Anda di halaman 1dari 13

Limbah Pabrik Tripleks

(plywood)
1.
2.
3.
4.
5.

LYLO ADI ARSONO (342 13 001)


TALITHA SYAHRIANTI E (342 13 002)
NURHAENI (342 13 003)
MUTMAINNAH (342 13 004)
ANDI KASRI UNRU (342 13 005)

Pabrik Tripleks (Plywood)


Indonesia mempunyai potensi yang cukup besar untuk
pengembangan industri. Sebagai contoh jenis industri yang
mengunakan sumber daya kayu adalah industri Tipleks
(Plywood). Penggunaan kayu untuk bahan bangunan,
furniture, dekorasi dan pembuatan kertas sudah semakin
tinggi. Hal ini menimbulkan dampak negative dan positiv.

Dampak Positiv dan Negativ Pabrik Tripleks


Dampak positif yaitu meningkatkan devisa negara
dan
kesejahteraan
masyarakat
meningkat.
sedangkan,
Dampak negatif yaitu menimbulkan limbah yang
dapat mencemari lingkungan apabila tidak dikelola
dengan baik.

Limbah Pabrik Tripleks (plywood)


Limbah Padat (serbuk dan kulit kayu, lem, dan
produk gagal)
2. Limbah Cair
3. Limbah Non Spesifik
1.

Limbah Padat Serbuk dan Kulit Kayu


Proses produksi tripleks ini banyak sekali menghasilkan limbah,
terutama limbah kayu itu sendiri karena merupakan bahan
pokok produksi. Limbah tersebut dihasilkan dari proses
pemotongan, penggergajian, dan pengupasan kayu. Selama ini
serbuk dan kulit kayu tersebut hanya digunakan untuk bahan
bakar dirumah tangga ataupun hanya dibuat sebagai abu gosok
saja. Dengan pemanfaatan kembali limbah tersebut untuk bahan
bakar proses pembakaran di boiler, maka akan dapat
mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan serta dapat
meminalkan biaya bahan bakar boiler. Sedangkan limbah serbuk
dan kayu yang belum dimanfaatkan dapat digunakan untuk
pembuatan furniture alat-alat rumah tangga. Sehingga akan
bernilai ekonomis serta ramah lingkungan.

Limbah Padat Lem


Limbah padat dari proses produksi kayu lapis ini dihasilkan
dari lem yang lengket pada mesin produksi. Lem lem yang
tertingal di mesin tentu akan menggangu produktivitas
mesin tersebut. Kandungan bahan kimia yang terdapat
pada lem adalah fenol. karena bahannya mudah menguap
ke udara serta menimbulkan bau. Maka perlu diolah agar
tidak menjadi pencemar lingkungan. Salah satu tekhnologi
yang dapat digunakan untuk limbah ini adalah
insenerator , karena dapat membakar limbah ini secara
sempurna dan menghasilkan fly ash. Pembakaran pada
insenerator menggunakan suhu yang sangat tinggi serta
waktu tertentu untuk setiap jenis limbah.

Limbah Padat Produk gagal


Hasil produksi kayu yang mengalami kerusakan
tentunya akan menjadi limbah baru bagi lingkungan
apabila tidak dilakukan penanganan secara cermat
sebelum dibuang. Limbah hasil produksi yang rusak
tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai
bahan bakar untuk proses pembakaran di Boyler
karena kandungan kalori kayu yang tinggi.

Limbah Cair
Limbah cair ini dihasilkan dari proses pencucian kayu,
pengempaan, dll. limbah yang dihasilkan dari proses
pencucian adalah limbah tanin , potongan kayu, serbuk gergaji,
sampah vinir basah dan kering, kupasan kulit kayu, serta
tanah, pasir dan lumpur dari penebangan di hutan yang
terbawa ke industri pabrik ini. Limbah cair tersebut dapat
diproses kembali saat dibuang kesungai atau lingkungan. Salah
satu sistem pengolahan limbah cair adalah sistem Pengolahan
IPAL ( Instalasi Pengolahan Air Limbah). ini bertujuan untuk
menghilangkan kandungan padatan tersuspensi , koloid,
bahan-bahan organik dan anorganik, serta kandungan bahan
kimia hasil dari proses produksi kayu lapis.

Limbah Non Spesifik


limbah non spesifik seperti drum hasil
penyimpanan oli dapat dibersihkan yang kemudian
dijual ke agen pengumpulan drum yang kemudian
diolah dan dijual kembali ke masyarakat. Limbah
yang mengandung B3 dapat diatasi dengan
insenerator. Adapun limbah lain yang sudah tidak
dapat diolah kembali dapat dilakukan penimbunan
(landfill).

Kesimpulan
industry harus meggunakan teknologi yang dapat mengurangi
sumber pencemaran. Suatu limbah dapat diminimalisasi
keberadaanya di lingkungan apabila diketahui dan dapat diolah
terlebih dahulu. Dalam air limbah mungkin terdiri dari satu
atau lebih parameter pencemar melampaui nilai yang
ditetapkan. Karena tidak sepenuhnya limbah itu tidak berguna,
masih ada bagian dari limbah tersebut yang dapat diolah dan
dimanfaatkan kembali dengan Reuse, Recyle, Recovery.
Limbah yang ada di produksi kayu lapis ini memiliki bermacam
macam bentuk, ada yang padat, cair dan B3. Limbah padat
dapat diolah di boyler, limbah cair dapat diproses kembali di
IPAL, sedangkan B3 dapat dikelola di insenerator.