Anda di halaman 1dari 6

ARSITEKTUR DALAM

PEMIKIRAN & PERADABAN ISLAM

Safavid
REVIANTO B. SANTOSA

Kebangkitan Kekuasaan
Islam
TIGA KERAJAAN ANTARA MESIU DAN PAHAM
KEAGAMAAN
Kekuasaan melalui penaklukkan sebagaiman dibentuk oleh Timur sangat sulit
dipertahankan. Secara teknis, pada akhir abad ke-15, kestabilan ini dapat
dicapai karena penguasaan bubuk mesiu, sehingga kekaisaran yang terbentuk
saat itu acapkali disebut sebagai gunpowder empire. Dari segi keagamaan,
penguasa yang bangkit saat itu memeluk satu paham keislaman yang
menjadikannya sebagai paham keagamaan negara. Persekutuan antara elit
penguasa dengan para ulama yang sepaham menjadi penting untuk
membentuk kekuasaan.
Dinasti Safavid yang bangkit di Azrebaijan dan menguasai Iran menjadikan
Syiah 12 Imam sebagai paham negara. Dinasti Uthmani di Turki memegang
syariah Sunni sedangkan Dinasti Mughal di India mendukung salah satu
cabang Sufisme.
Shah
Abbas
(Safavid)
Sulayman I
(Uthmani)
Akbar
(Mughal)

There is no list of seven wonders of the early modern world. If there


were, it would certainly include the Blue Mosque in Istanbul, Turkey,
the royal complex in Isfahan, Iran, and the Taj Mahal in Agra, India.
These architectural and artistic achievements alone would justify the
study of the Ottoman, Safavid, and Mughal empires that produced
them. The importance of the three empires, however, goes far beyond
what they wrought in stone.
Islamic Gunpowder Empires: Ottoman, Safavids and Mughals
(Douglas E. Streusand, 2011)
SAFAVID
150
0

1600

1700

1800

1900

1800

1900

1800

1900

MUGHAL
150
0

1600

1700

UTHMANI
150
0

1600

1700

Dinasti Safavid
(15011722)
Shah Ismail Safavi dari kalangan sufi di Iran barat laut
menggalang kekutan dengan dukungan sekelompok
militer dari Turki. Semula Safavi berkubu di Ardabil,
setelah menjadi kerajaan beribukota di Tabriz. Ismail (r.
150-1524) menyatukan Iran dan mempertahankan diri
dari ancaman Kesultanan Uthmani di barat dan Shaibani
di timur.
Safavi menjadikan Shiah 12 Imam sebagai agama
negara dan berusaha keras agar Iran yang semula
didominasi Muslim Sunni menjadi Shiah. Syiah
Imamiyah meyakini bahwa Imam ke-12 Muhammad alMuntazar telah ghaib di Samarra dan baru akan kembali
nanti sebagai Imam Mahdi. Pengikutnya menarik diri dari
dunia politis sambil menunggu kedatangan Sang Imam.
Dinasti Safavid mengklaim bahwa merekalah pewaris
sah keimaman sebelum kemunculan Imam Mahdi.
Shah Tahmasp, putra Ismail mulai membina kesenian
dengan mendatangkan para pengrajin dan seniman
termasuk dari istana Timurid di Samarkand.
Patron seni dan arsitektur yang paling menonjol adalah
Shah Abbas (r. 15871629). Pada tahun 1597 dia
memindahkan ibu kota ke Isfahan dan menjadikan kota

Maydan i Shah
Isfahan, 1629
Dengan memindahkan ibu kota dari Qazvin,
Shah Abbas memperbarui kota tua Isfahan
yang saat itu telah berumur lebih dari 500
tahun. Kehidupan publik di kota ini
dipindahkan dari sekitar Masjid jami Isfahan
ke pusat baru Maidan I Imam (Naqsh I
Jahan) yang mengintegrasikan fasilitas olah
raga, komersial dan keagamaan dalam
suatu kompleks dengan plaza terluas di
dunia saat itu.
Masjid Shaikh
Lutfullah

Maydan I Shah

Masjid I Shah

Istana Ali Qapu

Persian Image of
Paradise
Gambaran tentang surga dengan tamantaman menghijau dan air mengalir
sebagaimana diungkapkan dalam alQuran mendominasi kreativitas budaya
Persia seperti dalam ornamentasi kubah
maupun dalam karya taman.

Sequence of Gates
Sekuens (urutan) iwan courtyard iwan
ruang berkubah seperti yang dijumpai di
Mausoleum Gur I Mir. Iwan (pishtaq) depan
dengan menara ganda sehingga membentuk
gerbang yang menonjol merupakan komposisi
yang populer di masa Safavid. Mungkin
berhubungan dengan hadith bahwa Ali adalah
gerbang kota ilmu Rasul yang populer di
kalangan Syiah.