Anda di halaman 1dari 8

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN

(RPP)
Satuan Pendidikan
Program Studi
Mata Kuliah
Kelas / Angkatan
Materi Pokok
Waktu

: Perguruan Tinggi Strata 1 (S-1)


: S-1 Kimia
: Kimia Organik 1
: Offering H / 2014
: Pengantar ke Molekul Organik dan Gugus Fungsi
: 2 x 50 menit

A. KOMPETENSI DASAR
1. Memahami pengertian gugus fungsi.
2. Memahami jenis-jenis gugus fungsi.
3. Menganalisis perbedaan masing-masing gugus fungsi.
4. Memahami pengertian gaya antarmolekul.
5. Memahami jenis-jenis gaya antarmolekul.
6. Menganalisis perbedaan masing-masing gaya antarmolekul.
7. Memahami pengaruh gaya antarmolekul terhadap sifat fisika senyawa
organik.
8. Memahami kereaktifan suatu senyawa organik karena pengaruh gugus
fungsi.
B. INDIKATOR PERKULIAHAN
1. Menjelaskan pengertian gugus fungsi.
2. Menjelaskan masing-masing jenis gugus fungsi.
3. Mengklasifikasikan gugus fungsi pada senyawa-senyawa organik.
4. Membandingkan jenis-jenis gugus fungsi.
5. Menjelaskan pengertian gaya antarmolekul.
6. Menjelaskan masing-masing jenis gaya antarmolekul.
7. Membandingkan jenis-jenis gaya antarmolekul.
8. Mengetahui gaya antarmolekul pada senyawa.
9. Menjelaskan pengaruh gaya antarmolekul terhadap sifat fisika senyawa
organik.
10. Menjelaskan kereaktifan suatu senyawa organik karena pengaruh gugus
fungsi.
11. Menjelaskan suatu reaksi berdasarkan kereaktifan suatu senyawa organik.
C. TUJUAN PERKULIAHAN
Melalui presentasi, diskusi, dan kegiatan tanya jawab, mahasiswa diharapkan
mampu:

1. Menjelaskan pengertian gugus fungsi.


2. Menjelaskan masing-masing jenis gugus fungsi.
3. Membandingkan jenis-jenis gugus fungsi.
4. Mengidentifikasi gugus fungsi dalam struktur senyawa organik.
5. Mengelompokkan senyawa organik berdasarkan jenis gugus fungsinya.
6. Menjelaskan pengertian gaya antarmolekul.
7. Menjelaskan masing-masing jenis gaya antarmolekul.
8. Membandingkan jenis-jenis gaya antarmolekul.
9. Membedakan masing-masing gaya antarmolekul.
10. Mengidentifikasi gaya antarmolekul pada senyawa.
11. Menjelaskan pengaruh gaya antarmolekul terhadap sifat fisika senyawa
organik.
12. Menjelaskan kereaktifan suatu senyawa organik karena pengaruh gugus
fungsi.
13. Menjelaskan suatu reaksi berdasarkan kereaktifan suatu senyawa organik.
D. MATERI PERKULIAHAN
1. Gugus Fungsi
Gugus fungsi adalah atom atau kumpulan atom yang menandai struktur
suatu golongan senyawa organik dan menentukan sifat kimia dan fisika
senyawa organik tersebut. Gugus fungsi dapat diklasifikasikan menjadi tiga
jenis, yaitu: a) hidrokarbon; b) senyawa yang mengandung ikatan sigma C-Z (Z
adalah atom elektronegatif); c) senyawa yang mengandung ikatan gugus C=O.
Hidrokarbon adalah senyawa senyawa organik yang tersusun oleh unsur
karbon dan hidrogen. Hidrokarbon dibedakan menjadi hidrokarbon alifatik dan
aromatik. Hidrokarbon alifatik dibedakan menjadi alkana, alkena, dan alkuna.
Hidrokarbon aromatik merupakan hidrokarbon yang memiliki cincin
beranggotakan enam atom karbon dengan dengan tiga ikatan yang
berselang-seling.
Senyawa yang mengandung ikatan C-Z ditunjukkan pada tabel berikut.
Jenis Senyawa
Alkil halida

Struktur Umum
R

Gugus Fungsi
-X
Gugus halo

X = F, Cl, Br, I
Alkohol

OH

-OH
Gugus hidroksi

Jenis Senyawa
Eter

Struktur Umum
R

Amina

NH2

Tiol

SH

Sulfida

Gugus Fungsi
-OR
Gugus alkoksi
-NH2
Gugus amino
-SH
Gugus merkapto
-SR
Gugus alkiltio

Adanya atom heterogen yang elektronegatif menyebabkan terbentuknya


ikatan polar, yang menyebabkan atom karbon kekurangan elektron.
Senyawa yang mengandung gugus C=O (gugus karbonil) ditunjukkan pada
tabel berikut ini.
Jenis Senyawa
Aldehida

Struktur Umum
O

Gugus Fungsi
C=O
Gugus karbonil

C
R

Keton

C=O
Gugus karbonil

C
R

Asam karboksilat

-COOH
Gugus karboksil

C
R

Ester

OH

-COOR

C
R

OR

Jenis Senyawa
Amida

Struktur Umum
O

C
R

H (or R)

Gugus Fungsi
-CONH2
-CONHR
-CONR2

N
H (or R)

Klorida asam

-COCl

C
R

2.

Cl

Gaya Antarmolekul
Gaya antarmolekul adalah interaksi yang terjadi antarmolekul. Gugus

fungsi menentukan jenis dan kekuatan gaya antarmolekul.penjelasan gaya


antarmolekul disajikan pada tabel berikut.
Gaya
Antarmolekul
Van der Waals /
London

Kekuatan
Relatif
Lemah

Terdapat
pada
Semua
molekul

Dipol-dipol

Sedang
/menengah

Molekul yang
memiliki
dipol
Molekul yang
memiliki
ikatan O-H,
N-H, atau HF
Senyawa
ionik

Ikatan hidrogen

Ion-ion

3.

Kuat

Sangat kuat

Contoh
CH3CH2CH2CH3
CH3CH2CH2CH
O
CH3CH2CH2OH
CH3CH2CH2CH
O
CH3CH2CH2OH
CH3CH2CH2OH

NaCl, LiF

Sifat-sifat Fisika
Kekuatan gaya antarmolekul senyawa menentukan sifat fisika senyawa

tersebut seperti titik didih, titik lebur, dan kelarutan. Senyawa-senyawa yang

memiliki gaya antarmolekul yang kuat memiliki titik didih yang lebih tinggi.
Titik didih juga dipengaruhi oleh luas permukaan dan polarizabilitas.
Titik lebur juga dipengaruhi oleh gaya antarmolekul senyawa. Jika gaya
antarmolekul senyawa lebih kuat maka titik leburnya akan lebih tinggi.
Senyawa yang memiliki gugus fungsi yang sama, titik lebur ditentukan oleh
bentuk dari molekul. Senyawa yang memiliki bentuk yang lebih simetris, maka
titik leburnya lebih tinggi.
Pengaruh gaya antarmolekul terhadap kelarutan ditunjukkan pada tabel
berikut.
Pelarutpelarut
Lemah
Kuat
Kuat
Kuat
Lemah

Gaya Antarmolekul
Zat terlarutZat terlarutzat terlarut
pelarut
Lemah
Lemah
Kuat
Kuat
Lemah
Lemah
Lemah
Kuat

Kuat
Lemah

Pelarut
C6H14
H2O
H2O
H2O
C6H14

Contoh
Zat
Kelarutan
terlarut
CCl4
Larut sempurna
CH3OH
Larut sempurna
C6H14
Hampir tidak
larut
(CH3)2CO
Larut sempurna
CH3OH
Hampir tidak
larut

Umumnya senyawa-senyawa organik larut dalam pelarut organik. Suatu


senyawa organik dapat larut dalam pelarut air jika terdapat gugus fungsi polar
sehingga membentuk ikatan hidrogen. Ikatan hidrogen tergolong gaya
antarmolekul yang kuat, sehingga menyebabkan senyawa organik dengan
gugus fungsi polar dapat larut dalam pelarut air.
4.

Gugus Fungsi dan Kereaktifan


Gugus fungsi juga menentukan keeaktifan dari suatu senyawa. Gugus

fungsi menciptakan bagian reaktif dalam molekul. Bagian molekul yang kaya
elektron bereaksi dengan bagian molekul yang kekurangan elektron. Ada tiga
aturan yang dapat digunakan yaitu:
a. Atom hetero yang elektronegatif seperti O, N, atau X menyebabkan atom
karbon kekurangan elektron, sehingga atom karbon akan bermuatan parsial
positif.
b. Pasangan elektron bebas pada atom hetero menyebabkan bersifat basa atau
nukleofilik.
c. Ikatan-ikatan membentuk bagian nukleofilik dan lebih mudah terputuskan
daripada ikatan .

E. METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran: Diskusi Kelas
Metode
: Presentasi, Tanya jawab, dan penugasan.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
Fase 1: Menyampaikan Tujuan dan Mengatur Setting
1. Membuka perkuliahan.
2. Meminta mahasiswa untuk duduk sesuai kelompoknya.
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
Kegiatan Inti
Fase 2: Mengarahkan Diskusi
4. Memotivasi mahasiswa dengan menunjukkan struktur amfisilin
(jenis antibiotik) dan menanyakan pada mahasiswa struktur
tersebut tersusun atas apa saja.
5. Memberikan apresepsi dengan mengaitkan dengan materi yang
telah dipelajari sebelumnya yaitu struktur dan ikatan kimia.
Fase 3: Melaksanakan Diskusi
6. Meminta kelompok yang bertugas untuk mempersiapkan
presentasi materi Pengantar ke Molekul Organik dan Gugus
Fungsi.
7. Meminta mahasiswa yang lainnya untuk menyimak presentasi
kelompok mengenai Pengantar ke Molekul Organik dan Gugus
Fungsi.
8. Meminta masing-masing kelompok untuk membuat pertanyaan
terkait presentasi.
9. Mempersilahkan kelompok yang mendapat giliran presentasi
untuk mempresentasikan materi Pengantar ke Molekul Organik
dan Gugus Fungsi.
10. Menyerahkan kepada moderator untuk memimpin jalannya
presentasi dan diskusi.
11. Memantau jalannya presentasi dan melakukan penilaian.
12. Memantau jalannya diskusi.
13. Memberikan tanggapan dan memberikan umpan balik terhadap
jawaban siswa.
14. Melakukan penilaian terhadap sikap mahasiswa selama diskusi
berlangsung..
Penutup
Fase 4: Mengakhiri Diskusi
15. Meminta moderator untuk menutup diskusi.

Alokasi
Waktu
3 menit
1 menit
1 menit
1 menit
5 menit
3 menit

2 menit
45 menit
2 menit

1 menit

1 menit
2 menit

1 menit
25 menit
10 menit
3 menit

7 menit
1 menit

Kegiatan Pembelajaran
16. Meminta mahasiswa untuk menarik kesimpulan.
17. Meminta mahasiswa untuk menanggapi proses diskusi.
Fase 5: Melakukan Tanya Jawab Singkat tentang Proses Diskusi
18. Mengadakan kuis.
19. Memberikan soal kuis kepada siswa.
20. Memantau mahasiswa dalam mengerjakan soal kuis.
21. Membahas soal kuis.
22. Memberi penugasan mind map untuk materi selanjutnya.
23. Menutup perkuliahan dan mengingatkan untuk mempelajari
materi berikutnya.

Alokasi
Waktu
3 menit
3 menit
40 menit
3 menit
20 menit
15 menit
2 menit

G. PENILIAIAN
1. Tes
a. Kuis
b. Ujian 2 (Bab 3 dan 4)
2. Nontes
a. Lembar pengamatan presentasi
b. Lembar pengamatan kegiatan diskusi
c. Mind map
H. MEDIA, ALAT/BAHAN, DAN SUMBER BELAJAR
1. Media: Slide Powerpoint
2. Alat dan Bahan: papan tulis, spidol, LCD, laptop.
3. Sumber belajar:
Parlan. 2014. Diktat Kimia Organik 1. Malang: Jurusan Kimia.
Fessenden., & Fessenden. 1990. Kimia Organik. Terjemahan A.H.
Pudjaatmaka. 1982. Jakarta: Erlangga.
Loudon, G.M.1995. Organic Chemistry Third Edition. Redwood city: The
Benjamin/Cumming Publishing Company. Inc.
Dan sumber belajar lainnya seperti internet, jurnal online maupun cetak.
Malang, 17 Februari 2015
Dosen Pengampu,

Mahasiswa PPL

Dr. Aman Santoso, M.Si

Lita Novilia, S.Pd.

NIP. ............................