Anda di halaman 1dari 4

Pengertian Adsorbsi dan Jenis-Jenisnya

Pengertian Adsorpsi
Adsorpsi merupakan suatu proses kimia ataupun fisika yang terjadi ketika
suatu fluida, cairan maupun gas , terikat kepada suatu padatan atau cairan
(disebut: zat penjerap, adsorben) dan akhirnya membentuk suatu lapisan film
(disebut: zat terjerap, adsorbat) pada permukaannya. Berbeda dengan absorpsi
yang merupakan penyerapan fluida oleh fluida lainnya dengan membentuk suatu
larutan.
Dengan demikian dapat disimpulkan:
Adsorpsi --> peristiwa penyerapan suatu zat pada permukaan zat lain
Adsorbat senyawa terlarut yang dapat terserap
Adsorben padatan dimana di permukaannya terjadi pengumpulan senyawa
yang diserap
Dalam pengertian lain menyatakan adsorpsi merupakan suatu peristiwa
penyerapan pada lapisan permukaan atau antar fasa, dimana molekul dari suatu
materi terkumpul pada bahan pengadsorpsi atau adsorben.
Selain zat padat, adsorben dapat pula zat cair. Karena itu adsorpsi dapat terjadi antara :

zat padat dan zat cair,


zat padat dan gas,
zat cair dan zat cair
gas dan zat cair.

Menurut Sukardjo bahwa molekul-molekul pada permukaan zat padat atau zat cair,
mempunyai gaya tarik ke arah dalam, karena tidak ada gaya-gaya yang mengimbangi. Adanya
gaya-gaya ini menyebabkan zat padat dan zat cair, mempunyai gaya adsorpsi. Adsorpsi berbeda
dengan absorpsi. Pada absorpsi zat yang diserap masuk ke dalam adsorben sedang pada adsorpsi,
zat yang diserap hanya pada permukaan (Sukardjo, 2002:190).

Jumlah zat yang diadsorpsi pada permukaan adsorben merupakan proses berkesetimbangan,
sebab laju adsorpsi disertai dengan terjadinya desorpsi. Pada awal reaksi, peristiwa adsorpsi lebih
dominan dibandingkan dengan peristiwa desorpsi, sehingga adsorpsi berlangsung cepat. Pada
waktu tertentu peristiwa adsorpsi cenderung berlangsung lambat, dan sebaliknya laju desorpsi
cenderung meningkat. Ketika laju adsorpsi adalah sama dengan laju desorpsi sering disebut
sebagai keadaan berkesetimbangan. Waktu tercapainya keadaan setimbang pada proses adsorpsi
adalah berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh jenis interaksi yang terjadi antara adsorben dengan
adsorbat. Secara umum waktu tercapainya kesetimbangan adsorpsi melalui mekanisme fisika
(fisisorpsi) lebih cepat dibandingkan dengan melalui mekanisme kimia atau kemisorpsi

Jenis adsorpsi
Berdasarkan proses terjadinya ada dua jenis adsorbsi, yaitu Adsorbsi kimia dan adsorbsi fisika.
Berikut masing- masing penjelasannya.

1. adsorpsi fisika (Physisorption)


interaksi yang terjadi antara dasorben dan adsorbat adalah gaya Van der Walls dimana ketika
gaya tarik molekul antara larutan dan permukaan media lebih besar daripada gaya tarik substansi
terlarut dan larutan, maka substansi terlarut akan diadsorpsi oleh permukaan media. Adsorbsi
fisika ini memiliki gaya tarik Van der Walls yang kekuatannya relatif kecil. Molekul terikat
sangat lemah dan energi yang dilepaskan pada adsorpsi fisika relatif rendah sekitar 20 kJ/mol.
Contoh :
Adsorpsi oleh karbon aktif. Karbon aktif merupakan senyawa karbon yang diaktifkan
dengan cara membuat pori pada struktur karbon tersebut. Aktivasi karbon aktif pada
temperatur yang tinggi akan menghasilkan struktur berpori dan luas permukaan adsorpsi
yang besar. Semakin besar luas permukaan, maka semakin banyak substansi terlarut yang
melekat pada permukaan media adsorpsi.

2. adsorpsi kimia (Chemisorption)


Chemisorption terjadi ketika terbentuknya ikatan kimia (bukan ikatan van Dar Wallis) antara
senyawa terlarut dalam larutan dengan molekul dalam media. Chemisorpsi terjadi diawali
dengan adsorpsi fisik, yaitu partikel adsorbat tertarik ke permukaan adsorben melalui gaya Van
der Walls atau bisa melalui ikatan hidrogen. Dalam Chemisorbption partikel melekat pada
permukaan dengan membentuk ikatan kimia (biasanya ikatan kovalen), dan cenderung mencari
tempat yang memaksimumkan bilangan koordinasi dengan substrat.
Contoh : Ion exchange.

Perbedaan adsorpsi fisika dan kimia dapat dilihat pada tabel 1.

Adsorpsi fisika

Adsorpsi kimia

Molekul terikat pada adsorben oleh gaya Van


der Walls

Molekul terikat pada adsorben oleh ikatan


kimia

Mempunyai entalpi reaksi -4 sampai


kJ/mol

-40

Mempunyai entalpi reaksi -40 sampai


800kJ/mol

Dapat membentuk lapisan multilayer

Membentuk lapisan Monolayer

Adsorpsi hanya terjadi pada suhu dibawah


titik didih adsorbat

Adsorpsi dapat terjadi pada suhu tinggi

Jumlah adsorpsi pada permukaan


merupakan fungsi adsorbat

Jumlah adsorpsi pada permukaan merupakan


karakteristik adsorben dan adsorbat

Tidak melibatkan energi aktivasi tertentu

Melibatan energi aktivasi tertentu

Bersifat tidak spesifik

Bersifat sangat spesifik