Anda di halaman 1dari 7

BAB 3.

METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
eksperimental. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental
dengan desain penelitian pre-test and post-test with control group design.
Rancangan penelitian ini bertujuan untuk mengetahaui Pengaruh Pursed Lip
Breathing (PLB) dengan pendekatan atraumatic care: terapi bermain tiupan
lidah terhadap status oksigenasi pada anak usia pra sekolah dengan pnemonia di
Ruang Anak Bougenvile RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Responden

pada

penelitian ini dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan


kelompok intervensi. Kelompok kontrol diobservasi tanpa dilakukan intervensi
penelitian tetapi diberikan intervensi sesuai dengan standar rumah sakit terlebih
dahulu, sedangkan kelompok intervensi diobservasi (observasi awal/pre-test)
sebelum dilakukan intervensi, kemudian diobservasi kembali setelah dilakukan
intervensi (post-test) (Nursalam, 2008; Setiadi, 2007).
Pre-test (O1 dan O3) dilakukan untuk mengetahui status oksigenasi
pada anak usia pra sekolah dengan pnemonia sebelum dilakukan Pursed Lip
Breathing (PLB) dengan pendekatan atraumatic care: terapi bermain tiupan
lidah (X). Post-test dilakukan untuk mengetahui perubahan status oksigenasi
pada anak usia pra sekolah dengan pnemonia setelah dilakukan Pursed

Lip

Breathing (PLB) dengan pendekatan atraumatic care: terapi bermain tiupan


lidah. Rancangan penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 3.1 Pola penelitian pre-test and post-test with control group design
(Setiadi, 2007)
Keterangan :
X : intervensi (Pursed Lip Breathing (PLB) dengan pendekatan atraumatic
care: terapi bermain tiupan lidah)

O1
O2
O3
O4

: pre-test (status pernafasan awal pada kelompok kontrol)


: post-test (status pernafasan akhir pada kelompok kontrol)
: pre-test (status pernafasan sebelum intervensi)
: post-test (status pernafasan sesudah intervensi)

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian


3.3.1 Populasi Penelitian
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek
yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
dan memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh peneliti (Nursalam, 2008; Budiarto,
2002). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien pnemonia yang
menjalani inap di Ruang Anak Bougenvile RSUD dr. Haryoto Lumajang.
3.3.2 Sampel Penelitian
Sampel adalah bagian dari populasi yang memiliki karakteristik yang
hampir sama dengan populasi dan dapat mewakili populasi. Teknik sampling
yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik consequtive sampling,
yaitu teknik penentuan sampel dengan cara memasukkan setiap pasien yang
memenuhi kriteria sampai kurun waktu tertentu hingga jumlah pasien yang
diinginkan terpenuhi (Setiadi, 2007).
3.3.3 Kriteria Subyek Penelitian
Kriteria subjek penelitian terdiri dari kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.
Kriteria inklusi adalah kriteria atau ciri-ciri yang dipenuhi oleh setiap
anggota populasi yang dapat diambil sebagai sampel (Notoatmodjo, 2010).
Kriteria eksklusi adalah menghilangkan atau mengeluarkan anggota populasi
yang

tidak memenuhi

kriteria

inklusi

karena

terdapat

penyakit

yang

mengganggu, keadaan yang mengganggu kemampuan pelaksanaan, hambatan


etis dan menolak berpartisipasi (Setiadi, 2007).
a. Kriteria inklusi
1) Anak usia prasekolah (3-6 tahun atau 36-72 bulan)
2) Anak yang dirawat dengan pnemonia
3) Hari rawat ke 2
4) Tingkat kesadaran anak komposmentis
5) Anak mampu diajak bekerjasama (kooperatif)
6) Ibu atau keluarga bersedia anaknya menjadi respoden penelitian yang
dibuktikan dnegan mengisi informed consent
b. Kriteria eksklusi

1) Anak dengan pnemonia disertai penyakit lain seperti kelainan jantung,


trauma atau konfigurasi struktur dada yang tidak normal
2) Sedang mendapatkan suplay oksigen
3) Kondisi anak sangat lemah sehingga tidak mampu meniup tiupan lidah
sebanyak 30 kali dalam rentang waktu 10-15 menit
4) Ibu dan keluarga tidak kooperatif
Berdasarkan jurnal utama, sample dalam penelitian yang dilakukan Sutini
(2011) adalah sebanyak 34 orang dnegan masing-masing kelompok kontrol dan
kelompok intervensi 17 orang.
3.4 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini adalah di Ruang Anak Bougenvile kelas I, II dan
III RSUD dr. Haryoto Lumajang, bisa dilakukan berkelompok maupun individu di
ruang rawat masing-masing..
3.5 Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada bulan Mei tahun 2015. Waktu penelitian ini
dihitung

mulai

dari

penyusunan proposal hingga penyusunan laporan dan

publikasi penelitian. Pengambilan data terkait hasil pre-test

and

post-test

perubahan status oksigenasi dan Pursed Lip Breathing (PLB) dengan pendekatan
atraumatic care: terapi bermain tiupan lidah rencananya akan di lakukan selama
14 hari setiap dinas sore (15.00-18.00 WIB).
3.6 Alat Pengumpulan Data
3.6.1. Instrumen penelitian yang meliputi data tentang karakteristik responden
3.6.2. Lembar observasi yang digunakan untuk mecatat hasil pengukuran RR,
HR, dan saturasi oksigen
3.6.3. Pulse oksimeter digunakan untuk mengukur saturasi oksigen dan HR
secara lebih akurat.
3.6.4. Respiratory rate timer digunakan saat menghitung RR selama satu jam
penuh.
3.6.5. Mainan tiupan lidah sebagai pendekatan atraumatic care.
3.7 Prosedur Pengumpulan Data
Ruang Anak Bougenvile RSUD dr. Haryoto Lumajang yang digunakan
untuk kelompok intervensi, peneliti menjelaskan dan melakukan role play
bagaimana cara melakukan intervensi aktivitas bermain meniup tiupan lidah dan

mengambil data sebelum dan sesudah intervensi dilakukan, dengan langkahlangkah sebagai berikut:
a. Mencari dan memilih calon responden sesuai dengan kriteria inklusi.
b. Peneliti memperkenalkan diri kepada responden dan keluarga serta
menjelaskan maksud dan tujuan dari penelitian yang dilakukan.
c. Peneliti memberikan penjelasan tentang prosedur pelaksanaan penelitian,
manfaat dan resikonya bahwa apa yang dilakukan tidak membahayakan anak.
Setelah mendapatkan penjelasan dari peneliti , keluarga responden diberikan
kesempatan untuk memberikan persetujuan atau menolak berpartisipasi dalam
penelitian.
d. Setelah keluarga menyetujui, kemudian diminta untuk menandatangani surat
persetujuan yang telah disiapkan oleh peneliti. Persetujuan dilakukan oleh
orang tua karena responden adalah anak usia prasekolah (3-6 tahun).
e. Peneliti mengisi data kuisioner dari keluarga calon responden,
f. Setelah mengisi kuisioner, peneliti mempersiapkan alat untuk prosedur
penelitian yaitu mainan tiupan lidah, respiratory rate timer dan pulse
oximeter.
g. Peneliti melakukan pengukuran awal terhadap RR dengan menggunakan
respiratory rate timer selama 1 menit serta saturasi oksigen dan HR dengan
menggunakan pulse oximeter yang dipasang di ujung jari tangan atau kaki,
kemudian catat hasil pada lembar observasi.
h. Peneliti memberikan contoh cara meniup mainan tiupan lidah. Cara meniup
tiupan lidah sama dengan teknik PLB yaitu tarik napas dalam melalui hidung
kemudian keluarkan udara melalui mulut yang di monyongkan atau dikerutkan
seperti mencucu, sampai tiupan lidah mengembang terisi udara sampai
ujung. Beri kesempatan responden untuk mengulang cara meniup tiupan
lidah yang telah dicontohkan oleh peneliti/asisten peneliti.
i. Mengatur posisi responden dengan posisi duduk/setengah d uduk di kursi atau
tempat tidur, memberikan mainan tiupan lidah untuk ditiup sebanyak 30 kali
dalam rentang waktu 10-15 menit yang diselingi dengan napas biasa dengan
ritme yang teratur, aktivitas bermain meniup tiupan lidah ini hanya
dilakukan satu kali.

j. Mendampingi dan memotivasi responden selama melakukan aktivitas tersebut,


memperhatikan kekuatan responden dalam meniup tiupan lidah dan mencatat
kekuatan meniup dalam lembar observasi.
k. Melakukan pengukuran yang kedua terhadap RR, HR dan saturasi oksigen
sesaat setelah intervensi selesai dilakukan dan mencatat hasil pengukuran pada
lembar observasi.
l. Memberikan pujian pada responden, keluarga dan asisten peneliti atas
keterlibatannya dalam penelitian.
Sedangkan untuk kelompok kontrol, peneliti hanya menjelaskan kepada asisten
peneliti bagaimana melakukan observasi, melakukan pengukuran dan cara
menggunakan alat pengumpul data serta mencatat hasil pengukuran pada lembar
observasi.
3.8 Etika Penelitian
Etika penelitian antara lain (Milton, 1999 dalam Bondan Palestin dalam
Notoatmodjo, 2010):
3.8.1. Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human dignity)
Peneliti perlu mempertimbangkan hak-hak subjek penelitian untuk
mendapatkan informasi tentang tujuan peneliti melakukan penelitian tersebut.
Peneliti juga memberikan kebebasan kepada subjek untuk memberikan informasi
atau tidak memberikan informasi (berpartisipasi). Dalam penelitian ini, peneliti
menghormati hak responden ketika responden tidak berkenan menjadi subjek
penelitian, dan tidak bisa mengungkapkan kendala dan masalahnya maka peneliti
menghargai keputusan tersebut.
3.8.2 Menghormati privasi dan kerahasiaan subjek penelitian (respect for privacy
and confidentiality)
Setiap orang mempunyai hak-hak dasar individu termasuk privasi dan
kebebasan individu dalam memberikan informasi. Setiap orang berhak untuk tidak
memberikan apa yang diketahuinya kepada orang lain. Peneliti menjamin bahwa
informasi apapun yang didapatkan dari responden tidak dilaporkan dengan cara
apapun. Peneliti menjaga kerahasiaan dengan cara tidak menampilkan informasi
tentang identitas responden baik nama ataupun alamat. Peneliti memberikan kode
yang merupakan inisial sebagai pengganti identitas responden.

4.8.3 Keadilan dan inklusivitas/keterbukaan (respect for justice an inclusiveness)


Prinsip keterbukaan dan adil perlu dijaga oleh peneliti dengan kejujuran,
keterbukaan, dan kehati-hatian. Lingkungan penelitian perlu dikondisikan
sehingga memenuhi prinsip keterbukaan, yakni dengan menjelaskan prosedur
penelitian. Prinsip keadilan ini menjamin bahwa semua sampel penelitian
memperoleh perlakuan dan keuntungan yang sama, tanpa membeda-bedakan
(gender, agama, etnis). Aplikasi prinsip berkeadilan pada penelitian ini dilakukan
dengan memberikan perlakuan yang sama pada responden yang mendapatkan
pendampingan baik berlebih maupun sangat berlebih, memberikan intervensi juga
pada pasien satu ruangan yang tidak termasuk dalam sampel penelitian.
3.8.4 Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing
harms and benefits)
Sebuah penelitian hendaknya memperoleh manfaat semaksimal mungkin
bagi masyarakat pada umumnya dan subjek penelitian pada khususnya.
Pelaksanaan penelitian harus dapat mencegah atau mengurangi masalah yang
terjadi. Kegiatan yang berlangsung pada penelitian ini telah mengikuti prosedur
yang ada yaitu dengan memberikan pemahaman tentang prosedur sebelum
penelitian dan pemberian intervensi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)
Pursed Lip Breathing (PLB) dengan pendekatan atraumatic care: terapi bermain
tiupan lidah, sehingga pada saat penelitian berlangsung setiap responden merasa
nyaman dan lancar saat mengikuti penelitian. Manfaat dari Pursed Lip Breathing
(PLB) dengan pendekatan atraumatic care: terapi bermain tiupan lidah bagi
responden yaitu dengan meningkatkan tekanan alveolus pada setiap lobus paru
sehingga dapat meningkatkan aliran udara saat ekspirasi. Peningkatan aliran udara
pada saat ekspirasi akan mengaktifkan silia pada mukosa jalan napas sehingga
mampu mengevakuasi sekret ke luar dari saluran napas. Tindakan ini sebagai
salah satu upaya yang diduga mampu meningkatkan status oksigenasi seperti yang
telah dilakukan oleh Sutini (2011) penelitian ini yaitu aktivitas bermain meniup
tiupan lidah berpengaruh terhadap status oksigenasi yaitu menurunkan RR
8,1 %, meningkatkan HR 6,25 %, dan meningkatkan SaO2 5,43%.

Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu


Keperawatan: Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian
Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Setiadi. 2007. Konsep & Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Budiarto, E. 2002. Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan
Masyarakat. Jakarta : EGC.
Sugiyono. 2012. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Notoatmodjo, S. 2010. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Anda mungkin juga menyukai