Anda di halaman 1dari 2

Skala Nominal

- Merupakan skala yang hanya membedakan kategori / klasifikasi berdasarkan jenis atau macamnya
- Skala ini tidak membedakan kategori / klasifikasi berdasarkan urutan atau tingkatan.
Contoh : - jenis kelamin terbagi menjadi laki-laki dan perempuan.
- Jenis pekerjaan bisa diklasifikasi sebagai:
1. Pegawai negeri
2. Pegawai swasta
3. Wiraswasta
Ciri Data Nominal:
- Posisi data setara. Dalam contoh tersebut, pegawai negeri tidak lebih tinggi/lebih rendah dari pegawai swasta.
-Tidak bisa dilakukan operasi matematika (X, +, - atau : ). Contoh, tidak mungkin 3-2=1 (Wiraswasta dikurangi pegawai swasta=pegawai
negeri

Skala Ordinal
- Merupakan skala yang membedakan kategori berdasarkan tingkat atau urutan.
Contoh: membagi tinggi badan sampel ke dalam 3 kategori: tinggi, sedang, dan pendek.
- Sangat puas
- Puas
- Cukup puas
- Tidak puas
- Sangat tidak puas
Ciri Data Ordinal:
- posisi data tidak setara. Dalam kasus di atas, sikap pelanggan yang sangat puas, lebih tinggi dari yang puas. Sikap pelanggan yang puas,
lebih tinggi dari yang cukup puas, dst. Angka/tanda bisa dibalik dari 5 hingga 1, tergantung kesepakatan.
- Tidak bisa dilakukan operasi matematika. Tidak mungkin 1+2=3 (yang berarti sangat puas ditambah puas = cukup puas)

Skala Interval
- Merupakan skala yang membedakan kategori dengan selang atau jarak tertentu dengan jarak antar kategorinya sama.
- Skala interval tidak memiliki nilai nol mutlak.
Contoh: membagi tinggi badan sampel ke dalam 4 interval yaitu: 140-149, 150-159, 160-169, dan 170-179
-Temperatur ruangan. Bisa diukur dalam Celsius, atau Fahrenheit, dengan masing-masing punya skala sendiri. Untuk air membeku dan
mendidih:
- Celcius pada 0 C sampai 100 C. Sakala ini jelas jaraknya, bahwa 100-0=100
- Fahreinheit pada 32 F sampai 212F. Skala ini jelas jaraknya, 212-32=180
Ciri Data Interval:
- Tidak ada kategorisasi atau pemberian kode seperti terjadi pada data nominal dan ordinal.
- Bisa dilakukan operasi matematika. (panas 40 derajad adalah dua kali panas disbanding 20 derajad)

Skala Rasio
- Merupakan penggabungan dari ketiga sifat skala sebelumnya. Skala rasio memiliki nilai nol mutlak dan datanya dapat
dikalikan atau dibagi.
- Jarak antar kategorinya tidak sama karena bukan dibuat dalam rentang interval.
Contoh : tinggi badan sampel terdiri dari 143, 145, 153, 156, 175, 168, 173, 164, 165, 152.
Ciri Data Rasio:
- Tak ada kategorisasi atau pemberian kode.
- Bisa dilakukan operasi matematika. Missal: 100 cm + 35 cm = 135 cm; 5 mangga + 2 mangga = 7 mangga.

Kelebihan
- Penggunaan skala untuk membedakan kategori yang satu dengan yang lain sangatlah praktis.
- Perbandingan antara kategori yang ada dapat secara jelas terlihat

Kekurangan
- Skala yang lebih tinggi (rasio dan interval) dapat diubah dalam skala yang lebih rendah (nominal dan ordinal), namun tidak berlaku
sebaliknya.

- See more at: http://catatan-ati.blogspot.com/2014/12/perbedaan-nominalordinalintervaldan.html#sthash.jkREYEo4.dpuf