Anda di halaman 1dari 11

Laporan Skill Lab Family Folder Blok 26

Risya Malida
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Terusan Arjuna Utara no. 6, Jakarta 11510
Email: aveqbluezhiesux@yahoo.com
Pendahuluan
Family Folder merupakan dokumen lengkap suatu keluarga terutama dalam hubungannya
dengan derajat kesehatan. Derajat kesehatan dipengaruhi oleh empat faktor utama menurut Blum,
keempat faktor tersebut adalah genetik, pelayanan kesehatan, perilaku manusia, dan lingkungan.
a) Factor genetik: Paling kecil pengaruhnya terhadap kesehatan perorangan atau masyarakat
dibanding ketiga faktor yang lainnya. b) Faktor pelayanan kesehatan: Ketersediaan sarana
pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, pelayanan kesehatan yang berkualitas akan berpengaruh
pada derajat kesehatan masyarakat. c) faktor perilaku: di negara berkembang faktor ini paling
besar pengaruhnya terhadap gangguan kesehatan atau masalah kesehatan masyarakat. Perilaku
individu / kelompok masyarakat yang kurang sehat juga akan berpengaruh pada faktor lingkungan
yang memudahkan timbulnya suatu penyakit. d) faktor lingkungan: lingkungan yang terkendali
akibat sikap hidup dan perilaku masyarakat yang baik akan menekan berkembangnya masalah
kesehatan.
Pada hari Kamis, 23 Juli 2015, saya berserta kelompok skill lab saya diberi tugas
melakukan kunjungan rumah pasien Puskesmas Grogol 1 Jakarta Barat didampingi dosen
pembimbing kami yaitu Dr.Irvan. Makalah ini sendiri dibuat dengan tujuan mengkaji dan
membahas penyakit asma pada masyarakat dan kaedah tatalaksana terhadap penyakit tersebut
dengan berbasiskan pendekatan kedokteran keluarga.
Kedokteran keluarga adalah dokter praktek umum yang dalam prakteknya melayani
pasien menerapkan prinsip-prinsip kedokteran keluarga. Kompetensi dokter keluarga tercermin
dalam profile the five stars doctor. Pelayanan kedokteran yang menerapkan prinsip-prinsip
kedokteran keluarga meliputi: komprehensif (pelayanan kedokteran yang menyeluruh/integral
yaitu meliputi usaha promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif) dengan mengutamakan
pencegahan, kontinyu (dalam proses dan waktu), kolaboratif dan koordinatif dengan pasien dalam
menentukan keputusan untuk kepentingan pasien, berdasarkan evidence based medicine misalnya
dengan cara mengikuti seminar/pendidikan kedokteran berkelanjutan.

Pasien yang dilayani adalah peribadi/perorangan seutuhnya (bio-psiko-sosial) yang unik


(berbeda satu dengan lainnya) serta harus dipandang sebagai satu kesatuan dengan keluarganya
dalam segala aspek (keturunan, ideology, politik, ekonomi, social, budaya, agama, keamanan dan
lingkungannya). Pelayanan dokter keluarga menunjang setiap orang sadar, mau dan mampu hidup
sehat dalam arti sejahtera jasmani, rohani dan sosial yang memungkinkan setiap orang bekerja
produktif secara sosial dan ekonomi (UU no. 23/92 tentang kesehatan).
Seorang dokter berkompetensi dengan profil yang direkomendasikan WHO yaitu five stars
doctor yang dijabarkan sebagai berikut:
Health provider: Memberikan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan pasien sebagai
manusia yang utuh (holistic) baik individu, maupun sebagai bagian integral keluarga dan
masyarakat, layanan berkualitas, menyeluruh, berkesinambungan dan layanan secara
perseorangan jangka panjang dan hubungan saling percaya.
Decision maker: Mampu membuat keputusan secara ilmiah berkaitan dengan pemeriksaan,
pengobatan, dan penggunaan teknologi tepat guna sesuai dengan harapan pasien, etis,
pertimbangan cost effective dan adanya kemungkinan layanan yang terbaik.
Communicator: Mampu menjelaskan dan memberikan nasehat untuk berperilaku sehat
dengan cara yang efektif sehingga kelompok atau individu dapat meningkatkan dan
melindungi kesehatan mereka.
Community leader: Sebagai orang yang dipercaya oleh masyarakat ditempat bekerjanya, dan
dapat mempersatukan kebutuhan-kebutuhan akan kesehatan baik pada perseorangan maupun
kelompok, melakukan sesuatu dengan mengatasnamakan masyarakat.
Manager: Dapat bekerja sacara harmonis dengan individu dan organisasi baik di dalam
maupun diluar system kesehatan untuk mempertemukan kebutuhan pasien secara individu
dan masyarakat, menggunakan data-data kesehatan secara tepat.
Prinsip pokok dari dokter keluarga adalah untuk dapat menyelenggarakan pelayanan kedokteran
menyeluruh. Oleh karena itu perlu diketahui berbagai latar belakang pasien yang menjadi
tanggungannya. Untuk dapat mewujudkan pelayanan kesehatan seperti itu diperlukan adanya
kunjungan rumah (home visit). Manfaat yang didapatkan dari kunjungan ke rumah pasien antara
lain:
1. Meningkatkan pemahaman dokter tentang pasien
2. Meningkatkan hubungan dokter pasien
3. Menjamin terpenuhinya kebutuhan dan tuntutan kesehatan pasien
Manfaat kunjungan ke puskesmas dan bertemu sendiri dengan pasien adalah agar mahasiswa
dapat menerapkan atau mengaplikasikan sendiri praktek pendekatan kedokteran keluarga.
2

Latar Belakang Masalah


Asma adalah penyakit saluran napas kronik yang penting dan merupakan masalah kesehatan
masyarakat yang serius di berbagai negara di seluruh dunia. Asma dapat bersifat ringan dan tidak
mengganggu aktivitas, akan tetapi dapat bersifat menetap dan mengganggu aktivitas bahkan
kegiatan harian. Produktivitas menurun akibat mangkir kerja atau sekolah, dan dapat
menimbulkan disability (kecacatan), sehingga menambah penurunan produktivitas serta
menurunkan kualitas hidup. Patut kita bersama disadari bahwa masih banyak permasalahan
akibat keterlambatan penanganan baik karena penderita maupun dokter (medis) yang berujung
kematian.
Definisi
Asma adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten, reversibel dimana trakea dan brokhi
berespon dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu (Smeltzer & Bare, 2002).
Asma adalah suatu penyakit dengan ciri meningkatnya respon trakea dan bronkus terhadap
berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan napas yang luas dan
derajatnya dapat berubahubah, baik secara spontan maupun sebagai hasil pengobatan (Muttaqin,
2008).
Asma adalah wheezing berulang dan atau batuk persisten dalam keadaan dimana asma adalah
yang paling mungkin, sedangkan sebab lain yang lebih jarang telah disingkirkan (Mansjoer,
2008).
Asma adalah suatu penyakit yang dicirikan oleh hipersensitivitas cabang-cabang trakeobronkhial
terhadap berbagai jenis rangsangan (Pierce, 2007).
Etiologi
Suatu hal yang yang menonjol pada penderita Asma adalah fenomena hiperaktivitas bronkus.
Bronkus penderita asma sangat peka terhadap rangsangan imunologi maupun non imunologi.
Adapun rangsangan atau faktor pencetus yang sering menimbulkan Asma adalah:
1. Faktor ekstrinsik (alergik) : reaksi alergik yang disebabkan oleh alergen atau alergen yang
dikenal seperti debu, serbuk-serbuk, bulubulu binatang.
2. Faktor intrinsik(non-alergik) : tidak berhubungan dengan alergen, seperti common cold, infeksi
traktus respiratorius, latihan, emosi, dan polutan lingkungan dapat mencetuskan serangan.
3

3. Asma gabungan Bentuk asma yang paling umum. Asma ini mempunyai karakteristik dari
bentuk alergik dan non-alergik (Smeltzer & Bare, 2002).
Manifestasi klinis
Gejala-gejala yang biasa muncul pada Asma adalah batuk, dispnea, dan wheezing. Serangan
seringkali terjadi pada malam hari. Asma biasanya bermula mendadak dengan batuk dan rasa
sesak dalam dada, disertai dengan pernapasan lambat,wheezing. Ekspirasi selalu lebih susah dan
panjang dibanding inspirasi, yang mendorong pasien unutk duduk tegak dan menggunakan setiap
otot-otot aksesori pernapasan. Jalan napas yang tersumbat menyebabkan dispnea. Serangan Asma
dapat 24 berlangsung dari 30 menit sampai beberapa jam dan dapat hilang secara spontan.
Meskipun serangan asma jarang ada yang fatal, kadang terjadi reaksi kontinu yang lebih berat,
yang disebut status asmatikus, kondisi ini mengancam hidup.
Pembahasan
Identitas Pasien:
Nama : Bapak Said Umar
Umur : 76 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Pekerjaan
:Pendidikan
: SLTP
Alamat: JL. Semeru Raya No.49 RT 010/010
Telepon
: 021-5630339
Puskesmas
: Grogol 1
Bapak Said (76 tahun) biasa mengunjungi puskesmas apabila sesak nafas ketika kelelahan atau
melakukan aktivitas berat.
Anamnesis: (Auto-anamnesis)
1. Identitas pasien
2. Keluhan utama: sesak nafas apabila kelelahan berkerja
3. Riwayat penyakit sekarang
Sesak nafas apabila melakukan pekerjaan berat dan di diagnosis terkena penyakit asma
oleh puskesmas.
4. Riwayat penyakit dahulu
Pasien mengatakan bahwa beberapa tahun yang lalu pasien didiagnosis TBC namun
setelah dilakukan terapi selama kurang lebih setahun, pasien dinyatakan sembuh (tes BTA
-)
Riwayat Biologis Keluarga:
4

a. Keadaan kesehatan sekarang: Baik


Pasien dapat dikatakan baik karena pasien dapat bercakap cakap dengan baik dan
kesadaran serta daya ingatnya baik. Pasien tidak terlihat kesakitan, terlihat sedikit lemas.
Pasien mengatakan bahwa istrinya yang dikampung dulu juga menderita TBC dan anaknya
yang ketiga memang memiliki penyakit asma.
b. Kebersihan perorangan: Baik
Kebersihan pasien dapat dikatakan baik karena yang terlihat dari hygiene rambut, tangan
dan kaki tampak bersih. Pakaian yang digunakan pun tampak bersih. Begitupun
kebersihan anggota keluarga lainnya.
c. Penyakit yang sering diderita : sesak nafas ketika lelah.
d. Penyakit keturunan
: Tidak ada
e. Penyakit kronis / menular
:
Pasien dan istri memiliki riwayat TBC.
f. Kecacatan anggota keluarga : Tidak ada
Dalam keluarga pasien tidak ada yang menderita cacat fisik dan mental.
g. Pola makan
: Sedang
Pasien mengaku hanya makan ketika ia merasa lapar.
h. Pola istirahat
: Baik
Pola istirahat pasien dikatakan baik karena pasien tidur cukup.
i. Jumlah anggota keluarga
: 7 orang
Di dalam rumah pasien ada 2 orang, yaitu Ibu Ningsih (istri) namun pada saat itu sedang
tidak berada di rumah, dan Hamzah (cucu).
Psikologis Keluarga:
a. Kebiasaan buruk
: tidak ada
Pasien tidak merokok, namun cucu merokok.
b. Pengambilan keputusan
: Pasien
c. Ketergantungan obat : Tidak ada
d. Tempat mencari pelayanan kesehatan : Puskesmas Grogol 1
e. Pola rekreasi
: Kurang
Pasien dilarang sang anak untuk berpergian jauh-jauh karena anak-anak pasien tinggal di
luar kota.
Keadaan Rumah / Lingkungan:
a.
b.
c.
d.

Jenis bangunan
: Permanen
Lantai rumah
: Keramik
Luas rumah
: 12 x 3 m2
Penerangan
: Kurang
Karena rumah pasien tidak memiliki ventilasi yang cukup, dimana hanya terdapat 1

jendela di sebelah pintu. Jendelapun tertutup tirai


e. Kebersihan
: Kurang
Rumah berdebu.
f. Ventilasi
: Kurang

Ventilasi untuk keluar masuk cahaya dan udara sangat kurang. Rumah pasien berada di
jalan besar, namun hanya ada 1 jendela, namun jendela tersebut juga tertutup tirai dan

g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.

ventilasi pada pintu banyak tedapat debu


Dapur
: Bersih, namun tidak terdapat ventilasi
Jamban keluarga
: Bersih.
Sumber Air minum : PDAM / Ledeng
Sumber Pencemaran air: Tidak ada
Pemanfaatan pekarangan : Tidak ada
Sistem pembuangan air limbah : Ada
Tempat pembuangan sampah : Ada
Sanitasi lingkungan
: Baik

Spiritual Keluarga :
a. Ketaatan beribadah
: Sangat Baik
b. Keyakinan tentang kesehatan : Baik
Keadaan Sosial Keluarga :
a. Tingkat pendidikan : Baik
Walaupun pasien tamatan SLTP, namun pasien mengaku bahwa anaknya lulusan S2 dan
b.
c.
d.
e.

sedang berkerja di suatu perusahaan nuklir di Jepang.


Hubungan anggota keluarga : Baik
Hubungan dengan orang lain : Baik
Kegiatan organisasi sosial
: Kurang
Keluarga pasien tidak berminat mengikuti kegiatan organisasi di lingkungannya
Keadaan ekonomi
: Baik
Walaupun pasien tidak berkerja, namun anak-anaknya menafkahi.

Kultural Keluarga:
a. Adat yang berpengaruh
b. Lain lain

: Tidak ada
: Tidak ada

Daftar Anggota Keluarga:


N
o

Nama

Hub
dgn KK

Umur
(tahun)

Pendidik
an

Pekerja
an

Aga
ma

Keadaan
kesehata
n

Kead
aan
gizi

Imunisa
si

KB

1.

Said
Umar

Kepala
keluar
ga

76
tahun

SLTP

Islam

sakit

Se
dang

2.

Ningsih

Istri

Islam

baik

3.

Hamzah

Cucu

23
tahun

SMA

Islam

Baik

Baik

Lengka
p

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum: Pasien tampak compos mentis
Tanda-tanda vital:
6

1.
2.
3.
4.

Tekanan Darah: 140/90 mmHg


Frekuensi Nadi: 92x/menit
Frekuensi Napas: 24x/menit
Suhu badan: 37,6oC

Hasil Pemeriksaan Faring:


1. Tonsil
- Besarnya T1-T1 Normal, tidak membesar
- Kripta (-), detritus (-)
2. Uvula
- Posisi di tengah
- Hiperemis (-)
- Edema (-)
- Memanjang (-)
3. Faring
- Mukosa tidak hiperemis
- Permukaan tampak licin
- Granul (-)
- Post nasal drip (-)
- Abses Parafaring (-)
- Abses Peritonsil (-)
Anjuran Penatalaksanaan penyakit
1. Promotif: Pemberian penyuluhan tentang asma dan bagaimana cara mengobatinya.
Perbaikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
2. Preventif:
mempertahankan daya tahan tubuh dengan gizi seimbang, menjaga kondisi udara
sekitar
Upaya mencuci tangan
Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan
Fisioterapi dada dan batuk efektif membantu pasien untuk mengeluarkan sputum

dengan baik
Latihan fisik untuk meningkatkan toleransi aktivitas fisik
Berikan posisi tidur yang nyaman (semi fowler)
Anjurkan untuk minum air hangat 1500-2000 ml per hari
Usaha agar pasien mandi air hangat setiap hari
Hindarkan pasien dari faktor pencetus

3. Kuratif:
Pengobatan Asma diarahkan terhadap gejalagejala yang timbul saat serangan,
mengendalikan penyebab spesifik dan perawatan pemeliharaan keehatan optimal yang
umum. Tujuan utama dari berbagai macam pengobatan adalah pasien segera mengalami
relaksasi bronkus.
Terapi awal, yaitu:
7

Memberikan oksigen pernasal


Antagonis beta 2 adrenergik (salbutamol mg atau fenetoral 2,5 mg atau terbutalin
10 mg). Inhalasi nebulisasi dan pemberian yang dapat diulang setiap 20 menit
sampai 1 jam. Pemberian antagonis beta 2 adrenergik dapat secara subcutan atau
intravena dengan dosis salbutamol 0,25 mg dalam larutan dekstrose 5%
Aminophilin intravena 5-6 mg per kg, jika sudah menggunakan obat ini dalam 12
jam sebelumnya maka cukup diberikan setengah dosis.
Kortikosteroid hidrokortison 100-200 mg intravena jika tidak ada respon segera
atau dalam serangan sangat berat
Bronkodilator, untuk mengatasi obstruksi jalan napas, termasuk didalamnya
golongan beta adrenergik dan anti kolinergik.
4. Rehabilitatif:
Pemberian makanan cukup gizi dan cukup istirahat.
Prognosis
a) Penyakit: Baik jika terapi adekuat, konsumsi makanan bergizi, dan cukup istirahat.
Resume:
Pada hari Kamis 23 Juli 2015, kelompok kami mengunjungi rumah bapak Said Umar dalam
rangka melakukan kegiatan skill lab family folder blok 26. Kegitannya meliputi wawancara serta
melihat kondisi rumah bapak Said.

Saran
1. Pasien jangan terlalu beraktivitas berat meningat istri dan cucu yang jarang ada di rumah.
10

2. Menjaga sanitasi lingkungan, dan membuka jendela pada pagi hari agar cahaya matahri
dapat masuk ke dalam rumah
3. Pasien makan yang teratur mengingat pasien hanya makan ketika lapar saja.

Daftar Pustaka
1. Amin Z. Manifestasi klinik dan pendekatan pada pasien dengan kelainan sistem pernapasan
Dalam: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Stiati S, ed. Ilmu penyakit dalam. Edisi
ke-5(III). Jakarta: Interna Publishing;2009.h.2189-95.

11