Anda di halaman 1dari 20

SEJARAH MEDIS MENERIMA PENYAKIT KARDIOVASKULAR

GEJALA-GEJALA
MAKSUD DAN TUJUAN
A. Menetapkan hubungan dengan pasien
B. Mendapatkan informasi diagnosa tentang pasien
1. Kumpulkan informasi yang bersangkutan yang dapat menunjukkan
diagnosa
2. Menilai keparahan masalah
3. Menentukan sumber informasi yang lain
4. Menilai ciri kepribadian pasien
5. Menilai tingkat pemahaman pasien
6. Menilai maksud pasien dan kebutuhan akan aktivitasnya

KARAKTER GEJALA-GEJALA
A. Pasien bisa mendapat penyakit jantung tanpa gejala-gejala, atau mereka
menderita

gejala-gejala

yang

tidak

dihubungkan

dengan

penyakit

jantung.
B. Segala karakter yang menggambarkan gejala harus diperoleh secara
detail untuk membuktikan informasi mksimum.

Menanyakan dengan

setiap gejala (dalam hal ini nyeri pada dada) antara lain :
1. Lokasi dan radiasi
2. Kualitas
3. Kuantitas (keparahan, frekuensi dan durasi)
4. Kronologi (serangan dan pengembangan)

5. Kejadian dan kambuh (berapakali sehari, kegiatan dan tingkat


emosi)
6. Faktor pencetus dan penghambat
7. Gejala-gejala yang berhubungan
8. Berhubungan dengan pengobatan yang sedang dilakukan.

GEJALA-GEJALA YANG SERING DIALAMI OLEH PASIEN KARDIOVASKULAR


1. Nyeri pada dada
2. Nyeri pada ekstrimitas
3. Dyspnea (tidak bernapas)
4. Debaran jantung keras
5. Kepeningan dan pingsan atau hampir pingsan (syncope)
6. Kelelahan
7. Hemoptysis
8. Cyanosis
9. Bengkak (edema) pada mata kaki

NYERI PADA DADA


A. ANGINA PECTORIS
1. AP dikarakterkan oleh serangan menyakitkan pada paroksismal
dada yang timbul ketika aliran darah koroner tidak cukup untuk
kebutuhan metabolisme jantung.
2. Rasa nyeri timbul berfrekuensi dan menyebar ke leher, rahang dan
ekstrimitas atas.
Rasa nyeri juga sering menyebar

menyebrangi perikardium ke

bahu kanan dan lengan atas.


3. Angina biasanya digambarkan tumpul dan konstan. Dilukiskan
sebagai

perasaan

bosan,

tertekan

dan

meluas.

Biasa

juga

mengekspresikan perasaan terbakar, kesukaran mencerna atau


rasa panas dalam perut.
4. Rasa nyeri mungkin lembut menyiksa dan muncul dengan frekuensi
yang beragam.
5. Serangan

AP

umumnya

berakhir

dalam

beberapa

menit.

Sublingual nitroglicerin biasanya menghilangkan nyeri dalam


waktu 3 menit.
6. Serangan AP umumnya muncul selama latihan fisik, tertekan emosi,
terkena udara dingin atau makan makanan tertentu. Rasa nyeri
terjadi saat istirahat (Angina Decubitus) atau membangunkan
pasien dari tidurnya (Noctural Angina)
7. Rasa

nyeri

angina

mungkin

diikuti

oleh

debaran

jantung,

kepeningan dan mual.


8. Angina terjadi dengan bertambahnya frekuensi atau bertambah
parah dinamakan Unstabil Angina atau Crescendo Angina dan
tipe angina ini sering terjadi walaupun dalam keadaan istirahat.
9. Kejangnya arteri koroner dapat terjadi dengan atau tanpa adanya
luka pada arteri koroner. Nyeri seperti ini terjadi lebih sering pada
saat istirahat dibandingkan pada sat latihan ringan atau emosi
yang

meningkat.

Biasanya

terjadi

pada

malam

hari,

membangunkan pasien dari tidur.


10.

Ketika serangan angina tidak tersembuhkan oleh istirahat dan

dua atau lebih Sublingual nitroglicerin, dicurigai terjadinya


Myocardial Infraction (MI) dan merawat pasien di unit perawatan
jantung sampai diagnosa terbukti sebaliknya.

B. MYOCARDIAL INFRACTION
Rasa nyeri MI berbeda dengan AP dalam beberapa hal :
1. Keparahan : Biasanya lebih parah

2. Durasi

: Rasa nyeri dapat terasa selama berjam-jam dan pada

waktu-waktu tertentu, timbul rasa gelisah, tertekan atau rasa


sakit, selama 1-3 hari atau bahkan lebih.
3. Hubungannya dengan aktivitas : Pada umunya terjadi saat
istirahat.
4. Respon terhadap nitroglicerin

: Rasa nyeri biasanya tak

tersembuhkan oleh pengobatan ini.


5. Hubungannya dengan gejala lain

: Nyeri pada dada sering

dihubungkan dengan perwujudan cardiogenik shock yang serius,


gagal

jantung

(Congestive

Heart

Failure),

dan

Cardiac

Arrhythmias yang mengancam hidup.

C. PERICARDITIS
1. Rasa nyeri lebih tajam dan sering lebih parah.
2. Terletak pada prekordial dan dapat menyebar sampai ke leher
dan bahu.
3. Kondisinya diperburuk dengan menarik napas panjang atau
memutar dari sisi ke sisi. Bersandar ke depan dapat mengurangi
rasa nyeri.
4. Sifat

alami

nyeri

pada

dada

dan

gejala

lainnya,

dapat

dipertimbangkan, tergantung kerusakan mendasar yang terjadi.

D. .MYOCARDITIS DAN CARDIOMYOPATHIES

1.Myocarditis dan Cardiomyopathies dapat menimbulkan


nyeri pada dada, tergantung dari kerusakan mendasar yang
terjadi.
2. Myocarditis sering dihubungkan dengan pericarditis (radang
kantung jantung) dan nyeri pada dada dibawah keadaan yang
sama biasanya mirip, jika tidak identik, dengan rasa nyeri pada
penyakit pericarditis.
3.Nyeri pada dada dan bahkan penemuan cardiomyopathies oleh
electrocardiographic pada umumnya hampir menyerupai MI akut.

E. PULMONARY EMBOLISM
1. Kebanyakan pulmonary emboli ringan menyebabkan sedikit
atau tidak ada rasa nyeri pada dada.
2. Rasa nyeri akibat pulmonary emboli biasanya lebih tajam, muncul
tiba-tiba, dan dipicu oleh pernapasan.
3. Pada umumnya, dihubungkan dengan dyspnea berat.
4. Catatan masa pasca operasi, trauma, kehamilan, istirahat yang
buruk, berdiri atau duduk terlalu lama atau menggunakan oral
kontrasepsi (sering diikuti dengan

merokok) dapat membantu

dalam membuat diagnosa.


F. DISSECTION OF AORTA
1. Rasa nyeri tajam, tiba-tiba, menyiksa dan serangannya sangat
berat. Sering digambarkan sebagai perasaan tersobek-sobek.
2. Berlokasi di anterior dada, tapi sering menyebar hingga ke
punggung dan perut.
3. Tidak dipicu oleh pernapasan.
4. Sering diikuti oleh gejala macetnya pembuluh.
G. MITRAL VALVE PROLPASE SYNDROME (BARLOWS SYNDROME)

1. Rasa nyeri pada dada yang dihubungkan dengan sindrom MVP


biasanya tajam, singkat, tidak berhubungan dengan aktivitas
latihan dan berlokasi di dekat apex atau lateral kiri dada.
2. Bisa berhubungan dengan debaran jantung keras, dyspnea,
kelelahan, dan kepeningan.
3. Dapat menunjukkan gejala nyeri AP atau MI, tapi biasanya
menghasilkan nyeri pada dada yang tidak lazim.

H. MASALAH PSYCHONEUROTIC
1

Beragan gangguan psychoneurotic sering mengakibatkan


nyeri pada dada yang tidsk lazim, tetapi kegelisahan adalah
penyebab umum dari psychoneuotic yang menimbulkan nyeri
pada dada.

2 Rasa nyeri biasanya timbul pada daerah inframammary dan


jarang menyebar.
3

Biasanya tidak timbul pada saat mengerahkan tenaga, tetapi


mungkin mengikutinya.

4 Sering dikaitkan dengan tanda-tanda akibat masalah emosional.


5

Hyperventilation syndrome adalah contoh yang lazim dari


gangguan psychoneurotic penyebab nyeri pada dada.

I. NYERI PADA DINDING DADA


1 Nyeri dapat timbul akibat gangguan pada tulang rusuk, otot,
kartilago costal, xiphoid, syaraf, dada, lapisan pleura dan tulang
belakang torak.
2 Kondisi klinis penyebab nyeri pada dinding dada, meliputi :
Tietzes syndrome (costochondritis)
Xiphoidaglia
Nyeri pada myofascial

Keretakan tulang rusuk


Menderita sindrom tulang rusuk terselip
Cardiac causalgia
Herpes zoster
Thrombophlebitis pada dinding dada
J. KONDISI LAIN PENYEBAB NYERI PADA DADA
1 Hypertensi pulmonary
2 Radang paru-paru (pneumonia)
3 Sindrom shoulder-hand
4 Disfungsi esophageal atau pecahan
5 Hiatal hernia
6 Gangguan pada lambung dan usus duodenum
7 Penyakit Gallbaldder.
8
KARATERISTIK NYERI PADA DADA YANG LAZIM DAN YANG TIDAK LAZIM
LAZIM

Substernal

Dicirikan : rasa terbakar, berat dan pusing

Dipercepat oleh pengerahan tenaga atau emosi

Dengan cepat disembuhkan oleh Nitroglicerin atau istirahat

TIDAK LAZIM
Berlokasi di dada kiri, abdomen, punggung atau lengan jika tidak
terjadi nyeri pada dada medium.
Tajam dan cepat berlalu
Berulang dan dapat diperpanjang
Tidak ada hubungannya dengan aktivitas latihan
Tidak dapat sembuh oleh Nitroglicerin atau istirahat
Disembuhkan oleh antacid

Dicirikan : debaran jantung tanpa nyeri pada dada

NYERI PADA EKSTERMITAS


1 Claudication

yang

sebentar-sebentar

pada

kaki

akibat

ketidakcukupan arterial.
2 Dapat digambarkan seperti kejang-kejang, sensasi pin and needles,
atau merasakan kaki lelah.
3 Nyeri ischemic pasti dibedakan dari thrombophlebitis
a. THROMBOPHLEBITIS DANGKAL (SUPERFICIAL) dicirikan : nyeri,
erythema, rasa hangat dan perih, sepanjang pembuluh darah.
Seharusnya tidak ada edema umum atau reaksi sistemik .

Pada anak muda : thromboangiitis obliterans

Pada orang tua : kemugkinan penyakit akut berbahaya

Dapat dibingungkan dengan : erythema nodosum,


erythema

induratum,

periartetis

nodosa,

nodular

vasculitis, nonsuppurative panniculitis.


b. THROMBOPHLEBITIS

DALAM

(DEEP)

mengakibatkan

nyeri,

bengkak, dan perih pada betis.

Gejala-gejala biasanya secara sepihak dan dapat tidak


dikenali jika gejala ringan.

Demam dapat terjadi, tetapi tidak melebihi 101 F

Diagnosa

diferensial

pada

thrombophlebitis

dalam,

meliputi cellulitis, lymphangitis dan lymphedema.

Kumat thrombophlebitis yang tidak dapat dijelaskan


dapat

menunjukkan

berbahaya,
erythematosus
DYSPNEA

dyscrasia

kemugkinan
darah,

penyakit
sistemik

akut
lupus

Dyspnea adalah keadaan menderita


yang diubungkan dengan kesulitan bernapas.

Dyspnea ringan semata-mata bersifat


subjektif, tetapi dyspnea berat dapat dikaitkan dengan bukti
objektif dari peningkatan usaha untuk bernapas.

Dyspnea eksertional biasanya akibat


CHF atau penyakit paru-paru kronis.

Orthopnea

adalah

jenis

dyspnea

yang timbul jika pasien berbaring terlentang. Juga biasa timbul


akibat gangguan pada ventrikel kiri, tetapi juga dapat terjadi
akibat penyakit paru-paru berat. Pasien biasanya menggunakan
2 atau lebih bantal saat tidur.
5

Paroksimal

Nocturnal

Dyspnea

(PDN), jenis dyspnea yang lazim terjadi 1-2 jam setelah pasien
tertidur. Dyspnea ini spesifik akibat CHF.
6

Trepopnea adalah sensasi dyspnea


atau debaran jantung atau perasaan tidak nyaman yang sering
timbul pada pasien penyakit jantung yang berbaring pada sisi
tubuhnya, khususnya pada sisi kiri.

Acute Pulmonary Edema (APE) ,


mengakibatkan serangan dyspnea tiba-tiba dan batuk, dan
merupakan bentuk berat dari kegagalan ventrikel kiri jantung.

Dyspnea

pulmonary

akibat

penyumbatan pembuluh darah sering terjadi.


9

Chronic

Obstructive

Pulmonary

Dyspnea (COPD) , biasanya berkaitan dengan batuk yang


produktif dan sejarah merokok atau bronchitis.
10

Dyspnea
kecemasan dan hyperventilation.

DEBARAN JANTUNG

sering

dicetus

oleh

1. Debaran jantung adalah

perasaan tidak nyaman dan aneh

pada dada, dan pada beragan cardiac

arrythmias, ia

merupakan penyebab dalam banyak kasus.


2. Pasien dapat merasakan jantung berdetak cepat, berdetak
tidak terratur, rasa terpukul-pukul, dan detakan melompat.
3. Jika

debaran

jantung

mnghadirkan

detakan

premature

(extrasystoles) atau tachyarrhytmias, pasien akan mamapu


untuk menggambarkan frekuensi,

tingkat, durasi dan faktor

yang mempercepat debaran jantung tersebut, dan mengatakan


apakah bersifat regular atau iregular.
4. Kejadian selain arrhythmias dapat mengakibatkan sensasi yang
mirip, termasuk kontraksi ventrikel yang bertenaga yang timbul
akibat latihan, kecemasan, aortic stenois atau hyperkinetic
heart

syndrome. Desiran jantung (heart murmur) atau

arterial bruits audible pada pasien kadang-kadang dianggap


sebagai debaran jantung.
SYNCOPE
Syncope

adalah

kehilangan

kesadaran

sementara

akibat

kekurangan aliran darah ke otak. Hampir pingsan (near syncope)


mengacu kepada kelelahan, kepala terasa berat, kehilangan
postural stone, tanpa kehilangan kesadaran.
Pada umumnya, syncope dikarateristikkan menurut hubungannya
terhadap :
1. Aktivitas - syncope akibat aortic stenosis, misalnya, sering
exertional.
2. Debaran

jantung

syncope

dipercepat

oleh

debaran

jantung dapat mengacu pada arrhythmia sebagai asalnya.


3. Posisi syncope terjadi ketika pasien berdiri tiba-tiba dapat
menghadirkan orthostatic hypotension akibat carotid
artery stenosis, DM, atau pengobatan antihypertensive.

Syncope terkait oleh gerakan leher dapat dihubungkan


dengan artery stenosis.
KELELAHAN
1. Kelelahan terkait pada penyakit kardiovaskular biasanya
akibat rendahnya hasil keluaran jantung.
2. Jika

kelelahan

terjadi

tanpa

dyspnea,

ketersumbatan

pembuluh pulmonary mungkin absen. (misalnya pada


mitral insufficiency kronis)
3. Kelelahan

dapat

timbul

penipisan kalium

jika

terdapat

potasium selama

penipisan

atau

pengobatan gagal

jantung.
4. Pasien yang mengonsumsi obat antihypertensive dapat
merasakan kelelahan akibat postural hypotension.
5. Pasien dengan Mitral Valve Prolpase (MVP) syndrome,
sering merasakan kelelahan dan dapat terjadi jauh sebelum
diagnosa dilakukan.
6. Penyebab

paling

umum

dari

kelelahan

adalah

rasa

cemas/gelisah. Kelelahan akibat penyakit cardiac umumnya


terjadi saat beraktivitas, sedangkan kelelahan akibat rasa
gelisah terjadi saat beristirahat.

HEMOPTYSIS
Penyakit

kardiovaskular

yan

menyebabkan

meliputi :
1. Mitral stenosis
2. Infraction pulmonary
3. Eisenmengers syndrome
4. Putusnya hiliran pulmonary arteriovenous

hemoptysis,

5. Putusnya aortic aneurysm (biasanya leutic) ke trakea


6. Pulmonary hemosiderosis
Banyak kondisi nonkardiak dapat menyebabkan hemoptysis.
CYANOSIS
1. Cyanosis mungkin terjadi saat kelahiran akibat keganjilan
cogenital cardiac pada sambungan kanan ke kiri .
2.

Dapat

diperoleh

kemudian

akibat

adanya

penyakit

cogenital jantung dengan meningkatnya sambungan kanan


ke kiri atau pembalikan sambungan kanan ke kiri.
3. Dapat pula terjadi akibat kegagalan ventrikel kiri jantung,
tetapi

kemungkinan

akan

ketersumbatan

pembuluh

pulmonary juga diperhitungkan.


PENYIMPANAN CAIRAN (EDEMA)
1. Dokter

seharusnya

selalu

bertanya

tentang

pembengkakan pada mata kaki, perolehan berat badan


dan peningkatan lingkaran perut.
2. Sebanyak

10-15

lb

cairan

ekstraseluler

dapat

terakumulasi sebelum edema terjadi.


3. Edema tidak terjadi akibat kegagaln jantung, tetapi lebih
akibat hyponatremia, kegemukan, atau penyaluran
darah lemah pada pembuluh darah.
SEJARAH PASCA MEDIS
Masalah medis sebelumnya mempunyai efek yang jelas nyata pada
status kardiovaskular sekarang. Beberapa contoh berikut :
1. Sejarah

penyakit

coronary

artery

(AP

atau

MI)

membantu menjelaskan kambuhnya nyeri pada dada.


2. Sejarah penyakit Syhpilis dapat menjelaskan AI

dapat

3. Trauma

sebelumnya

dapat

dilaporkan

sebagai

hliran

arteriovenous, aortic insufficiency, pericarditis.


4. Sejarah maternal rubella mengacu pada Patent Ductus
Arteriosus.
5. Ketika berhadapan dengan wanita muda dengan kemungkinan
ketersumbatan pembuluh pulmonary, sejarah penggunaan pil
KB adalah sangat penting untuk melakukan diagnosa yang
akurat.
6. Sejarah

tachyarrhytmias

dikaitkan

dengan

WPW

syndrome, bantuan dalam diagnosa dan pengobatan untuk


beragam arrhythmias.
7. Diagnosa bakteri endocarditis dapat dibuat menjadi lebih
mudah jika terdapat sejarah penyakit jantung valvular, CHD
atau kebiasaan penggunaan obat (misalnya kecanduan obat).

PEMERIKSAAN FISIK

TANDA-TANDA
INSPECTION (PEMERIKSAAN)
A. PENAMPILAN UMUM
1 Kegemukan dapat menjadi penyebab dari beberapa gejala dan
penjelmaan beragam penyakit. Selain itu, kegemukan adalah salah
satu

faktor

resiko

umum

untuk

pengembangan

penyakit

kardiovaskular, termasuk AP dan MI.


2

Banyak orang kegemukan adalah menderita hypertensive dan


beberapa dari mereka menderita diabetes. Hyperlipidemia sering
ditemui pada pasien kegemukan.

Cachexia points yang jelas pada kelemahan yang berat mungkin


berkaitan dengan penyakit jantung organik atau penyakit lain yang
mendasar.

4 Pengaruh pasien dan jumlah ketidaknyamanan yang ia alami, jka


ada, dapat memberikan petunjuk yang penting untuk mencari tahu
maksud dari keluhannya.
5

Anemia atau Cyanosis sering menjadi penjelmaan dari penyakit


jantung serius.

Terdapat beragam penjelmaan rupa dan tulang dari penyakit


kogenital atau sistemik.

B. SIRKULASI PERIFER
Sangat

penting

ekstremitas

untuk

dengan

memeriksa

cermat,

warna

dari

sebab kelainan

kulit,

warna

bibir
kulit

dan
dapat

mngindikasikan penyakit kardiovaskular tertentu yang mendasar.


1. Kepucatan

yang

merata

atau

discolorasi

warna

kulit

dapat

menyiratkan hasil keluaran jantung lemah atau karena anemia


akibat penyebab yang beragam.
2. Kepucatan yang tidak merata (lokalisasi) atau trophic lesion
menyiratkan pelemahan aliran darah regional,

apakah bersifat

sementara atau konstan. Hal tersebut dapat meliputi :


a. Penyakit Occlusive arterial
b. Raynauds phenomenon
c. Penyakit Buergers
3 Bercak kemerah-merahan pada kulit terjadi akibat vasodilatasi
perifer. Hal tersebut menunjukkan hasil keluaran jantung besar,
yaitu pada :
a.

Kehamilan

b.

Fistula
Arteriovenous

c.

Thyrotoxicosis

4. Cyanosis dapat diklasifikasikan dalam dua kategori : Cyanosis


perifer dan cyanosis sentral.
a. Cyanosis Perifer :

Terjadi akibat peningkatan pengambilan oksigen dalam


tingkat output yan rendah.

Terjadi pada bagian tubuh yang terbuka

Dikaitkan dengan kondisi dingin kulit

Hilang dengan peghangatan (warm)

b. Cyanosis sentral :

Penyebaran melibatkan kedua kulit dan membran mukosa.

Dikaitkan dengan suhu tubuh normal

Tidak dapat hilang dengan penghangatan kulit (warm)

Dihubungkan dengan tingkat kejenuhan oksigen yang


rendah pada arteri.

Terjadi

ketika

gr/dl

hemoglobin

yang

direduksi

bersirkulasi dan oleh karena itu, mugkin tidak terdapat


pada kasus anemia yang parah.

Terjadi

pada

pulmonary

sambungan

kanan

hypoventilation

ke

atau

kiri

intercardiac,

difusi

kapasitas

oksigen yang rendah ke paru-paru.


C. CLUBBING PADA JARI
1. Menyebabkan lenyapnya sudut antara kuku dengan lipatan kulit.
2. Menyebabkan convexity yang berlebihan pada kuku.
3. Mengakibatkan perluasan dan penebalan terminal phalanges dari
jari tangan dan jari kaki.
4. Dapat terjadi sebagai keganjilan turunan pada orang normal atau
pada orang dengan penyakit nonkardiak, seperti hepatic cirrhosis.
5. Umumnya

dikaitkan dengan Cyanosis sentral dan penyakit

cardiorespiratory.

D. TEKANAN PEMBULUH DARAH PADA LEHER


Teknik observasi
Perbedaan terhadap denyutan arterial
Bentuk gelombang pembuluh darah pada leher
Abnormalitas pada gelombang
F. KELAINAN BENTUK TULANG
Kelainan bentuk tulang, seperti pectus excavatum, dapat mengakibatkan
penampilan fisik yang abnormal pada pasien yang sehat. Kelainan tulang
tersebut harus diteliti dengan cermat karena diagnosa kardiak yang salah dapat
dijumpai pada observasi yang didasarkan pada kondisi fisiknya yang abnormal
atau pada hasil temuan electrocardiographic yang abnormal.

PALPATION
A. DENYUT NADI ARTERIAL
1 Tujuan dari pemeriksaan denyut nadi adalah :
a. Untuk mengukur tingkatan detak jantung dan irama jantung
b. Untuk menentukan patency dari arteri
c. Untuk menentukan karateristik dari gelombang denyut nadi
d. Untuk menentukan ada atau tidaknya tanda-tanda diagnosa
fisik untuk penyakit kardiak tertentu.
2 Denyut nadi arterial dapat diraba pada carotid, brachial, radial,
femoral, politeal, dan dorsal pedis.
3 Karateristik dari denyut normal pada karotid
4 Karateristik dari denyut perifer normal
B. PALPATION PADA PRECORDIUM

1 Teknik : precordium adalah tempat paling akurat untuk meraba


denyut nadi pasien dalam keadaan terlentang.
2 Pada precordium, kita dapat meraba :
a. Gerakan apikal ventrikel kiri yang normal
b. Hypertrophy ventrikel kiri
c. Hypertrophy vebtrikel kanan
d. Artery pulmonalis jika hypertension artery pulmonalis ada
e. Getaran hati getaran frekuansi lemah yang dikaitkan
dengan bunyi desiran jantung.
PERCUSSION
A. Banyak penulis yang mengatakna bahwa pemeriksaan ketuk hanya akan
memberikan kontribusi yang terbatas untuk pemeriksaan kardiovaskular.
B. Dalam

kondisi

klinis

tertentu,

pemeriksaan

ketuk

sangat

berguna

mendemonstrasikan peningkatan abnormal pada ketumpulan sternum


kanan, seperti pada :
1 Dextrocardia
2 Tekanan pneumothorax pada paru-paru kiri
3 Pancaran besar pericardial
AUSCULTATION
A. TEKNIK
1 Tiap langkah harus dilakukan untuk memeriksa pasien dalam
lingkungan bebas pada extraneous hidung.
2 Pasien harus diposisikan dalam sejumlah cara selama pemeriksaan
untuk mendapatkan hasil temuan yang akurat.
3 Menggunakan stethoscope :
a. Bunyi tinggi dan bunyi desiran lebih baik didengar dengan
diafragma stethoscope.

b. Ketika diafragma digunakan, harus diaplikasikan pada dada


dengan tekanan relatif tinggi.
c. Auscultation dari bunyi frekuensi rendah dan bunyi desiran
memerlukan penggunaan bel pada stethoscope.
d. Bel tersebut harus diaplikasikan pada dada
B. BUNYI KATUP PENUTUP
1 Komponen utama dari bunyi

jantung yang pertama adalah

tergantung dari bunyi yang dihasilkan oleh penutupan katup


atrioventricular (mitral dan tricuspid).
2 Komponen utama dari bunyi jantung yang kedua adalah tergantung
dari bunyi yang dihasilkan oleh penutupan katup semilunar
(pulmonic dan aortic).
C. BUNYI GALLOP
1 Bunyi Gallop menggambarkan kehadiran patologik dari bunyi
jantung ketiga dan keempat, atau kedua-duanya, yang dapat
menimbulkan irama menyerupai irama derap langkah kaki kuda.
2 Bunyi

tersebut

biasanya

paling

jelas

didengar

pada

apex

menggunakan bel pada stethoscope.


3 Kehadiran bunyi jantung yang ketiga pada anak muda adalah normal
(physioloic).
4 Bunyi Gallop pada atrium dan ventrikel adalah bunyi yang terdengar
lemah.

Bunyi Gallop pada atrium = bunyi jantung ke empat = S 4

Bunyi Gallop pada ventrikel = bunyi jantung ke tiga =S 3

D. BUNYI EJEKSI (PENGELUARAN)


1 Bunyi

ejeksi

(ejection

sound/

ES)

adalah

bunyi

dilepaskan terjadi saat permulaan ejeksi ventrikel.

tinggi

yang

Bunyi tersebut

akibat distensi tiba-tiba pada pembuluh dibalik katup semilunar,


atau terjadi pada selebaran katup.
2 Terdapat 2 bunyi ES, yaitu :

Bunyi ejeksi pulmonic : jelas terdengar pada daerah pulmonic

Bunyi ejeksi aortic : jelas terdengar pada apex.

F. KLIK SYSTOLIC
1 Klik systolic adalah hasil temuan fisik yang penting pada pasien
dengan MVP (mitral valve prolapse)
2 Klik systolic dapat tunggal atau banyak.
G. PEMBUKAAN BUNYI DERIKAN PADA KATUP ATRIOVENTRICULAR
1 Pembukaan bunyi derikan katup mitral dan tricuspid sering terjadi
pada kasus stenosis pada katup tersebut.
2 Bunyi tersebut tajam dan tinggi
3 Ketukan

perikardial

adalah

bunyi

diastolik

awal

yang

dapat

dikacaukan oleh bunyi derik (OPENING SNAP/ OS)


H. PERGESERAN GESEKAN PERIKARDIAL
1 Gesekan perikardial tersusun oleh bunyi kasar, dengan durasi
singkat
2 Terdapat satu, dua atau tiga komponen yang bersesuaian pada
atrial systole, ventricular systole, dan ventricular diastole.
3 Gesekan perikardial memiliki intensitas yang beragam terhadap
pernapasan dan terjadi secara sebentar-sebentar.
4 Bunyi jelas terdengar pada pasien yang bersandar ke depan atau
berlutut dengan tangan pada meja.
5 Bunyi

tersebut

dapat

didengar

jika

tidak

terdapat

effusion

perikardial.
I. DESIRAN JANTUNG (MURMUR)
1 Desiran jantung adalah bagian dari getaran yang terjadi ketika
kecepatan aliran darah sangat tinggi.
2 Desiran jantung juga terjadi ketika sejumlah besar darah mengalir
melalui pembukaan katup ukuran normal.
3 Desiran jantung dapat dicirikan berdasarkan pada :
a. Pemilihan waktu dalam siklus kardiak : Systiloc murmur,
diastolic murmur dan continous murmur.
b. Intensitas bunyi meningkat teratur (tingkat 1-6)

c. Nada tinggi atau rendah


d. Konfigurasi diamond, sabit, descrescendo
e. Kualitas- bergemuruh, bertiup, kasar
f. Durasi midsystolic, holosystolic, diastolic awal
g. Radiasi radiasi ke daerah axillary kiri
h. Hubungannya dengan respirasi
i. Hubungannya dengan posisi tubuh.