Anda di halaman 1dari 55

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

PENDAHULUAN
TUJUAN UMUM :
Modul ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada peserta
diklat tentang pemeliharaan dan perbaikan (rekondisi) motor-motor listrik arus bolakbalik.
STANDAR KOMPETENSI :
Judul unit:

Memelihara motor-motor listrik arus bolak-balik.

Elemen Kompetensi :

Menangani perawatanan motor-motor arus bolakbalik.


Menggulung ulang (rewinding) motor tiga fasa.

Kriteria Unjuk Kerja:

Kegiatan

pemeliharaan

mencakup

identifikasi

gangguan, perawatan rutin dan pemeriksaan visual


dilakukan sesuai standar operasional yang berlaku.
Kegiatan

perbaikan

motor

listrik

mencakup

perbaikan mekanik dan perbaikan belitan motor


dilakukan sesuai standar operasional.
Ruang lingkup:

Unit ini merupakan keterampilan lanjutan dalam


bidang

pemanfaatan

energi

ketenagalistrikan.

Pekerjaan ini dapat dilakukan secara mandiri atau


dalam team kerja, mencakup pemeliharan dan
perbaikan motor-motor listrik rus bolak-balik.
SASARAN:
Modul ini ditujukan untuk pelatihan berbasis kompetensi baik untuk guru SMK
dan teknisi industri.
PRASYARAT PESERTA :
Sudah mengikuti Diklat Listrik Dasar

1
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

KEGIATAN BELAJAR 1

PEMELIHARAAN MOTOR ARUS BOLAK-BALIK

Tujuan Khusus Pembelajaran


Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini, diharapkan peserta mampu :
-

Memahami gangguan yang mungkin timbul pada motor arus bolakbalik dan penyebabnya

Melakukan perawatan rutin terhadap motor arus bolak-balik

Melakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap motor arus bolakbalik

Lembaran informasi

1.1.

Pendahuluan
Asal saja motor listrik mendapatkan pemeliharaan secara teratur maka kerusakan
motor akan menjadi sangat kecil kemungkinannya. Memang terjadinya kerusakan
tidak dapat dihindarkan sama sekali karena semua peralatan listrik dibatasi oleh
jam pemakaian. Yang perlu dihindarkan di sini adalah terjadinya kerusakan motor
sebelum waktunya.
Untuk itu, tindakan yang paling penting dalam pemeliharaan adalah segera
mengidentifikasi gangguan yang terjadi dan secepat mungkin melakukan
tindakan untuk mengatasinya.
Kegiatan pemeliharaan motor mencakup identifikasi gangguan dan penyebabnya
melalui serangkaian pemeriksaan visual dan pengujian-pengujian dan perawatan
rutin untuk mencegah timbulnya kerusakan.
2

Departemen Elektro & TI TEDC Bandung


Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

1.2.

Gangguan Motor
Dari pengalaman praktek dapat dikemukanan di sini bahwa beberapa jenis
gangguan motor dapat dengan mudah diidentifikasi, tetapi sebagian besar
gangguan yang mungkin terjadi membutuhkan pemeriksaan yang mendetail
untuk menemukan penyebabnya dan tingkat kerusakannya.
Gangguan yang sering terjadi pada motor listrik adalah sebagai berikut :
(i)

Kerusakan isolasi dan atau kerusakan penghantar

(ii)

Kehilangan salah satu tegangan fasa

(iii)

Kerusakan pada bagian mekanik motor

Kerusakan isolasi dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya :


-

Adanya ganguan pada bagian mekanik akibat macet atau


karena kerusakan pada bantalan motor.

Adanya panas lebih akibat terganggunya sistem tegangan


motor atau karena beban yang berlebihan

Kualitas isoalsi yang tidak bagus atau menurun karena umur


tua.

Ikatan gulungan motor yang kurang kokoh dan kualitas varnish yang jelek
menyebabkan timbulnya gesekan-gesekan antar lilitan motor akibat getaran yang
timbul pada motor pada saat bekerja. Hal ini kalau berlangsung lama maka dapat
menyebabkan terkelupasnya isolasi kawat email.
Kemudian motor yang sering mengalami beban lebih, tentu akan sering pula
mengalami panas lebih. Hal ini akan dapat mempercepat kerusakan isolasi atau
kecenderungan kerusakan isolasi lebih besar dari pada motor yang tidak pernah
mengalami panas lebih. Kerusakan isolasinya dipicu karena bahan isolasinya
cenderung kering sehingga mudah retak. Kondisi kerusakan isolasi akan
dipercepat lagi bila debu dan kotoran lainnya serta uap air masuk (penetrasi) ke
dalam lilitan melewati celah-celah retak tersebut. Seterusnya, bila kemudian
suatu saat motor menerima tegangan surja secara tiba-tiba, maka tegangan surja
3
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

tersebut akan dapat menembus isolasi penghantar dan terjadilah hubungan


pendek.
Kualitas isolasi gulungan motor dapat diketahui dengan mengukur besarnya
tahanan isolasinya dengan menggunakan alat ukur khusus yang disebut :
Insulation Tester atau Megger. Kualitas isolasi gulungan motor dianggap prima
bila nilai tahanan isolasnya di atas 20 - 50 Megaohm.
Nilai tahanan isolasi minimum yang dianggap masih aman adalah 220 kiloohm.
Bila nilai tahanan isolasi gulungan motor di bawah nilai itu maka harus segera
dilakukan pemeriksaan yang lebih intensif untuk mengetahui letak kerusakan
isolasi dan melakukan perbaikan seperlunya misalnya dengan memberi varnish
untuk meningkatkan kembali nilai tahanan isolasinya. Pada tingkat kerusakan
ringan, biasanya gangguan isolasi dapat diatasi dengan memberi varnish
berkualitas tinggi.

Gambar 1.1 Mengukur Tahanan Isolasi Motor dengan Megger


Pengukuran tahanan isolasi gulungan motor mencakup :
-

Tahanan isolasi antar gulungan fasa,


4

Departemen Elektro & TI TEDC Bandung


Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Tahanan isolasi antara gulungan fasa dengan rangka motor.

U
Z

Gambar 1.2 Mengukur Tahanan Isolasi antar Fasa

ZU

Gambar 1.3

X
V

Y
W

Mengukur Tahanan Isolasi antara Gulugan Fasa


dengan rangka motor

Kehilangan Salah Satu Fasa


Motor tiga fasa tidak akan dapat diasut (starting) bila tegangan suplai ke motor
hanya dua fasa (salah satu fasanya terputus). Karena rotor tidak berputar maka
arus yang ditarik oleh motor akan tinggi sekali di atas normal. Tetapi bila pada
saat motor tiga fasa sedang bekerja, tiba-tiba salah satu tegangan fasa yang
mensuplai motor terputus maka motor tetap akan berputar tetapi menarik arus
5
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

yang lebih tinggi. Sudah barang tentu hal tersebut akan mengakibatkan
overheating pada gulungan motornya.
Peyebab gangguan kelistrikan lainnya adalah adanya loncatan bunga api pada
kotak terminal motor. Ganguan seperti ini biasanya tidak dapat segera diketahui
karena tidak kelihatan. Oleh karena itu, perlu bertindak hati-hati pada saat
menangani melakukan penyambungan pada kotak terminal motor.
Semua titik sambungan pada kotak terminal harus dilakukan dengan
menggunakan sepatu kabel yang sesuai dengan ukuran kabel feedernya. Bila
perlu gunakan isolasi band kualitas tinggi untuk membungkus ujung-ujung
kabelnya. Yakinkan titik sambungan pada terminal motor rapi dan tidak ada
bahaya loncatan bunga api.
Kerusakan pada Bagian Mekanik Motor
Salah satu bagian mekanik motor yang paling rawan rusak adalah bantalan motor.
Kerusakan bantalan dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu :
-

Bantalan aus, karena umur atau karena kurang pelumasan

Beban motor yang berlebihan akibat pengkopelan yang tidak


baik.

Bantalan yang sudah aus mengakibatkan celah udara antara rotor dan stator tidak
rata, sehingga distribusi fluksi magnet di dalam inti stator dan rotor juga tidak
merata. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya suara bising. Dalam kondisi yang
lebih parah, keausan bantalan ini dapat menyebabkan terjadinya gesekan antara
permukaan rotor dan stator.
Banyak pula kerusakan motor yang disebabkan oleh gangguan pada sistem
pembebanan motor atau sistem pengkopelan motor dengan bebanya. Misalnya
pengkopelan yang tidak lurus (miring), pemasangan sabuk puli yang terlalu

6
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

kencang atau bahkan tidak lurus, atau beban menjadi berat karena kurang
pelumasan.
Semua gangguan yang telah dibahas tersebut di atas akan dapat menyebabkan
terjadinya arus lebih, panas lebih dan akhirnya gulungan motor terbakar.

1.3.

Perawatan Rutin
Faktor utama yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pemeliharaan motor
adalah perawatan yang rutin dan teratur. Perawatan rutin yang dimaksudkan di
sini mencakup 2 kegiatan, yaitu:
-

Selalu menjaga kebersihan motor

Menjaga sistem pelumasdan pada bagian-bagian bergerak.

Menjaga kebersihan motor merupakan kegiatan perawatan rutin yang tidak dapat
diabaikan. Adanya benda-benda asing yang sempat mauk ke dalam motor seperti
debu, pasir, uap air dan kotoran lainnya dapat menyebabkan timbulnya gangguan
yang membahayakan motor tersebut.
Kerusakan isolasi gulungan motor sering disebabkan oleh debu dan kotoran
lainnya yang bercampur dengan uap air yang berakumulasi di dalam gulungan
motor. Sehingga bila ada bagian isolasi kawat yang retak, maka akumulasi debu
dan uap air tersebut akan masuk melalui celah-celah tersebut. Disamping hal itu,
masuknya benda-benda asing tersebut juga dapat merusak bantalan.
Kegiatan menjaga kebersihan motor ini hendaknya dilakukan dengan sungguhsunguh. Minyak pelumas atau grease yang keluar atau bocor dari bantalan motor
harus segera dibersihkan dan selanjutnya diperlukan pemeriksaan kondisi
bantalannya. Masuknya uap air ke dalam gulugan motor harus dicegah sedapat
mungkin. Demikian juga debu dan kotoran lainnya.

7
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Periode pelaksanaan pembersihan motor listrik tergantung pada kondisi lokal dan
jenis motornya. Sebagai pedoman, motor listrik harus dibersihkan paling tidak
semingu sekali. Di industri, kegiatan pembersihan ini dilakukan dengan
menghembuskan udara kering bertekanan rendah dari kompresor udara. Tekanan
udara yang dikeluarkan oleh kompresor harus dijaga jangan sampai terlalu tinggi
sehingga malahan menyebabkan kotorannya semakin masuk ke dalam gulungan
motor. Biasanya udara tekan ini diatur pada tekanan konstan sebesar 1,75 bar.
Untuk membersihkan motor yang berventilasi maka tutup motor harus dibuka
terlebih dahulu, untuk memudahkan menyemprot bagian dalam motor. Untuk
membersihkan motor yang tertutup rapat, tidak perlu membuka motor tetapi
cukup menyemprot bagian luar motor. Kecuali bila motornya mempunyai sikat
arang (motor slip ring), maka motor harus dibuka untuk membersihkan slip
ringnya dan dengan menyemprotkan cairan pembersih karat dan memeriksa
kondisi sikat arangnya serta bunga api yang timbul. Bunga api yang timbul secara
berlebihan, menandakan ada gangguan pada sikat dan pemegang sikat serta pegas
yang menenkan sikatnya.
Bagian luar motor tidak boleh luput dari perhatian kita. Karena kotoran yang
menumpuk tebal pada permukaan luar motor dapat menghambat pembuangan
panas yang ditimbulkan oleh besi dan gulungan motor pada saat bekerja.

1.4.

Pemeriksaan Visual
Untuk dapat menemukan dan mengidentifikasi gangguan yang terjadi pada motor
diperlukan serangkaian pemeriksaan dan pengujian secara cermat. Istilah
pemeriksaan visual di sini mengacu pada pemeriksaan dengan indera penglihatan
dan indera penciuman terhadap keseluruhan bagian-bagian mekanik dan elektrik
motor secara fisik. Sedangkan istilah pengujian biasanya dikaitkan dengan
kegiatan pemeriksaan dengan menggunakan peralatan ukur tertentu.
Hasil pemeriksaan visual ini biasanya akan sangat membantu petugas perbaikan
untuk menentukan secara cepat apakah motornya hanya memerlukan perbaikan
8

Departemen Elektro & TI TEDC Bandung


Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

ringan seperti mengganti bantalan, mengganti sakelar starting (Motor Starter),


memperbaiki sambungan pada kotak terminal atau malahan memerlukan
perbaikan berat yaitu menggulung ulang atau merekondisi motor secara
menyeluruh.
Pemeriksaan visual mencakup identifikasi gangguan yang mungkin terjadi pada
bagian mekanik motor seperti adanya bagian-bagian motor yang retak, adanya
sambungan atau terminasi yang kendor, patah, terkelupas isolasi kabelnya, dan
adanya bagian mekanik lainnya yang lepas.
Disamping hal tersebut di atas, dalam melakukan pemeriksaan visual ini
menyangkut pula pemeriksaan terhadap adanya perubahan warna pada bagianbagian motor akibat timbulnya panas lebih serta adanya bau-bauan yang tidak
lazim.
Yang tidak boleh luput dari perhatian kita adalah pemeriksaan motor terhadap
adanya gangguan pada bantalan motor. Cara sederhana yang dapat dilakukan
untuk

memeriksa

bantalan

motor

adalah

dengan

mengangkat

atau

menggoyangkan poros motor naik turun atau kiri kanan. Bila poros motor dapat
digoyang

kiri-kanan,

atas-bawah

dengan

menggunakan

tangan,

berarti

bantalannya telah aus.


Kemudian putarkan poros motor dengan tangan. Poros motor harus dapat
digerakkan atau berputar dengan bebas. Bila tidak, berarti ada gangguan pada
sistem bantalannya. Gangguan ini dapat disebabkan pemasangan yang salah
misalnya tidak lurus.
Bila ada hal-hal yang mencurigakan, maka pemeriksaan visual ini dilanjutkan
dengan melakukan serangkaian pengujian dengan menggunakan peralatan ukur
khusus. Misalnya menggunakan stetoskop mekanik untuk mengetahui adanya
kerusakan pada bantalan, menggunakan insulation tester atau Megger untuk
mengukur tahanan

isolasi gulungan motor, menggunakan Tang ampermeter


9

Departemen Elektro & TI TEDC Bandung


Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

untuk mengukur arus yang diambil motor, dan menggunakan votmeter untuk
mengukur keseimbangan tegangan antar fasa.
Arus yang diambil oleh motor tidak boleh melebihi nilai arus yang terdapat pada
plat nama motor. Kelebihan 15% dari nilai nominalnya sudah

dapat

membahayakan motor oleh karena itu motor harus segera dihentikan. Ketidak
seimbangan tegangan fasa yang masuk ke motor juga dapat menjadi masalah
serius. Ketidak seimbangan tegangan fasa ini dapat disebabkan oleh kontak
breaker yang tidak sempurna karena aus. Oleh karena itu yakinkan tegangan antar
fasa yang masuk ke motor selalu seimbang.
Nilai tahanan isolasi gulungan motor sebaiknya diperiksa dalam dua kondisi yang
berbeda, yaitu kondisi dingin dan kondisi panas. Pada saat motor bekerja maka
gulungan akan menjadi panas akibat adanya rugi tembaga yang timbul pada
kawat gulungan dan rugi besi yang timbul pada besi stator dan rotor.
Pada plat nama motor tertera kelas isolasi yang digunakan untuk kawat gulungan
motornya. Misalnya kelas isolasi : cl.F, kawat gulungannya dapat memikul suhu
hingga 150oC.
Data Klas Isolasi Motor
Klas Isolasi

Kekuatan Suhu

LEMBARAN KERJA

10
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

1. Jelaskan Gangguan yang dapat muncul pada motor listrik dan penyebabnya?

2. Jelaskan cara mendeteksi gangguan mekanik yang dapat terjadi pada motor?

3. Jelaskan cara mendeteksi gangguan elektrik yang dapat terjadi pada motor?

4. Jelaskan mengapa perlu menjaga kebersihan motor setiap saat?

5. Apa fungsi pelumasan pada motor listrik?

..

LEMBARAN TUGAS PRAKTEK


PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN MOTOR
11
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

TUJUAN
Setelah menyelesaikan tugas ini peserta pelatihan diharapkan memiliki
kemampuan untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian motor-motor listrik.
PETUNJUK
Sebelum motor dilepas dari sistem bebannya untuk ditangani lebih lanjut oleh
bagian perbaikan maka perlu dilakukan serangkaian pemeriksaan dan pengujian untuk
meyakinkan gangguan yang terjadi pada motor tersebut. Kegiatan pemeriksaan ini dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu : In Site testing dan Workshop Testing.
In Site Testing, adalah kegiatan pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan di lokasi di
mana motor tersebut digunakan, kegiatan ini mencakup:
-

pemeriksaan sambungan-sambungan pada kotak terminal dan panel kontrol


motor.

pemeriksaan kontinuitas kumparan motor setiap fasa dan keseimbangan antar


fasanya.

Pemeriksaan adanya hubungan pendek antar fasa

Pemeriksaan adanya hubungan pendek antara kawat fasa dengan rangka

Pemeriksaan adanya tanda-tanda overheating dan kerusakan pada bantalan


motor.

Bila gangguan tidak jelas, jalankan motor tanpa beban dan ukur arus yang
diambil motor. Kemudian jalankan motor secara berbeban dan ukur arusnya.
Selanjutnya bandingkan kedua hasil pengukurannya.

Bila perlu minta informasi tambahan ke operator.

Workshop Testing, adalah kegiatan pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan di


workshop, kegiatan ini mencakup:
-

pemeriksaan visual

pengukuran tahanan isolasi

pengantian bantalan dan pelumasan

perbaikan isolasi kawat gulungan motor


12

Departemen Elektro & TI TEDC Bandung


Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Rekondisi motor, rewinding, penggantian bantalan dan pengecatan motor

ALAT & BAHAN


-

1 set peralatan tangan untuk bongkar pasang

1 buah tang ampermeter

1 buah Megger

1 buah Multimeter

1 buah tracker tangan

FORMAT PEMERIKSAAN MOTOR


Pemakai :
No
Komponen

Jumlah

Uraian :
Kondisi

Bahan

Cooling Fan

Bad

Metal

Bearing

bad

Ball

Rekomendasi

Catatan

3
4
5
6

KEGIATAN BELAJAR 2

KONSEP BELITAN MOTOR TIGA FASA

Tujuan Khusus Pembelajaran


Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini, diharapkan peserta mampu :
13
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Mengidentifikasi kumparan jangkar motor 3 fasa

Mengidentifikasi kumparan rotor motor slip ring

Menggulung ulang kumparan jangkar motor 3 fasa

Lembaran informasi

2.1

Pendahuluan

Kira-kira delapan puluh persen dari seluruh motor arus bolak didesain dengan jenis
motor induksi tiga fasa rotor sangkar. Motor ini mempunyai kelebihan-kelebihan
dibandingkan motor arus bolak-balik lainnya. Antara lain dari segi konstruksi dan
karakteristik torsi dan putarannya.
Dibandingkan motor arus bolak-balik lainnya Konstruksi motor tiga fasa rotor sangkar
menjadi paling sederhana. Mempunyai torsi Startingnya tinggi dan dapat melakukan self
starting tanpa bantuan alat lain akibat adanya medan putar yang dibangkitkan oleh
gulungan stator 3 fasa.
Dalam prakteknya terdapat bermacam-macam jenis gulungan stator motor tiga fasa. Pada
hakekatnya gulungan motor tiga fasa terdiri dari tiga gulungan fasa yang satu sama
lainnya berbeda sudut sebesar 1200 Listrik

2.2.

Model Gulungan Motor

Diktat ini membahas gulungan motor induksi yang banyak dijumpai baik untuk
keperluan rumah tangga atau industri, yaitu motor-motor tiga fasa.

14
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Motor tiga bekerja berdasarkan medan putar yang bangkit pada gulungan jangkar
sehingga dapat menggerakkan rotor-nya sendiri (self starting). Berikut ini diperlihatkan
gejala medan putar yang bangkit pada gulungan jangkar (gulungan stator motor).

Gambar 2.1 Gejala Medan Putar sitem Tiga Fasa.

Prinsip Bekerjanya Motor Tiga Phasa


Bila gulungan stator motor tiga phasa dihubungkan ke sumber tegangan tiga phasa maka
akan dibangkitkan medan magnet putar pada inti besi dan celah udaranya. Kecepatan
medan putar ini dapat ditentukan berdasarkan rumus putaran sinkron yaitu :

15
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

120 f
n = ----------P
Di mana :
n:
f :
P:

jumlah putaran per menit


frekuensi jala-jala
jumlah kutub

Belitan rotor tiga fasa sekarang berada dalam medan magnet yang berubah setiap saat
maka akan dibangkitkan ggl induksi pad belitannya. Karena belitan rotor terhubung
singkat maka akan mengalir arus pada belitan rotor. Arus pada belitan rotor akan
membangkitkan medan magnet. Besarnya medan magnet rotor ini tergantung pada
banyaknya/jumlah medan magnet yang memotong belitan rotor.
Interaksi antara medan magnet stator yang berbutar dan medan magnet rotor (bukan
medan magnet putar) maka menyebabkan rotor motor berputar. Tetapi bila putaran rotor
menyamai putaran medan magnet putar stator maka tidak ada lagi medan magnet yang
memotong belitan rotor. Akibatnya ggl induksi yang bangkit pada belitan rotor menjadi
nol, demikian pula arus rotornya.
Karena tidak ada arus pada belitan rotor maka medan magnet rotor juga menjadi tidak
ada. Pada saat itu kekuatan untuk menggerakkan rotor (torsi) juga menjadi nol. Sehingga
putaran motor tiga phasa tidak akan pernah menyamai putaran medan putarnya. Contoh:
Bila putaran medan putar 1500 rpm maka putaran rotor hanya sekitar 1400 1440 rpm.
Bila putaran medan 3000 rpm maka putaran rotor sekitar 2800 - 2880 rpm.
Berikut ini diberikan contoh konstruksi motor tiga phasa

16
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Gambar 2.2 Konstruksi Stator Motor Tiga Fasa


Untuk membangkitkan medan putar pada stator diperlukan seperangkat kumparan yang
digulung dengan persyaratan tertentu yaitu :
(1)

Kumparan-kumparan tersebut harus dapat membangkitkan polaritas atau


pengkutuban

(11)

yang benar sesuai permintaan.

Pengkutuban yang terjadi harus dapat berputar (tidak statis seperti pada
pengkutuban

mesin-mesin arus searah)

Bila hanya satu set kumparan yang dipasang pada stator (gulungan satu fasa)
maka bila gulungan ini diberi sumber arus bolak balik fasa tunggal tidak akan
menghasilkan pengkutuban (medan) yang berputar. Pengkutuban yang timbul hanya
berubah-ubah akibatnya, kalau hanya satu set kumparan yang dipasang pada stator, maka
17
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

rotor tidak akan dapat berputar, kecuali kalau dibantu berputar dengan tangan atau alat
lain.
N
Gulungan satu fasa
O

Bila yang dipasang pada alur stator dua set kumparan yang bebeda letak 90 derajat listrik
(gulungan dua fasa) dan gulungan tersebut dihubungkan ke sumber tegangan dua fasa,
maka pengkutuban yang timbul akan berputar sehingga rotor motor dapat ikut berputar
tanpa bantuan.
Fasa S
Gulungan dua fasa
Fasa II

Bila yang dipasang pada alur stator terdiri dari tiga set kumparan yang sama tetapi
masing-masing berbeda letak 120 derajat listrik (gulungan tiga fasa), kemudian gulungan
tersebut di beri sumber tegangan tiga fasa maka rotor motor akan dapat berputar tanpa
bantuan

Gulungan tiga fasa

Ph 1

ph 2

ph 3

18
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Dari uraian di atas, dapat dikatakan bahwa untuk dapat menghasilkan medan putar pada
stator maka dibutuhkan gulungan fasa banyak (fasa dua dan fasa tiga) demikian juga
sumber tegangannya harus mengikuti jenis gulungannya.
Bagaimana bila diinginkan menggunakan sumber tegangan fasa tunggal?
Pada hakekatnya, gulungan motor fasa tunggal bukan merupakan gulungan satu fasa
tetapi merupakan gulungan dua fasa, yaitu terdiri dari dua set gulungan yang dikenal
dengan gulungan utama dari gulungan bantu.
Kalau pada gulungan dua fasa (asli), gulungan fasa I dan gulungan fasa II sama baik
jumlah lilitannya maupun diameter kawatnya. Tetapi pada gulungan motor fasa tunggal
gulungan utama dan gulungan bantu berbeda, baik dalam jumlah lilit ataupun diameter
kawat.
Pada gulungan motor fasa tunggal tidak banyak variasinya tetapi pada motor tiga fasa
banyak variasinya, hal ini berkaitan dengan model gulungan dan cara menggulungnya.
Dalam bahan ajar ini diuraikan pula masalah gangguan motor, dan prosedur Rewinding.
Cara Menggulung koil pada setiap Grup
Bentuk-bentuk kumparan yang biasa diterapkan pada kumparan stator motor
diperlihatkan dalam gambar 1.
Gambar

2.3.a Untuk motor berskala besar/kecil, fasa tunggal/banyak

Gambar

2.3.b Untuk motor berskala kecil (1/20 HP), fasa tunggal,

Gambar

2.3.c Untuk motor tiga fasa.

19
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

(a)

(b)

(c)

Gambar 2.3 Bentuk Gulungan Jangkar Motor


Kumparan-kumparan tersebut diletakkan dalam alur bagian kumparan yang terletak di
dalam alur tersebut disebut sisi kumparan dan yang berada di luar disebut kepala
kumparan. Jadi setiap kumparan mempunyai dua sisi kumparan dn jarak sisi kumparan
satu dengan sisi lainnya yang terletak dalam alur disebut : Langkah Kumparan.
Pada prakteknya langkah kumparan dibedakan menjadi dua macam yaitu :
-

Langkah Kumparan penuh (full pitched coil) dan

Langkah kumparan kurang (fractional pitched coil).

Suatu kumparan dikatakan mempunyai langkah penuh bila jarak kedua sisi kumparannya
sma dengan jrak dari kutub-kekutub yaitu sebesar 180 derajat listrik. Lihat gambar 2.4

20
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

S
o

Jarak kutub ke kutub = 180

Langkah Kumparan

Gambar 2.4 Langkah Kumparan Penuh


Untuk alasan menghemat kawat maka dalam kondisi yang lain langkah kumparan dapat
diperpendek artinya jarak sisi kumparan satu dengan lainnya lebih kecil dari jarak dari
kutub ke kutub. Langkah kumparan yang demikian ini biasanya disebut dengan langkah
kumparan kurang
21
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

S
o

Jarak kutub ke kutub = 180

Langkah Kumparan

Gambar 2.5 langkah kumparan kurang


Untuk menyatakan besaran langkah ini dapat ditempuh beberapa cara yaitu : pada
gambar 2.5 dapat dilihat bahwa sisi kumparan yang satu berada dalam alur nomor satu
sedang sisi lainnya di alur nomor enam. Untuk menyatakan langkah ini dapat digunakan
notasi : Ya = 1 - 6 (5). Dapat pula menggunakan notasi dalam derajat listrik yaitu
sebagai berikut : katakana, kumparan tersebut diletakan dalam stator yang beralur 24,
dan untuk empat pengkutuban, maka besar keliling stator dalam derajat listrik adalah :
22
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

4 x 180 = 720 derajat listrik. Berarti jarak tiap alur dalam derajat listrik adalah : 720 : 24
= 30 derajat listrik. Jadi Ys = 5 dapat dituliskan menjadi 5 x 30 = 150 derajat listrik.

Gulungan Double Layer :

P=4

Gambar 2.6

Gulungan Double Layer

Bila dalam setiap alur terdapat dua sisi coil, seperti diperlihatkan dalam gambar 2.6 di
atas maka gulungan motornya disebut Gulungan double layer. Pada jenis ini maka
jumlah coil sama dengan jumlah alur.

Gulungan Single Layer


Bila dalam setiap alur hanya berisi satu sisi coil maka gulungannya disebut gulungan
single layer. Pada jenis ini jumlah coil sama dengan setengah jumlah alur, seperti
diperlihatkan dalam gambar 2.7.

23
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

P=4

Gambar 2.7

Gulungan Single Layer

Model Gulungan Penuh (Full Coiled Winding)

P=4

Gambar 2.8

Model Kumparan penuh, double layer, 4 kutub)

Gambar 2.8 Memperlihatkan model kumparan penuh untuk empat kutub, di mana setiap
grup coil atau kelompok kumparan hanya mempunyai satu kumparan. Pada model
kumparan penuh maka jumlah kelompok kumparannya sama dengan jumlah kutubnya
yaitu empat.
24
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Cara penyambungan keempat kelompok kumparan tersebut adalah sebagai berikut :


kelompok kumparan yang saling berdekatan dihubungkan dengan polaritas yang
berlawanan. Karena setiap alurnya berisi dua sisi kumparan maka model ini dapat
desebut pula sebagai double layar winding. Dan karena jarak sisi kumparan satu dengan
lainnya sama dengan jarak dari kutub ke kutub maka kumparannya disebut mempunyai
langkah penuh.
Untuk model kumparan penuh dengan satu sisi kumparan tiap alur diperlihatkan dalam
gambar 2.9 . Dalam gambar 2.9 dapat dilihat bahwa jumlah kelompok kumparan sama
dengan jumlah kutub dn tiap alur hanya berisi satu sisi kumparan sedang langkah
kumparannya fraksional (kurang).

P=4

Gambar 2.9 Model Kumparan Penuh, 4 kutub, single layer


Gambar 2.10 memperlihatkan model kumparan setengah penuh, yang diletakkan pada
stator yang beralur dua puluh empat, untuk empat pengkutuban dan satu alur untuk stiap
kutub. Karena jumlah kelompok kumparan (dua) hanya setengah jumlah kutub (empat)
maka model kumparan seperti ini biasa disebut model kumparan setengah penuh.

25
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Agar polaritas tiap alur tetap sama seperti halnya dalam kasus gambar 2.8 yang
menghasilkan empat pengkutuban, maka kedua kelompok kumparan tersebut harus
disambungkan secara berurutan (sequent). Karena setiap alur berisi satu sisi kumparan
maka disebut single layer.

P=4
Gambar 2.10 Kumparan Setengan Penuh, 4 Kutub
RINGKASAN
I.

Langkah Kumparan
Setipa kumparan selalu mempunyai dua sisi kumparan.
Sisi kumparan inilah yang diletakkan di dalam alur. Selanjutnya jarak sisi
kumparan satu dengan sisi kumparan lainnya pada setiap kumparan disebut
langkah kumparan atau lebar kumparan.
Untuk menentukan langkah kumparan ini dapat dipakai rumus sebagai berikut :
Ys

s
180 0L
p

26
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Dari rumus di atas dapat dikatakan bahwa :


1. Langkah kumparan dapat dibuat 1800 L atau disebut langkah penuh (full
pitch).
Yaitu
Ys

s
p

2. Adakalanya dapat pula dibuat dengan langkah kurang dari 1800 L atau
fractional pitch. Yaitu
Ys

II.

s
p

Model Kumparan
Dilihat dari banyaknya kumparan dibedakan :
1. Model kumparan penuh (disusun sebelah menyebelah)
2. Model kumparan 1/2 penuh (hanya sebelah)
Pada kumparan penuh jumlah kumparan group = jumlah kutub pada kumparan
1/2 penuh dapat setengahnya dapat pula sama.

III.

polaritas Kumparan
a. model Kumparan Penuh
cara penyambungan antar group : akhir dapat akhir awal mendapat awal, dan
seterusnya.
b. Model Kumparan 1/2 penuh
Ada 2 cara penyambungan yaitu :
1. Akhir dapat, akhir swal mendapat awal, dan seterusnya
2. Akhir dapat awal, dan seterusnya.
Dalam penyambungan ujung-ujung kumparan group ini, kuta harus hati-hati
karna apabila sambungan antara kumparan group in terbalik, maka polaritas akan
kacau hal ini tidak saja berpengaruh pada putarannya tetapi juga pada arus motor

27
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

LEMBARAN KERJA
1. Jelaskan konstruksi motor tigs phasa?

..
2. Jelaskan Prinsip kerja motor tiga phasa?

3. Jelaskan perbedaan model kumparan penuh dan model kumparan setengan


penuh?

28
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

4. Jelaskan Perbedaan langkah kumparan penuh dan langkah kumparan kurang?

29
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

2.3

Jenis Gulungan Motor 3 Fasa

Kira-kira delapan puluh persen dari seluruh motor arus bolak balik didesain dalam
bentuk motor induksi tiga fasa rotor sangakar. Hal ini dapat dimengerti karena
konstruksinya yang sederhana (tidak adanya komutator dan slip ring) membuat motor ini
sangt rendah biaya pemeliharaannya disamping itu sangat mudah startingnya.
Konstruksi motor induksi tiga fasa rotor sangkar terdiri :
- Stator: pada alur-alurnya diletakkan kumparan tiga fasa.
- rotor

: berupa rotor sangkar (rotor kurungan)

- Tutup samping dan bantalan

Kumparan Tiga Fasa


Kumparan stator tiga fasa didesain untuk menghasilkan medan magnet putar pada celah
udara bila dia dihubungkan ke sistem jal-jala tiga fasa. Sebenarnya medan putar inilah
yng menyebabkan motor tiga fasa mudah melakukan starting sendiri.
Pada hakekatnya kumparan tiga fasa merupakan gabungan tiga kumparan satu fasa yang
diletakkan dalam satu inti yang sama, dimana masing-masing kkumparan fasanya
dipisahkan sebesar 120 derajat listrik. Syarat utama yang harus selalu dipenuhi adalah
menjagaa keseimbangan ketiga kumparan fasa tersebut. Kumparan fasanya dipisahkan
sejauh 120 derajat listrik. Jadi dengan demikian maka untuk setiap jarak dari kutub ke
kutub akan ditempati ketiga kumparan fasa tersebut.

30
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Untuk dapat memahami konsep kumparan tifa fasa secara lengkap, berikut ini dijelaskan
macam-macam gulungan motor 3 fasa.
Gulungan Keranjang.
Basket winding merupakan single layer winding,dimana setiap kumparan berselisih satu
alur. Seperti namanya maka bentuk kumparan ini menyerupai keranjang (basket) syarat
yang harus dipenuhi untuk model kumparan keranjang ini adalah langkah kumparan
harus merupakan bilangan ganjil dan merupakan langkah fraksional.

Gambar 2.11 Basket Winding 24 alur, single layer, 4 kutub


Gulungan Tiga Lapisan (Three Tier Winding)
Pada gulungan tiga lapisan, kumparan setiap fasa digulung terpisah dimulai kumparan
kumparan untuk fasa. Satu, disusul faa dua dan fasa ketiga, sehingga akan diperoleh tiga
lapisan gulungan, dimana masing-masing kumparan fasa berbeda letak 600 listrik.

31
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Bila kumparan grup terdiri lebih dari satu kumparan, maka kumparan-kumparan tersebut
digulung secara memusat. Dengan catatan bahwa langkah kumparan untuk kumparan
paling luar sama dengan langkah penuh minus satu,sedang jumlah lilit untuk setiap
kumparan dalam grup yang bersangkutan sama.
Gulunan tiga lapisan dibuat dengan model kumparan penuh (full coiled winding)
sehingga penyambungan antar grup kumparan harus berlawanan (opposite).

Gambar 2.12 .Gulungan motor tiga lapisan

Gulungan kumparan setengah penuh (Half Coiled Winding)


Untuk menggulung gulungan kumparan setengah penuh dapat ditempuh 2 cara yaitu:
Two tier winding (gulungan dua lapisan) dan Semi basket winding (gulungan semi
keranjang)
Gulungan Dua Lapisan
32
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Pada gulungan dua lapisan tiap alur berisi satu sisi kumparan (single layer) Sedang grup
kumparan digulung secara memusat, dimana kumparan paling luar mempunyai langkah
penuh minus satu. Pada lapis pertama diletakan separuh grup dri masing-masing
kumparan fasa sedang separuh grup lainnya diletakkan pada lapisan kedua.
Penyambungan antar grup dapat dibuat berlawanan atau berurutan.

Gambar 2.13 Gulungan Dua Lapis


Gulungan Semi Basket

33
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Gulungan semi basket meruupakan single layer winding bedanya dengan gulungan dua
lapisan terletak pada langkah kumparan. Pada gulunan semi basket langkah kumparan
penuh dan grup kumparan tidak memusat terapi merata.

Gambar 2.14. gulungan motor Semi Basket

Gulungan gelung ( Lap winding )


Pada gulungan gelung setiap alur berisi dua sisi kumparan jadi jumlah kumparan sama
dengan jumlah alur. Model kumparan yang dipakai adalah model gulungan kumparan
34
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

penuh (full coiled winding). Langkah kumparan dapat dibuat dengan langkah penuh atau
langkah kurang. Bila menggunakan langkah kurang tidak boleh kurang dari 1200 listrik.

Gambar 2.15 Gulungan Lap Winding

LEMBARAN KERJA
1. Dari taking data didapat informas sebagai berikut:
Jumlah alur : 36, Langkah coil : 1 12, 2 11, 3 10, jumlah coil : 36
Tentukan Model kumparan dan pengkutubannya

35
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

..
2. Dari taking data didapat informas sebagai berikut:
Jumlah alur : 24, Langkah coil : 1 8, 2 7, jumlah coil : 12
Tentukan Model kumparan dan pengkutubannya

36
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

KEGIATAN BELAJAR 3

PROSEDUR REWINDING

1.

Taking Data
Yang perlu dicatat dalam taking data antara lain :
Name plate, jumlah alur, jumlah kumparan, type sambungan jumlah lilitan tiap
kumparan, ukuran kepala kumparan, langkah kumparan, jenis isolasi dan diameter
kawat.

2.

Membongkar Kumparan
Data yang dapat diperoleh pada saat ini adalah :
Jumlah lilitan tiap kumparan, ukuran kepala kumparan, langkah kumparan, jenis
isolasi dan diameter kawat.
Selama proses pembongkaran kumparan motor, maka masih dapat dikumpulkan
data-data yang berkaitan dengan bentuk dan model gulungan motornya. Sebelum
kawat gulungan dilepas dari alur statornya, maka perlu dicatat jumlah grup, jumlah
coil setiap grup, dan jumlah lilit setiap coil.
Biasanya gulungan motor diberi varnish keras. Oleh Karen itu untuk memudahkan
membongkar gulungan motor maka varnishnya harus dilunakkan dengan jalan
dipanaskan. Cara memanaskan gulungan dapat dilakukan dengan menggunakan
kompor sembur. Hati-hati jangan sampai merusak inti besi stator.
Bila isolasi sudah agak lunak, maka kepala kumparan pada salah satu sisinya dapat
dipotong dengan menggunakan pahat atau alat pemotong khusus kumparan.

37
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Kemudian melalui sisi kepala kumparan sebelahnya, kumparan motor dapat ditarik
keluar dari alurnya.

3.

Memasang kertas isolasi pada alur stator.


Alur stator harus diberi lapisan pelindung (isolasi) biasanya digunakan kertas
prespan atau plastic pvc. Kertas prespan dibentuk dan diletakkan sedemikian rupa
pada setiap alur stator sehingga tidak menghalangi peletakan kawat kumparan yang
akan diletakkan dalam alur stator.

38
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

4.

Membuat Kumparan
Kumparan stator yang akan diletaakan di dalam alur stator harus di cetak atau
dibuatkan pola (mal) terlebih dahulu. Pembuatan mal gulungan dapat secara
manual (menggunakan cetakan yang dibuat sendiri) atau denagn menggunakan
mesin pencetak kumparan. Pada saat membuat mal gulungan perhatian difokuskan
kepada besar kepala kumparan. Jangan kepala kumparan terlalu besar sehingga
melebihi ruangan yang tersedia di dalam statornya. Atau terlalu kecil sehingga
menyulitkan kita pada saat meletakkan kumparan ke dalam alur.

5.

Meletakkan kumparan pada alur.


Meletakkan kumparan ke dalam alur stator memerlukan konsentrasi dan
kesabaran tinggi. Disamping itu juga perlu bertindak secara hati-hati agar isolasi
kaway tidak terkelupas. Kawat-kawat kumparan dimasukkan ke dalam alur secara
bertahap dan teratur. Usahakan peletakkan kawat-kawat kumparan di dalam alur
dalam kondisi lurus tidak saling bersilangan.

6.

Menyambung ujung-ujung kumparan grup


Ujung-ujung grup kumparan harus disambung dengan kokoh dan kuat. Titik-titik
sambungannya harus dikuatkan dengan menggunakan solder. Dan kemudian diberi
isolasi yang kuat dan kokoh. Hindari terdapat bagian-bagian runcing pada setiap
titik solderan karena dapat membahayakan isoalsi kawat bila kena pada bagian
runcing tersebut. Berhati-hatilah jangan sampai terjadi salah sambung karena dapat
menyebabkan polaritas kumparan menjadi terbalik.
39

Departemen Elektro & TI TEDC Bandung


Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

7.

Testing Kumparan
Meliputi :
a. Ground test
b. Open circuit test
c. Short circuit test
d. Polarity test

8.

Memberi lak isolasi dan memanaskan kumparan


Setelah semua sambungan selesai dikerjakan maka dilanjutkan dengan mengikat
kepala kumparan. Sebelum kepal kumparan diikat maka harus dirapikan dahulu
posisinya termasuk merapikan dan mengatur titik sambungan dan ujung keluar
kumparan yang akan disambungkan ke terminal motor. Bila perlu gunakan palu
karet untuk merapikan kepala kumparannya.
Setelah terlihat rapid an kuat maka dilanjutkan dengan memberi lak (varnish)
isolasi pada kumparannya. Usahakan lak isolasi ini dapat masuk ke dalam celahcelah kumparan baik pada kepala kumparannya maupun pada kumparan yang
berada di dalam alur. Kucurkan lak isolasi secara perlahan dan sedikit demi
sedikit.
Setelah selesai, panaskan gulungan yang sudah diberi lak isolasi lebih kurang
delapan jam. Pemanasan gulungan dapat dilakukan dengan menggunakan lampu
pijar berdaya besar (600 watt) atau dengan menggunakan oven. Suhu oven diatur
pada 150 derajad Celcius.

40
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

9.

Menguji Motor
Setelah isolasi kering maka motor dapat dirakit kembali. Tetapi sebelum dirakit,
bersihkan terlebih dahulu sisa-sisa lak isolasi yang menempel pada permukaan alur
stator bagian dalam. Agar tidak menganggu celah udaranya.
Bantalan motor juga perlu diperiksa. Jika bantalan motor telah aus maka harus
diganti baru.
Sebelum motor digunakan lagi harus dilakukan pengujian untuk meyakinkan
bahwa motor telah layak dipakai kembali. Pengujian motor meliputi uji tahanan
isolasi, putaran dan pembebanan.

41
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

LEMBARAN DATA MOTOR 3 FASA

HP / KW

Rpm

Volt

Cycle

Type

Frame

Phase

Temp

Model

Series

No.

Kutub

Alur

Group

Kumparan

Lilit

Coil / Group

Langkah coil

Bentuk Group Ukuran Kawat

Berat Kawat

Samb. Phase

Amp

Samb. Terminal

Kepala Kump. Kanan

Kepala Kump. Kiri

Diameter dalam stator

Panjang stator

42
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Hubungan Kumparan Tiga Fasa


Seperti telah diketahui kumparan tiga fasa mempunyai tiga kumparan fasa yang terpisah
satu sama lainnya. Dalam prakteknya ketiga kumparan fasa ini dapat disambungkan
dalam dua cara yaitu : Hubungan segitiga dan hubungan bintang. Pemeliharaan
sambungan yang akan diterapkan detentukan oleh tegangan pada plat namanyadam
tegangan yang tersedia pada PLN atau sejenisnya.

43
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Gambar 2.16 Diagram Motor Induksi 3 fasa

44
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Gambar 2.17

Blok Diagram dan Sambungan Terminal Motor

Gulungan Motor Tegangan Ganda


Di dalam topik Perhitungan Besarnya Tegangan dapat diketahui besar tegangan induksi
yang dibangkitkan pada setiap lilitan. Selanjutnya bila tegangan tiap lilitan diketahui kita
bisa menghitung besarnya tegangan tiap kumparan, tegangan tiap group, tegangan tuap
fasa dan akhirnya dapat diketahui pula tegangan mesin.
Jadi kita tidak dapat mengubah tegangan tiap group = tegangan tiap fasa dibagi jumlah
group. Jadi bila tegangan group telah kita ketahui dan jumlah group sudah pula kita
ketahui maka tegangan tiap fasa dapat pula diketahui. Dan dengan cara penyambungan
kumparan group yang berbeda kita dapatkan pula tegangan fasa yang berbeda pula.
Inilah dasar pemikiran dari pengadaan tegangan motor listrik.
Sebagai contoh :
Sebuah motor listrik tiga fasa mempunyai tegangan tiap group 55 V. dan jumlah group
tiap fasa 4. Maka bila keempat kumparan groupnya disambung dalam seri semuanya
akan menghasilkan tegangan fasa sebesar : 4 x 55 V = 220 V.
Tetapi bila yang disambung seri dua group dan masing-masing disambugn paralwl maka
akan menghasilkan tegangan fasa : 110 V.
Dari contoh diatas dapt dikatakan bahwa kumparan motor tersebut dapat dicatu dengan
dua sistim tengangan dan kemudian motornya disebut motor dua tegangan.
Motor 3 fasa tegangan ganda pada umumnya mempunyai 9 terminal, dan diberi tanda :
T1, T2,T3, T4, T5, T6, T7, T8, T9.

45
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Gambar 2.18. Prinsip Tegangan Ganda

46
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Motor Tegangan Ganda Dalam Sambugan Bintang

Gambar 2.19. Sambungan Motor Tegangan Ganda Dalam Bintang

47
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Motor 3 fasa Tegangan Ganda Dalam Sambungan Segitiga

Gambar 2.20 Sambungan Motor Tegangan Ganda dalam Delta

48
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Motor 3 Fasa Kecepatan Ganda


Seperti telah diketahui bahwa putaran motor 3 fasa tergantung frekuensi dan jumlah
kutub. Bila frekuensi tetap, maka untuk mendapatkan putaran yang berbeda dapat
dilakukan dengan merubah jumlah kutubnya.

120 f
p

Untuk motor dengan bellitan model kumparan 1/2 penuh, pengubahan kutub dapat
dilakukan dengan mengubah sambungan antar groupnya.
Sambungan untuk 4 kutub

Sambungan untuk 8 kutub

Gambar 2.21 Prinsip Pengubahan Kutub 4 ke kutub 8


Agar diperoleh sambungan yang lebih kompak dan lebih praktis biasanya motor
kecepatan ganda 3 fasa menggunakan sistim sambungan yang dikenal dengan
istilah : Consequent Pole Connection
49
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Gambar 2.22
Motor 3 fasa kecepatan ganda dapat disambungkan dalam 3 cara yang masingmasing cara mempunyai karakteristik yang tertentu yaitu :
1. CONSTANT HORSEPOWER pada masing-masing kecepatan.
2. CONSTANT TORQUE pada masing-masing kecepatan.
3. VARIABLE pada masing-masing kecepatan
Untuk Constant Torque, biasanya motor disambungkan dalam paralel bintang
untuk kecepatan rendah seri delta untuk kecepatan tinggi .
Pada umumnya motor 3 fasa kecepatan ganda mempunyai 6 terminal, yang diberi
tanda T1, T2, T3, T4, T5, T6 .
Pengubahan kecepatan dilakukan dengan mengubah sistem sambungan pada
terminalnya.
Ikutilah penjelasan berikut ini.

Motor 3 fasa kecepatan Ganda Constant Torque

50
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Gambar 2.23 Sambungan Constant Torsi


Daftar sambungan
SPEED L1
LOW
T1
HIGH T6

L2
T2
T4

L3
T3
T5

OPEN
T4 T5 T6
_

TIE TOGETHER
_
T1 T2 T3

Motor 3 fasa kecepatan Ganda Variale Torque

51
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Gambar 2.24 Sambungan Motor Variable Torsi

Daftar sambungan
SPEED L1
LOW
T1
HIGH T6

L2
T2
T4

L3
T3
T5

OPEN
T4 T5 T6
_

TIE TOGETHER
_
T1 T2 T3

Gulungan motor fasa belah


Kumparan stator motor fasa belah terdiri dari dua macam kumparan yaitu : kumparan
utama dan kumparan bantu. Kumparan bantu diletakkan di atas kumparna utama dan
saling digeserkan sebesar 90L.

52
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Kumparan utama dibuat dari kawat yang berdiameter besar dan jumlah lilitannya banyak
sedang kumparan bantu dari kawat berdiameter kecil dan jumlah lilitannya
sedikit,sehingga tahanan kumparan bantu lebih besar dari pada tahanan kumparan utama.
Pada awal jalan kedua kumparan disambung paralel, setelah putaran motor mencapai
75% putaran penuh maka kumparan bantu akan diputuskan dari rangkaian jala-jala oleh
sakelar centrifugal. Sehingga yang bekerja hanya kumparan utama saja.
Pada awal jalan arus yang mengalir pada kedua kumparan akan menghasilkan medan
magnit putar di dalam sator yang akan menginduksikan ggl pada batang-batang kawat
rotor sehingga menyebabkan rotor berputar.
Setelah rotor berputar maka tidak diperlukan lagi medan putar karena dengan medan
magnit yang dibangkitkan oleh kumparna utama sudah mampu untuk menjaga rotor
berputar.
Bentuk Kumparan.
Bentuk kumparan utama maupun bantu biasanya dibuat konsentri. Untuk kawat yang
berdiameter besar pelaksanaannya dengan tangan sedang untuk yang berdiameter kecil
dapat memakai mal.
Pembagian kumparna utama dan bantu dapat berfariasi :
Yaitu alur untuk kumparan utama 50%, 60%,70%
Alur untuk kumparan bantu 50%,40%, 30%.

53
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Gambar 2.25 Gulungan Motor Fasa Tunggal

Tanda-tanda terminal motor fasa tunggal


Tanda-tanda terminal motor fasa tunggal yang diberikan disini adalah menurut
standar NEMA ( National Electrical Manufacturers Association Standard).
Yaitu :
Untuk kumparan utama : T1, T2, T3, T4.
Untuk kumparan bantu : T5, T6, T7, T8
54
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006

DasarPemeliharaan dan Perbaikan Motor Listrik

Disamping itu juga dikenal model warna, yaitu :


T1

: biru

T5

: hitam

T2

: putih

T8

: merah

55
Departemen Elektro & TI TEDC Bandung
Copyright 2006