Anda di halaman 1dari 5

Pendahuluan

Perkembangan dunia teknologi saat ini tidak dapat dipungkiri mempengaruhi pola
pikir dan kelakuan masyarakat, begitu juga yang terjadi di Indonesia saat ini,
masyarakat pada umumnya membutuhkan informasi baik dari dalam negeri
maupun dari luar negeri. Di dalam pemenuhan akan informasi itu sendiri, manusia
membutuhkan media. Salah satu media yang digunakan oleh manusia untuk dapat
memenuhi kebutuhan tersebut adalah media televisi. Maraknya perkembangan
stasiun

televisi

Swasta

di

Indonesia

yang

saling

berlomba-lomba

untuk

menampilkan program acara yang menarik kepada khalayak, sehngga setiap


stasiun televisi harus membuat perencanaan strategis yang baik dalam membuat
program TV yang disukai oleh penonton karena semakin banyak masyarakat yang
menyukai program-program yang terdapat di stasiun TV tersebut maka semakin
tinggi rating nya dan tentunya akan mendapatkan provit yang banyak salah
satunya dikarenakan banyak iklan yang mulai tertarik untuk menjadi sponsor dalam
acara tersebut melalui tayangan iklan di jeda program acara. Kompetisi atau
persaingan media berita ini menarik untuk diamatai. Sejarah membuktikan bahwa
media mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan bermasyarakat. Media
dianggap sebagai kunci perkembangan masyarakat modern. Media berita berita
mempresentasikan diri sebagai ruang public yang utama serta mampu menentukan
dinamika social, politik, budaya, dan ekonomi baik ditingkat local maupun
internasional. Media tidak hanya mempunyai fungsi social dan ekonomi, namum
mampu menaikan fungsi ideologis. Adapun isu dibahas dalam persaingan media ini
adalah

konsentrasi

media.

Konsentrasi

media

adalah

sebuah

efek

dari

perkembangan media ketika media dihadapkan pada persaingan global dimana


media telah berubah menjadi sebuah kegiatan bisnis modern

Hal itu juga yang dilakukan oleh salah satu tv swasta di Indonesia yaitu
TV One dengan visinya untuk mendorong kemajuan di segala lapisan :
individu, kelompok, komunitas, yang pada akhirnya berdampak pada
kemajuan bangsa secara keseluruhan serta misi yang dimilikinya yaitu
menjadi stasiun TV berita dan olahraga nomor satu, menayangkan program
News dan Sport yang secara progresif mendidik pemirsa untuk berpikiran maju, positif
dan cerdas serta memilih program News dan Sport yang informatif serta inovatif dalam
penyajian dan kemasan. Tv One adalah salah satu saluran televisi swasta di Indonesia.
Saluran yang dulunya bernama Lativi ini mulai diluncurkan sejak tanggal 30 Juli 2002
oleh pengusaha Abdul Latief. Sebelum saham perusahaan dimiliki Grup Bakrie pada
tahun 2006, konsep penyusunan acara saluran ini

menonjolkan masalah yang

berbau klenik, erotisme, berita kriminalitas dan beberapa hiburan ringan lainnya. PT
Lativi Media Karya resmi menjadi

tvOne pada tanggal 14 Februari 2008 dengan

komposisi 70 persen berita, sisanya gabungan program olahraga dan hiburan.


Peresmian tvOne juga dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia , Susilo Bambang
Yudhoyono. Pendiri awal Lativi, Abdul Latief tidak lagi berada dalam kepemilikan saham
tvOne. Komposisi kepemilikan saham tvOne terdiri dari PT Visi Media Asia Tbk sebesar
49%, PT Redal Semesta 31%, Good Response Ltd 10%, dan Promise Result Ltd 10%.
Direktur utama perusahaan saat ini adalah Ardiansyah Bakrie. Pada tahun 2007, tvOne
diakuisisi PT Visi Media Asia Tbk yang juga mengelola bisnis penyiaran antv dan Sport
One. Dengan akuisisi ini, tvOne menjadi saluran berita nomor satu di Indonesia
menurut pangsa pemirsa.
Masalah Utama

Perubahan nama dari lativi menjadi tvOne tentunya menghadapi pertimbangan yang
cukup rumit bukan hanya berinovasi baik dari nama, logo,visi dan misi tetapi juga
perencanaan strategis dan program yang ingin dicapai oleh tvOne ke depannya karena
tentunya ini akan mempengaruhi rating. Pada kepemilikan yang dulu, lativi memiliki
konsep penyusunan acaranya banyak menonjolkan masalah klenik, erotisme, berita
kriminalitas

dan

beberapa

hiburan

ringan

lainnya.

Inovasi

dilakukan

untuk

menghilangkan atribut tersebut dan mengganti atribut program mereka kea rah news
dan sport yang sekaligus memunculkan persaingan baru dengan pemain lama dalam
bidang berita yaitu metro tv dan SCTV dengan liputan 6 nya. Sebelumnya terdapat
beberapa keraguan dari para pemegang saham karena jika stasiun TV memiliki
program yang lebih variatif terutama program hiburan tentunya akan lebih banyak
menarik perhatian penonton.

Loniska Agrosvelli, 210111060166, 2009. Judul Skripsi: Strategi manajemen TVone dalam membangun
image stasion Televisi. pembimbing utama Hadi Suprapto Arifin Drs, Msi. dan Dede Mulkan Drs, Msi
selaku pembimbing pendamping. Fakultas Komunikasi jurusan manajemen komunikasi Universitas
Padjadjaran Bandung.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Strategi manajemen tvone dalam membentuk image stsion
melalui format program, khalayak sasaran, pencitraan dan periklanan. Metodepenelitina yang digunakan
adalah kulaitatif deskriptif. adapun teknik pengumpulan data dihimpun dengan cara waancara
mendalam, observasi, doumentasi dan studi pustaka.
hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi manajemen tvone dalam membentuk image
sebagai news and sport station. yang dilakukan dengan memfokuskan program pada berita dan informasi,
dan menargetkan khalayak sasaran pada penonton menengah ke atas sesuai dengan strategi manajemen
tvone. Proses pencitraan yang diobentuk tvone juga dinilai telah berhasil dalam membentuk citra yang
diinginkan. Hal ini diindikasikan : pertama, dai hasil penelitian yang dilakukan AC Nielsen bahwa Tvone
saat ini bergerak ke arah News dan sport.

Diharapkan dengan perubahan yang terjadi Tvone dapat terus memberikan tayangan yang mendidik bagi
masyarakat dan terus mempertahankan dasar xdan etika jurnalistik dalam penayangan berita yaitu,
faktual, actual, dan berimbang.
Deskripsi Alternatif :
Loniska Agrosvelli, 210111060166, 2009. Judul Skripsi: Strategi manajemen TVone dalam membangun
image stasion Televisi. pembimbing utama Hadi Suprapto Arifin Drs, Msi. dan Dede Mulkan Drs, Msi
selaku pembimbing pendamping. Fakultas Komunikasi jurusan manajemen komunikasi Universitas
Padjadjaran Bandung.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Strategi manajemen tvone dalam membentuk image stsion
melalui format program, khalayak sasaran, pencitraan dan periklanan. Metodepenelitina yang
digunakan adalah kulaitatif deskriptif. adapun teknik pengumpulan data dihimpun dengan cara
waancara mendalam, observasi, doumentasi dan studi pustaka.
hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi manajemen tvone dalam membentuk image
sebagai news and sport station. yang dilakukan dengan memfokuskan program pada berita dan
informasi, dan menargetkan khalayak sasaran pada penonton menengah ke atas sesuai dengan
strategi manajemen tvone. Proses pencitraan yang diobentuk tvone juga dinilai telah berhasil dalam
membentuk citra yang diinginkan. Hal ini diindikasikan : pertama, dai hasil penelitian yang dilakukan
AC Nielsen bahwa Tvone saat ini bergerak ke arah News dan sport.
Diharapkan dengan perubahan yang terjadi Tvone dapat terus memberikan tayangan yang mendidik
bagi masyarakat dan terus mempertahankan dasar xdan etika jurnalistik dalam penayangan berita
yaitu, faktual, actual, dan berimbang.
Beri Komentar ?#(0) Bookmark
Properti

Nilai Properti

ID Publisher

JBPTUNPADFIKOM

Organisasi

Communication Management

Nama Kontak

Library and Knowledge Center

Alamat
Dengan kian banyak stasiun TV, persaingan industri pertelevisian dewasa ini serna kompleks. Metro TV sebagai stasiun
TV yang dari awal kehadirannya memposisikan d sebagai stasi un televisi berita, hingga saat ini masih terus konsisten
dan bertahan di teng persaingan yang terjadi. Tujuan penulisan studi kasus ini ingin menjelaskan posisi Metro sebagai
kanal TV berita dalam menghadapi persaingan dengan stasiun TV lain yang memil' program yang lebih beragam dan
variatif. Dengan menganalisis data-data yang tersedia, didukung sejumlah teori, studi kasus ini diharapkan dapat
menyajikan rekomendasi bagi Metro TV. Metodologi yang digunakan merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan
studi kasus berfokus pada Metro TV sebagai salah satu stasiun televisi nasional Kesimpulan yang diperoleh dari studi ini
memperlihatkan Strategi positioning televisi berita telah membuat Metro TV berada pada ceruk pasarnya tersendiri.
Sebuah diferensiasi yang membedakannya dengan stasiun TV yang lain. Meskipun demikian positioning ini memberikan
konsekuensi perolehan revenue yang tidak semasif stasiun televisi general lainnya. Namun penerapan strategi efisiensi
biaya produksi bisa menjadi alternatif bagi Metro TV gun a meraih profit dan bertahan di persaingan industri pertelevisian
saat ini. Metro TV telah membangun positioning yang kuat sebagai news TV di benak masyarakat. Brand Metro TV telah
begitu kuat diasosiasikan dengan televisi berita pertama di Indonesia. Ini menjadi salah satu kekuatan Metro TV yang
tidak mudah ditandingi oleh kompetitornya. Melalui positioning concept dan positioning strategy sebagai stasi un TV
berita, Metro TV dapat terus menjaga konsistensi untuk bermain di area audience SES AB+ yang berasal dari kelompok
professional dan pengusaha yang memang memerlukan informasi dan berita sebagai target potensial Metro TV.

Properti

Nilai Properti

Kata Kunci

strategi,
media,
pertelevisian,
periklanan,
metro tv

Lokasi

P50

Pada kepemilikan yang dulu, Lativi konsep penyusunan acaranya banyak menonjolkan masalah yang
berbau klenik (mistis), erotisme, berita kriminalitas dan beberapa hiburan ringan lainnya. Inovasi
dilakukan untuk menghilangkan atribut tersebut dan mengganti atribut program mereka kearah berita,
yang sekaligus memunculkan persaingan baru dengan pemain lama dalam bidang berita yaitu
MetroTV dan SCTV dengan Liputan 6 nya.

1.2 Identifikasi Masalah


1.

LOGO Warna Merah dan Putih melambangkan Indonesia


Lingkaran dengan angka 1 di dalamnya merupakan simbol persatuan
Sedangkan penggunaan kalimat berbahasa Inggris, One, menunjukkan kesiapan tvOne dalam
kancah pertelevisian global. Mudah dipahami oleh mitra kerja tvOne yang berada di luar negeri
serta mencerminkan optimisme kebangsaan, sebagai bangsa Indonesia yang ingin ma