Anda di halaman 1dari 34

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH

MENGABADIKAN

Mulailah memotret kalo nggak mulai motret nggak akan


kemana-mana, karena nggak ada explorasi, nggak ada
pembelajaran. Jerry Aurum

KAMERA

ada awalnya sejarah kamera dimulai dengan ditemukannya alat


perekam gambar. Kamera jaman dulu belum setara dengan kemera
jaman sekarang. Ketika baru pertama kali muncul, kamera
merupakan suatu kotak kedap cahaya dengan lubang kecil di
depan yang disertai film sebagai media perekam gambar. Membutuhkan
waktu sekitar 150 tahun untuk dapat mengembangkan kotak itu menjadi
kamera seperti yang sekarang ini kita kenal.

amera pada awalnya dikembangkan di Eropa, diperkenalkan oleh


Daguerre di Paris pada tahun 1839. Bermula dari bahan kimia
yang dikembangkan rekannya, Niepce, dan teknologi kotak lubang
jarum, Daguerre mengembangkan suatu bidang baru yaitu
fotografi. Namun baru 26 tahun kemudian fotografi menjadi suatu alat
yang yaitu dengan dokumentasi foto dari perang saudara Amerika Serikat.
Mulai saat ini fotografi dibawa sebagai alat vital dalam kehidupan beradab.

otografi pada awalnya hanya suatu alat yang digunakan oleh


badan-badan tertentu karena belum dimungkinkannya alat fotografi
secara massal. Untuk itu George Eastman dari Eastman Kodak
Company memulai produksi massal alat-alat fotografi yang pertama
pada bulan Juni 1888.

1.

1.
2.
3.

Kamera

Kamera merupakan alat fotografi yang paling penting. Fungsi kamera adalah
sebagai penyalur cahaya yang diinginkan dari ke atas permukaan film sebagai
media rekam. Kamera yang paling sederhana yang mendasari seluruh kerja
kamera yang ada masa kini adalah kamera obsacura atau pinhole. Kamera ini
terdiri atas :
Kotak kedap cahaya
Lubang kecil (pinhole) tempat masuknya cahaya.
Film sebagai media rekamnya.
Bagian inilah yang paling mendasar dari kamera.

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

A. Cara Kerja Kamera Secara Umum


Cahaya masuk melalui lubang yang berada di depan, kemudian bayangan
benda yang ditimbulkan oleh cahaya tersebut diterima oleh lapisan yang
peka cahaya sehingga membekas pada film atau dengan kata lain
terekam dalam film.
B. Kamera Modern
Dengan prinsip dasar kamera pinhole, kamera modern dibuat dari sebuah
kotak kedap cahaya dengan lensa sebagai alat penyalur cahaya. Sebagai
perkembangan dari kamera pinhole, pada kamera modern terdapat :
kotak kedap cahaya yang memuat media rekam gambar
lensa sebagai penyalur cahaya
jendela pembidik untuk membatasi objek yang akan direkam
kendali pemfokusan
rana sebagai pengendali lamanya cahaya masuk
diafragma sebagai pengatur banyaknya cahaya masuk
pemacu kedudukan film (jika film pada rol)
pelepas rana sebagai saklar pelepas rana dan penggerak
diafragma.
Bagian-bagian inilah yang biasanya terdapat pada kamera-kamera
modern yang beroperasi secara mekanik maupun elektronik, manual
maupun otomatis.
C. Jenis Kamera
Pada saat ini kamera telah mengalami perubahan menjadi beberapa jenis
kamera. Jenis kamera pada saat ini adalah :
1. Kamera otomatis
Kamera yang bekerja secara otomatis tanpa dilakukan pengaturan
oleh fotografer.
2. Kamera DLR (Dual Lens Reflex)/Rangefinder
Mempunyai lensa pembidik yang tidak berhubungan dengan lensa
utama sehingga kadang menimbulkan paralaks.
3. Kamera SLR (Single Lens Reflex)
Kamera yang mempunyai jendela pembidik yang berhubungan dengan
lensa utamanya sehingga apa yang terlihat di jendela pembidik sesuai
dengan yang terekam pada film.
4. Kamera SLR 120 mm

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

Sama dengan kamera SLR 35 mm tetapi memiliki ukuran film yang


lebih besar dan viewfindernya tidak memiliki prisma pembalik
(pentaprisma).
5. Kamera Twins Lens Reflex
Mempunyai dua dudukan lensa. Bagian atas merupakan lensa
viewfinder terbalik dan bagian bawah merupakan lensa kamera.
6. Kamera Langsung Jadi/Polaroid
Merupakan kamera instant photography. Kelemahannya adalah
merupakan kamera otomatis penuh.
7. Kamera View
Mempunyai format film yang sangat besar. Kamera ini didisain khusus
untuk berdiri di atas tripod. Fungsinya adalah untuk pemotretan detil,
contohnya arsitektur.
8. Kamera Stereo
Mempunyai 3 lensa yang memiliki kemampuan merekam objek
sebagai bayangan 3 dimensi.
9. Kamera Digital
Kamera digital merupakan jenis kamera yang menggunakan sensor
digital sebagai ganti film untuk merekam gambar. Gambar dari hasil
bidikan disimpan dalam kartu memori.
Sekarang, dengan kemajuan teknologi yang demikian pesat, kamerakamera tersebut mengalami kombinasi, misalnya kemera saku ada yang
memiliki pilihan lensa yang berbeda-beda ukuran, kamera SLR ada yang
manual, tetapi ada juga yang memiliki dua fasilitas sekaligus, yaitu yang
bisa disetel manual atau serba otomatis sehingga memudahkan pemakai.
Kamera digital pun ada yang berbentuk kamera saku dan juga kamera
SLR.

2.

Single Lens Reflex (SLR)

Mengapa kita mempelajari SLR? Karena jenis kamera inilah yang akan kita
pergunakan dalam fotografi. SLR dikembangkan dari jenis kamera
Rangefinder (DLR). Karena
Rangefinder sulit dalam penyusunan
komposisinya maka dikembangkan kamera baru yaitu kamera SLR.
SLR memperlihatkan komposisi gambar yang jelas dan tidak mengalami
keadaan paralaks atau kesalahan pengelihatan seperti dalam DLR. Semua
objek dalam SLR akan terlihat seperti aslinya dan sifatnya mendekati, What
You See Is What You Get. SLR juga disukai karena menggunakan
Interchangeable Lens yaitu lensa yang dapat diganti.
SLR banyak dikembangkan di Jerman. Mereka menggunakan badan logam
serta lensa produk Carl Zeiss. SLR yang dikembangkan pertama kali adalah
SLR 120 mm (Hasselblad). Setelah itu orang menyadari kalau kamera
tersebut terlalu besar. Maka, dikembangkan lagi suatu jenis SLR baru yaitu
SLR 35 mm (Leica dan Rolleiflex) yang kita kenal sampai saat ini.

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

Sejak tahun 1950 monopoli produksi SLR dunia oleh Jerman mulai
berkurang. Dengan mengembangkan sebuah model kamera Leica, Jepang
membuat kamera SLR yang terkenal sebagai Nikon. Nikon mempunyai
keunggulan sama dengan Leica, hanya saja muncul dengan harga yang lebih
murah. Ini juga membawa fotografi lebih meluas menjarah daerah Asia dan
sekitarnya. Sejak di tangan Jepang, teknologi SLR berkembang jauh. Sejalan
dengan majunya teknologi mikroprosesor kamera menjadi lebih maju dengan
adanya fasilitas program auto.
Kamera SLR memiliki beberapa fasilitas, yaitu :
kecepatan rana maksimum,
Makin tinggi kecepatan rana, makin baik, misalnya 1/4000 detik.
Kecepatan rana pada kamera SLR ini dapat diatur dari 1/4000, 1/2000,
1/125, 1 detik bahkan sampai Bulb (kecepatan yang sangat lambat
sesuai yang diinginkan).
aturan pemakaian ISO film (ukuran kepekaan film),
alat ukur pencahayaan (exposure meter),
tombol bidik otomatis (self timer),
dudukan kaki tiga (tripod).
A. Bagian Umum Kamera SLR
Di sini terlihat bagan dasar kamera modern :
1.
badan kamera sebagai kotak kedap cahaya
2.
lensa sebagai penyalur cahaya yang memuat diafragma sebagai
pengatur cahaya yang masuk dan kendali pemfokusan
3.
jendela pembidik
4.
rana (shutter)
5.
pemaju kedudukan film
6.
pelepas rana
Bagian atas kamera SLR :
a. penunjuk film
b. tuas pengokang
c. tombol pelepas rana
d. pengatur kecepatan rana
e. penggulung film
f. gelang diafragma
g. skala ruang tajam (DOF)
h. gelang fokus.
Bagian belakang kamera SLR :
a. jendela bidik
b. pemegang selongsong film
c. rana celah (focal plane)
d. gerigi penuntun film
e. perata film
f. pengait leader film
MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS
Page |

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

g. plat penekan film.


Bagian depan kamera SLR :
Bagian bawah kamera SLR :
a. tempat baterai
b. dudukan tripod
c. tombol rewind.
B. Prinsip Kerja SLR
Cara kerja kamera SLR adalah sebagai berikut :
1. Cahaya masuk melalui lensa.
2. Sebelum rana dibuka, cahaya dipantulkan oleh cermin menuju
pentaprisma untuk dibalikkan menuju ke jendela bidik karena pada
dasarnya bayangan yang diterima oleh kamera itu terbalik dari
keadaan yang sesungguhnya.
3. Saat pelepas rana ditekan cermin akan menutup ke atas, rana akan
terbuka dan pada saat yang bersamaan diafragma menutup sesuai
dengan bukaan yang telah diatur.
4. Pada saat itu cahaya masuk dan terekam ke dalam film yang
merupakan bahan peka cahaya sesuai waktu yang telah kita atur.
5. Setelah itu cermin, rana, dan diafragma kembali ke posisi semula
setelah waktu yang kita atur pada pengatur kecepatan telah habis.

3.

Diafragma

Lensa kamera terdiri dari susunan yang kompleks. Di dalamnya terdapat


susunan lensa cembung dan cekung dan terdapat tirai yang disusun secara
melingkar sehingga dapat membuka dan menutup dan dapat diatur besar
kecil bukaanya. Pengaturan besar kecilnya bukaan diafragma ini dapat diatur
melalui gelang diafragma yang terdapat pada lensa.
A. Bentuk Diafragma
Diafragma terdiri dari beberapa daun logam yang membentuk segi
banyak dalam suatu lingkaran. Segi banyak yang merupakan tempat
masukanya cahaya diantara daun-daun logam tersebut dapat diatur
besarnya.
Kira-kira bentuknya seperti gambar di bawah ini.

f/4

f/8

f/22

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

B. f-Stop
Nilai diafragma dinyatakan dalam f-stop yang ditulis dalam f/angka. Pada
gelang diafragma terdapat angka-angka 2.8, 4, 5.6, 8, 11, 16, 22, berati
lensa tersebut dapat membuka diafragma dengan f/2.8, f/4, f/5.6, f/8,
f/11, f/16, f/22.
Jika angka diafragma besar berarti bukaan diafragma kecil. Sebalikya, jika
angka diafragma kecil maka bukaan diafragma besar. Contohnya, bukaan
diafragma f/8 akan lebih besar dibandingkan dengan bukaan diafragma
f/22. Untuk mempermudah ingatlah bahwa angka-angka tersebut sebgai
pecahan. Pecahan 1/8 lebih besar dari pecahan 1/22. Artinya semakin
kecil angka diafragma maka bukaan diafragma akan semakin besar.
Akibatnya banyak cahaya yang masuk ke dalam kamera. Sebaliknya
semakin besar angka diafragma maka bukaan diafragma akan menjadi
kecil. Akibatnya semakin sedikit cahaya yang masuk ke dalam kamera.
Besarnya bukaan diafragma dinyatakan dalam f-stop. Bilangan f-stop
adalah perbandingan antara panjang fokus dengan diameter bukaan
diafragma. Jadi makin besar bilangan f-stopnya, makin kecil bukaan
diafragmanya.
Besar-kecilnya bukaan diafragma akan menentukan ruang tajam gambar.
Penjelasan mengenai ruang tajam pada gambar akan dibahas pada bab
berikutnya.
C. Hubungan Antar f-Stop (Fenestra Stop) Pada Kamera
Menaikkan satu f-stop (mengurangi angka f-stop) akan menambah cahaya
yang masuk dua kali dari bukaan sebelumnya.
Menurunkan satu f-stop (menambah angka f-stop) akan mengurangi
cahaya yang masuk setengah kali bukaan diafragmanya.
Contoh :
f/4 menyalurkan cahaya dua kali f/5.6
f/11 menyalurkan cahaya setengah kali f/8
Apabila angka-angka yang tertera tidak lagi sesuai dengan aturan ini
maka dapat disimpulkan bahwa perbandingan angka yang berbeda
tersebut tidak sama dengan 1:2.
Contoh :
f/1.8 menyalurkan cahaya 1,3 kali f/2
f/3.5 menyalurkan cahaya 1.,25 kali f/4
f/1.9 kira-kira sama dengan f/2
Catatan
Untuk menghafal urutan diafragma ditulis :
1
2
4
8
16
32
64
1.4
2.8
5.6
11
22
44
MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS
Page |

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

4.

Rana (Shutter)

Rana adalah sebuah alat yang mengatur masuknya cahaya dalam waktu
yang telah ditentukan. Kecepatan rana atau shutter adalah kecepatan tirai
rana untuk membuka dan menutup kembali. Seberapa cepat tirai rana untuk
membuka dan menutup kembali akan mempengaruhi jumlah cahaya yang
lolos untuk mencahayai film. Artinya, makin cepat kecepatan tirai rana untuk
membuka dan menutup kembali, makin sedikit cahaya yang akan
mencahayai film. Karena berhubungan dengan waktu maka satuan rana
adalah detik. Secara umum urutan kecepatan rana pada kamera SLR adalah
sebagai berikut : B, 1, , , 1/8, 1/15, 1/30, 1/60, 1/125, 1/250, 1/500,
1/1000. Angka tersebut ditulis B, 1, 2, 4, 8, 16, 30, 60, 125, 250, 500, 1000.
Huruf B pada rana adalah singkatan dari bulb yang berarti membukanya rana
tergantung lamanya pemotret menekan tombol pelepas rana.
A. Jenis Rana
a. Between-The Lens Shutter
Dari namanya kita ketahui bahwa letak rana ini adalah pada lensa.
Rana ini sering juga disebut rana pusat kerena rana ini menutup
dengan cara memusat. Rana ini terdiri dari beberapa keping daun
logam menutupi belakang lensa yang membuka hanya jika tombol
pelepas rana aktif. Rana ini juga disebut Blade Shutter atau Juga Leaf
Shutter. Saat ini kamera yang menggunakan rana jenis ini sudah
jarang ditemukan.
b. Focal Plane Shutter
Rana ini terletak persis di depan film pada badan kamera, menutupi
film dari cahaya. Rana ini terdiri dari dua tirai yang dapat terbuat dari
kanvas atau logam tipis.
Rana ini mempunyai 2 keuntungan dibanding Between-The Lens
Shutter yaitu :
1. Memungkinkan lensa tukar atau interchangeable lens dibuat
dengan biaya lebih murah karena tidak perlu membuat rana pada
lensa.
2. Dapat melakukan penyinaran dengan kecepatan yang lebih tinggi.
B. Cara kerja Focal Plane Shutter
Agar kecepatan rana dapat melebihi batas 1/125 detik, maka
dikembangkan cara baru. Prinsipnya adalah menggunakan dua tirai
sekaligus dengan suatu selang waktu diantaranya. Hal ini bisa kita lihat
pada gambar di bawah ini :

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

5. Menggunakan Diafragma
Secara Bersamaan

dan

Rana

Walaupun diafragma dan rana dipakai sebagai kendali cahaya, masingmasing menimbulkan efek yang berbeda. Bukaan diafragma akan
mempengaruhi ruang tajam objek.
Semakin besar bukaan diafragma,
semakin sempit ruang tajam yang diperoleh. Sedangkan pemilihan kecepatan
rana disesuaikan dengan gerak objek. Penggunaan kecepatan rana rendah
pada objek bergerak akan menimbulkan efek kabur. Oleh karena itu,
pemilihan kecepatan rana harus sesuai dengan kecepatan objek yang akan
difoto.
Kita dapat menggunakan kombinasi pemotretan yang mana saja asalkan
memperhatikan efek rana dan diafragma serta memperhatikan dasar bahwa
jika kecepatan rana ditambah maka bukaan rana pun diperbesar dan
demikian pula sebaliknya. Misalnya banyaknya cahaya dalam f/16 pada 1/60
detik akan sama dengan f/11 pada 1/125 detik, f/8 pada 1/250 detik, dan
seterusnya.

6. Jendela Bidik (Viewfinder)


Jendela bidik adalah tempat pemotret melihat objek yang akan difoto.
Pada kamera SLR, cahaya dibelokkan cermin oleh pentaprisma kemudian
menuju jendela bidik.
Jendela bidik ini memberitahu pemotret apakah objek telah difokus
dengan benar. Dalam menentukan fokus terdapat beberapa macam sistim
viewfinder:
A. Double Image
Gambar yang belum fokus akan kelihatan berganda dan makin hilang jika
mendekati fokus.
B. Patah Silang (Split Image)
MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS
Page |

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

Terdiri dari lingkaran yang terbelah dua. Jika gambar belum fokus garis
yang melalui dua bagian tersebut akan terpotong dan jika fokus tepat
maka bagian garis pada lingkaran akan menyatu.
C. Prisma Mikro
Jika belum fokus maka secara keseluruhan gambar akan kabur.
Tidak hanya masalah fokus atau tidak, berbagai informasi terdapat pada
jendela bidik, antara lain :
penunjuk kecepatan rana
indikasai keadan cahaya
Pada viewfinder ini terdapat light meter untuk mengetahui apakah
jumlah cahaya yang masuk sesuai.

7. Exposure
Apabila pelepas rana ditekan terjadilah penyinaran pada film, hal inilah yang
disebut dengan exposure.
Pada proses ini banyaknya sinar yang masuk ditentukan oleh:
1. kecepatan rana yang menentukan lamanya sinar masuk,
2. bukaan diafragma yang menentukan banyaknya sinar masuk,
3. kecerahan sinar.
A. Porsi Penyinaran
Agar film mendapatkan hasil yang jelas, porsi cahaya yang masuk harus
tepat. Ada dua keadaan secara umum :
1. Over exposure, yaitu keadaan film kelebihan cahaya. Akibatnya
gambar akan menjadi hangus.
2. Under exposure, keadaan film kekurangan porsi cahaya. Akibatnya
gambar akan terlihat gelap.
Agar exposure tidak mengalami under atau over, pada saat memotret
harus memperhatikam lightmeter yang terdapat pada viewfinder.
Lightmeter harus menunjukkan posisi normal. Porsi cahaya yang
dibutuhkan oleh tiap film tergantung pada ISO-nya. ISO merupakan
tingkat kepekaan film terhadap cahaya. Makin tinggi ISO suatu film, makin
peka film tersebut terhadap cahaya sehingga semakin sedikit pula cahaya
yang dibutuhkan.
MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS
Page |

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

Pada ISO diterapkan standar yang sudah baku untuk porsi cahaya.
Biasanya standar ini dituliskan pada bungkus film (exposure guide table)
dengan panduan sesuai cuaca. Hal ini akan sangat membantu bagi
fotografer yang memiliki kamera tanpa lightmeter. Tetapi untuk untuk
kamera yang telah memiliki lightmeter sebaiknya mengikuti lightmeter
karena pengukurannya akan lebih akurat.
Pemilihan ISO pada kamera biasanya terletak pada suatu selektor
dengan pengatur kecepatan rana. ISO pada kamera harus sesuai dengan
ISO yang terletak pada film agar lightmeter dapat mengukur cahaya
sesuai dengan kepekaan film. Ada kemera yang secara otomatis
membaca ISO film dengan menggunakan kode DX (Direct Indexing).
Dengan kamera seperti ini kita tidak perlu memilih ISO pada kamera
karena secara otomatis kamera akan membaca ISO film.
B. Lightmeter
Disebut juga exposuremeter merupakan alat pengukur cahaya. Untuk
memperoleh pencahayaan yang baik, fotografer dapat berpedoman pada
lightmeter. Lightmeter ada dua jenis yaitu :
1. Incident lightmeter, yaitu lightmeter di luar kamera berguna untuk
mengukur cahaya yang jatuh ke objek secara langsung. Lightmeter ini
sering juga disebut lightmeter genggam (handheld lightmeter).
2. Reflective lightmeter, yaitu lightmeter yang mengukur cahaya
berdasarkan cahaya yang masuk ke dalam kamera. Lightmeter ini
terdapat pada kamera.
Pada kamera modern, pencahayaan diukur langsung oleh kamera
secara otomatis. Cahaya yang masuk akan mengenai sebuah sensor
elektronik yang akan menggerakkan lightmeter indicator. Rangkaian
elektronik lightmeter menghitung hubungan antara rana, diafragma dan
ISO film agar porsi cahaya yang masuk ke kamera tepat. Informasi
tersebut ditunjukkan dalam viewfinder dapat berupa jarum maupun
lampu yang menyala pada suatu tanda. Tanda tersebut berupa :
tanda (+) artinya pencahayaan berlebihan
tanda (o) artinya pencahayaan cukup
tanda (-) artinya pencahayaan kurang.
Jika indikator lightmeter pada kamera menunjukkan pencahayaan
yang berlebih, pemotret harus mengubah bukaan diafragma menjadi
lebih kecil atau menggunakan kecepatan rana yang lebih cepat. Dengan
cara ini akan diperoleh pencahayaan yang tepat dan sesuai dengan
kebutuhan.
Sebaliknya,
jika
indikator
lightmeter
menunjukkan
pencahayaan yang kurang, pemotret harus mengubah bukaan diafragma
menjadi lebih besar atau menggunakan kecepatan rana yang lebih
lambat.

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

10

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

Fotografi is light. Maka dari itu prosesnya adalah


calculating light, seeing light, dan feel the light.
Tapi proses terebut idealnya harus dijalani satu
persatu. Mulai dari calculate light, biasanya kan
orang menghitung dengan otak kiri. Selanjutnya
belajar see the light kali ini orang mulai bisa
menggunakan otak kanan. Pada akhirnya
fotografer harus bisa merasakan cahaya.
Merasakan dengan hati. Maka dari tu banyak
fotografer senior sering bilang memotretlah
dengan hati.
Goenadi Harjanto Fotografer Senior

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

11

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

Ketika memotret, kurangilah informasi perbanyak sugesti.


Kurangi prosanya Perbanyak puisi. Kurangi deskripsi perbanyak
sumber informasi. Nico Darmadjungen Fine Art
Photographer

MENGGUNAKAN
KAMERA
Setelah mengenal kamera dan cara kerjanya maka kita dapat mengambil
sebuah gambar. Daripada hanya sebuah teori, berikut ini dijelaskan langkahlangkah yang diperlukan untuk menggunakannya.

1. Memasang Film
Langkah-langkahnya :
1. siapkan film
2. buka bagian belakang kamera
3. pasang lidah film (leader) pada pengait dan ratakan dengan gerigi film
4. kaitkan selongsong film ke ujunng sebaliknya
5. kencangkan keadaan film
6. tutup bagian belakang film, kamera siap dipakai.

2. Memotret
Langkah-langkahnya :
1. sesuaikan dengan ISO film yang dipakai. biasanya selektor ISO terdapat
pada kamera
2. melakukan pengokangan
3. memililih subjek
4. menajamkan gambar (focusing)
5. memilih latar
6. mengatur komposisi
7. memilih bukaan diafragma
8. menentukan kecepatan rana
9. mencari momen
10.melepas bidikan.

3. Menggulung Film
Langkah-langkah menggulung film adalah sebagai berikut :
MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS
Page |

12

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

1. Periksalah apakah tuas pengokang sudah tidak dapat bergerak lagi atau
penunjuk film telah menunjukkan angka akhir film banyaknya.
2. Tekan tombol rewind dan bersama dengan itu pula kita menggunakan
tuas penggulung film untuk menggulungnya.
3. Jika sudah terasa ringan, dapat diperkirakan bahwa film sudah
menggulung semua, tutup belakang kamera dapat dibuka.

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

13

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

..to rule to be creative is no rule. ..dengan membatasi diri


pada aturan-aturan tertentu mungkin kita telah membatasi diri
dari koridor kreatifitas dimana banyak hal dimungkinkan.
Light Magazine 7th Edition

LENSA
Lensa merupakan bagian yang paling penting dari kamera. Tanpa lensa kita
akan sangat kesulitan dalam memotret. Melalui lensa inilah cahaya masuk ke
dalam kamera dan dapat terekam pada film. Oleh karena itu, lensa menentukan
kualitas foto. Lensa yang baik adalah lensa yang mampu meneruskan cahaya
dengan baik, memiliki daya pisah objek dan daya kontras terhadap warna. Lensa
memiliki banyak sekali ragam dan jenisnya. Kita harus pandai-pandai memilih
lensa sesuai dengan kebutuhan kita.

1. Identitas Lensa
Jika kita memiliki lensa yang kuat tentunya merasa sangat bangga tetapi
tentunya kita harus mengenali lensa tersebut. Perlu kita ketahui bahwa lensa
memiliki identitas masing-masing. Misalnya lensa Carl Zeiss, yang datadatanya tertulis pada bingkai tabung lensa seperti :
SONNAR
Sonnar adalah jenis lensa yang diproduksi oleh Zeiss. Jenis yang lainnya
antara lain Tessar dan Planar.
3.5/135
Memiliki dua pengertian :
3.5 (di beberapa lensa tertulis 1:3.5)
menyatakan kekuatan lensa yang
memiliki bukaan diafragma maksimal
f/3.5
135 menyatakan titik bakar (panjang
fokal) lensa adalah 135 mm.
CARL ZEISS JENA
Merupakan perusahaan pembuat lensa yaitu
Carl Zeiss.
31860
31860 merupakan nomor seri lensa tersebut.
Identitas yang ditampilkan pada lensa berbeda-beda tergantung pada
pembuatnya. Ada lensa yang juga mencantumkan diameter lensa, tempat
pembuatan, bahan lensa, dan lain sebagainya.

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

14

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

2. Kekuatan Lensa
Setiap lensa memiliki kekuatan yang berbeda-beda. Yang dimaksud
dengan kekuatan lensa adalah daya lensa untuk menghimpun cahaya ke
permukaan bingkai film.
Kekuatan lensa ditentukan oleh perbandingan antara garis tengah lensa
dengan jarak titik bakarnya. Misalnya :
A. Jarak titik bakar lensa adalah 50 mm, garis tengah adalah 25 mm.
Maka perbandingan antara garis tengah dengan jarak titik bakar
adalah 25 : 50, dengan demikian kekuatan lensa tersebut adalah 1 : 2
atau f/2.
B. Jarak titik bakar lensa adalah 50 mm, garis tengah adalah 12.5 mm.
Maka perbandingan antara garis tengah dengan jarak titik bakar
adalah 12.5 ; 50 , dengan demikian kekuatan lensa tersebut adalah 1 :
4 atau f/4.
Kalau lensa A dan B kita umpamakan dua buah jendela yang menerangi
tembok yang sama luas dan jauhnya, tembok manakah yang akan menerima
cahaya lebih banyak? Jawabnya tentu saja tembok yang pertama (lensa A),
jadi lensa A lebih kuat. Tetapi bila tembok yang diterangi lensa pertama
letaknya lebih jauh, tentu cahaya yang diterima tembok tersebut tidak
sebanyak cahaya yang diterima oleh tembok yang lebih dekat. Jadi jelas
bahwa yang menentukan kekuatan lensa bukan besar ukuran semata, tetapi
juga jarak titik bakarnya. Dengan dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
makin kecil angka diafragma sebuah lensa makin kuat daya lensa tersebut.

3. Manfaat Lensa yang Kuat


Kalu kita memotret dengan lensa yang kurang kuat, cahaya penyinaran
harus banyak dibandingkan dengan lensa yang kuat. Namun bukan berarti
dengan lensa yang tidak kuat kita tidak dapat memotret. Hal yang harus
diingat adalah jika cahaya penerangan rendah, kita biarkan f-stop membuka
terus dengan kecepatan rana yang lambat, dengan catatan objek yang kita
foto tidak bergerak, dan sebaiknya menggunakan tripod untuk menyangga
kamera. Bila objek bergerak kita dapat menggunakan bukaan diafragma
yang paling besar untuk memperoleh kecepatan rana yang lebih tinggi.
Tentunya bukaan diafragma yang amat besar hanya dimiliki oleh lensa yang
amat kuat. Jadi dengan lensa yang kuat kita dapat memotret dengan rana
yang cepat pada keadaan penerangan cahaya yang rendah.

4. Coated Lens
Kalau seberkas sinar jatuh pada sekeping kaca, maka dari seberkas sinar
itu hanya sebagian saja yang lurus diserap (absorbsi) sedangkan yang
lainnya dipantulkan kembali (refleksi). Pada lensa juga terjadi hal ini, refleksi
jauh lebih kuat daripada absorbsi. Akibat refleksi cahaya banyak yang
dipantulkan kembali sehingga banyak yang tidak lurus. Untuk mengatasi hal
ini, permukaan lensa dilumuri oleh suatu bahan yaitu magnesium flourida
MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS
Page |

15

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

yang berwarna lembayung. Tanpa dilumuri, lensa akan kehilangan


kekuatannya sebesar 30%. Namun dengan dilumuri, lensa dapat meluluskan
kurang lebih 92%.

5. Jarak Titik Bakar Lensa


Jarak titik bakar lensa (focal lenght) merupakan jarak antara kensa dan
titik bakar/titik tajam proyeksi dari suatu benda yang berada pada jarak yang
tak terhingga, lebih dari 20 meter. Misalnya lensa 50 mm berarti memiliki
titik bakar lensa yaitu 50 mm. Jarak titik bakar ini hampir sama dengan
diagonal film yang dicakupnya, oleh karena itu penglihatan lensa sekitar 50
derajat. Ini sama dengan daya mata kita. Oleh karena itu lensa 50 mm juga
dinamakan lensa normal atau lensa standar.

6. Hubungan Jarak
Sudut pandang

Titik

Bakar

Dengan

Lensa yang memiliki jarak titik bakar yang panjang bersifat mendekatkan
objek sehingga akan memiliki sudut pandang yang sempit. Sedangkan pada
lensa yang memiliki jarak titik bakar yang pendek bersifat menjauhkan objek
dari penglihatan sehingga lensa ini memiliki sudut pandang yang lebih luas.

7. Jenis Lensa
A. Lensa Normal
Juga dapat disebut lensa standar, menghasilkan gambar yang tidak terlalu
besar dan tidak terlalu kecil. Termasuk lensa standar adalah lensa yang
memiliki jarak titik bakar 40 mm sampai dengan 55 mm. Disebut lensa
normal karena lensa ini memiliki pandangan yang normal sebagaimana
kita memandang. Sudut pandangnya pun wajar membentuk gambar yang
tentunya sama dengan gambar yang kita lihat sewaktu kita memandang
biasa.
MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS
Page |

16

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

B. Lensa Sudut Lebar (Wide Angle)


Lensa ini dapat dipergunakan untuk memotret bidang yang luas.
Termasuk lensa sudut lebar adalah lensa yang memiliki jarak titik bakar
antara 16 mm sampai dengan 35 mm. Fungsi utama lensa sudut lebar
adalah untuk dapat memotret pemandangan lebih banyak, walaupun
jarak fotografer tidak berapa jauh dari objek. Lensa ini juga cocok
digunakan di ruangan yang sempit di mana tidak memungkinkan kita
untuk mundur karena lensa ini dapat mencakup bidang yang lebih luas.
Ruang tajam lensa ini cukup luas, dan ini akan menimbulkan distorsi pada
gambar sehingga perspektif tidak begitu normal.
C. Lensa Tele Menengah
Lensa ini memiliki titik bakar kurang lebih 85 mm dan ada juga yang
memilikin jarak titik bakar kurang lebih 135 mm. Merupakan fungsi utama
dari lensa tele menengah adalah kesanggupan memotret dari jarak yang
relatif jauh. Lensa ini memiliki sudut yang agak sempit, namun tidak
sesempit lensa tele panjang. Lensa ini memiliki kira-kira 5 elemen.

D. Lensa Tele Panjang


Termasuk lensa tele panjang adalah lensa yang memiliki jarak titik bakar
dari 200 mm sampai dengan 400 mm. Bahkan ada lensa yang memiliki
titik bakar 1200mm. Lensa ini memperbesar gambar yang terlihat
(mendekatkan objek), sangat cocok untuk fotografi olahraga, harus
menggunakan kaki tiga (tripod) untuk menjaga goncangan serta
menggunakan rana yang cepat supaya gambar tidak kabur. Jarak titik
bakar yang besar mengakibatkan sudut pandangnya sempit, demikian
pula dengan ruang tajamnya. Perusahaan ternama, Canon, membuat
lensa tele dengan jarak titik bakar 1200 mm, terdiri atas 5 elemen lensa,
memiliki sudut pandang kira-kira 2 derajat, diafragmanya hanya 5.6
dengan berat sekitar 16.5 kg dan memiliki jarak fokus terdekat 14 m.
E. Lensa Zoom
Kebalikan dari lensa tetap (fixed lens) yang hanya memiliki satu titik
bakar, lensa zoom merupakan lensa yang memiliki jarak titik bakar yang
beragam (vario) dalam satu lensa sehingga kita dapat mengamati
kegiatan dari satu tempat saja. Lensa zoom biasanya memiliki jarak titik
bakar 2880 mm, ada juga yang memiliki jarak 70300 mm. Perusahaan
Nikon dari Jepang memproduksi lensa zoom yang memiliki jangkauan
zoom yang luas yaitu 18 200 mm (11.1 x zoom). Lensa zoom sangat
praktis karena kita tidak perlu mengganti lensa untuk berpindah dari wide
ke tele. Cukup dengan memutar gelang zoom semuanya akan beres.
F. Lensa Makro
Lensa makro adalah lensa yang digunakan untuk memotret jarak dekat.
Lensa ini memiliki jarak fokus minimal yang sangat dekat yaitu 10 cm.
MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS
Page |

17

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

Biasanya digunakan untuk memotret serangga, still life (benda diam) dan
hal-hal lain yang butuh pemotretan dari jarak dekat.

8. Memilih Lensa
Dalam memilih lensa yang akan kita gunakan sebaiknya disesuaikan
dengan obyek yang akan kita pilih, jenis kamera, lingkungan sekitar dan
faktor-faktor lainnya yang dianggap perlu. Berikut ini ada beberapa jenis
fotografi dan lensa sesuai yang digunakan :
A. Menghadapi panorama dan ruang sempit
Jika berhadapan dengan ruang sempit dan panorama, dan juga ingin
menonjolkan perspektif, maka yang diperlukan adalah jenis lensa sudut
lebar (super wide angle) yang memiliki jarak titik bakar sekitar 13-20 mm.
B. Memotret pemandangan, barisan obyek dan keterbatasan ruang
Gunakan lensa dengan jarak titik bakar sekitar 2435 mm, karena dapat
merekam gambar luas walaupun dalam ruang terbatas.
C. Situasi pemotretan umum
Lensa dengan jarak titik bakar 50 mm sangat cocok untuk situasi
tersebut.
D. Foto potret (portraiture)
Lensa dengan jarak titik bakar 85135 mm dapat membuat latar belakang
blur dan menonjolkan objek. Cocok untuk fotografi model.
E. Foto olahraga dan objek yang jauh
Sebaiknya menggunakan lensa tele panjang yang memiliki jarak titik
bakar 200300 mm. Jika ada gunakan lensa tele 1000 mm.

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

18

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

Karena kita menganggap (bagi yang


menganggap) bahwa fotografi adalah wacana
ilmu pengetahuan, sehingga filsafat, dengan
segala tetek-bengek kerumitannya turut
melahirkan, mengasuh, membesarkan dan
mungkin membunuhnya. Dengan berbagai
pandangan tentang keindahan yang
melingkupinya, lalu kita percayai dan pegang
pandangan itu sebagai paradigma, sebagai
pandangan hidup, bahkan sampai pada
tingkatan tidak peduli dengan pandangan
yang lain, karena kita menyikapinya sebagai
agama, memeluknya sebagai iman, sebuah
kebenaran! Lebih spesifik kita dapat
mempersoalkan keindahan yang sudah kita
percayai sepanjang umur kita, lalu pada
praktiknya kita anggap sebagai kebenaran
dalam berkarya atau melihat karya fotografi
orang lain, bahwa good picture itu harus
begini, kalau gambar indah itu harus begitu.
Oh so sadbut there you go!
Siddhartha Sutrisno - Backpacker

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

19

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

Memotret baru bisa dibilang berhasil kalau hasilnya sama


bagusnya dengan apa yang ada di kepalanya, tidak lebih dan
tidak kurang. Roy Genggam

TEKNIK RUANG TAJAM


Gambar yang diterima oleh alat-alat optik (mata, lensa, dsb.) memiliki
keterbatasan, ruang tajam merupakan salah satunya. Ruang tajam adalah suatu
jarak di mana subjek masih terlihat oleh alat optik secara jelas dan tajam (tidak
kabur). Gejala inilah yang akan dimanfaatkan pada teknik ruang tajam atau
dalam bahasa aslinya Depth of Field (DOF).

1. Lingkar Pudar
Suatu titik akan terekam dengan tajam apabila memiliki jarak dengan film
yang sesuai. Jika jarak tersebut tidak sesuai akan tergambar lingkaran pudar,
lingkaran itu kita namakan lingkaran pudar. Makin jauh jarak tergesernya dari
posisi yang tepat, makin besar pula lingkaran pudar tersebut. Akibatnya
gambar yang didapat akan semakin kabur. Bagaimana jika kita memotret
tiga buah titik yang berderet dan berdekatan? Akan tampak seperti pada
gambar di bawah ini.

Ketiga titik tersebut berlainan jarak titik bakarnya. Oleh karena itu titik
tajamnya pun berbeda pula. Titik tajam untuk (a) adalah (a), titik tajam
untuk (b) adalah (b), titik tajam untuk (c) adalah (c).

2. Hubungan Jarak
Ruang Tajam

Titik

Bakar

Dengan

Setiap jenis lensa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing


dalam pengklasifikasiannya. Dalam menghasilkan suatu gambar, lensa sudut
lebar memiliki kelebihan dalam ruang tajam. Jarak titik bakarnya yang
MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS
Page |

20

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

pendek menghasilkan ruang tajam yang lebih besar serta didukung dengan
bukaan diafragma yang kecil (f/11, f/16, f/22).

Untuk jelasnya perhatikan gambar berikut.

Dari gambar diatas dapat kita lihat bahwa lensa dengan jarak titik bakar
yang pendek memiliki ruang tajam yang luas jika dibandingkan dengan lensa
yang memiliki jarak titik bakar yang panjang. Dengan demikian dapat kita
simpulkan bahwa lensa dengan jarak titik bakar yang lebih pendek memiliki
ruang tajam yang luas dibandingkan dengan lensa yang yang titik bakarnya
panjang.

3. Hubungan Bukaan Diafragma Dengan


Ruang Tajam
Perlu kita ketahui bahwa fungsi diafragma bukan saja sebagai pengatur
cahaya yang masuk, melainkan juga sebagai pengatur ruang tajam.
Perhatikan gambar di bawah ini:

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

21

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

Walaupun jarak objeknya sama dan dengan panjang fokal yang sama, jika
menggunakan diafragma yang berbeda maka memiliki ruang tajam yang
berbeda pula. Dapat disimpulkan bahwa makin kecil bukaan diafragma,
makin besar ruang tajamnya dan makin besar bukaan diafragma, makin
sempit ruang tajamnya.

4. Hubungan Jarak Fokus Dengan Ruang


Tajam
Jarak fokus (jarak antara pemotret dengan objek) juga mempengaruhi
besar kecilnya ruang tajam. Pada lensa yang sama, jarak titik bakar dan
bukaan diafragmanya, jika mempunyai jarak fokus yang berbeda maka ruang
tajamnya akan berbeda pula.

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

22

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

Pada jarak 3 m ruang tajam akan lebih sempit dibandingkan dengan jarak 50
m dapat ditarik kesimpulan bahwa makin jauh jarak objek, makin besar
ruang tajam dan makin dekat objek, makin kecil ruang tajamnya dengan
bukaan diafragma yang sama.

5. Tabel Ruang Tajam


Berikut ini adalah contoh tabel ruang tajam untuk lensa 50 mm pada film
24 x 36 mm.
f/
1.5
2
2.5
3.5
5
5.6
8
11
16
22

Jarak Tak
Terhingga
50.0 thg
37.5 thg
27.0 thg
21.0 thg
19.0 thg
13.4 thg
9.4 thg
6.8 thg
4.7 thg
5.4 thg

Jarak 20
M
14.3 33.0
13.1 43.0
11.5 79.0
10.4 89.0
9.7 thg
8.0 thg
6.4 thg
5.2 thg
3.9 thg
2.9 thg

Jarak 10
M
8.3 12.4
7.9 13.6
7.3 15.9
6.8 18.7
6.5 21.0
5.7 38.0
4.9 thg
4.1 thg
3.2 thg
2.6 - thg

Jarak 6 M

Jarak 3 M

5.4 6.8
5.2 7.1
4.9 7.7
4.7 8.3
4.6 8.8
4.2 10.8
3.7 16.4
3.2 47.0
2.6 thg
2.2 thg

2.8 3.2
2.8 3.3
2.7 3.4
2.6 3.5
2.6 3.6
2.5 3.8
2.3 4.4
2.1 5.3
1.84 8.1
1.61
22.0

6. Letaknya Di Depan Atau Di belakang


Obyek
Menurut tabel ruang tajam tersebut, dapat disimpulkan bahwa ruang
tajam di depan obyek akan lebih sempit bila dibandingkan dengan yang
berada di belakang obyek. Untuk mengukur mengukur batas depan dan
batas belakang bila kita tidak menggunakan tabel dapat menggunakan
rumus di bawah ini:

batas depan=

D
1+ D .C

f
F

batasdepan=

D
1D .C

f
F

Keterangan :
D = jarak fokus (jarak objek)
MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS
Page |

23

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

C
f
F

= circle of confusion
= bukaan diafragma
= jarak titik bakar

Untuk mengetahui diameter bukaan diafragma dapat dilakukan dengan


menggunakan rumus :

diameter bukaan lensa=

7.

jarak titik bakar lensa


angka diagfragma

Pemakaian Teknik Ruang Tajam

Pemakaian teknik ini sebenarnya amat sederhana. Pada masing-masing


lensa SLR sebenarnya sudah ada skala depth of field. Sekarang bagaimana
kita membacanya.
Perhatikan gambar berikut ini.

Terlihat bahwa gelang diafragma menunjukkan


angka 16. Pada skala DOF kita tarik angka 16
dan trik garis lurus ke gelang fokus. Maka kita
dapatkan bahwa ruang tajam didapat antara
jarak 1 m1,5 m yaitu sekitar 0,4 m panjang
ruang tajam. Ini berarti bahwa sebelum jarak 1
m dan sesudah jarak 1,5 m akan terlihat
kabur.

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

24

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

"Don't think think too technically because it


takes away yaou cretivity. Get out of the
box! You will probably agree with me that
many experimental shots turned out to be
quite good. Allow yourself the latitude to
explore"
Alex Soh

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

25

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

A good photo is always the result of THINKING. Before


you press the button think! Thomas Herbrich

FILM
Film dalam fotografi merupakan media penting yang merekam gambar yang
diproyeksikan padanya.
Berikut ini adalah jenis-jenis film:
1.
Film hitam putih
Film yang juga dikenal dengan film B/W (Black and White) atau
monochrome, terdiri atas dua lapisan utama (emulsi dan base)
dengan tambahan beberapa lapisan lain. Setelah terpapar cahaya,
bagian yang menerima cahaya akan berubah menjadi pekat. Hal ini
otomatis menjadikannya sebagai film negatif di mana benda-benda
terang akan terlihat gelap di film dan sebaliknya.
2.

Film negatif warna


Film negatif warna mempunyai struktur yang lebih rumit dari film
hitam putih karena umumnya memilki tiga lapisan emulsi untuk
menangkap warna-warna dasar (merah, hijau, biru). Dinamakan film
negatif karena warna yang ditampilkan adalah warna kebalikan.

3.

Film positif warna


Film positif mempunyai struktur yang menyerupai film negatif warna.
Hanya saja pada proses pencucian, gambar yang terdapat di
dalamnya dibalikkan kembali, karena itu terkadang disebut juga film
reversal. Film ini biasanya dipergunakan untuk keperluan fotografi
komersial. Terutama untuk foto-foto iklan, pers/jurnalistik.

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

26

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

Kita bisa sekolah fotografi atau kursus fotografi tapi


harus diingat institusi hanya bias menghasilkan ahli
teknik. Foto cantik mungkin bisa dibuat, tapi untuk
membuat foto yang bernyawa dibutuhkan kepekaan.
Dan ketika kepekaan merajai, teknis dan skill jadi tidak
penting lagi. M. Leo Lumanto

KOMPOSISI FOTOGRAFI
Komposisi fotografi maksudnya adalah memilih dan mengatur objek ke
dalam daerah gambar. Beberapa peraturan dibuat dengan meletakkan figur atau
objek ke dalam beberapa posisi, sedangkan yang lain dibuat dengan memilih
titik pandangnya (titik kuat).
Sejak seni lukis mulai dikenal orang, saat itu pulalah pengetahuan tentang
komposisi mulai berkembang dan karena adanya hubungan erat antara fotografi
dan seni lukis dalam hal media dua dimensi maka komposisi yang ada dalam
seni lukis sedikit banyak dapat pula diterapkan dalam fotografi.
Beberapa kesempatan mengambil gambar mungkin akan menghasilkan
komposisi yang bagus tetapi kebanyakan gambar yang bagus adalah gambar
yang dikreasikan. Pertama kita mempelajari peraturan-peraturan yang diberikan
dalam modul ini. Setelah mempelajari kita akan mengerti bahwa paling banyak
gambar dengan komposisi yang bagus adalah
berhati-hati dalam
merencanakannya dan kadang-kadang sabar dalam menunggunya.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi komposisi. Anda dapat
menggunakan sebagian atau keseluruhannya untuk menghasilkan foto seperti
yang Anda inginkan. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
Pemilihan warna (warna cerah akan lebih menarik perhatian)
Bukaaan diafragma yang dipakai (seberapa blur/tajam latar depan
dan/atau latar belakang akan memperngaruhi seberapa dominan objek
foto Anda)
Jarak pemotretan (objek yang berada lebih dekat akan terekam lebih
besar dan sebaliknya)
Lensa yang dipakai lensa tele akan mengisolasi objek dari
sekelilingnya sementara lensa sudut lebar akan memasukkan lebih
banyak informasi dalam foto)
Pengaturan objek dalam bidang gambar dan sebagainya.
Faktor-faktor di atas dapat Anda gunakan dengan seoptimal mungkin
sehingga dapat menampilkan foto yang lebih berkualitas.

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

27

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH

MENGABADIKAN

KOMPOSISI STATIS DAN DINAMIS


Komposisi statis atau dinamis tidak berkaitan dengan objek foto yang
bergerak atau diam. Suatu komposisi dikatakan (atau terlihat) statis bila
penempatan objek fotonya berada di tengah-tengah bidang gambar sementara
bila objek foto tidak ditempatkan secara simetris, akan memberikan kesan yang
lebih dinamis dan hidup.
Sering kali kita cenderung mengambil gambar apa adanya sebagaimana
yang terlihat melalui viewfinder kamera dan menenmpatkan objek tepat di
tengah-tengah bidang foto. Meskipun hasil fotonya secara teknis dapat
dikatakan bagus, bila Anda berusaha sedikit dalam menempatkan objek foto
selain di tengah-tengah bidang gambar, sangat bisa jadi akan menghasilkan foto
yang lebih bagus. Namun, bukan berarti komposisi statis adalah selalu jelek.

1.

Daya Tarik Tersendiri

Kita dapat mengatakan obyek kedua (sampingan) pada suatu bidang


gambar, tetapi yakinlah bahwa obyek tersebut tidak akan mengurangi
ataupun mengganggu objek pertama. Untuk itu sebisa mungkin hindarilah
meletakkan pusat daya tarik (objek) ditengah-tengah bidang gambar karena
obyek yang berada pada tengah-tengah gambar itu akan terlihat statis dan
tidak menarik.
Untuk komposisi yang disukai, letakkan kamera pada pusat gambar
menuju rumus sepertiga. Gambar dibagi menjadi tiga secara vertikal dan
secara horisontal kemudian letakkan pusat gambar pada salah satu dari
empat bidang di mana garis-garis tersebut saling memotong.

2.
Pandang

Mengetahui

Sudut

Ketika kita menemukan suatu objek sebaiknya jangan langsung berjalan


mendekat menuju objek tersebut dan langsung memotretnya. Akan lebih
baik jika kita berjalan berkeliling untuk melihat sudut pandang yang terbaik
dari objek tersebut. Memotret dari sudut yang tinggi akan menghindarkan
kita dari kekacaubalauan langit yang mendung dan tidak bersahabat.
Sebaliknya jika cuaca amat cerah disertai awan yang tipis akan sangat bagus
apabila melakukan pengambilan dari sudut yang rendah dengan meletakkan
garis horisontal di bawah.

3.
Macam Sudut
Menurut Arah Pandangan

Pandang

Macam sudut pandang menurut arah pandang adalah sebagai berikut :


A. Birds Eye View (pandangan burung)
Memotret dari udara ke arah bawah atau dari semua tempat yang tinggi,
di mana kamera diarahkan pada obyek yang berada di bawahnya.
MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS
Page |

28

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

B. Frogs Eye View (pandangan katak)


Memotret dekat dengan tanah dengan cara tiarap atau dari tempat yang
rendah ke tempat yang tinggi, di mana kemera berada lebih rendah dari
obyek yang akan dipotret. Dapat juga dilakukan dengan cara berbaring.
C. Eye Level Viewing (pandangan setinggi mata)
Kamera dibidikkan setinggi mata sambil berdiri, merupakan hal yang
paling sering dilakukan.
D. Waist Level Viewing (pandangan setinggi pinggang)
Dilakukan pemotret dengan kamera Twins Lens Reflex (TLR), dengan
bidikan dari atas. Biasanya kamera dipegang setinggi dada, dengan
latihan sedikit dapat juga dilakukan dengan kamera SLR tanpa mengintai
dari mata namun dengan memperhatikan jarak fokus.
E. High Handle Position (posisi tangan tinggi)
Kamera dipegang tinggi oleh tangan, tanpa dapat membidik dengan pasti
agar dapat melampaui barisan di depan pemotret. Pemotretan dengan
cara seperti ini memungkinkan komposisi kacau.

4.

Framing

Framing seringkali dikenal dengan istilah pembingkaian gambar atau


isolasi terhadap obyek. Kegunaanya adalah untuk membatasi sebuah obyek
dengan obyek lainnya sehingga perhatian terpusat pada obyek yang
dibingkai. Mengkonsentrasikan perhatian terhadap obyek adalah penting
karena dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemui banyak macamnya.
Untuk itu supaya mendapatkan kekuatan pada obyek, maka harus
diperhatikan sesuatu yang pokok untuk difoto sedangkan yang lainnya
diabaikan karena dianggap tidak penting untuk direkam pada gambar kita
nantinya.
Untuk gambar yang diinginkan maka perlu diadakan pembingkaian
terhadap obyek itu, selain pembingkaian juga berfungsi untuk memberikan
Kesan kedalaman terhadap gambar yang diperoleh. Yang digunakan sebagai
bingkai adalah obyek yang ditempatkan sebagai latar depan dari gambar
sedangkan obyek yang ditempatkan sebagai penonjol tersebut diperlihatkan
berada dalam bingkai tersebut.

5.

Amati Latar Belakang

Background (latar belakang) dapat memperindah ataupun merusak


gambar. Ini dapat ditambahkan untuk komposisi dan membantu
memperindah gambar, namun dapat pula mengacaukan gambar. Sebelum
memotret kita harus memperhatikan apakah terdapat hal-hal yang dapat
merusak komposisi seperti kabel listrik, kabel telepon, atau atap samping
rumah. Langit biru adalah gambar yang indah apabila kita padukan dengan
gambar yang kita ambil.
MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS
Page |

29

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

6.
Tambahkan
pada Gambar Pemandangan

Daya

I
Tarik

Berilah bingkai pada gambar pemandangan dengan latar depan yang


menarik, juga perhatikan DOF karena latar depan dan gambar harus berada
dalam fokus. Ini akan merusak jika hanya memfokuskan pada bagian latar
depan saja.

7.
Menentukan
Dengan Dua Buah Segitiga

Titik

Empat persegi panjang ABCD


dibentuk
dengan
bantuan
segitiga siku-siku dan segitiga
kaki. Titik tersebut adalah titik
pertemuan antara dua buah
segitiga
tersebut.
Disitulah
tempat titik kuatnya.

8.
Diagonal

sama
sudut

Titik

Kuat

Atas

Pada
gambar
berikut
ini
terdapat tiga buah titik kuat
garis
diagonalnya.
Menurut
penyelidikan titik pusat b
bukanlah yang lebih dahulu
menarik perhatian orang lain
melihatnya, akan tetapi titik a
(yang merupakan titik kuat
dalam fotografi periklanan).
Karena dari titik itulah orang
memandang sampai titik b lalu
titik c. Tetapi untuk foto yang
dipandang lebih lama, titik kuat terletak pada titik c.

9.
Sepertiga)

Kuat

Rule

of

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

30

Third

Garis
pada

yang

mulai
ke
akan

(Aturan

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

Salah satu dari sekian banyak macam komposisi adalah apa yang populer
dengan sebutan rule of third atau aturan sepertiga. Ini adalah komposisi
klasik yang didapatkan dengan membagi bidang gambar dalam tiga bagian
yang sama besar dan proporsional, horizontal dan vertikal. Dengan menarik
garis-garis khayal di atas bidang gambar tersebut, akan diperoleh empat
titik perpotongan di mana di salah satu titik tersebut objek yang menjadi
pusat perhatian harus ditempatkan.
Komposisi ini termasuk yang paling mudah dipelajari dan diterapkan serta
mampu memberikan hasil yang efektif. Perhatikan diagram di sebelah
kanan. Anda dapat melihat ada empat titik perpotongan garis-garis vertikal
dan horizontal yang membagi bidang gambar menjadi masing-masing tiga
bagian yang sama besar (tiga horizontal dan tiga vertikal). Anda tinggal
menempatkan objek (atau point of interest objek) anda pada salah satu titik
tersebut (misalnya mata pada close up portrait merupakan point of interest
yang dianjurkan untuk ditempat di salah satu titik perpotongan garis-garis
tersebut)
Hal ini juga berlaku bagi pemotretan dengan format vertikal sebagaimana
terlihat di bawah ini.

10.
Cara
Horizon (Kaki Langit)

Menempatkan

Umumnya, peggunaan format horizontal, misalnya dalam pemotretan


lanskap dan format vertikal dalam portraiture. Dalam menerapkan komposisi
ini, pertama-tama harus dicapai fokus dan kombinasi pencahyaan yang
tepat. Setelah itu, orientasi kamera digeser untuk menempatkan objek
didalam salah satu titik perpotongan seperti yang telah disebutkan di atas.
Karena tabir bidik (focusing screen) pada kamera tidak mempunyai garisgaris pemandu komposisi, Anda harus mampu menarik garis-garis khayal
yang membagi bidang pandang di dalam viewfinder kamera, sesuai dengan
aturan komposisi di atas.
Selain dengan menempatkan objek utama pada (atau di dekat) adalah
datu dari keempat titik perpotongan, bidang gambar secara keseluruhan
terbagi menjadi tiga bagian horizontal yang sama besar.

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

31

KETIKA YANG LAIN SEDANG MENIKMATI KITA SUDAH


MENGABADIKAN

Pemberian ruang yang lebih luas akan memberikan penekanan yang lebih
besar. Pada penempatan horizon pada bidang gambar, kita harus
menghindari penempatan horizon pada pertengahan bidang gambar. Perlu
diingat bahwa horizon akan kurang bagus jika membagi dua buah bidang
gambar yang sama besar. Horizon letaknya adalah 1/3 dari sisi atas ataupun
dari sisi bawah bidang gambar.

Baik

Kurang Baik

11.
dan Gerak

Ruang Bebas Untuk Wajah

Untuk komposisi foto wajah yang melihat ke samping sebaiknya lebih


banyak ruang bebas yang berada di hadapan dari wajah yang dipotret
tersebut. Hal ini juga berlaku untuk benda yang bergerak supaya
menimbulkan rasa gerak yang bebas, karena tujuan gerak adalah mengarah
ke ruang bebas yang lebih besar dihadapannya.

MODUL DIKLAT 2008 BY RISDIKLAT MAFOS


Page |

32

Baik

Kurang Baik

12.
Eksplorasi
Walaupun komposisi rule of third dan pengaturan komposisi lain
telah dibahas panjang lebar di atas, bukan berarti hanya komposisi
tersebut yang halal dipakai. Terkadang penerapan komposisi yang
lain dari yang lain akan memberikan hasil yang cukup menarik
meskipun mungkin tidak akan menjadi baku dan klasik seperti aturan
komposisi sepertiga di atas.
Secara umum komposisi bukanlah satu-satunya faktor yang
menentukan keberhasilan penampilan sebuah karya foto, tetapi
peran komposisi sangat vital untuk membentuk kekuatan penyajian
sebuah karya fotografi. Menurut Lloyd Wright, Komposisi bukanlah
suatu yang dapat dikembangkan, tetapi rasa keseimbangan akan
menghasilkan titik kuat yang benar dan kepentingan yang benar
terhadap sesuatu secara tepat.

...There is no such truth outside the


mathematics. There is no way of finding a single
absolute truth, an irrefutable argument which
might help answer the questions of mankind.
Philosophy, therefore, is dead. Because Whereof
we cannot speak, thereof we must be silent.
Ludwig Wittgenstein