Anda di halaman 1dari 15

CARPAL TUNNEL

SYNDROME
Oleh :
Anil Prem Singh
Pembimbing :
Dr. Haidar Nasution

Definisi
kumpulan gejala neuropatik akibat
penekanan pada nervus medianus
ketika melalui terowongan carpal
(Carpal Tunnel) di pergelangan
tangan. Manifestasi dari sindroma ini
adalah rasa nyeri dan kesemutan
(paraesthesia).

Anato
mi

Terowongan karpal :
Terletak di bagian
sentral pergelangan
tangan dimana tulang
dan ligamentum
membentuk suatu
terowongan sempit
yang dilalui oleh
beberapa tendon dan
nervus medianus.
Atap : fleksor
retinakulum yang keras.
Dasar dan sisi : tulang
tulang karpalia.
Berisi : tendon fleksor
jari jari dan jempol dan
nervus medianus

Etiologi

Herediter
Trauma atau Pekerjaan
Infeksi
Metabolik
Endokrin Degeneratif
Iatrogenik
Neoplasma
Penyakit kolagen vaskuler
OA

Epidemilogi
50 kasus per 1000 orang pada
populasi umum AS
Prevalensi wanita lebih tinggi dari
laki-laki; 5% berbanding 0,6%
Pergelangan tangan dominan lebih
sering dari non-dominan

Patofisiol
ogi

Klasifikasi

Derajat
Derajat
Derajat
Derajat

0:
1:
2:
3:

Asimptomatik
Intermiten
Persisten
Berat

Gejala Klinik
Nyeri tangan, terutamanya pada
malam
Rasa kesemutan atau tingling pada
jari 1 -3, pertengahan jari 4
Kelemahan ibu jari
Motorik halus sulit dilakukan
Hipertrofi otot thenar

Diagnosis
1. Pemeriksaan Fisik

Flick's sign.
Thenar wasting.
Penilaian kekuatan dan keterampilan otot.
Wrist extension test.
Phalen's test
Torniquet test.
Tinel's sign.
Pressure test.
Luthy's sign (bottle's sign).
Pemeriksaan sensibilitas.

Pemeriksaan fungsi otonom.

Saranan: true dan pseudo CTS harus dibedakan

Phallen test

2. Pemeriksaan neurofisiologi
(elektrodiagnostik)
Pemeriksaan EMG.
Kecepatan Hantar Saraf(KHS).

3. Pemeriksaan radiologis

Pemeriksaan sinar X terhadap pergelangan


tangan . Foto polos leher berguna untuk
menyingkirkan adanya penyakit lain pada
vertebra. USG, CT scan dan MRI.

4. Pemeriksaan laboratorium
Bila etiologi STK belum jelas, misalnya pada
penderita usia muda tanpa adanya gerakan
tangan yang repetitif, dapat dilakukan beberapa
pemeriksaan seperti kadar gula darah , kadar
hormon tiroid ataupun darah lengkap.

Penatalaksanaan
Terapi adalah berdasarkan derajat CTS:
Terapi Non-Operatif
Splint
Program Rehabilitasi
Terapi Fisik : Pijat, yoga, ultrasound, chiropractic manipulation, dan
akupunktur.
Terapi Okupasi : Bebat pergelangan tangan dengan pergelangan
tangan dalam ekstensi netral atau sedikit (untuk dikenakan pada
malam hari selama minimal 3-4 minggu)
Terapi MWD: Masih kontroversi karena hanya ada pembaikan pada
suhu yang amat tinggi
Median Nerve Mobilisation

Pengobatan konservatif
Pemberian injeksi steroid atau NSAID, Vitamin B6

Terapi Operatif

Prognosis
Kasus ringan: baik dengan
medikamentosa
Terapi bedah: bertahap, prognosis baik
Perbaikan seluruhnya sekitar 18 bulan