Anda di halaman 1dari 19

FREEZE DRYING

MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Proses Refrigerasi Makanan yang diampu oleh :
Ega Taqwali Berman, S.Pd., M.Eng.

Disusun oleh
Muhamad ali sodikin

1307724

Dimas Dwi A

1301517

DEPARTEMEN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2015

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha ESA, karena rahmat dan
hidayahnya penulis dapat menyelesaikan Makalah ini. Makalah ini diajukan sebagai
pemenuhan tugas harian yang diberikan, Freeze drying merupakan salah satu bentuk aplikasi
dari mesin pendingin dan merupakan pengetahuan yang baru bagi penulis. Berbagai bentuk
aplikasi dari mesin pendingin yang mana digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya, seperti AC split yang sering digunakan diruangan-ruangan, Cold storage untuk
penyimpanan produk berkapasitas besar, dan sistem pendingin Air cycle yang digunakan
untuk sistem pengondisi udara pada pesawat terbang, sehingga semakin menunjukan bahwa
fungsi mesin pendingin telah menjadi kebutuhan bagi manusia.
Hasil dari makalah ini diharapkan dapat memberi manfaat khususnya bagi penulis dan
umumnya kepada semua pembaca, ucapan serta penghargaan yang tidak ternilai penulis
haturkan kepada seluruh pihak yang memberikan bantuan dan solusi dalam penyusunan
makalah ini, sehingga makalah ini dapat diselesaikan.
Penulis meminta maaf jika dalam makalah ini terdapat kesalahan baik dari segi bahasa
ataupun sistematika penulisannya. Penulis mengharap kritikan dan saran yang membengun
terhadap makalah ini, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi agar kedepan dapan
bisa lebih baik lagi.

Bandung, Juli 2015

penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A
B
C
D

Latar belakang.....................................................................................................
Rumusan masalah...............................................................................................
Tujuan penulisan.................................................................................................
Manfaat...............................................................................................................

1
2
2
2

BAB II KAJIAN TEORI................................................................................................. 3


BAB III PEMBAHASAN
A Sistem pendinginan Freeze Drying..................................................................... 7
B Prinsip kerja dari mesin pengeringan Freeze Dryer............................................ 7
C Aplikasi mesin pengeringan Freeze Dyer........................................................... 11
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................................................................ 13
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Kebutuhan akan bahan konsumsi yang segar dan baik merupakan hal yang sangat
dicari pada masa modern, dengan harapan nutrisi yang terdapat pada suatu produk dapat
dapat tercena lebih banyak dan bermanfaat bagi tubuh pengonsumsinya. Secara ilmu
gizi, makanan seperi buah-buahan dan sayuran sangat baik dikonsumsi ketika dalam
keadaan masih segar atau tidak lama setelah waktu panen.
Menjaga kualitas dari suatu produk merupakan hal yang sangat penting bagi para
Penati ataupun produsen makanan lainnya, berbagai metode yang banyak diaplikasikan
agar dapat menjaga kandungan-kandungan mada makanan (buah dan sayuran) ketika
setelah waktu panen. Pendinginan dan pengeringan produk merupakan salah satu dari
banyak metode yang digunakan, Teknik pengolahan pangan yang digunakanpun cukup
beragam seperti penjemuran produk yang memanfaatkan panas alami dari matari dan
sampai pengeringan modern yang menggunakan alat bantu ataupun penggunaan mesin
pendingin yang digunakan untuk menyimpan produk tersebut.
Pendingian adalah suatu peristiwa dimana pada proses tersebut akan terjadi penurunan
temperatur pada media yang didinginkannya, pada proses ini akan terjadi perpindahan
kalor atau heat transfer dari kondisi temperatur tinggi ke temperatur rendah sesuai hukum
termodinamika ke-dua. Pada saat suatu produk mengalami proses pendingian maka
segala nutrisi yang terkadung pada produk tersebut dapat bertahan dengan waktu yang
cukup panjang, hal tersebut diperoleh dari terhambatnya perkembangan dari mikroba
yang terdapat pada produk tersebut. Secara umum mikroba tidak akan bertahan hidup
dengan baik ketika makhluk tersebut berada dalam suhu ekstrim atau dibawah suhu
normalnya.
Pengeringan adalah suatu peristiwa perpindahan massa dan energi yang terjadi dalam
pemisahan cairan atau kelembaban dari suatu bahan sampai batas kandungan air yang
ditentukan dengan menggunakan gas sebagai fluida sumber panas dan penerima uap
cairan. Pengeringan makanan memiliki dua tujuan utama. Tujuan pertama adalah sebagai
sarana pengawetan makanan. Tujuan kedua adalah untuk meminimalkan biaya distribusi
bahan makanan karena makanan yang telah dikeringkan akan memiliki berat yang lebih
rendah dan ukuran yang lebih kecil.
Berdasarkan Pengetahuan dasar tentang metode pengawetan pangan, baik yang
tradisional maupun modern yang merupakan hasil perkembangan ilmu pengetahuan,

akan membantu pemahaman tentang kedudukan iradiasi pangan diantara berbagai


metode tersebut. Selalin itu, terdapat metode lain yang pada eramodern ini banyak
digunakan masyarakat untuk menjaga produknya, metode ini merupakan suatu proses
pengeringan dengan suhu atau temperatur yang rendah, dimana pada awalnya produkproduk dibekukan kemudian dipanaskan dengan suhu yang rendah dimana produk berada
dalam keadaan tekanan dibawah tekanan normal atau berada dalam ruang hampa.
Hal tersebut sangat menarik untuk kita ketahui karena dengan metode ini selain
efisien terhadap biaya transportasi hasil dari mengecilan volume produk, dengan metode
inipun kondisi produk yang dikeringkan tidak akan mengalami kerusakan pada
kandungan nutrisinya.
B. Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud Sistem pengeringan Freeze Drying?

2. Bagaimana Prinsip kerja dari mesin pengeringan Freeze Dryer?


3. Apa saja Aplikasi mesin pengeringan Freeze Dyer?
C. Tujuan penulisan
1. Mengerti terhadap Sistem pengeringan Freeze Drying?

2. Mengetahui Prinsip kerja dari mesin pengeringan Freeze Dryer?


3. Mengetahui Aplikasi mesin pengeringan Freeze Dyer?
D. Manfaat
Penulisan Makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan kepada penulis, dimana

selain untuk memenuhi tugas yang diberikan makalah ini juga bertujuan untuk
menginformasikan seluruh pembaca terh dap metode pengawetan makan yang baik. Penulis

sangat berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca setelah mengetahui
metode pengeringan beku yang termuat dalam makalah ini.

BAB II
KAJIAN TEORI
A. Kondisi produk
Pengondisian suatu produk merupakan hal yang sangat penting ketika kita
mengharapkan kondisi produk yang akan kita konsumsi dapat tetap dalam keadaan yang
baik. Pada buah-buahan dan sayuran membutuhkan teknik pengemasan yang baik agar
bisa mempertahankan kualitasnya. Buah dan Sayuran dikonsumsi dengan cara yang
sangat bermacam-macam, baik sebagai bagian dari menu utama maupun sebagai
makanan sampingan. Kandungan nutrisi buah dan sayuran yang satu dengan yang lain
pun berbeda-beda, meski umumnya buah dan sayuran memilki kandungan protein atau
lemak yang relatif sedikit, tetapi dari keduanya terdapat jumlah vitamin, provitamin,
mineral, fiber dan karbohidrat yang beragam. Beberapa jenis buah dan sayuran bahkan
telah diklaim mengandung zat antioksidan, antibakteri, antijamur, maupun zat anti racun.
Kategori buah dan sayuran yang baik adalah sebagai berikut, misalnya sawi, bayam,
daun singkong, daun selada dll.
1. Kondisi buah dan sayur masih tampak segar, Daun berwarna segar (tidak tampak
layu), untuk daun hijau berwarna hijau segar belum menguning karena layu, untuk
sayuran berwarna putih berwarna putih segar, tidak menguning atau kecoklatan.

2. Tulang daun masih tampak jelas.


3. Batang daun sayuran mudah dipatahkan ( tidak ulet ) dan tidak layu
4. Kondisi buah dan sayuran terlihat utuh, bagian daging buah dan sayuran terlihat
mulus, daun sehat dan utuh, tidak ada bercak dan berlubang.

B. Metode pengeringan

Pengeringan merupakan proses mengurangi kadar air atau megeluarkan sebagian air
dari suatu bahan dengan cara menguapkan sebagian besar air yang dikandungnya dengan
menggunakan energi panas sampai batas dimana perkembangan mikroorganisme dan
kegiatan enzim yang dapat menyebabkan pembusukan terhambat atau terhenti. Semakin
banyak kadar air dalam suatu bahan, maka semakin cepat pembusukannya oleh
mikroorganisme. Biasanya kandungan air bahan dikurangi sampai batas dimana mikroba
tidak dapat tumbuh lagi di dalamnya.
Pengeringan dapat pula diartikan sebagai suatu penerapan panas dalam kondisi
terkendali, untuk mengeluarkan sebagian besar air dalam bahan pangan melalui
evaporasi (pada pengeringan umum) dan sublimasi (pada pengeringan beku), dengan
demikian bahan yang dikeringkan dapat mempunyai waktu simpan yang lebih lama dan
kandungan nutrisinya masih ada. Pengeringan memberikan manfaat lain yang penting
selain melindungi pangan yang mudah rusak. Pengurangan air menurunkan bobot dan
memperkecil volume pangan sehingga biaya pengangkutan dan penyimpanan.
Pengeringan juga memudahkan penanganan, pengemasan, pengangkutan dan
konsumsi. Selam pengeringan terjadi perubahan fisik dan kimiawi yang semuanya tidak
diinginkan.
Tujuan pengeringan bahan pangan yaitu :
1. Mengurangi risiko kerusakan karena kegiatan mikroba. Mikroba memerlukan air
untuk pertumbuhannya. Bila kadar air bahan berkurang, maka aktivitas mikroba
dihambat atau dimatikan.
2. Menghemat ruang penyimpanan atau pengangkutan.
3. Umumnya bahan pangan mengandung air dalam jumlah yang tinggi, maka
hilangnya air akan sangat mengurangi berat dan volume bahan tersebut.
4. Untuk mendapatkan produk yang lebih sesuai dengn penggunaannya. Misalnya
kopi instant.
5. Untuk mempertahankan nutrien yang berguna yang terkandung dalam bahan
pangan,
6. misalnya mineral, vitamin, dsb.
Terdapat beberapa Metode Pengeringan yang diantaranya adalah :
1. Pengeingan Alami
Pengeringan alami sering juga dikenal dengan pengeringan dengan menggunakan
sinar matahari, atau sering disebut dengan penjemuran, yakni pengeringan yang
dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan yang disediakan alam seperti angin, sinar
dan matahari. Pengeringan dengan menggunakan sinar matahari memang bisa efektif ,

karena suhu yang dicapai sekitar 35oC sampai 40oC. Penggunaan sinar matahari kadangkadamg kurang menguntungkan, karena kondisi cuaca yang bisa berubah-ubah. Salah
satu keuntungan dari metode ini adalah tidak memerlukan keahlian dan peralatan khusus,
serta biayanya lebih murah, dan kelemahannya yakni membutuhkan lahan yang luas,
sangat tergantung pada cuaca, dan sanitasi hygiene sulit dikendalikan.
2. Pemgeringan Buatan atau Mekanis
Pengeringan buatan atau mekanis dapat menggunakan udara yang dipanaskan. Udara
yang dipananskan tersebut dialirkan kebahan yang akan dikeringkan dengan
menggunakan alat penghembus fan. Pengeringan dengan cara ini memberikan beberapa
keuntungan, diantaranya suhu dan kecepatan proses pengeringan dapat diatur seuai
keinginan, tidak terpengaruh cuaca, tidak memerlukan tempat yang luas, kondisi
pemgeringan dapat dikontrol atau sanitisi dan higiene dapat dikendalikan.
Pengeringan dengan pemanas buatan ini mempunyai 3 golongan tipe, yakni alat
pengering langsung (direct dryer). Pada alat ini pemindahan udara panas langung pada
bahan yang akan dikeringkan. Pindah panas secara konveksi umumnya menggunakan
udara panas yang dialirkan sehingga energi panas merata ke semua bahan yang
dikeringkan. Tipe pengering buatan yang kedua yakni pengering tak langsung (indirect
dryer). Alat ini pemindahan panas berhubungan dengan medium padat, dimana uap yang
terjadi dikeluarkan secara terpisah dari medium pengering. Tipe ketiga yaitu alat
pengering inframerah (infra red dryer).
3. Pengeringan Beku
Pengeringan Beku ini merupakan salah satu cara dalam pengeringan bahan pangan.
Pada pengeringan ini semua bahan pada awalnya dibekukan, kemudian diperlakukan
dengan suatu proses pemanasan ringan dalam suatu lemari hampa udara. Kristal-kristal
es ini yang terbentuk Selama tahap pembekuan, menyublim jika dipanaskan pada
tekanan hampa yaitu berubah secara langsung dari es menjadi uap air tanpa melewati
fase cair. Ini akan menghasilkan produk yang bersifat porous dengan perubahan yang
sangat kecil terhadap ukuran dan bentuk bahan aslinya. Karena panas yang digunakan
sedikit, maka kerusakan karena panas juga kecil dibandingkan dengan cara-cara
pengeringan lainnya. Produk yang bersifat porous dapat direhidrasi dengan cepat
didalam air dingin (Gaman dan Sherrington, 1981).

BAB III
PEMBAHASAN
A. Sistem pendinginan Freeze Drying
Freeze drying merupakan sebuah metode pengeringan dan pendinginan suatu produk,
Dalam pengeringan beku, perpindahan panas ke daerah pengeringan dapat dilakukan
oleh konduksi atau pemancaran oleh gabungan kedua cara ini. Pengawasan laju pindah
panas sangat penting, perlu untuk menghindari pencairan es dan dengan demikian laju
pindah panas harus cukup rendah untuk menjamin kualitas suatu produk yang . Selain itu
, untuk melakukan proses pengeringan dalam waktu yang masuk akal, laju pindah panas
haruslah setinggi mungkin. Unutk mencapai pengeringan yang aman, perhatian yang
utama ditujukan dalam perencanaan peralatan pengeringan beku dan efisien. Faktor lain
yang perlu diperhatian bahwa suhu permukan tidak boleh terlalu tinggi karena akan
menyebabkan kerusakan bahan pangan pada permukaannya (Earle, 1969).
Pengertian lainnya mengenai pengeringan beku, proses penghilangan kandungan air
dengan mengubahnya dari bentuk beku (es) ke bentuk gas (uap air) tanpa melalui fase
cair, fase ini disebut sublimasi. Pengeringan beku dilakukan dalam hampa udara dan suhu
sangat rendah. Pengeringan beku ini menghasilkan produk terbaik, terutama karena
pangan tidak kehilangan banyak aroma dan rasa atau nilai gizi.
Proses Freeze drying diawali dengan proses pembekuan suatu produk, kemuadian air
dikeluarkan dari bahan secara sublimasi atau penguapan es tanpa melewati fase cair
dengan keadaan tekanan dibawah tekanan atmosfer. Freeze dryer adalah sebuat alat yang
memerlukan sterilisasi antara membekukan dan berjalannya pengeringan. Bentuk yang
paling umum dari sterilisasi yaitu sterilisasi uap. Tidak hanya melakukan steam
sterilizable pengering beku harus mampu mempertahankan vakum penuh mereka juga
harus mampu mempertahankan suhu tinggi dan tekanan tinggi, yang membutuhkan
desain khusus pertimbangan dan konstruksi.
Proses ini dilakukan pada P<4 mmHg dan suhu 10F. Dengan demikian bahan pangan
akan terhibdar dari kerusakan kimiawi dan mikroniologi serta citarasa akan tetap terjaga,
daya dehidrasi akan baik. freeze drying adalah salah satu metode pengeringan yang
mempunyai keunggulan dalam mempertahankan mutu hasil pengeringan, khususnya
untuk produk-produk yang sensitif terhadap panas. Pengawetan dengan suhu rendah
(pembekuan) dapat menghambat aktivitas mikroba mencegah terjadinya reaksi-reaksi
kimia dan aktivitas enzim yang dapat merusak kandungan gizi bahan pangan.

Spesifikasi alat ini terdiri komponen asesorisnya terdiri dari: vaccum sensor, vaccum
hose, base plate, 3 unheated shelves, drying chamber, rubber valve, vaccum pump dan
exhaust filter. Sedangkan menu display antara lain dari beberapa setting program antara
lain: pengaturan suhu, waktu oprasional,dll.

B. Prinsip kerja dari mesin pengeringan Freeze Dryer


Pada prinsipnya pengeringan beku terdiri dari dua urutan proses yaitu pembekuan
yang dilanjutkan dengan pengeringan. Dalam hal ini, proses pengeringan berlangsung
pada saat bahan dalam keadaan beku, sehingga proses perubahan fase yang terjadi adalah
sublimasi. Sublimasi dapat terjadi jika suhu dan tekanan ruang sangat rendah, yaitu
dibawah titik triple air.

Titik tripel terletak pada suhu 0,01 C dan tekanan 0,61 KPa, dengan demikian proses
pengeringan beku harus dilakukan pada kondisi dibawah suhu dan tekanan tersebut.
Tekanan kerja yang umum digunakan di dalam ruang pengeringan beku adalah 60 600
Pa atau 0,0087-0,087 psi. Pada saat pembekuan terbentuk kristal-kristal es di dalam
bahan, yang mana pada saat pengeringan kristal es tersebut akan tersublimasi dan
meninggalkan rongga (pori) didalam bahan. Keadaan bahan yang bersifat porous setelah
pengeringan, meyebabkan bentuk bahan tidak mengalami perubahan yang besar
dibandingkan sebelumnya, serta proses rehidrasi air (pembasahan kembali) lebih baik
dari pada proses pengeringan lainnya.
Freeze pengering (lyophilizer) adalah teknik yang menggunakan prinsip pengeringan
sublimasi pada bahan beku menjadi lebih cepat kering pada suhu rendah untuk
mendapatkan produk yang memilki volume yang relatif mengecil, maka kondisi yang
tepat untuk mendukung proses tersebut adalah saat tekanan sistem lebih rendah
dibanding tekanan atmosfer atau disebut dengan keadaan vakum, sehingga produk beku
bisa langsung disublimasikan ke dalam proses penguapan produk Freeze Drying,
bahannya disebut bahan beku-kering (lyophilizer), proses ini disebut proses beku-kering
(liofilisasi).
Prinsip mendasar dalam freeze dryer yakni sublimasi, pergeseran dari padat langsung
ke gas. Sama seperti penguapan, sublimasi terjadi ketika molekul mendapatkan energi
yang cukup untuk membebaskan diri dari molekul di sekitarny, sehingga Air akan
meyublin dari padat (es) menjadi gas (uap). Ada dua faktor utama yang menentukan fase
zat (padat, cair atau gas), yakni tekanan panas dan atmosfer. Untuk substansi
pengambilan setiap fase, suhu dan tekanan harus berada dalam kisaran tertentu. Tanpa
kondisi ini, fase zat tidak bisa eksis. Grafik di bawah ini menunjukkan tekanan yang
diperlukan dan nilai suhu fase yang berbeda dari air.

Kita dapat melihat dari grafik, bahwa air berbentuk cair di permukaan laut (di mana
tekanan sama dengan 1 atm) jika suhu di antara titik permukaan laut beku (32 derajat
Fahrenheit atau 0 derajat Celcius) dan permukaan laut titik dididh (212 F atau 100 C).
Tetapi jika dilakukan peningkatan suhu di atas 32 F sekaligus mempertahankan tekanan
atmosfer bawah 0.06 atmosfer (ATM), air cukup hangat untuk mencair, namun tidak ada
tekanan yang cukup untuk membentuk cairan. Sehingga akibat dari fenomena ini proses
sumblimasipun akan terjadi, dimana air beku ( es ) akan menyublim menjadi fase gas
tanpa melewati fase cair terlebih dulu.
Sebuah mesin khas terdiri dari ruang pembekuan-pengeringan dengan beberapa rak
yang tersusun pada unit pemanas, koil beku terhubung ke kompresor kulkas, dan pompa
vakum.

Produk disimpan pada rak ketika masih beku. Ketika menutup ruang tersebut dan
memulai proses, mesin menjalankan kompresor untuk menurunkan suhu dalam ruangan
dan mempertahankan kondisi produk. Produk yang membeku, yang memisahkan air dari
segala celah di sekitarnya ketika sistem pengeringan-beku mulai bekerja. Ruangan akan
memanas rendah dan Selanjutnya sistem bekerja, dengan menggunakan pompa vakum
sistem akan memaksa udara keluar dari ruangan, menurunkan tekanan atmosfer sampai
bawah 0.06 ATM. Unit pemanas akan melepas kalor atau mentransfer panas ke rak,
menyebabkan produk yang mengalami fase padat ( es ) akan menguap kemudian
mengubah fase. Proses tersebut dipengaruhi oleh tekanan, akibat dari tekanan yang
sangat rendah, fase beku pada produk ( es ) akan berubah secara langsung menjadi uap

air. Tanpa melewati fase cair akibat pengaruh tekanan yang berada dibawah tekanan
atmosfer atau berada dalam kondisi vakum.
Secara kontinyu sistem akan bekerja untuk proses pengeringan-beku, sementara
materi secara bertahap mengering. Proses ini memakan waktu begitu lama karena
overheating produk secara signifikan dapat mengubah komposisi dan struktur. Setelah
bahan dikeringkan, bahan akan menyerap oksigen dan proses inipun selesai. Produk yang
tersimpan pada rak mampu bertahan dan awet selama bertahun-tahun tanpa terjadi
reduksi pada kualitas nutrisi dari produk tersebut, sampai kondisi produk dikembalikan
ke bentuk aslinya dengan menggunakan sedikit air, kemudian produk akan menyerap dan
mengembang.
C. Aplikasi mesin pengeringan Freeze Drying
Seiring berkembang zaman, Sistem pengering-beku atau sistem Freeze drying lambat
laun sistem ini mulai dikenal oleh masyarakat dan mulai menjadi hal yang menarik untuk
menjadi sebuah pilihan masyarakat dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. Berbagai
aplikasi yang digunakan baik untuk kebutuhan rumah tangga ataupun aplikasi dalam
industri yang besar.
Seperti halnya aplikasi Freeze drying pada daging. Selama proses dehidrasi, terjadi
perubahan suhu pada bahan pangan, tekanan diatur di bawah 4,7 mmHg atau sampai
pada 1 mmHg ( ukura tekanan yang baik dalam proses Freeze drying untuk daging ).
Dehidrasi pada daging beku secara konvensional, daging beku tersebut diletakkan pada
wadah yang dipanaskan pada suhu 110F. Selama proses pemanasan tersebut daging beku
tersebut akan menyublim dan kandungan es pada daging tersebut akan menguap.
Pada pengeringan beku secara batch maka produk pangan dikemas terlebih dahulu,
kemudian dimasukkan ke dalam ruang pengering beku dan suhu dijaga pada awal
pengeringan antara 100C-120C kemudian secara perlahan-lahan suhu diturunkan
selama 6-8 jam. Suhu pengering beku pada umumnya tidak lebih dari 60C. Suhu
pengeringan beku sangat tergantung jenis bahan pangan. Pada sistem pengering kontinue
maka bahan pangan diletakkan di tray, dimasukkan dan dikeluarkan dari ruang pengering
melalui kunci vakum.

Selain aplikasi dalam


inipun
dalam

dapat
dunia

biologi

pangan,

sisitem

diaplikasilkan
seperti pada sebuah

pengamatan molekul dalam sebuah Laboratorium. Freeze-drying atau liofilisasi adalah


proses yang sama. Istilah lyophilization mempunyai arti untuk melarutkan deskripsi
yang sederhana dari freeze-drying. Freeze-drying adalah dengan pengeringan produk
dengan pengeringan vakum (Day, 2007). Teknik kering beku atau teknik liofilisasi
merupakan teknik penyimpanan yang paling banyak digunakan untuk penyimpanan
jangka panjang mikroba.
Teknik ini cocok untuk menyimpan berbagai jenis mikroorganisme termasuk virus,
bakteri, khamir, jamur, bahkan alga dan protozoa (Mahmud, 2001). Freeze-drying adalah
metode yang digunakan untuk pengeringan dalam pengawetan mikroorganisme
(Izquierdo, 2010). Proses kering beku merupakan kombinasi dua teknik penyimpanan
jangka panjang paling baik, yaitu pembekuan dan pengeringan. Garis besar tahapan
proses ini meliputi pembuangan uap air dengan cara sublimasi vakum dari status beku.
Sebelum pengeringan, teknik ini menggunakan salah satu dari dua cara pembekuan
suspensi sel. Pada tahap pembekuan (pre-freezing), suspensi sel mikroba dapat
dibekukan dengan menambahkan campuran pendingin seperti es kering (dry ice) dalam
etanol.
Selanjutnya suspensi beku mikroba di dalam ampul di keringkan dalam kondisi
vakum (Mahmud, 2001). Liofilisasi atau freeze drying adalah metode untuk stabilisasi
biologi. Proses tahapan terdiri dari sublimasi, dan selanjutnya pengeringan.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sebuah sistem yang memanfaatkan suatu kondisi dimana pada proses Freeze drying
ini temperatur ekstrim 0oC atau temperatur beku air, dipanaskan dengan hanya menaikan
beberapa derajat sehingga akan mengubah es tersebut dan menguapkannya, namun
akibat dari tekanan Vakum atau tekanan dibawah tekanan atmosfir, proses penguapan es
akan langsung berubah menjadi uap tanpa melewati fase pencairan terlebih dahulu,
fenomena tersebut adalah proses penyubliman.
Berbagai aplikasi yang dapat diterapkan dalam pemanfaatannya, dari mulai untuk
kebutuhan rumah tangga, sampai aplikasi dalam sebuah industri pangan. Freeze drying
merupakan sistem pengeringan-beku yang juga digunakan dalam dunia Biolgi, yang
mana dimanfaatkan untuk proses penyimpanan mikroba dan virus dalam sebuah
Laboratorium.
Secara umum, Freeze drying adalah sebuah penguapan produk beku dengan
menggunakan kenaikan temperatur rendah yang memanfaatkan tekanan hampa, sehingga
mengakibatkan terjadinya proses penyubliman pada produk tersebut. Hasil produk kering
dari proses Freeze drying tidak akan menjadi produk tanpa nutrisi, proses pengeringan
produk ini dilakukan pada temperatur yang rendah sehingga kerugian nutrisi akibat dari
proses pengeringan tidak terlalu banyak dan tergolong akan tetap terjaga kandungan
nutrisi dari setiap produknya.

DAFTAR PUSTAKA
Antonim, Freeze-Drying, Melalui< https://rill4quenza.wordpress.com/2011/03/26/freezedrying-new-gates-of-inovation/>: diakses pada juli 2015
Antonim, Mengenal Lebih Dekat Alat Pengering Freeze Dryer, Melalui<
https://tsffarmasiunsoed2012.wordpress.com/2012/06/15/mengenal-lebih-dekatalat-pengering-freeze-dryer>: diakses pada juli 2015
Antonim, Pengawetan, Melalui< http://buyungchem.wordpress.com/pengawetan-makanan/
>: diakses pada juli 2015
Antonim, Pengeringan, Melalui< http://www.gogreen.web.id/2008/04/pengawetan-dengancara-pengeringan.html.>: diakses pada juli 2015
Antonim,
pengeringan-beku-freeze-drying,
Melalui<
http://candyman21.blogspot.com/2009/01/pengeringan-beku-freeze-drying.html >:
diakses pada juli 2015