerintah


yang menetapkan iuran BPJS Ketenagakerjaan Jaminan
Pensiun sebesar 3% dari gaji pekerja.

TARGET HASIL INVESTASI

BPJS Ketenagakerjaan
Bidik Rp21 Triliun
JAKARTA Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial Ketenagakerjaan optimistis mampu merealisasikan target hasil investasi Rp21 triliun sepanjang tahun ini, atau naik 16,67%
dari realisasi 2014 sebesar Rp18 triliun.
Sepanjang semester I/2015, BPJS
Ketenagakerjaan yakin bisa merealisasikan hasil investasi sekitar Rp10,5
triliun. Pasalnya, per kuartal I/2015,
BPJS telah mendapatkan hasil investasi senilai Rp5,45 triliun.
Capaian tersebut tercatat tumbuh
dibandingkan hasil investasi pada
kuartal I/2014 yang berkisar Rp3
triliunRp4 triliun.
Masih bagus, kami optimistis
dapat melewati target hasil investasi
semester I/2015. Belum ada niatan
untuk mengubah strategi investasi,
tidak akan ada yang berubah signifikan, kata Direktur Investasi BPJS
Ketenagakerjaan Jeffry Haryadi di
Cilacap, Selasa (30/6).
Saat ini portofolio BPJS Ketenagakerjaan mencakup deposito 25%,
surat utang negara 45%, saham
19%, reksadana 7%, dan sisanya dialokasikan ke properti serta
penyertaan.
Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan
fokus untuk mencapai dua tujuan
yaitu mengejar target hasil investasi dan mengimplementasikan stra-

tegi investasi dengan menyesuaikan


durasi aset dan liabilitas.
Berdasarkan regulasi yang baru,
kami harus menyesuaikan durasi
antara aset dan liabilitas. Misalkan,
jika kami memiliki utang dengan
jangka lima tahun, kami juga harus
punya aset dengan jangka waktu
yang sama, katanya.
Sebelumnya, proporsi portofolio
didominasi deposito sekitar 28%30%, surat utang sebesar 45% (4446), saham 18%, reksadana 8%, dan
properti 1%2%.

INVESTASI PROPERTI
Dengan keluarnya peraturan
pemerintah (PP) No.99/2013 tentang pengelolaan aset Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan diperbolehkan untuk meningkatkan total alokasi investasi
properti maksimal hingga 30%, dari
sebelumnya sebesar 5%.
Jika dirinci, alokasi investasi properti tersebut terdiri dari investasi
langsung sebesar 10%, dan 20% sisanya investasi tidak langsung.
Pada tahun ini, saya rasa alokasinya hanya akan meningkat
maksimal 5%. Kami harus melihat situasi makro terlebih dahulu
dan penyerapan dana itu sendiri
oleh developer. Mereka [developer]
hanya mampu membangun rumah

sekitar 400.000 setiap tahunnya,


katanya.
Hingga 1 Juli 2015, BPJS Ketenagakerjaan beroperasi penuh dengan
empat program yakni Jaminan Kematian (JK), Jaminan Kecelakaan
Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT),
dan Jaminan Pensiun.
Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan
telah menyiapkan sejumlah infrastruktur antara lain 11 kantor wilayah, 121 kantor cabang penuh, dan
203 kantor cabang perintis.
Selain layanan fisik tersebut,
lembaga yang dulunya bernama PT
Jamsostek (persero) juga bekerja
sama dengan beberapa bank dan
agen dengan jumlah jaringan pelayanan mencapai 200.000 titik yang
tersebar di seluruh Indonesia.
Kami juga memiliki fungsi tambahan yakni fungsi pengawas dan
pemeriksa. Sebelumnya, fungsi ini
dimiliki regulator, kata Direktur
Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn
G. Masyassa.
Menurutnya, penambahan fungsi tersebut memungkinkan Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk langsung menindak tegas perusahaan yang
menolak atau mendaftarkan pekerjanya ke program Jaminan Sosial
Ketenagakerjaan. (Amanda Kusuma
Wardhani)

FINANSIAL

22

Kamis, 2 Juli 2015

DAMPAK LTV & SUKU BUNGA UMKM

Perbankan Daerah Kembali Bergairah


BANDUNG Pelonggaran loan to value dan penurunan suku bunga kredit UMKM diyakini bakal
membuat industri perbankan kembali bergairah di
semester II/2015.
Abdalah Gifar & Feri Kristianto
redaksi@bisnis.com

Kalangan perbankan di Jawa Barat


misalnya, optimistis pertumbuhan
kredit pada sisa enam bulan tahun ini
masih terjaga dengan adanya relaksasi loan to value (LTV). Mereka juga
menyambut baik rencana penurunan
suku bunga kredit usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam rencana bisnis bank (RBB)


2015 yang diterima Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan di Jabar
memasang target pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 17,84%, atau
di atas proyeksi nasional 16,46%.
Penyaluran kredit perbankan Jabar
sepanjang tahun ini ditargetkan mencapai Rp84,4 triliun dari Rp71,9 triliun pada 2014.
Kepala OJK Kantor Regional 2 Ja-

bar Anggar B. Nuraini mengatakan


hingga batas terakhir pengajuan
revisi rencana bisnis bank (RBB)
pada Selasa (30/6), tidak ada satu
pun bank yang mengajukan revisi.
Sesuai ketentuan, revisi rencana
bisnis bank yang bisa dilakukan bank
itu hanya sekali, pada Juni. Sampai
sejauh ini kami belum menerima.
Hari ini terakhir, katanya kepada
Bisnis, Selasa (30/6).
Dia menuturkan selain melalui
pengajuan bank bersangkutan dengan
kesempatan sekali dalam setahun,
revisi RBB dapat dilakukan kapan
pun atas dasar permintaan dari pihak
otoritas dalam kondisi tertentu.
Saat keadaan tertentu, kami melihat kondisi bank jika kurang baik,
kami akan meminta bank untuk

merevisi, jadi ada permintaan dari


OJK. Sejauh ini belum [ada bank yang
diminta merevisi RBB], ujarnya.
Terkait dengan sejumlah stimulus
pertumbuhan penyaluran kredit yang
telah dikeluarkan saat ini, menurutnya perbankan akan mulai melakukan penyesuaian dalam target
bisnisnya untuk RBB tahun depan.
Mereka [perbankan] juga mengkaji [kondisi] yang kemarin itu seperti apa, kemudian mereka melihat
situasi saat ini. Apakah dengan dilonggarkan LTV misalnya, masih tetap ada yang minta kredit konsumtifnya lebih tinggi atau tidak, kata
Anggar.
Kepala Staf Kepresidenan Luhut
Binsar Panjaitan sebelumnya menegaskan pemerintah akan menurun-

kan suku bunga kredit untuk UMKM


dari 21% menjadi 17% per 1 Juli
2015.
Bahkan dalam keterangannya, pemerintah akan memberikan subsidi
kepada perbankan yang siap memberikan suku bunga kredit 17% bagi
UMKM. Subsidi itu, katanya, akan
diambil dari realokasi subsidi bahan
bakar minyak yang telah dihapus pemerintah.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan
menilai kebijakan pelonggaran LTV
dan penurunan suku bunga bagi
UMKM membuka peluang untuk memacu pertumbuhan bisnis.
Kelonggaran LTV tersebut kami
tangkap sebagai opportunity yang
diberikan pemerintah. Target kami

Tidak ada bank di Jabar


yang mengajukan revisi.
Hingga Mei 2015,
perbankan di Bali berhasil
menghimpun DPK Rp78,5
triliun.
dalam RBB masih tetap. Kebijakankebijakan yang ada sekarang, kami
sesuaikan dengan target ke depan,
katanya.
Terkait dengan penurunan suku
bunga UMKM, katanya, perseroan
akan mengikuti ketentuan pemerintah.Kalau memang turun, akan
kami sesuaikan dengan kondisi cost
of fund kami. Cost of fund kami masih
cukup rendah dan bisa bersaing.

HARI PERTAMA PENUKARAN UANG

BI Sumut Catat
Transaksi
Rp1,5 Miliar
MEDAN Kantor Perwakilan Bank Indonesia
Wilayah Sumatra Utara
mencatat penukaran uang
pecahan kecil menjelang
Lebaran pada hari pertama pembukaan loket,
Rabu (1/7), mencapai
Rp1,54 miliar.
Jumlah ini hanya
berasal dari penukaran di
Lapangan Merdeka yang
terdiri dari tujuh kas mobil
Rp1,07 miliar dan kas
keliling yang ada di Pasar
Petisah dan Kantor Samsat.
Jumlah tersebut belum
termasuk penukaran UPK
di 13 loket penukaran
perbankan dalam kota,
16 loket bank di delapan
penjuru angin, dan sembilan loket penukaran
card to cash, kata Kepala
Perwakilan BI Sumut Difi
A. Johansyah, Rabu (1/7).
Menjelang
Lebaran
pada tahun ini, BI Sumut
menyiapkan total Rp11,8
triliun UPK untuk Aceh
dan Sumut. Khusus untuk Medan disiapkan
uang Rp4,2 triliun.
Nominal yang dapat
ditukarkan pun bertambah dari Rp1,7 juta pada
2014 menjadi Rp3,7 juta
per orang pada tahun ini.
Penambahan jumlah nominal per penukaran ini
dilakukan karena peningkatan kebutuhan masyarakat dan waktu penukaran
yang lebih sempit.
BI juga menargetkan
mampu melayani 4.400

penukaran uang per


hari dan total pelayanan
mencapai 45.000 hingga
50.000 penukaran uang
pada tahun ini.
Di sisi lain Bank
Indonesia Perwakilan
Sulawesi Utara menyiapkan uang tunai hingga
Rp10 miliar untuk melayani masyarakat yang
ingin menukarkan uang
pecahan kecil.
Ayub Pelita Hati, Kepala Unit Distribusi Uang
Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara, mengatakan pihaknya menggelar penukaran uang on
the spot yang berlokasi di
Taman Kesatuan Bersama
(TKB), Manado.
Layanan penukaran
uang tersebut, lanjutnya,
akan berlangsung dari 1
Juli 2015 hingga 10 Juli
2015, kecuali hari Sabtu
dan Minggu.
Kami siapkan Rp1
miliar per hari. Kami perkirakan mungkin mencapai Rp10 miliar selama
penukaran uang di TKB,
katanya, Rabu (1/7).
Dia mengatakan layanan penukaran uang
hanya bisa dari mata
uang nominal besar
ke mata uang nominal
kecil. Hanya saja, bila
penukaran uang dari
uang receh, pihaknya
mempersilakan masyarakat untuk menuju ke
bank terdekat. (Febriany
D.A. Putri/Lukas Hendra)

KEPESERTAAN BPJS KESEHATAN

Perusahaan
Harus Daftar
Sebelum 10 Juli
JAKARTA Badan
Penyelenggara Jaminan
Sosial Kesehatan mengingatkan seluruh perusahaan mendaftarkan para
pekerjanya sebelum 10
Juli 2015.
Sri Endang Tidarwati,
Direktur
Kepesertaan
dan Pemasaran Badan
Penyelenggara Jaminan
Sosial (BPJS) Kesehatan,
menuturkan hingga akhir
bulan lalu para pekerja
formal yang tergabung
di BPJS Kesehatan telah
mencapai 17 juta, jumlah
ini naik 100% dari ketika
masih berbentuk Jamsostek yakni sebanyak 8 juta
peserta.
Jumlah pekerja formal saat ini sekitar 40
juta [termasuk yang telah
mendaftar], kami tidak
targetkan berapa lagi yang
akan menjadi peserta
bulan ini namun tentu
semuanya [pekerja formal]
akan mendaftar [karena
diwajibkan
undangundang], kata Endang di
Jakarta, Rabu (1/7).
Dia menuturkan seiring bertambahnya peserta dari kalangan pekerja formal, Endang berharap perusahaan yang
memiliki fasilitas kesehatan segera bergabung
dengan jaringan BPJS Kesehatan.
Sejumlah kemudahan
juga ditawarkan agar jaringan fasilitas kesehatan
internal perusahaan juga

tergabung di dalam fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS


Kesehatan.
Menurutnya,
kebutuhan tambahan fasiltas
kesehatan ini sangat
mendesak. Saat ini telah
terdapat 147 juta peserta
hanya dalam waktu 1,5
tahun sejak badan diluncurkan. Padahal jumlah
peserta akan terus bertambah dengan target
melindungi seluruh penduduk Indonesia.
Untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama diharapkan rasio jumlah dokter dibandingkan dengan
jumlah peserta terdaftar
adalah 1 : 4.000 pada
tahun 2019, ujar Endang.

FREEPORT
Dia menjelaskan mulai
1 Juli 2015 fasilitas kesehatan milik PT Freeport
Indonesia menjadi jaringan penyelenggara BPJS
Kesehatan. Klinik-klinik
yang berada di area kerja
Freeport ini akan memberikan pelayanan kesehatan primer meliputi rawat jalan dan rawat inap.
Eko Nugroho, Senior
Manager Sumber Daya
Manusia Freeport, menjelaskan fasilitas yang
tergabung dengan jaringan BPJS Kesehatan
a.l. klinik Kuala Kencana,
klinik Portside, klinik
Base camp, klinik Mile
38. (Anggara Pernando)

PERBANKAN

Kamis, 2 Juli 2015

PEMBELIAN TIKET KERETA API

23
PEMBIAYAAN SYARIAH

Muamalat Siapkan
Sindikasi US$125 Juta

Bisnis/Nurul Hidayat

Direktur Keuangan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Kurniadi


Atmosasmito (dari kiri), Direktur Consumer Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk
Samir Gupta dan Head of Cards and Merchant Business Bambang Karsono
Adi berbincang disela-sela penandatanganan kerja sama di Jakarta, Rabu

(1/7). Pembelian tiket kereta api secara online melalui situs kartu CIMB Niaga
merupakan layanan untuk mempermudah pemegang kartu CIMB Niaga dalam
memesan tiket kereta api dan merupakan salah satu wujud dukungan bank
itu pada pertumbuhan e-commerce di Indonesia,

PEMBIAYAAN KREDIT MIKRO & KECIL

PPUMKM Jadi Andalan


JAKARTA Untuk mendongkrak penyaluran kredit usaha mikro, kecil dan menengah
(UMKM), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap
menerbitkan pusat pengembangan UMKM
(PPUMKM) yang akan berlokasi masing-masing
kantor daerah otoritas.
Novita Sari Simamora
novitasari.simamora@bisnis.com

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon


menuturkan PPUMKM akan berada di masing-masing kantor OJK
daerah. Menurutnya, pembentukan pusat pengembangan tersebut diperlukan karena masingmasing daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Nanti PPUMKM akan ada di
masing-masing daerah. Tahun ini
bisa [dilaksanakan], ungkapnya,
Senin (29/6) malam.
Menurutnya, melalui pemetaan dan mengetahui potensi di
masing-masing daerah, maka perbankan dapat menyalurkan kredit
pada sektor yang dinilai bagus.
Berdasarkan Statistik Ekonomi

Hingga April 2015,


kredit UMKM mencapai
Rp688,29 triliun atau
tumbuh 9,68% dari
posisi Rp627,52 triliun
(y-o-y)
OJK juga mendukung
pembentukan lembaga
peringkat UMKM.

Keuangan Indonesia hingga April


2015, porsi kredit UMKM mencapai Rp688,29 triliun atau tumbuh
9,68% dari posisi Rp627,52 triliun
pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bila dibandingkan dengan posisi
tahun-tahun sebelumnya tercatat
pertumbuhan UMKM tahun ini
lebih lambat dalam kurun empat
tahun terakhir. Adapun pertumbuhan kredit UMKM untuk posisi
2012, 2013 dan 2014 pada periode
April masing-masing tumbuh
19,3%, 15,99% dan 15,55% secara year on year.
Pada April 2015, komposisi
penyaluran kredit mikro senilai
Rp148,68 triliun, kecil Rp198,13
triliun dan menengah Rp341,47
triliun. Adapun pertumbuhan
UMKM dari skala usaha yakni
mikro, kecil dan menengah masing-masing mencapai 19,23%,
5,33% dan 8,5% hingga April
2015 secara tahunan.
Di tengah perlambatan tersebut, maka OJK juga mendukung
pembentukan lembaga peringkat
UMKM. Kepala Eksekutif Pengawas Industri Non-Bank Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani mengatakan saat ini lembaga
peringkat tersebut sedang diben-

loan/NPL) sektor
UMKM, Soeroso
mengklaim sektor
tersebut mencatatApril 2015
kan kualitas yang
148,68
cukup baik.
198,13
Namun, rasio
341,47
NPL Bank Jatim
hingga Mei 2015
dalam tren meningkat menjadi 4,2% dari posisi
3,8%. Soeroso menuturkan kondisi makro ekonomi saat ini cenderung melambat dan sehingga
sektor yang terpukul dominan
debitur kelas atas.
Dia mengatakan peningkatan
NPL perusahaan disebabkan oleh
debitur korporasi yang mencatatkan kenaikan kolektabilitas. Atas
kondisi tersebut, Bank Jatim akan
semakin selektif dalam menyalurkan pembiayaan.
Adapun Bank Danamon juga
berencana untuk menggenjot kredit UMKM pada tahun ini. Vera
Eve Lim, Direktur Keuangan Bank
Danamon, sebelumnya mengatakan permintaan kredit di segmen
UKM dan komersial diharapkan
tumbuh karena segmen utama
perseroan diestimasikan tumbuh
terbatas.
Vera mengatakan pada tahun
ini perusahaan akan mengandalkan UKM dan komersial, mengingat sektor otomotif mencatatkan
perlambatan. Sebagaimana diketahui, sebanyak 49,66% atau hampir separuh portofolio kredit Bank
Danamon berasal dari segmen
mass market, yakni pembiayaan
otomotif dan kredit mikro.
Sementara itu, segmen ritel,
UKM, dan komersial menyumbang porsi penyaluran kredit sebesar 34,29%.

Posisi Kredit Usaha Mikro Kecil dan


Menengah Bank Umum (Rp Triliun)
Skala Usaha April 2013 April 2014
Mikro
102,62
124,69
Kecil
163,23
188,09
Menengah
277,17
314,74
Sumber: Bank Indonesia

tuk oleh Asosiasi Perusahaan


Penjaminan Indonesia.
Menurutnya, melalui scoring,
maka bank-bank yang mau menyalurkan kredit UMKM maka
akan semakin percaya dalam menyalurkan fungsi intermediasi.
Kalau bank mau menyalurkan
kredit, maka lembaga rating akan
mempermudah menilai risiko penyaluran tersebut, ungkapnya.

PROGRAM LINKAGE
Pada kesempatan sebelumnya,
Direktur Utama Bank Jatim R.
Soeroso mengatakan untuk menggenjot pembiayaan mikro maka
perseroan menggelontorkan dana
ke end user serta melalui program linkage. Adapun target porsi
UMKM jangka panjang yakni
mencapai 50% dari outstanding.
Hingga Mei 2015, total penyaluran kredit UMKM Bank Jatim
mencapai Rp4,61 triliun, atau
telah tumbuh 12,54% dari posisi
Rp4,09 triliun pada periode yang
sama tahun sebelumnya. Adapun
porsi penyaluran kredit UMKM
hingga Mei 2015 mencapai
16,76% dari outstanding kredit
yang mencapai Rp27,91 triliun.
Porsi kredit konsumsi dan
komersial Bank Jatim masingmasing 63,02% dan 20,22% hingga Mei 2015. Dari sisi rasio kredit bermasalah (non-performing

STATUS PERBANKAN

PENGUATAN LIKUIDITAS

Mayapada Siap
Naik Jadi BUKU III

Bank Pertahankan
Dana Murah

JAKARTA PT Bank
Mayapada Tbk menargetkan naik kelas menjadi
bank umum kegiatan usaha (BUKU) III dalam jangka
waktu dua tahun ke depan.
Direktur Utama Bank
Mayapada Hariyono Tjahjarijadi menuturkan untuk
mencapai target tersebut,
perseroan tidak menyebar
dividen dan memupuk
modal yang berasal dari
laba bersih pada 2014.
Pada rapat umum pemegang saham (RUPS) yang
dilaksanakan pada kemarin (30/6), disetujui 2,98%
dari laba bersih perseroan
atau senilai Rp13 miliar
dicadangkan dan sisanya
senilai Rp422 miliar sebagai laba ditahan untuk
memperkuat struktur permodalan.
Pada kuartal III tahun ini
kami juga berencana untuk
rights issue senilai Rp650
miliar supaya semakin dekat
ke Rp5 triliun, ujarnya di
Jakarta, Selasa (30/6).
Hariyono
menyebut
hampir setiap tahun
selama 3 tahun terakhir ini perseroan rutin
melakukan rights issue.
Pemegang saham Bank
Mayapada juga berkomitmen menyuntikkan modal
untuk pertumbuhan bank.
Saat ini, lanjut Hariyono,
modal inti perseroan seni-

lai Rp2,6 triliun. Jadi,


untuk bisa jadi bank BUKU
III, kami kombinasi antara rights issue, suntikan
modal, dan laba ditahan.
Dari sisi rasio kecukupan
modal (capital adequacy
ratio/CAR) emiten berkode
saham MAYA per akhir
tahun lalu sebesar 10,44%
dan naik menjadi sekitar
13% pada saat ini.
Wakil Direktur Bank Mayapada Vinsensius Chandra
menuturkan hingga paruh
pertama tahun ini, perseroan berhasil menyalurkan
kredit sekitar Rp30 triliun,
dana pihak ketiga (DPK)
senilai Rp36 triliun, dan aset
senilai Rp41 triliun (unaudited). Melihat pencapaian
tersebut, perseroan optimistis dapat meraih target yang
telah ditetapkan pada awal
tahun.
Sementara itu, kualitas
kredit bank milik taipan
Dato Sri Tahir ini masih
terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross
sebesar 0,76% per Mei
2015. Untuk tetap menjaga
angka NPL di bawah 1%,
perseroan lebih selektif
dalam menyalurkan kredit. Beberapa sektor yang
diwaspadai oleh perseroan
antara lain sektor komoditas, pertambangan, dan
properti. (Annisa Sulistyo Rini)

JAKARTA Bankir kian menjaga


porsi dana murah hingga akhir tahun
nanti dengan mengandalkan strategi
kerja sama dengan instansi lain serta
penyediaan layanan yang lebih spesifik
bagi nasabah korporasinya.
Tahun ini misalnya, PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk. menargetkan akan menjaga porsi dana
murah perseroan di posisi 51% hingga
akhir tahun nanti. Untuk mencapai
target tersebut, perseroan kini tengah
gencar menjalin kerja sama dengan
instansi milik pemerintah.
Direktur Utama Bank BTN Maryono
menuturkan dengan menggaet instansi
pemerintah, perseroan bisa meningkatkan penyaluran kredit sekaligus meraih
lebih banyak dana murah.
Per Mei 2015, posisi [current account
and saving account/CASA] sudah 49%,
tinggal 2%, ujar Direktur Utama Bank
BTN Maryono di Jakarta, Senin (29/6).
Dengan upaya menjaga porsi dana
murah tersebut, Maryono optimistis
laba perseroan yang bakal dihimpun
pada akhir tahun nanti tak akan mencatatkan pertumbuhan di bawah 40%.
Adapun, dari laporan keuangan publikasinya, hingga Mei 2015, emiten
berkode saham BBTN ini mencatatkan
perolehan laba bersih senilai Rp677,53
miliar atau naik 50% secara year on
year (y-o-y). Maryono mengungkapkan kenaikan laba tersebut disumbang
peningkatan kredit, pengurangan dana
mahal, dan fokus meraih dana murah.
Laporan keuangan tersebut juga
merekam, BBTN telah menyalurkan
kredit dan pembiayaan syariah senilai
Rp123,3 triliun atau naik 18% y-o-y per
Mei 2015. Sementara itu, dana pihak

ketiga (DPK) yang dihimpun naik 11%


y-o-y menjadi Rp111,47 triliun pada
Mei 2015.
Hingga Mei 2015, porsi deposito
masih mendominasi total DPK yang
dihimpun BBTN yakni sebesar 51,04%,
sedangkan CASA berada di posisi
48,95%.
Sementara itu, PT Bank OCBC NISP
Tbk. pun tahun ini berupaya menjaga
posisi CASA perusahaan untuk menjaga perolehan laba bersih.
Managing Director Bank OCBC NISP
Hartati menuturkan hingga Mei 2015,
perusahaan mencatatkan porsi CASA
di posisi 30% terhadap total DPK yang
dihimpun. Pada akhir tahun nanti,
emiten berkode saham NISP ini membidik mampu menjaga CASA di posisi
30%-33%.
Hartati mengakui dengan perlambatan ekonomi saat ini membuat pengusaha cenderung menempatkan dana
di deposito.
Memang terlihat di kuartal pertama
kalau pertumbuhan kredit melambat.
Sekarang beberapa strategi kami lakukan untuk meningkatkan CASA dengan peningkatan pelayanan dan lebih
segmented, jelas Hartati.
Dari laporan keuangan publikasi
NISP, hingga Mei 2015, perusahaan
telah menghimpun dana murah senilai
Rp23,79 triliun atau menempati 30%
dari total DPK. Sementara itu, posisi
deposito per Mei 2015 tercatat senilai
Rp55,5 triliun atau sebesar 69,99% dari
total simpanan NISP.
Secara keseluruhan, DPK yang
dihimpun Bank OCBC NISP per Mei
2015 tumbuh di posisi 20% menjadi
Rp81,14 triliun. (Destyananda Helen)

JAKARTA PT Bank Muamalat


Indonesia siap mendukung pembiayaan
pembangunan bengkel perawatan pesawat terbang secara sindikasi dengan total
US$125 juta di Bintan.
Direktur Utama Bank Muamalat Endy
Abdurrahman mengatakan pembangunan
bengkel pesawat tersebut akan melibatkan bank-bank syariah di Tanah Air. Dia
mengungkapkan 30% dari proyek tersebut melibatkan Garuda Indonesia.
Kami juga mengundang rata-rata bank
syariah yang cukup besar, ungkapnya
dalam acara buka puasa, Selasa (30/6).
Selain itu, untuk memperkuat pembiayaan, Bank Muamalat juga berencana mencari pinjaman dari International
Finance Corporation (IFC). Adapun rencana penarikan pinjaman dari IFC senilai
US$60 juta.
Di sisi lain, Bank Muamalat juga mengajukan revisi pertumbuhan pembiayaan
tahun ini dari posisi 15% menjadi 10%
seiring dengan melemahnya permintaan
di pasar. Dia mengatakan perusahaan

sedang berusaha optimis untuk menyalurkan pembiayaan


Sepanjang Mei 2015, total pembiayaan
yang telah disalurkan mencapai Rp41
triliun. Menurutnya, setelah melakukan
revisi RBB maka realisasi pembiayaan
dan target baru telah sesuai. Dia mengatakan kondisi yang tengah dihadapi adalah
melemahnya daya beli masyarakat sehingga sektor perbankan pun terkena dampak.
Dari outstanding pembiayaan, kata
Endy, sektor korporasi menempati porsi
60% dan usaha kecil dan menengah
(UKM) mencapai 15% dari total penyaluran. Sementara itu, rasio pembiayaan
bermasalah (non-performing financing/
NPF) Bank Muamalat dalam tren meningkat yakni mencapai 6,34% hingga Maret
2015.
Saat ini, rasio pembiayaan terhadap
dana pihak ketiga (financing to deposit
ratio/FDR) berada di posisi 84% hingga
Mei 2015 atau masih jauh dari batas
ketentuan giro wajib minimum yang
ditetapkan oleh BI. (Novita Sari Simamora)

PERBANKAN
24

Stiker Lembaga Penjaminan


Simpanan (LPS) berada di dekat
mesin anjungan tunai mandiri
yang sedang digunakan nasabah
di Jakarta, belum lama ini. LPS
mencatat suku bunga pasar uang
antarbank (PUAB) overnight menurun pada Mei 2015 menjadi 5,63%
dari bulan sebelumnya yang tercatat
5,79%.

Kamis, 2 Juli 2015

BBRI

1,93%

Suku Bunga Antarbank:

10.550
1/7/2015

BBNI

0,00%

BMRI

0,50%

5.300
1/7/2015

 EKSPANSI BANK ASING

1/7/2015

199
1/7/2015

BBTN

0,00%

1.190
1/7/2015

BBCA

0,00%

BABP

0,00%

13.500
1/7/2015

75
1/7/2015

BBKP

0,76%

655
1/7/2015

 TRANSAKSI GESEK TUNAI

Shinhan Caplok CNB


JAKARTA Shinhan Bank,
bank beraset nomor tiga terbesar
di Korea Selatan mengungkapkan telah mengambil alih 75% PT
Centratama Nasional Bank, sebuah
bank berbasis di Surabaya.
Akuisisi saham Bank CNB merupakan aksi lanjutan Shinhan untuk
melebarkan ekspansi bisnis melalui jaringan internasional.
Sebelumnya, Shinhan telah mendapat izin untuk akuisisi 40% saham PT Bank Metro Express senilai
Rp700 miliar.
Dilansir dari kantor berita Yonhapnews, transaksi akuisisi dilakukan pada 29 Juni 2015 terhadap
bank yang beraset setara US$81
juta atau Rp1,053 triliun (kurs
Rp13.000) tersebut.
Shinhan Bank berencana menggabungkan Bank CNB dan Bank
Metro Express tahun depan untuk
memperkuat operasional di wilayah Asia Tenggara setelah membeli
tambahan 50% saham di Bank
Metro Express akhir tahun ini.
Nelson Tampubolon, Kepala
Eksekutif Pengawasan Perbankan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyambut baik rencana Shinhan
menggabungkan Bank CNB dengan
Bank Metro Express. Kami berharap mereka cepat menyampaikan
ke OJK permohonan izin [akuisisi
Bank CNB] serta rencana untuk
melakukan merger, ujarnya kepada Bisnis, Rabu (1/7).
Dia menambahkan, konsolidasi
bank-bank kecil dinilai tepat di
saat ekonomi dihinggapi kondisi
ketidakpastian yang tinggi seperti
saat ini.
Nelson mengatakan, saat ini
Shinhan baru menggenggam
40% saham Bank Metro Express.
Namun, akuisisi saham Bank CNB
memungkinkan Shinhan untuk

BACA

0,50%

10.000

Bisnis/Abdullah Azzam

melampaui batas maksimal pemilikan bank sebesar 40%.


Mereka bisa mengajukan dan
pengawas dimungkinkan untuk
mempertimbangkannya, ujar Nelson.
Peluang Shinhan untuk memiliki
saham mayoritas lebih dari 40%
terbuka setelah OJK menekan ker
ja sama dengan Korea Financial
Services Commission (KFSC) dan
Korea Financial Supervisory Service
(KFSS) pada April 2015 lalu.
Kerja sama tersebut menjadi payung hukum untuk memudahkan
ekspansi perbankan dari masingmasing negara.
Irwan Lubis, Deputi Komisioner
OJK, menambahkan OJK akan meminta Shinhan untuk menambah
modal entitas hasil gabungan Bank
CNB dengan Bank Metro Express.
Pokoknya diharapkan menjadi BUKU
II [bank umum kegiatan usaha] dan
kemudian BUKU III, katanya.
Menurut Irwan, OJK memberikan waktu satu tahun bagi Shinhan
untuk menambah modal entitas hasil
merger menjadi BUKU II. Adapun,
untuk menjadi BUKU III OJK memberikan waktu hingga lima tahun.
Per Maret 2015, jumlah modal
inti yang dimiliki Bank CNB mencapai Rp134,7 miliar sedangkan
modal inti Bank Metro Expres mencapai Rp214,9 miliar. Tanpa tambahan modal, entitas hasil merger
akan tetap berstatus bank umum
kegiatan usaha (BUKU) I karena
gabungan modal inti hanya mencapai Rp349,6 miliar.
Sementara itu, dari sisi aset,
Bank CNB memiliki aset RP1,02
triliun, sedangkan Bank Metro
Express beraset Rp1,01 triliun
sehingga entitas hasil merger diestimasi akan memiliki aset sebesar
Rp2 triliun. (Rivki Maulana)

Siapa Untung, Siapa Buntung?


Gesek tunai di merchant lebih gampang. Enggak
perlu ke ATM. Kalau butuh dana darurat, itu [gesek
tunai] akan sangat membantu.
Novita Sari Simamora
novitasari.simamora@bisnis.com

ndhini sempat melakukan gesek tunai


saat rumah sakit
tempatnya berobat
tidak menerima kartu
kredit. Saat itu, dia
pun tidak menemukan automated
teller machine (ATM) di sekitar
rumah sakit itu.
Malah, kasir menyarankan agar
pemegang kartu kredit pergi ke gerai
yang letaknya tak jauh dari lokasinya untuk melakukan gesek tunai.
Saran tersebut diterima Andhini.
Dia pun langsung pergi ke merchant
tersebut, lalu melakukan gesek
tunai.
Kartu kredit dikeluarkan dari
dompet dan dia menyebut nominal
dana yang dibutuhkan itu yakni
Rp300.000. Namun sebelum transaksi berlangsung, penjaga merchant
tersebut mengatakan akan mengenakan Rp20.000 per transaksi.

 Gestun memberikan
fasilitas fee sebesar 1,7%
hingga 2,5% dari nilai dana
yang ditarik.
 Limit kartu kredit seharusnya tidak digunakan
untuk tarik tunai, karena
produk kartu kredit merupakan alat pembayaran.

Selain dikenakan fee, perempuan


berusia 25 tahun ini juga dikenakan
bunga 1,7%. Setelah mengetahui
itu, Andhini membatin dan bertanya
dalam hati mengapa bunga melalui
electronic data capture (EDC) merchant lebih murah dibanding menarik uang dari ATM.
General Manajer Asosiasi Kartu
Kredit Indonesia Steve Martha mengatakan transaksi gesek tunai melalui merchant bukanlah transaksi
yang sehat. Menurutnya, produk
kartu kredit yang dipakai nasabah
merupakan alat pembayaran.
Steve mengatakan bila gesek tunai
(gestun) di merchant, maka secara
administrasi pemegang kartu seakanakan membeli barang, padahal tidak.
Dia mengungkapkan secara administrasi saja, transaksi tersebut sudah
menyalahi aturan.
Melalui transaksi gesek tunai
maka pemegang kartu bisa mendapatkan uang tunai dari kartu kreditnya sampai batas limit. Untuk transaksi gestun tercatat sebagai transaksi
belanja dengan rerata fee sebesar
1,7% hingga 2,5% dari nilai dana
yang ditarik.
Besaran fee ini lebih murah
apabila dibandingkan bunga yang
dibebankan kepada pemegang kartu
kredit yang menarik uang tunai
lewat mesin anjungan tunai mandiri
(ATM) yang sekitar 2,9% hingga
4%.
Kenapa bunga tarik tunai di
merchant lebih murah dibanding

dari ATM? Seharusnya disamakan


saja, agar enggak ada yang dibilang
praktik ilegal, cetus Andhini.
Menanggapi peristiwa yang
dialami Andhini, Ketua Umum
Asosiasi Sistem Pembayaran
Indonesia (ASPI) Darmadi Sutanto
menuturkan bahwa transaksi gestun melalui merchant, dominan
digunakan untuk keuntungan sepihak. Sebab, pemagang kartu kredit
tersebut akan dikenakan bunga oleh
merchant yang bersangkutan.
Jika pemegang kartu kredit membayar transaksi tepat waktu maka
seharusnya tidak perlu dikenakan
bunga. Nah, saat ini bunga yang
dikenakan kepada nasabah masuk
ke kantong merchant. Menurutnya,
praktik tersebut perlu diawasi sebab
telah merugikan nasabah.
Kalau pemegang kartu melakukan transaksi dan bayar full maka
tidak perlu dikenakan bunga. Jadi
bunga yang dikenakan kepada pemegang kartu, itulah untung merchant,
ungkap Darmadi.

MERASA UNTUNG
Selama praktik gestun berlangsung, Darmadi tak menampik bahwa
pemegang kartu seolah-oleh merasa
untung. Padahal, bila pemegang
kartu melakukan transaksi barang
yang riil maka tidak akan dikenakan bunga. Dia juga menegaskan
limit kartu kredit seharusnya tidak
digunakan untuk tarik tunai, karena
produk kartu kredit merupakan alat
pembayaran.
Bila pemegang kartu melakukan
tarik tunai melalui merchant, kata
Darmadi, maka bank akan mengalami kerugian cost of fund. Dia
mengatakan kalau pemegang kartu
membutuhkan dana tunai, seharus-

nya mencari pinjaman dari bank.


Menurutnya, jika pemegang kartu
mencari pinjaman dari bank maka
akan mendapatkan bunga yang lebih
murah.
Kalau bunga yang dikenakan 2%
maka itu merchant sama saja seperti
rentenir, ungkapnya.
Sepanjang 2015, transaksi gestun
mencapai Rp4 triliun-Rp5 triliun
setiap bulan. Menurutnya, kondisi
tersebut cukup mengkhawatirkan
sebab potensi gali lubang dan
tutup lubang pemegang kartu kian
marak.
Bila aktivitas gestun dibiarkan
maka potensi kartu kredit bermasalah bisa makin mencuat.
Baru-baru ini, Bank indonesia menegaskan melalui media massa melarang praktik gestun dalam Peraturan
Bank Indonesia (PBI) No.11/11/
PBI/2009 sebagaimana diubah dengan PBI No.14/2/PBI/2012 tentang
Penyelenggaraan Kegiatan Alat
Pembayaran Menggunakan Kartu
(APMK) Hal ini bertujuan agar industri kartu kredit dapat tumbuh
secara sehat dan aman.
BI menilai praktik gestun juga berpotensi dimanfaatkan untuk kegiatan
pencucian uang serta mengakibatkan
kesalahan persepsi terhadap tujuan
dari kartu kredit, yakni sebagai alat
pembayaran, bukan fasilitas kredit
dalam bentuk uang tunai.
Saat Andhini memperoleh kemudahan, merchant meraih untung dan
bank mengaku dirugikan. Kali ini,
perempuan ini hanya merasa dimudahkan saat produk kartu kredit tak
bisa digunakan untuk bertransaksi.
Menurut perempuan berambut
pendek itu, pembenahan infrastruktur kartu kredit perlu dilakukan agar
transaksi tetap mudah dan murah.

 LABA BCA NAIK

Tren

Bisnis/Dedi Gunawan

Nasabah melakukan

transaksi perbankan melalui


anjungan tunai mandiri PT Bank Central Asia Tbk. di Jakarta,
Minggu (31/5). BCA membukukan perolehan laba bersih
setelah pajak sebesar Rp6,83 triliun per Mei 2015 (tidak
diaudit). Jumlah ini naik 11% dibandingkan dengan peroleh-

an laba per Mei 2014 sebesar Rp6,15 triliun. Berdasarkan


laporan keuangan publikasi bulanan, perolehan laba bersih
BCA ditunjang oleh pendapatan bunga bersih dan fee based
income. Pendapatan bunga bersih BCA mencapai Rp12,12
triliun atau tumbuh 3,36%.

 MERGER MNC BANK

Bank Pundi Segera Delisting


Design

Autovaganza

JAKARTA PT Bank Pundi


Indonesia Tbk. (BEKS) segera delisting dari pasar modal setelah proses merger dengan PT Bank MNC
Internasional Tbk. (BABP) rampung
pada tahun ini.
Taruli Siagian, Head of Corporate
Communications Bank MNC, mengatakan proses merger antara BABP
dan BEKS telah memasuki tahap due
diligence. Ditargetkan, proses merger
akan selesai hingga akhir tahun
ini sekaligus perizinan dari Otoritas
Jasa Keuangan (OJK).
Kalau sudah dilebur, otomatis
delisting. Tidak akan dua saham
yang tercatat di bursa, nanti BABP
yang tercatat di bursa, ungkapnya
saat kunjungan ke kantor redaksi
Bisnis Indonesia, Rabu (1/7).
Emiten jasa keuangan Grup MNC,
PT MNC Kapital Indonesia Tbk.
(BCAP), berencana menjadi pemegang saham pengendali dalam
Bank Pundi Indonesia. Sebelumnya,
BCAP sudah menempatkan dana
Rp100 miliar sebagai bagian dari
komitmen rencana merger Bank
MNC Internasional dan Bank Pundi
Indonesia.
Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui MNC Kapital Indonesia bakal

menjadi pemegang saham pengendali bank hasil merger antara Bank


MNC Internasional dan Bank Pundi.
Direktur Utama MNC Kapital
Indonesia Darma Putra mengatakan
penggabungan Bank MNC dengan
Bank Pundi akan menghasilkan
Bank MNC Internasional sebagai
surviving company. Kepemilikan
saham BABP, nantinya terdiri dari
PT Recapital Securities, PT MNC
Kapital, dan masyarakat.
Komposisi kepemilikan pada
surviving company saat ini masih
dalam tahap pembicaraan dan kajian antara BEKS, BABP, melalui
masing-masing konsultan jasa penilai publik yang ditunjuk, ungkapnya belum lama ini.
Dia menegaskan, Emiten berkode
saham BCAP tersebut nantinya akan
menjadi pemegang saham pengendali bank hasil merger tersebut. Saat
ini, masih dikaji rencana dilakukannya tindakan korporasi pasca merger berupa penawaran umum terbatas (PUT) oleh bank hasil merger
dengan tujuan untuk memperkuat
permodalan.
Direktur Utama Bank Pundi Indonesia Ivy Santoso membenarkan
rencana pemegang saham pengen-

dali bank hasil merger adalah MNC


Kapital Indonesia.
Namun demikian, diharapkan
RUPSLB [rapat umum pemegang
saham luar biasa] dari masingmasing bank dapat diselenggarakan
pada akhir Juni 2015, paparnya.
Dia mengatakan, BCAP sebelumnya telah menyetorkan dana Rp100
miliar sebagai bentuk komitmen
perseroan terhadap rencana merger.
Dana tersebut telah dicatat dalam
rekening penampungan khusus sebagai komponen tambahan modal.
Bank milik konglomerat Sandiaga
Salahuddin Uno tersebut membukukan rugi bersih Rp119,17 miliar
pada periode 2014 menyusul kemudian rencana dicaplok oleh taipan
Hary Tanoesoedibjo melalui MNC
Kapital Indonesia. Setahun sebelumnya, BEKS masih meraup laba bersih
Rp96,27 miliar.
Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Pundi pada tahun
lalu mencapai Rp7,55 triliun, lebih
rendah 1% dari tahun sebelumnya
Rp7,63 triliun.
Kredit yang disalurkan mencapai Rp6,41 triliun, turun 2% dari
periode sebelumnya Rp6,55 triliun. (Sukirno)

INDUSTRI

25

Buka Puasa Bersama Media:

Ketua Pengurus Yayasan Dana Bhakti Astra


(YDBA) F.X. Sri Martono menyampaikan
sambutan pada buka puasa dengan media
di Jakarta, Selasa (30/6). Sampai akhir April
YDBA telah membina 8.795 usaha kecil
menengah dengan penyerapan tenaga kerja
59.861 orang.

Kamis, 2 Juli 2015

4,62%

BWPT
430

0,27%

1/7/2015

SSMS
1.850

0,64%

1/7/2015

LSIP
1.565

0,00%

1/7/2015

KBRI
50

Bisnis/Dedi Gunawan

0,00%

1/7/2015

DSFI

0,91%

135
1/7/2015

CPIN
2.775
1/7/2015

BANTUAN MOBIL TOYOTA

PT Toyota Motor
Manufacturing Indonesia
(TMMIN) Masahiro
Nonami (kanan) secara
simbolis menyerahkan
satu unit Toyota Vios
kepada Dirjen Bina
Lantas Kementerian
Tenaga Kerja Khairul
Anwar (kiri), disaksikan
Menteri Tenaga Kerja
M. Hanif Dhakiri
(kedua kanan) dan Vice
President Director
TMMIN Warih Andang
Tjahjono di Jakarta,
Rabu (1/7). Toyota Vios
tersebut selanjutnya
akan disalurkan oleh
Kemenaker kepada Balai
Besar Pusat Pelatihan
Kerja Luar Negeri Cevest
yang merupakan salah
satu balai besar pelatihan
binaan Kemenaker.
Antara/Audy Alwi

PROTEKSI INDUSTRI

Kaca Bangunan Wajib SNI


JAKARTA Seiring dengan terbitnya aturan
SNI kaca bangunan blok kaca secara
wajib, kalangan industri mengharapkan
adanya penegakan hukum tegas bagi produk
nirkualitas yang masih beredar.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Gelas Indonesia (APGI)


Henry Susanto mengatakan hadirnya kebijakan standar wajib
produk glass box, memberi
angin segar bagi produsen dalam

Hadirnya beragam
beleid terkait proteksi
industri harus terus
digalakkan, sehingga
industri nasional dan
pasarnya terjaga.
Kebutuhan kebijakan SNI wajib menjadi
penting untuk menunjukkan bahwa produsen lokal siap bersaing secara kualitas.

negeri. Saat ini, mayoritas produk beredar memang berasal


dari dalam negeri, tetapi arus
impor dari tahun ke tahun semakin marak terjadi.
Menurutnya, hadirnya beragam beleid terkait proteksi industri harus terus digalakkan,
sehingga industri nasional dan
pasarnya terjaga. Jangan sampai
hanya karena pertarungan harga,
kualitas dikorbankan. Industri
harus berkembang, tidak hanya
bicara penjualan tetapi juga
kualitas produk, tuturnya
kepada Bisnis, Rabu (1/7).
Kementerian Perindustrian menerbitkan beleid pemberlakukan
Standar Nasional Indonesia
kaca untuk bangunan dan blok
kaca secara wajib guna memastikan produk beredar semakin
berkualitas.
Kebijakan yang tertuang
dalam Peraturan Menteri Per-

industrian No. 54/2015 tentang


Pemberlakukan Standar Nasional Indonesia Kaca Untuk
Bangunan-Blok Kaca Secara
Wajib resmi diundangkan pada
9 Juni 2015. Setelah terbit, beleid
ini barulah berlaku tiga bulan
mendatang.
Dokumen permen yang diunduh di situs resmi Kemenperin
menyebutkan pemberlakuan
SNI Kaca Untuk BangunanBlok Kaca secara wajib berlaku
untuk nomor pos tarif/ HS Code
7016.10.00.00 dan 7016.90.00.00.
Untuk jenis produknya a.l
kubus kaca dan barang kecil
lainnya, dengan alas maupun
tidak, untuk mosaik atau keperluan dekorasi semacam itu,
tidak termasuk barang kaca
kecil lainnya yang diameternya
kurang dari 70 mm.
Namun, ini tidak termasuk
kaca lapis timbal dan sejenisnya,
kaca multiseluler atau kaca
busa dalam bentuk blok, panel,
plat, selongsong atau bentuk
semacam itu.

EKSPOR
Hendry yang juga menjabat
sebagai CEO PT First National
Glass, menambahkan ekspor
glass box tertahan ke Thailand
karena dianggap dumping. Ber-

SNI Kaca Bangunan


Blok Kaca Secara Wajib
Berlaku: 10 September 2015
Jenis Produk: 7016.10.00.00 dan 7016.90.00.00.
Ketentuan Penunjukkan SNI: Mewajibkan produsen mencantumkan tanda
SNI dan kode produksi yang menunjukkan tanggal, bulan dan tahun
produksi di tempat yang mudah dibaca dengan cara penandaan yang
tidak mudah hilang.
Sistem manajemen mutu: ISO 9001:2008 atau revisinya.
BISNIS/HUSIN PARAPAT

Sumber: Permenperin 54/2015, diolah

kaca kasus tersebut, pihaknya


mendesak pemerintah juga
memberikan kebijakan proteksi
untuk menjaga industri.
Guna memastikan produk
glass box sudah terstandardisasi,
pada pasal 4 ayat 1,disebutkan
pemerintah mewajibkan produsen mencantumkan tanda SNI
dan kode produksi yang menun
jukkan tanggal, bulan dan tahun
produksi di tempat yang mudah
dibaca dengan cara penandaan
yang tidak mudah hilang.
Pada kesempatan berbeda,
Ketua III Asosiasi Kaca Lembaran
dan Pengaman Indonesia (AKLP)
Yustinus Gunawan mengatakan
kebutuhan kebijakan SNI wajib
menjadi penting untuk menunjukkan bahwa produsen lokal
siap bersaing secara kualitas.
Dalam menghadapi perlemah-

an pasar dari China misalnya,


dengan hadirnya beragam kebijakan SNI wajib produk impor
tidak seenaknya masuk. Produsen sudah ngebet dari kemarin, untuk SNI wajib ini dikeluarkan, katanya.
Sebelumnya, AKLP menyatakan tren penggunaan kaca pengaman dibidang properti memang
sedang menanjak, maka dari itu
penting bagi produks tersebut
dimasukkan dalam standarisasi
SNI wajib.
Selain untuk mengetahui tingkat keamanan dan kualitasnya,
dengan adanya standarisasi produk persaingan usaha juga semakin menarik. Diharapkan dengan adanya standarisasi kaca
pengaman bangunan ini, konsumen akan semakin yakin menggunakan produk kaca tersebut.

INDUSTRI PERTEKSTILAN

Buffer Stock di Cikarang, Efisiensi Hingga 30%


JAKARTA Dengan adanya
gudang khusus bahan baku
kapas di Cikarang, pelaku industri pertekstilan mengatakan
bisa menghemat 25%-30% dari
ongkos logistik dibanding dengan menggunakan fasilitas
buffer stock di negara tetangga.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ernovian G
Ismy mengatakan penghematan
hingga 30% itu baru dihitung dari
pemindahan gudangnya. Adapun

untuk proses logistik di dalam


negeri, dia mengatakan Cikarang
Dry Port bisa menghemat hingga
34% jika dibanding dengan
dwelling di Tanjung Priok.
Jadi barang yang masuk di
gudang, selama tidak keluar
dari gudang tidak terkena PPN,
PPh, dan bea cukai. Kalau keluar
baru kena. Itu berlaku setahun.
Kepemilikan tetap sama si pemilik
barang, ujarnya, Rabu (1/7).
Dia mengatakan selama ini

pelaku industri tekstil Tanah Air


menitipkan kapas di Malaysia
dan di Vietnam sebab aturan
khusus tersebut sudah berlaku
sejak dahulu di sana. Selama ini
pengiriman dari Amerika Serikat ke Malaysia. Kemudian dari
Malaysia ke Indonesia. Dua kali.
Sejak tahun 1980-an begitu.
Saat ini Indonesia mengimpor
bahan baku kapas dari sekitar
60 negara termasuk Amerika
Serikat, dan Brasil. Menurutnya,

AKSELERASI

KS SIAP BANGUN PABRIK BARU


JAKARTA PT Krakatau Steel
Tbk. (Persero) menyatakan pembangunan pabrik hot strip mill
kedua siap berlangsung pada
Agustus seiring dengan siapnya
alat permesinan dan konstruksi
di lokasi pembangunan.
Keuangan kami sudah siap
sehingga akan dibangun pada
Agustus 2015. Kami proyeksikan
2017 akhir sudah bisa beroperasi, tutur Direktur Utama
PT Krakatau Steel Tbk. Sukandar
kepada Bisnis, Selasa (29/6).
Dia mengatakan hasil produksi
dari hot strip mill akan mampu

SIMP

0,93%

605
1/7/2015

JPFA
540
1/7/2015

PRODUK HASIL TEMBAKAU

Presiden Direktur

David Eka I.
david.eka@bisnis.com

0,83%

bersaing dengan produk impor,


karena lebih efisien.
PT KS pada Mei lalu, melakukan penandatanganan perjanjian
pinjaman dengan Commerzbank
AG dari Jerman melalui fasilitas
Export Credit Agency (ECA)
dengan total nilai pinjaman
sebesar US$260,05 juta untuk
pembangunan pabrik ini.
Pabrik tersebut akan dibangun dengan desain kapasitas
produksi 1,5 juta ton per tahun
pada tahap pertama, dan dapat
ditingkatkan hingga 4 juta ton/
tahun. (Bisnis/dei)

dengan adanya gudang swasta


dengan sistem yang sama, bisa
menurunkan ongkos produksi.
Kalau kapas ini berhasil, berarti
mobil bisa juga. Rakit di gudangnya, baru keluar. Kalau kita tidak
cepat, bisa diambil sama Vietnam.
Dirjen Industri Kimia, Tekstil
dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto
mengatakan pembahasan buffer
stock masih dibahas dengan seluruh kementerian terkait, sebab

pihaknya tak ingin ada masalah


terkait di kemudian hari.
Nanti di sana akan ada bea
cukai dan instansi pajak dalam
satu atap, sehingga bahan baku
bisa lebih kompetitif, katanya.
Terlepas dari urusan bahan
baku, Ernovian mengatakan pemerintah harus menjaga pasar
dalam negeri. Menurutnya, proyeksi industri pertekstilan tahun
ini akan stagnan, bahkan turun.
(Shahnaz A. Yusuf)

PANASONIC ADAKAN PELATIHAN


HEMAT ENERGI
JAKARTA Panasonic
Corporation mengadakan
pelatihan hemat energi dengan
melakukan workshop solar car
kepada masyarakat Karimunjawa
guna memperkuat pemahaman
mengenai pemakaian serta
penyimpanan tenaga listrik.
Kunjungan yang kedua
kalinya ke Pulau Karimunjawa,
Kabupaten Jepara, Jawa
Tengah, sekaligus untuk
mengevaluasi pemasangan
Panasonic Power Supply
Container. Nantinya, Panasonic

Corporation akan memberikan


pelatihan mengenai mobil
Hybrid kepada murid-murid di
SDN 01 Karimunjawa.
Pelatihan sejak dini ini
bertujuan untuk mengenalkan
sebuah teknologi masa depan
yang digunakan sebagai solusi
untuk mengurangi konsumsi
bahan bakar serta memiliki emisi
gas buang yang rendah serta
ramah lingkungan, ujar Project
Leader Panasonic Corporation
Susumu Ida dalam keterangan
pers, Selasa (30/6). (Bisnis/dei)

Regulasi Matikan
Ruang Gerak Industri
JAKARTA Pelaku industri hasil tembakau menilai semakin banyaknya
regulasi yang membatasi
ruang gerak industri rokok
berpotensi mematikan ruang
gerak industri tersebut.
Ketua Umum Aliansi
Masyarakat
Tembakau
Indonesia (AMTI) Budidoyo mengatakan bahwa
sebagai industri yang dikenakan cukai, dia mafhum bahwa industri hasil
tembakau (IHT) perlu
ditertibkan. Namun regulasi yang ada sering kali
tumpang tindih dan cenderung melanggar hak produsen dalam mengomunikasikan produknya.
Seperti FCTC [Framework
Convention
of
Tobacco Control] dan beberapa turunannya. Awalnya kan itu untuk menertibkan, tapi ini tidak hanya
menurunkan konsumsi
rokok, malah jadi mematikan, ujarnya Selasa (30/6).
Aturan tersebut antara
lain peringatan bergambar
di kemasan, kemasan polos,
hingga pembatasan iklan di
media luar ruang. Menurutnya, hal ini berdampak
secara luas hingga bisa
berujung pada tindakan
pengurangan tenaga kerja.
Dia mengatakan ekspor

produk hasil tembakau


tahun lalu bernilai US$1,25
miliar dan diproyeksikan
akan turun pada tahun ini.
Hingga pertengahan tahun
ini saja, Budidoyo mengatakan sudah terjadi perlambatan sekitar 4%-6%
pada tahun ini.
Kalau negara lain mengikuti Australia yang
menerapkan plain packaging, ini bisa menurunkan
ekspor, ujarnya.
Selain itu, Budidoyo mengatakan beberapa daerah
sudah memberlakukan
aturan yang tumpang tindih dengan Peraturan
Pemerintah (PP) Nomor
109 Tahun 2012 tentang
Pengamanan Bahan yang
Mengandung Zat Adiktif
Berupa Produk Tembakau
Bagi Kesehatan.
Menurut Budidoyo, perlu ada satu regulasi nasional yang komprehensif dan
berimbang agar pelaku
industri bisa mempunyai
kepastian dalam menjalankan usaha.
PP 109/2012 itu sudah
bagus, tinggal diimplementasikan dengan baik saja.
Jangan ada lagi alasan kearifan lokal [untuk regulasi
daerah], maunya ada satu
regulasi yang menyeragamkan. (Shahnaz A. Yusuf)

PENGOLAHAN TAMBANG

Perusahaan Smelter
Kesulitan Bahan Baku
JAKARTA Pelaku industri pengolahan dan pemurnian material logam
dasar menyatakan tidak
adanya regulasi tata kelola
pertambangan yang baik
mengakibatkan sejumlah
fasilitas smelter di dalam
negeri kesulitan bahan
baku.
Haykel Hubies, Vice
President PT Delta Prima
Steel, mengatakan dari 14
perusahaan smelter yang
telah beroperasi di Indonesia, empat di antaranya
kesulitan mendapatkan
bahan baku dari penambang akibat tidak sesuainya spesifikasi yang dibutuhkan.
Setelah berlakunya UU
No. 4/2009 yang melarang
ekspor mineral mentah,
timbul masa transisi yang
menyulitkan smelter. Pola
pertambangan yang sebelumnya tidak terawasi, saat
ini harus menyesuaikan
dengan kebutuhan dan teknologi smelter, ujarnya,
Rabu (1/7).
Lambatnya perubahan
pola pertambangan yang
dilakukan para penambang, lanjutnya, mengakibatkan
perusahaan
smelter kesulitan mendapatkan bahan baku sesuai
dengan teknologi yang di-

gunakan. Sejumlah perusahaan diketahui mengalami


kerugian.
Dia mencontohkan, perusahaannya yang telah beroperasi sejak awal 2014 dengan nilai investasi US$40
juta, dari kapasitas produksi sponge iron 100.000
ton per tahun, saat ini
utilitas pabrik hanya mencapai 50%.
I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jenderal
Industri Logam, Mesin,
Alat Transportasi, dan
Elektronika Kementerian
Perindustrian, mengatakan
untuk menjalin komunikasi dalam menjaga pasokan bahan baku, 14
perusahaan smelter yang
telah beroperasi mendirikan Asosiasi Perusahaan
Pengolahan dan Pemurnian
Indonesia.
Dari 25 perusahaan
smelter, sudah ada 14
perusahaan yang mengolah mineral logam, baik
bijih besi, timah, konsentrat tembaga, dan bijih
nikel."
Dengan
pelarangan
ekspor mineral mentah,
lanjutnya, banyak pemilik
tambang menghentikan
aktivitas, akibatnya smelter
yang ada kesulitan bahan
baku. (M. Abdi Amna)

KEMENPERIN TERBITKAN STANDAR


INDUSTRI HIJAU
JAKARTA Kementerian
Perindustrian akhirnya
menerbitkan pedoman standar
industri hijau guna memfasilitasi
penyusunan kebijakan terkait
bahan baku, proses produksi
hingga pengelolaan limbah yang
sejalan dengan industri hijau.
Kepala Badan Penelitian dan
Pengembangan Industri (BPPI)
Haris Munandar mengatakan
penyusunan standar industri
hijau mengalir sesuai dengan
perkembangan teknologi dan
kebutuhan industri nasional.

Menurutnya, arah
diterbitkannya beleid ini untuk
memastikan investasi yang
sudah hadir beralih pada
industri hijau, sedangkan untuk
investasi baru sudah harus
mengacu pada industri hijau.
Memang belum ada batas
akhir permohonan standar
industri hijau [SIH], semuanya
proses. Pokoknya, setelah SIH
terbentuk, industri yang ada
harus lebih efisien, tuturnya
kepada Bisnis, Senin (29/6).
(Bisnis/dei)

TEKNOLOGI INFORMASI

26
GELAR 4G LTE

Smartfren Raih
Pinjaman US$300 Juta
JAKARTA Operator telekomunikasi
PT Smartfren Telecom Tbk. meraih pinjaman US$300 juta dari China Development Bank (CDB) dengan tenor delapan
tahun.
Direktur Keuangan Smartfren Telecom
Anthony Susilo mengemukakan perseroan telah memperoleh dana pinjaman
yang akan digunakan untuk membiayai pembangunan jaringan long term
evolution (LTE). Vendor jaringan yang
terpilih adalah ZTE.
Pinjaman sudah kami dapatkan.
Kemarin [Selasa, 30 Juni 2015], sudah
signed, kata Anthony Susilo, Direktur
Keuangan Smartfren Telecom, via pesan
singkat, Rabu, (1/7).
Dalam keterbukaan informasi, Rabu
(1/7), Smartfren Telecom telah mengutus
anak usahanya, PT Smartfren Telcom
untuk menandatangani perjanjian kredit
dengan CDB dengan nilai US$300 juta.
Fasilitas pinjaman itu dijamin secara
paripassu dengan jaminan yang sama
untuk perjanjian kredit sebelumnya dari
CDB. Perjanjian itu telah ditandatangani
pada 29 Juni 2011 dan 25 Maret 2013.
Sebelumnya, Anthony mengatakan
dana pinjaman dari China Development
Bank (CDB) tidak akan ditarik seluruhnya. Kemungkinan perseroan akan menarik sekitar US$50 juta hingga US$60
juta pada tahun ini.
Tahun ini emiten jasa telekomunikasi
code division multiple access (CDMA)
berkode saham FREN itu tidak hanya
meraih pinjaman perbankan US$300 juta
atau Rp3,9 triliun (1 US$ setara dengan
Rp13.000). FREN juga berencana menjual Obligasi Wajib Konversi (OWK) Seri
II senilai Rp2 triliun.
Artinya, total dana eksternal yang akan
diraih perseroan tahun ini sekitar Rp5,9
triliun, Dana dari OWK akan dieksekusi
pada akhir 2015.

Anthony mengatakan kemungkinan


perseroan menarik dana Rp1 triliun
hingga Rp2 triliun dari sisa OWK Seri
II Rp4,4 triliun. Sebelumnya, perseroan
telah menarik dana dari penjualan OWK
Seri II sebesar Rp4,6 triliun dari total fasilitas OWK Seri II sebesar Rp9 triliun.
Dana itu akan dipakai sebagai modal
kerja, pembayaran utang jatuh tempo
tahun ini, dan sebagian untuk membiayai vendor jaringan. Tidak semua [pendanaan vendor] dari bank, ujar Anthony.
Smartfren Telecom telah menunjuk dua
vendor jaringan dalam kesepakatan
Master Agreement dengan ZTE dan Nokia
untuk membangun jaringan 4G di frekuensi 850 Mega Hertz dan 2.300 Mega
Hertz. Nilai kontrak masing-masing sebesar US$401,9 juta dan US$383,5 juta.
Bila dana untuk ZTE dari pinjaman,
dana Nokia akan dibiayai oleh vendor
financing. Perseroan mengalokasikan
belanja modal USS$400 juta - US$500
juta untuk menggelar jaringan 4G di
frekuensi 850 MHz dan 2.300 MHz pada
tahun ini hingga 2016.
Presiden Direktur Smartfren Telecom
Merza Fachys mengatakan alokasi
belanja modal tahun ini sebesar US$200
juta-US$300 juta akan digunakan untuk
membangun tambahan 4.000 BTS 4G.
Per Desember 2014, Smartfren memiliki 6.115 BTS. Jika ditambah dengan BTS
baru, Smartfren akan memiliki lebih dari
10.000 BTS tahun ini. Kami akan membangun BTS 4G di setiap lokasi yang
memiliki cakupan CDMA kami. Selama
masih ada pelanggan CDMA, kami akan
terus pertahankan jaringan EVDO Rev
B, ujar Merza, Jumat, (12/6).
Smartfren telah menggelar Uji Laik
Operasi di Solo dan Batam. Operator
dengan 12 juta pelanggan ini masih
menunggu surat keputusan laik operasi
dari pemerintah. (Gloria N. Dolorosa)

SOLUSI KOMPUTASI AWAN

Astra Graphia Siap


Bangun Pusat Data
JAKARTA PT Astra Graphia Tbk,
penyedia solusi percetakan dokumen, tengah mengkaji pembangunan pusat data
di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan komputasi awan pengguna mesin
cetak korporasi.
Pusat data itu diharapkan bisa beroperasi penuh pada 2016 bagi pemakai
mesin cetak merek Fuji Xerox. Astra
Graphia masih mempertimbangkan
apakah akan membangun infrastruktur
sendiri atau mengembangkan jasa anak
usahanya, PT Astra Graphia Information
Technology (AGIT).
Direktur Astra Graphia Arifin Pranoto
memprediksi kebutuhan layanan komputasi awan mesin cetak untuk sektor
korporasi akan meningkat seiring tren
mobilitas kerja. Menurutnya, layanan
alih daya itu menjadi nilai tambah dari
fitur-fitur mesin cetak konvensional.
Saat ini akses komputasi awan masih
disediakan oleh Fuji Xerox di luar negeri.
Astra Graphia akan segera membuatnya, katanya di Jakarta, Selasa (30/6)
malam.
Arifin menuturkan layanan komputasi
awan untuk pelanggan mesin cetak korporasi telah dimulai sejak pertengahan
2014. Namun, sejalan dengan potensi
bisnis dan adanya kewajiban pemerintah
agar pusat data diletakkan di Indonesia,
Astra Graphia secara bertahap akan
melakukan migrasi server ke dalam negeri.
Jika terealisasi, kami adalah yang
pertama di Indonesia yang menyediakan
pusat data sendiri untuk pelanggan Fuji
Xerox, katanya.
Kendati demikian, Arifin ogah membeberkan angka investasi yang akan digelontorkan untuk mewujudkan rencana
tersebut. Alokasi investasi sendiri akan
meliputi a.l. komputer server, penyim-

panan, jaringan telekomunikasi, listrik,


hingga aplikasi.
Kalau lokasi pusat data AGIT sudah
punya di Jalan T.B. Simatupang. Tapi
kami masih kaji dulu, ujarnya.

PONSEL ANYAR

Huawei Perkenalkan
Honor 4C
BANDUNG PT Huawei Tech
Investment (Huawei Indonesia) Area
West Java memanfaatkan potensi pasar
gadget di Jabar yang meningkat pada
saat menjelang Idulfitri dengan memperkenalkan Honor 4C.
Perusahaan mengklaim, Honor 4C
diperuntukan bagi pengguna yang
mengutamakan kualitas dengan harga
terjangkau dan dirancang khusus bagi
pengguna gadget muda.
Huawei Area Sales Manager West Java
Budi Herman mengatakan tren pasar
gadget di Jabar menjelang lebaran ini
kembali meningkat meskipun tren bisnis
atau market secara makro memang sebelumnya sempat menurun.
Tren market smartphone memang
menurun, namun itu bukan berarti bisnis dalam industri ini berhenti apalagi
disaat momentum baik seperti ini. Untuk
itu, Huawei kembali mengeluarkan
produk andalan yang terjangkau dengan spesifikasi maksimal, katanya saat
merilis Huawei Honor 4C di Bandung,
Rabu (1/7).
Momentum menjelang Idulfitri
memang dapat mendongkrak daya beli
masyarakat mengingat meningkatnya

DRAF RPP E-COMMERCE

Pemerintah Diminta
Lakukan Kajian Menyeluruh
JAKARTA Asosiasi
E-Commerce Indonesia
(idEA) menilai regulasi
yang mengatur industri
itu sebaiknya tidak memperlakukan sama satu
dengan lainnya termasuk
soal kedudukannya di
wilayah Indonesia atau
di luar negeri.

pemasukan pada masing-masing seperti dari tunjangan hari raya (THR).


Oleh karena itu, momen menjelang
Idulfitri ini memang merupakan momen
yang tepat bagi Huawei dan Honor 4C.
Selain itu, diakuinya pula bahwa Honor
4C merupakan penerus Honor 3C yang
sudah lebih dulu menjadi best seller
dikelasnya dengan harga dan kualitas
terjangkau. Meskipun tidak menyebutkan target penjualan di Jabar secara
khusus, keberhasilan 3C di pasaran
membuat perusahaan semakin percaya
diri bahwa 4C juga akan menjadi pilihan
bagi masyarakat.
Target kita sebesar-besarnya atau
tidak terbatas. Melihat bagaimana Honor
3C sebelumnya diterima oleh pasar luas,
kami yakin 4C sang kakak yang banyak
membawa perbaruan spesifikasi ini juga
akan diterima dengan baik.
Honor 4C yang diperkuat OS Android
4.4 + EMUI 3.0 dengan prosesor 64-but
Kirin 620 octa core 1,2 GHz ini dibanderol Rp2,29 juta. Untuk menarik perhatian masyarakat, Huawei juga memberikan promo khusus pada pameran
Huawei Honor 4C di Bandung Electronic
Center pada 6-12 Juli 2015. (k31)

Singapura

1,7

Malaysia

1,3

Indonesia

1,3
1

Filipina

0,9

Thailand
Vietnam

0,8

Pasar E-Commerce
di Asia Tenggara
(US$ miliar)

Agnes Savithri
redaksi@bisnis.com

Ketua umum idEA Daniel


Tumiwa mengungkapkan pihaknya tengah mengkaji draft RPP ecommerce yang kini masih berada
dari Kementerian Perdagangan.
Yang jelas, kami belum mendapatkan draf RPP E-Commerce itu.
Kami hanya mendapatkan matriks
draft RPP, yang bukan merupakan
draft lengkap. Padahal dari awal
asosiasi ini hadir untuk menjadi
mitra pemerintah dalam mengatasi isu e-commerce, ujarnya di
Jakarta, Rabu (1/7).
Menurutnya,
idEA
telah
menyampaikan pandangan resmi
terkait matriks RPP E-Commerce
kepada Kementrian Perdagangan
RI. Pertama, soal kejelasan batas-

Asosiasi mengusulkan identitas subjek hukum bisa melalui data


nomor telepon, dengan
menerapkan KYC
Pembangunan akses
Internet bisa jadi kesempatan bagi pelaku UKM menjangkau
pembeli yang lebih luas.

MESIN CETAK
Arifin mengatakan keberadaan layanan komputasi awan dan integrasi
dengan perangkat teknologi komunikasi
dan informasi adalah identitas mesin
cetak masa depan. Menurutnya, kemampuan multifungsi itu bisa mengatisipasi
tren digitalisasi yang bagi sebagian kalangan dianggap dapat membunuh penjualan mesin cetak.
Kalau mesin cetak yang cuma untuk
mencetak dokumen, fotokopi atau pindai
itu standar. Tapi bagaimana menawarkan
produk yang ada nilai tambah sehingga
efisien dan produktif, ujarnya.
Saat ini, kata Arifin, kebutuhan kertas
per kapita penduduk Indonesia baru 30
kilogram alias di bawah negara tetangga
seperti Singapura dan Malaysia sebesar
100 kilogram. Dia menilai baik sektor
ritel dan korporasi sama-sama tetap prospektif untuk mesin cetak.
Arifin mengklaim Fuji Xerox merupakan pemimpin pasar mesin cetak kantoran di Indonesia dengan pangsa 35%.
Selama ini, perusahaan itu melayani
sektor korporasi dengan metode jual
putus, sewa, dan fasilitas manajemen.
Pada metode ketiga ini, pengguna hanya
menyiapkan tempat sedangkan mesin
dan perawatan disediakan oleh Astra
Graphia.
Distributor mesin cetak lainnya, PT
Synnex Metrodata Indonesia (SMI), juga
meyakini penjualan mesin cetak selama 2015 bisa tumbuh 15% di tengah
pelemahan nilai tukar rupiah dan tren
digitalisasi dokumen. (Samdysara Saragih)

Kamis, 2 Juli 2015

Sumber: International Monetary Fund, e-marketer, Frostand Sullivan, diolah dari berbagai sumber

an tanggung jawab pelaku usaha


yang terlibat dalam transaksi ecommerce.
Pada kesempatan yang sama,
Wakil Ketua Umum Bidang
Kebijakan Publik idEA Budi
Gandasoebrata menjelaskan pelaku usaha yang dimaksud mencakup pedagang, penyelenggara
transaksi perdagangan melalui
sistem elektronik (PTPMSE), dan
penyelenggara sarana perantara.
Perlu dipahami industri ecommerce mempunyai beberapa
tipe model bisnis, sehingga
lingkup tanggung jawabnya perlu
dibedakan menurut model bisnis
masing-masing, sehingga batasan
tanggung jawab harus diperjelas
dan tidak bisa disama-ratakan,
ujar Budi.
Kedua, terkait kesetaraan
penegakan aturan terhadap
pelaku usaha yang berkedudukan
di dalam wilayah Indonesia dan
luar negeri. Asosiasi beranggapan
apabila pemerintah tidak dapat
melakukan enforcement yang
seimbang kepada pelaku usaha

asing yang berada di luar wilayah


Indonesia. Artinya, pengguna
Internet tentunya dapat menggunakan solusi lain yang tidak diatur
oleh hukum Indonesia.

SUBJEK HUKUM
Selain itu, asosiasi itu juga
menyoroti soal identitas subjek
hukum pelaku, seperti KTP, Izin
Usaha, Nomor SK Pengesahan
Badan Hukum.
Berkaitan dengan poin ketiga
tersebut, asosiasi mengusulkan
identitas subjek hukum bisa melalui data nomor telepon karena regulasi pada bidang telekomunikasi
telah mewajibkan dan menerapkan know-your-consumer (KYC)
terhadap para pengguna nomor
telepon.
Selain itu, hingga saat ini belum
terdapat sarana yang disediakan
pemerintah agar PTPMSE dapat
melakukan verifikasi identitas
(KTP) pedagang dan konsumen.
Keempat, terkait izin yang berlapis yang dinilai dapat menghambat
pertumbuhan industri. Menurut

Foto: Bloomberg

BISNIS/HUSIN PARAPAT

Anggota Bidang Kebijakan Publik


idEA Sari Kacaribu, izin itu mencakup tanda daftar khusus, izin
khusus perdagangan melalui
sistem elektronik, dan sertifikat
keandalan.
Izin yang berlapis ini akan
membuat merchant yang ingin
berjualan di platform lokal berubah pikiran dan lari ke platform
asing, ujar Sari.
Di sisi lain, CEO dan Co-Founder
Tokopedia William Tanuwijaya
mengemukakan Indonesia cukup
potensial dari sisi industri ecommerce. Pembangunan akses
Internet bisa menjadi kesempatan
bagi para pelaku UKM untuk menjangkau pembeli yang lebih luas
seperti kota tear II dan tear III.
Beberapa
lembaga
survei menyebutkan pemasukan Indonesia untuk e-commerce
cukup tinggi, 40% populasi Asia
Tenggara berada di Indonesia.
Untuk mendorong industri e-commerce tersebut diperlukan kerja
sama semua stake holder untuk
membangun industri ini.

ULANG TAHUN NOKIA

Bisnis/Abdullah Azzam

Presiden Direktur PT Nokia Solutions and Networks Indonesia Dharmesh


Malhotra (tengah) berbincang dengan Head of Marketing & Communication Niko
Steffanus Sutikno (kiri) dan Head Solution Mobile Broadband Leo Darmawan

di sela-sela buka bersama dan peringatan 150 tahun Nokia di Jakarta, Rabu
(1/7). Nokia Networks pada Q1 2015 telah memiliki 175 referensi komersial untuk
menyediakan layanan LTE ke operator-operator terkemuka di seluruh dunia.

ON-SHIP CONNECTIVITY

Telkom Sediakan Akses Internet di Kapal Pelni


JAKARTA PT Telekomunikasi
Indonesia Tbk (Telkom) menyediakan on-ship connectivity
berupa akses Internet melalui jaringan wifi.id, perangkat gyro,
layanan ATM, mini BTS, DAS
Telkomsel, serta perangkat pendukung lain untuk menerima broadcast dari satelit.
Direktur Enterprise & Business
Service Telkom Muhammad
Awaluddin mengemukakan kerja
sama ini merupakan bentuk penyediaan layanan connectivity yang
merupakan pangkal dari layanan
lainnya seperti content dan commerce.
Jika berada dalam kapal, bukan
berarti komunikasi harus terputus. Oleh karena itu, konektivitas
menjadi salah satu syarat utama,
sedangkan content dan commerce akan lebih mudah karena
penumpang selalu terkoneksi,
ujarnya di sela-sela peresmian
on-ship connectivity di Pelabuhan

Tanjung Priok, Selasa (30/6)


malam.
Dalam rangka menggelar layanan itu, Telkom telah menginvestasikan Rp75 miliar untuk 24
kapal PT Pelni (Persero).
"Kapal pelni ada 24 untuk itu
kami sudah mengalokasikan Rp75
miliar, jika dijabarkan sekitar Rp3
milyar untuk satu kapal," tutur
Awaluddin.
Awaluddin
menambahkan
semua investasi tersebut berasal
dari CAPEX Telkom, sedangkan
Pelni akan membayarnya melalui
OPEX dengan prediksi BEP mendekati 24 bulan. Direktur Utama
Pelni Elfien Goentoro mengungkapkan konsep bisnis yang dilakukan merupakan bentuk manage
service dan model ini dirasa paling
efektif dan efisien.
Model ini akan mempermudah
Pelni. Core bisnis kami di pelayaran sehingga tidak akan efektif
dan efisien jika kami memikirkan

pula teknologi kapal, maka dari itu


kami serahkan kepada ahlinya,
ujar Elfien dalam kesempatan
yang sama.
Sedangkan mengenai pembiayaan, Elfien menjelaskan akan
menggunakan Opex Pelni dengan
alasan keperluan IT bukan menjadi investasi melainkan pengeluaran yang bisa dibiayakan saat ini.
Kebutuhan content dan commerce, awal menyatakan pihaknya
telah siap memberikan kedua hal
tersebut jika memang dibutuhkan oleh Pelni. Content misalnya
mencakup aplikasi laporan
administrasi kapal dan commerce mencakup transaksi komersial
di dalam kapal. Sementara itu,
untuk content dan commerce tidak
memerlukan investasi, dan bisa
mengimplementasikan model bisnis yang berbeda.
Awaluddin menjelaskan salah
satu teknologi yang digunakan
dalam kapal yakni Gyro. Perangkat

ini merupakan alat data communication dengan bandwidth tiga


megabyte per second per kapal.
Dengan adanya perangkat ini,
penumpang dan awak kapal dapat
memanfaatkannya untuk email
dan browsing, namun sayangnya kurang nyaman digunakan
untuk streaming karena kapasitas
yang terlalu berat ditampung oleh
satelit.
Kapasitas
bandwidth
ini
memang dirasa masih pas-pasan,
namun seiring berjalannya waktu
dan bertambahnya penumpang,
Awaluddin menambahkan kapasitas tersebut bisa ditingkatkan.
Pihaknya pun hingga kini masih
mencari teknologi hybrid yakni
penggabungan antara teknologi
seluler teresterial dan teknologi
satelit.
Kami masih mencari teknologi
tersebut, karena teknologi tersebut
bukan lebih murah melainkan
lebih efisien. (Agnes Savithri)

ENERGI

Kamis, 2 Juli 2015

EKSPLORASI

PERTAMINA & PIHC


BANGUN PABRIK PETROKIMIA
JAKARTA PT Pertamina
(Persero) menandatangani nota
kesepahaman (MoU) kerja sama
dengan PT Pupuk Indonesia
Holding Company (PIHC)
tentang kajian pengembangan
pabrik petrokimia berbasis gas
dan batu bara.
Kerja sama lain meliputi
kajian sinergi engineering, procurement, construction (EPC),
dan operations & maintenance
(O&M) melalui optimalisasi aset
dan tukar pengetahuan antara
para pihak maupun afiliasinya.
Nota Kesepahaman ditanda-

tangani oleh Direktur Utama


Pertamina Dwi Soetjipto
dan Direktur Utama Pupuk
Indonesia Arifin Tasrif di Kantor
Kementerian BUMN, Rabu (1/7).
Dwi menuturkan ruang lingkup kerja sama kedua BUMN
menyangkut penyusunan studi
kelayakan terhadap pengembangan pabrik petrokimia
berbasis gas dan batu bara.
Pengembangan pabrik petrokimia memiliki peran penting
karena hingga saat ini bahan
baku petrokimia masih bergantung impor. (Bisnis/83)

27

BADAK NGL INGIN PASOKAN GAS NAIK


BONTANG PT Badak NGL
berharap pasokan gas dari
Blok Mahakam setelah diambil
alih PT Pertamina (Persero)
setelah masa kontrak Total E&P
Indonesie berakhir bisa tetap
terjaga atau bahkan meningkat.
Senior Manager Corporate
Communication Badak NGL Feri
Sulistyo Nugroho mengatakan
meskipun ada tren penurunan
produksi, tetapi bisa saja setelah diambil alih Pertamina produksi Blok Mahakan meningkat.
Memang wajar dan sifatnya
alamiah kalau ada penurunan
produksi setelah mencapai titik

puncak, tapi kami harap pasokan gas alam dari Blok Mahakam
bisa meningkat setelah dipegang Pertamina, ujarnya,
Selasa (30/6).
Hingga saat ini, Badak NGL
masih bergantung pada pasokan gas dari Total. Pasalnya,
perusahaan asal Prancis itu
berkontribusi hingga 81% pasokan gas disusul Vico Indonesia 16% dan Chevron 3%.
Khusus untuk Chevron,
Badak NGL berharap pasokan
gas meningkat seiring dengan
pengembangan proyek laut
dalam. (Bisnis/98)

AVTUR NGURAH RAI DITAMBAH 7,5%


DENPASAR PT Pertamina
(Persero) menambah stok avtur
atau bahan bakar khusus pesawat udara di Bandara I Gusti
Ngurah Rai, Bali 7,5% dari konsumsi normal mengantisipasi
lonjakan lalu lintas penerbangan menyambut Lebaran.
Lonjakan wisatawan ke Bali
juga kami antisipasi dengan
peningkatan stok avtur selama
masa Lebaran di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU)
Ngurah Rai 7,5%, kata Assistant Manager External Relation
Marketing Operation Region V
Heppy Wulansari, Rabu (1/7).

PRODUKSI GAS ALAM

Menurut dia, rata-rata


konsumsi avtur di salah satu
bandara tersibuk di Indonesia itu
mencapai 1.830 kiloliter per hari.
Pertamina Marketing Operation Region V, lanjut dia, berupaya untuk dapat memenuhi
kebutuhan BBM termasuk
Elpiji di masyarakat agar dapat
melaksanakan ibadah puasa
dan merayakan Idulfitri 1436
Hijriah dengan lancar.
Perusahaan minyak dan gas
Indonesia itu memprediksi
konsumsi BBM jenis Premium
dan Solar di Pulau Dewata naik
hingga 15%. (Antara)

ENERGI TERBARUKAN

BUMN Diminta
Amankan Biodiesel

Suasana kilang

pencairan gas alam


Badak LNG di Bontang,
Kalimantan Timur,
diabadikan Rabu (1/7).
Kapasitas produksi
kilang tersebut rata-rata
mencapai 17 juta metrik
ton per tahunnya untuk
memenuhi kebutuhan
ekspor ke Jepang, Korea
dan Taiwan.
Antara/Widodo S. Jusuf

KEWAJIBAN PENGGUNAAN RUPIAH

Sektor Energi Peroleh Kelonggaran


JAKARTA Sektor energi memeroleh kelonggaran dalam kewajiban penggunaan rupiah
setelah Bank Indonesia dan Kementerian ESDM
menyepakati sektor tersebut memiliki karakteristik khusus sehingga keseluruhan transaksi
tidak bisa sekaligus menggunakan rupiah.
Fauzul Muna
redaksi@bisnis.com

Kebijakan itu tertuang dalam


Peraturan Bank Indonesia No.
17/2015 tentang Kewajiban
Penggunaan Rupiah di Wilayah

Sektor energi menjadi salah satu sektor


yang banyak menggunakan valuta asing.
Kementerian ESDM
dan BI akan mengeluarkan tata cara pelaksanaan mengenai implementasi peraturan
itu.

NKRI yang mulai berlaku 1 Juli.


Transaksi yang secara fundamental sulit menggunakan rupiah, bisa tetap menggunakan
mata uang asing.
Menteri Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM) Sudirman
Said mengatakan energi merupakan salah satu sektor yang banyak menggunakan valuta asing.
Di sektor hulu migas saja,
berdasarkan rencana anggaran
(work plan and budget) tahun
ini, investasi sektor hulu migas
mencapai US$20,2 miliar yang
sebagian besar menggunakan
valuta asing.
Pihaknya berkonsultasi dengan Gubernur Bank Indonesia
pada Rabu (1/7). Surat permo-

honan pengecualian juga telah


diajukan pada Senin (29/6).
Hasil pertemuan tersebut, Kementerian ESDM dan Bank Indonesia menyepakati bahwa sektor energi memiliki karakteristik
khusus sehingga keseluruhan
transaksi tidak bisa sekaligus
menggunakan rupiah.
Dalam rangka memilah transaksi yang bisa dan tidak bisa
menggunakan rupiah, Kementerian ESDM dan BI membagi
seluruh transaksi menjadi tiga
kategori.
Pertama, transaksi yang bisa
langsung menerapkan ketentuan PBI, misalnya sewa kantor
dan gaji karyawan Indonesia.
Transaksi golongan satu akan
diberikan waktu transisi paling
lambat enam bulan.
Kedua, transaksi yang masih
membutuhkan waktu sebelum
bisa diterapkan PBI. Misalnya,
transaksi bahan bakar, transaksi
impor melalui agen lokal, kontrak jangka panjang, dan kontrak
yang bersifat multimata uang.
Khusus transaksi kategori
dua, transaksi yang terikat kontrak jangka panjang akan dija-

PRODUKSI BATU BARA

Terkendala Harga,
Target Sulit Tercapai
JAKARTA Target produksi batu bara
nasional pada tahun ini 425 juta ton
dinilai perlu direvisi, karena sebagian
perusahaan sudah menyatakan akan
menurunkan produksi.
Penurunan produksi sebagai dampak
dari lemahnya harga batu bara, khususnya di luar negeri, yang membuat harga
emas hitam tersebut terus merosot.
Sebagai dampaknya langsung dirasakan perusahaan batu bara yang mencoba menekan beban dengan mengurangi
produksi.
Ketua II Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Priyadi mengatakan target produksi batu bara tahun ini
425 juta ton akan sulit tercapai.
Menurutnya, tren penurunan produksi
batu bara sudah bisa dilihat dari realisasi
dalam lima bulan pertama yang baru
mencapai 166 juta ton.
Mungkin saja produksinya akan di
bawah 400 juta ton, sehingga sepertinya
target tersebut perlu direvisi, ujarnya,
Senin (29/6).
Dia menilai penurunan produksi tersebut merupakan langkah aman untuk
meminimalisir efek jatuhnya harga. Jika
tidak, dampaknya selain kerugian finansial, perusahaan juga terpaksa memangkas beban dengan pemutusan hubungan
kerja karyawan.
Priyadi mengungkapkan sudah banyak
perusahaan batu bara yang menyiapkan
revisi rencana kerja dan anggaran biaya
(RKAB) mereka untuk kemudian diajukan kepada pemerintah.
Salah satunya adalah PT Pesona
Khatulistiwa Nusantara (PKN) sebagai

salah satu perusahaan pemegang lisensi


perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) yang menyatakan akan menurunkan target produksi
dari 5 juta ton menjadi 3,7 juta ton.
Presiden Direktur PKN Jeffrey Mulyono
mengatakan keputusan tersebut diambil
karena pasar batu bara sudah kian menipis akibat terus membanjirnya pasokan.
Oleh karena itu, PKN pun mencoba terus
mengembangkan briket batu bara yang
saat ini baru berskala kecil.
Pasarnya memang gak ada. Makanya
agak sulit kalau harus mengejar produksi sampai 425 juta ton. Yang justru kami
kembangkan sekarang ini ya briket.
Penurunan produksi juga mulai terjadi
pada PT Adaro Energy Tbk., induk usaha
PT Adaro Indonesia.
Sepanjang kuartal I/2015, produksi
batu bara Adaro tercatat sebanyak 13,61
ton atau turun 5,93% dibandingkan
dengan produksi pada periode yang
sama tahun lalu 13,99 juta ton.
Padahal, perusahaan yang melakukan
operasi pertambangan di Kalimantan
Selatan tersebut menargetkan peningkatan produksi tahun ini 3% dari 5,61 juta
ton menjadi sekitar 58 juta ton.
Sementara itu, pemerintah khususnya
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menunggu pengajuan revisi RKAB perusahaan batu bara itu.
Direktur Pembinaan Pengusahaan
Batubara Kementerian ESDM Adhi Wibowo mengatakan pengajuan revisi tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan
apakah target produksi akan dipangkas
atau tidak. (Lucky L. Leatemia)

jaki kemungkinan perubahan


perjanjian. Setelah perjanjian selesai, kontrak yang baru harus
menggunakan transaksi dalam
rupiah.
Terakhir, transaksi yang secara fundamental sulit memenuhi
ketentuan PBI karena berbagai
faktor antara lain kebijakan pemerintah. Transaksi yang termasuk dalam kategori tiga antara
lain gaji karyawan ekspatriat,
transaksi servis pengeboran, dan
sewa kapal.
Sudirman melanjutkan khusus transaksi golongan ketiga,
pelaku usaha dapat melanjutkan
transaksi dengan mata uang
asing.

GUGUS TUGAS
Lebih jauh, Kementerian
ESDM dan BI akan membentuk
suatu gugus tugas terkait implementasi PBI 17/2015. Kementerian ESDM dan PBI akan
mengeluarkan tata cara pelaksanaan mengenai implementasi
peraturan ini, katanya dalam
konferensi pers, Rabu (1/7).
Ditemui dalam kesempatan
yang sama, Kepala Satuan Kerja

Khusus Pelaksana Kegiatan


Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan
kontraktor kontrak kerja sama
migas (KKKS).
Jika KKKS mengalami kebingunan terkait aturan tersebut,
tambahnya, dipersilakan untuk
berkonsultasi dengan SKK Migas. Nanti SKK Migas akan menyampaikan kepada BI.
Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan,
dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana
mengemukakan transaksi dalam
pengembangan panas bumi sulit
menggunakan rupiah karena
sebagian besar teknologi masih
impor. Tapi ketika dilakukan
perpanjangan, saya rasa tidak
akan kesulitan untuk menggunakan transaksi rupiah.
Selain itu, sebagian besar tarif
listrik yang berasal dari sumber
energi terbarukan juga menggunakan mata uang dolar AS.
Khusus untuk transaksi tersebut,
dia menjanjikan akan dikonversi
dalam rupiah.

HARGA PERTAMAX TETAP

JIBI/Gigih M. Hanafi

Petugas melayani pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di sebuah

SPBU di Sleman, Yogyakarta, beberapa waktu lalu. PT Pertamina (Persero) memastikan


harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Plus dan Pertamina Dex tidak mengalami kenaikan
pada Juli 2015, agar tidak membebani masyarakat, terutama saat Ramadan dan menjelang
Hari Raya Idulfitri.

JAKARTA Dewan
Energi Nasional (DEN)
mengusulkan dibentuknya
penugasan khusus kepada
Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) untuk mengamankan pasokan biodiesel dan bioethanol.
Pengamanan pasokan
biodiesel oleh BUMN merupakan salah satu kesimpulan sidang anggota DEN
ke-14 dalam upaya percepatan pemanfaatan biofuel.
Mengusulkan kepada
Presiden untuk memberi
penugasan khusus kepada
BUMN untuk mengamankan pasokan biodiesel dan
bioethanol baik on farm
maupun off farm, kata
Hadiyat Wiratmaja selaku
anggota DEN saat membacakan kesimpulan sidang,
Rabu (1/7).
DEN juga meminta pemerintah mempercepat
penghimpunan dana dari
pungutan ekspor minyak
kelapa sawit (CPO) dan
produk turunannya untuk
pengembangan industri
kelapa sawit.
Usul lain dari DEN, pemerintah agar mengalokasikan dana subsidi untuk
biodiesel dan bioethanol
untuk 2016 dan tahun selanjutnya.
Selanjutnya, DEN mendesak Presiden Joko Widodo menugaskan kepada
badan usaha selambatlambatnya 31 Agustus 2015
untuk membeli biodiesel
transportasi public service
obligation (PSO) dan nonPSO serta bioethanol untuk
transportasi non-PSO.
Jika tidak melakukan
penugasan sesuai dengan peraturan menteri
[Permen] ESDM Nomor
25/2013, maka badan
usaha yang tidak menggunakan biofuel diberikan
sanksi tegas, katanya.

Pihaknya juga minta


agar pemerintah menugaskan Badan Standarisasi Nasional (BSN) segera menerapkan Standar Nasional
Indonesia (SNI) biodiesel
dan bioethanol sesuai standar internasional.
Di sisi lain, pemerintah
telah mulai memberlakukan pungutan dana pendukung perkebunan kelapa
sawit (CPO Supporting
Fund) akan tetap diberlakukan pada 1 Juli 2015.
Pungutan ini dimaksudkan
untuk mendukung pemberlakuan pencampuran
bahan bakar nabati (BBN)
15% ke dalam solar.
Sementara itu, Menteri
EDSM diminta harus memerinci sanksi kepada
pengusaha yang melanggar
kebijakan mandatori biodiesel. Tanpa adanya perincian sanksi tersebut, dikhawatirkan pelaku usaha
akan menghindarkan diri
dari kewajibannya.
Harus ada aturan operasionalnya. Dibikin secara jelas oleh pemerintah.
Karena akan banyak loop
hole dalam kebijakan mandatori biodiesel itu jika
tidak ada perincian yang
jelas, ungkap Direktur
Indef Enny Sri Hartati.
Enny mengingatkan pemerintah agar segera menyelesaikan pekerjaan rumahnya terkait pelaksanaan Badan Pengelola Dana
Perkebunan (BPDP) Sawit
untuk mendorong keberadaan biodiesel di pasaran.
Salah satu yang disoroti
adalah regulasi pendukung
mengenai sanksi.
Sanksi yang dimaksud
menyangkut keengganan
badan usaha yang tidak
mampu memenuhi target
mencampur
biodiesel
dengan solar. (Annisa L.
Ciptaningtyas /Bastanul Siregar)

PEMBANGKIT 35.000 MW

IPP Minta Ada


Kepastian Hukum
JAKARTA Payung hukum baru yang rencananya
dikeluarkan guna mempercepat pembangunan
proyek pembangkit listrik
35.000 megawatt diharapkan dapat mengatasi masalah ketidakpastian hukum
yang selama ini menjadi
ganjalan.
Chief Growth Officer PT
Sumberdaya Sewatama,
selaku pengembang listrik swasta (independent
power producer/IPP), Edi
Hirsam mengatakan dikeluarkannya peraturan baru
untuk mempercepat proses
pembangunan proyek justru akan tumpang tindih
dengan beleid yang sudah
ada.
Pemerintah berencana
mengeluarkan peraturan
presiden (perpres) untuk
mengatasi masalah peraturan yang bertentangan.
Jangan sampai nanti
percepatan malah jadi masalah ke depannya. Nanti
kalau sudah masuk proyek
malah swasta yang harus
berhadapan dengan masyarakat, kata Elan dalam
acara Diskusi Energi Kita,
Rabu (1/7).
Menurutnya, program
percepatan yang dicanangkan pemerintah untuk
proyek 35.000 MW justru
rawan ketidakpastian hukum.
Ketidakpastian hukum
menimbulkan kekhawatiran bagi pihak swasta untuk
berinvestasi. Pihaknya meminta pemerintah untuk
memberikan kejelasan terkait dengan payung hukum yang akan terbit dan
memastikan tidak bersing-

gungan dengan peraturan


lama. Sehingga, saat pihaknya berpartisipasi dalam program tersebut tidak
akan menimbulkan masalah baru.
Kepastian hukum perlu
agar kami juga percaya
diri, ujarnya.
Pengamat kelistrikan
sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Essential
Services Reform (IESR)
Fabby Tumiwa menganjurkan nantinya saat perpres diterbitkan perlu ada
sinergi antarmenteri terkait
untuk implementasi.
Fabby menyebutkan ada
masalah psikologis yang
menghantui pemangku
kepentingan akan kriminalisasi yang berkaitan
dengan proyek tersebut.
Maka Presiden Joko
Widodo perlu menjamin.
Kepemimpinannya juga
harus kuat terkait hal ini,
katanya.
Sementara itu, Wakil
Ketua Unit Pelaksanaan
Program Pembangunan
Ketenagalistrikan (UP3KN)
Agung Wicaksono memastikan perpres yang nanti
diterbitkan akan mengatasi
masalah-masalah yang
selama ini mengganjal berjalannya program.
Pihaknya
menuturkan kepemimpinan yang
sekarang akan menjamin
kepastian hukum untuk
mendorong pembangunan
program listrik nasional.
Pada rapat terbatas
pekan lalu, Presiden telah
menyetujui penerbitan perpres dan itu merupakan
angin segar. (Annisa L.
Ciptaningtyas)

AGRIBISNIS

28

BUDI DAYA

NELAYAN KECIL AGAR JADI PRIORITAS


JAKARTA Dewan Perwakilan Rakyat mengharapkan fokus
pembahasan RUU Perlindungan
dan Pemberdayaan Nelayan
agar lebih menitikberatkan pada
nelayan kecil dan tradisional.
Anggota Komisi IV DPR Rofi
Munawar mengatakan selama
ini nelayan tradisional dan kecil
di Indonesia memiliki risiko
yang sangat besar saat melaut.
Bukan hanya karena alat
tangkap dan perahu yang berukuran kecil, tetapi aspek perlindungan yang lemah dari otoritas pemerintah terkait hasil

tangkapan, katanya, Rabu (1/7)


Dia menambahkan perlindungan dan pemberdayaan
perlu dirumuskan secara seksama mulai dari profesi nelayan
sebagai subjek maupun hasil
tangkapan (ikan) sebagai objek.
RUU itu masuk dalam rancangan program legislasi nasional 20152019. Setidaknya
ada beberapa alasan pokok
kenapa UU itu diperlukan.
Di antaranya untuk memberikan proteksi maksimal dan
kesejahteraan terhadap nelayan
kecil tradisional. (Bisnis/106)

Kamis, 2 Juli 2015

PEMERINTAH AKAN KENDALIKAN STOK


JAKARTA Pemerintah
akan mengendalikan pasokan
rumput laut guna mendorong
tumbuhnya industri pengolahan komoditas itu di dalam
negeri.
Direktur Jenderal Pengolahan
dan Pemasaran Hasil Perikanan
KKP Saut P. Hutagalung mengatakan pengendalian pasokan
dilakukan dengan membangun gudang rumput laut dan
menetapkan harga acuan untuk
komoditas tersebut.
Kita akan bangun gudang
di mana-mana, tetapkan harga

acuan. Bukan amankan pasar


dalam negeri, tapi ingin supaya
mendorong pertumbuhan
industri pengolahan ini dalam
negeri, katanya, Senin (29/6).
Dia menuturkan dengan
adanya pengendalian tersebut,
rumput laut akan tertahan di
dalam negeri. Dorongan pengusaha untuk menjual komoditas
tersebut kepada industri akan
lebih besar.
Selain itu, pengendalian itu
diyakini dapat menghindari
praktik kartel untuk komoditas
tersebut. (Bisnis/106)

KONSUMSI IKAN

MERAUKE BUKA LAHAN 10.000 HA


JAYAPURA Kabupaten
Merauke memeroleh alokasi
anggaran dari pemerintah pusat
untuk perluasan area sawah
seluas 10.000 hektare.
Tahun ini sesuai dengan
surat sekretaris kabinet direncanakan 10 ribu hektare perluasan lahan di Merauke, ujar
Kepala Dinas Tanaman Pangan
dan Holtikultura Provinsi Papua
Samuel Siriwa, Rabu (1/7).
Dia menuturkan pembukaan
lahan tersebut untuk program
satu juta hektare sawah di
Merauke.

Hanya saja, cetus Siriwa, program tersebut memiliki banyak


hambatan yang harus diperhatikan oleh seluruh pihak terkait.
Nanti dilihat bisa atau tidak,
sebab di Merauke persoalannya
itu kalau 10.000 hektare berarti
butuh Amdal yang perlu dikaji
baik. Kemudian juga diperlukan
pemetaan hak ulayat.
Faktor lain, tambah Siriwa,
juga harus diperhatikan, seperti
halnya sumber daya manusia
yang dianggapnya baik dari sisi
kualitas maupun kuantitas perlu
ditingkatkan. (Antara)

TRANSSHIPMENT DIPERBOLEHKAN

Produksi Tuna di Bali


Berpotensi Naik

Bisnis/Paulus Tandi Bone

Kapal nelayan berjalan menuju perkampungan nelayan seusai membong-

kar hasil tangkapan di pelelangan ikan di Makassar, Rabu (1/6). Kementerian

Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat tingkat konsumsi ikan Indonesia di


kawasan Asean sendiri masih rendah yaitu hanya 33 kg per kapita per tahun.

PENGADAAN BENIH PADI INBRIDA

BISI Raih Kontrak 10.000 Ton


JAKARTA PT BISI International Tbk. (BISI),
produsen benih, mendapatkan kontrak pengadaan 10.000 ton benih padi inbrida varietas
publik dari Kementerian Pertanian, guna
mempercepat penyebaran benih bersertifikat di
kalangan petani.
Farodlilah Muqoddam
farodlilah.muqoddam@bisnis.com

Kepala Badan Penelitian dan


Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian M. Syakir mengatakan kerja sama pengadaan benih padi tersebut merupakan bagian dari kemitraan yang dijalin
dengan emiten berkode BISI tersebut terkait pengadaan benih lima
komoditas pangan, hortikultura,
dan pupuk hayati.
Perusahaan terbuka yang bergerak di bisnis benih pertanian
tersebut ditunjuk karena dinilai
memiliki kapasitas dalam mengembangkan bibit serta didukung oleh jaringan pemasaran
yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Bukan eksklusif hanya dengan
BISI. Perusahaan lain pun boleh
masuk, katanya saat penandatanganan kerja sama Kementan dengan BISI, Rabu (1/7).
Namun, Syakir belum bersedia menyebutkan nilai kontrak
tersebut. Untuk ke depan, katanya, bukan hanya BISI yang akan
menyediakan benih padi inbrida

tersebut, tetapi terbuka untuk


perusahaan benih lainnya.
Saat ini, lanjutnya, persebaran benih padi bersertifikat baru
mencapai sekitar 40% dari total
benih yang ditanam petani. Oleh
karena itu, untuk meningkatan
penyebaran benih bersertifikat,
maka diperlukan adanya kerja
sama dengan pihak swasta yang
memiliki jaringan pemasaran luas
untuk membantu menyebarkan
benih padi varietas unggul yang
dikembangkan oleh Badang Litbang Kementerian Pertanian.
Syakir menambahkan kerja
sama dengan pihak swasta dilakukan untuk memudahkan diseminasi teknologi dan inovasi yang
dihasilkan oleh para peneliti.

KENDALA JARINGAN
Selama ini, menurut Syakir,
banyak inovasi yang dihasilkan
tidak dapat sepenuhnya dimanfaatkan secara luas karena ketiadaan jaringan yang menghubungkan dengan petani. Kami
terkendala di penggandaan dan
penyebaran inovasi, ujarnya.
Dalam kerja sama ini, Kementan

dan BISI segera menetapkan target


pemasaran produk, kuantitas yang
disiapkan, serta jenis varietas yang
dibutuhkan di setiap daerah.
Kedua belah pihak juga akan
menyiapkan bibit tanaman yang
potensial dikembangkan di wilayah tidak subur, termasuk di wilayah rawa dan tegalan serta lahan
kering.
Selain berperan memproduksi
massal bibit yang dikembangkan
oleh Badan Litbang, BISI juga bertanggung jawab memperkenalkan
benih tersebut kepada petani.
Di bidang pupuk hayati, kedua belah pihak akan bermitra
melakukan evaluasi produk pupuk hayati yang dinilai potensial
dikembangkan di Indonesia. Proses produksi dan pemasaran akan
dilakukan oleh BISI.
Direktur Utama BISI Jemmy
Eka Putera mengatakan hingga
akhir tahun ini pihaknya akan
merealisasikan setidaknya 5.000
ton bibit padi inbrida atau 50%
dari kesepakatan awal menyediakan 10.000 ton bibit. Kapasitas
kami bisa sampai 20.000 ton per
tahun, katanya.
Pada saat bersamaan, BISI juga
menyiapkan bibit komoditas yang
lain seperti bawang merah, kedelai, jagung, dan tebu.
Khusus untuk jagung, Jemmy
mengatakan potensi pengembangan jagung jenis hibrida masih
sangat terbuka. Pasalnya, saat ini
pemanfaatan benih jagung hibrida masih berada pada kisaran
50%, sedangkan sisanya masih
menggunakan jagung inbrida.
Padahal, tingkat produktivitas

BISI ditunjuk karena


dinilai memiliki kapasitas dalam mengembangkan bibit.
Banyak inovasi yang
dihasilkan tidak dapat
sepenuhnya dimanfaatkan secara luas.
jagung hibrida mencapai sekitar 7
ton per hektare, jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan produktivitas jagung inbrida yang hanya
berkisar 4 ton per tahun. Ini
masih bisa digeser-geser lagi agar
lebih banyak beralih ke hibrida.
Jemmy menambahkan kontrak
kerja sama yang diperoleh dari
Kementan diproyeksikan mampu
menggenjot pertumbuhan pendapatan perseroan hingga 5% sampai akhir tahun. Tambahan pendapatan terutama diperoleh dari
pengadaan bibit padi yang akan
segera terealisasi.
Tambahan pendapatan pada
tahun berikutnya akan kembali
didapat ketika BISI telah mengembangkan bibit komoditas lainnya.
Ini ibaratnya kalau bibit padi
bisa langsung dikerjakan sepulang dari sini [penandatanganan
kerja sama], sedangkan lainnya
menyusul karena harus diteliti lebih dalam lagi, katanya.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, BISI
mencatatkan laba periode berjalan Rp48,39 miliar pada kuartal
I/2015, melonjak 71,47% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu Rp28,22 miliar.

DENPASAR Asosiasi Tuna Longline


Indonesia (ATLI) memprediksikan produksi ikan tuna dari Bali pada tahun ini
kembali bergairah.
Prediksi itu berdasarkan keluarnya sinyal
dari Menteri Kelautan dan Perikanan yang
akan membuka izin bongkar muat (transshipment) hasil perikanan di tengah laut.
Sekjen Asosiasi Tuna Longline Indonesia
(ATLI) Dwi Agus Siswa Putra mengungkapkan kebijakan transshipment dibuka lagi,
maka kemampuan Bali untuk mengekspor
ikan tuna beku dan segar akan meningkat.
Sebelumnya pasokan tuna susah, kebijakan ini kami sambut dengan baik. Kami
berterima kasih karena dampaknya akan
sangat terasa bagi nelayan tuna di Benoa,
ujarnya, Rabu (1/7).
Produksi ikan tuna ATLI pada awal
tahun ini sempat merosot drastis yaitu
50% akibat keluarnya Peraturan Menteri
Kelautan dan Perikanan No. 57/2014 yang
melarang praktik transshipment. Setelah
kebijakan larangan alih muat kapal ikan
di tengah laut diberlakukan, dari total 553
unit kapal jenis longline di Pelabuhan Benoa, hanya 50% beroperasi.
Berhentinya operasi kapal juga menurunkan hasil tangkapan tuna dari rerata
1.500 ton per hari menjadi 750 ton per
hari.
Kondisi itu pun berbuntut panjang, ka-

rena dari total 15.000 orang pekerja yang


terlibat di pelabuhan perikanan terbesar
di Pulau Dewata itu, sekitar 8.000 orang
harus menunggu jadwal berlayar di rumah
masing-masing.
Dwi Agus mengungkapkan asosiasinya
sudah menerima draf rancangan pemberlakuan transshipment dari Kementerian
Kelautan dan Perikanan (KKP). Salah satu
isinya hanya mengizinkan ukuran kapal
angkut di bawah 200 gross tonnage (GT).
Kapal pengangkut juga diharuskan dipasangi kamera CCTV dan observer untuk
memudahkan pemantauan dari aparat
terkait. Dia mengatakan draf peraturan
masih akan didiskusikan oleh KKP dan
asosiasi di Jakarta.
Namun, pada prinsipnya mereka menyatakan tidak mempersoalkan dan siap
mengikuti aturan tersebut. Pada dasarnya,
ATLI sudah siap karena kapasitas kapal
pengangkut asosiasi ini di bawah 200 GT.
Ikan tuna merupakan salah satu komoditas ekspor utama bagi Bali, selain ikan
hias hidup, kakap, kepiting, lobster, dan
kerapu.
Badan Pusat Statistik Bali mencatat,
sepanjang 2014, ekspor ikan tuna dalam bentuk segar dan beku mencapai
US$78,49 juta, sedangkan volume ikan
tuna yang dikapalkan sebanyak 26.166,7
ton. (Feri Kristianto)

REHABILITASI DANAU & WADUK

Pencemaran Danau Toba


Segera Dibenahi
JAKARTA Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan menargetkan dapat
memulai langkah untuk memperbaiki
kondisi Danau Toba pada awal 2016.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan kerusakan
lingkungan di wilayah perairan maupun
kawasan di sekitar Danau Toba telah mendapatkan sorotan publik secara luas.
Kementerian menilai perlu segera dilakukan perbaikan agar kondisi Danau Toba
tidak semakin parah.
Kondisi yang ada perlu dinilai secara
tepat dan perlu disusun rencana kerja
secara cepat. Setelah itu segera masuk di
2016, sudah banyak yang bisa dilakukan,
katanya, Rabu (1//7).
Kementerian KLH telah memulai untuk
pemetaan kondisi kerusakan lingkungan danau yang berada di Sumatra Utara
tersebut dengan mengundang sejumlah
ilmuwan dari Universitas Sumatera Utara,
Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjajaran, dan Institut Pertanian Bogor.
Langkah berikutnya, lanjutnya, studi
lapangan untuk meneliti situasi yang
terjadi di Danau Toba. Dalam prosesnya, studi lapangan akan dilakukan oleh

akademisi dan para ahli geologi, juga melibatkan pemerintah daerah serta otoritas
terkait.
Menurutnya, pihaknya akan mengundang pemerintah daerah dan sejumlah
kementerian terkait seperti Kementerian
Pekerjaan Umum untuk mendiskusikan
langkah antisipasi yang disiapkan.
Pertemuan juga dilakukan untuk menyesuaikan rencana aksi yang disusun
dengan upaya yang saat ini telah diambil
oleh otoritas yang berwenang. Agar tahu
apa yang sudah dilakukan dan rencana
apa yang akan dilakukan.
Adapun, rencana aksi yang akan disusun oleh Kementerian LHK di antaranya
pengolahan limbah serta regulasi mengenai pemanfaatan kawasan Danau Toba.
Untuk pengelolaan limbah, lanjutnya,
Kementerian terlebih dahulu akan fokus
menangani limbah rumah tangga yang dihasilkan oleh warga dari delapan kabupaten yang mendiami wilayah sekitar danau.
Selain menangani Danau Toba, Kementerian juga akan merambah ke sejumlah
waduk dan danau di wilayah lain yang
mengalami degradasi lingkungan serta
pendangkalan. (Farodlilah Muqoddam)

KERJA SAMA BIBIT TANAMAN

MORATORIUM KAPAL EKS ASING

Izin 4 Perusahaan Perikanan Dicabut Lagi


JAKARTA Surat izin usaha
perikanan (SIUP) dari empat perusahaan perikanan kembali dicabut berdasarkan hasil analisis
dan evaluasi kapal eks asing yang
dilakukan Tim Satgas Anti Illegal
Fishing Kementerian Kelautan
dan Perikanan.
Keempat perusahaan tersebut
adalah PT Sino Indonesia Shunlida Fishing, PT S&T Mitra Mina
Industri, PT Sumber Laut Utama,
dan PT Maju Bersama Jaya.
Pencabutan SIUP dilakukan
karena adanya indikasi tindak
pidana yang berkaitan dengan
perikanan, antara lain perdagangan manusia, penyelundupan
barang-barang secara ilegal, terbukti memalsukan dokumen
berdasarkan putusan pengadilan
yang berkekuatan hukum tetap,
melakukan kegiatan penangkapan ikan tanpa izin, dan pelanggaran hukum yang dilakukan berulang kali.
Dari data tim satgas, keempat
perusahaan memiliki 26 kapal dengan kapasitas di atas 30 gross
tonnage (GT).

Surat izin penangkapan ikan


(SIPI) atau surat izin kapal pengangkut/pengumpul ikan (SIKPI)
kapal milik keempat perusahaan
itu sudah dipastikan dicabut.
Menteri Kelautan dan Perikanan
Susi Pudjiastuti mengatakan perusahaan yang SIUP-nya sudah dicabut dipastikan tidak akan lagi bisa
beroperasi.
Yang sudah cabut SIUP ya
tidak bisa. Yang SIPI SIKPI dengan pelangaran yang mereka lakukan dengan perusahaan tadi tidak
mungkin dapat [izin], katanya
saat konferensi pers perkembangan hasil analisis dan evaluasi kapal eks asing, Rabu (1/7).
Selain keempat perusahaan ini,
Susi juga menyebutkan rekomendasi tindakan kepada perusahaanperusahaan lainnya berdasarkan
hasil analisis tim satgas.
Dia mengatakan sebanyak 52
SIPI dan/atau SIKPI dari delapan
perusahaan telah dicabut, yaitu
PT Era Sistem Informasindo sebanyak 4 kapal, PT S&T Mitra Mina
Industri sebanyak 4 kapal, PT
Maju Bersama Jaya sebanyak 3

kapal, dan PT Sumber Laut Utama


sebanyak 13 kapal.
Kemudian, PT Minatama Mutiara sebanyak 4 kapal, PT Anugerah Bahari Berkat Abadi sebanyak 14 kapal, PT Ombre Line
sebanyak 7 kapal, dan PT Indojurong Fishing Industry sebanyak
3 kapal.
Selain itu, Susi merinci ada 85
SIPI dan/atau SIKPI dari 8 perusahaan yang sudah tidak aktif
dan dipastikan tidak akan lagi
diperpanjang izinnya, yaitu PT
Sumber Laut Utama sebanyak 1
kapal, PT Sino Indonesia Shunlida
Fishing sebanyak 19 kapal.
Lalu, PT Minatama Mutiara sebanyak 8 kapal, PT Era Sistem
Informasindo sebanyak 2 kapal,
PT Starcki Indonesia sebanyak 8
kapal, PT Chindo Zhenyang Mina
Anugerah sebanyak 2 kapal, PT
Indojurong Fishing Industry sebanyak 28 kapal, dan PT Ombre
Lines sebanyak 17 kapal.
Selain pencabutan izin, Susi
juga akan membekukan 4 SIPI
dan/atau SIKPI 4 kapal PT Ocean
Mitramas. Pembekuan dilakukan

berdasarkan tingkat pelanggaran,


seperti penggunaan anak buah
kapal (ABK) asing dengan jumlah
yang tidak banyak.
Yang dibekukan kemungkinan
masih bisa jalan tapi kita tunggu
laporan Departemen Keuangan
[Kementerian Keuangan].
Selain empat kapal PT Ocean
Mitramas yang dibekukan, sembilan SIPI dan/atau SIKPI kapal
perusahaan itu sudah berakhir.
Menurut Susi, perpanjangan
dari SIPI dan/atau SIKPI yang
telah berakhir disesuaikan kepada kebijakan pemerintah setelah
proses analisis dan evaluasi satgas.
Ketua Satgas Anti Illegal Fishing
Mas Achmad Santosa mengatakan
pemalsuan dokumen pun dapat
menjadi alasan untuk pencabutan
SIUP bagi perusahaan lainnya.
Misalnya double registered, kalau double registered diduga ada
pemalsuan dokumen, tapi yang
namanya pemalsuan dokumen
ada putusan pengadilan. Kalau
polisi turun, ini dicabut, tapi kan
sekarang belum. (Ihda Fadila)

Bisnis/Endang Muchtar

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian Muhammad Syakir

(kiri) bersama Direktur Utama PT BISI Internasional Tbk. Jemmy Eka Putra, menandatangani
naskah kerja sama bibit tanaman di Jakarta, Rabu (1/7). Perusahaan yang bergerak di bidang
bibit tanaman itu mengajak Kementerian Pertanian mengembangkan benih tanaman pangan,
hortikultura, dan pupuk hayati untuk menyukseskan swasembada pangan nasional.

PROPERTI

Kamis, 2 Juli 2015

29

PILAR

PODOMORO PACU PENJULAN 4 PROYEK


JAKARTA PT Agung
Podomoro Land Tbk memacu
penjualan empat proyek
sepanjang 2015.
Proyek-proyek tersebut
terdiri dari rumah tapak, hunian
vertikal hingga superblok
yakni Orchard Park Batam,
Podomoro City Medan, Grand
Taruma Karawang, dan
Apartemen Grand Madison di
Podomoro City Jakarta Barat.
Direktur Marketing Agung
Podomoro Indra W. Antono
mengatakan proyek terbesar

REI BERI RUMAH GRATIS

yang dipasarkan pada tahun ini


adalah Podomoro City, Medan.
Pasalnya, superblok seluas
5,3 ha itu merangkum tujuh
menara.
Kami melihat Medan yang
sekarang pegang kendali, paling
prospektif penjualannya,
katanya kepada Bisnis, belum
lama ini.
Dia menambahkan proyek
di Medan bakal menjaring
masyarakat segmen menengah
ke atas yang memang sedang
tumbuh di Medan. (Bisnis/dps)

Bisnis/Dedi Gunawan

Perlambatan Sektor Properti: Pekerja merangkai besi beton

untuk pembangunan gedung perkantoran di Jakarta, belum lama ini , Pada


semester I/2015, hampir semua jenis industri termasuk properti mengalami
perlambatan. Mengutip hasil riset lembaga properti Cushman and Wakefield
Indonesia menguatkan gambaran kelesuan bisnis properti, khususnya di
kawasan Jabodetabek.

sosial REI.
Program ini diluncurkan
untuk memberikan tempat
tinggal yang layak bagi
masyarakat yang membutuhkan
bantuan. Mereka harus
memenuhi kriteria yang
ditentukan agar tidak salah
sasaran, katanya melalui siaran
pers, Rabu (1/7).
RRI 2015 diselenggarakan oleh
11 DPD REI, a.l. REI Sulsel, REI
Jatim, REI Jabar, REI DKI, REI
Sumsel, REI Batam, REI Kaltim,
REI Kalbar, REI Jambi. (Bisnis/dps)

JAKARTA Persatuan
Perusahaan Realestat Indonesia
membagikan satu unit rumah
gratis masing-masing di
Serdang, Sumatra Utara dan
Palembang, Sumatra Selatan
pada 30 Juni dan 1 Juli 2015.
Program rumah gratis
tersebut masuk dalam agenda
Ramadan Rumah Impian (RRI)
Berbagi Bersama BTN 2015.
Ketua Panitia Pelaksana RRI
Raymond Arfandi mengatakan
program RRI merupakan salah
satu program tanggung jawab

PRODUK MEWAH

Ciputra Batasi Pengembangan


JAKARTA Ciputra Group melalui ketiga entitas
usahanya PT Ciputra Development Tbk., PT Ciputra
Property Tbk,. dan PT Ciputra Surya Tbk., membatasi pemasaran hunian kategori sangat mewah
pada tahun ini. Grup Ciputra hanya memasarkan
sekitar 10% hingga 15% hunian dengan karakteristik harga di atas Rp5 miliar.
Hunian sangat mewah
hanya dikembangkan di
Jakarta dan Bali.

Deliana Pradhita Sari


deliana.pradhitasari@bisnis.co,id

CEO Ciputra Group Candra Ciputra mengatakan grup properti yang


dinakhodainya itu memiliki diversififikasi produk yang luas, dari hunian dengan rentang harga Rp100 juta
hingga di atas Rp5 miliar. Kendati demikian, porsi hunian sangat mewah
terbatas pengembangannya.
Pasalnya, penjualan produk tersebut merupakan segmen yang paling
tergerus akibat kebijakan pemerintah
yang tidak jelas terkait dengan penerapan pajak sangat mewah sehingga
membuat kalangan atas pikir-pikir
untuk membeli produk dengan kategori tersesut.
Hunian sangat mewah hanya kami
kembangkan di Jakarta dan Bali. Dengan luasan kondominium 150 m2
saja sudah bisa kami pasarkan dengan harga Rp5 miliar atau lebih,
katanya dalam acara Temu Media di
Jakarta, Selasa (30/6).
Candra menambahkan porsi kondominium atau resor senilai Rp5 miliar
itu bisa mengakomodasi kebutuhan
orang asing. Menurutnya, sejauh ini
orang asing yang membeli properti

Perseroan masih fokus


terhadap kebutuhan
warga lokal dibandingkan
ekspatriat.
di Indonesia hanya tertarik dengan
Jakarta, khususnya di koridor pusat
bisnis dan resor di Pulau Dewata.
Kendati demikian, tuturnya, dibukanya keran kepemilikan asing oleh
pemerintah tidak serta merta memacu pertumbuhan pasar properti
lebih pesat. Hal itu disampaikan oleh
Direktur PT Ciputra Property Tbk. Artadinata Djangkar.
Arta menyebutkan pihaknya tidak
akan memperluas porsi pasar hunian
sangat mewah yang ditujukan bagi warga asing. Jadi masih di sekitaran 15%.
Di antara entitas Ciputra Group lainnya, perusahaan berkode CTRP inilah
yang diamanahi mengembangkan
hunian sangat mewah di Ciputra
World Jakarta II bertajuk Raffles Residence dan kondominium di Ciputra
International Puri. Selain itu, perseroan

Bisnis/Nurul Hidayat

juga mengembangkan resor mewah


di Tabanan, Bali berlabel Rosewood
Luxurious Resorts and Villas.
Arta menjelaskan perusahaan
masih mempertahankan proporsi pengembangan produk bagi warga lokal ketimbang asing. Menurut dia,
apabila pihaknya mengejar segmen
untuk asing, bakal menjauhkan pasar domestik. Padahal selama ini
yang memacu pertumbuhan sektor
properti adalah domestik.
Tidak ada jaminan pasar properti
akan tumbuh pesat dengan diizinkannya asing memiliki properti di
Indonesia, katanya saat ditemui di
kesempatan yang sama.
Dia memandang revisi beleid ter-

kait dengan pemilikan asing pada


PP No. 41/1996 itu tidak signifikan
mengubah kondisi properti yang terpuruk pada tahun ini. Dia pun belum
dapat memprediksikan kapan siklus
properti akan berubah pada keadaan
yang lebih baik.
Kita harus bijak memandang aturan ini [kepemilikan asing] karena kita
belum tau persis ke mana arahnya,
ujarnya.

SEBATAS WACANA
Direktur Utama PT Ciputra Surya
Tbk. Harun Hajadi menuturkan tidak
perlu terlalu fokus menanggapi wacana kepemilikan asing. Menurtnya,
revisi aturan itu belum pasti dan be-

CitraLand Jayapura Digarap Tahun Depan


JAKARTA PT Ciputra Surya
Tbk. menunda proyek CitraLand Jayapura, Papua senilai Rp1,3 triliun
yang rencananya dirilis pada akhir
tahun ini.
Penundaan disebabkan proses
perizinan proyek yang belum selesai sehingga perusahaan menjadikan proyek tersebut sebagai target
pengembangan tahun depan.
Direktur Ciputra Surya Nanik J.
Santoso mengatakan CitraLand Jayapura tidak sempat digarap pada
tahun ini. Menurutnya, tahapan

perizinan yang sedang dijalani tidak memungkinkan selesai pada


akhir 2015.
Kalau izin belum beres, kami
tidak akan pasarkan, katanya dalam acara temu media di Jakarta,
Selasa (30/4).
Menurutnya, proses perizinan
tidak dapat diprediksi kapan selesainya. Perizinan di CitraLand Jayapura diklaim melebihi target
tenggat yang dipatok perusahaan.
Proyek yang didedikasikan bagi
segmen menengah ke atas itu di-

kembangkan di kawasan Entrop


seluas 40 ha. Kawasan ini masih
termasuk dalam area pusat bisnis
kota. Adapun unit-unit rumahnya
nanti dipatok dengan harga Rp600
juta hingga Rp2 miliar.
Pasalnya, harga lahan di kawasan
tersebut sudah mencapai Rp1,5 juta
per meter persegi.
Nanik menyebutkan pada tahun
ini perseroan menargetkan pembangunan 5 proyek baru, di mana
CitraLand Jayapura menjadi salah
satu agendanya.

Jadi, tahun ini kami kembangkan


empat proyek saja, yang satu ditunda, tuturnya.
Adapun keempat proyek itu terdiri dari tiga proyek baru yaitu
CitraLand Lampung, CitraLand
Kendari dan CitraLand City Losari
Makassar, dan satu proyek berjalan
Ciputra World Surabaya Office Tower.
Dari keempat proyek tersebut,
perseroan menargetkan marketing
sales senilai Rp2,8 triliun. (Deliana
Pradhita S.)

RUMAH PANGSA

Sutera Agung Targetkan


Pendapatan Rp1,2 Triliun
JAKARTA Kendati pasar properti
dianggap sedang lesu, PT Sutera Agung
Properti tetap menargetkan pendapatan
prapenjualan sebesar Rp1,19 triliun pada
2015 dari dua proyek hunian vertikal
atau rumah pangsa di kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangerang.
Marketing Director Sutera Agung Properti Boy Noviyandi menuturkan pemasukan tersebut berasal dari rumah
pangsa Saumata sebesar Rp700 miliar
dan Saumata Suites sebesar Rp490 miliar.
Estimasinya sampai dengan akhir
2015, Sautama mampu terserap 100%,
sedangkan Sautama Suites bisa terserap
60%70%, tuturnya kepada Bisnis setelah acara temu media, Selasa (30/6).
Untuk proyek kedua hunian vertikal di
lahan seluas satu hektare tersebut, perusahaan menggelontorkan dana Rp1,2
triliun.
Rumah pangsa Saumata terdiri dari
tiga tipe, yakni 2 kamar tidur seluas
124 m2127 m2, 3 kamar tidur dengan
luasan 159 m2161 m2, dan unit griya
tawang atau penthouse dengan luasan
206 m2260 m2.
Bangunan setinggi 38 lantai yang terdiri
dari 203 unit rumah pangsa ini dipasarkan
dengan harga Rp27 juta/m2, atau naik
35% dari harga saat peluncurannya pada
Juni 2014 sebesar Rp20 juta/m2.
Saat prosesi penutupan atap (topping
off) pada November 2015, perusahaan
akan menaikkan harga menjadi Rp28
juta/m2Rp30 juta/m2.
Perusahaan menargetkan serah terima
kunci pembeli Saumata pada Oktober 2016.
Berbeda dengan pendahulunya, Sau-

mata Suites hanya menyediakan dua tipe


kamar, yakni 3 kamar tidur seluas 149,3
m2 sejumlah 132 unit dan 6 unit griya
tawang masing-masing seluas 312,1 m2.
Setiap lantai tipikal diisi 4 unit tipe 3
kamar tidur, sedangkan pada lantai tipe
griya tawang hanya ada 2 unit.
Rumah pangsa setinggi 40 lantai ini,
sambung Boy, dipasarkan dengan harga
mulai dari Rp28 juta/ m2 pada peluncurannya April 2015. Menjelang pemancangan tiang perdana pada awal
2016, pihaknya akan menaikkan harga
sekitar 10%.
Saumata Suites rencananya diserahterimakan kepada pembeli pada akhir
2018.
Ke depan, perseroan akan melakukan
pengembangan dua menara yang berada
di dekat Saumata dan Saumata Suites.
Menurut Boy, pihaknya masih dalam
proses negosiasi mengenai harga pembelian lahan.
Adapun harga lahan premium untuk
bisnis di Alam Sutera mencapai Rp26
jutaRp30 juta/m2, sedangkan harga
lahan untuk hunian berkisar Rp15 juta
Rp17 Juta/m2.
Selain di Alam Sutera, perusahaan
merencanakan peluncuran rumah
pangsa bertajuk City Gate 88 di Daan
Mogot, Jakarta Barat pada Agustus
September mendatang.
Kami masih dalam proses perizinan
dan pematangan konsep karena Sutera
Agung selalu mengedepankan konsep
hunian, walaupun City Gate menyasar
segmen menengah-bawah, terang Boy.
(Hafiyyan)

BAHAN BANGUNAN

lum jelas.
Aturannya saja belum keluar, semua masih sebatas wacana. Tinggal ditunggu saja bagaimana kelanjutannya. Padahal kita tahu proses
menunggu di Indonesia itu sangat
lama, tuturnya.
Oleh sebab itu, perseroan masih
fokus terhadap kebutuhan warga lokal dibandingkan kebutuhan papan
bagi ekspatriat.
Harun menambahkan aturan yang
diwacanakan oleh Kementerian
Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional itu masih ditemui
banyak kejanggalan. Pasalnya, pemerintah hanya membolehkah asing
membeli kondominium strata title.

Padahal, kondominim tipe strata


dasar aturannya menggunakan sistem
hak lepas atau hak milik. Sementara
asing hanya boleh memiliki unit dengan hak pakai.
Dia mempertanyakan skema seperti apa yang akan diubah oleh pemerintah, apakah hak pakai di atas
hak guna bangunan (HGB) sehingga
asing tetap tidak menyandang hak
milik. Padahal, selama ini aturan tersebut belum dibuat.
Jika kondominium strata title dibeli dengan hak pakai itu sangat
merepotkan. Apakah harus beli kondominium di atas hak pakai? Pemerintah perlu menjelaskan aturan ini
secara mendetil, tandasnya.

Proyek Baru Ciputra Group


yang Diluncurkan 2015
PT Ciputra Development Tbk.
1.
2.
3.
4.
5.

CitraGarden Hills Samarinda


CitraGarden City Malang
CitraLand Cileungsi
Fatmawati Project
CitraPlaza Kemayoran

PT Ciputra Surya Tbk.


PT Ciputra Property Tbk.
1. The Nivata Bali
2. Ascott Service Residences
3. Ciputra International-Office Tower 2
Sumber: Ciputra Group, diolah

1.
2.
3.
4.

CitraLand Lampung
CitraGrand Kendari
CitraLand City Losari-Makassar
Ciputra World Surabaya-Office Tower
BISNIS/HUSIN PARAPAT

TRANSPOR TASI & LOGISTIK

30
 SISTEM TARIF GANDA

Kamis, 2 Juli 2015

 ANGKUTAN UDARA

13 Maskapai Terancam
Setop Terbang
JAKARTA Sekitar 13 maskapai penerbangan niaga terancam
dibekukan operasinya oleh Kementerian Perhubungan jika tidak
mampu menambah modal perusahaan sesuai dengan peraturan
yang ditetapkan regulator.
Hadijah Alaydrus & M.G. Noviarizal Fernandez
redaksi@bisnis.com

angan, pendapatan dan analisis arus kas.


Laporan keuangan itu ibaratnya laporan
pengecekan kesehatan untuk maskapai, katanya.
Bila maskapai sehat, dia menyatakan semua
biaya untuk keselamatan, keamanan, serta
operasional dapat terpenuhi dengan optimal.
Risiko terbesar jika maskapai tidak bisa
memenuhi modal operasional adalah pencabutan atau pembekuan operasi.
Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan
Udara Kemenhub M. Alwi mengatakan maskapai bisa mengajukan kembali perizinannya
jika AOC dicabut.
Namun, Kemenhub mewajibkan modal disetor bagi maskapai dengan pesawat 70 kursi atau
lebih harus memasukan modal Rp500 miliar.
Sementara itu, pesawat ukuran medium
hingga 30 kursi wajib menyetor Rp300 miliar
modal dan 30 kursi ke bawah sebesar Rp150
miliar.
Harus modal disetor untuk menghidupkan
kembali dan dibayar di muka, katanya.

Maleo dan Purawisata Baruna Aviation.

SATU BULAN

Bisnis/Dwi Prasetya

Kapal penumpang meninggalkan Pelabuhan Penyeberangan Ketapang di Banyuwangi,


Jawa Timur, belum lama ini. Pada H-4 sampai H-1 Lebaran 2015 PT ASDP Indonesia Ferry
(Persero) akan memberlakukan sistem tarif ganda yang akan diterapkan di Pelabuhan Merak,
Gilimanuk dan Ketapang hanya untuk sepeda motor dan kendaraan pribadi guna memecah
kepadatan pengguna jasa kapal penyeberangan saat puncak arus mudik.

 DWELLING TIME PRIOK

Aptesindo Usulkan
Optimalisasi Fasilitas Relokasi
JAKARTA Optimalisasi fasilitas tempat penimbunan sementara peti kemas di
kawasan lini 2 Pelabuhan Tanjung Priok
harus dilakukan untuk mencapai masa
inap kontainer atau dwelling time ideal
rata-rata 4,7 hari.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Indonesia
(Aptesindo) Reza Darmawan mengatakan selama ini barang impor masih
tertumpuk di pelabuhan dan belum mengantongi surat perintah pengeluaran
barang (SPPB) tetapi tidak dilaksanakan
relokasi ke tempat penimbunan sementara (TPS) tujuan.
Bahkan, katanya, kegiatan relokasi
oleh terminal asal peti kemas Tanjung
Priok ke TPS tujuan banyak dilakukan
setelah hari ke sepuluh bahkan ada yang
hari ke-17.
Padahal, relokasi harus dilakukan setelah tujuh hari peti kemas menumpuk di
lini satu pelabuhan/terminal peti kemas
sesuai dengan Permenhub 807/2014.
Saat ini, di Pelabuhan Tanjung Priok
terdapat empat operator terminal peti
kemas ekspor impor yakni PT Jakarta
International Container Terminal (JICT),
Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, Terminal Mustika Alam Lestari (MAL), dan
Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok.
Padahal lahan TPS buffer peti kemas
di lini 2 Pelabuhan Priok yang masuk
wilayah pabean Tanjung Priok mencapai
20 ha tetapi sayangnya buffer ini belum
optimal dimanfaatkan untuk menekan
dwelling time Priok, ujarnya kepada
Bisnis, Rabu (1/7).
Saat ini, dia menjelaskan terdapat 13

operator TPS tujuan yang menjadi mitra


kepanjangan tangan/buffer terminal peti
kemas ekspor impor di Priok yang sudah
mengimplementasikan sistem TPS online
terkoneksi dengan terminal asal dan
instansi terkait di pelabuhan.
Mengenai tarif relokasi dan storagenya di TPS tujuan juga mengacu pada
yang berlaku di terminal peti kemas
asal, paparnya.
Reza juga menambahkan Aptesindo
sudah mengusulkan supaya kegiatan relokasi barang impor atau overbrengen
mengacu pada parameter berapa lama barang menumpuk di terminal asal, bukan
berdasarkan yard occupancy ratio (YOR).
Demi kelancaran arus barang dan menekan dwelling time kami mengusulkan
batas maksimum barang menumpuk di
lini satu pelabuhan hanya sampai empat
hari, jadi pada hari kelima sudah harus
di relokasi ke TPS buffer, tuturnya.
Aptesindo, kata dia, sedang menyiapkan
formulasi baru untuk kegiatan relokasi
peti kemas impor dari terminal asal ke
TPS tujuan. Termasuk soal tarifnya, akan
sama dengan terminal asal, ujarnya.
Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung
Priok Bay M. Hasani mengatakan sistem
dan prosedur overbrengen peti kemas dari
terminal asal ke TPS tujuan idealnya tidak
membuat biaya logistik membengkak.
Seharusnya biaya angsur atau haulage yang saat ini menjadi komponen
dominan pada kegiatan relokasi peti
kemas impor tersebut menjadi beban
TPS asal atau TPS tujuan bukan beban
pemilik barang sebab relokasi itu hanya
pergerakan jarak dekat, ujarnya. (k1)

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menjelaskan pihaknya akan memberikan tambahan


waktu 30 hari lagi bagi maskapai itu untuk
memenuhi modal atau ekuitas.
Kalau tidak bisa kita kurangi atau tidak kita
izinkan menambah rute, ujarnya, Rabu (1/7).
Menurutnya, langkah tegas itu harus diambil
Kemenhub mengingat permodalan maskapai
dinilai tidak sehat bagi pengoperasian pesawat
dan pelayanan penumpang.
Sampai saat ini, Jonan tidak bisa membayangkan bagaimana maskapai bisa beroperasi
saat modal usahanya kurang atau negatif.
Berdasarkan data Kemenhub, ke-13 maskapai tersebut yaitu Indonesia AirAsia, Batik
Air, Cardig Air, Transwisata Prima Aviation,
Istindo Services, Survei Udara Penas, Air Pasifik
Utama, Johnlin Air Transport, Asialink Cargo
Airline, Ersa Eastern Aviation, Tri MG Intra,
Nusantara Buana, dan Manuggal Air.
Selain itu, Jonan juga mencatat setidaknya
empat maskapai pemegang lisensi terbang (air
operator certificate/AOC) hingga kini belum
memasukan laporan keuangannya.
Menurutnya, keempat maskapai itu sudah
meminta waktu dengan mengirimkan surat
pernyataan dari kantor akuntan publik.
Menanggapi hal itu, Jonan bersedia memberikan kelonggaran hingga 31 Juli 2015.
Kalau tidak memasukkan [sesuai tanggalnya] akan kita cabut izin usahanya, tegasnya.
Di luar itu, Jonan menyatakan kementeriannya juga telah membekukan operasional dua
maskapai yaitu Air Maleo dan Asco Nusa karena belum memenuhi standar kelaikan udara.
Kemenhub juga menyurati dua maskapai
terkait dengan pemenuhan jumlah pesawat
yang tidak sesuai regulasi. Keduanya adalah Air

 13 Maskapai niaga diberikan


waktu hingga 31 Juli 2015 menambah modal sesuai syarat Kemenhub.
 Lion Group jamin bisa memenuhi
syarat modal disetor dari Kemenhub.

Edward Sirait, Direktur Utama Lion Group


yang membawahi Batik Air mengatakan perusahaannya siap memenuhi ketentuan modal
maskapainya sesuai regulasi Kemenhub.
Sementara itu, Ketua Umum Indonesia
National Air Carriers Association (INACA) M.
Arif Wibowo menjelaskan permodalan maskapai sangat penting buat maskapai karena
laporan keuangan yang sudah diaudit akan
terlihat potret kesehatan suatu maskapai.
Hal ini, paparnya, terlihat dari neraca keu-

Pertamina Tolak Turunkan Harga Avtur


JAKARTA Rencana PT Angkasa Pura II
menjadikan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng lebih kompetitif ketimbang bandara
di luar negeri terganjal sikap PT Pertamina
yang enggan menurunkan harga jual avtur
di bandara itu.
Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan selama ini pihaknya telah
menjual avtur ke maskapai penerbangan
niaga dengan harga yang kompetitif.
Oleh karena itu, dia memberikan sinyal
tidak akan menurunkan harga jual avtur di
Soekarno-Hatta.
Selama ini kita sudah menjual bahan
bakar baik bensin maupun avtur dengan
harga yang kompetitif, katanya, Rabu (1/7).
Dia menjelaskan harga avtur yang sudah
kompetitif itu bisa tercapai karena pihaknya
melakukan berbagai efisiensi dalam proses
produksi maupun distribusi.
Berbagai efisiensi itu bisa dioptimalkan
lebih lanjut pada masa mendatang sehingga
harga bahan bakar pesawat itu bisa kian
kompetitif.
Dirut PT Angkasa Pura (AP) II Budi Karya
Sumadi menyatakan pihaknya telah meminta secara resmi kepada Menteri BUMN Rini
Soemarno untuk mendorong Pertamina menekan harga jual avtur di bandara itu.
Dengan harga avtur yang setara dengan
di Singapura, Bandara Soekarno-Hatta akan
jadi lebih kompetitif sehingga airlines mau

datang ke sini, tuturnya.


Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) M. Arif Wibowo
menyerukan agar pemerintah menyamakan
harga avtur di Jakarta dengan di Singapura.
Harga avtur di Soekarno-Hatta lebih mahal
sekitar 12% dibandingkan dengan harga
bahan bakar sejenis di Singapura.
Bila harga avtur di Jakarta bisa diturunkan
menyamai harga di negara tetangga itu, imbuhnya, akan sangat berpengaruh terhadap
operasional maskapai.
Ketua Bidang Penerbangan Carter INACA
Denon Prawiraatmadja mengatakan ide penurunan harga avtur merupakan angin segar
bagi para pelaku penerbangan nasional.
Rencana itu sebaiknya direalisasikan karena penggunaan avtur merupakan biaya
operasional terbesar dalam penerbangan.
Persentasenya bisa 50%, ucapnya.
Bila harga avtur bisa lebih murah, hal itu
bisa meringankan beban para pelaku penerbangan sipil komersial di Indonesia yang
juga harus menghadapi era langit terbuka
pada akhir tahun ini.
Gerry Soejatman dari Communicavia menilai biaya yang paling besar dalam operasi
pesawat disumbangkan bahan bakar mencapai 40% hingga 50% sehingga penurunan
tarif bahan bakar bisa memberikan dampak positif bagi operator penerbangan. (M.G.
Noviarizal Fernandez)

 PEMERIKSAAN KELENGKAPAN KENDARAAN

 BANDARA MILITER

Kemenhub-TNI Bahas
Perpanjangan Jam Operasi
JAKARTA Kementerian Perhubungan segera membahas penambahan jam
operasi bandara militer yang digunakan penerbangan sipil dengan Markas
Besar Tentara Nasional Indonesia selama
musim angkutan Lebaran 2015.
Secara keseluruhan, ada 35 bandara
yang masuk dalam rencana penambahan
jam operasi selama arus mudik dan arus
balik Lebaran tahun ini.
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan
mengatakan penambahan jam operasi
itu untuk mengantisipasi kepadatan penumpang penerbangan dari berbagai
kota besar di Pulau Jawa.
Sejauh ini, lanjutnya, bandara yang
dikelola oleh Kementerian Perhubungan
sudah siap melakukan penambahan jam
operasi.
Yang harus dibicarakan lebih lanjut
adalah bandara-bandara enclave sipil.
Kami akan menyurati TNI dan melakukan pembicaraan terkait hal ini, ungkapnya, Selasa (30/6).
Dia melanjutkan pihaknya menargetkan pembicaraan dengan pihak TNI
tentang penambahan jam operasional
bandara milik militer itu bisa diselesaikan sebelum pelaksanaan musim mudik
Lebaran 2015 yakni pada H-7.
Dengan adanya penambahan jam operasi
di berbagai bandara, Jonan menyatakan
arus pergerakan penumpang tidak akan
bertumpuk pada pagi hingga sore hari tetapi
juga bisa dilakukan pada malam hari.
Adapun, beberapa bandara enclave sipil yang dimaksud Jonan seperti

Ahmad Yani Semarang milik TNI Angkatan Darat, Adisutjipto Yogyakarta


milik TNI Angkatan Udara serta Bandara
El Tari Kupang, yang juga merupakan
milik TNI Angkatan Udara.
Sekjen Indonesia National Air Carriers
Association (INACA) Tengku Burhanudin
mengatakan penambahan jam operasi
bandara selama musim Lebaran tahun
ini mutlak dilakukan karena maskapai
menambah frekuensi penerbangan.
Tambahan penerbangan itu, lanjutnya,
mengakibatkan terjadinya kepadatan di
bandara keberangkatan.
Tidak semua penumpang terbang di
peak hours, jadi ya harus diperpanjang
operasional di bandara tujuan supaya
penumpang yang terbang malam bisa
mendarat di sana, ujarnya.
Selama ini, menurutnya, penerbangan yang dilakukan pada malam hari
dari berbagai bandara besar di Indonesia
seperti Soekarno-Hatta belum banyak
dilakukan oleh maskapai Indonesia lantaran bandara tujuan memiliki waktu
operasional yang terbatas.
Saya yakin kalau operasional di bandara tujuan ditambah, tidak akan ada
terjadi antrean panjang pesawat di bandara keberangkatan, ungkapnya.
Direktur Operasional PT Angkasa Pura
(AP) I Yushan Sayuti mengatakan dari
13 bandara yang dikelola oleh BUMN
itu, cuma Bandara El Tari Kupang yang
meminta penambahan jam operasional
menjadi pukul 22.30 WITA. (M.G. Noviarizal
Fernandez)

Antara/Irfan Anshori

Petugas Dinas Perhubungan Blitar melakukan pemeriksaan instrumen


kemudi dan lampu kendaraan di Terminal Patria, Blitar, Jawa Timur, Rabu (1/7).
Selain untuk menciptakan rasa aman dan nyaman masyarakat, pemeriksaan

tersebut juga dilakukan guna mengurangi risiko kecelakaan saat arus mudik
dan balik Lebaran.

D ATA K A PA L
PENETAPAN RENCANA ALOKASI TAMBAT KAPAL DAN KEGIATAN BONGKAR MUAT DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK JAKARTA
RENCANA
NAMA KAPAL

KODE
BENDERA

LUAR NEGERI
NOTO III. MV
GAIA TRIUMPH. MV

PAN
PAN

NORTHERN DEFENDER

LBR

MV. KING BRUCE

MIS

MEDCORAL.MV

CYP

NORDLION. MV

CYP

CMA CGM MIMOSA. MV*

LBR

EM ANDROS. MV
TAMBAT

LBR

BARUNA WIRA. KM*

INA

LESTARI MAJU. KM
MT. KENCANA 6
CIPTA JAYA UTAMA LCT.

INA
INA
INA

RADJA SAMUDERA ABADI.LCT

INA

RENCANA KEGIATAN
PELABUHAN

PLY AGEN

TIBA
Tgl/Jam-Mnt

Tgl/Jam-Mnt

SAMUDERA INDONESIA PT
GESURI LLOYD PT
PELAYARAN BINTANG PUTIH
.PT
EVERGREEN SHIPPING AGENCY
INDONESIA. PT
PT. CONTAINER MARITIME
ACTIVITIES
OCEAN GLOBAL SHIPPING PT.
PT. CONTAINER MARITIME
ACTIVITIES
BINTIKA BANGUNNUSA PT.

01/07/15-18:00
02/07/15-08:00

PELAYARAN GROGOL SARANA


UTAMA.PT
LESTARI MAJU BERSAMA. PT
HALUAN SEGARA LINES PT
PT. TRI AMINDO
BAHTERA SUMBERUTAMA
ABADI. PT

SANDAR

NO KADE

BONGKAR

MUAT

01/07/15-20:00
02/07/15-09:00

LAUT
LAUT

1.505
-

189

--NONE-GENCAR

KAOHSIUNG
SINGAPORE

KOMODITI

ASAL

TUJUAN

RENCANA
KELUAR

RENCANA
KELUAR

Tgl/Jam-Mnt

Tgl/Jam-Mnt

CIWANDAN
MERAK
TANJUNG
PERAK/SUB
TANJUNG
PELEPAS
PORT KELANG/
MALAYSIA
SINGAPORE

02/07/15-08:00
02/07/15-23:59

01/07/15-19:00

01/07/15-20:30

LAUT

--NONE--

TANJUNG PELEPAS

02/07/15-18:00

02/07/15-21:00

LAUT

CONTAINER

TANJUNG PELEPAS

02/07/15-01:00

02/07/15-02:00

LAUT

CONTAINER

02/07/15-12:00

02/07/15-14:00

LAUT

CONTAINER

PORT KELANG/
MALAYSIA
SINGAPORE

02/07/15-08:00

02/07/15-08:00

LAUT

CONTAINER

CHIWAN/CHINA

MANILA

03/07/15-21:00

02/07/15-13:00

02/07/15-15:00

LAUT

CONTAINER

LAEM CHABANG

SINGAPORE

04/07/15-15:00

30/06/15-16:00

01/07/15-07:00

LAUT

3.500

GENCAR

PAKAN BARU

BELAWAN/MES

02/07/15-18:00

01/07/15-13:00
30/06/15-16:00
30/06/15-18:30

01/07/15-17:00
01/07/15-14:00
30/06/15-22:00

LAUT
LAUT
LAUT

1.000
-

PONTIANAK
PANJANG
BALIKPAPAN

01/07/15-08:00

LAUT

57

PONTIANAK
PANJANG
BALIKPAPAN
SORONG/
PAPUA

02/07/15-08:00
02/07/15-06:00
01/07/15-06:00

01/07/15-04:00

KENDARAAN
--NONE---NONE-BARANG
CAMPURAN

BINTUNI/IRJA

02/07/15-06:00
04/07/15-01:00
03/07/15-05:00
04/07/15-05:00

01/07/15-16:00
(k1)

TRANSPOR TASI & LOGISTIK

Kamis, 2 Juli 2015

PT KAI AWASI 50 TITIK RAWAN BAHAYA

MULTIMODA

AIRASIA X LAYANI PENERBANGAN UMRAH


JAKARTA Maskapai penerbangan murah jarak jauh
Indonesia AirAsia X segera
menerbangi rute JakartaJeddah, Arab Saudi sebanyak
lima kali per minggu setelah
mendapatkan izin terbang dari
otoritas penerbangan Arab
Saudi per 1 Juni 2015.
Dendy Kurniawan, Presiden
Direktur Indonesia AirAsia X,
mengatakan selama ini pelaku
usaha penerbangan tidak mudah
mendapatkan izin dari otoritas
penerbangan Arab Saudi.
Karena itu kami sangat bergem-

bira dengan terbitnya izin dari Arab


Saudi. Kami mengucapkan terima
kasih atas berbagai dukungan
dari Kemenhub dan otoritas Arab
Saudi, tuturnya, Rabu (1/7).
Dengan terbitnya izin terbang
dengan rute Jakarta-Jeddah,
imbuhnya, Indonesia AirAsia
X menyediakan penerbangan
murah yang ingin melakukan
perjalanan umrah dan haji.
Penerbangan perdana
Jakarta-Jeddah telah dilakukan
pada Rabu (1/7), pukul 02.30
WIB dari Terminal 3 Bandara
Soekarno-Hatta. (Bisnis/76)

PERPANJANGAN KONSESI JICT & TPK KOJA

31

Antara/Wahyu Putro A

Persiapan Kereta Lebaran: Pekerja menyelesaikan perbaikan


gerbong kereta api di Balai Yasa, Manggarai, Jakarta, Rabu (1/7). PT
Kereta Api Indonesia menyiapkan 340 rangkaian kereta api reguler
dan 30 perjalanan kereta api tambahan Lebaran untuk mengangkut
penumpang yang diperkirakan mencapai 5,99 juta orang atau meningkat sekitar 6,11% dibandingkan tahun lalu sebanyak 5,65 juta pemudik.

JAKARTA PT Kereta Api


Indonesia (KAI) menebar juru
penilik jalan untuk mengamankan perjalanan kereta api selama
masa angkutan Lebaran 2015.
Direktur Utama PT KAI Edi
Sukmoro menyatakan terdapat
sekitar 50 titik daerah rawan
dari seluruh daerah operasi yang terbagi menjadi tiga
bagian yakni rawan sabotase,
rawan pelemparan batu dan
rawan asongan.
Kami arahkan supaya untuk
Lebaran ini semua pasokan
orang-orang yang memang

ditugasi selalu melakukan


pemeriksaan pada lintasan itu,
jelasnya, Rabu (1/7).
Edi menyatakan daerah rawan
sabotase sering terjadi di daerah
operasi IV Semarang dengan lintasan Kuripan-Plabuan.
Selain itu, ada di Daerah operasi VIII dengan lintasan LawangSengon dan Cerme-Duduk.
Kami juga sedang mencari
penyebab adanya yang iseng
meletakkan batu besar untuk
sabotase ini. Kami sedang cari
tahu yang pasti hal serupa tidak
boleh terjadi lagi. (Bisnis/118/80)

PELUNCURAN BRT

Pelindo II Tetap Ngotot


Gandeng Hutchison
PADANG PT Pelabuhan Indonesia
II/IPC tidak terpengaruh dengan protes
Menhub Ignasius Jonan terhadap rencana perpanjangan kerja sama dengan
Hutchison Port Holding dalam pengelolaan
dua terminal kontainer di Tanjung Priok.
Dirut PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo)
II/IPC Richard Joost Lino mengatakan
pihaknya tetap akan memperpanjang rencana kontrak itu meski mendapatkan kecaman dari Menhub yang menilai kerja
sama itu berpotensi merugikan negara.
[Perpanjangan] bukan urusan Menhub,
urusan bisnis, katanya, Rabu (1/7).
Dia mengatakan Pelindo II belum
memiliki pengalaman panjang sebagai
operator pelabuhan. Apalagi, Tanjung
Priok adalah pelabuhan terbesar di
Tanah Air, dengan JICT menguasai pelayanan hingga 70% barang ekspor impor.
Menurutnya, kerja sama Pelindo II
dengan Hutchison Port Holding (HPH)
dalam mengelola dua terminal tersibuk
di Indonesia itu akan berakhir pada 2019.
Namun mendapat protes dari pemerintah.
Kalau perusahaan yang kontraknya
mau habis, logikanya apa, mereka ngga
mau investasi. Saya bikin perpanjangan dengan renegosiasi, kalau ngga saya
[Pelindo II] bisa kehilangan pendapatan
US$300 juta, jelasnya.
Lino menegaskan tidak ada yang salah
dengan rencana perpanjangan kontrak
tersebut, karena merupakan aksi korporasi biasa dalam bisnis.
Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Saut Gurning
mengatakan keberadaan perusahaan asing

untuk menjadi operator terminal kontainer


di pelabuhan tidak perlu dipermasalahkan.
Investor asing sudah pasti memberi nilai
tambah di pelabuhan kita, karena itu esensi
dari kolaborasi itu, ujarnya.
Saut menjelaskan perpanjangan kontrak kerja sama PT Jakarta International
Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti
Kemas (TPK) Koja layak untuk dilanjutkan
karena tidak melanggar aturan hukum.
Atas perpanjangan itu, Pelindo II sebagai pemegang konsesi Pelabuhan Tanjung
Priok mendapat peningkatan sewa dari
US$60 juta per tahun menjadi US$120 juta
per tahun.
Selain itu, Pelindo II mendapat uang
muka US$250 juta yang bisa digunakan
untuk investasi lainnya. HPH juga berkomitmen melakukan perbaikan fasilitas
di dermaga utara menjadi kedalaman 16
meter dari sebelumnya 14 meter tanpa
harus menunggu berakhirnya masa kerja
sama pada lima tahun mendatang.
Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja
JICT Nova Hakim mempertanyakan pernyataan Dirut Pelindo II Richard Joost
Lino bahwa perpanjangan konsesi JICT
dilakukan karena BUMN itu belum siap
mengelola secara mandiri.
Dia menilai pernyataan itu tidak berdasar karena selama 16 tahun HPH
telah melakukan alih pengetahuan dan
teknologi yang sangat memadai di JICT.
Ratusan karyawan JICT telah mendapatkan pelatihan berstandar internasional. Bahkan JICT berkali-kali mendapat
pengakuan sebagai terminal peti kemas
terbaik di Asia, ujarnya. (k1/Heri Faisal)

ANGKUTAN LAUT

Pelni Angkut BBM Pertamina


JAKARTA PT Pelayaran Nasional
Indonesia siap menyediakan satu unit
kapal untuk pengangkutan produk minyak menyusul penandatanganan nota
kesepahaman berjangka waktu lima
tahun dengan PT Pertamina.
Direktur Utama PT Pelayaran Nasional
Indonesia (Pelni) Elfien Goentoro menegaskan sinergi antara kedua BUMN ini saling
menguntungkan karena perusahaannya dapat memakai produk Pertamina.
Sebaliknya, paparnya, Pelni juga berkesempatan mengangkut produk Pertamina.
Kita bekerja sama dalam rangka saling
memanfaatkan produk BUMN, katanya
seusai penandatanganan nota kesepahaman Pelni dan Pertamina, Rabu (1/7).
Penandatanganan MoU itu dilakukan Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang
dan Direktur Utama Pelni Elfien Goentoro.
Pada masa mendatang, dia menambahkan Pertamina bisa memanfaatkan jasa
pengangkutan Pelni tak hanya mengangkut BBM tetapi juga minyak mentah.
Dalam nota kesepahaman itu disebutkan Pertamina akan menyediakan BBM
untuk kebutuhan kapal dan kendaraan
operasional Pelni, serta Musicool atau
produk refrigerant hidrokarbon Pertamina
bagi fasilitas gedung perkantoran Pelni.
Selain itu, Pertamina akan menyediakan jasa standard of training, certi-

fication, and watchkeeping for seafarers


(STCW) Manila Amendment 2010 untuk
awak kapal Pelni.
Ukuran dari satu unit kapal angkut yang
disediakan PT Pelni ini nantinya akan
disesuaikan dengan kebutuhan dan spesifikasi yang dibutuhkan oleh Pertamina.
Direktur Utama Pertamina Dwi
Soetjipto menjelaskan kerja sama itu
mengarah pada pemanfaatan aset dengan
kapabilitas masing-masing.
Pertamina memiliki produk bahan bakar
pelumas, sedangkan Pelni memiliki asetaset jasa pengangkutan. Ini bisa sinkron
dengan kebutuhan Pertamina, ungkapnya.
Sementara itu, Menteri BUMN Rini
Soemarno menyambut positif kerja sama
kedua belah pihak. Dia menambahkan
potensi BUMN di Indonesia sangat besar
karena itu dibutuhkan sinergi.
Menteri BUMN menargetkan pertumbuhan aset melalui sinergi BUMN diharapkan mencapai Rp10.000 triliun pada
2019, dari Rp4.500 triliun tahun ini.
Asetnya harus lebih dari Rp10.000 triliun. Itu harapan saya, ujar Rini.
Nota kesepahaman antara Pertamina dan
Pelni telah dimulai sejak 2013. Awalnya,
MoU hanya mencakup penyediaan pelumas dan grease yang diproduksi dan dipasarkan untuk seluruh armada kapal yang
digunakan Pelni. (Fauzul Muna/Hadijah Alaydrus)

Petugas mengatur Bus Rapid Transit (BRT) di salah satu halte saat

peresmian pengoperasian di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (1/7). Sebanyak

Bisnis/Paulus Tandi Bone

15 unit BRT beroperasi untuk tahap awal dengan rute yang menghubungkan
pusat keramaian dan kampus di Makassar.

JELANG LEBARAN

Bus Hati-hati Naikkan Tarif


JAKARTA Sejumlah perusahaan otobus tidak
berani menaikkan harga tiket pada momen
angkutan Lebaran tahun ini akibat penurunan
daya beli masyarakat yang dipengaruhi oleh
kondisi perekonomian nasional.
Veronika Yasinta
redaksi@bisnis.com

Pemilik Perusahaan Otobus (PO)


Menggala Firmansyah Mustafa
mengatakan untuk rute bus dari
Surabaya ke Singaraja, Bali, hanya
mengalami kenaikan tarif sebesar
Rp35.000.
Kami enggak berani menaikkan
harga tiket, takutnya penumpang
lari. Misalnya dari Surabaya ke
Singaraja dari Rp190.000 naik jadi
Rp225.000, katanya, Rabu (1/7).
Saat ini, penjualan tiket dari
Jawa Timur ke Bali baru memperlihatkan kenaikan 5%.
Menurutnya, jumlah persentase
kenaikan tersebut terbantu dengan
perayaan Hari Raya Galungan di Bali.
Namun, dia optimistis kapasitas bus
akan penuh menjelang H-3 Lebaran.

Okupansi bus diprediksi penuh menjelang


H-3 Lebaran.
Perusahaan otobus
tak berani menaikkan tarif secara drastis selama
angkutan Lebaran 2015.

eksisting belum menembus 70% sehingga belum ada penampakan lonjakan jumlah penumpang yang signifikan.
Untuk mengangkut penumpang
selama masa angkutan Lebaran,
dia tetap mengoperasikan seluruh
armada dan dengan menambah
sedikit jumlah bus pada tiap jadwal keberangkatan.
PO SAN total 105 semuanya
disiapkan. Tapi lebaran kali ini
sangat menyedihkan bagi pengusa-

rakan akan tetap ramai mendekati


Hari Raya Idulfitri.

TERGERUS

Dia pesimistis lonjakan jumlah


penumpang terjadi pada angkutan
Lebaran tahun ini karena persaingan
dengan moda transportasi lainnya
seperti pesawat dan kereta api.
Rute bus saya yang Riau-Jawa
Timur pada H-4 merupakan keberangkatan terakhir karena H-1 sudah
Firmansyah menuturkan telah tersampai di tempat tujuan.
jadi penurunan drastis
Itu kelihatannya tidak
jumlah penumpang
Jumlah Armada Bus dan Penumpang
melonjak, ujarnya.
untuk Bus antarkota
Sani menuturkan
dalam provinsi (AKDP) Selama Angkutan Lebaran
perusahaannya mendi rute yang dilalui
catat penurunan jumbusnya yaitu Surabayalah penumpang dibanMalang. Penurundingkan tahun lalu.
an tersebut hampir
Selama
periode
mendekati 50%.
Januari-Mei 2015, ada
Sebelum puasa
penurunan penumitu mengalami pepang yang mencapai
nurunan. Mudahmudahan pada ang- Kategori
Lebaran 2014
Lebaran 2015*
% 1.070 orang. Dia mempenurunan
kutan Lebaran nanti
Armada (unit)
43.015
44.871
4,3 prediksi
ada peningkatan,
Penumpang (juta)
5,23
4,91
-5,97 tetap akan terjadi pada
Juni
2015
hingga
15%.
harapnya.
Sumber: Rencana Operasi Angkutan Lebaran Terpadu 2015
*) Prediksi
Tahun ini engSementara itu, PO
Siliwangi Antar Nusa (SAN) hanya ha angkutan semuanya, katanya. gak ada yang happy, sementara
berani menaikkan harga tiket pada
PO SAN mengurangi penambahan pengeluaran kita tetap untuk THR
kisaran Rp50.000-Rp60.000 per pe- bus pada tiap keberangkatan untuk [Tunjangan Hari Raya] karyawan.
Untuk karyawan kami sendiri
numpang pada angkutan Lebaran menghadapi arus mudik Lebaran.
tahun ini.
Penambahan yang sebelumnya kita ikhlas, tapi yang di luar itu
Direktur Utama PO SAN Kurnia bisa mencapai tiga unit sampai ada THR untuk instansi lainnya,
Lesani Adnan mengatakan kena- empat unit bus per line, dia hanya ucapnya.
Organda DKI Jakarta sebelumikan tarif yang drastis mencapai akan menambah satu unit atau dua
nya juga memprediksi jumlah
30% tidak akan mampu dijangkau unit bus per jadwal keberangkatan.
oleh masyarakat pengguna angkutTotal bus yang dikerahkan untuk penumpang bus antarkota antaran umum meski pada Ramadan. menjelajah wilayah Jawa dan provinsi (AKAP) selama angkutSebelum 2013, dia sanggup mena- Sumatra sebanyak 105 unit armada. an Lebaran turun sekitar 20%
ikkan harga tiket sekitar 25%-30%.
Walau mengalami sejumlah dipicu maraknya program mudik
Saat ini, penjualan tiket bus yang penurunan, penumpang diperki- gratis.

32

ENTREPRENEURSHIP

Kamis, 2 Juli 2015

BISNIS BEDUK

Beduk Ditabuh, Laba Bergemuruh


Suara beduk tampaknya menjadi hal yang paling
dinantikan saat Ramadan, terutama beduk azan
magrib yang menandakan waktu berbuka puasa.
Tak ketinggalan para pelaku usaha yang bergerak
di sektor pembuatan beduk. Masa Ramadan menjadi momen paling dinantikan untuk meraup keuntungan, karena tingginya permintaan masyarakat
terhadap beduk.
Nenden Sekar A.
nenden.sekararum@bisnis.com

ermintaan beduk
selama masa Ramadan
boleh dibilang sangat
tinggi. Beduk merupakan salah satu perlengkapan yang disiapkan
umat muslim menjelang takbiran
pada malam hari menjelang hari
besar Islam.
Beduk sendiri sebenarnya termasuk dalam jenis alat musik tabuh
seperti gendang, dan telah digunakan ribuan tahun lalu sebagai alat
komunikasi tradisional.
Benda tersebut terbuat dari sepotong batang kayu besar, di mana
bagian tengahnya dilubangi sehingga berbentuk tabung besar. Pada
ujung batang ditutup dengan kulit
binatang yang berfungsi sebagai
membran atau selaput gendang.
Mengingat fungsinya yang cukup
banyak, permintaan terhadap pembuatan beduk cenderung meningkat
setiap tahunnya.
Tak hanya digunakan sebagaimana fungsinya, beduk juga sering
dipesan sebagai hiasan atau pelengkap interior di berbagai gedung
saat mendekati momentum khusus,

Permintaan beduk selama


masa Ramadan melonjak
signifikan.
Semakin beragamnya
fungsi beduk, semakin
luas pula jangkauan target
pasarnya.
Pelaku usaha memanen
untung yang sangat besar
selama periode Ramadan.

misalnya Ramadan.
Hal tersebut tentunya memberikan
keuntungan bagi perajin beduk, terutama ketika permintaan melonjak
saat hari besar keagamaan, seperti
Lebaran dan Imlek.
Salah satu pelaku usaha yang
telah berkecimpung di bisnis ini
lebih dari dua dekade yang lalu adalah Rizki Arif Fauzi. Dia memproduksi berbagai macam jenis beduk
dengan pusat produksi di Nganjuk,
Jawa Timur.
Bisnis ini, diakui Rizki, berawal
dari permintaan seorang untuk
membuatkan beduk. Daerah tempat
tinggalnya memang terkenal sebagai
sentra perajin mebel.
Dia pun menyanggupi permintaan
tersebut, dan mulai memberdayakan
para perajin mebel untuk membantunya memproduksi beduk. Sejak
saat itulah, dia pun dikenal sebagai
produsen beduk, dan banyak pesanan mulai berdatangan.
Awalnya masih satu dua saja
yang pesan, itu pun karena rekomendasi dari pemesan sebelumnya,
katanya.
Pesanan terhadap beduk buatannya terus meningkat, seiring
dengan pemanfaatan teknologi informasi yang dilakukannya. Dia sudah
memasarkan beduk secara online,
sehingga konsumen bisa dengan
mudah menemukan produknya.
Sekarang ini, dalam sebulan Rizki
bisa menerima pesanan sekitar 10-15
set beduk, dan meningkat dua kali
lipat menjelang hari raya, seperti
Lebaran dan Idul Adha.
Mayoritas pesanan datang dari
pengunjung website jualbedugmasjid.net.
Rizki memproduksi dua jenis
beduk, yakni beduk dengan bahan
kayu rakitan, dan beduk dengan

bahan kayu
utuh. Selain
itu, dia juga bisa
memproduksi berbagai macam ukuran yang dibutuhkan
konsumen.
Untuk beduk
dengan kayu rakitan,
biasanya kami menggunakan kayu pohon
waru, sedangkan untuk
beduk dengan kayu utuh
menggunakan kayu pohon
trembesi, paparnya.
Sementara itu, harga setiap
satu set beduk dibanderol mulai
dari Rp4,5 juta untuk beduk rakitan
dengan ukuran diameter 50 cm dan
panjang 80 cm, hingga Rp60 juta
untuk diameter 180 cm dan panjang
mencapai 250 cm.
Harga yang ditawarkan tersebut
sudah termasuk satu set beduk yang
dilengkapi oleh kayu penyangga,
kentungan, dan sepasang kayu
pemukul.
Selama ini kebanyakan memesan
beduk dari kayu rakitan, karena
harganya lebih murah, katanya.
Proses pengerjaan satu beduk tersebut membutuhkan waktu sekitar
tiga hingga lima hari untuk beduk
berukuran kecil. Untuk beduk berukuran besar, diperlukan waktu
sekitar 20 hari.
Semua proses produksi beduk itu
dilakukan oleh empat orang tenaga
kerja, dengan pasokan bahan baku
berasal dari daerah-daerah di sekitar
Nganjuk.

Pemesan
harus membayar
uang muka minimal 50%
dari harga beduk, setelah itu baru
pesanan akan dikerjakan, katanya.
Selama ini, konsumen beduk
buatan Rizki tak hanya datang dari
para pengelola masjid, tetapi juga
sering dari pengelola hotel atau
gedung yang memesan beduk sebagai aksesori atau hiasan menyambut
hari raya. Pesanan juga mengalir
dari para kolektor yang menjadikan
beduk sebagai barang koleksi.
Pesanan datang hampir dari seluruh daerah di Indonesia, termasuk
Papua. Untuk Papua, permintaan
cukup banyak meskipun ongkos
kirimnya seringkali sama dengan
harga produknya, imbuhnya.
Rizki mengaku sangat terbantu
dengan pemasaran secara online
yang selama ini dia lakukan. Dia
memanfaatkan fitur iklan online,
serta menggunakan search engine
optimization, sehingga website-nya
akan muncul di halaman teratas saat
seseorang mencari beduk melalui
mesin pencari.
Saya lihat bisnis ini memiliki

Sasar Pasar Rental dan Servis Beduk

arga beduk yang tidak


murah membuat beberapa orang lebih memilih
untuk memperbaiki
beduk yang sudah ada, atau
menyewanya jika hanya digunakan pada saat tertentu saja.
Permintaan reparasi dan sewa
tersebut membuka peluang baru
dalam bisnis alat tabuh tersebut.
Salah satu perajin beduk yang
jeli melihat peluang ini adalah
Budi Nur Cahyo.
Pemilik pembuatan beduk
dengan nama Beduk Langgeng
tersebut mulai menyewakan dan
menerima perbaikan beduk sejak
2012, dan berlokasi di daerah
Mojokerto, Jawa Timur.
Awalnya, dia sama sekali tidak
terpikir untuk menyewakan
beduk, hingga akhirnya ada salah
satu bank yang menanyakan ketersediaan beduk yang bisa disewa.
Saat itu ada bank yang butuh
beduk untuk acaranya, lalu
menghubungi saya. Saya pikir hal
tersebut cukup menguntungkan
dan akhirnya saya buka lini bisnis
baru, katanya.
Saat ini, ada sebanyak 25 beduk
berbagai ukuran mulai dari diameter 50 cm hingga 140 cm yang bisa
disewa. Biaya sewa pun ditentukan
berdasarkan durasi peminjaman,
jenis beduk, dan jumlah beduk
yang disewa.
Biasanya Budi mematok tarif
sekitar Rp3 jutaRp 4 juta untuk
peminjaman satu unit beduk
selama satu bulan, atau hingga
Rp8 juta untuk peminjaman secara
borongan hingga lima unit dalam
waktu tiga pekan.
Harga juga ditentukan dari
siapa yang pinjam dan akan

digunakan untuk apa. Kalau yang


pinjam adalah warga sekitar untuk
takbir keliling, tidak saya kenakan
biaya, paparnya.
Selama ini, mayoritas konsumen
yang memanfaatkan jasa rental
beduknya berasal dari instansi
atau perusahaan swasta hingga
perhotelan yang membutuhkan
beduk sebagai dekorasi ruangan
selama Ramadan.
Untuk meminjam beduk, peminjam disarankan menghubunginya
paling lambat satu bulan sebelum
beduk dibutuhkan. Pasalnya, beduk yang tersedia terbatas, sedangkan peminatnya cukup banyak,
terutama saat bulan puasa.
Tahun ini saja saya harus
menolak enam perusahaan, karena
semua unit beduk sudah habis
dipinjam.
Selain harus membayar biaya
sewa, pihak peminjam juga harus
menyerahkan jaminan untuk
beduk yang dibawa.
Selain karena beduk buatan
Bedug Langgeng berharga cukup
mahal, biaya perawatannya pun
tak sedikit.
Di sisi lain, Bedug Langgeng
juga menerima jasa perbaikan
beduk, mulai dari penggantian
kulit hingga perbaikan dan penggantian model bodi beduk.
Budi menjelaskan banyak pengguna jasanya yang ingin mengubah bentuk beduknya, dari awalnya hanya berbentuk silinder lurus
biasa, menjadi lebih cembung atau
dilengkapi dengan ukiran kaligrafi.
Untuk jasa tersebut, Bedug
Langgeng mematok harga sekitar
Rp1,8 jutaRp8 juta disesuaikan
dengan ukuran beduk yang ditangani, hingga tingkat kerumitan

Foto-foto/Bisnis

prospek yang cerah, seiring semakin


banyaknya orang yang memanfaatkan Internet. Konsumen bisa dengan
mudah mendapatkan informasi
mengenai perajin beduk, katanya.
Rizki juga sadar semakin lama
penggunaan beduk pun semakin
meluas, tak hanya digunakan di
mesjid, tetapi mulai bisa dimanfaatkan dalam berbagai kesempatan.
Dengan demikian, target pasarnya
pun semakin luas.

BEDUK KAYU UTUH

perbaikan beduk.
Secara teknis, perbaikan bodi
beduk dilakukan dengan memanaskan kayu melalui oven dan
steamer sehingga bisa dibentuk
lagi, katanya.
Peminat perbaikan beduk ini
bisa mencapai 22 unit selama
Ramadan, dan sekitar dua hingga
lima unit pada bulan lainnya,

dengan mayoritas konsumen berasal dari luar Mojokerto.


Selain servis dan sewa beduk,
Budi juga menerima pembuatan
beduk dan kentungan dalam berbagai ukuran dan berbagai bahan
kayu. Semua jasa yang ditawarkan
tersebut bisa disimak melalui
website beduglanggeng.com. (Nenden
Sekar A.)

Selain Rizki, perajin beduk lainnya adalah Sugeng. Pria yang berdomisili di Blitar tersebut memulai
bisnisnya sejak 1998 dengan fokus
pada pembuatan beduk dari kayu
utuh.
Sugeng mengawali bisnisnya
sebagai perajin produk-produk kayu,
termasuk kendang dan produk kerajinan lainnya yang bisa diproduksi
menggunakan mesin bubut kayu.
Awalnya, Sugeng memproduksi
beduk secara manual menggunakan
gergaji dan peralatan tukang lainnya.
Sejak 2000, dia mulai memodifikasi dan merakit mesin bubut
dengan ukuran lebih besar agar bisa
digunakan untuk membuat beduk.
Dengan menggunakan mesin
bubut, hasil akhirnya menjadi lebih
halus dan prosesnya pun lebih praktis, katanya.
Berkat bantuan mesin itu, dia pun
bisa menyetok produk beduknya
sebagai antisipasi jika permintaan
meningkat menjelang hari besar
agama Islam.
Dia biasanya menyediakan
beduk ready stock dengan ukuran
standar, yakni berdiameter 50
cm65 cm dan panjang 80 cm100
cm.
Sementara itu, untuk pemesanan
beduk dengan ukuran besar, misalnya berdiameter 1 meter dengan
panjang 1,75 m2 m, pemesan
harus bersabar hingga beduknya
selesai dibuat.
Proses produksinya biasanya
memakan waktu sekitar satu hingga
dua pekan jika semua bahan baku,
mulai dari kulit hingga kayu, telah

tersedia.
Jika bahan kayu nangka atau
trembesi yang biasanya digunakan
tidak tersedia, atau cuaca sedang
tidak mendukung, proses pembuatan beduk bisa mencapai enam
hingga sembilan bulan.
Kalau tidak ada sinar matahari,
proses pembuatan akan lama, karena butuh proses pengeringan untuk
kayu dan kulit, katanya.
Beduk buatannya itu dijual
dengan harga mulai dari Rp4,5
jutaRp6 juta untuk diameter 60
cm, hingga Rp35 juta untuk beduk
berdiameter 1 meter.
Selain itu, pemesan juga bisa
meminta atau memilih desain ukiran yang akan ditambahkan pada
badan beduk. Untuk tambahan ukiran ini, akan dikenai biaya tambahan
sekitar Rp750.000Rp1 juta.
Konsumen juga bisa memesan
bentuk modifikasi beduk lainnya,
misalnya ingin buat taiko atau
beduk khas Jepang, dan bentuk
beduk lainnya, katanya.
Hal tersebut juga menjadi salah
satu rencana pengembangan bisnis
Sugeng ke depannya. Dia ingin
mencitrakan beduk tak hanya identik digunakan di mesjid, tetapi bisa
digunakan untuk berbagai kegiatan
lainnya.
Selama ini, Sugeng memasarkan
produknya secara online melalui
website tokobedug.com, serta
memanfaatkan promosi dari mulut
ke mulut dan rekomendasi dari
pelanggannya.
Dari sana, dia bisa mendapatkan
banyak pesanan termasuk dari daerah-daerah di luar Jawa.
Pemesan dari luar Jawa biasanya
datang langsung ke workshop kami
supaya yakin, setelah itu baru mereka melakukan pemesanan. Jarang
ada yang langsung pesan secara
online, katanya.
Dia mengatakan hingga saat ini
perajin beduk di Pulau Jawa masih
bisa dihitung dengan jari, sehingga
persaingannya tidak terlalu ketat.
Selain itu, permintaannya juga
cenderung terus meningkat, sehingga prospek bisnis ini masih cerah ke
depannya.

NIAGA & JASA

Kamis, 2 Juli 2015

33

IZIN IMPOR GULA MENTAH

Produksi Sejumlah
Pabrik Terganggu
JAKARTA Belum terbitnya izin impor gula mentah (raw sugar) triwulan III/2015 hingga saat ini
membuat dua pabrik gula rafinasi menghentikan
produksinya. Empat pabrik lainnya juga terancam
menyetop produksi pada awal Juli karena kehabisan stok bahan baku.
Muhammad Avisena
redaksi@bisnis.com

Dua perusahaan yang telah


menghentikan produksinya adalah
PT Berkah Manis Makmur dan PT
Dharmapala Usaha Sukses. Adapun,
empat perusahaan yang terancam berhenti produksi pada awal bulan ini adalah PT Andalan Furnindo, PT Makasar
Tene, PT Duta Sugar International, dan
PT Sentra Usahatama Jaya.
Wakil Ketua Asosiasi Gula Rafinasi
(AGRI) Albert Yusuf Tobogu mengatakan, kemungkinan berhentinya produksi sejumlah perusahaan tersebut
sulit dihindari meskipun izin impor raw
sugar untuk triwulan II bisa dikeluarkan pemerintah dalam waktu dekat.
Katakanlah dikeluarkan per hari
ini [izin impor], untuk proses gula tiba
sampai pabrik, paling cepat butuh tiga
minggu dan paling lama itu antara
45-50 hari tergantung dari negara asal
impor raw sugar-nya, kata Albert saat

2 Pabrik gula sudah


menghentikan produksi.
Pemberian izin impor per tiga bulan sekali
dinilai menyulitkan industri rafinasi.

dihubungi Bisnis, Selasa (30/6).


Dengan tidak adanya pasokan
bahan baku gula mentah untuk
produksi, pabrik-pabrik gula rafinasi tersebut didera beberapa masalah, mulai dari tidak terpenuhinya
kontrak waktu antar ke industri
makanan dan minuman skala menengahbesar, hingga tuntutan pembayaran hak buruh untuk mendapatkan tunjangan Lebaran minimal dua
minggu sebelumnya.
Bagi pabrik yang sedang berproduksi, tidak ada masalah. Akan
tetapi, untuk yang sudah berhenti
bagaimana? Kalau itu [THR] tidak
bisa dipenuhi, kami kena tuntutan.
Menipisnya stok gula mentah
yang merupakan bahan baku gula
rafinasi tersebut juga menimbulkan
masalah tersendiri bagi industri
kecil dan menengah.
UKM terpaksa menggunakan gula
kristal putih dengan kualitas yang
lebih rendah untuk mendukung
produksinya.
Sementara itu, harga gula tersebut terbilang masih tinggi dengan harga lelang
mencapai Rp10.500. Secara normal,
lanjut Albert, distributor akan mengambil keuntungan sekitar Rp3.000
per kilo. Tingginya harga gula kristal
putih tersebut akan membuat produk
makanan dan minuman skala kecil dan

menengah akan kehilangan daya saing.


Ini yang harus dikaji dan diputuskan secara arif. Makin ditundatunda, susah semua akan susah.
Izin impornya sudah sangat mendesak sekali, katanya.
Sekretaris Jenderal AGRI Riyanto
B Yosokumoro menilai, pemberian
izin impor yang dikeluarkan setiap
tiga bulan sekali membuat industri
rafinasi kesulitan untuk membuat
perencanaan.
Menurutnya, semestinya sudah
ada kepastian volume impor raw
sugar dalam satu tahun, sehingga
akan memudahkan industri rafinasi
dan industri makanan dan minuman
sebagai end user dari gula rafinasi.
Adapun, seringnya beberapa pabrik gula rafinasi berhenti produksi
menyebabkan pembengkakan biaya
yang cukup besar.
Semua pabrik membuat perencanaan di awal tahun, termasuk rencana produksi dan rencana overhaul.
Masalahnya kalau pabrik itu berhenti dan mau mulai lagi, ongkosnya mahal sekali.
Riyanto mengatakan, belum adanya
izin impor raw sugar akan membuat
pabrik-pabrik tersebut baru bisa mulai
melakukan produksi kembali pada
Agustus nanti. Alasannya, k akan ada
proses mulai dari pengapalan hingga
bahan baku sampai ke pabrik.
Kendati demikian, Riyanto
mengaku akan mengikuti apa pun
kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Kami tunggu pemerintah,
kami patuh saja.
Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengatakan pihaknya masih belum
mengeluarkan izin impor raw sugar.
Menurutnya, saat ini masih perlu
adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja impor pada periode
sebelumnya.

PERPANJANGAN TPA OLEH AS

JAMINAN HARI TUA

Tantangan Ekspor
Makin Berat

Batas Waktu
Pencairan
Diperpanjang

JAKARTA Pengesahan
perpanjangan
regulasi
tentang Trade Promotion
Authority (TPA) oleh Kongres AS berisiko menekan
ekspor nasional di era perdagangan bebas saat ini
jika tidak disikapi dengan
sejumlah langkah strategis.
Pasalnya, UU yang
memberikan lebih banyak keleluasaan kepada
Pemerintah Amerika Serikat dalam melakukan
perundingan perdagangan internasional itu dapat
membantu Negara Paman
Sam dalam mempercepat
pencapaian agenda perdagangan luar negerinya.
Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional
Kementerian Perdagangan
Bachrul Chairi mengatakan Indonesia akan
menghadapi sejumlah
tantangan pascapengesahan TPA tersebut.
Pascapengesahan perpanjangan regulasi tentang TPA itu, Amerika
Serikat diprediksi akan
mempercepat penyelesaian agenda-agenda perundingan perdagangan
internasionalnya, salah
satunya adalah TPP.
Keberhasilan AS dalam
mewujudkan TPP berpotensi menyebabkan pengalihan perdagangan dari
Indonesia ke negara-negara pesaing yang berpartisipasi di dalamnya.
Risikonya akan terjadi diverting atau perdagangan beralih dari Indonesia ke negara-negara
pesaing yang berpartisipasi di dalam FTA. TPP
dan TTIP [Transatlantic
Trade and Investment
Partnership] termasuk
yang berpotensi memberikan dampak pengalihan
perdagangan dari Indonesia. Kondisi ini tentu
saja akan menggerus ekspor nasional, kata Bachrul, Selasa (30/6).
Bachrul mengatakan,
untuk menarik minat partisipasi negara-negara berkembang di Asia Pasifik
pada perundingan TPP,
Amerika Serikat bisa saja
membuka pasarnya untuk produk seperti tekstil,
garmen, dan sepatu bagi
Vietnam, dan hasil pertanian dan perkebunan
untuk Malaysia dan negara-negara Amerika Latin.
Jika hal tersebut terjadi, ekspor Indonesia ke
Amerika Serika berisiko

menurun. Selain itu, proses produksi dalam rangka penghiliran yang dibutuhkan Indonesia melalui kerja sama dengan
perusahaan-perusahaan
negara maju bisa dialihkan ke negara berkembang lain peserta TPP karena dianggap lebih terhubung ke pasar.

JANGAN KHAWATIR
Di sisi lain, Kepala Bidang Riset dan Monitoring Indonesia for Global
Justice (IGJ) Rachmi Hertanti menilai seharusnya
tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan tentang kemungkinan adanya
pengalihan perdagangan
AS dari Indonesia, kendati
Indonesia tidak berpartisipasi dalam perundingan
internasional tersebut.
Alasannya, tanpa partisipasi dalam TPP, Amerika
Serikat sudah masuk ke
dalam lima besar negara
tujuan ekspor Indonesia,
sehingga sudah menjadi
negara tujuan ekspor utama Indonesia. Adapun, jika
dilihat dari produk-produk ekspornya utamanya,
belum ada kompetisi yang
berarti dengan produk ekspor sejenis dari negara lainnya.
Saya melihatnya tidak
perlu ada yang diresahkan
dari pemerintah dengan
TPA ini, kata Rachmi,
Rabu (1/7).
Menurut Rachmi, pemerintah tidak perlu terburu-buru untuk ikut berpartisipasi dalam perundingan TPP.
Beberapa negara partisipan TPP, lanjutnya,
bahkan menyesal karena perundingan tersebut
cenderung menonjolkan
transfer regulasi Amerika
Serikat ke negara-negara
anggota mitra TPP dibandingkan dengan partisipasi masing-masing negara untuk membentuk
regulasi dalam rangka
penghapusan hambatan
perdagangan.
Pemerintah, kata Rachmi, sebaiknya fokus pada
penyelesaian perundingan
Regional Comprehensive
Economic
Par`tnership
(RCEP) yang melibatkan
sepuluh negara anggota
Asean dengan enam mitra FTA, yaitu China, Jepang, India, Korea, Australia,
dan
Selandia
Baru. (Muhammad Avisena)

JAKARTA Pemerintah mengubah batas waktu pencairan dana saldo


dalam program jaminan
hari tua (JHT) yang dikelola Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dari sebelumnya 5 tahun 1 bulan menjadi 10 tahun.
Dengan demikian, pekerja baru bisa mencairkan dana yang diangsur
dalam program tersebut
setelah menjadi peserta
minimal 10 tahun. Pengambilan juga bisa dilakukan saat memasuki usia
pensiun yakni 56 tahun,
saat dikenai pemutusan
hubungan kerja, atau saat
meninggal dunia.
Ketentuan
tersebut
dimuat dalam PP No.
46/2015 tentang Jaminan
Hari Tua yang ditandatangani oleh Presiden Joko
Widodo pada 30 Juni lalu.
Regulasi baru ini berlaku
sejak 1 Juli 2015.
Namanya jaminan hari
tua, jadi tidak seperti tabungan. Ini bisa diambil
saat peserta memasuki
usia pensiun, tidak bisa
diambil dalam waktu singkat, kata Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri
di sela-sela kunjungannya
ke pabrik mobil Toyota,
Jakarta, Rabu (1/7).
Menurutnya, penambahan batas waktu pencairan ini dilakukan untuk

lebih memberikan jaminan kepada pekerja saat


memasuki usia pensiun.
Ini skema untuk menjaga dan memberikan kepastian agar saat tenaga
kerja tidak lagi produktif,
dia memiliki topangan dana, tegasnya.
Dihubungi terpisah,
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G.
Masassya menjelaskan
perubahan batas waktu
ini memang telah direncanakan sejak lama untuk
lebih meningkatkan manfaat yang diterima pekerja.
Apabila pencairan saldo
dilakukan minimal 10 tahun, dana yang terkumpul akan semakin besar.
Dalam program ini, iuran
yang harus dibayar adalah
5,7% dari upah pekerja
dengan rincian 3,7% dibayar pengusaha dan 2%
ditanggung pekerja.
Prinsip jaminan hari
tua memang untuk hari
tua pekerja, itu prinsip
yang paling dasar. Konsep
10 tahun ini memang konsep lama, tetapi baru diterapkan saat ini, katanya.
Elvyn menjelaskan,
pada dasarnya sejak masih di bawah Jamsostek,
pemerintah
memang
menggunakan batasan 10
tahun untuk pencairan
saldo jaminan hari tua.

Bisnis

Chamdan Purwoko
chamdan@bisnis.com

ejak terpilih sebagai presiden


tahun lalu, Joko Widodo secara
konsisten ingin menjaga eksistensi pasar rakyat agar tidak
hilang terdesak oleh pasar modern.
Ini penting agar pasar tradisional,
yang identik dengan pusat perdagangan kalangan wong cilik, tetap
dapat berperan signifikan dalam ekonomi kerakyatan.
Untuk mewujudkan komitmennya
itu, Presiden Joko Widodo pun meluncurkan program revitalisasi 1.000
pasar rakyat di sejumlah wilayah
Indonesia, yang peresmiannya dilakukan Selasa (30/6), berbarengan
dengan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Manis di Kabupaten
Banyumas, Jawa Tengah.
Revitalisasi pasar rakyat yang dilakukan di era Joko Widodo pada tahun
ini sesungguhnya masih merupakan
sebuah permulaan. Program tersebut
akan berlangsung lima tahun hingga
2019 dengan target merevitalisasi
5.000 pasar rakyat.
Khusus tahun ini, pemerintah akan
membangun 1.017 pasar dengan dana
dari APBN. Mekanisme pembangunan
pasar rakyat ini akan dilakukan
melalui dana tugas pembantuan
(DTP) sebanyak 182 pasar yang
langsung berada di bawah koordinasi

Kementerian Perdagangan.
Selain itu, melalui dana alokasi
khusus (DAK) akan dibangun sebanyak 770 pasar rakyat yang anggarannya dialokasikan langsung oleh
Kementerian Keuangan ke kabupaten/kota, serta Kementerian Koperasi
dan UKM sebanyak 65 pasar melalui
mekanisme APBN.
Dana yang disiapkan pun tidak
sedikit. Pada 2015, dana yang dikeluarkan pemerintah berkisar Rp2,39
triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar
Rp1,07 triliun berasal dari APBN dan
Rp1,3 triliun dari APBN-P. Tahun
depan akan kami tambah anggarannya, kata Presiden Joko Widodo
saat meresmikan program revitalisasi
1.000 pasar rakyat di Banyumas,
Jawa Tengah, Selasa (30/6).
Menteri Perdagangan Rachmat Gobel
menjelaskan dalam program revitalisasi
tersebut, pemerintah memprioritaskan
pasar rakyat yang telah berumur lebih
dari 25 tahun. Pasar yang pernah mengalami kebakaran, bencana alam atau
rusak akibat konflik sosial juga masuk
dalam daftar prioritas.
Revitalisasi pasar rakyat merupakan penjabaran dari visi dan misi
Nawacita. Jangan sampai pasar rakyat
kalah dengan pasar modern, kata
Mendag Rachmat Gobel saat mendampingi Presiden Joko Widodo.
Menurut Gobel, lokasi lain yang
juga menjadi prioritas dalam prog-

PROPERTI

TEKNIK

KULIT
COSMEC
Shearing, Bending, Roll Plat,
Bubut, Milling Machine
Hub: Wijaya Machinery
021-6696061 / 6697071
www.cv-wm.com
"KULIT ASLI"
Furniture,Car,Fashion,Promotion,Walet,Bag,Shoes,
etc Harco Elektronik Ma ngga Dua, Ruko Blok B No.2
JakartaTlp: 6128888/www.dhenigleather.com

MESIN-MESIN

Menjaga Nilai Strategis Pasar Wong Cilik

(Tegar Arief)

JAKARTA

Khusus menyewakan / beli / jual murah


Diesel Genset, 50 -2000 kva. Hub.
5551292, 55961607, 0813 1134 3338

REVITALISASI 1.000 PASAR RAKYAT

Forklift COSMEC by FEELER


1,5 Ton 42 Ton
Diesel, Electric, Gasoline, LPG
Hub: Wijaya Machinery
021-6696061 / 6697071
www.cv-wm.com

ram ini adalah pasar di wilayah


tertinggal, wilayah perbatasan, atau
daerah yang minim sarana perdagangan serta daerah yang memiliki
potensi perdagangan besar.

STANDAR NASIONAL
Dalam merealisasikan program
revitalisasi pasar rakyat ini, pemerintah berpedoman pada Standar
Nasional Indonesia (SNI) dengan
fokus pada empat aspek pokok
yakni pertama, revitalisasi fisik sebagai upaya perbaikan dan peningkatan fisik pasar agar lebih bersih,
sehat dan nyaman.
Kedua, revitalisasi manajemen
agar para pengelola dan pedagang
dapat mengikuti standar operasional
prosedur pelayanan dan pengelolaan
pasar yang lebih profesional.
Ketiga, revitalisasi ekonomi sebagai upaya peningkatan pendapatan
serta akses pedagang terhadap pembiayaan dan sumber produk yang
diperdagangkan.
Keempat, revitalisasi sosial di
mana diharapkan pasar rakyat dapat
menjadi pusat interaksi dan wadah
sosial masyarakat sekitar.
Satu hal yang tak boleh dilupakan, bahwa pasar rakyat merupakan
sarana perdagangan dan titik distribusi strategis dalam mengawal harga
dan inflasi serta memacu ekonomi
kerakyatan, jelas Gobel.

KOMODITAS

34
Olein BBJ

1,10%

0,38%

9.220,00
1/7/2015

Emas-ANTM

Perak-TCE

0,16%

518.000,00

FLUKTUASI

170,00

1/7/2015

Karet TSR20

0,33%

CPO KLCE

1,71%

151,50

1/7/2015

PERMINTAAN LOGAM DI EROPA BAKAL SUSUT


HONG KONG Harga tembaga
anjlok setelah pasar khawatir
permintaan logam industri kian
menyusut. Gagal bayar Yunani
terhadap utangnya kepada
International Monetary Fund
membuat permintaan logam
industri di Eropa terancam
menyusut.
Pada perdagangan kemarin
sampai pukul 13:44 WIB, harga
tembaga untuk pengiriman tiga
bulan di London Metal Exchange
terkoreksi tipis 0,01% menjadi
US$5.764 per ton, sedangkan
harga tembaga berjangka di
New York Commodity Exchange

Karet RSS3

2,41%

61,30

1/7/2015

Kamis, 2 Juli 2015

2.262,00

1/7/2015

HARGA EMAS BERSINAR LAGI

naik 0,48% menjadi US$2,62


per pon.
Daniel Hynes, analis senior
Australia & New Zealand
Banking Group Ltd., mengatakan Eropa menjadi wilayah
yang memiliki konsumsi logam
industri yang cukup besar. Jadi,
masalah kepercayaan dan sentimen dari Eropa menjadi penting
untuk pergerakan harga logam
industri, ujarnya, Rabu (1/7).
Purchasing Manager Index
manufaktur China pada Juni
mencapai level 50,2 atau di
bawah ekspektasi pasar 50,4.

BANGKOK Harga emas


sedikit rebound setelah pasar
menilai default utang dapat
menghambat rencana kenaikan
suku bunga Federal Reserve.
Pada perdagangan kemarin
sampai pukul 13:59 WIB, harga
emas Gold Spot naik 0,12%
menjadi US$1.173 per ton atau
Rp502.277 per gram, sedangkan harga emas Antam turun
0,36% menjadi Rp552.000 per
gram.
Bernard Aw, strategi pasar
IG Ltd., mengatakan dia tidak
begitu yakin kalau efek dari
kegagalan Yunani membayar

(Bloomberg/sur)

TAMBAHAN MODAL DISETOR

0,59%

Emas-NYMEX

1,95%

1.171,50

1/7/2015

30/6/2015

WTI-NYMEX
59,47
30/6/2015

EKSPOR MALAYSIA DUKUNG PENGUATAN CPO

utangnya tidak akan berdampak kepada perekonomian global. Konsekuensi dari situasi
Yunani masih abu-abu, tetapi
mungkin bisa menghambat
kenaikan suku bunga the Fed,
ujarnya, Rabu (1/7).
Risiko ekonomi Eropa pascakegagalan Yunani membayar
utangnya tidak membuat investor mengalihkan asetnya ke
emas. Permintaan emas dalam
Exchange Traded Product
(ETP) turun 1,8% pada kuartal
II/2015 dibandingkan dengan
periode yang sama pada tahun
lalu. (Bloomberg/sur)

takan penguatan harga CPO


pada perdagangan kemarin
mendapatkan dukungan dari
ekspor Malaysia yang kembali
positif. Namun, harga CPO
tetap berpotensi tertekan terutama oleh harga kedelai yang
menjadi pemimpin harga, ujarnya, Rabu (1/7).
Kemarin, data Intertek
menyebutkan ekspor Malaysia
pada bulan lalu naik 6,2% menjadi 1,65 juta ton dibandingkan
dengan bulan sebelumnya.
Angka itu pun mencatatkan
rekor ekspor tertinggi sejak
Oktober 2013. (Bloomberg/sur)

KUALA LUMPUR Harga


crude palm oil menguat setelah
tertekan seiring kejatuhan
harga komoditas subtitusi.
Namun, penguatan harga sawit
ini hanya sementara karena
tekanan dari komoditas pesaing
belum selesai.
Pada perdagangan kemarin,
harga CPO di Bursa Malaysia
naik 0,44% menjadi 2.238
ringgit per ton, sedangkan harga CPO di Bursa Komoditi dan
Derivatif Indonesia naik 0,86%
menjadi Rp8.065 per kg.
Sandeep Bajoria, Direktur
Utama Sunvin Grup, menga-

HARGA CPO MENGUAT

Bappebti Akan
Beri Pelonggaran
JAKARTA Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia ikut meminta perpanjangan masa penyesuaian modal disetor bursa
berjangka senilai Rp100
miliar.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan
Komoditi pun akan memberikan tambahan waktu
penyesuaian terkait peraturan modal disetor bursa
berjangka tersebut.
Megain Widjaja, Direktur Utama Bursa Komoditi
dan Derivatif Indonesia
(BKDI), mengatakan pihaknya akan berusaha untuk menyanggupi peraturan dari Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka
dan Komoditi (Bappebti)
terkait modal disetor tersebut.
Namun, untuk realisasi
penambahan modal disetor, tampaknya kami membutuhkan tambahan masa
penyesuaian untuk menambah modal disetor tersebut, ujarnya kepada
Bisnis pada Rabu (1/7).
Keputusan BKDI untuk
meminta perpanjangan
masa penyesuaian untuk
menambah modal disetor
berarti kedua bursa berjangka di Indonesia belum
mampu menyesuaikan
penambahan modal disetor
sampai deadline yang ditentukan Bappebti pada 1
Juli 2015.
Sebelumnya, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) juga
meminta
penambahan
masa penyesuaian untuk
menambah modal disetor
selama setahun kepada
Bappebti. BBJ pun sedang
menunggu pengkajian dari
para pemegang saham
untuk skema penambahan
modal disetor.
Sri Haryati, Kepala Biro
Hukum Badan Pengawas

Perdagangan Berjangka
dan Komoditi (Bappebti),
mengatakan terkait perpanjangan waktu penyesuaian modal disetor tidak
akan diberikan terlalu
lama sampai setahun.
Selain itu, kedua bursa
berjangka itu juga harus
melaporkan perkembangan secara berkala terkait
rencana penambahan modal disetornya itu biar tampak perkembangannya.
Mungkin selama masa
penyesuaian yang baru
nanti, kedua bursa harus
memberikan laporan selama tiga bulan atau enam
bulan terkait perkembangannya kepada Bappepti.
Namun, untuk detail waktu penyesuaian modal disetor bursa berjangka mungkin menunggu arahan dari
Pak Kepala, ujarnya.
Sebelumnya, Bappebti
mengeluarkan peraturan
Bappebti nomor 49 tahun
2014 terkait penambahan
modal disetor bursa berjangka di Indonesia. Peraturan itu pun dikeluarkan
pada November 2014 dan
Bappebti memberikan penyesuaian hingga 1 Juli
2015.
BBJ sendiri mengaku
sudah mengajukan dua
skema alternatif untuk
penambahan modal disetor
menjadi Rp100 miliar.
Pertama, lewat penambahan dana segar seperti penamahan modal baru dari
para pemegang saham, sedangkan yang kedua menawarkan kepada pihak
luar.
Sampai saat ini, modal
disetor kedua bursa berjangka masih jauh di
bawah Rp100 miliar. Untuk
BBJ, modal disetor saat ini
senilai Rp11,6 miliar,
sedangkan BKDI senilai
Rp40 miliar. (Surya Rianto)

Pekerja mengumpul-

kan kelapa sawit hasil


panen di sebuah pabrik
di Kisaran, Sumatra
Utara, beberapa waktu
lalu. Harga CPO menguat
tajam pada perdagangan
Rabu (1/7) mengikuti
lonjakan harga kedelai
di Amerika Serikat. CPO
terus diperdagangkan
menguat pada kisaran
2.2342.268 ringgit per
ton setelah dibuka naik
1,26% ke harga 2.257
ringgit per ton.
Bisnis/Yayus Yuswoprihanto

KESEPAKATAN IRAN DITUNDA

Harga Minyak Tergelincir Jauhi US$60


JAKARTA Harga minyak tergelincir di
tengah kesepakatan program nuklir Iran kembali ditunda selama sepekan karena belum
menemui lampu hijau secara keseluruhan.
dapat tekanan meskipun pencabutan sanksi Iran kembali ditunda selama satu pekan. Tekanan
tetap ada karena pertemuan
sepanjang pekan ini lebih mendekatkan hasil yang lebih positif.
Pasar pun kian cemas terhadap pasokan global, produksi
Amerika Serikat (AS) yang mendekat ke level tertinggi sepanjang
masa faktor utamanya. Apalagi,
kegagalan Yunani membayar
utang menjadi tambahan tekanan untuk harga minyak, ujarnya
dalam riset pada Rabu (1/7)
Setelah pertemuan pada 30
Juni selama dua jam, Menteri
Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov

Surya Rianto
surya.rianto@bisnis.com

Namun demikia, pasar tetap


cemas pasokan minyak global
akan melimpah menjelang dicabutnya sanksi perdagangan Iran
tersebut.
Pada perdagangan kemarin
sampai pukul 14:12 WIB, harga
minyak West Texas Intermediate
(WTI) terkoreksi 1,45% menjadi
US$58,61 per barel, sedangkan
harga minyak Brent naik 1,21%
menjadi US$62,82 per barel.
Nikolas Prasetia, analis PT
Valbury Asia Futures, mengatakan harga minyak tetap men-

sebesar 1 juta barel per hari.


Meskipun realisasi dari kesepakatan itu pada awal tahun
depan, tetapi pasar tetap merespons negatif karena pasokan
dalam posisi yang tinggi.
David Lennox, analis Fat Prophet,
mengatakan pasokan minyak
global saat ini masih tinggi.
Apalagi ditambah dengan pasokan Iran nanti yang bisa semakin
membuat pasokan melimpah.
Lalu, dari sisi permintaan
juga terancam menurun karena
polemik utang Yunani bisa membuat permintaan Eropa menyusut. Kondisi itu jelas negatif untuk harga minyak ke depannya,
ujarnya seperti dilansir Bloomberg
Dalam data Genscape Inc.
menunjukkan data pasokan
minyak Eropa saat ini berada di
level tertinggi sejak 2013.
Pasokan di kawasan Amsterdam,
Rotterdam, dan Antwerpen meningkat ke level 60,6 juta barel
pada 19 Juni silam.

menuturkan pembicaraan dengan Iran hanya tinggal proseduralnya saja. AS dan Eropa pun
telah menandatangani perjanjian interim dengan Iran untuk
menuju kesepakatan akhir.
Sebenarnya, bila sanksi Iran
dicabut, Negeri Pangeran Persia
itu tidak langsung bisa meningkatkan produksinya dalam sekejap. Goldman Sach Group Inc.,
Bank of America Corp., dan Societe
Generale SA memperkirakan bila
Iran ingin meningkatkan ekspor
sebesar 50%, maka dibutuhkan
kenaikan produksi minimal
500.000 barel per hari. Lalu, untuk meningkatkan produksi itu
dibutuhkan waktu sekitar enam
sampai dua belas bulan.
Dalam negosiasi Iran mengajukan untuk dapat memproduksi minyak hingga 4 juta barel
per hari. Sebelumnya, ketika
diberikan sanksi perdagangan
terkait program nuklir, Iran
hanya boleh memompa minyak

Pasar masih cemas


terhadap pasokan
global.
Kegagalan pembayaran utang Yunani
menjadi tambahan
tekanan untuk harga
minyak.
Harga minyak WTI
terkoreksi 1,45%
menjadi US$58,61 per
barel, sedangkan minyak Brent naik 1,21%
menjadi US$62,82 per
barel.
Sementara itu, produksi minyak Amerika Serikat (AS) menjadi kekhawatiran pasar juga.
Setelah produksi kembali naik
sebesar 0,15% menjadi 9,604
juta barel per hari pada 18 Juni
dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

DATA KOMODITAS
KUALA LUMPUR

TOKYO

THAILAND

Harga crude palm oil (CPO) di Kuala Lumpur Commodity Exchange (KLCE) pada
penutupan 1 Juli 2015 (beli/jual):

Harga beberapa komoditas di bursa berjangka Tokyo pada penutupan 1 Juli


2015 sebagai berikut:

Harga karet di Agricultural Futures Exchange of Thailand (AFET) pada penutupan


30 Juni 2015 sebagai berikut:

Bln

Ttp

Prb

Ttg

Trd

Vol.

Pntp Sbl

CPO (RM/ton):

Ttp

Prb (%)

Ttg

Trd

Vol

Pntp Sbl

Karet (jpy/kg) :

Jul 15................ 2.262,00 ..........+38,00 ...........2.227,00....................... -.................- ...... 2.224,00


Agu 15 ............. 2.266,00 ..........+38,00 ...........2.266,00..........2.234,00.........3.172 ...... 2.228,00
Sep 15 .............. 2.267,00 ..........+38,00 ...........2.268,00..........2.234,00...... 19.719 ...... 2.229,00
Okt 15 .............. 2.268,00 ..........+37,00 ...........2.269,00..........2.235,00.........5.083 ...... 2.231,00
Nov 15 ............. 2.278,00 ..........+33,00 ...........2.279,00..........2.248,00.........4.746 ...... 2.245,00
Des 15 .............. 2.297,00 ..........+33,00 ...........2.292,00..........2.269,00.........1.635 ...... 2.264,00
Jan 16............... 2.330,00 ..........+33,00 ...........2.330,00..........2.303,00.........1.405 ...... 2.297,00
Mar 16.............. 2.373,00 ..........+36,00 ...........2.374,00..........2.345,00............388 ...... 2.337,00
Mei 16 .............. 2.398,00 ..........+35,00 ...........2.397,00..........2.370,00............413 ...... 2.363,00
Jul 16................ 2.392,00 ..........+28,00 ...........2.393,00..........2.370,00............142 ...... 2.364,00
Sep 16 .............. 2.395,00 ..........+31,00 ...........2.398,00..........2.370,00............155 ...... 2.364,00
Nov 16 ............. 2.398,00 ..........+31,00 ...........2.388,00....................... -.................- ...... 2.367,00
Jan 17............... 2.414,00 ..........+31,00 ...........2.391,00....................... -.................- ...... 2.383,00
Mar 17.............. 2.419,00 ..........+31,00 ...........2.395,00....................... -.................- ...... 2.388,00
Mei 17 .............. 2.419,00 ..........+31,00 ........................ -....................... -.................- ...... 2.388,00

Jul 15.................. 206,70 ........... +1,70 ............206,70........... 204,90 .................27 ........... 205,00
Agu 15 ............... 209,80 ........... +1,70 ............209,80........... 207,40 .................11 ........... 208,10
Sep 15 ................ 212,50 ........... +2,80 ............213,50........... 209,30 .................31 ........... 209,70
Okt 15 ................ 214,60 ........... +2,70 ............215,90........... 211,20 .............. 417 ........... 211,90
Nov 15 ............... 217,50 ........... +2,60 ............218,80........... 214,00 ........... 3.071 ........... 214,90
Des 15 ................ 220,80 ........... +2,80 ............222,00........... 217,10 ........... 8.687 ........... 218,00
Emas (jpy/gr):
Agu 15 ............ 4.629,00 .............-1,00 .........4.630,00........ 4.600,00 .............. 173 ........ 4.630,00
Okt 15 ............. 4.626,00 ........... +1,00 .........4.627,00........ 4.590,00 .............. 156 ........ 4.625,00
Des 15 ............. 4.634,00 ........... +2,00 .........4.636,00........ 4.600,00 .............. 170 ........ 4.632,00
Feb 16 ............. 4.629,00 .............-3,00 .........4.630,00........ 4.591,00 ........... 1.174 ........ 4.632,00
Apr 16 ............. 4.625,00 .............-2,00 .........4.626,00........ 4.588,00 ........... 8.254 ........ 4.627,00
Jun 16 ............. 4.622,00 .............-1,00 .........4.624,00........ 4.585,00 ......... 27.737 ........ 4.623,00
Perak (jpy/gr):

Sumber: Bloomberg

SINGAPURA
Harga karet di Singapore Commodity Exchange (Sicom) pada penutupan
1 Juli 2015 sebagai berikut:
Bln

Bln

Ttp

Prb

Ttg

Trd

Vol.

Pntp Sbl

RSS3 (US$cent/kg):
Agu 15 .................170,00.............. +2,70 .......... 170,00 ..........169,00.............19 .........167,30
Sep 15 ..................170,50.............. +2,30 .......... 170,50 ..........168,20.............31 .........168,20
Okt 15 ..................172,50.............. +3,50 .......... 172,50 ..........169,00.............72 .........169,00
Nov 15 .................173,30.............. +3,60 .......... 173,30 ..........170,00...........129 .........169,70
Des 15 ..................173,90.............. +3,60 .......... 173,90 ..........173,00.............54 .........170,30
Jan 16...................174,00.............. +3,00 .......... 174,00 ..........174,00...............8 .........171,00
Feb 16 ..................174,20.............. +2,50 .....................- .................... -................- .........171,70
Mar 16..................174,50.............. +2,00 .....................- .................... -................- .........172,50
Apr 16 ..................176,00.............. +1,20 .....................- .................... -................- .........174,80
Mei 16 ..................177,50.............. +1,00 .....................- .................... -................- .........176,50

TSR20 (US$cent/kg):
Agu 15 .................151,50.............. +2,40 .......... 152,00 ..........149,40...........382 .........149,10
Sep 15 ..................151,90.............. +1,40 .......... 152,20 ..........150,00...........421 .........150,50
Okt 15 ..................152,90.............. +1,80 .......... 153,50 ..........150,40...........476 .........151,10
Nov 15 .................153,30.............. +1,50 .......... 153,70 ..........150,90...........462 .........151,80
Des 15 ..................154,20.............. +1,80 .......... 154,40 ..........151,90...........336 .........152,40
Jan 16...................155,00.............. +1,50 .......... 155,00 ..........153,00...........106 .........153,50
Feb 16 ..................156,00.............. +1,70 .......... 156,10 ..........154,10.............67 .........154,30
Mar 16..................156,50.............. +1,20 .......... 156,50 ..........154,80.............78 .........155,30
Apr 16 ..................157,40.............. +1,40 .......... 157,50 ..........156,80.............96 .........156,00
Mei 16 ..................158,40.............. +1,70 .......... 158,50 ..........157,00.............41 .........156,70

Agu 15 ..................61,30 .............-0,10 ..............61,60..............61,20 ...................3 ..............61,40


Okt 15 ...................61,30 .............-1,00 ..............61,30..............61,10 .................31 ..............62,30
Des 15 ...................61,00 .............-1,30 ..............61,50..............61,00 .................15 ..............62,30
Feb 16 ...................62,40 ....................- ...................... -......................- ....................- ..............62,40
Apr 16 ...................62,00 ........... +0,20 ..............63,00..............61,10 .............. 110 ..............61,80
Jun 16 ...................61,90 ........... +0,30 ..............62,60..............61,00 .............. 180 ..............61,60
Platinum (jpy/gr)
Agu 15 ............ 4.293,00 ......... +27,00 .........4.293,00........ 4.255,00 .................45 ........ 4.266,00
Okt 15 ............. 4.305,00 ......... +35,00 .........4.305,00........ 4.255,00 .................43 ........ 4.270,00
Des 15 ............. 4.325,00 ......... +42,00 .........4.325,00........ 4.275,00 .................87 ........ 4.283,00
Feb 16 ............. 4.333,00 ......... +42,00 .........4.333,00........ 4.275,00 .............. 235 ........ 4.291,00
Apr 16 ............. 4.331,00 ......... +39,00 .........4.334,00........ 4.274,00 ........... 4.332 ........ 4.292,00
Jun 16 ............. 4.320,00 ......... +36,00 .........4.323,00........ 4.265,00 ......... 11.988 ........ 4.284,00
Gasoline (jpy/kl)
Agu 15 ..........63.290,00 .......+560,00 .......63.350,00......62.580,00 .............. 154 ......62.730,00
Sep 15 ...........62.560,00 .......+560,00 .......62.590,00......61.850,00 .............. 102 ......62.000,00
Okt 15 ...........61.630,00 .......+520,00 .......61.720,00......60.900,00 .............. 120 ......61.110,00
Nov 15 ..........61.140,00 .......+520,00 .......61.530,00......60.440,00 .............. 247 ......60.620,00
Des 15 ...........60.740,00 .......+440,00 .......61.260,00......60.100,00 ........... 1.181 ......60.300,00
Jan 16............60.410,00 .......+360,00 .......60.980,00......59.860,00 ........... 2.965 ......60.050,00
Minyak Mentah (jpy/kl)
Jul 15.............47.700,00 .......+690,00 .......48.000,00......47.150,00 .................28 ......47.010,00
Agu 15 ..........47.590,00 .......+570,00 .......48.250,00......47.520,00 .................87 ......47.020,00
Sep 15 ...........47.550,00 .......+540,00 .......48.180,00......46.860,00 .............. 234 ......47.010,00
Okt 15 ...........47.670,00 .......+420,00 .......48.300,00......47.130,00 .............. 923 ......47.250,00
Nov 15 ..........47.910,00 .......+400,00 .......48.540,00......47.280,00 ........... 4.276 ......47.510,00
Des 15 ...........48.160,00 .......+650,00 .......48.770,00......47.500,00 ........... 2.512 ......47.510,00
Sumber: Bloomberg

Bln

Ttp

Prb

Ttg

JAKARTABBJ

Trd

Vol

Pntp Sbl

Karet RSS3 (THB/barel)


Agu 15 ................56,70.............. -2,20 .................. - .....................-.....................- .............58,90
Sep 15 .................56,90.............. -1,90 ..........56,90 ............56,90....................4 .............58,80
Okt 15 .................57,00.............. -2,00 ..........57,90 ............57,00....................5 .............59,00
Nov 15 ................57,45.............. -1,60 ..........58,20 ............57,45..................18 .............59,05
Des 15 .................58,50.............. -0,50 ..........58,50 ............58,00..................32 .............59,00
Jan 16..................58,20.............. -0,80 ..........58,50 ............57,90..................67 .............59,00
Feb 16 .................58,45.............. -0,65 ..........58,50 ............57,40..................77 .............59,10

Sumber: Bloomberg

ICDX
Harga beberapa komoditas di ICDX :
Bulan

Pntp

Vol.

CPO - CPOTR (Rp/Kg) pada penutupan :


Rabu, 01 Juni 2015
Juli, 2015 .................... 8.105 .......... 60
Agustus, 2015 ............ 8.180 ....... 219
September, 2015........ 8.210 ....... 942
Oktober, 2015 ............ 8.210 ....... 525
November, 2015 ........ 8.260 ............. RBD PALM OLEIN - OLEINTR (Rp/Kg)
pada penutupan : Rabu, 01 Juni 2015
Juli, 2015 .................... 8.230 ............ 1
Agustus, 2015 ............ 8.355 ............ 1
September, 2015........ 8.385 ............. Oktober, 2015 ............ 8.385 ............. November, 2015 ........ 8.435 ............. Timah - INATIN (US$/Metric Ton) padapenutupan : Rabu, 01 Juni 2015
TINPB300.................. 14.100 ............ 6
TINPB200.................. 14.550 .......... 14
TINPB100.................. 14.600 ............. TINPB050.................. 14.750 ............. TIN4NINE.................. 15.000 ............. Emas - GOLDGR (Rp/gr) padapenutupan :
Selasa, 30 Juni 2015
Juni, 2015 ............... 507.600 ............. Juli, 2015 ................ 510.400 ............. Agustus, 2015 ........ 513.300 ....... 630
September, 2015.... 516.300 ....... 748
Oktober, 2015 ........ 519.700 ............. November, 2015 .... 523.300 ............. Desember, 2015 ..... 527.100 ............. Januari, 2016 .......... 530.500 ............. -

Harga beberapa komoditas di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) pada 1 Juli 2015 :
Komoditas

Bulan

Harga Penyelesaian

Perubahan

Volume

OLE .......................Jul 15 ............................9.220.............................100 ..............................105


OLE .......................Agt 15...........................9.240.............................100 ..................................5
OLE .......................Sep 15...........................9.240.............................100 ................................22
OLE10 ..................Jul 15 ............................9.220.............................100 ..................................5
OLE10 ..................Agt 15...........................9.240.............................100 ..................................5
OLE10 ..................Sep 15...........................9.240.............................100 ..................................5
GOL ......................Jul 15 ........................511.500.........................-1.000 ..............................106
GOL ......................Agt 15.......................510.450.................................0 ..................................0
GOL100 ................Jul 15 ........................515.300.................................0 ..................................0
GOL100 ................Agt 15.......................511.300............................-100 ................................10
GOL250 ................Jul 15 ........................516.000............................-500 ................................70
GOL250 ................Agt 15.......................510.900.................................0 ................................76
GG10.....................- .................................495.000.........................-1.000 ..................................1
GG100...................- .................................495.000.........................-1.000 ..................................0
GG25.....................- .................................495.000.........................-1.000 ..................................0
KGE .......................- .................................502.513............................-218 ..................................0
KIE ........................- ...................................13.327................................-6 ..................................0
Harga beberapa komoditas di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) pada 30 Juni 2015 :

Bulan
Februari, 2016 ........
Maret, 2016 ............
April, 2016 ..............
Mei, 2016................

Pntp
533.900
537.300
540.800
544.300

Vol.
............. ............. ............. ............. -

Emas - GOLDUD & GOLDID (US$/Troy


Ounce) padapenutupan : Selasa, 30 Juni
2015
GOLDUD Desember 30 1.173,3 ........ GOLDID Desember 30 1.173,3 .......... -

Sumber: ICDX
Keterangan: *Harga tidak termasuk PPn 10%

Komoditas

Bulan

Ukuran

Harga (Rp/gram)

500 gram ........................... 512.600


250 gram ........................... 513.000
100 gram ........................... 513.500
50 gram ............................. 514.000
25 gram ............................. 515.000
10 gram ............................. 518.000
5 gram ............................... 523.000
Harga (Rp/kg)

1 kg .................................8.800.000
Sumber: Antam

Volume

Harga Sbl

TENDER CPO
KPB Nusantara, 1 Juli 2015
Produsen Vol. (ton)

Pembeli

Harga (Rp/Kg)

Penyerahan

PTPN III .................1.500 ...............NPO ................8.159,00 ..............Fr. PT SAN unit Dumai


PTPN III .................1.500 ...............PHPO..............8.159,00 ..............Fr. PT SAN unit Belawan
PTPN IV................1.500 ...............PHPO..............8.159,00 ..............Fr. PT SAN unit Belawan
PTPN IV................1.500 ...............PHPO..............8.159,00 ..............Fr. PP Medan/Belawan/Kuala
......................................................................................................................Tanjung
PTPN V.................1.500 ...............KJA..................8.159,00 ..............Fr. PT SAN unit Dumai
PTPN VI................1.000 ...............WD ..................8.049,00 ..............Fr Pembeli Teluk Bayur

Perak:
Ukuran

Perubahan

Sumber: BBJ

HARGA EMAS & PERAK


Harga logam mulia di Aneka Tambang
Jakarta pada 1 Juli 2015 :
Emas:

Harga Penyelesaian

GU1H10 ................- ................................1.173,70...........................-5,90 ................................12


GU1TF ...................- ................................1.173,70...........................-5,90 ..............................120
KGEUSD................- ................................1.173,70...........................-5,90 ..................................0
ACF ......................Jul 15 .....................64.900,00............................-100 ..................................0
ACF ......................Sep 15....................64.900,00............................-600 ..................................0
ACF ......................Des 15....................66.000,00............................-400 ..................................0
ACF ......................Mar 16 ...................67.050,00............................-550 ..................................0
RCF .......................Jul 15 .....................25.900,00............................-400 ..............................580
RCF .......................Sep 15....................24.520,00............................-330 ..............................618
RCF .......................Nop 15...................24.500,00............................-380 ..............................748
RCF .......................Jan 16 ....................24.630,00............................-400 ..............................767
CC5 .......................Jul 15 .....................38.210,00.........................-1.030 ..................................4
CC5 .......................Sep 15....................39.100,00.................................0 ..................................0
CC5 .......................Des 15....................38.960,00.................................0 ..................................0
CC5 .......................Mar 16 ...................31.130,00.................................0 ..................................0

PTPN VI................1.000 ...............WD ..................8.024,00 ..............FOB Talang Duku


PTPN VII ...............1.000 ...............WD ..................7.839,00 ..............FOB Pulau Baai Bengkulu
PTPN VII ...............2.000 ...............IKIN..................7.999,00 ..............FOB Boom Baru Palembang

DATA FINANSIAL & KOMODITAS

Kamis, 2 Juli 2015

PUAB, per 1/7/2015

SUKU BUNGA DEPOSITO, PER 30/6/15

PUAB Sore Rp DN - Berdasarkan Jangka Waktu


(volume dlm Juta Rp)
No

Jangka Waktu

Volume

Frekuensi

Suku Bunga
Terendah (%)

No

Suku Bunga
Tertinggi (%)

Suku Bunga
Rata-RataTertimbang (%)

Base Rate
Base Rate
Terendah

Premi SWAP
Tertinggi

Premi SWAP
Terendah

Rata-rata
Tertimbang

Pasar Uang Antar Bank Berdasarkan Prinsip Syariah (PUAS) Rupiah


Berdasarkan Jangka Waktu
Sertifikat
IMA (Lbr) *

Volume
(Jt Rp)

Tk Indikasi Imbalan Tk Indikasi Imbalan Nisbah bagi hsl


Nisbah bagi hsl
RRT *) Tk
Sertifikat IMA
Sertifikat IMA Unt penanam dana Unt penanaman dana Imbalan PUAS
Tertinggi (%)
Terendah (%)
Tertinggi (%)
Terendah (%)
(%)

1 ......Intraday........................... - ................-......................................- ..................................- ................................- .....................................- ....................0,00000


2 ......Overnight ....................... - ................-......................................- ..................................- ................................- .....................................- ....................0,00000
3 ......2-4-Hari .............. 100.000 ...............1.......................17,35732 ...................17,35732 .................29,00000 ...................... 29,00000 ....................5,03362
4 ......1 Minggu ........... 475.000 ...............6.......................17,35732 .....................9,67050 .................62,04000 ...................... 29,00000 ....................5,84841
5 ......2 Minggu ........................ - ................-......................................- ..................................- ................................- .....................................- ....................0,00000
6 ......3 Minggu ........................ - ................-......................................- ..................................- ................................- .....................................- ....................0,00000
7 ......1 Bulan ............................ - ................-......................................- ..................................- ................................- .....................................- ....................0,00000
8 ......2 Bulan ............................ - ................-......................................- ..................................- ................................- .....................................- ....................0,00000
9 ......3 Bulan ............................ - ................-......................................- ..................................- ................................- .....................................- ....................0,00000
10 ....>3 Bulan ......................... - ................-......................................- ..................................- ................................- .....................................- ....................0,00000
11 ....Keseluruhan....... 575.000 ...............7.......................17,35732 .....................9,67050 .................62,04000 ...................... 29,00000 ....................5,70671

1 ......BANGKOK BANK LTD..................................................3,25000...............0,35000 ............1,80000 ...............0,75000 .............0,75000 .............0,75000 ............. 0,85000 ............. 0,85000.............0,85000...............1,00000..............1,00000.............1,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
2 ......BANK HSBC .................................................................1,35000...............0,85000 ............1,10000 ...............1,35000 .............0,25000 .............0,80000 ............. 1,20000 ............. 0,85000.............1,02500...............1,20000..............0,65000.............0,92500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
3 ......BANK OF AMERICA N,A, ............................................0,06000...............0,04000 ............0,05000 ...............0,06000 .............0,04000 .............0,05000 ............. 0,06000 ............. 0,06000.............0,06000...............0,06000..............0,06000.............0,06000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
4 ......BANK OF TOKYO-MITSUBISHI UFJ LTD,....................0,02000...............0,02000 ............0,02000 ...............0,23000 .............0,04000 .............0,13500 ............. 0,10000 ............. 0,05000.............0,07500...............0,10000..............0,08000.............0,09000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
5 ......DEUTSCHE BANK AG ..................................................0,10000...............0,05000 ............0,07500 ...............0,30000 .............0,15000 .............0,22500 ............. 0,40000 ............. 0,25000.............0,32500...............0,00000..............0,00000.............0,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
6 ......STANDARD CHARTERED BANK .................................0,00001...............0,00001 ............0,00001 ...............0,10000 .............0,05000 .............0,07500 ............. 0,15000 ............. 0,10000.............0,12500...............0,50000..............0,25000.............0,37500 .............0,00001 .............0,00001 .................0,00001
7 ......THE BANK OF CHINA ..................................................3,00000...............0,35000 ............1,67500 ...............3,00000 .............0,35000 .............1,67500 ............. 3,00000 ............. 0,50000.............1,75000...............3,00000..............0,75000.............1,87500 .............3,00000 .............0,75000 .................1,87500
8 ......THE ROYAL BANK OF SCOTLAND N,V .....................1,00000...............0,50000 ............0,75000 ...............1,25000 .............0,50000 .............0,87500 ............. 1,50000 ............. 0,75000.............1,12500...............1,75000..............1,00000.............1,37500 .............2,00000 .............1,25000 .................1,62500

KURS VALUTA
Kurs transaksi dan kurs uang kertas asing Bank Indonesia pada 1 Juli 2015.
Kurs Transaksi
Nilai

Beli
Rp

Kurs uang kertas asing

Jual
Rp

Beli
Rp

Jual
Rp

Bank Campuran

Dolar Australia ............................................ 1 .....................10.238,48 ............. 10.348,62 ...................9.904,25...................10.683,06


Dolar Brunei ............................................... 1 .......................9.849,99 ............... 9.950,24 ...................9.528,44...................10.271,82
Dolar Kanada .............................................. 1 .....................10.615,45 ............. 10.726,98 .................10.268,91...................11.073,66
Franc Swiss ................................................. 1 .....................14.172,45 ............. 14.323,28 .................13.709,80...................14.786,19
Yuan China .................................................. 1 .......................2.169,13 ............... 2.191,04 ................................-..................................Kronor Denmark ......................................... 1 .......................1.979,49 ............... 1.999,79 ...................1.914,87.....................2.064,42
Euro ............................................................ 1 .....................14.765,48 ............. 14.918,67 .................14.283,47...................15.400,82
Pound Inggris ............................................. 1 .....................20.812,54 ............. 21.030,84 .................20.133,12...................21.710,52
Dolar Hongkong ......................................... 1 .......................1.710,89 ............... 1.728,40 ...................1.655,04.....................1.784,25
Yen Jepang ............................................. 100 .....................10.823,34 ............. 10.937,14 .................10.470,01...................11.290,61
Won Korea.................................................. 1 ............................11,84 .................... 11,96 ................................-..................................Dinar Kuwait ............................................... 1 .....................43.818,96 ............. 44.320,21 ................................-..................................Ringgit Malaysia ......................................... 1 .......................3.542,26 ............... 3.581,87 ................................-..................................Kronor Norwegia ........................................ 1 .......................1.687,40 ............... 1.705,53 ...................1.632,32.....................1.760,65
Dolar Selandia Baru .................................... 1 .......................9.015,54 ............... 9.111,98 ...................8.721,23.....................9.406,46
Kina Papua Nugini ...................................... 1 .......................4.751,16 ............... 4.997,45 ...................4.596,06.....................5.158,96
Peso Philipina ............................................. 1 ..........................294,33 .................. 297,37 ................................-..................................Real Arab Saudi .......................................... 1 .......................3.536,50 ............... 3.572,42 ................................-..................................Kronor Swedia ............................................ 1 .......................1.597,42 ............... 1.614,14 ...................1.545,27.....................1.666,31
Dolar Singapura .......................................... 1 .......................9.849,99 ............... 9.950,24 ...................9.528,44...................10.271,82
Baht Thailand.............................................. 1 ..........................392,77 .................. 396,86 ......................379,95........................409,69
Dolar AS ..................................................... 1 .....................13.264,00 ............. 13.398,00 .................12.831,00...................13.831,00

1 ......BANK AGRIS .................................................................2,50000...............1,50000 ............2,00000 ...............2,50000 .............1,50000 .............2,00000 ............. 3,00000 ............. 1,50000.............2,25000...............3,00000..............1,50000.............2,25000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
2 ......BANK ANZ INDONESIA...............................................1,50000...............0,00000 ............0,75000 ...............0,40000 .............0,00000 .............0,20000 ............. 0,50000 ............. 0,00000.............0,25000...............0,75000..............0,00000.............0,37500 .............0,75000 .............0,00000 .................0,37500
3 ......BANK BNP PARIBAS INDONESIA ...............................0,70000...............0,50000 ............0,60000 ...............0,90000 .............0,50000 .............0,70000 ............. 0,90000 ............. 0,50000.............0,70000...............0,90000..............0,50000.............0,70000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
4 ......BANK CAPITAL INDONESIA........................................1,50000...............1,50000 ............1,50000 ...............1,75000 .............1,50000 .............1,62500 ............. 2,00000 ............. 1,75000.............1,87500...............2,25000..............2,00000.............2,12500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
5 ......BANK COMMONWEALTH...........................................1,50000...............0,10000 ............0,80000 ...............0,10000 .............0,10000 .............0,10000 ............. 0,10000 ............. 0,10000.............0,10000...............2,00000..............2,00000.............2,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
6 ......BANK CTBC INDONESIA.............................................2,00000...............1,75000 ............1,87500 ...............1,00000 .............1,00000 .............1,00000 ............. 1,00000 ............. 1,00000.............1,00000...............1,00000..............1,00000.............1,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
7 ......BANK DBS INDONESIA ...............................................1,50000...............0,25000 ............0,87500 ...............0,50000 .............0,50000 .............0,50000 ............. 0,86000 ............. 0,25000.............0,55500...............1,70000..............1,20000.............1,45000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
8 ......BANK RESONA PERDANIA .........................................0,60000...............0,10000 ............0,35000 ...............1,50000 .............0,10000 .............0,80000 ............. 0,70000 ............. 0,15000.............0,42500...............0,35000..............0,30000.............0,32500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
9 ......BANK SUMITOMO MITSUI INDONESIA.....................0,13300...............0,05000 ............0,09150 ...............0,19000 .............0,15500 .............0,17250 ............. 0,15000 ............. 0,15000.............0,15000...............0,00000..............0,00000.............0,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
10....RABOBANK INTERNATIONAL INDONESIA...............2,35000...............1,85000 ............2,10000 ...............2,53000 .............1,95000 .............2,24000 ............. 0,00000 ............. 0,00000.............0,00000...............0,00000..............0,00000.............0,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000

Bank Pembangunan Daerah


1 ......B.P.D. BALI.....................................................................0,35000...............0,35000 ............0,35000 ...............0,35000 .............0,35000 .............0,35000 ............. 0,50000 ............. 0,50000.............0,50000...............0,65000..............0,65000.............0,65000 .............0,65000 .............0,65000 .................0,65000
2 ......B.P.D. DKI JAKARTA .....................................................1,00000...............1,00000 ............1,00000 ...............1,00000 .............1,00000 .............1,00000 ............. 1,00000 ............. 1,00000.............1,00000...............1,00000..............1,00000.............1,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
3 ......B.P.D. JAWA BARAT BANTEN .....................................1,00000...............1,00000 ............1,00000 ...............1,00000 .............1,00000 .............1,00000 ............. 1,00000 ............. 1,00000.............1,00000...............1,00000..............1,00000.............1,00000 .............1,00000 .............1,00000 .................1,00000
4 ......B.P.D. JAWA TENGAH..................................................0,75000...............0,75000 ............0,75000 ...............0,75000 .............0,75000 .............0,75000 ............. 0,75000 ............. 0,75000.............0,75000...............0,75000..............0,75000.............0,75000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
5 ......B.P.D. JAWA TIMUR......................................................0,60000...............0,30000 ............0,45000 ...............0,60000 .............0,30000 .............0,45000 ............. 0,60000 ............. 0,30000.............0,45000...............0,60000..............0,30000.............0,45000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
6 ......B.P.D. KALIMANTAN TIMUR ........................................1,00000...............0,75000 ............0,87500 ...............1,00000 .............0,75000 .............0,87500 ............. 1,00000 ............. 0,75000.............0,87500...............1,00000..............0,75000.............0,87500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
7 ......B.P.D. RIAU ....................................................................1,00000...............1,00000 ............1,00000 ...............1,00000 .............1,00000 .............1,00000 ............. 1,00000 ............. 1,00000.............1,00000...............1,00000..............1,00000.............1,00000 .............1,25000 .............1,25000 .................1,25000
8 ......B.P.D. SUMATERA BARAT ............................................0,75000...............0,75000 ............0,75000 ...............0,75000 .............0,75000 .............0,75000 ............. 0,75000 ............. 0,75000.............0,75000...............0,75000..............0,75000.............0,75000 .............0,75000 .............0,75000 .................0,75000
9 ......B.P.D. SUMATERA UTARA ............................................0,50000...............0,50000 ............0,50000 ...............0,50000 .............0,50000 .............0,50000 ............. 0,75000 ............. 0,75000.............0,75000...............0,75000..............0,75000.............0,75000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
10....B.P.D. SUMSEL dan BABEL ..........................................0,75000...............0,75000 ............0,75000 ...............0,75000 .............0,75000 .............0,75000 ............. 0,75000 ............. 0,75000.............0,75000...............0,75000..............0,75000.............0,75000 .............0,75000 .............0,75000 .................0,75000

Sumber: Bank Indonesia

Kurs Pajak
Sandi

Rata-rata

Bank Asing

Sumber: Bank Indonesia

Mata uang

24 Bulan USD

Bank Swasta Nasional

Sumber: Bank Indonesia

Jangka
Waktu

12 Bulan USD

1 ......BANK ANTAR DAERAH ...............................................2,50000...............0,75000 ............1,62500 ...............0,00000 .............0,00000 .............0,00000 ............. 0,00000 ............. 0,00000.............0,00000...............0,00000..............0,00000.............0,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
2 ......BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL ...................1,75000...............1,00000 ............1,37500 ...............1,75000 .............1,00000 .............1,37500 ............. 2,00000 ............. 1,00000.............1,50000...............2,00000..............1,00000.............1,50000 .............2,00000 .............1,00000 .................1,50000
3 ......BANK BUKOPIN ...........................................................1,50000...............1,00000 ............1,25000 ...............1,50000 .............1,00000 .............1,25000 ............. 1,50000 ............. 1,00000.............1,25000...............1,50000..............1,00000.............1,25000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
4 ......BANK BUMI ARTHA .....................................................3,00000...............1,00000 ............2,00000 ...............3,00000 .............1,00000 .............2,00000 ............. 3,00000 ............. 1,00000.............2,00000...............3,00000..............1,00000.............2,00000 .............3,00000 .............1,00000 .................2,00000
5 ......BANK CENTRAL ASIA Tbk...........................................0,25000...............0,20000 ............0,22500 ...............0,25000 .............0,20000 .............0,22500 ............. 0,25000 ............. 0,20000.............0,22500...............0,25000..............0,20000.............0,22500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
6 ......BANK CIMB NIAGA......................................................0,50000...............0,50000 ............0,50000 ...............0,75000 .............0,75000 .............0,75000 ............. 0,75000 ............. 0,75000.............0,75000...............2,25000..............2,25000.............2,25000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
7 ......BANK DANAMON INDONESIA ..................................1,50000...............0,25000 ............0,87500 ...............1,50000 .............0,25000 .............0,87500 ............. 1,50000 ............. 0,25000.............0,87500...............1,50000..............0,25000.............0,87500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
8 ......BANK EKONOMI RAHARJA Tbk ................................2,25000...............0,50000 ............1,37500 ...............1,75000 .............1,75000 .............1,75000 ............. 0,50000 ............. 0,50000.............0,50000...............0,50000..............0,50000.............0,50000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
9 ......BANK GANESHA..........................................................1,50000...............1,50000 ............1,50000 ...............1,50000 .............1,50000 .............1,50000 ............. 1,50000 ............. 1,50000.............1,50000...............1,50000..............1,50000.............1,50000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
10....BANK ICBC INDONESIA ..............................................0,75000...............0,50000 ............0,62500 ...............0,75000 .............0,50000 .............0,62500 ............. 1,00000 ............. 0,75000.............0,87500...............1,00000..............0,75000.............0,87500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
11....BANK INDEX SELINDO................................................2,00000...............2,00000 ............2,00000 ...............1,50000 .............1,50000 .............1,50000 ............. 3,00000 ............. 3,00000.............3,00000...............1,50000..............1,50000.............1,50000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
12....BANK INTERNASIONAL INDONESIA.........................2,25000...............0,75000 ............1,50000 ...............2,50000 .............0,75000 .............1,62500 ............. 2,65000 ............. 0,75000.............1,70000...............2,00000..............0,75000.............1,37500 .............1,00000 .............0,75000 .................0,87500
13....BANK JTRUST INDONESIA Tbk ..................................3,00000...............1,00000 ............2,00000 ...............3,00000 .............1,00000 .............2,00000 ............. 3,00000 ............. 1,00000.............2,00000...............3,00000..............1,00000.............2,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
14....BANK KEB HANA INDONESIA ...................................1,00000...............1,00000 ............1,00000 ...............1,00000 .............1,00000 .............1,00000 ............. 1,25000 ............. 1,25000.............1,25000...............1,25000..............1,25000.............1,25000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
15....BANK MASPION INDONESIA .....................................1,25000...............1,25000 ............1,25000 ...............1,25000 .............1,25000 .............1,25000 ............. 1,25000 ............. 1,25000.............1,25000...............1,25000..............1,25000.............1,25000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
16....BANK MAYORA............................................................0,50000...............0,25000 ............0,37500 ...............0,50000 .............0,25000 .............0,37500 ............. 0,50000 ............. 0,25000.............0,37500...............0,75000..............0,50000.............0,62500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
17....BANK MEGA.................................................................1,50000...............0,75000 ............1,12500 ...............1,00000 .............0,50000 .............0,75000 ............. 1,00000 ............. 0,50000.............0,75000...............1,00000..............0,50000.............0,75000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
18....BANK MESTIKA DHARMA ..........................................1,00000...............1,00000 ............1,00000 ...............1,00000 .............1,00000 .............1,00000 ............. 1,00000 ............. 1,00000.............1,00000...............1,00000..............1,00000.............1,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
19....BANK METRO EKSPRES ..............................................2,00000...............1,00000 ............1,50000 ...............2,00000 .............1,00000 .............1,50000 ............. 2,00000 ............. 1,00000.............1,50000...............2,00000..............1,00000.............1,50000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
20....BANK MNC INTERNASIONAL TBK.............................3,50000...............1,00000 ............2,25000 ...............3,50000 .............1,00000 .............2,25000 ............. 3,50000 ............. 1,00000.............2,25000...............3,50000..............1,00000.............2,25000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
21....BANK NATIONALNOBU ..............................................0,25000...............0,25000 ............0,25000 ...............0,50000 .............0,50000 .............0,50000 ............. 0,75000 ............. 0,75000.............0,75000...............0,00000..............0,00000.............0,00000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
22....BANK NUSANTARA PARAHYANGAN ........................1,00000...............1,00000 ............1,00000 ...............1,00000 .............0,25000 .............0,62500 ............. 1,00000 ............. 0,25000.............0,62500...............1,00000..............0,25000.............0,62500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
23....BANK OCBC NISP Tbk .................................................1,50000...............0,50000 ............1,00000 ...............1,40000 .............1,40000 .............1,40000 ............. 1,25000 ............. 1,25000.............1,25000...............1,50000..............1,50000.............1,50000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
24....BANK OF INDIA INDONESIA ......................................3,00000...............2,00000 ............2,50000 ...............3,00000 .............2,00000 .............2,50000 ............. 3,00000 ............. 2,00000.............2,50000...............3,00000..............2,00000.............2,50000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
25....BANK PANIN INDONESIA ...........................................1,00000...............0,50000 ............0,75000 ...............1,25000 .............0,75000 .............1,00000 ............. 1,25000 ............. 1,00000.............1,12500...............1,25000..............1,00000.............1,12500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
26....BANK PERMATA Tbk....................................................1,50000...............0,50000 ............1,00000 ...............1,75000 .............0,50000 .............1,12500 ............. 1,50000 ............. 0,50000.............1,00000...............0,50000..............0,50000.............0,50000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
27....BANK QNB INDONESIA..............................................0,75000...............0,25000 ............0,50000 ...............2,50000 .............0,25000 .............1,37500 ............. 0,75000 ............. 0,25000.............0,50000...............0,75000..............0,25000.............0,50000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
28....BANK RAKYAT INDONESIA AGRONIAGA.................2,50000...............1,00000 ............1,75000 ...............2,50000 .............1,00000 .............1,75000 ............. 2,50000 ............. 1,00000.............1,75000...............2,50000..............1,00000.............1,75000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
29....BANK SBI INDONESIA .................................................1,50000...............1,25000 ............1,37500 ...............1,50000 .............1,25000 .............1,37500 ............. 1,50000 ............. 1,25000.............1,37500...............1,50000..............1,25000.............1,37500 .............1,50000 .............1,25000 .................1,37500
30....BANK SINARMAS.........................................................1,50000...............1,25000 ............1,37500 ...............1,50000 .............1,50000 .............1,50000 ............. 1,25000 ............. 1,25000.............1,25000...............1,25000..............1,25000.............1,25000 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
31....BANK UOB INDONESIA ..............................................1,25000...............0,50000 ............0,87500 ...............1,25000 .............0,70000 .............0,97500 ............. 0,50000 ............. 0,50000.............0,50000...............1,15000..............0,70000.............0,92500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
32....BANK WINDU KENTJANA INTERNATIONAL ............2,00000...............1,25000 ............1,62500 ...............2,00000 .............1,25000 .............1,62500 ............. 2,00000 ............. 1,25000.............1,62500...............2,00000..............1,25000.............1,62500 .............0,00000 .............0,00000 .................0,00000
33....BANK WOORI SAUDARA INDONESIA.......................1,50000...............1,00000 ............1,25000 ...............1,50000 .............1,00000 .............1,25000 ............. 2,00000 ............. 1,50000.............1,75000...............2,00000..............1,50000.............1,75000 .............2,00000 .............1,50000 .................1,75000

S.d 1 minggu........................................ 1.001.834,93...........13.335,0000......13.305,0000 ....13.320,8550........... 17,5000 .............2,0500 ............10,4642


Lebih dr 1 Minggu s.d 2 Minggu ..............37.000,99...........13.329,0000......13.325,0000 ....13.325,8640........... 38,8300 ...........18,9000 ............33,3699
Lebih dr 2 Minggu s.d 1 Bulan..................26.850,00...........13.325,0000......13.300,0000 ....13.324,2080........... 79,0000 ...........78,0000 ............78,9683
Lebih dr 1 Bulan s.d 3 Bulan .....................98.163,49...........13.333,0000......13.318,0000 ....13.323,9900.........275,0000 ...........86,0000 ......... 137,4548
Lebih dr 3 Bulan s.d 6 Bulan ..........................950,00...........13.322,0000......13.322,0000 ....13.322,0000.........408,0000 .........408,0000 ......... 408,0000
Diatas 6 Bulan .....................................................0,00.....................0,0000...............0,0000 ..............0,0000............. 0,0000 .............0,0000 ..............0,0000

No.

6 Bulan USD

Bank Persero

Premi SWAP
Rata-rata
Tertimbang

3 Bulan USD

Terendah Rata-rata Tertinggi Terendah Rata-rata Tertinggi Terendah Rata-rata Tertinggi Terendah Rata-rata Tertinggi Terendah

1 ......BANK MANDIRI............................................................0,50000...............0,25000 ............0,37500 ...............0,50000 .............0,25000 .............0,37500 ............. 0,50000 ............. 0,25000.............0,37500...............0,75000..............0,50000.............0,62500 .............0,75000 .............0,50000 .................0,62500
2 ......BANK NEGARA INDONESIA 1946 .............................1,75000...............0,25000 ............1,00000 ...............1,75000 .............0,25000 .............1,00000 ............. 1,75000 ............. 0,25000.............1,00000...............1,50000..............0,25000.............0,87500 .............1,00000 .............0,25000 .................0,62500
3 ......BANK RAKYAT INDONESIA.........................................0,50000...............0,25000 ............0,37500 ...............0,75000 .............0,50000 .............0,62500 ............. 0,75000 ............. 0,50000.............0,62500...............0,75000..............0,75000.............0,75000 .............0,75000 .............0,75000 .................0,75000
4 ......BANK TABUNGAN NEGARA.......................................0,05000...............0,05000 ............0,05000 ...............0,05000 .............0,05000 .............0,05000 ............. 0,05000 ............. 0,05000.............0,05000...............0,05000..............0,05000.............0,05000 .............0,05000 .............0,05000 .................0,05000

Agregat Transaksi SWAP (USDIDR) - Seluruh Counterpart


Base Rate
Tertinggi

1 Bulan USD
Tertinggi

Sumber: Bank Indonesia

Volume

Nama Bank

Spread

1......... Intraday ...................................... - ............... - ............................... -............................- .................................- .................................. 2......... Overnight................... 3.550.000 ............ 49 ...................5,60000...............5,65000 ....................5,63192 ......................5,00000
3......... 2-4-Hari.......................... 430.000 .............. 2 ...................5,65000...............5,70000 ....................5,66512 ......................5,00000
4......... 1 Minggu....................... 615.000 .............. 8 ...................5,65000...............5,90000 ....................5,77927 ....................25,00000
5......... 2 Minggu....................... 403.000 .............. 5 ...................5,95000...............6,10000 ....................6,08027 ....................15,00000
6......... 3 Minggu.................................... - ............... - ............................... -............................- .................................- .................................. 7......... 1 Bulan ....................................... - ............... - ............................... -............................- .................................- .................................. 8......... 2 Bulan ....................................... - ............... - ............................... -............................- .................................- .................................. 9......... 3 Bulan ....................................... - ............... - ............................... -............................- .................................- .................................. 10 ...... >3 Bulan ..................................... - ............... - ............................... -............................- .................................- .................................. 11 ...... Keseluruhan ............... 4.998.000 ............ 64 ...................5,60000...............6,10000 ....................5,68906 ....................50,00000

Jangka Waktu

35

Kurs (Rp)

Mata Uang

1 Juli 2015

USD ...........................Dollar Amerika Serikat........................................13.308,00


AUD ..........................Dolar Australia.....................................................10.239,18
CAD...........................Dolar Canada.......................................................10.784,44
DKK...........................Kroner Denmark....................................................1.988,86
HKD ..........................Dolar Hongkong ...................................................1.716,59
MYR ..........................Ringgit Malaysia ....................................................3.539,55
NZD...........................Dolar Selandia Baru ..............................................9.140,20
NOK ..........................Kroner Norwegia ..................................................1.695,99
GBP ...........................Poundsterling Inggris..........................................20.931,62
SGD...........................Dolar Singapura ....................................................9.884,28
SEK............................Kroner Swedia.......................................................1.606,33
CHF ...........................Franc Swiss ..........................................................14.228,59
JPY ............................Yen Jepang (100 ) ...............................................10.760,37
MMK .........................Kyat Myanmar ............................................................ 11,88
INR ............................Rupee India............................................................... 209,19
KWD..........................Dinar Kuwait........................................................44.029,05
PKR ...........................Rupee Pakistan......................................................... 130,71
PHP ...........................Peso Philipina ........................................................... 294,95
SAR ...........................Riyal Saudi Arabia .................................................3.548,54
LKR............................Rupee Srilanka............................................................ 99,36
THB ...........................Baht Thailand............................................................ 393,84
BND ..........................Dolar Brunei Darussalam ......................................9.886,34
EUR ...........................Euro......................................................................14.838,15
CNY...........................Yuan China .............................................................2.143,56
KRW ..........................Won Korea.................................................................. 11,96

24 Juni 2015

KESELURUHAN .....................................................................3,50000...............0,00001 ............1,01902 ...............3,50000 .............0,04000 .............0,99996 ............. 3,50000 ............. 0,05000.............1,00103...............3,50000..............0,05000.............1,10167 .............3,00000 .............0,00001 .................0,99028

Perubahan

SUKU BUNGA SERTIFIKAT DEPOSITO VALAS (1/7/15)

................. 13.327,00 .......................-19,00


................. 10.355,83 .....................-116,65
................. 10.874,42 .......................-89,98
....................2.024,89 .......................-36,03
....................1.719,12 .........................-2,53
....................3.564,79 .......................-25,24
....................9.255,59 .....................-115,39
....................1.723,71 .......................-27,72
................. 21.091,48 .....................-159,86
....................9.975,15 .......................-90,87
....................1.639,75 .......................-33,42
................. 14.453,70 .....................-225,11
................. 10.832,34 .......................-71,97
.........................12,01 .........................-0,13
.......................208,50 ..........................0,69
................. 44.155,96 .....................-126,91
.......................130,97 .........................-0,26
.......................295,70 .........................-0,75
....................3.553,50 .........................-4,96
.........................99,43 .........................-0,07
.......................396,04 .........................-2,20
....................9.971,27 .......................-84,93
................. 15.106,23 .....................-268,08
....................2.146,38 .........................-2,82
.........................12,00 .........................-0,04

1 Bulan USD
No Nama Bank

Tertinggi
1 Bln Rp

3 Bulan USD

Terendah Rata-rata Tertinggi


1 Bln Rp 1 Bln Rp 3 Bln Rp

6 Bulan USD

Terendah Rata-rata Tertinggi


3 Bln Rp 3 Bln Rp 6 Bln Rp

12 Bulan USD

Terendah Rata-rata Tertinggi


6 Bln Rp 6 Bln Rp 12 Bln Rp

24 Bulan USD

Terendah Rata-rata Tertinggi Terendah Rata-rata


12 Bln Rp 12 Bln Rp 24 Bln Rp 24 Bln Rp 24 Bln Rp

Bank Swasta Nasional


1 .....BANK WOORI SAUDARA INDONESIA................1,50000.............1,00000...........1,25000..............1,50000............1,00000............1,25000............2,00000 ...........1,50000 ..........1,75000 ............2,00000 ........... 1,50000 ...........1,75000............2,00000............1,50000...............1,75000
2 .....BANK INDEX SELINDO.........................................1,50000.............1,50000...........1,50000..............1,50000............1,50000............1,50000............1,50000 ...........1,50000 ..........1,50000 ............1,50000 ........... 1,50000 ...........1,50000............0,00000............0,00000...............0,00000
3 .....BANK MNC INTERNASIONAL TBK......................3,50000.............1,00000...........2,25000..............3,50000............1,00000............2,25000............3,50000 ...........1,00000 ..........2,25000 ............3,50000 ........... 1,00000 ...........2,25000............0,00000............0,00000...............0,00000
Bank Pembangunan Daerah
1 .....B.P.D. SUMATERA BARAT .....................................0,75000.............0,75000...........0,75000..............0,75000............0,75000............0,75000............0,75000 ...........0,75000 ..........0,75000 ............0,75000 ........... 0,75000 ...........0,75000............0,75000............0,75000...............0,75000
KESELURUHAN ..............................................................3,50000.............0,75000...........1,43750..............3,50000............0,75000............1,43750............3,50000 ...........0,75000 ..........1,56250 ............3,50000 ........... 0,75000 ...........1,56250............2,00000............0,75000...............1,25000
Keterangan :
- Rata-rata dihitung dengan rumus : (i tertinggi + i terendah) / 2
- Rata-rata bunga kelompok Bank dihitung dg rumus : jumlah i rata-rata kelompok Bank / n, dimana n =jumlah bank dalam kelompok yang memiliki nilai
- Rata-rata bunga seluruh Bank dihitung dg rumus : jumlah i rata-rata seluruh Bank / n, dimana n = jumlah bank yang memiliki nilai

Sumber: Depkeu

KOMODITAS
NEWYORK
H
Bln

Ttp

Prb

Ttg

m
Trd

Vol.

Pntp Sbl

Minyak Mentah (USD/barel)

Agu 15 ..............59,47 ..........+1,14............59,69............. 57,94 .........257.125 ........ 58,33


Sep 15 ...............59,83 ..........+1,15............60,05............. 58,32 ........... 65.018 ........ 58,68
Okt 15 ...............60,10 ..........+1,14............60,31............. 58,60 ........... 31.281 ........ 58,96
Nov 15 ..............60,44 ..........+1,13............60,65............. 59,08 ........... 16.618 ........ 59,31
Des 15 ...............60,78 ..........+1,10............61,00............. 59,32 ........... 47.806 ........ 59,68
Jan 16................61,08 ..........+1,08............61,26............. 59,65 ............. 9.886 ........ 60,00
Feb 16 ...............61,29 ..........+1,05............61,44............. 59,92 ............. 5.292 ........ 60,24
Mar 16...............61,45 ..........+1,01............61,63............. 60,12 ............. 8.145 ........ 60,44
Apr 16 ...............61,60 ..........+0,98............61,72............. 60,57 ............. 2.398 ........ 60,62
Mei 16 ...............61,75 ..........+0,95............61,75............. 60,87 ............. 2.079 ........ 60,80
Gas Alam (USD/MMBtu)

Agu 15 ................2,83 ..........+0,02.............. 2,84................2,75 .........106.408 .......... 2,81


Sep 15 .................2,84 ..........+0,02.............. 2,85................2,77 ........... 28.900 .......... 2,82
Okt 15 .................2,87 ..........+0,02.............. 2,87................2,80 ........... 22.629 .......... 2,85
Nov 15 ................2,97 ..........+0,02.............. 2,97................2,90 ........... 18.098 .......... 2,95
Des 15 .................3,13 ..........+0,01.............. 3,14................3,08 ........... 16.329 .......... 3,12
Jan 16..................3,24 ..........+0,01.............. 3,25................3,19 ........... 14.804 .......... 3,23
Feb 16 .................3,24 ..........+0,01.............. 3,24................3,19 ............. 2.989 .......... 3,23
Mar 16.................3,20 ..........+0,01.............. 3,20................3,16 ............. 7.620 .......... 3,19
Apr 16 .................3,05 .................. -.............. 3,05................3,02 ............. 6.111 .......... 3,05
Mei 16 .................3,06 ..........+0,01.............. 3,06................3,03 ............. 1.173 .......... 3,05
Emas (USD/troy oz)

Jul 15........... 1.171,50 ...........-7,00.......1.176,40........1.166,60 ................ 223 ...1.178,50


Agu 15 ........ 1.171,80 ...........-7,20.......1.180,00........1.165,40 .........139.830 ...1.179,00
Sep 15 ......... 1.172,30 ...........-7,20.......1.177,90........1.169,80 ...................30 ...1.179,50
Okt 15 ......... 1.172,80 ...........-7,30.......1.180,80........1.166,70 ................ 768 ...1.180,10
Des 15 ......... 1.174,00 ...........-7,30.......1.182,20........1.168,10 ............. 5.657 ...1.181,30
Feb 16 ......... 1.175,10 ...........-7,30.......1.179,10........1.169,30 ............. 1.080 ...1.182,40
Apr 16 ......... 1.176,40 ...........-7,30.......1.177,30........1.173,00 ................ 268 ...1.183,70
Jun 16 ......... 1.177,60 ...........-7,30.......1.178,00........1.177,00 ................ 203 ...1.184,90
Agu 16 ........ 1.178,90 ...........-7,30.......1.182,30........1.176,00 ................ 184 ...1.186,20
Okt 16 ......... 1.180,50 ...........-7,30.....................-......................- ......................- ...1.187,80
K

0
Bln

Ttp

Prb

0
Ttg

Trd

Vol.

m
B

Kopi (USD/lb)

Jul 15...............130,65 ...........-0,15.....................-......................- ...................10 ...... 130,80


Sep 15 .............132,40 .................. -..........133,75........... 129,75 ........... 17.600 ...... 132,40
Sumber: Bloomberg

m
CB

H
E

mm

Pntp Sbl
Bln

D
M
M

Ttp

Prb

Ttg

Trd

Vol.

Pntp Sbl

D
M
M
Perak (USD/troy oz)

ME
B

T
m

Gandum (US$c/bushel):
Jul 15...............614,75 ....... +34,25 ..........613,50 ...........576,00 ..............6.342....... 580,50
Sep 15 .............615,75 ....... +32,25 ..........618,00 ...........575,75 ..........148.015....... 583,50
Des 15 .............622,00 ....... +31,25 ..........623,75 ...........582,75 ............50.826....... 590,75
Mar 16.............628,00 ....... +32,75 ..........629,50 ...........587,00 ............13.454....... 595,25
Mei 16 .............631,25 ....... +32,50 ..........629,75 ...........593,00 ..............4.598....... 598,75
Jul 16...............626,25 ....... +27,00 ..........628,50 ...........591,00 ..............4.278....... 599,25
Sep 16 .............631,25 ....... +26,75 ..........616,50 ...........594,75 ................... 76....... 604,50
Des 16 .............641,00 ....... +25,25 ..........636,75 ...........612,00 ................. 355....... 615,75
Mar 17.............646,00 ....... +22,25 ..........625,00 ...........615,00 ................... 36....... 623,75
Mei 17 .............648,00 ....... +21,00 ..........646,75 ...........645,00 ..................... 6....... 627,00

LONDON
H g b b g
o

omod

B
K

P
GBP M

D
M
M

p d p
p
E
g

d
E

o do

b g b
V

Jul 15...............414,00 ....... +30,75 ..........415,00 ...........382,75 ............39.406....... 383,25


Sep 15 .............422,00 ....... +30,00 ..........422,00 ...........390,50 ..........291.242....... 392,00
Des 15 .............431,50 ....... +29,25 ..........432,25 ...........400,75 ..........413.359....... 402,25
Mar 16.............440,75 ....... +28,25 ..........441,75 ...........411,00 ............47.594....... 412,50
Mei 16 .............446,25 ....... +27,75 ..........447,00 ...........417,25 ............12.083....... 418,50
Jul 16...............450,00 ....... +26,25 ..........451,00 ...........422,50 ............14.784....... 423,75
Sep 16 .............432,00 ....... +24,00 ..........430,25 ...........407,75 ..............3.092....... 408,00
Des 16 .............430,75 ....... +15,50 ..........434,00 ...........413,75 ............15.400....... 415,25
Mar 17.............439,50 ....... +14,75 ..........440,00 ...........425,00 ................. 176....... 424,75
Mei 17 .............445,25 ....... +14,50 ..........448,00 ...........430,00 ................... 33....... 430,75
Kedelai (US$c/bushel):

Jul 15............1.056,25 ....... +53,75 .......1.059,25 ...........993,75 ............20.161....1.002,50


Agu 15 .........1.049,50 ....... +55,00 .......1.051,25 ...........985,50 ............74.609....... 994,50
Sep 15 ..........1.041,50 ..
N
M
M

D
M
M

Bungkil Kedelai (US$/ton):


G

US$ M

O
D
M
M

Sumber: Bloomberg

US$ m

O
N
D
M
M

A m

O
N
D

m US$ m
M
M

O
N
D

Tm

m US$ m

Tm

US$ m

M
M

A m

O
N
D

mA

US$ MT
M
M

O
N
D
M

O
N
D

US$ MT
M

M
M

O
D

M
O
D

US$ m

Jagung (US$c/bushel):

M
M

USD M

Jul 15........... 3.275,00 .........-61,00.......3.344,00........3.274,00 ...................15 ...3.336,00


Sep 15 ......... 3.269,00 .........-62,00.......3.334,00........3.250,00 ........... 21.308 ...3.331,00
Des 15 ......... 3.262,00 .........-58,00.......3.323,00........3.244,00 ............. 6.239 ...3.320,00
Mar 16......... 3.250,00 .........-52,00.......3.304,00........3.236,00 ............. 3.514 ...3.302,00
Mei 16 ......... 3.241,00 .........-49,00.......3.292,00........3.225,00 ................ 827 ...3.290,00
Jul 16........... 3.229,00 .........-47,00.......3.265,00........3.230,00 ................ 150 ...3.276,00
Sep 16 ......... 3.218,00 .........-46,00.......3.252,00........3.224,00 ...................25 ...3.264,00
Des 16 ......... 3.208,00 .........-46,00.......3.249,00........3.239,00 ...................15 ...3.254,00
Mar 17......... 3.197,00 .........-46,00.....................-......................- ......................- ...3.243,00
Mei 17 ......... 3.187,00 .........-46,00.....................-......................- ......................- ...3.233,00

LONDON

CHICAGO

N wY

O
N
D

M
P

Penjualan motor sport:

OTOMOTIF

36

Pengunjung melihat motor sport


Kawasaki yang dipamerkan di salah satu
pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa
Barat, Selasa (30/6). Asosiasi Industri
Sepeda Motor Indonesia mencatat pada
periode Januari-Mei 2015, total penjualan
sepeda motor segmen sport semua
merek mencapai 327.592 unit, atau
berkontribusi sekitar 12,3% terhadap
total pasar sepeda motor yang mencapai
2,267 juta unit pada periode tersebut.

Bisnis/Rachman

Kamis, 2 Juli 2015

0,71%

ASII

7.025

0,00%

1/7/2015

GJTL
855

0,98%

1/7/2015

KRAH

1.520

0,83%

1/7/2015

NIPS

0,76%

610
1/7/2015

SMSM
4.650

INDS
870

1,91%

1/7/2015

1/7/2015

MOBIL TERBARU KIA

0,57%

PRAS
154

3,80%

1/7/2015

AUTO
2.405
1/7/2015

PRODUK BARU

Kia Luncurkan
Dua Mobil Andalan

Bisnis/Dwi Prasetya

Direktur Marketing PT Kia Mobil Indonesia Hartanto Sukmono (kiri),

dan Direktur Sales & Aftersales Service Suwanda Setiadi, berfoto bersama
saat peluncuran mobil New Rio Platinum dan New Picanto Platinum di Jakarta,

Rabu (1/7). Kedua mobil tersebut dilengkapi beberapa fitur tambahan seperti
start/stop button engine dengan banderol harga mulai Rp187 juta untuk New
Picanto Platinum dan Rp242 juta untuk New Rio Platinum.

IMPOR KENDARAAN

Thailand dan Jepang


Tetap Dominan
NilaiImporKendaraan dan Bagiannya
JAKARTA Meski mengalami pelemahan
(US$ Juta)
dalam lima bulan pertama tahun ini, kinerja
550,4
475,3
469,2
impor kendaraan dan bagiannya asal Thailand
437,7
dan Jepang tetap mendominasi pasar domestik
Indonesia.
Kahfi
kahfi@bisnis.co.id

Sepanjang lima bulan pertama tahun ini, kinerja impor kendaraan dan bagiannya kembali
mengalami penurunan. Periode
Januari hingga Mei tahun ini, kinerja itu tercatat senilai US$2,3
miliar, lebih rendah 13,8% dibandingkan periode sama tahun lalu
yang sejumlah US$2,6 miliar.
Gabungan Industri Kendaraan
Bermotor Indonesia (Gaikindo)
memandang merosotnya kinerja
impor mencerminkan tak bergeraknya pasar domestik. Tak
sekadar kendaraan utuh yang
menurun didatangkan dari luar
negeri, melainkan pula volume
pasokan suku cadang dari negaranegara tersebut untuk produksi
dalam negeri.
Sejauh ini, terdapat beberapa
negara yang mendominasi impor
produk kendaraan dan bagiannya,
antara lain Thailand, Jepang, China, India, Jerman, dan Korea Selatan. Hampir seluruh kinerja impor dari negara-negara tersebut
mengalami kelesuan.
Di sisi lain, Thailand tetap mendominasi jumlah impor tersebut.
Dari Januari sampai Mei tahun ini,
nilai impor dari pesaing terberat

Dari Januari sampai


Mei tahun ini, nilai impor
dari pesaing terberat
Indonesia mencapai
US$760,3 juta.
Khusus China, produk
impor yang mendominasi
sarat dengan komponen
produksi.

Indonesia di kawasan itu mencapai US$760,3 juta, melemah


hingga 18,6% dibandingkan kinerja tahun lalu yang mencapai
US$934,2 juta.
Produk kendaraan dan bagiannya dari Thailand amat beragam.
Mulai dari mobil utuh non sedan
kapasitas mesin 1.000cc hingga
1.500cc, sedan wagon kapasitas
1.000cc-1.500cc, dan kendaraan
komersial bobot lima ton.
Begitupun untuk komponen
otomotif. Thailand merajai impor
ke Indonesia dari produk-produk
brake system, kantong udara, dan
steering wheels.
Urutan kedua yang menguasai
impor ke Indonesia adalah Jepang. Pada lima bulan pertama
tahun ini, nilai impor negeri tersebut mencapai US$750,6 juta, melemah 2,9% dari capaian tahun
lalu yang senilai US$769,8 juta.
Namun demikian, Jepang tetap
memegang kendali impor produk
kendaraan dan bagiannya yang
meliputi mobil berkapasitas mesin
1.800cc hingga 2.000cc. Adapun
dari sisi komponen, Jepang
masih menguasai nilai impor dari
produk gear box.

ASIA TIMUR
Negara Asia Timur lainnya yang
juga berperan sebagai importir
terbesar produk kendaraan dan
bagiannya adalah China dan Korea Selatan. Khusus China, produk
yang mendominasi sarat dengan
komponen produksi.
Periode Januari sampai Mei tahun ini, impor kendaraan dan
bagiannya dari China mencapai
US$201,3 juta, turun 6,7% dari
tahun lalu. Adapun nilai impor
Korea Selatan mengalami penu-

Jan

TRANSMISI

Mar

per kendaraan yang diproduksi


pada 2011 sampai 2016.
Hal tersebut melanjutkan kesuksesan Ford yang mengurangi
limbah ke-TPA per kendaraan
global sebanyak 40% pada
2007 2011.
Kami sedang mengurangi
limbah global sambil terus
mempertahankan sistem
produksi kelas dunia, kata
Director Ford Environmental
Quality Office Andy Hobbs,
dikutip dari siaran pers Ford
Indonesia, Rabu (1/7). (Bisnis/lis)

Apr

385,6

Mei

tergerusnya pasar di Indonesia.


Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto mengatakan sangat mudah
membaca sinyal dari kelesuan
pasar berdasarkan ambruknya
kinerja impor kendaraan dan
bagiannya tersebut. Dia memang
menilai penurunan itu memicu
pemangkasan defisit dari negaranegara importir kendaraan dan
bagiannya.
Akan tetapi, dari kinerja impor
dapat dipastikan pasar yang belum menggembirakan itu, ujarnya, Rabu (1/7).
Di sisi lain, Jongkie mengharapkan perbaikan pasar domestik terjadi pada semester II/2015 yang
akan diiringi dengan geliat pertumbuhan ekonomi nasional.
Akan tetapi, untuk besaran pasar
domestik tahun ini, lanjutnya, tak
akan sebesar tahun lalu.
Sementara itu General Manager Marketing Strategy and Product Planning PT Nissan Motor
Indonesia (NMI) Budi Nur Mukmin mengungkapkan permintaan
konsumen belum bisa melesat
kembali. Kondisi itu tercermin
dari jumlah penjualan yang belum terdongkrak banyak.
Total penjualan selama lima
bulan pertama tahun ini hanya
sekitar 443.328 unit. Dengan
demikian,
sepanjang Januari
hingga Mei tahun ini penjualan
pun masih minus 16,5% dibandingkan periode sama pada 2014
yang sebanyak 531.496 unit.

SPESIFIKASI
Dalam urusan mesin keduanya tidak
mengalami perubahan. New Rio Platinum
masih mengusung mesin CVVT berbahan
bakar bensin 4 silinder DOHC.
Tenaga maksimal yang dihasilkan 107
ps pada 6.300 rpm dan torsi maksimal
13,8 kgm pada 4.200 rpm. Mobil ini
menggunakan transmisi otomatis empat
percepatan manumatic.
Sementara itu, New Picanto Platinum
mengusung mesin 1.2 l Dual CVVT
DOHC yang diklaim dapat menghasilkan
performa powerfull , rendah emisi dan irit
bahan bakar. Mesin kendaraan ini dapat
menghasilkan tenaga maksimal 87 ps
pada 6.000 rpm dengan torsi maksimal
12,3 kgm pada 4.000 rpm.
Varian ini mengalami penyegaran pada
tampilan eksterior dan interior yang
diklaim lebih stylish.
Kia pun mengklaim fitur yang
dihadirkan dalam varian ini lebih elegan
dan mewah dari varian lainnya.
Untuk harga, New Rio Platinum
dibanderol dengan harga Rp242 juta
sedangkan New Picanto Platinum Rp187
juta. Harga tersebut merupakan on the
road Jakarta. (Lingga S. Wiangga)

Garansindo Siap IPO


Tahun Depan
JAKARTA Rencana Garansindo Group
terjun ke industri manufaktur otomotif
akan ditindaklanjuti dengan melakukan
initial public offering di Bursa Efek Indonesia, setelah membentuk induk perusahaan
baru yaitu PT Garansindo Global Corpora.
Selama ini Garansindo Group dikenal
di dunia otomotif Indonesia bermain di
sektor ritel dengan menjadi agen pemegang merek kendaraan premium Dodge,
Chrysler, Jeep, Alfa Romeo, Fiat, dan
sepeda motor listrik Zero.
PT Garansindo Global Corpora akan memayungi beberapa perusahaan seperti PT
Garansindo Inter Global, PT Garansindo
Technologies, PT Garansindo International
Motor, PT Plaza Garansindo dan PT
Garansindo Automobile.
Tujuan pembuatan holding untuk
IPO pada semester II/2016 atau semester
I/2017. Ini sedang proses karena tujuan
kami mau manufacturing duitnya tidak
kecil, kata CEO Garansindo Group Muhammad Al Abdullah, Selasa malam,
(30/6).
Sebelumnya, Garansindo Group memang
akan terjun ke industri manufaktur dengan
rencana awal membangun pabrik sepeda
motor listrik yang menggandeng Institut
Sepuluh Nopember (Surabaya).
Muhammad mengatakan, rencana
membangun pabrik dan memasarkan sepeda motor listrik karya anak bangsa
tersebut tak lepas dari pasar sepeda
motor Indonesia yang besar dengan total
penjualan hampir 8 juta unit pada 2014.
Di sisi lain, lanjut dia, sejak 2013
kapasitas produksi sepeda motor nasional
sebenarnya sudah disiapkan untuk
mencapai 12 juta unit per tahun.
Hal tersebut mengindikasikan secara
industri komponen lokal baik tier 1, tier 2,
dan tier 3 sudah mumpuni.
Hal itu membuat Muhammad optimistis
kelak tidak akan kekurangan pasokan
komponen lokal dengan harga dan
kualitas yang kompetitif.

MAZDA SEDIAKAN POSKO PELAYANAN


JAKARTA Dalam rangka
mempermudah pemudik, PT
Mazda Motor Indonesia (MMI)
menghadirkan program Mazda
Checkup Point yang tersedia
di beberapa kota besar di Indonesia.
Program tersebut akan diselenggarakan dalam tiga tahap
yaitu Service Campaign Program
yang juga memberikan checkup
kendaraan gratis pada 1- 16 Juli
2015, Posko Siaga Lebaran atau
Mazda Convenience Point pada
14-20 Juli 2015 dan Lebaran

raihan tahun lalu yang hanya mencapai


8.936 unit. Akan tetapi, ujar Hartanto,
pihaknya belum menetapkan angka target
yang sudah direvisi. Kami menunggu
Gaikindo merevisi target lagi. Kami pun
ingin melihat dulu perkembangan pasar di
awal semester dua, ujarnya.
Penjualan Kia pada periode Januari-Mei
2015 menurun tajam yaitu sekitar 65,4%
jika dibandingkan dengan periode yang
sama tahun lalu yang mencapai 4.310
unit. Untuk Rio dan Picanto, masingmasing penjualannya pada lima bulan
pertama tahun lalu mencapai 1.541 unit
dan 2.057 unit.

PERKUAT USAHA

BISNIS/M. RAUSHAN

runan tajam, dari US$90,2 juta


pada lima bulan pertama tahun
lalu, menjadi sekitar US$69,6 juta.
Nilai impor negeri gingseng
itu ditopang dengan kinerja produk sedan berkapasitas mesin
1.500cc-1.800cc. Bahkan, pada
kuartal pertama tahun ini, Korea
Selatan memimpin segmen tersebut dengan impor senilai US14,7
juta, dari total impor US$29,5 juta.
Kinerja impor negara lainnya
yang patut disorot adalah India
dan Jerman. Keduanya merupakan
penghasil produk kendaraan dan
bagiannya berupa kendaraan utuh
yang terbaik di kelas truk komersial dan sedan ekslusif.
Terlebih lagi, India mencatatkan
pertumbuhan nilai impor sepanjang lima bulan pertama tahun
ini yang mencapai US$148,3 juta.
Melesat 12,55% dibandingkan
periode sama tahun lalu yang
hanya sekitar US$131,8 juta.
Lain halnya dengan Jerman.
negara Eropa satu ini mempunyai
pangsa produk kendaraan dan bagiannya yang cukup fanatik di Indonesia dengan merek-merek seperti Mercy, BMW, Audi, dan VW.
Sayangnya, nilai impor Jerman
sepanjang lima bulan pertama
tahun ini turun 2,75%, dari sekitar US$106,3 juta pada tahun
lalu menjadi US$103,4 juta. Secara
seksama, penurunan impor keseluruhan didorong dari berkurangnya kinerja penjualan produk mobil
utuh dan komponen, yang berarti

FORD KURANGI PEMBUANGAN LIMBAH


JAKARTA Dalam laporan
tahunan bertajuk Sustainability
Report ke-16 pabrikan otomotif
asal Amerika Serikat, Ford,
mengklaim mengambil langkah
besar untuk lebih fokus terhadap masalah lingkungan hidup.
Laporan itu berisi pencapaian
pabrik Ford di Meksiko yaitu
Hermosillo Stamping and
Assembly Plant dalam mengurangi limbah ke-TPA. Hal itu
membantu Ford mencapai target untuk mengurangi limbahke-TPA global sebanyak 40%

Feb

Sumber: BPS

JAKARTA PT Kia Mobil Indonesia


meluncurkan New Rio Platinum dan New
Picanto Platinum untuk memperkuat
pasarnya di segmen hatchback dan dan
city car.
Menurut Direktur Pemasaran PT KIA
Mobil Indonesia (KMI) Hartanto Sukmono
segmen hatchback dan city car selama
ini memang menjadi tulang punggung
penjualan Kia di Indonesia.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor
Indonesia mencatat, pada periode JanuariMei 2015 penjualan Kia secara wholesales
menapak jumlah 1.490 unit.
Dari jumlah tersebut, Rio di segmen
hatchback terjual sebanyak 554 unit atau
sekitar 37,2%. Sementara itu, untuk
Picanto di segmen city car pada periode
yang sama sudah terjual mencapai 691
unit atau berkontribusi sekitar 46,4%.
Hartanto mengatakan, New Picanto
Platinum akan berkontribusi sekitar 15%
terhadap total penjualan Picanto dalam
setahun. Di sisi lain, New Rio Platinum
diharapkan akan memberikan sumbangsih
sekitar 20% terhadap total penjualan Rio.
Untuk target penjualan masing-masing
di Picanto dan Rio kami berharap dapat
menjual sekitar 3.500-4.000 unit dalam
setahun, katanya, Rabu (1/7).
Namun, lanjut dia, target tersebut
ditetapkan dalam kondisi pasar normal
dengan situasi ekonomi yang stabil. Oleh
karena itu, menurut dia, target kedua
varian baru tersebut dipersentasekan
dalam besaran kontribusi terhadap
masing-masing jenis mobil.
Hartanto mengakui jika pihaknya akan
merevisi target penjualan tahun ini karena
pasar Kia menurun seiring dengan daya
beli masyarakat yang menurun akibat
pelambatan ekonomi. Awal tahun ini Kia
menargetkan penjualan mencapai 9.000
unit di pasar Indonesia.
Jumlah itu tak beranjak jauh dari

Siaga yang tersedia 24 jam pada


17-20 Juli 2015.
Presiden Direktur PT Mazda
Motor Indonesia Keizo Okue
mengatakan rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan bagi konsumen Mazda.
Kami menyadari pentingnya
kenyamanan berkendara bagi
pengguna Mazda ketika mereka
melakukan perjalanan mudik
bersama keluarga. Ini yang kami
utamakan, jelas Okue dalam
rilis yang diterima Bisnis, Selasa
(30/6). (Bisnis/120)

Namun di sisi lain, belum ada pabrikan


asli dalam negeri atau pun sepeda motor
listrik dengan kemampuan seperti sepeda
motor konvensional.
Pembangunan pabrik tersebut akan
dilakukan tahun ini atau paling lambat
tahun depan.
Sehingga paling cepat dua tahun ke
depan atau maksimal tiga tahun lagi
sepeda motor listrik karya anak bangsa
siap mengaspal.
Dengan perkembangan industri sepeda
motor Indonesia saat ini tidak perlu khawatir dengan komponen, kecuali baterai
masih impor dari Panasonic rencananya.
Untuk motor elektrik, modul kontrol,
Battery Management System (BMS) dan
frame akan dikembangkan ITS, ujarnya.

UNIT BARU
Dia menuturkan, pada ajang IIMS 2015
Agustus, pihaknya akan memamerkan
dua unit prototipe sepeda motor listrik
garapan Garansindo dan ITS tersebut.
Selain membuka pabrik sepeda motor
karya anak bangsa, pencatatan saham di
Bursa Efek Indonesia pun ditujukan karena ke depan pihaknya berencana mendirikan pabrik sepeda motor asal Prancis
Peugeot, dan produsen kendaraan roda
dua asal Italia, Italjet.
Dia mengatakan, pabrik tersebut
minimal untuk keperluan CKD. Sehingga,
lanjut dia, kelak prinsipal sepeda motor
Peugeot, akan memiliki tiga pabrik yaitu
di Prancis, China, dan Indonesia.
Hal itu masih dibicarakan dengan
prinsipal dan pasti produknya tidak
akan sama yang dipasarkan Italjet di sini
dengan Peugeot atau dari pabrik sepeda
motor listrik kami. Ke depan kami pun
ingin ekspor, tuturnya.
Adapun di jajaran komisaris, Garansindo diperkuat oleh Budi Darmadi, Anton
Bachrul Alam, Wiranto, dan mantan
Menteri Perindustrian Fahmi Idris selaku
Komisaris Utama. (Lingga S. Wiangga)

VW AKAN LUNCURKAN FAMILY BUDGET-CAR


FRANKFURT Volkswagen
berencana untuk meluncurkan
mobil keluarga ber-budget rendah pada 2018. Rencananya
produk tersebut akan dipasarkan di China dan di beberapa
negara dengan potensi pasar
yang baik.
Dilansir dari Reuters (28/6),
Chief Executive VW Martin
Winterkorn mengatakan bahwa
mobil keluarga tersebut akan
diusung dalam model SUV,
saloon dan hatchback.
Produsen mobil terbesar

di Eropa tersebut sebetulnya


telah merancang konsep budget car sejak beberapa tahun
lalu. Namun mereka mendapat kesulitan dalam keuangan
internal yang membuat proyek
tersebut tertunda.
Kendaraan yang rencananya
diproduksi di China akan dijual
seharga 8.000 euro dan 11.000
euro. Sebelumnya, perusahaan
tersebut menargetkan kisaran
harga antara 6.000 euro dan
8.000 euro untuk mobil berbudget rendah itu. (Reuters/120)