Anda di halaman 1dari 31

Biaya membuat septictank batu bata itu bervariasi tergantung bagaimana bentuk dan

jenis material bangunan apa yang akan dipakai, dan sebagai contoh maka disini kita kan
mencoba menghitung perkiraan dana yang dibutuhkan untuk membuat struktur
bangunan jorok namun kehadiranya sangat dibutuhkan sebagai satu kesatuan hunian
rumah sehat abad ini.

Contoh perhitungan biaya membuat septictank batu bata


Kita akan membangun septictank sederhana dengan ukuran 2 m x 2 m sedalam 2 m.
Kenapa kita pilih contoh ini karena ukuran ini banyak digunakan untuk rumah tipe 21, 36
dan tipe 45 di perumahan.
Sebelumnya kita rinci terlebih dahulu macam-macam item pekerjaan yang ada pada
pembangunan septictank tersebut dan berapa volumenya, hasilnya kurang lebih seperti
ini
1. Galian tanah = 2m x 2m x 2m =8m3.
2. Lantai kerja = 2m x 2m x 0,05m = 0,2m3.
3. Cor beton lantai septictank = 2m x 2m x 0,1 m = 0,4m3.
4. Pasangan dinding batu bata = 4 sisi x 2m x 2m = 16m2.
5. Cor beton bertulang penutup septictank = 2m x 2m x 0,15 m= 0,8 m3 ( NB:
ketebalan penutup septictank kita buat 20 cm dengan pemasangan besi tulangan
diameter 10mm jarak 20 cm, hal ini dimaksudkan agar lahan diatas septictank
tersebut masih kuat ketika difungsikan sebagai garasi mobil, mengingat lahan
diperumahan itu biasanya terbatas namun sebisa mungkin pemanfaatanya bisa
maksimal).
Langkah selanjutnya yaitu kita cari harga satuan masing-masing item pekerjaan tersebut
lalu dikalikan dengan volume, misalnya kita dapatkan data dan hasil sebagai berikut:
1. Galian tanah 8m3 x Rp.15.000 = Rp.120.00
2. Lantai kerja 0,2m3 x Rp.200.000 = Rp.40.000
3. Cor lantai septictank 0,4m3 x Rp.500.000 = Rp.200.000
4. Pasangan dinding batu bata 16m2 x Rp.45.000 =Rp.720.000
5. Cor beton bertulang penutup septictank 0,8m3 x Rp.1.000.000 =Rp.800.000
6. Pipa dan penutup septictank =Rp.20.000

Jado total biaya yang dibutuhkan untuk membuat septicyank dengan bentuk, ukuran dan
spesifikasi tersebuat adalah Rp. 1.900.000 terbilang ( satu juta sembilan ratus ribu
rupiah).

Data-data diatas hanya sebagai contoh perhitungan, jadi kondisi nyatanya bisa
disesuaikan dengan harga setempat dimana lokasi pembangunan berlangsung serta
kapan proses pembuatanya, karena beda wilayah akan beda juga harganya, beda

bentuk juga beda juga biayanya. demikian semoga bermanfaat

Gambar septic tank dan resapan


Ahadi
rumah
21 Comments

Bagi yang mau membangun septictank di rumah, berikut ini ada sebuah gambar
septictank berikut resapanya.
sebelumya, sekedar info mengenai beberapa tips agar septic tank tidak mudah

penuh atau bahkan meluber

antara lain:

membuat ukuran septic tank sesuai dengan kapasitas kotoran harian


penghuni rumah.

hindari membuang air atau deterjen bekas cucian ke closet yang mengarah
ke septic tank karena hal ini akan berakibat fatal yaitu matinya makhluk pengurai
penghuni septic tank yang membantu penguraian kotoran sehingga tidak cepat
penuh.
berikut ini adalah gambar septictank dan resapan yang bisa di download secara
gratis
gambar denah septic tank dan resapan

Gambar denah septic tank dan resapan

Gambar potongan septic tank dan resapan

Spesifikasi bahan untuk pembuatan septic tank tersebut antara lain:

dinding septic tank terbuat dari pasangan batu bata 1pc: 4 ps

lantai kerja dari cor beton tanpa tulangan

Penutup sep tic tank terbuat dari beton bertulang dengan ketebalan 12 cm
sehingga kuat menahan beban kendaraan melintas diatasnya.

resapan terbuat dari bahan ijuk, pasir, dan kerikil.


untuk download gambar septic tank diatas dalam bentuk autocad, bisa melalui link
berikut:
Klik disini untuk download gambar septictank dan resapan

MENGENAL INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL)

Mei

29

Gambar 1. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal


Dalam rangka mendukung upaya pencapaian salah satu target Millennium Development
Goals pada tahun 2015, yaitu menurunkan sebesar 50% dari jumlah penduduk yang
belum memiliki akses air minum dan sanitasi dasar juga penyehatan lingkungan.
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum melalui Dirjen Cipta Karya
mendorong Program Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat yang merupakan kegiatan
pendukung percepatan pencapaian MDGs.
Program Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat merupakan salah satu Komponen
Program Urban Sanitation and Rural Infrastructure (USRI) yang diselenggarakan sebagai
salah satu Program Pendukung PNPM Mandiri. Dalam penyelenggaraannya, kegiatan ini
menekankan pada keterlibatan masyarakat secara utuh dalam hal peningkatan kualitas
prasarana dan sarana sanitasi di perkotaan.
Air limbah berupa black water yang berisi kotoran akan berakhir di septic tank. Walaupun
jarang kita sadari, peran septic tank sangat penting dalam keberlangsungan aktivitas di
rumah. Beberapa masalah yang cukup mengganggu seputar kamar mandi dan wc yang
akan kita gunakan setiap harinya sering timbul dariseptic tank. Untuk itu, septic
tank haruslah dipilih dengan cermat sesuai dengan kebutuhan rumah anda.
Beberapa jenis septic tank dan cara kerjanya yang dapat menjadi pertimbangan anda
adalah sebagai berikut:
1. Septic Tank Konvensional
Septic tank model ini menampung dan mengendapkan limbah dan membiarkannya
terurai oleh bakteri. Cairan hasil akhir dari tangki akan diendapkan ke tanah memalui
resapan khusus. Secara berkala (5 tahun) septic tank ini akan penuh dan harus disedot.
Jenis septic tank ini paling banyak digunakan masyarakat kita, pengalaman berharga
pernah saya dapatkan dari teman yang menimba ilmu di Magister TPLP ITS Surabaya,
ternyata pemahaman masyarakat kita bahwa septic tank yang mereka gunakan itu ngga
perlu disedot atau dikuras karena limbah akan menjadi tanah. Pemahaman ini salah
besar, karena limbah yang mengendap tetaplah limbah. Tidak bisa menjadi tanah. Jika
disinkronkan dengan ilmu geologi, batuan dan tanah, memang sangat jauh berbeda asal
mula terbentuknya tanah. Memang, sepintas endapan limbah yang berada di dalam
septic tank menyerupai tanah. Namun limbah ini bukanlah tanah, idealnya dilakukan
menguras atau menyedot septic tank dalam kurun waktu 5 tahun. Apabila tidak maka
dikhawatirkan bakteri e-coli akan mencemari tanah dan air di lingkungan sekitar kita.
2. Septic Tank Biologis
Pada septic tank biologis, limbah akan terurai sampai aman untuk dimanfaatkan kembali.
Saat ini ada beberapa jenis septic tank biologis yaitu:
a. Septic tank berbahan fiberglass
Septic tank jenis ini terdiri 3 bagian dengan fungsi yang berbeda-beda. Air limbah yang
masuk ke septic tank ini akan masuk pada bagian pertama, kemudian disaring dan

dialirkan ke bagian kedua. Pada bagian kedua limbah diurai oleh bakteri dan dialirka ke
bagian ketiga untuk diurai lebih lanjut. Sisa pengeluaran dari bagian ketiga akan dialirkan
ke luar melalui saluran drainase umum setelah melalui tabung disenfektan yang
membersihkan hama limbah sehingga aman terhadap lingkungan.
b.Septic tank berbahan Beton

Gambar 2. Potongan Memanjang IPAL KOMUNAL


Septic tank jenis ini terbuat dari beton yang juga terdiri dari beberapa bagian tapi
dengan proses yang sedikit berbeda dengan septic tank berbahan fiberglass. Pada septic
tank jenis ini limbah yang masuk bagian pertama akan disaring untuk memisahkan
kotoran dengan air. Limbah padat diendapkan yang secara berkala diperlukan
penyedotan untuk mengambil endapan limbah tersebut. Sedangkan air/cairannya
dialirkan ke bagian kedua untuk diproses oleh mikroorganisme. Kemudian dialirkan
kembali ke bagian selanjutnya begitu seterusnya hingga pada bagian akhir yang berisi
filter berupa batuan vulcano, kemudian siap dialirkan ke drainase kota dengan aman.
Pada septic tank ini setiap bagian atasnya diberi mainholeyang dapat dibuka pada saat
perawatan atau penyedot limbah padatnya.

Gambar 3. Bagian Dalam IPAL KOMUNAL


Bangunan pengolahan limbah berfungsi menampung limbah rumah tangga secara
komunal yang dialirkan melalui sistem perpipaan. Sistem ini membutuhkan bak kontrol
tiap 20 meter dan pada titik-titik pertemuan saluran.

Gambar4. Bagian Dalam Bak Kontrol


Keunggulan
1.
2.

Lahan

Instalasi
yang

Biaya

Pengolahan

dibutuhkan

pengoperasian

Air

Limbah

(IPAL)

dibangun

di

sedikit

karena

dan

perawatan

mudah

Komunal:

bawah
dan

tanah
mudah

3. Efisiensi pengolahan limbah tinggi


Kelemahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal:
1. Biaya konstruksi bisa menjadi besar jika bahan filter tidak ada di sekitar.
2. Diperlukan tenaga ahli untuk design dan pengawasan pembangunan konstruksi IPAL.
3. Diperlukan tukang ahli untuk pekerjaan plester berkualitas tinggi (mencegah
bocor/rembes)

Cara membuat septic tank - cara agar septic tank


tidak cepat penuh.
Ditulis oleh: Cak Kandar -

Cara Membuat Septic tank atau Tandon tinja agar tidak cepat penuh,
Septic tank atau biasa di sebut sepitank adalah tempat penampungan limbah kotoran
manusia yang mana harus tepat dan benar dalam membuatnya dan benar dalam hal
fungsinya dan tentu saja tidak membahayakan atau tidak mencemari tanah di sekitarnya.
Dipelosok daerah atau desa, membuang limbah manusia atau biasa di sebut tinja mungkin
biasanya dengan membuat jamban di belakang rumah dengan cara dibuatkan lubang saja
seperti sumur ya,,,kira-kira berdiameter 60 - 1 meter, dan diatasnya ditutup memakai papan
atau bambu, dan dinding yang sederhana, yach...,,,maklum di pedesaan. Setelah dipakai
beberapa bulan/tahun (tergantung kondisi tanah) kalau sudah penuh, tinggal di urug pakai
tanah dan bikin lagi di sebelahnya.

jamban di desa
Nah itu yang kondisinya didesa,,!!Tapi bagi anda yang berada di kota..???Apakah bisa
menerapkan hal semacam itu.??

Saya rasa jawabanya Tidak..!!! Rumit dong jadinya kalau di kota memakai cara seperti itu,
karena secara langsung kita lihat padatnya penduduk dikota dan rumah yang saling
berhimpit-himpitan, Lah jika cara diatas kita coba dikota bagaimana jadinya air yang kita
konsumsi setiap hari, pastinya tidak baik dan bahaya untuk kesehatan. Perlu anda tahu
bahwa pembuatan tandon atau septictank yang tidak benar akan mencemari tanah,air dan
lingkungan disekitar, hal ini disebabkan oleh bakteri yang berasal dari tinja dan sisa-sisa
karbohidrat,protein,lemak dan senyawa lainnya. Dan limbah tadi terurai oleh mikroba
pengurai dan enzimnya, sehingga menghasilkan zat
amonio,nitrogen,metana,karbondioksida,alcohol,dan lain-lainnya.
Tanpa basa-basi lagi, berikut cara untuk membuat septictank yang tepat,akurat,dan benar.
Silakan simak baik-baik.
1. septictank 3 ruang tertutup
septictank 3 ruang tertutup ini cocok bagi anda yang mempunyai ruang atau lahan yang
cukup luas,karena septictank 3 ruang tertutup ini didesain dengan ukuran sedang sampai
jumbo.
berikut cara membuat septictank 3 ruang tertutup adalah sebagai berikut:
- gali tanah dengan ukuran panjang minimal 2m dan lebar minimal 1m, sedangkan
kedalamannya minimal 1m.
- kalau tanah sudah digali sesuai keinginan, kini anda tinggal memasang bata sebagai
dindingnya.
- setelah itu pasang bata melintang seperti anda membuat ruangan atau kamar sebanyak
tiga ruang.(lihat gambar)

Septic tank 3 ruang

- ruang yang pertama bagian bawah biarkan berlubang dengan diameter 20cm-50cm,hal ini
dimaksudkan agar memaksimalkan volume ruang pertama untuk mengisi ruang kedua.
- ruang kedua itu terserah anda, bisa membuat lubang ditengah atau membuat lubang di
atas.(saran saya anda buat lubang diatas saja,karena itu berfungsi menahan debit kotoran
dan airnya saja yang masuk ke ruang 3).
- berikut adalah ruang ketiga, saya menyarankan pada ruang ketiga ini pada bagian dinding
dan dasarnya jangan anda semen atau di plester, tujuannya agar limbah kotoran cair dapat
meresap kedalam tanah.
2. septictank 2 ruang
Bagi anda yang tempat tinggalnya berhimpit-himpitan atau ruangan dan lahan yang
terbatas, septictank 2 ruang ini mungkin bisa jadi solusi anda. Karena selain pembuatannya
yang cukup mudah,praktis dan cepat, septictank 2 ruang ini juga dapat menghemat waktu
dan biaya anda.
caranya pun sama seperti membuat septictank 3 ruang, cuma bedanya pada lubangnya.
Pada septictank 3 ruang kita harus membuat 2 lubang (pertama dibawah dan yang kedua
diatas), sedangkan pada septictank 2 ruang ini kita hanya membuat 1 lubang yang berada
diatas (tepat diatas tutup septictank). Lubangnya pun jangan terlalu besar dan saya
sarankan menggunakan pipa pvc yang berukuran 2"-3", hal ini dimaksudkan agar airnya
saja yang masuk pada ruang 2 dan endapan lumpur tetap pada bagian ruang pertama.
Nah diatas sudah saya jelaskan cara membuat septictank yang benar dan mungkin dapat
menghemat waktu dan biaya anda untuk memanggil tukang sedot wc karena septictank
dirumah anda cepat penuh, Tapi sebagai tambahan dari saya "cepat atau lamanya masa
penyedotan, itu tergantung dari kondisi tanah dan sumber air ditempat anda". Dan bila masa
itu bila sudah tiba (septictank penuh), silakan saja kontak kami "SEDOT WC I.D JAYA" bila
anda membutuhkan Sedot WC untuk area Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan,
Mojokerto, Jombang, Pasuruan dan sekitarnya, kami siap membantu anda

deengan layanan 24 jam non stop.


Itulah uraian tentang Cara Membuat Septic tank atau Tandon tinja agar tidak cepat
penuh

Cara Mudah Membuat Digester Biogas


Posted on 6 June 2009 by admin in Biogas
Oleh : KAMASE CARE
PENDAHULUAN

Sebagian besar penduduk Indonesia masih mengandalkan pada


sektor pertanian dan peternakan untuk menggerakkan roda perekonomian. Tanpa disadari, produk-produk
pertanian dan peternakan tersebut menghasilkan hasil sampingan yang belum banyak mendapatkan perhatian,
bahkan dianggap sebagai sampah yang tidak dimanfaatkan. Pada umumnya, limbah tersebut dimanfaatkan
sebagai pupuk kandang. Padahal, dari limbah pertanian dan peternakan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai
sumber energi alternatif, yaitu dari biomassa. Sumber-sumber energi biomassa berasal dari bahan organik.
Apabila biomassa tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan energi, maka energi tersebut disebut dengan
bioenergi. Salah satu bentuk bioenergi adalah biogas.
Salah satu upaya pemanfaatan limbah peternakan adalah dengan memanfaatkannya untuk menghasilkan bahan
bakar dengan menggunakan teknologi biogas. Teknologi biogas memberikan peluang bagi masyarakat
pedesaan yang memiliki usaha peternakan, baik individual maupun kelompok, untuk memenuhi kebutuhan
energi sehari-hari secara mandiri.

Teknologi biogas bukanlah teknologi baru. Teknologi ini telah banyak dimanfaatkan oleh petani peternak di
berbagai negara, diantaranya India, Cina, bahkan Denmark. Teknologi biogas sederhana yang dikembangkan di
Indonesia berfokus pada aplikasi skala kecil/menengah yang dapat dimanfaatkan masyarakat pertanian yang
memiliki ternak sapi 2 20 ekor.
Penerapan teknologi biogas pada daerah yang memiliki peternakan dapat memberikan keuntungan ekonomis
apabila dilakukan perancangan yang tepat dari segi teknis dan operasionalnya. Perancangan teknis meliputi:
desain biodigester, desain penyaluran gas dan desain tangki penampung.
Perancangan operasional meliputi kemampuan operator untuk memastikan perawatan fasilitas biogas berjalan
rutin dan terpenuhinya suplai bahan baku biogas setiap harinya.
Potensi biogas di Indonesia cukup melimpah, mengingat peternakan merupakan salah satu kegiatan ekonomi
dalam kehidupan masyarakat pertanian. Hampir semua petani memiliki ternak antara lain sapi, kambing, dan
ayam. Bahkan ada yang secara khusus mengembangkan sektor peternakan. Di antara jenis ternak tersebut, sapi
merupakan penghasil kotoran yang paling besar.
Dalam rangka menjawab tuntutan tersebut, maka kami mencoba untuk menyusun tulisan sederhana ini. Tulisan
ini merupakan buku sederhana yang semoga dapat menjadi pedoman dan petunjuk dalam merancang dan
membangun biodigester, terutama untuk skala rumah tangga dan komunitas (peternak dan petani serta
masyarakat). Semoga tulisan kecil yang kami ketengahkan ke hadapan anda semua dapat bermanfaat dalam
pemanfaatan sumber energi terbarukan untuk kemandirian energi.
TENTANG BIOGAS DAN BIODIGESTER
Apakah biogas itu? Biogas merupakan gas campuran metana (CH4), karbondioksida (CO2) dan gas lainnya
yang didapat dari hasil penguraian material organik seperti kotoran hewan, kotoran manusia, tumbuhan oleh
bakteri pengurai metanogen pada sebuah biodigester. Jadi, Untuk menghasilkan biogas, dibutuhkan pembangkit
biogas yang disebut biodigester. Proses penguraian material organik terjadi secara anaerob (tanpa oksigen).
Biogas terbentuk pada hari ke 4 5 sesudah biodigester terisi penuh, dan mencapai puncak pada hari ke 20
25. Biogas yang dihasilkan oleh biodigester sebagian besar terdiri dari 50 70% metana (CH4), 30 40%
karbondioksida (CO2), dan gas lainnya dalam jumlah kecil.
Ada tiga kelompok bakteri yang berperan dalam proses pembentukan biogas, yaitu:
1.
2.
3.

Kelompok bakteri fermentatif: Steptococci, Bacteriodes, dan beberapa jenis Enterobactericeae


Kelompok bakteri asetogenik: Desulfovibrio
Kelompok bakteri metana: Mathanobacterium, Mathanobacillus, Methanosacaria, dan Methanococcus
Bakteri methanogen secara alami dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti: air bersih, endapan air laut,
sapi, kambing, lumpur (sludge) kotoran anaerob ataupun TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
Selama beberapa tahun, masyarakat pedesaan di seluruh dunia telah menggunakan biodigester untuk
mengubah limbah pertanian dan peternakan yang mereka miliki menjadi bahan bakar gas. Pada umumnya,
biodigester dimanfaatkan pada skala rumah tangga. Namun tidak menutup kemungkinan untuk dimanfaatkan
pada skala yang lebih besar (komunitas). Biodigester mudah untuk dibuat dan diperasikan. Beberapa
keuntungan yang dimiliki oleh biodigester bagi rumah tangga dan komunitas antara lain:

Mengurangi penggunaan bahan bakar lain (minyak tanah, kayu, dsb) oleh rumah tangga atau

komunitas
Menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi sebagai hasil sampingan
Menjadi metode pengolahan sampah (raw waste) yang baik dan mengurangi pembuangan sampah ke

lingkungan (aliran air/sungai)


Meningkatkan kualitas udara karena mengurangi asap dan jumlah karbodioksida akibat pembakaran
bahan bakar minyak/kayu bakar

Secara ekonomi, murah dalam instalasi serta menjadi investasi yang menguntungkan dalam jangka
panjang
BAGAIMANA MEMBUAT BIODIGESTER YANG OPTIMAL
Membuat biodigester gampang-gampang susah. Gampang, karena konstruksi biodigester yang sangat
sederhana. Susah, karena tidak semua konstruksi biodigester menghasilkan biogas yang diinginkan. Kunci
dalam pembuatan biodigester adalah pada perencanaan yang matang.
Dalam pembangunan biodigester, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, yaitu:

1.
2.
3.

Lingkungan abiotis Biodigester harus tetap dijaga dalam keadaan abiotis (tanpa kontak langsung dengan
Oksigen (O2). Udara (O2) yang memasuki biodigester menyebabkan penurunan produksi metana, karena
bakteri berkembang pada kondisi yang tidak sepenuhnya anaerob.
Temperatur Secara umum, ada 3 rentang temperatur yang disenangi oleh bakteri, yaitu:
Psicrophilic (suhu 4 20 C) -biasanya untuk negara-negara subtropics atau beriklim dingin
Mesophilic (suhu 20 40 C)
Thermophilic (suhu 40 60 C) hanya untuk men-digesti material, bukan untuk menghasilkan biogas
Untuk negara tropis seperti Indonesia, digunakan unheated digester (digester tanpa pemanasan) untuk kondisi
temperatur tanah 20 30 C.
Derajat keasaman (pH) Bakteri berkembang dengan baik pada keadaan yang agak asam (pH antara 6,6 7,0)
dan pH tidak boleh di bawah 6,2. Karena itu, kunci utama dalam kesuksesan operasional biodigester adalah
dengan menjaga agar temperatur konstan (tetap) dan input material sesuai.
Rasio C/N bahan isian Syarat ideal untuk proses digesti adalah C/N = 25 30. Karena itu, untuk mendapatkan
produksi biogas yang tinggi, maka penambangan bahan yang mengandung karbon (C) seperti jerami, atau N
(misalnya: urea) perlu dilakukan untuk mencapai rasio C/N = 25 30. Berikut tabel yang menunjukkan kadar N
dan rasio C/N dari beberapa jenis bahan organik.

Kebutuhan Nutrisi - Bakteri fermentasi membutuhkan beberapa bahan gizi tertentu dan sedikit logam.
Kekurangan salah satu nutrisi atau bahan logam yang dibutuhkan dapat memperkecil proses produksi metana.
Nutrisi yang diperlukan antara lain ammonia (NH3) sebagai sumber Nitrogen, nikel (Ni), tembaga (Cu), dan besi
(Fe) dalam jumlah yang sedikit. Selain itu, fosfor dalam bentuk fosfat (PO4), magnesium (Mg) dan seng (Zn)
dalam jumlah yang sedikit juga diperlukan. Tabel berikut adalah kebutuhan nutrisi bakteri fermentasi.

Kadar Bahan Kering Tiap jenis bakteri memiliki nilai kapasitas kebutuhan air tersendiri. Bila kapasitasnya
tepat, maka aktifitas bakteri juga akan optimal. Proses pembentukan biogas mencapai titik optimum apabila
konsentrasi bahan kering terhadap air adalah 0,26 kg/L.
Pengadukan Pengadukan dilakukan untuk mendapatkan campuran substrat yang homogen dengan ukuran
partikel yang kecil. Pengadukan selama proses dekomposisi untuk mencegah terjadinya benda-benda
mengapung pada permukaan cairan dan berfungsi mencampur methanogen dengan substrat. Pengadukan juga
memberikan kondisi temperatur yang seragam dalam biodigester.
Zat Racun (Toxic) Beberapa zat racun yang dapat mengganggu kinerja biodigester antara lain air sabun,
detergen, creolin. Barikut adalah tabel beberapa zat beracun yang mampu diterima oleh bakteri dalam
biodigester (Sddimension FAO dalam Ginting, 2006)

1.
2.
3.

Pengaruh starter Starter yang mengandung bakteri metana diperlukan untuk mempercepat proses fermentasi
anaerob. Beberapa jenis starter antara lain:
Starter alami, yaitu lumpur aktif seperti lumpur kolam ikan, air comberan atau cairan septic tank, sludge,
timbunan kotoran, dan timbunan sampah organik
Starter semi buatan, yaitu dari fasilitas biodigester dalam stadium aktif
Starter buatan, yaitu bakteri yang dibiakkan secara laboratorium dengan media buatan
JENIS BIODIGESTER
Pemilihan jenis biodigester disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pembiayaan/ finansial. Dari segi
konstruksi, biodigester dibedakan menjadi:
Fixed dome Biodigester ini memiliki volume tetap sehingga produksi gas akan meningkatkan tekanan dalam
reactor (biodigester). Karena itu, dalam konstruksi ini gas yang terbentuk akan segera dialirkan ke pengumpul
gas di luar reaktor.
Floating dome Pada tipe ini terdapat bagian pada konstruksi reaktor yang bisa bergerak untuk menyesuaikan
dengan kenaikan tekanan reaktor. Pergerakan bagian reaktor ini juga menjadi tanda telah dimulainya produksi
gas dalam reaktor biogas. Pada reaktor jenis ini, pengumpul gas berada dalam satu kesatuan dengan reaktor
tersebut.

Dari segi aliran bahan baku reaktor biogas, biodigester dibedakan menjadi:
Bak (batch) Pada tipe ini, bahan baku reaktor ditempatkan di dalam wadah (ruang tertentu) dari awal hingga
selesainya proses digesti. Umumnya digunakan pada tahap eksperimen untuk mengetahui potensi gas dari
limbah organik.
Mengalir (continuous) Untuk tipe ini, aliran bahan baku masuk dan residu keluar pada selang waktu tertentu.
Lama bahan baku selama dalam reaktor disebut waktu retensi hidrolik (hydraulic retention time/HRT).
Sementara dari segi tata letak penempatan biodigester, dibedakan menjadi:
Seluruh biodigester di permukaan tanah Biasanya berasal dari tong-tong bekas minyak tanah atau aspal.
Kelemahan tipe ini adalah volume yang kecil, sehingga tidak mencukupi untuk kebutuhan sebuah rumah tangga
(keluarga). Kelemahan lain adalah kemampuan material yang rendah untuk menahan korosi dari biogas yang
dihasilkan.
Sebagian tangki biodigester di bawah permukaan tanah Biasanya biodigester ini terbuat dari campuran semen,
pasir, kerikil, dan kapur yang dibentuk seperti sumuran dan ditutup dari plat baja. Volume tangki dapat diperbesar
atau diperkecil sesuai dengan kebutuhan. Kelemahan pada sistem ini adalah jika ditempatkan pada daerah yang
memiliki suhu rendah (dingin), dingin yang diterima oleh plat baja merambat ke dalam bahan isian, sehingga
menghambat proses produksi.
Seluruh tangki biodigester di bawah permukaan tanah Model ini merupakan model yang paling popular di
Indonesia, dimana seluruh instalasi biodigester ditanam di dalam tanah dengan konstruksi yang permanen, yang
membuat suhu biodigester stabil dan mendukung perkembangan bakteri methanogen.
KOMPONEN BIODIGESTER

Komponen pada biodigester sangat bervariasi, tergantung pada jenis biodigester yang digunakan. Tetapi, secara
umum biodigester terdiri dari komponen-komponen utama sebagai berikut:
1.

2.

3.

4.

Saluran masuk Slurry (kotoran segar) - Saluran ini digunakan untuk memasukkan slurry (campuran
kotoran ternak dan air) ke dalam reaktor utama. Pencampuran ini berfungsi untuk memaksimalkan potensi
biogas, memudahkan pengaliran, serta menghindari terbentuknya endapan pada saluran masuk.
Saluran keluar residu Saluran ini digunakan untuk mengeluarkan kotoran yang telah difermentasi oleh
bakteri. Saluran ini bekerja berdasarkan prinsip kesetimbangan tekanan hidrostatik. Residu yang keluar pertama
kali merupakan slurry masukan yang pertama setelah waktu retensi. Slurry yang keluar sangat baik untuk pupuk
karena mengandung kadar nutrisi yang tinggi.
Katup pengaman tekanan (control valve) Katup pengaman ini digunakan sebagai pengatur tekanan
gas dalam biodigester. Katup pengaman ini menggunakan prinsip pipa T. Bila tekanan gas dalam saluran gas
lebih tinggi dari kolom air, maka gas akan keluar melalui pipa T, sehingga tekanan dalam biodigester akan turun.
Sistem pengaduk Pengadukan dilakukan dengan berbagai cara, yaitu pengadukan mekanis, sirkulasi
substrat biodigester, atau sirkulasi ulang produksi biogas ke atas biodigester menggunakan pompa. Pengadukan

5.
6.

ini bertujuan untuk mengurangi pengendapan dan meningkatkan produktifitas biodigester karena kondisi substrat
yang seragam.
Saluran gas Saluran gas ini disarankan terbuat dari bahan polimer untuk menghindari korosi. Untuk
pembakaran gas pada tungku, pada ujung saluran pipa bisa disambung dengan pipa baja antikarat.
Tangki penyimpan gas Terdapat dua jenis tangki penyimpan gas, yaitu tangki bersatu dengan unit
reaktor (floating dome) dan terpisah dengan reaktor (fixed dome). Untuk tangki terpisah, konstruksi dibuat
khusus sehingga tidak bocor dan tekanan yang terdapat dalam tangki seragam, serta dilengkapi H2S Removal
untuk mencegah korosi.
PROSEDUR PERANCANGAN BIODIGESTER

Urutan perancangan fasilitas biodigester dimulai dengan perhitungan volume biodigester, penentuan model
biodigester, perancangan tangki penyimpan dan diakhiri dengan penentuan lokasi.
A. Perhitungan volume biodigester
Perhitungan ini menggunakan data-data:
- Jumlah kotoran sapi per hari yang tersedia. Untuk mendapatkan jumlah kotoran sapi perhari, digunakan
persamaan:

dimana n adalah jumlah sapi (ekor), 28 kg/hari adalah jumlah kotoran yang dihasilkan oleh 1 (satu) ekor sapi
dalam sehari.
- Komposisi kotoran padat dari kotoran sapi. Komposisi kotoran sapi terdiri dari 80% kandungan cair dan 20%
kandungan padat. Dengan demikian, untuk menentukan berat kering kotoran sapi adalah:

- Perbandingan komposisi kotoran padat dan air. Bahan kering yang telah diperoleh tadi harus ditambahkan air
sebelum masuk biodigester agar bakteri dapat tumbuh dan berkembang dengan optimum. Perbandingan
komposisi antara bahan kering dengan air adalah 1:4. Dengan demikian, jumlah air yang ditambahkan adalah:

Hasil perhitungan di atas menunjukkan massa total larutan kotoran padat (mt)
- Waktu penyimpanan (HRT) kotoran sapi dalam biodigester. Waktu penyimpanan tergantung pada temperatur
lingkungan dan temperatur biodigester. Dengan kondisi tropis seperti Indonesia, asumsi waktu penyimpanan
adalah 30 hari
Dari data-data perhitungan di atas, maka diperoleh volume larutan kotoran yang dihasilkan adalah sebesar:

dengan t = massa jenis air (1000 kg/m3).


Setelah volume larutan kotoran diketahui, maka volume biodigester dapat ditentukan dengan menggunakan
persamaan:

dengan tr = waktu penyimpanan (30 hari).


B. Penentuan Model Biodigester
Penentuan model biodigester didasari oleh beberapa pertimbangan, yaitu:
1.
2.
3.

Jenis tanah yang akan dipakai


Kebutuhan
Biaya
C. Perancangan fasilitas biodigester
D. Penentuan lokasi fasilitas biodigester
CONTOH RENCANA ANGGARAN BIAYA BIODIGESTER

CONTOH MANAJEMEN OPERASIONAL BIODIGESTER


Analisis Energi

Volume digester yang akan dibangun adalah 2 m3, sehingga volume biogas yang dihasilkan per harinya adalah
7,92 m3 (Note ganti nilainya sesuai keadaan di lapangan. Nilai ini untuk menghitung minyak tanah yang
tergantikan (dalam liter)). Dari jumlah biogas yang dihasilkan dapat diketahui jumlah minyak tanah yang dapat
terganti oleh biogas setiap harinya berdasarkan pada kesetaraan nilai kalori biogas dengan minyak tanah. Tabel
diatas adalah tabel Nilai Kalori Beberapa Bahan Bakar (Suyati, 2006)
Dari tabel tersebut maka jumlah minyak tanah yang terganti tiap hari adalah sebagai berikut :

Analisis Ekonomi
Analisis ekonomi dilakukan untuk mengetahui break event point atau lama waktu pengembalian biaya investasi
awal yang telah dikeluarkan untuk membangun instalasi biogas.
- Pemasukan per tahun

Total produksi biogas per tahun = 365 hari x 4,3 liter x 70%
= 1.098,65 liter minyak tanah
Diasumsikan harga biogas sama dengan harga minyak tanah per liternya yaitu Rp 2.500. Total pemasukan per
tahun = 1.098,65 liter x Rp 2.500/liter = Rp 2.746.625
- Pengeluaran per tahun

Tabel diatas adalah pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan untuk pengoperasian satu unit biogas per tahun.
- Waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan investasi awal
Investasi awal = Rp 4.569.000
Keuntungan per tahun = Rp 2.746.625 Rp 1.656.900 = Rp 1.089.725
Maka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya investasi awal adalah = Rp 5.894.000 / Rp 1.089.725
= 5,4 tahun
PENUTUP
Ditengah semakin melangitnya harga minyak mentah serta bahan bakar minyak, biogas dapat menjadi alternatif
pengganti bahan bakar minyak untuk keperluan sehari-hari. Biogas merupakan salah satu energi yang dapat
diperbaharui (renewable energy), dengan ketersediaan yang melimpah dan sangat dekat dengan manusia serta
mudah pemanfaatannya. Semoga, tulisan singkat ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam
rangka kemandirian energi rakyat serta menjamin ketersediaan energi dengan murah.
Tulisan singkat ini tidak lepas dari segala macam keterbatasan dan kekurangan. Karena itu, kami mohon kritik,
saran, dan masukan kepada kami agar buku ini lebih sempurna dan bermanfaat. Kritik, saran, maupun masukan
dapat dialamatkan kepada kami melalui email: kamase.care[AT]gmail.com

REFERENSI :
Junus, M., 1987, Teknik Membuat dan Memanfaatkan Unit Gas Bio, Fakultas Peternakan Universitas

Brawijaya, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.


Ludwig Sasse-Borda, 1988, Biogas Plant Manual Book, A Publication of the Deutsches Zentrum

Entwicklungstechnologien GATE in: Deutsche Gesellschaft Technische Zusammenarbeit (GTZ)


Suriawiria, U., 2005, Menuai Biogas dari Limbah
Suyati, F., 2006, Perancangan Awal Instalasi Biogas Pada Kandang Terpencar Kelompok Ternak Tani
Mukti Andhini Dukuh Butuh Prambanan Untuk Skala Rumah Tangga, Skripsi, Jurusan Teknik Fisika, Fakultas
Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Tahap Pembuatan Biogas Bagian 2


by DESAKUHIJAU on Jan 14, 2011 8:36 amTidak ada Komentar

Menggelembungkan Pembangkit Setelah kedua pipa terpasang dengan baik, langkah selanjutnya adalah
memindahkan pembangkit ke dalam parit/selokan yang telah dibuat sebelumnya. Untuk memindahkan plastik
pembangkit perlu menggelembungkan dahulu plastik pembangkit sehingga pembangkit dapat ditempatkan
dengan baik dan mengisi ruangan parit dengan baik. Selain itu fungsi penggelembungan adalah untuk
memastikan bahwa semua sambungan telah terpasang dengan baik. Karena prinsip dasar pembangkit biogas
adalah anaerob atau tidak bersentuhan dengan udara bebas (terutama oksigen), maka teknik penggelembungan
awal adalah dengan mengisi plastik pembangkit dengan gas buang kendaraan bermotor. Sebelumnya pipa outlet
kita tutup dahulu dengan kantong plastik kresek, lalu ikat dengan tali karet, termasuk gas outlet.
Memasang Pembangkit atau Reaktor
Setelah pembangkit atau reaktor terpasang pada tempatnya, isilah pembangkit dengan sedikit air untuk
menghindari terlipatnya plastik dan membuatnya terpasang lebih

baik.

Kemudian, pasanglah pipa inlet pada lubang outlet

dari bak pencampur/mixer, lalu pasangkan sumbat. Sedangkan gas outlet dan pipa outlet biarkan tetap tertutup.
Setelah pemasangan ini, pengisian sudah dapat dilakukan. Biasanya, 20 hari kemudian akan terlihat gas sudah
mulai dihasilkan. Tandanya, plastik pengembang mulai menggelembung dan keras.
Tanki Penampung
Tanki penampung umumnya berkapasitas 1.700-2.500 liter, terbuat dari plastik PE sebanyak 1 lapis. Dimensi
tanki bisa dibuat dengan diameter 95 cm dan panjang 250 cm. Pengerjaannya mirip dengan pembuatan
pembangkit. Bedaanya, hanya satu ujung saja yang diberi pipa. Untuk instalasi utama gunakan selalu pipa PVC
inci - inci. Akan lebih baik apabila ujung bawah tanki tidak diikat langsung, tapi diberi pipa PVC yang ditutup
oleh dop PVC, baru kemudian lembaran plastik diikatkan pada pipa tersebut seperti langkah sebelumnya.

Saluran Biogas
Pipa utamanya menggunakan pipa PVC ukuran inci. Sambungan dapat dibuat permanen dengan lem PVC.
Atau, bisa juga semi permanen, yaitu dengan mengikat sambungan pipa dengan tali karet. Hanya sambungan
yang penting saja yang diberi lem. Sambungan penting ini diantaranya adalah sambungan katup bola/keran (ball
valve).
Pada gambar terlihat botol bekas air mineral 1.5 liter yang berfungsi sebagai water vapor (penjebak/pengaman
uap air) dan katup keamanan. Skema water vapor adalah sebagai berikut:
Botol pengaman/penjebak ini sebaiknya diletakkan pada bagian terbawah dari saluran biogas, tepat setelah
pembangkit. Hal ini dimaksudkan agar uap air hasil kondensasi mudah turun dan masuk ke dalam botol. Air yang
berlebihan dalam sistem menyebabkan saluran biogas mampet, selain itu adanya kandungan air dalam biogas
dapat menurunkan tingkat panas api dan membuat api berwarna kemerah-merahan. Lubang air pada botol
penjebak selain berfungsi sebagai lubang pengisian juga sebagai pengatur tinggi muka air.

Kompor Biogas
Penyiapan kompor dilakukan dengan menyambungkan pipa biogas ke selang yang biasa digunakan pada
kompor gas LPG/kompor minyak bekas, kemudian bagian ujungnya disambungkan dengan selang tembaga
berdiameter bagian dalam (Internal Diameter; ID) sekitar 0.5cm. Katup gas dibuka dan ujung pipa didekatkan
pada sumber api.

Gambar10. Saluran biogas ke kompor


CONTOH RENCANA ANGGARAN BIAYA BIO-DIGESTER

MENDESAIN SEPTICTANK BESERTA PERESAPAN

Septictank merupakan salah satu kelengkapan pada suatu bangunan dimana fungsinya
sebagai instalasi pengolahan air kotor (air limbah) terutama dari kakus atau WC. Oleh
karena itu desain suatu bangunan harus dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah,
apabila instalasi air kotor ini tidak diperhatikan akibatnya akan terjadi pencemaran bagi
lingkungan, kotor dan menjijikan bagi rumah disekitarnya. Aplikasi di lapangan bentuk dari
septicktank beragam bentuk dan jenisnya, namun secara idealisasi bentuk dan bagianbagian dari septictank sebagai berikut :

NOMOR

KETERANGAN

Pipa saluran air kotor dari kakus atau WC ke golakan


atau ruang penghancur.

Ruang penghancur harus diberi pipa ventilasi untuk


mengatur tekanan udara dengan piva 1

Tangki septic, sebagai tempat pembusukan material


kotoran menjadi lumpur. Tangki septic yang baru
sebelum digunakan sebaiknya diisi dengan air cukup
seember saja yang kotor berwarna hitam, sudah
mengandung bibit pembusukan. Dengan maksud
diberikan sebagai awal proses pembusukan di dalam
tangki septictank tersebut.

Ruang pengambilan Lumpur dibuat tersendiri supaya


tidak mengganggu proses pembusukan dan
memudahkan didalam pengambilan lumpur matang.
Untuk pengambilan lumpur dari septictank minimal 2
tahun sekali.

Ruang pengeluaran air dari tangki septic ke ruang


peresapan/rembesan.
Letak penempatan pipa
pengeluaran lebih rendah dari pipa pemasukan
dengan ukuran perbedaan tingginya kurang lebih 10
cm.

Ruang penggontor berfungsi sebagai tempat untuk


mencairkan endapan dari tangki septik yang akan
infiltrasi atau meresap.

Konstruksi peresapan, dengan maksud air dari tangki


septik disalurkan ke peresapan. Konstruksi peresapan
ini susunannya terdiri dari kerikil dan pasir yang
disekelilingnya dilapisi dengan ijuk.

Anda mungkin juga menyukai