Anda di halaman 1dari 26

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

MATA PELAJARAN FISIKA


MATERI GERAK LURUS DENGAN KECEPATAN DAN
PERCEPATAN KOSTAN
(GLB DAN GLBB)

NAMA: GUSTI AYU DEWI WISMAYANI


NIM: 1454811006

PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG)


UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
2014

BAHAN AJAR
MATERI POKOK GERAK LURUS DENGAN KECEPATAN
DAN PERCEPATAN KONSTAN

Kompetensi Dasar
1.1 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam jagad raya melalui
pengamatan fenomena alam fisis dan pengukurannya
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli
lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam
melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud
implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan
Indikator
1. Menunjukkan sikap jurjur dan bertanggung jawab pada saat melaksanakan
percobaan.
2. Menunjukkan sikap positif (ingin tahu dan toleran) dalam diskusi kelompok
3.3 Menganalisis besaran-besaran fisis pada gerak lurus dengan kecepatan konstan dan
gerak lurus dengan percepatan konstan
Indikator
1)
2)
3)
4)
5)

Mendeskripsikan posisi suatu benda


Mendeskripsikan gerak dan titik acuan.
Mendeskripsikan perbedaan jarak dan perpindahan
Mendeskripsikan kelajuan dan kecepatan
Mendeskripsikan kelajuan rata-rata dan kecepatan rata-rata

6) Membedakan percepatan sesaat dan percepatan rata-rata


7) Menginterpretasikan grafik v-t dan s-t pada GLB
8) Menginterpretasikan grafik v-t pada GLBB
9) Memformulasi persamaan GLB dan GLBB
10) Memformulasi persamaan GLBB pada gerak vertical
11) Menerapkan konsep GLB dan GLBB dalam menyelesaikan permasalah
4.3 Menyajikan data dan grafik hasil percobaan untuk menyelidiki sifat gerak benda yang
bergerak lurus dengan kecepatan konstan dan gerak lurus dengan percepatan konstan
Indikator:
1)
2)
3)
4)

Melakukan percobaan GLB dan GLBB dengan menggunakan Ticker Timer


Melakukan percobaan gerak vertical
Menyajikan data hasil percobaan dengan benar
Menggambarkan grafik GLB dan GLBB
1

5) Membuat laporan tertulis hasil percobaan


6) Mempresentasikan hasil percobaan

PETA KONSEP MATERI GLB DAN GLBB

Titik acuan

contoh

memerlukan
contoh

GERAK

Gerak Semu
Terdiri atas

dikatakan

Gerak Relatif
Terdiri atas

Gerak matahari
Pohon berjalan

Orang naik bus

diam

Terdiri atas

bergerak

Jika acuannya

Terdiri atas

Gerak
Lurus
GLB

GLBB

Kecepatan
tetap

perpindaha
n

waktu

jarak

menghasilkan

cirinya

menghasilkan

Kecepatan

Percepatan
tetap
contohnya

terminal

Berkaitan dengan

posisi

cirinya

Percepatannya nol

bus

Kelajuan

Yang terjadi dalam waktu singkat

Gerak jatuh bebas

Kecepatan sesaat

Kelajuan sesaat

PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendengar kata gerak seperti mobil
bergerak. Misalnya anda duduk di tempat tunggu terminal dan melihat bus A bergerak
meninggalkan terminal. Terminal anda tentukan sebagai acuan, maka bus A dikatakan
bergerak terhadap terminal. Sedangkan penumpang bus A tidak bergerak terhadap bus A,
karena kedudukan penumpang tersebut setiap saat tidak berubah terhadap bus A. Setelah
bus berjalan di jalan raya maka suatu saat bus akan berbelok ke kanan, berjalan lurus lagi,
belok ke kiri, kemudian lurus lagi dan seterusnya. Jalan yang dilalui bus yang bergerak
disebut lintasan. Lintasan dapat berbentuk lurus, melengkung, atau tak beraturan. Pada
materi ini dibahas mengenai gerak suatu benda dengan lintasan lurus atau dinamakan
gerak lurus.
A. BESARAN-BESARAN FISIKA TENTANG GERAK LURUS
1.1 Gerak, Posisi dan Titik Acuan
Suatu benda dikatakan bergerak apabila kedudukannya senantiasa berubah terhadap
acuan tertentu. Posisi merupakan kedudukan suatu benda terhadap titik acuan. Sembarang
titik yang dipakai sebagai patokan untuk menentukan posisi suatu benda disebut dengan
titik acuan.
Suatu benda yang mengalami gerak lurus apabila benda itu berpindah posisi
sepanjang garis lurus. Suatu contoh misalnya buah kelapa yang jatuh, atau mobil bergerak
di jalan yang lurus. Di samping itu, gerak bersifat relatif artinya gerak tersebut relatif
tergantung pada acuan tertentu. Contoh gerak relatif misalnya seseorang yang berada di
atas kereta api yang bergerak. Menurut pengamat di stasiun orang tersebut bergerak,
sedangkan menurut pengamat yang berada di dalam kereta orang tersebut diam.
Pada umumnya ditetapkan sumbu X sebagai acuan untuk benda yang mengalami
lintasan horizontal yaitu pada x0=0. Posisi suatu benda dapat terletak di kanan atau di kiri
titik acuan, sehinggga untuk membedakannya digunakan tanda negative atau positif.
Posisi benda yang berada di kanan sumbu x ditetapkan sebagi tanda positif dan posisi di
sebelah kiri titik acuan memiliki tanda negatif. Perhatikan sistem koordinat berikut.
T

O
0
1
Gambar 1

Gambar 1.1 posisi suatu benda pada garis lurus pada arah sumbu -X
Gambar 1.1 menunjukkan bahwa titik R berjarak 3 di sebelah kanan O, maka
dikatakan bahwa posisi R adalah X R=+3. Posisi titik S berjarak 2 di kiri O, maka
dikatakan posisi S pada X R=-2.
Bagaimanakah dengan posisi T dan U ? jelaskan jawaban kalian!
1.2 Jarak dan Perpindahan
Jarak dan perpindahan dalam fisika memiliki definisi yang berbeda. Perpindahan
merupakan perubahan posisi benda dari titik awal ke titik akhir, sedangkan jarak
merupakan panjang lintasan yang ditempuh benda. Jarak merupakan besaran skalar
sedangkan perpindahan merupakan besaran vektor. Perhatikan gambar berikut.
D

B
C

Jarak yang ditempuh oleh benda pada gambar di atas adalah: A B C D.


Perpindahan yang dialami benda adalah dari A menuju D. Lebih lanjut perbedaan tentang
jarak dan perpindahan disajikan pada contoh berikut.
Iwan berjalan ke timur sejauh 4 m kemudian berjalan ke selatan sejauh 3 m. Total
perjalanan yang ditempuh oleh Iwan adalah 4 + 3 = 7 m. Total perjalanan 7 m ini disebut
jarak ditempuh Iwan.

Perpindahan Iwan dapat dicari sebagai berikut. Posisi mula-mula Iwan adalah di
titik A dan posisi akhirnya di titik C, besar perpindahan ini dapat dicari dengan rumus
phytagoras sebagai berikut. Perpindahan Budi adalah AC yang besarnya:
A
C

AB 2 BC 2

4 2 32

16 9

25

5 meter

Jadi perpindahan Iwan adalah 5 meter dari A ke C.

Uji pemahaman: Perhatikan Gambar 1.2 berikut. Rudi berlari mengelilingi


kompleks perumahan yang berbentuk persegi panjang dengan panjangn 160 m dan lebar
120 m. Rudi berangkat dari titik A dan berhenti di titik C dengan melewati titik B.
Sementara itu, Febri berlari dari titik A dan berhenti di titik D dengan melewati titik B dan
C, pada kompleks perumahan yang sama. Berapakah jarak dan perpindahan yang ditempuh
oleh Rudi dan Febri?
160
m

120
m
C

Gambar 1.2 Kompleks perumahan berbentuk persegi panjang


Pertanyaan diskusi:
1. Dapatkan orang yang diam dikatakan bergerak?
2. Benarkan jika dikatakan bahwa pada gerak lurus, posisi sama dengan perpindahan?
Jika tidak berikan contoh untuk menyangkal pernyataan ini!
3. Dalam selang waktu tertentu sebuah mobil A bergerak dari P ke R melalui lintasan
PQR, sedangkan mobil B bergerak dari P kembali lagi ke P melalui lintasan PSP
seperti gambar. Hitunglah jarak dan perpindahan mobil A dan mobil B!
P

S
3

B. KECEPATAN DAN KELAJUAN


1.2 Kecepatan dan Kelajuan
Kecepatan dan kelajuan memiliki dua pengertian yang berbeda. Kecepatan
merupakan perpindahan benda dalam selang

waktu tertentu dan merupakan besaran

vector. sedangkan kelajuan merupakan jarak yang ditempuh benda dalam selang waktu
tertentu dan merupakan besaran skalar. Kelajuan diukur dengan speedometer sedangkan
kecepatan diukur dengan velocitometer.
1.3 Kecepatan dan Kelajuan Rata-Rata
Budi pergi ke rumah Ira dengan menempuh jalan sejauh 16 km ke timur dan 12 km
ke utara. Bila waktu yang diperlukan Budi untuk ke rumah Ira adalah 2 jam. Apakah

kelajuan dan kecepatan rata-rata Budi sama? Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus
mengetahui terlebih dahulu definisi dari kelajuan dan kecepatan rata-rata.
Kelajuan rata-rata merupakan jarak total yang ditempuh benda dalam selang waktu
tertentu sedangkan kecepatan rata-rata adalah perpindahan yang ditempuh benda dalam
selang waktu tertentu. Jarak total yang ditempuh Budi adalah 16 + 12 = 28 meter dalam
waktu 2 jam. Dalam waktu 1 jam Budi menempuh jarak 28/2 = 14 km sehingga kelajuan
rata-ratanya adalah 14 km/jam. Perpindahan Budi dapat dicari dengan teorema phytagoras
berdasarkan Gambar 1.3. Perpindahan Budi adalah:

Gambar 1.3 Menentukan Jarak dan perpindahan

16 2 12 2

256 144

400
20

Budi berpindah sejauh 20 km dalamkm


waktu 2 jam. Dalam waktu 1 jam Budi berpindah
sejauh 20/2 = 10 km sehingga kecepatan rata-ratanya adalah 10 km/jam.
1.5 Kecepatan dan Kelajuan Sesaat
Kelajuan suatu benda yang sedang bergerak dapat berubah dari waktu ke waktu.
Misalnya, seorang pelari cepat ( sprinter) berlari paling lambat ketika memulai dari awal
lomba. Ia tampak berlari paling cepat saat mendekati garis akhir. Kelajuannya pada saat
tertentu disebut dengan kelajuan sesaat. Sedangkan kecepatan sesaat benda adalah kelajuan
sesaat benda yang disertai dengan arahnya.
Bagaimana cara agar kita bisa mengetahui kelajuan atau kecepatan sesaat suatu
benda yang bergerak pada waktu tertentu? Saat Anda naik kendaraan bermotor, untuk
mengetahui kelajuan sesaat anda tinggal melihat angka yang ditunjuk jarum pada
spidometer. Kelajuan sesaat benda diukur dengan speedometer sedangkan kecepatan sesaat
diukur dengan velocitometer.
Perubahan kelajuan akan diikuti perubahan posisi jarum pada spidometer. Misalnya
jarum speedometer menunjukkan angka 80 km/jam dapat dikatakan bahwa kelajuan

sesaatnya adalah 80 km/jam. Kecepatan sesaat dapat ditentukan dengan menyebutkan


kelajuan sesaat dan menyebutkan arahnya.
Kecepatan sesaat suatu benda merupakan kecepatan benda pada suatu waktu tertentu.
Untuk menentukannya dapat dilakukan perlu mengukur perpindahan dalam selang waktu
yang sangat singkat, misalnya 1/10 sekon atau 1/50 sekon. Secara matematis dapat
dinyatakan sebagai berikut.

1.6 Percepatan
Percepatan adalah perubahan kecepatan dalam selang waktu tertentu. Percepatan
merupakan besaran vektor. Percepatan berharga positif jika kecepatan suatu benda
bertambah dalam selang waktu tertentu. Percepatan berharga negatif jika kecepatan suatu
benda berkurang dalam selang waktu tertentu atau sering disebut dengan perlambatan.
Percepatan rata-rata dan percepatan sesaat
Percepatan rata-rata didefinisikan sebagai perubahan kecepatan dibagi waktu yang
diperlukan untuk perubahan tersebut.
Percepatan =
a

Kecepatan akhir kecepatan awal


interval waktu

v v 2 v1

t t 2 t1

Percepatan sesaat dapat didefinisikan sebagai percepatan rata-rata pada limit t


yang menjadi sangat kecil, mendekati nol. Percepatan sesaat (a) untuk satu dimensi dapat
dituliskan sebagai berikut:

a lim
t 0

v
t

Dalam hal ini v menyatakan perubahan yang sangat kecil pada kecepatan selama selang
waktu t yang sangat singkat.
Contoh Soal
Andi mengendarai sepeda motor ke arah utara dipercepat dari keadaan diam sampai
kecepatan 72 km/jam dalam waktu 5 s. Tentukan besar dan arah percepatan Andi!
Diketahui : a. v1 : 0 m/s
b. v2 : 72 km/jam = 20 m/s
c. t1 : 0 s
8

d. t2 : 5 s
Ditanyakan : a. a = ?
b. Arah percepatan?
Jawab:
a

v 2 v1
t 2 t1

20 0
4m / s 2
50

a.

b. Tanda positif menunjukkan bahwa arah percepatan searah dengan arah kecepatan. Jadi,
arah percepatan Andi ke utara.
Pertanyaan Diskusi:
1. Benarkan bahwa besar kecepatan rata-rata sama dengan kelajuan rata-rata? Jika
tidak berikan contoh untuk menyangkal pernyataan ini!
2. Benarkah bahwa besarnya kecepatan sesaat sama dengan kelajuan sesaat? Jika ya
jelaskan!
3. Dapatkan suatu benda yang bergerak menempuh jarak tertentu memiliki:
Kelajuan rata-rata nol
a.
Kecepatan rata-rata nol
b.
Jelaskan jawaban anda!
4. Dapatkan suatu benda memiliki berbagai kecepatan jika kelajuannya tetap? Jika
tidak berikan contoh untuk menyangkal pernyataan ini!
5. Dapatkan suatu benda memiliki berbagai kelajuan jika kecepatannya tetap?
Jelaskan!
1.7

Gerak Lurus Beraturan (GLB)

a. Definisi Gerak Lurus Beraturan


Gerak lurus beraturan didefinisikan sebagai gerak suatu benda dengan kecepatan
tetap. Kecepatan dikatakan tetap yaitu baik besar maupun arahnya tetap. Karena
kecepatannya tetap maka dapat diganti dengan kelajuan, sehingga dapat dikatakan bahwa
gerak lurus beraturan adalah gerak suatu benda pada lintasan lurus dengan kelajuan tetap.

Kecepatan atau kelajuan benda yang mengalami GLB adalah tetap, maka
percepatan (perubahan kecepatan) atau perlajuan (perubahan kelajuan) yang dialami
benda akan bernilai nol (0), karena baik kecepatan atau kelajuan akhir dan kecepatan dan
kelajuan awal besarnya sama. Berdasarkan hal itu pula pada kasus benda yang
melakukan GLB tidak terdapat kelajuan atau kecepatan sesaat.
Untuk kecepatan rata-rata v , perpindahan x, dan selang waktu t kita
nyatakan hubungan sebagai berikut:
v

x
.
t

Karena dalam GLB kecepatan adalah konstan, maka kecepatan rata-rata sama dengan
kecepatan v.
v

x
atau x vt
t

Dengan x sama dengan perpindahan atau jarak (dalam GLB perpindahan sama dengan
jarak). Untuk posisi awal x0 pada saat t0 = 0 maka
x x x 0 dan t t 0

Dengan demikian,
x x 0 vt

x x 0 vt

b. Grafik pada Gerak Lurus Beraturan


Grafik Kecepatan terhadap Waktu
Karena kecepatan suatu benda yang melakukan GLB selalu tetap, maka grafik
kecepatan terhadap waktu (grafik v t ) pastilah berbentuk garis lurus yang sejajar dengan
sumbu waktu (t). Grafik ini ditunjukkan sebagai berikut:
Berdasarkan gambar di samping, dapat dijelaskan bahwa pada saat atau waktu
kapanpun kecepatan benda yang melakukan GLB besarnya selalu sama.
v
(m/s)

Grafik v-t pada GLB

t
(s)

Grafik Posisi Terhadap Waktu


10

Pada grafik posisi terhadap waktu hasil bagi antara jarak tertentu terhadap selang
waktu tertentu akan menghasilkan besar kecepatan yang selalu sama, maka dapat
digambarkan seperti Gambar 2.
x (m)

x (m)

x0
O
Grafik
(2a)

t
(s)

O
Grafik
(2b)

t
(s)

Grafik (2a) menyatakan bahwa benda mulai bergerak dari titik pusat (titik O), sedangkan
pada grafik (2b) menyatakan benda yang mulai bergerak pada posisi tertentu (x0) terhadap
titik acuan. Kemiringan (gradien) grafik menyatakan besar kecepatan benda tersebut.
Makin curam kemiringannya maka makin besar kecepatannya.
Untuk membuktikan karakteristik GLB lakukan percobaan sesuai prosedur kerja
pada LKS 1 ( Terlampir)
Contoh soal dan penyelesaian
Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 72 km/jam. Pada jarak 18 km dari arah
yang berlawanan, sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 90 km/jam. Kapan dan di
manakah kedua mobil tersebut akan berpapasan?
Diketahui:
v1= 72 km/jam = 20 m/s
v2 = 90 km/jam = 25 m/s
s = 18 km = 18.000 m
Jawab:
Misalkan jarak kedua mobil adalah A-B dan berpapasan di titik C speperti gambar.

Maka AB = v1t + v2t


18000 = 20t + 25 t
18000 = 45 t
11

t = 400 s
s1 = v1t = 20.400 = 8000 m = 8 km
s2 = v2t = 25.400 = 10.000 m = 10 km
Jadi mobil bertemu setelah 400 sekon dan saat mobil A menempuh jarak 8 km atau
mobil B menempuh jarak 10 km.
1.8 Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
a. Definisi Gerak Lurus Berubah Beraturan
Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) didefinisikan sebagai gerak suatu benda
pada lintasan garis lurus dengan percepatan tetap. Percepatan tetap berarti besar maupun
arahnya tetap.
Dalam GLBB benda dapat bergerak dipercepat atau diperlambat. Benda dipercepat
karena benda selalu mengalami pertambahan kecepatan yang sama dalam selang waktu
sama. Benda diperlambat karena benda selalu mengalami pengurangan kecepatan yang
a
(m/s2)

sama dalam selang waktu yang sama pula.


b. Grafik GLBB
Grafik Percepatan terhadap Waktu

Grafik a-t pada GLBB

t
(s)

Benda yang mengalami GLBB akan memiliki percepatan yang tetap, artinya benda
tersebut mengalami perubahan kecepatan yang sama dalam selang waktu yang
sama. Oleh karena itu percepatan yang dialami benda setiap saat adalah sama, maka
dalam grafik percepatan terhadap waktu digambarkan dengan garis lurus horizontal
yang sejajar dengan sumbu waktu (t).
Grafik Kecepatan Terhadap Waktu
v (m/s)

v (m/s)

v (m/s)

v0

v0

(a)

t
(s)

(b)

12

t
(s)

(c
)

t
(s)

Seperti yang disampaikan diatas, bahwa pada GLBB kecepatan benda akan
mengalami perubahan yang sama dalam selang waktu yang sama, sehingga grafik yang
ditampilkan berupa garis condong. Gambar a menampilkan suatu benda yang bergerak
dengan kecepatan awalnya adalah nol (0). Gambar b sama seperti gambar a, hanya sudah
memiliki kecepatan awal tertentu sebesar v0. Gambar a dan b menampilkan benda yang
mengalami GLBB dipercepat karena kecepatannya bertambah dengan besar yang sama
dalam selang waktu yang sama, sedangkan pada gambar c menampilkan GLBB
diperlambat karena memiliki kecepatan awal v0 dan terjadi pengurangan kecepatan yang
besarnya sama dalam selang waktu yang sama pula hingga kecepatan akhirnya bernilai
nol (0).
b. Perumusan GLBB
Percepatan secara umum dapat dicari dengan konsep percepatan rata-rata.
Percepatan rata-rata () adalah hasil bagi antara perubahan kecepatan benda (v) dengan
selang waktu berlangsungnya perubahan kecepatan tersebut (t). Secara matematis dapat
dirumuskan sebagai berikut:
a

v v 2 v1

.......................................................................(1)
t t 2 t1

berdasarkan persamaan (1), jika waktu awal benda adalah nol (0), maka diperoleh:
v 2 v1 at 2

untuk lebih lanjut v2 = vt, v1 = v0, t2 = t dan t1 = t0, sehingga akan menjadi
vt = v0 + at ...................................................................... (2)
perubahan posisi (perpindahan) adalah kecepatan rata-rata dikali dengan waktu, atau dapat
ditulis sebagai berikut:
x = v t ...........................................................................(3)
Berdasarkan hal tersebut dapat dinyatakan bahwa kecepatan rata-rata adalah nilai tengah
dari kecepatan awal (v0) dan kecepatan akhir (vt), yaitu :

v = (v0 + vt) ................................................................(4)


dengan mensubstitusi persamaan (4) ke persamaan (3) akan diperoleh
x = v t = (v0 + vt) t
dengan mengganti nilai vt menggunakan persamaan (2) akan diperoleh
x = s = v0t + at2 ..........................................................(5)
v v0
Dengan menggantikan t dengan a
dari persamaan (2), maka diperoleh:
13

v 2 v 02 2ax ......................................................................(6)

Untuk membuktikan karakteristik dan persamaan pada GLBB dapat dilakukan


percobaan sesuai dengan prosedur kerja pada LKS 1 (Terlampir).
Contoh Soal dan penyelesaian:
Bayu adalah seorang teknisi sebuah perusahaan pesawat terbang. Ia ditugaskan
untuk merancang panjang sebuah landasan pesawat perusahaan yang dibuatnya. Jika
percepatan pesawat yang akan tinggal landas adalah 2 m/s 2 dan pesawat tersebut memiliki
kecepatan minimum 100 km/jam sebelum lepas landas, maka jika lahan yang tersedia
panjangnya 150 m, dapatkan pesawat perusahaan tersebut tinggal landas? Jika tidak, solusi
apa yang dapat kamu ajukan?
Diketahui: a = 2m/s2
s = 150 m
vmin = 100 km/jam = 27.8 m/s
Vt 2 Vo2 2as
0 2.2 m / s 2 .150 m
Vt 2 600 m 2 / s 2
Vt 24.5 m / s

Jadi kecepatan saat tinggal landas adalah 24.5 m/s lebih kecildari kecepatan
minimum pesawat yaitu 27.8 m/s, sehingga panjang lintasan yang digunkan tidak
memadai.
Panjang minimum landasan pesawat yang cocok dapat dicari dengan persamaan
Vt 2 Vo2 2as
s
s

Vt 2 Vo2
2.a

27.8 m / s 2 0

2.2 m / s 2
s 193.21 m

Jadi panjang minimum landasan pesawat adalah 193.21 m, untuk menjaga


keselamatan saat penerbangan dianjurkan panjang landasan bisa dibuat 200-250 m.
Pertanyaan Diskusi

14

1. Benarkan jika gerak lurus beraturan didefinisikan sebagai gerak suatu benda
dengan kelajuan tetap? Jika definisi ini tidak benar tambahkan beberapa kata agar
definisi tersebut benar!
2. Benarkan jika GLB didefinisikan sebagai gerak suatu benada dengan kecepatan
tetap? Jelaskan!
3. Dapatkah ketika kecepatan suatu benda nol, percepatannya tidak sama dengan nol?
Jika ya berikan contohnya!
4. Pesawat-pesawat jet di Bandara Soekarno-Hatta dipercepat dari kedudukan diam
pada satu ujung landasan pacu dan harus mencapai kelajuan tinggal landas(take off)
sebelum tiba di ujung lain landasan pacu.
a. Anggap pesawat A memiliki percepatan a dan kelajuan tinggal landas v
berapa panjang minimum landasan pacu yang diperlukan oleh pesawat A?
cukup berikan penyelesaian dalam lambing huruf
b. Pesawat B memiliki percepatan yang sama dengan pesawat A, yaitu a tetapi
memerlukan kelajuan tinggal landas dua kalinya. Tentukan panjang
minimum landasan pacu B?
1.8 GLBB pada gerak vertikal
Gerak Vertikal
Gerak vertikal termasuk GLBB sehingga persamaan gerak vertikal sama dengan
persamaan GLBB.

Misalkan pernahkah anda melempar

bola ke atas lalu jika

diperhatikan gerakan bola semakin ke atas akan semakin melambat dan pada ketinggian
tertentu bola tersebut akan bergerak ke bawah? .
Dari contoh tersebut benda mengalami percepatan yang disebabkan adanya gaya
gravitasi bumi atau disebut percepatan gravitasi (simbol g) yang arahnya selalu ke bawah.
Percepatan ini akan mengurangi kecepatan benda tiap detik sehingga pada suatu saat
kecepatan benda pada arah vertikal sama dengan nol. Besar percepatan gravitasi ini adalah
10 m/det2 yang arahnya ke pusat bumi. Pada gerak vertikal ke atas pada ketinggian
maksimum kecepatan benada sama dengan nol, v = 0 yaitu pada hmaks v 0
Bagaimanakah menentukan waktu yang diperlukan oleh suatu benda untuk
mencapai titik tertinggi? Untuk menjawab permasalahan ini perhatikan contoh berikut.

15

Suatu benda dilempar ke atas dengan kecepatan awal 40 m/det. Berapakah waktu
yang diperlukan untuk mencapai titik tertinggi? Pertama harus diketahui bahwa kecepatan
benda pada titik tertinggi adalah nol.
Percepatan (-10) m/det2 artinya 1 detik kecepatan benda berkurang sebesar 10 m/det.
1 detik (-10) m/det

v=0

2 detik (-20) m/det

g
vo m/det

3 detik (-30) m/det


4 detik (-40) m/det
[Kecepatan benda sudah habis 40 + (-40) = 0 m/det]

Berdasarkan contoh tersebut dapat dilihat bahwa waktu yang diperlukan untuk
mencapai titik tertinggi adalah 4 detik atau dapat dicari dengan cara (40/10) = 4 detik.
Sekarang kita gunakan simbol. Apabila percepatan gravitasi bumi adalah g, kecepatan
awal vo maka waktu t untuk mencapai titik tertinggi adalah

t .......................................
Uji pemahaman: Tentukanlah jarak maksimum (titik tertinggi) yang dapat dicapai apabila
benda dilemparkan ke atas dengan kecepatan awal v0 m/det dan mengalami percepatan
gravitasi sebesar g m/det2 !. (Petunjuk: gunakan prinsip tentang GLBB)
Gerak Jatuh Bebas
Gerak jatuh bebas didefinisikan sebagai gerak jatuh benda dengan sendirinya,
mulai dari keadaan diam (vo = 0) dan selama gerak jatuhnya hambatan udara diabaikan
sehingga benda hanya mengalami percepatan ke bawah yang tetap, yaitu percepatan
gravitasi. Oleh karena dalam gerak jatuh bebas percepatan benda tetap maka gerak jatuh
bebas juga termasuk dalam GLBB.
Persamaan gerak jatuh bebas memenuhi persamaan GLBB dengan mensubstitusi:
Kecepatan awal

: vo = 0

Percepatan

:a=g

Jarak

:x=h

Dengan menggunakan persmaaan GLBB pada gerak vertikal, di mana kecepatan


awal benda sama dengan nol yaitu vo = 0, maka persamaan pada gerak jatuh
bebas menjadi:
v g .t

..........................................................................

...(1)
16

v 2 2.g .h

..............................................................................(2)

1
g .t 2
2

...............................................................................(3)

Untuk membuktikan karakteritik gerak jatuh bebas dan besaran yang berpengaruh
pada gerak jatuh bebas dapat dilakukan percobaan sesuai dengan prosedur kerja
pada LKS 2 (Terlampir).
Contoh soal dan penyelesaian
1.

Seorang pelatih bola voli melemparkan bola voli vertikal ke atas dengan kecepatan
awal 10 m/s. Setelah mencapai ketinggian tertentu bola tersebut bergerak ke bawah
dan pada saat tepat menyentuh tanah bola ditangkap oleh pelatih (g= 10 m/s 2).
Tentukan:
a. Berapa ketinggian maksimum bola?
b. Berapa lama bola berada di udara?

2. Sebuah bola dilepaskan dari atap sebuah gedung. Saat bola dilepas, seorang anak
menyalakan stopwatch di tanah, dan memberhentikannya ketika bola tepat menyentuh
tanah, dan hasilnya 2 sekon dan percepatan gravitasi bumi ditentukan (g= 10 m/s 2).
Tentukan berapakah ketinggian gedung itu?
Jawaban;
1.

Diketahui:

v0= 10 m/s
g= 10 m/s2

ditanyakan:

a. hmaks=...........?
b. t di udara=.........?
v v0 g .t

rumus:

2
v 2 v0 2.g.h , h

1
g .t 2
2

Jawab :
a. Ketinggian maksimum bola dapat ditentukan dengan menggunakan salah satu
persamaan GLBB pada gerak vertikal.
2

v 2 v0 2.g.h
dengan mensubstitusi nilai kecepatan benda di titik tertingggi adalah nol maka:
0 2 10 2 2.10.hmaks
0 100 20.hmaks

17

hmaks

100
5 meter
20

Jadi ketinggian maksimum yang ditempuh bola adalah 5 meter


b. Untuk menetukan berapa lama bola di udara maka harus dihitung terlebih dahulu
waktu yang diperlukan untuk mencapai titik tertinggi dan waktu yang diperlukan
dari titik tertinggi sampai kembali di tanah kemudian di jumlahkan.
Pada kerak vertikal ke atas persamaan yang digunakan:
v v0 g .t ,

dengan mensubstitusi nilai kecepatan benda di titik tertingggi adalah nol maka:
0 10 10.t
t

10
1 sekon
10

Jadi waktu untuk mencapai titik tertinggi adalah 1 sekon


Untuk menentukan waktuyang diperlukan bola dari titik tertinggi sampai kemabali
ke tanah maka digunakan persamaan GLBB pada gerak jatuh bebas, karena
kecepatan awal benda yaitu di titik tertinggi adalah nol.
h

1
g .t 2
2

1
.10.t 2
2

5 5.t 2
t2 1
t 1 sekon
t diudara t naik t turun
t diudara 1 sekon 1 sekon
t diudara 2 sekon

Jadi lama benda di udara sampe kembali ke tanah adalah 2 sekon


2. Diketahui:

t = 2 sekon
g= 10 m/s2

ditanyakan: h =......?
rumus:

1
g .t 2
2

1
.10.2 2
2
h 5 .4
h 20 meter
h

Jawab:

Jadi ketinggian gedung adalah 20 meter.

18

Pertanyaan Diskusi
1. Sebuah bola dilempar vertika ke atas, lalu kembali ke tanggan pelempar benarkah
bahwa selang waktu naik sama dengan selang waktu turun. Jelaskan dengan
perhitungan kualitatif (abaikan gesekan udara).
2. Andi sedang bermain bola seperti tampak pada gambar. Bola dilemparkan ke
atas di udara dengan kecepatan awal 15 m/s. ( gunakan percepatan gravitasi =
10 m/s2)

Bagaimana kecepatan bola tersebut setelah mencapai titik tertinggi?


Bagaimana percepatannya pada titik tertinggi?
Seberapa tinggi bola tersebut terlempar dalam waktu 10 sekon?

19

Latihan Soal materi GLB dan GLBB


1. Apa syarat benda dikatakan bergerak?
2. Mungkinkah jarak dan perpindahan sama? Jelaskan dan berikan contohnya!
3. Perhatikan grafik jarak sebagai fungsi waktu berikut ini, tuliskan keadaan di tiap
titik?
x

a:
b dan c :
d:
garis c lebih curam dari garis b artinya

c
b

t
0

C D

4. Perhatikan Gambar di bawah! Ida berlari mengelilingi lapangan sepak bola yang
memiliki panjang 100 m dan lebar 50 m. Ida berangkat dari titik A dan berhenti di
titik C dengan melewati titik B. Sementara itu, Adi berlari dari titik A dan berhenti
di titik D dengan melewati titik B dan C, pada lapangan yang sama. Tentukan jarak
dan perpindahan yang ditempuh Ida dan Adi!

5. Ketut dan temannya berlajan-jalan ke sebuah gedung olahraga yang berada dekat
sekolahnya. Di sana Ketut dan temannya melihat sebuah monitor yang berisikan
grafik seperti pada Gambar 1.

20

A
B

t
(1
)

t
(2
)

Seandainya anda sebagai teman Ketut disuruh menterjemahkan gambar tersebut, apa
yang akan anda jelaskan tentang hal berikut ini.
a. Berdasarkan grafik (1) apakah besar kecepatan kedua benda sama? Mengapa?
b. Berdasarkan grafik (2) manakah dari dua benda tersebut yang memiliki
kecepatan lebih besar?
6. Budi melakukan percobaan menggunakan Ticker Timer, dari percobaan tersebut
diperoleh diagram batang seperti Gambar 2. Apakah troly bergerak diperlambat,
dipercepat atau, tetap? Jelaskan!

7. Kedudukan sebuah mobil yang sedang bergerak dinyatakan oleh persamaan x = 2t2
+ 2t 2, dengan x dalam meter dan t dalam sekon. Hitunglah kecepatan mobil pada
saat t = 1 sekon!
8. Sebuah sedan melaju 90 km/jam berada 100 meter di belakang sebuah jip yang
sedang melaju 75 km/jam. Berpa lama waktu yang diperlukan sedan untuk
menyusul jip tersebut? Di manakah sedan menyusul jip tersebut?
21

9. Andi melempar bola ke atas dengan kecepatan awal 7 m/s di mana g = 10 m/s 2.
Tentukan:
a. Tinggi bola setelah dilempar 1 sekon
b. Kecepatan bola setelah 0,5 sekon
10. Sebuah bola dijatuhkan dari atas atap rumah. Jika batu sampai ke tanah dalam
waktu 1 sekon, tentukan: (a) kecepatan batu saat tepat menyentuh tanah dan
(b)tinggi atap tumah diukur dari tanah! (g = 10 m/s2)!

DAFTAR PUSTAKA
Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Mata Pelajaran Fisika Untuk Sekolah
menengah Atas dan Madrasah Aliyah. Jakarta: Departemen Pendidikan
Nasional.
Nurachmandani, Setya. 2009. Buku Sekolah Elektronik Fisika 1 untuk SMA/MAKelas X.
Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

22

Lampiran 1
KUNCI JAWABAN LATIHAN SOAL
1. Jika kedudukan benda senantiasa berubah terhadap acuan.
2. Jarak mungkin sama dengan perpindahan, jika posisi benda berubah terhadap acuan
pada garis lurus dengan arah tetap. Contohnya disajikan sumbu koordinat dalam
meter:
T

O
1

Seorang anak yang berberak dari titik acuan O, kea rah sumbu X positif sampai di
titik U, anak tersebut berhenti. Jadi dapat dikatakan anak tersebut menempuh jarak
2 meter, dan mengalami perpindahan juga 2 meter dari titik O ke U.
3. Pada titik a, benda dalam keadaan diam.
Pada titik b dan c, benda mengalami gerak lurus dengan kecepatan konstan (GLB)
dengan pertambahan jarak tiap waktu tertentu.
Pada titik d benda mengalami mengalami gerak lurus dengan kecepatan konstan
(GLB) dengan pengurangan jarak tempuh tiap waktu tertentu.
Grafik c lebih curam dari grafik b, ini memiliki makna bahwa kelajuan pada titik c
lebih besar daripada kelajuan pada titik b.
4. Jarak yang ditempuh Ida adalah 100 m + 50 m = 150 meter, sedangkan jarak tempu
Adi adalah 100 m + 50 m + 100 m = 250 m
Perpindahan yang dialami Ida

adalah perubahan posisi dari A ke C yang dapat

ditentukan dengan menggunakan persamaan Phytagoras:


AC

AB 2 BC 2

AC

100 2 50 2

AC 10000 2500
AC 111,8 meter

12500

Jadi perpindahan Ida adalah 111, 8 meter dari a ke C, sedangakan perpindahan Adi
adalah perubahan posisi dari A ke D yaitu sebesar 50 meter dari A ke D.
5. Berdasarkan gambar (1) dapat dilihat hubungan antara jarak dengan waktu. Di mana,
benda memiliki kecepatan yang berbeda, sebab kemiringan grafik juga berbeda, yaitu
grafik yang lebih curam akan menempuh jarak yang lebih besar dalam waktu yang
lebih singkat, sehingga besar kecepatannya juga menjadi lebih besar.
23

Pada grafik (2) benda yang memiliki kecepatan lebih besar adalah B. sebab dalam
waktu yang sama jarak yang ditempuh B lebih besar dari A, yaitu luas daerah di bawah
kurva masing-masing. Di samping itu, kecepatan awal B lebih besar dari A.
6. Berdasarkan diagram batang yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa Troly
bergerak Lurus beraturan (GLB) atau kecepatannya tetap, sebab perubahan kedudukan
tiap waktu yang dimiliki Troly adalah sama. Perubahan kedudukan terhadap selang
waktu ini berbentuk garis miring terhadap garis asal di (0,0), kemiringan grafik ini
menunjukkan kecepatan tetap dari GLB.
7. Kecepatan mobil pada t = 1 sekon dapat dihitung memalui persamaan x= 2t2 + 2t 2,
yaitu dengan mensubstitusikan nilai t = 2 sekon. Maka:
x= 2.22 + 2.2 2 sehingga:
x= 10 meter
8. Permasalahan tersebut dapat digambarakan sebagai berikut:
V2 = 75km/jam

V1 = 90km/jam

Sedan

Jip

X2

Jip tersusul
sedan

d = 100m

X1

Sedan memiliki posisi awal di S dan Jip memiliki posisi awal di J. Syarat sedan
menyusul Jip adalah :
SP JP = SJ
x1 x2 d
x1 = jarak tempuh sedan = v1t1
x 2 = jarak tempuh jip

= v2t2

Jawab:
x1 x 2 d

v1t1 - v2t2 = 100 meter


misalkan t2 = t1 = t
(90 km/jam) t (75 km/jam) t = 0,1 km
24

90t 75t = 0,1 jam


t = (0,1/15) jam = 24 detik x1 SP v1t
= 25 m/detik x 24 detik = 600 m
Jadi sedan menyusul Jip setelah 24 detik dan jarak 600 meter
9. Diketahui:

v0=7 m/s
g = 10 m/s2

ditanya: a. h =................? pada t = 1 sekon


b. v =................? pada t = 0,5 sekon
Rumus
v v 0 g .t

, h vo t

1
g .t 2
2

Jawab.
h 7 .1

1
10.12
2

c. h 7 5

jadi tinggi bola setelah 1 sekon adalah 2 meter

h 2 meter

d.

v 7 10.0,5
v 7 5
Jadi
v 2m/s

kecepatan bola setelah 0,5 sekon adalah 2 m/s

10. Diketahui: h=10 meter


t = 1 sekon
g = 10 m/s2
ditanyakan: v=.?
h=?
Rumus: v v 0 g.t h v o t 1 g.t 2
,
2

v v g .t

Jawab a. v 0 10.1
v 10 m / s

Jadi kecepatan bola saat menyentuh tanah adalah 10 m/s.

1
.10.12
2
b.
h 5 meter
h 0.1

Jadi tinggi atap rumah adalah 5 meter.

25