Anda di halaman 1dari 13

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. MASA FERTILISASI
Perkembangan biologis antara laki laki dan perempuan ditentukan sejak masa
fertilisasi (konsepsi). Janin perempuan mempunyai dua kromosom X dari setiap orang tua.
Janin laki laki mempunyai kromosom X dan Y, kromosoms X dari ibu dan kromosom Y
dari ayah. Sejak tujuh minggu masa konsepsi, organ seksualitas laki laki mulai terbentuk
karena pengaruh hormon testosteron. Dan pada waktu yang sama organ seksual perempuan
mulai terbentuk karena kurangnya testosteron, bukan karena adanya hormon esterogen.

Fertilisasi
Suatu peristiwa penyatuan antara sel mani dengan sel telur didalam tuba falopi. Hanya satu
sperma yang mengalami proses kapasitasi yang dapat melintasi zona pelusida dan masuk ke
vitelus ovum. Setelah itu, zona pelusida mengalami perubahan sehingga tidak dapat dilalui
oleh sperma. Fertilisasi dapat terjadi, jika beberapa kriteria berikut dipenuhi:
a. Senggama harus terjadi pada bagian siklus reproduksi wanita yang tepat.
b. Ovarium wanita harus melepaskan ovum yang sehat pada saat ovulasi.
c. Pria harus mengeluarkan sperma yang cukup normal dan sehat selama ejakulasi.
d. Tidak ada barier atau hambatan yang mencegah sperma mencapai penetrasi dan
akhirnya membuahi ovum.

B. PERKEMBANGAN JANIN SAMPAI LAHIR


Perkembangan janin melalui beberapa tahap:
1. Diferensiasi Gonad
Perkembangan gonad pada manusia dimulai pada minggu ke-4 masa embrio
(minggu ke-6 siklus menstruasi) seiring dengan pembentukan dinding ventral tubuh.
Tahap pertama perkembangan gonad adalah migrasi sel-sel germinal primordial yang
belum berdiferensiasi dari tempat pembentukannya menuju ke kantong telur (yolk sac).
Sel-sel germinal ini berasal dari endoderm yang melapisi kantung telur, sel-sel ini saling
menempel dan bermigrasi kearah dorsal di sepanjang kantung telur, usus tengah (midgut)
dan mesentrium dorsal untuk mencapai rigi-rigi genitalia. Rigi genitalia terbentang pada
aspek medial rigi mesonefrik yang akan berperan pada perkembangan ginjal. Dua minggu
kemudian, sel germinal primordial bermitosis berulang-ulang, membentuk populasi yang
banyak dari gamet-gamet precursor. Kegagalan sel-sel germinal untuk berkembang dan
menempati rigi genital pada saat ini akan menimbulkan kegagalan total perkembangan
gonad.
Saat sel germinal mencapai epitel selom yang melapisi rigi genitalia, kontak
selular menyebabkan epitel selom berdeferensiasi menjadi epitel germinal primitive. Selsel germinal menjadi tertanam pada epitel germinal selama proses diferensiasi ini.
Kombinasi epitel germinal dan sel-sel germinal membentuk korda seks. Hubungan korda
sek ke dinding selom (permukaan gonad) dipertahankan pada titik ini. Gonad kini telah
jelas secara histologis, yaitu organ bipoten yang dapat menjadi testis atau ovarium.
Tanda-tanda perkembangan yang tidak sesuai atau tidak lengkap selama tahap ini dapat
2

mengakibatkan

hermofroditisme

yang

jarang

ditemui.

Hermafrodit

memiliki

ketidakcocokan seksual antara genetic dan gonad.


Diferensiasi ovarium terjadi kira-kira 2 minggu lebih lama dari perkembangan
testis. Pada awalnya, korda seks dari ovarium yang berkembang tetap berproliferasi
sambil mempertahankan hubungannya dengan permukaan gonad. Sel-sel germinal mulai
berdiferensiasi dalam folikel menjadi oosit primordial yang disebut oogonium. Epitel
yang memengelilingi oogonium berdeferensiasi menjadi sel granulosa. Messemkim
subepitel kemudian menginvasi gonad dan memutus korda seks sehingga memisahkan
folikel-folikel. Mesemkim akan menjadi stroma ovarium.
Ovarium dan testis secara histologis, dapat dibedakan satu sama lain saat
kehamilan minggu ke 8 masa embrio (minggu ke 10 siklus menstruasi). Keturunan epitel
germinal ini menjadi sel sertoli pada pria dan sel granulosa pada wanita. Kemiripan
antara pria dan wanita pada fungsi endokrin, sel-sel ini berasal dari asal usul mereka.
Mesemkin yang berkembang di bawah epitel germinal ovarium merupakan anlagen dari
stroma ovarium atau sel teka. Kemiripan pada fungsi sel ini dapat dilihat pada kelenjar
yang matur.
Setelah gonad yang belum berdeferensiasi mulai berkembang menjadi ovarium
atau testis, diferensiasi seksual kemudian hanya bergantung pada produk sekresi dari
testis. Pada keadaan tidak terdapat sekresi testis khusus ini, fenotif yang berkembang
pasti wanita. Ovarium dan produk-produk sekresinya tidak berperan pada perkembangan
uterus, tuba fallopii, atau vulva.

2. Genetalia Interna
Tidak seperti gonad dan genetalia eksterna yang bipotensial, genitalia interna pria
dan wanita berkembang dari system yang berbeda. Perkembangan struktur-struktur ini
terjadi bersamaan dan memiliki kedekatan fisik dengan perkemabangan system urinarius.
Keduanya mulai terjadi pada sekitar minggu ke 4 masa embrio (minggu ke 6 siklus
menstruasi). Ginjal primordial (mesonefros) terdiri dari tubulus dan duktus yang dikenal
sebagai duktus mesonefrik atau wolffii. Duktus wolffii berasal dari tubulus yang akan
menjadi sinus urogenital. Tubulus mesonefrik berhubungan dengan korda seks primitive
saat gonad mulai berdiferensiasi. Secara simultan epitel selom yang berada di dekat tepi
lateral rigi mesonefrik membentuk duktus para mesonefrik atau mullerii. Saat proses
perkembangan ginjal berlanjut (tahap metanefrik), struktur mesonefrik akan bergabung
6

menjadi saluran reproduksi dan kehilangan fungsi urinarius nya. Duktus wolfii dan
mullerii masing-masing merupakan asal usul untuk organ reproduksi internal pada pria
dan wanita. Pada masing-masing seks, system duktus yang berbeda akan menghilang
pada usia janin 3 bulan, hanya meninggalkan sisa yang tidak berguna.
Tidak adanya mullerian-inhibiting substance (MIS) pada embrio wanita
menyebabklan system mullerii menetap. Untuk mencapai sinus urogenital, duktus
mullerii menginduksi pembentukan lempeng vagina. Hubungan antar duktus mullerii
dengan lempeng vagina juga menginisiasi penyatuan duktus-duktus untuk membentuk
badan uterus. Duktus mullerrii akan membentuk tuba fallopii, uterus dan sepertiga bagian
atas vagina. Kegagalan perkembangan dan penyatuan duktus mullerrii dapat
menyebabkan kelainan uterus dan servik. Pada keadaan tidak adanya testosterone, system
wolfii mengalam regresi. Sisa duktus wolffii, yang dikenal dengan duktus gartner,
menetap pada daerah antara ovarium dan hymen. Secara klinis, kista dapat terbentuk
dimana saja sepanjang duktus gartner.
Sebagian kelenjar prostat berkembang dari daerah primordial yang sama dari sinus
urogenital yang membentuk lempeng vagina pada wanita, menyebabkan prostat homolog
dengan vagina bagian atas.

3. Genitalia Eksternal
Seperti gonad primordial, tunas genitalia eksternal memiliki sifat bipotensial.
Pada minggu ke 8 masa embrio (minggu ke 10 dari siklus menstruasi), celah urogenital,
tuberkulum genital, dua lipatan genitalia lateral, dan dua pembengkakan labioscrotal
merupakan precursor terbentuknya genitalia eksternal.
8

Pada wanita, lipatan pada celah urogenital tetap terbuka. Aspek posterior dari
sinus urogenital membentuk dua pertiga bagian bawah vagina, sedangkan aspek anterior
membentuk uretra. Lipatan genitalia lateral membentuk labia minor dan tonjolan labio
scrotal membentuk labia mayor. Klitoris terbentuk diatas uretra. Gubernaculum yang
terbentuk diantara tepi duktus mullerii dan ovarium mencapai kornu uterus saat
berdeferensiasi. Gubernaculum pada wanita menjadi ovarium dan ligament rotundum.
Diferensiasi fenotif wanita terjadi pada keadaan tiak terdapatnya androgen dan tidak
tergantung pada ovarium.
Pajanan terhadap androgen spesifik yang dimulai pada kehamilan minggu ke 5
masa embrio (minggu ke 7 siklus menstruasi) sangan penting untuk perkembangan
fenotif pria pada bayi baru lahir. Janin yang terpajan pada DHT endogen dan eksogen
pada saat ini mengalami diferensiasi pria, tanpa memperhatikan sek genetic atau gonad.
Tidak adanya aktivitas androgen akan menghasilkan fenotif wanita.

10

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Fertilisasi yaitu suatu peristiwa penyatuan antara sel mani dengan sel telur
didalam tuba falopi. Hanya satu sperma yang mengalami proses kapasitasi yang dapat
melintasi zona pelusida dan masuk ke vitelus ovum. Setelah itu, zona pelusida mengalami
perubahan sehingga tidak dapat dilalui oleh sperma.
Diferensiasi ovarium terjadi kira-kira 2 minggu lebih lama dari perkembangan
testis. Pada awalnya, korda seks dari ovarium yang berkembang tetap berproliferasi
sambil mempertahankan hubungannya dengan permukaan gonad. Sel-sel germinal mulai
berdiferensiasi dalam folikel menjadi oosit primordial yang disebut oogonium. Epitel
yang memengelilingi oogonium berdeferensiasi menjadi sel granulosa. Messemkim
subepitel kemudian menginvasi gonad dan memutus korda seks sehingga memisahkan
folikel-folikel. Mesemkim akan menjadi stroma ovarium
Pajanan terhadap androgen spesifik yang dimulai pada kehamilan minggu ke 5
masa embrio (minggu ke 7 siklus menstruasi) sangan penting untuk perkembangan
fenotif pria pada bayi baru lahir. Janin yang terpajan pada DHT endogen dan eksogen
pada saat ini mengalami diferensiasi pria, tanpa memperhatikan sek genetic atau gonad.
Tidak adanya aktivitas androgen akan menghasilkan fenotif wanita.

11

B. SARAN
Fertilisasi

dapat

terjadi,

jika

beberapa

kriteria

berikut dipenuhi:

a. Senggama harus terjadi pada bagian siklus reproduksi wanita yang tepat.
b. Ovarium wanita harus melepaskan ovum yang sehat pada saat ovulasi.
c. Pria harus mengeluarkan sperma yang cukup normal dan sehat selama ejakulasi.
d. Tidak ada barier atau hambatan yang mencegah sperma mencapai penetrasi dan
akhirnya membuahi ovum.

12

13