Anda di halaman 1dari 90

PEDOMAN PELAKSANAAN

PENGUATAN PAKAN
SAPI POTONG PENGGEMUKAN

KEMENTERIAN PERTANIAN
REPUBLIK INDONESIA

TAHUN 2015

DIREKTORAT PAKAN TERNAK


DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN
DAN KESEHATAN HEWAN

KATA PENGANTAR

Pola pemeliharaan sapi potong di Indonesia 98% dilakukan secara


tradisional oleh peternak dengan skala usaha kecil (pemilikan 2-3
ekor/keluarga).
Intervensi pemerintah dibidang pakan dalam usaha penggemukan
sangat dibutuhkan, karena dari hasil survey karkas yang telah
dilakukan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan
menunjukkan bahwa 85% ternak sapi potong yang dipelihara oleh
peternak dalam kondisi sedang dan kurus, 30% berumur tua dan
bobot potong 50 kg dibawah potensi sebenamya.
Untuk itu melalui kegiatan penguatan pakan sapi potong penggemukan
diharapkan bisa mendapatkan bobot potong yang lebih optimal yang
selanjutnya dapat meningkatkan penyediaan daging.
Pedoman pelaksanaan ini merupakan acuan bagi pelaksana
kegiatanpenguatan pakan sapi potong penggemukan baik di pusat,
daerah serta bagi petugas pendamping dan kelompok penerima
kegiatan ini.

Jakarta,

Januari 2015

DIREKTUR JENDERAL PETERNAKAN


DAN KESEHATAN HEWAN

Ir. Syukur Iwantoro, MS, MBA

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................ i
DAFTAR ISI.................................................................................... iii
DAFTAR LAMPIRAN...................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN .............................................................. 1
1. Latar Belakang........................................................... 1
2. Tujuan........................................................................ 2
3. Sasaran...................................................................... 2
4. Keluaran..................................................................... 3
BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN ............................................ 5
1. Prinsip Pelaksanaan ................................................. 5
2. Pelaksana.................................................................. 7
3. Lokasi Kegiatan......................................................... 11
4. Kriteria Kelompok Penerima...................................... 12
5. Pemanfaatan Dana.................................................... 13
6. Tahap Pelaksanaan................................................... 14
BAB III INDIKATOR KEBERHASILAN.......................................... 19
BAB IV PENDAMPINGAN dan PEMANTAUAN........................... 21
BAB V PELAPORAN.................................................................... 23
BAB VI PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN.......... 25
BAB VII PENUTUP......................................................................... 29
LAMPIRAN..................................................................................... 31

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

iii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran-1 Rencana Target dan Lokasi Kegiatan Penguatan



Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015........ 33
Lampiran-2 Laporan Triwulan Penguatan Pakan Sapi Potong
Penggemukan Tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota
TA. 2015..................................................................... 36
Lampiran-3 Kartu Record.............................................................. 37
Lampiran-4 Jenis Rumput dan Legum serta Cara Perbanyakannya..... 41
Lampiran-5 Penggemukan Sapi Potong ...................................... 42
Lampiran-6 Budidaya Kebun Rumput........................................... 49
Lampiran-7 Cara Penanaman Rumput Unggul dan Legume........ 55
Lampiran-8 Cara Panen Rumput dan Legume............................. 58
Lampiran-9 Jenis Benih/Bibit Hijauan Pakan Ternak.................... 61

iv

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

PEDOMAN PELAKSANAAN
PENGUATAN PAKAN SAPI POTONG PENGGEMUKAN
TAHUN 2015
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Daging sapi merupakan komoditi pangan asal ternak yang
strategis karena ternak sapi potong dipelihara oleh 6,2 Juta rumah
tangga peternak (PSPK, 2011). Peningkatan jumlah penduduk
di perkotaan dan pendapatan masyarakat kelas menengah
merupakan segmen utama dalam peningkatan konsumsi daging
sapi, sementara masyarakat lainnya beberapa waktu terakhir
ini cenderung mengubah pola konsumsi daging kepada daging
unggas akibat terus meningkatnya harga daging sapi di pasaran.
Salah satu program utama yang sudah dicanangkan oleh
Kementerian Pertanian adalah program pencapaian swasembada
daging sapi/kerbau, tahun 2014 (PSDSK-2014) merupakan tekad
bersama dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan asal
ternak berbasis sumberdaya lokal. Dengan mempertimbangkan
beberapa hal, terutama sudah semakin tipisnya gap antara
permintaan daging sapi dengan ketersediaannya di dalam negeri,
maka program PSDSK akan dilanjutkan sampai tahun 2015.
Pencapaian target swassembada merupakan dambaan seluruh
masyarakat, agar kita tidak lagi tergantung kepada impor daging
dan sapi bakalan, sehingga Indonesia menjadi negara berdaulat
pangan asal ternak.

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

Upaya pencapaian target swasembada daging sapi akan dilakukan


dengan peningkatan populasi dan peningkatan produktifitas
ternak. Pola pemeliharaan sapi di Indonesia 98% dilakukan secara
tradisional oleh peternak dengan skala usaha kecil (pemilikan 2-3
ekor/keluarga). Hasil survey karkas yang dilakukan oleh Direktorat
Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menunjukkan bahwa
85% ternak sapi potong yang dipelihara oleh peternak tersebut
ada dalam kondisi sedang dan kurus; sekitar 30 % berumur tua;
dan bobot potong 50 kg di bawah potensi sebenarnya.
Melihat fakta tersebut, pemerintah mempertimbangkan untuk
melakukan beberapa upaya terobosan agar sapi yang akan
dipotong dapat mencapai berat yang optimal melalui kegiatan
penguatan pakan sapi potong penggemukan yang diberikan
selama satu siklus penggemukan.

2. Tujuan
Tujuan dari kegiatan penguatan pakan sapi potong Penggemukan :
a. Meningkatkan penyediaan pakan yang berkualitas pada
ternak sapi potong penggemukan.
b. Meningkatkan produktivitas ternak melalui penguatan pakan
yang sesuai dengan standar dan kebutuhan hidup ternak.

3. Sasaran
Sasaran dari kegiatan penguatan pakan sapi potong penggemukan
adalah:
a. Meningkatnya penyediaan pakan berkualitas pada ternak
sapi potong penggemukan sejumlah 20.500 ekor

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

b. Meningkatnya produktivitas ternak melalui penyediaan


penguatan pakan sesuai dengan standar dan kebutuhan
ternak pada 410 kelompok ternak sapi potong penggemukan
4. Keluaran
Keluaran kegiatan penguatan pakan sapi potong penggemukan
adalah :
a. Tersedianya pakan sapi potong penggemukan sejumlah
13.530 Ton untuk 20.500 ekor di 410 Kelompok
b. Adanya peningkatan rata-rata pertambahan bobot badan
hidup sesuai dengan jenis sapi, yaitu :

Sapi lokal/Bali

: rata rata 0,6 0,8 kg/ekor/hari

Sapi lokal (PO)

: rata rata 0,8 kg/ekor/hari

Sapi persilangan : rata rata 1,2 kg/ ekor/hari

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Prinsip Pelaksanaan
a. Penguatan pakan sapi potong penggemukan adalah
penyediaan pakan berkualitas berupa pakan konsentrat dan
HPT pada kelompok/ gabungan kelompok peternak sapi
potong penggemukan.
b. Jenis dan jumlah pakan konsentrat yang diberikan kepada
peternak yaitu pakan konsentrat sapi potong penggemukan,
dengan jumlah pemberian sesuai dengan kebutuhan jenis
ternak.
c. Penguatan pakan diberikan pada 50 ekor sapi potong
penggemukan per kelompok/gabungan kelompok, dengan
kisaran umur 1,5 2,5 tahun, dan kisaran bobot badan awal
sesuai dengan jenis sapi yaitu :

Sapi Lokal/Bali

: minimal 180 kg

Sapi PO

: minimal 200 kg

Sapi Persilangan : minimal 300 kg

d. Dengan adanya penguatan pakan, peternak mensubstitusi


pakan yang biasa digunakan oleh peternak, sehingga terjadi
peningkatan penggunaan pakan yang berkualitas.
e. Kelompok yang dapat menerima penguatan pakan adalah
kelompok peternak/gabungan kelompok peternak yang
mempunyai ternak sapi potong penggemukan sebagai
usaha, dan diutamakan yang merupakan kelompok binaan
SMD (Sarjana Membangun Desa), yang cukup berkembang
usahanya.
Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

f. Pakan konsentrat diadakan oleh Satker Daerah (Provinsi/


Kabupaten/ Kota), kemudian didistribusikan sesuai kebutuhan
kelompok.
g. kelompok peternak / gabungan kelompok peternak melakukan
pencatatan antara lain : identitas ternak, pemberian pakan,
dan pertambahan bobot badan hidup, sebagai bahan evaluasi
pencapaian indikator kegiatan.
h. Sebagai salah satu persyaratan keberhasilan kegiatan,
kelompok
peternak/gabungan
kelompok
peternak
menyediakan pakan hijauan yang berkualitas dengan
melakukan pengolahan lahan, penanaman, dan pemeliharaan
serta pemanenan.
i. Pengawasan mutu pakan dilakukan oleh pengawas mutu
pakan/petugas pengawas mutu pakan di provinsi/ kabupaten/
kota agar pakan yang didistribusikan ke kelompok peternak
/gabungan kelompok peternak sesuai dengan yang
dipersyaratkan.
j. Pendampingan dan pemantauan serta evaluasi dilakukan
oleh tim pusat, tim daerah dan dapat melibatkan komisi ahli
pakan atau instansi terkait lainnya jika diperlukan.
k. Dengan bervariasinya kondisi di masing-masing daerah,
petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis yang dikeluarkan
dapat disesuaikan dengan kearifan lokal, dengan tetap
mengutamakan tercapainya sasaran kegiatan dalam
meningkatkan produksi daging sapi.
l. Agar kegiatan dilaksanakan dengan cermat, memegang
prinsip kehati-hatian, dan menghindari praktek kolusi korupsi
dan nepotisme (KKN).

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

2. Pelaksana
a. Pusat

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan,


dalam hal ini Direktorat Pakan Ternak selaku penanggung
jawab kegiatan mempunyai tugas :
1) Membuat pedoman pelaksanaan;
2) Melakukan sosialisasi kegiatan;
3) Melakukan koordinasi dengan pihak terkait;
4) Melakukan pendampingan dan pemantauan;
5) Melakukan evaluasi.

b. Provinsi

Dinas Peternakan atau Dinas yang membidangi fungsi


peternakan dan kesehatan hewan provinsi yang merupakan
satuan kerja (satker) dari kegiatan ini, mempunyai tugas :
1) Melakukan koordinasi dengan pihak/ instansi terkait di
pusat/ provinsi/ kabupaten/ kota;
2) Menyusun petunjuk pelaksanaan (juklak) yang
merupakan penjabaran dari pedoman pelaksanaan yang
berisi antara lain :

Pola usaha penggemukan,

Jenis dan spesifikasi pakan yang akan diadakan,

Tahapan pelaksanaan,

Pengelolaan administrasi kelompok,

Sistem Pengendalian Intern, dll.

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

3) Membentuk tim teknis/ tim pembina provinsi;


4) Melakukan verifikasi kelompok berdasarkan hasil CP/CL
yang dilakukan oleh Kabupaten/ Kota;
5) Menetapkan lokasi dan kelompok penerima, berdasarkan
usulan tim teknis yang ditetapkan dengan Surat
Keputusan pejabat yang berwenang;
6) Melaporkan lokasi dan kelompok penerima kepada
Direktorat Pakan Ternak;
7) Melakukan pengadaan barang (Pakan Konsentrat) sesuai
dengan peraturan yang berlaku. Dalam pengadaan pakan
tersebut antara lain harus memenuhi hal-hal sebagai
berikut :

Memiliki hasil pengujian mutu pakan dari lab


terakreditasi, dengan jenis parameter pengujian
minimal yaitu : Kadar Air (maksimal 14%), Kadar
Protein Kasar (minimal 13%) Abu (maksimal 12%),
Lemak Kasar (maksimal 7%) dan Neutral Detergent
Fiber (NDF) (maksimal 37%);

Harus diberi tanda khusus pada kemasan seperti


PAKAN PESANAN KHUSUS DILARANG
DIPERJUALBELIKAN ;

Produsen pakan harus melaporkan produksinya


ke dinas peternakan atau dinas yang membidangi
fungsi peternakan provinsi/ kabupaten/ kota dengan
tembusan ke Direktorat Jenderal Peternakan dan
Kesehatan Hewan c.q Direktorat Pakan Ternak; dan

Mengutamakan penggunaan bahan pakan lokal

8) Melakukan serah terima barang kepada masyarakat/


kelompok sesuai dengan peraturan yang berlaku

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

9) Melakukan pendampingan, pemantauan dan evaluasi;


10) Membuat dan mengirimkan laporan ke Direktorat Pakan
Ternak sesuai dengan format terlampir.
c. Kabupaten/ Kota

Dinas Peternakan atau Dinas yang membidangi fungsi


peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten/Kota yang
merupakan satuan kerja (satker) dari kegiatan ini, mempunyai
tugas :
1) Melakukan koordinasi dengan pihak/ instansi terkait di
pusat/ provinsi/ kabupaten/ kota;
2) Menyusun petunjuk pelaksanaan/ teknis (juklak/juknis)
yang berisi antara lain :
a. Pola usaha penggemukan,
b. Jenis dan spesifikasi pakan yang akan diadakan,
c. Tahapan pelaksanaan,
d. Pengelolaan administrasi kelompok,
e. Sistem Pengendalian Intern,dll.
3) Membentuk tim teknis;
4) Melakukan verifikasi kelompok berdasarkan hasil CP/CL
yang dilakukan oleh tim teknis;
5) Menetapkan lokasi dan kelompok penerima, berdasarkan
usulan tim teknis yang ditetapkan dengan Surat
Keputusan pejabat yang berwenang;
6) Melaporkan lokasi dan kelompok penerima kepada Dinas
Peternakan Provinsi dan Direktorat Pakan Ternak;
7) Melakukan pengadaan barang (pakan konsentrat) sesuai
dengan peraturan yang berlaku. Dalam pengadaan pakan

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

tersebut antara lain harus memenuhi hal-hal sebagai


berikut :

Memiliki hasil pengujian mutu pakan dari laboratorium


terakreditasi, dengan jenis parameter pengujian
minimal yaitu : Kadar Air (maksimal 14%), Kadar
Protein Kasar (minimal 13%) Abu (maksimal 12%),
Lemak Kasar (maksimal 7%) dan Neutral Detergent
Fiber (NDF) (maksimal 37%);

Harus diberi label khusus pada kemasan seperti


PAKAN PESANAN KHUSUS DILARANG
DIPERJUALBELIKAN;

Produsen pakan harus melaporkan produksinya


ke dinas peternakan atau dinas yang membidangi
fungsi peternakan Provinsi/Kabupaten/Kota dengan
tembusan ke Direktorat Jenderal Peternakan dan
Kesehatan Hewan c.q Direktorat Pakan Ternak;

Mengutamakan penggunaan bahan pakan lokal.

8) Melakukan serah terima barang kepada masyarakat/


kelompok sesuai dengan peraturan yang berlaku;
9) Melakukan pendampingan, pemantauan dan evaluasi;
10) Membuat dan mengirimkan laporan ke Dinas Peternakan
Provinsi dengan tembusan ke Direktorat Pakan Ternak
sesuai dengan format terlampir.
d. Kelompok

Kelompok penerima adalah kelompok yang telah diseleksi


dan diverifikasi oleh tim teknis dan ditetapkan oleh pejabat
yang berwenang.

Kelompok mempunyai kewajiban :


1) Menyusun rencana kebutuhan kelompok (RKK) dibantu
oleh tim teknis kabupaten/ kota / petugas lapang yang
melaksanakan fungsi peternakan setempat.

10

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

2) Menerima dan mendistribusikan pakan ke anggota sesuai


dengan jadwal dan RKK;
3) Menyediakan pakan hijauan berkualitas selama program
kegiatan diberikan;
4) Melaksanakan kegiatan
peternak di kelompok;

peningkatan

pengetahuan

5) Melakukan pembenahan pembukuan/ pencatatan ternak/


administrasi kelompok;
6) Melakukan pencatatan terhadap pemberian pakan
dengan menggunakan format yang telah ditetapkan
dalam pedoman ini;
7) Melakukan penimbangan sapi untuk mengetahui bobot
awal dan pertambahan bobot badan hidup setiap bulan 1
(satu) kali;
8) Bersedia tidak menjual sapi potong yang mendapatkan
penguatan pakan sampai dengan program selesai;
9) Bersama dengan petugas lapang membuat dan
mengirimkan laporan ke Dinas Kabupaten/ kota dengan
tembusan ke Provinsi.

3. Lokasi Kegiatan
Lokasi kegiatan penguatan
diprioritaskan pada lokasi :
-

sapi

potong

penggemukan

Sentra sapi potong,

- Cukup tersedia lahan untuk penyediaan sumber hijauan


pakan ternak yang berkualitas, dan
-

Mempunyai akses pasar / pembeli / Rumah Potong Hewan


(RPH).

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

11

Target kegiatan penguatan pakan sapi potong penggemukan


pada tahun 2015 dialokasikan pada 410 lokasi di 14 Provinsi
sebagaimana tercantum pada Lampiran-1.

4. Kriteria Kelompok Penerima


Kriteria kelompok penerima adalah :

12

Kelompok peternak / gabungan kelompok peternak yang


masih aktif dan terdaftar di Dinas Peternakan atau dinas yang
melaksanakan fungsi peternakan di tingkat Kabupaten/Kota
dan Badan Penyuluhan setempat;

Mempunyai struktur organisasi, tertib administrasi dan aktif


menjalankan usahanya;

Anggota kelompok mempunyai sapi potong penggemukan


dalam usahanya;

Dalam mengusahakan
berkoloni

Kelompok
peternak/gabungan
kelompok
peternak
berkomitmen untuk menanam HPT berkualitas (rumput
dan atau leguminosa). Apabila ternak sudah mulai
digemukkan sebelum HPT yang ditanam bisa menghasilkan/
berproduksi, maka kelompok berkewajiban memberikan HPT
secara swadaya terlebih dahulu sesuai kebutuhan sapi yang
dimilikinya.

Dapat mengakses pasar/ diakses oleh pembeli/ RPH;

Mempunyai potensi untuk dikembangkan lebih lanjut;

Diutamakan kelompok binaan SMD (Sarjana Membangun


Desa) setempat; dan

Bersedia diarahkan dan dibina oleh tim Pembina/ Pendamping


dari dinas provinsi/kabupaten/kota untuk pengembangan
usaha sapi potong penggemukan.

ternaknya

diutamakan

secara

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

5. Pemanfaatan Dana
Pemanfaatan dana kegiatan penguatan pakan sapi potong
penggemukan, sesuai dengan DIPA masing-masing Satker, yaitu :
a. Pengadaan Pakan Konsentrat

Pengadaan pakan konsentrat disesuaikan dengan rencana


kebutuhan kelompok dan anggaran. Rencana Kebutuhan
Kelompok berdasarkan jenis dan jumlah ternak yang
dipelihara oleh kelompok dalam satu siklus penggemukan.
yaitu :
-

Sapi Lokal/Bali diberikan pakan konsentrat 4 kg/ekor/hari


selama 165 Hari

- Sapi PO diberikan pakan konsentrat 5 kg/ekor/hari


selama 132 Hari
-

Sapi Persilangan diberikan pakan konsentrat 6 kg/ ekor/


hari selama 120 Hari

b. Penyediaan Pakan Hijauan


Penyediaan pakan hijauan akan diperkuat dengan


kegiatan penanaman HPT berkualitas (rumput dan/
atau leguminosa), kegiatan meliputi : pengadaan bibit
HPT (stek/pols), pengadaan pupuk (organik dan/kimia),
pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan
pemanenan. Pengadaan bibit sebanyak 20.000 stek
setara untuk penanaman rumput gajah dengan luas 2
Ha (tidak harus dalam satu hamparan). Pelaksanaan
kegiatan penyediaan hijauan agar mempertimbangkan
musim/ketersediaan air

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

13

c. Pengadaan peralatan dan mesin


Pengadaan peralatan dan mesin disesuaikan dengan
kebutuhan kelompok. Alat yang diadakan antara lain mesin
chopper (1 unit) dan timbangan ternak digital lengkap dengan
kandang jepit (1 unit). Apabila pada kelompok sudah memiliki
alat chopper atau timbangan, maka dapat diganti dengan
peralatan lain penunjang pakan.
d. Operasional

Dana operasional kelompok antara lain dapat


untuk:

digunakan

1) Pengadaan vitamin, mineral, dan obat cacing untuk sapi


potong;
2) Pengadaan pita ukur / tongkat ukur (apabila diperlukan);
3) Pelaksanaan peningkatan kemampuan peternak di
kelompok;
4) Penambahan fasilitas
pembelian pallet);

penyimpan

pakan

(misal

5) Biaya penandaan ternak;


6) Biaya administrasi kelompok dipergunakan untuk
pembelian alat tulis kantor, foto copy, pembuatan laporan
kelompok dll.
6. Tahap Pelaksanaan
Tahapan pelaksanaan kegiatan penguatan pakan sapi potong
penggemukan pada tahun 2015 meliputi :
a. Persiapan

14

Untuk mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan ini diperlukan


berbagai persiapan oleh pusat dan daerah provinsi/
kabupaten/ kota sebagai berikut :

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

1) Perencanaan Operasional

Kegiatan penguatan pakan sapi potong penggemukan


dituangkan di dalam pedoman pelaksanaan dan petunjuk
pelaksanaan / petunjuk teknis.

2) Sosialisasi kegiatan

Sosialisasi kegiatan penguatan pakan sapi potong


penggemukan dilaksanakan oleh tim pusat dan tim
daerah pada kelompok penerima.

b. Pembentukan Tim Pusat


1) Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan, perlu dibentuk
tim pusat oleh Direktur Jenderal Peternakan dan
Kesehatan Hewan.
2) Tim pusat terdiri dari unsur perwakilan sekretariat dan
Direktorat teknis lingkup Ditjen PKH.
3) Tugas Tim pusat meliputi kegiatan persiapan operasional,
sosialisasi kegiatan, pendampingan dan pemantauan
serta evaluasi pelaporan kegiatan.
4) Dalam melakukan tugasnya, tim pusat berkoordinasi
dengan tim di daerah provinsi dan kabupaten/ kota.
c. Pembentukan Tim Teknis
1) Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan, perlu dibentuk
tim teknis (tim CP/CL dan Verifikasi) oleh Dinas Peternakan
atau dinas yang membidangi fungsi peternakan dan
keswan provinsi/ kabupaten/ kota sesuai satker yang
bertanggung jawab terhadap kegiatan ini.
2) Tim teknis terdiri dari unsur Dinas Peternakan provinsi/
kabupaten/kota dan petugas lapang di lokasi kelompok

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

15

(misal KCD/mantri tani/petugas pakan/ penyuluh) dapat


juga melibatkan pihak perguruan tinggi setempat.
3) Tim teknis bertugas dan bertanggungjawab terhadap
kegiatan, mulai dari proses identifikasi dan seleksi
(CP/CL), melakukan verifikasi kelompok berdasarkan
hasil CP/CL yang dilakukan oleh Kabupaten/Kota,
mengusulkan lokasi dan kelompok penerima berdasarkan
hasil verifikasi kepada pejabat yang berwenang dan
melakukan pendampingan dan pemantauan
d. Pelaksanaan Kegiatan :
1) Proses CP/CL dilakukan oleh tim teknis di kab/kota.
2) Verifikasi dilakukan oleh tim teknis di satker.
3) Penetapan lokasi/kelompok peternak terpilih.
4) Workshop/ sosialisasi dilakukan di satker/ provinsi.
5) Pengadaan pakan dilakukan oleh satker daerah (Prov/
Kab).
6) Pendistribusian pakan ke kelompok peternak.
7) Pelaksanaan pemberian pakan konsentrat di kelompok
peternak selama kurang lebih 120 -165 hari sesuai
dengan jenis ternak.
8) Peternak dan kelompok
pelaporan sesuai format.

masing-masing

membuat

9) Pelaksanaan peningkatan kemampuan peternak di


kelompok.
10) Pengelolaan administrasi kelompok.
11) Pengawasan mutu pakan dilakukan oleh pejabat
fungsional pengawas mutu pakan/ petugas pengawas
mutu pakan yang ditunjuk oleh dinas setempat.

16

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

12) Pendampingan dan pemantauan dilakukan oleh tim


pusat, tim provinsi dan kab/ kota minimal 2 kali (pada
saat awal program dan akhir program).
13) Melakukan serah terima barang kepada masyarakat/
kelompok sesuai peraturan yang berlaku.
14) Evaluasi kegiatan dilakukan oleh tim pusat dan daerah.
15) Pelaporan kegiatan oleh daerah dan pusat.
16) Tata cara pelaksanaan kegiatan mengikuti peraturan/
ketentuan yang berlaku pada tahun 2015.

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

17

BAB III
INDIKATOR KEBERHASILAN
Indikator keberhasilan dari kegiatan penguatan pakan sapi potong
penggemukan antara lain :
1. Pemberian pakan yang berkualitas (PK min 13 %, NDF Maks
37%)
2. Pertambahan Bobot Badan Hidup Sapi Potong Sebagai berikut :
Sapi Lokal/Bali : rata rata 0,6 0,8 kg/ekor/hari
Sapi lokal (PO) : rata rata 0,8 kg/ekor/hari

Sapi persilangan : rata rata 1,2 kg/ ekor/hari

3. Penjualan sapi didasarkan atas bobot badan hidup melalui


penimbangan.

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

19

BAB IV
PENDAMPINGAN dan PEMANTAUAN
1. Pendampingan dan pemantauan dilakukan pada tahun berjalan,
dilaksanakan secara terkoordinasi antar instansi oleh Tim Pusat
dan Tim daerah terhadap pelaksanaan kegiatan sesuai indikator
yang telah ditetapkan.
2. Pengawasan langsung maupun tidak langsung harus dilakukan
oleh Dinas Peternakan atau yang membidangi fungsi peternakan
di daerah.
3. Dalam pengawasan pakan yang diadakan dalam kegiatan
penguatan pakan sapi potong dilakukan penilaian kualitas pakan.
Penilaian kualitas dalam pengawasan dapat dilakukan secara
fisik maupun uji laboratorium. Ketidaksesuaian kualitas pakan
akan ditindak lanjuti sesuai peraturan dan perundangan bidang
pakan.
4. Hasil pencapaian indikator kegiatan agar dianalisa dan dievaluasi
menggunakan indikator yang telah ditetapkan dan dilaporkan ke
Direktorat Pakan Ternak.
5. Direktorat Pakan Ternak melakukan evaluasi pada akhir
pelaksanaan program. Hasil evaluasi akan dijadikan sebagai
bahan pertimbangan untuk penentuan program selanjutnya.

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

21

BAB V
PELAPORAN
1. Pelaporan sangat diperlukan untuk mengetahui kemajuan
kegiatan dan sebagai tolok ukur Direktorat Pakan Ternak untuk
penilaian dan keberlanjutan kegiatan di provinsi/ kabupaten/ kota.
2. Dinas Peternakan atau Dinas yang membidangi fungsi peternakan
dan kesehatan hewan provinsi/kabupaten/kota agar membuat
laporan setiap 3 (tiga) bulan sekali/triwulan dan mengirimkannya
ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan up.
Direktur Pakan Ternak (Lampiran-2) pada bulan Maret, Juni,
Oktober dan Desember 2015.
3. Laporan ke Direktorat Pakan Ternak dapat dikirim melalui email :
direktoratpakanternak@yahoo.co.id

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

23

BAB VI
PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN
Sistem Pengendalian Intern adalah proses yang integral pada tindakan
dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan
dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas
tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan
efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara,
dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.
Untuk memberikan keyakinan memadai bahwa pelaksanaan kegiatan
penguatan pakan sapi potong penggemukan telah sesuai dengan
tujuan dan sasaran kegiatan, maka pusat dan satker pelaksana di
daerah melakukan pengendalian Kegiatan Penguatan pakan sapi
potong Penggemukan melalui penerapan 5 (lima) unsur SPI yaitu
: (1) Lingkungan Pengendalian, (2) Penilaian Risiko, (3) Kegiatan
Pengendalian, (4) Informasi dan Komunikasi dan (5) Pemantauan.
Identifikasi resiko menjadi salah satu hal penting dalam penerapan
unsur SPI. Dalam pelaksanaan Kegiatan Penguatan pakan sapi
potong Penggemukan beberapa daftar resiko berdasarkan tahapan
pelaksanaan telah diidentifikasi sebagai antisipasi untuk mencegah
potensi kegagalan pelaksanaan kegiatan, yaitu sebagai berikut :

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

25

NO

TITIK KRITIS

Penyusunan Pedoman
Pelaksanaan (Pedlak) ,
Petunjuk Pelaksanaan
(Juklak) dan Petunjuk Teknis
(Juknis)

Sosialisasi yang dilakukan


oleh Tim Pusat/Tim Provinsi/
Tim Teknis Kabupaten/Kota

POTENSI RESIKO
Pelaksanaan kegiatan tidak
terarah.

Sasaran tidak tepat


Intensitas kurang
Waktu tidak tepat
Fasilitas kurang mendukung
Pelaksana sosialisasi kurang
kompeten

Pelaksanaan seleksi calon


penerima dan calon lokasi
(CP/CL) yang dilakukan oleh
Tim Teknis Kabupaten/Kota

Data palsu/ tidak lengkap


Petugas seleksi tidak kompeten
Conflict of interest
Intervensi eksternal

Pelaksanaan verifikasi yang


dilakukan oleh Tim Provinsi

Data palsu/ tidak lengkap


Petugas verifikasi tidak kompeten
Conflict of interest
Intervensi eksternal

Penyediaan HPT

Pengadaan bibit HPT tidak


tersedia
Penanaman Bibit HPT tidak sesuai
dengan waktu musim tanam

Pengadaan Sarana Penunjang Pengadaan Timbangan dan


(Timbangan dan Chopper)
Chopper terlambat
Timbangan dan Chopper tidak
sesuai dengan Spesifikasi,
Kebutuhan, dan ketentuan

26

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

NO

TITIK KRITIS

POTENSI RESIKO

Proses pengadaan pakan


konsentrat

Produsen memalsukan data hasil


uji kualitas pakan atau kualitas
pakan konsentrat yang disalurkan
tidak sesuai dengan yang
dipersyaratkan.

Penyaluran pakan konsentrat


ke kelompok

Penyaluran pakan dilakukan tanpa


sepengetahuan Tim Teknis Kab/
Kota
Tidak adanya mekanisme
penyaluran pakan yang jelas
Jumlah pakan yang disalurkan
tidak sesuai

Pemberian pakan konsentrat


pada ternak

Pemberian pakan konsentrat tidak


sesuai dengan GAFP

10

Pencatatan pemberian pakan Pencatatan pemberian pakan dan


dan pengukuran pertambahan pengukuran pertambahan bobot
bobot hidup
hidup tidak dilakukan

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

27

BAB VII
PENUTUP
Pedoman pelaksanaan kegiatan penguatan pakan sapi potong
penggemukan ini merupakan pedoman yang dapat mendorong
kelancaran pelaksanaan kegiatan di daerah. Untuk menjamin
suksesnya program ini sangat dibutuhkan dukungan dari Pemerintah
Daerah, Swasta dan Masyarakat berupa bimbingan teknis, pendanaan
dan sosialisasi, sehingga kegiatan akan berdampak baik dan pada
akhirnya tujuan kegiatan ini dapat tercapai sebagaimana yang
diharapkan.

DIREKTORAT PAKAN TERNAK

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

29

LAMPIRAN

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

31

Lampiran-1

Lampiran 1
RENCANA TARGET DAN LOKASI KEGIATAN**

PENGUATAN PAKAN SAPI POTONG PENGGEMUKAN TAHUN 2015


No. Provinsi
1
2

NTT *
NTB *

Bali *

Jatim *

DIY *

Kabupaten

Alokasi
Kelompok

1 Kab. Kupang

13

2 Kota Kupang

1 Kab. Lombok barat


2 Kab. Lombok tengah*
3 Kab. Sumbawa*

7
5
6

4 Kab. Sumbawa Barat


5 Kab. Kota Bima

2
3

6 Kota. Mataram
7 Kab. Lombok Utara
8 Kab. Lombok Timur

4
2
8

9 Kab. Bima

1 Kab.Badung
2 Kab.Tabanan

2
4

3 Kab.Bangli

4 Kab. Karangasem

1 Kab. Lamongan*
2 Kab. Tuban

10
5

3
4
5
6

Kab. Nganjuk
Kab. Kediri
Kab. Jombang
Kab. Lumajang

5
5
5
5

7 Kab. Jember
8 Kab. Malang*
9 Kab. Situbondo
10 Kab. Bojonegoro

5
10
5
5

11 Kab. Banyuwangi*

12 Kab Magetan

1 Kab. Gunung Kidul*


2 Kab. Sleman *

7
5

3 Kab. Bantul

4 Kab. Kulonprogo*

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

Jumlah Total

15

40

10

70

20

33

No Provinsi
6

Jateng *

Kabupaten
1 Kab. Semarang*
2 Kab Karanganyar

8
4

2
3
4
5

8
4
8
5

Kab. Wonogiri
Kab. Sragen*
Kab. Grobogan
Kab. Banjarnegara

6 Kab.Brebes*
7 Kab.Boyolali*

5
8

8 Kab.Magelang*
9 Kab.Pati
10 Kab.Wonosobo

5
5
5

11 Kab.Klaten*

Lampung* 1 Kab. Lampung Selatan

10

Sumbar*

Sulsel *

2 Kab.Lampung Tengah
3 Kab.Tulang Bawang
4 Kab.Tulang Bawang Barat

10
5
5

5 Kab.Lampung Timur

10

1 Kab. LimapuluhKota

2 Kab. Padang Pariaman


3 Kab. Agam

4 Kab. Tanah Datar


5 Kota Payakumbuh

5
3

6 Kab. Solok

1 Kab Gowa
2 Kab Maros

3
3

3
4
5
6

4
2
2
2

Kab Barru*
Kab Wajo
Kab Bone
Kab Bulukumba

7 Kab Bantaeng

34

Alokasi Kelompok

Jumlah Total
70

40

30

20

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

No Provinsi
10 Jabar *

11 Banten *

12 Kalsel *
13 Sumut*

14 Kalbar*

Kabupaten

Alokasi Kelompok Jumlah Total

1 Kab Majalengka

2
3
4
5

3
8
5
5

Kab Indramayu
Kab Cirebon*
Kab Ciamis*
Kab Tasikmalaya*

6 Kab Kuningan
7 Kab Bandung*

5
10

8 Kab Garut*
9 Kab Cianjur*
10 Kab Pangandaran
11 Kab Purwakarta

3
4
2
3

12 Kab Bogor

13 Kab Subang*

1 Kab Serang
2 Kota Serang

1
1

3 Kab Tangerang

1 Kab Tanah laut

2 Kab Banjar

1 Kab Deli Serdang


2 Kab Langkat

3
2

3 Kab Serdang Bedagai

4 Kota Binjai

1 Kab.Kubu Raya
2 Kab.Bengkayang
3 Kab.Sambas
4 Kab.Singkawang

2
2
1
2

5 Kab.Mempawah

60

10
10

10

410

JUMLAH

Keterangan :
*) satker mandiri
**) sesuai RKAKL 2015

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

35

Lampiran-2
Lampiran 2

LAPORAN TRIWULAN
PENGUATAN PAKAN SAPI POTONG PENGGEMUKAN
TINGKAT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA
TA. 2015
Provinsi /Kabupaten/Kota

: ....................................................

Alokasi Dana 2015

: Rp. .............................................

Dana APBD Pendukung

: Rp. .............................................

Jumlah Kelompok Penerima

: ......... kelompok

RKK Semua Kelompok

: (harap lampirkan)

1. PerkembanganPelaksanaan Kegiatan
Perkembangan
No

Nama Kelompok

Alamat
Kelompok

Pelaksanaan Kegiatan
Realisasi

Realisasi

Fisik

Keuangan

(%)

(Rp.)

Kelembagaan

1.
2.
3.
2.

Permasalahan dan solusi


.
.

36

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

37

UMUR :

Tanggal

BB (Kg)

Catatan - Catatan lain

Catatan Pemberian Obat-obatan

Bulan Ke

Paraf

DATA PENIMBANGAN BOBOT BADAN BULANAN

BOBOT BADAN AWAL :

HARGA BELI :

TANGGAL BELI / TANGGAL MASUK :

JENIS SAPI :

NOMOR SAPI :

IDENTITAS SAPI :

KELOMPOK :

NAMA PETERNAK :

FORMAT PENCATATAN SAPI

Lampiran-3 Kartu Record

.Ha

..

..

..

..

Pakan tambahan lain

20

19

18

17

16

15

14

13

12

11

10

..

..

..

Catatan lain

..

..

Pupuk yang digunakan

..

Jumlah Produksi :

CATATAN
Jenis HPT yang ditanam

Luas HPT

Hijauan

Konsentrat

Minggu

Jenis Pakan
(kg)

DATA PEMBERIAN PAKAN

38

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

NAMA KELOMPOK :
ALAMAT KELOMPOK :
JENIS TERNAK : SAPI PERSILANGAN/ SAPI PO, SAPI BALI *)
NOMOR
UMUR
BOBOT
NO.
NAMA ANGGOTA
SAPI
TERNAK
AWAL
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
HARGA
BELI
6
1
7

BOBOT BULANAN (Kg)


2
3
4
5
8
9
10
11
BOBOT
AKHIR/ JUAL
12

REKAP DATA KELOMPOK


PENJUALAN (RPH/
PEDAGANG/JAGAL)
14

----------------------------------------------------------------------

15

HARGA JUAL

.,.-2015
Ketua Kelompok

PBBH (12-5)/ lama


pemeliharaan
13

PENDAPATAN
(15-6)
16

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

39

DST

30

29

28

27

26

25

24

23

22

21

20

19

18

17

16

15

14

13

12

11

10

NAMA KELOMPOK

NO.

NAMA KABUPATEN :

ALAMAT
KELOMPOK
4

JENIS SAPI (BALI/


PO/ PERSILANGAN)

RATARATA
PBBH
13

PENJUALAN (RPH /
RATA-RATA
PEDAGANG/
HARGA JUAL
JAGAL)
14
15

----------------------------------------------------------------------

.,.-2015
Kepala Dinas Kabupaten/ Kota

RATA-RATA
RATA-RATA
RATA-RATA
BOBOT
BOBOT
HARGA BELI
AWAL
AKHIR/ JUAL
5
6
12

REKAP DATA KABUPATEN


RATA-RATA
UMUR
TERNAK
5

Rata-rata
PENDAPATAN
(15-6)
16

40

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

15

14

13

12

11

10

NAMA KABUPATEN

NO.

JUMLAH
JUMLAH KELOMPOK
KELOMPOK SAPI
SAPI PERSILANGAN
LOKAL
3
4

RATA-RATA
UMUR
TERNAK
5
9

RATA-RATA
PBBH

PENJUALAN (RPH
RATA-RATA RATA - RATA
/ PEDAGANG/
HARGA JUAL PENDAPATAN
JAGAL)
10
11
12

----------------------------------------------------------------------

.,.-2015
Kepala Dinas Provinsi

RATA-RATA
RATA-RATA
RATA-RATA
BOBOT
BOBOT
HARGA BELI
AWAL
AKHIR/ JUAL
6
7
8

REKAP DATA PROVINSI

Lampiran-4

Jenis Rumput dan Legum serta Cara Perbanyakannya


Jenis Rumput dan Legum
A. Rumput :
1. Andropogon gayanus
2. Andropogon nodosis
3. Brachiaria decumbens
4. Brachiaria ruziziensis
5. Chloris gayana
6. Digitaraia decumbens
7. Hyparrhenia rufa
8. Melinis minutiflora
9. Panicum coloratum
10. Panicum maximum
11. Panicum muticum
12. Paspalum dilatatum
13. Paspalum notatum
14. Pennisetum landestinum
15. Pennisetum purpureum
16. Pennisetum purpureum cv
mott
17. Pennisetum pediselatum
18. Setaria sphacelata
19. Sorghum sudanense
B. Leguminosa :
1. Pueraria javanica
2. Pueraria triloba
3. Calopogoniummucunoides
4. Centrosema pubescens
5. Centrosema plumieri
6. Flemingia congesta
7. Clytoria ternatea
8. Stylosanthes glacilis
9. Sesbania glandiflora

Nama lokal

Cara perbanyakan
Benih/biji
Stek/pols

Rumput galega
Rumput bangbang
Rumput bede
Rumput ruzi
Rumput rhodes
Rumput pangola
Rumput janggut
Rumput bau
Rumput kolor
Benggala
Kolo jono
Rumput australia
Rumput dahlia
Rumput kikuyu
Rumput gajah
Rumput gajah odot

Benih/biji
Benih/biji
Benih/biji
Benih/biji
Benih/biji
Benih/biji
Benih/biji
Benih/biji
Benih/biji
-

Stek/pols
Stek/pols
Stek/pols
Stek/pols
Stek/pols
Stek/pols
Stek/pols
Stek/pols
Stek/pols
Stek/pols
Stek/pols
Stek/pols
Stek/pols
Stek/pols
Stek/pols
Stek/pols

Rurmput india
Rumput padi
Rumput sudan

Benih/biji
Benih/biji
Benih/biji

Stek/pols
Stek/pols
Stek/pols

Kudzu
Kalopo
Sentro kecil
Sentro besar
Hahapaan
Stylo
Turi

Benih/biji
Benih/biji
Benih/biji
Benih/biji
Benih/biji
Benih/biji
Benih/biji
Benih/biji

Stek
stek
-

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

41

Lampiran-5

Penggemukan Sapi Potong

A. PENDAHULUAN
Usaha peternakan sapi potong mayoritas masih dengan pola
tradisional dan skala usaha sambilan. Hal ini disebabkan oleh
besarnya investasi jika dilakukan secara besar dan modern,
dengan skala usaha kecilpun akan mendapatkan keuntungan
yang baik jika dilakukan dengan prinsip budidaya modern. dengan
prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu
budidaya penggemukan sapi potong baik untuk skala usaha besar
maupun kecil.

B. PENGGEMUKAN
Penggemukan sapi potong adalah pemeliharaan sapi dewasa
dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan berat badannya melalui
pembesaran daging dalam waktu relatif singkat ( 4 bulan)
1. Pemilihan Bakalan.

42

Bakalan merupakan faktor yang penting, karena sangat


menentukan hasil akhir usaha penggemukan. Pemilihan
bakalan memerlukan ketelitian, kejelian dan pengalaman.

Ciri-ciri bakalan yang baik adalah :


Jenis kelamin jantan.

Bentuk tubuh panjang, bulat dan lebar,

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

Tubuh kurus, tulang menonjol, tetapi tetap sehat (kurus


karena kurang pakan, bukan karena sakit).

Pandangan mata bersinar cerah dan bulu halus.

Kotoran normal

badannya silindris dan rusuknya cembung, bentuk muka


panjang, bulu pendek dan tidak berminyak, punggung
lurus, dan rangkanya besar

Sehat dan tidak cacat..

Umur sapi bakalan sekitar 1.5 - 2.5 tahun. Kalau masih


terlalu muda, makanan yang dikonsumsinya cenderung
untuk pertumbuhan bukan untuk penumpukan daging,
sehingga waktu memeliharanya menjadi lebih lama.
Sedangkan sapi bakalan yang berumur lebih kecil dari 3
tahun, pertambahan bobotnya sudah lambat.


Kunci sukses utama menggemukan sapi potong adalah
bakalannya

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

43

C. TATA LAKSANA PEMELIHARAAN


1. Perkandangan.

44

Secara umum, kandang memiliki dua tipe, yaitu individu dan


kelompok. Pada kandang individu, setiap sapi menempati
tempatnya sendiri berukuran 2,5 X 1,5 m. Tipe ini dapat
memacu pertumbuhan lebih pesat, karena tidak terjadi
kompetisi dalam mendapatkan pakan dan memiliki ruang
gerak terbatas, sehingga energi yang diperoleh dari pakan
digunakan untuk hidup pokok dan produksi daging tidak hilang
karena banyak bergerak. Pada kandang kelompok, bakalan
dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu
kandang. Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih
luas daripada kandang individu. Kelemahan tipe kandang ini
yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga
sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada yang
lemah, karena lebih banyak mendapatkan pakan.

Karena yang digemukkan adalah sapi jantan, maka kandang


yang digunakan, terutama tiang-tiangnya harus kokoh. Di
situlah nantinya sapi akan ditambatkan. Ukuran kandang 10 x
4 meter persegi. Kandang jangan diberi dinding karena akan
menghambat aliran udara. Atap terbuat dari genteng agar saat
matahari terik, kondisi kandang tidak terlalu panas. Lantai
kandang sebaiknya disemen dan agak tinggi dari sekitarnya,
agar tidak becek di kala hujan dan mengotori badan sapi.

Kandang selalu dibersihkan, sehingga tidak ada lalatnya.


Perlu diketahui ada beberapa jenis lalat bisa menularkan
penyakit, seperti penyakit antraks. Kotoran sapi dan sisa
makanannya ditempatkan jauh dari kandang. Lebih baik
lagi kalau ditimbun, agar baunya berkurang dan juga tidak
menjadi tempat berkembang biaknya bibit penyakit.

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

2. Pakan.

Berdasarkan kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya,


sapi digolongkan hewan ruminansia, karena pencernaannya
melalui tiga proses, yaitu secara mekanis dalam mulut
dengan bantuan air ludah (saliva), secara fermentatif dalam
rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis
setelah melewati rumen.

Penelitian menunjukkan bahwa penggemukan dengan


mengandalkan pakan berupa hijauan saja, kurang memberikan
hasil yang optimal dan membutuhkan waktu yang lama. Salah
satu cara mempercepat penggemukan adalah dengan pakan
kombinasi antara hijauan dan konsentrat. Cara pemberian
pakan yaitu dengan memberikan pakan konsentrat terlebih
dahulu dengan tujuan untuk memberi pakan mikrobia rumen,
sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen
telah siap dan aktif mencerna hijauan.

Kebutuhan pakan (dalam berat kering) tiap ekor adalah


sekitar 2-3% berat badannya. Hijauan yang digunakan
adalah rumput-rumputan maupun leguminosa sebagai pakan
berkualitas tinggi (rumput gajah, setaria kolonjono, dll).

Penentuan kualitas pakan tersebut berdasarkan tinggi


rendahnya kandungan nutrisi (zat pakan) dan kadar serat
kasar. Pakan hijauan yang berkualitas rendah mengandung
serat kasar tinggi yang sifatnya sukar dicerna karena terdapat
lignin yang sukar larut oleh enzim pencernaan.

Untuk menjamin peningkatan berat badan sapi setiap hari,


maka jumlah pakan yang diberikan harus cukup jumlah dan
gizinya. Yang biasa diberikan para peternak berupa hijauan
untuk setiap ekornya 30-40 kg per hari setiap sore hari.

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

45

sedangkan paginya diberi konsentrat yang terdiri dari 40 kg


bekatul, 0.25 kg garam, dan 6 ember air setiap ekor sapi. Ada
juga yang memberi makanan tambahan berupa molasse blok
yang dibuat dari campuran gaplek, biji randu, urea, dedak
dan mineral.

Konsentrat dan makanan tambahan akan mempercepat


laju penambahan berat badan, juga penguat tubuh sapi, di
samping sebagai variasi makanan yang bisa menambah
nafsu makan sapi. Sebaiknya jumlah hijauan, konsentrat
dan makanan tambahan yang diberikan setiap hari tidak
berubah selama 6 bulan masa penggemukan. Malah ada
kecenderungan jumlah pakan yang dikonsumsi sapi semakin
berkurang.

46

Pakan harus Baik dan Cukup

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

D. PENGENDALIAN PENYAKIT
Dalam pengendalian penyakit, yang lebih utama dilakukan adalah
pencegahan penyakit daripada pengobatan, karena penggunaan
obat akan menambah biaya produksi dan tidak terjaminnya
keberhasilan pengobatan yang dilakukan. Usaha pencegahan
yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sapi adalah :
a. Pemanfaatan kandang karantina. Sapi bakalan yang baru
hendaknya dikarantina pada suatu kandang terpisah, dengan
tujuan untuk memonitor adanya gejala penyakit tertentu yang
tidak diketahui pada saat proses pembelian. Disamping itu
juga untuk adaptasi sapi terhadap lingkungan yang baru. Pada
waktu sapi dikarantina, sebaiknya diberi obat cacing karena
berdasarkan penelitian sebagian besar sapi di Indonesia
(terutama sapi rakyat) mengalami cacingan. Penyakit
ini memang tidak mematikan, tetapi akan mengurangi
kecepatan pertambahan berat badan ketika digemukkan.
Waktu mengkarantina sapi adalah satu minggu untuk sapi
yang sehat dan pada sapi yang sakit baru dikeluarkan setelah
sapi sehat. Kandang karantina selain untuk sapi baru juga
digunakan untuk memisahkan sapi lama yang menderita sakit
agar tidak menular kepada sapi lain yang sehat.
b. Menjaga kebersihan sapi bakalan dan kandangnya. Sapi
yang digemukkan secara intensif akan menghasilkan kotoran
yang banyak karena mendapatkan pakan yang mencukupi,
sehingga pembuangan kotoran harus dilakukan setiap saat
jika kandang mulai kotor untuk mencegah berkembangnya
bakteri dan virus penyebab penyakit.
c. Vaksinasi untuk bakalan baru. Pemberian vaksin cukup
dilakukan pada saat sapi berada di kandang karantina.

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

47

Vaksinasi yang penting dilakukan adalah vaksinasi Anthrax.


Beberapa jenis penyakit yang dapat meyerang sapi potong
adalah cacingan, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kembung
(Bloat) dan lain-lain.

Di samping itu setiap hari harus diperhatikan kesehatan sapi.


Jika ada sapi yang menunjukkan gejala terserang penyakit,
segera diobati. Karena pengobatan pada gejala awal lebih
mudah, daripada mengobati sapi yang telah terserang berat
oleh penyakit yang dapat mengakibatkan kematian. Bisa juga
sapi hanya hilang nafsu makannya tetapi bukan terserang
bibit penyakit, ini perlu segera diberi obat penambah nafsu
makan. Sehingga tidak terjadi penurunan jumlah makanan
yang akibatnya penambahan berat badan juga berkurang.

E. PRODUKSI DAGING
Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi daging adalah
1. Pakan.Pakan yang berkualitas dan dalam jumlah yang
optimal akan berpengaruh baik terhadap kualitas daging.
2. Faktor Genetik.Ternak dengan kualitas genetik yang baik
akan tumbuh dengan baik/cepat sehingga produksi daging
menjadi lebih tinggi.
3. Jenis Kelamin.Ternak jantan tumbuh lebih cepat daripada
ternak betina, sehingga pada umur yang sama, ternak jantan
mempunyai tubuh dan daging yang lebih besar.
4. Manajemen.Pemeliharaan dengan manajemen yang baik
membuat sapi tumbuh dengan sehat dan cepat membentuk
daging, sehingga masa penggemukan menjadi lebih singkat.

48

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

Lampiran-6

Budidaya Kebun Rumput


Langkah-langkah yang harus diperhatikan agar budidaya rumput yang
kita kelola menghasilkan hijuan yang optimum :
A. Pemilihan lokasi
B. Pemilihan bibit dan bahan penanaman
C. Pengolahan tanah dan penanaman
D. Pemeliharaan
E. Pemanenan
F. Peremajaan
A. Pemilihan Lokasi
Faktor-faktor yang penting diperhatikan dalam menentukan lokasi
penanaman rumput unggul :
(1). Kesuburan tanah dan topografi

Tanah dengan kualifikasi bagus saat ini diprioritaskan untuk


tanaman pangan guna mencukupi kebutuhan hidup pokok
manusia, sedangkan lahan yang tersisa digunakan untuk
menanam hijauan makanan ternak dengan perbaikan
perlakuan tanah dan pemupukan. Sedangkan topografi
berpengaruh terhadap cara pengolahan tanah dan pola
penanaman hijauan.

(2). Sumber air


Air diperlukan untuk sebagai perantara tanaman mengambil


unsur hara dari tanah dan mendistribusikannya ke seluruh

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

49

jaringan sebagai bahan baku dalam proses fotosintesa untuk


kelangsungan produksi hijauan.
(3). Sarana dan prasarana komunikasi dan transportasi

Kelancaran sarana dan prasarana dari lokasi penanaman ke


pemasaran dan tempat pembelian bahan dan alat penanaman
akan menentukan efisiensi usaha tani.

B. Pemilihan bibit dan bahan penanaman


Penggunaan bibit yang bermutu akan menghasilkan efisiensi
waktu, tenaga, biaya dan kelangsungan pertumbuhan dari rumput.
Hal yang perlu diperhatikan :
(1). Bibit sesuai dengan iklim dan lingkungan setempat
(2). Mudah dibudidayakan dan dikembangkan
(3). Menghasilkan produksi yang tinggi
Bahan penanaman yang biasa digunakan adalah stek, stolon dan
pols :
(1). Stek adalah batang rumput yang cukup umur, dipotongpotong sepanjang 20-30 cm dan terdiri 2-3 buku, dapat lebih
tahan lama bila disimpan di tempat sejuk
(2). Stolon adalah potongan batang rumput yang menjalar
dipermukaan tanah dan membentuk tunas/anakan
(3). Pols adalah sobekan rumput yang terdiri dari 2 3 anakan

C. Pengolahan tanah dan penanaman


Awal pertumbuhan rumput yang baik sangat tergantung pada
pengaruh dari luar, waktu penanaman dan pengolahan tanah pada

50

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

tanah tanpa irigasi dilakukan pada musim hujan. Diperhitungkan


juga jarak waktu antara pengolahan dan penanaman rumput.
Pengolahan tanah bertujuan untuk mempersiapkan media tumbuh
yang optimum bagi suatu tanaman. Adapun urutannya sebagai
berikut :
(1). Pembersihan lahan. Membersihkan lahan terhadap pohon,
semak belukar atau tanaman lainnya.
(2). Pencangkulan/pembajakan. Bertujuan memecah lapisan tanah
menjadi bongkahan untuk mempermudah penggemburan
selanjutnya. Dengan membalik lapisan tanah tersebut
dan membiarkan beberapa saat, diharapkan mineralisasi
bahan organik berlangsung lebih cepat karena aktifitas
micro organisme dipergiat, sehingga tanah menjadi masak.
Diusahakan kedalaman pencangkulan 40 cm.
(3). Penggemburan/penggaruan. Tujuan untuk menghancurkan
bongkahan besar menjadi struktur yang lemah dan sekaligus
membebaskan tanah dari sisa perakaran tumbuh-tumbuhan
liar. Bersamaan dengan penggemburan perlu dilakukan
pemupukan dasar (N, P dan K) dengan kebutuhan per hektar
80 kg TSP, 60 kg KCl dan 110 kg urea. Pada tanah yang
miring, penggemburan dilakukan menurut kontur (contour)
tanahnya, hal ini untuk memperkecil kemungkinan erosi.
Setelah itu dibiarkan dahulu tanah tersebut 7 hari.

Metode penanaman yang di lakukan :


(1). Stek, penanamannya dengan cara memasukkan
bagian dari panjang stek dengan kemiringan 30o atau
dapat juga ditanam seperti tanaman tebu, yaitu stek
dimasukkan kedalam tanah secara terlentang.

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

51

Jarak tanam :
Tanah subur

: 50 cm x 50 cm, 60 cm x 60 cm

Tanah sedang

: 75 cm x 75 cm

Tanah kurang subur : 1 m x 1 m


(2). Stolon, menanam dengan menimbuni bagian stolon yang
berjarak 30 60 cm dari buku. Jarak tanam bervariasi, 90
cm x 60 cm, 90 cm x 90 cm dan 60 cm x 120 cm.
(3). Pols (anakan), menanamnya seperti menanam padi,
dengan kebutuhan setiap lubang 2 anakan. Jarak tanam
bervariasi, 30 cm x 30 cm, 40 cm x 40 cm dan 50 cm x 30 cm.
D. Pemeliharaan
(1). Perawatan rumput dapat dilakukan dengan pendangiran
3 - 4 kali per tahunnya atau pendangiran dilakukan setiap
kali pemangkasan dan atau tergantung dari kondisi daerah
masing-masing.
(2). Adapun pendangiran rumput ini dapat dilakukan melalui
2 cara, yaitu : dengan cara membersihkan tanamanan liar,
baru kemudian penggemburan tanah disekitarnya atau
langsung dilaksanakan penggemburan tanah dengan cara
pencangkulan disekitar rumpun rumput dengan membalikkan
tanah tersebut.
(3). Pemupukan

Pemupukan bertujuan untuk memberikan zat zat makanan


pada tanaman, mempertahankan kesuburan tanah dan
memperbaiki struktur tanah

(4). Pengairan dilakukan 7 hari setelah dilaksanakannya


pemupukan. Dalam pelaksanaan ini harus diperhatikan
52

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

jangan sampai kedapatan air yang menggenang sebab dapat


menyebabkan kerusakan tanaman dan bahkan kematian
tanaman.

E. Pemanenan
Pada musim penghujan secara umum rumput sudah dapat
dipanen pada usia 40 - 45 hari. Sedangkan pada musim kemarau
berkisar 50 - 55 hari. Lebih dari waktu tersebut, kandungan nutrisi
semakin turun dan batang semakin keras sehingga bahan yang
terbuang (tidak dimakan oleh ternak) semakin banyak.
Sedangkan mengenai panen pertama setelah tanam dapat
dilakukan setelah rumput berumur minimal 60 hari. Apabila terlalu
awal, tunas yang tumbuh kemudian tidak sebaik yang di panen
lebih dari usia 2 bulan.
Pada pemotongan batang rumput sebaiknya ditinggalkan 10 cm
dari permukaan tanah. Pemotongan batang tanaman yang terlalu
pendek menyebabkan semakin lambatnya pertumbuhan kembali,
namun jika batang yang ditinggalkan terlalu panjang maka tunas
batang saja yang akan berkembang sedangkan jumlah anakan
akan berkurang.
Pemanenan juga dapat dilakukan dengan cara renggutan
langsung oleh ternak, metode ini biasanya di lakukan pada jenisjenis rumput yang tidak terlalu tinggi, tumbuhnya menjalar di tanah.
Hal yang penting adalah populasi ternak yang harus disesuaikan
dengan luasan lahan rumput agar tidak terjadi renggutan yang
berat dan injakan yang parah.

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

53

F. Peremajaan
Peremajaan rumput dapat dilakukan setelah tanaman tersebut
mencapai umur 3 4 tahun atau setinggi-tingginya 4,5 tahun.
Hal ini tergantung situasi dan konsidi daerahnya. Sedangkan
pelaksanaannya dapat dilakukan secara bertahap, yaitu diantara
rumpun lama ditanam stek atau pols baru, setelah tanaman tresebut
mulai tumbuh dengan baik, maka rumpun lama dibongkar. Begitu
seterusnya sehingga kebutuhan runput potongan tetap tersedia.

54

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

Lampiran-7

Cara Penanaman Rumput Unggul dan Legume

1. Pengolahan tanah
Adalah suatu perlakuan mekanis terhadap tanah dengan tujuan
menciptakan sifat fisik dari tanah yang baik bagi kehidupan dan
pertumbuhan tanaman
a. Pembersihan tanah, tujuannya adalah membersihkan lahan
dari tanaman liar yang akan menganggu pertumbuhan
rumput. Hal yang penting juga adalah mempertahankan
beberapa tanaman sebagai peneduh ternak dan pencegah
erosi.
b. Pembajakan tanah, bertujuan memecah lapisan tanah
menjadi bongkah-bongkah agar proses mineralisasi bahanbahan organic berlangsung dengan cepat.
c. Penggaruan dan pembuatan bedengan, bertujuan
menghancurkan bongkahan-bongkahan padat menjadi
struktur remah sekaligus membersihkan sisa-sisa perakaran
dari tanaman liar. Sebelum proses ini tanah dapat diberikan
pemupukan awal dengan pupuk organic (pupuk kandang)
ataupun anorganik (N,P,K)
2. Penanaman
Penanaman biasanya dimulai pada awal musim hujan, setelah
pengolahan tanah selesai.

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

55

Metode penanaman :
a. Penanaman dengan stek (Rumput Gajah, Rumput Raja)

Cara penanaman :
1. Pilih batang rumput yang tidak terlalu tua, potong dengan
ukuran 20-30 cm (ada 2-3 buku)
2. Tancapkan stek batang dengan posisi miring 30-400
dengan 2 buku masuk ke dalam tanah dan 1 buku di atas
permukaan tanah.
3. Dengan jarak tanam 50 cm dalam barisan, dalam luasan
1 hektar memerlukan sekitar 20.000 batang.
4. Perkuat stek batang dengan cara diinjak agar tidak
mudah rebah.

b. Penanaman dengan pols/sobekan rumpun (R. Benggala)


Cara penanaman :
1. Buat lubang penanaman dengan dalam 20-25 cm, jarak
tanam 60 x 60 cm, atau disesuaikan dengan kondisi
lahan
2. Pilih rumpun yang sehat dengan pertumbuhan yang
bagus, terdiri 2-3 batang, pastikan kondisi akarnya baik,
tanam di lubang yang telah dibuat kemudian tanahnya
dipadatkan.
3. Sebelum di tanam pangkas daunnya untuk mengurangi
penguapan, dan lakukan pengairan atau penyiraman bila
tidak ada hujan.

56

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

c. Penanaman dengan Stolon (Rumput Bintang Afrika)


Cara penanaman :
1. Pilih stolon yang sehat dan mempunyai mata tunas dan
perakaran yang baik
2. Letakkan di tanah dengan jarak tanam 1 m antara larikan,
dan jangan timbuni semua stolon dengan tanah, tetapi
timbuni dengan jarak 30 60 cm dari mata tunas untuk
mempercepat pertumbuhan.
3. Padatkan dengan cara diinjak.
d. Penanaman dengan biji / stek batang (Gamal)
Cara penanaman :
1. Penanaman dengan biji, dilakukan secara langsung
dengan system baris, biji ditanam dengan kedalaman
kurang dari 2,5 cm, jarak antara baris penanaman 1,5 4
cm. Penanaman sebaiknya dilakukan pada waktu musim
hujan.
2. Penyemaian di dalam polybag. Penanaman sebaiknya di
dalam polybag, biji yang akan di tanam di masukkan ke
dalam polybag dengan kedalam 2,5 cm. Setelah tinggi
tanaman 30 40 cm tanaman di pindahkan ke dalam
lubang penanaman.
3. Perbanyakan dengan stek batang sepanjang 1 m,di
tanam dengan kedalaman 15 cm pada awal musim
hujan. Tunas akan tumbuh setelah 4 minggu.

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

57

Lampiran-8
Cara Panen Rumput dan Legume

Tanda tanda biji rumput untuk siap panen :


1. Biji rumput sudah sempurna dan masak
2. Biji mulai gugur dan rontok tertiup angin atau di makan burung
3. Bila dipegang biji terasa keras karena biji sudah terisi
Cara panen rumput
A. Menggunakan kantong plastic
a. Siapkan kantong plastic pembungkus
b. Kumpulkan batang dipangkal biji dan diikat, kemudian
masukkan plastic pembungkus sampai menutupi semua biji
c. Ikat plastic pembungkus
d. Biarkan sampai biji masak dan gugur sendiri dalam plastic
e. Amati biji yang mulai gugur dalam plastic kemudian potong
batang biji tersebut
f. Bersihkan biji
pembungkus

rumput

yang

menempel

pada

plastic

B. Cara manual/dipotong langsung


a. Potong langsung pada pangkal biji dengan sabit kemudian
dikumpulkan dalam karung
b. Hasil panen dilayukan di atas terpal selama 3-4 hari

58

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

c. Kemudian tangkai biji dipukul pukul menggunakan kayu


sampai biji gugut
d. Biji yang gugur dipisahkan dari potongan batang dan kotoran
lainnya
e. Biji yang telah bersih dijemur selama 3 hari sampai kadar air
11%
Tanda biji legume siap panen
1. Warna polong buah berubah dari hijau menjadi coklat atau
kecoklatan
2. Pecahnya buah polong
3. Bentuk biji lengkap dan sempurna
Cara panen legume
1. Untuk biji yang sudah tua di petik satu per satu
2. Biji dikumpulkan kemudian dijemur selama 2-3 hari di atas
terpal
3. Pisahkan biji dari kulitnya dengan cara dipukul dengan
menggunakan kayu, kemudian ampas kulitnya dibuang
Cara Penyimpanan Biji rumput dan legume
1. Bersihkan biji legume menggunakan tampi atau kipas pemutar
sampai benar benar bersih dan diuji kadar airnya dengan alat
Moisture meter.
2. Biji dibungkus menggunakan kantong plastic kemudian di
tutup rapat atau dijahit dan selanjutnya disimpan dalam rak
penyimpanan
3. Biji legume harus disimpan dalam suhu rendah atau suhu
kamar

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

59

Cara perkecambahan pada biji legume


1. Biji legume direndam di dalam air panas bersuhu 80oC
atau dimasak selama 3-5 menit. Perendaman ini disesuaikan
dengan besar kecilnya biji legume tersebut.
2. Kemudian saring biji legume
3. Setelah biji legume disaring, angin-anginkan biji tersebut di
atas kertas Koran atau terpal selama 1 hari

60

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

Lampiran-9

JENIS BENIH/BIBIT HIJAUAN PAKAN TERNAK

A. Rumput
1. Brachiaria brizantha

Nama umum

: Rumput Bebe

Daerah asal

: Afrika Tropis

Fungsi tanaman
-

rumput potongan

padang penggembalaan

baik unyuk hay dan silase

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

61

Gambaran umum
-

tanaman semak tinggi mencapai 120 cm

batangnya tegak dengan tangkai bunga bisa mencapai 180 cm

daunnya panjang dan tipis

Persyaratan tumbuh
-

sangat cocok untuk daerah tropis lembab dengan musim


kering kurang dari 6 bulan

tinggi tempat 0 3000 m dpl

tumbuh dengan baik pada berbagai jenis tanah termasuk


tanah berpasir dan tanah masam dengan Ph 3,5 4

berkembang baik pada berbagai jenis tanah termasuk tanah


berpasir dan tanah masam dengan Ph 3,5 4

berkembang baik sekali pada tanah yang subur

pertumbuhan kurang pada tanah yang drainasenya buruk

suhu optimal optimal : 30 -350

- Biji yang baru dipanen lambat pertumbuhannya karena


mempunyai sifat dorminansi. Dorminansi dapat ditanggulangi
dengan perendaman dalam asam atau biji disimpan dulu
selama 6-8 bulan.
- Kombinasi yang baik dengan Arachis pintoi, Centrosema
pubescens, Desmodium ovalifolium dan Stylosanthes spp.
Perbanyakan
-

Dengan biji

Dengan sobekan rumpun

Dengan stek batang

Produksi

62

Produksi bahan kering = 20 ton/ha

Produksi benih = 100-500 kg/ha

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

2. Brachiaria decumbens

Nama umum : Rumput Bede, Rumput Signal


Daerah asal : Afrika Tropis
Fungsi tanaman
-

Penutup tanah

Rumput potongan

Padang penggembalaan

Dibuat hay

Gambaran umum
-

Tanaman berumur panjang

Menjalar dengan stolon membentuk hamparan lebat setinggi


80-150 cm

Daun berbulu warna hijau gelap

Bunga tersusun dalam malai yang menyerupai bendera

Tahan penggembalaan berat

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

63

Persyaratan tumbuh
- tumbuh pada ketinggian 1.200-1.750 m diatas permukaan
laut
-

Curah hujan 1.500 mm atau lebih.

Struktur tanah ringan, sampai berat

Sangat rensponsif terhadap pemupukan nitrogen

Mampu tumbuh pada lereng terjal

Tidak tahan genangan air

Pengelolaan

64

Tumbuh pada ketinggian 1.200-1.750 m diatas permukaan


laut

Curah hujan 1.500 mm atau lebih.

Struktur tanah ringan, sampai berat

Sangat rensponsif terhadap pemupukan nitrogen

Mampu tumbuh pada lereng terjal

Tidak tahan genangan air

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

3. Brachiaria humidicola

Nama umum

: Rumput BH

Daerah asal

: Afrika Tropis

Fungsi tanaman
-

Penutup tanah,

Penahan erosi

Padang penggembalaan

Gambaran umum
-

Menyebar dengan stolon dan rizoma

Membentuk hamparan lebat

Sangat tahan penggembalaan berat

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

65

Persyaratan tumbuh
-

Tumbuh pada ketinggian 1.000-2.000 m diatas permukaan


laut

Curah hujan 1.299 mm/tahun.

Tolerans terhadap kesuburan tanah yang rendah

Tahan terhadap genangan air

- Tolerans terhadap panas, kekeringan dan dapat tumbuh


kembali setelah pembakaran terbakar
-

Responsif terhadap pemupukan N

Dapat beradaptasi pada semua jenis tanah

pH tanah rendah (asam) sampai tinggi (basa)

Pengelolaan
-

Berkembang dengan biji

Dapat ditanam bersama Siratro dan Centro yang paling baik


dengan Arachis pintoi

Perbanyakan
-

Dengan sobekan rumput (pols), jarak tanam 1x2 m

Dengan biji 2-5 kg/ha.

Produksi

66

Benih 200 kg/ha biji

Hijauan 25 ton bahan kering/ha

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

Pengelolaan
- biji yang baru dipanen berdaya kecambah buruk, tetapi
pertumbuhan biji akan menjadi baik (70%) setelah
penyimpanan selama 6-18 bulan di tempat kering.
-

Daya tumbuh biji kering rata-rata rendah yaitu 15 % (ditanam


segera setelah panen), pernah dilaporkan mencapai 95 %.

pemotongan pertama setelah 4-6 bulan.

pemotongan selanjutnya dengan interval 4-6 bulan (musim


hujan) dan 60 hari sekali dimusim kemarau.

Pembongkaran tanaman setelah 5-7 tahun

Perbanyakan dengan biji 3,5 4 kg/ha


Produksi
-

hijauan 2-9 ton bahan kering/ha/thn (tanpa pemupukan), bisa


mencapai 24 ton BK/ha/thn dengan pemupukan lengkap

Produksi benih bervariasi 150-1500 kg/ha tergantung kultivar


dan kondisi pertumbuhan.

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

67

4. Panicum maximum

Nama umum : Rumput benggala, rumput guinea


Daerah asal

: Afrika Timur dan Afrika Tengah

Fungsi tanaman
-

Padang penggembalaan

Rumput potong

Gambaran umum

68

Tumbuh tegak membentuk rumpun

Dapat mencapai tinggi 2.4 m

Sistim perakaran baik dan dalam

Tahan naungan

Tahan api

Daun panjang, hijau dan permukaannya luas

Bunga membentuk malai

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

Persyaratan tumbuh
-

Tumbuh baik pada daerah lembab tropis

Curah hujan lebih dari 1.015 mm/tahun.

Dapat beradaptasi pada berbagai tipe tanah tetapi tumbuh


sangat pada tanah dengan kesuburan sedang dan tinggi dan
drainasi baik

Pengelolaan dapat ditanam bersama Siratro dan leguminosa


lainnya
Perbanyakan
-

dengan biji 2,2 kg/ha jika ditanam bersama tanaman lain

6,7 biji/ha untuk tanaman murni

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

69

5. Pennisetum purpureum

Nama umum

: Rumput gajah, rumput napier

Daerah asal

: Afrika Subtropis

Fungsi tanaman
-

sebagai penutup tanah

rumput potongan

dibuat silase,

Gambaran umum
- tumbuh tegak, membentuk rumpun dengan tinggi dapat
mencapai 1,8 3,6 m, berumur panjang

70

Sistim perakaran kuat dan dalam

Batang tebal dan kera

Daun relatif besar, tepinya tebal mengkilap.

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

- Bunga tersusun dalam tandan dengan panjang 30 cm,


berwarna keemasan
-

Mampu bersaing dengan rumput lain

Kurang tahan terhadap genangan air

Menghendaki tingkat kesuburan tanah yang tinggi

Responsif terhadap pemupukan

Persyaratan tumbuh
-

Tumbuh pada ketinggian 0 -3.000 m diatas permukaan laut.

Curah hujan 1.500 mm/tahun.

Pengelolaan
-

Ditanam dalam larikan dengan jarak 90 -120 cm, kedalaman


15 cm

Bila ditanam bersama Centro, jarak tanam 60-90 cm

Jumlah benih Centro 2-3 kg/ha, ditanam diantara larikan

Perlu pemupukan dan pendangiran

Pemotongan setiap 40 hari pad musim hujan dan 90 hari


sekali musim hujan dan 90 hari sekali pada musim kemarau

Perbanyakan dengan stek batang 2.000 batang/ha


Produksi
- Benih yang baik baru dapat diperoleh pada ketinggian
lahan lebih dari 1.000 m, diatas permukaan laut tetapi daya
tumbuhnya rendah produksi hijauan 100-200 ton/ha/tahun.
-

Hijauan 25 ton bahan kering/ha

60-100 ton hijauan/ha/tahun

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

71

B. Tanaman Leguminosa
1. Arachis pintoi

Nama umum

: Kacang Arachis, Kacang Pinto

Daerah asal

: Brazil

Fungsi tanaman
-

Penutup tanah,

pasture dibawah tanaman perkebunan

Padang penggembalaan campuran

Gambaran umum

72

Tanaman tahunan, mirip kacang tanah

Perakaran dalam kuat, akarnya berkembang dengan banyak


cabang, lunak dan membentuk lapik tebal sampai kira-kira
20 cm, tinggi batang 50 cm

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

Daun terdiri atas 4 lembar, bila ditanam pada daerah yang


disinari cahaya matahari penuh, berwarna hijau pucat, bila
ditanam dibawah naungan berwarna hijau gelap, warna
bunga kuning.

Persyaratan tumbuh
-

Dapat tumbuh pada tanah liat berpasir dengan pH rendah,


kesuburan rendh dan mengandung aluminium tinggi

Toleransi sedang terhdapa aluminium

Toleransi tinggi terhadap Mn

Kurang Toleransi terhadap tanah bergaram

Pengelolaan
-

Biji yang masih segar mempunyai tingkat dormancy yang


tinggi dan dapat dikurangi dengan mengeringkan antara 3545 derajat C selama 10 hari.

Biji ditanam dengan kedalaman 2-6 cm

Perbanyakan
-

Dapat ditanam dengan biji atau polong (10 -15 kg)

Dengan stek batang

Dapat ditanam bersama dengan rumput BD, rumput bahia


dan kikuyu.

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

73

2. Calliandra calotyrsus

Nama umum

: Kaliandra

Daerah asal

: Amerika Tengah

Fungsi tanaman
-

sebagai hijauan potongan

kayunya sebagai kayu bakar, dan dapat digunakan untuk


pulp (pembuatan kertas)

sebagai penahan erosi dan meningkatkan kesuburan tanah

Gambaran umum
- berbentuk pohon/semak kecil, tinggi antara 4- 6 m

74

diameter batang mencapai 30 cm

kulit pohonnya hitam kecoklatan

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

3. Centrosema pubescens

Nama umum
Daerah asal

: Centro
: Amerika Selatan

Fungsi tanaman
Sebagai penutup tanah, tanaman sela dan pencegah erosi

Gambaran umum
- tumbuhan menjalar, memanjat dan melilit
- batang agak berbulu, tidak berkayu
- berdaun tiga pada setiap tangkai daun
- bentuk helai daun oval/agak elips
- bunga relatif besar tersusun dalam tandan, warna bunga
ungu terang sampai ungu muda atau putih
Persyaratan tumbuh dapat ditanam bersama rumput benggala,
molasses dan kolonjono
Perbanyakan tanaman
- Dengan biji 3 5 kg/ha
- Sebelum ditanam, biji sebaiknya direndam air hangat 30
menit Produksi benih 300kg/ha

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

75

4. Desmanthus virgatus

Nama umum

: Mimosa, Lamtoro mini

Daerah asal

: Amerika

Gambaran umum
-

tanaman semak dengan tinggi 0,5 3 m

tumbuh tegak, berakar dalam

daun bersirip ganda warna bunga putih sampai krem

buah berwarna merah kecoklatan mengkilat terdiri dari 20


30 biji

Persyaratan tumbuh

76

dapat beradaptasi di daerah tropis maupun subtropis

curah hujan 250 2.000 mm

tinggi tempat 0 2.000 m dari permukaan laut

dapat tumbuh baik pada tanah netral sampai alkalis

dapat beradaptasi terhadap penggembalaan berat

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

Pengelolaan
harus dipotong/digembala secepatnya
Perbanyakan
-

dengan biji 2 6 kg/ha

bijinya keras, sehingga harus diskarifikasi secara mekanik,


digosok dengan kertas amplas atau direndam dengan air
panas sebelum disemaikan

Produksi rata rata 7,6 ton bahan kering, tetapi dilaporkan dapat
mencapai 23 ton/ha (hawai) dan 70 ton/ha (Australia)

5. Gliricidia sepium

Nama umum : Gamal


Daerah asal

: Amerika Selatan

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

77

Fungsi tanaman
-

Sebagai tanaman naungan/pelindung, pagar hidup

Penunjang tanaman lain (vanili dan merica)

- Tanaman batas pemilikan tanah


mengganggu tanaman pertanian

(pagar)

yang

tidak

Gambaran Umum
-

berbentuk pohon dengan ukuran sedang

Tumbuh tegak, akar dapat menembus tanah cukup dalam

Cirri khas tanaman ini adalah warna hijau daun yang terang
pada bagian permukaan dan agak pucat pada bagian
belakang

Bunganya keungungan

Pertumbuhan vegetatof gamal cukup baik karena pertumbuhan


tunas setelah pemangkasan setiap pohon rata-rata 20 tunas

Tahan terhadap musim kemarau panjang (4-6 bulan)

Persyaratan tumbuh
-

dapat tumbuh pada beberapa jenis tanah, termasuk tanah


yang kurang subur

Ketinggian tempat mencapai 0 1300 m dari permukaan laut

78

Curah hujan 650 3500 mm

Dapat tumbuh pada tanah yang masam

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

Pengelolaan tanaman
-

sebagai pagar ditanam dengan jarak tanam 25 cm

sebagai hijauan potongan, tanaman dipangkas dengan tinggi


pangkas 1 m

- tidak seperti leguminosa yang lain, biji gamal tidak


membutuhkan perlakuan skarifikasi, ditanam sedalam 2 3
cm dalam kantong plastic (polybag, yang sudah diisi campuran
tanah dan pupuk kandang
- Batang/stek yang akan digunakan sebaiknya bagian bawah
setiap cabang yang cukup tua
- panjang stek yang dipergunakan antara 30 100 m
penampang/garis tengah batang antar 2 - 6 cm
- cara tanam tegak dan kedalaman tanam 20 cm kulit batang
jangan tergores
- umur pangkas pertama 12 bulan dan pangkas berikutnya
setiap 6 12 minggu
Perbanyakan tanaman
-

Tanaman ini dapat dikembangkan melalui 2 cara yaitu dengan


menggunakan biji dan batang (stek)

Bila dikembang biakkan dengan biji hasilnya lebih memuaskan,


tetapi membutuhkan persiapan yang lama

Tingkat pertumbuhan penanaman stek 55%

Produksi hijauan sebanyak 5 kg/pohon (interval potong 3


bulan)

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

79

6. Leucaena leucocephala

Nama umum : Lamtoro gung


Daerah asal

: Amerika Tengah dan Selatan

Fungsi tanaman
-

Padang penggembalaan dan hijauan potongan

Penghasil kayu bangunan, bahan bakar dan pagar

Dapat digunakan untuk reboisasi, reklamasi tanah tandus/


kritis

Gambaran umum
- Berbentuk pohon, dapat mencapai tinggi lebih dari 10 m,
dengan diameter batang 20 cm

80

Pada musim kemarau daun-daun akan gugur dan apabila air


cukup tersedia akan tumbuh kembali

Berakar dalam dan pada akar serabut kecil dekat permukaan


tanah terdapat bintil bintil akar yang berisi bakteri (rizobium)
Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

yang mampu mengikat nitrogen dan udara sebagai zat


makanan yang sekaligus dapat menyuburkan tanah
- Berbunga dan berbuah sepanjang tahun dengan warna
bunga putih kekuningan berbentuk bola
Persyaratan tumbuh
- Tumbuh baik pada ketinggian 0 700 m diatas permukaan
laut
-

Menghendaki drainase yang baik

- Pertumbuhan waktunya lambat, sampai umur 6 minggu


tingginya hanya 30 cm, setelah itu pertumbuhannya cepat
dan pada saat umur 6 bulan tingginya mencapai 2 m
-

Dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur

Kurang tahan terhadap tanah asam

Dapat tumbuh pada struktur tanah sedang sampai berat

Pengelolaan tanaman
-

Pada awal penanaman perlu perawatan yang intensif

- Pemangkasan pertama dapat dilkukan setelah tanaman


mencapai tinggi 1,5 2 m dan pemangkasan berikutnya
setiap 4 bulan
-

Tinggi pemangkasan 0 -1 m dari permukaan tanah

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

81

Perbanyakan
-

Dengan menggunakan biji (1-2kg/ha)

- Karena biji lamtoro masih cukup keras, maka untuk


mempercepat perkecambahan, perlu perlakuan khusus (baik
direndam air panas, dikikir ataupun dengan cara kimia yaitu
menggunakan asam sulfat pekat)
-

Biji ditanam sedalam 2- 3 cm, kemudian ditutup dengan tanah

- Jika penanaman dilakukan dengan persemaian, maka


semaikan dengan menggunakan kantong-kantong plastic
yang isinya campuran tanah dan pupuk

82

Produksi benih

: 300 kg biji/ha

Produksi hijauan

: 1-1,5 kg/pohon (setiap 4 bulan)

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

7. Sesbania grandiflora

Nama umum : turi


Daerah asal : diduga dari daerah Asia Tenggara
Fungsi tanaman
-

Daun dan bunganya dapat digunakan untuk pakan ternak

Bunga dan buahnya dapat dikonsumsi manusia

Tanaman peneduh dan penunjang tanaman lain (panili dan


lada)

Bunga dan buahnya dapat dikonsumsi manusia

Kayunya untuk bahan bakar dan dapat digunakan untuk pulp


(pembuatan kertas)

Extrak dari daun, bunga, kulit dan akar dapat untuk obat
tradisional penyakit malaria

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015

83

Gambaran umum
-

Tumbuh tegak dapat mencapai tinggi sampai 15 m dengan


diameter batang bawah 30 cm

- Cabangnya sedikit, bentuk buah panjang seperti kacang


panjang dengan warna hijau pada waktu masih muda, dan
coklat kekuningan pada saat sudah masak
Persyaratan tumbuh
-

Tumbuh baik pada dataran rendah sampai dengan ketinggian


800 m dari permukaan laut, peka terhadap suhu dingin

Curah hujan antara 2.000-4.000mm/tahun

Tidak tumbuh dengan baik pada tanah kritis, toleran terhadap


tanah basa dan agak asam, tumbuh di daerah tropis yang
lembab

- Dapat ditanam pada areal khusus di Australia dan india


perhektar luasan mencapai 3.000 pohon
Pengelolaan tanaman
-

Biji tidak perlu perlakuan khusus, pertumbuhan vegetative


kurang, biasanya ditanam pada daerah batas saluran irigasi,
jalan dan pematang sawah

Jarak tanam 2 m

Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji

Produksi

84

hijauan 27 kg/pohon/th

kayu 20 25

Pedoman Pelaksanaan Penguatan Pakan Sapi Potong Penggemukan Tahun 2015