Anda di halaman 1dari 14

PEMERIKSAAN FISIK

Evi Lusiana, S.Kep.,Ns

KONSEP TEORI
Pemeriksaan fisik merupakan peninjauan
dari ujung rambut sampai ujung kaki
padasetiap system tubuh yang objektif
tentang klien dan memungkinkan perawat
untuk mebuat penilaian klinis.
Keakuratan pemeriksaan fisik
mempengaruhi pemilihan terapi yang
diterima klien dan penetuan respon
terhadap terapi tersebut.(Potterdan Perry,
2005

Pemeriksaan fisik dalah


pemeriksaan tubuh kliensecara
keseluruhan atau hanya bagian
tertentu yang dianggap perlu, untuk
memperoleh data yang sistematif
dan
komprehensif,memastikan/membukti
kan hasil anamnesa,menentukan
masalah dan merencanakan
tindakankeperawatan yang tepat

TEKNIK PEMERIKSAAN FISIK

INSPEKS
I
PERKUSI

PALPASI
AUSKULTA
SI

INSPEKSI
Inspeksi adalah pemeriksaan dengan
menggunakan indera penglihatan,pendengaran
dan penciuman. Inspeksi umum dilakukan saat
pertama kali bertemu pasien
Fokus inspeksi pada setiap bagian tubuh
meliputi : ukuran tubuh, warna, bentuk,posisi,
kesimetrisan, dan penonjolan /bengkak.
Berdiri di samping kanan tempat tidur,Bilaperlu
merendah / duduk untuk melihatkontur.

PALPASI
Palpasi adalah pemeriksaan dengan
menggunakan indera peraba dengan
meletakkan tangan pada bagian
tubuh yang dapat di jangkau tangan.
Hal yang di deteksi adalah suhu,
kelembaban, tekstur, gerakan,
vibrasi, pertumbuhan atau massa,
edema (meningkatnya volume cairan
di luar sel)

PERKUSI
adalah pemeriksaan dengan jalan
mengetukbagian permukaan tubuh
tertentu untukmembandingkan
dengan bagian tubuhlainnya
(kiri/kanan) dengan
menghasilkansuara.

AUSKULTASI
Adalah pemeriksaan fisik yang
dilakukandengan cara
mendengarkan suara yangdihasilkan
oleh tubuh. Biasanyamenggunakan
alat yang disebut denganstetoskop.
Hal-hal yang didengarkan adalah
:bunyi jantung, suara nafas, dan
bising usus

PRINSIP PRINSIP PEMERIKSAAN


FISIK1
1. Meliputi mencuci tangan, memasang sarung
tangan steril, memasang masker, dan membantu
klien mengenakan baju
2. Kontrol lingkungan Yaitu memastikan ruangan
dalam keadaan nyaman, hangat, dan cukup
penerangan untuk melakukan pemeriksaan fisik
3. Komunikasi (penjelasan prosedur)
4. Privacy dan kenyamanan klien
5. Sistematis dan konsisten ( head to toe, dr
eksternal ke internal, dr normal ke abN)6. Berada
di sisi kanan klien

TUJUAN PEMERIKSAAN FISIK


1. Mengumpulkan data sistematis
dan komperhensif
2. Membuktikan hasil ANAMNESA
3. Melaksanakan diagnosa
4. Untuk mengevaluasi hasil fisiologis
dari asuhan.

PEMERIKSAAN FISIK
Head to toe
Body system

Head To Toe

Rambut
Kepala
Wajah
Leher

kaki

Body System

Sistem
Sistem
Sistem
Sistem
Sistem
Sistem
.

pencernaan
respirasi
kardioveskuler
eliminasi
ektremitas
neurologi

PENGUKURAN TTV

Posisi klien : duduk/ berbaring


Suhu tubuh (Normal : 36,5-37,5)
Tekanan darah (Normal : 120/80 mmHg)
Nadi
a) Frekuensi = Normal : 60-100x/menit ; Takikardia: >100 ; Bradikardia: <6
b) Keteraturan= Normal : teratur
c) Kekuatan= 0: Tidak ada denyutan; 1+:denyutan kurang teraba; 2+:
Denyutan mudah teraba, tak mudah lenyap; 3+: denyutan kuat dan mudah
teraba
Pernafasan
a) Frekuensi: Normal= 15-20x /menit; >20: Takipnea; <15 Bradipnea
b) Keteraturan= Normal : teratur
c) Kedalaman: dalam/dangkal
d) Penggunaan otot bantu pernafasan: Normal : tidak ada setelah diadakan
pemeriksaan tanda-tanda vital evaluasi hasil yang di dapat dengan
membandikan dengan keadaan normal, dan dokumentasikan hasil
pemeriksaan yang didapat.