Anda di halaman 1dari 30

Problem Based Learning Al-Islam II

Modul II Transeksual

Kelompok 4
Tutor

dr. Atthariq Wahab, MPH

Ketua

Argha Yudiansyah

(2013730126)

Sekretaris

Nadira Juanti Pratiwi

(2013730160)

Anggota

Badai Ardyana Arimbi P (2013730129)


Dyoza Cinnamon

(2013730139)

Fina Hidayat

(2013730144)

Ghaisani Zatadini

(2013730146)

Mustika Dinna Wikantari (2013730156)


Nabila Nitha Alifia

(2013730158)

Nabilla Rahmawati

(2013730159)

Sally Novrani Puteri

(2013730174)

Syifa Ramadhani

(2013730182)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH


JAKARTA 2015

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb
Puji syukur Alhamdulillah, atas berkah Rahmah Hidayah-Nya kami dapat
menyelesaikan laporan modul ini. Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas PBL
modul II skenario II. Tugas ini ialah hasil diskusi dari semua anggota kelompok 4.
Terimakasih kami ucapkan kepada tutor kami yaitu dr. Atthariq Wahab, MPH
yang telah membimbing kelompok kami sehingga dapat melakukan diskusi dengan
baik. Juga untuk penulis dan penerbit dari buku yang kami jadikan referensi.
Kami menyadari dalam pembuatan laporan ini masih banyak kekurangannya,
oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi perbaikan
dan penyempurnaan tugas ini kedepannya.
Semoga hasil laporan ini dapat berguna dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Wassalamualaikum wr.wb

Jakarta, 29 Juli 2015

Kelompok 4 Sistem Al-Islam II

TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Setelah mempelajari modul ini mahasiswa
diharapkan mampu memahami dan menjelaskan tentang transeksual ditinjau dari segi
agama Islam.

Tujuan Instruksional Khusus (TIK) :


Setelah mempelajari modul ini mahasiswa diharapkan dapat :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Menjelaskan definisi transeksual


Menjelaskan status transeksual dalam Islam
Menjelaskan mengenai hukum transplantasi menurut Islam
Menjelaskan mengenai hukum mengganti kelamin menurut Islam
Menjelaskan mengenai menetapkan kelamin menurut Islam
Menjelaskan mengenai hukum terhadap dokter yang melakukan operasi
kelamin
7. Menjelaskan mengenai hukum orang yang menetapkan status hukum kepada
seseorang yang telah operasi kelamin
8. Menjelaskan bagaimana kedudukan hukum orang yang telah operasi kelamin
Skenario
Ada seseorang yang terlahir sebagai laki-laki yang dalam masa pertumbuhannya
orientasi kejiwaannya mengarah kepada perempuan. Kondisi tersebut menjadikan dia
tertekan batin dengan pengisian KTP dan Ijazah serta permohonan pengajuan kerja
dalam penulisan jenis kelamin yang ada. Atas dorongan ini, yang bersangkutan
mengajukan permohonan untuk melakukan penyesuaian kelamin dengan motivasi
supaya diri yang bersangkutan benar-benar menjadi perempuan sebagaimana
panggilan jiwanya. Bagaimana pandangan Islam terhadap hal tersebut?

Kata Sulit
Kata/Kalimat Kunci
-

Seseorang yang terlahir sebagai laki-laki yang dalam masa pertumbuhannya


orientasi kejiwaannya mengarah kepada perempuan
Kondisi tersebut menjadikan dia tertekan batin
Beliau mengajukan permohonan jenis kelamin
Motivasi supaya ia benar-benar menjadi seorang perempuan

Mind Map

Kedokteran

Transeksual

Negara

Islam

Pertanyaan
1. Jelaskan definisi transeksual!
2. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi/menyebabkan seseorang menjadi
transeksual!
3. Jelaskan status hukum transeksual dalam Islam!
4. Jelaskan status hukum transeksual di negara!
5. Bagaimana penanganan yang dilakukan terhadap transeksual?
6. Jelaskan hukum beribadah bagi transgender!
7. Jelaskan hukum menetapkan kelamin dalam Islam!
8. Jelaskan hukum menetapkan kelamin dalam kedokteran!
9. Jelaskan mengenai jenis kelamin menurut Al-Quran!
10. Jelaskan mengenai jenis kelamin menurut Hadits!
11. Jelaskan proses bagaimana penetapan jenis kelamin!
12. Jelaskan yang dimaksud pembedahan ganti kelamin!
13. Jelaskan hukum mengganti kelamin dalam Islam!
14. Jelaskan penanganan jenazah seorang transgender!
15. Jelaskan bagaimana status hukum seorang dokter yang melakukan operasi
kelamin dalam Islam!
16. Jelaskan hukum seseorang yang sudah terlanjur mengganti kelamin!
17. Jelaskan hukum transplantasi dalam Islam!
18. Jelaskan definisi kelamin ganda!
19. Bagaimana cara mendiagnosis seseorang mengalami gangguan identitas
gender menurut kedokteran?
20. Jelaskan ciri-ciri remaja dan dewasa yang mengalami gangguan identitas
gender menurut kedokteran!
21. Jelaskan bagaimana status orang pada scenario ketika ia menjadi ahli waris!
22. Jelaskan perjalanan gangguan identitas gender dan prognosis nya menurut
kedokteran!

Nama : Nabila Nitha Alifia


NIM : 2013730158
1. Jelaskan definisi dari transeksual!

Jawab :
Secara bahasa, transeksual adalah perubahan jenis kelamin
Secara istilah, transeksual adalah upaya tindakan ahli medis untuk melakukan
perubahan atau penyempur naan kelamin seseorang
Transeksual menurut kesehatan yaitu seseorang yang percaya bahwa dia secara
psikologis mirip dengan lawan jenis dan merasa terjebak dalam jenis kelamin
biologisnya. Transeksual mungkin mencari bantuan medis untuk operasi mengubah
alat kelamin dan aspek lain dari penampilannya agar sesuai dengan identitas gender
yang lebih dirasakan tepat olehnya. Penilaian psikologis untuk mendapatkan identitas
gender ini biasanya intens dan lama, selama bertahun-tahun.

Nama

: Sally Novrani Puteri

NIM

: 2013730174

2. Jelaskan faktor apa saja yang memengaruhi seseorang menjadi


transeksual?
Jawab :
a

Faktor Biologis

Steroid seks memengaruhi ekspresi perilaku seksual pada laki-laki atau


perempuan dewasa, yaitu; testosteron dapat meningkatkan libido dan agresivitas pada
perempuan dan estrogen dapat menurunkan libido dan keagresifan pada laki-laki.
Namun,maskulinitas, femininitas, dan identitas gender lebih merupakan akibat
peristiwa hidup pasca lahir daripada pengaturan hormon pranatal.
Prinsip yang sama mengenai maskulinisasi atau feminisasi telah diterapkan pada
otak. Testosteron memengaruhi saraf otak yang turut berperan terhadap maskulinisasi
otak di area seperti hipotalamus.
b

Faktor Psikososial

Anak mengembangkan identitas gender sesuai dengan jenis kelamin aslinya.


Pembentukan identitas gender dipengaruhi oleh interaksi antara temperamen anak
dengan kualitas dan sikap orang tua. Peran gender yang dapat diterima budaya adalah
anak laki-laki tidak diharapkan menjadi feminin dan anak perempuan tidak
diharapkan menjadi tomboi. Terdapat permainan anak laki-laki seperti permainan
polisi dan perampok dan permainan anak perempuan seperti boneka dan rumah
rumahan.
Kualitas hubungan ibu-anak pada tahun pertama kehidupan paling penting dalam
menegakan identitas gender. Selama periode ini ibu normalnya memfasilitasi
kesadaran anaknya dengan rasa bangga akan gender yang dimilikinya. Masalah
transeksual juga bisa dipicu oleh kematian ibu, ketiadaan dalam waktu lama atau
depresi yang mengakibatkan seorang anak laki-laki mungkin bereaksi dengan
menganggap dirinya sama dengan ibunya dengan cara menjadi sosok ibu dalam
keluarga.

Nama: Syifa Ramadhani

NIM : 2013730182
3. Jelaskan status hukum transeksual dalam islam!
Jawab :
Sesuai dengan firman Allah pada surat An-nisa ayat 119 yang artinya:
Dan pasti akan kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong
pada mereka memotong telinga mereka memotong telinga-telinga binatang ternak,
(lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah
ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya). Barang siapa menjadikan
setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang
nyata. (QS An-nisa[4]:119)

Dijelaskan bahwa maksud dari ayat ini yaitu mengubah ciptaan Allah dapat berarti
mengubah yang diciptakan Allah seperti mengebiri binatang, mengganti jenis
kelamin, dan sebagainya. Mengubah ciptaan Allah hukumnya haram. Maka hukum
dari transeksual dalam islam adalah haram.

Nama : Argha Yudiansya


NIM : 2013730126

4. Jelaskan status hukum transeksual di Negara!


Jawab :
Menurut pandangan hukum negara, transgender atau transeksual diatur dalam
UU Nomor 23 Tahun 2006 Pasal 77 tentang Administrasi Kependudukan
dihubungkan dengan kedudukan hukum pelaku ganti jenis kelamin yang menyatakan
bahwa tidak seorangpun yang diperbolehkan merubah atau mengganti atau menambah
identitasnya tanpa ijin Pengadilan, sekalipun dengan dalil- dalil hukum yang kuat. Hal
itu bisa terjadi dengan berpatokan pada pasal 10 ayat (1) Undang- undang Republik
Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Berarti jika menurut
pandangan hukum negara hal ini diperbolehkan dengan berdasarkan Undang- undang
diatas.
Namun dalam menegakkan hukum pemberian ijin perubahan status jenis
kelamin itu hakim juga harus melihat pandangan-pandangan dari sisi sosial, agama,
hukum, dan medis (Kedokteran). Hakim harus mengambil pilihan dari berbagai
metode penafsiran yang hasilnya dapat berbeda. Hakim mempunyai kebebasan dalam
penafsiran, yang tidak boleh tidak dilakukan karena hakim tidak dapat menolak untuk
mengadili dan memutuskan perkara

Nama

: Sally Novrani Puteri

NIM

: 2013730174

5. Bagaimana penanganan yang dapat dilakukan kepada orang yang


mengalami gangguan identitas gender (transeksual) ?
Jawab :
Orang tua umumnya membawa anak anak dengan pola perilaku gender
berlawanan ke psikiater. Richard Green mengembangkan suatu program terapi yang
dirancang untuk menanamkan pola perilaku yang didapat diterima budaya pada anak
laki-laki. Green menggunakan hubungan permainan berpasangan pada anak-anak
tersebut, satu satu dengan orang dewasa atau teman sebaya memainkan peran perilaku
maskulin. Konseling orang tua sebagai pelengkap pertemuan kelompok antara orang
tua dan anak-anak dengan gangguan identitas gender juga dilakukan. Dorongan orang
tua terhadap perilaku atipikal anak (seperti memakai pakaian perempuan pada anak
laki-laki atau tidak mencukur rambut mereka) diperiksa bila orang tua tidak
menyadarai bahwa mereka sedang membantu mengembangkan perilaku gender
berlawanan.
Pasien remaja sulit diterapi karena adanya krisis identitas normal dan
kebingungan identitas gender secara bersamaan. Remaja lazim berpura-pura dan
jarang memiliki motivasi kuat untuk mengubah stereotipe peran gender yang
berlawanan. Pasien dewasa umumnya mengikuti psikoterapi untuk mempelajari cara
menghadapi gangguan mereka, bukan untuk mengubahnya. Kaum transeksual
biasanya menginginkan operasi ganti kelamin.

Nama : Mustika Dinna Wikantari


NIM : 2013730156

6. Jelaskan hukum beribadah bagi transgender!


Jawab :
Operasi penggantian jenis kelamin yang dilakukan terhadap orang yang sejak
lahir memiliki kelamin normal. Operasi jenis ini jelas diharamkan dalam Islam karena
merupakan unsur kesengajaan untuk mengubah ciptaan Allah. Sehingga, ketentuan
terkait syariat, seperti shalat dan lainnya, dikembalikan kepada kondisi kelamin
semula.
Jadi bagi seseorang yang menjalani operasi perubahan kelamin menjadi
perempuan pada satu sisi dia tetap tidak boleh menempati saf perempuan dalam salat
berjamaah karena hakekatnya ia adalah laki-laki. namun di sisi lain dia tidak bisa juga
menempati saf laki-laki karena secara fisik setelah operasi adalah perempuan. Secara
hukum pula, ia tetap wajib salat jumat meskipun telah berubah jenis kelamin sebagai
perempuan karena hakekatnya ia adalah laki-laki.

Nama : Syifa Ramadhani


NIM : 2013730182

7. Jelaskan hukum menetapkan kelamin dalam islam!


Jawab :
Allah telah menjelaskan dalam Al-Quran bahwasanya setiap manusia diciptakan dari
jenis laki-laki dan perempuan sesuai dengan ayat berikut, yang artinya:
Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara
kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah
Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Al-Hujurat[49]:13)
Ayat ini dengan jelas memaparkan bahwa manusia ada yang berjenis kelamin laki
laki dan ada yang berjenis kelamin perempuan dan tidak diperbolehkan mengubah
ubah yang sudah ditetapkan seperti pada hadits yang menyatakan
Allah mengutuk laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai
laki-laki. (HR. Ahmad)

Nama : Ghaisani Zatadini


NIM : 2013730146
8. Jelaskan hukum menetapkan kelamin dalam kedokteran!

Jawab :
Seleksi gender atas indikasi medik dengan tujuan menhindari terjadinya sex link
genetic disorder,misalnya penyakit hemophilia dapat dibenarkan.Namun untuk
indikasi non-medik masih terdapat perbedaan pendapat.
Indikasi non medic seleksi gender bertujuan:
-ingin anak pertama anak laki-laki
-Jumlah anak laki-laki dan perempuan berimbang.
-dari segi ekonomi, anak laki-laki menguntungken (sekarang anak perempuanpun
banyak bekerja dan produktif)
-Alasan budaya dan alasan-alasan pribadi.
Seleksi gender ini ternyata menimbulkan perdebatan dari segi hokum,etika,dan
sosil.Untuk indikasi non medic ini ada yang setuju da nada yang tidak setuju dengan
seleksi gender.Bagi yang tidak setuju menganggap tindakan tersebut sebagai
diskriminasi kelamin dan bertentangan dengan keadilan,sebagai salah satu prinsip
etikan professional kedokteran.

Nama : Badai Ardyana Arimbi Putri


NIM : 2013730129
9. Jelaskan jenis kelamin menurut Al-Quran!

Jawab :

Q.S. An-Najm : 45

"Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita."

Qs: An-Nisa(4): 1

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu
dari seorang diri, dan dari padanya. Allah menciptakan isterinya; dan dari pada
keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan
bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling
meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya
Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu

Nama : Badai Ardyana Arimbi Putri


NIM : 2013730129
10. Jelaskan jenis kelamin menurut Hadits!
Jawab :

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits:

Dari Abi Hurairah RA. berkata: Rasulullah SAW.. bersabda: Sesungguhnya


perempuan seperti tulang rusuk, jika kalian mencoba meluruskannya ia akan
patah. Tetapi jika kalian membiarkannya maka kalian akan menikmatinya
dengan tetap dalam keadaan bengkok (HR. Bukhari dan Muslim).

Nama : Ghaisani Zatadini


NIM : 2013730146
11. Jelaskan proses bagaimana penetapan jenis kelamin!
Jawab :
Manusia mempunyai 23pasang kromosom 22pasang autoson dan 1pasang gonosom .
kromosom laki-laki XY,sedangkan kromosom perempuann XX.

Sebuah gen yang disebut SRY(sex determining region)atau daerah Y penentu jenis
kelamin telah di identifikasi di lengan pendek kromosom Y. Gen tersebet
mengkodekan sebuah produk gen yang seringkali disebut sebagai fator penentu
testis(testis-determining factor TDF.

Nama : Nadira Juanti Pratiwi


NIM : 2013730160
12. Jelaskan yang dimaksud pembedahan ganti kelamin menurut
kedokteran!
Jawab :
Pembedahan ganti kelamin adalah terapi pembedahan mengubah alat kelamin
dari perempuan menjadi laki-laki atau sebaliknya yang bersifat definitive dan
irreversible sehingga dilakukan standar yang teliti sebelum dikembangkan.
Standar yang dilakukan antara lain :

Pasien harus menjalani percobaan kehidupan gender yang berlawanan


dengan dirinya selama sedikitnya 3 bulan dan kadang-kadang hingga 1
tahun.
Untuk sebagian transeksual, uji kehidupan ini dapat mengubah pikiran
mereka karena mereka merasa tidak nyaman untuk berhubungan
dengan teman, rekan kerja dan kekasih saat berperan tersebut.
Pasien harus menerima terapi hormone :
Estradiol dan progesterone : perubahan laki-laki menjadi
perempuan
Testosteron : perubahan perempuan menjadi laki-laki

Jika kedua syarat tersebut berhasil dilakukan oleh pasien, maka pasien baru akan
diperbolehkan melakukan pembedahan ganti kelamin oleh dokter dan dari hasil
penelitian, hanya sekitar 50% pasien yang berhasil melakukan syarat ini.

Nama : Nabilla Rahmawati


NIM : 2013730159
13. Jelaskan hukum mengganti kelamin dalam Islam!
Jawab :
Hukum orang yang melakukan operasi pergantian kelamin yang mempunyai organ
kelamin yang normal dan sempurna adalah tidak dibolehkan dan diharamkan.
Dalil yang mengaharamkan operasi pergantian kelamin terdapat dalam
Q.S. An-Nisa: 119

yang artinya Dan Saya (setan) benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan
membangkitkan angan-angan kosong pada mereka (memotong telinga-telinga hewan
ternak),lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan saya suruh mereka
(mengubah ciptaan Allah), maka mereka sungguh mengubahnya. Barang siapa yang
menjadikan setan menjadi pelindung selain dari Allah, maka sesungguhnya ia
menderita kerugian yang nyata.
Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa mengubah ciptaaan Allah itu
sangat

diharamkan,

contohnya

mengebiri

manusia,

homoseksual,

lesbian,

menyambung rambut dengan sopak, pangur, membuat tato, mencukur bulu muka
(alis) dan takhannuts artinya pria berpakaian dan bertingkah laku seperti wanita atau
sebaliknya (menurut Kitab tafsir Al-Thabari, Al-Shawi dan Al-Khazin).
Hadist Nabi riwayat Bukhari dan enam ahli hadis lainya dari Ibnu Masud.
yang artinya: Allah mengutuk para wanita tukang tato, yang meminta ditato, yang
menghilangkan bulu muka, yang meminta dihilangkan bulu mukanya, dan para wanta
yang memotong (pengur) giginya, yang semua itu dilakukan untuk kecantikan dengan
mengubah ciptaan Allah.
Makna dari hadis itu bahwa seorang pria atau wanita yang normal jenis
kelaminnya dilarang oleh Islam mengubah jenis kelaminnya, karena mengubah
ciptaan Allah tanpa alasan yang hak yang dibenarkan oleh Islam.
Melakukan operasi kelamin bisa diperbolehkan apabila:
1. Seseorang punya organ kelamin dua atau ganda: penis dan vagina, maka untuk
memperjelas identitas kelaminnya, ia boleh melakukan operasi mematikan
salah satu organ kelaminnya dan menghidupkan organ kelamin yang lain yang
sesuai dengan organ kelamin bagian dalam.
2. Apabila seseorang punya organ kelamin satu yang kurang sempurna
bentuknya, misalnya ia memiliki vagina yang tidak berlubang dan ia
mempunyai rahim dan ovarium, maka ia boleh bahkan dianjurkan oleh agama
untuk operasi memberi lubang pada vaginanya, begitu juga sebaliknya.
Operasi kelamin tersebut bersifat tashih dan takmil (perbaikan atau
penyempurnaan) dan bukan pergantian jenis kelamin, menurut para ulama
dibolehkan menurut syariat bahkan dianjurkan. Sehingga menjadi kelamin
yang normal karena kelainan yang seperti ini merupakan suatu penyakit yang
harus diobati. Hal ini sejalan dengan hadis Nabi SAW. bertobatlah wahai
hamba-hamba Allah! Karena sesungguhnya Allah tidak mengadakan penyakit
kecuali mengadakan pula obatnya, kecuali satu penyakit, yaitu penyakit
ketuaan (H.R. Ahmad)

Nama : Dyoza Ashara Cinnamon


NIM : 2013730139
14. Jelaskan mengenai penanganan jenazah seorang transgender!
Jawab :
Penanganan mayat seorang yang telah merubah kelaminya adalah kembali
seperti saat orang tersebut dilahirkan apabila laki laki maka tetap ditangani
sperti laki laki apabila perempuan maka ditangani seperti perempuan
Hal ini didasarkan karena pada orang transgender yang berubah adalah bentuk
dari alat kelaminya tetapi tidak merubah kodratnya sebagai seorang laki laki
ataupun perempuan

Nama : Dyoza Ashara Cinnamon


NIM : 2013730139
15. Jelaskan bagaimana status hukum seorang dokter yang membantu
proses transgender dalam Islam!
Jawab:
Dan akan aku suruh mereka (merubah ciptaan Allah), lalu benar-benar
mereka merobahnya". (QS. An-Nisa' : 119)
Dari Abdullah bin Masud radhiyallahuanhu berkata: Allah melaknat
perempuan-perempuan yang mentato dan yang minta ditato, yang mencukur
rambut (alis), dan yang mengikir giginya untuk memperindah, yang mengubah
ciptaan Allah SWT (HR. Bukhari)
Dari dalil dan hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa Allah akan melaknat
seseorang yang merubah apa yang telah Allah berikan, secara tidak langsung
seorang dokter yang melakukan prosesnya adalah orang yang merubah ciptaan
Allah, maka diharamkan dalam islam bagi seorang dokter melakukan operasi
transgender

Nama : Mustika Dinna Wikantari


NIM : 2013730156
16. Jelaskan hukum orang yang sudah terlanjur melakukan operasi
mengganti kelamin!
Jawab :
Seseorang yang lahir dalam kondisi normal dan sempurna organ kelaminnya
yaitu penis bagi laki-laki dan vagina bagi perempuan yang dilengkapi dengan
rahim dan ovarium tidak dibolehkan dan diharamkan oleh syariat Islam
untuk melakukan operasi kelamin. Apabila seseorang sudah terlanjur
mengubah jenis kelaminnya, maka hukum pengubahanya adalah haram, dan
kedudukan seseorang yang sudah dirubah itu tetap sama sebelum dia merubah
jenis kelaminnya. Ketetapan haram ini sesuai dengan keputusan fatwa Majelis
Ulama Indonesia (MUI) dalam Musyawarah Nasional II tahun 1980 tentang
Operasi Perubahan/ Penyempurnaan kelamin. Menurut fatwa MUI ini
sekalipun diubah jenis kelamin yang semula normal kedudukan hukum jenis
kelaminnya sama dengan jenis kelamin semula sebelum diubah.
Para ulama fiqih mendasarkan ketetapan hukum tersebut pada dalil-dalil yaitu:
1

firman Allah Swt dalam surat Al-Hujurat ayat 13 yang menurut kitab Tafsir
Ath-Thabari mengajarkan prinsip equality (keadilan) bagi segenap
manusia di hadapan Allah dan hukum yang masing-masing telah
ditentukan jenis kelaminnya dan ketentuan Allah ini tidak boleh diubah
dan seseorang harus menjalani hidupnya sesuai kodratnya;

firman Allah Swt dalam surat an-Nisa ayat 119 mengenai hukun merubah
ciptaan Allah. dan aku benar - benar akan menyesatkan mereka dan
membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka
(memotong telinga telinga binatang ternak) lalu mereka benar benar
memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah ), lalu
benar benar mereka mengubahnya. Barang siapa yang menjadikan syetan
menjadi pelindung selain Allah maka sesungguhnya ia menderita kerugian
yang nyata. (Q.S. An Nisa 4:119 ).

Hadits Nabi saw.: Allah mengutuk laki-laki yang menyerupai wanita dan
wanita yang menyerupai laki-laki. (HR. Ahmad).

Nama : Nabilla Rahmawati


NIM : 2013730159
17. Jelaskan hukum transplantasi dalam Islam!
Jawab :
Hukum Transplantasi Organ Tubuh
1.

Hukum Transplantasi Organ Tubuh Donor Dalam Keadaan Sehat


Apabila seseorang menyumbangkan organ tubuh pada orang lain kemudian

mengharap imbalan atau menjualnya, haram hukumnya, disebabkan karena organ


tubuh manusia itu adalah milik Allah (milk ikhtishash), maka tidak boleh
memperjualbelikannya.
Orang yang mendonorkan organ tubuhnya pada waktu masih hidup sehat
kepada orang lain, ia akan menghadapi resiko ketidakwajaran. Maka sama halnya
dengan menghilangkan penyakit dari resipien dengan cara membuat penyakit baru
bagi si donor. Hal ini tidak diperbolehkan karena dalam qaidah fiqih disebutkan:
Bahaya (kemudharatan) tidak boleh dihilangkan dengan bahaya (kemudharatan)
lainnya.
Berkaitan transplantasi, seseorang harus lebih mengutamakan menjaga dirinya dari
kebinasaan, daripada menolong orang lain dengan cara mengorbankan diri sendiri dan
berakibat fatal, akhirnya ia tidak mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya,
terutama tugas kewajibannya dalam melaksanakan ibadah.

2.

Hukum Transplantasi Organ Tubuh Donor Dalam Keadaan Koma

Melakukan transplantasi organ tubuh donor dalam keadaan koma, hukumnya tetap
haram, walaupun menurut dokter, bahwa si donor itu akan segera meninggal, karena
hal itu dapat mempercepat kematiannya dan mendahului kehendak Allah, hal tersebut
dapat

dikatakan

euthanasia atau

mempercepat

kematian.

Tidaklah

berperasaan/bermoral melakukan transplantasi atau mengambil organ tubuh dalam


keadaan sekarat. Orang yang sehat seharusnya berusaha untuk menyembuhkan orang
yang sedang koma tersebut, meskipun menurut dokter, bahwa orang yang sudah koma
tersebut sudah tidak ada harapan lagi untuk sembuh. Maka dari itu, mengambil organ
tubuh donor dalam keadaan koma, tidak boleh menurut Islam dengan alasan sebagai
berikut :
a. Tidak boleh membuat madharat pada diri sendiri dan tidak boleh pula membuat
madharat pada orang lain.
Berdasarkan hadits tersebut, mengambil organ tubuh orang dalam keadaan
koma/sekarat haram hukumnya, karena dapat membuat madharat kepada donor
tersebut yang berakibat mempercepat kematiannya, yang disebut euthanasia.
3.

Hukum Transplantasi Organ Tubuh Donor Dalam Keadaan Meninggal

Mengambil organ tubuh donor (jantung, mata atau ginjal) yang sudah meninggal
secara yuridis dan medis, hukumnya mubah, yaitu dibolehkan menurut pandangan
Islam dengan syarat bahwa :
a.

Resipien (penerima sumbangan organ tubuh) dalam keadaan darurat yang

mengancam jiwanya bila tidak dilakukan transplantasi itu, sedangkan ia sudah berobat
secara optimal baik medis maupun non medis, tetapi tidak berhasil. Hal ini
berdasarkan qaidah fiqhiyyah :
Darurat akan membolehkan yang diharamkan.
b.

Pencangkokan cocok dengan organ resipien dan tidak akan menimbulkan

komplikasi penyakit yang lebih gawat baginya dibandingkan dengan keadaan


sebelumnya. Disamping itu harus ada wasiat dari donor kepada ahli warisnya, untuk
menyumbangkan organ tubuhnya bila ia meninggal, atau ada izin dari ahli warisnya.

Adapun dalil-dalil yang dapat menjadi dasar dibolehkannya transplantasi


organ tubuh, yaitu:
Al-Quran surah Al-Maidah ayat 32:
Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah
ia memelihara kehidupan manusia semuanya.
Ayat tersebut menunjukkan bahwa tindakan kemanusiaan (seperti transplantasi)
sangat dihargai oleh agama Islam, tentunya sesuai dengan syarat-syarat yang telah
disebutkan diatas.
Oleh sebab itu, transplantasi sebagai upaya menghilangkan penyakit,
hukumnya mubah, asalkan tidak melanggar norma ajaran Islam.

Nama : Nabila Nitha Alifia


NIM : 2013730158
18. Jelaskan definisi dari kelamin ganda!
Jawab :
Kelamin ganda adalah suatu keadaan tidak terdapatnya kesesuaian karakteristik
yang menentukan jenis kelamin seseorang, atau bisa juga disebutkan sebagai
seseorang yang mempunyai jenis kelamin ganda.
Dicurigai kelamin ganda, apabila alat kelamin kecil, disebut penis terlalu kecil
sedangkan klitoris terlalu besar, atau bilamana scrotum melipat pada garis tengah
sehingga tampak seperti labium mayor yang tidak normal dan gonad tidak teraba.

Nama : Fina Hidayat


NIM : 2013730144
19. Bagaimana cara mendiagnosis seseorang mengalami gangguan identitas
menurut kedokteran?
Jawab :
Menurut edisi revisi keempat diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders
(DSM-IV-TR), gambaran penting pada gangguan identitas gender adalah distress
seseorang yang menertap dan hebat mengenai jenis kelamin aslinya dan keinginan
untuk menjadi, atau sikap bersikeras bahwa ia berjenis kelamin sebaliknya. Sebagia
anak-anak, anak laki-laki dan anak perempuan menunjukkan ketidaksukaan terahadap
cara berpakaian feminim atau maskulin yang normative dan stereotipik serta
menyangkal ciri anatomis mereka. Table 19-1 menyusun kriteria DSM-IV-TR untuk
gangguan ini.
Tabel 19-1 Kriteria Diagnostik DSM-IV-TR Gangguan Identitas
A Identifikasi gender berlawanan yang kuat dan menetap (bukan hanya hasrat
terhadap manfaat budaya yang dirasakan jika memiliki jenis kelamin lain). Pada
anak, gangguan ini ditunjukkan oleh empat (atau lebih) hal berikut.
i

Keinginan berulang yang diungkapkan untuk menjadi, atau sikap bersikeras


bahwa ia berjenis kelamin sebaliknya.

ii Pada anak laki-laki, kecenderungan untuk berpakaian seperti lawan jenis atau
memakai pakaian perempuan; pada anak perempuan , sikap bersikeras untuk
hanya mengenakan pakaian maskulin yang stereotipik.

iii Kecenderungan yang kuat dan menetap untuk memerankan jenis kelamin
berlawanan di dalam permaianan membuat percaya atau khayalan menetap
dirinya berjenis kelamin berlawanan.
B Rasa tidak nyaman yang menetap dengan jenis kelaminnya atau merasa tidak sesuai
dengan peran gender jenis kelaminnya. Contohnya pada anak laki-laki yang tidak
menyukai atau jijik dengan testisnya, atau pernyataan tegas penolakan terhadap
testisnya ataupun kelaminnya. Penolakan terhadap segala permainan yang
menyangkut dengan aktivitas laki-laki atau yang stereotipik; pada anak perempuan
dapat seperti menolk untuk berposisi duduk ketika buang air kecil atau tidak ingin
memiliki payudara ataupun tidak ingin payudaranya tumbuh dan mengalami
menstruasi, bisa juga suatu penolakan tegas dalam berpakaian feminim. Atau juga
bisa dengan memiliki perasaan dimana yakin bahwa ia dilahirkan dengan jenis
kelamin yang salah.
C Gangguan ini tidak terjadi bersamaan dengan keadaan intersek fisik.
D Gangguan ini menimbulkan penderitaan yang secara klinis bermakna atau hendaya
fungsi sosial, pekerjaan, atau area fungsi penting lain.
Tentukan jika (untuk individu yang matang secara seksual):
Tertarik secara seksual pada laki-laki
Tertarik secara seksual pada perempuan
Tertarik secara seksual pada keduanya
Tidak tertarik secara seksaul pada keduanya.
Dari American Psychiatric Association. Diagnostic and Statistical Manual of Mental
Disorder. 4th ed. Text rev. Washington, DC. American Psychiatric Association; copyright
2000, dengan izin.

Nama : Nadira Juanti Pratiwi


NIM : 2013730160
20. Jelaskan ciri-ciri remaja dan dewasa yang mengalami gangguan identitas
gender menurut kedokteran!
Jawab :

Ciri-ciri remaja yang mengalami gangguan identitas gender :


a. Keinginan untuk berjenis kelamin sebaliknya
b. Sering mencoba untuk menjadi anggota kelompok lawan
jenisnya
c. Ingin hidup serta ingin diperlakukan seperti lawan jenis
d. Berkeinginan memperoleh ciri seks lawan jenisnya
e. Meyakini dirinya sendiri bahwa mereka terlahir dengan jenis
kelamin yang salah
Ciri-ciri dewasa yang mengalami gangguan identitas gender :
a. Mengeluh tidak nyaman mengenakan pakaian sesuai dengan
jenis kelamin aslinya
b. Mengenakan pakaian seperti lawan jenis dan terlibat di dalam
aktivitas yang berkaitan dengan lawan jenis
c. Merasa alat kelamin mereka menjijikkan
d. Muncul perasaan yang dapat menyebabkan permintaan
permanen untuk pembedahan ganti kelamin
e. Laki-laki memakai estrogen untuk membentuk payudara dan
kontur feminine lainnya
f. Melakukan pembedahan untuk membuang testis dan penis pada
laki-laki dan menggantinya dengan vagina buatan atau
sebaliknya

Nama : Argha Yudiansya


NIM : 2013730126
21. Jelaskan hukum islam tentang pembagian warisan terhadap orang yang
telah melakukan pergantian kelamin!
Jawab :
Dalam islam telah ditetapkan hukum tentang pembagian waris yang terdapat
di dalam surat An Nisa ayat 11:
Allah mensyari'atkan kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anakanakmu, yaitu bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak
perempuan. Dan jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua,
maka bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika anak perempuan
itu seorang saja, maka dia memperoleh setengah (harta yang ditinggalkan). Dan untuk
kedua ibu-bapak, bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika
yang meninggal itu mempunyai anak. Jika orang yang meninggal tidak mempunyai
anak dan dia diwarisi oleh kedua ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat
sepertiga. Jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya
mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) setelah dipenuhi wasiat
yang dibuatnya atau (dan) setelah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan
anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih banyak
manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui
lagi Mahabijaksana. (An Nisa: 11)
Adapun konsekuensi hukum penggantian kelamin adalah apabila penggantian
kelamin dilakukan oleh seseorang dengan tujuan tabdil dan taghyir (mengubah-ubah
ciptaan Allah), maka identitasnya sama dengan sebelum operasi dan tidak berubah
dari segi hukum. Menurut Mahmud Syaltut, dari segi waris seorang wanita yang
melakukan operasi penggantian kelamin menjadi pria tidak akan menerima bagian
warisan pria (dua kali bagian wanita) demikian juga sebaliknya.

Nama : Fina Hidayat


NIM : 2013730144
22. Jelaskan perjalanan gangguan identitas gender dan prognosis nya
menurut kedokteran!
Jawab :
Prognosis untuk gangguan identitas gender bergantung pada onset usia dan
intensitas gejala. Anak laki-laki mulai memiliki gangguan ini sebelum usia 4 tahun,
dan konflik yang terjadi selama tahun-tahun awal, sekolah sekitar usia 7 tahun atau 1
tahun. Sikap feminim yang jelas dapat berkurang ketika anak laki-laki bertambah
usianya, terutama jika upaya yangj dilakukan untuk menghambat perilaku seperti itu,
memakai pakaian lawan jenis dapat merupakan bagian dari gangguan ini, dan 75%
anak laki-laki yang mulai melakukannya, memulainya sebelum usia 4 tahun. Onset
usia biasanya dini untuk anak perempuan tetapi sebagian besar menunjukkan perilaku
maskulin saat remaja.
Pada kedua jenis kelamin, homoseksualitas cenderung terjadi sebaliknya pada
sepertiga hingga dua pertiga kasus, walaupun alasannya tidak jelas, lebih sedikit anak
perempuan yang memiliki orientasi homoseksual daripada anak laki-laki. Steven
Levine melaporkan bahwa studi follow-up pada anak laki-laki dengan gangguan
gender secara konsisten menunjukkan bahwa orientasi homoseksual biasanya
merupakan hasil akhir pada remaja tersebut.
Gangguan fungsi sosial dan pekerjaan akibat keinginnan seseorang turut serta dalam
peran gender yang diinginkan (dan berlawanan) lazim terjadi. Depresi juga
merupakan masalah yang lazim terutama jika orang tersebut merasa putus asa untuk
mendapatkan perubahan jenis kelamin dengan pembedahan hormon. Laki-laki telaj
diketahui mengastrasi diri mereka sendiri bukan sebagai percobaan bunuh diri tetapi
sebagai cara memaksa seorang ahli bedah untuk mengatasi masalah mereka.

DAFTAR PUSTAKA

Budi Utomo Setiawan, Fiqh Aktual (Jawaban Tuntas Masalah


Kontemporer), Jakarta: Gema
Insani, 2003.

Sadock, Benjamin J. 2010. Buku Ajar Psikiatri Klinis. Jakarta: EGC

Al-Quran dan terjemahan


HR. Ahmad

Fiqih Aktual : Jawaban Tuntas Masalah kontemporer (hal. 775)


Terjemahan Al Quran surat An Nisa Ayat 11

Sadock, Benjamin J., Virginia A. Sadock. 2010. Buku Ajar Psikiatri


Klinis: Kaplan dan Sandock E2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran

EGC
Elrod,Susan dan Stansfield William.2006.GENETIKA
Ed.4.Erlangga;Jakarta.
Hanafiah,M.Jusuf dan Amri Amir.ETIKA KEDOKTERAN &
HUKUM KESEHATAN Ed.4.Jakarta;EGC
Sabiq, Vide Sayyid, Fiqih as-Sunnah, Vol III, (Lebanon: Dar-alFikr, 1981)

Van Apeldoorn. Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta. Pradnya


Paramita.2004
Rofah Setyowati (et,al). Perubahan Status Jenis Kelamin Terhadap
Penderita Transgender (transseksual). Laporan Akhir. Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi. Departemen Pendidikan Nasional
Undang-undang No 4 Tahun 2004 Tentang Kekuasaan Kehakiman
Kitab Taghyr Khalqillh. Dr. Zarwati Rabih, Dar Ibn Hazm,
Beirut, cet. pertama, 1428 H.
1100 Hadits Terpilih: Sinar Ajaran Muhammad. Hal.: 133.