Anda di halaman 1dari 21

BAB III

INFLASI DAN INDEKS HARGA

INFLASI
Inflasi
adalah
peristiwa
naiknya
harga
barng/jasa secara umum dan berlangsung terus
menerus yang dihitung dalam persentase

Unsur-unsur
yang
terjadinya inflasi :

menentukan

1. Kenaikan Harga
2. Bersifat Umum
3. Berlangsung secara terus menerus

Faktor-faktor Penyebab terjadinya inflasi


1. Ketidak seimbangan antara jumlah uang beredar dengan
2.
3.
4.
5.
6.
7.

jumlah produksi barang (jumlah uang > jumlah barang)


Terhambatnya produksi barang dan jasa (supply aspect)
Peningkatan permintaan agregat (demand aspect)
Kenaikan harga BBM dan Tarif Dasar Listrik
Penerbitan Uang Baru oleh pemerintah (otoritas
moneter)
Adanya desakan dari kelompok tertentu untuk
memperoleh kredit dengan bunga ringan
Adanya fluktuasi dari sektor luar negeri (Ekspor/Impor),
Investasi, Tabungan dan penerimaan negara.

Jenis-Jenis Inflasi
Berdasarkan Sumbernya :
1. Inflasi dari Dalam Negeri
2. Inflasi dari Luar Negeri

Inflasi dari Dalam Negeri


adalah inflasi yang timbul akibat kejadian yang
berasal dari dalam negeri seperti :
o defisit APBN yang dibiayai dengan
mencetak uang baru.
o Kegagalan pasar yang menyebabkan harga
bahan makanan mahal

Inflasi Dari Luar Negeri


adalah inflasi yang timbul akibat kejadian yang
berasal dari luar negeri seperti :
o Naiknya harga barang impor baik karena
tingginya biaya produksi barang impor
maupun karena naiknya tarif impor barang

Berdasarkan Cakupan Pengaruh


Kenaikan Harga
1. Inflasi Tertutup (Closed Inflation)
2. Inflasi Terbuka (Open Inflation)
3. Inflasi Tidak Terkendali (Hyperinflation)

1. Inflasi Tertutup adalah Kenaikan harga

secara umum yang berkaitan dengan barang


tertentu secara berkelanjutan
Contoh : Naiknya harga BBM
2. Inflasi Terbuka adalah Kenaikan harga
barang yang terjadi secara keseluruhan
Contoh : Naiknya harga pada waktu hari
raya
3. Inflasi yang tak terkendali adalah Inflasi
yang tinggi (> 100 %)
Contoh : naiknya harga pada waktu krisis
ekonomi

Berdasarkan Tingkat
Keparahannya :
1.
2.
3.
4.

Inflasi
Inflasi
Inflasi
Inflasi

Ringan
Sedang
Berat
tak terkendali

: < 10 %
: 10 30 %
: > 30 100 %
: > 100 %

Berdasarkan Penyebabnya
1. Inflasi Tarikan permintaan (Demand Pull

Inflation)
2. Inflasi Dorongan Biaya (Cost Push
Inflation)

Inflasi Tarikan Permintaan


Adalah Inflasi yang timbul akibat bertambahnya
permintaan
yang
dilakukan
masyarakat,
Investor atau pemerintah

Gambar Kurva : Inflasi karena tarikan


permintaan
Harga (P)
S
P1

P0

Q0

D1

Q1

Jumlah (Q)

Inflasi Dorongan Biaya


Adalah Inflasi yang timbul akibat naiknya biaya
Produksi terdiri dari :
1. Kenaikan biaya bahan baku (Price Push
Inflation)
2. Kenaikan Gaji atau Upah ( Wages Cost Push
Inflation)

Gambar Kurva : Inflasi karena tarikan permintaan


P
S1
S
P1

Po

A
D
0
Q1

Q0

Dampak terjadinya inflasi


1. Bagi Pemilik Penghasilan Tetap dan Tidak Tetap

2.
3.

4.
5.

Bagi
Bagi
Bagi
Bagi
Bagi
Bagi
Bagi
Bagi

Pemilik Penghasilan Tetap : Negatif


Pemilik Penghasilan Tidak Tetap : Positif
Penabung : Negatif
Debitur dan Kreditur
Debitur : Positif
Kreditur : Negatif
Produsen : Positif
Perekonomian Nasional : Negatif

Dampak inflasi bagi Perekonomian Nasional :

Meningkatnya suku bunga


Menurunnya tingkat investasi
Menurunnya daya saing produk nasional
Menimbulakn defisit neraca pembayaran
Mendorong penanaman modal bersifat spekulatif
Menimbulkan
kegagalan
pelaksanaan
pembangunan
7. Merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan
masyarakat
8. Menimbulkan ketidakpastian keadaan ekonomi
pada masa yang akan datang
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kebijakan untuk mengatasi Inflasi


1. Kebijakan Moneter
2. Kebijakan Fiskal
3. Kebijakan Non Moneter dan Non Fiskal

Kebijakan Moneter
1. Kebijakan Diskonto (Discount Policy)
2. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Policy)
3. Cadangan Kas Minimum (Requirement Cash

Ratio)
4. Kebijakan Kredit Selektif

Kebijakan Fiskal
1. Pengaturan Pengeluaran Pemerintah
2. Peningkatan Tarif Pajak

Kebijakan Non Moneter dan Non


Fiskal
1.
2.
3.
4.
5.

Peningkatan Produksi
Kebijakan Upah
Pengawasan Harga
Pengaturan Distribusi Barang
Kebijakan di Bidang Perdagangan
Internasional