Anda di halaman 1dari 3

EKSPEKTORASI

1.Perintahkan anak untuk berkumur dengan air


sebelum menghasilkan sputum. Tujuan: Untuk
membersihkan makanan dan bakteri yang
mengkontaminasi di mulut.
2.Perintahkan anak menarik dua kali nafas
panjang, tahan selama beberapa detik setelah
setiap inhalasi lalu keluarkan nafas perlahan.
Bernafas lagi untuk ketiga kalinya lalu dengan
kuat keluarkan udara keluar. Minta anak untuk
menarik nafas kembali lalu batuk. Tindakan ini
akan menghasilkan sputum dari dalam paru.
Minta anak untuk meegang container sputum
dekat dengan bibir dan masukkan sputum ke
container setelah batuk produktif.
3.Jika jumlah sputum tidak cukup, minta pasien
untuk batuk lagi. Banyak pasien tidak dapat
memproduksi sputum dari dalam saluran
pernafasan hanya dalam beberapa detik. Berikan
anak waktu yang cukup untuk memproduksi
ekspektorasi.
4.Bila tidak ada ekspektorasi, anggap container
sudah digunakan dan buang pada tempat yang
sesuai

INDUKSI SPUTUM
1.Berikan bronkodilator (contoh salbutamol) untuk
mengurangi risiko wheezing.
2.Berikan nebulisasi saline hypertonic (3% NaCl)
selama 15 menit atau sampai 5 cm 3 larutan
sudah diberikan.
3.Berikan fisioterapi dada bila perlu;
berguna untuk memobilisasi sekresi.

hal

ini

4.Untuk anak yang lebih besar dan sudah bisa


ekspektorasi, ikuti prosedur di section A untuk
mengekspektorat sputum.
5.Untuk anak yang tidak dapat mengekspektorat
(contoh anak yang lebih muda), lakukan:
(a) Suction hidung untuk membersihkan sekresi
nasal atau (b) aspirasi nasopharyngeal untuk
mengumpulkan semua specimen yang sesuai.
6.Setiap peralatan yang akan digunakan kembali
harus didisinfektan dan disterilisasi sebelum
digunakan pada pasien berikutnya.

BILAS LAMBUNG
1. Anak berpuasa setidaknya 4 jam (bayi 3 jam) sebelum prosedur
dilakukan.
2. Cari asistan untuk membantu.
3. Posisikan anak dengan posisi terlentang atau miring. Asistan
membantu memegang pasien.
4. Tentukan
jarak
antara
hidung
dan
lambung,
memperkirakan
jarak
yang
akan
dibutuhkan
memasukkan tube ke dalam lambung.

untuk
untuk

5. Sambungkan syringe ke nasogastric tube.


6. Masukkan nasogastric tube dengan lembut melalui hidung
sampai ke lambung.
7. Aspirasi isi lambung (2-5 ml) menggunakan syiringe yang sudah
melekat ke nasogastric tube.
8. Untuk memeriksa posisi tube benar atau tidak, test lambung
dengan kertas litmus, kertas litmus biru berubah menjadi
merah (dalam respon terhadap asam lambung), juga dapat
dipastikan dengan memasukkan udara (3-5 ml dari syringe ke
lambung dan didengarkan dengan menggunakan stetoskop).
9. Jika tidak ada cairan yang teraspirasi, masukkan 5-10 ml air
atau normal saline dan coba mengaspirasi lagi.
a. Jika masih belum berhasil coba lagi (walaupun posisi
nasogastric tube tidak benar dan air ataupun normal salin
masuk kedalam saluran udara, resiko efek samping sangatlah
kecil).
b. Jangan diulangi lebih dari tiga kali.
10. Ambil isi lambung, idealnya 5-10 ml.
11. Pindahkan cairan lambung dari syringe ke container steril (sputum
collection cup).
12.

Tambahkan volume cairan sodium bicarbonate sejumlah specimen


(untuk menetralkan isi lambung yang asam dan mencegah
pengrusakan basil tuberkel).