Anda di halaman 1dari 22

1

BAB I
PENDAHULUAN

Hepatitis virus akut merupakan infeksi sistemik yang dominan menyerang


hati. Hampir semua kasus hepatitis virus akut disebabkan oleh salah satu dari lima
jenis virus yaitu virus hepatitis A (HAV), virus hepatitis B (HBV), virus hepatitis
C (HCV), virus hepatitis D (HDV), dan virus hepatitis E (HEV). Semua jenis
hepatitis virus yang menyerang manusia merupakan virus RNA kecuali virus
hepatitis B, yang merupakan virus DNA. Walaupun virus-virus tersebut berbeda
dalam sifat molekular dan antigen, akan tetapi semua jenis virus tersebut
memperlihatkan kesamaan dalam perjalanan penyakitnya.
Gambaran klinis hepatitis virus sangat bervariasi mulai dari infeksi
asimtomatik tanpa kuning sampai yang berat yaitu hepatitis fulminan yang dapat
menimbulkan kematian hanya dalam beberapa hari. Gejala hepatitis akut terbagi
dalam empat tahap, yaitu fase inkubasi, yang merupakan waktu antara masuknya
virus dan timbulnya gejala atau ikterus, fase prodromal (pra-ikterik), yang
merupakan fase diantara timbulnya keluhan-keluhan pertama dan timbulnya
gejala ikterus, fase ikterus, dan fase konvalesen (penyembuhan).
Hepatitis virus akut merupakan urutan pertama dari berbagai penyakit hati
di seluruh dunia. Penyakit tersebut ataupun gejala sisanya bertanggung jawab atas
1-2 juta kematian setiap tahunnya. Banyak episode hepatitis dengan klinis
anikterik, tidak nyata, atau subklinis. Secara global virus hepatitis merupakan
penyebab utama viremia yang persisten. Di indonesia, berdasarkan data dari
rumah sakit, hepatitis A masih merupakan bagian terbesar dari kasus-kasus
hepatitis akut yang dirawat yaitu berkisar 39,8-68,3%. Tingkat prevalensi hepatitis
B di Indonesia sangat bervariasi berkisar dari 2,5%-25,61%. Prevalensi anti-HCV
pada donor darah di beberapa tempat di Indonesia menunjukkan angka diantara
0,5%-3,37%, sedangkan prevalensi anti-HCV pada hepatitis virus akut
menunjukkan bahwa hepatitis C menempati urutan kedua setelah hepatitis A akut,
yaitu sekitar 15,5%-46,4%.

Dengan data perkembangan seperti ini, penyakit hepatitis virus akut akan
dapat menyebabkan permasalahan yang signifikan bagi masyarakat global dan
bukan tidak mungkin dalam kurun beberapa tahun kedepan angka statistik ini
akan bergerak naik secara drastis. Dengan demikian perlu adanya penanganan dari
segala aspek baik secara biomedik maupun biopsikososial. Dan untuk itu kasus ini
diangkat sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sebagai praktisi medis agar
dapat mengenal penyakit ini lebih rinci sebelum benar-benar mengaplikasikan
teori pengobatan yang rasional.

BAB II
LAPORAN KASUS

IDENTIFIKASI
Nama

: Tn. S

Jenis kelamin

: Laki-laki

Usia

: 43 tahun

Alamat

: Gang Janur Kel Jolang Kec Kota Kendal, Muara Enim

Pekerjaan

: Pegawai swasta

Status perkawinan

: Kawin

Agama

: Islam

MRS

: 28 Desember 2012

ANAMNESIS
Keluhan Utama :
Badan bertambah kuning sejak 5 hari SMRS
Riwayat Perjalanan Penyakit :
Sejak 2 minggu SMRS, os mengeluh muntah, frekuensi 5 kali per hari,
isi apa yang dimakan, jumlah gelas aqua sekali muntah. Os juga mengeluh
nyeri perut kanan atas yang menjalar hingga ke ulu hati. Mual (+), pusing (+),
badan lemas (+), nafsu makan menurun (+), demam (-), menggigil (-), nyeri otot
dan sendi (-), BAB dan BAK biasa. Os berobat ke rumah sakit dan dikatakan sakit
maag. Os lalu dirawat selama 5 hari dan pulang perbaikan.
Sejak 9 hari SMRS, os mengeluh badan menjadi kuning. Os juga
mengeluh pusing, badan lemas, dan nafsu makan menurun. Demam (-), menggigil
(-), mual (-), muntah (-), nyeri ulu hati (-), nyeri otot dan sendi (-), BAK berwarna
tua seperti teh, BAB biasa. Os tidak berobat.
Sejak 5 hari SMRS, os mengeluh badan semakin bertambah kuning. Os
juga mengeluh pusing, badan lemas, dan nafsu makan menurun. Demam (-),
menggigil (-), mual (-), muntah (-), nyeri ulu hati (-), nyeri otot dan sendi (-),
BAK berwarna tua seperti teh, BAB biasa. Os lalu berobat ke rumah sakit dr. HM
Rabain Muara Enim dan dirawat.
3

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat sakit kuning sebelumnya disangkal
Riwayat transfusi darah dan hemodialisis disangkal
Riwayat tertusuk jarum disangkal
Riwayat kontak dengan penderita sakit kuning disangkal
Riwayat makan di pinggir jalan dalam 1 bulan terakhir ada
Riwayat sakit maag disangkal
Riwayat kencing manis disangkal
Riwayat darah tinggi disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama dalam keluarga disangkal
Riwayat Sosial Ekonomi
Penderita sudah menikah. Penderita bekerja sebagai pegawai swasta di perusahaan
batu bara. Istri penderita tidak bekerja (ibu rumah tangga). Kesan: status sosial
ekonomi sedang.
PEMERIKSAAN FISIK (29 Desember 2012)
Keadaan Umum
Keadaan umum

: tampak sakit

Keadaan sakit

: sakit sedang

Kesadaran

: compos mentis

Gizi

: cukup

Dehidrasi

: (-)

Tekanan Darah

: 110/70 mmHg

Nadi

: 80 kali per menit, reguler, isi dan tegangan cukup

Pernafasan

: 20 kali per menit, thoracoabdominal

Suhu

: 36,7o C

Berat Badan

: 55 kg

Tinggi Badan

: 160 cm

IMT

: 55/(1,6)2 = 21,48 (normoweight)

Keadaan Spesifik
Kulit
Warna sawo matang, efloresensi (-), pigmentasi normal, ikterus (+), sianosis (-),
spider naevi (-), telapak tangan dan kaki pucat (-), pertumbuhan rambut normal.
KGB
Kelenjar getah bening di submandibula, leher, axila, inguinal tidak teraba.
Kepala
Normocephaly, simetris, warna rambut hitam, rambut mudah rontok (-),
deformitas (-).
Mata
Eksoftalmus (-), endoftalmus (-), edema palpebra (-), konjungtiva palpebra pucat
(-), sklera ikterik (+), kornea jernih, pupil isokor, reflek cahaya (+), pergerakan
mata ke segala arah baik.
Hidung
Bagian luar hidung tak ada kelainan, septum dan tulang-tulang dalam perabaan
baik, selaput lendir dalam batas normal, epistaksis (-).
Telinga
Lubang telinga lapang, pendengaran baik.
Mulut
Pembesaran tonsil (-), gusi berdarah (-), lidah kering (-), tepi lidah hiperemis (-),
lidah tremor (-), pelo (-), atrofi papil (-), stomatitis (-), rhagaden (-), bau
pernapasan khas (-).
Leher
Pembesaran kelenjar tiroid (-), JVP (5+2) cmH 2O, hipertrofi musculus
sternocleidomastoideus (-), kaku kuduk (-).

Dada
Bentuk dada normal, simetris, perbandingan dinding transversal:anteroposterior =
2:1, retraksi (-), nyeri tekan (-), nyeri ketok (-), krepitasi (-).
Paru
Inspeksi

: statis simetris kanan dan kiri, dinamis simetris kanan dan kiri, tidak
ada yang tertinggal

Palpasi

: stem fremitus kanan = kiri

Perkusi

: sonor di kedua lapangan paru

Auskultasi : vesikuler (+) normal, ronkhi (-), wheezing (-)


Jantung
Inspeksi

: ictus cordis tidak terlihat

Palpasi

: ictus cordis tidak teraba, thrill (-)

Perkusi

: batas atas ICS II, batas jantung kanan ICS V linea sternalis dextra,
batas jantung kiri ICS V linea midclavicularis sinistra

Auskultasi : HR 80 x/menit, ritmik, murmur (-), gallop (-).


Abdomen
Inspeksi

: datar, venektasi (-)

Palpasi

: lemas, nyeri tekan regio hipokondrium kanan (+), hepar teraba 3


jari dibawah arcus costae, tepi tajam, permukaan rata, konsistensi
kenyal. Lien tidak teraba.

Perkusi

: timpani, shifting dullness (-)

Auskultasi : bising usus (+) normal


Genitalia Eksterna
(Tidak diperiksa)

Ekstremitas
Ekstremitas atas

: gerakan bebas, edema (-), jaringan parut (-), pigmentasi


normal, telapak tangan pucat (-), jari tabuh (-), turgor < 2
detik, sianosis (-).

Ekstremitas bawah

: gerakan bebas, jaringan parut (-), pigmentasi normal,


telapak kaki pucat (-), jari tabuh (-), turgor kembali
lambat (-), edema pretibia (-).

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tanggal 29 Desember 2012
Hematologi
No
1
2
3
4

Pemeriksaan
Hemoglobin
Leukosit
Laju Endap Darah
Hitung jenis

Hasil
11,1 g/dl
6700/mm3
40 mm/jam
0/0/0/90/5/5

Nilai Normal
14-18 g/dl
5000-10000/mm3
<10 mm/jam
0-1/1-3/2-6/50-70/20-40/2-8

Hasil
121 mg/dl
6,0 g/dl
4,0 mg/dl
2,0 mg/dl
6,3 mg/dl
2,3 mg/dl
4,0 mg/dl
45 U/I
47 U/I
364 U/I

Nilai Normal
76-110 mg/dl
<7 g/dl
3,8-5,8 mg/dl
1,3-2,7 mg/dl
1,0 mg/dl
<0,25mg/dl
<0,8mg/dl
<18 U/I
<22 U/I
60-170 U/I

Kimia Klinik
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Pemeriksaan
BSS
Protein total
Albumin
Globulin
Bilirubin total
Bilirubin direk
Bilirubin indirek
SGOT
SGPT
Alk. Phosphatase

Tes malaria (DDR): negatif

Diagnosis Akhir:
Ikterik ec hepatitis virus akut

Diagnosis Banding:
-

Ikterik ec anemia hemolitik

Ikterik ec obstruksi akut traktus biliaris

Penatalaksanaan :
Non Farmakologis :
-

Tirah baring

Diet hati III

Farmakologis :
-

IVFD D5 gtt x/menit

Cifrofloxacin infus 1x1 i.v. / hari

Ondansentron 2x1 amp i.v. /hari

Ranitidin 2x1 amp i.v. /hari

Methioson 3x1 tablet/hari

Curcuma 2x200 mg tablet/hari

Rencana Pemeriksaan:
-

Tes serologi IgM anti-HAV, HbsAg, anti-HBs, dan anti-HCV

Pemeriksaan USG

Prognosis
Quo ad vitam

: bonam

Quo ad functionam : bonam

RESUME
Seorang laki-laki, Tn. S, umur 43 tahun, status kawin, alamat Muara Enim,
pekerjaan pegawai swasta, dirawat di RSHMR Muara Enim bagian penyakit
dalam tanggal 28 Desember 2012.
ANAMNESIS
Keluhan Utama :
Badan bertambah kuning sejak 5 hari SMRS
Riwayat Perjalanan Penyakit :
Sejak 2 minggu SMRS, os mengeluh muntah, frekuensi 5 kali per hari,
isi apa yang dimakan, jumlah gelas aqua sekali muntah. Os juga mengeluh
nyeri perut kanan atas yang menjalar hingga ke ulu hati. Mual (+), pusing (+),
badan lemas (+), nafsu makan menurun (+), demam (-), menggigil (-), nyeri otot
dan sendi (-), BAB dan BAK biasa. Os berobat ke rumah sakit dan dikatakan sakit
maag. Os lalu dirawat selama 5 hari dan pulang perbaikan.
Sejak 9 hari SMRS, os mengeluh badan menjadi kuning. Os juga
mengeluh pusing, badan lemas, dan nafsu makan menurun. Demam (-), menggigil
(-), mual (-), muntah (-), nyeri ulu hati (-), nyeri otot dan sendi (-), BAK berwarna
tua seperti teh, BAB biasa. Os tidak berobat.
Sejak 5 hari SMRS, os mengeluh badan semakin bertambah kuning. Os
juga mengeluh pusing, badan lemas, dan nafsu makan menurun. Demam (-),
menggigil (-), mual (-), muntah (-), nyeri ulu hati (-), nyeri otot dan sendi (-),
BAK berwarna tua seperti teh, BAB biasa. Os lalu berobat ke rumah sakit dr. HM
Rabain Muara Enim dan dirawat.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat sakit kuning sebelumnya disangkal
Riwayat transfusi darah dan hemodialisis disangkal
Riwayat tertusuk jarum disangkal
Riwayat kontak dengan penderita sakit kuning disangkal
Riwayat makan di pinggir jalan dalam 1 bulan terakhir ada

10

Riwayat sakit maag disangkal


Riwayat kencing manis disangkal
Riwayat darah tinggi disangkal
PEMERIKSAAN FISIK (29 Desember 2012)
Keadaan Umum
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Kesadaran

: compos mentis

Tekanan Darah : 110/70 mmHg


Nadi

: 80 kali per menit, reguler, isi dan tegangan cukup

Pernafasan

: 20 kali per menit, thoracoabdominal

Suhu

: 36,7o C

KEADAAN SPESIFIK
Kulit ikterik (+), telapak tangan dan kaki

pucat (-), sianosis (-). Tidak ada

pembesaran KGB. Sklera ikterik (+), konjungtiva palpebra pucat (-). Telinga,
hidung, dan mulut dalam keadaan baik. JVP (5+2) cm H2O. Genital tidak
diperiksa.
Paru:
Statis simetris kanan dan kiri, dinamis kanan dan kiri tidak ada yang tertinggal,
strem femitus kiri = kanan, sonor di kedua lapangan paru, vesikuler normal,
ronkhi (-), wheezing (-)
Jantung :
Ictus cordis tidak terlihat, ictus cordis tidak teraba, thrill (-), batas atas ICS II,
batas kanan ICS V linea sternalis dextra, batas kiri ICS V linea midclavicularis
sinistra, HR=80 kali/menit (ritmik), murmur (-), gallop (-).
Abdomen
Datar, venektasi (-), lemas, nyeri tekan regio hipokondrium kanan (+), hepar
teraba 3 jari dibawah arcus costae, tepi tajam, permukaan rata, konsistensi kenyal,
lien tidak teraba, timpani, shifting dullness (-), bising usus (+) normal.

11

Ektremitas
Ekstremitas atas

: gerakan bebas, jari tabuh (-), sianosis (-).

Ekstremitas bawah

: gerakan bebas, edema pretibia (-/-).

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tanggal 29 Desember 2012
Hematologi: hemoglobin 11,1 g/dl, leukosit 6700/mm3, laju endap darah 40
mm/jam, hitung jenis 0/0/0/90/5/5.
Kimia Klinik: BSS 121mg/dl, protein total 6,0 g/dl, albumin 4,0 mg/dl, globulin
2,0 mg/dl, bilirubin total 6,3 mg/dl, bilirubin direk 2,3 mg/dl, bilirubin indirek 4,0
mg/dl, SGOT 45 U/I, SGPT 47 U/I, alkaline phosphatase 364 U/I.
Parasitologi: Malaria (DDR) negatif
DIAGNOSIS AKHIR:
Ikterik ec hepatitis virus akut
DIAGNOSIS BANDING:
-

Ikterik ec anemia hemolitik

Ikterik ec obstruksi akut traktus biliaris

PENATALAKSANAAN:
Non Farmakologis :
-

Tirah baring

Diet hati III

Farmakologis :
-

IVFD D5 gtt x/menit

Cifrofloxacin infus 1x1 i.v. / hari

Ondansentron 2x1 amp i.v. /hari

Ranitidin 2x1 amp i.v. /hari

Methioson 3x1 tablet/hari

Curcuma 2x200 mg tablet/hari

12

Rencana Pemeriksaan:
-

Tes serologi IgM anti-HAV, HbsAg, anti-HBs, dan anti-HCV

Pemeriksaan USG

Prognosis
Quo ad vitam

: bonam

Quo ad functionam : bonam

13

Follow Up:
Tanggal
S:
O: Keadaan umum
Kesadaran
Tekanan darah
Nadi
Pernapasan
Temperatur
Keadaan spesifik
Kepala
Leher
Thorax:
Jantung

29 Desember 2012
Badan kuning
Tampak sakit sedang
Compos mentis
110/70 mmHg
80 x/menit
20 x/ menit
36.70C
Konjungtiva palpebra pucat (-)
Sklera ikterik(+)
JVP (5+2) cmH2O
Pembesaran KGB (-)
I : ictus cordis tidak terlihat
P : ictus cordis tidak teraba, thrill (-)
P : Batas kanan ICS V linea sternalis dextra, batas kiri
ICS V linea midclavicularis sinistra, batas atas ICS II
A : HR=80 kali/menit (ritmik), murmur (-), gallop (-).

Paru

vesikuler normal, ronkhi (-), wheezing (-)

Abdomen

I : datar, venektasi (-)


P : lemas, nyeri tekan regio hipokondrium kanan (+),
hepar teraba 3 jari dibawah arcus costae, tepi tajam,
permukaan rata, konsistensi kenyal. Lien tidak
teraba
P : timpani, nyeri ketok (-), shifting dullness (-)
A : bising usus (+) normal

Genitalia

Tidak diperiksa

Ekstremitas

Ekstremitas atas
sianosis (-).
Ekstremitas bawah
(-/-).

: gerakan bebas, jari tabuh (-),


: gerakan bebas, edema pretibia

Diagnosis Akhir:
Ikterik ec hepatitis virus akut

14

Penatalaksanaan :
Non Farmakologis :
- Tirah baring
- Diet hati III
Farmakologis :
- IVFD D5 gtt x/menit
- Cifrofloxacin infus 1x1 i.v. / hari
- Ondansentron 2x1 amp i.v. /hari
- Ranitidin 2x1 amp i.v. /hari
- Methioson 3x1 tablet/hari
- Curcuma 2x200 mg tablet/hari

15

Follow Up:
Tanggal
S:
O: Keadaan umum
Kesadaran
Tekanan darah
Nadi
Pernapasan
Temperatur
Keadaan spesifik
Kepala
Leher
Thorax:
Jantung

30 Desember 2012
Badan kuning
Tampak sakit sedang
Compos mentis
120/70 mmHg
80 x/menit
20 x/ menit
36.70C
Konjungtiva palpebra pucat (-)
Sklera ikterik(+)
JVP (5+2) cmH2O
Pembesaran KGB (-)
I : ictus cordis tidak terlihat
P : Ictus cordis tidak teraba, thrill (-)
P : Batas kanan ICS V linea sternalis dextra, batas kiri
ICS V linea midclavicularis sinistra, batas atas ICS II
A : HR=80 kali/menit (ritmik), murmur (-), gallop (-).

Paru

vesikuler normal, ronkhi (-), wheezing (-)

Abdomen

I : datar, venektasi (-)


P : lemas, nyeri tekan regio hipokondrium kanan (+),
hepar teraba 3 jari dibawah arcus costae, tepi tajam,
permukaan rata, konsistensi kenyal. Lien tidak
teraba
P : timpani, nyeri ketok (-), shifting dullness (-)
A : bising usus (+) normal

Genitalia

Tidak diperiksa

Ekstremitas

Ekstremitas atas
sianosis (-).
Ekstremitas bawah
(-/-).

: gerakan bebas, jari tabuh (-),


: gerakan bebas, edema pretibia

Diagnosis Akhir:
Ikterik ec hepatitis virus akut

16

Penatalaksanaan :
Non Farmakologis :
- Tirah baring
- Diet hati III
Farmakologis :
- IVFD D5 gtt x/menit
- Cifrofloxacin infus 1x1 i.v. / hari
- Ondansentron 2x1 amp i.v. /hari
- Ranitidin 2x1 amp i.v. /hari
- Methioson 3x1 tablet/hari
- Curcuma 2x200 mg tablet/hari

17

Follow Up:
Tanggal
S:
O: Keadaan umum
Kesadaran
Tekanan darah
Nadi
Pernapasan
Temperatur
Keadaan spesifik
Kepala
Leher
Thorax:
Jantung

31 Desember 2012
Badan kuning
Tampak sakit sedang
Compos mentis
120/70 mmHg
80 x/menit
20 x/ menit
36.70C
Konjungtiva palpebra pucat (-)
Sklera ikterik(+)
JVP (5+2) cmH2O
Pembesaran KGB (-)
I : ictus cordis tidak terlihat
P : Ictus cordis tidak teraba, thrill (-)
P : Batas kanan ICS V linea sternalis dextra, batas kiri
ICS V linea midclavicularis sinistra, batas atas ICS II
A : HR=80 kali/menit (ritmik), murmur (-), gallop (-).

Paru

vesikuler normal, ronkhi (-), wheezing (-)

Abdomen

I : datar, venektasi (-)


P : lemas, nyeri tekan regio hipokondrium kanan (+),
hepar teraba 3 jari dibawah arcus costae, tepi tajam,
permukaan rata, konsistensi kenyal. Lien tidak
teraba
P : timpani, nyeri ketok (-), shifting dullness (-)
A : bising usus (+) normal

Genitalia

Tidak diperiksa

Ekstremitas

Ekstremitas atas
sianosis (-).
Ekstremitas bawah
(-/-).

: gerakan bebas, jari tabuh (-),


: gerakan bebas, edema pretibia

Diagnosis Akhir:
Ikterik ec hepatitis virus akut

18

Penatalaksanaan :
Non Farmakologis :
- Tirah baring
- Diet hati III
Farmakologis :
- IVFD D5 gtt x/menit
- Cifrofloxacin infus 1x1 i.v. / hari
- Ondansentron 2x1 amp i.v. /hari
- Ranitidin 2x1 amp i.v. /hari
- Methioson 3x1 tablet/hari
- Curcuma 2x200 mg tablet/hari

19

Follow Up:
Tanggal
S:
O: Keadaan umum
Kesadaran
Tekanan darah
Nadi
Pernapasan
Temperatur
Keadaan spesifik
Kepala
Leher
Thorax:
Jantung

01 Januari 2012
Badan kuning
Tampak sakit sedang
Compos mentis
110/70 mmHg
80 x/menit
20 x/ menit
36.70C
Konjungtiva palpebra pucat (-)
Sklera ikterik(+)
JVP (5+2) cmH2O
Pembesaran KGB (-)
I : ictus cordis tidak terlihat
P : Ictus cordis tidak teraba, thrill (-)
P : Batas kanan ICS V linea sternalis dextra, batas kiri
ICS V linea midclavicularis sinistra, batas atas ICS II
A : HR=80 kali/menit (ritmik), murmur (-), gallop (-).

Paru

vesikuler normal, ronkhi (-), wheezing (-)

Abdomen

I : datar, venektasi (-)


P : lemas, nyeri tekan regio hipokondrium kanan (+),
hepar teraba 3 jari dibawah arcus costae, tepi tajam,
permukaan rata, konsistensi kenyal. Lien tidak
teraba
P : timpani, nyeri ketok (-), shifting dullness (-)
A : bising usus (+) normal

Genitalia

Tidak diperiksa

Ekstremitas

Ekstremitas atas
sianosis (-).
Ekstremitas bawah
(-/-).

: gerakan bebas, jari tabuh (-),


: gerakan bebas, edema pretibia

Diagnosis Akhir:
Ikterik ec hepatitis virus akut

20

Penatalaksanaan :
Non Farmakologis :
- Tirah baring
- Diet hati III
Farmakologis :
- IVFD D5 gtt x/menit
- Cifrofloxacin infus 1x1 i.v. / hari
- Ondansentron 2x1 amp i.v. /hari
- Ranitidin 2x1 amp i.v. /hari
- Methioson 3x1 tablet/hari
- Curcuma 2x200 mg tablet/hari

21

Follow Up:
Tanggal
S:
O: Keadaan umum
Kesadaran
Tekanan darah
Nadi
Pernapasan
Temperatur
Keadaan spesifik
Kepala
Leher
Thorax:
Jantung

02 Desember 2012
Badan kuning
Tampak sakit sedang
Compos mentis
110/70 mmHg
80 x/menit
20 x/ menit
36.70C
Konjungtiva palpebra pucat (-)
Sklera ikterik(+)
JVP (5+2) cmH2O
Pembesaran KGB (-)
I : ictus cordis tidak terlihat
P : Ictus cordis tidak teraba, thrill (-)
P : Batas kanan ICS V linea sternalis dextra, batas kiri
ICS V linea midclavicularis sinistra, batas atas ICS II
A : HR=80 kali/menit (ritmik), murmur (-), gallop (-).

Paru

vesikuler normal, ronkhi (-), wheezing (-)

Abdomen

I : datar, venektasi (-)


P : lemas, nyeri tekan regio hipokondrium kanan (+),
hepar teraba 3 jari dibawah arcus costae, tepi tajam,
permukaan rata, konsistensi kenyal. Lien tidak
teraba
P : timpani, nyeri ketok (-), shifting dullness (-)
A : bising usus (+) normal

Genitalia

Tidak diperiksa

Ekstremitas

Ekstremitas atas
sianosis (-).
Ekstremitas bawah
(-/-).

: gerakan bebas, jari tabuh (-),


: gerakan bebas, edema pretibia

Diagnosis Akhir:
Ikterik ec hepatitis virus akut

22

Penatalaksanaan :
Non Farmakologis :
- Tirah baring
- Diet hati III
Farmakologis :
- IVFD D5 gtt x/menit
- Cifrofloxacin infus 1x1 i.v. / hari
- Ondansentron 2x1 amp i.v. /hari
- Ranitidin 2x1 amp i.v. /hari
- Methioson 3x1 tablet/hari
- Curcuma 2x200 mg tablet/hari