Anda di halaman 1dari 22

31

ASUHAN KEPERAWATAN PADA By.T


DENGAN GANGGUAN SISTEM RESPIRASI
(BRONCHOPNEUMONIA)
DI RUANG NUSA INDAH ATAS RSU Dr. SLAMET GARUT
A. Pengkajian
1. Biodata Klien
Nama

: By.T

Umur

: 3 bulan

Alamat

: Bojong Loa Cilawu

Jenis kelamin

: Perempuan

Agama

: Islam

Suku bangsa

: Sunda / Indonesia

No Cm

: 780065

Tgl masuk

: 22 Juni 2015

Tgl pengkajian

: 29 Juni 2015

Pukul.16.56 WIB

2. Biodata penanggung jawab


Nama

: Ny.D

Umur

: 24 tahun

Alamat

: Bojong Loa Cilawu

Jenis kelamin

: Perempuan

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Hub dgn klien

: Ibu

B. Riwayat Kesehatan
1. Keluhan utama
Menurut penuturan ibu klien,klien sering batuk-batuk berdahak,nafas
sesak,dan badannya panas
2. Riwayat kesehatan sekarang
Menurut ibu klien, kurang lebih 7 hari sebelum masuk rumah sakit klien
mengalami batuk-batuk disertai demam, batuk bertambah parah apabila

32

klien kedinginan pada malam hari . Apabila klien demam ibu klien selalu
memberikan kompres dingin pada klien. Kemudian klien dibawa ke
petugas kesehatan terdekat tetapi keadaan klien pun masih tetap sama.
Karena ibu klien merasa khawatir kemudian klien dibawa ke Poliklinik
Anak RSU.dr SLAMET GARUT untuk diperiksa dan oleh dokter di
anjurkan untuk di rawat dan pada saat itu juga klien di rawat di ruang Nusa
Indah Atas RSU dr. Slamet Garut.
Pada saat dikaji tanggal 29 juni 2015, ibu klien mengatakan klien kelihatan
sesak napas. Ibu klien mengatakan batuk dan sesak disebabkan karena
banyak dahak yang keluar. Batuk dan sesak dirasakan berat terlihat setelah
batuk napas klien menjadi cepat dangkal, klien gelisah. Batuk bertambah
berat apabila klien kedinginan dan berkurang apabila klien sudah
digendong dengan posisi kepala lebih ke atas, sesak semakin dirasakan
apabila klien sudah batuk yang lama dan berkurang bila batuknya berhenti.
Batuk dan sesak sering dirasakan pada malam hari dan siang hari.
3

Riwayat kesehatan dahulu


Menurut penuturan ibu klien,sebelumnya klien belum pernah mengalami
penyakit seperti yang diderita klien sekarang. Klien pernah demam selama
3 hari yang lekas sembuh setelah berobat ke puskesmas.

No
1.
2.

Nama Penyakit
Penyakit kuning
Panas tinggi

Pernah
-

Tidak Pernah

Keterangan
-

Selama 3
hari,1 bulan
yang lalu

3.

Batuk-batuk yang
lama

4.

Sesak nafas

5,

Diare

6,

Muntah-muntah

Riwayat kesehatan keluarga

33

Menurut penuturan ibu klien , diantara anggota keluarganya tidak ada yang
mempunyai penyakit menular maupun penyakit yang sama seperti klien.

Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan

: Klien
Klien adalah anak ke 2 dari 2 bersaudara, klien tinggal bersama kedua
orang tuanya.
5. Riwayat Kehamilan dan Persalinan
a. Prenatal

34

Ibu klien mengatakan bahwa selama hamil selalu memeriksakan diri ke


bidan terdekat.Ibu klien mengatakan di imunisasi TT 2x pada bulan ke
6 dan 9.Ibu klien tidak mengeluh apapun selama hamil.
b. Intra natal
Menurut penuturan ibu klien, klien dilahirkan dengan normal dan di
lahirkan di bidan.

c. Post natal
Ibu klien mengatakan bahwa saat lahir,BB klien 2700 kg dengan
panjang badan 49 cm.
6. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan
a. Riwayat Pertumbuhan
BB lahir

: 2700 gr

PB lahir

: 49 cm

Lingkar kepala : 38 cm
Lingkar lengan atas : 15 cm
b. Riwayat Perkembangan
1) Perkembangan motorik Kasar
Di dalam motorik kasar pasien kelihatan belum bisa merespon
untuk melakukan gerakan.
2) Adaptif Motorik Halus
Di dalam motorik halus pasien belum bisa melakukan atau
memegang benda disekitarnya.
3) Bahasa
Di dalam bahasa, pasien belum bisa membedakan bahasa dan
mengikuti perintah yang ada disekitarnya.
4) Personal Sosial
Di dalam personal sosial pasien belum bisa bersosialisasi dengan
lingkungan sosialnya.

35

c. Riwayat Nutrisi
Menurut penuturan ibu klien, dari mulai lahir sampe sekarang usia3 bulan klien di beri ASI eksklusif.
7. Riwayat Imunisasi
Klien belum mendapatkan imunisasi lengkap baru sampai imunisasi DPT
1.
C. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan umum
BB saat dikaji

: 5,5 Kg

PB

: 48 cm

LK :
TTV

: P : 130x/menit
R : 50x/menit
S : 38,5 c

b. Integumen
Rambut
Warna

: bersih

Tekstur: Halus
Penyebaran

: Merata di seluruh permukaan kulit kepala

Kulit
Warna

: Sawo matang

Kelembaban

: Lembab dan teraba agak panas

Tekstur

: Halus

Turgor

: Pada saat dicubit di bagian ekstremitas atas dapat


kembali seperti semula dalam waktu 2 detik.

Kebersihan

: bersih

Kuku
Warna

: Transparan

Kebersihan

: bersih

36

Tekstur

: Halus

Sudut

: 160o

c. Kepala
Lingkar kepala

: Tidak terkaji

Kesimetrisan

: Tegak lurus dengan garis tengah tubuh

d. Leher
Kesimetrisan

: Simetris antara postur tubuh

Posisi

: Tegak lurus antara bahu dan postur tubuh

Pergerakan

: Dapat digerakan ke segala arah

KGB

: Tidak tampak ada pembesaran KGB

Kebersihan

: Tidak nampak adanya kotoran

Refleks Menelan : memakai selang NGT, terlihat pada saat klien di


beri minum ASI
Kebersihan

: bersih

e. Mata
Kesimetrisan

: Mata kiri dan kanan klien simetris

Konjungtiva

: Pucat

Pupil

: hitam

Kebersihan

: Tidak nampak kotoran

Fungsi penglihatan : Dapat melihat benda yang di gerakan di depan


mata nya
Pergerakan

: Dapat melihat ke segala arah

f. Telinga
Kesimetrisan

: Simetris, bagian atas pina sejajar dengan kelopak


mata

Warna

: Sama dengan kulit wajah

Kondisi

: Tidak tampak adanya lesi

Kebersihan

: Bersih

Tekstur

: Halus

Reflek Startle

: klien tidak mengalami gangguan pendengaran,


terbukti dengan pada saat klien diberi bunyi yang

37

keras secara tiba-tiba tangan klien aduksi dan


sikunya fleksi dengan tangan tetap menggenggam.
g. Hidung
Kesimetrisan

: Kedua lubang hidung simetris

Kebersihan

: Tidak nampak kotoran

Warna

: Sama dengan kulit wajah

h. Mulut
Bibir
Warna

: Merah muda

Stomatitis

: Tidak ada

Lidah
Warna

: Merah muda

Pergerakkan

: Tak terkaji

i. Dada
Pergerakkan

: Dada kiri dan kanan bergerak selaras

Pernapasan

: Cepat dan dangkal

Bunyi napas

: Ronchi

Kebersihan

: Bersih

j. Abdomen
Keadaan

: Cembung

Kebersihan

: Bersih

Bising usus

: 7x/mnt

k. Punggung
Keadaan

: reflek punggung liat di buku bayi

Kebersihan

: bersih

l. Genetalia
Kebersihan

: bersih

Keadaan

: Tidak tampak adanya benjolan

m. Ekstremitas

38

Ekstremitas Atas
Atas dextra

: Dapat digerakan dengan bebas

Atas sinistra

: Dapat digerakan dengan bebas

Ekstremitas Bawah
Bawah dextra

: Dapat digerakan dengan bebas

Bawah Sinistra

: Pergerakan terbatas karena terpasang infus

POLA AKTIVITAS SEHARI HARI

39

No
1.

Pola aktivitas sehari-hari


Pola nutrisi

Saat sakit

Saat sehat

a. Makan
-

frekuensi

jumlah

jenis

1x/hr
5cc terangkan

Sesuka klien

ASI

ASI

b. minum

2.

4.

jenis

ASI

ASI

frekuensi

ASI

ASI sesuka klien

jumlah

belum BAB

1x/hr

Eliminasi
a

3.

BAB
-

frekuensi

konsistensi

padat

warna

kuning

bau

kecoklatan
khas feces

BAK
-

frekuensi

3-4x/hr

warna

kuning jernih

4-5x/hr

bau

khas amoniak

kuning jernih
khas amoniak

Istirahat tidur
-

tidur malam

6-7 jam/hr

tidur siang

1-2 jam/hr

8-10 jam /hr

kualitas

Gelisah

2-3 jam / hr
nyenyak

Personal higiene
-

mandi

ganti baju

1x/hr Sp0n
1x/hr

2x/hr
1-2x/hr

40

D. Data Psikologis, Sosial dan Spiritual


-

Data Psikologis
Belum bisa dikaji tingkat kecemasan klien,tetapi ibu klien tampak
cemas dan selalu bertanya-tanya tentang keadaan anaknya.ekspresi
wajahnya tampak tegang dan gelisah.

Data Sosial
Baik, terbukti ada anggota keluarga klien yang menjenguknya.

Data Spiritual
Klien beragama islam,ibu klien selalu berdoa agar anaknya lekas
sembuh.

E. Data Penunjang
- Dx medis

: Bronchopneumonia (BHP)

- Therapy

: * Infus ka-en 4a 15 tetes/mnt

Meropeneum

3x250 mg

Dexa

3x1 mg

Glibotik

1x7

Nebulisasi

2x/hari

O2 1 ltr/mnt

F. Analisa Data
No
1.

Sympthom

Etiologi
Masuknya

Ibu klien mengatakan

mikroorganisme ke

bahwa anaknya sering

Sal.pernafasan

Ds:

batuk-batuk

berdahak

namun dahaknya sulit

R= 50 x/menit

peradangan
penumpukan akumulasi
secret

Klien terpasang O2
Bunyi nafas ronchi

jalan

nafas

sehubungan dengan
akumulasi secret

keluat
Do:

Problem
Gangguan bersihan

tersumbatnya saluran

41

Klien tampak batuk

nafas
secret yang tidak keluar
menyebabkan rambut
silia gatal
mengaktifkan respon
batuk ke hipotalamus

.
batuk
2

Ds :
Ibu klien mengatakan
anaknya demam
Do:
T : 38,5o C
Badan klien panas

Masuknya
mikroorganisme ke
sal.pernafasan

Gangguan
pengaturan suhu
tubuh hipertermi

Aktivasi bakteri
meningkat
Inflamasi pada sal
pernafasan
Peningkatan suhu tubuh
(demam)

Gangguan rasa
aman cemas

3..

Ds:
Ibu klien sering

sehubungan dengan
Kurangnya pengetahuan
terhadap penyakit

pengetahuan

bertanya-tanya tentang
keadaan anaknya
Do:

kurangnya

Mekanisme koping in
adekuat

Ibu klien tampak cemas


Cemas

tentang penyakit

42

G. Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas Masalah:


1. Gangguan bersihan jalan nafas sehubungan dengan adanya akumulasi
secret yang ditandai dengan :
Ds : Ibu klien mengatakan bahwa klien sering batuk-batuk berdahak tetapi
dahaknya sulit keluar.
Do:

R = 50 X/menit
Klien terpasang O2
Bunyi nafas ronchi
Klien tampak batuk

2. Gangguan pengaturan suhu tubuh sehubungan dengan reaksi tubuh


terhadap peradangan yang ditandai dengan :
Ds : Ibu klien mengatakan anaknya demam
Do : T = 38,5OC
3. Gangguan rasa aman cemas sehubungan dengan kurangnya pengetahuan
terhadap penyakit yang ditandai dengan :
Ds : Ibu klien sering bertanya-tanya tentang keadaan anaknya
Do : Ibu klien Nampak cemas

43

PROSES KEPERAWATAN
Nama

: By.T

Ruang

: Nusa Indah Atas

Umur

: 3 bulan

No Cm

: 780065

DM

: Bronchopneumonia

Jenis kelamin : Perempuan


No
1
1.

Diagnosa

P E R E N C AN AAN
Intervensi

IMPLEMENTASI

Tujuan
Keperawatan
2
3
Ketidak efektifan jalan Dalam waktu 3 hari -

4
5
Atur posisi tidur Dengan posisi

nafas

sehubungan jalan nafas kembali

klien

dengan

peningkatan efektif

posisi

dan

teratasi

produksi sekret yang dengan kriteria :

dengan
semi

fowler

Rasionalisasi
6
7
semi Tgl 29 Juni 2015 Tgl 29 Juni
2015 Jam 14.00
diharapkan Jam 08.00 WIB
WIB
- Bunyi nafas
mengurangi Melonggarkan

fowler
dapat

penekanan pada daerah pakaian yang dapat

ditandai dengan :

R : 20-40x/mnt

abdomen

Ds :

Bunyi nafas halus

klien

Klien tidak batuk-

dengan bebas

Ibu

klien -

mengatakan bahwa

batuk

klien sering batuk- -

Tidak

batuk

berdahak

O2

pakaian

namun

dahaknya -

Dahak klien keluar

tidak keluar
Do : - R : 43x/mnt
- Terpasang O2
-

Bunyi nafas ronchi

EVALUASI

klien

sehingga menghambat proses

dapat

benafas pernafasan klien

ronchi
-

Longgarkan

Klien masih
tampak batuk

Jam 08.15 WIB


terpasang -

Dengan melonggarkan -

namun

Mengatur posisi

sedikit

pakaian

tidur

O2

dapat

klien,diharapkan jalan

dengan

menghambat

nafas

semi fowler

proses

berjalan

pernafasan klien

klien dapat bernafas

yang

bebas

klien
lancar

masih

dapat
dan -

klien posisi

terpasang
-

Mempertahankan
pemberian O2

masih

Dahak klien
keluar

Ketidak
efektifan

44

Klien

tampak

batuk-batuk
-

Pertahankan

Jam 09.30 WIB

jalan

Melakukan suction

teratasi

Dengan

pemberian O2

nafas

sebagian

mempertahankan
pemberian

O2,akan

membantu peningkatan
oksigenasi klien
-

Lakukan

Dengan

Nebulizer

melakukan

Nebulizer
dahak

diharapkan

klien

dapat

keluar

2.

Gangguan

pengaturan Dalam waktu 3 hari -

suhu
berhubungan

tubuh gangguan pengaturan


dengan suhu

tubuh

teratasi

Kompres dengan Dengan mengompres Tgl 29 Juni 2015 Tgl 29 Juni


air dingin
2015 2012 jam
meggunakan
air Jam 08.30 WIB
- Mengompres
14.00 WIB
dingin,diharapkan

reaksi tubuh terhadap dengan kriteria :

panas tubuh klien akan

peradangan

menurun

yang -

Do :
Ibu
mengatakan

36-37oC

ditandai dengan :
-

Suhu tubuh klien

klien

Anjurkan untuk
menggunakan
pakaian

yang

Dangan pakaian yang


tipis

dan

mudah

dengan air dingin -

Suhu

Menganjurkan

klien

untuk

menurun

menggunakan

sampai 38oC

pakaian

Gangguan

yang -

tipis dan mudah

tubuh

pengaturan

45

anaknya demam

tipis dan mudah

menyerap

menyerap

suhu

Ds : - Suhu tubah klien

menyerap

keringat,diharapkan

keringat

teratasi

38,5oC

keringat

uap tubuh klien dapat

tubuh

sebagian

keluar dan panas tubuh Jam 08.45 WIB


-

Observasi

suhu

tubuh klien

klien berkurang

Mengobservasi suhu

Dengan mengobservasi tubuh klien


tubuh -

suhu

38,5oC

klien,diharapkan
pekembagan

suhu

tubuh

dapat

klien

suhu tubuh klien

terkontrol
3.

Gangguan rasa aman Dalam waktu 3 hari -

Berikan

cemas

sehubungan gangguan rasa aman

penjelasan

dengan

kurangnya cemas teratasi dengan

informasi ibu tentang kriteria :

Tgl 29 Juni 2015


Dengan

memberikan Jam 10.00 WIB

tentang keadaan

penjelasan diharapkan Memberikan

anaknya

ibu klien mengetahui penjelasan

Tgl

29

Juni

2015
2012 Jam 14.00

tentang WIB

keadaan anaknya yang -

Secara verbal ibu

dan mengerti tentang keadaan anaknya

ditandai dengan :

klien tidak selalu

keadaan anaknya da Jam 11.15 Wib

tampak

Do :

bertanya-anya

tidak selalu bertanya- Memberikan support

sedikit tenang

tentang

tanya tentang keadaan mental

Ibu

klien

sering

keadaan

bertanya-tanya

anaknya

tentang

Ibu klien tampak

keadaan -

Berikan support
mental

Ibu

Ibu

klien

klien

tampak tidak

anaknya
Dengan

memberikan

selalu

46

anaknya

tenang

support

mental

bertanya-

Ds : - Ibu klien tampak

diharapkan ibu klien

tanya tentang

cemas dan gelisah

bersemangat lagi untuk

keadaan

mengurus anaknya dan

anaknya.

tidak gelisah lagi

Gangguan
rasa
cemas
teratasi

aman

47

CATATAN PERKEMBANGAN
Nama

: By.T

Umur

: 3 bulan

Jenis kelamin : Perempuan


No
1.

Tanggal
DP
01
Juli J

2015

anaknya batuk-batuk namun sedikit

:-

Catatan Perkembangan
Ibu klien masih mengatakan

Pelaksana

O:
-

Bunyi nafas klien masih ronchi

O2 masih terpasang

R : 40x/mnt

A : Ketidak efektifan jalan nafas


P:
-

atur posisi tidur klien dengan posisi

semi fowler
-

Longggarkan pakaian yang dapat


mengambat proses pernapasan klien

Pertahankan pemberian O2

Lakukan suction

I:
-

Mengatur posisi tidur klien degan

posisi
-

semi fowler

Melonggarkan pakaian yang dapat


menghambat jalan nafas klien

Mempertahakan pemberian O2

Melakukan suction

E : Ketidak efektifan jalan nafas teratasi


sebagian.Nafas

masih

ronchi,ada

batuk,R : 40x/mnt,O2 terpasang.


R : Lanjutkan intervensi

Euis

Irma

49

02

Juni

2015

S : Ibu klien masih mengtakan anaknya Yulianti


demam
O : Suhu tubh klien 38oC
A : Gangguan pengaturan suhu tubuh
P:
-

Kompres dengan air dingin

Anjurkan

untuk

menggunakan

pakaian yang tipis dan mudah


menyerap keringat
-

Observasi suhu tubuh klien

I :
-

Mengompres dengan air dingin

Menganjurkan untuk mengenakan


pakaian yang tipis dan mudah
menyerap keringat

Mengobservasi suhu tubuh klien

E : Gangguan pengaturan suhu tubuh


teratasi sebagian,suhu 38oC
R : Lanjutkan intervevsi
Euis
3.

03
2015

Juni

S :O :

Yulianti
-Ibu klien tampak tidak selalu

bertanya-tanya

tentang

keadaan

anaknya
-Ibu klien tampak tenang
A : Gangguan rasa aman cemas
P:
-

Berikan penjelasan tentang keadaan


anaknya

Irma

Berikan support mental

51

I :
-

Menjelaskan

tentang

keadaan

anaknya
-

Memberikan support mental

E : Gangguan rasa aman cemas teratasi


sebagian,ibu klien tenang dan tidak
selallu bertanya-tanya tentang keadaan
anaknya
R : lanjutkan intervensi
Euis

Irma

Yulianti

PEMBAHASAN
Dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada By.T dengan gangguan
system respirasi (Bronchopneumonia) diruang Nusa Indah Atas RSU. Dr.Slamet
Garut, penulis menemukan permasalahan berupa kesenjangan-kesenjangan antara
teori dan kasus nyata di lapangan yang ditemukan sesuai dengan respon klien.
Adapun permasalahan-permasalahan yang muncul sesuai dengan tahapan proses
keperawatan adalah sebagai berikut:
1.

Pengkajian
Pada tahap ini terdapat data yang komprehensif terdiri dari beberapa aspek

biologi, psikologi, sosial dan spiritual. Seperti yang tedapat dalam tinjauan teoritis
bahwa pengkajian adalah langkah pertama dari proses keperawatan melalui

53

kegiatan pengumpulan data atau perolehan data yang akurat dari pasien guna
mengetahui berbagai permasalahan yang ada.(Aziz Alimul, 2008: 85).
Pada awal pengkajian ditemukan pasien dengan nama By.T yang berusia 3
bulan, dengan diagnose medis Bronchopneumonia, suhu tubuh 38,50C, demam,
Pasien batuk berdahak dan dahaknya sulit keluar, keluarga pasien merasa cemas
terhadap keadaan anaknya.
Dalam penyusunan asuhan keperawatan ini, penulis memperoleh data dari
hasil anamnesa langsung pada pasien, keluarga, dari catatan medis pasien, hasil
pemeriksaan dan dari hasil diskusi dengan perawat ruangan yang bertanggung
jawab merawat pasien tersebut.
Pada saat pengkajian pula, penulis menemukan data senjang berupa sesak,
pada pasien. Beberapa kasus pasien yang menderita bronchopneumonia, kadangkadang pasien mengalami gangguan kebutuhan nutrisi dan cairan elektrolit tetapi
pada saat pengkajian, kebutuhan pasien masih terpenuhi hanya porsinya sedikit
berkurang dan turgor kulit pasien masih normal serta kebutuhan eliminasi masih
terpenuhi.
2.

Diagnosa Keperawatan
Pada teori terdapat sejumlah masalah keperawatan tetapi semua muncul pada

kasus By.T hal ini dikarenakan perumusan diagnose keperawatan tergantung dari
respon pasien.
Adapun masalah yang muncul pada Bronchopneumonia secara teoritis adalah:
1.

Gangguan bersihan jalan nafas sehubungan dengan adanya peningkatan


akumulasi secret.

2.

Gangguan pengaturan suhu tubuh sehubungan dengan adanya reaksi


inflamasi pada tubuh

3.

Gangguan rasa aman cemas sehubungan dengan kurangnya pengetahuan


terhadap informasi penyakit,

4.

Gangguan kebutuhan nutrisi sehubungan dengan adanya respon mual muntah


akibat penumpukan secret

55

5.

Gangguan aktivitas sehari-hari sehubungan dengan adanya respon batuk yang


berlebih

6.

Gangguan

kebutuhan

cairan

elektrolit

sehubungan

dengan

aktifitas

metabolism yang meningkat.


Pada asuhan keperawatan By.T ditemukan diagnosa keperawatan sebagai
berikut:
1.

Gangguan bersihan jalan nafas sehubungan dengan adanya peningkatan


akumulasi secret.

2.

Gangguan pengaturan suhu tubuh sehubungan dengan adanya reaksi


inflamasi pada tubuh

3.

Gangguan rasa aman cemas sehubungan dengan kurangnya pengetahuan


terhadap informasi penyakit,

3.

Perencanaan
Dalam tahap perencanaan ini, penulis menentukan intervensi sesuai
dengan referensi yang mendukung masalah tersebut.

4.

Pelaksanaan
dalam tahap ini, penulis berupaya melaksanakan asuhan keperawatan
sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Penulis menemukan
beberapa hambatan/ kendala dalam melaksanakan asuhan keperawatan.

a) Keterbatasan sarana di ruangan seperti peralatan yang dapat menunjang


pemeriksaan pasien sehingga penulis memakai sarana dari pihak pendidikan.
b) Penulis tidak dapat melaksanakan asuhan keperawatan selama 24 jam, hal ini
dikarenakna waktu dan tenaga yang penulis miliki sehingga sehingga untuk
masalah tersebut penulis bekerja sama dengan perawat ruangan guna
melaksanakan asuhan keperawatan. Disamping itu, ada beberapa hal yang
mendukung dalam pelaksanaan tindakan yaitu kerjasama yang baik dari
pasien dan keluarga.

57

c) Keterbatasan peralatan dari akademik, sedikit menghambat dalam melakukan


implementasi, karena harus bergantian sehingga persiapan alat tidak sesuai
dengan standar operasional prosedur.
5.

Evaluasi
Secara keseluruhan antara teori dan praktek memiliki kesamaan. Adapun

masalah yang muncul atau tidaknya dalam beberapa faktor baik dari pasien itu
sendiri, keluarga pasien maupun tim kesehatan yang menangani pasien.
Setelah melaksanakan asuhan keperawatan pada By.T selama 5 hari dari tanggal
29 JUNI sampai 03 JULI 2015, maka penulis dapat mengevaluasi hasil kegiatan
proses keperawatan dari tiga masalah yang muncul pada pasien. Masalah yang
sudah teratasi pada hari ke-3 adalah bersihan jalan napas tidak efektif, pengaturan
suhu tubuh dam gangguan rasa aman cemas. Pada hari ke-5, pasien pulang ke
rumahnya.