Anda di halaman 1dari 9

SISTEM METRIK

Sistem Unit Antarabangsa atau Unit SI (SI dipendekkan dari


nama bahasa Perancis, Systme international d'units) merupakan
sejenis sistem metrik. Ia adalah sistem unit yang digunakan oleh
semua orang di dunia dalam sains dan perdagangan.
Pada 1960, SI diambil dari sistem MKS, iaitu panjang (meter), jisim
(kilogram), dan masa (saat).
Dalam sistem SI terdapat 7 unit asas SI dan 2 unit tanpa dimensi,
serta beberapa unit terbitan. Selain itu, terdapat juga awalan-awalan yang
boleh digabungkan dengan unit-unit tersebut untuk untuk penggandaan
atau pembahagian unit-unit yang ada.
Sistem SI diselenggarakan oleh 3 badan, iaitu Biro Timbangan dan
Ukuran
Antarabangsa (BIPM), Persidangan
Am
Timbangan
dan
Ukuran (CGPM)
serta Jawatankuasa
Timbangan
dan
Ukuran
Antarabangsa (CIPM).

METER
Meter adalah satuan dasar untuk ukuran panjang dalam sistem SI.
Satuan ini didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh dalam perjalanan
cahaya di ruang hampa (vakum) selama 1/299.792.458detik. Satuan
meter
disingkat
menggunakan
simbol m.
Meter
bisa
ditulis
sebagai metre dalam bahasa Inggris, atau meter dengan ejaan Amerika.
Patut diperhatikan bahwa definisi meter sebagai satuan dasar
panjang adalah bergantung dari definisi detik, seperti yang ditunjukan
oleh persamaan di atas.

Meter adalah satuan dasar untuk ukuran panjang dalam sistem SI. Satuan
ini didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh dalam perjalanan cahaya di
ruang hampa (vakum) selama 1/299.792.458 detik. Satuan meter
disingkat menggunakan simbol m. Meter bisa ditulis sebagai metre dalam
bahasa Inggris, atau meter dengan ejaan Amerika.
Penggandaan
Awalan yang sering digunakan untuk kelipatan meter adalah sebagai
berikut.

10-18 meter = attometer (am)

10-15 meter = femtometer (fm)

10-12 meter = pikometer (pm, dari picometer)

10-9 meter = nanometer (nm), dari sini muncul istilah nanoteknologi,


karena berkaitan dengan material berukuran dalam kisaran satuan
nanometer

10-6 meter = mikrometer (m)

10-3 meter = milimeter (mm)

10-2 meter = sentimeter (cm, dari centimeter)

10-1 meter = desimeter (dm)

101 meter = dekameter (dam, dari decameter)

102 meter = hektometer (hm, dari hectometer)

103 meter = kilometer (km)

106 meter = megameter (Mm)

109 meter = gigameter (Gm)

1012 meter = terameter (Tm)

1015 meter = petameter (Pm)

1018 meter = eksameter (Em)

Lihat pula: Penggandaan dan pembagian unit SI


dalam pendidikan sekolah dasar diajar kan yang lebih sederhana
1 km = 1000 m.
1 hm = 100 m.
1 dam = 10 m.
1 m = 1 m.
1 dm = 0,1 m.
1 cm = 0,01 m.
1 mm = 0,001 m.
1 inch = 0,0254 m.
1 kaki = 0,3048 m.
1 mil = 1609 m.
1 yard = 3 kaki = 0,9144 m.

Sejarah
Batangan standard Prototipe Meter Internasionalterbuat dari
platinum-iridium. Batangan ini digunakan sebagai standard sampai tahun
1960,
dimana
sistem SIyang
baru
menggunakan
pengukuran
spektrum kryptonsebagai dasarnya. Pada tahun 1983, satuan meter yang
berlaku didefinisikan dengan hubungannya terhadap kecepatan cahaya di
ruang hampa.
Meter pada awalnya ditetapkan oleh Akademi Sains Perancis
(Acadmie des sciences) sebagai 1/10.000.000 jarak sepanjang
permukaan Bumi dari Kutub Utara hingga Khatulistiwa melalui meridian
Paris pada tahun 1791, dan pada 7 April 1795 Perancis menggunakan
meter sebagai jarak resmi untuk panjang. Ketidakpastian dalam

pengukuran jarak tersebut menyebabkan Biro Berat dan Ukuran


Internasional (BIPM - Bureau International des Poids et Mesures)
menetapkan 1 meter sebagai jarak antara dua garisan pada batang
platinum-iridium yang disimpan di Sevres, Perancis pada tahun 1889.
Pada tahun 1960, ketika laser diperkenalkan, Konferensi Umum
tentang Berat dan Ukuran (Confrence Gnrale des Poids et
Mesures/CGPM) ke-11 mengganti definisi meter sebagai 1.650.763,73 kali
panjang gelombang spektrum cahaya oranye-merah atom krypton-86
dalam sebuah ruang vakum. Pada tahun 1983, BIPM menetapkan meter
sebagai jarak yang dilalui cahaya melalui vakum pada 1/299.792.458
detik (kecepatan cahaya ditetapkan sebesar 299.792.458 meter per
detik). Oleh karena kecepatan cahaya dalam vakum adalah sama di
manapun saja, definisi ini lebih universal dibandingkan dengan jarak
ukurlilit bumi atau panjang batang logam tertentu. Oleh karena itu, jika
batang logam itu hilang atau musnah, panjang meter standar masih dapat
diulangi dalam laboratorium manapun. Selain itu ia secara teori dapat
diukur dengan lebih tepat dibandingkan dengan ukuran yang lain.
Ukuran satu meter ternyata berubah-ubah sepanjang zaman karena
selalu direvisi oleh ilmuwan tiap zamannya. Berikut ulasannya :
8 Mei 1790 The French National Assembly (Majelis Nasional Prancis)
menetapkan 1 meter sama dengan panjang pendulum yang menempuh
setengah
periode
selama
satu
detik.
30 Maret 1791 The French National Assembly menyetujui usulan the
French Academy of Sciences yang menyatakan bahwa 1 meter sama
dengan 1/10.000.000 kali jarak sepanjang permukaan bumi dari kutub
utara hingga khatulistiwa melalui meridian Paris.
1795 Dibuat batasan 1 meter temporer dari logam kuningan.
10 Desember 1799 The French National Assembly menetapkan batasan
1 meter platinum yang dibuat pada 23 Juni 1799 dan disimpan di National
Archives, digunakan sebagai standar akhir.
28 September 1889 Konferensi Umum tentang Berat dan Satuan
(General Conference on Weights and Measures - CGPM) digelar untuk
pertama kalinya dan menentukan 1 meter sebagai jarak antara dua
garisan pada batang platinum dengan campuran iridium 10% yang diukur
pada suhu titik lebur es (0 derajat Celcius).

6 Oktober 1927 Konferensi CGPM ke-7 menyesuaikan definisi 1 meter


untuk jarak, pada suhu 0o C, antara sumbu dari dua garis tengah yan
ditandai pada panel prototipe platinum-iridium, panel ini menjadi subjek
tekanan atmosfir standar dan dukungan pada dua silinder yang paling
sedikit berdiameter 1 cm, simetris ditempatkan pada bidang horizontal
pada jarak 571 milimeter dari yang lainnya.
14 Oktober 1960 Konferensi CGPM ke-11 menetapkan 1 meter sama
dengan 1.650.763,73 kali panjang gelombang dalam ruang hampa
sehubungan dengan transisi antara 2p10 dan tingkat kuantum 5d5 dari
atom krypton-86 (Kr-86). (Dari sumber lain ada yang menyebutkan 1
meter sama dengan 1.650.761,73 kali panjang gelombang sinar jingga
yang dipancarkan oleh atom-atom gas krypton-86 (Kr-86) di dalam ruang
hampa pada suatu loncatan listrik.)
21 Oktober 1983 Konferensi CGPM ke-17 menetapkan 1 meter sama
dengan jarak yang ditempuh kecepatan cahaya (dalam ruang hampa)
dalam
selang
waku
1/299.792.248
sekon.
2002 Komite Internasional tentang Berat dan Satuan (The International
Committee for Weights and Measures - CIPM) menganggap meter menjadi
satuan panjang yang tepat dan dengan demikian merekomendasikan
definisi yang membatasi "l panjang yang cukup pendek dengan dampak
yang diramalkan oleh relativitas umum yang bisa diabaikan untuk
ketidakpastian yang realisasi".

KILOGRAM
Kilogram (kg),
adalah satuan unit SI untuk massa.
1
gram
didefinisikan sebagai 1/1000 kilogram. Kilogram didefinisikan sama
dengan massa dari sebuah kilogram standar [1] (IPK),[2] yang disimpan di
Sevres, Perancis. Massa kilogram standar ini hampir sama dengan massa
1 liter air.
Dalam penggunaan sehari-hari, massa sebuah benda disamakan
dengan berat, padahal sebenarnya keduanya adalah hal yang berbeda
sama sekali, dilihat dari nilai serta konsepnya. Dalam konteks sains,
massa merujuk kepada banyaknya jumlah partikel dalam suatu objek,
sedangkan berat merujuk kepada gaya yang dialami oleh suatu benda
akibat adanya gaya gravitasi;[3] sebuah objek yang memiliki massa satu

kilogram akan memiliki berat antara 9.78 newton dan 9.83 newton,
tergantung dari gravitasi di tempat itu.
Standar SI untuk massa adalah sebuah silinder platinum-iridium yang
disimpan di Lembaga Berat dan Ukuran Internasional, dan berdasarkan
perjanjian internasional disebut sebagai massa sebesar satu kilogram.
Standar sekunder dikirimkan ke laboratorium standar di berbagai negara dan
massa dari benda-benda lain dapat ditentukan dengan menggunakan teknik
neraca berlengan sama (equal-arm balance) dengan ketelitian 2 bagian
dalam
108.
Turunan standar massa internasional untuk Amerika Serikat, dikenal sebagai
Kilogram Prototip No.20, ditempatkan dalam suatu kubah di Lembaga Standar
Nasional. Standar ini dikeluarkan lebih dari setahun sekali untuk menguji
kembali harga standar tersier. Sejak tahun 1889 Prototip No.20 sudah dua
kali dibawa ke Prancis untuk ditera kembali dengan kilogram induk. Ketika
dikeluarkan dari kubahnya, selalu ada dua orang petugas, yang seorang
bertugas membawa kilogram tersebut dengan tang, yang lainnya bertugas
menangkapnya kalau-kalau kilogram itu jatuh.

Selama ini, kilogram menjadi satuan berat yang digunakan di


banyak negara. Namun, satuan metrik yang telah digunakan selama
seratus tahun itu kini terancam dihapus dari Satuan Ukuran Internasional.
Dari tujuh unit metric dasar (meter, kilogram, detik, ampere, Kelvin,
mole, candela), tujuh diantaranya didefinisikan agar tidak mengalami
perubahan di kemudian hari dan bisa digunakan secara universal. Satu
yang
tidak
didefinisikan
adalah
kilogram.
Demikian
dilansir
Computeractive, Kamis (3/3/2011).
Sampai saat ini, kilogram masih merujuk pada berat prototype
kilogram internasional, yakni sebuah silinder platinum yang dibuat pada
1879 dan disimpan dalam lemari besi di luar kota Paris.
Prototype yang digunakan sebagai rujukan satuan kilogram (Foto:
Google
image)
Berat prototype itu diperiksa kembali pada 1899 dan tidak terlihat
perubahan signifikan. Beberapa tiruannya dibuat untuk negara-negara
lain, dan dibandingkan dengan aslinya setiap 50 tahun sekali.
Para ilmuwan kini mengatakan, sudah saatnya menentukan satuan
kilogram dengan layak, tanpa merujuk pada suatu obyek. Menurut Royal

Society, massa prototype yang selama ini dijadikan patokan kilogram bisa
jadi sudah berubah hingga 50 mikrogram dalam 100 tahun terakhir.
Sekilas mungkin tidak terlihat terlalu signifikan, tapi jika anda ingin
memperoleh referensi berat, tentu anda mengharapkan nilai yang akurat.
Saat ini, Royal Society tengah mengadakan konferensi untuk
membahas permasalahan itu. Dr Michael Stock dari BPIM, yang
menyimpan
prototype
kilogram,
akan
mendiskusikan
sejumlah
eksperimen yang telah dilakukan untuk menghubungkan konsistensi
massa dengan silinder tersebut.

DETIK

Detik atau sekon (bahasa


Inggris: second)
adalah
satuan waktu dalam SI (Sistem Internasional, lihat unit SI) yang
didefinisikan sebagai durasi selama 9.192.631.770 kali periode radiasi
yang berkaitan dengan transisi dari dua tingkat hyperfine dalam
keadaan ground state dari atom cesium-133 pada suhu nol kelvin.
Dalam penggunaan yang paling umum, satu detik adalah 1/60 dari
satu menit, dan 1/3600 dari satu jam.

Sejarah
Pada awalnya, istilah second (sekon) dalam bahasa Inggris dikenal
sebagai second minute (menit kedua), yang berarti bagian kecil dari satu
jam. Bagian yang pertama dikenal sebagai prime minute (menit primer)
yang sama dengan menit seperti yang dikenal sekarang. Besarnya
pembagian ini terpaku pada 1/60, yaitu, ada 60 menit di dalam satu jam
dan ada 60 detik di dalam satu menit. Ini mungkin disebabkan oleh
pengaruh orang-orang Babylonia, yang menggunakan hitungan sistem
berdasarkan Seksagesimal (basis 60). Istilah jam sendiri sudah ditemukan

oleh orang-orang Mesir dalam putaran bumi sebagai 1/24 dari waktu
matahari. Ini membuat detik sebagai 1/86.400 dari waktu matahari.
Pada tahun 1956, International Committee for Weights and
Measures (CIPM), dibawah mandat yang diberikan oleh General
Conference on Weights and Measures (CGPM) ke sepuluh pada tahun
1954,
menjabarkan
detik
dalam
periode
putaran bumi disekeliling matahari di saat epoch, karena pada saat itu
telah disadari bahwa putaran bumi di sumbunya tidak cukup seragam
untuk digunakan sebagai standar waktu. Gerakan bumi itu digambarkan
di Newcomb's Tables of the Sun (Daftar matahari Newcomb), yang mana
memberikan rumusan untuk gerakan matahari pada epoch pada tahun
1900 berdasarkan observasi astronomi dibuat selama abad kedelapan
belas dan sembilan belas. Dengan demikian detik didefinisikan sebagai
1/31.556.925,9747 bagian dari tahun matahari di tanggal 0 Januari
1900 jam 12 waktu ephemeris.
Definisi ini diratifikasi oleh General Conference on Weights and
Measures ke sebelas pada tahun 1960. Referensi ke tahun 1900 bukan
berarti ini adalah epoch dari waktu hari matahari yang berisikan 86.400
detik. Melainkan ini adalah epoch dari tahun tropis yang berisi
31.556.925,9747 detik dari Waktu Ephemeris. Waktu Ephemeris
(Ephemeris Time - ET) telah didefinisikan sebagai ukuran waktu yang
memberikan posisi obyek angkasa yang terlihat sesuai dengan teori
gerakan dinamis Newton.
Dengan dibuatnya jam atom, maka ditentukanlah penggunaan jam
atom sebagai dasar pendefinisian dari detik, bukan lagi dengan putaran
bumi.
Dari hasil kerja beberapa tahun, dua astronomer di United States
Naval Observatory (USNO) dan dua astronomer di National Physical
Laboratory (Teddington, England) menentukan hubungan dari hyperfine
transition frequency atom caesium dan detik ephemeris. Dengan
menggunakan metode pengukuran common-view berdasarkan sinyal yang
diterima dari stasiun radio WWV, mereka menentukan bahwa gerakan
orbital bulan disekeliling bumi, yang dari mana gerakan jelas matahari
bisa diterka, di dalam satuan waktu jam atom. Sebagai hasilnya, pada

tahun 1967, General Conference on Weights and Measures mendefinisikan


detik dari waktu atom dalam International System of Units (SI) sebagai
Durasi sepanjang 9.192.631.770 periode dari radiasi sehubungan
dengan transisi antara dua hyperfine level dari ground state dari
atom caesium-133.
Ground state didefinisikan di ketidak-adaan (nol) medan magnet.
Detik yang didefinisikan tersebut adalah sama dengan detik efemeris.
Definisi detik yang selanjutnya adalah
pertemuan BIPM untuk menyertakan kalimat
Definisi ini
temperatur 0 K.

mengacu

pada

atom

caesium

disempurnakan

yang

diam

di

pada

Dalam praktiknya, ini berarti bahwa realisasi detik dengan


ketepatan tinggi harus mengompensasi efek dari radiasi sekelilingnya
untuk mencoba mengekstrapolasikan ke harga detik seperti yang
disebutkan di atas.