Anda di halaman 1dari 12

Hanifa Zulhaimi, S.Pd.,M.

Ak

Metode purchase (pembelian)


Metode pooling of interest (penyatuan kepemilikan)
PSAK 22 revisi tahun 2010 mensyaratkan penerapan
metode pembelian (purchase) atau metode akuisisi
untuk memperoleh entitas yang dimaksud.

Karakteristik Metode pooling of interest


kepemilikan perusahaan-perusahaan yang bergabung adalah satu
kesatuan dan secara relatif tidak berubah pada entitas akuntansi
yang baru.
tidak ada salah satupun dari perusahaan-perusahaan yang
bergabung telah dianggap memperoleh perusahaan-perusahaan
yang bergabung lainnya,
tidak ada pembelian,
tidak ada harga pembelian, sehingga karenanya tidak ada dasar
pertanggungjawaban yang baru.

Ketentuan dalam metode pooling of interest


Semua aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang bergabung dinilai
pada nilai buku saat diadakan penggabungan
Besarnya nilai investasi pada perusahaan yang bergabung sebesar jumlah
modal perusahaan yang digabung atau sebesar aktiva bersih perusahaan
yang digabung
Bila terjadi selisih antara jumlah yang dibukukan sebagai modal saham
yang diterbitkan ditambah kompensasi pembelian lainnya dalam bentuk
kas ataupun aktiva lainnya dengan jumlah aktiva bersih yang diperoleh,
maka harus diadakan penyesuaian terhadap modal perusahaan yang akan
digabung
Laporan keuangan gabungan adalah penjumlahan dari laporan keuangan
milik perusahaan yang bergabung

Metode purchase penggabungan usaha merupakan suatu


transaksi yang salah satu entitas memperoleh aktiva bersih dari
perusahaan-perusahaan lain yang bergabung
Ketentuan dalam metode purchase :
Berdasarkan metode ini perusahaan yang memperoleh atau
membeli mencatat aktiva yang diterima dan kewajiban yang
ditanggung sebesar nilai wajarnya.
Menurut PSAK tahun 2007 No.19 setiap kelebihan biaya perolehan
atas nilai wajar aktiva bersih yang diperoleh dialokasikan ke
goodwill dan diamortisasikan selama maksimum 20 tahun.

Akuisisi dapat dibiayai dengan kas dan saham.

Nilai investasi pada tanggal akuisisi dicatat sebesar


harga perolehan.
Biaya terkait akuisisi dalam rangka kombinasi bisnis,
meliputi :
- Biaya makelar
- Konsultasi Hukum, akuntansi, penilaian, dan biaya
profesional atau konsultasi lainnya
Serta biaya administrasi umum, termasuk biaya
pemeliharaan departemen akuisisi internal dicatat
sebagai beban atau periode akuisisi.
Investasi dalam saham dicatat sebesar nilai yang
dibayarkan dan Modal saham dicatat sebesar nilai
bukunya.

Ilustrasi :
PT Pinokio mengakuisisi seluruh saham PT Abunawas.
Saham PT Abunawas yang beredar 1 juta lembar, nilai
nominal Rp1.000 per lembar, Agio Rp 200 per lembar
dan nilai pasar saham Rp 1.500 per lembar saham.
Harga akuisisi per lembar saham Rp 1.500, dan untuk ini
PT Pinokio menerbitkan 1 juta lembar saham
dengan nilai nominal Rp 1.000 per lembar sementara
harga pasar per lembar adalah Rp 1.500.

PT Pinokio mencatat ayat jurnal :


Investasi Saham PT Abunawas (1jt x Rp. 1500)
Modal Saham (1jt x Rp.1000 )
Tambahan Modal Disetor

Rp 1.500.000.000
Rp 1.000.000.000
Rp
500.000.000

Investasi dalam saham dicatat sebesar nilai yang


dibayarkan oleh PT Pinokio dan Modal saham dicatat
sebesar nilai bukunya.

Pada tanggal 1 Januari 2012, PT Intiseka mengakuisisi saham biasa PT


Andaika sebanyak 4 juta lembar dengan harga per saham Rp1.400.
Pengeluaran sehubungan dengan akuisisi
tersebut dibayar per kas, antara lain :
- Biaya akuntan Rp200 juta
- Pengeluaran sehubungan surat menyurat Rp15.000.000
Harga akuisisi dibayar dengan menerbitkan saham PT Intiseka sebanyak 2
juta lembar dengan nilai nominal Rp2.000 dan harga pasar Rp2.800 per
lembar.
Saham ini diberikan kepada pemilik lama 4 juta lembar saham PT Andaika.

Jurnal :
Investasi dalam Saham Biasa (2 jt x Rp. 2.800) Rp 5.600.000.000
Beban
Rp 215.000.000
Modal Saham biasa (2juta x 2.000)
Rp 4.000.000.000
Tambahan Modal Disetor
Rp 1.600.000.000
Kas
Rp 215.000.000

Akuisisi saham diikuti registrasi saham. Biaya registrasi


saham pada dasarnya merupakan biaya langsung
akuisisi, tetapi tidak satu paket dengan harga akuisisi,
diperlakukan sebagai pengurang tambahan modal
disetor.
Misal perusahaan mencatat saham dengan Rp 100 juta
per kas
Jurnal :
Tambahan Modal Disetor
Rp 100 juta
Kas
Rp 100 juta

Golrida Karyawati. 2011. Akuntansi Keuangan Lanjutan (Advanced


Accounting). Penerbit Erlangga. Jakarta.

Richard E. Baker, Valdean C. Lembke, Thomas E. King, Cynthia G.


Jeffrey, Amir Abadi Yusuf, Sylvia Veronika NPS, Etty Retno Wulandari,
Dwi Martani. 2010. Akuntansi Keuangan Lanjutan (Perspektif Indonesia)
Advanced Financial Accounting. Penerbit Salemba Empat. Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai